Anda di halaman 1dari 18

Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik

Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

HUKUM OHM

Menurut percobaan yang dilakukan oleh seorang saints Jerman yang


bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1826, menunjukkan bahwa kuat arus
yang melalui sebuah penghantar sebanding dengan beda potensial pada kedua
ujung penghantar asal suhu tidak berubah. Artinya, semakin besar beda potensial
yang dihasilkan oleh sumber tegangan, semakin besar pula arus listrik yang
dihasilkan.

V ~ I ………… (1).

Oleh karena V ~ I maka harga V/I adalah konstan pada temperatur tetap

Menurut Ohm, nilai perbandingan beda potensial dengan arus yang


mengalir merupakan harga hambatan yang dimiliki oleh sebuah konduktor dan
nilainya selalu konstan.

Dengan demikian,

Keterangan ¨

V= tegangan satuannya Volt

I = kuat arus dengan satuan Ampere

R = hambatan denagn satuan Ohm ( W )

Pernyataan ini untuk selanjutnya dikenal sebagai hukum Ohm yang berbunyi :

”Kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda
potensial pada kedua ujung penghantar itu, dan berbanding terbalik dengan
hambatannya asalkan suhu penghantar tidak berubah ”

Dalam sistem SI, hambatan R dinyatakan dalam satuan volt per ampere
atau sama dengan ohm yang biasa ditulis dengan lambang omega (Ω).

Agar kita dapat lebih memahami mengenai hubungan tegangan dan kuat
arus mari kita lakukan kegiatan berikut.

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Sebuah Hambatan

Apakah hambatan yang dimiliki oleh kawat penghantar yang berbeda jenisnya
juga berbeda ? Tentu saja berbeda sebab masing-masi ng jenis kawat memiliki
hambat jenis yang berbeda. Apa yang dimaksud dengan hambat jenis ? Perhatikan
penjelasan berikut:

Ada tiga faktor yang mempengaruhi besarnya sebuah hambatan yaitu :

 Besarnya hambatan sebanding dengan panjang kawatpanjang kawat (l)


 Besarnya hambatan sebanding dengan jenis kawat penghantar ( r ) ,
 Besarnya hambatan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A)

Jadi secara matematis persamaan untuk hambatan dapat ditulis

R= Ohm r = R ohm.m

R = hambatan dengan satuan Ohm

l = panjang kawat dengan satuan m

r = hambat jenis dengan satuan Ohm.m

A = luas Penampang dengan satuan m 2

Jadi hambat jenis suatu kawat penghantar adalah hambatan sepotong kawat
penghantar yang panjangnya satu meter dan luas penampangnya satu meter
persegi.

Berikut adalah tabel hambat jenis beberapa zat.

Tabel. Hambat Jenis

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Hambatan Seri dan Paralel

Pada pembelajaran konsep arus listrik melalui percobaan anda telah


menemukan bahwa jika beberapa lampu dirangkai secara paralel ternyata
menghasilkan nyala lampu yang terang dan sebaliknya jika beberapa lampu
dirangkai secara seri ternyata nyala lampunya lebih redup. Dapatkah Anda
menjelaskan mengapa terjadi demikian? Untuk mengetahuinya marilah kita
lakukan kegiatan berikut ini!

Sekarang ubahlah susunan ketiga hambatan tersebut menjadi paralel


seperti tampak pada gambar 2. Amati nyala lampu, kemudian ukur dengan
Multitester nilai ketiga hambatan tersebut. Apa yang dapat anda simpulkan dari
percobaan ini. Diskusikan dengan teman sekelompok buat laporannya, dan
presentasikan hasilnya

Rangkaian Hambatan Seri

Rangkaian hambatan seri adalah beberapa hambatan yang disusun secara


berurutan. Ujung yang satu dihubung-kan dengan pangkal ya ng lainnya.

