Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN HASIL ANALISIS KONTEKS

TAHUN PELAJARAN 2017-2018

LAPORAN HASIL ANALISIS KONTEKS

Disusun Oleh :

TIM PENGEMBANG KURIKULUM

SEKOLAH MENENGAH ATAS

SMA Nuris Jember

Jl. Pangandaran No 48 Antirogo Jember 68125, Telp 0331 339544

JEMBER

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat
menyelesaikan Laporan Analisis Konteks di SMA Nuris Jember Tahun Pelajaran 2017-2018.
Analisis konteks merupakan suatu upaya sekolah untuk melihat profil sekolah dalam upaya
pencapaian Standar Nasional Pendidikan ( SNP ). Hal ini sangat bermanfaat bagi sekolah,
karena sekolah dapat melihat kelebihan dan kelemahan dirinya serta dapat menyusun
langkah-langkah strategis dalam Rencana Kegiatan Sekolah sebagai tindak lanjutnya.
Selama penyusunan Laporan Analisis Konteks ini, kami banyak mendapatkan bantuan
serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini, izinkanlah kami untuk
menghaturkan terima kasih kepada :
1. Pengawas Paket yang telah banyak memberi masukan untuk penyempurnaan Laporan
Analisis Konteks ini.
2. Ketua Komite beserta anggota yang telah mendukung terlaksananya Laporan Analisis
Konteks ini.
3. Tim pengembang kurikulum SMA Nuris Jember yang telah berusaha menyusun
analisis konteks
4. Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA Nuris Jember, serta pihak lain yang
telah membantu terwujudnya Laporan Analisis Konteks ini.
5. Semua pihak yang tidak kami sebut satu persatu, yang telah memberi bantuan dalam
penyelesaian Laporan Analisis Konteks ini.
Akhir kata kami memohon kehadirat Allah SWT, semoga segala bantuan yang diberikan
merupakan amal-ibadah dan diberikan balasan oleh Allah SWT. Aamiin. Kami yakin
sepenuhnya, Analisis Konteks ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu
saran dan kritik sangat kami harapkan demi kesempurnaan isi dari Laporan Analisis Konteks
ini.

Jember, 15 Juni 2017


Penyusun

ii
PENGESAHAN

Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan dari komite SMA Nuris Jember


maka dengan ini Laporan Analisis Konteks SMA Nuris Jember Ditetapkan untuk
diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 2017 -2018.

Ditetapkan di : Jember
Pada Tanggal : 15 Juni 2017
Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah,

Hasan Holiq, M.Pd Robith Qoshidi, Lc

iii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................... ii


Lembar Pengesahan ............................................................................................ iii
Daftar Isi ............................................................................................................. iv
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Dasar Kebijakan ................................................................................ 2
C. Tujuan dan Manfaat ......................................................................... 4
Bab II Hasil Analisis
A. Analisis Standar Nasional Pendidikan .............................................. 6
B. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan ................................................. 31
Bab III Penutup .................................................................................................. 33

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kondisi ideal sekolah menurut Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan


Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005, yang meliputi delapan ( 8 ) standar, yaitu ; 1.
Standar Isi, 2. Standar Kompetensi Lulusan, 3 Standar Proses, 4. Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, 5. Standar Pengelolaan, 6. Standar Sarana, 7. Standar Pembiayaan dan 8. Standar
Penilaian.

Dari delapan standar Nasional Pendidikan sekolah berusaha dengan sekuat tenaga untuk
dapat memenuhinya. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang
dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata
pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis
pendidikan tertentu.

Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan
kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkait dengan kriteria
minimal tentang ruang belajar,berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel
kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan
untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perecanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/ kota,
provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar
pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan
yang berlaku selama satu tahu.

Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam
kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan
silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan
tertentu.

Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan
kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

1
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan,
laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar
lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi.

Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan
pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota,
provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi
satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar penilaian pendidikan adalah standar
nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil
belajar peserta didik.Tetapi kondisi riil sekolah sangat erat hubungannya dengan keuangan yang
hanya tergantung dari dana sumbangan orang tua siswa, sementara siswa SMA Nuris Jember tidak
banyak dan kemampuan ekonomi orang tuanya kebanyakan menengah ke bawah, maka sangat sulit
untuk mencapai kondisi ideal, terutama untuk standar Sarana. Upaya yang dilakukan sekolah agar
dapat mencapai kondisi ideal adalah selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada
peserta didik, sehingga melalu pelayanan yang baik diharapkan menjadi media promosi yang efektif
dan menyebabkan SMA Nuris Jember menjadi sekolah pilihan masyarakat di Gunungkidul dan
sekitarnya. Dengan jumlah siswa yang banyak dan ekonomi rendah ke menengah berkecukupan,
maka upaya mencapai delapan standar Nasional pendidikan dapat tercapai.

B. Dasar Kebijakan

Dasar kebijakan penyusunan laporan hasil analisis konteks adalah ;

1. 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional;
2. PP No. 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk
satuan pendidik dasar dan menengah dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23
tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah;

2
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
sekolah/madrasah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian
pendidikan;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan
Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
(SMA/MA);
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk
satuan pendidikan dasar dan menengah ;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Konselor;
14. Permendiknas Nomor 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;
15. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelanggaraan
Pendidikan;
16. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
17. Permendikbud 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya;
18. Permendikbud No 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar
dan Menengah;
19. Permendikbud No 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
20. Permendikbud No 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
21. Permendikbud No 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan;
22. Permendikbud No 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah;
3
23. Permendikbud No 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum;
24. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014 tentang muatan lokal Bahasa Jawa;
25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014
tentang Implementasi Kurikukulum 2013;
26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014
tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014
tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah;
28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2014
tentang Peran Guru Teknologi Informasi Dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer
Dan Pengelolaan Informasi Dalam Implementasi Kurikulum 2013;
29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014
tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013;
30. Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
31. Permendikbud Nomor 20 tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan
Dasar dan Menengah;
32. Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
33. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah;
34. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan
Menengah;
35. Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pada
K13 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
36. Panduan Kerja Kepala Sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidkan Dan Menengah 2017;
37. PP No. 19 tahun 2017 tentang Guru;

C. Tujuan dan manfaat

Tujuan pembuatan laporan hasil analisis konteks adalah ;

1. Mengetahui sejauh mana pencapaian sekolah dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
Standar nasional Pendidikan

2. Menguraikan kondisi riil sekolah dalam upaya mencapai delapan standar nasional pendidikan

4
3. Menyampaikan informasi kepada yang terkait untuk mengambil kebijakan kepada SMA Nuris
Jember.

