Anda di halaman 1dari 62

LAPORAN

HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

TENTANG

MODEL PEMBELAJARAN
“STUDENT TEAMS – ACHIEVEMENT DIVISIONS” (STAD)
DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
DI SMA NEGERI 2 BITUNG

Peneliti
Goldfriet R S Bawotong,S.Pd,MPd
NIP. 197604252003121008
Guru Mata Pelajaran Matematika

PEMERINTAH KOTA BITUNG


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 2 BITUNG

2013
ABSTRAK

Goldfriet R.S Bawotong,S.Pd,M.Pd, 2014. Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas


Tentang Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD)
dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika di SMA
Negeri 2 Bitung

Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Pembelajaran “Student Teams –

Achievement Divisions” (STAD) dilaksanakan dengan kegiatan : (1) penyampaian tujuan

pembelajaran; (2) menyajikan informasi tentang materi pembelajaran ; (3) mengorganisir

siswa dalam kelompok STAD ; (4) membimbing kelompok belajar yang sedang bekerja

sama ; (5) melakukan evaluasi secara individu ; (6) memberikan penghargaan.

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan prosedur sebagai berikut : (a)

perencanaan ; (b) pelaksanaan ; (c) pengamtan ; (d) refleksi. Dengan meningkatnya

aktivitas siswa dan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran seperti dalam

penelitian ini, terbukti hasil belajar siswa dapat meningkat pada waktu sebelum Model

Pembelajaran STAD. Hasil belajar rata-rata siswa yang semula 5,98, meningkat menjadi

6,76 pada Model Pembelajaran STAD Siklus I dan selanjutnya pada pelaksanaan Model

Pembelajaran STAD Siklus II, nilainya menjadi 7,52.

Dengan demikian Model Pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar

siswa. Kiranya penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru-guru mata pelajaran dalam

melakukan inovasi pembelajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan.

Bitung, Desember 2013


Penulis

GOLDFRIET R S BAWOTONG,S.Pd,MPd
NIP. 197604252003121008

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

bimbinganNya dan pertolonganNya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan laporan ini.

Penulisan laporan ini tak dapat disangkal banyak kendala-kendala dan kesulitan yang

dihadapi namun dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kerja sama yang baik dari

berbagai pihak antara lain, teman guru Matematika dan kolaborasi, maka semua kendala-

kendala dan kesulitan dapat teratasi.

Kesempatan ini peneliti menyampaikan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada :

- Rekan sejawat Team Teaching mata pelajaran Matematika yang sudah

mengadakan kolaborasi tentang pengembangan inovasi pembelajaran melalui

model “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD)..

- Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Bitung yang sudah memberikan

bantuan, arahan, motivasi untuk pengembangan sekolah.

Penelitian ini merupakan kajian agar dalam pengelolaan kelas dapat dioptimalkan

sehingga peningkatan hasil belajar siswa terwujud khususnya di SMA Negeri 2 Bitung.

Dan diharapkan agar guru dapat selalu berinovasi dalam proses pembelajaran demi

kemajuan pendidikan bagi anak bangsa.

Kiranya Tuhan Allah sebagai sumber berkat akan memberkati Bapak/Ibu sekalian

yang sudah membantu peneliti dalam menyelesaikan laporan hasil penelitian ini.

ii
Laporan penelitian ini masih jauh dari apa yang diharapkan, oleh karena itu semua

kritik dan saran untuk penyempurnaan akan diterima dengan senang hati.

Semoga laporan penelitian ini akan bermanfaat bagi kita semua khususnya yang

berkecimpung di bidang pendidikan.

Bitung, Desember 2013

Penulis

GOLDFRIET R S BAWOTONG,S.Pd,MPd
N
IP. 197604252003121008

iii
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan i

Abstrak ii

Kata Pengantar iii

Daftar Isi v

Daftar Tabel vii

Daftar Gambar viii

Bab I Pendahuluan 1

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Rumusan Masalah 3

a. Identifikasi Masalah 3

b. Pembatasan Masalah 3

c. Perumusan Masalah 4

C. Tujuan Penelitian 4

D. Manfaat Penelitian 4

E. Definisi Operasional 4

F. Metode Penelitian 5

Bab II Tinjauan Pustaka 6

A. Pembahasan Teoritis 6

B. Kerangka Berpikir / Argumentasi Keilmuan dan Hipotesis Tindakan 12

1. Kerangka Berpikir / Argumentasi Keilmuan 12

2. Pengajuan Hipotesis Tindakan 13

iv
Bab III Rancangan Penelitian Tindakan Kelas 14

A. Tujuan Khusus Penelitian 14

B. Model / Sistem 14

1. Model Penelitian 14

2. Prosedur / Langkah-langkah 16

C. Populasi dan Sampel 17

D. Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 17

E. Instrumen Penelitian 17

F. Teknik Analisis Data 18

Bab IV Hasil Penelitian 19

A. Perencanaan dan Implikasi Penelitian Tindakan Kelas 19

B. Hasil Penelitian Tindakan Kelas 21

C. Monitoring Penelitian 31

D. Analisis dan Evaluasi 34

E. Pengujian Hipotesis 36

Bab V Penutup 37

A. Kesimpulan 37

B. Saran 37

Daftar Pustaka 39

v
Lampiran 1 Rencana Pembelajaran (Lesson Plan) Berbasis Kemampuan Dasar

dan Lembar Kegiatan Pembelajaran 41

Lampiran 2 Lembar Kegiatan Siswa 49

Lampiran 3 Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran Model “Student

Teams – Achievement Divisions” (STAD) 55

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Fase-fase Metode Belajar Kelompok Dengan Model STAD 20

Tabel 2 Nilai Sebelum Model STAD 21

Tabel 3 Pembagian Kategori Akademik dan Kelompok STAD 23

Tabel 4 Hasil Individual Siswa Siklus I Model STAD 25

Tabel 5 Hasil Individual Siswa Siklus II Model STAD 27

Tabel 6 Perbandingan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Model STAD 29

Tabel 7 Distribusi Nilai Tes Kelas X IIS 4 Sebelum Model Pembelajaran

Model STAD 35

Tabel 8 Distribusi Nilai Tes Kelas X IIS 4 Siklus I Model Pembelajaran Model

STAD 35

Tabel 9 Distribusi Nilai Tes Kelas X IIS 4 Siklus I Model Pembelajaran Model

STAD 35

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Proses Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kurt Lewin 5

Gambar 2 Proses Pengimplementasian Gagasan, Penelitian dan Pengamatan

dalam Model PTK 15

Gambar 3 Langkah-langkah Pengimplementasian Tindakan Penelitian 16

Gambar 4 Tindakan dan Pengamatan Yang Dilakukan Dalam Kegiatan Model

STAD 24

Gambar 5 Perkembangan Hasil Capaian Siswa Kelas X IIS 4 1 Sebelum dan

Sesudah Model Pembelajaran STAD Siklus I dan II 35

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Proses pembelajaran yang berhasil sangatlah ditentukan oleh kiat-kiat/kemampuan

guru melakukan berbagai inovasi pembelajaran di muka kelas. Tugas utama guru secara

umum dalam memberikan pelajaran adalah memaksimalkan potensi peserta didik lewat

proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan setiap mata ajaran bahkan materi yang

diajarkan memiliki karakteristik khusus dan nilai tersendiri yang mendasarinya. Oleh

karena itu, setiap guru dalam menyampaikan materi pelajaran harus memiliki kemampuan

berinovasi dengan berbagai kiat-kiat khusus untuk penyampaian materi pelajaran dan harus

mengembangkan sifat yang mendasari mata pelajaran tersebut untuk keberhasilan peserta

didik.

Kualitas hasil belajar anak didik yang diperoleh melalui jalur pendidikan formal di

sekolah merupakan hasil dari suatu proses pendidikan yang melibatkan berbagai komponen

yang saling mempengaruhi seperti guru, bahan pengajaran, kurikulum, metode bahkan

anak didik itu sendiri. Depdiknas (2000) menyatakan bahwa keberhasilan pendidikan

melalui proses belajar mengajar di sekolah dipengaruhi oleh tiga faktor utama yakni :

(1) faktor input antara lain siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, dan sarana prasarana,

(2) proses yakni kegiatan belajar mengajar di kelas yang berlangsung sehari-hari, dan

(3) output yakni hasil lulusan. Apabila ketiga faktor tersebut bermutu dan terjadi

keterpaduan yang optimal maka proses belajar mengajar di sekolah akan terwujud sesuai

harapan. Dengan demikian akan menghasilkan proses belajar mengajar yang bermutu dan

pada gilirannya akan dapat dihasilkan lulusan yang berkualitas.

1
Faktor penentu keberhasilan proses pendidikan di atas adalah guru yang merupakan

kunci utama, oleh karenanya guru sebagai pengajar harus memiliki pengetahuan maksimal

yang berhubungan dengan profesionalitasnya. Mengajar hanya dapat dilakukan dengan

baik dan benar oleh seseorang yang telah melewati pendidikan tertentu yang memang

dirancang untuk mempersiapkan guru. Dengan kata lain, mengajar merupakan suatu

profesi. Mengajar merupakan suatu seni untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan dan

nilai-nilai yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak didik dan masyarakat.

Sehubungan dengan mengajar sebagai suatu usaha untuk mentransfer pengetahuan,

Zamroni (2000) menyatakan guru harus melakukan tiga hal, yakni (1) menggerakkan,

membangkitkan dan menggabungkan seluruh kemampuan yang dimiliki siswa; (2)

menjadikan apa yang ditransfer menjadi sesuatu yang menantang dari siswa, sehingga

muncul motivasi untuk mempelajarinya; (3) mengkaji secara mendalam materi yang

ditransfer sehingga menimbulkan keterkaitan dengan pengetahuan yang lain.

Keberhasilan proses pembelajaran di sekolah, secara lebih khusus lagi keberhasilan

proses belajar mengajar di dalam kelas, ditentukan oleh kemampuan guru untuk memilih

model pembelajaran yang tepat sesuai materi yang diajarkan pada siswa. Memilih metode

yang dimaksud dalam penulisan ini adalah kemampuan guru menggunakan model

pembelajaran yang dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi

terjadinya proses belajar siswa. Kegagalan dalam menciptakan proses pembelajaran di

kelas bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kondisi kelas tidak optimal karena guru

kurang mampu memilih dan menggunakan model pembelajaran yang dapat menciptakan

pembelajaran menyenangkan (joyful learning).

Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bitung merupakan salah satu lembaga pendidikan

yang menyelenggarakan proses belajar mengajar sebagaimana dengan sekolah-sekolah

lainnya yang masih juga terdapat permasalahan, khususnya dalam proses belajar mengajar.

2
Hal ini ditunjukkan dengan sering terdapat situasi belajar yang kurang menyenangkan

karena kurangnya inovasi guru dalam mencoba model-model pembelajaran yang dapat

meningkatkan prestasi siswa.

