Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

EVALUASI PEMBELAJARAN MIPA


PENILAIAN PROYEK

KELOMPOK 8

1. Deka Feriana (20177279019)


2. Nopiah (20177279046)

PASCA SARJANA UNIVERSITAS INDRAPRASTA


TAHUN PELAJARAN 2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penilaian merupakan salah satu komponen dalam ketercapaian pendi-dikan.
Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat
ketercapaian kurikulum sehingga sangat penting untuk dilaksanakan di sebuah
lembaga pendidikan. Bahkan penilaian pun sudah terbukti dapat mendorong
perkem-bangan kognitif peserta didik. Kay, dkk (2009) menyatakan bahwa “The
assessment process can support the learning by enhancing, amplifying, and guiding
the cognitive processes of students”. Dalam penilaian ada empat unsur pokok yaitu
objek yang dinilai, kriteria sebagai tolak ukur, data objek yang dinilai, serta
pertimbangan keputusan (judgement). Penilaian dalam Kurikulum 2013 mengacu
pada Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Penilaian yang diharapkan meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan
menggunakan instrumen penilaian tertentu berdasarkan aspek yang akan diukur.
Penilaian dalam proses Pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta-
fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya sebagai bagian dari
program pembelajaran dikelas, oleh karenanya penilaian berfungsi membantu guru
untuk merencanakan kurikulum dan program pembelajaran, maka kegiatan penilaian
membutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap individu atau kelompok peserta
didik serta guru. Guru dapat melakukan penilaian dengan cara mengumpulkan
catatan yang diperoleh melalui pertemuan, observasi, portofolio, proyek, produk,
ujian serta data hasil interview dan survey. Seorang spesialis kurikulum yang
ternama Ralph Tyler menjadi cukup disegani karena menyodorkan konsep penilaian
pada dasawarsa 1930-an (Worthen dan Sanders. 1973). Tahun 1965 tercatat adanya
Undang-undang pendidikan dasar dan menengah yang memerintahkan perlunya
penilaian dan penilaian beberapa tipe program tertentu. Sejak saat itu, penilaian telah
tumbuh menjadi bidang studi tersendiri yang memiliki asosiasi professional. Pada
tahun 1960-an Stufflebeam (1969), memperkenalkan pendekatan lain pada penilaian
yang sekarang ini menjadi karya klasik yang berusaha “Untuk tidak membuktikan
tetapi memperbaiki“ (Stufflebeam,1983:118). Model ini menyarankan adanya empat
tipe penilaian : Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Keempat elemen dalam
model CIPP memberikan pertimbangan informasi yang berhubungan dengan :
Penilaian kebutuhan, kebutuhan rancangan yang menunjukkan isi dan strategi,
petunjuk implemantasi, dan penilaian hasil (Braden, 1992).
Fokus dalam pembahasan dalam karya tulis ini adalah Penilaian Proyek. Proyek
adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas
tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian,
pengevaluasian, hingga penyajian data karena dalam pelaksanaan proyek bersumber
pada primer atau skunder, evaluasi dan hasil kerjasama dengan pihak lain.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah, pada materi ini, yaitu:
1. Apa pengertian penilaian proyek?
2. Bagaimana teknik penilaian proyek?
3. Apa tujuan dari penilaian proyek?
4. Bagaimana contoh dari penilaian proyek?
C. Tujuan
Dilihat dari rumusan masalah yang ada di atas, ada beberapa tujuan, yaitu:
1. Mengetahui pengertian penilaian proyek
2. Mengetahui teknik penilaian proyek
3. Mengetahui tujuan dari penilaian proyek.
4. Mengetahui contoh dari penilaian proyek.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian penilaian proyek


Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan
dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa penyelidikan terhadap sesuatu
yang mencakup perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan
penyajian data (PERMENDIKNAS No. 104 Tahun 2013).

Penilaian proyek dimaksudkan untuk mengetahui: pemahaman siswa dalam


bidang tertentu, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan tertentu melalui
suatu penyelidikan, kemampuan siswa memberi informasi tentang sesuatu yang
menjadi hasil penyelidikannya.

Untuk mengetahui hasil belajar siswa serta mengukur kemampuan siswa, guru
dapat melakukan berbagai macam tehnik penilaian. Salah satunya adalah penilaian
proyek. Proyek merupakan salah satu jenis tugas unjuk kerja. Proyek ini dirancang
untuk unjuk kerja investigasi sehingga jenis penilaian ini dinamakan penilaian
proyek. Menurut rahaju, “penilaian proyek dan investigasi adalah kegiatan penilaian
terhadap tugas yang harus diselesaikan dalam periode / waktu tertentu. Tugas
tersebut berupa suatu investigasi (penyelidikan) sejak dari perencanaan,
pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data”. Sedangkan
menurut Kusrini “penilaian proyek dan investigasi adalah penilaian proyek (masalah)
yang dirancang untuk kerja investigasi (penyelidikan)”.
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang
harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu
investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan
dan penyajian data.
Dalam penilaian proyek ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan menurut
Kusnandar yaitu:
1. Kemampuan pengelolaan

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan


mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
2. Relevansi

Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap


pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
3. Keaslian

Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,


dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan
terhadap proyek peserta didik.

