Anda di halaman 1dari 12

NETWORK PLANNING

B1 / KARYAWAN 2011

Neni Gusyanti 11220173

Ajeng Dwi Lestari 11220089

Cucu Mulyati 11220077

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SILIWANGI BANDUNG

2013
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada perencanaan suatu proyek terdapat proses pengambilan
keputusan dan proses penetapan tujuan. Untuk dapat melaksanakan proses
ini perlu adanya informasi yang tepat dan kemampuan pengambilan
keputusan yang tinggi. Proses pengambilan keputusan dan penetapan
kebijakan serta proses penyelenggaraan merupakan sistem operasi pada
perencanaan proyek. Bila perencanaan proyek merupakan sebuah total
sistem, maka penyelenggaraan proyek tersebut terdiri dari dua sub sistem,
yaitu sub sistem operasi dan sub sistem informasi. Sub sist em operasi
menjawab pertanyaan“bagaimana cara melaksanakan kegiatan” sedang
sub sistem informasi menjawab pertanyaan “kegiatan apa saja yang
sudah, sedang dan akan dilaksanakan”.
Network planning merupakan sub sistem informasinya.Konsep
network ini mula-mula disusun oleh perusahaan jasa konsultan
manajemen Boaz, Allen dan Hamilton (1957) yang berada dibawah
naungan perusahaan pesawat terbang Lockheed. Kebutuhan penyusunan
network ini dirasakan perlu karena adanya koordinasi dan pengurutan
kegitan-kegiatan pabrik yang kompleks, yang saling berhubungan dan
saling tergantung satu sama lain. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan
pengawasan kegiatan dapat dilakukan secara sistimatis, sehingga dapat
diperoleh efisiensi kerja.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka penulis merumuskan beberapa
masalah yang terdiri dari:
1. Bagaimana penggunaan konsep Network Planning
2. Bagaimana teknik-teknik PERT dan CPM ?
3. Bagaimana jaringan kerja PERT dan CPM?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Penggunaan Konsep Network planning (N.P)


Pada prinsipnya network dipergunakan untuk perencanaan
penyelesaian berbagai macam pekerjaan terutama pekerjaan yang terdiri
atas berbagai unit pekerjaan yang semakin sulit dan rumit. Menurut
Sofwan Badri (1997 : 13) dalam bukunya “Dasar -
Dasar Network Planning”adalah sebagai berikut :
Network planning pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan
antara bagian-bagian pekerjaan (variabel) yang digambarkan /
divisualisasikan dalam diagram network ”. Dengan demikian diketahui
bagian-bagian pekerjaan mana yang harus didahulukan, bila perlu
dilembur (tambah biaya), pekerjaan mana yang menunggu selesainya
pekerjaan yang lain, pekerjaan mana yang tidak perlu tergesa-gesa
sehingga alat dan tenaga dapat digeser ke tempat lain demi efesiensi.
Sedangkan menurut Soetomo Kajatmo (197 7: 26) adalah :“ Network
planning merupakan sebuah alat manajemen yang memungkinkan dapat
lebih luas dan lengkapnya perencanaan dan pengawasan suatu proyek”.
Adapun definisi proyek itu sendiri adalah suatu rangkaian kegiatan -
kegiatan (aktivitas) yang mempunyai saat permulaan dan yang harus
dilaksanakan serta diselesaikan untuk mendapatkan tujuan tertentu.
Pengertian lainnya yang dikemukakan ole h Tubagus Haedar Ali (1995:
38) yaitu:“ Network planning adalah salah satu model yang digunakan
dalam penyelenggaraan proyek yang produknya adalah informasi
mengenai kegiatan-kegiatan yang ada dalam network diagram proyek
yang bersangkutan.
B. Manfaat Network Planning Network Planning
Merupakan teknik perencanaan yang dapat mengevaluasi interaksi
antara kegiatan-kegiatan. Manfaat yang dapat dirasakan dari pemakaian
analisis network adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengenali (identifikasi) jalur kritis (critical path) dalam hal
ini adalah jalur elemen yaitu kegiatan yang kritis dalam skala
waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Dapat diketahui
dengan pasti kesukaran yang akan timbul jauh sebelum terjadinya
sehingga dapat diambil tindakan yang presentatif.
2. Mempunyai kemampuan mengadakan perubahan -perubahan sumber
daya dan memperhatikan efek terhadap waktu selesainya proyek.
3. Sebagai alat komunikatif yang efektif.
4. Memungkinkantercapainyapenyelenggaraan proyek yang
lebihekenomis dipandang dari sudut biaya langsung dan
penggunaan sumber daya yang optimum.
5. Dapat dipergunakan untuk memperkirakan efek -efek dari hasil
yangdicapai suatu kegiatan terhadap keseluruhan rencana.

