Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIK KEDOKTERAN

PEMAHAMANAN DAN APLIKASI


† BERDASARKAN ILMU EMPIRIS
UU PRAKTIK KEDOKTERAN „ PROBABILITAS
„ PELUANG BIAS & “UNKNOWN”
AKUNTABILITAS PROFESI DAN KEPASTIAN HUKUM „ HUBUNGAN DOKTER-PASIEN BERDASAR UPAYA :
KONTRAK TERAPEUTIK
(INSPANNINGSVERBINTENNIS)
† PERKEMBANGAN SANGAT CEPAT: STANDAR
JUGA CEPAT BERUBAH
† COMPLEX AND TIGHTLY COUPLED SYSTEM
YULI BUDININGSIH
„ AKIBAT SPESIALISASI & INTERDEPENDENSI
SEKRETARIS MKEK PUSAT
„ PRONE TO ACCIDENT

PROFESI DOKTER EXISTING SITUATIONS:


† CIRI PROFESI BELUM TAMPAK KOKOH,
† DOKTRIN SOCIAL-CONTRACT
KARENA BELUM ADA OTONOMI
ANTARA MASYARAKAT DENGAN
„ REGULATING, GOVERNING, DISCIPLINING ?
PROFESI
„ PROFESI DIBERI OTONOMI DALAM † BANYAK PROFESIONAL BERPRAKTEK
MENGATUR TATA CARA BERPRAKTIK „ TANPA KOMPETENSI YANG SESUAI
PROFESI „ TANPA IJIN
„ MASYARAKAT BERHAK MEMPEROLEH † BANYAK PROFESIONAL BERPRAKTEK DI
JAMINAN PROFESIONALISME DAN LUAR BIDANG KEWENANGANNYA
AKUNTABILITAS PROFESI † NON-PROFESIONAL BERPRAKTEK
† PROFESIONAL ~ AKUNTABEL † PERLINDUNGAN MASYARAKAT ?

1
KEPERCAYAAN MASYARAKAT
UU 18/2002 tentang IPTEK

† “UNTUK MENJAMIN
TANGGUNGJAWAB DAN
AKUNTABILITAS PROFESIONALISME,
OEGANISASI PROFESI WAJIB
MENENTUKAN STANDAR,
PERSYARATAN, DAN SERTIFIKASI
KEAHLIAN, SERTA KODE ETIK
PROFESI”

JADI, PRAKTIK KEDOKTERAN:


UU 29 / 2004
†BUKAN SEKEDAR PEKERJAAN, PRAKTIK KEDOKTERAN
MELAINKAN JUGA PENGABDIAN MORAL
†DIANGGAP SEBAGAI AKUNTABEL
APABILA:
„ PERSYARATAN KOMPETENSI TERTENTU
„ KEWENANGAN FORMIL & MATERIEL
„ DILAKUKAN SESUAI STANDAR DAN ETIK
„ ALTRUISME
†OLEH KARENA ITU HARUS DIATUR
DENGAN UNDANG-UNDANG

UU PRAKTIK KEDOKTERAN DASAR PEMIKIRAN


† DIUNDANGKAN TGL 6 OKT 2004 † AGAR UPAYA KESEHATAN DILAKUKAN
„ MULAI BERLAKU TGL 6 OKT 2005 OLEH DOKTER DAN DOKTER GIGI
YANG MEMILIKI ETIK DAN MORAL
† KONSIL DIBENTUK 21 FEB 2005 YANG TINGGI, KEAHLIAN DAN
„ PERALIHAN S.P. DAN S.I.P. SEKARANG KEWENANGAN YG DITINGKATKAN
KE S.T.R. DAN S.I.P. BARU HINGGA 21 MELALUI PENDIDIKAN, SERTIFIKASI,
FEB 2007 REGISTRASI, LISENSI, PEMBINAAN,
† EFEKTIF BILA SELURUH PERATURAN PENGAWASAN, PEMANTAUAN
PELAKSANAAN DIUNDANGKAN † PERLINDUNGAN & KEPASTIAN HUKUM
BUAT PEMBERI & PENERIMA LAYANAN

