Anda di halaman 1dari 60

KURIKULUM 2013

TAHUN PELAJARAN 2018 - 2019

DOKUMEN I

SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SINGARAJA


KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG
PROVINSI BALI
2018/2019
LEMBAR PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Kepala Sekolah, Dewan Guru dan Komite
Sekolah , dengan ini Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja Tahun Pelajaran
2018/2019 ditetapkan/disahkan untuk diberlakukan .

Hari :
Tanggal :

Menyetujui : Mengesahkan
Ketua Komite Sekolah Kepala SD Muhammadiyah Singaraja

M. Ali Susanto, M.Pd Faridah, S.Pd

Mengetahui:
a.n Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng
Kepala UPP Kecamatan Buleleng

Wayan Duduk, S.Pd, M.Pd


NIP 19660419 198804 1 001

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 ii


TIM KURIKULUM
SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SINGARAJA

KETUA : Faridah,S.Pd (Kepala Sekolah)

ANGGOTA :
1. Intan Puji Lestari, S.Pd (Guru Kelas I)
2. Nengah Imam Mahdii, S.Pd. (Guru Kelas I)
3. Sarifah, S.Pd. (Guru Kelas II)
4. Sakinah, S.Pd (Guru Kelas II)
5. Nurul Hidayati, S.Hi (Guru Agama Islam)
6. Ahmad Dahlan, S.Pd (Guru Olah Raga)

NARASUMBER / PENDAMPING :
1. Drs. Dw. Nym Wardana, M.Pd ( Pengawas TK/SD Kecamatan Buleleng)
2. Luh Putu Anggreni, S.Pd ( Team Pengembang/Instruktur KTSP Kec.Bll
3. M Ali Susanto, M.Pd ( Ketua Komite SD Muhammadiyah )

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 iii


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat
serta hidayahNya kepada kita semua, khususnya warga SD Muhammadiyah Singaraja. Berkat
bimbingan dan petunjuk Nya kami dapat menyusun Kurikulum SD Muhammadiyah
Singaraja Tahun Pelajaran 2018/2019.
Kurikulum ini dikembangkan oleh Tim Pengembang Kurikulum SD Muhammadiyah
Singaraja berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses,
dan Standar Penilaian serta berpedoman pada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) dengan memperhatikan kondisi daerah, potensi sekolah, dan
kebutuhan peserta didik. Pengembangan kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja didahului
dengan melakukan analisis konteks, selanjutnya melalui tahapan penyusunan draft, review
dan revisi, serta finalisasi. Kurikulum ini akan menjadi acuan operasional bagi guru,
karyawan, peserta didik, dan komite sekolah dalam melaksanakan pendidikan khususnya
kegiatan pembelajaran di SD Muhammadiyah Singaraja.
Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan Kurikulum ini. Meskipun kami telah berupaya mengembangkan kurikulum ini
sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditentukan, namun kami menyadari tentu masih
terdapat kekurangan. Oleh karena itu saran dan masukan dari semua pihak, terutama dari
stakeholders sangat kami harapkan untuk memperbaiki kekurangan kami.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja
ini sangat jauh dari sempurna, maka diperlukan binaan, bimbingan serta arahan dari berbagai
pihak. Demi kesempurnaan Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja ini kami sangat
mengharapkan saran / masukan yang bersifat konstruktif.
Demikianlah Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja ini disusun, semoga dapat
bermanfaat sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran demi terwujudnya peningkatan
mutu di SD Muhammadiyah Singaraja.

Tim Pengembang Kurikulum


SD Muhammadiyah Singaraja

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 iv


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i


LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... ii
TIM PENYUSUN.................................................................. ................................ iii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1


A. Latar Belakang.......................................................................... 1
B. Landasan Penyusunan Kurikulum 2013 .................................. 2
C. Tujuan Pengembangan ........................................................... 6
D. Prinsip Pengembangan ........................................................... 8

BAB II TUJUAN ................................................................................................... 12


A. Tujuan Pendidikan .................................................................. 12
B. Visi Sekolah ............................................................................. 13
C. Misi Sekolah ............................................................................ 13
D. Tujuan Sekolah ........................................................................ 14

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM ...................................... 15


A. Struktur Kurikulum ................................................................. 16
B. Muatan Kurikulum ................................................................... 20
1. Mata Pelajaran ..................................................................... 20
2. Muatan Lokal ...................................................................... 22
3. Pengembangan Diri ............................................................. 22
4. Beban Belajar ...................................................................... 31
5. Ketuntasan Belajar .............................................................. 31
6. Kenaikan Kelas .................................................................... 34
7. Pendidikan Kecakapan Hidup ............................................. 37
8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global .......... 38
9. Pengembangan Pendidikan Karakter .................................. 39

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 v


BAB IV KALENDER PENDIDIKAN ................................................................ 41

BAB V PENUTUP ................................................................................................. 54

LAMPIRAN – LAMPIRAN
1. SK Tim Pengembang Kurikulum dan Program Kerja TPK
2. SK-KD Muatan Lokal Bahasa Bali
3. Analisis Konteks

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 vi


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang
dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2006. Kurikulum 2013 merupakan
sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter,
siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta
memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata
pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap
satuan atau jenjang pendidikan.
Di dalam Penjelasan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada Bagian Umum dijelaskan bahwa pembaruan pendidikan
memerlukan strategi tertentu, dan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional ini
adalah “pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.” Pasal 35
Undang-undang Nomor Nomor 20 Tahun 2003 juga mengatur bahwa “Standar nasional
pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan,
sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.” Selanjutnya di dalam penjelasan
Pasal 35 dinyatakan bahwa “kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar
nasional yanga telah disepakati.”.
Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan diharapkan dapat
memberdayakan sumber daya masyarakat melalui peran serta komite sekolah serta tokoh-
tokoh masyarakat. Melalui kerja sama ini, sangat dimungkinkan untuk menyusun
kurikulum yang sesuai dengan tatanan budaya, kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Dengan demikian diharapkan dapat mengatasi masalah pendidikan yang berkaitan dengan
pemerataan, peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi manajemen
SD Muhammadiyah Singaraja telah memiliki Tim Pengembang Kurikulum Sekolah
yang telah di SK-kan sesuai dengan hasil keputusan rapat dewan guru pada tanggal 16 Juli
2018 yang diberikan tugas untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan
sekolah.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 1


