Anda di halaman 1dari 13

Lampiran 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN


GASTRITIS

OLEH :

Rizki Taufkur Rahman


1401100040

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN MALANG
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
JANUARI 2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Gastritis


Sasaran : Subyek penelitian/responden
Tempat : Rumah responden atau tempat yang telah
disepakati
Hari/tanggal : , Januari 2016
Alokasi waktu : 20 menit
Metode : Ceramah, tanya jawab, dan diskusi
Tujuan Umum
Menjelaskan penyakit Gastritis.
Tujuan Khusus
1. Subyek penelitian/responden mampu menjelaskan pengertian
Gastritis.
2. Subyek penelitian/responden mampu menjelaskan penyebab
Gastritis atau kekambuhan Gastritis.
3. Subyek penelitian/responden mampu menjelaskan proses terjadinya
kekambuhan Gastritis.
4. Subyek penelitian/responden mampu menjelaskan tanda dan gejala
Gastritis.
5. Subyek penelitian/responden mampu menjelaskan cara pencegahan
kekambuhan penyakit Gastritis.
6. Subyek penelitian/responden mampu menjelaskan komplikasi
Gastritis.
Materi
1. Pengertian Gastritis.
2. Penyebab Gastritis.
3. Proses terjadinya kekambuhan Gastritis.
4. Tanda dan gejala Gastritis.
5. Cara pencegahan kekambuhan Gastritis.
6. Komplikasi gastritis.
Tahap Waktu Kegiatan mahasiswa Kegiatan perserta Metode Media
& alat
Pemb (5 menit) 1. Salam 1. Menjawab Ceramah Leaflet
ukaan pembukaan salam
2. Menjelaskan 2. Mendengarkan
maksud dan tujuan keterangan penyaji
4. Kontrak waktu

Penya ( 10 1.Menjelaskan 1. Memperhatikan Ceramah Leaflet


jian menit) pengertian Gastritis dan mendengarkan Tanya
2. Menjelaskan keterangan penyaji jawab
penyebab Gastritis 2. Mengajukan
3. Menjelaskan pertanyaan bila
proses terjadinya ada materi yang
kekambuhan kurang dimengerti
Gastritis
4. Menjelaskan
tanda dan gejala
Gastritis
5. Menjelaskan cara
pencegahan
kekambuhan
Gastritis
6. Menjelaskan
komplikasi gastritis
Tanya jawab
Penut (5 menit) 1.Melakukan Mendengarkan Tanya Leaflet
up evaluasi terhadap dan menjawab jawab
materi yang telah pertanyaan Ceramah
diberikan dengan
tanya jawab
2.Menerangkan
kembali hal-hal
yang kurang
dimengerti dan
menyampaikan
kesimpulan
3. Mengucapkan
terima kasih dan
menutup
penyuluhan
3 Membagikan
leaflet

Metode
1. Ceramah
2. tanya jawab

Media
1. Leaflet

Pelaksanaan Kegiatan
Evaluasi
Evaluasi Proses :
1. Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dengan baik dan antusias
2. Peserta terlibat aktif dalam penyuluhan
3. Peserta aktif bertanya
Evaluasi hasil :
Peserta mampu menjelaskan kembali pengertian, penyebab,
patofisiologi, tanda dan gejala, cara pencegahan dan komplikasi dari
penyakit Gastritis.

MATERI
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

1. Pengertian Gastritis
Gastritis adalah suatu peradangan mukosa yang dapat bersifat akut
maupun kronik, difus atau lokal. Menurut penelitian, sebagian besar gastritis
disebabkan oleh infeksi bakteri mukosa, lambung yang kronis, selain itu
beberapa bahan yang sering dimakan dapat menyebabkan peningkatan asam
lambung yang dapat menyebabkan rusaknya mukosa pelindung lambung
(Wijaya & Putri, 2013).
Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung,
peradangan ini dapat mengakibatkan pembekakan pada lapisan mukosa
lambung sampai terlepasnya epitel mukosa superfisial lambung, dimana
pelepasan epitel inilah yang menjadi penyebab terpenting dalam gangguan
saluran pencernaan. Pelepasan sel epitel lambung akan menyebabkan atau
merangsang timbulnya proses inflamasi pada lambung (Sukarmin, 2013).
2. Penyebab Gastritis
Sukarmin (2013) berbagai kasus terjadinya gastritis sering berkaitan
dengan hal-hal sebagai berikut :
A. Pemakaian obat antiinflamasai nonsteroid (NSAID)
Obat antiinflamasi nonsteroid contohnya adalah aspirin,
asam amfenamat, dan sebagainya, obat antiinflamasi nonstreoid ini
dapat memicu kenaikan produksi produksi asam lambung yang
berlebihan sehingga asam lambung ini akan mengiritasi mukosa
lambung karena terjadinya difusi balik ion hidrogen ke epitel
lambung. Selain merangsang produksi asam obat antiinfiamasi
nonstreoid juga dapat langsung merusak epitel lambung karena
bersifat iritatif dan bersifat asam.

