Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

TEORI KEPERAWATAN MERLE H MISHEL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Falsafah Dan Teori Keperawatan

Dosen Pengampu : Ns., Happy Indri Hapsari., M.Kep.

Disusun oleh :

Kelompok 1

Ans Efi Irawati (ST182004)


Edy Septiwibowo (ST182012)
Faisal Hidayatullah (ST182014)
Noary Ramadhany La’ade (ST182028)
Purnaning Sintya Krisna Utami (ST182035)
Ratih Dwi Rahmawati (ST182038)
Ratnawati Kusumaningsih (ST182039)
Retno Budi Cahyanti (ST182042)
Susilowati (ST182047)

PROGRAM TRANSFER PRODI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang mana atas berkat
rahmat dan karunianNya kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul
“Teori Keperawatan Merle H Mishel” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Makalah ini kami susun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Falsafah
dan Teori Keperawatan. Dengan tersusunya makalah ini, kami sadar bahwa dalam
menyusunnya, penulis mendapat banyak bantuan dan bimbingan dari beberapa
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Ns., Happy Indri Hapsari., M.Kep, selaku dosen mata kuliah Falsafah dan
Teori Keperawatan yang telah memberikan tugas makalah ini dan memberi
pengarahan kepada kami.
2. Teman-teman kelas transfer sarjana Keperawatan angkatan XI STIkes Kusuma
Husada Surakarta telah membantu dan memberikan dorongan untuk menyusun
makalah ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu
tersusunnya makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka
dari itu kami meminta maaf kepada para pembaca dan mengharapkan kritik dan
saran ataupun masukan dari para pembaca. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih.

Surakarta, Juli 2019

Kelompok 1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .............................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan ................................................................................ 3
BAB II TINJAUAN TEORI

A. Biografi Merle H. Mishel ................................................................... 4


B. Konsep Keperawatan teori Merle H. Mishel ..................................... 5
C. Prinsumber Teoritis Teori Keperawatan Merle H. Mishel ................ 6
D. Mayor Konsep dan Definidi Teori Merle H. Mishel ......................... 8
E. Asumsi Utama Teori Merle H. Mishel .............................................. 9
BAB III PEMBAHASAN
Konsep Teori Merle H. Mishel dalam Kehidupan Sehari-hari……...13

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................ 16
B. Saran .................................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keperawatan sebagai profesi adalah unik karena keperawatan
ditujukan ke berbagai respon individu dan keluarga terhadap masalah
kesehatan yang dihadapinya. Perawat memiliki berbagai peran seperti
pemberi perawatan, sebagai perawat primer, pengambil keputusan klinik,
advokat, peneliti dan pendidik. Perawat seringkali harus melakukan
berbagai peran lebih dari satu dalam waktu yang bersamaa, sehingga dalam
menjalankan tugas tersebut perawata harus memiliki kerangka berpikir yang
sama.
Perlu diyakini bahwa penerapan suatu teori keperawatan dalam
pelaksanaan asuhan keperawatan akan berdampak pada peningkatan
kualitas asuhan keperawatan. Pelayanaan keperawatan sebagai pelayanan
professional akan berkembang bila didukung oleh teori dan model
keperawatan serta pengembangan riset keperawatan dan diplementasikan
didalam praktek keperawatan.
Salah satu ahli dalam keperawatan adalah Merle H. Mishel yang
termasuk ke dalaam teori Middle Range dengan teorinya ketidakpastian .
Teori ini mengatakan bahwa untuk mengartikan sebuah makna yang
berkaitan dengan situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak
mampu melaksanakan tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau
ketidakmampuan untuk memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan
(Mishel, 1998).

B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang di atas, maka diambil rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana biografi Merle H. Mishel ?
2. Apakah konsep keperawatan teori Merle H. Mishel itu ?
3. Apakah sumber teoritis dari teori keperawatan Merle H. Mishel?
4. Apakah asumsi utama teori Merle H. Mishel ?
5. Bagaimana konsep teori Merle H. Mishel pada kehidupan sehari- hari?

