Anda di halaman 1dari 24

Sejarah SO MS-DOS

1975 – PC pertama di produksi, dgn nama Altair oleh MITS (Micro Instrumentation Telemetry System) dgn processor Intel
8080 8 bit dgn memory 256 byte, tanpa keyboard, monitor, atau disk, dgn harga $400.
Bill Gates menulis program Interpreter Basic untuk PC ini.
SO didalam Altair bernama CP/M dari Digital Research.
1979, Tim Paterson dari Seatle Computer Product, membuat 86-DOS untuk meniru CP/M untuk menguji produk2 berbasis
8086
Agustus 1981, Microsoft membeli 86-DOS, diperbaiki dan menjadi MS-DOS ver.1. Dirilis dengan 2 nama MS-DOS dan
PC-DOS
MS-DOS dibuat berupa 4000 baris kode Bahasa ASSEMBLY.
Fitur-fitur MS-DOS
MS-DOS 1.0
- Memakai memori 12 - 64 kbyte
- Hanya mendukung 1 direktori (Flat directory) dan 64 file.
- Tidak mendukung Harddisk.
- Hanya mendukung floppy disk 5 ¼ inchi 160 kbyte.
Sistem PC-DOS berisi:
- ibmbio.com, disk dan character I/O system
- ibmbio.com, disk dan file manager.
- Command.com, command processor, shell primitif.
Sistem MS-DOS berisi:
- ibmbio.com, disk dan character I/O system
- IO.sys, disk dan file manager.
- MSDOS.sys, command processor, shell primitif.
Oktober 1982, MS-DOS ver. 1.1 mendukung disket 320 Kbyte.
MS-DOS 2.0
Tahun 1983, IBM memproduksi PC XT dgn SO MS-DOS 2.0
Fitur utama:
- Mendukung Harddisk.
- Mendukung direktori hirarki.
- Bisa diinstall program eksternal sbg utilitas.
- Mendukung disket 320 Kbyte
MS-DOS ver 2.03
- Mendukung Time, Date, Currency, dan decimal symbols, 16 bit Japanesse kanji.
1984, PC AT diluncurkan
- Mendukung disket 1.2mb
- Informasi konfigurasi CMOS
- Harddisk lebih dari 10mb
- Mendukung RAM
MS-DOS 3.0
Fitur:
- Mendukung keyboard & peripheral harddisk yang baru (AT BUS).
- Dibuat dengan 40.000 baris bahasa assembly
MS-DOS 3.1
- Mendukung jaringan PC to PC
MS-DOS 3.2
- Mendukung disket 3 ½ inchi dan IBM Token Ring
MS-DOS 3.3
- Mendukung komunikasi serial standar sampai 19.200 byte/detik
MS-DOS 4.0
- Mendukung harddisk lebih besar dari 32mb-2gb dan RAM 16mb.
MS-DOS 5.0
April 1991, MS-DOS 5.0 diluncurkan
- Mendukung extended memory
- Program 640 byte.
Perintah-perintah di MS-DOS antara lain:
1. Komunikasi sistem
- COMMAND, memulai memasukan perintah.
- DATE, mengeset atau menampikan tanggal.
- EXIT, mengakhiri peintah.
- SET, mendefinisikan variabel lingkungan.
- SHARE, membuat sharing file.
- TIME, mengeset waktu

2. Bekerja dgn DISK (h/w penyimpan)


- ASSIGN, Merute permintaan operasi drive.
- CHKDSK, Memeriksa alokasi ruang penyimpan.
- DISKCOPY, mengcopy isi disket.
- DISKCOMP, membandingkan dua floppy
3. Pengelolaan file
- BACKUP, membuat salinan folder.
- COPY, Mengcopy file.
- ERASE/DEL, untuk menghapus file.
- RECOVER, rekontruksi file.
- RENAME, mengubah nama file.
- RESTORE, mengembalikan file ke folder semula.
Perintah-perintah di MS-DOS
1. Komunikasi dengan sistem
2. Bekerja dgn disk
3. Bekerja dgn direktori
4. Pengelolaan file
5. Pengelolaan perangkat I/O
6. Setting area kerja
7. Pengelolaan batch files.

SISTEM BUS
 BUS adalah
Jalur komunikasi yang dibagi pemakai
Suatu set kabel tunggal yang digunakan untuk menghubungkan berbagai subsistem
 BUS Sistem adalah
Sebuah Bus yang menghubungkan komponen-komponen utama komputer (CPU, Memori ,I/O)

ORGANISASI BUS
 Jalur Kontrol
- Berisi signal request dan sinyal acknowledgements
- Mengindikasikan tipe informasi pada jalur data.
 Jalur Data
- Membawa informasi antara sumber dan tujuan data
dan alamat dan perintah-perintah kompleks
MASTER VS SLAVE
 Suatu transaksi bus meliputi 2 komponen
- Mengeluarkan perintah dan alamat – request
(permintaan)
- Memindahkan dat – action (tindakan)
 Master :
Bus yang memulai transaksi bus dengan cara
- Mengeluarkan perintah dan alamat
 Slave :
Bus yang bereaksi terhadap alamat dengan cara
- Mengirimkan data kepada master jika master meminta data
- Menerima data dari master jika master mengirim data

BUS DATA
- Saluran data
memberikan
lintasan bagi
perindahan
 BUS ALAMAT
- Identifikasi sumber atau tujuan data pada bus data
- Mengalamati port-port I/O
data antara dua
- Contoh : jika CPU akan membaca word ( 8, 16 atau
32 bit) data dari memori maka CPU akan menaruh

modul sistem .
alamat word yang dimaksud pada saluran alamat

 BUS KONTROL

- Besar jalur bus


- Mengontrol akses ke saluran alamat dan
penggunaan data dan saluran alamat.

data
- Mengendalikan dan mengatur timing informasi :
a. Sinyal read /write
b. Interrupt request

mempengaruhi
c. Sinyal clock
ELEMEN-ELEMEN RANCANGAN BUS

kinerjanya,
 Jenis BUS :
1. Dedicated
Penggunaan alamat terpisah dan jalur data

contoh : 8, 16, 32
Keuntungan : Throughtput yang tinggi, karena
kemacetan lalulintas kecil
Kerugian : meningkatnya ukuran dan biaya
dan 64 bit sistem

2. Multiplexed
Penggunnan saluran yang sama untuk berbagai
keperluan
Keuntungan : Memrlukan saluran yang lebih
sedikit, uang menghemat ruang
dan biaya
Kerugian : Diperlukan rangkaian yang lebih
kompleks untuk setiap modul
 Metode Arbitrasi
- Menugaskan sebuah perangkat, CPU atau I/O
bertindak sebagai master
1. Tersentralisasi
Pengontrol bus atau arbitrer bertanggung jawab
atas alokasi waktu pada BUS
2. Terdistribusi
Modul-modul bekerja sama untuk memakai BUS
bersama-sama

 Timing
- Cara terjadinya event dikoordinasikan pada BUS
1. Synchronous
Terjadinya event pada bus ditentukan oleh sebuah
clock.
2. Asynchrpnous
Terjadinya event bus mengikuti dan tergantung
pada event sebelumnya.

 Lebar BUS
1. Address
- Lebar bus alamat mempengaruhi kapasitas.
- Semakin lebar bus alamat, semakin besar range
lokasi yang dapat direferensi
2. Data
- Lebar bus data, mempengaruhi kinerja sistem
- Semakin lebar bus data, semakin besar bit yang
dapat ditransfer pada suatu waktu

 Jenis Transfer Data


1. Read
Slave menaruh data pada bus data begitu slave
mengetahui alamat dan mengambil datanya
2. Write
Master menaruh data pada bus data begitu alamat
stabil dan slave mempunyai kesempatan untuk
mengetahui alamat

3. Read modify Write


Operasi Read yang diikuit operasi Write ke alamat
yang sama
Tujuan untuk melindungi sumber daya memori
yang dapat dipakai bersama di dalam
multiprogramming
. 4. Read after Write
Operasi yang tidak dapat dibagi yang berisi
operasi Write diikuti operasi Read dari alamat
yang sama
5. Blok
Sebuah siklus lamat diikuti oleh n siklus data

TIPE-TIPE BUS
 BUS ISA
Bus ISA (Industry Standard Architecture) adalah
sebuah bus PC/AT (16 bit) yang beroperasi pada
8,33 MHz
 BUS PCI
Bus PCI (Peripheral Component Interconnect bus)
Bus yang beroperasi pada kecepatan 33 MHz
 BUS Seri Universal
Sebuah bus standart yang disepakati bersama oleh tujuh perusahaan untuk digunakan pada peralatan
berkecepatan rendah

HaKI PL
''Hak atas Kekayaan Intelektual'' (HaKI) merupakan terjemahan atas istilah '' Intellectual Property Right'' (IPR). Istilah
tersebut terdiri dari tiga kata kunci yaitu: ''Hak'', ''Kekayaan'' dan ''Intelektual''.
Kekayaan merupakan abstraksi yang dapat: dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual. Sedangkan ''Kekayaan Intelektual''
merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan
lagu, karya tulis, karikatur, dan seterusnya.
HaKI merupakan hak-hak (wewenang/kekuasaan) untuk berbuat sesuatu atas Kekayaan Intelektual tersebut, yang diatur oleh
norma-norma atau hukum-hukum yang berlaku.
``Hak'' itu sendiri dapat dibagi menjadi dua.
Pertama, ``Hak Dasar (Azasi)'', yang merupakan hak mutlak yang tidak dapat diganggu-gugat. Umpama: hak untuk hidup,
hak untuk mendapatkan keadilan, dan sebagainya.
Kedua, ``Hak Amanat/ Peraturan'' yaitu hak karena diberikan oleh masyarakat melalui peraturan/perundangan.
Di berbagai negara, termasuk Amerika dan Indonesia, HaKI merupakan ''Hak Amanat/Pengaturan'', sehingga masyarakatlah
yang menentukan, seberapa besar HaKI yang diberikan kepada individu dan kelompok.

UU HaKI
Undang-undang mengenai HaKI pertama kali ada di Venice, Italia yang menyangkut masalah paten pada tahun 1470.
Caxton, Galileo, dan Guttenberg tercatat sebagai penemu-penemu yang muncul dalam kurun waktu tersebut dan mempunyai
hak monopoli atas penemuan mereka.
Hukum-hukum tentang paten tersebut kemudian diadopsi oleh kerajaan Inggris di jaman TUDOR tahun 1500-an dan
kemudian lahir hukum mengenai paten pertama di Inggris yaitu Statute of Monopolies (1623).
Amerika Serikat baru mempunyai undang-undang paten tahun 1791. Upaya harmonisasi dalam bidang HaKI pertama kali
terjadi tahun 1883 dengan lahirnya konvensi Paris untuk masalah paten, merek dagang dan desain. Kemudian konvensi
Berne 1886 untuk masalah Hak Cipta (Copyright).