B. Pola hidup
 Merokok
Rokok mengandung asam nikotinat yang dapat meningkatkan
adhesi trombus yang berkontribusi dalam penyempitan
pembuluh darah termasuk pembuluh darah pada lambung
sehinga suplai darah ke lambung mengalami penurunan.
Penurunan ini berdampak pada produksi mukus pada lambung
dimana mukus ini melindungi lambung dari iritasi, selain itu
asam nikotinat dapat menanamkan rangsangan pada pusat lapar
sehingga orang yang mengkonsumsi rokok akan tahan lapar bila
orang tidak makan dengan baik termasuk jadwal makan maka
lambung akan kosong, jika kosong maka asam lambung dapat
langsung mencerna mukosa lambungnya bukan makanan karena
tidak ada makanan yang masuk.
 Minum alkohol
Alkohol mengandung bahan etanol dimana etanol ini merupakan
salah satu bahan yang dapat mengiritasi lambung karena bersifat
iritan.
 Pola makan tidak sehat
Pola makan merupakan berbagai informasi yang
memberikan gambaran macam dan frekuensi penggunaan bahan
makanan yang dikonsumsi oleh seseorang pada waktu tertentu
(FKUI, 2010)
Pola makan yang tidak sehat mengakibatkan seseorang
menderita gastritis contohnya saja bila seseorang memakan jenis
makanan yang banyak maka asam ini akan mengiritasi lambung,
contoh lain adalah bila frekuensi atau jadwal makan kita tidak
teratur misalnya terlalu lama tidak makan maka lambung akan
kosong, seperti yang dijelaskan sebelumnya pada merokok, hal
ini sama yaitu asam lambung akan mencerna mukosa
lambungnya.

 Stress berat
Stress akan meningkatkan aktivitas syaraf simpatik yang
mana kejadian ini akan meningkatkan produksi asam lambung.
Peningkatan asam lambung/HCL dapat dirangsang oleh
mediator kimia yaitu oleh neuron simpatik seperti epinefrin.
 Diet
Diet yang tidak sehat akan mempengaruhi lambung
seseorang bila seseorang diet terlalu berlebihan tidak makan
dalam waktu yang lama contohnya maka lambung akan
mengalami kekosongan dan ini tidak baik untuk lambung.
C. Pemberian obat kemoterapi
Obat-obatan kemoterapi adalah obat yang pada dasarnya
merusak sel yang perturnbuhannya abnormal, perusakan ini
ternyata dapat juga mengenai epitel mukosa lambung sehingga
menyebabkan iritasi.
D. Uremia
Ureum yang ada pada darah dapat mempengaruhi proses
metabolisme di dalam tubuh terutama saluran pencernaan
(gastrointestinal uremik). Perubahan tersebut dapat memicu
kerusakan pada epitel mukosa lambung.
E. Infeksi sitemik
Infeksi diakibatkan oleh mikroba, mikroba ini akan
meningkatkan laju metabolisme pada tubuh manusia dikarenakan
mekanisme bertahan oleh tubuh manusia itu sendiri, peningkatan
metabolisme akan mempengarahi pengingkatan aktivitas lambung
dalam mencerna makanan sehingga akan meningkatkan produksi
asam lambung untuk mempercepat proses pencernaan dalam
lambung, hal ini akan menimbulkan perlukaan/iritasi pada
lambung.
F. Iskemia dan syok
Kondisi iskemia dan syok hipovolemik mengancam
mukosa lambung karena penurunan perfusi jaringan pada
lambung yang dapat mengakibatkan nekrosis pada lapisan
lambung.
G. Konsumsi kimia secara oral atau makan-makanan yang bersifat
terlalu asam.
Hal ini sama halnya dengan konsumsi alkohol dan
konsumsi makanan yang mengandung asam berlebihan, contoh
lain dari bahan kimia adalah thinner, obat-obatan serangga dan
sebagainya.
H. Trauma mekanik
Trauma mekanik yang mengenai/melukai daerah
abdomen seperti benturan saat kecelakaan dapat menjadi
penyebab gangguan keutuhan jaringan lambung, kemungkinan
akan terjadi kerusakan pada mukosa lambung tetapi juga terjadi
perdarahan yang berkaitan dengan jaringan otot dan pembuluh
darah pada lambung yang mengalami kerusakan, trauma juga bisa
tertelan benda asing yang cukup keras.
I. Infeksi organisme
Koloni bakteri yang menghasilkan toksik/racun dapat
merangsang pelapasan gastrin dan peningkatan sekresi asam
lambung, contoh yang paling sering adalah infeksi dari bakteri
Helicobacter Pylori.
Penyebab gastritis juga merupakan penyebab dari kekambuhan
penyakit gastritis, faktor-faktor yang menyebabkan hampir sama seperti
yang disebukan diatas, jadi dapat disimpulkan bahwa kekambuhan gastritis
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor yang telah disebutkan
sebelumnya yaitu pemakaian obat, pola hidup dan sebagainya, dan juga
bila seseorang mengalami gastritis dikarenakan Helicobacter Pylori bila
penanganan tidak begitu baik maka bakteri ini akan muncul kembali
setelah beberapa hari, beberapa dokter menyarankan pengobatan yang
dikarenakan Helicobacter Pylori akan memakan waktu sekitar 7 hari
tergantung pada tingkat reaksi dan tingkat kesembuhan dari gejala gastritis
seorang individu, terkadang selama 7 hari bakteri ini hilang tetapi efek dari
gangguan lambung akan muncul kembali (Mariyono, & Astriani, 2013).

