Anda di halaman 1dari 13

EVIDENCE BASED NURSING (EBN)

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI TOTAL PARENTERAL


NUTRITION SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PASIEN
POST OPERASI
DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN
BANDUNG

Disusun Oleh:
1. Cici Lukita : 3180
2. Desi Amalia : 3180
3. Dina Bela Pista : 3180
4. Dita Merdekawati : 318045
5. Endah Rahayu :
6. Faisal Muhamad :

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN
PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA
JAWA BARAT
2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dukungan nutrisi merupakan suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan
dari manajemen holistik terutama untuk pasien sakit kritis oleh karena
tindakan pembedahan atau non bedah. Pada kebanyakan kasus, keadaan
pasien memburuk atau bisa meninggal yang bukan disebabkan oleh penyakit
utama namun sebagai komplikasi sekunder dari malnutrisi. Hal ini penting
bagi para klinis utnuk memahami perubahan metabolisme tubuh yang terjadi
pada proses tersebut. Hal penting lain yang tidak bisa dilupakan adalah
bagaimana mendukung pasien dengan nutrisi yang baik. Nutrisi enteral
merupakan pilihan pertama untuk pasien, namun jika ada kontraindikasi,
harus selalu dipertimbangkan untuk menggunakan nutrisi parenteral. Menurut
Kresnoedi (2017) menjelaskan bahwa dukungan nutrisi merupakan komponen
penting dalam perawatan pasien kritis karena dapat meningkatkan morbiditas,
mortalitas, dan lama tinggal.
Nutrisi seperti halnya oksigen dan cairan senantiasa dibutuhkan oleh
tubuh. Penderita yang tidak dapat makan atau tidak boleh makan harus tetap
mendapat masukan nutrisi melalui cara enteral (NGT) atau cara parenteral
(intravena). Nutrisi parenteral tidak menggantikan fungsi alamiah usus, karena
itu hanya merpakan jalan sementara sampai usus berfungsi dengan normal
kembali.
Pemberian teknik parenteral memang tidak mudah dilihat dari segi
biokimia dan fisiologi. Pemberian nutrisi dengan teknik parenteral pun
terhitung mahal, tetapi jika digunakan dengan benar pada penderita yang
tepat, pada akhirnya akan dapat dihemat lebih banyak biaya yang semestinya
keluar untuk antibiotik dan untuk waktu tinggal di rumah sakit (LOS). Contoh
kesalahan yang masih banyak ditemukan di beberapa rumah sakit yaitu
pemberian protein tanpa kalori karbohidrat yang cukup dan pemberian cairan
melalui vena perifer dimana osmolaritas cairan tersebut lebih dari 900 m
Osmol yang seharusnya melalui vena sentral. Pasien dewasa dapat pulih
kembali dengan cepat dilihat dari status gizi yang baik, dapat menjalani
pembedahan, puasa 5-7 hari setelah operasi dan kemudian dapat menjalani
pemulihan di rumahnya.
Namun, tidak semua kondisi pasien yang akan menjalani operasi
ataupun telah menjalani operasi dalam keadaan baik, status gizi yang baik,
beberapa kasus pasien yang pada awalnya memang sudah menunjukkan
keadaan yang kurang baik, status gizi yang kurang, kadar albumin <3.5 gr/dL.
Pasien biasanya puasa dalam 5 – 7 hari dan hanya mendapatkan infus
elektrolit untuk mencegah hipoalbuminemia, hambatan penyembuhan luka,
penurunan daya tahan tubuh sehingga infeksi mudah menyebar. Sebagai
contoh, banyak dari pasien post operasi (pasca bedah) laparatomi karena
perforasu ukeym (typhus abdominalis), invaginasi, volvulus, atau hernia
inkarserata kemudian mengalami kebocoran jahitan usus yang menyebabkan
peritonitis atau enterofistula ke kulit.
Dengan adanya bantuan dari nutrisi yang baikm penyulit-penyulit fatal
seperti yang telah dijelaskan di atas dapat dihindari.
B. Rumusan Masalah

Bagaimana efektifitas pemberian nutrisi parenteral pada pasien post

operasi di ruang rawat inap ?