Berdasarkan permasalahan di atas peneliti mencoba mengkajinya lebih dalam lagi

dengan suatu Penelitian Tindakan Kelas yang diberi judul Model “Student Teams –

Achievement Divisions” (STAD) pada Mata Pelajaran Matematika di SMA Negeri 2

Bitung

B. Rumusan Masalah

a. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, penulis

mengidentifikasi permasalahan yang ada di lokasi penelitian sebagai berikut :

1) Kurangnya inovasi para guru dalam mengkaji model pembelajaran yang dapat

meningkatkan prestasi siswa.

2) Siswa yang kurang kreatif yang ditandai dengan cara belajar yang monoton dalam

kelas.

3) Kurang kemampuan mengkaji materi esensial yang dapat disesuaikan dengan

model pembelajaran untuk menciptakan suasana joyful learning.

4) Hasil belajar siswa untuk mata pelajaran Matematika masih rendah.

b. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi di atas, maka penulis mengemukakan pembatasan masalah

sebagai berikut :

1) Masalah kurangnya inovasi guru mengkaji materi esensial yang dapat digunakan

dengan model pembelajaran pada mata pelajaran Maematika

3
2) Masalah belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika masih rendah.

c. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, masalah dalam penelitian ini dirumuskan

sebagai berikut : Apakah dengan model “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD)

dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk mata pelajaran Matematika pada SMA

Negeri 2 Bitung ?

C. Tujuan Penelitian

Dengan dirumuskan permasalahan di atas, maka tujuan Penelitian Tindakan Kelas

ini sebagai berikut : Sejauh mana model “Student Teams – Achievement Divisions”

(STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian tindakan kelas adalah :

1. Peningkatan profesionalisme guru dengan berinovasi melalui model STAD.

2. Bagi peneliti dapat menambah wawasan sekaligus kemampuan mengkaji berbagai

model pembelajaran yang dapat menciptakan “joyful learning”.

E. Definisi Operasional

- Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD)

adalah suatu siklus pembelajaran, belajar koperatif dalam tim berkemampuan

campur, dan kuis, dengan penghargaan atau ganjaran lain diberikan kepada

tim yang anggota-anggotanya memperoleh nilai yang paling tinggi sehingga

melampaui rekor sendiri yang dahulu.

4
- Hasil Belajar merupakan sesuatu yang bersifat kualitas yang harus dimiliki

siswa dalam jangka waktu tertentu, dapat bersifat proses atau cara yang harus

dikuasai sepanjang kegiatan belajar tertentu.

F. Metode Penelitian

Dengan menggunakan Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement

Divisions” yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka perlu guru mata pelajaran

Matematika melakukan inovasi model pembelajaran.

Model penelitian yang digunakan dalam metode Penelitian Tindakan Kelas dengan

skema proses menurut Kurt Lewin adalah sebagai berikut :

Gambar 1
Proses Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Kurt Lewin

Planing
Reflecting Acting

Observing

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pembahasan Teoritis

Sekitar tahun 1960-an, belajar kompetitf dan individualistik telah mendominasi

pendidikan di Amerika Serikat. Siswa datang ke sekolah dengan harapan untuk

berkompetisi dan dari tekanan orang tua untuk menjadi terbaik. Dalam belajar kompetitif

dan individualitstik, guru menempatkan siswa pada tempat duduk yang terpisah dari siswa

yang lain. Kata-kata “dilarang mencontoh”, “geser tempat dudukmu”, “saya ingin agar

kamu bekerja sendiri” sering digunakan dalam belajar kompetitif dan individualistic

(Johnson & Johnson, 1994). Proses pembelajaran seperti ini masih sangat mendominasi

dalam dunia pendidikan Indonesia sekarang ini.

Berdasarkan berbagai persoalan dalam belajar individualistik kompetitif, maka saat

ini dari berbagai kemampuan teknologi pendidikan mulai mengarahkan agar guru dapat

berinovasi melalui Model Pembelajaran Kooperatif. Belajar kooperatif bukan hal yang

baru menurut Slavin, 1995, Eggen & Kausiak, 1996. Dalam belajar kooperatif, siswa

dapat dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 orang untuk bekerja sama dalam

menguasai materi dari guru. Selanjutnya Artzt & Newman (1990) yang dikutip Suherman,

menyatakan bahwa belajar kooperatif siswa bekerja bersama-sama sebagai suatu tim dalam

menyelesaikan tugas-tugas kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan pokok

belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi

akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok. Karena bekerja

secara tim, maka dengan sendirinya ia dapat memperbaiki hubungan di antara para siswa

dari berbagai latar belakang etnis dan kemampuan mengembangkan keterampilan-

keterampilan proses kelompok dan pemecahan masalah (Lomsell & Deschamps, 1992).

6
Belajar kooperatif dapat berbeda dalam banyak cara, tapi dapat pula dikategorikan

dengan sifat sebagai berikut : (1) tujuan kelompok, (2) tanggung jawab individual,

(3) kesempatan yang sama, (4) kompetisi kelompok, (5) spesialisasi tugas, dan (6)

adaptasi untuk kebutuhan individu (Slavin, 1995).

Menurut Eggen & Kauchak (1990) dari berbagai model pembelajaran kooperatif

diantaranya STAD, Jigsaw dan Investigasi.

“Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) dikembangkan oleh Robert Slavin

dan koleganya di Universitas John Hopkins (Ibraham, dkk, 2000; Ratumanan, 2002).

Dalam STAD siswa dibentuk dalam kelompok belajar yang terdiri dari 4 atau 5 orang dari

berbagai kemampuan, gender, etnis. Dalam prakteknya, guru menyajikan pelajaran dan

kemudian siswa bekerja dalam kelompok untuk memastikan bahwa semua anggota

kelompok telah menguasai materi. Selanjutnya, siswa menghadapi tes individual. STAD

mempunyai 4 komponen yaitu: (1) presentasi kelas, (2) kerja kelompok, (3) kuis atau tes,

(4) penilaian kelompok (Slavin, 1995).

Menurut Mohamad Nur, dkk. (2000) Siklus “Student Teams – Achievement

Divisiions” (STAD) dalam kegiatan pengajaran adalah sebagai berikut :

 Mengajar : menyajikan pelajaran

 Belajar dalam tim : siswa bekerja dalam tim dipandu oleh LKS untuk

menuntaskan materi pelajaran

 Tes : siswa mengerjakan kuis dan tugas lainnya secara individual

 Penghargaan tim : skor tim dihitung berdasarkan skor peningkatan anggota

tim, dan sertifikasi laporan berkala kelas.

7
Langkah-langkah mengantar siswa dalam Model Pembelajaran “Student Teams –

Achievement Divisions” (STAD).

1. Bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok masing-masing terdiri dari empat atau


lima anggota. Sebaiknya empat anggota; membuat tim terdiri dari lima anggota hanya
apabila kelas tidak dapat dibagi habis dengan empat anggota. Untuk menempatkan
siswa dalam kelompok, urutkan mereka dari atas ke bawah berdasarkan kinerja
akademik tertentu (misalnya nilai rapor yang lalu/skor tes) dan bagilah daftar siswa yang
telah urut itu menjadi empat. Kemudian ambil satu siswa dari tiap perempatan itu
sebagai anggota tiap tim, pastikan bahwa tim-tim yang terbentuk itu berimbang menurut
jenis kelamin dan asal suku.
2. Buatlah lembar kegiatan siswa (LKS) dan kuis pendek untuk pelajaran yang Anda
rencanakan untuk diajarkan. Selama belajar kelompok (satu atau dua periode kelas)
tugas anggota tim adalah menguasai secara tuntas materi yang Anda presentasikan dan
membantu anggota tim mereka menguasai secara tuntas materi tersebut. Siswa
mendapat LKS atau materi pelajaran lain yang dapat mereka gunakan untuk latihan
keterampilan yang sedang diajarkan dan menilai diri mereka sendiri dan anggota tim
mereka.
3. Pada saat Anda menjelaskan STAD, kepada kelas Anda, bacakan tugas-tugas yang harus
dikerjakan tim.
 Mintalah anggota tim bekerja sama mengatur bangku atau meja-kursi mereka, dan
berikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka.
 Bagikan LKS atau materi belajar lain (dua set untuk tiap tim)
 Anjurkan agar siswa pada tiap-tiap tim bekerja dalam duaan (berpasangan) atau
tigaan. Apabila mereka sedang mengerjakan soal, setiap siswa dalam suatu
pasangan atau tigaan hendaknya mengerjakan soal itu dan kemudian saling
mengecek pekerjaannya di antara teman dalam pasangan atau tigaan itu. Apabila
ada siswa yang tidak dapat mengerjakan soal itu, teman satu tim siswa itu memiliki
tanggung jawab untuk menjelaskan soal itu. Apabila siswa-siswa itu sedang
mengerjakan soal-soal jawaban singkat, mereka dapat saling mengajukan
pertanyaan di antara sesama teman satu tim, partner secara bergantian memegang
lembar jawaban atau mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
 Beri penekanan kepada siswa bahwa mereka tidak boleh mengakhiri kegiatan
belajar sampai mereka yakin bahwa seluruh anggota tim mereka dapat menjawab
100% benar soal-soal kuis tersebut.
 Pastikan siswa memahami bahwa LKS itu untuk belajar-bukan untuk diisi dan
dikumpulkan. Oleh karena itu penting bagi siswa pada akhirnya diberi lembar
kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka sendiri dan teman satu tim
mereka pada saat mereka belajar.
 Berikan kesempatan kepada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka, tidak
hanya saling mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban itu.
 Apabila siswa memiliki pertanyaan, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu
kepada teman satu timnya sebelum mengajukannya kepada Anda.
 Pada saat siswa sedang bekerja dalam tim, berkelilinglah di dalam kelas, berikan
pujian kepada tim yang bekerja baik dan secara bergantian duduklah bersama tiap
tim untuk memperhatikan bagaimana anggota-anggota tim itu bekerja.
4. Bila tiba saatnya memberikan kuis, bagikan kuis atau bentuk evaluasi yang lain, dan
berkian waktu yang cukup kepada siswa untuk menyelesaikan tes itu. Jangan
mengijinkan siswa untuk bekerja sama pada saat mengerjakan kuis itu; pada saat ini
mereka harus menunjukkan bawa mereka telah belajar sebagai individu. Mintalah siswa