C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui beografi Merle H. Mishel.
2. Untuk mengetahui konsep keperawatan dari teori Merle H. Mishel.
3. Untuk mengetahui sumber teoritis dari teori keperawatan Merle H.
Mishel.
4. Untuk mengetahui mayor konsep dan definisi teori keperawatan Merle
H. Mishel.
5. Untuk mengetahui asumsi utama teori Merle H. Mishel.
6. Untuk mengetahui konsep teori Merle H. Mishel dalam kehidupan
sehari-hari.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Biografi Merle H. Mishel


Merle H. Mishel lahir di Boston, Masssachusetts. Mishel lulus dari
University of Boston dengan gelar B.A tahun 1961 dan memperoleh gelar
M.S pada area keperawatan jiwa dari Universitas California tahun 1966.
Mishel menyelesaikan gelar M.A dan Ph.D pada area psikologi social dari
Claremont Graduate School di Claremont, California, tahun 1976 dan 1980.
Penyusunan penelitian disertasi didukung oleh National Research Service
Award untuk mengembangkan dan menguji alat ukur Perceived Ambiguity
in Ilness Scale (MUIS-A). Alat ukur yang asli telah digunakan sebagai dasar
untuk 3 pengkuran sebagai berikut :
1. Versi komunitas ( MUIS-C) untuk individu dengan penyakit kronik
yang tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit atau tidak
mendapatkan asuhan medis aktif
2. Pengukuran persepsi orang tua tentang ketidakpastian atau parent’s
perceptions of uncertainty (PPUS) terhadap pengalaman anak mereka
yang sakit.
3. Sebuah alat ukur untuk ketidakpastian yang dirasakan pasangan atau
anggota keluarga lain ketika anggota keluarga sakit (PPUS-FM)
Diawal karir profesionalnya, Mishel bekerja sebagai perawat jiwa di
ruang rawat akut dan lingkup komunitas. Saat menyelesaikan studi
doktoralnya, Mishel bekerja sebagai asisten professor hingga menjadi
professor sepenuhnya di fakultas keperawatan California State University
di Los Angeles, meningkat dari asisten profesor menjadi profesor. Setelah
menyelesaikan sekolah doktoralnya di psikologi sosial, dia pindah ke
Universitas Arizona Kampus Keperawatan pada 1981 sebagai profesor
asosiasi dan kemudian dipromosikan menjadi profesor pada tahun 1988.
Ketika di Universitas Arizona, Mishel menerima berbagai pendanaan
penelitian baik dalam dan luar sekolah yang membantunya
mengembangkan penelitian tentang kerangka teori dari ketidakpastian
dalam penyakit.
Mishele adalah anggota dari beberapa organisasi profesional.
Termasuk American Academy of Nursing, Sigma Theta Tau International
American Psychological Association, American Nurse Association, Society
of Behavioral Medicine, Oncology Nursing Society, and The Society for
Education and Research in Psychiatric Nursing. Dia juga menjabat sebagai
resensi hibah untuk The National Cancer Institute, The National Center for
Nursing Research, dan The Institute on Aging dan anggota bagian dari The
Study Section on Human Immunodeficiency Virus (HIV) di National
Institute of Mental Health.

B. Konsep Keperawatan Teori Merle H. Mishel


1. Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah ketidakmampuan untuk mengartikan
sebuah makna yang berkaitan dengan situasi sakit, terjadi ketika
pengambil keputusan tidak mampu melaksanakan tugasnya dalam
memaknai secara objektif, atau ketidakmampuan untuk memprediksi
secara akurat hasil yang diharapkan (Mishel, 1988).
2. Skema Kogntif
Skema Kognitif adalah interpretasi subjektif seseorang tentang
penyakit, pengobatan, dan pemberian asuhan (Mishel, 1988).
3. Kerangka Stimulus
Kerangaka stimulus adalah bentuk, komposisi, dan struktur
stimulus mengenai persepsi seseorang yang dibentuk secara struktur
membentuk suatu skema kognitif
4. Pola Gejala
Pola gejala adalah tingkat gejala yang ditunjukkan secara
konsisten yang dimaknai sebagai pola atau konfigurasi.
5. Familiaritas Kejadian
Familiaritas Kejadian adalah derajat situasi kebiasaan atau
pengulangan atau terdiri dari berbagai isyarat atau tanda yang dapat
dipahami (Mishel, 1988).
6. Ilusi
Ilusi dijabarkan sebagai kepercayaan yang dibentuk akibat
ketidakpastian.
7. Adaptasi
Adaptasi merefleksikan sikap biopsikosisal di dalam diri
individual seseorang dalam rentang sikapnya secara umum.
8. Pandangan baru tentang kehidupan (Mishel, 1988).
Pandangan baru tentang kehidupan baru diartikan sebagai
perumusan perasaan baru yang dihasilkan dari integrasi ketidakpastian
secara terus menerus dalam struktur sebagai individu, yaitu
ketidakpastian diterima sebagai ritme alami dari kehidupan.
9. Pemikiran Probabilitas
Pemikiran Probabilitas dimaknai sebagai keyakinan terhadap
kondisi yang terjadi yakni ekspektasi kepastian dan suatu prediksi atau
peluang diabaikan.