C. Keaslian Penelitian

Untuk mendukung penelitian ini, tim peneliti menemukan beberapa kajian

riset terdahulu mengenai efektifitas pemberian nutrisi secara parenteral pada


pasien post operasi untuk dijadikan sebagai pedoman dalam literatur review

ini. Di antaranya yaitu :

1. Penelitian yang dilakukan oleh Joon Seong Park, Hye KYUNG Chung, Ho
Kyoung Hwang, dan Dong Sup Yoon, dengan judul Postoperative
Nutritional Effects of Early Enteral Feeding Compared with Total Parental
Nutrition in Pancreaticoduodectomy Patients : A Prosepective,
Randomized Study
2. Penelitian yang dilakukan oleh Nomaqhawe Moyo, Farai D.
Madzimbamuto dan Samson Shumbairerwa dengan judul Adding a
transversus abdominis plane block to parenteral opioid for postoperative
analgesia following trans-abdominal hysterectomy in a low resource
setting: a prospective, randomised, double blind, controlled study.
B. Tujuan

1. Tahap 1: Mengetahui informasi mengenai kebutuhan asuhan keperawatan

pada pasien post operasi yang di rawat di rawat inap berdasarkan

wawancara dengan anggota keluarga, perawat, tenaga kesehatan lain,

rekam medis dan observasi.

2. Tahap 2: Mengetahui rumusan PICOT perbandingan intervensi terapi non

farmakologi pada post operasi dengan pemberian nutrisi parenteral yang

digunakan untuk membantu mengidentifikasi masalah serta intervensi yang

akan dilakukan sehingga proses pencarian bukti/hasil penelitian lebih

spesifik berdasarkan tujuan yang akan dicapai.


3. Tahap 3: Mengetahui evidence atau artikel yang tepat yang akan dijadikan

bukti ilmiah pelaksanaan EBP terkait pasien post operasi dengan pemberian

nutrisi secara parenteral.

4. Tahap 4: Mengetahui quality assesment/apraisal atau nilai dari hasil

penelitian/bukti yang didapat untuk menentukan hasil penelitian tersebut

merupakan hasil penelitian terbaik yang tidak akan menimbulkan bahaya

jika diterapkan.

5. Tahap 5: Mengintegrasikan hasil penelitian terbaik (jurnal) mengenai

pasien post operasi yang di rawat di ruang rawat inap dengan pemberian

nutrisi parenteral menurut pandangan ahli.


BAB II

TAHAPAN EBP

A. Tahap I
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada
perawat yang berdinas di Ruang Kemuning lt.4 RSUP Dr. Hasan Sadikin
Bandung, didapatkan bahwa pasien post operasi diberikan nutrisi parenteral,
namun tidak semua pasien diberikan. Beberapa diberikan nutrisi secara
enteral, jika pasien memungkinkan untuk minum atau makan secara oral.
Sedangkan untuk pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi secara
adekuat, diberikan nutrisi secara parenteral, sebagai contoh kasus adalah
pemberian total parenteral nutrition pada pasien anak yang bertujuan untuk
memulihkan kembali kebutuhan nutrisi pasca operasi dan untuk mempercepat
LOS (Length of Stay) pasien.
Berikut komposisi yang ada di Total Parenteral Nutrition, An. B (6
tahun) yang diberikan TPN :
Jenis cairan : dextrose INF 10 %, Obat yang ditambahkan (dextrose
INF 10% (42.75 ml), Natrium klorida INF 3% (58 ml), pottasium klorida inj
7.4% (29 ml). Total = 599.75 ml. Rute intravena, 50 ml/jam.
B. Tahap II

P : Pasien Post Operasi

I : Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien post operasi dengan parenteral

C : Membandingkan intervensi yang efektif antara pemberian nutrisi

parenteral dan enteral

O : Dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pasien post operasi

T : POD 21
C. Tahap III

Diagram flow

Jumlah artikel yang


didapat
PubMed :(n=865)
Jumlah artikel yang
di include
(berdasarkan
kriteria inklusi)
:RCT

Jumlah artikel
yang sesuai
(n= 145)
Jumlah artikel yang di
include (berdasarkan
kriteria inklusi) :
Full text, open access

Jumlah artikel
yang sesuai
(n=18)
Jumlah artikel yang di include
berdasarkan kriteria inklusi :
Rumah sakit, rawat inap, post
operative, Total parenteral

