Anda di halaman 1dari 4

PENGAMBILAN SAMPEL AIR BERSIH

Ditetapkan Oleh,
No. Dokumen : SPO/PKL/PB/016
Kepala UPT Puskesmas DTP
Beber,
No. Revisi : 0

Pembuat SPO : K. PKL


SPO Tanggal Terbit : 02 Januari 2015
Drs. HAERIA, SKM., MKM
Pembina
NIP. 19641213 198803 1 006
PUSKESMAS
BEBER Unit Pemeriksa : POKJA II

Halaman : 1/3

1. Air Bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang
1. Pengertian
kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah
dimasak.
2. Pengawasan adalah pengendalian secara terus menerus terhadap suatu
keadaan atau kegiatan serta melakukan tindakan atau koreksi terhadap
keadaan atau kegiatan yang menyimpang dari ketentuan yang telah
ditetapkan sehingga dapat merugikan kesehatan masyarakat.
1. Untuk memperoleh hasil pengambilan sampel yang sesuai dengan
2. Tujuan
peraturan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan pengambilan sampel.
2. Untuk mencegah penurunan kualitas dan penggunaan air yang dapat
mengganggu dan membahayakan kesehatan, serta meningkatkan kualitas
air.
3. Kebijakan a. Keputusan Kepala Puskesmas Beber No 044/SK/KA-PKM.BBR/IV/2015
Tgl 20-01-2015 tentang penugasan progr. Kesling.
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
4. Referensi
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 / Menkes / PM / IX / 1990
tentang Syarat-Syarat Dan Pengawasan Kwalitas Air
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
4. Materi Pelatihan Penyehatan Air Bagi petugas Kesehatan Lingkungan
Puskesmas, Depkes RI Tahun 1995
I. Sampel Fisika dan Kimia
5. Prosedur
1. Air dari jaringan pipa, air sumur gali, air sumur pompa tangan dan air
mata air :
a. Botol timba yang akan digunakan dan semua wadah yang akan diisi
dibilas dengan air 3 kali. Pada waktu pengisian air kedalam botol dan
wadah yang lain dihindarkan terjadinya aerasi.
Contoh yang diperlukan ( sangat tergantung dari analisa parameter
yang akan dilaksanakan ).
- 1 botol oksigen diisi penuh untuk pemeriksaan CO2 agresif.
- 5 liter dalam jerigen
- 2 botol 500 ml diisi ¾ volume masing-masing diawetkan dengan
tolual dan asam sulfat pekat sebanyak 3 tetes.
b. Parameter yang harus diperiksa di lapangan : bau, rasa, temperature
udara dan air, sisa chlor dan pH.
c. Contoh air sebaiknya langsung diperiksa ke laboratorium, apabila
tidak memungkinkan contoh dapat diperiksa dengan selang waktu
maksimal 72 jam.
2. Air sungai, rawa, danau, waduk, air laut dan saluran air :
a. Sama dengan langkah pada 1.a
b. Contoh air yang diperlukan terdiri dari :
- 2 botol oksigen diisi penuh
- 5 liter dalam jerigen
- 2 botol 500 ml diisi ¾ volume masing-masing diawetkan dengan
botol toluol dan asam sulfat pekat 3 tetes.
c. Sama dengan langkah pada 1.c
d. Sama dengan langkah pada 1.d
II. Sampel Mikrobiologi
1. Pengambilan contoh air dari jaringan pipa dan sumur pompa tangan:
a. Kran dibuka penuh dan dibiarkan mengalir selama 2-3 menit atau
dalam waktu yang dianggap cukup untuk membersihkan pipa persil
kemudian ditutup.
b. Kran dipanaskan/diaseptis dengan nyala api dari alcohol atau
spirtus
c. Kran dibuka 1-2 menit kemudian penutup botol dilepas dengan
tangan kiri dan
botol dipegang dengan tangan kanan.