8
menggeser tempat duduknya lebih jauh bila hal ini dimungkinkan. Salah satu cara dapat
ditempuh, meminta siswa saling menukarkan pekerjaan mereka dengan siswa anggota
tim lain atau mengumpulkan pekerjaan itu untuk Anda periksa sendiri pada kesempatan
lain.
5. Buatlah skor individual dan skor tim. Skor tim pada STAD didasarkan pada peningkatan
skor anggota tim dibandingkan dengan skor yang lalu mereka sendiri. Sesegera
mungkin setelah tiap kuis, Anda seharusnya menghitung skor peningkatan individual
dan skor tim, dan mengumumkan skor tim itu secara tertulis di papan pengumuman atau
cara lain yang sesuai. Apabila mungkin, pengumuman skor tim itu dilakukan pada
pertemuan pertama setelah kuis tersebut. Hal ini membuat hubungan antara bekerja
dengan baik dan menerima pengakuan jelas bagi siswa, meningkatkan motivasi mereka
untuk melakukan yang terbaik. Hitunglah skor tim dengan menjumlahkan poin
peningkatan yang diperoleh tiap anggota tim dan membagi jumlah itu dengan jumlah
anggota tim yang mengerjakan kuis itu.
6. Pengakuan kepada prestasi tim. Segera setelah Anda menghitung poin untuk tiap siswa
dan menghitung skor tim, Anda hendaknya mempersiapkan semacam pengakuan
kepada tiap tim yang mencapai rata-rata peningkatan 20 atau lebih. Anda dapat
memberikan sertifikat kepada anggota tim atau mempersiapkan suatu penghargaan
dalam papan pengumuman. Penting untuk membantu siswa menghargai skor tim. Minat
Anda sendiri yang besar terhadap skor tim akan membantu. Apabila Anda memberikan
lebih dari satu kuis dalam satu minggu, kombinasikan hasil-hasil kuis itu ke dalam satu
skor mingguan. Setelah 5 atau 6 minggu penerapan STAD, aturlah ulang siswa ke
dalam tim-tim baru. Hal ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja
dengan teman sekelas yang lain dan menjaga program pengajaran tetap segar.
(Nur Muhammad dan Prima Retno Wikandari, 2000)

Berdasar kajian teoritis Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement

Divisions” (STAD) jika dapat diterapkan dengan baik, maka prestasi siswa secara individu

maupun kelompok diharapkan akan meningkat. Dengan demikian diharapkan guru-guru

mengikuti langkah-langkah operasional STAD dengan baik sambil mempersiapkan

berbagai prasyarat dalam pengoperasian model STAD.

Prestasi Belajar Siswa

Proses pembelajaran yang berhasil adalah memaksimalkan potensi siswa untuk

melakukan kegiatan/perbuatan belajar. Hasil proses pembelajaran ini dapat diukur melalui

aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Nana Sudjana (1991) mengutip pendapat dari Gagne yang mengemukakan bahwa

tipe hasil belajar meliputi :

(1) Belajar Kemahiran Intelektual (Kognitif)

9
Yang termasuk dalam tipe hasil belajar ini adalah belajar diskriminasi, yakni

kesanggupan membedakan obyek berdasarkan ciri-ciri tertentu. Untuk ini

diperlukan pengamatan yang cermat dari ciri-ciri obyek tersebut seperti bentuknya,

ukuran, warna, dan lain-lain. Kemampuan membedakan obyek dipengaruhi oleh

kematangan, pertumbuhan dan pendidikannya. Belajar konsep, yakni kesanggupan

menempatkan obyek yang mempunyai ciri yang sama menjadi satu kelompok

(klasifikasi) tertentu. Konsep diperoleh melalui interaksi dengan lingkungan dan

banyak terjadi dalam realitas kehidupan. Contoh : konsep keluarga, terdiri dari

konsep ibu, konsep ayah dan konsep anak. Belajar kaidah melalui simbol bahasa

baik lisan maupun tulisan.

(2) Belajar Informasi Verbal

Pada umumnya belajar berlangsung melalui informasi verbal apalagi belajar di

sekolah, seperti membaca, mengarang, bercerita, mendengarkan uraian guru,

kesanggupan menyatakan pendapat dalam bahasa lisan/tulisan, berkomunikasi, dan

kesanggupan memberi arti dari setiap kata/kalimat.

(3) Belajar Mengatur Kegiatan Intelektual

Kalau dalam belajar kemahiran intelektual ditekankan kepada belajar diskriminasi,

belajar konsep dan belajar kaidah, maka dalam belajar mengatur kegiatan

intelektual ditekankan pada kesanggupan memecahkan masalah melalui konsep dan

kaidah yang telah dimilikinya. Dengan kata lain menekankan pada aplikasi kognitif

dalam pemecahan persoalan.

(4) Belajar Sikap

Sikap merupakan kesiapan dan kesediaan seseorang untuk menerima atau menolak

suatu obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek itu. Itulah sebabnya sikap

berhubungan dengan pengetahuan dan perasaan seseorang terhadap obyek. Sikap

10
juga dapat dipandang sebagai kecenderungan seseorang untuk berperilaku. Hasil

belajar sikap nampak dalam bentuk kemauan, minat, perhatian dan perubahan

perasaan.

(5) Belajar Keterampilan Motorik

Belajar keterampilan motorik banyak berhubungan dengan kesanggupan

menggunakan gerakan anggota badan sehingga memiliki rangkaian urutan gerakan

yang teratur, luwes, tepat , cepat dan lancar. Belajar motorik memerlukan

kemahiran intelektual dan sikap sebab dalam belajar motorik bukan semata-mata

hanya gerakan anggota badan tetapi juga memerlukan pemahaman dan penguasaan

akan prosedur gerakan yang harus dilakukan, konsep mengenai cara melakukan

gerakan dan lain-lain. Aspek utama belajar motorik yakni tercapainya otomatisme

melakukan gerakan.

Dalam hubungannya dengan hasil belajar, Hadad Nawawi (1981) mengemukakan

bahwa hasil belajar sebagai tingkat keberhasilan dalam mempelajari pelajaran di sekolah

dalam bentuk skor/nilai yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi tertentu.

Sedangkan Ngalim Poerwanto (1988) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah sebagai

hasil pencapaian siswa yang dicapai dalam jangka waktu tertentu. Hasil belajar siswa pada

hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan

psikomotor (Nana Sudjana, 1990). Menurut Dimyati dan Mujiani (2002) hasil belajar

adalah tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan

pembelajaran dimana tingkat keberhasilan ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau

kata atau symbol. Selanjutnya Mukhtar dan Samsu (2003) menyatakan bahwa hasil belajar

tidak saja merupakan sesuatu yang bersifat kualitas yang harus dimiliki siswa dalam jangka

waktu tertentu, tetapi dapat juga bersifat proses atau caya yang harus dikuasai siswa

sepanjang kegiatan belajar tertentu, sperti pengetahuan, sikap, dan keterampilan tertentu,

11
tapi dapat juga berbentuk kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam mengolah produk

tersebut.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keberhasilan

siswa dalam mempelajari pelajaran dalam suatu kurun waktu yang diukur dalam suatu

skor/nilai. Dengan demikian hasil belajar yang merupakan keberhasilan siswa juga

merupakan keberhasilan guru dalam pengajaran.

B. Kerangka Berpikir / Argumentasi Keilmuan dan Hipotesis Tindakan

1. Kerangka Berpikir / Argumentasi Keilmuan

Kemampuan berinovasi dari guru dalam proses pembelajaran sangatlah diharapkan

agar dapat mencapai peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan berorientasi pada

konsep peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka kemampuan guru dalam

mengelola proses pembelajaran harus dapat memahami dengan baik berbagai model

pembelajaran yang sesuai topik bahan ajar.

Menurut pendapat para ahli di bidang pendidikan bahwa ketidakcapaian hasil belajar

yang maksimal karena lemah kemampuan mengelola strategi belajar oleh guru mata

pelajaran. Jika ingin meningkatkan mutu pendidikan maka proses belajar mengajar harus

ditingkatkan melalui berbagai inovasi model pembelajaran. Hal ini dimungkinkan jika para

guru sudah memahami, menguasai berbagai model pembelajaran sesuai dengan materi

yang akan diajarkan pada setiap kegiatan pembelajaran.

Dengan demikian guru mata pelajaran IPS Ekonmi tidak hanya mengetahui dan

menguasai satu model pembelajaran. Karena dalam GBPP Mata pelajaran IPS Ekonomi

terdapat berbagai karakteristik materi dan metode yang perlu pemodelan tertentu dalam

proses belajar mengajar.

12
2. Pengajuan Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan pemikiran di atas, maka hipotesis tindakan adalah : dengan

Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) dalam proses

pembelajaran kelompok, maka hasil belajar siswa akan meningkat.

13
BAB III

RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Tujuan Khusus Penelitian

Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan tujuan khusus sebagai berikut :

1. Membantu guru melakukan inovasi model pembelajaran yang tepat sesuai materi

yang diajarkan.

2. Hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai dengan tingkat kesukaran dan esensi

materinya.

3. Proses pembelajaran berlangsung dalam suasana joyful learning.

B. Model / Sistem

1. Metode Penelitian

a. Setiap penelitian melalui penelitian tindakan di SMAN 2 BItung. Jumlah

kelas X 8 kelas terdiri dari kelas X MIA 1 sampai 4 dan X IIS 1 sampai 4

b. Objek penelitian : kelas X IIS 4

Jumlah siswa : 35 orang

Perempuan : 20 orang

Laki-laki : 15 orang

Dengan alasan kemampuan kelas X IIS 4 adalah dibawah rata-rata yang

merupakan kelas yang perlu mendapat perhatian dengan nilai rata-rata kelas

dalam penempatan kelas 5,10.

c. Instrumen

 Rencana Pelajaran

 LKS

14
 Penilaian Individu

 Pengamatan Model Pembelajaran STAD

Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis mengikuti disain penelitian

tindakan kelas seperti yang dikemukakan oleh Stephen Kemmis (1986)

yang terdiri dari 4 kegiatan yaitu :

a. Perencanaan

b. Tindakan dan pengamatan

c. Refleksi

d. Perencanaan kembali dan seterusnya

Proses pengimplementasian gagasan, penelitian dan pengamatan yang

diutamakan dalam model PTK dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2
Proses Pengimplementasian Gagasan, Penelitian dan Pengamatan
Dalam Model PTK

Selanjutnya dalam mengimplementasikan penelitian, penulis mengikuti

langkah-langkah seperti yang terdapat pada bagan (flow chart) berikut ini.

15
Bagan ini merupakan hasil rancangan bersama, antara penulis dan

kolaborator.

Gambar 3
Langkah-langkah Pengimplementasian Tindakan Penelitian

Tindakan I : Hasil
Rencana Evaluasi Belajar
Pelajaran Pengamatan Siswa Siswa
LKS Evaluasi
Alat evaluasi Refleksi
Strategi Umpan Balik DATA I
Modifikasi

Tindakan II : Hasil
Rencana Evaluasi Belajar
Pelajaran Siswa Siswa
LKS Pengamatan
Alat evaluasi Evaluasi
Refleksi DATA II
Strategi
Umpan Balik
Modifikasi

Dst.
Dst. Dst.

