Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KOTA BANDUNG

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2
BALEENDAH
Jl. R.A.A Wiranata Kusumah No. 11, Baleendah Bandung Jawa Barat (022)
5940714

HAND OUT
Sekolah : SMK NEGERI 2 Baleendah
Mata Pelajaran : Pembuatan Busana Industri
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018 - 2019
Alokasi Waktu: 14 X 45 Menit

A. Kompetensi Dasar
3.3 Memeriksa harga jual busana bebe anak
4.3 Menghitung hasil harga jual busana bebe anak

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3.1 Menentukan tujuan menentukan harga jual.
3.3.2 Menjelaskan aspek perhitungan harga jual busana bebe anak.
3.3.3 Menjelaskan prosedur perhitungan harga jual busana bebe anak.
3.3.4 Memeriksa harga jual busana bebe anak.
4.3.1 Mengikuti rumus perhitungan harga jual busana bebe anak.
4.3.2 Menerapkan rumus perhitungan harga pokok, bahan baku, bahan penunjang,
tenaga kerja, biaya operasional dan kemasan.
4.3.3 Menghitung harga jual busana bebe anak

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, diskusi dan menggali informasi :
 Menentukan tujuan harga jual dengan benar.
 Menjelaskan aspek perhitungan harga jual busana bebe anak secara tepat.
 Menjelaskan prosedur perhitungan harga jual busana bebe anak sesuai langkah
yang benar.
 Memeriksa harga jual busana bebe anak dengan tepat.
 Mengikuti rumus perhitungan harga jual busana bebe anak sesuai prosedur.
 Menerapkan rumus perhitungan harga pokok, bahan baku, bahan penunjang,
tenaga kerja, beaya operasional dan kemasan dengan benar.
 Menghitung harga jual busana bebe anak dengan tepat.
D. Materi Perhitungan Harga Jual
1. Tujuan perhitungan Harga jual
Sebelum membahas mengenai penentuan harga jual maka sebaiknya
perlu kita ketahui lebih dulu tentang pengertian dari harga jual itu sendiri.
Harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha
kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau
diserahkan. (Supriyono, 2001:314).
Penentuan harga jual berhubungan dengan (Supriyono, 2001:314) :
1. Kebijakan penentuan harga jual (pricing policies)
Kebijakan penentuan harga jual adalah pernyataan sikap manajemen
terhadap penentuan harga jual produk atau jasa. Kebijakan tersebut tidak
menentukan harga jual, namun menetapkan faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan dan aturan dasar yang perlu diikuti dalam penentuan harga
jual.
2. Keputusan penentuan harga jual (pricing decision)
Keputusan penentuan harga jual adalah penentuan harga jual produk atau
jasa suatu organisasi yang umumnya dibuat untuk jangka pendek.
Keputusan ini dipengaruhi oleh kebijakan penentuan harga jual,
pemanfaatan kapasitas, dan tujuan organisasi.
Tujuan penentuan harga jual ada bermacam-macam. Tujuan penentuan
harga jual yang dilakukan perusahaan terhadap produk yang dihasilkan
adalah sebagai berikut (Kotler, 1996:356):
1. Kelangsungan hidup perusahaan.
Perusahaan menetapkan tujuan ini apabila menghadapi kelebihan kapasitas
produksi, persaingan yang ketat atau perubahan selera konsumen. Dalam
hal ini, bertahan hidup lebih utama daripada menghasilkan keuntungan.
Demi kelangsungan hidup perusahaan, disusun strategi dengan
menetapkan harga jual yang rendah dengan asumsi pasar akan peka
terhadap harga.
2. Peningkatan arus keuntungan.
Perusahaan dapat memaksimalkan laba jangka pendek apabila
perusahaan lebih mementingkan prestasi keuangan jangka pendeknya
dibandingkan jangka panjang. Perusahaan mempunyai keuntungan untuk
menetapkan harga yang dapat memaksimalkan laba jangka pendek
dengan anggapan bahwa terdapat hubungan antara permintaan dan biaya
dengan tingkatan harga yang akan menghasilkan laba maksimum yang ingin
dicapai.
3. Kepemimpinan kualitas produk.
Dalam hal ini, perusahaan menetapkan harga yang tinggi supaya kualitas
produksi tetap terjamin. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai
keinginan untuk memasarkan produk dengan kualitas tinggi atau
ingin menjadi pemimpin dalam kualitas produk di pasarnya. Pada
umumnya perusahaan semacam ini menetapkan harga yang tinggi dengan
tujuan agar dapat menutup tingginya biaya dalam menghasilkan mutu
produk yang tinggi.
4. Meningkatkan penjualan.
Peningkatan penjualan akan mempengaruhi penerimaan perusahaan, jumlah
produksi dan laba perusahaan. Perusahaan selalu menginginkan
jumlah penjualan yang tinggi untuk menunjang kelangsungan hidupnya.
Peningkatan penjualan dapat dilakukan melalui bauran pemasaran yang
agresif. Pengembangan produk dengan memperbarui atau menawarkan
produk-produk baru dapat meningkatkan penjualan. Pada satu sisi,
perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dengan tetap
mempertahankan tingkat labanya. Sedangkan di sisi lain, manajemen dapat
memutuskan untuk meningkatkan volume penjualan melalui strategi
pemotongan harga atau penetapan harga yang agresif dengan menanggung
resiko.
5. Mempertahankan dan meningkatkan bagian pasar.
Salah satu strategi yang dapat ditempuh perusahaan adalah
mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar. Banyak perusahaan
menetapkan harga yang rendah untuk mempertahankan dan memperbesar
pangsa pasar.
6. Menstabilkan harga.
Perusahaan berupaya menstabilkan harga dengan tujuan untuk
menghindari adanya perang harga pada waku permintaan meningkat atau
menurun (tidak stabil).
Oleh karena itu perusahaan perlu menentukan tujuan utama agar
fokus perusahaan menjadi lebih jelas. Untuk mencapai tujuan-tujuan
tersebut di atas ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan

