Anda di halaman 1dari 8

USAHA DAN PESAWAT SEDERHANA

USAHA DAN
PESAWAT
SEDERHANA

PESAWAT
USAHA
SEDERHANA

RODA
KATROL BIDANG MIRING PENGUNGKIT
BERPOROS

PENGUNGKIT
KATROL TETAP KATROL KATROL PENGUNGKIT JENIS PENGUNGKIT
TUNGGAL TUNGGAL BEBAS MAJEMUK JENIS PERTAMA JENIS PERTAMA
KEDUA
USAHA DAN PESAWAT SEDERHANA
A. Kompetensi Inti
No Kompetensi Inti
1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


No Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. 3.3 Menjelaskan konsep usaha,  Menjelaskan konsep kerja/usaha
pesawat sederhana, dan  Menjelaskan konsep pesawat sederhana.dan
penerapannya dalam kehidupan kaitannya dengan usaha
sehari-hari, serta hubungannya
dengan kerja otot pada struktur
 Mengidentifikasi jenis- jenis pesawat sederhana
rangka manusia  Menghitung atau menentukan keuntungan
mekanik pengukit ,bidang miring dan katrol.
 Menjelaskan prinsip pesawat sederhana pada
otot dan rangka manusia
2. 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan  Menyajikan hasil percobaan pengukuran
atau penyelesaian masalah keutungan mekanis tuas,katrol dan bidang
tentang manfaat penggunaan miring.
pesawat sederhana dalam
 Melaporkan/ memaparkan hasil penyelidikan
kehidupan sehari-hari
tentang manfaat pesawat sederhana dalam
kehidupan sehari-hari.

MATERI POKOK

A. USAHA
B. PESAWAT SEDERHANA

A. USAHA
Tuhan telah menciptakan manusia sebagai mahluk yang paling sempurna. Tuhan
menganugerahkan manusia akal pikiran untuk merenungi segala mahluk yang telah diciptakan Tuhan.
Melalui akal pikiran tersebut manusia dapat menemukan berbagai alat, misalnya guting yang dapat
digunakan untuk memotong kertas, membuka sebuah bikisan atau membuka bukus makanan, katrol yang
biasa digunakan untuk mengambil air dari sumur, sekrup untuk menyatukan beberapa kayu sehingga kita
membuat meja, gerobak dorong untuk mengakat buah sawit. Untuk megerakan alat-alat yang telah
diciptakan tersebut maka diperlukan USAHA agar peralatan tersebut bisa di manfaatkan. Apa itu USAHA
?, berikut penjelasannya
Usaha adalah besarnya energi untuk merubah posisi yang diberikan gaya pada benda atau objek. Usaha
yang dilakukan suatu objek didefinisikan sebagai perkalian antara jarak yang ditempuh dengan gaya yang
searah dengan perpindahannya.
Usaha dinotasikan dengan W yang merupakan singkatan bahasa Inggris dari Work yang berarti kerja.
Satuan usaha adalah Joule yang didefinisikan sebagai besarnya energi yang dibutuhkan untuk memberi
gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Oleh sebab itu, 1 Joule sama dengan 1 Newton meter (N.m).

Rumus Usaha dinotasikan dengan:

Dimana,

= Usaha yang dilakukan (Joule)


= Gaya yang diberikan (N)

= jarak perpindahan objek (m)

Agar kamu dapat memahami konsep Usaha dengan baik, perhatikan gambar lintasan Usaha dan
komponennya di bawah ini.

Jika gaya yang diberikan pada objek membentuk sudut maka persamaannya menjadi:

Dimana,

= sudut yang dibentuk gaya terhadap perpindahan.

Nilai usaha dapat berupa positif atau negatif tergantung arah gaya terhadap perpindahannya. Jika gaya
yang diberikan pada objek berlawanan arah dengan perpindahannya, maka usaha yang diberikan bernilai
negatif. Jika gaya yang diberikan searah dengan perpindahan, maka objek tersebut melakukan usaha
positif.

Usaha juga dapat bernilai nol (0) atau objek tidak melakukan usaha jika,

Contoh soal

 Diberikan gaya namun tidak terjadi perpindahan.


