Anda di halaman 1dari 33

SISTEM IMUN TRAKTUS

GENITOURINARIUS

Prof.Dr.dr.Harijono KS, Sp.KK(K), FINSDV, FAADV


Pendahuluan

Morbiditas, Masalah
infertilitas, kesehatan
IMS & HIV disabilitas, masyarakat
kematian dunia
Anatomi Traktus Urogenital Wanita
Anatomi Traktus Urogenital Pria
bakteri
II. Sistem III. Sistem
imun imun
alami didapat
Mukosa
traktus
urogenital

parasit virus
I. Barrier
epitel
I. Barrier Epitel
Struktur epitel traktus genitourinarius
Bervariasi tergantung lokasi
& fungsinya

2019

I. Epitel kolumner
selapis: endo servik,
uterus dan ovarium

II. Epitel skuamus


berlapis berkeratin:
ektoservik &vagina
(Lanjutan)

• Cadherin (molekul adhesi) & desmosom interseluler


mengikat sel epitel satu & lainnya
• Gap junctions memungkinkan pertukaran molekul antar
sel (ion, cAMP, cGMP)
• Epitel mukosa vagina terdiri dari lamela lipid interseluler
yg permeabel terhadap cairan & protein terlarut

Masuknya mikroba &


mediator sel imun
Deskuamasi pada epitel mukosa vagina
tergantung dari :

Hubungan seksual Produk vagina Status hormonal

• Eksfoliasi merupakan cara untuk eliminasi mikroorganisme


patogen yg menempel di dinding vagina kemudian masuk ke
lumen vagina + substrat lactobacilli → memelihara
keasaman lumen vagina
• Trauma & ulserasi akibat infeksi → kerusakan epitel →
masuknya mikroorganisme patogen

Faktor risiko adanya transmisi


IMS &HIV
Mukus (traktus genitourinarius wanita)
Mucin-secreting glands di serviks
memproduksi mukus

Lumen vagina

• Lubrikasi terhadap trauma fisik


• Mencegah kolonisasi patogen
• Memelihara ketahanan sperma
• Membantu migrasi sperma
• Membersihkan mikroorganisme
II. Sistem imun alamiah
1. Deteksi mikroba cepat
2. Fagositosis
3. Aktivitas antimikroba
2.Mikrobiota
vagina

SISTEM
IMUN
ALAMIAH
1.Protein anti 3.Sel efektor
mikroba sistem imun
β Defensins Sel epitel Bakteri gram positif dan gram
Neutrofil negatif
1. Protein antimikroba
Makrofag
Monosit
Jamur
Enveloped & non-enveloped viruses
Sel dendritik
Trappin2-elafin Sel epitel Bakteri gram positif dan gram
Peptida/protein Sumber
Neutrofil Efek Antimikroba
negatif
SLPI Sel epitel Bakteri gram positif dan gram
Jamur
negatif
HIV
α Defensins Neutrofil Bakteri gram positif dan gram
HSV-2
Calprotrectin Makrofag
Sel epitel negatif gram positif dan gram
Bakteri
Monosit
Neutrofil Enveloped & non-enveloped viruses
negatif
Sel epitel
Monosit
β Defensins
Cathelicidin Sel epitel
Neutrofil Bakteri gram positif dan gram
Neutrofil
Sel epitel negatif
Lisozim Makrofag
Makrofag Jamur gram positif
Bakteri
Monosit
Monosit Enveloped & non-enveloped viruses
HIV
Sel dendritik
Neutrofil HSV
Trappin2-elafin
Laktoferrin Sel epitel
Sel epitel Bakteri gram 2019
Bakteri gram positif dan
positif dan gram
gram
Neutrofil
Neutrofil negatif
negatif
Jamur
Enveloped & non-enveloped viruses
HIV
HSV-2
Calprotrectin Sel epitel Bakteri gram positif dan gram
Neutrofil negatif
Monosit
Cathelicidin Neutrofil Bakteri gram positif dan gram
Sel epitel negatif
Lisozim Makrofag Bakteri gram positif
Monosit HIV
Neutrofil HSV
Laktoferrin Sel epitel Bakteri gram positif dan gram
Protein antimikroba

2019
Protein antimikroba

2019
2. Mikrobiota vagina
Lactobacilli
• Flora normal fakultatif obligat anaerob
• Kompetisi dengan mikroorganisme
patogen untuk mendapatkan nutrisi
• Menurunkan pH vagina dgn memproduksi
asam laktat
• Produksi substrat antimikroba → menekan
pertumbuhan mikroorganisme patogen
• Memicu aktivitas imunitas lokal vagina
3. Sel efektor sistem imunitas alamiah
Sel epitel
• Ekspresi PRRs, komplemen & Ig →kemokin menarik sel efektor →
aktivasi leukosit & sitokin pro inflamasi → mempengaruhi
diferensiasi & regulasi sel T & sel B
• Ekspresi molekul adhesi (ICAM-1 & LFA-3) → penting untuk
perlekatan leukosit
Sel dendritik
• APC yang berasal dari sel progenitor hemopoeitik sumsum tulang
• Prekursor dari sumsum tulang → sirkulasi → limfonodi → subset
sel dendritik ( jaringan & darah )
• Aktivasi sel T naive → mengaktifkan Th1 & T memori
Sel dendritik