.Kondisi nyata sekolah saat ini SD Muhammadiyah Singaraja yang terletak
dikelurahan Kaliuntu, sekolah yang didukung oleh potensi lingkungan cukup kondusif,
diantaranya suasana belajar yang nyaman, aman dan tertib serta perhatian masyarakat dan
komite yang cukup tinggi terhadap pendidikan , dalam pelaksanaannya belum semua guru
memahami prinsip prinsip pengembangan kurikulum (utamanya kurikulum 2013 dan
pembelajaran TEMATIK terpadu belum sepenuhnya dipahami guru) dan pembelajaran
belum sepenuhnya mengacu pada model pembelajaran yang akurat. Media pembelajaran
untuk menunjang pelaksanaan kurikulum 2013 juga masih perlu dikembangkan oleh
sekolah. Disamping itu penilaian pada kurikulum 2013 masih menjadi problem guru dan
harus diberikan pendampingan dalam pelaksanaannya.
Setelah dilakukan berbagai analisis terhadap delapan standar nasional pendidikan
serta analisis lingkungan terhadap kondisi riil di lapangan, pada dasarnya dengan kondisi
yang ada di SD Muhammadiyah Singaraja baik secara internal maupun eksternal,
memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disiasati secara cermat dengan
mengupayakan peningkatan dan pemanfaatan sisi positif yang dimiliki, sedangkan dari sisi
negatifnya diupayakan pengurangan atau ditekan seminimal mungkin sehingga program
yang telah di rencanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Berdasarkan uraian di atas serta memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah
dibidang pendidikan, maka Sekolah Dasar SD Muhammadiyah Singaraja dengan segenap
komponennya berupaya menyusun Kurikulum Sekolah sebagai implementasi dari
Menejemen Berbasis Sekolah (MBS) serta sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-
undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan memastikan
penerapan Kurikulum 2013 di kelas I dan IV akan berjalan sesuai dengan harapan
pemerintah, serta mengupayakan kelemahan guru melalui Bimtek-bimtek yang akan
ditindaklanjuti dalam penyusunan RKAS.

B. LANDASAN PENYUSUNAN KURIKULUM 2013


1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses
pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik
dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Kurikulum 2013
dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi
pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 2


berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Pada dasarnya
tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk
pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas.
Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi
sebagai berikut.
1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa
masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013
dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan
untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi
kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan..
2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan
filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau
adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta
didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi
kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan
memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari
warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan
sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta
didik..
3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini
menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran
adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan
kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin
ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan
kecemerlangan akademik.
4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang
lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan
berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun
kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social
reconstructivism).
Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di
atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama,

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 3


seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai
dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat
manusia.

2. Landasan Yuridis Kurikulum 2013


Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta
peradabann bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Untuk
mengembangkan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat,
pendidikan berfungsi mengembangkan segenap potensi peserta didik “menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang
demokratis serta bertanggungjawab” (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional).
Adapun Landasan Yuridis Kurikulum 2013 Adalah Sebagai Berikut
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71,
Tambahan Lembaran Negara);
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 24 Tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada
Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 4


8. Permendikbud No 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Pada Dikdasmen;
9. Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada
Dikdasmen;
10. Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib;
11. Permendikbud No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013;
12. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Dikdasmen;
13. Permendikbud N0 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar Pada
Dikdasmen;
14. Permendikbud No 195 Tahun 2014 tentang Evaluasi Kurikulum 2013; dan
15. Peraturan Mendikbud No. 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum
tahun 2006 dan Kurikulum 2013
16. Hasil rapat dewan guru dan komite sekolah yang telah dilaksankan pada
tanggal 16 Juli 2018

3. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan
rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan
masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan
nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan
dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan ini
dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja,
dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada tuntutan perubahan kurikulum
secara terus menerus. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan selalu dapat menjawab
tuntutan perubahan sesuai dengan jamannya. Dengan demikian keluaran pendidikan
akan mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya membangun
masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

4. Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi
pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks
kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif.
Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus didudukkan sebagai wahana

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 5


pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan
mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya.
Kebutuhan ini terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk jenjang
pendidikan dasar khususnya SD. Oleh karena itu pendidikan di SD yang selama ini
sangat menonjolkan kurikulum dan pembelajaran berbasis mata pelajaran, perlu
dikembangkan menjadi kurikulum yang bersifat tematik-terpadu. Konsep kurikulum
tematik-terpadu mencerminkan pertimbangan psikopedagogis anak usia sekolah
yang sangat memerlukan penanganan kurikuler yang sesuai dengan
perkembangannya.

5. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar”
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-
based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar
nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik
dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan,
berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught
curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran
di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta
didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan
kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta
didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta
didik menjadi hasil kurikulum

C. TUJUAN PENGEMBANGAN
Mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi
dan warganegara yang Agamis, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu
berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia
Melalui kurikulum ini, sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai
dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik untuk itu, penyusunan
Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 6
Kurikulum Sekolah Dasar Muhammadiyah Singaraja Kecamatan Buleleng Kabupaten
Buleleng disusun dengan tujuan :
1. Sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah;
2. Menjadikan kurikulum lebih sesuai dengan kebutuhan setempat;
3. Menciptakan suasana pembelajaran di sekolah yang bersifat mendidik,
mencerdaskan dan mengembangkan kreativitas anak.
4. Menciptakan pembelajaran yang Aktif , Kreatif , efektif, demokratis, menantang,
menyenangkan, dan mengasyikkan.
Untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional tersebut diperlukan kualifikasi
kemampuan lulusan yang dituangkan dalam standar kompetensi lulusan. Dalam penjelasan
Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa standar kompetensi
lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan,
dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Kompetesi Lulusan SD Muhammadiyah Singaraja memiliki sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sebagai berikut.

SD/MI/SDLB/Paket A

Dimensi Kualifikasi Kemampuan


Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak
mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat
bermain.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan
kepadanya.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 7


D. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013 Pelaksanaan pembelajaran pada
pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki karakteristik yang berbeda dari pelaksanaan
kurikulum 2006. Berdasarkan hasil analisis terhadap kondisi yang diharapkan terdapat
maka dipeloleh 14 prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan. Ada pun 14
prinsip itu adalah:
1. Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu; pembelajaran mendorong siswa
menjadi pembelajar aktif, pada awal pembelajaran guru tidak berusaha untuk
meberitahu siswa karena itu materi pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk final.
Pada awal pembelajaran guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu
fenomena atau fakta lalu mereka merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk
pertanyaan. Jika biasanya kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyampaian
informasi dari guru sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013
kegiatan inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta tertentu. Oleh
karena itu guru selalu memulai dengan menyajikan alat bantu pembelajaran untuk
mengembangkan rasa ingin tahu siswa dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan
rasa ingin tahu siswa dengan bertanya.
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber;
pembelajaran berbasis sistem lingkungan. Dalam kegiatan pembelajaran membuka
peluang kepada siswa sumber belajar seperti informasi dari buku siswa, internet,
koran, majalah, referensi dari perpustakaan yang telah disiapkan. Pada metode proyek,
pemecahan masalah, atau inkuiri siswa dapat memanfaatkan sumber belajar di luar
kelas. Dianjurkan pula untuk materi tertentu siswa memanfaatkan sumber belajar di
sekitar lingkungan masyarakat. Tentu dengan pendekatan ini pembelajaran tidak cukup
dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas.
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan
ilmiah; pergeseran ini membuat guru tidak hanya menggunakan sumber belajar tertulis
sebagai satu-satunya sumber belajar siswa dan hasil belajar siswa hanya dalam bentuk
teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, disain program, mind maping,
gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mempraktikan
sesuatu yang dapat dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau karyanya.
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi dari aktivitas