Penilaian hasil karya dalam proyek dilakukan dari proses perencanaan, proses
pengerjaan tugas sampai hasil akhir proyek. Oleh karena itu perlu ditetapkan
hal-halatau aspek yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data,
analisis data dan penyiapan laporan tertulis. Instrumen penilaian proyek dapat
terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan skala
rentang (rating scale). Kegiatan siswa yang termasuk proyek antara lain: penelitian
sederhana tentang air di rumah, perkembangan harga sembako dalam suatu periode
tertentu. Dalam matematika kegiatan siswa Kelas VII yang termasuk proyek antara
lain penelitian sederhana yang terkait dengan pengolahan dan penyajian data,
penelitian sederhana tentang perdagangan barang di pasar terkait dengan aritmetika
sosial.
Sedangkan menurut keputusan menteri (Kepmen) No.53/4/2001 tentang
Pedoman Penyusunan Standart Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan
Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN), penilaian proyek work
mempunyai pengertian:
1. Akumulasi tugas yang mencakup beberapa kompetensi dan harus diselesaikan
oleh peserta diklat (pada semester akhir).
2. Suatu model pembelajaran yang di adopsi untuk mengukur dan menilai
ketercapaian kompetensi secara kumulatif.
3. Merupakan suatu model penilaian diharapkan untuk menuju profesionalisme.
4. Lingkup kegiatan: dilakukan dari membuat proposal, persiapan, pelaksanaan
(proses) sampai dengan kegiatan kulminasi (penyajian, pengujian, dan
pameran).

Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaikan dalam periode tertentu. Tugas yang harus dikerjakan sejak perencanaan,
pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan sampai penyajian produk.
Penilaian proyek menekankan pada proses dan produk yang dihasilkan, atau bisa
juga hanya melihat dari produk yang dihasilkan. Penilaian projek dilakukan dengan
mengamati dan menilai karya proyek siswa menggunakan format penilaian dengan
daftar cek atau skala rentang. Kualitas penilaian projek paling tidak harus
memperhatikan kriteria berikut:
1. Generability: Apakah project work siswa dalam melaksanakan tugas yang
diberikan sudah memadai untuk digeneralisasikan kepada tugas-tugas lain?
2. Authenticity: Apakah tugas yang diberikan sudah serupa dengan yang sering
dihadapinya dalam praktek kehidupan sehari-hari?
3. Multiple foci: Apakah tugas yang diberikan sudah mengukur lebih dari satu
kemampuan yang diinginkan?
4. Teachability: Apakah tugas yang diberikan sudah relevan dengan yang diajarkan
guru di dalam kelas?
5. Fairness: Apakah tugas yang diberikan sudah adil untuk semua peserta didik.
6. Feasibility: Apakah tugas yang diberikan dalam penilaian proyek memang
relevan untuk dapat dilaksanakan mengingat faktor-faktor seperti biaya, ruangan
(tempat), waktu atau pun peralatannya?
7. Scorability: Apakah tugas yang diberikan nanti dapat di skor dengan akurat dan
reliable sehingga hasil yang diperolehnya juga valid.

