Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM VI

BUNGA

Oleh : Kelompok 1

1. Utari Anggraini (1532220110)


2. Vitri Ulandari (1532220111)
3. Windi triani (1532220113)
4. Yeni Tri Lestari (1532220115)
5. Yogi Agung Tri Nugroho (1532220117)

Dosen pembimbing :
Ike Apriani, M. Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH
PALEMBANG
2016
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat
penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting
untuk perkembangan mahluk hidup. Setiap tumbuhan memiliki akar, batang
dan daun. Masing-masing memiliki fungsi utama dalam pertumbuhan sebuah
tumbuhan. Selain memiliki ketiganya, tumbuhan juga memiliki bunga (Sri
mulyani, )
Bunga adalah bagian tanaman yang mengandung struktur alat
perbanyakan generatif. Berdasarkan tipenya, bunga dibagi menjadi bunga
tunggal dan bunga majemuk. Pada bunga tunggal, satu tangkai hanya
mendukung satu bunga, sedangkan pada bunga majemuk, satu tangkai
mendukung banyak bunga. Pada umumnya bunga memiliki 4 organ utama,
yaitu: kelopak (kaliks), mahkota (corola), benang sari (andresium) dan putik
(gynesium). Benang sari terdiri dari tangkai sari (filament), putik (stigma),
tangkai putik (style), dan bakal buah (ovary) (Nugroho,2006).
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dapat digolongkan
kedalam :bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki keempat organ bunga
(kelopak, mahkota, benang sari dan putik); dan bunga tak lengkap, yaitu
bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih organ bunga tersebut Kita
tidak akan mengetahui secara jelas atau detail tentang bagian masing –
masing bunga, jika tidak melakukan penelitian. Maka dari itu, pada praktikum
kali ini, akan dibahas sedikit banyak tentang morfologi bunga tunggal (Planta
uniflora) dan bunga majemuk (Planta multiflora) (Nugroho,2006).

B. Tujuan Pratikum
Adapun tujuan pratikum hari ini adalah :
1. Untuk melihat morfologi bunga tunggal
2. Untuk melihat tipe bunga majemuk
3. Untuk melihat morfologi bunga famili papilionaceae
4. Untuk melihat morfologi bunga famili orchidaceae
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Bunga
Bunga adalah struktur pembiakan pada tumbuhan berbunga, yaitu
tumbuhan-tumbuhan dalam divisi Magnoliophyta. Bunga mengandung organ-
organ tumbuhan, dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui
pembiakan. Untuk tumbuhan-tumbuhan yang bertaraf lebih tinggi, biji-biji
merupakan generasi berikutnya, dan bertindak sebagai cara yang utama untuk
penyebaran individu-individu spesies secara luas. Selepas persenyawaan,
sebagian dari bunga itu akan berkembang menjadi buah yang meBunga terdiri
atas sebuah sumbu yang padanya organ-organ bunga yang lain tumbuh. Bagian
dari sumbu yang merupakan ruas yang berakhir dengan tangkai bunga
(pedisel). Ujung distal pedisel ini mengembang dengan panjang yang beragam
dan bagian ini disebut reseptakael bunga (talamus). Organ-organ bunga
melekat pada reseptakel. Sebuah bunga yang khas mempunyai empat macam
organ. Organ-organ yang paling luar adalah sepal yang secara bersama-sama
membentuk kaliks yang biasanya berwaran hijau dan ditemukan paling rendah
kedudukannya pada reseptakel. Disebelah dalam sepal adalah corolla yang
terdiri atas petal, pada umumnya berwarna yang membentuk perhiasan bunga.
Bila semua perhiasan bunga itu sama, mereka disebut tepal. Di dalam
perhiasan bunga dijumpai dua macam organ reproduksi, yang sebelah luar
disebut stamen yang bersma-sama membentuk androsium, dan sebelah dalam
di sebut karpel yang membentuk ginesiumngandung biji-biji (Nugroho,2006).
Menurut Nugroho (2006) Bagian-bagian bunga tunggal terdiri atas
tangkai bunga (pedicel), dasar bunga (receptacle), kelopak (calyx), mahkota
(corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistil). Bagian-bagian bunga
majemuk terdiri atas ibu tangkai bunga (peduncle), daun pelindung (bract),
daun tangkai (bracteola), tangkai daun dan bunga .
Berdasarkan jumlah bunga, tumbuhan dapat dibedakan menjadi
tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora) dan tumbuhan berbunga banyak
(planta multiflora). Berdasarkan letaknya, bunga dibedakan menjadi bunga
terminal bila letaknya di ujung cabang atau ujung batang; dan bunga aksiler
apabila bunga terletak di ketiak daun. Bagian bunga seperti daun kelopak dan
daun mahkota berada pada susunan tertentu ketika masih kuncup. Hal ini
disebut estivasi, contohnya estivasi valvate, valvate induplicate, valvate
reduplicate, imbricate, ascending imbricate, descending imbricate, convolute,
plicate, open dan quincuncia.
Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja, biasanya bunga
itu terdapat pada ujung batang, jika bunganya banyak, dapat sebagian bunga –
bunga tadi terdapat dalam ketiak – ketiak daun dan sebagian pada ujung batang
atau cabang – cabang. Jadi menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat
membedakan (Tjitrosoepomo, 1989):
1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya bunga coklat
kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz).
2. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya pada
kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), kembang telang (Clitoria ternatea
L.) (Nugroho,2006).