Jumlah artikel yang masuk


dalam pengkajian

(n=2)
D. Tahap IV
1. CASP Checklist
a. Postoperative nutritional effects of early feeding compared with total parenteral nutrition in

pancreaticoduoceomy patiensts:A Prosepective, randomized study

Respon
No Pertanyaan Fokus Komentar
Iya Tidak Tidak dilaporkan
Section A: Apakah hasil studi nya valid?
1 Apakah studi tersebut  Studi populasi √ Studi ini menjelaskan secara fokus tentang metode nutrisi
menjelaskan  Intervensi yang pasca operasi dan membandigkan hasil klinis dari 2 metode.
masalahnya secara diberikan Kelompok yang pertama adalah kelompok EEN yang
fokus  Kelompok menerima makan eneral pasca operasi dan kelompok kontrol
menerima manajemen nutrisi parenteral total pasca operasi.
control/komparasi
 Hasil/ outcome
2 Apakah pembagian  Bagaimana ini √ sampel pada jurnal penelitian ini berjumlah 40 pasien yang di
pasien ke dalam dilakukan rekrut secara acak kelompok perlakuan EEN dan TPN. Dua
kelompok intervensi dan  Apakah alokasi pasien pasien menarik diri dari penelitian karena tabung nasojejunal
control dilakukan secara dilakukan secara mereka tidak sengaja copot. 38 pasien EEN:18 Pasien dan
acak tersembunyi TPN:20 pasien.
Alokasi pasien tidak dilakukan secara tersembunyi karena
 dari peneliti dan pasien
penelitian di lakukan di RSUD
3 Apakah semua pasien  Apakah dihentikan lebih √ Dalam jurnal penelitian ini dijelaskan tidak ada
yang terlibat dalam awal pemberhentian intervensi lebih awal, sehingga semua
penelitian  Apakah pasien dianalisis kelompok dianalisis dan dicatat dengan benar dikesimpulan.
dicatat dengan benar di dalam kelompok untuk
kesimpulannya? yang mereka acak
4 Apakah pasien, petugas √ Pasien, petugas kesehatan dan responden “ Blind” terhadap
kesehatan intervensi yang dilakukan.
dan responden pada
penelitian ini
‘Blind’ terhadap
intervensi yang
dilaksanakan?
5 Apakah waktu √ Waktu pelaksaanaan untuk tiap grup tidak sama.
pelaksanaan untuk Untuk group EEN dimulai dalam 24 jam pasca operasi dengan
setiap grup sama? kecepatan 20 mL/jam, kecepatannya semakin progresif
meningkat sebesar 20mL/hari sampai mencapai nutrisi penuh
sebanyak 25 kkal/kg. Pemberian makanan enteral dilakukan
dengan infus pump selama 18 jam/hari dengan 6 jam waktu
istirahat. Sedangkan pada kelompok kontrol TPN dimulai
pada pasca operasi pertama hari, semua pasien menerima
solusi TPN yang memeiliki 25 kkal/kg stiap hari.
6 Selain intervensi yang √ Diperlakuakan sama adil karena kedua kelompok merupakan
dilaksanakan, apakah pasien dengan kriteria inklusi pasien pasca operasi yang sama,
setiap group semua peserta mendapatkan nutrisi sesuai dengan kebuthan
dipelakukan sama/adil? yait 25 kkal/ kg. Kelompok intervensi atau kelompok kontrol
semua di awasi oleh peneliti.
Seciton B: Apa hasilnya?
7 Seberasa besar efek dari  apa outcome yang Hasil Outcome yang diukur adalah kebutuhan nutrisi pasca operasi
intervensi tersebut diukur? terpenuhi dan dapat mempertahankan berat badan pasca operasi. hasil
 Apakah hasil yang dijelaskan secara spesifik membuat pembaca mengetahui hasil akhir
dijelaskan secara dari penelitian tersebut, bahwa pemulihan berat badan 3 minggu pasca
spesifik operasi secara signifikan lebih baik pasien diberikan EEN daripada TPN.