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

R 1, R 2, dan R 3 dapat diganti dengan R PS yang nilainya sama dengan jumlah


dari R 1, R 2, dan R 3 sehingga

R PR = R 1 + R 2 + R 3 …………(1)

Hal tersebut merupakan penurunan dari :

V PQ = V PQ + V QR + V RS …………(2)

Menurut hukum Ohm,

V PQ = I . R PQ, V QR = I . R QR,

V RS = I . R RS

Maka persamaan ( 1 ) dan (2) menjadi :

I . R PS = I . R PQ + I . R QR + I . R RS …………(3)

Oleh karena I (rangkaian seri) sama maka kita dapatkan :

R PS = R PQ + R QR + R RS

atau

R PS = R 1 + R 2 + R 3

Rangkaian hambatan secara Paralel

Rangkaian hambatan secara paralel adalah beberapa hambatan yang


disusun sedemikian rupa sehingga antara hambatan yang satu dan h ambatan
lainnya berdampingan. Perhatikan diagram berikut!

Beberapa hambatan yang disusun paralel dapat diganti dengan sebuah

hambatan yang nilainya sama dengan jumlah dari sehingga

…………………… (4)

Menurut hukum Ohm dan hukum Kirchhoff, kita dapat menurunkan


bahwa :

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

I AB = I 1 + I 2 + I 3 …………… (5)

Karena I AB = maka persamaan (4) dan (5)


menjadi :

……………. (6)

karena V AB sama maka kita dapatkan :

………………(7)

Dalam praktek jarang sekali hambatan-hambatan dalam suatu jaringan


disusun seri atau paralel saja., Pada umumnya merupakan gabungan dari kedua
rangkaian itu.

ELEKTRONIKA

Elektronika adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajarai tentang


aliran elektron. Elektron mengalir dari suatu titi ke titik lain karena adanya beda
potensial atau beda muatan. Saat ini perkembangan ilmu pengatahuan elektronika
tidak terbatas hanya pada mempelajari aliran elektron, tetapi juga manfaat dari
konsep aliran elektron tersebut. Wujud fisik dari perenarap aliran elektron adalah
perangkat elektronik. Kemajuan bidang ini telah merubah cara hidup dan gaya
hidup masyarakat modern. Tapi taukah anda bahwa peralatan elektronika yang
kita guanakan sehari-hari sesungguhnya ia terdiri dari (rangkaian) komponen-
komponen elektronika. Untuk dapat memahami prinsip peralatan elektronika kita
harus tau terlebih dahulu kegunaan dan konsep dasar dari komponen-komponen
elektronika tersebut, oleh karena itu matakuliah ini diberikan kepada anda
mahasiswa program diploma 3 program studi teknik elektro.

LISTRIK RANGKAIAN TERTUTUP

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Rangkaian tertutup ialah rangkaian yang tak berpangkal dan tak berujung
yang terdiri dari komponen listrik (seperti kawat penghantar), alat ukur listrik, dan
sumber daya listrik (misalnya baterai). Arus listrik (penyebab menyalanya lampu )
hanya mungkin ada kalau rangkaian listrik tertutup dan sumber dayanya (baterai)
masih berfungsi dengan baik. KUAT ARUS DAN BEDA POTENSIAL Kuat
arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu penghantar tiap
detik.

I = Q/t

I = kuat arus dalam ampere Q = muatan yang mengalir selama waktu t detik
dalam coulomb. Arus listrik mengalir dari tempat yang berpotensial tinggi ke
tempat berpotensial rendah. Tegangan listrik (beda potensial) dapat diperoleh dari
daya listrik seperti aki, baterai, dinamo, dsb. Tegangan listrik dapat diukur dengan
voltmeter. Beda potensial 1 volt adalah jka sumber arus listrik mengeluarkan
energi sebesar 1 joule untuk memindahkan muatan sebesar 1 coulomb dari titik
yang beda potensial tinggii ke titik yang beda potensial rendah.

V = W/Q

Dimana V = beda potensial W = besarnya energi untuk memindahkan muatan Q


= banyaknya muatan yang dipindahkan.