Rujukan
 [UU2000030] RI. 2000 . Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang..
 [UU2000031] RI. 2000 . Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri.
 [UU2000032] RI. 2000 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.
 [UU2001014] RI. 2001 . Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten.
 [UU2001015] RI. 2001 . Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek.
 [UU2002019] RI. 2002 . Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.

Perangkat Lunak Bebas (Free Software)


Bebas pada kata perangkat lunak bebas tepatnya adalah bahwa para pengguna bebas untuk menjalankan suatu program,
mengubah suatu program, dan mendistribusi ulang suatu program dengan atau tanpa mengubahnya.

Perangkat Lunak Bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan,
mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan bagi
para pengguna perangk at lunak:
 Kebebasan 1. Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja.
 Kebebasan 2. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan
kebutuhan anda. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.
 Kebebasan 3. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat
membantu sesama anda.
 Kebebasan 4. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum
sehingga semua menikmati keuntungannya. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat juga.

Aneka Ragam HaKI


 Hak Cipta (Copyright). Berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta:
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak
ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
 Paten (Patent). Berdasarkan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten:
Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi,
yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak
lain untuk melaksanakannya.
 Merk Dagang (Trademark). Berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek:
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi
dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
Contoh: KFC
 Rahasia Dagang (Trade Secret). Menurut pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia
Dagang:
Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai
nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.
Contoh: rahasia dari formula Parfum.

Lisensi Perangkat Lunak


Di Indonesia, HaKI PL termasuk ke dalam kategori Hak Cipta (Copyright). Beberapa negara, mengizinkan pematenan
perangkat lunak.

Macam Lisensi PL

 Perangkat Lunak Komersial


Perangkat lunak komersial adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh kalangan bisnis untuk memperoleh
keuntungan dari penggunaannya.
 Public Domain
Perangkat lunak public domain ialah perangkat lunak yang tanpa hak cipta.
 Freeware
Istilah `` freeware'‘ digunakan untuk software yang mengizinkan redistribusi tetapi bukan pemodifikasian.
 Shareware
Shareware ialah perangkat lunak yang mengizinkan orang-orang untuk meredistribusikan salinannya, tetapi
mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi.
 Open Source
Jenis lisensi Open Source adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang source code penuhnya tersedia
bagi siapa pun yang menginginkannya (untuk dimodifikasi) atau menggunakan hak cipta publik yang dikenal sebagai GNU
Public License (GPL) yang bisa Anda baca secara lengkap di http://www.gnu.org.
 GNU General Public License (GNU/GPL)
GNU/GPL merupakan sebuah kumpulan ketentuan pendistribusian tertentu untuk meng-copyleft-kan sebuah
program. Proyek GNU menggunakannya sebagai perjanjian distribusi untuk sebagian besar perangkat lunak GNU. Sebagai
contoh adalah lisensi GPL yang umum digunakan pada perangkat lunak Open Source. GPL memberikan hak kepada orang
lain untuk menggunakan sebuah ciptaan asalkan modifikasi atau produk derivasi dari ciptaan tersebut memiliki
lisensi yang sama.
Contoh lisensi

 Open atau Select Licence


Jenis lisensi yang diberikan kepada suatu pengguna yang telah membeli atau membayar lisensi untuk penggunaan software
tertentu yang akan dipasang (install) ke beberapa perangkat komputer yang akan dipergunakan.
 Original Equipment Manufacture (OEM)
Jenis lisensi yang diberikan kepada setiap perangkat yang dibeli secara bersamaan dengan penggunakan software-nya.
 Full Price (Retail Product)
Jenis lisensi yang diberikan kepada setiap pengguna yang telah membeli software secara terpisah dengan perangkat keras
(hardware) secara retail.
 Academic License
Jenis lisensi yang diberikan kepada setiap institusi pendidikan (sekolah-sekolah atau kampus) dengan harga khusus dan
biasanya dengan sejumlah potongan tertentu (non komersial) dan ditunjukan dengan satu lembar surat lisensi yang dapat
dipergunakan pada sejumlah perangkat seperti yang tertera pada surat lisensi tersebut.
 Lisensi khusus bagi Independen Software Vendor (ISV)
Jenis Independen Software Vendor (ISV) ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap Independen Software Vendor
(ISV) untuk pembelian software-software yang digunakan untuk pembuatan aplikasi (Development Tools Software) dengan
harga khusus dan biasanya dengan sejumlah potongan tertentu dan ditunjukan dengan satu lembar surat lisensi yang dapat
dipergunakan pada sejumlah perangkat seperti yang tertera pada surat lisensi tersebut.

Peraturan dan Undang-Undang Tentang Lisensi Software


Undang-undang nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

Pembajakan
 Penggunaan software secara ilegal terjadi apabila seseorang memanfaatkan suatu software (seperti menginstall,
menggunakan, mengunduh, mengubah, menjual, atau memperbanyak) tanpa memiliki izin (lisensi) dari pemegang
hak cipta software yang dimaksud.

Jenis Pembajakan PL

 Hardisk Loading
 Pembajakan software yang biasanya dilakukan oleh para penjual komputer yang tidak memiliki lisensi untuk
komputer yang dijualnya, tetapi software-software tersebut dipasang (install) pada komputer yang dibeli oleh
pelangganya sebagai “bonus”.
 Under Licensing
 Pembajakan software yang biasanya dilakukan oleh perusahaan yang mendaftarkan lisensi untuk sejumlah tertentu,
tetapi pada kenyataanya software tersebut dipasang (install) untuk jumlah yang berbeda dengan lisensi yang
dimilikinya (bisanya dipasang lebih banyak dari jumlah lisensi yang dimiliki perusahaan tersebut).
 Conterfeiting
 Pembajakan software yang biasanya dilakukan oleh perusahaan pembuat software-software bajakan dengan cara
memalsukan kemasan produk (Packaging) yang dibuat sedemikian rupa mirip sekali dengan produk aslinya.
 Mischanneling
 Pembajakan software yang biasanya dilakukan oleh suatu institusi yang menjualnya produknya ke institusi lain
dengan harga yang relatif lebih murah, dengan harapan institusi tersebut mendapatkan keuntungan lebih (revenue)
dari hasil penjualan software tersebut.
 End user copying
 Pembajakan software yang biasanya dilakukan oleh sesorang atau institusi yang memiliki 1 (satu) buah lisensi
suatu produk software, tetapi software tersebut dipasang (install) pada sejumlah computer, dan ini ADALAH
KASUS TERBANYAK DAN TERBESAR YANG TERJADI DI INDONESIA.
 Internet Piracy
 Jenis pembajakan software banyak dilakukan dengan menggunakan media internet untuk menjual atau
menyebarluaskan produk yang tidak resmi (bajakan), seperti : software, lagu (musik), film (video), buku, dan
sebagainya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan (bisnis).

Pengecualian Pembajakan
Pengecualian yang dapat dilakukan menurut undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 pada pasal 15 dijelaskan sebagi berikut :
 Penggunaan ciptaan pihak lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan
laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari
pencipta.
 Pengambilan ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan pembelaan di dalam atau di
luar pengadilan;
 Pengambilan ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan :
 Ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau
 Pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan
kepentingan yang wajar dari pencipta;
 Perbanyakan suatu ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dalam huruf braille guna keperluan para
tunanetra, kecuali jika perbanyakan itu bersifat komersial;
 Perbanyakan suatu ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dalam huruf braille guna keperluan para
tunanetra, kecuali jika perbanyakan itu bersifat komersial;
 Perbanyakan suatu ciptaan selain program komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apa pun atau proses
yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan, dan pusat dokumentasi yang
nonkomersial semata-mata untuk keperluan aktivitasnya;
 Perubahan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan pelaksanaan teknis atas karya arsitektur, seperti ciptaan
bangunan;
 Pembuatan salinan cadangan suatu program komputer oleh pemilik program komputer yang dilakukan semata-
mata untuk digunakan sendiri.

SISTEM
OPERASI
SEJARAH LINUX
 Linux adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki
Finlandia sebagai proyek hobi mulai tahun 1991. Ia menulis Kernel Linux untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit
pertama dalam kumpulan CPU Intel yang cocok untuk PC. Baru pada tanggal 14 Maret 1994 versi 1.0 mulai
diluncurkan, dan hal ini menjadi tonggak sejarah Linux.
 Linux merupakan clone dari UNIX yang telah di- port ke beragam platform, antara lain: Intel 80x86, AlphaAXP,
MIPS, Sparch, Power PC, dsb. Sekitar 95% kode sumber kernel sama untuk semua platform perangkat keras.

Tux, seekor Pinguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah trademark (SN: 1916230) yang dimiliki oleh
Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi".
Trademark ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai
mengirim surat kepada para distributor Linux dan mengklaim trademark Linux adalah hak miliknya serta meminta royalti
sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus
Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.

Linux kebanyakan digunakan di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell,
Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems.
Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop,
superkomputer,, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), dan Android dibuat dengan kernel linux.

Super komputer
 Per November 2005, 61% dari 500 superkomputer tercepat berada di Amerika Serikat disusul oleh Britania Raya
(8,2%), Jerman (4,8%), Jepang (4,2%), Republik Rakyat Cina (3,4%), Australia (2,2%), Israel (1,8%), Perancis
(1,6%), Korea Selatan (1,4%), Italia (1,2%) dan Kanada (1,2%).
 Raksasa prosesor dunia Intel masih memimpin dengan prosesor Intel IA-32 (i387) yang dipakai 41,2% dari 500
superkomputer tercepat tersebut diikuti oleh Intel EM64T (16,2%), Power (14,6%), AMD x86-64 (11%), Intel IA-
64 (9,2%), PA-RISC (3,4%) dan Cray (1,6%).
 Sebanyak 72,2% dari 500 superkomputer tersebut menggunakan sistem operasi Linux, selebihnya menggunakan
AIX (8,8%), HP-UNIX (6,2%), CNK/Linux (3,6%), UNICOS (2,8%), MacOS X (1%) dan SuSE Linux 9 (1%).