2019

Produksi
IFN tipe 1 →
respon
infeksi virus
• Sel dendritik
• Ekspresi TLRs & DC-SIGN immatur
• Aktivasi CD4 TH1 → IFN γ → • Ekspresi CD1a,
fagositosis makrofag MHC kelas II, e
• TH2 → IL-5 → imunoglobulin cadherin
Makrofag dendritik

• Monosit (sirkulasi) + makrofag (jaringan) → sistem fagosit mononuklear


• Makrofag berada dalam lamina propria
• Memicu kaskade sitokin & kemokin proinflamasi
• Aktivasi sistem komplemen, faktor koagulasi, faktor pertumbuhan,
metabolit reaktif, aktivator plasminogen urokinase & lipid reaktif

Penghancuran mikroorganisme patogen


Granulosit • Terdiri dari : neutrofilik, eosinofilik, basofilik
• Berperan dalam proses fagositosis
• Neutrofilik : ekspresi PRRs untuk pengenalan Ag

2019
Sel NK

Antibody-dependent cell mediated


cytotoxicity (ADCC)

Aktivasi sel NK oleh :


• IFN tipe 1 yg disekresi oleh pDC
• IL-2 & IFN γ yg disekresi 2019
oleh sel T
• IL-12 yg disekresi oleh makrofag
Molekul Reseptor Sel
PRR & PAMP

2019
Pattern Recognition Receptors (PRRs)

1. Toll-like receptors (TLRs) →


transmembrane PRRs
2. C-Type Lectin receptors (CLRs) →
transmembrane PRRs
3. NOD-like receptors → sitosolik PRRs
4. RNA helicase
Aktivasi Toll-like receptors (TLRs)
TLRs pada saluran genital

• Sel langerhans & dendritik pd epitel vagina,


ektoserviks & foreskin mengekspresikan TLR2, TLR4
& TLR5 → mengenali mikroorganisme patogen

• Infeksi C.trachomatis mengekspresikan TLR2 &


MyD88 → IL-8
III. Sistem imun didapat
1. Imunitas humoral

2019

• Endoserviks & penile urethra → Ig A


• Sekresi genital → Ig G
• sIgA → aktivasi komplemen & aglutinasi mikroorganisme patogen
dendritik

Neisseria gonorrhoeae
sIgA Protease
• IgA protease pada Neisseria akan menginaktivasi sIgA
• Ig A protease : faktor virulensi Neisseria
• sIgA berfungsi mencegah komplikasi salphyngitis
• IgA berkurang pada sekresi traktus genitalis → infeksi HIV
Sistem imun didapat
2. Imunitas seluler

• Aktivasi sel dendritik pada lamina propria → migrasi pada


limfonodi regional → menyajikan Ag pada sel T naive →
memicu respon imun seluler
• Makrofag menyajikan Ag pada sel T CD8 & CD4 pada epitel
• Ag yg dipresentasikan oleh APC melalui jalur : 2019

✓Endogen (intrasel) mengaktifkan MHC I → CD8


✓Eksogen (ekstrasel) mengaktifkan MHC II → CD4
2019
Sistem Imunitas traktus genital wanita

• Sel plasma terpusat pada lapisan sub-epitel


endoserviks
• Sel T << terdapat pada fase proliferatif siklus
menstrual, sedangkan >> pada fase sekretorik
• Limfosit T CD8 >> terdapat pada epitel ektoserviks,
vagina & zona transisi 2019

• Pada endometrium & endoserviks → APC predominan


: makrofag & sel dendritik
• Pada vagina & ektoserviks terdapat sel langerhans
intraepitel
Sistem Imunitas traktus genital wanita

2019
Sistem Imunitas traktus genital pria

• Limfosit T terdapat pada : rete testis, epididimis, vas


deferens & uretra → CD8 >> lap.sel epitel
• Makrofag >> terdapat pada : epididimis, epitel pada
jar.ikat & kelenjar & pada penile urethra
• Berbeda dengan traktus genital wanita :2019
sel
langerhans <<penile urethra tetapi >> epitel
foreskin & fossa navicularis
Sistem Imunitas traktus genital pria

2019
Sinergi antara sistem imun alamiah & didapat
Alamiah Didapat
dendritik
Regulasi sistem imun pada permukaan mukosa merupakan interaksi
kompleks antara imunitas alamiah & didapat
• Sel penghubung : sel dendritik ( pengenal Ag)
• Ag dipresentasikan kepada limfosit melalui MHC II → sitokin IL-12 &
Interferon tipe 1
• Sel epitel pd tmpt infeksi akan mengeluarkan kemokin (IL-8) → memanggil
neutrofil, makrofag dan sel T ke tmpt infeksi → mengeluarkan IL-1 yg akan
mengaktivasi mediator limfosit (pd sistem imunitas didapat)
• Infeksi virus (HIV-1) → produksi Ab oleh sel B melalui jalur aktivasi
komplemen
• Limfosit T spesifik Ag → produksi sitokin→aktivasi fagositosis
• Limfosit B → produksi Ab → aktivasi fagosit & sistem komplemen
Terima Kasih