SUMBER TEGANGAN

Dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :


- Sumber tegangan arus searah
- Sumber tegagan arus bolak-balik.
Asal sumber tegangan :
- Reaksi kimia
- Aksi mekanis pada kumparan dan magnet
HUKUM OHM

1 ohm = besar hambatan suatu penghantar dimana terdapat beda potensial


1 volt dan kuat arus 1 ampere. Hambatan listrik (resistan) = sifat suatu benda yang
sangat menentukan besar kecil kuat arus yang melalui benda tersebut.

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

V=I.R

V = potensial listrik dalam volt I = kuat arus dalam ampere R = hambatan listrik
dalam ohm (W) .

HAMBATAN JENIS

R = pl / A

R = hambatan kawat penghantar dalam ohm (W) r = hambat jenis dalam ohm-
meter (W - m) l = panjang kawat dalam m A = luas penampang kawat dalam m2

HUKUM KIRCHHOFF

jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah
rangkaian.

RESISTANSI

Resistansi adalah hambatan yang menyebabkan gerak elektron berkurang. Pada


sumber listrik gerakan elektron ditentukan oleh:
a. panjang kawat penyalur
b. bahan kawat penyalur
c. beda potensial
d. besar kecilnya bahan penyalur.

Makin besar resistansi sebuah penghantar, semakin kecil arus listrik yang
mengalir. Dalam hambatan, besarnya resistansi : Sebanding dengan panjang
penghantar. Makin panjang penghantar makin besar resistansinya. Berbanding
terbalik dengan luas penampang. Semakin besar penampang penghantar makin
kecil resistansinya. Sebanding dengan hambat jenis penghantar. Makin besar
hambat jenis penghantar makin besar resistansinya.
Satuan resistansi: ohm dilambangkan dengan huruf yunani omega W Alat
untuk menentukan hambatan baku = resistor terdiri dari komponen kawat atau
karbon.
Banyak sedikitnya karbon menentukan banyak sedikitnya hambatan pada resistor.
Jenis resistor:
a. resistor tetap dilambangkan dengan :

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

b. resistor variabel/geser
c. resistor ntc (negative temperature coefficient).

HAMBATAN SERI

Bila suatu hambatan/ resistor disusun secara berurutan yang satu


dibelakang yang lain, maka ini disebut rangkaian hambatan seri. Hambatan ini
dapat diganti dengan hambatan pengganti tanpa mengubah besarnya tegangan.

HAMBATAN PARALEL

Bila sekumpulan resistor disusun secara berdampingan atau sejajar.

SUMBER LISTRIK SERI

Dalam praktek sehari-hari agar diperoleh GGL yang besar dan sesuai
kebutuhan maka sumber tegangan disusun dan terdiri dari beberapa elemen.
Susunan elemen seri bila kutub elemen satu dihubungkan dengan kutub positif
elemen yang lain demikian seterusnya.
Fakta yang dapat diambil dari elemen seri yaitu ::
1. GGL-nya merupakan jumlah dari GGL masing-masing elemen.
2. Kuat arus yang ada tetap.

SUMBER LISTRIK PARALEL

Bila sumber listrik/ elemen disusun dengan kutub positip satu dihubungkan
dengan kutub positip elemn lain dan kutub elemen negatip satu dihubungkan
dengan kutub negatip elemen yang lain. Bila disusun paralel maka : GGL tidak
berubah sama dengan GGL satu elemen Kuat arus.

KALOR DAN ENERGI LISTRIK

Joule meneliti : Besar kalor/ panas yang timbul dalam rangkaian


tergantung pada :
1. Besarnya hambatan
2. Besarnya arus
3. Lamanya arus mengalir
Rumus :

W = VIt padahal :

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

V = IR

USAHA DAN DAYA LISTRIK

Energi listrik dihasilkan ketika sumber tegangan melakukan usaha. Usaha


yang dilakukan oleh sumber tegangan adalah sama dengan energi yang dihasilkan
oleh sumber tegangan. Daya adalah kecepatan mengubah energi listrik menjadi
energi dalam bentuk lain. Atau usaha yang dilakukan tiap detik. Lihat rumus

P = W/t.

Rumusan Dasar

Rumus merupakan suatu aturan yang menghubungkan suatu besaran.


