Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN


Memahami paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau
persuasif tentang produk/jasa
Makalah ini disusun sebagai bukti hasil tugas kelompok

Disusun oleh:
Kelompok 4:
1. Ahmad Epriansyah (03)
2. Alvira Ramanda (06)
3. Farhan Ary Mufid (10)
4. Melisa Suryawati (18)
5. Muflihatul Fadilah (20)
6. Syalsa Alycia Dwi C (33)

SMK Negeri 5 surabaya

1
Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.167-169, Mojo, Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum,wr.wb.
Alhamdulillah, Puja dan Puji hanya layak tercurahkan kepada Allah SWT. Karena atas
limpahan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah
Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Manusia istimewa yang seluruh perilakunya
layak untuk diteladani, yang seluruh ucapannya adalah kebenaran, yang seluruh getar
hatinya kebaikan. Sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah ini tepat pada
waktunya.
Penulis membuat makalah dengan berjudul Memahami paparan deskriptif, naratif,
argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa. Sebab untuk memenuhi tugas
pembimbing.
Banyak kesulitan dan hambatan yang Penulis hadapi dalam membuat tugas makalah ini tapi
dengan semangat dan kegigihan serta arahan, bimbingan dari berbagai pihak sehingga
Penulis mampu menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik, oleh karena itu pada
kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

● Orang istimewa yang tidak lain Orang Tua kami yang selalu menjadi inspirasi dan
pendukung, serta mencurahkan kasih sayang tanpa pamrih.

● Pak Eko sebagai pembimbing Makalah “Memahami paparan deskriptif, naratif,


argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa” ini. Semoga ilmunya berkah dan
menjadi aliran amal hingga kelak di Barzakh.

● Teman-teman yang senantiasa rela dan ikhlas memberikan pendapatnya dan


bantuannya.

Penulis menyimpulkan bahwa tugas Makalah “Memahami paparan deskriptif, naratif,


argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa” ini masih belum sempurna, oleh karena
itu Penulis menerima saran dan kritik, guna kesempurnaan tugas mandiri ini dan
bermanfaat bagi Penulis dan pembaca pada umumnya.

Surabaya, 16 Oktober 2018

2
Penulis

Memahami paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa.

A. Deskriptif suatu produk barang atau jasa

Deskripsi produk adalah penjelasan singkat mengenai produk/jasa yang ditawarkan.


Penjelasan sederhana mungkin cukup jelas bagi orang awam, namun investor/klien mungkin
tidak memahami produk yang ditawarkan.

Ketentuan Deskripsi Produk

1.Menggunakan gaya bahasa lugas


2.Tidak menggunakan jargon atau istilah khusus yang tidak awam.
3.Jujur mengenai informasi produk
4.Menekankan karakteristik unik yang hanya dimiliki produk.
5.Menggunakan ilustrasi / visualisasi produk sebagai pendukung teknis.

Deskripsi Produk/Jasa

1.Sebutkan nama merek produk dan visualisasi produk.


2.Uraikan spesifikasi kondisi bentuk, jenis dan kemasan produk.
3.Uraikan kandungan isi atau unsur pembentuk produk.
4.Uraikan manfaat kandungan isi produk
5.Uraikan benefit penggunaan produk bagi konsumen.
6.Uraikan keunikan yang hanya dimiliki oleh produk.
7.Informasikan tentang hak paten/hak cipta/ sertifikasi halal/sertifikasi penghargaan co. ISO.

Contoh Pendeskripsian Produk

1.Merek Produk:
2.Spesifikasi kondisi bentuk, jenis dan kemasan produk
3.Uraikan kandungan isi atau unsur pembentuk produk.
4.Uraikan manfaat kandungan isi produk
5.Uraikan benefit penggunaan produk bagi konsumen.
6.Menekankan karakteristik unik yang hanya dimiliki produk.
7.Menggunakan ilustrasi / visualisasi produk sebagai pendukung teknis.
8.Informasikan tentang hak paten/hak cipta/ sertifikasi halal/sertifikasi penghargaan co. ISO.

3
B. Naratif suatu produk barang atau jasa

Pengertian Paragraf Naratif


Secara sederhana, paragraf dapat diartikan sebagai rangkaian kalimat yang disusun untuk
menjelaskan sebuah ide pokok. Ada banyak cara merangkai kalimat-kalimat agar menjadi paragraf
yang mudah difahami.
Ada beberapa pola pengembangan paragraf, antara lain pola deduktif, induktif, sebab akibat,
deskriptif, proses, contoh, pertentangan, perbandingan, dan kronologis.
Pengertian paragraf naratif adalah jenis karangan yang mengungkapkan suatu kisah, peristiwa, atau
pengalaman pribadi berdasarkan urutan-urutan kajadian atau peristiwa. Paragraf naratif merupakan
paragraf yang berisi tentang pemaparan suatu kejadian yang dirangkai dalam kesatuan waktu.
Biasanya dalam kejadian atau dalam peristiwa tersebut, tokohnya mengalami kejadian penting.
Sesuatu yang dialami tokoh atau konflik antar tokoh akan menjadi bagian yang menarik dalam
sebuah naratif.