1. K computer buatan Fujitsu, Jepang. Kecepatan 8.162 petaFLOP. Diluncurkan Juni 2011.
2. Tianhe-IA buatan National Supercomputing Center Tianjin, Republik Rakyat Cina. Kecepatan 2.566 petaFLOP.
Diluncurkan Oktober 2010.
3. Jaguar buatan Cray, Amerika Serikat. Kecepatan 1.759 petaFLOP. Diluncurkan tahun 2009.

Linux termasuk sistem operasi yang didistribusikan secara open source, artinya kode sumber Linux diikutsertakan sehingga
dapat dipelajari dan dikembangkan dengan mudah.

Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux , yang didalamnya
selalu disertakan program-program lain yang mendukung sistem operasi ini. Contoh program-program tersebut adalah Web
Server, Bahasa Pemrograman, Basis Data, Tampilan Desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan
aplikasi/ software perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric, dan lainnya.

KERNEL LINUX

Kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam
program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
Ada 4 kategori kernel:
 Monolithic kernel. Kernel yang menyediakan abstraksi perangkat keras yang kaya dan tangguh.
 Microkernel. Kernel yang menyediakan hanya sekumpulan kecil abstraksi perangkat keras sederhana, dan
menggunakan aplikasi-aplikasi yang disebut sebagai server untuk menyediakan fungsi-fungsi lainnya.
 Hybrid (modifikasi dari microkernel). Kernel yang mirip microkernel, tetapi ia juga memasukkan beberapa
kode tambahan di kernel agar ia menjadi lebih cepat
 Exokernel. Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tapi ia menyediakan sekumpulan
pustaka yang menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung atau hampir-hampir langsung.
DISTRO
Distro Linux adalah sebutan untuk sistem operasi komputer mirip Unix yang menggunakan kernel Linux. Distribusi Linux
bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan
lain-lain.
Debian GNU/Linux(http://www.debian.org/).
Debian GNU/Linux adalah distro non-komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang
saling bekerjasama melalui Internet.

TURUNAN DEBIAN
 De2, http://de2.vlsm.org/
 Knoppix, http://www.knoppix.org/
 Debian JP, http://www.debian.linux.or.jp/
 Libranet.
 Red Hat Linux ( http://www.redhat.com/). Red Hat adalah distro yang cukup populer di kalangan pengembang
dan perusahaan Linux. Dukungan-dukungan secara teknis, pelatihan, sertifikasi, aplikasi pengembangan, dan
bergabungnya para hacker kernel dan free-software seperti Alan Cox, Michael Johnson, Stephen Tweedie
menjadikan Red Hat berkembang cepat dan digunakan pada perusahaan.
 Slackware ( http://www.slackware.com/). Distronya Patrick Volkerding yang terkenal pertama kali setelah
SLS. Slackware dikenal lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah di- custom, dan didesain untuk
komputer 386/486
 S.u.S.E. ( http://www.suse.com/). S.u.S.E. adalah distro yang populer di Jerman dan Eropa, terkenal akan
dukungan driver VGA-nya. S.u.S.E tersedia secara komersial dan untuk versi GPL-nya dapat diinstal melalui ftp
di situs S.u.S.E.
 Turbo Linux ( http://www.turbolinux.com/). TurboLinux menargetkan pada produk berbasis Linux dengan
kinerja tinggi untuk pasar workstation dan server terutama untuk penggunaan clustering dan orientasinya ke
perusahaan.

LISENSI LINUX
 Kernel Linux terdistribusi di bawah Lisensi Publik Umum GNU (GPL), dimana peraturannya disusun oleh Free
Software Foundation. Linux bukanlah perangkat lunak domain publik: Public Domain berarti bahwa pengarang
telah memberikan copyright terhadap perangkat lunak mereka, tetapi copyright terhadap kode Linux masih
dipegang oleh pengarang-pengarang kode tersebut. Linux adalah perangkat lunak bebas, namun: bebas dalam arti
bahwa siapa saja dapat mengkopi, modifikasi, memakainya dengan cara apa pun, dan memberikan kopi mereka
kepada siapa pun tanpa larangan atau halangan.

 Implikasi utama peraturan lisensi Linux adalah bahwa siapa saja yang menggunakan Linux, atau membuat
modifikasi dari Linux, tidak boleh membuatnya menjadi hak milik sendiri. Jika sebuah perangkat lunak dirilis
berdasarkan lisensi GPL, produk tersebut tidak boleh didistribusi hanya sebagai produk biner (binary-only).
Perangkat lunak yang dirilis atau akan dirilis tersebut harus disediakan sumber kodenya bersamaan dengan
distribusi binernya.

PRINSIP RANCANGAN LINUX


Sistem Linux terdiri dari tiga bagian kode penting:
 Kernel. Bertanggung-jawab memelihara semua abstraksi penting dari sistem operasi, termasuk hal-hal seperti
memori virtual dan proses-proses.
 Pustaka sistem. Menentukan kumpulan fungsi standar dimana aplikasi dapat berinteraksi dengan kernel, dan
mengimplementasi hampir semua fungsi sistem operasi yang tidak memerlukan hak penuh atas kernel.
 Utilitas sistem. Program yang melakukan pekerjaan manajemen secara individual.

LINUX MINT
Sejarah sistem operasi linux mint
Linux Mint adalah sistem operasi berbasis Linux, yang dirancang untuk bekerja pada banyak sistem modern,
termasuk umumnya komputer x86 dan x64. Dirilis pertama kali tanggal 27 Agustus 2006 oleh pencetus proyek Clement
Lefebvre. Linux Mint beredar dengan versi 1.0 "Ada" Versi ini masih dalam tahap beta. Rilis pertama distro ini kurang
mendapat perhatian, karena versinya masih tahap beta dan tidak pernah dirilis dalam versi yang lebih stabil sehingga distro
ini kurang dikenal. Setelah kemunculan Linux Mint 2.0 “Barbara” beberapa bulan kemudian, Linux Mint mulai mendapat
perhatian dari kalangan komunitas Linux. Dengan adanya komunitas tersendiri bagi pengguna Linux Mint, distro ini merilis
beberapa versi yang boleh dikatakan sukses pada rentang 2006-2008.
Inti dari Linux Mint adalah Ubuntu yang merupakan turunan dari Debian, sehingga aplikasi yang dapat berjalan di
Ubuntu, juga bisa berjalan pada Linux Mint. Walaupun inti dari Linux Mint adalah Ubuntu, akan tetapi selama bertahun-
tahun Linux Mint hadir dengan tampilan yang berbeda dengan Ubuntu. Dimulai dari versi 2.0 “Barbara”, Linux Mint
membangun Codebase sendiri, sehingga untuk setiap rilis terbaru selalu menggunakan versi sebelumnya dari Linux Mint
sendiri. Tetapi untuk repositorinya bisa menggunakan versi terbaru dari Ubuntu. Tahun 2008, ketika akan merilis versi 5.0
“Elyssa”, Linux Mint mengadopsi siklus rilis Ubuntu.
Dalam tahun yang sama, untuk meningkatkan kesesuaian antara 2 (dua) sistem, Linux Mint tidak lagi
menggunakan Codebase sendiri. Sejak versi 6.0 “Felicia” Linux Mint tidak lagi dibangun menggunakan Codebase
terdahulunya (versi 5.0 “Elyssa”) tetapi dibangun mengikuti Codebase dari versi terbaru Ubuntu. Jadi setiap kali Ubuntu
merilis versi terbarunya, Codebase Ubuntu akan digunakan untuk membangun Linux Mint versi berikutnya juga. Sehingga
rilis terbaru Linux Mint akan hadir sekitar 1 bulan setelah rilis Ubuntu. Pada tahun 2010, Linux Mint mengeluarkan versi
Debian sebagai dasar Codebase-nya (LinuxMint Debian Edition (LMDE)), sehingga rilis dan paketnya tidak lagi terikat
dengan Ubuntu. Walaupun demikian, versi Linux Mint dengan Codebase Ubuntu tetap tersedia. Sampai saat ini, Linux Mint
sudah mencapai versi 15 “Olivia” untuk versi Ubuntu dan 201303 untuk versi Debian.
Linux Mint tidak hanya cantik dan indah dilihat namun juga tertata rapi dan sangat user friendly (bersahabat).
Kelengkapan aplikasi, mulai dari aplikasi grafis, aplikasi perkantoran, internet hingga multimedia serta tampilan yang
menarik dan kemudahan pemakaian menjadikan Linux Mint menarik bagi seorang pemula yang ingin mencoba Linux. Linux
Mint juga dirancang untuk dapat dipasang bersama sistem operasi lain dan dapat secara otomatis mengatur sebuah
lingkungan “dual boot” atau “multi boot” (sehingga ketika komputer dihidupkan pengguna diberikan pilihan sistem operasi
manakah yang akan dijalankan) selama pemasangan.
Linux Mint adalah sebuah distro Linux life CD yang di turunkan dari distro Ubuntu dengan tujuan untuk
memproduksi sebuah distro dengan dekstop yang elegant, up to date, dan nyaman di gunakan. Proyek Linux Mint berfokus
pada membuat dekstop yang lebih bermanfaat. Linux Mint mengalami kenaikan pesat dalam popularitas dan semakin banyak
orang yang menggunakannya sehari-hari.

PERKEMBANGAN LINUX MINT


Linux Mint bergantung pada umpan balik pengguna untuk membuat keputusan dan pengembangan
orientasinya. Blog resmi sering fitur diskusi di mana pengguna diminta untuk menyuarakan pendapat mereka tentang fitur-
fitur terbaru atau keputusan diimplementasikan untuk rilis mendatang. Ide-ide dapat disampaikan, berkomentar dan dinilai
oleh pengguna melalui Website komunitas Linux Mint. Komunitas pengguna Linux Mint menggunakan Launchpad untuk
berpartisipasi dalam menerjemahkan sistem operasi.
Perkembangan yang paling asing dilakukan dengan Python dan terorganisir on-line pada GitHub.com, sehingga
mudah bagi pengembang untuk menyediakan patch, untuk mengimplementasikan fitur tambahan atau bahkan garpu Linux
Mint sub-proyek (misalnya Menu Mint Linux porting ke Fedora). Dengan setiap rilis, fitur yang ditambahkan yang
dikembangkan oleh masyarakat. Di Linux Mint 9 misalnya, kemampuan untuk mengedit item menu adalah fitur yang
disumbangkan oleh pengguna Linux Mint.
Para anggota tim pengembangan tersebar di seluruh Dunia dan mereka berkomunikasi melalui forum pribadi,
email dan IRC. Linux Mint review yang dilacak oleh distribusi dan dibahas oleh tim pengembangan dan masyarakat
pengguna.

