Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan Karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyusun modul ini hingga selesai. Pada kesempatan kali ini
membahas tentang “Konstruksi Bahan Tekstil”.

Proses pembuatan modul ini, tentunya penulis mendapat bimbingan, arahan, koreksi,
dan saran, maka dari itu penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada:

1. Orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moril maupun materil.
2. Dra. Sicilia Sawitri, MPd. selaku dosen mata kuliah Perencanaan Pembelajaran.
3. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk laporan ini.
4. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu.

Demikian modul ini saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Modul ini
masih jauh dari sempurna. Maka saya sebagai penulis membutuhkan kritik dan saran yang
membangun demi sempurnanya modul ini.

Semarang, Mei 2018

Yurike Arinda Putri R


NIM. 5403416016
DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………...

Daftar isi………………………………………………………………………………

Bab I. pendahuluan……………………………………………………………………

Deskripsi………………………………………………………………………

Prasyarat………………………………………………………………………

Petunjuk penggunaan modul………………………………………………….

Tujuan akhir pembelajaran……………………………………………………

Kompetensi……………………………………………………………………

Cek kemampuan siswa………………………………………………………..

Bab II. Pembelajaran………………………………………………………………….

Tujuan kegiata pembelajaran…………………………………………………

Uraian materi………………………………………………………………….

Rangkuman……………………………………………………………………

Tugas………………………………………………………………………….

Evaluasi……………………………………………………………………….

Kunci jawaban………………………………………………………………...

Lembar kerja…………………………………………………………………..

Bab III. Evaluasi………………………………………………………………………..

Bab IV. Penutup………………………………………………………………………

Daftar pustaka…………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI
Modul yang berjudul “Konstruksi Bahan Teksti” ini berdiri atas kumpulan
materi tentang dasar konstruksi tenunan, macam silang dasar, dan macam tenunan.
Pada modul ini juga peserta didik juga akan diajak untuk melakukan
penelitian bahan tekstil secara visual dan membuat simulasi konstruksi tenunan
silang dasar, yang dimaksudkan untuk mengetahui struktur serat tekstil.
Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik memiliki wawasan
dan pengetahuan konstruksi bahan tekstil serta mampu melakukan penelitian
konstruksi bahan tekstil.
B. PRASYARAT
Untuk mempelajari modul ini prasyarat yang harus dimilik oleh peserta didik
adalah telaah selessai mempelajari materi tentang serat bahan tekstil san konstruksi
benang tekstil.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petujuk bagi peserta didik
a. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan
teliti.karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang
sedang peserta didik pelajari.
b. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh
mana pengetahuan yang telah peserta didik miliki.
c. Apabila dari soal dalam cek kemampuan telah peserta didik kerj
d. akan dan 80% terjawab dengan benar, maka peserta didik dapat langsung
menuju evaluasi untuk mengerjakan soal-soal tersebut.
e. Catatlah semua kesulitan anda selama mempelajari modul ini, untuk
ditanyakan kepada guru /instruktur pada saat tatap muka. Bacalah
referensi lain yang ada hubungannya dengan materi modul ini agar anda
mendapatkan pengetahuan tambahan

2. Petunjuk Guru
a. Bacalah modul ini dengan hati-hati, bagian ini merupakan keterampilan
dan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik dalam mencapai
kompetensi ini.
b. Bimbinglah peserta didik agar tidak mendapat kesulitan dalam
mempelajari unit ini.
c. Bimbinglah peserta didik anda untuk menyiapkan keperluan dan
peralatan dalam menyelesaikan pekerjaan ini.
d. Berilah kesempatan bertanya pada mereka.
e. Berikan penilaian kemajuan belajar, sehingga tujuan akhir dapat tercapai
dengan baik.
D. TUJUAN AKHIR PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat :
1. Menjelaskan konstruksi tenunan, alat tenun dan macam bahan tenunan.
2. Melakukan pengidentifikasian kostruksi tenunan bahan tekstil
3. Melakukan simulasi membuat tenunan dasar (polos, kepar dan tekstil)
E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