Pada paragraf naratif, kalimat satu dan kalimat yang lain memiliki hubungan yang berurutan. Dalam
paragraf naratif, setiap peristiwa - yang dituangkan dalam bentuk kalimat - bersifat kronologis.
Untuk menghubungkan kalimat-kalimat pada paragraf itu, digunakan penghubung (konjungsi).

C. Argumentatif suatu produk barang atau jasa

Paragraf Argumentatif
pengertian paragraf argumentatif (arhumentasi), ciri ciri paragraf argumentatif, jenis jenis paragtaf
argumentatif dan contoh paragraf
Pengertian Paragraf Argumentatif
Paragraf argumentatif (argumentasi) adalah sebuah parahraf yang gagasan utamanya dikembangkan
dengan cara menjabarkan pendapatnya, ulasannya, bahasannya atau ide pribadi penulisnya.

Tujuan Argumentatif

Tujuanf argumentatif adalah untuk membuat pembaca yakin atau terpengaruh agar memiliki
pendapat yang sama dengan pendapat penulis. Jika dalam produk barang atau jasa Argumentatif
sendiri bertujuan untuk meyakinkan pembeli agar yakin mengenai produk atau hasa tersebut.
Agar tujuan tersebut tercapai, paragraf argumentatif harus disertai dengan fakta-fakta yang aktual
seperti data, hasil research, teori ahli, contoh, dan lain-lain.
Ini dilakukan untuk menguatkan pendapat-pendapat yang telah dijabarkan dalam paragraf tersebut,
sehingga pendapat Anda tidak hanya sekedar omong kosong dan pembaca akan merasa yakin dan
sependapat dengan pemikiran penulis.

Ciri-Ciri Paragraf Argumentatif

Berisi pendapat, pandangan atau keyakinan penulis terhadap suatu permasalahan.


Memiliki data-data yang faktual agar dapat digunakan untuk meyakinkan pembaca.

4
Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
Diakhiri dengan sebuah kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan
kembali dari topik utamanya.

D. Presuasi suatu produk barang atau jasa

PENGERTIAN PERSUASI
Setiap orang dilahirkan dengan bakatnya masing-masing. Tapi jika boleh memilih, orang-orang yang
saat ini berprofesi sebagai seorang Sales atau bekerja di bidang Marketing pasti sangat ingin
dilahirkan dengan bakat persuasi. Memang, kemampuan persuasi tidak hanya dibutuhkan oleh
seorang Sales maupun orang dengan pekerjaan di bidang Marketing. Persuasi adalah kemampuan
yang dibutuhkan oleh setiap orang agar dapat menjalani setiap aspek kehidupannya dengan lebih
mudah. Kenapa dengan persuasi kehidupan seseorang dikatakan dapat lebih mudah? Jawabannya
adalah karena seseorang dengan sifat persuasif akan mampu “menarik” orang-orang di sekitarnya
untuk setuju dengan hal-hal yang dilakukan dan disampaikannya.

Pengertian persuasi adalah sebuah bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memengaruhi dan
meyakinkan orang lain. Dalam persuasi, seorang persuader dianggap berhasil jika ia mampu
memengaruhi kepercayaan dan harapan orang lain setelah ia melakukan ajakan dengan cara
memaparkan berbagai alasan dan prospek-prospek baik dari sebuah barang atau sebuah kondisi.

Beberapa orang masih sulit membedakan antara persuasi dan propaganda. Padahal, persuasi beda
dengan propaganda. Persuasi adalah sebuah tindakan membujuk secara halus. Artinya, tidak ada
unsur paksaan dalam persuasi. Pengertian ini tentunya beda dengan propaganda yang dapat
dipahami sebagai tindakan untuk memengaruhi pikiran dan pendapat orang lain dengan
memberikan informasi yang subjektif, manipulatif, dan cenderung menyesatkan.

Persuasi melarang keras persuader untuk melakukan kebohongan. Ketika melakukan persuasi
terhadap orang lain, seorang persuader harus menyampaikan fakta secara terbuka, tanpa ada satu
pun hal yang ditutup-tutupi. Point utama dari persuasi adalah menonjolkan kelebihan tanpa harus
menutupi kekurangan. Sehingga orang yang sedang dipersuasi akan mengetahui kelebihan dan
kekurangan suatu hal sekaligus, namun tetap melihat kelebihan hal tersebut sebagai sesuatu yang
lebih menonjol.