2
TUJUAN UU PRADOK SISTEMATIKA UU PRADOK
† MEMBERIKAN PERLINDUNGAN † KONSIL † PERSYARATAN
KEPADA PASIEN KEDOKTERAN PRAKTIK
† PENYELENGGARAAN „ + PENDIDIKAN
† MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN „ + REGISTRASI
PRAKTIK
KESEHATAN † PENYELENGGARAAN
† DISIPLIN PROFESI
† KEPASTIAN HUKUM BAGI PEMBERI PRAKTIK
LAYANAN DAN KEPADA PENERIMA † MKDKI + DISIPLIN
LAYANAN PROFESI
† KETENTUAN PIDANA

PROTECTING THE SOCIETY, GUIDING THE DOCTORS,


EMPOWERING THE PROFESSION

PERSYARATAN PRAKTIK
PERSYARATAN PRAKTIK † BERTUJUAN: MENJAGA DAN
MENINGKATKAN AKUNTABILITAS
PROFESI
KONSIL – KOLEGIUM – ORG.PROFESI „ BAHWA SETIAP DOKTER MEMILIKI
KOMPETENSI & MEMILIKI KEWENANGAN
PENDIDIKAN
(PAPAN PRAKTIK: NAMA + STR + SIP)
REGISTRASI „ BAHWA ORANG YG BUKAN DOKTER
TIDAK AKAN MEMILIKI STR + SIP

PERSYARATAN DOKTER PENYELENGGARAAN


† STANDAR PENDIDIKAN PRAKTIK
„ DISUSUN OLEH AIPKI, IRSPI, KOLEGIUM
„ DITETAPKAN OLEH KONSIL
† STANDAR KOMPETENSI
„ KURIKULUM STANDAR
„ UJIAN KOMPETENSI
„ SERTIFIKAT KOMPETENSI
„ KOMPETENSI BERJENJANG & DIK-LAT
BERKELANJUTAN

3
PERSYARATAN MEMPEROLEH
PENYELENGGARAAN PRAKTIK SURAT IJIN PRAKTIK
† IJASAH DOKTER / SPESIALIS
† PASAL 36-38: IJIN PRAKTIK
† SERTIFIKAT KOMPETENSI
† PASAL 39-43: PELAKSANAAN PRAKTIK
† SUMPAH / JANJI DOKTER
† PASAL 44: STANDAR PELAYANAN
† SEHAT MENTAL DAN FISIK
† PASAL 45: PERSETUJUAN TINDAKAN
† PERNYATAAN PATUHI ETIK PROFESI
† PASAL 46-47: REKAM MEDIS
† SURAT TANDA REGISTRASI (S.T.R.)
† PASAL 48: RAHASIA KEDOKTERAN
† TEMPAT PRAKTIK (MAKS 3 TEMPAT,
† PASAL 49: KENDALI MUTU & BIAYA TIAP SIP UNTUK SATU TEMPAT)
† PASAL 50-53: HAK & KEWAJIBAN PASIEN † REKOMENDASI ORGANISASI PROFESI
DAN DOKTER
WNA : S.T.R. SEMENTARA, PPDS WNA : S.T.R. BERSYARAT

SERTIFIKASI
KOMPETENSI SURAT IJIN PRAKTEK

†PRAKTEK WAJIB MEMILIKI S.I.P.