KI 1) Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang


ajaran agama yang dianutnya Maha Esa, melalui menjaga dan
melestarikan keutuhan jiwa, raga
manusia serta lingkungan kerja
sebagai tindakan pengamalan
menurut agama yang dianutnya.
KI 2) Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menunjukkan perilaku amaliah
perilaku jujur, disiplin, tanggung (jujur , disiplin, tanggung jawab,
jawab, peduli ( gotong royong, peduli, santun, ramah lingkungan,
kerjasama, toleran, damai),
gotong royong) dalam aktivitas
responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai sehari-hari sebagai wujud
bagian dari solusi atas berbagai implementasi sikap dalam
permasalahan bangsa dalam melakukan pekerjaan
berinteraksi secara efektif 2.2. Menghargai kerja individu dan
dengan lingkungan sosial dan kelompok dalampembelajaran
alam serta dalam menempatkan sehari-hari sebagai wujud
diri sebagai cerminan bangsa implementasimelaksanakan
dalam pergaulan dunia pembelajaran tekstil
KI 3) Memahami, menerapkan dan 3.2. Menjelaskan konstruks tenunan
menganalisis pengetahuan bahan tekstil
factual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
phenomena dan kejadian
dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan
masalah
KI 4) Mengolah, menalar, dan menyaji 4.2. Mengindentifikasi konstruksi
dalam ranah konkret dan ranah tenunan bahan tekstil
abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung

F. CEK KEMAMPUAN AWAL

Isilah kotak di sebelah pertanyaan berikut dengan memberi tanda “V” jika jawaban
“ya” atau “tidak”
No Pertanyaan Ya Tidak

1. Sudahkah anda mengetahui apa itu bahan tekstil?

2. Dapatkah anda membedakan asal serat?

3. Sudahkah anda mengetahui apa itu konstruksi tenunan?

4. Sudahkah anda melakukan percobaan penggolongan bahan


tekstil melalui sebuah uji?
5. Sudahkah anda mengetahui beberapa jenis benang?
BAB II

PEMELAJARAN

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat :


1. Menjelaskan konstruksi tenunan, alat tenun dan macam bahan tenunan.
2. Melakukan pengidentifikasian kostruksi tenunan bahan tekstil
3. Melakukan simulasi membuat tenunan dasar (polos, kepar dan tekstil)
B. Uraian Materi 1
Konstruksi bahan tekstil terjadi karena susunan benang lungsin dan benang pakan.
Benang lungsin adalah benang yang membujur menurut panjnag bahan, benang
pakan adalah benang yang melintang menurut lebar bahan.

Pembuatan bahan tekstil sudah dikenal sejak zaman sebelum masehi, proses
pembuatannya dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan mesin. Sesuai
perkembangan industri tekstil proses pembuatan bahan teksil dapat dilakukan
dengan berbagai cara antara lain dengan di tenun.

Tenunan adalah proses pembuatan bahan tekstil yang dilakukan melalui persilangan
antara benang lungsin dan benang pakan pada sudut yang tepat satu sama lain (900).
Silang tenun terdiri dari bermacam macam silang dasar dan variasinya. Silang dasar
dikelompokkan menjadi tiga yaitu, silang polos, silang satin dan silang kepar.

MACAM SILANG DASAR


1. Silang Polos (Silang Lenan)
Silang polos (silang lenan) Silang polos mempunyai persilangan yang paling
banyak antara benang lungsin dan benang pakan. Disebut juga dengan silang
lenan karena seluruh bahan lenan ditenun dengan silang polos. Bahan tekstil
yang ditenun dengan silang polos mempunyai permukaan yang sama antara
bagian yang baik dan bagian yang buruk. Silang polos adalah silang yang
paling tua dan paling banyak dipergunakan untuk produksi bahan tekstil.
Kelebihan silang polos antara lain, kuat karena banyak persilangannya, licin
karena persilangan dekat satu sama lain, tidak mudah bertiras dan benangnya
tidak mudah tersangkut.

Kontruksi bahan tekstil yang dibuat dengan silang polos paling sedikit terdiri
dari dua benang lungsin dan dua benang pakan. Meskipun tenunan polos
sangat sederhana, namun dapat dikembangkan dalam berbagai variasi.
Pengembangan tenunan polos dapat dilakukan dengan memaksimalkan jenis
tenunan ini antara lain, blacu,bahan putih, poplin, berkolin, zepir, lenan
kapas, laken, crape de chine, crape georgette, organdi dan batist
Sumber : Tekstil 1, kemendikbud

