Anda di halaman 1dari 22

KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA JAWA BARAT

SURAT KEPUTUSAN
KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA JAWA BARAT
NOMOR : 21 TAHUN 2018
TENTANG
PEMBENTUKAN RINTISAN SATUAN KARYA PRAMUKA
ADHYASTA PEMILIHAN UMUM TINGKAT DAERAH JAWA BARAT

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat,

Menimbang : a. bahwa Kwartir Daerah Gerakan pramuka Jawa Barat mempunyai


tugas pokok memimpin dan mengendalikan organisasi dan kegiatan
Gerakan Pramuka di Wilayah Jawa Barat;
b. bahwa Satuan Karya Pramuka adalah wadah pendidikan dan
pembinaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan
menambah pengalaman bagi para Pramuka Penegak dan Pandega
dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta
keterampilan;
c. bahwa Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat dengan Badan
Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat telah mengadakan
kerjasama dalam pengembangan Kepramukaan di Jawa Barat;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, Kwartir
Daerah Jawa Barat memandang perlu Membentuk Rintisan Satuan
Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan Umum Tingkat Daerah Jawa
Barat.

Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang


Gerakan Pramuka;
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961
Tentang Gerakan Pramuka;
3. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013
Nomor 11/MUNAS/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Gerakan Pramuka;
4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 tahun
2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok – Pokok Organisasi
Gerakan Pramuka;
5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 222 tahun
2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Organisasi dan Tata Kerja
Kwartir Daerah;
6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 170.A Tahun
2008 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Kaya Pramuka;

Memperhatikan :.....
Memperhatikan : 1. Keputusan Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat XIII
Nomor 10/MUSDA/2015 tentang Rencana Kerja Kwartir Daerah
Gerakan Pramuka Jawa Barat Tahun 2015-2020.
2. Kesepakatan Bersama antara Badan Pengawas Pemilihan Umum
Provinsi Jawa Barat dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa
Barat tentang Pengawasan Partisipatif Penyelenggaraan Pemilihan
Umum.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

Pertama : Pembentukkan Rintisan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan


Umum Tingkat Daerah Jawa Barat disingkat Saka Adhyasta Pemilu
Tingkat Jabar.

Kedua : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan
apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perubahan dan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bandung
Pada tanggal : 8 September 2018
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat
Ketua

Dede Yusuf M. Effendi, ST., M.I.Pol.


NTA. 09.00.00.001

Tembusan Surat Keputusan ini disampaikan kepada :


1. Yth. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
2. Yth. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia
3. Yth. Gubernur Jawa Barat selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka
Jawa Barat
4. Yth. Bupati dan Walikota se-Jawa Barat selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang
Gerakan Pramuka
5. Yth. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat
6. Yth. Ketua Kwatir Cabang Gerakan Pramuka se-Jawa Barat
Lampiran : Surat Keputusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat
Nomor : 21 Tahun 2018
Tanggal : 8 September 2018
Tentang : Pembentukan Rintisan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan
Umum Tingkat Daerah Jawa Barat

PETUNJUK PENYELENGGARAAN
RINTISAN SATUAN KARYA PRAMUKA ADHYASTA PEMILIHAN UMUM
TINGKAT DAERAH GERAKAN PRAMUKA JAWA BARAT

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum
a. Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Umum dilakukan oleh Penyelenggara Pemilihan
Umum (Pemilu) yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas
Pemilihan Umum sebagai satu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu untuk
memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh
rakyat, serta untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati,
serta Walikota dan Wakil Walikota secara demokratis.
b. Dalam mendukung pengawasan pemilu maka perlu diwujudkan partisipasi
masyarakat tersebut dengan mengindentifikasi kelompok masyarakat yang berperan
sebagai mitra strategis dalam proses pelaksanaan pengawasan Pemilu, salah
satunya adalah Gerakan Pramuka.
c. Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan yang membina remaja, pemuda dan
orang dewasa menjadi kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa
patriotik, taat hukum, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki
kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI,
serta mengamalkan Pancasila merupakan potensi yang memegang peranan penting
dalam menjaga dan mewujudkan demokrasi yang berintegritas. Khususnya dalam
pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat, serta
untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan
Wakil Walikotas agar lebih demokratis, lebih berkualitas dan bermartabat.
d. Petunjuk Penyelenggaraan Rintisan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan
Umum ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pendidikan
demokrasi dengan minat kepemiluan dan pengawasan pemilu bagi anggota Gerakan
Pramuka yang tergabung dalam Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan Umum.