B. Bunga Majemuk
Bunga majemuk dapat dibedakan menjadi bunga majemuk terbatas dan
bunga majemuk tidak terbatas. Contoh bunga majemuk terbatas adalah
monochasium yang terdiri atas monochasium tunggal, sekrup, dan bercabang
seling; dichasium yang terdiri atas dichasium tunggal dan dichasium majemuk;
pleiochasium; bunga kipas dan bunga sabit (Campbell,2002 ).
Bunga majemuk tidak terbatas dibedakan menjadi bunga majemuk
dengan ibu tangkai tidak bercabang dan bunga majemuk dengan ibu tangkai
bercabang. Contoh yang pertama adalah bunga bulir, tongkol, untai, tandan,
cawan, payung, bongkol, dan bunga periuk. Contoh yang kedua adalah bunga
malai, thyrse, malai rata, bulir majemuk, tongkol majemuk dan payung
majemuk (Campbell,2002).
Tipe lain bunga majemuk adalah bunga karangan semu, cyathium,
berkas, tukal, dan lembing. Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga
dibedakan menjadi bunga lengkap, bunga tidak lengkap, bunga sempurna
(biseksual/hermaprodit) dan bunga tidak sempurna (uniseksual). Bunga
uniseksual terdiri atas bunga jantan dan bunga betina. Berdasarkan pada
kelamin bunga yang terdapat dalam suatu tumbuhan maka tumbuhan
dibedakan menjadi tumbuhan berumah satu (monoecious), tumbuhan berumah
dua (diecious) dan polygamous (Campbell,2002).

C. Bunga campuran
Bunga campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang
memperlihatkan baik sifat – sifat bunga majemuk terbatas maupun sifat buga
majemuk tak terbatas. Suatu bunga majemuk yang merupakan campuran antara
sifat- sifat bunga majemuk berbatas dengan tidak berbatas. Bunga
joharmisalnya, ibu tangkai mengadakan percabangan seperti pada suatu malai.
Namun cabang – cabangnya bersifat seperti malai rata (Campbel, 2002).

D. Organ Bunga
Bunga terdiri atas aksis (sumbu), dan pada sumbu inilah muncul organ
bunga. Bagian sumbu yang mempunyai ruas (internodus) terdapat tangkai
bunga yang disebut pedisel. Ujung distal dari pedisel membengkak dan meluas
disebut reseptakulum atau thalamus. Organ paling luar adalah sepala yang
secara bersama menyusun kaliks (kelopak bunga) yang biasanya berwarna
hijau, dan di temukan paling bawah, tetap di atas reseptakulum (Campbell,
2002).