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 8


dalam proses belajar. Yang dikembangkan dan dinilai adalah sikap, pengetahuan, dan
keterampilannya.
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata pelajaran dalam
pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen sistem yang terpadu. Semua materi
pelajaran perlu diletakkan dalam sistem yang terpadu untuk menghasilkan kompetensi
lulusan. Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran bersama-sama,
menentukan karya siswa bersama-sama, serta menentukan karya utama pada tiap mata
pelajaran bersama-sama, agar beban belajar siswa dapat diatur sehingga tugas yang
banyak, aktivitas yang banyak, serta penggunaan waktu yang banyak tidak menjadi
beban belajar berlebih yang kontraproduktif terhadap perkembangan siswa.
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan
jawaban yang kebenarannya multi dimensi; di sini siswa belajar menerima kebenaran
tidak tunggul. Siswa melihat awan yang sama di sebuah kabupaten. Mereka akan
melihatnya dari tempatnya berpijak. Jika ada sejumlah siswa yang melukiskan awan
pada jam yang sama dari tempat yangberjauhan, mereka akan melukiskannya
berbedabeda, semua benar tentang awan itu, benar menjadi beragam.
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; pada waktu lalu
pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan dalam bentuk lisan
guru, fakta disajikan dalam bentuk informasi verbal, sekarang siswa harus lihat
faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya, teksnya yang membuat siswa melihat,
meraba, merasa dengan panca indranya. Siswa belajar tidak hanya dengan mendengar,
namun dengan menggunakan panca indra lainnya.
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan
keterampilan mental (softskills); hasil belajar pada rapot tidak hanya melaporkan
angka dalam bentuk pengetahuannya, tetapi menyajikan informasi menyangku
perkembangan sikapnya dan keterampilannya. Keterampilan yang dimaksud bisa
keterampilan membacan, menulis, berbicara, mendengar yang mencerminkan
keterampilan berpikirnya. Keterampilan bisa juga dalam bentuk aktivitas dalam
menghasilkan karya, sampai pada keterampilan berkomunikasi yang santun,
keterampilan menghargai pendapat dan yang lainnya.
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai
pembelajar sepanjang hayat; ini memerlukan guru untuk mengembangkan pembiasaan
sejak dini untuk melaksanakan norma yang baik sesuai dengan budaya masyarakat
setempat, dalam ruang lingkup yang lebih luas siswa perlu mengembangkan

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 9


kecakapan berpikir, bertindak, berbudi sebagai bangsa, bahkan memiliki kemampuan
untuk menyesusaikan dengan dengan kebutuhan beradaptasi pada lingkungan global.
Kebiasaan membaca, menulis, menggunakan teknologi, bicara yang santun
merupakan aktivitas yang tidak hanya diperlukan dalam budaya lokal, namun
bermanfaat untuk berkompetisi dalam ruang lingkup global.
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso
sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan
kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); di sini guru perlu
menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi teladan, meberi contoh
bagaimana hidup selalu belajar, hidup patuh menjalankan agama dan prilaku baik lain.
Guru di depan jadi teladan, di tengah siswa menjadi teman belajar, di belakang selalu
mendorong semangat siswa tumbuh mengembangkan pontensi dirinya secara optimal.
11. Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; karena itu
pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan waktu yang lebih banyak dan
memanfaatkan ruang dan waktu secara integratif. Pembelajaran tidak hanya
memanfaatkan waktu dalam kelas.
12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah
siswa, dan di mana saja adalah kelas. Prinsip ini menadakan bahwa ruang belajar siswa
tidak hanya dibatasi dengan dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar
adalah kelas besar untuk siswa belajar. Lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang
sangat ideal untuk mengembangkan kompetensi siswa. Oleh karena itu pembelajaran
hendaknya dapat mengembangkan sistem yang terbuka.
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas pembelajaran; di sini sekolah perlu meningkatkan daya guru dan siswa
untuk memanfaatkan TIK. Jika guru belum memiliki kapasitas yang mumpuni siswa
dapat belajar dari siapa pun. Yang paling penting mereka harus dapat menguasai TIK
sebabab mendapatkan pelajaran dengan dukungan TIK atau tidak siswa tetap akan
menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika sekolah tidak
memfasilitasi pasti daya kompetisi siswa akan jomplang daripada siswa yang
memeroleh pelajaran menggunakannya.
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa; cita-cita, latar
belakang keluarga, cara mendapat pendidikan di rumah, cara pandang, cara belajar,
cara berpikir, keyakinan siswa berbedabeda. Oleh karena itu pembelajaran harus
melihat perbedaan itu sebagai kekayaan yang potensial dan indah jika dikembangkan

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 10


menjadi kesatuan yang memiliki unsur keragaman. Hargai semua siswa, kembangkan
kolaborasi, dan biarkan siswa tumbuh menurut potensinya masing-masing dalam
kolobarasi kelompoknya.
Demikian materi tentang prinsip pembelajaran yang disarikan dari materi pelatihan
implementasi Kurikulum 2013.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 11


BAB II
TUJUAN

A. TUJUAN PENDIDIKAN
1. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.
Standar Kompetesi Lulusan
Berdasarkan Permendikbud No. 20 tahun 2016
Standar kompetensi lulusan adalah kreteria mengenai kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
3. Tujuan Pendidikan Tingkat Propinsi
1. Mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam profesionalisme guru melalui
pendekatan pembelajaran yang efektif dan efisien misal : dengan menggunakan
model pembelajaran Paikem dan Konstektual teaching and learning ( CTL ).
2. Memiliki tim olahraga minimal 2 cabang yang mampu menjadi finalis tingkat
propinsi.
3. Memiliki tim kesenian yang mampu tampil pada acara setingkat kabupaten.
4. Mengembangkan nilai nilai karakter bangsa melalui berbagai kegiatan sekolah.
5. Mengoptimalkan program perbaikan dan pengayaan.
6. Terselenggaranya pelayanan pendidikan yang merata bagi semua peserta didik
tanpa memandang status sosial , agama , ras dan gender.
7. Tersedianya tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi
sebagai agen pembelajaran.
8. Tersedianya tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi , komitmen dan
tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 12


9. Tersedianya fasilitas dan sumber belajar yang beragam dan memadai untuk
mendukung terselenggaranya proses pembelajaran.
10. Terselenggaranya program pengenalan dan pengembangan bakat , minat dan
kepribadian peserta didik sejak dini.
11. Menghasilkan lulusan yang memiliki bekal kecakapan dan ketrampilan sesuai
bakat dan minatnya.
12. Terselenggaranya proses penilaian kelas dengan berbagai teknik yang relevan.
13. Terselengaranya pelaporan hasil belajar secara berkala , obyektif , akurat dan
akuntabel.
14. Terciptanya tata kehidupan warga sekolah yang mencerminkan hubungan
kekeluargaan yang harmonis sebagai masyarakat belajar penuh keteladanan.
15. Terciptannya lingkungan belajar yang kondusif untuk mendukung proses
pembelajaran yang efektif.
16. Menghasilkan lulusan dengan kuantitas 80 % memiliki prestasi akademik yang
signifikan untuk dapat melanjutkan ke satuan pendidikan ternama pada jenjang
SMP.
17. Mencapai target 10 (sepuluh) besar dalam prestasi USBN di Kabupaten Buleleng
18. Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
, memiliki kepribadian dan budi pekerti luhur.
19. Terciptanya jalinan kerjasama yang strategis antara warga sekolah dengan
masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
20. Terciptanya jalinan kerjasama yang sinergis antara warga sekolah dengan stake-
holder dalam penyelengaraan pendidikan.