C. Sumber Teoritis Teori Keperawatan Merle H. Mishel


Merle Mishel menemukan idenya ketika ayahnya meninggal karena
kanker kolon. Mishel menyadari bahwa ayahnya tidak dapat menemukan
apa yang terjadi pada dirinya. Waktu itu, dokter tidak mberkomunikasi
secara efekti terhadap pasien. Ayah mishel berusaha untuk mengontrol
sebagian aspek ketika sedang berusaha menghadapi ketidakpastian dari
sakitnya ini. Mishel tidak menyadari keadaan ini sebagai sebuah
ketidakpastian tetapi sebagai sesuatu yang ambigu. Setelah itu ketika dia
menjalani studi doktoralnya, mishel kembali ke ide ini dan
menggunakannya untuk disertasi. Mishele membuat sebuah skala untuk
menguji ambigu yang diterima dalam penyakit. Skala ini kemudian
dinamakan menjadi Mishel Uncertainty in Ilness Scale.
Ketidakpastian merupakan aspek bersama dalam pengalaman
terhadap penyakit. Penyakit dapat mengganggu stabilitas kehidupan yang
diterima, dan hasil penyakit ini dapat menjadi tidak bisa diprediksi. Banyak
aspek yang mempengaruhi peraaan ketidakpastian, dalam hal ini,
mempengaruhi pengaruh psikologis terhadap pengalaman. Untuk
menjelaskan fenomena inilah Dr.Merle Mishel mengembangkan
Uncertainty in Illness Theory.
Pada saat Mishel memulai penelitian Uncertainty, konsep belum
diterapkan dalam kesehatan dan konteks illness. Teori Uncertainty in Ilness
original menggambarkan informasi – pengolahan models (Warburton,
1979) dan penelitian kepribadian (Budner, 1962) dari disiplin psikologi,
karakteristik dari Uncertainty merupakan skema kognitif atau representasi
internal dari situasi atau kejadian. Mishel attributes yang mendasari stres –
coping – kerangka adapatasi dalam teori kerja original Lazarus dan Folman
(1984). Aspek unik adalah aplikasi kerangka Uncertainty sebagai stressor
dalam konteks penyakit. Kerangka teori di atas sangat bearti untuk
keperawatan.
Teori rekonseptualisasi, Mishel (1990) mengakui bahwa pendekatan
barat terhadap ilmu pengetahuan mendukung pandangan mekanistik dalam
penekanan pada kontrol dan prediktabilitas. Dengan menggunakan teori
sosial kritis, Mishel mengakui bias dalam teori aslinya, orientasi terhadap
kepastian dan adaptasi. Kemudian Mishel menggunakan prinsip-prinsip dari
teori chaos yang berfokus sistem terbuka. Dengan menggunakan teori chaos
memungkinkan untuk menginterpretasikan ketepatan mengenai penyakit
kronis. Suatu ketidakseimbangan menjadikan orang-orang dalam
ketidakpastian secara terus-menerus dalam menemukan makna baru dalam
penyakit.
D. Mayor Konsep dan Definisi Teori Keperawatan Merle H. Mishel
1. Uncertainty ketidakmampuan untuk menentukan makna atau sakit
mengenai peristiwa terkait, hal ini terjadi ketika pembuat keputusan
tidak dapat menetapkan nilai objek tertentu atau peristiwa atau tidak
dapat memprediksi hasil yang akurat
2. Cognitives schema Skema kognitif adalah suatu interprestasi subjektif
dari seseorang dalam pengobatan penyakit dan rawat inap
3. Stimuli Frame Stimuli Frame adalah bentuk, komposisi dan struktur
stimuli seseorang untuk menangkap struktur ke dalam skema kognitif
4. Symtom pattern adalah derajat gejala yang terjadi dengan konsistensi
cukup, hal tersebut dianggap memiliki pola atau konfigurasi
5. Event Familiarity adalah sejauh mana situasi, kebiasaan atau berulang,
atau mengandung isyarat yang diaku
6. Events congruence mengacu pada konsistensi antara yang diharapkan
dan pengalaman penyakit terhadap peristiwa terkait
7. Structure providers Struktur provides adalah sumber daya yang tersedia
untuk membantu orang dalam menginterpretasikan kerangka stimulus
8. Credible authority Otoritas kredibel adalah tingkat kepercayaan dan
keyakinan seseorang terhadap penyedia layanan kesehatan
9. Social supports Dukungan social mempengaruhi uncertainty dengan
cara membantu individu untuk menginterpretasikan arti dalam suatu
peristiwa
10. Cognitive capacities Kapasitas kognitif adalah kemampuan seseorang
untuk mengelola informasi dalam kendala situasi, ini mencermikan
kemampuan bawahan
11. Inference Inferensi mengacu pada evaluasi uncertainty yang terkait
menggunakan ingatan pengalaman
12. Illusion Ilusi mengacu pada keyakinan yang dibangun dari uncertainty
13. Adaptation Adaptasi mencerminkan perilaku biopsikososial yang terjadi
dalam diri seseorang yang dapat didefinisikan secara terpisah dari
perilaku biasa
14. New view of life Pandangan baru tentang kehidupan mengacu pada
formulasi/ penyusunan yang menghasilkan arti baru dari integrasi
uncertainty secara terus-menerus menjadi diri sendiri – struktur
uncertainty diterima sebagai bagian ritme hidup yang alami
15. Probabilistic thinking Pemikiran probabilistik merujuk pada
kepercayaan dalam kondisi di dunia, di mana harapan mengenai
kepastian yang berkelanjutan dan prediksi ditinggalkan.