C. Bentuk Network Planning


Network adalah grafik dari suatu rencana produk yang menunjukkan
interelasi dari berbagai aktivitas. Network juga sering disebut diagram
panah, apabila hasil-hasil perkiraan dan perhitungan waktu telah
dibubuhkan pada network maka ini dapat dipakai sebagai jadwal proyek
( project schedulle). Untuk membentuk gambar dari rencana
network tersebut perlu digunakan simbol-simbol, antara lain :
1. Arrow/ anak panah yang menyatakan aktivitas / kegiatan yaitu
suatu kegiatan atau pekerjaan dimana penyelesaiannya
membutuhkan durasi (jangka waktu tertentu) dan resources
(tenaga, alat, material dan biaya).
Kepala anak panah menjadi pedoman arah tiap kegiatan,dimana
panjang dan kemiringan tidak berpengaruh.
2. Node/event , yang merupakan lingkaran bulat yang artinyasaat
peristiwa atau kejadian yaitu pertemuan dari permulaandan akhir
kegiatan.

3. Dummy/anak panah terputus-putus yang menyatakan kegiatan


semua yaitu aktivitas yang tidak membutuhkan durasi dan
resources.
4. Double arrow/ dobel anak panah yang menunjukkan kegiatan di
lintasan kritis (critical path).

D. Penggunaan teknik-teknik PERT dan CPM


1. Pengertian PERT dan CPM
PERT merupakan singkatan dari Program Evaluation and
Review Technique (teknik menilai dan meninjau kembali program),
sedangkan CPM adalah singkatan dari Critical ath Method (metode
jalur kritis) dimana keduanya merupakan suatu teknik manajemen.
Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk
sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan
produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan
secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini
memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan
teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah
ditentukan terlebih dahulu sebelumdilaksanakan.
Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu
dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam
penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode
PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal
kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan -
pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat
waktu serta tepat biaya. CPM adalah suatu metode perencanaan dan
pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling
banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip
pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap di ketahui
dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan
dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM
merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan
biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total
proyek yang bersangkutan. Teknik penyusunan jaringan kerja yang
terdapat pada CPM, sama dengan

yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah


bahwa PERT menggunakan activity oriented , sedangkan dalam CPM
menggunakanevent oriented . Pada activity oriented anak-panah
menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan
aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang
merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas. Pengertian PERT dan
CPM seperti yang dikemukakan oleh para ahli dikutipkan seperti
berikut : “Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk
sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan maupun konflik
dan gangguan produksi, serta mengkoordinasikan dan
mengsingkronisasikan berbagai bagian dari keseluruhan pekerjaan
dan mempercepat selesainya proyek. Sedangkan CPM adalah suatu
teknik perencanaan dan pengendalian yang dipergunakan
dalam proyek berdasarkan pada data biaya dari masa lampau (past
cost data) ”.T. Hari Handoko (1993 hal. : 401) mengemukakan bahwa
: “PERT adalah suatu metode analisis yang dirancang untuk
membantu dalam penjadwalan dan pengendalian proyek-proyek yang
kompleks, yang menuntut bahwa masalah utama yang dibahas yaitu
masalah teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran
biayanya sehingga dapat diselesaikan secara tepat waktu dan
biaya,sedangkan CPM adalah suatu metode yang dirancang untuk
mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan
pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal
penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin”.

2. Perbedaan PERT dan CPM


Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM
adalahsebagai berikut :
a. PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek
yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan
untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah
pernahdikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur
kegiatantelah diketahui oleh evaluator .
b. Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang
tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya
memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang
activity atau kegiatan dan peristiwa atau disebut event.