2. Biaya
Biaya dalam istilah keuangan mempunyai pengertian
pengorbanan sumber-sumber daya yang diadakan untuk mendapatkan
keuntungan atau mencapai tujuan di masa datang (Arman Hakim, 2006: 172).
Secara umum istilah biaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Berhubungan dengan tujuan biaya;
1) Biaya langsung (direct cost)
2) Biaya tidak langsung (indirect cost)
b. Berhubungan dengan perubahan volume kegiatan;
1) Biaya tetap (fixed cost)
2) Biaya variabel (variable cost)
c. Berhubungan dengan keputusan manajemen;
1) Biaya marjinal (marginal cost)
2) Biaya inkremental (incremental cost)
3) Biaya kesempatan (opportunity cost)
4) Biaya terbenam (sunk cost)
Biaya langsung merupakan biaya-biaya yang dapat diidentifikasikan
secara langsung pada suatu proses tertentu atau output tertentu. Dalam kalimat
lain, biaya langsung adalah biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan
operasi/produksi. Biaya langsung ini terdiri dari biaya bahan baku langsung dan
biaya tenaga kerja langsung. Sebagai contoh dalam bisnis garmen, maka biaya
bahan baku langsung adalah biaya pengadaan kain, dan biaya tenaga kerja
langsung adalah biaya untuk pengupahan tenaga kerja di sektor produksi
seperti tenaga pembuat pola (pattern maker), pemotongan (cutting), dan
penjahitan (sewing).
Biaya tidak langsung merupakan biaya-biaya yang tidak dapat
diidentifikasikan secara langsung pada suatu proses tertentu atau output tertentu.
Dalam kalimat lain, biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak berhubungan
langsung dengan kegiatan operasi/produksi. Biaya langsung ini terdiri dari biaya
bahan baku tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung. Sebagai
contoh dalam bisnis garmen, maka biaya bahan baku tidak langsung adalah
biaya pengadaan plastik pengemas, swing tag, dan biaya tenaga kerja tidak
langsung adalah upah tenaga kerja non sektor produksi seperti tenaga
cleaning service, satpam, maintenance.
Biaya tetap merupakan biaya-biaya operasi suatu fasilitas yang bersifat
tetap meskipun volume produksi tersebut berubah-ubah. Contohnya gaji
pegawai, abonemen telepon, listrik, dan PDAM bulanan.
Biaya variabel merupakan biaya-biaya operasi suatu fasilitas yang berubah
secara linier sesuai dengan volume produksi tersebut. Contohnya biaya
bahan baku. Hubungan antara biaya tetap dan biaya variabel dapat digunakan
untuk analisis titik impas (Break Even Point).
Biaya inkremental merupakan tambahan biaya yang akan terjadi apabila suatu
alternatif yang dipilih berubah volume kegiatannya. Sebagai contoh, apabila
suatu bisnis garmen ingin meningkatkan kapasitasnya dari 1.000 pcs per bulan
dengan total biaya Rp 2.000.000,00 menjadi 1.500 pcs per bulan
dengan total biaya Rp 2.400.000,00 maka tambahan biaya (biaya
inkremental) dari alternatif adalah 0,4 juta. Analisis biaya inkremental banyak
digunakan untuk menentukan kebijakasanaan perubahan volume operasi dalam
gabungannya dengan keuntungan perusahaan.
Apabila biaya inkremental dihitung untuk perubahan output per unit
barang yang diproduksi maka disebut dengan analisis marjinal. Analisis ini
melibatkan biaya marjinal dan pendapatan marjinal. Biaya marjinal
berhubungan dengan tambahan biaya bila terjadi satu perubahan output,
sedangkan pendapatan marjinal merupakan tambahan pendapatan yang
diperoleh bila terjadi satu perubahan output.
Biaya kesempatan merupakan pendapatan (penghematan) biaya yang
dikorbankan sebagai akibat pemilihan alternatif tertentu. Sebagai contoh,
apabila suatu bisnis garmen memproduksi kemeja maka akan mendapat
keuntungan Rp 15.000,00 per pcs, sedangkan bila garmen itu memproduksi t-
shirt maka akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10.000,00 per pcs.
Apabila bisnis garmen tersebut memilih untuk memproduksi kemeja maka
biaya kesempatan yang dikorbankan adalah sebesar Rp 10.000,00. Biaya
terbenam terjadi bila terdapat perbedaan antara nilai buku dari suatu aset
(misalnya mesin-mesin, bangunan) dengan nilai sebenarnya ketika aset tersebut
dijual. Perbedaan dimana nilai jual aset sebenarnya lebih rendah dari nilai
buku disebut dengan biaya terbenam. Contoh, pada tahun kelima
penggunaan suatu mesin jahit mempunyai nilai buku secara akuntansi Rp
3 juta, namun nilai jual sebenarnya ternyata hanya Rp 2 juta. Perbedaan
sebesar Rp 1 juta tersebut adalah biaya terbenam.

