Anda di halaman 1dari 79

HALAMAN PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR


APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Optimalisasi Pelayanan Laboratorium Pada Tahap


Pra Analitik dan Pasca Analitik Di Puskesmas
Pudak Payung Kota Semarang.
Nama : Edwina Hapsari, A.Md.AK
NIP : 199502032019022005
Angkatan : XIV
No. Presensi : 08

Disetujui untuk diseminarkan pada :


Hari : Rabu
Tanggal : 22 Mei 2019
Tempat : Balai Pendidikan Dan Pelatihan Kota Semarang

Semarang,22 Mei 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Edwina Hapsari, A.Md.AK


NIP. 199502032019022005

Menyetujui,
Pembimbing, Mentor,

Wahju Widiarsih,ST.M.Pi dr.Fina Lutfiya Rahmi


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Puskesmas
NIP.196706671998032001 NIP. 198303052009032003
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul :Optimalisasi Pelayanan Laboratorium Pada Tahap


Pra Analitik Dan Pasca Analitik Di Puskesmas
Pudak Payung Kota Semarang.
Nama : Edwina Hapsari, A.Md.AK
NIP :. 199502032019022005
No. Presensi : 08
dinyatakan layak untuk diaktualisasikan dalam habituasi.
Disahkan pada :
Hari : Rabu
Tanggal : 22 Mei 2019
Tempat : Balai Pendidikan Dan Pelatihan Kota Semarang

Semarang, 22 Mei 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Edwina Hapsari, A.Md.AK


NIP. 199502032019022005

Menyetujui,
Pembimbing, Mentor,

Wahju Widiarsih,ST.M.Pi dr.Fina Lutfiya Rahmi


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Puskesmas
NIP.196706671998032001 NIP. 198303052009032003

Narasumber,

Drs.Sigit Sumarhaen Yanto,SH.MM


Widyaiswara Ahli Utama
NIP. 195604011980031015

i
PRAKATA

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan berkat-Nya, sehingga penulis mampu
menyelesaikan laporan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi
Pelayanan Laboratorium Pada Tahap Pra Analitik dan Pasca Analitik
Di Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang.” sebagai salah satu
syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Pemerintah Kota Semarang dengan baik, dimana Pemerintah Kota
Semarang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan aktualisasi ini
diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang meliputi materi tentang Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komiten Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dapat
diterapkan di unit kerja.
Penulisan laporan aktualisasi ini tidak terlepas dari bimbingan,
dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah turut serta
membantu penyusunan aktualisasi ini kepada :
1. dr. Widiyono, MPH selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang
2. Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.si. selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa
Tengah yang telah memfasilitasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan
II Angkatan I
3. Nurul Hidayati, S.IP selaku Kepala bidang Pendidikan dan
Pelatihan Kota Semarang
4. Drs.Sigit Sumarhaen Yanto,SH.MM selaku narasumber atau
penguji, yang memberikan masukan dan arahan sehingga laporan
aktualisasi ini dapat diterapkan dengan baik.
5. dr. Fina Lutfiya selaku mentor yang telah memberikan masukan
dan arahan sehingga laporan aktualisasi ini dapat diselesaikan
dengan baik.

ii
6. Wahju Widiarsih, ST.M.Pi selaku pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga
laporan aktualisasi ini dapat selesai dengan baik.
7. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya selama
kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan I.
8. Seluruh panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan I.
9. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II khususnya
Angkatan I atas inspirasi, kekompakan, bantuan, dan
dukungannya.
10. Orang tuaku (Minto Prayitno dan Indriani ), kakakku (Ratna
Pravitasari), serta pendampingku ( Pulung Setiawan ) terima kasih
atas bantuan, fasilitas, dorongan dan doa yang tidak pernah putus.
Semoga penulis dapat memberikan yang terbaik untuk kalian.

Penulis menyadari dalam laporan aktualisasi ini masih banyak


kekurangan, untuk itu penulis berharap kepada semua pihak agar
memberikan saran dan juga kritik yang membangun untuk
penyempurnaan laporan aktualisasi ini. Semoga laporan aktualisasi ini
dapat memberikan manfaat dan juga dapat diterapkan di lingkungan kerja
dengan sebaik-baiknya, serta dapat dikembangan lebih lanjut.
Demikian yang dapat penulis sampaikan. Semoga laporan
aktualisai ini bermanfaat bagi semua pihak.
Semarang, 21 Mei 2019
Penulis,

Edwina Hapsari
NIP. 199502032019022005

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................. ii


HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iv
DAFTAR ISI ........................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ viii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang ........................................................................ 9
B. Identifikasi isu dan rumusan masalah ..................................... 11
C. Tujuan ..................................................................................... 16
D. Manfaat ................................................................................... 16
BAB II DESKRIPSI UNIT ORGANISASI
A. Profil organisasi....................................................................... 18
B. Tugas jabatan peserta diklat ................................................... 25
C. Role model .............................................................................. 26
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI - HABITUASI
A. Daftar laporan kegiatan aktualisasi dan keterkaitan dengan
nila-nilai dasar ANEKA ................................................................ 28
B. Jadwal kegiatan aktualisasi ..................................................... 33
C. Antisipasi dan s trategi menghadapi kendala .......................... 34
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
A. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi – habituasi nilai-nilai dasar
ANEKA ................................................................................... 36
B. Matriks rekapitulasi dan habituasi ANEKA .............................. 46

iv
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................. 49
B. Rekomendasi .......................................................................... 50
C. Rencana aksi .......................................................................... 51
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 53
BIODATA PENULIS ............................................................................... 55
LAMPIRAN.............................................................................................56

v
DAFTAR TABEL

1.1. Identifikasi Isu ................................................................................. 11


1.2. Analisis Isu Berdasarkan APKL ....................................................... 14
1.3. Pemilihan Isu Melalui Kriteria USG ................................................... 15
2.1. Jenis Pelayanan ............................................................................. 20
3.1. Daftar Laporan Kegiatan Aktualisasi ............................................... 28
3.2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ..................................... 33
3.3. Antisipasi Menghadapi dan Strategi Menghadapi Kendala ............ 34
4.1 Kegiatan 1 ....................................................................................... 36
4.2 Kegiatan 2 ....................................................................................... 38
4.3 Kegiatan 3 ....................................................................................... 40
4.4 Kegiatan 4 ....................................................................................... 42
4.5 Kegiatan 5 ....................................................................................... 44
4.6 Rekapitulasi dan habituasi ANEKA ................................................. 46
5.1 Rencana aksi .................................................................................. 51
DAFTAR GAMBAR

2.1 Struktur organisasi........................................................................23


3.2 Role Model....................................................................................26
DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran Kegiatan 1
2. Lampiran Kegiatan 2
3. Lampiran Kegiatan 3
4. Lampiran Kegiatan 4
5. Lampiran Kegiatan 5
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Aparatur Sipil Negara sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor
5 Tahun 2014 adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Seorang
pegawai ASN dituntut untuk memiliki integritas, bekerja secara profesional,
bersikap netral atau tidak terlibat dalam intervensi politik, serta bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga dapat menjalankan fungsi, tugas , dan
perannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan
pemersatu bangsa.
Berdasarkan Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 alinea keempat yaitu membentuk suatu Pemerintahan
Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut
melaksanakan ketertiban dunia, maka keberadaan ASN diharapkan dapat
mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia tersebut.
Dalam rangka mewujudkan ASN yang professional dan berkarakter, maka
setiap calon pegawai negeri sipil diwajibkan untuk menyelesaikan Pendidikan
dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang disebut dengan Diklat
Prajabatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun
2000 tentang Pendidikan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Diklat prajabatan pola baru dilaksanakan dengan sistem internalisasi nilai-
nilai dasar profesi ASN yang diakronimkan sebagai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) kemudian
dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut laporan aktualisasi nilai dasar
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi pada instansi
tempat bekerja. Aktualisasi nilai dasar merupakan suatu proses untuk membuat
kelima nilai dasar (ANEKA) menjadi aktual atau nyata terjadi serta sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di unit kerja, dalam hal ini yaitu pranata
laboratorium kesehatan terampil. Aktualisasi tersebut disesuaikan dengan nilai
dasar ANEKA, tugas pokok dan fungsi, serta visi misi dalam organisasi.