2. Maksud
Maksud Petunjuk Penyelenggaraan ini untuk memberi pedoman kepada semua
Kwartir/Satuan dalam usahanya membentuk, membina, dan menyelenggarakan
kegiatan Rintisan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan Umum.

3. Ruang Lingkup
Petunjuk Penyelenggaraan Rintisan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan Umum
ini meliputi :
a. Pendahuluan.
b. Pengertian, tujuan dan sasaran.
c. Organisasi dan tata kerja.
d. Keanggotaan.
e. Hak dan kewajiban.
f. Pelantikan dan pengukuhan.
g. Kegiatan dan sarana.
h. Dewan Kehormatan.
i. Lambang dan nama.
j. Lain-lain dan penutup.
BAB II
PENGERTIAN, TUJUAN DAN SASARAN

1. Pengertian.
a. Satuan Karya Pramuka, disingkat Saka, adalah wadah pendidikan guna
menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam
berbagai bidang kepemiluaan dan pengawasan pemilu. Saka juga memotivasi
mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal
bagi kehidupannya, untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat,
bangsa dan Negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan
perkembangan demokrasi dalam rangka peningkatan kualitas pemilu.
b. Adhyasta Pemilihan Umum adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan nyata, produktif, dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa
cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang demokrasi dengan berorientasi
pengawasan dan penegakan hukum pemilu serta pencegahan pelanggaran pemilu.
c. Pengawasan Pemilu adalah suatu kegiatan mengamati, mengkaji, memeriksa, dan
menilai proses penyelenggaraan Pemilu sesuai peraturan perundang-undangan.

2. Tujuan
Tujuan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilihan Umum adalah untuk memberikan
pelatihanan dalam bidang kepengawasan kepemiluan bagi anggota Gerakan Pramuka
melalui kegiatan nyata, produktif dan berguna, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk
masyarakat, bangsa dan negara.

3. Sasaran
Sasaran Satuan Karya Adhyasta Pemilu adalah agar anggota-anggotanya :
a. Memiliki wawasan yang terupdate, pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan
kecakapan dalam bidang pengawasan kepemiluan
b. Memiliki rasa cinta dan Jiwa berbakti dan berguna bagi bangsa melalui pengabdian
dalam pengawasan pemilu.
c. Memiliki sikap dan cara berfikir yang berdaya guna dan berhasil guna dengan
menggunakan azas pemilu sebagai bentuk pengabdian dalam pengawasan dan
penegakan hukum pemilu serta pencegahan pelanggaran pemilu.
d. Memiliki pemahaman secara menyeluruh ketentuan dan larangan-larangan dalam
proses penyelenggaraan tahapan pemilihan kepala daerah;
e. Memiliki pemahaman mekanisme pelaporan dan penindakan pelanggaran pemilihan
kepala daerah
f. Memiliki pemahaman untuk berpartisipasi dalam pengawasan penyelenggaraan
pemilihan kepala daerah dan melaporkan pelanggaran yang ditemukan kepada
pengawas Pemilu sesuai mekanisme yang berlaku
BAB III
ORGANISASI DAN NAMA