3. Proses Terjadinya Kekambuhan Penyakit Gastritis


Proses terjadinya kekambuhan gastritis diawali dengan seluruh
mekanisme yang menyebabkan gastritis seperti obat antiinflamasi
nonstreoid, stress, pola makan/hidup, infeksi bakteri helicobacter pylori dan
sebagainya. Obat antiinflamasi nonstreoid seperti Ibuprofen mengandung
asam yang tinggi sehingga akan menyebabkan kadar asam pada lambung
semakin meningkat, dengan asam lambung yang meningkat akan
menyebabkan pengikisan pada mukosa dinding lambung, obat antiinflmasi
nonsteroid juga menghambat produksi prostagladin yang merupakan zat
yang melindungi lambung, pola makan yang buruk, stress yang berat akan
menyebabkan naiknya produksi asam lambung sehingga akan menyebabkan
gastritis akut.
bakteri helicobacter pylori juga menyebabkan kekambuhan
gastritis akut, bakteri H. Pylori apabila masuk dalam lambung akan
melakukan perlindungan kepada diirnya sendiri melalui perlengketan pada
mukosa lambung dan selanjutnya akan membentuk koloni sehingga akan
bakteri H. Pylori akan lebih kuat bertahan dalam lambung, bakteri ini
mempunyai flagel yang berguna untuk mengikis mukosa lambung sehingga
akan menimbulkan respon peradangan pada lambung dan selanjutnya akan
menyebabkan gastritis.
Gastritis merupakan penyakit peradangan yang dapat bersifat akut
dan kronis, apabila gastritis akut dibiarkan dan tidak dilakukan tindakan
atau perbaikan pada perilaku pencegahan sehingga terus menerus kambuh
atau menderita gastritis. Akan menyebabkan gastritis akut atau komplikasi
lain, bisa kanker lambung dikarenakan sudah parahnya peradangan pada
lambung, perdarahan pada lambung dan sebagainya.