 Hasil apa yang
ditemukan untuk
 Apa hasil dari setiap
outcome yang
diukur
8 Seberapa tepat dan  Berapa confidence Penelitian menjelaskan bahwa pemulihan berat badan pasca operasi
akurat efek intervensi? limitnya tergantung berapa banyak faktor termasuk nafsu makan, mekanisme yang
terlibat tidak jelas, tetapi kemungkinan besar itu mencerminkan bahwa

EEN meangsang nafsu makan, jadi semakin cepat normaliasai asupan
makanan menjadi alasan untuk penapaian pra operasi yang jauh lebh
cepat untuk penambahan berat badn pada EEN.
Seciton C: Akankah hasil membantu secara lokal?
9 Bisakah hasilnya  Apakah karakteristik Bisa diterapkan karena mudah dilakukan dan bisa di lakukan oleh tenaga
diterapkan pasien sama dengan kesehatan. Karakteristik pasien sama yaitu pasien pasca operasi.
populasi lokal, atau di tempat
konteks saat ini bekerja/populasi √
dilingkungan sekarang? anda?
 Jika berbeda, apa
perbedaannya
10 Apakah hasil penelitian  Apakah infomasi Penting untuk di pertimbangkan karena metode ini efektif tidak
ini penting secara klinis yang anda inginkan memakan tempat dan waktu yang membuat pasien kelelahan.
untuk sudah terdapat
dipertimbangkan? dalam penelitian
 Jika tidak, apakah √
akan berpengaruh
terhadap
pengambilan
keputusan
11 Apakah manfaatnya Meskipun tidak Resiko yang di dapat sangat sedikit karena biaya yang dikeluarkan hanya
sepadan dengan bahaya tercantum dalam sedikit, dan intervensi yang dilakukan tidak memiliki resiko, serta

dan biaya yang penelitian, bagaiman kegiatan ini tidak berbahaya karena tidak membuat pasien kelelahan dan
butuhkan? menurut anda terluka.
2. Hasil analisis
Jenis
Penulis, tahun Tujuan penelitian Intervensi Hasil Quality Ass
Penelitian
Joon seong park, Untuk mengetahui Experimental Kelompok A: diberikan Pemberinan nutrisi pasca
Hye kyung chung, efektifitas nutrsi dengan enteral pasca operasi melalu eteral (EEN)
Ho kyoung hwang, pasca operasi oprasi (EEN) dan lebih efektif dibandingkan
Jae keun kim, and kelompok B: diberikan dengan pemberian nutrisi
Dong sup yoon manajemen nutrisi melalu parenteal (TPN)
(2011) parenteral total pasca
operasi (TPN)
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan jurnal yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya,
didapatkan bahwa hasil outcome yang diukur dalam penelitian adalah
kebutuhan nutrisi pasca operasi terpenuhi dan dapat mempertahankan berat
badan pasca operasi. Hasil yang dijelaskan secara spesifik membuat pembaca
mengetahui hasil akhir dari penelitian tersebut, bahwa pemulihan berat badan
3 minggu pasca operasi secara signifikan lebih baik pasien diberikan EEN
(Early Enteral Feeding) daripada TPN (Total Parenteral Nutrition).
B. Saran
Diharapkan profesi perawat dapat mengaplikasikan intervensi
keperawatan mengenai pemberian nutrisi parenteral ataupun enteral sebagai
pemulihan pasca operasi dan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien. Perawat
dapat berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan atau menjadi pendidik
serta memfasilitasi keluarga. Bagi mahasiswa diharapkan dapat membantu
dalam mengembangkan hasil penelitian tersebut agar dapat di aplikasikan di
bidang keperawatan khususnya dalam perawatan pasien pasca operasi untuk
pemenuhan kebutuhan nutrisinya. Diharapkan pula semakin banyaknya
penelitian yang menjelaskan tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien post
operasi.

DATAR PUSTAKA
Joon Seong Park1 , et al. 2012. Postoperative Nutritional Effects of Early

Enteral Feeding Compared with Total Parental Nutrition in

Pancreaticoduodectomy Patients: A Prosepective, Randomized Study. Korea :

J Korean Med

Moyo , et al. 2016. Adding a transversus abdominis plane block to parenteral

opioid for postoperative analgesia following trans-abdominal hysterectomy

in a low resource setting: a prospective, randomised, double blind, controlled

study. BMC Research Source