1. Struktur Organisasi
a. Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan pemuda berusia 17-25 tahun dari
beberapa Gugus depan di satu wilayah ranting/kecamatan yang mempunyai minat,
bakat dan kegemaran di bidang pengawasan Kepemiluan, dihimpun oleh Kwartir
Ranting bersama Dewan kerja Penegak dan Pandega yang bersangkutan, untuk
membentuk Saka Adhyasta Pemilu.
b. Di tiap ranting dibentuk satu Saka Adhyasta Pemilu Putera dan satu Saka Adhyasta
Pemilu Puteri secara terpisah, yang jumlah anggotanya tidak terbatas.
c. Saka Adhyasta Pemilu terdiri atas 3 (Tiga) krida dan tiap Krida memiliki 2 (Dua)
Tanda Kecakapan Khusus yaitu :
1. Krida Pengawasan Pemilu
1) TKK Pengawasan Tahapan
2) TKK Pengolah Data dan Informasi
2. Krida Pencegahan Pelanggaran Pemilu
1) TKK Pencegahan Pelanggaran
2) TKK Peningkatan Partisipasi Masyarakat
3. Krida Penanganan Pelanggaran Pemilu
1) TKK Penanganan Pelanggaran
2) TKK Penyelesaian Sengketa
d. Setiap Krida beranggota 5 orang sampai dengan 10 orang, sehingga dalam satu
Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum dimungkinkan adanya beberapa Krida
yang sama.
f. Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum Putera dibina oleh Pamong Saka Putera,
dan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum Puteri dibina oleh Pamong Saka
Puteri, serta masing-masing dibantu oleh beberapa Instruktur Saka.
g. Jumlah Pamong Saka di tiap Saka disesuaikan dengan keadaan, sedangkan jumlah
Instruktur Saka disesuaikan dengan kebutuhan/lingkup kegiatannya.
h. Pengurus Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum disebut Dewan Saka terdiri atas
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa anggota yang jumlahnya
disesuaikan dengan keadaan setempat, yang dipilih diantara para Pemimpin Krida
dan Wakil Pemimpin Krida.
i. Tiap Krida dipimpin oleh seorang Pemimpin Krida dibantu oleh seorang Wakil
Pemimpin Krida.
j. Saka Adhyasta Pemilu dibina oleh Kwartir dibantu oleh Dewan Kerja Penegak dan
Pandega Tingkat.
k. Masa bakti Pengurus Saka Adhyasta Pemilu sama dengan masa bakti Kwartir.

2. Pimpinan Saka
a. Dalam usaha meningkatkan pembinaan dan pengembangan kegiatan, dibentuk
Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum, yang anggotanya terdiri atas
unsur Kwartir dan unsur Badan Pengawas Pemilihan Umum serta unsur lain yang
berkaitan dengan Pengawasan Kepemiluan;
b. Di tingkat daerah dibentuk Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum
Tingkat Daerah.
c. Di tingkat cabang dibentuk Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum
Tingkat Cabang.
d. Masa bakti Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum sama dengan masa
bakti Kwartir yang bersangkutan.
3. Tata Kerja
a. Agar pengelolaan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum dapat dilaksanakan
secara berdaya guna, tepat guna dan berhasil guna, perlu diadakan pembagian
tugas yang jelas tanpa mengurangi prinsip kegotong-royongan.
b. Pembagian tugas harus luwes, praktis, dan sederhana sehingga dapat menjadi
pegangan bagi setiap orang yang bersangkutan.
c. Secara umum pembagian tugas di dalam Saka telah diuraikan dalam Petunjuk
Penyelenggaraan Satuan Karya, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan
keadaan setempat.
BAB IV
KEANGGOTAAN

1. Keanggotaan
Anggota Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum terdiri atas :
a. Peserta didik :
1) Pramuka Penegak dan.
2) Pramuka Pandega
b. Anggota Dewasa
1) Pamong Saka
2) Instruktur Saka
3) Pimpinan Saka
c. Calon anggota
1. Sekurang kurangnya penegak bantara atau 6 bulan setelah ikut saka harus
menyelesaikan SKU bantara
2. Anggota bukan anggota Gerakan Pramuka dapat menjadi calon anggota Saka
Adhyasta Pemilu, dengan ketentuan satu bulan setelah terdaftar sebagai calon
anggota Saka Adhyasta Pemilu telah menjadi anggota pada salah satu Ambalan
Penegak/Racana Pandega pada salah satu Gugus depan.

2. Peminat
Peminat Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum terdiri dari para Pramuka Penegak
dan Pramuka Pandega yang menyenangi kegiatan bidang Pengawasan kepemiluan.

3. Syarat
a. Umum
Untuk dapat diterima menjadi anggota Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum
seorang Pramuka Pramuka Penegak/Pramuka Pandega harus :
1) Sudah dilantik sebagai Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Pandega.
2) Mendapat izin tertulis dari Pembina yang bersangkutan.
BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN

1. HAK ANGGOTA
a. Calon anggota Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum (Saka Adhyasta Pemilu)
berhak mengikuti pendidikan/latihan menurut jadwal yang telah ditetapkan masing-
masing Krida.
b. Setelah memenuhi syarat-syarat, calon anggota berhak menjadi anggota.
c. Semua anggota mempunyai hak suara, hak bicara dan hak pilih sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka.
d. Peserta didik anggota Saka Adhyasta Pemilu berhak untuk mengikuti
pendidikan/latihan lebih dari satu Krida, dengan ketentuan telah memenuhi syarat-
syarat yang berlaku dan tidak mengganggu kelancaran pendidikan/latihan masing-
masing Krida.
e. Peserta didik anggota Saka Adhyasta Pemilu yang telah memenuhi syarat-syarat
dalam pendidikan/latihan berhak mendapat tanda kecakapan/sertifikat/ijazah/brevet
sesuai dengan tingkat kecakapan masing-masing.
f. Peserta didik anggota Saka Adhyasta Pemilu yang telah mendapat kecakapan
tertentu berhak untuk mengikuti pendidikan/ latihan yang lebih tinggi.
g. Peserta didik anggota Saka Adhyasta Pemilu yang telah mencapai prestasi berhak
mengikuti kegiatan-kegiatan nasional/internasional, sesuai dengan kemampuan/
kecakapan/prestasi yang dimiliki, baik dalam pengawasan kepemiluan maupun
kepramukaan.
h. Peserta didik anggota Saka Adhyasta Pemilu berhak untuk memilih dan dipilih
menjadi anggota Dewan Saka Adhyasta Pemilu dan atau Pimpinan Kridanya
masing-masing.

2. Kewajiban Peserta Didik


Peserta didik anggota Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum berkewajiban :
a. Mengikuti pendidikan/latihan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
b. Membayar iuran.
c. Mentaati peraturan-peraturan yang berlaku.
d. Melaksanakan tugas yang dibebankan oleh satuannya.
e. Menjaga nama baik Satuan/Gerakan Pramuka.
f. Mengembangkan pengetahuan/pengalamannya.
g. Menyebarluaskan pengetahuannya dan pengalaman pengawasan Kepemiluan
kepada anggota lain.
h. Membuktikan kecakapannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

3. Kewajiban Pemimpin Krida


Pemimpin Krida berkewajiban :
a. Memimpin Kridanya dalam semua kegiatan dengan penuh tanggungjawab.
b. Mewakili Kridanya dalam pertemuan Dewan Saka.
c. Bekerjasama dan membagi tugas dengan Wakil Pemimpin Kridanya untuk
mewujudkan kekompakan dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
anggotanya dalam bidang kegiatan Pengawasan Kepemiluan.
d. Bekerjasama dengan para pemimpin Krida lainnya dalam upaya memelihara
keutuhan dan kesatuan anggota Sakanya.

4. Kewajiban Dewan Saka


Dewan Saka berkewajiban :
a. Melaksanakan latihan Saka sesuai dengan rencana dan mengadakan evaluasi
seperlunya.
b. Melaksanakan pertemuan Dewan Saka sesuai dengan kepentingannya.
c. Melaksanakan kebijaksanaan Kwartir Ranting dalam bidang Saka Adhyasta Pemilu.
d. Menciptakan pembaharuan dalam bentuk kegiatan menarik di bidang pengawasan
Kepemiluan dengan menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.
e. Selalu berkonsultasi dengan para Pamong, Instruktur dan anggota Sakanya.
f. Melaksanakan administrasi mengenai keanggotaan dan kegiatannya.

5. Kewajiban Pamong Saka


Pamong Saka berkewajiban :
a. Membina dan mengembangkan Saka Adhyasta Pemilu bersama para Instruktur
Saka dengan menerapkan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan dan
sistem pamong secara daya guna dan tepat guna disertai rasa tanggung jawab.
b. Menjadi seorang kakak yang bijaksana dan bertindak sebagai pendamping yang
mampu membangkitkan semangat dan memupuk daya cipta bagi para peserta
didiknya.
c. Memahami keadaan dan perkembangan pribadi setiap peserta didiknya dengan
mengenali keluarganya.
d. Selalu berusaha meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kecakapan dan
pengalaman dalam membina Saka Adhyasta Pemilu, melalui berbagai macam
pendidikan yang menyangkut bidang keAdhyasta Pemiluan.
e Berkonsultasi dan bekerja sama dengan Andalan Urusan Kegiatan Saka, Majelis
Pembimbing Para Pamong Saka lainnya, Instruktur Saka, dan Gugus depan tempat
asal anggota Sakanya.
f. Melaporkan secara rutin kepada Kwartir mengenai perkembangan Sakanya.
g. Mendampingi Dewan Saka dalam menyusun perencanaan, melaksanakan kegiatan,
dan mengadakan evaluasi terhadap kegiatan Sakanya.