B. VISI SEKOLAH.
Adapun visi SD Muhammadiyah Singaraja yaitu
”Membentuk Pribadi Yang Taat Beragama, Berakhlak mulia dan Unggul dalam
Prestasi”.

C. MISI SEKOLAH
Dalam upaya mengembangkan dan pemenuhan visi sekolah tersebut di
atas, harus ada upaya-upaya yang mesti dilakukan untuk pencapaian visi tersebut,
meliputi :

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 13


1. Menumbuhkan dan menanamkan kepada warga sekolah agar memiliki disiplin
dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadits.
2. Pembinaan siswa agar mampu beribadah dengan benar melalui kegiatan pembiasaan
keagamaan secara terjadwal untuk menghasilkan kader – kader pemimpin yang
berakhlak mulia, percaya diri, mandiri dan bertanggung jawab serta tangguh.
3. Peningkatan rasa keimanan melalui penghayatan dan pengamalan ajaran agama
Islam, sebagai pedoman dalam berfikir, berkata, dan bertindak.
4. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara terjadwal, efektif dan efisien
sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal.
5. Mendorong setiap peserta didik untuk berprestasi dibidang akademin maupun non
akademik

D. TUJUAN SEKOLAH
Tujuan sekolah dijabarkan berdasarkan tujuan umum pendidikan, visi, dan misi
sekolah. Berdasarkan tiga hal tersebut, dapat dijabarkan tujuan SD Muhammadiyah
adalah sebagai bagian Pendidikan Nasional adalah meletakkan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulya serta kecakapan hidup untuk mampu hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
1. Tercapainya disiplin bagi warga sekolah terhadap tugas dan kewajibannya.
2. Siswa dapat melaksanakan kegiatan beribadah ( sholat berjama’ah ) dengan baik dan
benar.
3. Tercapainya pemahaman tentang Kemuhammadiyahan.
4. Tercapainya pembelajaran yang terjadwal, efektif dan efisien.
5. Pencapaian peningkatan tiap tahun Nilai Ujian Murni (NUM).
6. Terjadinya hubungan yang harmonis antara warga sekolah, orang tua dan
masyarakat.
1. Tujuan Jangka Menengah ( 4 tahun )
1) Mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa melalui berbagai kegiatan sekolah.
2) Tersedianya tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi akademik dan
kompetensi sebagai agen pembelajaran.
3) Tersedianya tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi, komitmen dan
tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsinya.
4) Menghasilkan lulusan yang memiliki bekal kecakapan dan ketrampilan sesuai
bakat dan minatnya.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 14


5) Terwujudnya kegiatan ekstra kurikuler yang berwawasan keunggulan budaya
lokal

2. Tujuan Jangka Pendek ( 1 tahun )


1) Inovatif dalam profesionalisme guru melalui pendekatan pembelajaran yang
efektif dan efisien misal: dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM.
2) Terselenggaranya pelayanan pendidikan yang merata bagi semua peserta didik
tanpa memandang status sosial, agama, ras dan gender.
3) Menghasilkan lulusan yang memiliki bekal kecakapan dan ketrampilan sesuai
bakat dan minatnya.
4) Terselenggaranya proses penilaian kelas dengan berbagai teknik yang relevan.
5) Terselenggaranya pelaporan hasil belajar secara berkala, obyektif, akurat dan
akuntabel.
6) Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif untuk mendukung proses
pembelajaran yang efektif.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 15


BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. STRUKTUR KURIKULUM
Untuk Kelas I dan II menggunakan kurikulum 2013 struktur kurikulumnya adalah
sebagai berikut :
1. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan
tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus
dimiliki seorang peserta didik SD/MI pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti
dirancang untuk setiap kelas/usia tertentu. Melalui Kompetensi Inti, sinkronisasi
horisontal berbagai Kompetensi Dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama
dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai Kompetensi Dasar pada mata
pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.
Rumusan Kompetensi Inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk Kompetensi Inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk Kompetensi Inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk Kompetensi Inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk Kompetensi Inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang SD/MI dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 1 : Kompetensi Inti SD/MI Kelas I, II, dan III
Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas I Kelas II Kelas III
1. Menerima dan 1. Menerima dan 1. Menerima dan
menjalankan ajaran menjalankan ajaran menjalankan ajaran
agama yang dianutnya agama yang dianutnya agama yang dianutnya
2. Memiliki perilaku 2. Menunjukkan perilaku 2. Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, jujur, disiplin, jujur, disiplin,
tanggung jawab, tanggung jawab, tanggung jawab,
santun, peduli, dan santun, peduli, dan santun, peduli, dan
percaya diri dalam percaya diri dalam percaya diri dalam
berinteraksi dengan berinteraksi dengan berinteraksi dengan
keluarga, teman, dan keluarga, teman, dan keluarga, teman, guru

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 16


Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas I Kelas II Kelas III
guru guru dan tetangganya
3. Memahami 3. Memahami 3. Memahami
pengetahuan faktual pengetahuan faktual pengetahuan faktual
dengan cara dengan cara dengan cara
mengamati mengamati mengamati
[mendengar, melihat, [mendengar, melihat, [mendengar, melihat,
membaca] dan membaca] dan membaca] dan
menanya berdasarkan menanya berdasarkan menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang rasa ingin tahu tentang rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk dirinya, makhluk dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan ciptaan Tuhan dan ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan kegiatannya, dan kegiatannya, dan
benda-benda yang benda-benda yang benda-benda yang
dijumpainya di rumah dijumpainya di rumah dijumpainya di rumah
dan di sekolah dan di sekolah dan di sekolah
4. Menyajikan 4. Menyajikan 4. Menyajikan
pengetahuan faktual pengetahuan faktual pengetahuan faktual
dalam bahasa yang dalam bahasa yang dalam bahasa yang
jelas dan logis, dalam jelas dan logis, dalam jelas, sistematis dan
karya yang estetis, karya yang estetis, logis, dalam karya
dalam gerakan yang dalam gerakan yang yang estetis, dalam
mencerminkan anak mencerminkan anak gerakan yang
sehat, dan dalam sehat, dan dalam mencerminkan anak
tindakan yang tindakan yang sehat, dan dalam
mencerminkan mencerminkan tindakan yang
perilaku anak beriman perilaku anak beriman mencerminkan
dan berakhlak mulia dan berakhlak mulia perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 17


