Anda di halaman 1dari 21

L A P O R AN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

PT. ECOLAB INTERNATONAL INDONESIA

BIDANG K3 MEKANIK, DAN K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM

ANGKATAN KE-211

KELOMPOK 3

1. Achmad Achsin Fathoni Syarief


2. Arif Anugerah Sendoro Z
3. Denny Richard Donald T
4. Falen Falevy Anpradino
5. Lupisari Puspaningrum
6. Putri Amelia Shabrina
7. Sony Octavian Perdana

PENYELENGGARA

PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO

Jakarta, 22 Juli 2019

1
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN
JUDUL
......................................................................................................................................
1

DAFTAR
ISI
......................................................................................................................................
2

BAB I PENDAHULUAN

A Latar
Belakang
............................................................................................................
3

B Maksud dan
Tujuan
............................................................................................................
4

C Ruang
Lingkup
............................................................................................................
4

D Dasar Hukum yang Berkaitan dengan


Kelompoknya
............................................................................................................
5

BAB II KONDISI PERUSAHAAN


2
A Gambaran Umum Tempat
Kerja
............................................................................................................
7

B Temuan
............................................................................................................
8

BAB III ANALISA

A Analisa Temuan
Positif ................................................................................................
12

B Analisa Temuan
Negatif ..............................................................................................
16

BAB IV PENUTUP

A Kesimpulan .......................................................................................
18

B Saran .................................................................................................
19

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Suatu perusahaan yang aman adalah perusahaan yang teratur dan


terpelihara dengan baik sebagai tempat naungan para tenaga kerja. Program
keselamatan kerja yang baik adalah program yang terpadu dengan pekerjaan
sehari-hari (rutin), sehingga sulit untuk dipisahkan satu sama lainnya.
Program Keselamatan Kerja tersebut perlu di aplikasikan pada Perusahaan
dan di sosialisasikan kepada para pekerja sehingga berguna untuk memberi
bimbingan untuk pencegahan kecelakaan pada waktu bekerja.

PT. ECOLAB merupakan bagian dari Perusahaan yang bergerak


dalam bidang produksi bahan-bahan kimia khusus. PT. ECOLAB selalu
mengupayakan produk yang berkualitas sesuai permintaan pelanggan
dilakukan melalui proses produksi dengan menerapkan sistem manajemen
yang menjamin mutu, pencegahan pencemaran dan berbudaya K3. Untuk
mendukung tekad tersebut, manajemen berupaya memenuhi standard mutu
yang ditetapkan dan diterapkan, peraturan tentang lingkungan hidup ,
ketentuan dan norma-norma K3 serta peraturan/perundangan terkait
lainnya.

Laporan Kunjungan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan


salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikat AK3 Umum yang
diadakan oleh PT. Duta Selaras Solusindo yang bekerjasama dengan
Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Maka pada tanggal 18 Juli
2019, kami melakukan Kunjungan PKL di PT. ECOLAB yang berlokasi
Jl.Pahlawan No.25, Karang Asem Timur, Kec. Citeureup, Bogor, Jawa
Barat, 16810. PKL yang dilakukan di PT ECOLAB ini dimaksudkan untuk

4
mengetahui bagaimana penerapan keselamatan dan kesehatan kerja,
perilaku pekerja, kendala-kendala yang dihadapi, serta faktor-faktor lain
yang berhubungan dengan pekerjaan khususnya terkait dengan bidang K3
Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat dan
Angkut), dan K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan. Kegiatan PKL ini
dilakukan guna mengamati berbagai temuan baik positif maupun negatif
yang dapat menyebabkan bahaya bahaya biologi, bahaya fisika, bahaya
kimia, bahaya psikologis, dan bahaya ergonomi. Sumber-sumber bahaya
tersebut dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan kecelakaan kerja
maupun penyakit akibat kerja.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dilakukannya kunjungan praktik kerja lapangan


pada PT ECOLAB adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengamati temuan positif dan negatif berkaitan dengan K3 Mekanik


serta Pesawat Uap dan Bejana Tekan.

2. Untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di


lapangan khususnya di bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan, dan
Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi)

3. Memberikan usulan saran atau rekomendasi berkaitan dengan temuan yang


diperoleh.

C. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup ataupun batasan yang ditetapkan berdasarkan Kerja


Praktek Lapangan berkaitan dengan:

1. Pelaksanaan K3 di Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan

2. Pelaksanaan K3 di Bidang Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan


Pesawat Angkat dan Angkut)

5
D. DASAR HUKUM

Dasar hukum adalah peraturan perundang- undangan yang menjadi


landasan bagi setiap penyelenggaraan subyek hukum. Adapun dasar hukum
yang berkaitan dengan K3 Mekanik serta Pesawat Uap dan Bejana Tekan
adalah sebagai berikut:

1. Dasar hukum K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan adalah sebagai berikut:

a. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

b. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

c. UU Uap Tahun 1930.

d. Peraturan Uap Tahun 1930.

e. Permenaker No.PER.01/MEN/1982. Tentang Bejana Tekanan diganti


Permenaker No. 37 tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tangki
Timbun.

f. Permenaker No. Per. 01/MEN/1988 tentang Kualifikasi dan syarat-


syarat Operator Pesawat Uap.

g. SE Menakertrans No. 5/ 2011 tentang Lisensi/ Surant Ijin Operator


Pesawat Uap.

h. Kep. Dirjen Binawasker No. 75 tahun 2013 tentang petunjuk teknis


pembinaan calon ahli K3 Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan,
Pesawat Angkat Angkut dan Pesawat Tenaga dan Produksi.

2. Dasar hukum K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan Pesawat


Angkat-angkut) adalah sebagai berikut:

a. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.

b. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

6
c. Permenaker No. 38 tahun 2016 tentang K3 Pesawat Tenaga Produksi.

d. Permenaker No. 5 tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.

e. Permenakertrans No. 9 tahun 2010 tentang Operator dan Petugas


Pesawat Angkat Angkut.

f. Kepmenaker 452/M/BW/1996 tentang Pemakaian Pesawat dan Angkut


Jenis Rental.

g. Kep. Dirjen Binwasnaker No. 75 tahun 2013 tentang petunjuk teknis


pembinaan calon ahli K3 Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan,
Pesawat Angkat Angkut dan Pesawat Tenaga dan Produksi.

7
BAB II

KONDISI PERUSAHAAN

A. GAMBARAN UMUM TEMPAT KERJA

PT. Ecolab International Indonesia adalah salah satu industri yang


memproduksi produk pembersih yang digunakan berbagai industri lainnya, seperti
industri kesehatan, industri manufaktur, industri perminyakan, industri makanan, dan
lainnya, yang terletak di Jalan Pahlawan No. 25, Karang Asem Timur, Citeureup, Bogor,
Jawa Barat 16810, Indonesia. PT. Ecolab International Indonesia merupakan salah
satu cabang dari Ecolab, Nalco Water, dan Nalco Champion yang memiliki total cabang
tersebar di 170 negara di seluruh dunia. Untuk PT. Ecolab International Indonesia
sendiri memiliki 102 tenaga kerja.

PT. Ecolab International Indonesia telah mendapatkan beberapa penghargaan dan


sertifikasi diantaranya :

 Sertifikasi SMK3 Bendera Emas

 OHSAS 18001-2017 – Safety Management System

 ISO 9001:2015 – Quality Management System

 ISO 14001:2015 – Environment Management System

 Certification Halal

 Certification NSF International

 Certification Responsible Care 2017

8
 Penghargaan Nihil Kecelakaan dari Kabupaten Bogor

 Penghargaan Lingkungan Hidup

PT. Ecolab International Indonesia melalui Nalco Water merupakan


salah satu perusahaan yang mendukung dan meningkatkan solusi kestabilan
air melalui CEO Water Mandate, dan juga mendukung konservasi air melalui
World Wildlife Fund (WWF).