6. Kewajiban Instruktur Saka


Instruktur Saka berkewajiban :
a. Bersama Pamong Saka membina dan mengembangkan Sakanya.
b. Memberikan latihan, pengetahuan dan dan ketrampilan di bidang Pengawasan
Kepemiluan sesuai dengan keahliannya, kepada para anggota Saka dengan
menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.
c. Menguji kecakapan khusus bagi peserta didik sesuai dengan pengetahuan dan
ketrampilan yang dimilikinya.
d. Memberikan dorongan moril sehingga para anggota Saka mampu menyebarluaskan
pengetahuan dan keterampilannya kepada sesama Pramuka dan orang lain yang
dianggap memerlukannya.
e. Berusaha meningkatkan kemampuan pribadi, pengetahuan dan ketrampilannya
dalam bidang Pengawasan Kepemiluan dan kepramukaan guna menjalin hubungan
persaudaraan yang lebih dekat dengan anggota Saka.

7. Kewajiban Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum


a. Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum Tingkat Cabang berkewajiban :
1) Bersama Andalan Cabang Urusan Saka memikirkan, merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan Sakanya.
2) Membantu Majelis Pembimbing Cabang untuk mengusahakan dana dan sarana
lainnya guna mendukung kegiatan Sakanya.
3) Menjalin hubungan kerja yang baik dengan instansi Pengawas Pemilu dan badan
lain di wilayahnya.
4) Mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan Sakanya.
5) Bekerja sama dengan Pimpinan Saka lain di wilayah cabangnya.
6) Bersama Andalan Cabang Urusan Latihan mengusahakan agar para Pamong
dan Instruktur Sakanya dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa baik di
dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.
7) Melaksanakan kebijaksanaan Pimpinan Saka Tingkat Daerah.
b. Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum Tingkat Daerah berkewajiban :
1) Bersama Andalan Daerah Urusan Saka memikirkan, merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan Sakanya.
2) Membantu Majelis Pembimbing Saka untuk mengusahakan dana dan sarana
lainnya guna mendukung kegiatan Sakanya.
3) Menjalin hubungan kerja yang baik dengan instansi KeAdhyasta Pemiluan dan
badan lain di wilayahnya.
4) Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan Sakanya.
5) Bekerja sama dengan Pimpinan Saka lain di wilayah daerahnya.
6) Bersama Andalan Daerah Urusan Latihan mengusahakan agar Pimpinan Saka
Adhyasta Pemilu dan Andalan Cabang Urusan Saka Adhyasta Pemilu dapat
mengikuti pendidikan orang dewasa dalam Gerakan Pramuka.
7) Merumuskan kebijaksanaan tentang hal-hal yang berkaitan erat dengan Saka
Adhyasta Pemilu.
8) Mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan Sakanya.
BAB VI
PELANTIKAN DAN PENGUKUHAN

1. Pelantikan
a. Peserta didik dilantik sebagai anggota Saka oleh Pamong Saka yang bersangkutan.
b. Dewan Saka Adhyasta Pemilu dilantik oleh Pamong Saka yang bersangkutan.
c. Pamong Saka Adhyasta Pemilu dan Instruktur Saka Adhyasta Pemilu dilantik oleh
Ketua Kwartir Ranting atau orang yang ditunjuk mewakilinya.
d. Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu tingkat Cabang dilantik oleh Ketua Kwartir Cabang
atau orang yang ditunjuk mewakilinya.
e. Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu tingkat Daerah dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah
atau orang yang mewakilinya.
2. Pengukuhan
a. Terbentuknya Saka Adhyasta Pemilu di tingkat Ranting dikukuhkan dengan
keputusan Kwartir Ranting yang dibacakan pada upacara pelantikan.
b. Sahnya Saka Adhyasta Pemilu di tingkat cabang, daerah dikukuhkan dengan
keputusan Kwartir yang bersangkutan.
c. Dalam pelantikan/pengukuhan tersebut, yang bersangkutan mengucapkan
ikrar/Trisatya Pramuka.
BAB VII
KEGIATAN DAN SARANA

