Anda di halaman 1dari 10

LEMBARKERJA

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SEKOLAH: SMP NEGERI 1 WANARAYA

RESIKO JIKA PENYEBAB TIDAK


INDIKATOR PENYELESAIA
STANDAR DESKRIPSI STANDAR MUTU TERCAPAINYA PELIBATAN
MUTU N
TIDAK TERCAPAI STANDAR MUTU
1 2 3 4 5 6 7
Standar 1.2 Lulusan Siswa pada jenjang pendidikan SMP  Kualifikasi dan latar ANGGARAN Kepala sekolah,
Kompetensi memiliki memiliki: belakang pendidikan BOS Guru,siswa, dan
Lulusan kompetensi pada  pengetahuan teknis dan spesifik tingkat guru tidak selaras warga sekolah dan
dimensi sederhana berkenaan dengan ilmu dengan mata pengawas, Dinas
pengetahuan pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya pelajaran yang Pendidikan
1.2.1 terkait dengan masyarakat dan diampu.
Memiliki lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,  Guru belum
pengetahuan dan kawasan regional. memiliki
faktual,  pengetahuan terminologi/istilah dan kompetensi yang
prosedural, klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi sesuai standar dan
konseptual, dan teori, yang digunakan terkait dengan tidak tersertifikasi
metakognitif pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sebagai pendidik.
sederhana berkenaan dengan ilmu  Alokasi waktu dan
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya beban belajar
terkait dengan masyarakat dan memberatkan pada
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, sisi siswa.
dan kawasan regional.  Gaya dan metode
 pengetahuan tentang cara melakukan pembelajaran yang
sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan diterapkan tidak
pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, mengarah pada
metode tingkat sederhana berkenaan bakat, minta dan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan belajar
seni, dan budaya terkait dengan siswa.
masyarakat dan lingkungan alam sekitar,  Ketersediaan dan
bangsa, negara, dan kawasan regional. kondisi sarana
 pengetahuan tentang kekuatan dan prasarana belum
kelemahan diri sendiri dan memadai, dan
menggunakannya dalam mempelajari lainnya.
pengetahuan teknis dan spesifik tingkat
sederhana berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
terkait dengan masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
dan kawasan regional.
2. Standar Isi 2.1 Perangkat  Perangkat pembelajaran disusun guru  Proses  Kompetensi guru ANGGARAN Kepala sekolah,
pembelajaran sesuai kompetensi keterampilan yaitu pembelajaran baik dalam penyusunan BOS Guru,siswa, dan
sesuai rumusan menunjukkan keterampilan berfikir dan intrakurikuler perangkat warga sekolah dan
kompetensi lulusan bertindak: kreatif,produktif maupun pembelajaran pengawas, Dinas
2.1.3 Memuat kritis,mandiri,kolaboratif, komunikatif. ektrakurikuler kurang. Pendidikan
karakteristik Perangkat pembelajaran meliputi tidak mengarah  Pemahaman guru
kompetensi program tahunan, program semester, sila- pada pencapaian terkait kompetensi
keterampilan bus, RPP, buku yang digunakan guru dan kompetensi keterampilan belum
siswa dalam pembelajaran, lembar tugas keterampilan. menyeluruh.
terstruktur dan kegiatan mandiri, handout,  Pencapaian  Visi, misi dan tujuan
alat evaluasi dan buku nilai kompetensi sekolah tidak fokus
 Rancangan dan hasil penilaian keterampilan siswa pada pencapaian
keterampilan kinerja, proyek dan tidak diukur kompetensi ket-
portofolio dengan tepat. erampilan
 Terdapat pengalaman pembelajaran  Siswa tidak
dalam bentuk praktik di laboratorium. memiliki
penelitian sederhana, studi wisata, kompetensi
seminar atau workshop, peragaan atau keterampilan yang
pameran, pementasan karya seni dan ditetapkan
lainnya
3. Standar 3.2 Proses  Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan  Siswa terkendala  Sarana dan ANGGARAN Kepala sekolah,
Proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran yang dalam pencapaian prasarana yang BOS Guru,siswa, dan
dilaksanakan disesuaikan dengan karakteristik siswa kompetensi sikap, belum memadai. warga sekolah dan
dengan tepat dan KD setiap mata pelajaran. pengetahuan dan  Belum mampu pengawas, Dinas
3.2.13  Media pembelajaran, berupa alat bantu ket-erampilan. memilih metode Pendidikan
Memanfaatka proses pembelajaran bisa berupa hasil  Kompetensi guru pembelajaran yang
n media karya inovasi guru maupun yang sudah tidak berkembang sesuai
pembelajaran tersedia.