Manfaat dari laporan hasil anlisis konteks adalah sebagai salah satu bahan pertimbangan Tim
Pengembang Kurikulum (TPK) SMA Nuris Jember untuk menyusun dokumen 1 Kurikulum SMA
Nuris Jember.

5
BAB II

ANALISIS STANDAR KONTEKS

A. Analisis Standar Nasional Pendidikan

1. Analisis Standar Isi


Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
1. Kerang 1. Kelompok  Membentuk Melakukan kebiasaaan  Melaksanakan secara
ka mata peserta didik doa untuk memulai rutin
Dasar pelajaran menjadi belajar (pagi) dan  Mengefektifkan 3S
Kurikul a. Agama dan manusia yang sesudah proses (Senyum Salam,Sapa)
um akhlak beriman dan pembelajaran, Sholat
mulia bertakwa jama’ah , mengaji
b.Kewargane kepada Tuhan surat Yasiin setiap
garaan Yang Maha hari, Istighosah
dan budi Esa serta seminggu sekali,
pekerti berakhlak Sholat Idul Adha
mulia berjama’ah,
melaksanakan Qurban
dan Zakat Fitrah.

 Peningkatan Kembangkan Pelaksanaan perlu


kesadaran dan solidaritas dengan secara konsisten
wawasan mengikuti kegiatan
peserta didik kemasyarakatan
akan status, diantaranya :
hak dan melakukan kegiatan
kewajibannya sosial, bakti sosial,
dalam upacara peringatan
kehidupan hari besar kenegaraan.
bermasyarakat
dan bernegara Menerapkan diskusi
serta kelompok dalam
peningkatan pembelajaran
kualitas diri
Penyediaan buku-buku
sebagai
sebagai sumber belajar
manusia.
diperpustakaan dan
pemanfaatan internet
belum efektif.

6
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut

c. Ilmu  Memperoleh Memanfaatkan limbah Mengefektifkan


pengetahua kompetensi menjadi suatu barang pemanfaatn
n dan lanjut ilmu yang bernilai seni perpustakaan, internet
teknologi pengetahuan sebagai sumber belajar
dan teknologi siswa serta menambah
serta buku-buku pegangan
membudayaka siswa
n berpikir
Memperbanyak
ilmiah secara
kelompok-kelompok
kritis, kreatis
belajar
dan mandiri.

 Meningkatkan Membentuk grup vocal


d.Estetika sensitivitas, Latihan olah
yang lebih solid
kemampuan vokal,tetapi belum
mengekspresi tampak grup yang
kan dan solid, unjuk
kemampuan kemampuan masih
mengapresiasi pada momen-momen
keindahan dan PSB.
harmoni. Mengaktifkan serta
Seni hadrah belum membentuk grup
dapat berjalan dengan hadrah siswa/guru
efektif

Pemilihan bakat tidak


berdasar atas talent Pemilihan bakat/minat
skouting,sehingga berdasar atas angket
belum jelas bakat yang dan talent scouting
sebenarnya dari siswa

Masih banyak siswa


yang tidak memiliki Diarahkan pada
bakat/minat tertentu kegiatan-kegiatan
ketrampilan tertentu
Pemberian
kesempatan kepada Analisa minat peserta
siswa/siswi pada minat didik.
yang diinginkannya

Pembinaan logika

7
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
berpikir (proses teori) Psikotes

e. Jasmani,  Meningkatkan Praktek (kegiatan


olahraga potensi fisik keorganisasian)
dan terbuka akan Kegiatan apresiasi
serta
kesehatan membudayaka perkembangan
n sikap teknologi sesuai
sportif, dengan kondisi
disiplin kerja fasilitas yang ada
Pemanfaatan alat
sama dan
teknologi.
hidup sehat.

2. Prinsip a. Berpusat pada Ya


pengemban potensi,
gan perkembangan, Peningkatan daya
kurikulum kebutuhan dan dukung
kepentingan
peserta didik
dan
lingkungannya
.
b. Beragam dan
terpadu Ya
c. Tanggap
Mengacu pada tujuan
terhadap
pendidikan pada
perkembangan
umumnya
ilmu Pemahaman tujuan
pengetahuan, pendidikan.
teknologi, dan
seni.
d. Relevan
dengan
kebutuhan
hidup
e. Menyeluruh
dan
berkesinambun
gan
f. Belajar
sepanjang
hayat
8
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
g. Seimbang
antara
kepentingan
nasional dan
kepentingan
daerah
Dalam pengembangan Dilakukan reviuw
KTSP
KTSP belum dokumen KTSP
dikembangkan
memperhatikan sehingga memenuhi
oleh sekolah dan
prinsip-prinsip setiap prinsip
komite sekolah
pengembangan pengembangan
berpedoman pada
kurikulum terutama kurikulum khususnya
standar isi dan
prinsip prinsip perkembangan,
standar
perkembangan, kebutuhan, dan
kompetensi
kebutuhan, dan kepentingan peserta
lulusan serta
kepentingan peserta didik dan
panduan
didik dan lingkungannya
penyusunan
lingkungannya.
KTSP yang
disusun oleh
BSNP

a. Peserta didik harus


3. Prinsip a. Pelaksanaan a. Peserta didik belum
mendapatkan
Pelaksanaan kurikulum maksimal
pelayanan
Kurikulum didasarkan mendapatkan
pendidikan yang
pada potensi, pelayanan
bermutu, serta
perkembangan pendidikan yang
memperoleh
dan kondisi bermutu, serta
kesempatan untuk
peserta didik memperoleh
mengekspresikan
untuk kesempatan untuk
dirinya secara bebas,
menguasai mengekspresikan
dinamis dan
kompetensi dirinya secara bebas,
menyenangkan
yang berguna dinamis dan
bagi dirinya. menyenangkan.
b. Kurikulum b. Penegakkan kelima b. Perlu peningkatan
dilaksanakan pilar belajar dalam pelaksanaan lima
dengan pelaksanaan pilar belajar yaitu
menegakkan kurikulum belum (a) belajar untuk
kelima pilar maksimal beriman dan
belajar bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha
Esa,