E. Asumsi Utama Teori Merle H. Mishel


Teori ketidakpastian dalam kesaitan Mishel merupakan teori middle-
range dan berfokus pada manusia. Teori ketidakpastian dalam kesakitan asli
Mishle yang pertama kali diterbitkan pada 1988, termasuk beberapa asumsi
utama. Dua asumsi pertama dalam teori yang mencerminkan bagaimana
ketidakpastian dikonsepkan dalam model psikologi proses informasi adalah
sebagai berikut:
1. Ketidakpastian merupakan kondisi kognitif, menunjukkan tidak
adekuatnya skema kognitif yang ada untuk mendukung inteprestasi dari
kejadian-kejadian yang berhubungan dengan penyakit.
2. Ketidakpastian merupakan pengalaman yang netral, tidak diinginkan
dan tidak dihindari sampai dinilai sebagai pengalaman demikian.
Dua asumsi lainnya mencerminkan akar teori ketidakpastian dalam
model tradisional stres dan koping yang mengajukan hubungan liner stres ,
koping, adaptasi sebagaimana berikut:
3. Adaptasi mencerminkan keberlanjutan perilaku biopsikososial seorang
individu pada normalnya dan merupakan hasil yang diharapkan dari
usaha koping untuk mengurangi ketidakpastian yang dinilai sebagai
bahaya atau mempertahankan ketidakpastian yang dinilai sebagai
kesempatan.
4. Kejadian penyakit, ketidakpastian, penilaian, koping dan adaptasi
memiliki hubungan linier dan satu arah, bergerak dari situasi-situasi
yang mempromosikan ketidakpastian menuju adaptasi.
Mishel menentang asumsi ke 3 dan 4 rekonseptualisasi teorinya,
yang dipublikasikan pada 1990. Rekonseptualilasi merupakan dampak dari
adanya temuan yang kontadiktif ketika teori tersebut diterapkan pada orang-
orang dengan penyakit kronis. Formulasi awal dari teori menyatakan bahwa
ketidakpastian secara umum dinilai sebagai kesempatan hanya pada kondisi
yang menunjukkan arah menurun yang diketahui, dengan kata lain,
ketidakpastian dinilai sebagai kesempatan ketika dibandingkan kepastian
yang negatif. Mishel dan yang lainnya menemukan bahwa orang-orang juga
menulai ketidakpastian sebagai sebuah kesempatan dalam situasi tanpa arah
menurun yang jelas, terutama pada penyakit-penyakit kronis jangka panjang
dan bahwa dalam konteks ini orang-ornag sering kali mengembangkan
pandangan baru mengenai kehidupan.