Ada bebarapa jenis turunan silang polos antara lain alur lunsing (alur lintang)
dan alur pakan (alur bujur). Alur terjadi apabila benang pakan dan benang
lungsin pada tenunan yang tidak sama besar. Turunan s
a. Alur Lungsin (alur lintang) Disebut alur lungsin atau alur lintangkarena
benang lunsing lebih banyak terlihat diatas tenunan. Alur ini terjadi
apabila sehelai benang pakan besar atau beberapa helai benang lungsin
disatukan. Karena benang pakan lebih besar dari pada benang lungsin
maka terjadi alur yang melintang pada tenunan. Pada alur lungsin, benang
pakan sama sekali tidak terlihat, oleh karena itu benang pakan dapat
diganti dengan benang yang kurang baik, sedangkan benang lungsin dari
benang wol atau sutera. Dari situ terlihatlah tenunan seperti tenunan wol
atau sutera.
b. Alur pakan (alur bujur) Disebut alur pakan atau alur bujur karena alur
benang lungsin lebih besar dari pada benang pakan, atau beberapa benang
lungsin disatukan. Karena benang lungsin lebih besar maka terjadi alur
membujur. Oleh sebab itu benang pakan yang lebih banyak terlihat di
atas, karenanya disebut alur pakan. Pada alur pakan, benang lungsin tidak
terlihat maka benang lungsin dapat diganti dengan benang yang kurang
baik tapi cukup kuat, sedang benang pakan dari benang yang baik seperti
misalnya wol atau sutera. Maka akan terlihat tenunan wol atau sutera.

Sumber : Tekstil 1, KEMENDIKBUD

2. Silang Kepar
Silang kepar Pada bagian baik dari tenunan silang kepar terlihat alur yang arahnya
serong ke kiri atau ke kanan. Timbal balik silang kepar tidak sama, kecuali pada
kepar timbale balik. Pada bagian baik tenunan terlihat lebih berkilau sedikit dari
bagian buruk. Pada salah satu bagian lebih banyak terlihat benang lungsin dari pada
benang pakan, pada bagian yang lain sebaliknya. Apabila pada bagian baik tenunan
terlihat banyak lungsin, disebut kepar lungsin. Apabila terlihat banyak benang pakan,
disebut kepar pakan.
Variasi silang kepar antara lain, silang kepar timbal balik, kepar diperkuat, kepar
tulang banyak, kepar tulang ikan, kepar silang, dan kepar biku.
Silang kepar lebih kuat daripada silang polos, karena lebih banyak benang yang
dipergunakan untuk silang kepar juga lebih berat daripada silang polos. Bahan tekstil
yang dihasilkan ditenun silang kepar ialah: drill, gabardine, bahan kasur, dan
veterban.
Sumber : Tekstil I, KEMENDIKBUD

3. Silang Satin
Silang satin Membuat tenunan dengan silang satin paling sedikit memerlukan lima
gun, oleh karena itu disebut satin silang lima. Gambaran yang sekecil-kecilnya dari
silang satin ialah lima lungsin dan lima pakan. Satin itu disebut satin lungsin apabila
yang terlihat di atas bahan banyak benang lungsin. Disebut satin pakan apabila yang
terlihat di atas bahan banyak benang pakan. Biasanya tenunan satin lima gun ditulis
4:1, artinya empat benang lungsin di atas dan satu benang pakan di bawah.
Kemungkinan yang lain 1: 4 artinya satu benang lungsin di atas dan empat benang
pakan di bawah.
Corak yang menggambarkan silang satin sekurang-kurangnya terdiri dari lima
lungsin dan lima pakan. Lompatan pada silang satin selalu lebih dari satu, tidak
pernah jumlah gun kurang satu, dan tidak boleh mempunyai pembagi yang sama.
Untuk satin lima gun lompatannya yang mungkin dua dan tiga, sebab kalau satu dan
empat akan terjadi silang kepar. Silang satu enam gun tidak mungkin dapat dibuat,
karena mempunyai pembagi yang sama dengan lompatan. Satin tujuh gun yang
mungkin dapat dibuat dengan lompatan dua, tiga, dan lima; bila satu atau enam akan
terjadi silang kepar, karena enam dapat dibagi dua dan dapat pula dibagi tiga
sehingga ada benang pakan dan lungsin yang tidak terikat.

Pada gambar silang satin terlihat bahwa persilangan antara benang pakan dan benang
lungsin selalu berjauhan (lebih jauh dari silang kepar). Oleh karena itu lebih banyak
benang yang diperlukan untuk tenunan itu. Bagian baik dan buruk silang sating
sangat berlainan coraknya, bagian baik lebih berkilau. Silang satin mempunyai
tempat persilangan hanya sedikit, oleh karena itu terlihat lebih berkilau.