2. Prosedur / Langkah-langkah

Dalam penelitian ini penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Mendiskusikan rencana tindakan dengan kolaborator

b. Menyiapkan sumber bacaan untuk menambah pemahaman, wawasan

tentang penelitian

c. Menyiapkan instrumen observasi

d. Menyiapkan perangkat pembelajaran : rencana pelajaran, LKS, alat

evaluasi, strategi pembelajaran, media dan alat Bantu

16
e. Membahas hasil pengamatan

f. Menyimpulkan data

g. Mengecek kembali data

h. Menulis laporan

C. Populasi dan Sampel

Jumlah siswa SMAN 2 Bitung kelas X Tahun Pelajaran 2013/2014 adalah 250. Dan

yang menjadi sampel adalah kelas X IIS 4 berjumlah 35 Orang siswa. Menurut Nasution

(1995) tidak ada aturan yang tegas tentang jumlah sample yang dipersyaratkan untuk suatu

penelitian dari populasi tersedia.

D. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik dokumentasi dari hasil belajar

siswa kelas X IIS 4 pada siklus selama Semester II pada Tahun Pelajaran 2013/2014 (Juli –

Desember 2013).

Rencana teknik analisa deskripsi secara kualitatif yang dapat menjelaskan

pelaksanaan model “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) dalam peningkatan

hasil belajar.

E. Instrumen Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan instrumen sebagai berikut :

1. Penelitian terhadap guru (strategi/langkah-langkah STAD)

2. Rencana pelajaran

3. LKS

4. Alat evaluasi

17
F. Teknik Analisa Data

Metode penelitian tindakan kelas ini adalah metode deskriptif, yang diharapkan

dapat menjelaskan pelaksanaan model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)

dalam peningkatan hasil belajar siswa.

18
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Perencanaan dan Implikasi Penelitian Tindakan Kelas

1. Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :

 Rencana tempat pelaksanaan di kelas X IIS 4 SMAN 2 Bitung

 Rencana materi penelitian : Pokok Bahasan Mata Pelajaran Matematika

sesuai Kurikulum 2013

 (Periode Juli – Desember 2013).

 Rencana pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus I pada Semester 1 Kelas X IIS

4 dengan jumlah siswa 35 orang dengan pokok bahasan sesuai Kurikulum

2013 dengan perbandingan nilai sebelum model STAD dan jika belum

berhasil pada Siklus I dilanjutkan pelaksanaan model STAD Siklus II. Dan

jika belum berhasil dilanjutkan dengan Siklus III dan seterusnya.

 Rencana pengamatan : selama proses belajar mengajar dan pelaksanaan tes.

Sesuai pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas.

 Rencana evaluasi : setiap selesai kegiatan penyajian materi pelajaran dan

kerja kelompok.

 Rencana kriteria keberhasilan : ketuntasan perorangan apabila skor nilai 6,5

dan ketuntasan klasikal berhasil jika 85% kelas memperoleh nilai 6,5

dengan skala 0 – 10 (Petunjuk pelaksanaan Kurikulum 2013 ).

2. Implementasi / Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan kelas dapat dikemukakan sebagai berikut :

19
Kelas yang diteliti adalah kelas X IIS 4 Semester I Tahun 2013/2014. Penyajian

pokok bahasan dengan menggunakan metode belajar kelompok dengan model

“Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) dengan fase-fase sebagai

berikut :

Tabel 1
Fase-Fase Metode Belajar Kelompok
Dengan Model STAD
Fase Tingkah laku guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang
memotivasi siswa ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar.
Fase 2
Menyajikan informasi Guru menyajikan implementasi kepada siswa dengan
cara ceramah, conotoh soal lewat bacaan.
Fase 3
Mengorganisasikan Guru menyajikan siswa caranya membentuk
kedalam kelompok- kelompok belajar dan membantu setiap kelompok
kelompok belajar agar melakukan transisi secara efektif.

Fase 4
Membimbing kelompok Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada
bekerja dan belajar saat mereka mengerjakan tugas.

Fase 5
Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang
telah dipelajari atau masing-masing kelompok
mempresentasikan hasilnya.
Fase 6
Memberikan penghargaan Guru mencari cara untuk menghargai baik individu
maupun kelompok.
Ibrahim, dkk., 2000

Selanjutnya dalam pelaksanaan model PTK yang meliputi kegiatan “planning

(perencanaan), acting (pelaksanaan), observing (pengamatan), reflecting

(pemaknaan) dan pengembangan hasil. Dengan demikian tindakan atau perlakuan

pada Siklus I dengan kelas yang sama dapat dilakukan dengan materi yang berbeda.

20
B. Hasil Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan melakukan pengumpulan data

melalui teknik dokumentasi yakni berdasarkan hasil belajar siswa Semester I Tahun

Pelajaran 20132014 pada kelas X IIS 4 di SMAN 2 Bitung.

Adapun data dan hasil belajar siswa mata pelajaran Matematika dengan guru

menggunakan model “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD), dan data

sebelum menggunakan model pembelajaran STAD dengan langkah-langkah

sebagai berikut :

1) Hasil capaian siswa untuk mata pelajaran Mtematika sebelum model STAD

dengan Pokok Bahasan : “Bentu Pangkat tak sebenarnya” adalah sebagai

berikut :

Tabel 2
Nilai Sebelum Model STAD
Rangking pada Nilai Kategori
No Nama L/P
Kenaikan Kelas Sebelum STAD Akademik
1 Fandy Rayyan Dasir L 1 8,50 A
2 Sedik M. Kahiking L 2 8,00 A
3 Danny Pratama Suhardiana L 3 8,00 A
4 Preisy Matheos P 4 8,00 A
5 Sweetly I. Moningka P 5 8,00 A
6 Reivita E. Rumerung P 6 8,00 A
7 Ronald J. Bukid L 7 7,50 A
8 Ruisti F. Padoma P 8 7,50 A
9 Jennifer D. Kaunang P 9 7,00 A
10 Chrisye Loris P 10 7,00 A
11 Allan S. Abuno L 11 7,00 A
12 Regina Lolowang P 12 7,00 A
13 Rahmi Fahmi P 13 6,50 B
14 Grece Prel P 14 6,50 B
15 Abraham H. Rurut L 15 6,50 B
16 Rizky Korompis L 16 6,00 B
17 Reinhard Mamangkey L 17 6,00 B
18 Selly Y. Korah P 18 6,00 B
19 Julian J. Rawaung L 19 6,00 B

21
Rangking pada Nilai Kategori
No Nama L/P
Kenaikan Kelas Sebelum STAD Akademik
20 Christie P. Pelealu P 20 6,00 B
21 Fernando Tambun L 21 6,00 B
22 Angga Febryanto Arbie L 22 6,00 B
23 Putri Abdul P 23 6,00 B
24 Glend Randy Kansil L 24 5,50 B
25 Sigit Pramono L 25 5,50 B
26 Sarifudin Langga L 26 5,50 B
27 Deicon Reiza L 27 5,50 B
28 Christian Samuel Tendean L 28 5,50 B
29 Arry Hermawan L 29 5,50 B
30 Selviana Lihawa P 30 5,50 B
31 Pricilia Komansilan P 31 5,50 B
32 Stevi Moniaga L 32 5,50 B
33 Harry A. L. Makka L 33 5,50 B
34 Olivia M. Sinaulan P 34 5,50 B
35 Muhamad Arif A. Mo'o L 35 5,50 B
Jumlah 281,00
Rata-rata 5,98

2) Berdasarkan capaian tersebut dilakukan Model STAD untuk peneltian Siklus I

dengan tahapan :

a. Pembentukan Kelompok STAD

Siswa kelas X IIS 4 Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester Ganjil berjumlah 35

orang, laki-laki 20 orang, perempuan 15 orang dibagi habis dalam 5 kelompok.

Kelompok atas dalam kemampuan akademik sebanyak 25% berjumlah 12

orang, kelompok menengah 50% atau 23 orang dan kelompok bawah 12 orang

atau 25% dengan perincian sebagai berikut :

Tabel 3
Pembagian Kategori Akademik dan Kelompok STAD

No. Nama L/P Kategori Akademik Kelompok STAD


1 Fandy Rayyan Dasir L A 1
2 Selly Y. Korah P B 1
3 Julian J. Rawaung L B 1
4 Mario Devi Tumilantouw L C 1

22
5 Sri Lestari Pani P C 1
6 Sedik M. Kahiking L A 2
7 Reinhard Mamangkey L B 2
8 Christie P. Pelealu P B 2
9 Muhamad Arif A. Mo'o L B 2
10 Djamaludin L C 2
11 Danny Pratama Suhardiana L A 3
12 Rizky Korompis L B 3
13 Fernando Tambun L B 3
14 Olivia M. Sinaulan P B 3
15 Rifan Anuna L C 3
16 Preisy Matheos P A 4
17 Abraham H. Rurut L B 4
18 Angga Febryanto Arbie L B 4
19 Harry A. L. Makka L B 4
20 Rino Robot L C 4
21 Sweetly I. Moningka P A 5
22 Grece Prel P B 5
23 Putri Abdul P B 5
24 Stevi Moniaga L B 5
25 Rivai Salasa L C 5
26 Reivita E. Rumerung P A 6
27 Rahmi Fahmi P B 6
28 Glend Randy Kansil L B 6
29 Christian Samuel Tendean L B 6
30 Rudi Oping L C 6
31 Ronald J. Bukid L A 7
32 Regina Lolowang P A 7
33 Sigit Pramono L B 7
No. Nama L/P Kategori Akademik Kelompok STAD
34 Selviana Lihawa P B 7
35 Franny J. Pandaleke L C 7

b. Pelaksanaan Model STAD Siklus I

Dalam pelaksanaan Siklus I kegiatan Penelitian Tindakan Kelas setelah guru

melakukan perencanaan dengan berbagai persiapan Model STAD, maka

tindakan dan pengamatan dilakukan untuk kegiatan sebagai berikut :

Gambar 4
Tindakan dan Pengamatan Yang Dilakukan
Dalam Kegiatan Model STAD

23
Penyampaian tujuan dan memotivasi
(Tujuan Pembelajaran)

Menyajikan informasi tentang materi pembelajaran


Disertai contoh soal

Mengorganisasikan siswa ke dalam


kelompok belajar Model STAD

Membimbing kelompok belajar yang sedang bekerja

Evaluasi Individual
(hasilnya dipadukan dengan kelompok)

Memberikan penghargaan

Berdasarkan pengamatan Siklus I dapat diperoleh hasil individual siswa

dengan materi “Bentuk Akar” sbb :

