Anda di halaman 1dari 21

MAKAL

GELOMBANG DAN OPTIK


AH
“ DIFRAKSI FRESNEL”

OLEH KELOMPOK VIII :


KETUA : RISWAN
ANGGOTA :
ROYHAN NURAZIZAH A24115031
FITRIANI A24115028
NOVIA J HI MATADJENG A24115049
FARISKA ANINDRA SARI SURATNO A24116018
NUR PRETTY A24116027
LINDA S PAGAJA A24116105

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya
makalah yang berjudul “DIFRAKSI FRESNEL” dapat diselesaikan tepat pada
waktunya.
Penulisan makalah ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan dari
berbagai pihak. Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu
dalam proses pembuatan makalah ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Disadari bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, maka itu kritik dan
saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan guna proses penyempurnaan
makalah ini.. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Palu, 10 April 2018

Penulis

2|Page
DAFTAR ISI

JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang 1
1.2.Rumusan Masalah2
1.3.Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Difraksi 3
2.2.Pengertian Difraksi Fresnel 6

2.3.Syarat terjadinya Difraksi Fresnel 6


2.4.Macan-macam Difraksi Fresnel 7

2.4.Perbedaan Difraksi Franhoufor dan fresnel 16

BAB III PENUTUP


3.1.Kesimpulan 16
3.2.Saran 16

DAFTAR PUSTAKA 17

3|Page
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Gelombang elektromagnetik sama seperti gelombang mekanik, dapat


berinterfrensi satu sama lain. Kita dapat ketahui bahwa cahaya sebagai
gelombang, memperlihatkan gejala interfrensi gelombang-gelombang yang
mempunyai beda fase yang tetap.

Bila Cahaya melintas dari suatu sumber melalui sebuah celah pada layar,
dan cahaya yang keluar dari celah tersebut digunakan untuk menerangi dua celah
bersebelahan pada layar kedua. Bila cahaya diteruskan dari kedua celah tersebut
dan jatuh pada layar ketiga, maka akan terbentuk sederet pita interferensi yang
sejajar. Ini sebagai fenomena interferensi.

Sebagai gelombang, cahaya juga dapat melentur (berdifraksi), serta


interfrensi yang dibahas diatas merupakan hasil dari cahaya yang berdifraksi.
Difraksi adalah penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang ini
melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang. Gelombang
terdifraksi selanjutnya berinterferensi satu sama lain sehingga menghasilkan
daerah penguatan dan pelemahan. Difraksi juga berlangsung pada aliran
partikel.Dengan kata lain, Difraksi adalah peristiwa dimana berkas cahaya akan
dilenturkan pada saat melewati celah sempit. Difraksi juga menggambarkan suatu
deviasi dari cahaya dengan pola lurus ketika melewati lubang lensa atau
disekeliling benda. Menurut Huygens bahwa setiap bagian celah akan menjadi
suatu sumber gelombang (cahaya) biru.

Celah sempit tersebut disebut dengan kisi difraksi. Kisi difraksi adalah
kepingan kaca yang digores sejajar dan berjumlah sangat banyak dan memiliki
jarak yang sama (biasanya dalam ordo 1000 per mm). Cahaya terdifraksi, setelah
diteruskan melalui kaca atau dipantulkan oleh spekulum, menghasilkan cahaya

1|Page
maksimum pada θ = 0° dan berkurang sampai minimum (intensitas = nol) pada
sudut θ.

Untuk melewati pola difraksi cahaya, cahaya dilewatkan melalui suatu


celah tunggal dan mengamati cahaya yang diteruskan oleh celah pada suatu film.
Difraksi pada celah tunggal akan menghasilkan pola garis terang dan gelap pada
layar. Celah tunggal dapat dianggap terdiri atas beberapa celah sempit yang
dibatasi titik-titik dan setiap celah itu merupakan sumber cahaya sehingga satu
sama lainnya dapat berinterferensi.

Kemudian difraksi cahaya terjadi pula pada cahaya yang melalui banyak
celah sempit, dengan jarak celah sama. Celah sempit yang demikian disebu
dengan kisi difraksi. Semakin banyak celah, semakin tajam pola difraksi yang
dihasilkan pada layar. Untuk memahami lebih lanjut mengenai difraksi dan
interfernsi, maka dibuatlah makalah yang berjudul “Interferensi dan Difraksi”.