Aturan tersebut dapat berupa persamaan, ketidaksamaan, atau deskripsi matematis
lainnya. Dengan mengetahui rumus-rumus maka mempelaran elektronika akan
menjadi semangkin logis dan semangkin mudah dipelajari.

Bebarapa istilah yang sering digunakan dalam mempelajari elektronika


dan komponen elektronik, yaitu; arus, tegangan, dan hambatan. Untuk dapat
memahami konsep elektronika dengan baik anda harus menggunakan definsi yang
benar dari masing-masing istilah tersebut. Definisi akan memberik kesamaan
pemahaman antar seseorang dengan yang lainnya. Sebuah contoh definisi;
kapasitas adalah muatan pada suatu lempeng dibagi dengan tegangan antar
lempeng. Definisi ini jika dituliskan sebagi suatu rumusan, maka bentuknya
menjadi;

C = Q/V

Definisi sering ditarik berdasarkan pada data atau fakta yang diperoleh.
Sebagai contoh, jika kita ingin menarik suatu definisi dari kemampuan membaca
sesorang maka kita harus mengukur kecepatan membaca seseorang tersebut. Data
yang kita peroleh misalnya W adalah jumlah kata yang dibacanya, M adalah
waktu yang dibutuhkan untuk membaca kata tersebut dalam satuan menit, maka
kecepatan S-nya adalah;

S = W/M

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Persamaan di atas diterjemahkan sebagai; kecepatan sama dengan kata


dibagi menit. Ketika dirumuskan seperti di atas maka semangkin mudah untuk
dipahami.

Selain definisi, dalam ilmu pengetahui kita juga mengenal terminologi


humum. Hukum berbeda dengan definisi. Hukum menyimpulkan suatu hubungan
yang telah ada. Sebagai contoh;

F = K . (Q1.Q2/d^2)

Dimana:
• F = gaya
• K = konstanta kesebandinan 9(109)
• Q1 = muatan pertama
• Q2 = muatan kedua
• d = jarak antar muatan

Contoh di atas merupakan hukum Coulomb. Hukum Coulomb


mengatakan, gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua buah muatan
berbanding lurus dengan besar kedua muatan dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak antar dua muatan tersebut.

Persamaan di atas merupakan persamaan yang sering kita jumpai, akan


tetapi muncul suatu pertanyaan dari mana asal persamaan tersebut? kenapa
persamaan tersebut dianggap benar? Jawabanya adalah Coulomb dengan
serangkaian percobaanya telah berhasil mengungkap fakta alam yang sebelumnya
tidak pernah dirumuskan oleh orang lain.

Sebelum menemukan suatu hukum, sesorang mungkin memiliki dugaan


bahwa suatu hubungan telah ada. Setelah melakukan sejumlah percobaan peneliti
(ilmuan) menuliskan suatu rumus yang menyimpulkan hasil penelitiannya.

Rumus yang diperoleh dapat diturunkan menjadi lebih kompleks dan


lengkap. Sebagai contoh, jika kita memiliki suatu rumus;

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

y = 3x

rumus di atas dapat diturunkan menjadi;

y + 5 = 3x + 5

Persamaan baru di atas masih memiliki kebenaran ilmiah karena nilai


kedua sisi masih sama, yaitu sama-sama ditambah 5. Berdasarkan hukum
matematika di atas kita dapat menurunkan banyak rumus. Penurunan merupakan
suatu rumus yang diperoleh dari rumus-rumus lain. Ini berarti rumus baru tidak
terdapat pada kumpulan rumus awal. Penurunan rumus benar karena matematika
mempertahankan kesamaan antar kedua sisi persamaan antara rumus awal dengan
rumus yang diturunkan. Sebagai contoh contoh, Ohm melakukan percobaan
dengan penghantar. Dia menemukan fakta bahwa perbandingan antara arus dan
tegangan adalah tetap, dia menamakanya dengan hambatan tetap (constant
resistance) dan menuliskannya dengan rumus;

R = V/I

Rumus di atas merupakan rumus asli dari hukum Ohm. Dengan


menuliskannya kedalam bentuk lain maka rumus di atas dapat menjadi;