B. Temuan di Lapangan

1. Boiler (Pesawat Uap)

Maka dari hasil di lapangan ditemukan berikut analisa mengenai boiler :

Temuan Positif :

 Operator memiliki Surat Izin Operasi (SIO) boiler

 Adanya izin pemakaian boiler

2. Kompresor (Bejana Tekan)

Maka dari hasil di lapangan ditemukan berikut analisa mengenai


kompresor, temuan positif :

 Terdapat tanda pengenal

 Terdapat penunjuk tekanan

 Terdapat alat pelindung kompresor

 Terdapat rambu bahaya

 Terdapat APAR

9
 Adanya izin pemakaian kompresor

3. Pressure Vessel (Bejana Tekan)

Maka dari hasil di lapangan ditemukan berikut analisa mengenai


Pressure Vessel, temuan positif :

 Terdapat plat nama

 Bahan bersifat mudah terbakar dan tidak mudah terbakar disimpan


terpisah

 Lantai sekitar bejana bersih dan tidak licin

 Terdapat APAR, smoke detector, gas detector, dan hydrant


box

 Terdapat rambu bahaya

 Adanya izin pemakaian Pressure Vessel

4. Forklift (Pesawat Angkat Angkut)

Maka dari hasil di lapangan ditemukan berikut analisa


mengenai Forklift:

Temuan Posifit :

 26 operator memiliki SIO

 Terdapat jalur khusus pejalan kaki

 Forklift telah dilengkapi dengan atap pelindung

 Terdapat form/checklist forklift

 Forklift diesel terdapat spark aduster

 Terdapat alarm pada forklift ketika berjalan mundur

10
 Terdapat APAR pada Forklift

 Adanya izin pemakaian Forklift

Temuan Negatif

 Operator forklift tidak menggunakan safety belt dan masker

 Terdapat forklift yang tidak dilengkapi APAR

 Jalur forklift terhalang oleh tumpukan barang

 Jalur penanda sudah mulai pudar

 Terdapat forklift yang tidak dilengkapi kaca spion

 Tidak ditemukannya tanda hasil pengujian

5. Genset (Pesawat Tenaga dan Produksi)

Maka dari hasil di lapangan ditemukan berikut analisa mengenai


Genset :

Temuan Positif :

 Unit Genset sebagai emergency Back up Power dengan


Kapasitas 1 X 750 KVA, kondisi sedang di repair sehingga
menggunakan Genset Sewa, dengan posisi auto sehingga bila
terjadi black out PLN, unit genset running untuk back up
power.

 Operator Genset memiliki SIO

 Terdapat alat pengaman dan pelindung

 Memiliki prosedur pengoperasian Genset

 Ruang Genset diletakan terpisah dari ruang produksi

11
 Terdapat exhaust pada ruang genset

Temuan Negatif :

 Tidak Memiliki SLO Genset (Sedang di Perpanjang)

 Genset di tempatkan di area luar (Non Silencer) sehingga


akan menimbulkan noise yang mengganggu pekerja

 Tidak memiliki APAR (25 Kg).

 Di unit Genset tidak memiiki History Card, yang berfungsi


sebagai kontrol dalam perawatan, perbaikan atau Penggantian
parts untuk unit equipment tersebut.

 Tidak ada Test Running Genset tanpa beban (1 minggu


sekali)

 Tidak ada Test Running Genset menggunakan beban (2-3


bulan sekali)

 Tidak adanya tangki harian di dalam ruang genset untuk


leveling sollar saran harus di buatkan secara permanen.

 Kepala Aki di ruang genset saat ini kondisi nya tidak tertutup
dengan bahan karet, saran harus di lengkapi dengan bahan
karet untuk proteksi.

6. Hoist Crane (Pesawat Angkat Angkut)

Maka dari hasil di lapangan ditemukan berikut analisa


mengenai Hoist Crane :

Temuan positif :

 Operator Hoist Crane memiliki SIO

 Adanya izin pemakaian hoist crane

12
BAB III

ANALISIS TEMUAN

A. Analisis Temuan Positif

No. Objek Analisa Manfaat Saran/Rekomendasi Dasar Hukum


K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan

1. Boiler Rental (1 unit)  Menjadikan Boiler  Selalu  UU No. 01


aman untuk memonitoring alat Tahun 1970
dijalankan/gunakan boiler dengan tepat
karna telah waktu sesuai
memenuhi Standard
dengan yang  Permenaker No.
Ijin Operasional.
direncanakan 01 Tahun 1988
 Dengan adanya SIO (Pasal 3)
maka Operator atau
 Terdapat SIO boiler. manajemen bisa
memonitor Periode  Memperbaiki
 Adanya izin waktu Boiler agar dapat  SE Menakertrans
pemakaian boiler pemakaian/perbaik segera beralih dari No.5/2011
an boiler rentai
 Dengan adanya SIO
maka Operator
dapat menjalankan
Tindakan
Preventive atas
pemeliharaan boiler

13
tsb.