dalam
meningkatkan
efisiensi dan
efektivitas
pembelajaran
4. Standar 4.2 Teknik  Instrumen penilaian yang digunakan oleh  Pengukuran  Pemahaman BANTAH Kepala sekolah,
Penilaian penilaian obyektif pendidik dalam bentuk penilaian berupa pencapaian pendidik terhadap Guru,siswa, dan
dan akuntabel tes, pengamatan, penugasan kompetensi siswa proses penilaian warga sekolah dan
4.2.2 perseorangan atau kelompok, dan bentuk tidak dapat masih belum pengawas, Dinas
Memiliki lain yang sesuai dengan karakteristik diketahui dengan maksimal. Pendidikan
perangkat kompetensi dan tingkat perkembangan te-pat
teknik siswa.  Ketidakadilan bagi  Sering terjadinya
penilaian  Instrumen penilaian yang digunakan oleh siswa yang perubahan peraturan
lengkap satuan pendidikan dalam bentuk berkebutuhan yang berkaitan
penilaian akhir dan/atau ujian sekolah khusus dan dengan penilaian.
memenuhi persyaratan substansi, memiliki  Sekolah belum
konstruksi, dan bahasa, serta memiliki perbedaan latar mampu
bukti validitas empirik. belakang. mengembangkan
 Memiliki prosedur penilaian, kriteria  Pendidik tidak perangkat penilaian
penilaian, dan dasar pengambilan dapat memperbaiki secara man-diri.
keputusan yang dapat diketahui oleh proses
pihak yang berkepentingan pembelajaran.
 Prosedur penilaian
yang dilakukan
belum sesuai
dengan peraturan
yang ditentukan
5. Standar 5.3 Ketersediaan Sekolah memiliki tenaga pelaksana urusan  Layanan  Penyelenggara Kepala sekolah,
Pendidik dan dan kompetensi administrasi yang meliputi: administrasi pendidikan selalu Guru,siswa, dan
1.
Tenaga tenaga administrasi Pelaksana Urusan Administrasi kepegawaian, pengelola sumber warga sekolah dan
Kependidikan sesuai ketentuan Kepegawaian diangkat apabila keuangan, sarana daya manusia pengawas, Dinas
5.3.5Memiliki jumlah pendidik dan tenaga dan prasarana, kurang Pendidikan
Tenaga kependidikan minimal 50 orang. hub-ungan sekolah memperhatikan
Pelaksana Pelaksana Urusan Administrasi dengan tenaga
Urusan Keuangan masyarakat, kependidikan.
Administrasi 2. Pelaksana Urusan Administrasi persuratan dan
berpendidikan Sarana dan Prasarana pengarsipan,  Dana yang dimiliki
sesuai 3. Pelaksana Urusan Administrasi kesiswaan, sekolah terbatas
ketentuan Hubungan Sekolah dengan kurikulum dan untuk menyediakan
Masyarakat diangkat apabila sekolah layanankhusus tenaga pelaksana ad-
memiliki minimal 9 (sembilan) dilakukan oleh ministrasi
rombongan belajar. Pelaksana kepalasekolah/gur
Urusan Administrasi Persuratan dan u yang di-tugasi.