Fitur-fitur Linux Mint


1. Desktop MATE
2. Desktop Cinnamon
3. Display Manager MDM
4. Perbaikan Atwork
5. Search Engine Default

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN LINUX MINT


KELEBIHAN LINUX MINT
1. dilengkapi dengan pencarian aplikasi terfavorit
2. dapat langsung dijalankan melalui USB Flash Drive dengan menggunakan UNETbooting system operasi Windows
3. sudah terintegrasi dengan Java Runtime
4. tampilan boot yang lebih baik dengan GFXboot

KELEMAHAN LINUX MINT


1. Belum sepopuler distro lainnya
2. hardware resource linux mint lebih sedikit
3. installer membingungkan
4. rillis stabilnya out-of-date

TUJUAN DIBUATNYA LINUX MINT


Linux Mint merupakan salah satu dari paket kejutan dari tahun lalu, awalnya diluncurkan sebagai varian dari
Ubuntu dengan codec media terintegrasi, maka kini telah berkembang menjadi salah satu yang paling user friendly.
Distribusi di pasar lengkap dengan dekstop dan menu custom, beberapa peralatan konfigurasi unik yang berbasis web antar
muka instalasi paket dan sejumlah edisi yang berbeda. Mungkin yang paling penting ini adalah salah satu proyek dimana
para pengembang dan pengguna berada dalam interaksi yang konstan sehingga dramatis, pengguna di dorong melakukan
perbaikan dengan setiap rilis baru. Salah satu ambisi dari dibuatnya Linux Mint adalah untuk menjadi sistem operasi terbaik
yang tersedia, sehingga memudahkan penguna untuk menggunakannya.
LINUX
Linux adalah salah satu Operating System (OS), sama seperti Windows. Linux merupakan sistem operasi yang
OPENSOURCE, artinya linux dapat dilihat source codenya, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh siapa saja.
Linux memiliki berbagai macam distro yang sangat populer di masyarakat seperti Red Hat, Debian, Ubuntu, Slackware,
Linux Mint dan sebagainya.

LINUX RED HAT


Linux Red Hat merupakan distribusi yang paling populer dan paling banyak di gunakan di dunia, bahkan dijadikan acuan
pengembangan distro lainnya, seperti Linux Mandrake.
Red Hat adalah salah satu distro Linux yang dapat digunakan sebagai sistem operasi untuk komputer server. Red Hat
merupakan salah satu system operasi workstation yang bisa dijalankan dengan mode dhcp server.

Sejarah Singkat Linux Red Hat


Red Hat adalah salah satu perusahaan terbesar dan dikenal untuk dedikasinya atas perangkat lunak sumber bebas. Red Hat
didirikan pada 1993 dan bermarkas di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat. Red Hat terkenal karena produknya Red
Hat Linux salah satu distro Linux utama.
Pada tahun 1993 Bob Young mendirikan ACC Corporation, bisnis katalog yang menjual aksesoris perangkat lunak Linux
dan UNIX. Pada tahun 1994 Marc Ewing membuat distribusi Linux sendiri, yang dinamai Red Hat Linux. Ewing merilisnya
pada Oktober tahun tersebut, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Young membeli bisnis Ewing pada tahun 1995, dan
keduanya bergabung menjadi Red Hat Software, dengan Young menjabat sebagai CEO.
Perkembangan Linux Red Hat
• Bulan Februari 2002, Red Hat memindahkan kantor pusatnya dari Durham, NC ke Centennial Campus,, NC State
University di Raleigh, North Carolina.
• Pada bulan Desember 2005, majalah CIO Insight melakukan survei nilai peusahaan tahunannya dan Red Hat
menempati di peringkat #1 untuk tahun kedua berturut-turut.
• Saham Red Hat menjadi bagian dari NASDAQ-100 pada 19 Desember 2005.
• Red Hat membeli JBoss, perusahaan penyedia perangkat lunak sumber terbuka untuk jaringan pada 5 Juni 2006
dan JBoss menjadi bagian dari Red Hat.
• Pada tahun 2007, Red Hat membeli MetaMatrix dan membuat kesepakatan dengan Exadel untuk mendistribusikan
perangkat lunaknya.
• Pada tanggal 18 September 2006, Red Hat merilis Red Hat Application Stack, proses pengolahan struktur data
berdasarkan teknologi JBoss.
• Pada tanggal 12 Desember 2006, Red Hat pindah dari NASDAQ (RHAT) ke New York Stock Exchange (RHT).
• Pada 15 Maret 2007, Red Hat merilis Red Hat Enterprise Linux 5, dan pada bulan Juni, mereka membeli
Mobicents.
• Pada 13 Maret 2008, Red Hat mengakuisisi Amentra, sebuah penyedia layanan integrasi sistem untuk Service-
oriented architecture (SOA), bagi manajemen proses bisnis, pengembangan sistem dan solusi data perusahaan.
Amentra beroperasi sebagai perusahaan mandiri dari Red Hat.

Versi Linux Red Hat


• 1.0 (Mother's Day), 3 November 1994, kernel linux 1.2.8)
• 1.1 (Mother's Day+0.1), 1 Agustus 1995, kernel 1.2.11
• 2.0, 20 September 1995, kernel 1.2.13-2
• 2.1, 23 November 1995, kernel 1.2.13
• 3.0.3 (Picasso), 1 Mei 1996 - rilis pertama yang mendukung DEC Alpha
• 4.0 (Colgate), 3 Oktober 1996, kernel 2.0.18 - rilis pertama yang mendukung SPARC
• 4.1 (Vanderbilt), 3 Februari 1997, kernel 2.0.27
• 4.2 (Biltmore), 19 Mei 1997, kernel 2.0.30-2
• 5.0 (Hurricane), 1 Desember 1997, kernel 2.0.32-2
• 5.1 (Manhattan), 22 Mei 1998, kernel 2.0.34-0.6
• 5.2 (Apollo), 2 November 1998, kernel 2.0.36-0.7
• 6.0 (Hedwig), 26 April 1999, kernel 2.2.5-15

Struktur Linux Red Hat


• Monolithic kernel
Kernel yang mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara
penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
• Microkernel
Kernel yang menyediakan hanya sekumpulan kecil abstraksi perangkat keras sederhana, dan menggunakan aplikasi-aplikasi
yang di sebut sebagai server untuk menyediakan fungsi-fungsi lainnya.
• Hybrid (modifikasi dari microkernel)
Kernel yang mirip microkernel, tetapi juga memasukkan beberapa kode tambahan di kernel agar ia menjadi lebih cepat.
• Exokernel
Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tetapi ia menyediakan sekumpulan pustaka yang
menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung.

Struktur File Linux Red Hat


• Ext2 : merupakan system file yang mendukung standard UNIX (regular files, directories, symbolic, links, dll),
system file ini memungkinkan untuk membuat nama file yang length-nya mencapai 255 karakter.
• Ext3 : merupakan system file pengembangan dari ext2 yang sangat efektif. Keuntungan dari system file ini adalah
apabila terjadi Crash, tidak perlu melakukan ‘fsck’ atau file system check.
• Software RAID :
1. Swap : partisi yang digunakan untuk menyimpan temporary. Berbeda dengan format partisi lainnya, dengan partisi
swap tidak perlu membuat mount pont, tetapi cukup menentukan size dari partisi swap yang akan dibuat.
2. Vfat : merupakan system Linux file yang compatible dengan Microsoft Windows.

Secara default terdapat tiga jenis file yaitu:


1. File-file interface configuration.
2. Script-script interface control, dan file-file network fungtion.
3. Physical volume (LVM).

Fasilitas Linux Red Hat


A. Server Solution
1. Red Hat Enterprise Linux AS (Advanced Server) merupakan top-of-the-line dari produk server enterprise,
mendukung sistem high-end dan sistem mission-critical.
2. Red Hat Enterprise Linux ES (Entry-level Server) sebagai solusi untuk server kecil dan menengah yang digunakan
untuk computing bisnis sehari-hari.
B. Client Solution
1. Red Hat Enterprise Linux WS (Work Station) untuk pengembang atau sebagai desktop/klien mandiri termasuk
software untuk pengembangan, sebagai power desktop dengan aplikasi klien khusus dan untuk High Performance
Computing (HPC).
2. Red Hat Desktop Ideal untuk penggunaan sebagai klien secara masal. Tersedia dengan bundel 10 dan 50 unit
bersama Red Hat Network Proxy atau Satellite Server.

Red Hat adalah produk open source untuk operating system server yang telah menjadi market leader. Red Hat menawarkan 5
pilar produk antara lain :
• Untuk operating system, memiliki produk Red Hat Enterprise Linux.
• Untuk keperluan middleware, memiliki JBoss Enterprise Application Platform, JBoos Data Virtualization, JBoss
BRMS dan BPM Suite.
• Untuk aplikasi virtualisi, mempunyai Red Hat Enterprise Virtualization.
• Untuk storage, ada solusi Red Hat Gluster dan Red Hat Ceph Strorage.
• Selain itu, juga memiliki solusi cloud seperti Openstack, cloudform, dsb.

Stabil, Aman, Skalabilitas


Lahir sebagai perusahaan yang membawa salah satu Distribusi Linux yang menyediakan dukungan level bisnis, Red Hat
telah tumbuh lebih kuat dari sebelumnya sebagai perusahaan Perangkat Lunak Open Source. Meskipun masih dikenal
sebagai perusahaan di belakang sistem operasi yang stabil, dapat diskalakan dan andal, Red Hat kini memiliki lebih dari
sekadar sistem operasi yang ditawarkan.
Selain sistem operasinya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), Red Hat juga berekspansi ke bidang virtualisasi dengan
memperkenalkan Red Hat Enterprise Virtualization (RHEV) ke pasar. Di bidang pengembangan aplikasi, Red Hat juga
menawarkan produk-produk Middleware-nya, yang disebut JBoss, untuk bersaing dengan middlewares lainnya dari vendor
lain.

Infrastuktur Linux Red Hat


1. Membangun Infrastruktur Tanpa Batas dan Modernisasi Aplikasi Bisnis Inti
Mengurangi kerumitan dan menyederhanakan infrastruktur aplikasi dengan melakukan standarisasi pada platform modern
dengan uptime yang lebih besar dan kemampuan penyebaran sistem yang lebih cepat. Ini terjadi pada NCDEX di mana
uptime mencapai 99,99% melalui standarisasi arsitektur TI.
2. Memberdayakan Kehandalan Teknologi Informasi
Membangun aplikasi dengan cara yang unik dan menciptakan keunggulan kompetitif dengan aplikasi yang berbasis
infrastruktur dan platform aplikasi dengan menggunakan metode kontainer. Pelajari bagaimana FICO mengurangi waktu
pembuatan dari hari ke menit dengan solusi OpenStack®. Unsur-unsur dasar yang stabil, aman, fleksibel.