(b) belajar untuk


9
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
memahami dan
menghayati,

(c) belajar untuk


c. Pelaksanaan
mampu
kurikulum masih
c. Pelaksanaan melaksanakan dan
klasikal dan belum
kurikulum berbuat secara
memungkinkan
memungkinka efektif,
peserta didik
n peserta didik
mendapat pelayanan
mendapat
yang maksimal
pelayanan
sesuai dengan
yang
kondisi peserta didik
maksimal
sesuai dengan
kondisi peserta
didik (d) belajar untuk
d. suasana hubungan
d. Kurikulum hidup bersama dan
peserta didik dan
dilaksanakan berguna bagi orang
pendidik dalam
dalam suasana lain, dan
suasana yang formal
hubungan
peserta didik
dan pendidik
dalam suasana
yang kondusif

e. Pelaksanakan (e) belajar untuk


e. Kurikulum kurikulum belum membangun dan
dilaksanakan maksimal menemukan jati diri,
dengan menggunakan melalui proses
menggunakan pendekatan dengan pembelajaran yang
pendekatan memperhatikan aktif, inovatif kreatif,
dengan perkembangan yang efektif, gembira dan
memperhatika berkiblat pada era menyenangkan.
n globalisasi dengan
perkembangan pendekatan yang
yang berkiblat berbasis pada
pada era perkembangan c. Pelayanan terhadap
globalisasi teknologi dan peserta didik sesuai
dengan berbasis pada alam dengan potensi,
mendekatan sekitar tahap perkembangan,
yang berbasis dan kondisi peserta
pada didik dengan tetap
perkembangan memperhatikan

10
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
teknologi dan keterpaduan
berbasis pada pengembangan
alam sekitar f. Kurikulum pribadi peserta didik
dilaksanakan dengan yang berdimensi
f. Kurikulum mendayagunakan kemandirian,penguat
dilaksanakan kondisi yang sesuai an akhlak, dan jiwa
dengan dengan kultur sosial,
mendayaguna budaya di
kan kondisi lingkungan sekolah
yang sesuai d. Perlu ditingkatkan
dengan kultur hubungan antara
budaya di peserta didik danm
lingkungan pendidik yang saling
sekolah menerima dan
g. Kurikulum yang
g. Kurikulum menghargai, akrab,
mencakup seluruh
yang terbuka, dan hangat,
komponen
mencakup dengan prinsip tut
kompetensi mata
seluruh wuri handayani, ing
pelajaran
komponen madia mangun
kompetensi karsa, ing ngarsa
mata pelajaran sung tulada (di
belakang
memberikan daya
dan kekuatan, di
tengah membangun
semangat dan
prakarsa, di depan
memberikan contoh
dan teladan).
e. Pendekatan perlu
ditingkatkan dalam
hal pendekatan
terhadap peserta
didik adalah
pendekatan yang
multistrategi dan
multimedia, sumber
belajar dan teknologi
yang memadai, dan
memanfaatkan
lingkungan sekitar
sebagai sumber
belajar.

11
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
2. Struktur1. Kurikulum a. Terdiri atas 16 a. Terdiri atas 16 Sesuai dengan struktur
Kurikulu kelas X mata pelajaran mata pelajaran kurikulum dari
m yang terdiri yang terdiri atas 10 pemerintah
dari mata mapel wajib, 3
pelajaran mata pelajaran
wajib, peminatan, 1
peminatan, muatan lokal
muatan lokal, bahasa jawa, 2
lintas minat mata pelajaran
dan lintas minat dan
pengembangan pengembangan diri
diri
b. Alokasi waktu b. Alokasi waktu satu
satu jam jam pelajaran
pelajaran adalah 45 menit
adalah 45
menit
c. Minggu efektif c. Minggu efektif
dalam satu dalam satu tahun
tahun pelajaran pelajaran (dua
(dua semester) semester) adalah
adalah 37 – 39 37 minggu
minggu

2. Kurikulum a. Program kelas a. Program kelas XI Sesuai dengan struktur


kelas XI dan XI dan XII dan XII adalah kurikulum dari
XII adalah Program IPA, pemerintah
Program IPA Program IPS,
dan Program terdiri atas 14 mata
IPS, terdiri atas pelajaran, muatan
14 mata lokal dan
pelajaran, pengembangan diri
muatan lokal
dan
pengembangan
diri

b. Alokasi waktu b. Alokasi waktu satu


satu jam jam pelajaran
pelajaran adalah 45 menit
adalah 45
menit

12
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut

c. Minggu efektif
dalam satu c. Minggu efektif
tahun pelajaran dalam satu tahun
(dua semester) pelajaran (dua
adalah 34 – 38 semester) adalah 37
minggu minggu

1. Jumlah Jam Kegiatan


3. Beban
pelajaran Pengembangan Diri
Belajar Jumlah jam
Setiap Ekstrakurikuler
Jumlah jam pembelajaran tatap
minggu Seni,Olahraga Prestasi
pembelajaran muka per minggu
dan Imtaq dilakukan di
tatap muka per adalah 44 jam
luar jam efektif
minggu adalah 43 pembelajaran untuk
s.d. 47 jam kelas X dan 39 jam
pembelajaran untuk kelas XI dan XII

Waktu untuk Waktu penugasan Diadakan Workshop


2. Waktu
penugasan terstruktur dan untuk penguatan
untuk
terstruktur dan kegiatan mandiri pelaksanaan program
penugasan
kegiatan mandiri tidak terstruktur pembelajaran.
terstruktur
tidak terstruktur belum maksimal
dan
bagi peserta didik digunakan oleh guru
kegiatan
pada maksimum
mandiri
60% dari jumlah
tidak
waktu kegiatan
terstruktur
tatap muka dari
bagi peserta
mata pelajaran
didik
yang
bersangkutan.