REGISTRASI †SIP DITERBITKAN DINAS
KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
RE -
†MAKSIMUM 3 TEMPAT, SATU SIP
5 TAHUNAN SATU TEMPAT
LISENSI
†SYARAT:
„ MEMILIKI S.T.R.
„ MEMILIKI TEMPAT PRAKTIK
PEMBINAAN DAN
„ REKOMENDASI ORG PROFESI
DISIPLIN
UU PRA-DOK

TIDAK PERLU SIP BILA: PELAKSANAAN PRAKTIK


† MELAKUKAN TINDAKAN MEDIK † HARUS MEMILIKI S.T.R. DAN S.I.P.
INSIDENTIL ATAS PERMINTAAN † BILA BERHALANGAN: BERITAHU ATAU
SARANA KESEHATAN PENGGANTI
† PASANG PAPAN PRAKTIK
† KERJA SOSIAL
† PATUHI STANDAR PROFESI DAN SOP
† BENCANA
† BUAT REKAM MEDIS
† DLL † PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS
† JAGA / SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN
LAPOR KE KA DINAS KESEHATAN SETEMPAT † KENDALI MUTU DAN BIAYA

4
STANDAR PELAYANAN PER-TIN-DIK
† WAJIB MENGIKUTI STANDAR YAN † TINDIK HARUS DISETUJUI “PASIEN”,
SETELAH DIBERI PENJELASAN:
† STANDAR YANDOK: DIBEDAKAN „ DIAGNOSIS DAN TATA CARA TINDIK
MENURUT JENIS & STRATA SARKES „ TUJUAN TINDIK
„ ALTERNATIF DAN RISIKO
† STANDAR YANDOK: DITETAPKAN
„ RISIKO DAN KOMPLIKASI YG MUNGKIN
PERATURAN MENTERI KESEHATAN „ PROGNOSIS TINDIK
† PERSETUJUAN : LISAN/ TERTULIS
† TINDIK RISIKO TINGGI: TERTULIS
† SELANJUTNYA: PERATURAN MENTERI

UU PRA-DOK UU PRA-DOK

REKAM MEDIS RAHASIA KEDOKTERAN


† WAJIB MEMBUAT REKAM MEDIS †WAJIB SIMPAN RAHASIA
† HARUS SEGERA DIBUAT, DIBUBUHI KEDOKTERAN
NAMA, WAKTU, TTD PETUGAS †DAPAT DIBUKA:
„ KEPENTINGAN KESEHATAN PASIEN
† REKAM MEDIS MILIK SARKES, ISINYA
„ PERMINTAAN PENEGAK HUKUM
MILIK PASIEN „ PERMINTAAN PASIEN
† HARUS DISIMPAN SBG RAHASIA „ PERUNDANG-UNDANGAN
† SELANJUTNYA PERATURAN MENTERI †LEBIH LANJUT: PERATURAN MENTERI

UU PRA-DOK UU PRA-DOK

KENDALI MUTU / BIAYA HAK DOKTER


† WAJIB MENYELENGGARAKAN † PERLINDUNGAN HUKUM SEPANJANG
KENDALI MUTU DAN BIAYA SESUAI STANDAR PROFESI & S.O.P
† DAPAT DISELENGGARAKAN AUDIT † MELAKSANAKAN SESUAI S.P & S.O.P
MEDIS † MEMPEROLEH INFO YG JUJUR &
† PEMBINAAN DAN PENGAWASAN OLEH LENGKAP DARI PASIEN/KELUARGA
ORG PROFESI † MENERIMA IMBALAN JASA

UU PRA-DOK

5
BATASAN KEWAJIBAN DOKTER
† Standar profesi adalah batasan † BERI YANMED SESUAI S.P. & SOP,
kemampuan minimal yg harus SERTA KEBUTUHAN MEDIS PASIEN
dikuasai, dibuat oleh organisasi
profesi † MERUJUK BILA TAK MAMPU
† S.O.P. adalah perangkat instruksi/ † MERAHASIAKAN
langkah2 yg dibakukan untuk † PERTOLONGAN DARURAT, KECUALI
menyelesaikan proses kerja rutin, BILA YAKIN ADA ORANG LAIN YG
berdasarkan konsensus, dibuat oleh BERTUGAS DAN MAMPU
sarkes dg berdasarkan kpd standar
profesi † MENAMBAH IPTEKDOK