E. Stamen ( Benang Sari )


Epidermis filamen mempunyai kultikula dan pada spesies tertentu
mempunyai trikoma. Filamen terdiri atas parenkim dengan vakuola yang
berkembang baik dan ruang antar sel kecil. Sering kali, dalam cairan sel
terdapat pigmen, ukuran dan bentuk luar stamen Angiospermae sangat besar.
Antera umumnya berisi 4 kantong sari (mikrosporagia) yang berpasangan
dalam 2 labus. Kedua labus terpisah oleh suatu jaringan steril yang disebut
konektivun (Hidayat, 1994).
F. Karpela
Menurut teori telamen, tumbuhan pembuluh yang paling primitive
seluruhnya dibangun dari sistem telomen. Telomen adalah bagian paling akhir
dari sumbu yang bercabang-cabang dikotomi yang menyangga sporangium (
disebut telom steril ). Karpaler seperti stamen, berkembang dari telomen fertil,
yaitu telomen yang membawa sporangium berlekatan membentuk organ seperti
daun yang membawa ovulum pada bagian tepinya. Ada beberapa teori tentang
asal usul plasenta dan karpela, teori genofil ovarium terdiri atas daun steril dan
cabang pembawa ovulum yang biasanya epifil daun (Hidayat, 1994).
BAB III
METODOLOGI PRATIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 13 Desember
2016 dilaboratorium biologi Fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Raden
Fatah Palembang.
B. Alat dan Bahan
1. Bahan
Adapun bahan pratikum pada hari ini :
a. Bunga sepatu
b. Bunga mangga
c. Bunga tasbih
d. Bunga anggrek
e. Bunga kenanga
C. Cara kerja
1. Gambarkan sekuntum bunga sepatu dan tunjukkan bagian-bagiannya
2. Gambarkan sekuntum bunga tasbih dan tunjukkan bentuk dasar bunga
3. Gambarkan macam-macam perbungaan yang terdapat pada bahan yang
disediyakan dan sebutkan termasuk kedalam rasemosa atau simosa
4. Gambarkan satu bunga kenanga yg lengkap dan gambarkan secara
terpisah-pisah kelopaknya
5. Gambarkan bunga archins dilihat dari depan,sayatan memanjang
bunga,1 kinandrium dan polinia serta sebutkan nama-nama bagiannya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Berikut adalah hasil praktikum yang kami lakukan pada pengamatan
Morfologi Bunga sepatu (hibiscus rosa-sinensis), bunga cempaka (Michelia
champaca), bunga mangga (Mangifera indica L), bunga kenaga (Cananga
adorata), bunga angrek (Phalaepnosis blume)

Tabel 1. Pengamatan Morfologi pada Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)


Gambar referensi

Gambar tangan

Keterangan Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas :
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibicus
Spesies : Hibiscus rosa-sinensis
Tabel 2. Pengamatan Morfologi pada Bunga mangga (Mangifera indica L)
Gambar referensi

Gambar tangan

Keterangan Klasifikasi

Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas :
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera L
Spesies : Mangifera indica L
Tabel 3. Pengamatan Morfologi pada Bunga cempaka (Michelia champaca)
Gambar referensi

Gambar tangan

Keterangan Klasifikasi

Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas :
Ordo : Magnoliosida
Famili : Magnoliaceae
Genus : Michelia
Spesies : Michelia champaca
Tabel 4. Pengamatan Morfologi pada Bunga kenanga (Cenanga adorata)
Gambar referensi

Gambar tangan

Keterangan Klasifikasi

Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas :
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Cananga
Spesies : Cananga adorata
Tabel 5. Pengamatan Morfologi pada Bunga anggrek (Phalaepnosis blume)
Gambar referensi

Gambar tangan

Keterangan Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas :
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Dendrobiinae
Spesies : Dendrobium sp