KOMUNIKASI PERSUASIF
Dalam Ilmu Komunikasi, terdapat suatu bidang ilmu yang khusus mempelajari berbagai hal
mengenai persuasi, yakni komunikasi persuasif. Sesuai dengan namanya, bidang pembelajaran ini
mempelajari bagaimana caranya supaya seseorang dapat berkomunikasi secara persuasif. Untuk
memahami pengertian komunikasi persuasif, kita harus memahami arti dari komunikasi terlebih
dahulu.

Pengertian konsep komunikasi yang paling sederhana adalah proses penyampaian pesan dari
komunikator kepada komunikan. Proses ini dapat menghasilkan feedback dari komunikan sehingga
komunikasi dapat berlangsung secara dua arah antara komunikator dan komunikan. Jika pengertian
tentang komunikasi ini diturunkan pada komunikasi persuasif, maka komunikasi persuasif dapat
dipahami sebagai proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan

5
untuk meyakinkan komunikan supaya berbuat atau bertingkah laku seperti yang diharapkan
komunikator dengan cara membujuk tanpa paksaan dan tanpa kekerasan.

Faktor-Faktor Komunikasi Persuasif


Terdapat tiga komponen dasar dalam Komunikasi Persuasif, yakni:

1. SUMBER (KOMUNIKATOR)
Dalam komunikasi persuasif, komunikator memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan
keberhasilan dalam memengaruhi komunikan. Komunikator harus memiliki ketrampilan untuk
memilih sasaran dan menentukan tanggapan yang hendak dicapai. Sebelum melakukan persuasi,
komunikator harus memperhitungkan apakah komunikan mampu menangkap pesan yang
disampaikannya. Komunikator juga harus bisa menentukan media yang akan digunakan untuk
melakukan persuasi sehingga lebih efisien dalam mencapai sasaran.

Selain kemampuan dalam menyampaikan pesan, terdapat aspek-aspek lain dalam karakteristik
personal komunikator yang dapat memengaruhi respon komunikan, yaitu:

a. Kredibilitas komunikator
Untuk bisa memengaruhi komunikan, maka kredibilitas komunikator harus benar-benar
diperhatikan. Kredibilitas mengacu pada tiga komponen yakni keahlian, kepercayaan, dan eksistensi.

b. Daya tarik komunikator


Seorang komunikator dituntut untuk memiliki daya tarik, baik secara fisik maupun psikologis.
Seorang komunikator yang melakukan persuasi akan dapat lebih diterima secara baik jika ia memiliki
daya tarik fisik.

c. Kekuasaan komunikator
Selain kredibilitas dan daya tarik, aspek lain dalam komunikator yang bisa memengaruhi sikap
komunikan saat melakukan persuasi adalah tingkat kekuasaan komunikator. Kekuasaan yang dimiliki
oleh komunikator dapat menimbulkan sikap tunduk komunikan. Meskipun begitu, kekuasaan
komunikator tidak boleh dimanfaatkan untuk “menekan” komunikan saat melakukan persuasi.
Komunikan tetap harus diberi kebebasan dalam melihat fakta baik dan buruk dari pesan yang
disampaikan saat proses persuasi. Jangan sampai kekuasaan komunikan justru menjadikan tindakan
persuasi yang dilakukan berubah menjadi propaganda.

2. PESAN
Komponen komunikasi persuasif yang kedua adalah pesan. Secara sederhana pesan dalam
komunikasi persuasif dapat diartikan sebagai materi yang diberikan oleh komunikator sebagai ajakan
supaya komunikan memercayainya. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dalam proses
persuasi dapat berupa kata-kata, gerak tubuk, hingga nada suara. Komunikasi persuasif memiliki dua
aspek dasar dalam penyampaian pesan, yakni:

a. Aspek Verbal
Aspek ini melibatkan kata-kata baik yang diucapkan secara langsung maupun yang disampaikan
melalui tulisan.

b. Aspek Non Verbal


Aspek ini melibatkan penampilan, ekspresi, gesture dan emosi komunikator ketika berkomunikasi.

6
3. KOMUNIKAN
Komunikan adalah sasaran yang akan menerima pesan-pesan persuasi dari komunikator. Beberapa
hal yang akan memengaruhi apakah komunikan dapat merespon persuasi secara positif adalah
keyakinan, sikap, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh komunikan. Dengan memahami lebih dalam
mengenai ketiga faktor tersebut, seorang komunikator akan dapat dengan mudah melakukan
persuasi kepada seorang atau sekelompok komunikan.