HAK PASIEN KEWAJIBAN PASIEN


† MEMPEROLEH PENJELASAN † BERI INFO YG LENGKAP DAN JUJUR
† MEMINTA PENDAPAT KEDUA † MEMATUHI NASIHAT DAN PETUNJUK
† MENDAPAT PELAYANAN SESUAI † MEMATUHI KETENTUAN SARKES
KEBUTUHAN MEDIS † MEMBERI IMBALAN JASA
† MENOLAK TINDAKAN MEDIS
† MENDAPATKAN ISI REKAM MEDIS

† PIDANA 3 TH / DENDA 100 JUTA PERALIHAN


„ WNI, PRAKTIK TANPA STR
„ WNA, PRAKTIK TANPA STR SEMENTARA/ † KETENTUAN UU 23/92 BERLAKU
BERSYARAT
SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN
„ PRAKTI TANPA SIP
† PIDANA 5 TH / DENDA 150 JUTA † SP = STR, SIP = SIP
„ BERTINDAK SEOLAH-OLAH DOKTER „ PENYESUAIAN SAMPAI 2 TAHUN
† PIDANA 1 TH / DENDA 50 JUTA: SETELAH KONSIL TERBENTUK
„ TIDAK PASANG PAPAN PRAKTIK † SEBELUM MKDKI TERBENTUK,
„ TIDAK BUAT REKAM MEDIS DITANGANI KADINKES PROP
„ TIDAK PENUHI KEWAJIBAN DOKTER „ BENTUK TIM PERTIMBANGAN
† PIDANA 10 TH / DENDA 300 JUTA
† KONSIL DIBENTUK DALAM 6 BULAN
„ MEMPEKERJAKAN DOKTER TANPA SIP
„ BILA KORPORASI: TAMBAH 1/3 + CABUT IJIN
UNDANG-UNDANG BERLAKU SETAHUN SEJAK DIUNDANGKAN

6
KEPASTIAN BAGI MASYARAKAT
PENGGUNA JASA BAHWA:
ASPEK KEPASTIAN HUKUM
DAN PERLINDUNGAN HUKUM † DOKTER YG BERPRAKTEK:
BERKOMPETENSI STANDAR,
†BAGI MASYARAKAT PENGGUNA JASA TERREGISTRASI DAN BERWENANG
†BAGI DOKTER DAN DOKTER GIGI † DOKTER YG BERPRAKTEK: BEKERJA
SESUAI ETIK, STANDAR PROFESI DAN
S.O.P.
† HAK PASIEN & KEWAJIBAN DOKTER
AKUNTABILITAS DITEGAKKAN DENGAN HK PIDANA
PROFESI † MUTU LAYANAN DAN KENDALI BIAYA

KEPASTIAN DAN PERLINDUNGAN


KEPASTIAN BAHWA: HUKUM BAGI DOKTER
† KKI, DINKES, ORG PROFESI
MENGAWASI PELAKS. PRAKTIK † HAK DOKTER DAN KEWAJIBAN
PASIEN
† SANKSI MKDKI: SKORSING,
† HAK BEKERJA SESUAI DNG STANDAR
PENCABUTAN SIP, RE-EDUKASI
PROFESI DAN ETIK (OTONOMI
† 4 JALUR PENYELESAIAN: ETIK, PROFESI)
DISIPLIN PROFESI, HK PIDANA DAN † HAK ATAS PERLINDUNGAN HUKUM
HK PERDATA SEPANJANG SESUAI STANDAR
PROFESI & SOP