4. Kalender Dibuat berdasarkan Dipertahankan


3. Alokasi Kegiatan :
Pendidikan atas Kalender
Waktu Minggu efektif
Pendidikan dari
belajar, Jeda
Disdikpora Provinsi
tengah semester,
Jatim dan Yayasan
Jeda
Nuris
antarsemester,
Libur akhir tahun
pelajaran, Hari

13
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
libur keagamaan,
Hari libur
umum/nasional,
Hari libur khusus,
Kegiatan khusus
sekolah/madrasah

4. Penetapan a. Permulaan a. Permulaan tahun


Kalender tahun pelajaran pelajaran adalah
Pendidikan adalah bulan tanggal 17 Juli dan
Juli dan berakhir pada bulan
berakhir pada 09 juni tahun
bulan juni berikutnya
tahun b. Hari libur sekolah
berikutnya mengikuti
b. Hari libur ketentuan dari
sekolah pemerintah
ditetapkan pusat/pemerintah
berdasarkan daerah , Majelis
keputusan Dikdasmen dan
Menteri sekolah
Pendidikan menetapkan hari
Nasional, tidak efektif untuk
dan/atau KBM/ insidental
Menteri Sekolah
Agama, Kepala c. Kalender
Daerah tingkat pendidikan disusun
kab/kota, oleh sekolah
dan/atau berdasarkan alokasi
organisasi waktu pada SI
penyelenggara
dengan
dapat memperhatikan
menetapkan ketentuan
hari libur pemerintah/pemerin
khusus tah daerah, dan
c. Pemerintah Majelis Dikdasmen
Pusat/Provinsi/
kabupaten/kota
dapat
menetapkan
hari libur
serentak untuk

14
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
satuan-satuan
pendidikan
d. Kalender
pendidikan
disusun oleh
sekolah
berdasarkan
alokasi waktu
pada SI dengan
memperhatikan
ketentuan
pemerintah/pe
merintah
daerah

2. Analisis Standar Kompetensi Lulusan


SKL SKL
KELOMPOK KELOMPOK
No SKL SATUAN PENDIDIKAN MAPEL MAPEL KET.

1 Berperilaku sesuai dengan ajaran agama  Agama dan  Pend. Agama


yang dianut sesuai dengan Akhlak  PKn
perkembangan remaja Mulia

2 Mengembangkan diri secara optimal  Agama dan  PKn


dengan memanfaatkan kelebihan diri Akhlak  Pend. Agama
serta memperbaiki kekurangannya Mulia

3 Menunjukkan sikap percaya diri dan  5 kelompok  Semua Mapel


bertanggung jawab atas perilaku, mapel
perbuatan, dan pekerjaannya

4 Berpartisipasi dalam penegakan aturan-  Iptek  Sosiologi


aturan social  Sejarah
 Ekonomi
 Geografi
5 Menghargai keberagaman agama,  Agama dan  Agama
bangsa, suku, ras, dan golongan sosial Akhlak  PKn
Mulia  Sosiologi
15
ekonomi dalam lingkup global  Kewraganega
raan dan
Kepribadian
 Iptek
6 Membangun dan menerapkan informasi  Iptek  Semua mapel
dan pengetahuan secara logis, kritis, Iptek
kreatif, dan inovatif

7 Menunjukkan kemampuan berpikir  Iptek  Semua mapel


logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam Iptek
pengambilan keputusan

8 Menunjukkan kemampuan  5 kelompok  Semua mapel


mengembangkan budaya belajar untuk maple
pemberdayaan diri

9 Menunjukkan sikap kompetitif dan  5 kelompok  Semua mapel


sportif untuk mendapatkan hasil yang maple
terbaik

10 Menunjukkan kemampuan menganalisis  Iptek  Semua mapel


dan memecahkan masalah kompleks iptek

11 Menunjukkan kemampuan menganalisis  Iptek  Semua mapel


gejala alam dan social iptek

12 Memanfaatkan lingkungan secara  Agama dan  Pend. Agama


produktif dan bertanggung jawab Akhlak  Semua mapel
Mulia iptek
 Iptek  PKn
 Kewarganega
raan dan
Kepribadian
13 Berpartisipasi dalam kehidupan  Kewarganega  PKn
bermasyarakat, berbangsa, dan raan dan
bernegara secara demokratis dalam Kepribadian
wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia

14 Mengekspresikan diri melalui kegiatan  Estetika  Seni budaya


seni dan budaya

15 Mengapresiasi karya seni dan budaya  Estetika  Seni budaya

16 Menghasilkan karya kreatif, baik  Estetika  Seni budaya


individual maupun kelompok  Iptek  Ketrampilan

16
17 Menjaga kesehatan dan keamanan diri,  Penjasorkes  Penjasorkes
kebugaran jasmani, serta kebersihan
lingkungan

18 Berkomunikasi lisan dan tulisan secara  Iptek  Bahasa


efektif dan santun Indonesia
 Bahasa Asing
 Mulok B. Jawa
19 Memahami hak dan kewajiban diri dan  Kewarganega  PKn
orang lain dalam pergaulan di raan dan  Sosiologi
masyarakat Kepribadian
 Iptek
20 Menghargai adanya perbedaan pendapat  Agama dan  Pend. Agama
dan berempati terhadap orang lain Akhlak  Sosiologi
Mulia  PKn
 Iptek
 Kewarganega
raan dan
Kepribadian
21 Menunjukkan keterampilan membaca  Iptek  Bahasa
dan menulis naskah secara sistematis dan  Estetika Indonesia
estetis  Bahasa Asing
 Mulok B. Jawa
 Seni budaya
22 Menunjukkan keterampilan menyimak,  Iptek  Bahasa
membaca, menulis, dan berbicara dalam Indonesia
bahasa Indonesia dan Inggris  Bahasa Asing
 Mulok B. Jawa
23 Menguasai pengetahuan yang  Iptek  Semua mapel
diperlukan untuk mengikuti pendidikan iptek
tinggi