Tabel 4
Hasil Individual Siswa Siklus I Model STAD

Kategori Nilai STAD


No. Nama L/P Kelompok
Akademik Siklus I
1 Fandy Rayyan Dasir L 1 A 9,00
2 Selly Y. Korah P 1 B 7,00
3 Julian J. Rawaung L 1 B 7,00
4 Mario Devi Tumilantouw L 1 C 6,00
5 Sri Lestari Pani P 1 C 6,00
6 Sedik M. Kahiking L 2 A 9,00
7 Reinhard Mamangkey L 2 B 7,00
8 Christie P. Pelealu P 2 B 7,00
9 Muhamad Arif A. Mo'o L 2 B 6,00
10 Djamaludin L 2 C 6,00
11 Danny Pratama Suhardiana L 3 A 9,00
12 Rizky Korompis L 3 B 7,50
13 Fernando Tambun L 3 B 7,00
14 Olivia M. Sinaulan P 3 B 6,00
15 Rifan Anuna L 3 C 6,00
16 Preisy Matheos P 4 A 9,00
17 Abraham H. Rurut L 4 B 7,00
18 Angga Febryanto Arbie L 4 B 7,00

24
19 Harry A. L. Makka L 4 B 6,00
20 Rino Robot L 4 C 6,50
21 Sweetly I. Moningka P 5 A 8,50
22 Grece Prel P 5 B 7,00
23 Putri Abdul P 5 B 7,00
24 Stevi Moniaga L 5 B 6,00
25 Rivai Salasa L 5 C 5,00
26 Reivita E. Rumerung P 6 A 8,50
27 Rahmi Fahmi P 6 B 7,00
28 Glend Randy Kansil L 6 B 7,00
29 Christian Samuel Tendean L 6 B 6,00
30 Rudi Oping L 6 C 5,50
31 Ronald J. Bukid L 7 A 8,00
32 Regina Lolowang P 7 A 7,50
Kategori Nilai STAD
No. Nama L/P Kelompok
Akademik Siklus I
33 Sigit Pramono L 7 B 6,00
34 Selviana Lihawa P 7 B 6,00
35 Franny J. Pandaleke L 7 C 5,50
Jumlah 317,50
Rata-rata 6,76
Hasil capaian Siklus I berdasarkan Tabel adalah :

- Jumlah siswa yang mencapai nilai 6,5 sebanyak 25 orang (53,19%)

- Jumlah siswa yang belum mencapai nilai 6,5 sebanyak 22 orang (46,81%)

- Jumlah siswa yang mengalami peningkatan nilai dibandingkan dengan

sebelum dilaksanakannya Model STAD Siklus I sebanyak 10 orang

(21,28%)

- Rata-rata capaian Siklus I adalah 6,76.

Berdasarkan hasil capaian Siklus I, maka peneliti melakukan refleksi dan

kajian agar pelaksanaan siklus selanjutnya dapat lebih baik.

c. Pelaksanaan Model STAD Siklus II

25
Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus II Model STAD dengan materi “Bentuk

Logaritma” dengan hasil individual sebagai berikut :

Tabel 5

Hasil Individual Siswa Siklus II Model STAD

Nilai STAD
No. Nama L/P Kelompok
Siklus II
1 Fandy Rayyan Dasir L 1 9,50
2 Selly Y. Korah P 1 7,50
3 Julian J. Rawaung L 1 7,50
4 Mario Devi Tumilantouw L 1 6,50
5 Sri Lestari Pani P 1 6,50
6 Sedik M. Kahiking L 2 9,00
7 Reinhard Mamangkey L 2 7,50
8 Christie P. Pelealu P 2 8,00
9 Muhamad Arif A. Mo'o L 2 7,00
10 Djamaludin L 2 6,50
11 Danny Pratama Suhardiana L 3 9,00
12 Rizky Korompis L 3 9,00
13 Fernando Tambun L 3 7,50
14 Olivia M. Sinaulan P 3 7,00
15 Rifan Anuna L 3 6,50
16 Preisy Matheos P 4 9,00
17 Abraham H. Rurut L 4 7,50
18 Angga Febryanto Arbie L 4 7,50
19 Harry A. L. Makka L 4 7,00
20 Rino Robot L 4 6,00
21 Sweetly I. Moningka P 5 9,00
22 Grece Prel P 5 7,50
23 Putri Abdul P 5 7,50
24 Stevi Moniaga L 5 7,50
25 Rivai Salasa L 5 6,00
26 Reivita E. Rumerung P 6 9,00
27 Rahmi Fahmi P 6 7,50
28 Glend Randy Kansil L 6 8,00
29 Christian Samuel Tendean L 6 7,00
30 Rudi Oping L 6 6,50
31 Ronald J. Bukid L 7 8,50
32 Regina Lolowang P 7 8,00
33 Sigit Pramono L 7 7,00
34 Selviana Lihawa P 7 7,50

26
35 Franny J. Pandaleke L 7 6,50
Jumlah 353,50
Rata-rata 7,52

Hasil capaian Siklus II berdasarkan tabel di atas adalah :

- Jumlah siswa yang mencapai nilai 6,5 sebanyak 44 orang (93,62%)

- Jumlah siswa yang belum mencapai nilai 6,5 sebanyak 3 orang (6,38%)

- Jumlah siswa yang mengalami peningkatan nilai dibandingkan dengan

pelaksanaan Model STAD Siklus I sebanyak 19 orang (40,43%)

- Jumlah siswa yang tidak mengalami peningkatan nilai dibandingkan dengan

pelaksanaan Model STAD Siklus I sebanyak 3 orang (6.38%) tetapi nilai

capaian ini sudah tuntas.

- Jumlah siswa yang menurun nilainya sebanyak 1 orang (2,13%) karena

alasan kondisi tidak fit (baru sembuh sakit).

d. Perbandingan peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah Model STAD

Kelas III J Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2003/2004.

27
Tabel 6
Perbandingan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah
Model STAD

Kate-
Nilai Nilai Nilai
Kelom- gori Progress Rata-rata
No. Nama L/P Sebelum STAD STAD
pok Aka- Nilai Kelompok
STAD Siklus I Siklus II
demik
Kelompok 1
1 Fandy Rayyan Dasir L 1 A 8,50 9,00 9,50 0,50
2 Selly Y. Korah P 1 B 6,00 7,00 7,50 0,50
3 Julian J. Rawaung L 1 B 6,00 7,00 7,50 0,50
7,50
4 Mario Devi Tumilantouw L 1 C 5,00 6,00 6,50 0,50
5 Sri Lestari Pani P 1 C 5,00 6,00 6,50 0,50
Jumlah 2,50
Kelompok 2
6 Sedik M. Kahiking L 2 A 8,00 9,00 9,00 0,00
7 Reinhard Mamangkey L 2 B 6,00 7,00 7,50 0,50
8 Christie P. Pelealu P 2 B 6,00 7,00 8,00 1,00
7,70
9 Muhamad Arif A. Mo'o L 2 B 5,50 6,00 7,00 1,00
10 Djamaludin L 2 C 5,00 6,00 6,50 0,50
Jumlah 3,00
Kelompok 3
11 Danny Pratama Suhardiana L 3 A 8,00 9,00 9,00 0,00
12 Rizky Korompis L 3 B 6,00 7,50 9,00 1,50
13 Fernando Tambun L 3 B 6,00 7,00 7,50 0,50
7,80
14 Olivia M. Sinaulan P 3 B 5,50 6,00 7,00 1,00
15 Rifan Anuna L 3 C 5,00 6,00 6,50 0,50
Jumlah 3,50
Kelompok 4
16 Preisy Matheos P 4 A 8,00 9,00 9,00 0,00
17 Abraham H. Rurut L 4 B 6,50 7,00 7,50 0,50
18 Angga Febryanto Arbie L 4 B 6,00 7,00 7,50 0,50
7,40
19 Harry A. L. Makka L 4 B 5,50 6,00 7,00 1,00
20 Rino Robot L 4 C 4,50 6,50 6,00 -0,50
Jumlah 1,50
Kelompok 5
21 Sweetly I. Moningka P 5 A 8,00 8,50 9,00 0,50
22 Grece Prel P 5 B 6,50 7,00 7,50 0,50
23 Putri Abdul P 5 B 6,00 7,00 7,50 0,50
7,50
24 Stevi Moniaga L 5 B 5,50 6,00 7,50 1,50
25 Rivai Salasa L 5 C 4,50 5,00 6,00 1,00
Jumlah 4,00

28
Kate-
Nilai Nilai Nilai
Kelom- gori Progress Rata-rata
No. Nama L/P Sebelum STAD STAD
pok Aka- Nilai Kelompok
STAD Siklus I Siklus II
demik
Kelompok 6
26 Reivita E. Rumerung P 6 A 8,00 8,50 9,00 0,50
27 Rahmi Fahmi P 6 B 6,50 7,00 7,50 0,50
28 Glend Randy Kansil L 6 B 5,50 7,00 8,00 1,00
7,20
29 Christian Samuel Tendean L 6 B 5,50 6,00 7,00 1,00
30 Rudi Oping L 6 C 4,50 5,50 6,50 1,00
Jumlah 4,00
Kelompok 7
31 Ronald J. Bukid L 7 A 7,50 8,00 8,50 0,50
32 Regina Lolowang P 7 A 7,00 7,50 8,00 0,50
33 Sigit Pramono L 7 B 5,50 6,00 7,00 1,00
7,30
34 Selviana Lihawa P 7 B 5,50 6,00 7,50 1,50
35 Franny J. Pandaleke L 7 C 4,50 5,50 6,50 1,00
Jumlah 4,50
Kelompok 8
Jumlah 7,00
Rata-rata 5,98 6,76 7,52

Berdasarkan tabel di atas dengan sampel kelas X IIS 4 yang merupakan

kelas terlemah / paling kurang dari segi akademik sebanyak 35 orang siswa

dapat disimpulkan bahwa :

- Sebelum pelaksanaan PTK keadaan pembelajaran Matematika di Kelas X

IIS 4 adalah :

o Jumlah siswa yang tuntas belajar dengan perolehan nilai 6,5 sebanyak

15 orang (31,91%).

o Capaian rata-rata kelas X IIS 4 adalah 5,98.

- Sesudah Model pembelajaran STAD pada siklus I adalah :

o Jumlah siswa yang tuntas belajar dengan perolehan nilai > 6,5 adalah

25 orang (53,19%).

o Capaian rata-rata kelas adalah 6,76.

29
o Kenaikan nilai rata-rata dari sebelum Model STAD adalah 0,78.

o Kenaikan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak

10 orang (21,28%).

Karena masih banyak siswa yang belum tuntas belajar, maka PTK dilanjutkan

dengan siklus II dengan hasil sebagai berikut :

- Jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 35 orang (93,62%)

- Capaian rata-rata kelas adalah 7,52.

- Progress nilai rata-rata dari Siklus I ke Siklus II adalah 7,52-6,76 = 0,76.

- Kenaikan jumlah siswa yang tuntas belajar dari Siklus I ke Siklus II

adalah 19 orang (44,19%).