1.2. RUMUSAN MASALAH

1.2.1. Bagaimana difraksi menurut Fresnel….?


1.2.2. Jelaskan difraski Fresnel tentang lubang bulat….?
1.2.3. Jelaskan difraski Fresnel tentang piringan….?
1.2.4. Jelaskan difraski Fresnel tentang tepi lurus yang tajam….?

1.3. TUJUAN
1.3.1. Dapat menjelaskan atau mampu menjelaskan tentang difraksi
Fresnel.
1.3.2. Mengetahui tentang difraksi Fresnel yang berkaitan tentang lubang
bulat.
1.3.3. Mengetahui tentang difraksi Fresnel yang berkaitan tentang
piringan.
1.3.4. Mengetahui tentang difraksi Fresnel yang berkaitan tentang tepi
lurus yang tajam.

2|Page
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DIFRAKSI

Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang akibat gelombang yang


merambat melalui suatu penghalang atau celah sempit (aparture). Pola yang keluar
dari susunan celah-celah pengahalang (obstruction) dapat membentuk pola terang
gelap secara bergantian.

Gambar 1. Fenomena Difraksi Lampu Jalanan

Gambar diatas memperlihatkan pola difraksi yang teramati ketika dilihat melalui
sebuah selendang sutra pada lampu jalanan.

Gambar 2. Fenomena Difraksi di Perairan

3|Page
Gambar 1 & 2 diatas merupakan contoh difraksi yang terjadi saat
celah gerbang pelabuhan di Alexandria (Egypt) mesir terbuka. Difraksi dapat
dipandang sebagai sebuah interferensi gelombang yang berasal dari bagian-bagian
suatu medan gelombang. Tiap-tiap titik pada muka gelombang (frontwave) ;
misalkan saja gelombang cahaya dapat dipandang sebagai sebuah sumber
gelombang baru dan menghasilkan gelombang sekunder yang memancar ke segala
arah dengan cepat rambat yang sama.

Menurut optika geometrik, bila sebuah benda tak tembus cahaya


ditempatkan diantara sumber cahaya titik dan layar, maka bayangan bentuk itu
akan membentuk sebuah garis tajam yang sempurna seperti gambar dibawah.

Gambar3. Optika geometri meramalkan sebuah tepi lurus akan


menghasilkan bayangan dengan sebuah batas yang tajam dan sebuah
daerah yang relatif diterangi secara homogen diatasnya.

Jika dibandingkan dengan 2 gambar diatas, peristiwa difraksi dapat


disederhanakan seperti gambar berikut:

Gambar 4. Difraksi pada suatu celah tunggal

4|Page
Sejumlah gelombang datang dan melewati penghalang atau celah sempit,
bagian-bagian atau titik-titik muka gelombang yang keluar dapat dipandang
sebagai sebuah sumber gelombang baru yang menyebar ke segala arah.
Penyebaran gelombang yang melewati celah tersebut memilki lebar yang seorde

dengan panjang gelombang. Jika lebar celah itu adalah d dan θ adalah sudut
yang dibentuk antara fraksi muka terhadap sumbu normal muka gelombang fraksi
mula-mula, maka agar terjadi difraksi setidaknya lebar celah seorde dengan

panjang gelombang itu atau d≈ λ . Artinya pengaruh difraksi akan teramati


bilamana setidak-tidaknya ukuran pengahalang (obstacle) mendekati limit panjang
gelombang tersebut. Semakin sempit celah itu maka pola difraksi akan teramati
lebih jelas. Hal ini bersesuaian dengan prinsip Huygens dimana semakin kecil
halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Difraksi berbeda adanya dengan
interferensi gelombang. Pada interferensi, distribusi intensitas untuk maksimum
sama besar. Tetapi pada difraksi distribusi intensitas tidak sama, artinya makin
jauh makin kecil intensitasnya.