BELUM ADA KEPASTIAN HUKUM: KELEMAHAN UU PRADOK


† PEMERATAAN LAYANAN DOKTER † Aturan disiplin kedokteran = materi muatan HAM krn
msk pasal2 Æ obyek Komnas HAM
† PENGERTIAN MALPRAKTIK, KELALAIAN † Uncertainties peradilan DR/DRG ec tak ne bis in idem
MEDIS, KECELAKAAN, RISIKO DAN – ps 66 ay 1 n ay 3
KOMPLIKASI, † Tak ada pasal malpraktek Æ penyidik msh gunakan
pola “monopoli’ psl 359-360 KUHP dgn segenap
† PEMBUKTIAN MALPRAKTIK eksesnya
† HUBUNGAN R.S. DENGAN DR, KAITANNYA † Tak ada batasan gugatan imaterial Æ defensive med
† Msh “sisa” Kriminalisasi pelanggaran administratif
DENGAN TG-JWB HUKUM (tanpa papan nama Æ pidana denda) – ps 79
† BATAS MAKSIMUM TUNTUTAN GANTI RUGI † Rahasia kedokteran Æ blh dibuka di penyidik (ps 48
ay 2) padahal seharusnya di PN
† NO FAULT COMPENSATION

7
BAGAIMANA MEMAHAMI ISU
PEMAHAMAN MALPRAKTIK MALPRAKTEK MEDIS ?

MISKONSEPSI MASYARAKAT MALPRACTICE


† LAYANAN MEDIS RUMAH SAKIT † PROFESSIONAL MISCONDUCT OR UNREASONABLE
LACK OF SKILL.
HARUS MENGHASILKAN
KESEMBUHAN ATAU KESUKSESAN † FAILURE OF ONE RENDERING PROFESSIONAL
SERVICES TO EXERCISE THAT DEGREE OF SKILL
† SETIAP DOKTER HARUS SELALU SIAP AND LEARNING COMMONLY APPLIED UNDER ALL
BERKORBAN MELAYANI PASIEN THE CIRCUMSTANCES IN THE COMMUNITY BY THE
† SETIAP LAYANAN MEDIS YANG AVERAGE PRUDENT REPUTABLE MEMBER OF THE
MENGHASILKAN AKIBAT BURUK PROFESSION WITH THE RESULT OF INJURY, LOSS
OR DAMAGE TO THE RECIPIENT OF THOSE
(unexpected, unintended, undesired) SERVICES OR TO THOSE ENTITLED TO RELY UPON
ADALAH MALPRAKTEK MEDIS THEM.

BLACK’S LAW DICTIONARY

MEDICAL MALPRACTICE MENILAI ADAKAH MALPRAKTIK


† Medical malpractice involves the † BERDASARKAN PROSEDUR ATAU
physician’s failure to conform to BAGAIMANA TINDAKAN MEDIS
the standard of care for DILAKSANAKAN
treatment of the patient’s „ ADAKAH ERROR OF PLANNING
condition, or lack of skill, or „ ADAKAH ERROR OF EXECUTION
negligence in providing care to ACUAN: ETIK DAN STANDAR
the patient, which is the direct † BUKAN BERDASARKAN HASILNYA
cause of an injury to the patient.
World Medical Association, 1992

8
KEGAGALAN / HASIL BURUK
dapat sebagai akibat dari : KESIMPULAN
†LEBIH DISEBABKAN OLEH PERJALANAN † KEPASTIAN HUKUM UU 29/2004 :
PENYAKIT, TERMASUK KOMPLIKASI JAMINAN AKUNTABILITAS PROFESI
†LEBIH DISEBABKAN OLEH RISIKO
MANAJEMEN MEDIS (Adverse events) † KEPASTIAN HUKUM LAIN DIATUR
„ RISIKO YG ACCEPTABLE DALAM PERATURAN PER-UU-AN LAIN
†TELAH DI-INFORMASIKAN DAN DISETUJUI
„ TKT PROBABILITAS DAN KEPARAHAN RENDAH † PERLINDUNGAN HUKUM BAGI
„ THE ONLY WAY DOKTER ADALAH SEPANJANG
†RISIKO YG UNFORESEEABLE
BEKERJA SESUAI STD PROFESI DAN
„ CULPA : KELALAIAN MEDIK
†foreseeable and avoidable risks SOP
„ DOLUS : KESENGAJAAN

TERIMA KASIH

SELAMAT BERDISKUSI