Red Hat Enterprise Linux


Red Hat Enterprise Linux memberikan keamanan grade militer, 99,999% uptime, dukungan untuk beban kerja yang secara
bisnis bersifat kritis, dan banyak lagi. Pada akhirnya, platform ini membantu penggunanya merealokasi sumber daya dari
sekedar mempertahankan status quo sehingga mampu mengatasi tantangan baru. Inilah salah satu alasan mengapa lebih dari
90% perusahaan Fortune Global 500 menggunakan produk dan solusi Red Hat.

Antisipasi Tantangan Era Hybrid dan Multcloud


Di era yang diwarnai banyak perubahan ini, Red Hat ingin menyajikan sistem operasi yang tidak hanya menjadi
bagian dari technology stack tetapi juga sebagai pemercepat inovasi.
Selain mendukung operasional TI di enterprise, RHEL 8 juga dibekali kemampuan untuk mengakselerasi
penerapan teknologi-teknologi baru, seperti artificial intelligence dan DevOps.

Kelebihan Linux Red Hat


1. Instalasi Mudah
Red Hat adalah salah satu distro Linux yang sudah menerapkan model instalasi dengan adanya Graphical User
Interface atau GUI sejak Redhat 6. Hal ini memudahkan pengguna untuk melakukan pemasangan sistem operasi ini pada
komputer atau laptop server anda. Sejak Red Hat 6, Red Hat sudah memiliki instalasi dengan model GUI yang membuat
instalasi lebih mudah dengan adanya grafik yang menunjukkan tahap-tahap instalasi yang mudah diikuti. Selesai melakukan
instalasi, pengguna tidak perlu otak-atik apa-apa lagi. Oleh karena tampilan GUI sudah mempersiapkan semuanya dan bisa
langsung bekerja denganya.
2. Memiliki Antarmuka untuk Konfigurasi Sistem
Dalam sistem operasi berbasis Linux, konfigurasi sistem operasi atau linux sebenarnya memiliki bentuk mentah yang
berbentuk teks file yang ada di folder sistem /etc atau /var. Untuk orang yang sudah familiar dengan pemrograman di linux,
maka mengedit langsung konfigurasi pada lokasi tersebut adalah hal yang mudah dan cenderung lebih memberikan
keleluasan editing. Misalnya untuk hacker, mengedit langsung file konfigurasi adalah cara paling baik agar sistem dapat
bekerja sesuai dengan keinginan kita. Akan tetapi jelas bahwa hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Oleh
karena itulah, di dalam Red Hat, tersedia konfigurator atau aplikasi pengaturan yang memiliki menu beserta kotak-kotak
dialog yang dapat diisi untuk melakukan perubahan pada sistem.
3. Aplikasi Inbuilt yang Lengkap dan Stabil
Red Hat adalah salah satu sistem operasi Linux yang memberikan aplikasi bawaan terbaik serta gratis pada CD atau media
instalasi Linux Red Hat. Aplikasi-aplikasi Linux yang masih berada pada tahap alpha, beta, atau experimental alias setengah-
setengah tidak diikutkan walaupun aplikasi tersebut mungkin memiliki kegunaan tertentu. Semua
aplikasi inbuilt tersebut ditata dengan bagus di desktop KDE atau GNOME yang sudah dimodifikasi dengan Red Hat Blue
Curve theme.
4. Memiliki Dukungan Kompatibilitas yang Baik
Linux Red Hat selalu menyertakan library aplikasi yang memiliki kompatibilitas dengan versi aplikasi yang lebih lawas,
sehingga aplikasi untuk versi sebelumnya masih bisa berjalan di versi terbarunya. Dengan demikian pengguna tidak perlu
menginstall ulang aplikasi yang lebih baru untuk sekedar mengerjakan pekerjaan tertentu yang masih dapat ditangani dengan
aplikasi yang lawas.
5. Jaminan Mutu yang Baik
Red Hat adalah salah satu distro Linux yang memiliki kualitas sangat baik. Banyak buku-buku pembelajaran Linux yang
memakai contoh sistem operasi Linux Red Hat. Bahkan salah satu sertifikasi Linux, yaitu sebuah sertifikasi yang
menunjukkan kapabilitas seseorang dalam menjalankan Linux, yang paling dicari adalah Red Hat Certified Engineer
(RHCE). Orang dengan penguasaan Linux Red Hat yang baik dianggap sebagai orang yang ahli dalam sistem operasi Linux
atau komputasi server pada umumnya.

Kekurangan Linux Red Hat


1. Memiliki Dukungan terhadap Multimedia yang Kurang Baik
Sebagai sebuah distro server, mungkin bisa di wajari kalau multimedia bukan menjadi salah satu fokus dalam pembuatan
sistem operasi tersebut. Namun memang apabila seseorang menggunakan Linux Red Hat untuk melakukan aktivitas yang
berhubungan dengan multimedia, seperti editing film, melihat film, dan sejenisnya, maka Red Hat bukan pilihan yang tepat
untuk melakukan perkerjaan semacam itu.
2. Harus Melakukan Konfigurasi Terlebih Dahulu
Walaupun perbaikan sudah dilakukan pada sisi tampilan pengguna, namun hal itu tetap tidak bisa menghilangkan fakta
bahwa pengguna harus melakukan konfigurasi sebelum server bisa berjalan. Dan juga pengguna harus belajar terlebih dahulu
agar menguasai sistem jaringan, memilih librari atau paket network yang sesuai, serta command-command yang ada pada
Linux Red Hat.
3. Out of Date
Sistem operasi Linux Red Hat sudah tidak lagi rilis mengikuti perkembangan aplikasi digital. Itulah beberapa kelebihan dan
kekurangan Linux Red Hat yang perlu diketahui. Bila sudah mengetahui hal-hal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
Linux Red Hat layak menjadi pilihan sistem operasi untuk komputer server kita. akan tetapi apabila kita ingin sistem operasi
yang lebih up to date, maka sebaiknya kita mencari alternatif yang lain karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya,
Linux Red Hat sudah tidak lagi diproduksi secara resmi.

Slackware
Slackware merupakan sistem informasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. di akhir tahun 1992
dan mulai dirilis untuk publik pada17 Juli 1993. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal dan konon merupakan
yang tertua di antara distro Linux lainnya yang masih di kelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan
desain serta distribusi Linux yang paling mirip dengan Sistem Operasi Unix.

Sejarah
Slackware pada awalnya merupakan turunan dari Softlanding Linux System, yang paling populer dari distribusi Linux asli.
Patrick Volkerding meluncurkan versi modifikasi dari SLS, yang dia beri nama Slackware. Slackware yang pertama yaitu
Slackware 1.00 diluncurkan pada 16 Juli 1993.
Pada tahun 1999, Slackware berkali-kali dirilis. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk
menunjukkan bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date sebagaimana distro-distro lain
nya. Pada tahun 2005, lingkungan desktop GNOME telah dihapus dari rilis
yang akan diluncurkan, dan diserahkan kepada dukungan komunitasnya.
Sebagai balasan, beberapa proyek berbasis komunitas mulai menawarkan
distribusi GNOME lengkap untuk Slackware.

Manajemen Paket
Sistem manajemen paket Slackware dapat menginstal, upgrade, dan
menghapus paket dari sumber lokal, tetapi tidak akan mencoba untuk melacak atau mengelola dependensi, pengguna harus
memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang dibu- tuhkan oleh
paket baru (yang akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin
tidak ada indikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat
lunak yang baru diinstal.

Resolusi Dependensi
Sementara Slackware itu sendiri tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna
dengan
secara otomatis dengan mengunduh dan menginstalnya.
Slackware 9.1 memasukkan swaret dan slackpkg sebagai
tambahan paket di CD kedua, tetapi tidak menginstal salah satunya dengan standar. Swaret telah dihapus dari distribusi
Slackware sejak dari versi 10.0 tetapi masih tersedia sebagai
paket dari pihak ketiga.
Semenjak versi 13.0, slackpkg sudah disertakan pada
direktori ap/ untuk memudahkan penggunanya mengelola paket-paket Slackware. Paket ini sudah disertakan sejak versi
12.1,
tetapi masih berada di direktori extra.

Arsitektur Perangkat Keras


Slackware terutama dikembangkan untuk perangkat keras PC
berarsitektur x86. Namun pernah ada versi resmi untuk arsitektur
DEC Alpha dan SPARC. Sejak 2005, ada sebuah port resmi ke
arsitektur System/390. Ada juga versi yang tidak resmi untuk
arsitektur ARM, Alpha, SPARC, PowerPC dan x86-64 (Slamd64 dan Bluewhite64).
Slackware 13.0 dirilis dalam dua versi, yaitu versi PC berarsitek- tur x86 (32 bit) dan PC berarsitektur x86 64 (64 bit).

Pihak Ketiga
Dropline Gnome, GSB: GNOME SlackBuild, GWARE dan Gnome-Slacky
adalah proyek-proyek yang ditujukan untuk menawarkan paket Slackware
untuk GNOME. Proyek-proyek ini muncul karena Slackware tidak resmi me-
nyertakan GNOME, tetapi banyak pengguna menginginkan GNOME terinstal tanpa harus melalui proses panjang dengan
mengkompilasinya dari kode
sumber.
Proyek lain untuk membangun GNOME adalah SlackBot, sistem skrip
pembuatan otomatis. Di samping paket Repositori tidak resmi terdaftar di
atas, ada proyek yang relatif baru yang disebut SlackBuild.org yang ber-
tujuan untuk menyediakan skrip pembuatan untuk mengkompilasi perangkat lunak tambahan dan membuat paket Slackware.