Difraksi pertama kali ditemukan oleh Francesco M. Grimaldi (1618-1663)


dan gejala ini juga diketahui oleh Huygens (1620-1695) dan Newton (1642-1727).
Akan tetapi Newton tidak melihat kebenaran tentang teori gelombang disisni,
sedangkan, Huygens yang percaya pada teori gelombang tidak percaya pntuk
menerangkan difraksiada difraksi.
Oleh karena itu, ia tetap menyatakan bahwa cahaya berjalan lurus. Frensel
(1788-1827) secara tepat menggunakan teori Huygens yang disebut prinsip
Huygens frensel, Berunyi :
“ Setiap titik muka gelombang di celah merupakan sumber cahaya titik dari
gelombang bola, sehingga muka gelombang neto pada titik-titik diluar celah
adalah hasil superposisi gelombang bola yang bersumber dari titik muka
gelombang muka dicelah”.

5|Page
B. PENGERTIAN DIFRAKSI FRESNEL

Difraksi merupakan suatu fenomena gelombang yang terjadi sebagai


respon gelombang terhadap halangan yang berada pada arah rambatnya. Pada
gelombang cahaya, difraksi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
respon cahaya dengan sinar yang melengkung mengitari halangan kecil pada arah
rambatnya, dan radiasi gelombang yang menyebar keluar dari sebuah rana/celah
kecil.
Titik-titik pada muka gelombang berlaku sebagai sumber gelombang
sekunder yang keluar dari celah. Misal kita anggap terdapat 9 buah titik pada
muka gelombang. Kemudian untuk mempermudah persoalan kita anggap bahwa
jarak dari celah ke layar jauh lebih besar dari lebar celah. Maka dapat kita anggap
bahwa sinar-sinar yang datang dari celah ke layar sejajar satu sama lain. Difraksi
yang kita amati jika keadaan ini tidak berlaku disebut difraksi Fresnel.

C. SYARAT TERJADINYA DIFRAKSI FRESNEL

Syarat terjadinya difraksi Fresnel apabila sumber gelombang dan titik


pengamatan berada dekat dengan lubang atau penghalang yang akan
mendifraksikan gelombang datang. Perhitungan matematikanya lebih sukar
daripada difraksi Fraunhofer, tetapi pengertian fisisnya sama, yaitu terjadinya
cincin-cincin gelap dan terang.
Difraksi Fresnel atau difraksi jarak pendek yang terjadi pada celah dengan
lebar empat kali panjang gelombang, cahaya dari sumber titik pada ujung atas
celah akan berinterferensi destruktif dengan sumber titik yang berada di tengah
celah.

6|Page
D. MACAM-MACAM DIFRAKSI FRESNEL

1. Difraksi Fresnel Celah Bulat

Gambar 5.Muka Gelombang Primer Dibangkitkan Dari Titik Sumber S (Hect, E.,
1983).

Hal ini ditunjukkan pada persamaan (2.3) bahwa fungsi gelombang pada
titik P seharusnya

Seperti digambarkan pada gambar 6., bahwa muka gelombang sferis dapat
dibagi menjadi daerah-daerahyang annular, yang disebut zona Fresnel atau zona
setengah periode, yang berpusat pada sumbu yang ditandai dengan S ke P. Pada
tiap-tiap daerah di atas batasan (batasan terjauh dari sumbu S-P) lebih panjang
setengah panjang gelombang dari panjang lintasan dari titik manapun pada
batasan lebih bawah (batasan terdekat dengan sumbu S-P). Sebagai contoh, pada
zona kedua panjang lintasan dari batas atas dan batas bawah pada titik P adalah
r’+ λ/2dan r’+ λ. Hal ini menunjukkan bahwa pada titik manapun pada zona
tersebut terdapat titik-titik yang bersesuaian dalam zona yang berdekatan yaitu
lebih jauh dari P dengan beda λ/2. Dimisalkan zona Fresnel ke-y pada gambar .
memiliki batas-batas panjang lintasan atas dan bawah terhadap titik P,

7|Page
yaitu . Dianggap dA merupakan luasan sebuah cincin
yang sangat kecil pada zona ke-y, sehingga:

Dengan rumus kosinus berdasarkan geometri gambar 6.,diperoleh nilai φ


φd sin setelah didiferensialkan terhadap r, kemudian disubtitusikan ke persamaan
(2.4) sehingga diperoleh nilai A , yaitu:

Gambar 5. Zona – zona yang melalui celah sempit

jumlah zona Fresnel pada layar yang dinotasikan dengan m , adalah:

Dari subtitusi persamaan di atas diperoleh nilai panjang gelombang, yaitu:

Dengan m adalah jumlah cincin pada layar, ' ρ merupakan jarak sumber
ke celah (cm), ' r adalah jarak celah ke layar (cm) dan R adalah radius celah yang

digunakan (mm). Dan karena

8|Page
Gamaba 6. Zona Fresnel ke-y

2. Difraksi Fresnel oleh Tepi Lurus yang Tajam (Mata Pisau)

Misalkan M, pada gambar adalah pisau yang lurus dipasang tegak lurus
pada gambar. Titik P berada pada layar pengamatan. Muka gelombang dibagi –
bagi menjadi daerah Fresnel, dengan jarak dari P ketitik – titik pada muka

λ λ 2λ 3λ
gelombang berbeda , yaitu r o + ,r o + , r o + , … sehingga pada
2 2 2 2

9|Page
muka gelombang terjadi lingkaran – lingkaran yang melalui a−a' , b−b ' dst.
Sehingga amplitude yang sampai di P dari daerah – daerah diatas penghalang :

1
S 0=S 00+ S 01+ S02 …= S00
2
1
Bagian bawah ujung penghalang : S 0= S00 . Jadi
2

1
S 0 res =2 × S 00=S0 ; untuk amplitudo jika penghalang tidak ada. Merupakan
2
amplitudo di P dari daerah pertama diatas atau di vawah ujung penghalang
S 01 , S02 : amplitude dari daerah – daerah berikutnya.
Sekarang amplitudo di P adalah bayangan dari separuh bagian atas saja

1 1
atau S dan intensitasnya kali jika tidak ada penghalang. Misalnya
2 00 4
ujung penghalang dinaikkan sampai a, jadi P berada dibawah penghalang daerah
pertama ditutup. Amplitudo di P menjadi:
1
S 0=S 01+ S02 + S03 …= S01
2
S 01 2 1 2
Intensitasnya: ( ) 2
= S 01
4
Sekarang ujung penghalang turun sampai a' , sehingga amplitudonya

10 | P a g e
S 00 >S 01> S 02 dst. Amplitudo berkurang tetapi tidak nol. Garis terang pola
difraksi diluar bayangan geometris makin tidak terang (maksimum dan
minimum). Terjadi perubahan pola difraksi jika jarak dari titik pengamat kelubang
berubah.

3. Difraksi Fresnel oleh Piringan

Ada beberapa kemungkinan daerah Fresnel tertutup oleh pirngan apabila


jari-jari a pada lubang diganti oleh piringan. Hal ini akan menyebabkan
pengiriman cahaya ke titik pengamatan dimulai dengan daerah gelap (yang
tertutupi). Pola yang terjadi sama dengan pola difraksi oleh lubang, tetapi bagian
tengah yang merupakan pusat bayangan geometris selalu terdapat titik terang
karena titik ini memperoleh cahaya dari daerah Fresnel yang tidak tertutup.

11 | P a g e
E. PERBEDAAN DIFRAKSI FRANHOUFER dan FRESNEL

Seberkas cahaya dilewatkan melalui celah tunggal dengan lebar d. Pola

difraksi dapat diamati pada layar yang diletakkan sejauh L dari celah.

Berkas cahaya dibelokkan oleh celah sebesar θ relatif terhadap arah

rambat cahaya datang. Untuk celah dengan d yang sangat kecil maka cahaya akan

dibelokkan dalam sudut θ yang sangat kecil pula. Jika layar diletakkan pada jarak

yang cukup jauh sehingga L >> d maka sudut pembelokan θ akan sangat kecil.

Implikasi matematisnya adalah nilai tan θ = y/Lθ.

Dalam keadaan seperti itu, cahaya yang melalui celah dapat dianggap

sejajar dengan arah rambat gelombang cahaya datang. Difraksi semacam ini

disebut sebagai difraksi Franhoufer. Pola difraksi yang tampak pada layar adalah

seperti pada Gambar 10.

Gambar 10. Pola difraksi yang tampak pada layar jika layar diletakkan pada jarak yang
cukup jauh dari celah. Difraksi semacam ini disebut dengan difraksi Franhoufer. Secara
matematis, difraksi Franhoufer cenderung lebih mudah ditangani dibanding difraksi
Fresnel, yang sebentar lagi kita bahas.