Proyek merupakan cara yang baik untuk melibatkan siswa dalam situasi
pemecahan masalah. Situasi ini merupakan materi yang berhubungan dengan dunia
nyata dan disiplin ilmu lain. Selain itu proyek yang disisipkan dalam suatu konteks
pemecahan masalah dapat digunakan oleh siswa untuk mengungkap, mempelajari,
memikirkan dan mencapai ide-ide yang mengembangkan pemahaman mereka.
Proyek dapat dilaksanakan pada empat atau lima minggu pertama berlalu sebelum
mendiskusikan manfaat dan peran proyek. Hal ini akan memberikan waktu kepada
siswa untuk merasa senang pada pelajaran sebelum mengerjakan proyek pertama
yang bersifat sederhana, langsung dan membuat siswa bekerja pada masalah rutin.
B. Teknik penilaian proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai
hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu
dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan
laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam
bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian
berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Untuk membantu siswa dalam masalah proyeknya, guru perlu membantu siswa
dengan beberapa petunjuk khusus untuk memformulasikan, meneliti dan
mempresentasikan proyek mereka, yaitu:
1. Meminta siswa menulis deskripsi tentang proyek mereka dengan jelas. Deskripsi
tersebut dapat berupa pertanyaan / permasalahan yang dapat dijawab.
2. Siswa harus menunjukkan keinginannya untuk meneliti proyek tersebut.
3. Siswa harus mencatat semua yang dikerjakan dalam proyek mereka.
4. Siswa harus menuliskan kesimpulan, bukti-bukti atau apapun dari hasil yang
mereka dapatkan.
Langkah-langkah tersebut akan membantu siswa menjadi peneliti obyek yang
sukses dan dapat memberikan dokumen yang penting pada guru yang dapat
digunakan untuk menela’ah penilaian hasil pendidikan dan untuk membangun
proyek berikutnya. Selain itu, dalam merancang penilaian proyek dan investigasi
terdapat beberapa cara yang harus diperhatikan oleh guru.
Menurut Rahaju, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang
penilaian proyek dan investigasi adalah sebagai berikut:
1. Ide proyek berasal dari guru.
2. Pelaksanaan proyek tidak pada awal pembelajaran.
3. Proyek pertama yang diberikan bersifat sederhana.
4. Proyek pertama hendaknya membuat siswa tidak bekerja pada masalah yang
rutin.
5. Masalah yang diberikan menantang berpikir siswa.
6. Proyek yang diberikan sebagai tugas yang harus diselesaikan secara
berkelompok.
Sebelum proses penilaian proyek berlangsung, siswa harus terlebih dahulu
melakukan investigasi (penyelidikan) . Adapun tahap-tahap dalam investigasi, yaitu:
1. Perencanaan
Siswa terlebih dahulu merencanakan topic apa yang akan menjadi proyek
mereka.
2. Pengumpulan Data
Mengumpulkan data-data yang menjadi topic.
3. Pengolahan Data
Mengolah data yang telah dikumpulkan.
4. Penyajian Data
Menyajikan data yang telah diolah sebagai hasil investigasi.
Teknik penilaian untuk penilaian proyek adalah teknik non tes. Adapun teknik yang
meliputi:

Skala Bertingkat (Rating Scale)


Rating scale adalah penilaian yang didasarkan pada suatu skala tertentu dari rendah
sampai tinggi. Biasanya data yang digunakan diterapkan pada skala dengan jarak
yang sama. Menyusun data tersebut dari yang rendah ke yang tinggi. Data yang
diperoleh dengan rating scale adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian
ditafsirkan dalam pengertian kuantitatif. Skala bertingkat digunakan sebagai salah
satu komponen instrumen penilaian terdiri atas skala 1-4.

Kuesioner (Questionnaire)
Kuesioner merupakan alat pengumpulan data primer dengan metode survei untuk
memperoleh opini responden. Kuesioner juga sering dikenal sebagai angket. Melalui
kuesioner akan dapat diketahui keadaan data diri, pengalaman, pengetahuan sikap
atau pendapatnya. Dalam pengembangan penilaian projek ini kuesioner dijadikan
sebagai alat ukur dalam memperoleh nilai hasil dari perkalian antara skor dengan
bobot. Jenis kuesioner yang dikembangkan adalah kuesioner tertutup dengan skala
Likert.

Wawancara (Interview)
Wawancara atau interview adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk
mendapatkan jawaban dari responden dengan cara tanya jawab sepihak Karakteristik
wawancara adalah sebagai berikut:
a) Memiliki format dan tujuan yang dipersiapkan lebih dulu
b) Dapat diadaptasikan untuk menyelidiki suatu masalah atau meneliti setiap
pertimbangan terkait keputusan tertentu.
c) Biasanya dipandu oleh pertanyaan yang terencana
d) Dapat dilaksanakan secara rutin.
Teknik wawancara yang digunakan dalam pengembangan model penilaian proyek ini
adalah untuk mencari informasi tambahan pada ketua kelompok untuk mengetahui
kinerja anggota kelompoknya begitu pun sebaliknya. Penggunaan wawancara dalam
penilaian harus dipertimbangkan kembali karena membutuhkan waktu yang banyak.
Observasi merupakan suatu proses berupa pengamatan dan pencatatan sistematis
tentang perilaku siswa untuk tujuan membuat keputusan tentang suatu program.
Observasi dapat dilakukan setiap waktu atau di setiap kondisi. Observasi dilakukan
untuk mengamati kinerja siswa selama proses projek berlangsung.

