Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA

Disusun oleh :

Alfiah Assa’adha Djean (K3316002)

Mela Yuliyanti (K3316039)

Melani Krismonita (K3316040)

Dosen : Dr. Sri Retno Dwi Ariani, S.Si.,M.Si.

KELAS A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2019
I. JUDUL
Pembuatan Balsem
II. TUJUAN
Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan balsem
III. DASAR TEORI
Balsem adalah obat gosok dengan kepekatan seperti salep sedangkan salep
adalah sediaan setengah padat yang diperuntukan untuk pemakaian topical
pada kulit atau selaput lendir. Fungsi balsem sebagai penghangat tubuh yang
berbentuk padat.
Macam-macam obat gosok :
Padat  balsam
Cream  rheumason
Cair  minyak kampak/minyak kayu putih
Bahan utama dalam pembuatan balsem sebagai berikut :
1) Minyak Gondopuro
Sifat :

◊ Berwarna kuning agak merah


◊ Berbentuk cairan
◊ Bj 1,189-1,185 gr/ml
◊ Titik beku –8,3 oC dan Titik didih 222,2oC
◊ Pembuatan minyak bersifat tidak aktif
◊ Dapat larut dalam 7 bagian dari 70% alcohol, ether, acetic acid
◊ Sedikit larut dalam air
◊ Mudah menyala
Berasal dari destilasi dari sisa-sisa Gaultheria procumbersatau kul
pohon betula lenta
Digunakan:
 untuk aroma pada makanan, minuman, perusahaan farmasi,
pembau, parfum, penyerap pada lotion anti matahari
 sebagai pemanas pada obat gosok
2) Minyak kayu putih

Kayu putih adalah sejenis pohon dimana hasil minyak dari olahan daun
keringnya dapat digunakan untuk obat. Tanaman kayu putih masuk
dalam anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) dan genus Melaleuca.
Minyak kayu putih memiliki bau camphoraceous yang kuat seperti bau
enceng gondok yang memiliki kandungan herbal.
Minyak kayu putih memiliki beberapa sifat-sifat seperti berikut :
 Dekongestan, Membantu menghilangkan sesak di dada saat dihirup
melalui hidung
 Ekspektoran, membantu pelepasan lendir dari paru-paru.
 Analgesik, membantu menghilangkan rasa sakit.
 Antibakteri, membantu membunuh spesies bakteri tertentu dalam
tubuh.
 Antijamur, membantu membunuh spesies jamur.
 Antivirus, aktif terhadap beberapa virus.
 Antineuralgic, memberikan efek perlindungan pada sistem saraf.
 Antiseptik, mencegah infeksi pada luka.
 Untuk mengobati nyeri sendi (rematik) dan nyeri lainnya
3) Menthol Kristal
Sifat :
 Kristal putih dengan bau dan rasa yang dingin
 Dapat larut dalam alcohol dan ether
 Sedikit larut dalam solvent minyak tanah, glacial acetic acid
 Minyak yang mudah menguap
 Sedikit larut dalam air
 Tingkat keracunan rendah
 Menyublim
 Mudah menyala
Berasal dari : dengan pembekuan dari minyak peperment
Digunakan : parfum, rokok, minuman keras, aroma, chewing gum, peti
penggosok, obat batuk, permen, cream, pasta gigi
4) Champora
Terdapat pada batang-batang kayu Cinnamon camphor
Sifat :
 Sedikit berwarna
 Berbentuk kristal putih
 Sedikit larut air
 Dapat larut dalam alcohol, ether, chloroform, carbon disulfide
solvent naphtadan pada minyak yang mudah menguap
Fungsi sebagai pemanas dan pemadat
5) Paraffin padat
Parafin sendiri mempunyai kegunaan yaitu untuk pembuatan cleansing
cream, lipstick, briliantine , dan hair cream.
Fungsi : memberi rasa berminyak.
Jenis parafin ada 2 :
 Liquid untuk pemadat
 Solid untul pelicin
6) Vaselin putih
Sifat :

a) Sedikit berwarna seperti bau ambar dan transparan


b) Berminyak
c) Larut dalam chloroform, ether, carbon disulfide, benzene dan
minyak
d) Tidak dapat larut dalam air
e) Mudah menyala
f) Tidak beracun
Sebagai pengisi : botol-botol kaca, kaleng-kaleng dari timah, drum-
drum
Digunakan : obat gosok, semir logam, kosmetik, salep, lemak dari salep,
pada makanan sebagai defoaming agent, pelumas, peluak pada
campuran karet putih atau berwarna.
Vaselin berfungsi untuk pelicin.