BAB III
PEMBAHASAN KASUS

Konsep Teori Merle H. Mishel dalam Kehidupan Sehari-hari


Bagian 1 : Teori AslI
Ny. T, seorang ibu berusia 45 tahun dari 3 anak, telah didiagnosis
dengan kanker payudara stadium III. Sebuah benjolan tedeteksi di payudara
kananya ketika pemeriksaan ginekologi tahunan yang ia lakukakan, dan dia
telah menalani pemeriksaan diagnostic yang menyeluruh, termasuk
mamografi dan biopsy nodus sentinel. Dia dirujuk oleh dokter utamanya
untuk program kanker payudara yang menyeluruh di pusat medis regional
yang berjarak 2 jam dari rumahnya. Tim multidisiplin telah merekomendasi
Ny. T menjalani kemoterapi pra operasi, diikuti oleh mastektomi parsial dan
bedah rekonstruksi. Suami Ny. T telah menemaninya pada berbagai
pertemuan medis, tapi ia tidak dapat menghadiri konferensi akhir, dimana
rekomendasi pengobatan dibuat.
Sinta, perawat praktik tingkat lanjut mengkoordinasikan perawatan
Ny. T (struktur penyedia – otoritas kredibel), mengarahkan intervensinya
kea rah menyikapi berbagai sumber ketidakpastian untuk Ny. T dan
keluarganya, termasuk kurangnya informasi tentang pilihan pengobatan dan
hasil (familiaritas dengan kejadian), ketidaktahuan dengan lingkungan
pengobatan (familiaritas dengan kejadian), harapan untu efek samping
kemoterapi dan pemulihan pasca operasi (pola gejala), dampak pengobatan
pada hubungan keluarga, dan prognosis.
Secara khusus, Sinta membahas banyak pertanyaan Ny. T tentang
mengapa rencana pengobatannya berbeda dari apa yang doktenya akan dia
hadapi (keselarasan kejadian) dan bagaimana ia akan mengelola kehidupan
keluarganya saat menjalani perawatan. Sinta memberikan rekaman
konferensi pengobatan sehingga suami Ny. T (penyedia struktur – dukungan
sosial) dapat mendengar apa yang terjadi dan dapat mendukung Ny. T
dengan mengajuka pertanyaan dan memahami informasi yang diberikan.
Dukungan Sinta untuk Ny. T dan keluarganya berlanjut selama regimen
pengobatan Ny. T, dan dia secara berkala melakukan pengkajian ulang
sumber ketidakpastian dan strategi yang Ny. T dan keluarga gunakan untuk
mengelolanya.