B. Pembahasan
Pada hasil praktikum bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah
tanaman semak suku Malvaceae. Bunga ini besar, bewarna merah dan tidak
berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal
(daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang
berwarna putih hingga kuning, orange, hingga merah tua atau merah jambu.
Menurut Mulyani (2006), bunga ini terdiri dari 5 helai daun kelopak,
yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx), sehingga terlihat seperti dua
lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika
merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi
tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam
buah berbentuk kapsul berbilik lima. Daun berbentuk bulat telur yang lebar
atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing.
Dari hasil praktikum dapat diketahui, bunga manga (Mangifera indica)
adalah bunga majemuk, tumbuh dari tunas ujung tangkai dalam tandan dengan
rangkaian bunga berbentuk kerucut. Jumlah bunga disetiap tandan berkisar
antara 1000-6000 kuntum dengan ukuran yang kecil. Diameter sekitar 6-8 mm.
Menurut Mulyani (2006), bunga manga terdapat bunga jantan dan
hermaprodit (bunga banci) pada setiap rangkaian bunga dengan proporsi bunga
jantan lebih banyak. Kelopak dan mahkota berjumlah lima lembar. Bakal buah
tidak memiliki tangkai pada bagian ujungnya terdapat kepala putik.
Dari hasil praktikum bunga cempaka kuning yaitu berwarna orange dan
aromanya sangat harum. Bunga cempaka kuning panjangnya sekitar 3-5 cm,
yang bagian terdalam lebih sempit dan lebih runcing dari pada yang terluar.
Bakal buah berjumlah lebih dari 20, letaknya berjejal-jejal, berbentuk telur
yang pipih, mempunyai rambut-rambut dan masing-masing memiliki bakal biji
yang banyak.
Menurut Nugroho (2006), pada bunga cempaka (Michelia champaca)
berbentuk tiang, bakal buah dan benang sari jelas dipisahkan oleh suatu ruang.
Bentuk buah seperti bola memanjang, agak sedikit bengkok, mula-mula hijau,
kemudian abu-abu pucat tertutup dengan jerawat. Biji yang masak berwarna
merah tua tergantung keluar pada berkas yang memanjang menjadi benang
yang langsing.
Dari hasil praktikum pada bunga kenanga (Cananga adorata) yaitu
bunga sempurna atau lengkap yang memiliki benang sari. Putik, mahkota
bunga, kelopak bunga dan tangkai bunga. Bunga ini terdiri dari 6 lembar daun
dan memiliki aroma yang menyengat atau khas. Bunga ini berwrna kehijauan
hingga kekuningan yang terdiri dari 6-10 kuntum dalam satu tangkai.
Menurut Nugroho (2006), bunga kenanga umumnya muncul di batang
atau ranting bagian atas, tersusun seperti bintang dan majemuk dengan garpu-
garpu. Bunga kenanga tersusun atas 6 lembar daun, memiliki aroma yang
harum, menggantung dalam rangkaian, memiliki mahkota yang lebar dan
sangat mudah gugur . bunga ini termasuk bunga lengkap, sebab memilki
benang sari, putik, mahkota bunga, kelopak bunga, dan tangkai bunga.
Dari hasil praktikum , bunga anggrek (Dendrobium sp) merupakan
tanaman hias yang memiliki keragaman warna dan bentuk bunga yang
bervariasi. Namun pada umunya bunga memiliki struktur yang sama. Bunga
anggrek memiliki kelopak (sepal), mahkota, petal, lidah (labellum), bakal buah
yang dibentuk dengan menyatukan putik dengan benang sari.
Menurut Mulyani (2006), bunga anggrek berbentuk khas yang juga
digunakan sebagai penentu spesies anggrek. Bunga ini tersusun majemuk
dengan tangkai bunga sebagai tempat tumbuhnya. Tangkai bunga tersebut
muncul dan memanjang dari ketiak daun. Helaian kelopak bunga terlihat mirip
dengan mahkota bunga. Di dalamnya terdapat benang sari dan putik, walaupun
begitu tanaman ini membutuhkan bantuan organisme lain untuk membantu
penyebaran serbuk sari ke mulut putik.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu, kita dapat mengetahui
morfologi pada bunga tunggal maupun bunga majemuk, bunga tersebut terdiri
dari bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga cempaka kuning (Michelia
champaca), bunga manga (Mangifera indica), bunga kenanga (Cananga
adorata), bunga anggrek (Dendrobium sp)

B. Saran
Pada saat mengamati morfologi Kita harus benar-benar teliti supaya kita
dapat memahami morfologi dan bagian-bagian yang ada pada bunga.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, E. 1995. Biologi Sel. Bandung : ITB

Mulyani, S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : PT. Kanisus

Nugroho, H. 2006. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan . Jakarta : Penebar


Swadaya