C. Monitoring Hasil Penelitian

Setelah pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Pembelajaran

”Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) di kelas X IIS 4 SMAN 2 Bitung guru

mata pelajaran Matematika sebagai peneliti melakukan monitoring, didampingi Ketua dan

Wakil Ketua Team Teaching sebagai kolaborator, dengan kegiatan sebagai berikut :

 Mengecek persiapan pembelajaran sebelum dilaksanakan proses belajar

mengajar, termasuk LKS dan alat evaluasi.

 Mengecek bagaimana guru menyampaikan tujuan dan memotivasi.

 Mengecek bagaimana guru menyampaikan informasi materi dengan

ceramah, contoh soal, dan lain-lain.

 Mengecek bagaimana proses pembentukan kelompok apakah sudah sesuai

dengan progress STAD.

 Mengecek bagaimana proses pembimbingan kelompok yang mengerjakan

Lembar Kerja Siswa.

30
 Melakukan evaluasi secara individu dan membandingkan hasilnya sebelum

Model Pembelajaran STAD.

 Nilai yang dihasilkan dari evaluasi individu akan menjadi nilai harian siswa.

Berdasarkan hasil evaluasi pada Tabel 2 sebelum menggunakan PTK dengan Model

Pembelajaran STAD, jika kita melihat keberhasilan ketuntasan belajar adalah sebagai

berikut :

 Jumlah siswa yang tuntas belajar dengan memperoleh nilai > 6,5 adalah 15

orang (31,41%)

 Rata-rata capaian kelas yaitu 5,98.

Setelah dilakukan Model Pembelajaran STAD pada Siklus I sesuai hasil Tabel 4

diperoleh ketuntasan belajar siswa adalah sebagai berikut :

 Jumlah siswa yang tuntas belajar dengan memperoleh nilai > 6,5 meningkat

menjadi 25 orang (53,19%).

 Capaian rata-rata kelas adalah 6,76.

 Progress nilai rata-rata sesudah Model STAD adalah 6,76 – 5,98 = 0, 78.

 Kenaikan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak 10

orang (21,28%).

Karena belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu 85% siswa dikelas

memperoleh nilai > 6,5, maka diadakan lanjutan Model Pembelajaran STAD Siklus II.

Pada tahap ini dilakukan refleksi dan perencanaan lanjutan, sehingga diperoleh hasil

belajar siswa sesuai pada Tabel 5 yaitu sebagai berikut :

 Jumlah siswa yang tuntas belajar 44 orang (93,62%)

 Capaian rata-rata kelas adalah 7,52.

 Progress nilai rata-rata Siklus I ke Siklus II adalah 7,55 – 6,76 = 0,79.

31
 Kenaikan jumlah siswa yang tuntas dari Siklus I ke Siklus II adalah 19

orang (44,19%).

Berdasarkan hasil perbandingan nilai capai siswa seblum Model STAD dan sesudah

Model STAD Penelitian Tindakan Kelas Siklus I dan Siklus II sesuai Tabel 6 adalah

sebagai berikut :

 Rata-rata capaian kelompok adalah > 7,0 dengan rincian : Kelompok 6 =

7,2 ; Kelompok 7 dan 8 = 7,3 ; Kelompok 4 = 7,4 ; Kelompok 1, 5 dan 9 =

7,5 ; Kelompok 2 = 7,7 ; dan Kelompok 3 = 7,8.

 Progress kenaikan rata-rata kelompok > 0,50 dan kelompok 9 mencapai

prgress kenaikan Siklus I ke Siklus II adalah 1, 17.

 Rata-rata capaian klasikal dari sebelum Model STAD sampai Siklus II

adalah 7,52 – 5,98 = 1,54.

 Berdasarkan hasil yang dicapai dari sebelum Model STAD sampai

dilaksanakan Model Pembelajaran STAD pada Siklus I dan Siklus II, maka

kelompok yang layak mendapat penghargaan adalah Kelompok 9 dengan

progress kenaikan nilai dari Siklus I ke Siklus II adalah 1,17.

D. Analisis dan Evaluasi

Dari hasil analisa dan evaluasi data, maka guru Matematika diharapkan dalam

melakukan kegiatan pembelajaran jangan hanya menggunakan metode ceramah tapi harus

mampu memvariasikan dengan metode kerja kelompok yang mengikuti pendekatan Model

Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) sesuai dengan pokok

bahasan dan sub pokok bahasan.

Dalam menerapkan pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran “Student

Teams – Achievement Divisions” (STAD) pada mata pelajaran Mtematika tak luput dari

kekurangan/kelemahannya. Salah satu kelemahan jika guru tidak mampu membagi

32
kelompok sesuai dengan perimbangan kemampuan akademik dan persiapan guru tidak

sesuai dengan prasyarat Model Pembelajaran STAD.

Kelebihan model ini antara lain bagaimana tingkat kerjasama siswa dalam kelompok,

dan daya kreatif siswa yang tingkat akademiknya baik memotivasi, mengerahkan anggota

kelompok yang berkemampuan rendah tetap mengembangkan potensi agar bisa

menyelesaikan tugas dengan baik. Kelebihan yang lain, siswa yang kemampuan

akademiknya kurang dapat lebih percaya diri dan siswa yang pintar dapat berlaku sebagai

tutor sebaya pada kelompoknya.

Untuk itu dalam Model Pembelajaran ini hendaknya guru harus mempersiapkan diri

dengan baik berbagai prasyarat STAD, bentuk kelompok yang seimbang sesuai dengan

ketentuan STAD, gunakan LKS yang sudah disiapkan, laksanakan evaluasi individu

dengan baik, dan berilah penghargaan kepada kelompok yang dapat meningkatkan hasilnya

lebih baik dari yang lain. Jika hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka hasil belajar

mata pelajaran Matematika akan meningkat..

Hal ini dapat digambarkan dalam distribusi nilai sebelum dan sesudah Model

Pembelajaran STAD sebagai berikut :

Tabel 7
Distribusi Nilai Tes Kelas III J Sebelum Model Pembelajaran STAD

No. Nilai Tally / Turus Frekwensi Prosentasi Ket.


1 8.50 – 7.50 III 8 17.02
2 7.49 – 6.50 II 7 14.89
3 6.49 – 5.50 IIII 19 40.43
4 5.49 – 5.00 III 13 27.66
Jumlah 47 100.00

Tabel 8
Distribusi Nilai Tes Kelas III J Siklus I Model Pembelajaran STAD dengan LKS I

No. Nilai Tally / Turus Frekwensi Prosentasi Ket.


1 9.50 – 8.50 II 12 25.53
2 8.49 – 7.50 15 31.92
3 7.49 – 6.50 I 16 34.04

33
4 6.49 – 5.50 IIII 4 8.51
Jumlah 47 100.00

Tabel 9
Distribusi Nilai Tes Kelas III J Siklus II Model Pembelajaran STAD dengan LKS II

No. Nilai Tally / Turus Frekwensi Prosentasi Ket.


1 9.50 – 8.50 II 12 25.53
2 8.49 – 7.50 II 17 36.17
3 7.49 – 6.50 15 31.92
4 6.49 – 5.50 III 3 6.38
Jumlah 47 100.00

Gambar 5
Perkembangan Hasil Capaian Siswa Kelas III J
Sebelum dan Sesudah Model Pembelajaran STAD
Siklus I dan II

E. Pengujian Hipotesis

Berdasarkan analisis dan kajian Penelitian Tindakan Kelas mulai dari Siklus I

sampai Siklus II dengan melaksanakan Model Pembelajaran “Student Teams –

Achievement Divisions” (STAD), ternayata hasil belajar siswa kelas X H mengalami

peningkatan sebelum Model Pembelajaran STAD. 5.98 meningkat dalam Siklus I menjadi

6.76 dan Siklus II meningkat lagi menjadi 7,52. Progress selama pelaksanaan Penelitian

Tindakan Kelas Model Pembelajaran 0,76 (7,52 – 6,79) dan progres siklus I dengan

sebelum Model STAD sebesar 0,78 (6,76 – 5,98). Berdasarkan kajian teoritis yang

34
mendukung proses Peneltian Tindakan Kelas dengan model “Student Teams – Achievement

Divisions’ (STAD) dapat dibuktikan dengan tercapainya tujuan penelitian.

35
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hasil Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Pembelajaran “Student Teams-

Achievement Divisions “ (STAD) dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai rekomendasi:

1. Guru mata pelajaran Matematika harus memiliki tingkat profesionalisme yang

mantap tentang metode, teknik-teknik mengajar yang merupakan salah satu model

dalam proses belajar mengajar.

2. Pelaksanaan pembelajaran dengan hanya menggunakan ceramah menunjukkan

hasil yang belum memadai dengan nilai 5,98.

3. Penggunaaan Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions”

(STAD) pada Siklus I telah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai

rata-rata 6,76 walaupun belum memenuhi ketentuan ketuntasan belajar.

4. Penggunaan Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions”

(STAD) pada Siklus II telah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai

rata-rata 7,52.

B. Saran

Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) dapat

diterapkan dan disesuaikan dengan materi pembahasan. Adapun saran-saran yang perlu

diperhatikan adalah :

1. Agar guru mata pelajaran dapat meningkatkan profesionalisme tentang model

pembelajaran melalui diskusi, tukar pengalaman dalam musyarawarh guru mata

pelajaran di sekolah.

36
2. Diharapkan dapat menggunakan Model Pembelajaran STAD dalam kegiatan

pembelajaran Matematika dengan penyesuaian pokok bahasan/materi sambil

memperhatikan kebutuhan dan kelangsungannya.

3. Kegiatan MGMP dapat membahas model-model pembelajaran yang sesuai dengan

pokok bahasan agar dapat memacu peningkatan hasil belajar.

4. Pemahaman model-model pembelajaran yang lebih inovatif untuk merangsang

peningkatan hasil belajar siswa.