3. Analisis Standar Proses


TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT

I PERENCANAAN

A. Silabus Pada Silabus harus memuat: Dalam Diprogramkan


pengembangan bimbingan dan
1. Identitas mata pelajaran silabus guru sudah pendampingan
,SK KD, Kegiatan melakukan analisis teknik membuat
Pembelajaran, Indikator SK-KD, tetapi silabus mulai dari
17
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT

ketercapaian, Penilaian, belum menyeluruh. analisis SI


Alokasi Waktu, sehingga seluruh
Sumber/Bahan/Alat. Dalam penyusunan guru dapat
2. Penyusunan silabus silabus guru sudah menyusun silabus
berdasarakan hasil menyusun silabus secara mandiri
pemetaan Standar Isi. secara mandiri sesuai
tetapi belum karakteristik
menyeluruh satuan pendidikan

B. RPP 1. RPP memuat: Identitas Masih ada beberapa Diadakan


MP, SK, KD Indiator guru menyusun pendampingan dan
Pencapaian, tujuan, RPP tidak bimbingan
Alokasi Waktu , Metode melampirkan pembuatan RPP,
Pembelajaran, Kegiatan instrumen penilaian sehingga RPP yang
Pembelajaran, Penilaian dan atau soal yang dibuat guru sesuai
belajar, dan sumber tercantum belum standar
belajar. RPP tidak relevan
2. Pada tahapan kegiatan tujuan pada RPP.
pembelajaran terdiri dari
tahapan: pendahuluan,
kegiatan inti, dan
penutup.
3. Mengacu pada prinsip-
prinsip penyusunan RPP.
II PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Persyaratan
Pelaksanaan
 Rombongan Jumlah maksimal peserta Sesuai
Belajar didik setiap rombongan
belajar adalah 32 peserta didik.

 Beban kerja beban kerja guru sekurang- 90 % beban kerja Mendorong guru
minimal kurang nya 24 (dua puluh guru mencapai 24 untuk
guru empat) jam tatap muka jam tatap muka mememenuhi 24
dalam 1 (satu) minggu dengan memenuhi jam dari sekolah
di sekolah lain lain

 Buku teks rasio buku teks pelajaran Rasio buku tek Mengajukan
pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : pelajaran untuk kebutuhan buku
1 per mata pelajaran; peserta didik belum pegangan siswa
mencapai dalam RAPBS

18
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT

perbandingan 1 : 3

 Pengelolaan - guru menciptakan - Sebagian besar - Guru yang


kelas ketertiban, kedisiplinan, dapat guru belum dapat
kenyamanan, menciptakan menciptakan
keselamatan, dan ketertiban, ketertiban,
keputusan pada peraturan kedisiplinan, kedisiplinan,
dalam menyelenggarakan kenyamanan, kenyamanan,
proses pembelajaran keselamatan, keselamatan,
dan keputusan dan keputusan
pada peraturan pada peraturan
dalam dalam
menyelenggara menyelenggara
kan proses kan proses
pembelajaran pembelajaran
perlu
pembinaan dan
pelatihan
pengelolaan
dan manajemen
kelas melalui
forum MGMP

B. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Masih ada guru Dalam kegiatan


Pembelajaran melaksanakan pembelajaran guru
 Pendahuluan pembelajaran wajib membawa
- Penyampaian tujuan belum sesuai RPP sebagai
- Motivasi dengan RPP, dalam kontrol dalam
 Kegiatan inti kegiatan inti pelaksanaan
- eksplorasi pembelajaran pembelajaran dan
- elaborasi masih perlu
- konfirmasi menggunakan form mengoptimalkan
 Penutup lama. MGMP untuk
- Rangkuman peningkatan
- Penialaian/refleksi kualitas proses
- Umpan balik pembelajaran.
- Tugas
Perlu ada
workshop untuk
penyusunan RPP
sesuai dengan
format yang suda

19
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT

III PENILAIAN  Penilaian dilakukan oleh Hasil penilaian Setiap guru


HASIL guru terhadap hasil pembelajaran tidak diwajibkan untuk
PEMBELAJARA pembelajaran untuk dilakukan analisis melakukan analisis
N mengukur tingkat sebagai bahan hasil ulangan
pencapaian kompetensi acuan dalam harian dan analisis
peserta didik, serta program perbaikan butir soal serta
digunakan sebagai hahan proses implementasi
penyusunan laporan pembelajaran bagi dalam tugas
kemajuan hasil belajar, guru. penilaian oleh guru
dan memperbaiki proses
pembelajaran.
IV PENGAWASAN 1. Pemantauan Pemantauan Peningkatan
a. Pemantauan proses
PROSES dilaksanakan oleh kerjasama antara
pembelajaran
PEMBELAJARA Kepala Sekolah dan sekolah dengan
dilakukan pada tahap
N Kurikulumn Pengawas Satuan
perencanaan, dengan dalam
pelaksanaan, dan pengumpulan dan melaksanakan
penilaian hasil penandatangan pemantauan proses
pembelajaran. perangkat pembelajaran pada
b. Pemantauan dilakukan pembelajaran pada saat awal semester
dengan cara diskusi awal semester
kelompok terfokus,
pengamatan, Pemantauan
pencatatan, perekaman, dilaksanakan Peningkatan
wawancara, dan dengan cara frekuensi
dokumentasi. diskusi, pemantauan
wawancara, dan oleh pengawas
dokumentasi. pendidikan.
c. Kegiatan
pemantauan Pemantauan
dilaksanakan oleh dilaksanakan oleh
kepala dan pengawas kepala sekolah dan
satuan pendidikan pengawas satuan
pendidikan

2. Supervisi Supervisi proses Pengawas perlu


a. Supervisi proses dilakukan oleh melaksanakan
pembelajaran Kepala Sekolah dan supervisi secara
dilakukan pada tahap Tim Supervisi berkala dan dapat
perencanaan, minimal satu kali memberi contoh
pelaksanaan, dan setiap semester pembelajaran yang
penilaian hasil pem- efektif bagi guru
Supervisi
20
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT

belajaran. pembelajaran Perlu pemberian


dilakukan dengan contoh oleh guru
b. Supervisi diskusi, dan sejenis atau kepala
pembelajaran konsultasi sekolah
diselenggarakan
dengan cara pemberian Kegiatan supervisi Perlu peningkatan
contoh, diskusi, dilakukan oleh frekuensi supervisi
pelatihan, dan kepala sekolah / dari pengawas
konsultasi. guru senior dan satuan pendidikan
pengawas satuan
pendidikan
c. Kegiatan supervisi
dilakukan oleh kepala
dan pengawas satuan
pendidikan.