3. HARGA JUAL
Penentuan harga jual pada industri busana jadi berbeda – beda, hal yang
mempengaruhi harga adalah kualitas dari busana jadi ( dari proses pembuatannya) dan
kualitas dari bahan tekstil yang digunakan. Kita dapat membedakan tiga macam jenis
industri busana jadi, yaitu:
a. Industri busana jadi dengan kualitas tinggi, biasanya harga jualnya mahal, karena
diproduksi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan dilakukan secara teliti,
mengikuti standar kualitas yang ketat, dirancang oleh desainer ternama,
konsumennya tingkat ekonomi menengah ke atas.
b. Industri busana jadi dengan kualitas menengah, biasanya harga jualnya tidak
terlalu tinggi, diproduksi dengan standar kualitas lokal. Konsumennya pada
tingkat ekonomi menengah.
c. Industri busana jadi yang kurang baik, harga jualnya rendah, memproduksi dalam
jumlah banyak, terkadang kurang memperhatikan kualitas baik proses produksi
maupun kualitas prosesnya. Konsumennya pada tingkat ekonomi rendah.
Dalam melakukan kalkulasi diperlukan beberapa perhitungan harga pokok, harga jual
dan perhitungan pulang pokok (break event point)
a. Harga pokok
Yang termasuk harga pokok dalam suatu industri terdapat dua bagian, yaitu:
1. Biaya produksi langsung, terdiri dari:
a) Bahan utama, merupakan bahan pokok yang digunakan untuk membentuk
produk jadi, dalam hal ini kain yang digunakan untuk memproduksi
busana bebe anak.
b) Bahan tambahan, yaitu bahan yang digunakan untuk mendukung
terciptanya produk busana jadi, dalam hal ini untuk produk busana bebe
anak diperlukan bahan tambahan yaitu kain keras, ritsluiting, kancing kait
besar.
c) Upah langsung, yaitu upah yang diberikan kepada pekerja yang secara
langsung mengerjakan produk jadi.
2. Biaya produksi tidak langsung, yaitu biaya yang membantu secara tidak
langsung dalam memproduksi busana bebe anak. Biaya ini dapat juga
diperhitungkan dengan tarif berdasarkan proses dari biaya langsung atau
berdasarkan jam kerja atau metode lain yang lebih representatif.
a. Gaji staf desain
b. Pembantu sampel produksi
c. Gaji pegawai administrasi
d. Kemasan barang + listrik + gedung (sewa atau penyusutan)
e. Komisi penjualan
f. Diskon penjualan
g. Promosi
h. Asuransi