Kegiatan merupakan bagian dari proyek yang mengguanakan waktu


dan mewakili suatu tugas. Peristiwa atau (event) yang disebut juga
anode merupakan saat permulaan atau akhiran suatu tugas. Aktifitas –
aktifitas dinyatakan dengan anak panah, dan peristiwa dinyatakan
dengan lingkaran. Bila semua aktifitas dan peristiwa dalam suatu
proyek dihubungkan secara logis dan berurutan, hal itu akan
membentuk suatu network. Dalam suatu system manajemen yang
berdasarkan jaringan kerja (network) penekanan dapat diletakkan pada
event atau pada kegiatan (activity).
Salah satu perbedaan PERT Network dan CPM network bahwa
yang pertama adalah eventoriented dan yang kedua adalah activity
oriented. Event dan Activities
Jaringan kerja pada PERT adalah event. Event merupakan:
a) Event menunjukan suatu titik yang penting dalam proyek dan
biasanya dengan simbullingkaran atau peristiwa, milestone,
saat,dalam suatu proyek.
b) Event merupakan permulaan dan penyelesaian suatu tugas.
c) Event tidak menyita waktu atau sumber daya.

3. Jaringan dan diagram Gantt Charts

Oleh Manjeet Singh ( berdasarkan kutipan dari panduan ringkas


yang Project Mind gratis untuk manajemen proyek )
Sebuah Struktur Workbreakdown ( WBS ) memungkinkan Anda untuk
mengidentifikasi kelompok kegiatan yang harus Anda capai dalam proyek
Anda . Namun, WBS tidak menunjukkan dependensi atau urutan antara
kegiatan tersebut . Sebuah diagram jaringan akan memungkinkan Anda
untuk menggambarkan hal ini .
Setelah diagram jaringan Anda sudah siap , hanya kemudian Anda dapat
mulai realistis menentukan jadwal proyek Anda .

Berikut ini adalah diagram jaringan disederhanakan untuk " Membangun Shed "
proyek :
Diagram jaringan di atas menunjukkan hubungan ( panah ) antara
kegiatan utama ( persegi panjang ) yang diperlukan untuk membangun
gudang .

 Anda dapat menyempurnakan informasi berikut dari diagram di atas :


Kegiatan kayu Cut dapat dilakukan secara paralel ke basis gudang
Build & Mengawasi semen yang mengeras - ini mengasumsikan bahwa
memiliki tim yang berbeda bekerja pada setiap rangkaian kegiatan.
 Panah gelap menunjukkan apa yang dikenal sebagai Critical Path (
Beli bahan - > Build gudang basis- > Mengawasi semen pengerasan -
> Merakit gudang ) . Yang Critical Path adalah urutan kegiatan yang
memakan waktu yang paling untuk menyelesaikan proyek. Setiap
keterlambatan dalam urutan kegiatan ini akan berdampak pada jangka
waktu keseluruhan proyek. Oleh karena itu harus
memantausemuakegiatan.
Gantt chart

Setelah selesai bekerja pada diagram jaringan . perlu membuat Gantt


chart. Gantt chart adalah alat manajemen proyek yang sangat berguna
yang menyediakan gambaran dari jadwal (sesuatu yang diagram
jaringantidak).
Berikut adalah grafik Gantt untuk membangun gudang proyek:
Gantt chart tidak menunjukkan hubungan antara kegiatan proyek.
Namun, sejumlah paket perangkat lunak manajemen proyek
memungkinkan untuk menunjukkan hubungan tersebut. pada bagan Gantt
memberikan gambaran dari jadwal, dan jalur kritis dari proyek.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Network Planning adalah merupakan suatu perpaduan pemikiran yang
logis, digambarkan dengan suatu jaringan yang berisi lintasan -lintasan
kegiatan dan memungkinkan pengolahan secara analitis. Analisa jaringan
kerja memungkinkan suatu perencanaan yang Efektif dari suatu rangkaian
yang mempunyai interaktivitas.
Adapun Manfaat Analisis Jaringan Kerja yakni:
1. Untuk melengkapi rancangan
2. Untuk memperbaiki metode perencanaan dan pengawasan
3. Berkat WBS, diagram jaringan dan bagan Gantt sekarang Anda tahu
apa saja kegiatan yang terlibat dalam proyek, urutan kegiatan ini, dan
jadwal proyek secara keseluruhan. Sertakan semua informasi ini dalam
rencana proyek Anda.
BAB IV

PENDAPAT KELOMPOK

Menurut kelompok kami network planning sangat penting karena sangat


membantu dalam merancang sebuah kegiatan, agar kita bisa menentukan kapan
memulai dan mengakhiri sebuah kegiatan dengan mengetahui lama dari sebuah
kegiatan yang kita rancang.

Dengan mempelajari network planning ini kita juga dapat membuat sebuah
perancangan yang efektif dan juga secara berurutan, dimulai dari kegiatan satu
hingga kegiatan yang terakhir.