9
Mangacu pada salah satu tugas dan fungsi ASN sebagai pelayan publik
yang profesional dan berkualitas maka untuk mewujudkan fungsi tersebut
diperlukan ASN yang mampu :
 memahami tugas pokok dan fungsi yang diberikan oleh institusi;
 berkompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya;
 merencanakan target mutu layanan yang akan ditampilkan;
 memahami karakter pelanggan yang akan dilayani;
 menguasai teknik pelayanan prima;
 melayani dengan hati, adil, serta merata;
 menerima kritik dan saran untuk perbaikan ke depan.
Hal tersebut yang memotivasi agar Puskesmas Pudakpayung dapat
memberikan pelayanan yang optimal seperti yang tertera pada visi Puskesmas
Pudakpayung yaitu Mewujudkan masyarakat hidup sehat dan mandiri. Namun
kondisi pelayanan laboratorium di Puskesmas Pudakpayung saat ini masih
kurang optimal khususnya pada tahap pra analitik dan pasca analitik. Tahap-
tahap pemeriksaan pra analitik meliputi : Persiapan pasien, pemberian identitas
spesimen, pengambilan spesimen, pengolahan spesimen, penyimpanan
spesimen, pengiriman spesimen ke laboratorium. Tahap pasca analitik adalah
tahap akhir pemeriksaan yang berupa lembar hasil pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium merupakan bahan penunjang atau penentu
diagnosis suatu penyakit. Tahap ini meliputi pembacaan hasil ( penghitungan,
pengukuran, identifikasi dan penilaian) dan pelaporan hasil. Kurang optimalnya
tahap pra analitik dan pasca analitik di laboratorium Puskesmas Pudakpayung
diantaranya : penulisan informed consent (persetujuan tindakan medik) belum
dilakukan karena keterbatasan waktu dan tenaga, hasil laboratorium masih
dilakukan secara manual yang dapat mengakibatkan dokter pengirim kurang
jelas dalam membaca hasil pemeriksaan laboratorium. Selain itu belum
tersedianya sarana informasi mengenai alur pemeriksaan laboratorium
sehingga banyak pasien yang masih kebingungan ketika datang ke
laboratorium. Oleh karena itu, penulis ingin mengangkat isu tentang pelayanan
laboratorium pada tahap pra analitik dan pasca analitik di Puskesmas
Pudakpayung demi mewujudkan pelayanan optimal yang berorientasi pada

10
kepuasan pasien maka diperlukan pengoptimalan pelayanan laboratorium di
Puskesmas Pudakpayung

B. IDENTIFIKASI ISU DAN RUMUSAN MASALAH


1. IDENTIFIKASI ISU
PNS memiliki kedudukan serta peran dalam NKRI yang dikategorikan
dalam 3 aspek besar yaitu Manajemen ASN, Whole of Government , dan
Pelayanan Publik yang merupakan prinsip pelaksanaan kegiatan aktualisasi
dan habituasi di Puskesmas Pudak Payung dengan menerapkan nilai
ANEKA. Program aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarkan identifikasi isu
yang akan melalui proses penapisan melalui 2 metode. Metode APKL
menapis isu-isu kontemporer yang telah dikumpulkan dari sisi keaktualan,
problematik, kekhalayakan serta kelayakan isu tersebut untuk diselesaikan.
Setelah itu , isu dengan prioritas utama ditentukan dengan melihat dari sisi
urgency , seriousness dan growth atau dikenal dengan metode USG. Daftar
isu yang diperoleh yang dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar
CPNS (Manajemen ASN, Whole of Government (WoG) dan Pelayanan
Publik) ditampilkan pada Tabel berikut :

Tabel 1.1. Identifikasi Isu

Kondisi yang
No Identifikasi Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
1. Kurang optimalnya  Belum  Terlaksananya
pelayanan laboratorium dilakukannya penulisan
pada tahap pra analitik penulisan No.RM no.RM dan
dan pasca analitik di dan No.Register no.Register
Puskesmas Laboratorium pada Laboratorium
Pudakpayung blanko sebagai
Kota Semarang pemeriksaan dan identitas pasien
Sumber isu : hasil laboratorium dan
Pelayanan Publik, serta pengisian terlaksananya
Manajemen ASN inform consent pengisian
sebagai inform consent
persetujuan sebagai lembar
sebelum persetujuan
dilakukannya tindakan medis
tindakan medis

11
pada pasien  Hasil
 Penulisan hasil laboratorium
laboratorium masih menggunakan
dilakukan secara sistem
manual komputerisasi
 Kurangnya  Petugas
kepatuhan petugas laboratorium
laboratorium dalam patuh dalam
penggunaan APD menggunakan
(Alat Pelindung Diri APD demi
) kesehatan dan
 Tidak tersedianya keselamatan
media informasi kerja
mengenai alur  Tersedianya
pemeriksaan media informasi
laboratorium mengenai alur
pemeriksaan
laboratorium
untuk
memudahkan
pasien

2. Tidak tersedianya  Limbah cair  Tersedianya


sistem IPAL (Instalasi laboratorium sistem IPAL
Pengolahan Air Limbah) belum diolah limbah cair
limbah cair yang sesuai dengan proses sesuai
Sumber isu : sesuai, melalui permenkes
Pelayanan Publik wasbak dan
mengalir ke septic
tank

3. Kurang lengkapnya  Parameter  Memberikan


parameter pemeriksaan pemeriksaan yang pelatihan pada
laboratorium tersedia belum pranata
Sumber isu : lengkap karena laboratorium
Manajemen ASN tidak tersedianya mengenai cara
reagen menggunakan
reagen
parameter yang
baru
 Meningatkan
pelayanan
laboratorium
pada pasien
menjadi lebih
baik

12
2. PENETAPAN ISU
a. Metode APKL
Isu-isu yang ada menyangkut Manajemen ASN, Whole of Governance,
dan Pelayanan Publik yang telah diidentifikasi kemudian ditentukan satu
isu yang akan diangkat menjadi isu utama yang akan menjadi dasar dari
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama habituasi. Program
Aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarkan identifikasi isu dengan
melihat dari apakah isu tersebut aktual, merupakan isu yang
problematik, memenuhi kekhalayakan atau menyangkut kepentingan
bersama dan juga apakah isu tersebut layak untuk dipecahkan (APKL).
Secara lebih rinci, penjelasan terkait APKL adalah sebagai berikut:

1) Aktual
Isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau diperkirakan akan
terjadi dalam waktu dekat.
2) Problematik
Isu yang merupakan masalah mendesak dan memerlukan berbagai
upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata.
3) Kekhalayakan
Isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pada
umumnya, bukan hanya untuk seseorang atau kelompok.
4) Kelayakan
Isu tersebut mengandung unsur logis, pantas, realitas, dapat dibahas
sesuai dengan tugas, hak, kewenangan dan tanggung jawab di
instansi.

Dari kriteria yang telah dijelaskan di atas, maka isu – isu kontemporer
yang telah dikumpulkan akan melalui proses analisis berdasarkan APKL
untuk menentukan isu yang benar-benar aktual, mendesak, menyangkut
hidup orang banyak, dan layak untuk diselesaikan. Berikut tabel analisis
isu dengan metode APKL :

13
Tabel 1.2. Analisis Isu Berdasarkan APKL

Kriteria Keterangan
No. Identifikasi Isu
A P K L

Kurang optimalnya pelayanan


laboratorium pada tahap pra
1. Memenuhi
analitik dan pasca analitik di + + + +
persyaratan
Puskesmas Pudakpayung Kota
Semarang

Tidak
2. Tidak tersedianya sistem IPAL
+ + - + memenuhi
limbah cair yang sesuai
persyaratan

Kurang lengkapnya parameter


3. pemeriksaan laboratorium di Memenuhi
+ + + +
UPTD Puskesmas Pudakpayung persyaratan
Kota Semarang

Keterangan : “+”= memenuhi kriteria


“–“ =tidak memenuhikriteria

Dari hasil penapisan tersebut, didapatkan sebanyak dua isu kritikal yaitu :
1. Kurang optimalnya pelayanan laboratorium pada tahap pra analitik
dan pasca analitik di Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang
2. Kurang lengkapnya parameter pemeriksaan laboratorium di
Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang.

Penetapan isu utama /prioritas dilakukan dengan menggunakan


kemampuan berpikir kritis yang ditandai dengan penggunaan alat bantu
penetapan kriteria kualitas isu selanjutnya yaitu dengan mengkategorikan
isu tersebut sesuai kriteria USG (Urgency, Seriousness, Growth) yang
kemudian penilaian dilakukan dengan pemberikan skor sesuai skala likert
(1-5, sangat tidak penting – sangat penting) seperti tabel berikut :

14
Tabel 1.3. Pemilihan isu melalui kriteria USG

Kurang optimalnya pelayanan Kurang lengkapnya


Isu
laboratorium pada tahap pra parameter pemeriksaan
analitik dan pasca analitik di laboratorium di
Puskesmas Pudakpayung Puskesmas
Analisis
Kota Semarang Pudakpayung Kota
Semarang
U 4 3
S 5 4
G 5 4
Total 14 11
Prioritas 1 2

Keterangan:
U (Urgency) : Seberapa mendesak suatu isu harus
dibahas,dianalisis dan ditindaklanjuti.
S (Seriousness) : Seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
G (Growth) : Seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani sebagaimana mestinya.
Skala likert 1-5 : 5 = sangat penting, 4 = penting,
3 = netral, 2 = tidak penting,
1 = sangat tidak penting

Berdasarkan hasil penilaian prioritas masalah menggunakan metode


USG, skor tertinggi diperoleh “Kurang optimalnya pelayanan laboratorium
pada tahap pra analitik dan pasca analitik di Puskesmas Pudakpayung
Kota Semarang” sehingga masalah ini merupakan masalah prioritas yang
akan dibahas dalam aktualisasi dan habituasi kali ini.

15
3. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan penjabaran idetifikasi isu dan penetapan isu yang
dilakukan, rumusan masalah dalam laporan aktualisasi dan habituasi ini
adalah, “Bagaimana pengoptimalan pelayanan laboratorium pada tahap
pra analitik dan pasca analitik di Puskesmas Pudakpayung Kota
Semarang ?”. Laporan aktualisasi dan habituasi ini dibuat sebagai upaya
mengaktualisasikan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang dikenal dengan sebutan ANEKA.
Serta Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik, dan Whole
of Government (WoG) sebagai upaya optimalisasi pelayanan laboratorium
pada tahap pra analitik dan pasca analitik di Puskesmas Pudakpayung Kota
Semarang.