C. Tujuan penilaian proyek


Ruang lingkup tujuan penilaian adalah untuk memberikan para guru informasi
yang mereka butuhkan untuk memberikan pelajaran yang berkualitas. Penilaian
yang mendalam dan berkesinambungan merupakan jantung dari pelajaran berbasis
proyek dan memberikan cara bagi para siswa untuk menunjukkan dan menemukan
apa yang mereka ketahui dalam berbagai cara yang berbeda. Dengan penilaian yang
terkumpul selama unit pelajaran, guru belajar lebih banyak mengenai kebutuhan para
siswa dan dapat menyesuaikan pelajaran untuk meningkakan prestasi siswa.
McMillan (2000) menjelaskan, “Ketika penilaian tergabung dengan pelajaran, ia
akan menginformasikan guru aktifitas dan penilaian apa saja yang lebih berguna,
tingkat pengajaran apa yang paling tepat, dan bagaimana penilaian sumatif
memberikan diagnosa informasi.”
Penilaian proyek bermanfaat menilai :
1. Keterampilan menyelidiki secara umum.
2. Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu.
3. Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan.
4. Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas.
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan
peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
D. Contoh penilaian proyek
Contoh perintah penugasan atau proyek terhadap peserta didik, menurut
Achmad

Lakukan penelitian sederhana di Lingkungan sekitar mengenai pengaruh cinta


kebersihan terhadap gaya hidup siswa(cara berpakaian, tempat tinggal, perilaku,
kesehatan)

Contoh Penskoran tugas proyek, menurut Masnur


Kriteria dan Skor
Aspek
3 2 1
Persiapan Jika memuat tujuan, Jika memuat tujuan, Jika memuat
topik, alasan, tempat topik, alasan, tempat tujuan, topik, alasan,
penelitian, responde, penelitian, tempat penelitian,
daftar pertanyaan responden, daftar responden, daftar
dengan lengkap. pertanyaan kurang pertanyaan tidak
lengkap lengkap
Pengumpulan Jika daftar Jika daftar Jika pertanyaan
data pertanyaan dapat pertanyaan dapat tidak terlaksana
dilaksanakan semua dilaksanakan semua, semau dan data
dan data tercatat tetapi data tidak rapi tidak tercatat
demgan rapi dan dan lengkap dengan rapi.
lengkap
Pengolahan Jika pembahasan Jika pembahasan Jika sekadar
data data sesuai tujuan data kurang melaporkan hasil
penelitian menggambarkan penelitian tanpa
tujuan penelitian membahas data
Pelaporan Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
data penelitian benar, penulisan benar, kurang sistematis,
memuat saran, bahsa memuat saran, bajasa kurang
komunikatif. namun bahasa komunikatif, kurang
kurang komunikatif. memuat saran.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi
sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan
penyajian data.
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai
hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu
dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan
laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam
bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian
berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Penilaian proyek bermanfaat menilai
1. Keterampilan menyelidiki secara umum
2. Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu
3. Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan
4. Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan
peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

B. Saran
Adapun saran yang bisa penyusun berikan saran dari uraian makalah ini
diantaranya.
1. Setiap jenis penilaian pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan,
olehnya itu penting untuk dipahami hal itu. Dengan tujuan meminimalisir
kelemahan-kelemahan tersebut. Karena kelemahan yang terjadi kadang terjadi
dari orang yang memang terlibat di dalamnya, apakah dia assesor ataupun yang
dinilai.
2. Kedua adalah untuk guru yang kadang menjadi asesor kepada siswa. Hendaknya
memahami betul apa yang akan dinilai dan dengan instrumen apa akan menilai
siswa.
3. Seorang guru yang hendak menilai siswa (penilaian proyek) sebisa mungkin
terlebih dahulu menjelaskan apa-apa yang ingin dinilai dari siswa, supaya
siswapun dengan mudah memahami setiap kompetensi yang diberikan.
4. Untuk pembaca, semoga yang positif dapat dipetik dan yang dianggap negatif
bisa diubah ke arah yang positif.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi.2013.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan :Edisi 2. Jakarta : Bumi


Aksara.

Haryati, 2007. Model dan Teknik Penguasaan pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta :
Gaung Persada Press.)

Mansyur dkk. 2009. Asesmen Pembelajaran di Sekolah. Jogyakarta : Multi Presindo.


Kepmen No.53/4/2001.
Sukardi.2014.Evaluasi Program Pendidikan dan Kepelatihan. Jakarta : Bumi Aksara.

(http://titinizah.blogspot.com/2013/05/kekurangan-dan-evaluasi.html?m=1, diakses pada


tanggal 7 April 2019)
Permendiknas No. 103 Tahun 2013.

(https://downixs.wordpress.com/2010/01/06/penilaian/, diakses pada tanggal 9 April


2019)

(http://educate.intel.com/id/AssessingProject/OverviewAndBenefits/PurposesOfAssesme
nt, diakses pada tanggal 9 April 2019)

(http://ramlannarie.blogspot.com/2011/07/penilaian-kelas.html, diakses pada tanggal 9


April 2019)
(https://id.scribd.com/doc/16856070/23/Teknik-Penilaian-Proyek, diakses pada tanggal 9
April 2019)