Pengarsipan  Beban pendidik
4. Pelaksana Urusan Administrasi melebihi kapasitas
Kesiswaan diangkat apabila sekolah sehingga kurang
memiliki minimal 9 (sembilan) fokus dalam
rombongan belajar menjalan-kan tugas
5. Pelaksana Urusan Administrasi utamanya
Kurikulum diangkat apabila sekolah
memiliki minimal 12 rombongan
belajar.
6. Pelaksana Urusan Administrasi
Umum untuk SD Penjaga Sekolah
7. Tukang Kebun diangkat
apabila luas lahan kebun
minimal 500 m2.
8. Tenaga Kebersihan
9. Pengemudi diangkat apabila
sekolah memiliki kendaraan roda
empat.
10. Pesuruh

5.5 Ketersediaan Memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga  Kebijakan program  Penyelenggara


dan kompetensi perpustakaan sekolah perpustakaan tidak pendidikan selalu
pustakawan sesuai terlaksana pengelola sumber
ketentuan  Koleksi daya manusia
5.5.5 Tersedia perpustakaan kurang
Tenaga kurang terawat memperhatikan
Pustakawan  Anggaran dan tenaga
keuangan kependidikan.
perpustakaan tidak  Dana yang dimiliki
terkelola dengan sekolah terbatas
baik untuk menyediakan
tenaga pustakawan
6. Standar 6.2 Sekolah  Hanya untuk SD, SMP dan SMK  Kegiatan  Luas lahan dan Kepala sekolah,
Sarana dan memiliki sarana  Cukup memanfaatkan ruang kelas pembelajaran IPA bangunan terbatas. Guru,siswa, dan
Prasarana dan prasarana untuk SD. secara praktek  Proses warga sekolah dan
Pendidikan pembelajaran yang  Dapat menampung minimum satu tidak dapat pembangunan tidak pengawas, Dinas
lengkap dan layak rombongan belajar, kecuali SMK dilakukan dilakukan secara Pendidikan
6.2.11.Kondisi cukup menampung setengah menggunakan profesional
laboratorium rombongan belajar peralatan khusus.  Jumlah siswa dan
IPA layak  Rasio minimum luas ruang  Kegiatan dalam rombongan belajar
pakai laboratorium IPA untuk SMP adalah bentuk percobaan melebihi kapasitas.
2,4 m2/peserta didik dan untuk SMK terkendala.  Pemeliharaan sarana
adalah 3 m2/peserta didik.  Kinerja kepala dan prasarana tidak
 Luas minimum ruang laboratorium tenaga berkala dan
untuk SMP 48 m2 termasuk luas ruang laboratorium, berkelanjutan.
penyimpanan dan persiapan 18 m2 dan tenaga teknisi  Pengadaan sarana
untuk SMK minimum 64 m2 termasuk laboratorium dan hanya
luas ruang penyimpanan dan persiapan tenaga laboran mengandalkan
16 m2. kurang optimal bantuan dari
 Lebar minimum ruang laboratorium pemerintah
IPA untuk SMP adalah 5 m dan untuk  Sikap
SMK adalah 8 m. tanggungjawab dan
 Tersedia air bersih. rasa memiliki warga
 Dilengkapi sarana terdiri dari: sekolah untuk
 Perabot minimal yang tersedia menjaga fasili-tas
dalam rasio minimal jumlah per sekolah rendah.
peserta didik sesuai deskripsi  Kompetensi kepala
kondisinya. tenaga laboratorium,
 Peralatan pendidikan minimal tenaga teknisi
yang tersedia dalam rasio laboratorium dan
minimal jumlah per peserta tenaga laboran
didik sesuai deskripsi kurang baik dalam
kondisinya. mengelola
 Untuk SMP dan SMK terdapat laboratorium
media pendidikan minimal yang
tersedia dalam jumlah minimal
sesuai deskripsi kondisinya.
 Untuk SMK terdapat bahan
habis pakai minimal yang
tersedia dalam
jumlah minimal sesuai deskripsi
kondisinya.