IV. BAHAN DAN ALAT


A. Bahan
Bahan Gambar Jumlah

Minyak kayu putih 0,75 ml

Minyak gondopuro 0,75 ml


Menthol Kristal 1,5 gram

Champora 3,75 gram

Paraffin padat 7,5 gram

Vaselin putih 7,5 gram


B. Alat
Alat Gambar Jumlah

Gelas ukur 10 ml 1 buah

Gelas beker 1 buah

Pipet tetes 1 buah

Pengaduk 1 buah
Kaca arloji 1 buah

Mortar alu 1 buah

Kompor listrik 1 buah

Penangas air 1 buah


Botol kemasan 1 buah

V. CARA KERJA
Tahap 1

Paraffin padat 7,5


gram

Vaselin putih 7,5 Bahan C (paraffin padat dan vaselin putih )


gram dimasukkan kedalam gelas beker dan
dipanaskan diatas penangas air hingga
melebur  Campuran 1
Tahap 2

Menthol Kristal 1,5 Champora 3,75 gram


gram

Champora + menthol kristal


digerus dalam mortar alu
sampai halus  bahan B

Bahan B yang telah halus ditambah Bahan A (minyak gondopura


bahan A  Campuran 2 + minyak kayu putih)
Tahap 3

Campuran 2 dimasukkan kedalam Produk akhir : balsem


campuran 1 dan diaduk lalu
dimasukkan kedalam botol
penyimpan sampai ditunggu dingin

No Cara kerja Hasil pengamatan


1 Bahan – bahan pada C Vaselin putih : gel putih
dimasukkan kedalam gelas beker Paraffin padat : padatan putih
lalu dipanaskan diatas penangas Setelah dipanaskan menjadi larutan
air sampai semuanya melebur (I). bening
2 Bahan – bahan pada B digerus Menthol : Kristal putih
dalam mortir, kemudian Champora : serbuk putih
ditambahkan bahan- bahan A (II) Menthol dan champora digerus 
serbuk putih halus
Setelah dicampur dengan bahan A
menjadi larutan putih
3 Campuran (II) dimasukkan dalam Minyak kayu putih: larutan hijau
campuran (I) yang sudah hangat bening
sambil diaduk sampai homogen. Minyak gondopuro: larutan bening
Campuran I + II dicampur menjadi
larutan bening
4 Selanjutnya segera dimasukkan Setelah dingin menjadi padatan
kedalam botol penyimpan terus putih
ditutup rapat.