Bagian 2 : Teori Yang Direkonseptualisasi dengan jurnal “A Concept


Analysis of Uncertainty in Illness by Kim M. Mc Cormick”
Konsep Intervensi Keperawatan Teori Merle H. Mishel yaitu mengajak
pasien untuk menggali:
1. Ketidakpastian
Ny. T dan keluarganya, termasuk kurangnya informasi tentang pilihan
pengobatan dan hasil (familiaritas dengan kejadian), ketidaktahuan
dengan lingkungan pengobatan (familiaritas dengan kejadian), harapan
untu efek samping kemoterapi dan pemulihan pasca operasi (pola
gejala), dampak pengobatan pada hubungan keluarga, dan prognosis.
2. Skema Kogntif
Secara khusus, Sinta membahas banyak pertanyaan Ny. T tentang
mengapa rencana pengobatannya berbeda dari apa yang doktenya akan
dia hadapi (keselarasan kejadian) dan bagaimana ia akan mengelola
kehidupan keluarganya saat menjalani perawatan.
3. Kerangka Stimulus
Ny. T telah menemaninya pada berbagai pertemuan medis, tapi ia tidak
dapat menghadiri konferensi akhir, dimana rekomendasi pengobatan
dibuat.
4. Pola Gejala
Suami Ny. T telah menemaninya pada berbagai pertemuan medis, tapi
ia tidak dapat menghadiri konferensi akhir.
5. Familiaritas Kejadian
Persepsi Pasien terhadap penyakitnya dua tahun setelah diagnosis
kanker payudara, Ny. T kembali ke pusat untuk pemeriksaan lanjutan.
Sinta meminta Ny. T untuk merefleksikan pengalaman kankernya. Ny.
T menjelaskan waktu munculnya diagnosisdan pengobatan kacau dan
didominasi oleh ketidakpastian, dan dia bertanya – tanya bagaimana ia
dan keluarganya berhasil melewatinya
6. Ilusi
Ketidaktahuan Ny. T dengan lingkungan pengobatan (familiaritas
dengan kejadian), harapan untu efek samping kemoterapi dan
pemulihan pasca operasi (pola gejala), dampak pengobatan pada
hubungan keluarga, dan prognosis.
7. Adaptasi
Ny. T mengatakan kepada Sinta bahwa secara bertahap ia memandang
pengalaman kanker memberikan arti baru dalam hidupnya dan
membantu ia menentukan prioritas.
8. Pandangan baru tentang kehidupan (Mishel, 1988).
Tapi Ny. T mengatakan kepada Sinta bahwa secara bertahap ia
memandang pengalaman kanker memberikan arti baru dalam hidupnya
dan membantu ia menentukan prioritas. Dia meninggalkan pekerjaan
yang tidak disukainya dan sekarang mengarahkan energinya kearah
hubungan dia dengan anak remajanya. Ny. T dan suaminya baru-baru
menikmati perjalanan bulan madu kedua ke Bali yang lama tertunda.
9. Pemikiran Probabilitas
Dia mengatakan pada Sinta bahwa dia sekarang menyambut setiap
harinya sebagai kesempatan untuk menjalani hidup dan
memebahagiakan anak – anaknya.
Persepsi pasien terhadap penyakitnya yang menimbulkan ketidakpastian
akan keadaannya didukung oleh pemikiran atau persepsi klien dan
keluargannya oleh karena itu kita sebagai perawat harus menjalankan peran
dan fungsi perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan, advokat klien,
Edukator, koordinator, kolaborator, Konsultan, dan Pembaharuan.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Merle H. Mishel lahir di Boston, Masssachusetts. Mishel lulus dari
University of Boston dengan gelar B.A tahun 1961 dan memperoleh gelar
M.S pada area keperawatan jiwa dari Universitas California tahun 1966.
Ketika di Universitas Arizona, Mishel menerima berbagai pendanaan
penelitian baik dalam dan luar sekolah yang membantunya
mengembangkan penelitian tentang kerangka teori dari ketidakpastian
dalam penyakit.
Konsep dalam teori keperawatan Marle H. Mishel yaitu mengenai
ketidakpastian, skema kognitif, kerangka stimulus, pola gejala, familiaritas
kejadian, ilusi, adaptasi, pandangan baru tentang kehidupan, dan pemikiran
probabilitas.
Sumber teoritis ketidakpastian merupakan aspek bersama dalam
pengalaman terhadap penyakit. Penyakit dapat mengganggu stabilitas
kehidupan yang diterima, dan hasil penyakit ini dapat menjadi tidak bisa
diprediksi. Banyak aspek yang mempengaruhi peraaan ketidakpastian,
dalam hal ini, mempengaruhi pengaruh psikologis terhadap pengalaman.
Untuk menjelaskan fenomena inilah Dr.Merle Mishel mengembangkan
Uncertainty in Illness Theory.
Ketidakpastian secara umum dinilai sebagai kesempatan hanya pada
kondisi yang menunjukkan arah menurun yang diketahui, dengan kata lain,
ketidakpastian dinilai sebagai kesempatan ketika dibandingkan kepastian
yang negatif. Mishel dan yang lainnya menemukan bahwa orang-orang juga
menulai ketidakpastian sebagai sebuah kesempatan dalam situasi tanpa arah
menurun yang jelas, terutama pada penyakit-penyakit kronis jangka panjang
dan bahwa dalam konteks ini orang-ornag sering kali mengembangkan
pandangan baru mengenai kehidupan.

B. Saran
Dari makalah yang kami buat, kami sebagai penulis menyarankan
untuk lebih banyak membaca dan memahami teori keperawatan Merle H.
Mishel dan sebagai perawat setidaknya kita harus mengetahui teori-teori
keperawatan yang telah dicetuskan oleh pendahulu kita. Tidak kalah
pentingnya kita perlu untuk menerapkan teori teori tersebut pada tempat kita
bekerja maupun dikehidupan sehari-hari kita.

DAFTAR PUSTAKA
Dwi R. 2017. Teori Keperawatan (Teori Merle H. Mishel). Di akses tanggal
13 Juli 2019. Dari http://id.scrid.com/document/363328113/falsafah-
kelompok-8-Merle-h-Mishel-1

Merle H. Mishel. 1988. Uncertainty in Illness.


https://doi.org/10.1111/j.1547-5069.1988.tb00082.x

Usia H. 2017. Teori Keperawatan Merle h. Mishel. Diakses tanggal 13 Juli


2019. Dari http://id.scribd.com/document/393185363/Teori-Keperawatan-
Merle-h-Mishel
Mishel

Anda mungkin juga menyukai