Satin ada dua macam yaitu satin lungsin dan satin pakan. Dikatakan satin lungsin
apabila pada bagian baik satin itu lebih banyak terlihat benang lungsin daripada
benang pakan. Satin pakan apabila yang banyak terlihat pada bagian baik adalah
benang pakan.

Keuntungan silang satin ialah untuk mendapatkan tenunan yang berkilau, tenunan
akan lebih kuat karena memerlukan lebih banyak benang, mendapatkan tenunan
berpori, benang yan kurang baik dapat disembunyikan. Untuk membuat silang satin
dapat digunakan benang yang kurang baik, karena benang yang kurang baik ini dapat
disembunyikan dari permukaan tenunan itu.

Keburukannya ialah tenuna silang satin mempunyai benang bebas yang panjang,
oleh karenanya benang bebas ini lebih mudah tersangkut dan putus.

Bahan tekstil bahan yang ditenun silang satin ialah: satiner, bahan kasur, damas,
handuk berkotak, dan pellen. Variasi silang satin ialah satin yang diperkuat dan satin
dril.
Sumber : Tekstil 1, KEMENDIKBUD
C. RANGKUMAN
Konstruksi bahan tekstil terjadi karena susunan benang lungsin dan benang
pakan, proses pembuatannya dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan mesin.
Tenunan adalah proses pembuatan bahan tekstil yang dilakukan melalui
persilangan antara benang lungsin dan benang pakan pada sudut yang tepat satu sama
lain. Silang tenun terdiri dari bermacam macam silang dasar antara lain silang polos,
silang kepar dan satin.
Tenunan silang polos kuat karena banyak persilangannya, licin karena
persilangan dekat satu sama lain, tidak mudah bertiras dan benangnya tidak mudah
tersangkut. Kontruksi bahan tekstil yang dibuat dengan silang polos paling sedikit
terdiri dari dua benang lungsin dan dua benang pakan. Berkolin, poplin merupakan
hasil tenunan silang polos.
Cirikhas silang kepar pada permukaan bagian baik terlihat alur yang arahnya
serong ke kiri atau ke kanan. Silang kepar lebih kuat daripada silang polos, karena
lebih banyak benang yang dipergunakan untuk silang kepar juga lebih berat daripada
silang polos.
Tenunan silang satin disebut silang lima karena paling sedikit memerlukan lima
gun. Kelebihan silang satin tenunan yang berkilau, tenunan lebih kuat karena
memerlukan lebih banyak benang, Keburukannya silang satin lebih mudah
tersangkut dan putus. Bahan yang dihasilkan dari silang satin antara lain, satiner,
bahan kasur, damas, handuk berkotak, dan pellen.