Tujuan Komunikasi Persuasif


Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan tentunya memiliki tujuan
yang hendak dicapai. Komunikasi persuasif sedikitnya memiliki tiga tujuan dasar yakni :
1. Membentuk tanggapan
2. Memperkuat tanggapan
3. Mengubah tanggapan

STRATEGI PERSUASI YANG EFEKTIF


Dalam melakukan persuasi, kita harus tahu berbagai strategi yang diperlukan supaya persuasi yang
kita lakukan menjadi lebih efektif. Sebenarnya ada berbagai teori mengenai strategi persuasi yang
tepat, namun kali ini kita hanya akan membahas strategi persuasi umum yang sangat tepat untuk
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, persuasi tidak hanya diperlukan oleh orang yang
berprofesi sebagai sales ataupun bekerja di bidang marketing. Persuasi juga diperlukan oleh manusia
dalam berbagai aspek kehidupannya supaya dapat dengan mudah membuat orang lain percaya dan
yakin terhadapnya.

Beberapa strategi persuasi yang perlu diperhatikan yakni:


1. Kesan Pertama
You’ll never have a second chance to create a good first impression. Kesan pertama hanya bisa
dihadirkan satu kali, karenanya seseorang harus bisa menciptakan kesan pertama yang baik bagi
orang yang ditemuinya. Kesan pertama merupakan faktor yang sangat penting dalam komunikasi
persuasif. Kesan yang dimunculkan komunikator dalam perjumpaan pertamanya dengan komunikan
akan sangat memengaruhi bagaimana komunikan dapat menerima pesan persuasi yang disampaikan
oleh komunikator.
Indera lain yang seringkali memengaruhi kesan pertama komunikan terhadap komunikator adalah
indera penciuman. Contohnya, seorang sales parfum akan lebih dipercaya oleh kliennya jika ia
memiliki aroma tubuh yang wangi. Jika seorang sales parfum memiliki bau badan yang tidak sedap,
calon kliennya pasti akan meragukan kualitas produk yang ia jual, meskipun belum tentu sang sales
menderita bau badan akibat dari produk yang dijualnya tersebut.
Selain hal-hal bersifat fisik, kesan pertama biasanya dipengaruhi juga oleh gesture yang ditunjukkan
oleh komunikator. Komunikator yang tampil rileks, percaya diri, dan murah senyum pastinya akan
lebih dihargai dibandingkan komunikator yang menampilkan kesan sebaliknya.

2. Menarik Empati
Seorang komunikator yang baik adalah komunikator yang mau mendengarkan. Dengan
mendengarkan, seorang komunikator akan tahu bagaimana karakteristik, keluhan, dan kebutuhan
komunikan. Komunikator yang memahami komunikan akan lebih mampu memengaruhi emosi dan
alam bawah sadar komunikannya. Sebagai akibatnya, komunikan akan melihat komunikator sebagai

7
seorang yang benar-benar peduli pada permasalahan dan kebutuhan-kebutuhannya serta dapat
diandalkan untuk memberikan solusi dari problema yang dihadapi oleh komunikan tersebut.

3. Membangun Kredibilitas
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kredibilitas mengacu pada tiga komponen yakni keahlian,
kepercayaan, dan eksistensi. Untuk bisa membangun kredibilitas, seorang komunikator harus bisa
mengembangkan tiga komponen tersebut. Untuk membangun kredibilitas, langkah pertama seorang
komunikator adalah mengembangkan keahlian. Jika komunikator menjadi seorang yang lebih ahli
dalam suatu bidang, maka komunikan akan bisa lebih terpengaruh ketika sang komunikator
melakukan persuasi terkait bidang keahliannya tersebut.

Seorang komunikator juga harus bisa mengembangkan rasa kepercayaan komunikan, caranya adalah
dengan memperbaiki watak dan sikapnya terlebih dahulu. Komunikator yang memiliki watak baik
akan dipandang dan dinilai lebih positif oleh komunikan. Langkah terakhir dalam membangun
kredibilitas adalah dengan menambah eksistensi diri. Seorang komunikator harus
mempertimbangkan untuk menjadi sosok yang lebih sering muncul dalam dunia sang komunikan.
Kemunculannya ini dapat dilakukan secara langsung maupun melalui channel tertentu seperti media
sosial.

4. Memotivasi
Strategi terakhir yang bisa dilakukan seorang komunikator untuk mempersuasi komunikan adalah
dengan menerapkan teknik motivasi. Umumnya, teknik motivasi yang mendasar adalah dengan
menggunakan kompensasi dan insentif. Melalui teknik ini, komunikator dapat menciptakan
“perasaan berhutang” pada diri komunikannya. Komunikan yang telah mendapatkan banyak hal dari
komunikator, secara otomatis akan merasa berkewajiban untuk membalasnya.

Insentif yang diberikan oleh seorang komunikator kepada komunikannya dapat berbentuk apa saja.
Mulai dari hadiah, mentraktir makanan, atau bahkan waktu yang diberikan komunikator untuk
sekadar mendengarkan keluhan-keluhan komunikan. Melalui strategi ini, komunikan biasanya akan
mau menuruti harapan komunikator tanpa perlu lagi dipaksa.