C. TUJUAN
1. Tujuan umum
Untuk mengoptimalkan pelayanan pemeriksaan laboratorium di Puskesmas
Pudakpayung Kota Semarang.
2. Tujuan khusus
a. Untuk membentuk sumber daya manusia ASN yang memiliki karakter
sesuai dengan nilai- nilai dasar profesi ASN
b. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat yang bersifat
akuntabel, berjiwa nasionalisme, memiliki etika publik yang baik,
berorientasi pada komitemen mutu serta pribadi yang anti korupsi
berlandaskan spiritual accountability.
c. Untuk menyelesaikan persyaratan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan 1 di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang

D. MANFAAT
Adapun manfaat dari rancangan aktualisasi ini adalah :
a. Bagi Peserta Latsar
Meningkatkan pemahaman nilai-nilai dasar ANEKA sebagai pedoman dalam
menjalankan profesi sebagai ASN.
1) Dapat menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA sebagai pedoman dalam
menjalankan profesi sebagai ASN di Puskesmas Pudakpayung

16
2) Dapat merubah pola pikir sehingga menjadi individu yang lebih
profesional, berkomitmen, beretika dan berintegritas.
3) Sebagai tempat belajar mengembang tugas dan tanggung jawab
sebagai abdi masyarakat
b. Bagi Puskesmas Pudakpayung
Laporan aktualisasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium
dengan kegiatan yang akan diaktualisasikan dan dihabituasikan agar
terwujudnya visi misi Puskesmas Pudakpayung.
c. Bagi Masyarakat
Masyarakat mendapatkan informasi yang optimal mengenai pelayanan di
laboratorium Puskesmas Pudakpayung

17
BAB II

DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

A. Profil Organisasi
1. Gambaran Umum
Puskesmas Pudakpayung adalah unit pelaksana teknis Dinas
Kesehatan Kota Semarang yang menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan ujung tombak pelayanan
kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan
dasar bagi masyarakat. Puskesmas Pudakpayung selalu berkeinginan untuk
dapat melayani masyarakat dengan pelayanan yang sesuai dengan standar
pelayanan minimal. Pelayanan yang santun dan ramah tamah sesuai prinsip
3 S (senyum, sapa dan salam) adalah salah satu perilaku utama setiap
pegawai Puskesmas Pudakpayung dan hal ini merupakan kunci utama agar
setiap pasien terpuaskan.
Puskesmas Pudakpayung berdiri sejak tahun 1971 berlokasi di Jalan
Perintis Kemerdekaan, dan saat itu masuk wilayah Kabupaten Semarang .
Seiring dengan pemekaran wilayah Kota Semarang, Puskesmas
Pudakpayung menjadi puskesmas pembantu yang menginduk pada
Puskesmas Padangsari Kecamatan Banyumanik. Pada Tahun 1986
Puskesmas Pudakpayung pindah lokasi di Jl. Payung Asri RT 02 RW 01
Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik. Sejak tahun 1994 seiring
dengan perkembangan wilayah, Puskesmas Pudakpayung menjadi
Puskesmas Induk sampai dengan sekarang.
Puskesmas memiliki fungsi yang penting dalam mendukung
tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional. Fungsi penting
tersebut antara lain:
a. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan. Dalam hal ini puskesmas berupaya menggerakkan
lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan
pembangunan berwawasan kesehatan. Puskesmas harus aktif memantau
dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program
pembangunan di wilayah kerjanya serta mengutamakan pemeliharaan

18
kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan
pemulihan.
b. Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat. Dalam hal
ini puskesmas berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,
keluarga dan masyarakat memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan serta ikut
menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program
kesehatan.
c. Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Dalam hal ini puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan dalam bentuk
pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

2. Visi, Misi, Nilai Organisasi


a. Visi
Mewujudkan masyarakat hidup sehat secara mandiri
b. Misi
1) Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang berkualitas
2) Meningkatkan Pengetahuan, Kemauan dan
Kemampuan Agar Hidup Sehat
c. Motto
Masyarakat sehat tujuan kami
d. Tata nilai
Profesional, Unggul, Prestasi, Amanah, Yakin
e. Tata Letak
Puskesmas Pudakpayung sebagai Puskesmas yang terletak di bagian
paling selatan Kota Semarang, mempunyai wilayah kerja 2 kelurahan
yaitu:
1) Kel. Pudak Payung Luas : 3,93 km2
2) Kel. Gedawang Luas : 2,37 km2

19
Terletak dengan batas wilayah kerja :
Utara : Kelurahan Padangsari & Kel. Banyumanik
Selatan : Kab. Semarang
Barat : Kecamatan Gunungpati
Timur : Kelurahan Jabungan

f. Jenis Layanan

NO JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

A. Upaya Kesehatan Perorangan

Pengobatan, Konsultasi, Pelayanan Lansia,


1 Pemeriksaan Umum Pemeriksaan IMS Umum, Pelayanan TB Paru,
Rujukan Tindakan KIR Haji, KIR Kesehatan

Pemeriksaan Rutin, Pemeriksaan ANC Konseling


KB, Pelayanan KB, IUD, Implant, Kondom, Suntik,
Kesehatan Ibu dan Pil, konseling HIV/ AIDS dan Hepatitis, Pemeriksaan
2 IMS, , Imunisasi Anak, Imunisasi Capeng, Imunisasi
Anak/KB
Bumil, Imunisasi WUS (Wanita Usia Subur), MTBS,
MTBM, gizi Konseling, Rujukan

Konsultasi, Pemeriksaan Gigi, Pengobatan, ,


3 Kesehatan Gigi dan Mulut Penambalan Gigi, Pencabutan Gigi, , Pembersihan
Karang Gigi, Rujukan

4 Gawat Darurat Kegawat Daruratan

5 Konseling Konseling gizi, KBM, Sanitasi, menyusui, remaja

Darah Lengkap (Hb, Leukosit, Trombosit), Kimia


Darah (GDP, GDS, GD2JPP, Cholesterol, Asam
6 Laboratorium Urat), Urine Lengkap (Urine Makros, Urine Mikros),
HIV/AIDS, Hepatitis, Pemeriksaan Sputum, IMS

7 Farmasi Peracikan obat dan pengambilan obat

8 Persalinan Persalinan

20
NO JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

B. Upaya Kesehatan Masyarakat Wajib

a. UKS : Penjaringan Anak Sekolah


b. UKP : Penyuluhan Dalam Gedung
c. UKM : Penyuluhan Luar Gedung
1 Promosi Kesehatan d. PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat)
e. Kelurahan Siaga
f. UKBM(Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat
Pemeriksaan Tempat-Tempat Umum, Pemeriksaan
Tempat Pengolahan Makanan, Pemeriksaan Sanitasi
2 Kesehatan Lingkungan Rumah, Pemeriksaan Depo Air Minum, Pemeriksaan
Kualitas Air, Pengelolaan Sampah Medis,
Pengelolaan Sampah Non Medis

Pelacakan Gizi Buruk, Vitamin A, PMT Ibu Hamil


KEK, PMT Balita Kurang, gizi buruk, Gizi,
3 Gizi Masyarakat Pemeriksaan Garam Beryodium, Posyandu balita,
Lansia : Senam Lansia, Posyandu Lansia.

4 Pengobatan Masyarakat Perawatan Kesehatan Masyarakat

a. TB/ Kusta : Survey Kontak


b. P2B2 : Penyelidikan Epidemologi DBD, Malaria,
Fogging, Abatisasi, Survey Angka Bebas Jentik
c. Diare : survailance
5 Pencegahan dan d. PTM : Posbindu
Pengendalian Penyakit e. HIV/IMS : Screening Ibu Hamil
f. Imunisasi : BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)
g. prolanis

a. Kesehatan Anak : DDTK, Penjaringan


b. Kesehatan Remaja : Konseling Remaja,
Penyuluhan Narkoba dan HIV AIDS
6 KIA-KB Masyarakat c. Kesehatan Ibu : Kunjungan Ibu Nifas, Kunjungan
Ibu Hamil Resiko tinggi, Kelas Ibu Hamil

21
3. Struktur Organisasi
a. Kepala Puskesmas Pudakpayung
Merencanakan, memimpin, mengkoordinasikan, menyusun kebijakan,
membina, mengawasi, dan mengedalikan serta mengevaluasi
pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan di Puskesmas Pudakpayung
b. Sub Bagian Tata Usaha
Merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengendalikan serta
mengevaluasi di bidang ketatausahaan.
c. Kelompok Jabatan Fungsional
Melaksanakan sebagian tugas Puskesmas Pudakpayung sesuai
dengan keahlian yang diberikan oleh pimpinan sesuai tugas dan
fungsinya. Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang
jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan
bidang keahliannya. Setiap Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang
tenaga fungsional senior dan bertanggung jawab kepada Kepala.