Fitur-fitur pada Slackware :


1. Linux 2.6.21.5 – Slackware Linux menggunakan kernel Linux yang modern
dan memiliki performa tinggi. Kernel menyertakan dukungan untuk semua
kontroller disk modern, LVM, Perangkat Lunak RAID, disk terenkripsi, dan
banyak prosessor/core. Secara default, udev diaktifkan untuk manajemen oto-matis dari node perangkat.
2. HAL – HAL (Hardware Abstraction Layer) juga sudah disertakan. Perangkat
lunak ini menyediakan API yang seragam untuk aplikasi desktop untuk meng-gunakan perangkat keras. Hal ini
menyebabkan proses mount secara otomatis terhadap disk dan CD menjadi lebih mudah pada Xfce dan KDE.
3. X11 7.2.0 – Ini merupakan versi pertama dari Slackware Linux yang menggunakan X secara modular. Hal ini berarti
bahwa komponen X11 terpisah-pisah
dalam banyak paket-paket kecil untuk perawatan yang lebih mudah serta
proses upgrade yang lebih ringan.
4. GCC 4.1.2 – Slackware Linux 12.0 menyertakan perangkat
pengembangan yang sepenuhnya direvisi berbasis pada GNU Com-piler Collection 4.1.2. GCC menyediakan kompiler untuk
C, C++, Ob-jective-C, Fortran-77/95, dan Ada 95. Sebagai tambahan, pustaka GNU C versi 2.5 juga sudah digunakan.
5. Apache 2.2.4 – Apache diupgrade pada versi major yang baru.
Apache 2.x adalah bentuk penulisan ulang yang cukup substansi
dari seri 1.3.x.
6. K Desktop Environment (KDE) 3.5.7 – Lingkungan KDE yang
penuh disertakan, termasuk KOffice, browser web Konqueror, prog-
ram multimedia, perangkat pengembangan, dan masih banyak
aplikasi lain yang berguna.
7. Xfce 4.4.1 – Xfce adalah lingkungan desktop yang ringan dan
berbasis pada GTK2. Aplikasi ini menerapkan semangat dari UNIX yaitu
modularitas dan reusabilitas.

Kelebihan Slackware
1. Merupakan distro yang sederhana dan konvensional
Hampir menyedikan semua tools konvesional Linux dan Legendaris.
2. Pembuatan paket tar.gz sangat mudah.
Linux Slackware ini dibandingkan dengan distribusi yang lain, paket tarball (.tar.gz) di distro
Linux di-maintenance dengan baik untuk keperluan instalasi aplikasi thrid-party.
3. Ringan dan Intuitif.
Karena dibangun dengan konsep sederhana yang mengedapankan kemudahan penggunaan
sistem Linux Sehari-hari serta kemudahan dalam kustomisasu berbagai elemen sistem Linux,
Slackware merupakan distribusi Linux yang cukup ringan dan responsif untuk penggunaan
sehari-hari.
4. Aplikasi bundled untuk Server dan Editor
Selain window manager KDE, Slackware juga menyediakan web server Apache,
PHP, MySQL, OpenSSL, SSH, dan beberapa lainnya. Hal ini cukup membantu
bagi mereka yang ingin mengembangkan yang ingin mengembangkan website
di sistem berbasos Linux Di Slackware, kebutuhan base sistem website sudah di
sediakan
5. Bisa memilih sendiri tampilan desktopnya
Di Slackware kita bisa dengan mudah menentukan penggunaan window
manager, apakah ingin menggunakan bentuk KDE atau full console. Selain itu,
atribut lain seperti warna, tema, font juga bisa diatur sesuai kebutuhan.
6. Manajamen paket yang lebih sederhana
Package manajemen di Slackware tidak sekompleks RPM atau dpkg. Paket yang
dipakai tarball atau “tgz(tar/gzip)”biasanya berisi skrip intalasi. Sejatinya,”tgz”
jauh lebih handal dibandingkan RPM dalam menghindari masalah dependency.

Kekurangan Slackware
1. Berat untuk digunakan dalam keperluan Graphic, karena tujuan penggunaannya diperlukan
untuk keperluan sistem
2. Butuh pembelajaran lebih
Karena dibangun dengan konsep kemudahan kustomisasi, maka user harus memastikan
sendiri bahwa driver, pustaka, serta piranti sistemnya sudah lengkap dan sesuai kebutuhan.
3. Tidak tersedianya built-in dependency manager / package manager
Distribusi Linux ini tidak menyediakan package manager sebagai bagian dari perangkat
sistemnya sehingga untuk keperluan instalasi aplikasi pihak ketiga harus di instal secara
manual, dengan memastikan semua dependencynya telah sesuai.
4. Minim GUI untuk konfigurasi sistem
Slackware memiliki jumlah GUI untuk konfigurasi sistem yang bisa dibilang sedikit, hanya terdapat
beberapa GUI untuk konfigurasi sistem system.
5. Proses instalasi yang memakan waktu dan sulit dipejari
Adapun kekurangan kelima dari distribusi Slackwarw ini adalah cukup memakan waktu untuk
proses instalasinya ditambah sulitnya dipelajari bagi pengguna pemula pemula.
6. Deteksi otomatis hardware terbatas
Hal yang menjadi kekurangan dari Slackware adalah keterbatasan pada dukungan otomatis
deteksi hardware, hal demikian terjadi karena tidak semua hardware mampu dideteksi secara
otomatis oleh Slackware, sehingga harus me-mount nya secara manual melalui mount pointnya.

UBUNTU
• Ubuntu Merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat
lunak bebas.
• Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama"
• Ubuntu didesain untuk kepentingan penggunaan personal, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah
dipakai secara luas.
• Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Filosofi Ubuntu ke
dalam dunia perangkat lunak.
Ubuntu mempunyai filosofi sebagai berikut:
 bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
 bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk
orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik
 bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan perangkat
lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan tanpa halangan apapun.

Sejarah dan Pengembangan


 Ubuntu pertama kali dirilis pada 20 Oktober 2004. Sasaran awal Ubuntu adalah menciptakan sistem
operasi desktop Linux yang mudah dipakai.
 Semenjak itu, Canonical telah merilis versi Ubuntu yang baru setiap 6 bulan sekali. Setiap rilis didukung selama
18 bulan untuk pembaruan sistem, keamanan, dan kesalahan (bug). Setiap 2 tahun sekali (versi xx.04 dengan x
angka genap) akan mendapatkan Long Term Support(LTS).
 Paket-paket software Ubuntu berasal dari paket tidak stabil Debian; Ubuntu memakai format paket dan manajemen
paket Debian (APT dan Synaptic). Paket Debian dan Ubuntu seringkali tidak cocok. Paket Debian sering kali perlu
dibuat ulang dari source agar dapat dipakai di Ubuntu.
 Ubuntu bekerja sama dengan Debian untuk berusaha agar perubahan-perubahan sistem Ubuntu mengarah kembali
ke Debian, namun hal ini tidak terlaksana.
 Ubuntu sekarang dibiayai oleh Canonical Ltd.
 Pada 8 Juli 2005 Mark Shuttleworth mendirikan pendirian Ubuntu Foundation dan memberikan pendanaan awal
sebesar US$10 juta. Tujuan dari pendirian yayasan ini adalah untuk memastikan pengembangan dan dukungan
semua versi Ubuntu dapat terus berjalan.
 Pada 31 Oktober 2011, Mark Shuttleworth mengumumkan bahwa Ubuntu 14.04 akan mendukung smartphone,
tablet, dan smart TV. Dan desain-desainnya pun sudah mulai dirancang.
 Antarmuka GNOME kembali menjadi GUI default sejak versi 17.10 dirilis, [ menggunakan GNOME versi 3,
sementara Unity masih menjadi GUI default pada versi sebelumya. termasuk semua versi LTS kecuali 18.04 LTS.
 Dukungan untuk 32-bit mulai dihentikan mulai versi 18.10.

FITUR
• Ubuntu terdiri dari banyak paket, kebanyakan berasal dari distribusi di bawah lisensi lisensi software bebas.
Namun, beberapa software khususnya driver menggunakan Proprietary software.
• Lisensi yang pada umumnya adalah GNU General Public License dan GNU Lesser General Public License dengan
tegas menyatakan bahwa pengguna dengan bebas dapat menjalankan, menggandakan, mempelajari, memodifikasi,
dan mendistribusikan tanpa pembatasan apapun.
• Desktop Ubuntu memakai desktop environment grafis. Sebelum Ubuntu 11.04 interaksi grafis pengguna
adalah GNOME versi 2, tetapi setelah versi 11.04, berubah menjadi Unity. Unity adalah lingkungan desktop yang
dikembangkan oleh Canonical yang awalnya dirancang untuk edisi Netbook. Tetapi GNOME dipakai kembali
mulai versi 17.10.
• Ubuntu juga dapat menjalankan program Windows lewat Wine atau Virtual Machine (seperti VMware workstation
atau Virtual Box).
• Pemasangan Ubuntu biasa (bukan minimal) termasuk perangkat lunak berikut ini:
• Perangkat dokumen
• LibreOffice
• OpenOffice (sebelum 11.04)
• Peramban
• Mozilla Firefox
• E-Mail browser
• Mozilla Thunderbird
•Evolution (sebelum Ubuntu 11.10)
• Game-game ringan
• Sudoku
• Chess
• Mines

Kelebihan :
• Gratis dan bisa digunakan untuk banyak computer.
• Stabil.
• Ringan
• Dibebaskan dan diperbolehkan untuk menggunakan, memodifikasi dan mendistribusikan.
Kekurangan :
• Belum user friendly, dikarena sebagian besar pengguna Ubuntu berasal dari migrasi Windows dan
lainnya.
• Tak semua aplikasi windows kompatibel dengan wine sehingga aplikasi tertentu pada windows
kemungkinan tidak dapat digunakan.

Persyaratan Sistem
 Versi Desktop Ubuntu sekarang mendukung x86 32 bit dan 64 bit.
 Dukungan tidak resmi juga tersedia untuk PowerPC, IA-64 (Itanium), Playstation 3 (Namun Sony telah mencabut
dukungan untuk OtherOSlain pada 1 April 2011), dan beberapa handphone
 GPU yang didukung diperlukan untuk menjalankan efek visual seperti Unity Shell. Dalam kasus GPU yang tidak
memadai,Unity dapat direduksi menjadi Unity 2D yang membutuhkan hardware yang lebih rendah.

Pemasangan
 Secara garis besar, saat menginstall Ubuntu maka akan melewati beberapa tahapan pra-instalasi :
1. Memilih Bahasa instalasi.
2. Memilih lokasi dan zona waktu.
3. Memilih keyboard.
4. Melakukan partisi pada hardisk.
5. Membuat user/pengguna.
6. Migrasi dokumen dan setting.
7. Summary, instalasi grup.

