Anda di halaman 1dari 4

METODE PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK TK.

A. TUJUAN PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK TK


Dalam standar kompetensi kurikulum TK tercantum bahwa tujuan pendidikan di Taman
Kanak-kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak baik psikis dan fisik
yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik-motorik,
kemandirian, dan seni untuk memasuki pendidikan dasar.
Untuk pengembangan kemampuan dasar anak dilihat dari kemampuan fisik atau motoriknya
maka guru-guru TK akan membantu meningkatkan keterampilan fisik atau motorik anak dalam
hal memperkenalkan dan melatih gerakan motorik kasar dan halus anak, meningktkan
kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh, dan koordinasi, serta meningkatkan
keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang
kuat sehat dan terampil.

Sedangkan kompetensi dasar motorik anak TK yang diharapkan dapat dikembangkan guru
saat anak memasuki lembaga persekolahan/TK adalah anak mampu :
1. melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan kesiapan untuk
menulis, keseimbangan, kelincahan, dan melatih keberanian.
2. mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi dan menggunakan
berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni.
Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak TK, guru dapat menggunakan berbagai
metode pembelajaran.
B. METODE PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK TK
Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, metode
dipilih guru berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditentukan. metode juga
merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu.

Setiap guru akan menggunakan metode, sesuai dengan gaya melaksakan kegiatan
pembelajarannya. Namun, harus diingat bahwa pendidikan di TK mempunyai ciri khas sendiri.
Oleh karena itu, ada metode-metode yang lebih sesuai untuk digunakan di TK dibandingkan
metode-metode lainnya. Misalnya guru TK jarang sekali menggunakan metode ceramah
dikelasnya. Pemilihan metode juga ditentukan oleh karakteristik tujuan kegiatan dan
karakteristik anak yang akan diajar.

Karakteristik tujuan kegiatan pengembangan motorik anak TK adalah untuk mengembangkan


kemampuan motorik anak, melatih anak gerakan-gerakan kasar dan halus, meningkatkan
kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan
keterampilan tubuh, dan cara hidup sehat.
Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak guru dapat menetapkan metode-metode
yang menjamin anak tidak mengalami cedera. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan
lingkungan yang aman dan menentang, bahan dan alat dipergunakan dalam keadaan baik, serta
tidak menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya.
Selain itu, dalam pemilihan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak, guru
perlu menyusaikanya dengan karakteristik anak TK yang selalu bergerak, susahy untuk diam,
mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang bereksperimen dan menguji, mampu
mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicara.
Lebih lanjut dalam menentukan metode untuk megembangkan keterampilan motorik anak, guru
memperhatikan tempat kegiatan, apakah didalam atau diluar kelas, keterampialan apaka yang
hendak dikembangkan melalui berbagai kegiatan, serta tema dan pola yang dipilih dalam kegitsn
pembelajaran itu.
Penetuan tempat kegiatan akan menentukan pula peralatan yang akan digunakan guru.
Misalnya, untuk pengembangan motorik halus anak yang bertujuan agar anak dapat dapat
berlatih menggerakan pergelangan tangan dengan menggambar dan mewarnai atau menggunting
dan menempel maka guru dapat memilih kegiatan yang diperlukan setiap anak, seperti gunting,
kertas, pencil warna atau buku-buku untuk pola yang akan diguting anak jumlah dan peralatan
diharapkan sesuai dengan jumlah ank sehingga setiap anak dapat berlatih sendiri-sendiri.
Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang
dilakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerakan seluruh
atau sebagian besar anggota tubuh, sedangkan dalam mempelajari kemampuan motorik halus
anak belajar ketetapan organisasi tangan dan mata. Anak juga belajar menggerakkan pergerakan
pergelangan tangan agar lentur dan anak belajar berkreasi dan berimajinasi.
Metode yang digunakan adalah metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik
yang perlu dikembangkan anak, seperti untuk kegiatan motorik halus anak dapat diberikan
aktivitas menggambar, melipat, membentuk, meronce, dan sebagainya. Sedangkan utuk kegiatan
motorik kasar anak dapat belajar menangkap bola, menendang, melocat, melompat, dan
sebagainya. Guru saat mengembangkan perkembangan motorik anak adalah keamanan anak.
Misalnya, saat anak berlari-lari diluar kelas, anak-anak perlu didampingi oleh beberapa guru
untuk menjaga keamananya.
Untuk menerapkan beberapa metode yang sesuai utuk pengembangan motorik anak guru
perlu menentukan dan merencanakan:
a. tujuan kegiatan
b. tema atau topic kegiatan
c. metode
d. tempat kegiatan
e. peralatan dan bahan yang akan digambar
f. urutan langkah kegiatan apa saja yang nantinya akan dilakukan guru dan anak didiknya.
selanjutnya, guru perlu melaksanakan kegiatan yang meliputi:
a. kegiatan pembukan/awal
b. kegiatan inti
c. kegiatan penutup.
Terakhir, guru perlu menentukan evaluasi hasil belajar anak dengan menentukan dan
mengembangan bentuk evaluasi untuk melihat kemampuan anak. Ada beberapa metode
pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan motorik anak, misalnya metode bermain, karya
wisata, demonstrasi, proyek atau pemberian tugas.
Pemilihan suatu metode pembelajaran ditentukan oleh tujuan yang dicapai anak, sedankan
metode merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu. Untuk mengembangkan
motorik anak guru dapat menerapkan metode-metode yang akan menjamin anak yang tidak
mengalami cedera dan menyesusikannya degan karakteristik anak TK. Hal- hal yang perlu
dilakukan guru dalam pemilihan metode untuk meningkatkan motorik anak TK adalah
menciptakan lingkungan yang aman dan kegiatan yang menantang, menyediakan tempat, bahan
dan akat yang dipergunakan dalam keadaan baik, serta membimbing anak mengikuti kegiatan
tanpa menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya. Untuk memilih metode
pembelajaran yang sesuai tujuan pengembangan motorik anak. Selain itu, metode ynag akan
dipilih harus memungkinkan anak bergerek dan bermain karena gerak adalah unsure utama
pengembangan motorik anak.
A. Tari