 Kelengkapan lain minimal yang
tersedia dalam jumlah minimal
sesuai deskripsi kondisinya
6.2.12 Kondisi  Luas minimum sama dengan luas uang  Siswa dan guru  Luas lahan dan
ruang perpustakaan kelas, kecuali SMK minimum 96 m kesulitan bangunan terbatas.
layak pakai  Lebar minimum adalah 5 m, kecuali memperoleh  Proses pembangunan
SMK minimum 8 m. informasi dari tidak dilakukan
 Terletak di bagian sekolah yang mudah berbagai jenis secara professional
dicapai sekelompok ruang kelas. bahan pustaka.  Belum dituangkan
 Dilengkapi sarana terdiri dari:  Kinerja kepala dalam rencana
 Buku minimal yang tersedia dalam tenaga pustakawan pokok (master plan)
rasio minimal jumlah per peserta dan pengelolaan sarana
didik tenaga pustakawan prasarana.
sesuai deskripsi kondisinya. kurang optimal.  Jumlah siswa dan
 Perabot minimal yang tersedia dalam rombongan belajar
rasio minimal jumlah per peserta melebihi kapasitas.
didik sesuai deskripsi kondisinya.  Pemeliharaan sarana
 Media pendidikan minimal yang dan prasarana tidak
tersedia dalam jumlah minimal berkala dan
sesuai berkelanjutan.
deskripsi kondisinya.  Pengadaan sarana
 Perlengkapan lainnya minimal yang hanya mengandalkan
tersedia dalam jumlah minimal bantuan dari
sesuai pemerintah.
deskripsi kondisinya.  Sikap
 Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: tanggungjawab dan
 menyediakan petunjuk pelaksanaan rasa memiliki warga
operasional peminjaman buku dan sekolah untuk
bahan pustaka lainnya; menjaga fasili- tas
 merencanakan fasilitas peminjaman sekolah rendah.
buku dan bahan pustaka lainnya  Kompetensi kepala
sesuai dengan kebutuhan peserta tenaga pustakawan
didik dan pendidik; dan tenaga
 membuka pelayanan minimal enam pustakawan kurang
jam sehari pada hari kerja; baik dalam
 melengkapi fasilitas peminjaman mengelola
antar perpustakaan, baik internal perpustakaan.
mau-pun eksternal;
 menyediakan pelayanan peminjaman
dengan perpustakaan dari sekolah
lain baik negeri maupun swasta.

6.3 Sekolah  Untuk SD dapat dimanfaatkan sebagai  Penanganan siswa  Luas lahan dan
memiliki sarana ruang konseling. yang mengalami bangunan terbatas.
dan prasarana  Luas minimum 12 m gangguan  Proses pembangunan
pendukung yang  Dilengkapi sarana perabot dan kesehatan di tidak dilakukan
lengkap dan layak perlengkapan lain minimal yang tersedia sekolah tidak bisa secara profesional.
6.3.3 Memiliki dalam jumlah minimal sesuai deskripsi dilakukan sedini  Pemeliharaan sarana
ruang UKS kondisinya. mungkin. dan prasarana tidak
sesuai standar berkala dan
berkelanjutan.
 Pengadaan sarana
hanya mengandalkan
bantuan dari
pemerintah.
 Kompetensi
pengelolaan
administrasi sarana
dan prasarana oleh
tenaga
kependidikan urusan
administrasi kurang
memadai.
 Pembinaan terkait
P3K tidak dilakukan
oleh sekolah.
6.3.9 Memiliki  Dapat memanfaatkan ruang UKS untuk  Layanan konseling  Luas lahan dan
ruang konseling SD dari konselor bangunan terbatas.
sesuai standar  Luas minimum 9 m untuk SMP dan berkaitan dengan  Proses pembangunan
SMA, untuk SMK adalah 12 m pengembangan tidak dilakukan
 Memberikan kenyamanan suasana dan pribadi,sosial, secara profesional.
menjaminprivasi siswa. belajar, dan karir  Pemeliharaan sarana
 Dilengkapi sarana terdiri dari perabot, kurang optimal. dan prasarana tidak
peralatan konseling dan perlengkapan berkala dan
lain minimal yang tersedia dalam jumlah berkelanjutan.
minimal sesuai deskripsi kondisinya.  Pengadaan sarana
hanya mengandalkan
bantuan dari
pemerintah.