2. Kompresor (150 m3/h;  Memudahkan  Menjaga Pemenaker No. 37


7,5Bar) pengoperasian dan keberlangsungan Tahun 2016 (PDJ
membuat penerapan safety pasal 2, 9 (4), 22)
pengoperasian alat pada alat,operator,
menjadi lebih Permenaker No.
serta aparatur
safety 38 Tahun 2016
lainnya
(Pasal 8)

 Terdapat tanda
rambu.

 Terdapat penunjuk
tekanan.

 Terdapat alat
pelindung
kompresor.

 Terdapat rambu
bahaya.

 Terdapat APAR.

 Adanya izin
pemakaian
Kompresor.

3. Pressure  Menjadikan  Menjaga Permenaker No. 37


Vessel Pressure vessel keberlangsungan Tahun 2016 (Pasal
tetap terjaga penerapan safety 9, 43, 54)
keamanannya pada alat,operator,
 Menjaga serta aparatur
keselamatan
14
operator serta lainnya
orang lain yang
berada di sekitar
alat
 Terdapat plat nama.

 Bahan besifat
mudah terbakar dan
tidak mudah
terbakar disimpan
terpisah.

 Lantai di sekitar
bejana bersih dan
tidak licin.

 Terdapat APAR,
smoke detector, gas
detector, dan
hydrant box.

 Terdapat rambu
bahaya.

 Adanya izin
pemakaian Pressure
Vessel.
K3 Mekanik

1. Forklift (10 unit)  Menjadikan  Menjaga Permenaker No.


forklift tetap keberlangsungan 9 Tahun 2010
terjaga penerapan safety (Pasal 5)
keamanannya pada alat,operator,
serta aparatur Permenaker 5
 Menjaga
lainnya Tahun 1985
keselamatan
operator serta (Pasal 105,112)
orang lain yang
berada di sekitar
 Operator telah forklift
memiliki SIO
Forklift sebanyak 26
orang.

 Terdapat jalur
15
khusus pejalan kaki.

 Forklift telah
dilengkapi dengan
atap pelindung.

 Terdapat
form/checklist
forklift.

 Forklift diesel
terdapat spark
adjuster.

 Terdapat alarm pada


forklift ketika
berjalan mundur

 Terdapat
APAR pada
Forklift

 Adanya izin
pemakaian forklift

16
2. Genset Kapasitas  Menjadikan  Menjaga UU No.1 Tahun
genset tetap keberlangsungan 1970 Tentang
750 kVA terjaga penerapan safety Ketenagakerjaan
keamanannya pada alat,operator,
serta aparatur Permenaker No.
 Menjaga
lainnya 9 Tahun 2010
keselamatan
operator serta (Pasal 5)
orang lain yang
Permenaker No.
berada di sekitar
alat 38 Tahun 2016
(Pasal 8)
 Terdapat SIO Genset.
Permenaker No.
 Terdapat alat
37 Tahun 2016
pengaman dan
(Pasal 2)
pelindung.

 Memiliki
prosedur
pengoperasian
Genset

 Ruang genset
diletakkan terpisah
dari ruang produksi.

 Terdapat exhaust
pada ruang genset

3. Hoist crane 2,5 ton  Menjadikan tetap  Menjaga Permenaker No.


terjaga hoist keberlangsungan 9 Tahun 2010
keamanannya penerapan safety (Pasal 5)

 Menjaga pada alat,operator,


keselamatan serta aparatur
operator serta lainnya
orang lain yang
berada di sekitar
alat

 Terdapat SIO Hoist


Crane.

 Adanya izin
pemakaian Hoist
17
Crane.

B. Analisis Temuan Negatif

No. Objek Analisa Dampak Saran/Rekomendasi Dasar Hukum

K3 Mekanik

1. Forklift (10  Menjadi ancaman  Mematuhi Permenaker No.


unit) bagi keamanan peraturan dalam
8 Tahun 2010 (Pasal 4)
berkendara.
 Mengancam
keselamatan Permenaker 5 Tahun
 Melengkapi
operator serta 1985
APAR dan APD
orang lain yang berupa masker. (Pasal 4,
berada di sekitar
 Operator forklift alat  Melakukan 105,112)
tidak menggunakan penataan
safety belt dan tumpukan barang
masker. sesuai tempat
yang telah
 Terdapat forklift disediakan.
yang tidak
dilengkapi APAR. Melakukan
pengecetan pada
 Jalur jalur
forklift terhalang penanda yang
oleh tumpukan sudah pudar.
barang.
 Memasang kaca
 Jalur penanda spion pada
sudah mulai pudar. forklift

 Terdapat forklift
yang tidak
dilengkapi kaca
spion.