d. Botol diisi sampai 2/3 volume botol (lebih besar dari 100 ml.)
2. Botol yang berisi contoh air dibungkus, diikat dengan tali bagian
lehernya kemudian ditempelkan dengan keterangan sebagai berikut :
- Jenis air, misalnya : air pipa, air sumur gali dan lain-lain
- Lokasi dan waktu pengambilan
- Pengawetan yang diberikan
- Tanda tangan dan nama pengambil contoh air
Catatan :
- Air harus jelas dari pipa persil yang dihubungkan dengan pipa
induk
- Contoh sebaiknya diambil dari kran yang sering dipakai
- Dihindarkan pengambilan contoh air dari alat-alat tambahan yang
dipasang
pada kran yang bocor.
- Apabila kran kotor harus dibersihkan lebih dahulu.
2. Pengambilan contoh air sumur gali, reservoir, kolam renang dan mata
air :
a. Air diambil dengan botol yang diberi pemberat di bagian bawah
dan bertali kurang lebih 20 m yang diikat pada pertengahan botol.
Sebelum disucihamakan botol dibungkus dengan kertas
seluruhnya. Dan sebelum mengambil contoh air tangan harus
dibasuh dengan alcohol 70 % atau dengan spirtus.
b. Botol dipegang bagian bawah bungkus, kertas dibuka, tangan
jangan bersentuhan langsung dengan botol.
c. Tali dilepas dan diturunkan dengan pelas-pelan sampai mulut botol
masuk minimum 10 cm kedalam air (bila tinggi air
memungkinkan).
d. Setelah terisi penuh, botol diangkat dan isi dibuang sampai volume
contoh air menjadi 2/3 volume botol (lebih besar dari 100 ml.)
e. Botol yang telah berisi contoh air dibungkus kembali dengan kertas
pembungkus diikat pada lehernya, kemudian tempeli dengan label
seperti diatas.
Catatan :
- Botol dihindarkan bersentuhan dengan dinding.
- Botol pemeriksaan untuk sisa chlor dan pH, contoh diambil dengan
botol yang lain yang tidak diberi natrium thiosulfat.
3. Pengambilan contoh air sungai dan waduk :
a. Botol contoh dipegang didekat dasarnya dan lehernya diarahkan ke
bawah dibawah permukaan.
b. Botol selanjutnya diputar sampai ujung leher sedikit ke atas dan
mulut botol mengarah pada arah aliran.
c. Bila tidak terdapat aliran (misal : air waduk) perlu dibuat dengan
cara mendorong maju horizontal dengan arah menjauh dari tangan.
d. Bila menggunakan perahu pengambilan contoh air dilakkan pada
tempat-tempat dekat perahu.
e. Bila tidak memungkinkan dengan cara seperti yang telah
disebutkan diatas maka pengambilan contoh air dilakukan seperti
sumur gali.
Catatan :
- Contoh air sungai sebaiknya diambil dari bagian yang mengalir dan
dekat dengan permukaan.
- Bagian sungai yang diam sebaiknya dihindari.
- Untuk sungai yang lebar dan lurus, contoh diambil dari tepi, tetapi
pada jarak paling sedikit 1 meter dari sungai.
Pengambilan contoh air sungai yang tidak terjangkau tangan, contoh
air dapat diambil dengan botol pemberat.
1. Dinas Kesehatan
6. Unit Terkait
2. UPT Kesehatan Lingkungan
3. Bidan Desa / PKD
4. Kader / Aparat Desa
1. Buku catatan pengambilan sampel air
7. Dokumen Terkait
2. Laporan Hasil pemeriksaan Laboratorium (F-LAB 007)
8. Diagram Alir
Persiapan Alat dan Bahan

Kunjungan ke Lokasi

Sterilisasi Alat

Pengambilan Sampel Air

Pengiriman Sampel Air ke UPTKL

Pemeriksaan Sampel Air Oleh UPTKL


Puskesmas Beber Pengambilan Sampel No. Dokumen : No. Revisi : 0 Halaman :3/3
Air Bersih SPO/PKL/PB/016