b. Harga Jual
Harga jual adalah hasil pendapatan dari industri yang terdiri dari:

Biaya langsung + Biaya tidak langsung + Pajak + Laba

Perhitungan harga jual setiap industri busana jadi berbeda – beda prosentasenya, tetapi
yang menjadi dasar perhitungannya adalah sama. Penentuan harga jual ada 2 cara yaitu
a) Harga jual 100%
1) Biaya langsung = 50%
2) Biaya tidak langsung + pajak + laba bersih = 50%
b) Modal 100%
1) Biaya langsung = 100 %
2) Biaya tidak langsung =X%
3) Pajak =Y%
4) Laba bersih =Z%
Harga jual = 100 % = X %+ Y % + Z %
Di bawah ini salah satu contoh dalam menentukan harga jual. Persentase yang
dibuat tidak harus seperti ini, tetapi tergantung lingkungan dan kondisi industri.
Penentuan pajak tergantung peraturan pemerintah setempat.

Perhitungan Biaya Langsung Produk Busana bebe anak dengan harga jual 100%
Corak bahan Polos
Style 1027
Warna : Merah
Asal Bahan : Katun
Ukuran : S, M, L
Pemeliharaan : Wash and wear
Harga : Rp 120.000, 00
Musim : Dingin
Desainer : Rafi
Pembuat Sampel :
Pembuat Pola :
Size :
S = 20
M = 30
L = 10
Harga
Bahan utama Jumlah Satuan Total (Rp) Sketsa Model
satuan (Rp)
Katun 1,5 m 20.000 30.000
Jumlah harga bahan utama 30.000
Bahan Tambahan
Vuring 0, 30 M 15.000 4.500
Kain Keras 0,10 M 15.000 1.500
Kancing 1 Buah 500 500
Benang 0,25 Gulung 2.000 500
Ristliting 17,5 1 Buah 4.000 4.000
cm
Label 1 Buah 500 500
Pembungkus 1 Poly Bag 1.000 1.000
Kontrol kualitas 1 Pc 200 200
Jumlah harga bahan tambahan ( Rp ) 12.700

Upah 3.000
Pembuat Pola 3.000
Tukang Potong 6.500
Operator 3.000
Tukang 2.000
Pressing
Asuransi 1.000
Pengiriman 2.000
Barang
Jumlah Upah ( Rp ) 20.500
Jumlah Biaya Langsung ( Rp ) 63.200

Perhitungan harga jual Produk Busana bebe anak


No Uraian Harga ( Rp ) Rata – Rata %
I Biaya Langsung
1. Bahan Utama 1,5 m @ 20.000 30.000 24%
2. Bahan Tambahan 12.700 10%
3. Upah 20.500 17%
Jumlah Biaya Langsung 63.200 50%
II Biaya tidak langsung
1. Staf Desain + Pembuat Pola 4.800 4%
2. Pegawai Administrasi 4.800 4%
3. Penyusutan Barang 2.400 2%
4. Diskon Penjualan 2.400 2%
5. Promosi 3.600 3%
Jumlah biaya tidak langsung 17.760 15%
Harga Pokok 78.000 65%
III Pajak 10% dari biaya langsung 12.000 10%
IV Laba Bersih 30.000 25%
V Harga Jual Busana bebe anak 120.000 100%

Daftar Pustaka

Agustin rinartati dan Heni Mustofani. 2018. Pembuatan Busana Industri Tata Busana.
School of fashion and garment production Surabaya.

Sri Emy Yuli dan Adam Jerusalem. 2018. Modul PPGJ Pembuatan Busana Industri.
Kemenristekdikti.