Lingkungan Dekstop
 GNOME: Semenjak pertama dirilis hingga saat ini GNOME merupakan desktop environment standar Ubuntu
(Unity berdiri di atas platform GNOME).
 Unity: Semenjak Ubuntu 11.04, Ubuntu telah menggunakan Unity sebagai Desktop Environment standarnya.
Tidak seperti GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE; Unity bukan merupakan kumpulan software melainkan hanya
desktop environment yang menggunakan gtk+ yang sudah ada, dan berjalan di atas platform GNOME.
 KDE: (K Desktop Environment) merupakan desktop environment standar pada Kubuntu. KDE terkenal dengan
desktop plasma-nya.
 Xfce: Xfce adalah proyek desktop environment yang tujuannya adalah menciptakan desktop yang membutuhkan
sedikit sumber daya hardware.
 LXDE: LXDE adalah proyek desktop environment yang bertujuan untuk membuat desktop yang cepat dan hemat
energi. LXDE merupakan desktop environment standar Lubuntu.

Varian Ubuntu
 Terdapat banyak varian Ubuntu, tetapi hanya 7 yang didukung dan dibiayai secara resmi oleh Canonical Ltd.
yaitu, Kubuntu, Xubuntu, Lubuntu, Ubuntu GNOME, Ubuntu MATE, Ubuntu Studio, dan Ubuntu Kylin.
Berikut adalah varian Ubuntu yang terkenal:
 Kubuntu Ubuntu yang memakai KDE Plasma Workspace, Kubuntu membutuhkan sumber daya hardware yang
lebih banyak dibanding Ubuntu.
 Xubuntu Distribusi Ubuntu yang memakai Xfce desktop environment, membutuhkan lebih sedikit sumber daya
hardware.
 Lubuntu Distribusi Ubuntu yang memakai LXDE desktop environment, merupakan distribusi Ubuntu yang
membutuhkan paing sedikit sumber daya hardware.
 Edubuntu Salah satu proyek gabungan Ubuntu dan GNOME yang bertujuan untuk menciptakan sistem operasi
untuk sekolah dan pengguna rumah.
 Linux Mint salah satu varian Ubuntu yang menggunakan Cinnamon sebagai desktop environment standarnya.
Dalam peringkat halaman yang sering dilihat di Distrowatch, Mint berada di atas Ubuntu. Linux Mint tersedia
dalam variasi KDE, GNOME, Mate, dan yang lainnya.
 Ubuntu GNOME Distribusi Ubuntu yang memakai GNOME 3 sebagai desktop environment standar.

-id.com/content/apa-itu-centos

http://forlinuxcentos.blogspot.com/2011/12/kelebihan-dan-kekurangan-dari-linux.html
http://centossesaat.blogspot.com/2012/01/kelebihan-dan-kekurangan-centos.html
http://forlinuxcentos.blogspot.com/2011/12/kelebihan-dan-kekurangan-dari-linux.html
http://centossesaat.blogspot.com/2012/01/kelebihan-dan-kekurangan-centos.html

GENERASI SISTEM OPERASI


Sejarah SO Menurut Tanenbaum (TAN-92)
Generasi Pertama (1945-1955)
- Muncul ide untuk membuat alat yang bersifat komputasi eletronik.
- Komputasi pertama adalah proses perhitungan matematika.
- Manusia memiliki keterbatasan dalam komputasi, yaitu: (1) kecepatan hitung manusia terbatas, (2) Manusia sangat
mudah membuat kesalahan.
- Pada Generasi pertama belum ada Sistem Operasi, sistem komputasi diintruksikan langsung melalui h/w.
Generasi Kedua (1955-1965)
1. Diperkenalkan fungsi Batch processing system.
2. Batch processing system adalah eksekusi program2 tanpa ada perantara manual >Automasi. (winlogon.exe)
3. Batch Processing pertama, adalah FMS (Fortran monitoring system) dan IBSYS (IBM) > Monitoring urutan
eksekusi program.
4. Tahun 1964, IBM mengeluarkan komputer System/360 dgn OS/360.
Generasi Ketiga (1965-1980)
1. SO mulai dikembangkan dengan fungsi melayani banyak user secara interaktif.
2. Multiuser, satu mesin digunakan banyak penguna.
3. Multiprogramming, melayani banyak program
4. TimeSharing, Para user mengunakan satu komputer /terminal dan bekerja secara bergantian.
5. Spooling, Membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama.
Generasi Keempat (1980-2020)
1. Multiuser, multiprogramming, TimeSharing, batch processing, Networking berkembang dengan pesat dan menjadi
fitur utama SO.
2. GUI diperkenalkan dan muncul konsep WIMP.
3. Network dan Distributed OS dikembangkan untuk keperluan jaringan.
Generasi Kelima(2020-2040)
1. Penerapan AI (artificial intelegence) ke dalam sistem operasi.
- Facial recogintion
- Voice-input
2. Electronic agent
- Interaksi tanpa h/w input
- Robot

KOMPONEN
SISTEM OPERASI
Komponen Sistem Operasi
Kegiatan Sistem Operasi
Manajemen Proses
Manajemen Memori Utama
Manajemen Sistem Berkas
Manajemen Sistem M/K ( I/O)
Manajemen Penyimpanan Sekunder
Proteksi dan Keamaman

KEGIATAN SISTEM OPERASI


Dalam kegiatannya sehari-hari, sistem operasi memiliki sebuah mekanisme untuk memastikan dirinya, semua program yang
berjalan, dan data-data penggunanya berjalan dengan baik. Untuk melakukan hal tersebut, sistem operasi memiliki dua jenis
(mode) operasi yang saling terpisah. Dua operasi tersebut, yaitu user mode, eksekusi program dikendalikan oleh pengguna,
dan kernel mode, eksekusi program dikendaikan oleh sistem operasi, dinamakan dual-mode operation.

MANAJEMEN PROSES
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sedangkan program adalah kumpulan instruksi yang ditulis ke dalam
bahasa yang dimengerti sistem operasi. Sebuah proses membutuhkan sejumlah sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya.
Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, alamat memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat M/K. Sistem operasi
mengalokasikan sumber daya-sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang diproses/dijalankan. Ketika proses
tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan mengambil kembali semua sumber daya agar bisa digunakan kembali oleh
proses lainnya.
MANAJEMEN PROSES (LANJUT)
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
1. Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses. Sistem operasi bertugas mengalokasikan sumber daya
yang dibutuhkan oleh sebuah proses dan kemudian mengambil sumber daya itu kembali setelah proses tersebut selesai agar
dapat digunakan untuk proses lainnya.
2. Menunda atau melanjutkan proses. Sistem operasi akan mengatur proses apa yang harus dijalankan terlebih dahulu
berdasarkan berdasarkan prioritas dari proses-proses yang ada. Apa bila terjadi 2 atau lebih proses yang mengantri untuk
dijalankan, sistem operasi akan mendahulukan proses yang memiliki prioritas paling besar.
3. Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi. Sistem operasi akan mengatur jalannya beberapa proses yang
dieksekusi bersamaan. Tujuannya adalah untuk mengatur urutan jalannya proses agar setiap proses berjalan dengan lancar
4. Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi. Sistem operasi menyediakan mekanisme agar beberapa proses
dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi (contohnya berbagi sumber daya antar proses) satu sama lain tanpa
menyebabkan terganggunya proses lainnya.
5. Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock. Deadlock adalah suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti
karena setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang
sedang dimiliki oleh proses lain. Saling menunggu inilah yang disebut deadlock(kebuntuan). Sistem operasi harus bisa
mencegah, menghindari, dan mendeteksi adanya deadlock. Jika deadlock terjadi, sistem operasi juga harus dapat
memulihkan kondisi sistemnya.

MANAJEMEN MEMORI UTAMA


Sistem operasi memiliki tugas untuk mengatur bagian memori yang sedang digunakan dan mengalokasikan jumlah dan
alamat memori yang diperlukan, baik untuk program yang akan berjalan maupun untuk sistem operasi itu sendiri. Tujuan
dari manajemen memori utama adalah agar utilitas CPU meningkat dan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian memori.
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte yang ukurannya
mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori utama berfungsi
sebagai tempat penyimpanan instruksi/data yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat M/K. Memori utama
termasuk tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile(tidak permanen), yaitu data akan hilang kalau komputer
dimatikan.
Sistem komputer modern memiliki sistem hirarki memori, artinya memori yang ada di komputer disusun dengan tingkatan
kecepatan dan kapasitas yang berbeda. Memori yang memiliki kecepatan sama dengan kecepatan prosesor memiliki
kapasitas yang kecil, berkisar hanya dari ratusan KB hingga 4 MB dengan harga yang sangat mahal. Sedangkan memori
utama yang kecepatannya jauh di bawah kecepatan prosesor memiliki kapasitas yang lebih besar, berkisar dari 128 MB
hingga 4 GB dengan harga yang jauh lebih murah. Sistem hirarki memori ini memiliki tujuan agar kinerja komputer yang
maksimal bisa didapat dengan harga yang terjangkau.

MANAJEMEN SISTEM BERKAS


File atau berkas adalah representasi program dan data yang berupa kumpulan informasi yang saling berhubungan dan
disimpan di perangkat penyimpanan. Sistem berkas ini sangatlah penting, karena informasi atau data yang disimpan dalam
berkas adalah sesuatu yang sangat berharga bagi pengguna. Sistem operasi harus dapat melakukan operasi-operasi pada
berkas, seperti membuka, membaca, menulis, dan menyimpan berkas tersebut pada sarana penyimpanan sekunder. Oleh
karena itu, sistem operasi harus dapat melakukan operasi berkas dengan baik.
 Sistem operasi melakukan manajemen sistem berkas dalam beberapa hal:
1. Pembuatan berkas atau direktori. Berkas yang dibuat nantinya akan diletakkan pada direktori-direktori yang diinginkan
pada sistem berkas. Sistem operasi akan menunjukkan tempat dimana lokasi berkas atau direktori tersebut akan diletakkan.
Setelah itu, sistem operasi akan membuat entri yang berisi nama berkas dan lokasinya pada sistem berkas.
2. Penghapusan berkas atau direktori. Sistem operasi akan mencari letak berkas atau direktori yang hendak dihapus dari
sistem berkas, lalu menghapus seluruh entri berkas tersebut, agar tempat dari berkas tersebut dapat digunakan oleh berkas
lainnya.
3. Pembacaan dan menulis berkas. Proses pembacaan dan penulisan berkas melibatkan pointer yang menunjukkan posisi
dimana sebuah informasi akan dituliskan di dalam sebuah berkas.
4. Meletakkan berkas pada sistem penyimpanan sekunder. Sistem operasi mengatur lokasi fisik tempat penyimpanan
berkas pada sarana penyimpanan sekunder

MANAJEMEN SISTEM M/K (I/O)


