Anda di halaman 1dari 10

AKAN DINOVELKAN] Berawal dari rasa penasarannya pada Nakula, ketua MOS yang

gantengnya membelah tujuh benua. Aluna, mulai mencari tahu apa penyebab dari
datarnya sifat Nakula. Cowok blasteran Spanyol-Indonesia itu seperti tidak
bisa merasakan apapun dalam hidupnya. senang, sedih, bahagia, menangis,
takut, panik, curiga, terkejut, bahkan jatuh cinta saja sepertinya belum
pernah cowok itu rasakan.
Cowok Introvert itu juga tidak suka jika tubuhnya disentuh siapapun.
Aluna, pada akhirnya mencari tahu sendiri jawaban dari semua pertanyaan yang
mengganggu kepalanya selama ini.
Cara Menulis Cerita dengan Sudut Pandang
Orang Ketiga Serba Tahu
3 Bagian:Memahami Cara Kerja Sudut Pandang Orang Ketiga Serba TahuMenggunakan Sudut
Pandang Orang Ketiga Serba TahuMenghindari Kesalahan Umum

Orang ketiga serba tahu merupakan sudut pandang pada cerita yang memungkinkan penulis
dengan leluasa berpindah dari sudut pandang salah satu karakter ke sudut pandang karakter lain.
Dengan menggunakan teknik ini, Anda dapat memberikan informasi kepada para pembaca yang
tidak dapat mereka dapatkan jika Anda menggunakan teknik sudut pandang lain, karena narator
cerita mengetahui dan melihat semuanya, serta dapat bergerak dari satu karakter ke karakter lain.
Dengan mempertimbangkan fungsi tersebut, ada beberapa aturan yang perlu Anda ikuti saat
Anda menulis menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu untuk memastikan pembaca
tidak merasa bingung atau salah paham karena sudut pandang ini.

Bagian 1

Memahami Cara Kerja Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Ketahuilah cara kerja sudut pandang orang ketiga serba tahu. Sudut pandang cerita
apa pun yang digunakan, baik sudut pandang orang pertama atau sudut pandang orang
ketiga, perlu memberikan informasi atau gambaran terkait pikiran, perasaan, emosi dan
pengetahuan karakter dalam cerita.

o Sudut pandang juga perlu membantu pembaca mengetahui apa yang karakter
dalam cerita Anda rasakan atau pikirkan, serta bagaimana karakter tersebut
melihat lingkungan sekitarnya dalam latar tertentu.

Kenali keuntungan dari penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Dalam
sudut pandang ini, narator memiliki akses untuk mengetahui pikiran dan perasaan
karakter-karakter yang ada dalam cerita, dan tidak terbatas pada satu sudut pandang
karakter tertentu saja. Sebagai penulis, Anda dapat bergerak dari sudut pandang salah
satu karakter ke sudut pandang karakter lainnya. Selain itu, dalam sudut pandang ini, satu
kejadian tertentu dalam cerita dapat ditafsirkan oleh beberapa karakter yang berbeda. [1]

o Karena ini merupakan sudut pandang serbau tahu, narator memiliki jarak yang
cukup jauh dari karakter (seolah-olah narator adalah dewa atau Tuhan yang
melihat semua karakter) dan memiliki pandangan yang sangat luas terhadap
kejadian-kejadian, tindakan, dan pikiran para karakter ada di cerita.
o Sudut pandang ini memberikan Anda, sebagai penulis, lebih banyak keleluasaan
untuk menggunakan lebih banyak sudut pandang dan pikiran karakter. [2]

Waspadalah dengan kekurangan pada sudut pandang ini. Sayangnya, penggunaan


sudut pandang serba tahu ini memiliki kekurangan tersendiri. Karena Anda melihat
karakter-karakter dalam cerita dari ‘atas’, Anda menampilkan karakter-karakter tersebut
pada pembaca dalam jarak yang cukup jauh dan, pada akhirnya, ini akan lebih tampak
seperti menceritakan apa yang terjadi, bukan menunjukkan apa yang terjadi. Selain itu,
penggunaan sudut pandang ini juga menyulitkan pembaca untuk terikat lebih dalam
dengan karakter-karakter yang ada, sehingga narasi cerita menjadi kaku atau bahkan
membosankan. [3]

o Jika Anda menulis cerita dengan yang lebih berfokus pada karakter (pikiran atau
perasaannya), penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu dirasa kurang
ideal karena tidak memungkinkan Anda untuk menunjukkan sudut pandang salah
satu karakter secara detail, termasuk pikiran dan emosinya.
o Jika cerita Anda lebih berfokus pada alur dan mencakup karakter yang lebih luas,
penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu mungkin cocok untuk
digunakan. Selama digunakan dengan tepat, sudut pandang ini memungkinkan
Anda bergerak dari satu kejadian ke kejadian lain yang menampilkan banyak
karakter, serta dari satu latar ruang dan waktu ke latar lainnya dengan mudah.
o Terlepas dari sudut pandang yang Anda gunakan, Anda perlu memastikan bahwa
pembaca dapat terikat dengan karakter-karakter dalam cerita dan tidak sampai
kebingungan atau salah memahami cerita Anda. [4]