3. Evaluasi Evaluasi proses Kinerja Guru yang


a. Evaluasi proses pembelajaran belum sesuai
pembelajaran dilaksanakan setiap standar dapat
dilakukan untuk me- semester satu kali dilakukan supervisi
nentukan kualitas dalam bentuk rapat klinis agar guru
pembelajaran secara koordinasi Kepala dapat mengatasi
keseluruhan, Sekolah dengan permasalahan
mencakup tahap menggunakan pembelajaran
perencanaan, pedoman standar
pelaksanaan proses proses
pembelajaran, dan Belum semua guru
penilaian hasil melakukan
pembelajaran. Mewajibkan semua
Evaluasi proses guru untuk
pembelajaran melaksanakn
dilakukan dengan evaluasi proses
cara sesuai standar.
b. Evaluasi proses membandingkan
pembelajaran dengan proses yang
cara: dilakukan guru
1) membandingkan dengan standar
proses
pembelajaran yang
dilaksanakan guru
dengan standar
proses,
2) mengidentifikasi
21
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT

kinerja guru dalam


proses pem-
belajaran sesuai
dengan kompetensi
guru.

4. Pelaporan Pelaporan Perlaporan Hasil


Hasil kegiatan dilaksanakan oleh Supervisi
pemantauan, supervisi, Pengajaran kepada pembelajaran perlu
dan evaluasi proses
Kepala Sekolah disampaikan
pembelajaran dilaporkan kepada pengawas
kepada pemangku ke- untuk pembinaan
pentingan. guru dan satuan
pendidikan

5. Tindak lanjut
a. Penguatan dan Satuan Pendidikan Perlu reward dan
penghargaan belum memberikan punisment bagi
diberikan kepada guru penghargaan guru yang telah
yang telah memenuhi kepada guru yang memenuhi standar
standar. telah memenuhi dan yang belum
b. Teguran yang bersifat standar dan belum memenuhi standar
mendidik diberikan melakukan
kepada guru yang pembinaan optimal
belum memenuhi bagi guru yang
standar. belum memenuhi
c. Guru diberi standar
kesempatan untuk
mengikuti
pelatihan/penataran
Iebih lanjut.

4. Analisis Standar Pengelolaan


Kesesuaian
Alokasi
dengan
Analisis Penyesuaian/ Program
No Kriteria setiap Komponen Kriteria
Pemenuhan
Tida 1 2
Ya
k
I KEPALA SEKOLAH

22
Kesesuaian
Alokasi
dengan
Analisis Penyesuaian/ Program
No Kriteria setiap Komponen Kriteria
Pemenuhan
Tida 1 2
Ya
k
1 Kualifikasi minimal V

2 Usia Maksimal V

3 Pengalaman mengajar V
minimal

4 Pangkat minimal V

5 Status Guru (Guru SMA) V

6 Kepemilikan sertifikat V
pendidik

7 Kepemilikan sertifikat V
kepala sekolah

8 Kompetensi kepribadian V

9 Kompetensi manajerial V

10 Kompetensi kewirausahaan V

11 Kompetensi supervisi V

12 Kompetensi sosial V

II WAKIL KEPALA SEKOLAH

1 Jumlah minimal V

2 Kriteria pengangkatan V
wakasek

3 Kemampuan dan
keterampilan yang dimiliki:

Wakasek Bidang Kurikulum

a. kemampuan memimpin V

23
Kesesuaian
Alokasi
dengan
Analisis Penyesuaian/ Program
No Kriteria setiap Komponen Kriteria
Pemenuhan
Tida 1 2
Ya
k
b. kepemilikan keterampilan V
teknis

c. kemitraan dan kerjasama V

Wakasek Bidang Kesiswaan

a. kemampuan memimpin V

b. kepemilikan keterampilan V
teknis

c. kemitraan dan kerjasama V

Wakasek Bidang Ssarana


Prasarana

a. kemampuan memimpin V

b. kepemilikan keterampilan V
teknis

c. kemitraan dan kerjasama V

Wakasek Bidang Humas

a. kemampuan memimpin V

b. kepemilikan keterampilan V
teknis

c. kemitraan dan kerjasama V

Wakasek Bidang Ismuba

a. Kemampuan memimpin V

b. Kepemilikan ketrampilan V
teknis
c. Kemitraan dan Kerjasama V

24
5. Analisis Standar Penilaian
KONDISI KESENJANG RENCANA
NO KOMPONEN KONDISI RIIL
IDEAL AN TINDAK LANJUT

1 Prinsip Semua RPP RPP yang Sekitar 25 % Kepala Sekolah


penilaian mencantumkan mencantumkan RPP belum melakukan supervisi
kegiatan dan kegiatan dan mencantum-kan dengan cara
(sahih, program program kegiatan dan berdiskusi dan
objektif, adil, penilaian penilaian sekitar program memberi contoh
terpadu, 75 % penilaian kepada guru-guru
terbuka, yang belum
menyeluruh mencantumkan
dan kegiatan dan
berkesinamb program penilaian
ungan, dalam RPP
sistematis,
beracuan
kriteria, dan
akuntabel) Guru meleng- kapi
RPP

2 Teknik dan Instrumen Sebagian guru Sebagian besar Sekolah menyiapkan


Instrumen penilaian hasil telah guru belum format penelaahan
Penilaian belajar yang melaksanaan melaksanaan butir soal dan
digunakan penelaahan penelaahan meminta semua guru
pendidik instrumen instrumen melakukan telaah
memenuhi penilaian hasil penilaian hasil butir soal sebelum
belajar belajar diujikan kepada
persyaratan peserta didik
substansi,
konstruksi, dan
bahasa.