1. Sifat dan lingkup kegiatan


Untuk memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan di bidang Pengawasan
Kepemiluan sehingga memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan kode kehormatan
Gerakan Pramuka, Saka Adhyasta Pemilu melaksanakan kegiatan yang meliputi :
a. Peningkatan wawasan Pengawasan Kepemiluan secara umum.
b. Mengikuti perkembangan Pengawasan Kepemiluan secara khusus sesuai dengan
macam krida dan kecakapan-kecakapan khususnya.
c. Penyuluhan kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang kesadaran akan
pentingnya Pengawasan Kepemiluan dengan memberikan contoh, menyebar
luaskan pengetahuan dan ketrampilan di bidang Pengawasan Kepemiluan

2. Bentuk dan macam kegiatan


a. Pelatihan Saka secara berkala yang dilaksanakan di luar hari latihan gugus
depannya.
b. Kegiatan berkala yang dilaksanakan untuk kepentingan/maksud tertentu, misalnya
menyiapkan diri untuk lomba,demonstrasi atau pameran, kegiatan ulang tahun Saka,
dan sebagainya.
c. Perkemahan Bakti Saka Adhyasta Pemilu, disingkat Perti Saka Bakti Adhyasta
Pemilu, pesertanya semua anggota Saka Adhyasta Pemilu.
d. Perkemahan Antar Saka, disingkat Peran Saka, pesertanya terdiri dari berbagai
Saka, misalnya Saka Adhyasta Pemilu bersama Saka Bayangkara dan Saka Bahari,
seyogyanya semua Saka setempat yang ada diikut sertakan.

3. Tingkat kegiatan
a. Latihan dan kegiatan berkala diadakan di tingkat ranting, dilaksanakan oleh Dewan
Saka dengan didampingi oleh Pamong Saka dan Instrukturnya.
b. Peran Saka dapat diselenggarakan di tingkat ranting, cabang, daerah, regional dan
nasional.
c. Peran Saka tingkat ranting diadakan setiap 2 tahun sekali.
d. Peran Saka tingkat cabang diadakan setiap 3 tahun sekali.
e. Peran Saka tingkat daerah diadakan setiap 4 tahun sekali.
f. Perti Saka Adhyasta Pemilu diadakan di tingkat ranting dan cabang sesuai dengan
kepentingannya sekurang-kurangnya sekali selama satu masa bakti.

4. Sarana
a. Pada hakikatnya Saka Adhyasta Pemilu harus sudah dapat menggunakan alat
perlengkapan dan sarana lain yang ada di tempat untuk melaksanakan kegiatannya.
b. Untuk meningkatkan mutu kegiatan Saka Adhyasta Pemilu perlu diadakan sarana
nyata yang sesuai dengan keadaan setempat.
c. Dengan bantuan Majelis Pembimbing, Kwartir dan Pimpinan Saka yang
bersangkutan, Pamong Saka bersama Instrukturnya mengusahakan adanya sarana
yang memadai.
d. Selain sarana kegiatan, Saka Adhyasta Pemilu harus berusaha memiliki sanggar
yaitu tempat pertemuan, kegiatan dan penyimpanan inventaris, dokumentasi, dan
sebagainya.
BAB VIII
DEWAN KEHORMATAN

1. Pembentukan, susunan, dan tugas


a. Seperti halnya pada Ambalan Penegak atau Racana Pandega, maka Dewan
Kehormatan Saka Adhyasta Pemilu hanya dibentuk untuk menyelesaikan
permasalahan yang menyangkut nama baik Saka dan berkaitan dengan kode
Kehormatan Gerakan Pramuka.
b. Dewan Kehormatan dibentuk oleh Dewan Saka bersama dengan Pamong Saka
yang bersangkutan.
c. Susunan Dewan Kehormatan Saka Adhyasta Pemilu terdiri dari:
1) seorang ketua yang dijabat peserta didik.
2) seorang sekretaris yang dijabat peserta didik.
3) dua orang anggota yang dijabat oleh peserta didik.
4) seorang penasehat yang dijabat oleh Pamong Saka.
d. Tugas Dewan Kehormatan adalah mengambil keputusan secara musyawarah untuk :
1) Memberikan penghargaan kepada anggota yang berjasa dan atau berbuat
suatu kebajikan demi nama baik Saka/ Gerakan Pramuka.
2) Memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada anggota yang melanggar
kode kehormatan Gerakan Pramuka dan ketentuan lain yang berlaku dalam
Sakanya.
e. Dewan Kehormatan menyelesaikan masalah-masalah pelanggaran dengan
memberikan hukuman dalam bentuk :
1) Peringatan;
2) Pemberhentian sementara.
3) Pemberhentian dari Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum.
f. Dalam Sidang Dewan Kehormatan, terduga pelanggar berhak mengadakan
pembelaan.
g. Bilamana ternyata terduga pelanggar dinyatakan tidak bersalah, Dewan Kehormatan
berkewajiban merehabilitasi nama baik terduga pelanggar tersebut.
h. Dewan Kehormatan memberikan laporan hasil sidangnya kepada Dewan Saka,
Pamong Saka dan Instruktur Saka.
i. Setelah menyelesaikan tugasnya, Dewan Kehormatan Saka Adhyasta Pemilu
dibubarkan oleh Pamong Saka.
BAB IX
LAMBANG, NAMA DAN BENDERA