4. Tanda dan Gejala


Sukarmin (2013) tanda dan gejala gastritis adalah sebagai berikut
A. Gastritis akut
Gejala pada gastritis akut sangat bervariasi, mulai dari sangat
ringan asimtomatik, berat dan dapat menimbulkan kematian,
penyebab kematian adalah adanya perdarahan pada lambung.
Gejala yang sangat menonjol pads gastritis akut adalah sebagai
berikut :
 Pada sebagian besar kasus mengeluh nyeri ulu hati.
 Mual dan muntah.
 Perdarahan saluran cerna.
 Hemetemesis dan melena yang dapat berlangsung sangat
hebat jika parah dan bahkan bisa terjadi renjatan karena
kehilangan darah.
 Pada kasus yang ringan perdarahan bermanifestasi sebagai
darah samar pada tinja.
 Pada pemeriksaan fisik biasanya tidak ditemukan kelainan
kecuali mereka yang mengalami perdarahan yang hebat
sehingga menimbulkan tanda dan gejala gangguan
hemodinamik seperti hipotensi, pucat, keringat dingin,
takikardi, bahkan sampai gangguan kesadaran.
B. Gastritis Kronis
 Gejalanya bervariasi antara satu orang dengan lainnya, dan
tidak jelas.
 Perasaan penuh, anoreksia.
Perasaan penuh diakibatkan oleh sekresi yang berlebihan pada
lambung ketika ada makanan yang masuk. Sehingga kapasitas
makanan menjadi menurun karena sebagian besar diisi oleh
mukus dan cairan hasil sekresi.
 Distress epigastrik yang tidak nyata.
 Cepat kenyang.
 Nyeri epigastrik/uluhati.
 Tanda dan gejala anemia.
 Mual dan muntah
5. Cara Pencegahan Kekambuhan Gastritis
Cara pencegahan gastritis adalah menghindari apa yang
menyebabkan gastritis, seperti yang dijelaskan oleh Sukarmin (2013)
tentang berbagai penyebab gastritis, sehingga cara pencegahan penyakit
gastritis adalah sebagai berikut :
A. Kurangi menggunakan atau mengkonsumsi obat andinflamasi
nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, asam amfenamat, dan
sebagainya
B. Hindari mengkonsumsi alkohol.
C. Menjaga pola hidup sehat
 Tidak merokok
 Menjaga pola makan yang terdiri dari jenis makanan, frekuensi
makanan, dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Jenis makanan
yang dimaksud adalah tidak memperberat kerja lambung atau
jenis makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti
contohnya jenis makanan yang pedas atau jenis makanan yang
terlalu asam akan memperberat kerja lambung dan bisa juga
mengiritasi lambung. Frekuensi makanan atau biasa disebut
jadual makan atau jarak waktu makan seseorang, bila lambung
mengalarni kekosongan atau jarak waktu makan terlalu lama
maka akan menimbulkan asam lambung akan mencerna
mukosa, lambung itu sendiri karena kekosangan pada lambung.
Jumlah makanan harus seimbang tidak boleh terlalu banyak
maupun terlalu sedikit.
 Menghindari stress berat atau terlalu berfikir keras.
Stress berat banyak dialami oleh orang-orang yang
berumur produktif yaitu 15-49 tahun dimana seorang individu
yang produktif menginginkan untuk bekerja dan mencapai target
tertentu sehingga ini menimbulkan pikiran/beban yang berat
sehingga menimbulkan stress.
 Menghindari diet yang buruk.
Diet banyak dilakukan pada kalangankalangan
muda/remaja karena ingin mempunyai tubuh yang bagus, tetapi
terkadang seorang individu melakukan diet dengan kurang baik
misalnya tidak makan sama sekali selama satu hari penuh,
kejadian ini akan menimbulkan kekosongan pada lambung
sehingga akan menimbulkan asam lambung mencerna mukosa
lambung itu sendiri.
 Berolahraga
Olahraga selain dapat membuat tubuh sehat, olahraga
juga dapat untuk sarana rekreasi agar seorang individu tidak
jenuh atau tidak stress dengan masalah yang dialami.
D. Menjaga kebersihan lingkungan dan bahan makanan.
Menjaga kebersihan lingkungan dan bahan makanan sangat perlu
dilakukan agar lingkungan bersih sehingga meminimalisir salah
satu penyebab gastritis yaitu bakteri Helicobacter Pylori, bila
lingkungan bersih maka populasi bakteri ini akan menurun
sehingga salah satu penyebab dari gastritis dapat dihindari.
6. KOMPLIKASI GASTRITIS
1. Gastritis akut > komplikasi yang dapat timbul pada gastritis akut
adalah hematemesis atau melena, Gastritis kronis, perdarahan
lambung
2. Gastritis kronis > perdarahan saluran cerna bagian atas, ulkus
perorasi dan anemia karena gangguan absorpsi vitamin 12 anemia
pernisiosa

DAFTAR PUSTAKA

FKUI. 2000. Kapita Selecta Kedokteran Edisi III Jilid 1. Jakarta: Media
Aesculapis.

Mariyono, H.H, & Astriani, Y. 2013. Gastritis: Berapa Lama Umunya


Pengobatan Helicobacter Pylori. (http://meetdoctor.com), (online), Diakses
pada 12 November 2016.

Sukarmin. 2013. Keperawatan pada Sistem Pencernaan. Yogyakarta: Pustaka


Belajar.

Wijaya, A.S, & Putri, Y.M. 2013. KMB : Keperawatan Medikal Bedah
(Keperawatan Dewasa). Yogyakarta: Nuha Medika.