3 Mekanisme a. Rancangan a. Rancangan a. - a. -


dan Prosedur penilaian dari penilaian dari b. - b. -
Penilaian silabus yang silabus yang
penjabaranny penjabaranny c. - c. -
a merupakan a merupakan d. Penil hasil d. Perlu sosialisasi
bagian RPP bagian RPP belajar dan pemahaman
b. PH,PTS, b. PH,PTS, kelompok kepada guru ttg
PAS, PAT PAS, PAT estetika dan Penil hasil belajar
dilakukan dilakukan kelompok kelompok estetika
perjasorkes dan kelompok
25
KONDISI KESENJANG RENCANA
NO KOMPONEN KONDISI RIIL
IDEAL AN TINDAK LANJUT

oleh pendidik oleh pendidik belum sesuai perjasorkes


di bawah di bawah pedoman e. Perlu sosialisasi
koordinasi koordinasi e. Penil hasil dan pemahaman
Satuan Satuan belajar kepada guru tt
Pendidikan Pendidikan kelompok Penil hasil belajar
c. Penilaian UN c. Penilaian UN agama dan kelompok agama
dan dan akhlag dan akhlag mulya
US/USBN US/USBN mulya dan dan kelompok
adalah salah adalah salah kelompok kewarganegaraan
satu syarat satu syarat kewarganega dan kepribadian
kelulusan kelulusan raan dan f. -
kepribadian
d. Penilaian d. Penilaian
belum sesuai g. -
hasil belajar hasil belajar
pedoman h. Kegiatan
kelompok kelompok
estetika dan estetika dan f. - pengembangan
kelompok kelompok diri perlu
g. -
perjasorkes perjasorkes dibuktikan dengan
ditentukan ditentukan h. Kegiatan surat keterangan
melalui rapat pendidik pengembang
i. KS menghimbau
dewan an diri belum
e. Penil hasil guru untuk
pendidik dibuktikan
belajar memberikan hasil
berdasarkan dengan surat
kelompok UH kepada siswa
hasil keterangan
agama dan sebelum UH
penilaian akhlag mulya i. 30 % guru berikutnya, yang
pendidik belum belum tuntas
dan kelompok
e. Penil hasil kewarganegar memberikan mengikuti pembel
belajar aan dan hasil UH remidi
kelompok kepribadian kepada siswa
agama dan ditentukan sebelum UH
akhlag mulya pendidik berikutnya,
dan kelompok f. Kegiatan yang belum
kewarganegar tuntas
Ujian Sekolah
aan dan mengikuti
(menyusun
kepribadian pembel
kisi-kisi,
ditentukan remidi
mengembang
melalui rapat kan
dewan instrumen,
pendidik melaksanakan
berdasarkan ujian,
hasil mengolah dan
penilaian
26
KONDISI KESENJANG RENCANA
NO KOMPONEN KONDISI RIIL
IDEAL AN TINDAK LANJUT

pendidik menentukan
dengan kelulusan,
memperhatika melaporkan
n hasil ujian hasil ujian)
sekolah g. Penil muatan
f. Kegiatan lokal
Ujian Sekolah mengikuti
(menyusun penil
kisi-kisi, kelompok
mengembang mata
kan pelajaran
instrumen, yang relevan.
melaksanakan h. Kegiatan
ujian, pengembanga
mengolah dan n diri
menentukan dibuktikan
kelulusan, dengan nilai
melaporkan pada LHBS
hasil ujian)
i. 60 % guru
g. Penil muatan memberikan
lokal hasil UH
mengikuti kepada siswa
penil sebelum UH
kelompok berikutnya,
mata yang belum
pelajaran tuntas
yang relevan. mengikuti
h. Kegiatan pembel
pengembanga remidi
n diri
dibuktikan
dengan surat
keterangan
pembina dan
KS
i. Hasil UH
harus
dikembaliaka
n kepada
siswa

27
KONDISI KESENJANG RENCANA
NO KOMPONEN KONDISI RIIL
IDEAL AN TINDAK LANJUT

sebelum UH
berikutnya,
yang belum
tuntas
mengikuti
pembel
remidi

4 Penilaian oleh a. menginforma a. menginform a. – a. –


Pendidik sikan silabus asikan
pada awal silabus pada
semester awal
kepada siswa semester
kepada siswa
b. Melaksanaka
n tes, b. Melaksanaka
b. – b. –
pengamatan, n tes,
penugasan, pengamatan,
atau bentuk penugasan,
lain atau bentuk
lain
c. Mengolah
hasil penil c. Mengolah c. Mengolah c. Dilaksanakan
untuk hasil penil hasil penil pendampingan
mengetahui untuk untuk Guru dlm
kemajuan mengetahui mengetahui Mengolah hasil
dan kesulitan kemajuan kesulitan penil untuk
belajar siswa belajar mengetahui
siswa kesulitan belajar
d. Mengembalik d. siswa
Mengembali d. Mengembal
an hasil kan hasil ikan hasil d. Guru diingatkan
pekerjaan pekerjaan pekerjaan untuk memberi
siswa siswa siswa belum komentar yang
disertai
komentar disertai mendidik saat
yang komentar mengembalikan
mendidik yang hasil pekerjaan
mendidik siswa
e. Memanfaatka
e. Memanfaatk e. – e. –
n hasil penil
an hasil penil
untuk
untuk
perbaikan
perbaikan
pembel
28
KONDISI KESENJANG RENCANA
NO KOMPONEN KONDISI RIIL
IDEAL AN TINDAK LANJUT