1. LAMBANG

a. Bentuk
Lambang Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum berbentuk segi lima beraturan
dengan panjang sisi masing-masing 5 sentimeter.

b. I s i
Isi lambang Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum terdiri atas :
1) Ikon BAWASLU
2) Gambar Tunas Kelapa.
3) Tulisan Saka Adhyasta Pemilu.

2. Warna
a. Warna dasar lambang Saka Adhyasta Pemilu : oranyeu
b. Lambang Bawaslu : kuning dan merah
c. Lambang Bintang warna emas
d. Gambar Tunas Kelapa 2 buah berhadapan
e. Tulisan Saka Adhyasta Pemilu= Warna Hitam dalam warna dasar orange.

3. Arti Kiasan
a. Bentuk segi lima berarti falsafah Pancasila.
b. Warna dasar putih dipilih untuk lebih menonjolkan warna lambang Saka Adhyasta
Pemilu.
c. Lambang Bawaslu terdiri dari bentuk tangan asimetris menjaga surat suara yang
melambangkan pengawasan kedaulatan dan hak demokrasi rakyat dalam pemilu.
d. Lambang tunas kelapa berarti keberadaan setiap anggota Gerakan Pramuka dalam
ikut serta melaksanakan Pengawasan Kepemiluan.
e. Lambang Bintang berwarna emas berarti saka ini menjunjung nilai-nilai Ketuhanan
Yang Maha Esa
f. Tulisan Saka Adhyasta Pemilu berarti Satuan Karya yang mengabdi dalam
menegakkan kesatuan dan persatuan di bidang Pengawasan Kepemiluan.

4. Pemakaian
a. Lambang Saka Adhyasta Pemilu yang terbuat dari kain dipakai pada lengan baju
sebelah kiri, kira-kira 5 sentimeter di bawah jahitan pangkal lengan.
b. Lambang ini hanya dipakai pada saat mengikuti kegiatan Saka.
5. Nama
a. Nama Saka Adhyasta Pemilu merupakan singkatan dari Pengawas Pemilu.
b. Nama Krida merupakan unsur-unsur dari Adhyasta Pemilu, yaitu : Krida
Pengawasan Pemilu, Krida Pencegahan Pelanggaran Pemilu dan Krida Penindakan
Pelanggaran Pemilu.
6. Bendera

Ukuran bendera ; panjang 150 cm lebar 120


Warna dasar merah ati
BAB X
LOGO KRIDA, SKK DAN TKK

1. KRIDA PENGAWASAN

Krida Pengawasan adalah Kelompok pramuka satuan karya Adhyasta Pemilu yang
berorientasi pada kajian Pengawasan Pemilu adalah kegiatan mengamati, mengkaji,
memeriksa, dan menilai proses penyelenggaraan Pemilu sesuai peraturan
perundang-undangan
Krida Pengawasan memiliki 2 Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yaitu;

a. SKK PENGAWAS TAHAPAN


1) Memahami tahapan pelaksanaan Pemilu
2) Memahami perinsip perinsip pengawasan
3) Memahami kode etik pengawasan