Pekerjaan utama yang paling sering dilakukan oleh sistem komputer selain melakukan komputasi adalah Masukan/Keluaran
(M/K). Dalam kenyataannya, waktu yang digunakan untuk komputasi lebih sedikit dibandingkan waktu untuk M/K.
Ditambah lagi dengan banyaknya variasi perangkat M/K sehingga membuat manajemen M/K menjadi komponen yang
penting bagi sebuah sistem operasi. Sistem operasi juga sering disebut device manager, karena sistem operasi mengatur
berbagai macam perangkat ( device).
Fungsi-fungsi sistem operasi untuk sistem M/K:
 Penyanggaan (buffering). Menampung data sementara dari/ke perangkat M/K
 Penjadwalan (scheduling). Melakukan penjadualan pemakaian M/K sistem supaya lebih efisien.
 Spooling. Meletakkan suatu pekerjaan program pada penyangga, agar setiap perangkat dapat mengaksesnya saat
perangkat tersebut siap.
 Menyediakan driver perangkat yang umum. Driver digunakan agar sistem operasi dapat memberi perintah
untuk melakukan operasi pada perangkat keras M/K yang umum, seperti optical drive, media penyimpanan
sekunder, dan layar monitor.
 Menyediakan driver perangkat yang khusus. Driver digunakan agar sistem operasi dapat memberi perintah
untuk melakukan operasi pada perangkat keras M/K tertentu, seperti kartu suara, kartu grafis, dan motherboard

MANAJEMEN PENYIMPANAN SEKUNDER


Penyimpanan sekunder ( secondary storage) adalah sarana penyimpanan yang berada satu tingkat di bawah memori utama
sebuah komputer dalam hirarki memori. Tidak seperti memori utama komputer, penyimpanan sekunder tidak memiliki
hubungan langsung dengan prosesor melalui bus, sehingga harus melewati M/K.

Sarana penyimpanan sekunder memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:


 Non volatile (tahan lama). Walaupun komputer dimatikan, data-data yang disimpan di sarana penyimpanan
sekunder tidak hilang. Data disimpan dalam piringan-piringan magnetik.
 Tidak berhubungan langsung dengan bus CPU. Dalam struktur organisasi komputer modern, sarana
penyimpanan sekunder terhubung dengan northbridge. Northbridge yang menghubungkan sarana penyimpanan
sekunder pada M/K dengan bus CPU.
 Lambat. Data yang berada di sarana penyimpanan sekunder memiliki waktu yang lebih lama untuk diakses (
read/write) dibandingkan dengan mengakses di memori utama. Selain disebabkan oleh bandwidth bus yang lebih
rendah, hal ini juga dikarenakan adanya mekanisme perputaran head dan piringan magnetik yang memakan waktu.
 Harganya murah. Perbandingan harga yang dibayar oleh pengguna per byte data jauh lebih murah dibandingkan
dengan harga memori utama.
PROTEKSI DAN KEAMANAN
Proteksi
 Proteksi adalah mekanisme sistem operasi untuk mengontrol akses terhadap beberapa objek yang diproteksi dalam
sistem operasi. Objek-objek tersebut bisa berupa perangkat keras (seperti CPU, memori, disk, printer, dll) atau
perangkat lunak (seperti program, proses, berkas, basis data, dll). Di beberapa sistem, proteksi dilakukan oleh
sebuah program yang bernama reference monitor. Setiap kali ada pengaksesan sumber daya PC yang diproteksi,
sistem pertama kali akan menanyakan reference monitor tentang keabsahan akses tersebut. Reference monitor
kemudian akan menentukan keputusan apakah akses tersebut diperbolehkan atau ditolak.
Keamanan
 Pengguna sistem komputer sudah tentu memiliki data-data dan informasi yang berharga baginya. Melindungi data-
data ini dari pihak-pihak yang tidak berhak merupakan hal penting bagi sistem operasi. Inilah yang disebut
keamanan ( security).
 Sebuah sistem operasi memiliki beberapa aspek tentang keamanan. Aspek-aspek ini berhubungan terutama dengan
hilangnya data-data. Sistem komputer dan data-data di dalamnya terancam dari aspek ancaman ( threats), aspek
penyusup ( intruders), dan aspek musibah.
 Dari aspek ancaman, secara umum sistem komputer menghadapi ancaman terbukanya data-data rahasia,
pengubahan data-data oleh orang yang tidak berhak, juga pelumpuhan sistem dengan adanya Denial of Service
(DoS).
 Dari aspek penyusup, saat ini banyak orang mencoba masuk ke dalam sistem operasi dengan berbagai macam
tujuan. Ada yang hanya sekedar mencoba menjebol sistem operasi ( hacking), ada yang mencoba mengambil
keuntungan dari tindakan penjebolah itu ( cracking).
 Tidak hanya disusupi oleh manusia, sistem operasi juga menghadapi ancaman keamanan dari program-program
penyusup, yang disebut malicious program atau malware. Malware adalah program yang menyusup ke dalam
sistem operasi dan memiliki tujuan-tujuan tertentu seperti mengambil data-data pribadi, mengambil alih komputer,
dan seringkali bertujuan merusak. Yang termasuk kategori malware adalah virus, keylogger, worm, trojan, dan
sypware.

Pengertian Debian
sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan
terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian
GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang popmuler dan
berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak yang siap untuk
instalasi dan digunakan.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada
beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan
dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.
Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya
menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan
kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro
berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang
paling banyak digunakan di dunia

Fitur Debian
Banyak distribusi linux lainnya berbasiskan Debian, antara lain: Ubuntu, MEPIS, Dreamlinux, Damn Small Linux, Xandros,
Knoppix, BackTrack, Linspire, dan edisi Debian dari Linux Mint.[6] Debian dikenal karena pilihannya yang beragam. Rilis
stabil saat ini memuat lebih dari 29000 paket perangkat lunak[7] untuk 9 arsitektur komputer. Debian menggunakan kernel
linux dan juga menggunakan 2 kernel FreeBSD (kfreebsd-i386 and kfreebsd-amd64.
Fitur yang menonjol dari Debian adalah sistem manajemen APT, repositori dengan jumlah paket yang banyak, kebijakan
paket yang ketat, dan kualitas rilis yang terjaga. Praktik ini memungkinkan pemutakhiran yang sederhana antar rilis,
begitupun untuk penghapusan paket.
Standar instalasi Debian menggunakan lingkungan dekstop GNOME. Termasuk di dalamnya program OpenOffice.org,
Iceweasel, Evolution, program penulisan CD/DVD, playermusik dan video, penyunting, perangkat lunak pembaca dokumen.
Selain itu terdapat juga CD dengan lingkungan desktop KDE, Xfce dan LXDE.[9]
CD sisanya, yang terbagi dalam 5 DVD atau 30 CD, memuat paket yang tersedia dan tidak dibutuhkan untuk instalasi
standar. Metode instalasi lainnya adalah menggunakan CD net install yang ukurannya lebih kecil daripada CD/DVD instalasi
normal. Di dalamnya memuat paket minimum untuk memulai instalasi dan mengunduh paket yang dipilih saat instalasi
menggunakan APT (memerlukan koneksi internet).[10] CD/DVD tersebut dapat dengan bebas diunduh melalui web,
BitTorrent, jigdo, atau membelinya.

Sejarah Debian
Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada
tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan
Ian.
Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas
dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi
Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal
sebagai "Slackware").
Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke
selain i386 dimulai pada tahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.
Pada tahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang
debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines,
memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi "Software in
Public Interest" untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta pada tahun yang sama
para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan "debconf".
Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode "Etch". Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama
kode "Lenny". deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan
untuk paket-paket binari seperti itu.
Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang
memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg,
paling sering melalui apt/aptitude.
Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs ("mikro deb"), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi
Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang
sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file.
Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar.
Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat
puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah
Ubuntu

Rilis Debian
Pada Februari 2011, versi rilis stabil terakhir adalah versi 6.0, dengan kode nama squeeze. Saat versi baru dirilis, versi stabil
sebelumnya yaitu versi 5.0 dengan kode nama lenny menjadi oldstable.
Sebagai tambahan, rilis stabil dengan pemutakhiran minor (disebut sebagai titik rilis). Skema penomoran untk titik rilis
hingga Debian 4.0 adalah termasuk huruf r (untuk rilis) setelah nomor versi utama (misal: 4.0) diikuti dengan nomor titik
rilis; sebagai contoh, titik rilis terakhir dari versi 4.0 (etch) 8 Desember 2010 adalah 4.0.r9. Dari Debian 5.0 (lenny), skema
penomoran dari titik rilis telah berubah dan mengikuti standar penomoran versi GNU; jadi, sebagai contoh, titik rilis pertama
dari Debian 5.0 adalah 5.0.1 (bukan 5.0r1).
Tim keamanan Debian merilis pemutakhiran keamanan untuk rilis mayor stabil terakhir, sama seperti dengan versi stabil
sebelumnya, selama satu tahun. Versi 4.0 dirilis pada 8 April 2007, dan tim keamanan mendukung versi 3.1 hingga 31 Maret
2008. Untuk penggunaan pada umumnya, sangat direkomendasikan untuk menjalankan sistem yang menerima pemutakhiran
keamanan. Distribusi testing juga menerima pemutakhiran keamanan, namun waktunya tidak se-teratur seperti versi stabil.
Untuk Debian 6.0 (squueze) diumumkan seubah kebijakan pengembangan berbasiskan waktu yaitu membekukan siklus dua
tahun. Pembekuan berdasarkan waktu dimaksudkan agar proyek Debian dapat mengakomodasi rilis berdasarkan waktu
dengan rilis berdasarkan fitur. Kebijakan pembekuan ini bertujuan agar rilis dapat diprediksikan lebih baik oleh pengguna
distribusi Debian, dan memungkinkan pengembang Debian melakukan perencanaan jangka panjang yang lebih baik.
Pengembang Debian mengharapkan rilis setiap dua tahun akan memberikan waktu yang lebih banyak untuk perubahan yang
besar, mengurangi ketidaknyamanan bagi para pengguna. Dengan memiliki waktu beku yang dapat diprediksi diharapkan
dapat mengurangi waktu beku secara keseluruhan. Siklus squeeze dibuat pendek dengan tujuan untuk masuk ke siklus baru.
Namun siklus beku pendek ini diacuhkan.
Kode nama rilis Debian merupakan nama karakter dari film Toy Story. Distribusi unstable diberikan nama Sid, sesuai dengan
karakter emosinya yang tidak stabil, tetangga sebelah rumah yang secara teratur menghancurkan mainan. Rilis setelah
squeeze akan dinamakan wheezy, nama pinguin mainan karet dalam Toy Story 2.
Debian telah mengeluarkan sebelas rilis stabil utama