2. Mata Pelajaran
Struktur Kurikulum SD/MI terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A dan
mata pelajaran umum kelompok B. Mata pelajaran umum kelompok A merupakan
program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar
penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang bertujuan
untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi
keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.
Khusus untuk MI, dapat ditambah dengan mata pelajaran keagamaan yang diatur
oleh Kementerian Agama. Struktur kurikulum SD/MI adalah sebagai berikut

Tabel 2 : Struktur Kurikulum SD/MI


ALOKASI WAKTU PER MINGGU
MATA PELAJARAN
I II III IV V VI
Kelompok A (Umum)
1. Pendidikan Agama dan
4 4
Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan
5 5
Kewarganegaran
3. Bahasa Indonesia 8 8
4. Matematika 5 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam - -
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - -
Kelompok B (Umum)
1. Seni Budaya dan Prakarya 2 2
2. Pendidikan Jasmani,
2 2
Olahraga, dan Kesehatan
Kelompok C (Muatan Lokal)
1. Bahasa Bali 1 1
2. Bahasa Arab 1 1
3. BTAQ 8 8
Jumlah jam pelajaran per minggu 36 36

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 18


Keterangan:
 Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang
muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
 Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang
muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi
dengan muatan/konten lokal.
 Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal
yang berdiri sendiri.
 Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
 Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 35 menit.
 Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 40%
dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
 Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai
dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik,
sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.
 Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, satuan pendidikan wajib
menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta
didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester,
aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
 Khusus untuk Madrasah Ibtidaiyah struktur kurikulum dapat
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian
Agama.
 Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Hizbul Wathan
/Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS),, dan lainnya
sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.
 Pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik-Terpadu
kecuali mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

3. Beban Belajar
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta
didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran.
1. Beban belajar di SD/MI dinyatakan dalam jumlah jam pelajaran per minggu.
a. Beban belajar satu minggu Kelas I dan II adalah 36 jam pelajaran.
Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 19
2. Beban belajar di Kelas I dan II, dalam satu semester paling sedikit 17 minggu
minggu efektif.

B. MUATAN KURIKULUM
1. Mata Pelajaran
Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada SD/MI dilakukan melalui pembelajaran
dengan pendekatan tematik-terpadu dari Kelas I sampai Kelas II. Mata pelajaran
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dikecualikan untuk tidak menggunakan
pembelajaran tematik-terpadu.
Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang
mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam
berbagai tema seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini.

Tabel 3 : Daftar Tema Kelas I, II, dan III


KELAS I KELAS II KELAS III
1. Diriku 1. Hidup rukun 1. Perkembangbiakan
hewan dan tumbuhan
2. Kegemaranku 2. Bermain di 2. Perkembangan
lingkunganku teknologi
3. Kegiatanku 3. Tugasku sehari-hari 3. Perubahan di alam
4. Keluargaku 4. Aku dan sekolahku 4. Peduli lingkungan
5. Pengalamanku 5. Hidup bersih dan sehat 5. Permainan tradisional
6. Lingkungan bersih, 6. Air, bumi, dan 6. Indahnya persahabatan
sehat, dan asri matahari
7. Benda, hewan, dan 7. Merawat hewan dan 7. Energi dan
tanaman di sekitarku tumbuhan perubahannya
8. Peristiwa alam 8. Keselamatan di rumah 8. Bumi dan alam
dan perjalanan semesta

Pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan Kompetensi Dasar dari


berbagai mata pelajaran yaitu intradisipliner, interdisipliner, multidisipliner, dan
transdisipliner.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 20


Integrasi intradisipliner dilakukan dengan cara mengintegrasikan dimensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan menjadi satu kesatuan yang utuh di setiap mata
pelajaran.
Integrasi interdisipliner dilakukan dengan menggabungkan Kompetensi
DasarKompetensi Dasar beberapa mata pelajaran agar terkait satu dengan yang
lainnya, sehingga dapat saling memperkuat, menghindari terjadinya tumpang tindih,
dan menjaga keselarasan pembelajaran.
Integrasi multidisipliner dilakukan tanpa menggabungkan Kompetensi Dasar
tiap mata pelajaran sehingga tiap mata pelajaran masih memiliki Kompetensi
Dasarnya sendiri.
Integrasi transdisipliner dilakukan dengan mengaitkan berbagai mata pelajaran
yang ada dengan permasalahanpermasalahan yang dijumpai di sekitarnya sehingga
pembelajaran menjadi kontekstual. Tema merajut makna berbagai konsep dasar
sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian,
pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti
tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Tematikterpadu disusun berdasarkan
gabungan proses integrasi seperti dijelaskan di atas sehingga berbeda dengan
pengertian tematik seperti yang diperkenalkan pada kurikulum sebelumnya.
Selain itu, pembelajaran tematikterpadu ini juga diperkaya dengan penempatan
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas I, II, dan III sebagai penghela mata
pelajaran lain. Melalui perumusan Kompetensi Inti sebagai pengikat berbagai mata
pelajaran dalam satu kelas dan tema sebagai pokok bahasannya, sehingga penempatan
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain menjadi sangat
memungkinkan.
Penguatan peran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dilakukan secara utuh
melalui penggabungan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
dan Ilmu Pengetahuan Sosial ke dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Kedua ilmu
pengetahuan tersebut menyebabkan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia menjadi
kontekstual, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik.
Pendekatan sains seperti itu terutama di Kelas I, II, dan III menyebabkan
semua mata pelajaran yang diajarkan akan diwarnai oleh Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk kemudahan
pengorganisasiannya, Kompetensi DasarKompetensi Dasar kedua mata pelajaran ini
diintegrasikan ke mata pelajaran lain (integrasi interdisipliner).

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 21


Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diintegrasikan ke
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Kompetensi Dasar Mata
Pelajaran Matematika.
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial diintegrasikan ke
Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia, ke Kompetensi Dasar Mata
Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan ke Kompetensi Dasar
Mata Pelajaran Matematika.
Prinsip pengintegrasian interdisipliner untuk Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial seperti diuraikan di atas dapat juga diterapkan
dalam pengintegrasian muatan lokal.