22
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS PUDAKPAYUNG
TAHUN 2019

KEPALA PUSKESMAS
dr. FINA LUTFIYA RAHMI

Ka Sub Bag Tata Usaha


ASHUDI, SKM

Keuangan Administrasi
Fitriana P,SKM Andi Widodo
Perencanaan
Revo J, SKM, Nur Azis Rifai
drg. Sri Puji WA
Gunar Budi I, Isrofi
S.Gz

Penanggung Jawab UKP, Penanggung Jawab Jaringan Pelayanan Puskesmas


Penanggung Jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Kefarmasian dan Laboratorium dan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Fitriana Pratiwi, SKM
dr. Niwana M drg.Sri Puji WA

Rawat Inap Rawat Jalan Farmasi Laboratorium Gizi Promkes KIA/KB Kesling P2P Perkesmas Pengembangan Jaringan Jejaring
dr.Nirwana M, Rizki Tri Pramono, Gunar Fitriana P. Syariani Catur Widya Revo Muirah Fitriana P. Heny Indah Ayu S,
drg.Sri Puji WA, Karismaningru Am.AK Budi SKM Saragih A Juhannda SKM Pujiastuti, S.Kep, Ners
Heny Puji A, m, AMD I,S.Gz, , SKM AMKeb
A.Mkeb

Pusling Pustu Klinik Apotek Bidan/Dokter


Syariani Revo J. SKM Rike Widya Rizki Heny P.
Saragih Susanti, Karismaningrum, Am.Keb
AMKep AMD

Kepala Puskesmas Pudakpayung

23
d. Deskripsi Sdm, Sarpras, Dan Sumber Daya Lain
a. Keadaan Pegawai
Pegawai di Puskesmas Pudakpayung berjumlah 33 orang
yang terdiri dari 17 orang PNS, 8 orang CPNS, dan 8 orang
pegawai non ASN.
b. Sumber Daya Manusia Kesehatan
1) Dokter Umum
2) Dokter Gigi
3) Perawat
4) Perawat Gigi
5) Bidan
6) Apoteker
7) Asisten Apoteker
8) Pranata Lab
9) Sanitarian
10) Penyuluh Kesmas
11) Nutrisionis
12) Epidemiolog
13) Rekam Medik
c. Sumber Daya Manusia Non Kesehatan
1) TU/Staff
2) Tenaga Kebersihan
3) Penjaga Malam
d. Peralatan
Bangunan Utama terdiri dari 12 Ruang, yaitu:
1) Ruang Pendaftaran
2) Ruang Poli Umum
3) Ruang Poli Gigi dan Mulut
4) Ruang Poli KIA – KB
5) Ruang Gizi dan Laktasi
6) Ruang Gawat darurat

24
7) Ruang Farmasi
8) Ruang Laboratorium
9) Ruang DOTS (TB paru dan Kusta)
10) Ruang Konsultasi Sanitasi
11) Ruang Konsultasi Berhenti Merokok
12) Ruang Kesehatan Remaja

B. Tugas Dan Jabatan Peserta Diklat


Peserta Diklat bertugas di Laboratorium Klinis, sebagai pranata
laboratorium kesehatan terampil. Tugas Pokok dan fungsi antara
lain :
1. Melakukan pemeriksaan secara aglutinasi ( widal,
VDRL(Venereal Disease Research Laboratory), Golongan
darah, dll )
2. Melakukan pemeriksaan secara EIA (Electronic Industries
Alliance)/ setara
3. Melakukan validasi hasil dan membuat laporan hasil
pemeriksaan ( jumlah macam pemeriksaan )
4. Memelihara peralatan dan fungsi alat laboratorium
5. Melakukan pemeriksaan dengan metode cepat (reduksi, tes
kehamilan, pH, dll )
6. Melakukan pemeriksaan dengan alat penghitung sel darah
otomatis
7. Membuat dan mewarnai sediaan ( BTA(Bakteri Tahan Asam),
Diff count, urin, tinja )
8. Melakukan penanganan dan pengolahan spesimen / sampel
( sentrifuge, menyaring, mengawetkan, menyimpan pada suhu
tertentu )
9. Melakukan pemeriksaan secara mikropi / organoleptik ( makro
urin, tinja, dll )
10. Mempersiapkan peralatan, bahan penunjang dan sampling
( jumlah sampel )

25
C. Role Model

Gambar 3.2
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH


dipilih sebagai role model karena beliau mampu membawa perubahan
yang cukup signifikan dalam bidang kesehatan di Kota Semarang.
Beliau memiliki jiwa kepemimpinan (Akuntabilitas) yang luar biasa dan
karakter pribadinya yang patut diteladani.
Berbagai inovasi dilakukan dalam perkembangan kinerja Dinas
Kesehatan Kota Semarang (Komitmen Mutu) seperti dengan program
pemerintah ODF (Open Defecation Free) menambah ruang lingkup
pelayanan laboratorium kesehatan yaitu pelayanan laboratorium klinis
yang dimulai tahun 2017. Beliau juga dikenal sebagai pemimpin yang
disiplin dan secara tegas akan menegur dan memotivasi semua
pegawai yang kinerjanya dinilai kurang memenuhi target (Etika
Publik).

Beliau juga sangat berkomitmen untuk meningkatkan


pelayanan publik guna memuaskan masyarakat, hal ini ditunjukkan
dengan penambahan sarana dan prasarana (komitmen mutu) yang
dinilai sangat bermanfaat. Penulis berharap dapat mencontoh teladan
yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang tersebut
dan menerapkan hal-hal yang beliau lakukan sesuai dengan kapasitas
dan peranan di lingkungan kerja Penulis, yaitu Puskesmas
Pudakpayung

26
BAB III
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang


Identifikasi Isu : 1. Kurang optimalnya pelayanan laboratorium pada tahap pra analitik dan pasca
analitik di Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang
2. Kurang lengkapnya parameter pemeriksaan laboratorium di Puskesmas
Pudakpayung Kota Semarang.
Isu Yang Diangkat : Kurang optimalnya pelayanan laboratorium pada tahap pra analitik dan pasca analitik
di Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang.
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi pelayanan laboratorium pada tahap pra analitik dan pasca analitik di
Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang.

27
A. DAFTAR LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI DAN KETERKAITAN DENGAN ANEKA

Tabel 3.1 Daftar Laporan Kegiatan Aktualisasi

Kontribusi
Output/Hasil Penguatan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Keterkaitan Dengan terhadap
Kegiatan Nilai-Nilai
ANEKA Visi Misi
Organisasi
Organisasi
1. Melakukan 1. Melakukan Nasionalisme Kegiatan penulisan Dengan
penulisan konsultasi Realisasi Diskusi (Sila ke-4) no.RM dan dilakukannya
no.RM ( rekam kepada atasan penulisan no.RM no.register penulisan
medis ) dan dengan sopan dan no.register Etika Publik laboratorium, no.RM dan
no.register lab dan santun labora-torium Sopan dan santun mendukung misi no.reg lab pada
pada blanko pada blanko Puskesmas blanko
permintaan dan 2. Melakukan permintaan dan Komitmen Mutu Pudakpayung yaitu permintaan
hasil kolaborasi dan hasil pemeriksaan Efektif dan efisien meningkatkan laboratorium
pemeriksaan koordinasi laboratorium pelayanan maka nilai
laboratorium mengenai 1. Mendapatkan kesehatan yang profesional,
kepatuhan persetujuan Akuntabilitas berkualitas karena dan yakin
(inovasi) penulisan no.RM dari atasa Kejelasan no.RM dan dapat
pada unit lain no.register diperkuat.
2. Terlaksananya laboratorium
3. Merancang koordinasi sebagia identitas
penulisan mengenai dari pasien.
no.register kepatuhan
laboratorium penulisan
dengan no.RM pada
koordinator blanko
laboratorium pemeriksaan
pada buku laboratorium
28
Kontribusi
Output/Hasil Penguatan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Keterkaitan Dengan terhadap
Kegiatan Nilai-Nilai
ANEKA Visi Misi
Organisasi
Organisasi
penerimaan
pasien dengan 3. Terlaksananya
jelas penulisan
no.register
laboratorium
pada buku
penerimaan
pasien.
2. Penulisan 1. Melakukan Nasionalisme Mendukung misi Dengan
informed consent diskusi dengan Realisasi Diskusi (Sila ke-4) Puskesmas dilakukannya
(lembar sopan dan penulisan Pudakpayung penulisan
santun kepada informed consent Etika Publik yaitu : informed
persetujuan
atasan dan pada pasien Sopan dan santun Meningkatkan consent maka
tindakan medis) koordinator sebelum dilakukan pelayanan menguatkan
sebelum tindakan medis kesehatan yang nilai organisasi
Anti korupsi
dilakukan 2. Penulisan berkualitas karena profesional,
informed 1. Mendapatkan Disiplin penulisan informed amanah dan
tindakan medis
consent persetujuan consent dapat yakin
(tugas pokok dilakukan terkait kegiatan meningkatkan (merupaan nilai
fungsi) terhadap pasien yang akan Akuntabilitas pelayanan - nilai
dengan disiplin dilakukan Konsistensi laboratorium pada Puskesmas
tahap pra analitik Pudakpayung)
3. Meletakkan dan 2. Terlaksananya .
menyimpan penulisan
lembar informed informed
consent di consent
berkas/
dokumen 3. Informed
29
Kontribusi
Output/Hasil Penguatan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Keterkaitan Dengan terhadap
Kegiatan Nilai-Nilai
ANEKA Visi Misi
Organisasi
Organisasi
laboratorium consent
secara tersimpan
konsisten. dengan rapi
pada berkas
laboratorium.
3. Menyelenggarak 1. Melakukan Pranata Nasionalisme Kegiatan ini Dengan
an diskusi bimbingan dan laboratorium lebih Konsultasi dan mendukung misi dilakukannya
kepada sesama konsultasi patuh dalam bimbingan (sila ke-4) Puskesmas edukasi kepada
kepada atasan menggunakan Pudakpayung petugas lab
pranata
dan koordinator APD saat bekerja yaitu : mengenai
laboratorium dengan sopan 1. Mendapatkan Etika Publik “Meningkatkan penggunaan
mengenai dan santun persetujuan Sopan dan santun pelayanan APD sehingga
kepatuhan dari atasan kesehatan yang kegaiatan ini
penggunaan 2. Melaksanakan dan Akuntabilitas berkualitas” dan dapat
APD (Alat diskusi tentang koordinator Konsistensi “Meningkatkan memperkuat
Pelindung Diri) kepatuhan pengetahuan, nilai
penggunaan 2. Terlaksananya Komitmen Mutu kemauan dan profesional
(inovasi) APD sebaga diskusi Inovatif kemampuan agar Di Puskesmas
bentuk mengenai hidup sehat” Pudakpayung.
kedisiplinan penggunaan Anti korupsi karena dengan
pada pranata APD Disiplin menggunakan APD
laboratoriun dapat
3. Terbentuknya meningkatkan
3. Membuat form form audit pelayanan dan
audit kepatuhan kepatuhan kesehatan petugas
penggunaan mengenai maupun
APD pada penggunaan masyarakat.
pranata APD
30
Kontribusi
Output/Hasil Penguatan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Keterkaitan Dengan terhadap
Kegiatan Nilai-Nilai
ANEKA Visi Misi
Organisasi
Organisasi
laboratorium
secara
konsisten dan
inovatif.