VI. PEMBAHASAN
Pada saat vaselin putih dan paraffin padat dipanaskan dalam gelas beker,
keduanya meleleh menjadi larutan bening. Paraffin padat lebih mudah
mencair daripada vaselin putih karena vaselin putih berbentuk seperti lem
yang berminyak dan lengket sehingga untuk proses pelelehan menjadi lebih
lama. Sedangkan paraffin padat berbentuk padatan putih yang mudah meleleh
oleh panas. Keduanya disebut sebagai campuran I
Proses selanjutnya yaitu penggerusan menthol kristal dan champora
dalam mortir alu sampai berbentuk serbuk putih halus. Setelah halus, minyak
kayu putih dan minyak gaondopuro dimasukkan kedalamnya sambil diaduk –
aduk hingga menjadi larutan homogen yang berwarna bening. Timbul bau
pedas jika dicium dan tersa sakit jika terkena mata. Ini disebabkan karena
bahan – bahan tersebut berfungsi sebagai pemanas sehingga baunya terasa
pedas dimata. Larutan bening yang terbentuk dikenal sebagai campuran II
Kemudian campuran II dimasukkan ke dalam leburan campuran I yang
sudah hangat sambil diaduk hingga homogen. Selanjutnya segera dimasukkan
kedalam botol kemasan dan ditutup rapat. Setelah dingin campuran akan
memadat dan berwarna putih. Proses pemadatan berlangsung cepat karena
adanya paraffin padat dan champora didalam campuran yang berfungsi
sebagai pemadat. Bila balsam dioleskan ketubuh akan terasa licin karena ada
vaselin dan paraffin padat.
Fungsi penambahan zat :
Zat yang ditambahkan Fungsi
Minyak kayu putih Untuk mengobati rasa nyeri, pegel-
pegel, antiseptik, analgesik,dll
Minyak gondopuro sebagai pemanas pada obat gosok
dan memberikan bau pada balsam
Menthol Kristal Ebagai pemberi rasa dingin
Champora sebagai pemanas dan pemadat
Paraffin padat Sebagai pemberi rasa berminyak dan
pemadat.
Vaselin putih sebagai pelicin.
Gambar produk :

Nama produk : Hot Balsem


Isi netto : 50 gram
Indikasi : nyeri , pegal-pegal, antiseptik, masuk angin,
perut kembung.
Cara pemakaian : oleskan merata pada bagian kulit yang terasa nyeri atau
pegal-pegal. Untuk hasil yang maksimal gunakan hot
balsam sehari 3 kali.
Peringatan : hot balsem tidak boleh dimakan/tertelan, jauhkan dari
bayi/anak-anak. Hindari penggunaan didaerah mata.
VII. ANALISIS KELAYAKAN USAHA

Analisis dana :

Minyak kayu putih 30 ml Rp. 12.600

Minyak gandapura 30 ml Rp. 8.000

Menthol Kristal 60 g Rp. 37.200

Champora 150 g Rp. 67.500

Paraffin padat 300 g Rp. 9.000

Vaselin putih 300 g Rp. 15.000

Botol Rp. 5.000

Total Rp. 154.300

Dalam sekali pembuatan akan didapat 40 botol balsem.

𝑅𝑝.154.300
Harga per botol : = 𝑅𝑝. 3.860 ~ 𝑅𝑝. 4.000
40

Rencana dijual 1 botol = Rp 6.000

Laba = Rp 6.000 – Rp 4.000 = Rp 2.000

𝑅𝑝. 2.000
% laba = 𝑅𝑝. 𝑥 100 % = 33,3%
6.000

Keuntungan total dalam sekali pembuatan balsem yaitu Rp. 80.000


VIII. KESIMPULAN
1. Balsem yang dihasilkan berbentuk padatan putih, licin jika dipegang dan
beraroma pedas menyengat. Jika dioleskan ke kulit akan terasa dingin
kemudian lama-kelamaan akan terasa panas.
2. Harga jual per botol yaitu Rp. 6.000 dengan keuntungan Rp 2.000
sehingga akan didapat %laba yaitu 33,3%. Dalam sekali pembuatan akan
didapat 40 botol balsem. Keuntungan total dalam sekali pembuatan
balsem yaitu Rp. 80.000

IX. DAFTAR PUSTAKA


http://caramembuatmu.blogspot.co.id/2013/08/kegunaan-menthol-kristal-dan-
bentuknya.html diakses pada tanggal 30 Maret 2019 pukul 20.00 WIB.
http://www.muradmaulana.com/2014/09/khasiat-tanaman-obat-kapasan-
gandapura.html diakses pada tanggal 30 Maret 2019 pukul 20.02 WIB.
Tim Dosen Praktikum Prakarya Kimia.(2019). Modul Petunjuk Praktikum
Prakarya Kimia. Surakarta : Laboratorium Kimia FKIP UNS.

X. LAMPIRAN
Tiga Lembar laporan sementara
Satu lembar desain produk