 Kompetensi tenaga
kependidikan urusan
administrasi dan
layanan khusus
kurang memadai.
6.3.10 Memiliki  Hanya untuk SMP, SMA dan SMK  Pengembangan  Sikap
ruang organisasi  Luas minimum ruang organisasi kemampuan tanggungjawab dan
kesiswaan sesuai kesiswaan 9 m untuk SMP dan SMA, berorganisasi rasa memiliki warga
standar untuk SMK minimum adalah 12 m untuk siswa sekolah untuk
 Dilengkapi sarana terdiri: terhambat. menjaga fasilitas
 Meja 1 buah yang kuat, stabil, dan sekolah rendah.
mudah dipindahkan.  Luas lahan dan
 Kursi 4 buah yang kuat, stabil, dan bangunan terbatas.
mudah dipindahkan.  Proses pembangunan
 Papan tulis 1 buah. tidak dilakukan
 Lemari 1 buah yang dapat dikunci. secara profesional.
 Kotak kontak 1 buah untuk  Pemeliharaan sarana
mendukung operasioanal peralatan dan prasarana tidak
yang memerlukan daya listrik. berkala dan
 Jam dinding berkelanjutan.
 Tempat sampah  Pengadaan sarana
hanya mengandalkan
bantuan dari
pemerintah.
7. Standar 7.3 Kepala sekolah  Mengembangkan motivasi pendidik dalam  Visi, misi dan  Kualifikasi dan Kepala sekolah,
Pengelolaan berkinerja baik mengembangkan kompetensi. tujuan sekolah kompetensi kepala Guru,siswa, dan
Pendidikan dalam  Membantu, membina, dan tidak tercapai sekolah belum warga sekolah dan
melaksanakan mempertahankan lingkungan sekolah dan memenuhi pengawas, Dinas
tugas pro-gram pembelajaran yang kondusif Pendidikan
kepemimpinan bagi proses belajar peserta didik dan per-
7.3.3 tumbuhan profesional para guru dan
Mengembang tenaga kependidikan;
kan sekolah  Meningkatkan mutu pendidikan.
dengan baik  Menciptakan lingkungan pembelajaran
yang efektif bagi siswa.
8 Standart 8.3 Sekolah  Memiliki pembukuan biaya operasional  Rentan terhadap  Bentuk laporan Kepala sekolah,
Pembiayaan melakukan berupa buku kas umum yang berisi-kan tuduhan tindak pengelolaan dana Guru,siswa, dan
pengelolaan dana seluruh transaksi dengan didukung catatan pidana KKN rumit dan warga sekolah dan
dengan baik dari buku pembantu, antara lain: kepada bendahara merepotkan sekolah. pengawas, Dinas
8.3.2Memiliki  Buku pembantu kas yang mencatat dan kepala sekolah  Kemampuan Pendidikan
laporan tiap transaksi tunai dan oleh pemangku pendidik/tenaga
pengelolaan ditandatangani oleh Bendahara dan kepentingan. kependidikan dalam
dana Kepala Sekolah.  Proses penyusunan laporan
 Buku pembantu bank yang pemantauan, pengelolaan
mencatat tiap transaksi melalui supervisi, pendanaan terbatas.
bank (baik cek, giro maupun tunai) pengawasan dan  Beban kinerja
dan ditandatangani oleh Bendahara tindak lanjut pendidik/tenaga
dan Kepala Sekolah. pengawasan akan kependidikan yang
 Buku pembantu pajak yang sulit dilakukan. diberi tugas sebagai
mencatat semua transaksi yang  Sekolah terkendala bendahara terlalu
harus dipun-gut pajak serta dalam membangun banyak sehingga
memonitor pungutan dan kemitraan dengan tidak memiliki
penyetoran pajak yang dipungut lembaga lain waktu untuk
selaku wajib pungut pajak menyusun
laporan tersebut.