4. Membuat media 1. Berdiskusi 1. Mendapatkan Nasionalisme Mendukung salah Salah satu nilai
informasi dengan kepada persetujuan Diskusi (sila ke-4) satu misi Puskesmas
mengenai alur puskesmas dan terkait kegiatan Puskesmas Pudakpayung
pemeriksaan tim sarana yang akan Etika Publik Pudakpayung yaitu
laboratorium prasarana dilakukan Sopan dan santun yaitu : profesional
dengan sopan Meningkatkan dan unggul
(inovasi) dan santun 2. Terbentuknya Komitmen Mutu pengetahuan, dalam
desain alur Kreatif kemauan dan memberikan
2. Merancang pemeriksaan kemampuan agar pelayanan
desain alur laboratorium Akuntabilitas hidup sehat dapat diperkuat
pemerisaan yang jelas Kejelasan karena yang dengan
laboratorium disediakan memuat terlaksananya
dengan penuh Anti Korupsi pen getahuan kegiatan ini.
tanggungjawab 3. Tercetaknya alur Tanggungjawab tentang alur
dan kreativitas pemeriksaan pemeriksaan
laboratorium labnoratorium.
3. Pencetakan alur
pemeriksaan 4. Terlaksananya
laboratorium pemasangan
alur
4. Pemasangan pemeriksaan

31
Kontribusi
Output/Hasil Penguatan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Keterkaitan Dengan terhadap
Kegiatan Nilai-Nilai
ANEKA Visi Misi
Organisasi
Organisasi
alur pemeriksaan laboratorium
laboratorium di di depan
depan laboratorium
laboratorium

5. Pembuatan 1. Melakukan 1. Mendapatkan Nasionalisme Mendukung salah Dengan


blanko hasil bimbingan dan persetujuan Konsultasi (sila ke-4) satu misi melakukan
pemeriksaan konsultasi terkait kegiatan Puskesmas yaitu : pembuatan
laboratorium kepada atasan yang akan Etika Publik Meningkatkan blanko hasil
dengan dengan sopan dilakukan Sopan, Santun, pelayanan laboratorium
komputerisasi dan santun Cermat dan teliti kesehatan yang secara
2. Terbentuknya berkualitas dalam komputerisasi
( Inovasi ) 2. Membuat desain desain blanko hal ini pembuatan mewujudkan
blanko hasil hasil Akuntabilitas blanko hasil salah satu nilai
pemeriksaan pemeriksaan Konsisten laboratorium Puskesmas
laboratorium laboratorium secara Pudakpayung
yang tersimpan pada komputer Komitmen Mutu komputerisasi yaitu
di komputer Perbaikan kelanjutan dapat memperbaiki profesional
dengan cermat 3. Terbentuknya pelayanan menjadi dan unggul
dan teliti blanko hasil kebih baik dan dalam
pemeriksaan efektif. memberikan
3. Mencetak blanko laboratorium pelayanan
hasil pemerik- dengan
saan labora- komputerisasi
torium dengan yang kemudian
komputerisasi. diserahkan
pada pasien

32
B. JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI

Setelah dilakukan pemecahan isu menjadi kegiatan dan menyusun tahapan kegiatan, maka diperlukan jadwal kegiatan dalam rangka
pelaksanaan aktualisasi dan habituasi, sehingga kegiatan aktualisasi dan habituasi dapat berjalan dengan baik dan maksimal, adapun
jadwal kegiatan yang telah disusun tercantum dalam tabel 3.2

Tabel 3.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

April Mei Rencana Bukti Kegiatan


No Kegiatan
III IV I II III
Melakukan penulisan no.RM(rekam medis) dan
no.register laboratorium pada blanko permintaan
1 Foto kegiatan, blanko permintaan dan hasil
dan hasil pemeriksaan laboratorium

Melakukan pengisian informed consent sebelum


2 dilakukan tindakan medis Foto kegiatan, informed consent

Menyelenggarakan diskusi kepada sesama pranata


3. laboratorium mengenai kepatuhan penggunaan APD Foto kegiatan, form audit kepatuhan
(Alat Pelindung Diri)

Membuat media informasi mengenai alur Foto kegiatan, foto alur pemeriksaan
4. pemeriksaan laboratorium Laboratorium
Pembuatan blanko hasil pemeriksaan laboratorium
5. dengan komputerisasi. Foto kegiatan , blanko hasil

33
C.ANTI SIPASI DAN STRATEGI MENGHADAPI KENDALA

Tabel 3.3 Anti sipasi dan strategi menghadapi kendala

No Kegiatan Kendala yang Mungkin Terjadi Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

Melakukan penulisan no.RM(rekam Kesulitan dalam pengawasan pada


medis) dan no.register laboratorium poli umum dan poli KIA-KB dalam
Mengingatkan pentingnya menulis no.RM sebagai data identitas
1 pada blanko permintaan dan hasil penulisan no.RM
pasien
pemeriksaan laboratorium

Melakukan pengisian informed consent Kehabisan lembar informed


Pengecekan berkala dan mencetak lembar informed consent lebih
2 sebelum dilakukan tindakan medis consent sehingga memperlambat
banyak
tindakan medis
Menyelenggarakan diskusi kepada
sesama pranata laboratorium mengenai Sulit melakukan pengawasan
kepatuhan penggunaan APD (Alat Mengingatkan pranata laboratorium agar selalu memakai APD
3. terhadap petugas laboratorium
untuk keselamatan diri sendiri
Pelindung Diri) dalam penggunaan APD

Membuat media informasi mengenai alur Sedikitnya waktu untuk membuat Memperbaiki manajemen waktu untuk dapat membuat alur
4. pemeriksaan laboratorium alur pemeriksaan laboratorium pemeiksaan laboratorium disaat lepas dinas atau saat ada waktu
tersebut. luang.
Pembuatan blanko hasil pemeriksaan Kehabisan kertas dan printer error
5. laboratorium dengan komputerisasi. sehingga memperlambat dalam Pengecekan berkala pada stok kertas dan kondisi printer
penyerahan hasil laboratorium

34
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI – HABITUASI

Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA mulai dilaksanakan


tanggal 12 April 2019 sampai dengan tanggal 20 Mei 2019. Sesuai
dengan rancangan kegiatan yang disusun dalam Rancangan Aktualisasi
(RA), terdapat 5 (lima) kegiatan yang terdiri dari 4 kegiatan yang
bersumber dari inovasi yaitu melakukan penulisan no.RM ( rekam medis )
dan no.register lab pada blanko permintaan dan hasil pemeriksaan
laboratorium, menyelenggarakan diskusi kepada sesama petugas
laboratorium mengenai kepatuhan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri),
membuat media informasi mengenai alur pemeriksaan laboratorium,
pembuatan blanko hasil pemeriksaan laboratorium dengan komputerisasi.
1 ( satu ) kegiatan lainnya yang bersumber dari tugas pokok fungsi adalah
penulisan informed consent (lembar persetujuan tindakan medis) sebelum
dilakukan tindakan medis
Selama periode aktualisasi (off campus) seluruh kegiatan yang
direncanakan telah terlaksana secara keseluruhan di Puskesmas
Pudakpayung Kota Semarang. Selama pelaksanaan aktualisasi, penulis
juga menerapkan hasil pembelajaran mata diklat yang diterima selama
perkuliahan (on campus) berupa nilai-nilai ANEKA, Pelayanan Publik,
Manajemen ASN dan WoG.

35
A. PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR ANEKA
Hasil kegiatan dan tahapan-tahapan kegiatan yang telah
dilakukan, manfaat kegiatan, penguatan nilai-nilai organisasi
dijabarkan sebagai berikut:

1. KEGIATAN 1
Melakukan penulisan no.RM (rekam medis) dan no.register
laboratorium pada blanko permintaan dan hasil pemeriksaan
laboratorium

Tabel 4.1 Kegiatan 1


Kegiatan 1

Sumber Kegiatan Inovasi


Tanggal 15 April 2019 – 20 Mei 2019

Poli Umum, Poli Gigi, KIA, MTBS, Laboratorium


Lokasi / Tempat
Puskesmas Pudakpayung

A. Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

Tahapan Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :


1. Melakukan konsultasi kepada atasan
2. Melakukan kolaborasi dan koordinasi mengenai kepatuhan
penulisan no.RM pada unit lain
3. Merancang penulisan no.register laboratorium dengan koordinator
laboratorium

B. Nilai-Nilai Aneka

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu berupa :

1. Nasionalisme
Melakukan konsultasi dengan atasan mengenai penulisan no.rekam
medis dan merancang no.register laboratorium telah menerapkan nilai
musyawarah untuk mencapai mufakat yang tercermin dalam
Pancasila sila ke-4, butir ke-2, dan ke-3.

2. Etika Publik
Nilai sopan santun diterapkan dalam koordinasi serta diskusi kepada
atasan dan unit lain mengenai penulisan no.rekam medis pada blanko

36
permintaan laboratorium.