TKK PENGAAWAS TAHAPAN

b. SKK PENGOLAH DATA DAN INFORMASI


1) Mengetahui dan mampu membuat model administrasi dan pelaporan
2) Mampu menentukan fokus pengawasan berdasarkan pemetaan titik rawan
pelanggaran
3) Mampu memberikan informasi kepada teman atau masyarakat tentang
tahapan pemilu
4) Mampu memberikan informasi kepada teman atau masyarakat tentang
pelanggaran pemilu
5) Pernah terjun langsung dalam pengawasan berdasar surat tugas dan
rekomendasi kwartir atau gugus depan
TKK PENGOLAH DATA DATA DAN INFORMASI

2. KRIDA PENCEGAHAN

Krida Pencegahan adalah Kelompok pramuka satuan karya Adhyasta Pemilu yang
berorientasi pada kajian Pencegahan Pelanggaran dengan memperhatikan gejala
gejala dan kecenderungan pelanggaran pemilu dari tahun sebelumnya, serta mampu
mempublikasikan aturan dan perundang undangan serta sangsi pelanggaran pemilu
kepada masyarakat secara umum.

Krida Pencegahan memiliki 2 Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yaitu;

a. SKK Pencegah Pelanggaran


1) Mengetahui pemetaan potensi pelanggaran pemilu berdasarkan
kecenderungan pada pemilu sebelumnya
2) Mampu mempelajari kecenderungan pelanggaran yang terjadi selama
proses penyelenggaraan pemilu
3) Pernah mempublikasikan aturan dan perundang undangan pemilu sekurang
kurangnya kepada teman sejawat atau keluarga

TKK PENCEGAH PELANGGARAN

b. TKK Peningkatan Partisipasi Masyarakat


1) Memahami batasan dan cakupan pantauan / pengawasan pemilu
bersama masyarakat
2) Mampu mempublikasikan model kampanye pengawasan pemilu yang
dilakukan bersama masyarakat
3) Bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat dalam
menyampaikan pesan moral mengenai tahapan pemilu dan pemantauan
bersama masyarakat
TKK PENINGKATAN PERTISIPASI MASYARAKAT

3. KRIDA PENANGANAN PELANGGARAN

Krida Pengawasan adalah Kelompok pramuka satuan karya Adhyasta Pemilu yang
berorientasi pada kajian pengetahuan teknik penangan dan penindakan Jenis-Jenis
Pelanggaran Pemilu, Sumber diketahuinya Dugaan Pelanggaran dan Tata Cara
Penanganan Dugaan Pelanggaran baik kode etik, Administratif, maupun Pidana.

Krida Penanganan memiliki 2 Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yaitu;

a. SKK PENANGANAN PELANGGARAN


1) Mengetahui dan memahami undang undang pemilu dan peraturan
penanganan pelanggaran pemilu
2) Mampu membuat/membantu petugas lapangan dalam membuat laporan
temuan pelanggan pemilu
3) Mengetahui dan memahami teknik dan tata cara penanganan pelanggaran
pemilu
4) Mengetahui syarat formal dan materil dugaan pelanggaran

TKK PENANANGANAN PELANGGARAN


b. SKK PENYELESAIAN SENGKETA
1) Mengetahui badan atau lembaga penyelesai sengketa pemilu
2) Mengetahui dan mampu memilah ruang lingkup sengketa pemilu
3) Mengetahui prosedur Penanganan Pelanggaran Pidana Dan Administrasi
Politik Uang Terstruktur, Masif dan Sistematis.

TKK PENYELESAIAN SENGKETA


BAB XI
PAKAIAN SERAGAM

1. Pakaian seragam
a. Pakaian seragam yang dipakai pada Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum
adalah pakaian seragam Pramuka.
b. Pakaian seragam yang digunakan pada waktu mengikuti pendidikan/latihan diatur
dalam petunjuk tersendiri.
BAB XI
LAIN-LAIN DAN PENUTUP

1. Lain-lain
Pembiayaan untuk Satuan Karya Adhyasta Pemilihan Umum diperoleh dari :
a. Iuran anggota Saka Adhyasta Pemilu yang besarnya ditentukan dalam musyawarah
anggota.
b. Majelis Pembimbing Saka dan Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu
c. Bantuan masyarakat yang tidak mengikat.
d. Sumber lain yang sah dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta perundang-undangan yang
berlaku.

2. Penutup
Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini akan ditentukan
kemudian oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat.

Ditetapkan di : Bandung
Pada tanggal : 8 September 2018
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat
Ketua

Dede Yusuf M. Effendi, ST., M.I.Pol.


NTA. 09.00.00.001