37
DAFTAR PUSTAKA

Artzt, A.F., Newman, CM., 1990, Cooperative Learning, Mathematics Teacher, 83 (6) :

448 - 452

Depdiknas, 2000, Kebijakan Pendidikan Lanjutan Pertama, Dit PLP Dikdasmen

Depdiknas Jakarta

Dimyati dan Mudjiono, 2002, Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta

Ibrahim Muslimin, Dr., 2000, Pembelajaran Koopertif, Pusat Sains Pasca Sarjana

UNESA, University Press

Johnson, D.W & R.T Johnson, 1994, Learning Together and Alone : Cooperative

Competitive, and Individualistic Learning, Fourth Edition, Massachusets : Allyn &

Bacon Publishers

Lewin. Kurk, 1969, Action Research and Ministry Problems, Journal of Social Issues

Volume 2

Loisell, R.D. & J. Deschamps, 1992, Developing A Teaching Style Methodes for

Elementary School Teacher, New York : Harper Collins Publisher

Mukhtar & Samsu, Evaluasi yang Sukses, Pedoman Mengukur Kinerja Pembelajaran,

Susama Kutra Sukses, Jakarta

Nana Sudjana, 1991, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Bandung

Nur, Muhammad, DR. & Wikandari, Retno Prima, M.Si., 2000, Pengajaran Berpusat

Pada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran, Universitas Negeri

Surabaya, University Press, Surabaya

Slavin, SE, 1995, Cooperative Learning, Second Edition, Massachesets : Allyn & Bacon

Publishers

38
-------------, 1996, Education Psychology, Theory Into Practice, Fifth Edition, Boston :

Allyn & Bacon Publishers

Zamroni, 2000, Paradigma Pendidikan Masa Depan, Bigraf Publishing Yogyakarta

39
LAMPIRAN I

RENCANA PEMBELAJARAN (LESSON PLAN)


BERBASIS KEMAMPUAN DASAR

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : X H /Ganjil
Standar Kompetensi : Kemampuan Dasar :
Materi Pokok :
Skenario Pembelajaran :
 Pendahuluan
- Apersepsi
 Kegiatan Inti :
 Penutup
- Kesimpulan

Penilaian :
- Proses dalam penyelesaian tugas/latihan soal.
- Kriteria :
o Keaktifan
o Kerjasama
o Ketepatan hasil
- Tes Individu dengan soal :

Mengetahui, Manado, 9 September 2003


A.n. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Ernst Kairupan (Wakil) Drs. Hermanus Bawuoh, M.Si.


NIP : 130678344 NIP : 131126068

40
RENCANA PEMBELAJARAN (LESSON PLAN)
BERBASIS KEMAMPUAN DASAR
SIKLUS I

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : III/Ganjil
Standar Kompetensi :
Kemampuan Dasar :
Materi Pokok :

Skenario Pembelajaran :
 Pendahuluan
- Apersepsi
 Kegiatan Inti :
 Penutup
Penilaian :
- Proses dalam penyelesaian tugas/latihan soal.
- Kriteria :
o Keaktifan
o Kerjasama
o Ketepatan hasil
- Tes Individu dengan soal :

LEMBAR KEGIATAN PEMBELAJARAN

Perkiraan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Metode
Waktu
1 Fase 1
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran Memperhatikan penyam- 10 menit - Ceramah
dan memotivasi siswa dengan cara paian guru dan menjawab - Tanya Jawab
bertanya pada siswa tentang persen pertanyaan guru
dan permil
b. Memberikan apersepsi pada siswa Memperhatikan penyam-
dengan menguraikan manfaat materi paian guru
persen dan permil
Fase 2

41
c. Menginformasikan kepada siswa Memperhatikan informasi
materi yang akan dipelajari dan yang disampaikan guru
membaca buku siswa
Fase 3
d. Mengelompokkan siswa menurut Mengatur tempat duduk 5 menit Penugasan
ketentuan STAD dan mengelompokkan
siswa sesuai kelompoknya
2 Membagikan LKS kepada setiap Menerima LKS 5 menit - Ceramah
siswa - Tanya Jawab
3 Fase 4
a. Menjelaskan secara klasikal Memperhatikan informasi 20 menit - Tanya Jawab
mengerjakan LKS yang disampaikan - Penugasan
b. Menegaskan kepada siswa untuk Menyelesaikan tugas yang
menyelesaikan/mengerjakan LKS dikerjakan secara
secara kelompok kelompok
c. Selama siswa mengerjakan tugas guru Bekerja dalam kelompok
memantau tiap kelompok, dan jika berkesempatan
memberikan motivasi kepada bertanya pada guru
kelompok yang tidak bersemangat,
dapat memberikan bantuan
pemanduan jika diperlukan

42
Perkiraan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Metode
Waktu
4 Fase 5
a. Menunjuk salah satu siswa untuk Mempresentasikan hasil 10 menit - Ceramah
mempresentasikan hasil kerja kerja kelompok dan - Tanya Jawab
kelompoknya kemudian didiskusikan kelompok lain
untuk memperoleh kesimpulan memberikan tanggapan
b. Memandu siswa membuat kesimpulan Membuat kesimpulan 5 menit
tentang materi
5 Fase 6
Memberikan tes kepada siswa untuk Menyelesaikan tugas 30 menit Penugasan
dikerjakan secara individu secara individu
6 Memberikan latihan soal sebagai Mencatat tugas yang 5 menit
tugas rumah harus diselesaikan di
rumah
Jumlah jam tatap muka = 90 menit

Catatan :
Penghargaan dapat diberikan pada awal pertemuan berikutnya.

Mengetahui, Bitung, 23 September 2003


A.n. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

43
RENCANA PEMBELAJARAN (LESSON PLAN)
BERBASIS KEMAMPUAN DASAR
SIKLUS II

Mata Pelajaran : Mtematika


Kelas/Semester : III/Ganjil
Standar Kompetensi :
Kemampuan Dasar :
Materi Pokok :

Skenario Pembelajaran :
 Pendahuluan
- Apersepsi
 Kegiatan Inti :
- Penjelasan singkat tentang pengertian bunga, perhitungan bunga, pembagi tetap
dalam perhitungan bunga diselingi tanya jawab
- Pelaksanaan Metode Pembelajaran STAD
- Masing-masing kelompok mengkaji buku referensi yang dimiliki serta buku lain
yang relevan
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasan kelompok dan
kelompok lain memberi tanggapan.
 Penutup
- Guru bersama siswa membuat kesimpulan

Penilaian :
- Proses dalam penyelesaian tugas/latihan soal.
- Kriteria :
o Keaktifan
o Kerjasama
o Ketepatan hasil
- Tes Individu dengan soal :

44
LEMBAR KEGIATAN PEMBELAJARAN

Perkiraan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Metode
Waktu
1 Fase 1
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran Memperhatikan penyam- 10 menit - Ceramah
dan memotivasi siswa dengan cara paian guru dan menjawab - Tanya Jawab
bertanya pada siswa tentang bunga pertanyaan guru
uang
b. Memberikan apersepsi pada siswa Memperhatikan penyam-
dengan menguraikan manfaat materi paian guru
perhitungan bunga uang (modal,
pinjaman)
Fase 2
c. Menginformasikan kepada siswa Memperhatikan informasi
materi yang akan dipelajari dan yang disampaikan guru
membaca buku siswa
Fase 3
d. Mengelompokkan siswa menurut Mengatur tempat duduk 5 menit Penugasan
ketentuan STAD dan mengelompokkan
siswa sesuai kelompoknya
2 Membagikan LKS kepada setiap Menerima LKS 5 menit - Ceramah
siswa - Tanya Jawab
3 Fase 4
a. Menjelaskan secara klasikal Memperhatikan informasi 20 menit - Tanya Jawab
mengerjakan LKS yang disampaikan - Penugasan
b. Menegaskan kepada siswa untuk Menyelesaikan tugas yang
menyelesaikan/mengerjakan LKS dikerjakan secara
secara kelompok kelompok
Perkiraan
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Metode
Waktu
c. Selama siswa mengerjakan tugas guru Bekerja dalam kelompok
memantau tiap kelompok, dan jika berkesempatan
memberikan motivasi kepada bertanya pada guru
kelompok yang tidak bersemangat,
dapat memberikan bantuan
pemanduan jika diperlukan
4 Fase 5
a. Menunjuk salah satu siswa untuk Mempresentasikan hasil 10 menit - Ceramah
mempresentasikan hasil kerja kerja kelompok dan - Tanya Jawab
kelompoknya kemudian didiskusikan kelompok lain
untuk memperoleh kesimpulan memberikan tanggapan
b. Memandu siswa membuat kesimpulan Membuat kesimpulan 5 menit
tentang materi
5 Fase 6
Memberikan tes kepada siswa untuk Menyelesaikan tugas 30 menit Penugasan
dikerjakan secara individu secara individu
6 Memberikan latihan soal sebagai Mencatat tugas yang 5 menit

45
tugas rumah harus diselesaikan di
rumah
Jumlah jam tatap muka = 90 menit

Catatan :
Penghargaan dapat diberikan pada awal pertemuan berikutnya.

Mengetahui, Manado, Januari 2004


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs.Hermanus Bawuoh , MS i Dra.Henny L.Ngantung


NIP.131126068 NIP.131615614

46
LAMPIRAN II

LKS I
PERSEN DAN PERMIL

RINGKASAN MATERI
1. Pengertian Persen dan Permil serta Cara Penulisannya
a. Persen
Kata persen berasal dari bahasa Latin percentum, per artinya tiap-tiap dan centum
artinya seratus. Centum biasanya ditulis dengan cent (c) dan ditulis dengan simbol
%. Contoh : 15% artinya 15 dari tiap-tiap 100 atau 15/100 atau sama dengan 0,15.
b. Permil
Kata permil berasal dari bahasa Latin yaitu permille (M) artinya tiap-tiap seribu dan
ditulis dengan simbol 0/00. Contoh : 250/00 artinya 25 dari tiap-tiap 1000 atau 25/1000
atau sama dengan 0,025.

2. Perhitungan Persen dan Permil


Macam-macam perhitungan persen dan permil sebagai berikut :
a. Perhitungan persen dan permil dari bilangan
Dalam menghitung persen dan permil dari bilangan pecahan perlu diperhatikan
hal-hal berikut :
1) Jika bilangan persen atau permil terdiri atas pecahan maka harus dijadikan
pecahan desimal :
Contoh : 2¼ % dari 300 = 2,25/100 x 300 = 6,75 = 6,8 (dibulatkan)
2) Jika bilangan persen atau permil terdiri atas pecahan yang tidak dapat dijadikan
desimal, maka dijadikan pecahan lacung.
Contoh : 71/3 0/00 dari 9000 = 22/3 x 1/1000 x 9000 = 66
b. Perhitungan persen dan permil dari suatu ukuran (panjang, berat, dan isi)
Hasil perhitungan dibulatkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Setengah atau lebih dibulatkan ke atas menjadi 1
2) Kurang dari setengah dihapuskan
Contoh :
- 75% dari 1250 kg = 75/100 x 1250 kg = 937,5 kg = 938 (dibulatkan)
- 25 ½ 0/00 dari 5000 m = 25,5/1000 x 5000 m = 127,5 kg = 128 (dibulatkan)
c. Perhitungan persen dan permil dari sejumlah uang
- ½ sen atau lebih dibulatkan menjadi satu sen
- Kurang dari ½ sen dihapuskan
Contoh : 12% dari Rp.3.425,00 = 12/100 x Rp.3.425,00 = Rp.411,00
132¼ 0/00 dari Rp.6.500,00 = 132,25/1000 x Rp.6.500,00 = Rp.859,625 =
Rp.859,63
d. Perhitungan persen dari persen dan permil dari permil
Contoh : 20% dari 80% = 20/100 x 80% = 16%
7,50/00 dari 1000/00 = 7,5/1000 x 1000/00 = 0,750/00

47
Tugas Kelompok

Kerjakan tugas-tugas berikut ini!