3. Komitmen Mutu
Dengan terbentuknya no.rekam medis dan no.register laboratorium
pada blanko pemeriksaan dan hasil laboratorium menjadikan lebih
efektif dan efisien dalam penulisan identitas pasien.

4. Akuntabilitas
Penulisan no.register laboratorium sebagai penentu urutan data
pasien yang dituliskan secara jelas sehingga penulisan pada
balnko dan hasil pemerksaan dapat dilakukan secara konsisten.

C. Kontribusi/ Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

Dengan melakukan penulisan no.RM ( rekam medis ) dan no.register


laboratorium pada blanko permintaan dan hasil pemeriksaan
laboratorium dapat tercapai, yaitu :
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas

D. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Kegiatan ini mendukung nilai organisasi yaitu :

Profesional, melakukan penulisan no.rekam medis dan no. Register


laboratorium dengan penuh tanggung jawab

Yakin, dalam menyusun dan menuliskan no.rekam medis serta


no.register laboratorium harus penuh keyakinan dan bersungguh –
sungguh

E. Kendala yang Timbul dan Strategi Mengatasi Kendala

1. Kendala/ Hambatan
Kesulitan dalam pengawasan pada poli umum/Gigi/KIA/MTBS
dalam penulisan no.RM pada blanko pemeriksaan laboratorium

2. Strategi Mengatasi Kendala


Mengingatkan pada unit lain pentingnya menulis no.RM sebagai
data identitas pasien

F. Dukungan Bukti-Bukti Capaian Aktualisasi


LAMPIRAN 1

37
2. KEGIATAN 2
Penulisan informed consent (lembar persetujuan tindakan
medis) sebelum dilakukan tindakan medis

Tabel 4.2 Kegiatan 2


Kegiatan 2

Sumber Kegiatan Tugas pokok fungsi


Tanggal 15 April 2019 – 20 Mei 2019

Lokasi / Tempat Laboratorium Puskesmas Pudakpayung

A. Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

Tahapan Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :


1. Melakukan diskusi kepada atasan
2. Penulisan informed consent dilakukan terhadap pasien dengan
disiplin
3. Meletakkan dan menyimpan lembar informed consent di berkas/
dokumen laboratorium

B. Nilai-Nilai Aneka

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu berupa :


1. Nasionalisme
Melakukan diskusi dengan atasan mengenai penulisan informed
consent (lembar persetujuan tindakan medis) sebelum dilakukan
tindakan medis telah menerapkan nilai musyawarah untuk mencapai
mufakat yang tercermin dalam Pancasila sila ke-4, butir ke-2,
dan ke-3.

2. Etika Publik
Nilai sopan santun diterapkan dalam diskusi kepada atasan mengenai
penulisan informed consent.

3. Anti Korupsi
Disiplin dalam penulisan informed consent sebelum dilakukan
tindakan medis dengan teratur dan tidak ada yang terlewatkan.

4. Akuntabilitas
Pranata laboratorium diharapkan selalu konsisten dalam
melakukan penulisan informed consent sebagai wujud dari
integritas umtuk melaksanakan kegiatan ini.

38
C. Kontribusi/ Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

Dengan melakukan penulisan informed consent sebelum dilakukan


tindakan medis mendukung misi, yaitu :
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas
D.Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Kegiatan ini mendukung nilai organisasi yaitu :

Profesional, melakukan penulisan informed consent sebelum


dilakukan tindakan medis dengan penuh tanggung jawab

Amanah, Pranata laboratorium dengan pasien diharapkan saling


percaya satu sama lain saat penulisan lembar persetujuan tindakan
medis

Yakin, dalam melakukan penulisan informed consent sebelum


dilakukan tindakan medis keyakinan dan bersungguh – sungguh

E. Kendala yang Timbul dan Strategi Mengatasi Kendala

1. Kendala/ Hambatan
Kehabisan lembar informed consent sehingga memperlambat tindakan
medis
2. Strategi Mengatasi Kendala
Pengecekan berkala dan mencetak lembar informed consent lebih
banyak

F. Dukungan Bukti-Bukti Capaian Aktualisasi

LAMPIRAN 2

39
3. KEGIATAN 3
Menyelenggarakan diskusi kepada sesama pranata
laboratorium mengenai kepatuhan penggunaan APD
(Alat Pelindung Diri)

Tabel 4.3 Kegiatan 3


Kegiatan 3

Sumber Kegiatan Inovasi


Tanggal 18 April 2019 – 11 Mei 2019

Lokasi / Tempat Laboratorium Puskesmas Pudakpayung

A. Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

Tahapan Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :


1. Melakukan bimbingan dan konsultasi kepada atasan
2. Melaksanakan diskusi tentang pengguanaan APD pada
pranata laboratoriun
3. Membuat form audit kepatuhan penggunaan APD pada pranata
laboratorium

B. Nilai-Nilai Aneka

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu berupa :


1. Nasionalisme
Melakukan bimbingan dengan atasan mengenai kepatuhan
penggunaan APD telah menerapkan nilai musyawarah untuk
mencapai mufakat yang tercermin dalam Pancasila sila ke-4, butir
ke-2, dan ke-3.

2. Etika Publik
Diskusi mengenai kepatuhan penggunaan APD menerapkan nilai
kebersamaan dan rasa empati dalam upaya mencegah terjadinya
kecelakaan kerja dan terkena sampel infeksius.

3. Anti Korupsi
Disiplin dalam penggunaan APD saat bekerja di laboratorium yang
bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan
melindungi dari spesimen infeksius.

40
4. Akuntabilitas
Pranata laboratorium diharapkan selalu konsisten dalam
menggunakan APD pada saat bekerja.

5. Komitmen Mutu
Berpikir inovatif dalam mengoptimalkan kegiatan ini dengan
membuat form audit kepatuhan penggunaan APD
C. Kontribusi/ Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

Dengan Menyelenggarakan diskusi kepada sesama pranata laboratorium


mengenai kepatuhan penggunaan APD mendukung misi, yaitu :

“Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas”


“Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan agar hidup
sehat”
D.Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Kegiatan ini mendukung nilai organisasi yaitu :

Profesional, bertanggung jawab serta berkomitmen tinggi saat


bekerja terutama dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi
pranata laboratorium

E. Kendala yang Timbul dan Strategi Mengatasi Kendala

1. Kendala/ Hambatan
Sulit melakukan pengawasan terhadap petugas laboratorium dalam
penggunaan APD

2. Strategi Mengatasi Kendala


Mengingatkan petugas laboratorium agar selalu memakai APD
untuk keselamatan diri sendiri dan mencatat pada form audit
kepatuhan

F. Dukungan Bukti-Bukti Capaian Aktualisasi

LAMPIRAN 3

41
4. KEGIATAN 4
Membuat media informasi mengenai alur pemeriksaan
laboratorium

Tabel 4.4 Kegiatan 4


Kegiatan 4

Sumber Kegiatan Inovasi


Tanggal 2 Mei 2019 – 11 Mei 2019

Lokasi / Tempat Laboratorium Puskesmas Pudakpayung

A. Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

Tahapan Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :


1. Berdiskusi dengan kepada puskesmas dan tim sarana prasarana
2. Merancang desain alur pemerisaan laboratorium
3. Pencetakan alur pemeriksaan laboratorium
4. Pemasangan alur pemeriksaan laboratorium di depan laboratorium

B. Nilai-Nilai Aneka

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu berupa :


1. Nasionalisme
Melakukan diskusi dengan atasan mengenai pembuatan media
informasi mengenai alur pemeriksaan laboratorium telah
menerapkan nilai musyawarah untuk mencapai mufakat yang
tercermin dalam Pancasila sila ke-4, butir ke-2, dan ke-3.

2. Etika Publik
Nilai sopan santun diterapkan pada saat diskusi kepada atasan
mengenai pembuatan alur pembuatan laboratorium.

3. Komitmen Mutu
Berpikir inovatif dalam pembuatan alur pemeriksaan laboratorium
secara jelas dan kreatif sebagai media informasi kepada pasien

4. Akuntabilitas
Pranata laboratorium diharapkan selalu konsisten dalam
menggunakan APD pada saat bekerja.

5. Anti Korupsi
Bertanggung jawab dalam pembuatan alur pemeriksaan

42
laboratorium secara benar agar pelayanan laboratorium
terlaksana secara optimal dan pasien mendapatkan informasi
dengan jelas.

C. Kontribusi/ Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

Dengan membuat media informasi mengenai alur pemeriksaan


laboratorium mendukung misi, yaitu :

“Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan agar hidup


sehat”
D.Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Kegiatan ini mendukung nilai organisasi yaitu :

Profesional, bertanggung jawab serta berkomitmen tinggi saat


bekerja terutama dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi
pranata laboratorium.

Unggul, meningkatkan pelayanan laboratorium Puskesmas


Pudakpayung menjadi lebih baik dan optimal.

E. Kendala yang Timbul dan Strategi Mengatasi Kendala

1. Kendala/ Hambatan
Sedikitnya waktu untuk membuat alur pemeriksaan laboratorium
tersebut.

2. Strategi Mengatasi Kendala


Memperbaiki manajemen waktu untuk dapat membuat alur
pemeiksaan laboratorium disaat lepas dinas atau saat ada
waktu luang.