I = V/R

Rumus baru ini merupakan rumus turunan, dan dianggap benar karena
kedua sisi memiliki nilai yang sama seperti rumus awalnya. Di bawah ini
merupakan contoh lain;

C = Q/V

Untuk memperoleh rumus baru (rumus turunan), kita dapat


memperkalikan kedua sisi dengan V, sehingga menjadi;

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN :

+
+
+

- -
-

DATA PERCOBAAN

Jenis kawat : Staeinless steel


Diameter kawat = 0,99 mm = 0,00099 m
Luas Penampang kawat = ¼ d2 = ¼. 3,14.(0,00099)² = 0,000000769 m²
Tegangan Sumber (Vs) : 3 Volt
: Vrd + Vl
Arus Rangkaian (i) : 2,5 Ampere

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Tabel 1. Data Hasil Pengamatan


Jarak ukur Tegangan Arus
No.
( cm ) ( Volt ) ( Ampere )
1. 10 0,25 1,40
2. 20 0,36 1,40
3. 30 0,5 1,40
4. 40 0,65 1,40
5. 50 0,80 1,40
6. 60 0,95 1,40
7. 70 1,1 1,40
8. 80 1,25 1,40
9. 90 1,4 1,40
10. 100 1,5 1,40

PENGOLAHAN DATA
Seperti diketahui bahwa bsarnya tahanan disepanjang kawat pengahatar sama
dengan hasil bagi antara tegangan jatuh terhadap arus yang mengalir di sepanjang
kawat.
Vi
R dimana R = resistansi ; Vl = tegangan jatuh ; i = Arus yang mengalir
i
Nilai tahanan pada sistem penghatar listrik tegantung oleh panjangnya kawat
penghatar, luas penampang (besar/kecinya) kawat yang digunakan dan hambatan
jenis kawat itu sendiri, sehingga dapat dibuat rumusan sebagai berikut:
l
R Dimana ρ = Tahanan jenis ; l = jarak ; A = Luas Penampang
A

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Tabel 2. Perhitungan Nilai Resistansi


No Jarak ( Meter ) Luas ( Meter persegi ) R ( Ohm)
1. 0,1 0,000000769 0,1785
2. 0,2 0,000000769 0,2571
3. 0,3 0,000000769 0,3571
4. 0,4 0,000000769 0,4642
5. 0,5 0,000000769 0,571
6. 0,6 0,000000769 0,6785
7. 0,7 0,000000769 0,7857
8. 0,8 0,000000769 0,8928
9. 0,9 0,000000769 1
10. 1 0,000000769 1,0714

Tabel 3. Linieritas Data


(L/A) R²
No R (L/A)² (L/A)*R
1. 130039,01 0,03186 1,691E +10 0,00101 4143,04
2. 260078,02 0,06610 6,764E+10 0,00436 17191,15
3. 390117,03 0,12752 1,521E+11 0,01626 49747,72
4. 520156,04 0,21548 2,705E+11 0,04643 112083,22
5. 650195,05 0,32604 4,227E+11 0,10630 211989,59
6. 780234,07 0,46036 6,087E+11 0,21193 359188,55
7. 910273,08 0,61732 8,285E+11 0,38108 561929,77
8. 1040312,09 0,79709 1,082E+11 0,63535 829222,36
9. 1170351,15 1 1,369E+12 1 1170351,15
10. 1300390,11 1,14789 1,691E+12 1,31765 1492704,80
 4,7897 553,52E+10 3,6247 4808550,76

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

Gardien garis (m) dalam perasamaan grafik adalah nilai tahanan jenis (ρ) yaitu:
2
r=  (l / A) * R /  (l / A)
= 4808550,76 / 553,52E+10
= 8,687E-07

Grafik tahanan Jenis

1,4

1,2

0,8
Series1
0,6

0,4

0,2

0
0 200000 400000 600000 800000 100000 120000 140000
0 0 0

Statistik kesalahan data


1/ 2
Sx =  (l / A) * R /( (l / A) /  R)
= 4808550,76/√ (2,65E+6/4,7897)
= 2648102,02