 Gaya yang diberikan tegak lurus dengan perpindahan ( )
 Berapa usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan batu seberat 100 kg dengan jarak
perpindahan sejauh 2 m?

 Penyelesaian

 Usaha = F.s
Usaha = m.a.s
W = 100 x 9,8 x 2
W = 1960 Joule

 Jadi, usaha yang dibutuhkan ialah sebesar 1960 Joule.

B. PESAWAT SEDERHANA
Pada massa ini kemajuan teknologi semakin pesat banyak peralatan yang di ciptakan untuk
mempermudah pekerjaan manusia mulai dari yang paling sederhana sampai peralatan yang paling
canggih. Peralatan yang digunakan oleh masyarakat kita ada yang di golongkan kedalam jenis pesawat
sederhana, Apa itu pesawat sederhana ? Mari kita bahas bersama.
Pesawat sederhana adalah alat sederhana untuk memudahkan pekerjaan manusia. Yang termasuk pesawat
sederhana : tuas/ pengungkit, katrol, bidang miring.
A. Tuas

beban kuasa

titik tumpu (TT)


lengan beban lengan kuasa
titik beban titik kuasa
(TB) (TK)
Prinsip kerja tuas/pengungkit adalah keseimbangan, sedemikian rupa pada tuas berlaku perasamaan,
beban x lengan beban = kuasa x lengan kuasa
atau dapat dirumuskan sebagai,

W  lb  F  l k

dengan W = Berat benda (Newton), lb = Lengan beban (meter), F = Gaya kuasa (Newton), lk =
Lengan kuasa (meter).

Keuntungan mekanis tuas dinyatakan sebagai,

W l
atau. k
F lb
Ini menunjukkan keuntungan mekanis tuas bergantung pada panjang lengan beban dan lengan
kuasa yang mempunyai perbandingan yang bersifat tetap, artinya tidak bergantung pada berat beban
dan gaya kuasa. Tuas atau pengungkit digolongkan menjadi tiga jenis. Penggolongan ini didasarkan
pada letak titik tumpu, titik beban, dan titik kuasanya. ketiga jenis tuas tersebut di antaranya adalah
sebagai berikut:

1. Tuas jenis pertama

Pada tuas jenis pertama, letak titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasanya. Contoh alat
yang termasuk ke dalam tuas jenis pertama antara lain gunting kuku, gunting, pemotong rumput, tang,
linggis, dan jungkat jungkit.

2. Tuas jenis kedua


Selanjutnya adalah tuas jenis kedua. Kalau tuas jenis kedua, letak titik bebannya yang berada di antara
titik tumpu dan titik kuasa. Nah, contoh-contoh alat yang merupakan tuas jenis kedua diantaranya adalah
alat pembuka tutup botol, alat pemotong kertas, alat pemecah kemiri, dan gerobak beroda satu.

3. Tuas jenis ketiga

Jenis tuas yang terakhir adalah tuas jenis ketiga. Hayo, kalau tuas jenis ketiga, titik apa nih yang letaknya
berada di tengah? Perfect! kalau tuas jenis ini, titik kuasanya yang letaknya di tengah,di antara titik
tumpu dan titik beban. Contoh alat yang termasuk golongan tuas jenis ketiga ini antara lain
sekop, stapler (jekrekan), penjepit roti, dan pinset.
B. Bidang Miring

Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk
memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Semua alat yang mempunyai bidang miring atau
bekerja dengan prinsip kemiringan dikategorikan sebagai bidang miring. Dengan menggunakan bidang
miring beban yang berat dapat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dengan lebih mudah. Artinya
gaya yang kita keluarkan menjadi lebih kecil bila dibandingkan tidak menggunakan bidang miring.
Semakin landai bidang miring semakin ringan gaya yang harus kita keluarkan. Prinsip kerja bidang
miring juga dapat ditemukan pada beberapa perkakas contohnya kapak, pisau, obeng, sekrup. Berbeda
dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak adalah alatnya. Kapak digunakan untuk
membelah atau memotong kayu. Pisau digunakan untuk memotong. Obeng digunakan untuk
mengencangkan atau mengendurkan baut. Sekrup juga merupakan salah satu alat yang menggunakan
prinsip bidang miring, Apabila sekrup diputar atau diulir maka sekrup tersebut dapat bergerak maju
mundur.