F. Dukungan Bukti-Bukti Capaian Aktualisasi

LAMPIRAN 4

43
5. KEGIATAN 5
Pembuatan blanko hasil pemeriksaan laboratorium dengan
komputerisasi

Tabel 4.5 Kegiatan 5


Kegiatan 5

Sumber Kegiatan Inovasi


Tanggal 22 April 2019 – 4 Mei 2019

Lokasi / Tempat Laboratorium Puskesmas Pudakpayung

A. Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

Tahapan Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :


1. Melakukan bimbingan dan konsultasi kepada atasan
2. Membuat desain blanko hasil pemeriksaan laboratorium
3. Mencetak blanko hasil pemeriksaan laboratorium dengan
komputerisasi.

B. Nilai-Nilai Aneka

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu berupa :


1. Nasionalisme
Melakukan bimbingan dengan atasan mengenai kepatuhan
penggunaan APD telah menerapkan nilai musyawarah untuk
mencapai mufakat yang tercermin dalam Pancasila sila ke-4, butir
ke-2, dan ke-3.

2. Etika Publik
Menerapkan sikap cermat dan teliti saat pembuatan blanko hasil
pemeriksaan laboratorium sehingga pasien dan dokter mendapatkan
hasil dengan benar.

3. Komitmen Mutu
Pembuatan blano hasil laboratorium mewujudkan nilai perbaikan
berkelanjutan agar pelayanan pada tahap pasca analitik lebih
masimal.

4. Akuntabilitas
Pembuatan blanko hasil pemeriksaan laboratorium dilaksanakan
secara konsisten untuk mengurangi kesalahan pembacaan hasil
pemeriksaan.

44
C. Kontribusi/ Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

Dengan membuat media informasi mengenai alur pemeriksaan


laboratorium mendukung misi, yaitu :

“Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas”


“Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan agar hidup
sehat”
D.Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Kegiatan ini mendukung nilai organisasi yaitu :

Profesional, bertanggung jawab serta berkomitmen tinggi saat


bekerja terutama dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi
pranata laboratorium

E. Kendala yang Timbul dan Strategi Mengatasi Kendala

1. Kendala/ Hambatan
Kehabisan kertas dan printer error sehingga memperlambat dalam
penyerahan hasil laboratorium

2. Strategi Mengatasi Kendala


Pengecekan berkala pada stok kertas dan kondisi printer

F. Dukungan Bukti- Bukti Capaian Aktualisasi

LAMPIRAN 5

45
B. MATRIKS REKAPITULASI DAN HABITUASI ANEKA
Proporsi rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi nilai-nilai dasar profesi ASN ANEKA ditampilkan dalam tabel 4.6

Tabel 4.6 Rekapitulasi dan Habituasi ANEKA


Capaian nilai-nilai dasar ANEKA

NO KEGIATAN Komitmen Anti Jumlah


Akuntabilitas Nasionalisme Etika Publik
Mutu Korupsi

Melakukan penulisan no.RM


( rekam medis ) dan Sopan dan Efektif dan
1 Kejelasan Sila ke -4 - 4
no.register lab pada blanko santun efisien
(musyawarah)
permintaan dan hasil
pemeriksaan laboratorium
Penulisan informed consent
2 (lembar persetujuan tindakan Konsisten Sila ke -4 Sopan dan - Disiplin 4
medis) sebelum dilakukan (musyawarah) santun
tindakan medis
Menyelenggarakan diskusi
kepada sesama petugas Sila ke -4
3 Konsisten Kebersamaan Inovatif Disiplin 5
laboratorium mengenai (musyawarah)
dan Empati
kepatuhan penggunaan APD
(Alat Pelindung Diri)

46
Capaian nilai-nilai dasar ANEKA

NO KEGIATAN Komitmen Anti Jumlah


Akuntabilitas Nasionalisme Etika Publik
Mutu Korupsi

Membuat media informasi Sopan dan Tanggung


4 Sila ke -4 Kreatif 5
mengenai alur pemeriksaan Kejelasan
(musyawarah) santun jawab
laboratorium

Pembuatan blanko hasil Cermat dan Perbaikan


5 Konsisten Sila ke -4 - 4
pemeriksaan laboratorium
(musyawarah) teliti kelanjutan
dengan komputerisasi

Jumlah 5 5 5 4 3 22

Presentase 23% 23% 23% 18% 13% 100%

47
Proporsi penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan kegiatan
adalah sebagai berikut :
a. Akuntabilitas sebesar 23%, nilai dasar Akuntabilitas diterapkan pada
5 kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai akuntabilitas yang paling
banyak digunakan adalah konsisten. Memalui penerapan nilai
akuntabilitas harapannya dapat dihabituasikan dan dilakukan terus
menerus dalam pekerjaan khususnya pada pelayanan laboratorium.
b. Nasionalisme sebesar 23%, nilai dasar Nasionalisme diterapkan pada
semua kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai nasionalisme yang
paling banyak diterapkan adalah musyawarah karena setiap kegiatan
diawali dengan musyawarah untuk mengambil keputusan atau
penyelesaian pada kegiatan tersebut.
c. Etika Publik sebesar 23%, indikator yang paling banyak terdapat
dalam nilai Etika Publik yang diaplikasikan dalam kegiatan yaitu sikap
sopan dan santun karena dalam melaksanakan seluruh kegiatan
selalu melibatkan atasan atau rekan kerja lain untuk membantu dalam
penyelesaian kegiatan aktualisasi sehingga sikap sopan dan santun
perlu diterapkan pada semua kegiatan.
d. Komitmen Mutu sebesar 18%, nilai dasar Komitmen Mutu diterapkan
sebagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan laboratorium dengan
mengedepankan kreatif serta inovatif..
e. Anti Korupsi sebesar 13%, nilai dasar Anti Korpusi yang diterapkan
adalah disiplin dan tanggungjawab, karena sebagai pranata
laboratorium kesehatan yang bertanggung jawab terhadap tugas dan
pekerjaan masing – masing serta memiliki kedisiplinan sehingga
pemeriksaan laboratorium pasien berjalan dengan baik dan terhindar
dari berbagai kendala.

48
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di Puskesmas
Pudakpayung Kota Semarang dengan menerapkan nilai-nilai dasar
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
Anti Korupsi). Kegiatan Aktualisasi menghasilkan lima (5) kegiatan.
Seluruh kegiatan dilakukan mulai tanggal 12 April 2019 sampai
dengan 20 Mei 2019. Kegiatan aktualisasi ini mampu meningkatkan
kinerja peserta latsar cpns dalam menjalankan tugas dan fungsinya
di instansi unit kerja, dan seluruh kegiatan dapat mendukung visi
dan misi instansi unit kerja. Kelima kegiatan aktualisasi dan
habituasi yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Melakukan penulisan no.RM ( rekam medis ) dan no.register


lab pada blanko permintaan dan hasil pemeriksaan
laboratorium

2. Penulisan informed consent (lembar persetujuan tindakan


medis) sebelum dilakukan tindakan medis

3. Menyelenggarakan diskusi kepada sesama petugas


laboratorium mengenai kepatuhan penggunaan APD (Alat
Pelindung Diri)

4. Membuat media informasi mengenai alur pemeriksaan


laboratorium

5. Pembuatan blanko hasil pemeriksaan laboratorium dengan


komputerisasi

Nilai mata pelatihan ANEKA dapat diintegrasikan di setiap


kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pemecahan isu.
Kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan yang dapat

49
membantu dalam mencapai visi dan misi Puskesmas
Pudakpayung Kota Semarang serta dapat memperkuat nilai-
nilai organisasi.

B. REKOMENDASI
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang
dilandasi semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar ANEKA
terbukti memberikan dampak positif, baik untuk pribadi maupun
institusi yaitu Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang. Berikut
rekomendasi agar implementasi nilai-nilai ANEKA dapat dilakukan
secara berkelanjutan.
1. Untuk Peserta Latsar
Mengaktualisasi dan menghabituasi seluruh nilai-nilai dasar
ANEKA pada setiap aktivitas kerja sebagai upaya mewujudkan
pribadi PNS yang professional dan berkarakter.

2. Untuk Rekan Sejawat


Hendaknya nilai dasar ANEKA yang diterapkan oleh peserta
latsar dapat memberikan teladan yang baik tidak bagi semua
rekan sejawat yang ada di unit kerja untuk ikut serta
mengaplikasikan nilai dasar ANEKA dalam melakukan tugas
dan tanggung jawabnya.

3. Untuk Institusi
Hendaknya nilai dasar ANEKA diterapkan tidak hanya oleh
seluruh PNS yang ada di unit kerja, tetapi juga sebagai
landasan berorganisasi dan tata kelola unit kerja, agar visi misi
dan tujuan Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang dapat
tercapai dengan lebih baik.

50
C. RENCANA AKSI

Tabel 5.1 Rencana Aksi

Kontribusi Hasil
Kegiatan yang Akan Terhadap Visi, Misi, Nilai
No Nilai-nilai Dasar
Dilanjutkan Organisasi
ANEKA

Penulisan no.RM dan


no.register laboratorium
Melakukan penulisan
berperan penting dalam
no.RM (rekam medis)
1. Akuntabilitas memudahkan pencarian
dan no.register
berkas atau dokumen
laboratorium pada blanko 2. Nasionalisme
1 3. Etika Publik pemeriksaan laborato-rium
permintaan dan hasil
4. Komitmen apabila pasien datang
pemeriksaan
mutu kembali untuk berobat /
laboratorium
pemeriksaan laboratorium
(Inovasi) serta untuk kesinambung-
an informasi.

Penulisan pada lembar

Penulisan informed informed consent

consent (lembar merupakan sarana bagi


1. Akuntabilitas petugas kesehatan untuk
persetuju-an tindakan
2 2. Nasionalisme mendapatkan pembenar-
medis) sebelum
3. Etika Publik an atau pengesahan atas
dilakukan tindakan medis
4. Anti Korupsi tindakan medis yang
(Tugas pokok fungsi) dialakukan terhadap
pasien.