2. Muatan Lokal
Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan seni, budaya,
keterampilan, dan bahasa daerah diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya. Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan
olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
Muatan lokal lain yang diberikan di sekolah ini adalah Bahasa Bali, Bahasa
Arab, dan BTAQ. Muatan local ini sangat penting diberikan mengingat Bahasa Bali
adalah bahasa ibu dan bahasa daerah yang harus dilestarikan sesuai dengan budaya
bali.. Tujuan pemberian muatan local adalah sebagai berikut :
1. Sebagai pola pembudayaan berprilaku sopan sesuai dengan norma dan hormat
pada yang lebih tua serta tertib sesuai dengan ketentuan dalam gerakan
penumbuhan budi pekerti di sekolah.
2. Melestarikan Bahasa Bali sebagai bahasa ibu dan sebagai bahasa daerah yang
merupakan bagian dari keberagaman budaya nusantara.
3. Mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar sesuai kaidahnya

3. Pengembangan Diri
Pengembangan diri pada SD Muhammadiyah Singaraja diberikan kepada
siswa dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang
diberikan adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta
didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 22


bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk
mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan
kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan
pendidikan.
2. Kegiatan Ekstrakurikuler wajib adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib
diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta
didik.
3. Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat
dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh
peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.

Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler dapat berupa:


1. Krida, misalnya: Hisbul Wathan/Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa
(LKS), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
2. Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga,
seni dan budaya, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi.
3. Keagamaan, misalnya: ceramah keagamaan, baca tulis alquran.
4. Bentuk kegiatan lainnya berupa layanan konseling yang dilaksanakan oleh
amsing-masing guru kelas. Layanan konseling yang dimaksud adalah layanan
dalam pembelajaran (akademik) maupun layanan pribadi (non akademik).

Tabel 4. Program Pengembangan Diri SD Muhammadiyah Singaraja


Jenis Pengembangan
No Pelaksanaan Ket.
Diri
1 Hisbul Wathan/ Hari Jumat Jam 16.00 – 17.30
Pramuka wita
2 Olahraga/Tapak Suci Hari Sabtu Jam 07.30 – 09.00
wita

a. Kegiatan pengembangan diri tidak terprogram


Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan
melalui kegiatan sebagai berikut.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 23


1) Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera,
senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan
kebersihan dan kesehatan diri.
2) Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti:
pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya,
antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
3) Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti:
berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan
atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

Daftar SK dan KD Muatan Lokal yang dikembangkan oleh sekolah


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Bali
Kelas I Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
1. Memahami bunyi bahasa, 1.1 Membedakan berbagai bunyi bahasa
perintah, dan dongeng (satua) yang 1.2 Melaksanakan sesuatu sesuai dengan
dilisankan perintah atau petunjuk sederhana
1.3 Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita
(satua)
Berbicara :
2. Mengungkapkan pikiran, 2.1 Memperkenalkan diri sendiri dan
perasaan, dan informasi, secara lisan keluarga dengan kalimat sederhana dan
melalui perkenalan dan tegur sapa, bahasa yang santun
pengenalan benda di sekitar, 2.2 Menyapa orang lain dengan
menyebutkan fungsi anggota tubuh, menggunakan kalimat sapaan yang tepat
mesatua dan megendingan dan bahasa yang santun
2.3 Mendeskripsikan benda-benda di sekitar
dan fungsi tubuh dengan kalimat sederhana
2.4 Menceritakan dongeng (satua) dengan
kalimat sederhana dan bahasa yang santun
2.5 Melantunkan gending-gending Bali
yang sederhana 9sekar rare)
Membaca :

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 24


3. Memahami teks pendek dengan 3.1Membaca nyaring suku kata dan kata
membaca nyaring dengan lafal yang tepat
3.2Membaca nyaring kalimat sederhana
dengan lafal dan intonasi yang tepat
Menulis :
4. Menulis permulaan dengan 4.1 Menjiplak berbagai bentuk gambar,
menjiplak, menebalkan, lingkaran, dan bentuk huruf
mencontoh, melengkapi dan 4.2 Menebalkan berbagai bentuk gambar,
menyalin lingkaran dan bentuk huruf
4.3 Mencontoh huruf, kata atau kalimat
sederhaan dari buku atau papan tulis
dengan benar
4.4 Melengkapi kalimat yang belum selesai
berdasarkan gambar

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Bali


Kelas I Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
5. Memahami wacana lisan tentang 5.1Mengulang deskripsi tentang benda-
deskripsi benda-benda di sekitar dan benda di sekitar
dongeng (satua) 5.1Menyebutkan isi dongeng (satua)
Berbicara :
6. Mengungkapkan pikiran, 6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau
perasaan, dan informasi secara lisan gambar seri sederhana dengan bahasa
dengan gambar, percakapan yang mudah dimengerti
sederhana dan dongeng (satua) 6.2 Melakukan percakapan sederhana
dengan menggunakan kalimat dan
kosakata yang sudah dikuasai
6.3 Menyampaikan rasa suka atau tidak
suka tentang suatu hal atau kegiatan
dengan alasan sederhana
6.4 Memerankan tokoh dongeng (satua)
yang disukai dengan ekspresi yang sesuai

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 25


Membaca : 7.1 Membaca lancar beberapa kalimat
7. Memahami teks pendek dengan sederhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan
membaca lancar dan emmbaca puisi intonasi yang tepat
Bali. 7.2 Membaca puisi Bali yang terdiri atas 2-
4 baris dengan lafal dan intonasi yang tepat
Menulis : 8.1 Menulis kalimat sederhana yang
8. Menulis permulaan dengan huruf didiktekan guru dengan huruf tegak
tegak bersambung melalui kegiatan bersambung
dikte dan menyalin 8.2 Menyalin puisi bali dengan huruf
tegak bersambung

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Bali


Kelas II Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
1. Memahami teks pendek dan cerita 1.1 Menyebutkan kembali dengan kata-
(satua) pendek yang dilisankan kata atau kalimat sendiri isi pokok
teks pendek yang dilisankan
1.2 Mendeskripsikan dengan kata-kata
atau kalimat sendiri isi cerita (satua)
pendek
Berbicara : 2.1 Bertanya kepada orang lain dengan
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, menggunakan pilihan kata yang tepat
dan pengalaman secara lisan melalui dan santun berbahasa
kegiatan bertanya, bercerita, bermain 2.2 Menceritakan kegiatan sehari-hari
peran, dan megending dengan bahasa yang mudah dipahami
orang lain
2.3 Bermain peran berkaitan dengan
kegiatan sehari-hari
2.4 Melantunkan gending-gending
sederhana (sekar rare)
Membaca : 3.1 Menyimpulkan isi teks pendek (10-
3. Memahami teks pendek dengan 15 kalimat ) yang di baca dengan
membaca lancar, dan membaca puisi membaca lancar

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 26


Bali 3.2 Membaca puisi Bali dengan lafal;
dan intonasi yang tepat
Menulis : 4.1 Menyalin teks atau wacana singkat
4. Menulis permulaan melalui 4.2 Menulis kalimat sederhana yang
kegiatan melengkapi cerita dan dikte didiktekan guru dengan menggunakan
huruf tegak bersambung dan
emmperhatikan penggunaan huruf
kapital dan tanda titik
4.3 Menulis pengalaman sendiri
menggunakan kata-kata dan kalimat
sederhana