Contoh bidang miring yang lain bisa kita temukan pada jalan di pegunungan. Jalan yang berkelok-kelok
menuju pegunungan memanfaatkan cara kerja bidang miring. Dengan dibuat berkelok-kelok pengendara
kendaraan bermotor lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Bidang miring memiliki keuntungan,
yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun
demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh menjadi lebih jauh dan
memerlukan waktu yang lebih lama.
Keuntungan Mekanik Bidang Miring
Dengan menggunakan bidang miring beban kerja terasa lebih ringan, berarti kita memperoleh
keuntungan. Keuntungan yang diperoleh jika menggunakan bidang miring disebut keuntungan mekanik
bidang miring. Besarnya keuntungan mekanik dinyatakan sebagai perbandingan antara berat beban yang
akan diangkat dengan besar gaya kuasa yang diperlukan.
C. Roda Berporos/roda bergandar

Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar
bersama-sama. Kegunaaan roda berporos yaitu untuk menggeser benda agar lebih ringan dan
memperkecil gaya gesek. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak
ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan
gerinda.

D. KATROL
katrol adalah pesawat sederhana yang berbentuk roda dan bergerak berputar pada porosnya.
Katrol ini biasanya digunakan untuk menarik atau mengangkat benda yang berukuran berat.

Pada katrol, kita juga bisa menghitung keuntungan mekanisnya nih, yaitu dengan cara berikut ini!

Ternyata, katrol dibagi menjadi beberapa jenis. Pembagian ini didasarkan pada prinsip kerja katrol
tersebut.

Jenis – jenis katrol


1. Katrol Tetap

Katrol tetap adalah katrol yang porosnya dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol tidak
dapat berpindah tempat saat digunakan. Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai
sama dengan berat bebannya. Hal ini yang menyebabkan keuntungan mekanis katrol tetap bernilai satu.
Katrol tetap biasanya sering kamu temukan pada tiang bendera dan sumur timba.
2. Katrol Bebas

Berlawanan dengan katrol tetap, kalau katrol bebas adalah katrol yang porosnya tidak dipasang di
suatu tempat yang tetap, sehingga katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat
digunakan. Pada katrol jenis ini, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai
setengah dari berat bebannya. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2. Katrol
bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.

3. Katrol Majemuk

Kalau katrol yang satu ini, merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas. Jadi model
katrolnya ada dua jenis, katrol yang paling atas adalah katrol tetap dan katrol di bawahnya adalah katrol
bebas, keduanya dihubungkan dengan tali seperti pada ilustrasi gambar di atas. Keuntungan mekanis
katrol majemuk sama dengan jumlah tali atau jumlah katrol yang digunakan untuk mengangkat
benda tersebut. Katrol majemuk sering digunakan dalam bidang industri, yaitu membantu untuk
mengangkat alat-alat yang berat.
Lembar Kerja Peserta Didik

MENGAMATI CARA KERJA PESAWAT SEDERHANA

A. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik diharapkan dapat Mengidentifikasi jenis- jenis pesawat sederhana


dengan tepat

B. Alat dan Bahan

1. Jenis – Jenis alat yang bekerja sesuai prinsip kerja Pesawat sederhana
2. Alat tulis
3. Buku sumber bacaan pendukung

C. Langkah Kerja

1. Ambil lah alat- alat yang sudah di siapkan oleh guru

2. Amati lah alat-alat tersebut


3. Peragakan penggunaan alat tersebut .
4. Catatlah hasil pengamatan yang sudah dilakukan.

D. Tabel Hasil Pengamatan

No Nama Alat Fungsi Jenis Pesawat


Sederhana
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

E. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan tersebut buatlah kesimpulan berkaitan dengan cara


kerja pesawat sederhana di depan kelas.