Perlu diingat bahwa dengan sudut pandang ini, narator dapat berinterkasi secara
langsung dengan pembaca. Selain itu, keuntungan lain menggunakan sudut pandang
orang ketiga serba tahu adalah sebagai penulis, Anda dapat berbicara secara langsung
dengan pembaca, sehingga menciptakan hubungan langsung yang lebih akrab dengan
mereka.[5]

o Hubungan ini dapat dilihat dalam kalimat sederhana seperti, “Para pembaca, perlu
diketahui bahwa membunuh Alice adalah sebuah pilihan yang sulit. Biar
kujelaskan alasannya.”
o Atau, dengan kalimat yang tidak begitu langsung ditujukan pada pembaca,
seperti, “Mengenai Alice, jangan khawatir. Dia memang harus melalui saat-saat
yang sulit namun, pada akhirnya, ia akan bangkit dan hidup bahagia selamanya.”

Ingatlah bahwa ada dua jenis sudut pandang orang ketiga serba tahu. Sudut
pandang ini dapat dikategorikan ke dalam dua jenis: objektif dan subjektif. [6]
o Versi objektif dari sudut pandang ini menyerupai sudut pandang kamera
pengawas. Dalam sudut pandang ini, narator ada dalam cerita tetapi tidak terlihat.
Narator mengaitkan kejadian-kejadian apa adanya (sebagaimana kejadian-
kejadian tersebut muncul), dan tidak memberikan tanggapan terhadap kejadian-
kejadian tersebut. Sudut pandang orang ketiga serba tahu objektif dapat
diumpamakan seperti kamera yang mengikuti karakter-karakter dalam cerita.
Kamera tersebut merekam tindakan dan percakapan karakter, tetapi tidak
merekam atau menilik pikiran karakter.
o Versi subjektif dari sudut pandang ini memiliki pandangan naratif kuat yang
menampilkan atau mengekspos pikiran-pikiran karakter dalam satu kejadian atau
adegan. Ini artinya, seluruh pikiran dan emosi karakter disaring atau dibatasi
melalui suara narator dan dalam ucapan-ucapan narator.

Bagian 2

Menggunakan Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Tentukan jenis sudut pandang orang ketiga serba tahu apa yang dapat mendukung
cerita Anda. Jika Anda ingin mengetahui pandangan terkait salah satu hal melalui
banyak narator, namun tetap ingin menunjukkan emosi-emosi mereka melalui tindakan
dan dialog (bukan melalui pikiran), penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu
objektif dirasa lebih tepat.

o Jika Anda ingin menulis certa dengan dominasi narator yang menceritakan atau
menggambarkan karakter-karakter lain yang ada melalui suara narator,
penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu subjektif dirasa lebih cocok
digunakan untuk cerita Anda.

2.

2
Berlatihlah menulis menggunakan sudut pandang yang Anda pilih. Daripada
menggunakan pronomina “Aku” (sudut pandang orang pertama) atau menyebut pembaca
sebagai “Anda/Kamu” (sudut pandang orang kedua), panggillah karakter-karakter dalam
cerita dengan namanya atau dengan pronomina yang tepat, seperti dia, ia, atau miliknya.

o Sebagai contoh, untuk kalimat “Saya tiba di kota tersebut pada pagi hari yang
dingin dan berangin,” Anda dapat menuliskannya sebagai “Ia tiba di kota tersebut
pada pagi hari yang dingin dan berangin” atau “Alice tiba di kota tersebut pada
pagi hari yang dingin dan berangin.”

3.

Jika Anda menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu objektif, hindari
pengenalan narator pada pembaca. Saat Anda menulis cerita menggunakan sudut
pandang ini, ingatlah bahwa narator merupakan sosok yang tidak diketahui karena narator
berperan sebagai sosok ‘serba tahu yang tidak tampak’. Oleh karena itu, Anda tidak perlu
memberi nama atau informasi apa pun mengenai narator pada pembaca.

o Hal ini berbeda dengan sudut pandang orang pertama atau orang kedua. Pada
sudut-sudut pandang tersebut, narator juga memiliki peran dalam alur cerita dan
mendominasi sudut pandang cerita.
4.

Jika Anda menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu subjektif, pastikan
Anda menunjukkan dominasi narator pada cerita Anda. Contoh narator untuk sudut
pandang orang ketiga serba tahu subjektif yang paling terkenal adalah tokoh Lemony
Snicket pada serial novel A Series of Unfortunate Events. Narator Lemony Snicket
menyebut dirinya sebagai “Aku”, dan juga berinteraksi atau menyapa langsung pembaca
dan berpindah dari satu sudut pandang karakter ke sudut pandang karakter lain di
sepanjang novel. [7]

Bagian 3

Menghindari Kesalahan Umum

1.