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Bali


Kelas II Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
5. Memahami pesan pendek dan 5.1 Menyampaikan pesan pendek yang
dongeng (satua) yang dilisankan didengarnay kepada orang lain
5.2 Menceritakan kembali isi dongeng
(satua) yang didengarnya
Berbicara : 6.1 Mendeskripsikan tumbuhan atau
6. Mengungkapkan secara lisan binatang disekitar sesuai ciri-cirinya
beebrapa informasi dengan dengan meggunakan kaimat yang
mendeskripsikan benda, bercerita dan mudah dipahami oang lain
megending 6.2 Menceritakan kembali isi cerita (satua
Bali) anak yang didengarnya dengan
menggunakan kata sendiri
6.3 Melantunkan gending-gending Bali
(pupuh –pupuh sedrhana)
Membaca : 7.1 Membaca nyaring teks
7. Memahami ragam wacana tulis (15-20 kalimat) dengan memperhatikan
dengan membaca nyaring dan lafal dan intonasi yang tepat.
emmbaca dalam hati 7.2 Menyebutkan isi teks agak panjang
(20-25 kalimat) yang dibaca dalam hati

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 27


Menulis : 8.1 Mendeskripsikan tumbuhan atau
8. Menulis permulaan dengan binatang di sekitar secara sederhana
mendeskripsikan benda di sekitar dan dengan abahsa tulis
menyalin puisi Bali 8.2 Menyalin puisi Bali dengan huruf
tegak bersambung yang rapi

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Arab


Kelas I Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
1. Memahami bunyi bahasa, 1.4 Membedakan berbagai bunyi bahasa

Berbicara :
2. Mengungkapkan pikiran, 2.1 Memperkenalkan diri sendiri dan
perasaan, dan informasi, secara lisan keluarga dengan kalimat sederhana dan
bahasa yang santun

Membaca :
3. Memahami teks pendek dengan 3.1Membaca nyaring suku kata dan kata
membaca nyaring dengan lafal yang tepat
3
Menulis :
4. Menulis permulaan dengan 4.1 Menjiplak berbagai bentuk gambar,
menjiplak, menebalkan, lingkaran, dan bentuk huruf
mencontoh, melengkapi dan
menyalin

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Arab


Kelas I Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
5. Memahami wacana lisan tentang 5.1Mengulang deskripsi tentang benda-
deskripsi benda-benda di sekitar an benda di sekitar
dongeng (satua)

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 28


Berbicara :
6. Mengungkapkan pikiran, 6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau
perasaan, dan informasi secara lisan gambar seri sederhana dengan bahasa
dengan gambar, percakapan yang mudah dimengerti
sederhana
Membaca : 7.1 Membaca lancar beberapa kalimat
7. Memahami teks pendek dengan sederhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan
membaca lancar intonasi yang tepat

Menulis : 8.1 Menulis kalimat sederhana yang


8. Menulis permulaan dengan huruf didiktekan guru dengan huruf tegak
tegak bersambung melalui kegiatan bersambung
dikte dan menyalin

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Arab


Kelas II Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
1. Memahami teks pendek cerita 1.3 Menyebutkan kembali dengan kata-
(satua) pendek yang dilisankan kata atau kalimat sendiri isi pokok
teks pendek yang dilisankan
Berbicara : 2.1 Bertanya kepada orang lain dengan
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, menggunakan pilihan kata yang tepat
dan pengalaman secara lisan dan santun berbahasa
Membaca : 3.1 Menyimpulkan isi teks pendek (10-
3. Memahami teks pendek dengan 15 kalimat ) yang di baca dengan
membaca lancar membaca lancar
Menulis : 4.1 Menyalin teks atau wacana singkat
4. Menulis permulaan melalui 4.3 Menulis pengalaman sendiri
kegiatan melengkapi cerita dan dikte

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 29


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Arab
Kelas II Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan :
5. Memahami pesan pendek 5.1 Menyampaikan pesan pendek yang
didengarnay kepada orang lain
Berbicara : 6.1 Mendeskripsikan tumbuhan atau
6. Mengungkapkan secara lisan binatang disekitar
beebrapa informasi
Membaca : 7.1 Membaca nyaring teks
7. Memahami ragam wacana tulis (15-20 kalimat)
dengan membaca nyaring
Menulis : 8.1 Mendeskripsikan tumbuhan atau
8. Menulis permulaan dengan binatang di sekitar secara sederhana
mendeskripsikan benda di sekitar dengan bahasa tulis

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar BTAQ


Kelas I Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mengenal huruf Hijaiyah 1.1 Siswa mampu membaca huruf Hijaiyah
dengan baik dan lancar

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar BTAQ


Kelas I Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mengenal dan mermbaca huruf 1.2 Siswa mampu membaca dan
Hijaiyah menyambungkan huruf Hijaiyah dengan
baik dan lancar

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar BTAQ


Kelas II Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Menbaca Surah pendek Juz 1.1 Siswa mampu membaca Juz Amma
Amma dangan baik, tajwid dan lancar
Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 30
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar BTAQ
Kelas II Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Menbaca Surah pendek Juz 1.2 Siswa mampu membaca Juz Amma
Amma dangan baik, tajwid dan lancar

4. Beban Belajar
Beban belajar untuk Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut :
a. Beban belajar diatur dalam Sistem Paket atau Sistem Kredit Semester.
1. Sistem Paket
Beban belajar dengan sistem paket sebagaimana diatur dalam struktur
kurikulum setiap satuan pendidikan merupakan pengaturan alokasi waktu
untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester gasal dan genap
dalam satu tahun ajaran. Beban belajar pada sistem paket terdiri atas
pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri.
Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal
40% untuk SD/MI, maksimal 50%. Beban belajar kegiatan tatap muka perjam
pembelajaran pada SD Muhammadiyah adalah 35 menit. Jumlah minggu
efektif persemester adalah 17 minggu efektif dan 34 minggu efektif pertahun.
b. Beban Belajar Tambahan
Satuan pendidikan boleh menambah beban belajar berdasarkan
pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik,
sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan
dan/atau daerah, atas beban pemerintah daerah atau satuan pendidikan yang
menetapkannya.