Mengatasi masalah ini, maka peneliti mencoba mencari alternatif penyelesaian yaitu melalui tari kreasi.
Melalui kegiatan ini anak dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar. Istilah-istilah yang
berlawanan seperti cepat/lambat, tinggi/rendah, naik/turun, dapat membantu memberikan arahan
terhadap gerakan anak sehingga membuat pola gerakan anak lebih produktif. Salah satu aspek yang
terdapat dalam kegiatan ini adalah gerak dasar. Selain dapat melatih gerak dasar, melalui kegiatan
menari tari kreasi anak juga dapat menyalurkan kebutuhan untuk bergerak secara ekspresif dan kreatif.
Melalui tari kreasi anak dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan ide yang ada dalam pikirannya.
Kegiatan tari kreasi sebagai bahan penting dari keseluruhan pengalaman gerak yang memberikan
sumbangan berarti bagi pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar anak. Tari adalah gerakan
tubuh yang indah dan berirama yang merupakan ekspresi jiwa dari pelakunya Murgiyanto, (1993). Tari
sebagai naluri, deakan emosi dari dalam diri manusia yang mendorong seseorang untuk mencari
ekspresi pada tari yaitu gerak dari luar tubuh yang ritmis dan lama kelamaan mengarah pada bentuk-
bentuk tertentu. Humardani (1991) menyatakan bahwa tari adalah suatu ekspresi yang paling mendasar
dan paling tua yang diungkapkan melalui gerak, yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga mampu
memberikan grafikan emosi penciptanya, baik perasaan senang, sedih, dendam, dan sebagainya.
Sedyawati dalam Depdikbud (1981) mengemukakan bahwa tari merupakan cakupan kegiatan olah fisik.
Media ungkap tari adalah gerak dengan menggunakan anggota tubuh manusia. Bahan-bahan gerak
adalah jari-jari tangan, pergelangan tangan, kaki, tangan, kepala, mata dan sebagainya.

SUMBER http://ejournal.unp.ac.id/index.php/paud/article/viewFile/1624/1398