pembel
f. Melaporkan
hasil belajar f. Melaporkan f. - f. -
siswa setiap hasil belajar
akhir siswa setiap
semester akhir
semester
5 Penilaian oleh a. Menentukan a. Menentukan a. – a. –
Satuan KKM melalui KKM melalui
Pendidikan rapat dewan rapat dewan
pendidik pendidik
b. Mengkoordin b. Mengkoordin b. – b. –
asikan pelaks asikan pelaks
PH,PTS, PH,PTS,
PAS, PAT PAS, PAT
c. Menentukan c. Menentukan
c. – c. –
kriteria kriteria
kenaikan kenaikan
kelas melalui kelas melalui
rapat dewan rapat dewan
pendidik pendidik
d. Sekolah
d. Sekolah d. Sekolah akan
belum
masih menuju SSN
menentukan
d. Menentukan katagori
program
program standar
pembel SKS
pembel SKS dengan
melalui rapat pembelajara
dewan n sistem
pendidikan paket
e. Menentuka
e. Menentuka e. Menentuka penil
penil 4
penil 4 4 kelompok mata
kelompok
kelompok pelajaran harus
e. Menentuka mata
mata melalui rapat
penil 4 pelajaran
pelajaran oleh dewan pendidik
kelompok belum
pendidik melalui
mata
pelajaran rapat dewan
melalui rapat pendidik
dewan
pendidik
29
KONDISI KESENJANG RENCANA
NO KOMPONEN KONDISI RIIL
IDEAL AN TINDAK LANJUT

f. Menyelengga f. – f. –
rakan US dan
f. Menyelengga menentukan
rakan US dan kelulusan
menentukan sesuai POS
kelulusan g. Melaporkan
sesuai POS g. –
hasil penil g. –
g. Melaporkan mata
hasil penil pelajaran
mata kepada orang
pelajaran tua/wali
kepada orang dalam bentuk
tua/wali LHBS
dalam bentul
LHBS h. Belum h. Sekolah
melaporkan melaporkan hasil
h. Melaporkan
h. Melaporkan hasil pencapaian
pencapaian
hasil pencapaian belajar akhir
hasil belajar
kenaikkan belajar tiap semester dua
kepada
dan kelulusan semester kepada Disdik
Disdik kab
kepada kepada kab
Disdik kab Disdik kab
i. Menerbitkan i. - i. -
SKHUN
i. Menerbitkan j. - j. -
j. Menerbitkan SKHUN
Ijazah bagi
siswa yang j. Menerbitkan
lulus Ijazah bagi
siswa yang
lulus
6 Penilaian oleh a. Penil hasil a. Penil hasil - -
Pemerintah belajar oleh belajar oleh
pemerintah pemerintah
dalam bentuk dalam bentuk
UN UN
b. Hasil UN b. Hasil UN
menentukan menentukan
kelulusan kelulusan

30
B. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan

KOMPO KESENJANG TINDAK


NO KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
NEN AN LANJUT

Kemampuan rata-rata Kemampuan rata- Kemampuan Pengelolaan


1 Peserta
intake siswa minimal rata intake siswa rata-rata intake Proses
Didik
7,50 minimal dibawah siswa masih pembelajaran
7,00 dibawah 7,00 ditingkatkan
sehingga
menghasilkan
output yang
maksimal dengan
nilai murni di atas
7,50

Pendidik 100% pendidik Sesuai


2
dan berijazah S-1

Tenaga

Kependidik
an

a) RKB :luas ruang a)RKB.:luas a)Kelas belum -Untuk jangka 4 th


3 Sarana
8x9m, mebel per 8x9m, mebelair ada LCD ke depan minimal
Prasarana
siswa (mdh kuran 2 33% ruang kelas
diatur),ada LCD siswa,belum ada dipasang LCD
tetap LCD
b)Lab TI:ber -Menambah daya
AC,Komputer 20 b)TI: LCD masih b) TI : LCD listrik menjadi
unit mobiling dan terpasang 3200
,Printer,Laptop,LC laptop belum tetap,bandwi watt,mengajukan
D,Hot spot dengan terpenuhi,band ch minimal bantuan komputer
bandwich yang wich kecil 1,5MB sehingga
dapat diakses oleh terpenuhi 20
minimal 20 siswa unit,memasang
secara bersamaan LCD yang
permanen
c)LabIPA.:memenuhi c)Lab.IPA : c)Lantai tidak
syarat,administrasi belum keramik,kura
lengkap,bersih memenuhi ng
berkeramik syarat,belum bersih,admin
berkeramik,adm istrasi belum
inistrasi kurang tertib
lengkap

31
KOMPO KESENJANG TINDAK
NO KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
NEN AN LANJUT

d)Perpustakaan:ada d)Perputakaan:bel d)Perpust:Kepal


kepala um ada kepala a
perpust,tenaga perpust, Perpust.,Soft
perpust,ada Sistem Manajemen war Sistem
Aplikasi perpust manual, Aplikasi,Pen
Manajemen Ruang belum empatan
Perpust ,ruang tertata buku.
Memanfaatkan
tertata rapi, jumlah rapi,pengadaan
Softwar Sistem
buku siswa 100% buku bertahap,
Aplikasi perpust
terpenuhi,perpusta buku-buku baru
dari Mahasiswa
kaan digital masih sangat
praktek,Menyiapk
minim
an tempat untuk
buku-buku,
pengadaan buku
scr bertahap,
perpust digital
diprogramkan
jangka panjang.

Terpenuhi biaya Siswa mampu 75% siswa - Efektifitas dana


4 Pembiayaa
pengembangan membayar kurang mampu 75% siswa
n
keunggulan lokal: penuh kurang kurang mampu
dari 25% dengan
a) Sarana prasarana mengajukan
Penggunaan dana
b) Peserta Didik pengusulan
dg skala prioritas beasiswa
c) Pendidik - Kebijakan skala
prioritas
d) Tenaga
pendanaan tetap
Kependidikan
menjadi
alternatip
pengelolaan dana
Sekolah memiliki Sekolah memiliki - Lebih
5 Program
RKJM RKJM disempurnakan
Sekolah
sesuai dengan
kebijakan Dinas
Sekolah memiliki Sekolah memiliki dan Majlis serta
RKAS RKAS menyesuaikan
dengan kondisi
internal sekolah

32
BAB III

PENUTUP

Dari penjabaran analisis konteks perstandar, bisa disimpulkan bahwa secara global SMA
Nuris sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Namun masih ada beberapa komponen yang
masih kurang dan perlu perbaikan. Demikian pula dalam beberapa hal masih banyak peluang-
peluang yang belum dimanfaatkan dan kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki.

Semoga hasil analisis ini dapat berguna untuk pengembangan SMA Nuris Jember menuju
sekolah yang lebih baik.

33