12 | P a g e
Jika layar semakin didekatkan dengan celah maka pola difraksi akan

mengalami perubahan seperti tampak pada Gambar 11.

Gambar 11. Pola difraksi mengalami perubahan ketika jarak semakin didekatkan dengan celah.

Pola difraksi yang ditunjukkan pada Gambar 11 dihasilkan ketika jarak

layar L cukup dekat terhadap celah. Yang dimaksud dengan dekat di sini adalah

jika sudut penyimpangan cahaya θ cukup besar sehingga kita tidak bisa

menggunakan pendekatan tan θ  θ. Perhatikan bahwa pada jarak L pola yang

teramati pada layar adalah pola difraksi Franhoufer. Ketika layar didekatkan

menjadi L pola difraksi berubah, terlihat bahwa pada layar berbentuk 2 puncak

gelombang dimana puncak gelombang tersebut menggambarkan nterferensi

konstruktif, di layar akan terlihat pola terang. Ketika layar didekatkan sehingga

jaraknya menjadi L, pola difraksi kembali berubah. Puncak-puncak gelombang

semakin bertambah banyak dan rapat.

Jika layar didekatkan lagi ke celah dimana cahaya dibelokkan, maka pola

difraksi yang terlihat pada layar menunjukkan pola yang semakin rumit, lihat

Gambar 11. Difraksi semacam ini, dimana jarak layar terhadap celah cukup dekat

13 | P a g e
sehingga kita tidak dapat menganggap cahaya yang didifraksikan sejajar, disebut

dengan difraksi Fresnel.

Gambar 12. Difraksi Fresnel

Gambar 13. Difraksi Fraunhofer ideal

14 | P a g e
Gambar 14. Difraksi Fraunhofer real

Tabel 1. Perbedaan difraksi Fresnel dan Fraunhofer

No Acuan Fresnel Diffraction Fraunhofer Diffraction

1 Bilangan F>>1 F<<1


Fresnel (F)

2 Bidang Near-field Far-field


pengamatan
Difraksi ini diamati jauh dari
lubang atau pengghalang yang
menggangu arus gelombang-
gelombang datar yang datang

3 Sumber & Sumber dan layar Sumber dan layar berada pada
Layar beradap pada jarak jarak yang saling berjauhan
yang tidak saling
menjauh

15 | P a g e
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Sebagai berikut ini;Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditaring


beberapa kesimpulan

1. Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang akibat gelombang yang


merambat melalui suatu penghalang atau celah sempit.
2. Difraksi Frounhofer sinar datang diasumsikan sejajar dan pola difraksi
diamati pada jarak yang cukup jauh sehingga secara efektif pola difraksi
yang diamati hanya dihasilkan oleh sinar-sinar paralel. Sedangkan, dalam
difraksi Fresnel sinar datang berawal dari sebuah sumber titik, pola difraksi
diamati pada jarak tertentu.
3. Syarat terjadinya difraksi Fresnel apabila sumber gelombang dan titik
pengamatan berada dekat dengan lubang atau penghalang yang akan
mendifraksikan gelombang datang. Perhitungan matematikanya lebih sukar
daripada difraksi Fraunhofer, tetapi pengertian fisisnya sama, yaitu
terjadinya cincin-cincin gelap dan terang.

B. SARAN

16 | P a g e
Diharapkan kepada semua pembaca terkhusus Mahasiswa yang telah
membca makalah ini diharapakan dapat memberikan kritik dan saran,dan
dapat membandingkan makalah ini dengan beberapa sumber lainnya,karena
kami selaku penulis adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2018). Fraunhofer Difraction, (online). Tersedia :


http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/ phyopt/fraunhofcon.html. [ 10
April 2018)
Anonim. (2018). Fresnel diffraction. (online). Tersedia : http://en.wikipedia.org/
wiki/ Fresnel diffraction.html .[ 10 April 2018]
Anonim. ( 2012) . Fisika 1. Bandung:IT Telkom

Giancoli, Douglas C .(2001) . Fisika Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.

Ruwanto,B. (2005). .Asas-Asas Fisika 3A. Bogor : PT. Ghalid Indonesia .

17 | P a g e
18 | P a g e