Menyelenggarakan 1. Anti Korupsi Pelaksanaan diskusi

3 diskusi kepada sesama 2. Nasionalisme diharapkan dapat


pranata laboratorium 3. Etika Publik meningkatkan kepatuhan
mengenai kepatuhan 4. Komitmen pranata laboratorium

51
Kontribusi Hasil
Kegiatan yang Akan Terhadap Visi, Misi, Nilai
No Nilai-nilai Dasar
Dilanjutkan Organisasi
ANEKA

penggunaan APD (Alat Mutu menggunakan Alat


Pelindung Diri) 5. Anti Korupsi Pelindung Diri (APD)
sebagai upaya mencegah
(inovasi) terjadinya kecelakaan saat
bekerja serta tekena
spesimen infeksius.

Dengan adanya alur


pemeriksaan laboratorium
Membuat media
1. Akuntabilitas yang terpasang dapat
informasi mengenai alur
2. Nasionalisme memudahkan pasien
pemeriksaan
3. Etika Publik dalam mendapatkan
4 laboratorium
4. Komitmen informasi secara lengkap
(Inovasi) Mutu sehingga kegiatan ini

5. Anti Korupsi dapat mendukung


pelayanan laboratorium
Puskesmas Pudakpayung.

Pembuatan blanko hasil


pemeriksaan secara

Pembuatan blanko hasil komputerisasi bertujuan


1. Akuntabilitas untuk menghindari
pemeriksaan
2. Nasionalisme kesalahan dokter dalam
5 laboratorium dengan
3. Etika Publik pembacaan hasil
komputerisasi
4. Komitmen pemeriksaan laboratorium
(Inovasi) Mutu sehingga obat / terapi yang
diberikan pada pasien
akan lebih maksimal .

52
DAFTAR PUSTAKA

Marlina, D. 2010. Analisis Kepatuhan Petugas Terhadap Prosedur Mutu


Laboratorium Sesuai ISO 10725:2005 di Balai Teknik Kesehatan
Lingkungan Palembang Tahun 2010, Tesis, Universitas Indonesia.

Mengko R. 2013. Instrumen Laboratorium Klinik. ITB, Bandung.


RI, Peraturan Menteri Kesehatan. 2013. Cara Penyelenggaraan
Laboratorium Klinik yang Baik, Nomor 43, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang


Aparatur Sipil Negara 2014.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar


Profesi Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan II. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Akuntabilitas. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Nasionalisme. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Etika Publik. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Komitmen Mutu. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Anti Korupsi. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

53
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayanan Publik. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Government. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara.


Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

54
BIODATA PENULIS

A. Identitas Diri
Nama Edwina Hapsari
Jenis Kelamin Perempuan
Tempat, tanggal lahir Semarang, 3 Februari 1995
Kewarganegaraan Indonesia
Status Perkawinan Belum Menikah
Tinggi, berat badan 153 cm, 55 kg
Kesehatan Baik
Agama Islam
Jl.Bledak Kantil IV/38 Rt.04 Rw.06,
Alamat Lengkap Tlogosari Kulon, Pedurungan,
Semarang.
Telepon / HP 085640112272
E-mail Edwina.hapsari@yahoo.com

B. Riwayat Pendidikan
2002 – 2007 SDN Tlogosari Kulon 06 Semarang
2007 – 2010 SMPN 15 Semarang
2010 – 2013 SMAN 2 Semarang
2013 – 2016 Poltekkes Kemenkes Semarang

55
LAMPIRAN

56
LAMPIRAN KEGIATAN 1

Melakukan penulisan no.RM (rekam medis) dan no.register


laboratorium pada blanko permintaan dan hasil pemeriksaan
laboratorium

Konsultasi dengan Kepala Puskesmas Pudakpayung


(dr.Fina Lutfiya) terkait kegiatan pada tanggal 15/04/2019
di Ruang Kepala Puskesmas

Koordinasi dengan dokter Poli Umum (dr.Nirwana) terkait


penulisan no.RM(Rekam Medis) pada blanko pemeriksaan
laboratorium pada tanggal 16/04/2019 di Ruang Poli
Umum
57
Koordinasi dengan dokter Poli Gigi
(dr.Puji) terkait penulisan no.RM
(Rekam Medis) pada blanko
pemeriksaan laboratorium pada
tanggal 20/04/2019 di Ruang Poli Gigi

Koordinasi dengan dokter ruang


KIA(Kesehatan Ibu dan Anak)
(dr.Dina) terkait penulisan
no.RM(Rekam Medis) pada blanko
pemeriksaan laboratorium pada
tanggal 16/04/2019 di Ruang KIA

Merancang penulisan no.register


laboratorium dengan koordinator
laboratorium pada buku penerimaan
pasien.
Tanggal : 17/04/2019
Ruang : Laboratorium

58
Penulisan no.RM dan no.register laboratorium pada buku penerimaan
pasien secara urutan dimulai tanggal 18 April 2019 dan seterusnya.

59
Realisasi penulisan No.RM ( Rekam Medis ) pada blanko pemeriksaan
laboratorium oleh unit lain telah dilakukan.

60
Realisasi penulisan no.register laboratorium pada blanko
hasil pemeriksaan telah dilakukan

61
LAMPIRAN KEGIATAN 2

Penulisan informed consent (lembar persetujuan


tindakan medis) sebelum dilakukan tindakan medis

Konsultasi dengan Kepala Puskesmas Pudakpayung


(dr.Fina Lutfiya) terkait kegiatan pada tanggal
18/04/2019 di Ruang Kepala Puskesmas

Penulisan lembar informed consent sebelum


dilakuan tindakan medis kepada pasien
Tanggal 20/04/2019 di Ruang Laboratorium

62
Lembar depan pada informed consent yang telah terisi dan
ditandatangani pasien dan petugas laboratorium

63
Lembar belakang pada informed consent yang telah terisi dan
ditandatangani pasien dan petugas laboratorium

64
Meletakan dan menyimpan lembar informed consent yang telah terisi
pada dokumen/berkas laboratorium

65
LAMPIRAN KEGIATAN 3

Menyelenggarakan diskusi kepada sesama pranata laboratorium


mengenai kepatuhan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)

Konsultasi dengan Kepala Puskesmas Pudakpayung


(dr.Fina Lutfiya) terkait kegiatan pada tanggal
22/04/2019 di Ruang Kepala Puskesmas

Diskusi dengan sesama pranata laboratorium


mengenai kepatuhan penggunaan APD(Alat
Pelindung Diri) pada tanggal 23/04/2019 di Ruang
laboratorium
66
Membuat form audit kepatuhan penggunaan APD (Hasil
dari diskusi dengan sesama pranata laboratorium) pada
tanggal 23/04/2019 di Ruang Laboratorium

Form audit kepatuhan penggunaan APD yang telah


dilaksanakan dan di audit oleh petugas monitoring

67
Setelah dilakukannya audit kepatuhan penggunaan
APD, sehingga pranata laboratorium saat bekerja
menggunakan APD dengan lengkap (jas lab, masker,
handscoon, alas kaki khusus/sendal lab)

68
LAMPIRAN KEGIATAN 4

Membuat media informasi mengenai alur pemeriksaan laboratorium

Konsultasi dengan Kepala Puskesmas Pudakpayung


(dr.Fina Lutfiya) terkait kegiatan pada tanggal
26/04/2019 di Ruang Kepala Puskesmas

Koordinasi dengan tim sarana – prasarana terkait biaya


pencetakan dan pemasangan alur pemeriksaan
laboratorium pada tanggal 27/04/2019 di Ruang UKM

69
Membuat desain alur pemeriksaan laboratorium pada tanggal
27/04/2019 di Ruang Laboratorium

Desain alur pemeriksaan laboratorium yang telah jadi dan siap untuk
di cetak
70
Nota/kwitansi menceta alur
pemerisaan laboratorium pada tanggal
08/05/2019 di Indoprinting

Pemasangan alur pemeriksaan


di depan laboratorium dibantu petugas
sarana – prasarana pada tanggal
11/05/2019

71
Foto sebelum pemasangan alur
pemeriksaan laboratorium di depan
laboratorium

Foto setelah pemasangan alur


pemeriksaan laboratorium di depan
laboratorium

72
LAMPIRAN KEGIATAN 5

Pembuatan blanko hasil pemeriksaan laboratorium


dengan komputerisasi

Konsultasi dengan Kepala Puskesmas Pudakpayung


(dr.Fina Lutfiya) terkait kegiatan pada tanggal
29/04/2019 di Ruang Kepala Puskesmas

Membuat desain blanko hasil pemeriksaan laboratorium


pada tanggal 30/04/2019 di ruang laboratorium

73
Blanko hasil pemeriksaan yang telah jadi dan siap untuk
di print

Mencetak balnko hasil pemeriksaan


secara komputerisasisebanyak 2
lembar (1 diberikan pasien dan 1
disimpan sebagai arsip laboratorium)

Memberikan blanko hasil


pemeriksaan laboratorium kepada
pasien pada tanggal 1/05/2019 di
ruang laboratorium

74
Blanko hasil pemeriksaan laboratorium lama yang masih di
tulis secara manual/ tangan

75
Blanko hasil pemeriksaan laboratorium lama yang masih di
tulis secara manual/tangan
76
Blanko hasil pemeriksaan laboratorium baru /
secara komputerisasi

77
Blanko hasil pemeriksaan laboratorium baru /
secara komputerisasi

78

Anda mungkin juga menyukai