D. TUGAS
Siswa mengamati struktur tenunan bahan tekstil, kemudian dianalisis dan dibuat
laporan tertulis.
Dengan cara :
1. Menyiapkan macam perca yang akan analisis
2. Mengamati secara cermat dengan menggunkana kaca pembesar dan dibantu
dengan jarum dan pinset
3. Catat atau gambar hasil pengamatan.
4. Identifikasikan hasil pengamatan dan pisahkan sesuai konstruksi tenunannya,
apakah menggunakan silang polos, silang kepar ataukah silang satin.
5. Buat kesimpulan akhir
6. Tulis hasil analisis dengan bentuk laporan
7. Kumpulkan ke guru
E. EVALUASI
1. Apa yang anda ketahui tentang konstruksi tenunan bahan tekstil!
2. Jelaskan pengertian hal-hal dibawah ini, menurut anda!
i. Tenunan
ii. Benang pakan
iii. Benang lungsin
3. Sebut dan jelaskan macam silang dasar dalam konstruksi tenunan bahan
tekstil menurut anda!
4. Sebutkan bahan yang dihasilkan dari macam silang dasar (polos, kepar dan
satin). Minimal 3 jenis bahan!
5. Sebutkan keuntungan yang dihasilkan oleh silang satin
1.3 Kunci Jawaban
i. Konstruksi tenunan bahan tekstil terjadi karena susunan benang lungsin dan
benang pakan.
b. Pengertian
i. Tenunan adalah proses pembuatan bahan tekstil yang dilakukan
melalui persilangan antara benang lungsin dan benang pakan pada
sudut yang tepat satu sama lain (90o).
ii. Benang pakan adalah benang yang melintang menurut lebar bahan
iii. Benang lungsin adalah benang yang membujur menurut panjang
bahan.
c. Macam silang dasar :
i. Silang Polos mempunyai persilangan yang paling banyak antara
benang lungsin dan benang pakan. Silang polos disebut juga dengan
silang lenan.
ii. Silang kepar pada permukaan bagian baik terlihat alur yang arahnya
serong ke kiri atau ke kanan. Silang kepar lebih kuat daripada silang
polos, karena lebih banyak benang yang dipergunakan untuk silang
kepar juga lebih berat daripada silang polos.
iii. Silang satin disebut silang lima karena paling sedikit memerlukan
lima gun. Kelebihan silang satin tenunan yang berkilau, tenunan
lebih kuat karena memerlukan lebih banyak benang, Keburukannya
silang satin lebih mudah tersangkut dan putus. Bahan yang
dihasilkan dari silang satin antara lain, satiner, bahan kasur, damas,
handuk berkotak, dan pellen
d. Bahan yang dihasilkan dari silang :
i. Polos
ii. Kepar : drill, gabardine, bahan Kasur dan veterban
iii. Satin
e. Keuntungan yang dihasilkan silang satin ialah untuk mendapatkan tenunan
yang berkilau, tenunan akan lebih kuat karena memerlukan lebih banyak
benang mendapatkan tenunan berpori, benang yang kurang baik dapat
disembunyikan.
F. KUNCI JAWABAN
1. Konstruksi tenunan bahan tekstil terjadi karena susunan benang lungsin dan
benang pakan.
2. Pengertian
i. Tenunan adalah proses pembuatan bahan tekstil yang dilakukan
melalui persilangan antara benang lungsin dan benang pakan pada
sudut yang tepat satu sama lain (90o).
ii. Benang pakan adalah benang yang melintang menurut lebar bahan
iii. Benang lungsin adalah benang yang membujur menurut panjang
bahan.
3. Macam silang dasar :
i. Silang Polos mempunyai persilangan yang paling banyak antara
benang lungsin dan benang pakan. Silang polos disebut juga dengan
silang lenan.
ii. Silang kepar pada
iii. Silang satin
4. Bahan yang dihasilkan dari silang :
i. Polos
ii. Kepar : drill, gabardine, bahan Kasur dan veterban
iii. Satin
5. Keuntungan yang dihasilkan silang satin ialah untuk mendapatkan tenunan
yang berkilau, tenunan akan lebih kuat karena memerlukan lebih banyak
benang mendapatkan tenunan berpori, benang yang kurang baik dapat
disembunyikan.
BAB III

EVALUASI

 Kognitif Skill
a. Jelaskan konstruksi tenunan bahan tekstil?
b. Sebutkan macam silang tenun dalam konstruksi tenun!
c. Jelaskan macam silang tenun !
d. Sebutkan beberapa jenis kain berdasarkan konstruksi tenunannya !
 Psikomotor Skill
e. Buatlah gambar konstruksi silang pada tenunan !
Kunci Jawaban
a. Konstruksi tenunan bahan tekstil terjadi karena susunan benang lungsin dan
benang pakan.
b. Silang polos, silang satin dan silang kepar
c. Macam silang tenun :
- Silang Polos mempunyai persilangan yang paling banyak antara benang
lungsin dan benang pakan. Silang polos disebut juga dengan silang lenan.
- Silang kepar pada permukaan bagian baik terlihat alur yang arahnya serong
ke kiri atau ke kanan. Silang kepar lebih kuat daripada silang polos, karena
lebih banyak benang yang dipergunakan untuk silang kepar juga lebih berat
daripada silang polos
- Silang satin disebut silang lima karena paling sedikit memerlukan lima gun.
Kelebihan silang satin tenunan yang berkilau, tenunan lebih kuat karena
memerlukan lebih banyak benang, Keburukannya silang satin lebih mudah
tersangkut dan putus. Bahan yang dihasilkan dari silang satin antara lain,
satiner, bahan kasur, damas, handuk berkotak, dan pellen

d. Beberapa kain sesuai konstruksi silang nya:


- Silang polos : blacu, crepe, organdi
- Silang kepar : drill, bahan Kasur, veterban
- Silang satin : satin,
e. Gambar macam silang
- Silang polos

- Silang kepar

- Silang satin
DAFTAR PUSTAKA
1. Masyhariati, Lily. 3013. Tekstil1,Jakarta : KEMENDIKBUD Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (87-93)
2. Ernawati, tim, Tata Busana jilid 2, Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan. (155)

Anda mungkin juga menyukai