1. Lengkapilah tabel di bawah ini dari data yang tersedia !
Ibu membagikan uang sebanyak Rp.550.000,00 dan beras sebanyak 400 kg kepada
Reza, Rima, dan Ira. Reza mendapat 35% dari jumlah uang dan 20% dari jumlah
beras, Rima mendapat 40 ½ % dari jumlah uang dan 35% dari jumlah beras dan
sisanya diberikan kepada Ira.
Nama Bagian uang% Bagian uang Bagian beras … Bagian beras …
Rp….. % kg
Reza
Rima
Ira

2. Isilah kolom-kolom yang tersedia di bawah ini!


Data Siswa Kelas III SMA Negeri 2 Bitung
Kelas Jumlah Peminat (%) Jumlah siswa
Siswa Voli Basket Bulutangkis Voli Basket Bulutangkis
III A 45 … … 40% 12 … …
III B 44 … … … 14 10 …
III C 46 39,13% 19,57% … … … …
III D 42 … 42,86% … … … 10
III E 45 33,33% … … … 17 …
III F 40 … 30% 15 … …

48
LKS II
BUNGA UANG

RINGKASAN MATERI
1. Pengertian Bunga (Modal, Pinjaman)
Bunga adalah nilai balas jasa yang diberikan oleh debitor (peminjam) kepada kreditor
(pemberi pinjaman) atas jasa meminjami sejumlah uang atau modal.
Modal adalah sejumlah uang yang dimiliki seseorang yang dipinjamkan kepada orang
lain atau suatu badan atau disimpan di bank dengan persetujuan bersama dan
memperoleh imbalan bunga.
Pinjaman adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh seseorang dari orang lain atau
bank dengan memberi imbalan bunga.

2. Perhitungan Bunga
Ada beberapa ketentuan yang berkaitan dengan perhitungan bunga :
a. Bunga dihitung dengan menggunakan rumus yang memuat 3 istilah yaitu :
- Modal yang ditanam atau dipinjamkan, dilambangkan M.
- Lama modal ditanam atau dipinjamkan, dilambangkan L.
Yang berarti hari, bunga, atau tahun sesuai dengan lama modal ditanam atau
dipinjamkan
- Persen bunga dalam setahun, dilambangkan P.
b. Sebelum menghitung bunga, maka modal harus dibulatkan lebih dahulu menjadi
rupiah penuh.
c. Hasil perhitungan bunga dibulatkan menjadi satu sen penuh.

3. Cara Perhitungan Bunga


a. Perhitungan bunga secara harian
Rumus bunga harian = Bunga = M x L x P atau M L P
100 x 360 36.000
M x L x P dibagi 100 x 360 karena persen artinya per 100 dan 1 tahun terdiri atas
360 hari (rata-rata sebulan dihitung 30 hari).
M = Modal
P = Persen suku bunga per tahun
L = lama hari pembungaan

Menghitung Banyaknya Hari Bunga (L)


- Pada hari penyerahan modal, pemilik modal mendapat bunga, sedangkan pada
hari pengembalian modal, pemilik modal tidak mendapat bunga.
- Banyak hari dalam sebulan tergantung pada ketentuan :
1 bulan = 30 hari atau 1 bulan = banyaknya hari dalam bulan yang
bersangkutan.

Contoh :
1. Modal diserahkan pada tanggal 5 Agustus 1992 dan dikembalikan pada tanggal
27 Agustus 1992. Maka banyaknya hari bunga : L = 27 – 6 = 21 hari.
2. Modal diserahkan pada tanggal 10 Februari 2000 dan dikembalikan pada
tanggal 5 Mei 2000. Maka jumlah hari yang mendapat bunga :

49
Februari = 29 – 9 = 20 hari (tahun kabisat Februari = 29 hari)
Maret = = 31 hari
April = = 30 hari
Mei = = 4 hari
Jumlah = 85 hari

Contoh menghitung bunga secara harian


Pada tanggal 5 Februari 2002 Pak Anton meminjam modal dari Pak Roni
sebesar Rp.15.999.999,55 dengan bunga 20% setahun. Jika pada tanggal 10
Maret 2002 uang itu dibayar, hitunglah bunga yang harus dibayar oleh Pak
Anton.

Jawab :
M = Rp.15.999.999,55 dibulatkan menjadi Rp.16.000.000,00
L = 5 Februari 2002 – 10 Maret 2002
Februari = 28 – 4 = 24 hari
Maret = 9 hari
33 hari
P = 20%
Bunga = M x L x P = Rp.16.000.000,00 x 33 x 20
360 x 10 36.600
= Rp.293.333,333
= Rp.293.333,33 (dibulatkan menjadi sen penuh)

b. Perhitungan bunga secara bulanan


Rumus bunga bulanan
Bunga = M x L x P
12 x 100
M x L x P dibagi 100 x 12 karena persen per 100 dan 1 tahun ada 12 bulan.
Petunjuk menghitung L (bulan).
Yang diperhitungkan hanyalah bulan penyerahan modal dan pengembalian modal
tanpa memperhitungkan tanggal.

Contoh :
Modal diserahkan pada tanggal 17 Mei 2001 dan dikembalikan pada tanggal 5
Agustus 2001, maka L = 3 bulan (Mei, Juni, Juli)

Contoh :
Menghitung bunga dengan cara bulanan.
Pada tanggal 26 Januari 2000 Ny. Ibnu meminjam uang dari Ny. Ririn sebesar
Rp.2.100.999,57 dengan bunga 15% setahun. Jika pada tanggal 5 Juli 2000 Ny.
Ibnu mengembalikan pinjaman itu, berapa bunga yang dibayar Ny. Ibnu?
Jawab :
M = Rp.2.100.999,57 dibulatkan Rp.2.101.000,00
L = 16 Januari 2000 – 5 Juli 2000 = 6 bulan
P = 15%
Bunga = M x L x P = Rp.2.101.000,00 x 6 x 15
12 x 100 1.200
= Rp.157.575,00 (tidak dibulatkan)

50
c. Perhitungan bunga secara tahunan
Rumus bunga tahunan
Bunga = M x L x P = M L P
100 100
Cara menghitung L (tahun)
Bunga diperhitungkan mulai bulan pada tahun penyerahan modal sampai bulan
pada tahun pengembalian modal, tidak memperhitungkan tanggal.
Misalnya :
Tanggal penyerahan modal 24 Januari 2000 dan tanggal pengembalian modal 3
Juli 2002, maka L = 2½ tahun.

Contoh perhitungan bunga secara tahunan :


Pada tanggal 7 Juni 2000, Tuan Andre meminjam uang kepada Tuan Agus sebesar
Rp.5.000.000,00 dengan bunga 15% setahun. Jika pada tanggal 15 Juni 2002 Tuan
Andre mengembalikan pinjamannya, hitunglah bunga yang harus dibayarnya!
Jawab :
M = Rp.5.000.000,00
P = 15%
L=2
Bunga = M x L x P = Rp.5.000.000,00 x 2 x 15 = Rp.1.500.000,00
100 100

51
Tugas Kelompok

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan lengkap!


1. Modal sebesar Rp.300.000,00 dipinjamkan dengan bunga 10% selama 30 hari.
Hitunglah besar bunga selama 30 hari tersebut !

Jawaban :

2. Bila modal akhir Rp.7.500.000,00 dibungakan selama 10 bulan dan modal awalnya
Rp.6.000.000,00. Hitunglah tingkat bunga per tahun !

Jawaban

52
LAMPIRAN III

LEMBAR PENGAMATAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN


MODEL “STUDENT TEAMS – ACHIEVEMENT DIVISIONS” (STAD)
SIKLUS I
Mata Pelajaran : Matematika Nama Guru : Dra.Henny L.Ngantung
Pokok Bahasan : Persen dan Permil Hari/Tanggal : Selasa, 23 September 2003
Pukul : 07.00 – 08.30 wita
Jam pelajaran : I dan II

Petunjuk :
Berikut ini daftar pengelolaan kegiatan belajar berdasarkan prinsip pembelajaran kooperatif STAD dilakukan guru
dalam kelas. Berikan tanda ( V ) untuk setiap kegiatan siswa.
Penilaian
No. Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
I Persiapan
Membagi siswa dalam kelompok STAD V
II Presentasi kelas
1. Pendahuluan
a. Menginformasikan tujuan pembelajaran V
b. Memunculkan rasa ingin tahu/memotivasi siswa V
c. Mengkaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal V
2. Menjelaskan materi yang mendukung tugas yang akan diselesaikan V
kelompok
III Kelompok Kegiatan
1. Melatih keterampilan kooperatif STAD V
2. Mengawasi setiap kelompok secara bergiliran V
3. Mendorong siswa agar meminta bantuan kepada teman sekelompok V
sebelum meminta bantuan kepada guru
4. Memberikan bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan V
5. Memberikan umpan balik V
IV Penutup
1. Membimbing siswa membuat rangkuman V
2. Memberikan evaluasi V
V Pengelolaan waktu V
VI Teknik bertanya V
VII Pengamatan suasana kelas V
Ket. : 1) Tidak baik, 2) Kurang baik, 3) Cukup Baik, 4) Baik, 5) Amat baik

Manado, 23 September 2003


Pengamat / Kolaborator

53
LEMBAR PENGAMATAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
MODEL “STUDENT TEAMS – ACHIEVEMENT DIVISIONS” (STAD)
SIKLUS II
Mata Pelajaran : Matematika Nama Guru : Dra.Henny L.Ngantung
Pokok Bahasan : Bunga Uang Hari/Tanggal : Selasa, 7 Oktober 2003
Pukul : 07.00 – 08.30 wita
Jam pelajaran : I dan II

Petunjuk :
Berikut ini daftar pengelolaan kegiatan belajar berdasarkan prinsip pembelajaran kooperatif STAD dilakukan guru
dalam kelas. Berikan tanda ( V ) untuk setiap kegiatan siswa.
Penilaian
No. Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
I Persiapan
Membagi siswa dalam kelompok STAD V
II Presentasi kelas
1. Pendahuluan
a. Menginformasikan tujuan pembelajaran V
b. Memunculkan rasa ingin tahu/memotivasi siswa V
c. Mengkaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal V
2. Menjelaskan materi yang mendukung tugas yang akan diselesaikan V
kelompok
III Kelompok Kegiatan
1. Melatih keterampilan kooperatif STAD V
2. Mengawasi setiap kelompok secara bergiliran V
3. Mendorong siswa agar meminta bantuan kepada teman sekelompok V
sebelum meminta bantuan kepada guru
4. Memberikan bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan V
5. Memberikan umpan balik V
IV Penutup
1. Membimbing siswa membuat rangkuman V
2. Memberikan evaluasi V
V Pengelolaan waktu V
VI Teknik bertanya V
VII Pengamatan suasana kelas V
Ket. : 1) Tidak baik, 2) Kurang baik, 3) Cukup Baik, 4) Baik, 5) Amat baik

Manado, 7 Oktober 2003


Pengamat / Kolaborator

54