18
2. Genset Kapasitas  Menjadi ancaman  Menambahkan  Permenaker No. 9
bagi keamanan APAR Tahun 2010
750 kVA
 Mengancam  Menambahkan  Permenaker No. 38
keselamatan Silencer Tahun 2016
operator serta
orang lain yang  Menambahkan  Permenaker
berada di History Card No.4/MEN/1985
sekitar alat
 Merencanakan  UU No.1 Tahun 1970
dan menjalankan
 Genset di Running Test  UU 30Pasal 44 Tahun
tempatkan di 2009/SLO
area luar (Non
Silencer)  PP No.62/2012/SLO

 Tidak memiliki
APAR (25 Kg).

 Di unit Genset
tidak memiiki
History Card,
yang berfungsi
sebagai kontrol
dalam
perawatan,
perbaikan atau
Penggantian
parts untuk unit
equipment
tersebut.

 Tidak ada Test


Running Genset
berkala

19
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. PT. Ecolab memiliki pesawat uap dan bejana tekan berupa:

a. Boiler sewa sebanyak 1 unit dengan kapasitas 1,5 ton dan


operator sebanyak 5 orang.

b. Forklift sebanyak 10 unit dengan kapasitas 2,5 ton (8 unit)


dan 3 ton (2 unit) dan operator sebanyak 26 orang.

c. Genset sewa sebanyak 1 unit dengan kapasitas 750 kVA dan


operator sebanyak 2 orang.

d. Hoist sebanyak 1 unit dengan kapasitas 2,5 ton dan operator


sebanyak 1 orang.

2. PT. Ecolab secara garis besar sudah memenuhi peraturan dan


persyaratan K3 pesawat uap dan bejana tekan serta K3 mekanik
(pesawat tenaga dan produksi serta angkat angkut).

3. Beberapa data yang terkait K3 pesawat uap dan bejana tekan


serta K3 mekanik (pesawat tenaga dan produksi serta angkat
angkut):

a. SOP maupun petunuk K3 pelaksanaan pekerajan sudah ada


namun ada beberapa karyawan dan operator yang tidak
melaksanaan SOP serta tidak menggunakan APD yang
lengkap sehingga ada potensi bahaya bagi karyawan dan
operator tersebut dalam bekerja.

b. Rambu-rambu keselamatan kerja ada beberapa yang perlu


dilengkapi.

c. Meningkatkan pengawasan kepada tiap pekerja dalam


penggunaan APD.
20
B. Saran

1. Monitoring pada alat terus dilakukan agar efektif, efisien, dan aman
dalam pemakaiannya serta dapat memperpanang umur pesawat
sesuai peraturan yang berlaku.

2. Lingkungan kerja dilakukan penataan agar tempat kerja rapi, bersih,


nyaman, dan aman.

3. Penyediaan APD perlu dilakukan pengawasan agar pekerja


menggunakan APD sesuai dengan bahaya yang mungkin terjadi pada
tempat kerja.

4. Pemeriksaan dan pengujian pada pesawat dilakukan.secara rutin.

5. Melakukan penataan tumpukan barang sesuai tempat yang telah


disediakan.

6. Melakukan pengecetan pada jalur penanda yang sudah pudar.

7. Memanajemen jalur forklift supaya lebih baik dalam segi


keselamatan dan ergonomi

8. Menempatkan genset didalam ruangan dan Memperlengkapi ruang


Genset dengan APAR sesuai standard

9. Memperbaiki Genset yang rusak sehingga tidak menggunakan genset


sewaan lagi

10. Mengurus Perijinan SLO Genset

11. Menambahkan jumlah tenaga kerja khususnya untuk operator


forklift, genset, hoist, dan boiler mengacu pada UU No.1 Tahun
1970 ketenagakerjaan pasal 13 mengenai jam kerja ideal
21