Nilai hambatan Jenis kawat (m) = 8,687E-07 /m


Kesalahan absolute (KA) = Sx =  2648102,02
Kesalahan Relatif (KR) = (Sx/ ρ) x 100% = 0,001566816 %
Nilai Terbaik hasil pengukuran = m  Sx = 8,687E-07

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

ANALISA
Pada percobaan mengenai hambatan kawat penghantar , terdapat berbagai
jenis rangkaian yang dapat dilakukan. Suatu rangkaian dipengaruhi oleh jarak
ukur kawat / panjang kawat (m), tegangan (volt), dan arus (amphere). Dari semua
unsur ini, semuanya mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi.
Hubungan antara jarak ukur kawat / panjangkawat (m) dan tegangan (volt)
yaitu : semakin besar jarak ukur kawat / panjang kawat (m) maka semakin besar
tegangan (volt) yang dihasilkan dari penghantar kawat tersebut dan sebaliknya
semakin kecil jarak ukur kawat / panjang kawat (m) maka semakin kecil juga
tegangan (volt) yang dihasilkan dari penghantar kawat tersebut. Hal ini menandai
bahwa terdapat hubungan yang sebanding (L ≈ V) antara jarak ukur kawat /
panjang kawat (m) dan tegangan (volt).
Suatu rangkaian sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kuat arus,
hambatannya, tegangan pada listrik tersebut dan jarak panjang kawat yang diukur
pada suatu percobaan.
Dalam suatu rangkaian, alat yang digunakan seperti voltmeter dan
ampheremeter mempunyai susunan tersendiri. Rangakain voltmeter selalu
dirangkai paralel dan rangkaian ampheremeter selalu dirangkai seri. Bila susunan
rangkaian terbalik maka alat akan rusak dan percobaan akan gagal.
Luas penampang kawat penghantar (A) juga mempunyai pengaruh
terhadap tegangan (volt) dan arus (amphere). Luas penampang kawat penghantar
(A) berbanding terbalik dengan tegangan (voltmeter) sehingga semakin besar luas
penampang kawat penghantar (A) maka tegangan (volt) akan semakin kecil dan
sebaliknya. Terhadap arus (amphere), luas penampang kawat penghantar (A)
sebanding dengan arus (amphere). Semakin besar luas penampang kawat
penghantar (A) maka semakin besar juga arus (amphere) yang dihasilkan dan
sebaliknya. Dalam hal ini, arus yang mengalir pada kawat pengahntar akan
semakin cepat mengalir karena molekul dalam kawat penghantar sedikit sehingga

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

arus (amphere) bebas bergerak dan kawat penghantar juga akan cepat panas. Dan
sebaliknya arus (amphere) yang mengalir pada kawat penghantar yang
mempunyai banyak molekul maka arus (amphere) tersebut akan lambat mengalir
sehingga kawat penghantar akan lambat panas.

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI


Persatuan Mahasiswa Pertmbangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Nama : WEZY FERLIANTA


NIM : 03081002007

KESIMPULAN
1. Semakin panjang kawat yang digunakan, semakin besar hambatan yang
terjadi. Sehingga penghantaran listrik panjang kawat juga harus
diperhatikan.
2. Suatu tegangan listrik tergantung pada hambatannya
3. Dari percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa jarak ukur kawat (m),
tegangan (volt), dan arus (amphere) saling mempengaruhi. Terdapat
hubungan yang sebanding (L ≈ V) antara jarak ukur kawat / panjang kawat
(m) dan tegangan (volt). Dan , hubungan antara tegangan (volt) dan arus
(amphere) juga sebanding (I ≈ V).
4. Voltmeter selalu dirangkai paralel dan ampheremeter selalu dirangkai seri
sehingga ampheremeter yang dirangkai seri akan mempunyai hasil yang
tetap / tidak berubah karena arus yang dirangkai seri akan mempunyai arus
yang searah sehingga arus yang dihasilkan tetap

Laboratorium Fisika Dasar UNSRI