Tetaplah gunakan sudut pandang salah satu karakter Anda sampai Anda bergerak
ke sudut pandang karakter lain. Jika Anda mengganti sudut pandang cerita terus
menerus (mis. dari sudut pandang karakter A, tiba-tiba berubah menjadi sudut pandang
orang pertama), Anda justru melanggar atau tidak mengikuti ketentuan penggunaan sudut
pandang orang ketiga serba tahu. [8]

o Pelanggaran sudut pandang terjadi ketika ada salah satu karakter yang mengetahui
sesuatu yang seharusnya tidak mungkin ia ketahui melalui sudut pandangnya.
Sebagai contoh, meskipun dalam sebuah cerita narator mengetahui bahwa Paul
memukul John dari belakang, John tidak akan tahu bahwa Paul memukulnya,
kecuali ia mengetahuinya dari sumber lain atau melalui proses eliminasi.
o Pelanggaran sudut pandang juga dapat mengurangi seberapa logis keseluruhan
cerita, dan merusak suara-suara karakter yang telah bersusah payah Anda buat.
Oleh karena itu, perhatikan dan waspadalah terhadap pelanggaran sudut pandang
pada cerita Anda.
o Masalah lain yang sering kali muncul adalah pelompatan sudut pandang.
Pelompatan terjadi apabila Anda melompat dari pikiran satu karakter ke pikiran
karakter lain dalam satu adegan atau kejadian yang sama. Meskipun secara teknis
hal ini mungkin dan dapat dilakukan saat Anda menggunakan sudut pandang
orang ketiga serba tahu, teknik pelompatan ini dapat membuat pembaca bingung
dan berimbas pada terlalu banyaknya pikiran-pikiran karakter yang berbeda dalam
satu adegan atau kejadian. [9]

2.

Gunakan transisi untuk bergerak secara halus dari satu karakter ke karakter lain.
Agar pembaca tidak kebingungan dan Anda tidak banyak melompat dari satu sudut
pandang ke sudut pandang lainnya, berfokuslah pada pembuatan jembatan atau
perpindahan halus dari satu karakter ke karakter lain dalam cerita.

Beri pembaca peringatan bahwa akan ada perpindahan sudut pandang sebelum
Anda bergerak ke sudut pandang karakter lain. Anda dapat melakukannya dengan
mengalihkan perhatian pembaca ke karakter yang ingin Anda fokuskan dan menjelaskan
tindakan atau gerakan karakter tersebut dalam cerita.
o Sebagai contoh, jika Anda ingin berpindah dari sudut pandang Paul ke sudut
pandang John, Anda dapat menuliskan: “John mengusap punggungnya yang
terkena pukulan. Ia kemudian memperhatikan Paul yang berdiri di sampingnya.
John berpikir apakah mungkin Paul memukulnya.”

3.

Gunakan salah satu karakter untuk mengambil peran kunci atau tindakan yang
penting dalam cerita Anda. Ini merupakan cara yang menarik untuk berpindah dari satu
sudut pandang ke sudut pandang yang lain. Setelah karakter yang baru mengambil peran
kunci, lanjutkan cerita dengan menunjukkan pikiran atau perasaannya.

o Sebagai contoh: “John menaruh gelasnya dengan kasar di meja bar. Siapa
bajingan yang berani memukulku tadi? umpatnya. John kemudian melihat Paul
yang berdiri di sampingnya. Siapa dia? batinnya.”
4.

Bereksperimenlah dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu dalam karya-
karya yang lebih pendek sebelum Anda mencoba menggunakannya untuk karya
yang lebih panjang. Pada percobaan pertama, sudut pandang orang ketiga serba tahu
mungkin sulit untuk Anda kuasai, terutama jika Anda tidak terbiasa menulis cerita
menggunakan sudut pandang banyak karakter yang berbeda, dan masih belajar
menggunakan transisi yang halus dari satu karakter ke karakter lain. [10]

o Duduk dan mulailah tuliskan beberapa kejadian dalam cerita Anda menggunakan
sudut pandang ini untuk mengenali atau mendapatkan gambaran mengenai
penggunaannya. Baca kembali tulisan Anda dan suntinglah untuk melihat apakah
ada pelompatan sudut pandang atau pelanggaran sudut pandang, kemudian
betulkan kesalahan yang ada.
Tips
 Salah satu cara terbaik untuk lebih menguasai penggunaan sudut pandang orang ketiga
serba tahu adalah dengan membaca karya-karya penulis lain yang ditulis dalam sudut
pandang tersebut. Perhatikan dengan saksama transisi yang digunakan penulis untuk
berpindah dengan halus dari salah satu karakter ke karakter lainnya, dan cobalah ikuti
atau tiru pendekatan yang penulis tersebut lakukan, kemudian terapkan pada karya Anda.