2. Ketuntasan Belajar
Daftar Ketuntasan Belajar Minimal ( KBM ) untuk semuaaa mata pelajaran
pada setiap tingkatan kelas.
KELAS
No Komponen
I II III IV V VI
A MATA PELAJARAN
1. Pendidikan Agama 72 72 72
2. Pendidikan Kewarganegaraan 72 72 72

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 31


3. Bahasa Indonesia 70 70 70
4. Matematika 65 65 65
5. Ilmu Pengetahuan Alam
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
7. Seni Budaya dan Prakarya 70 70 70
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan 70 70 70
Kesehatan

B MUATAN LOKAL
Bahasa Daerah Bali 65 65 65
Bahasa Arab 68 68 68
BTAQ 70 70 70

C 4 PENDIDIKAN BUDAYA DAN B B B B B B


KARAKTER BANGSA
4
D PENGEMBANGAN DIRI
1. Hisbul Wathan/Pramuka B B B B B B
2. Olahraga/Tapak Suci B B B B B B

KBM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan memperhatikan:
1) Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)
2) Kompleksitas (mengidentifikasi indicator sebagai penanda tercapainya
kompetensi dasar)
3) Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada sumber belajar)
Fungsi KBM adalah:
1. sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai KD
mapel yang diikuti
2. sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian
mata pelajaran
3. dapat dilakukan sebagai evaluasi program yang dilaksanakan di sekolah
4. merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mapel

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 32


Mekanisme dan Prosedur Penentuan KBM
a. Prinsip penetapan KBM
1. Dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap individu
dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung dan intake peserta didik.
2. KBM Kompetensi Dasar merupakan rata-rata dari KBM indikator yang
terdapat dalam kompetensi dasar tersebut
3. Kriteria KBM setiap Standar Kompetensi merupakan rata-rata KBM
Kompetensi Dasar yang terdapat dalam Standar Kompetensi tersebut
4. KBM Mata Pelajaran merupakan rata-rata dari semua KBM Standar
Kompetensi yang terdapat dalam 1 semester atau 1 tahun pelajaran dan
dicantumkan dalam buku raport peserta didik
5. Pada setiap indikator/ kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai
ketuntasan minimal
b. Langkah-langkah Penetapan KBM
1. Hasil penetapan KBM oleh guru / kelompok mapel disahkan oleh Kepala
Sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian
2. KBM yang ditetapkan, disosialisasikan kepada peserta didik, orang tua, dinas
pendidikan.
3. KBM dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar/raport pada saat hasil
penilaian dilaporkan kepada orang tua / wali peserta didik.
c. Penentuan KBM
1. Kompleksitas : kesulitan / kerumitan setiap KD / indikator yang harus dicapai
oleh peserta didik.
2. Daya dukung : ketersediaan tenaga, sarana prasarana, biaya operasional
pendidikan, manajemen sekolah, kepedulian stake holder sekolah.
3. Intake peserta didik : tingkat kemampuan rata-rata peserta didik
Upaya sekolah dalam meningkatkan KBM untuk mencapai KBM Ideal ( 100% )
yakni :
 nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KBM. Apabila kebijakan ini
diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KBM)
berhak mengikuti remidi untuk memperbaiki nilai sehingga mencapai nilai
maksimal ( 100 )

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 33


 oleh karena itu mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial
sekolah dapat menetapkan nilai remidi sama dengan nilai KBM. Kebijakan ini
harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran.

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan


6.1 Kriteria Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran, kriteria
kenaikan kelas di atur sebagai berikut :
a. Siswa dinyatakan naik kelas apabila telah menyelesaikan seluruh program
pembelajaran pada tahun pelajaran bersangkutan
b. Siswa dinyatakan naik kelas apabila semua mata pelajaran nilai rata-ratanya
mencapai lebih besar atau sama dengan KBM
c. Siswa dinyatakan naik kelas bersyarat apabila ada paling banyak 2 mata
pelajaran memiliki nilai di bawah KBM masing-masing mata pelajaran
d. Siswa dinyatakan tidak naik kelas apabila ada 3 atau lebih mata pelajaran
nilai rata-ratanya mencapai kurang dari KBM masing-masing mata pelajaran
e. Lebih lanjut disesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah / pemerintah
daerah
Nilai laporan hasil belajar peserta didik merupakan kumulasi dari
pencapaian belajar peserta didik yang diukur melalui ulangan harian, ulangan
tengah semester, dan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas dengan
berbagai macam tehnik dan instrumen penilaian yang relevan. Pencapaian hasil
belajar yang dimaksud meliputi penguasaan peserta didik dalam semua Standar
Kompetensi ( SK ) pada masing-masing mata pelajaran. Dengan kata lain,
penilaian dilakukan untuk setiap Kompetensi Dasar ( KD ) pada semua SK pada
masing-masing mata pelajaran melalui berbagai bentuk penilaian.
Nilai laporan hasil belajar peserta didik merupakan rata-rata nilai
ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester/ulangan
kenaikan kelas. Pada dasarnya bobot masing-masing nilai ditetapkan oleh
sekolah. Namun demikian, bobot ulangan harian disarankan sama atau lebih dari
jumlah bobot ulangan tengah semester dan akhir semester. Berikut disajikan
beberapa contoh pembobotan dan penghitungan nilai laporan hasil belajar
peserta didik.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 34


Laporan Hasil Belajar ( LHB )
- LHB disampaikan kepada peserta didik dan orang tua/wali peserta didik
setiap akhir semester
- Mengisi LHB dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi
- Bentuk LHB dapat berupa buku atau lembaran, dengan catatan harus
memenuhi seluruh komponen LHB, yang mencakup: (1) identitas peserta
didik, (2) format nilai hasil belajar peserta didik, (3) format ketercapaian
kompetensi peserta didik, (4) program pengembangan diri (kegiatan
ekstrakurikuler), ketidak hadiran, kepribadian dan catatan wali kelas, (5)
keterangan pindah sekolah, dan (6) catatan prestasi peserta didik
Nilai laporan hasil belajar persemester merupakan nilai kumulatif dari
hasil pencapaian standar kompetensi (SK) dan kompetensi Dasar (KD) selama
peserta didik mengikuti pembelajaran pada semester yang terkait, yang
diperoleh melalui ujian (lisan, tertulis, wawancara, kuis, praktik, tugas-tugas, dll
) termasuk hasil remedial. Hal ini sesuai dengan karakteristik Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan berbasis kompetensi.
Proses pembelajaran berbasis kompetensi menerapkan prinsip pembelajaran
tuntas (mastery learning) dan penilaian berkelanjutan.
Pelaksanaan program remedial dan pengayaan terdapat beberapa teknik antara
lain:
 penugasan individu diakhiri dengan tes ( lisan / tertulis ) bila jumlah peserta
didik yang mengikuti remedial maksimal 20%
 penugasan kelompok diakhiri dengan penilaian individu bila jumlah peserta
didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%
 pembelajaran ulang diakhiri dengan penilaian individu bila jumlah peserta
didik yang mengikuti remedi lebih dari 50%
 peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik
lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal
melalui pembelajaran pengayaan
 pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang
memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat
serta mengoptimalkan kecakapan
 pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberikan
tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain-lain

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 35


6.2 Kriteria Kelulusan
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 27 ayat ( 1 ), peserta didik
dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah
setelah :
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran, kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok
kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika,
kelompok pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan
c. Lulus Ujian Sekolah/Madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi
d. Lulus Ujian Nasional (UN) dan lulus Ujian Akhir Sekolah Berstandar
Nasional (UASBN)
Uraian tentang pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah:
- Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan
secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar
nasional pendidikan, sedangkan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional
bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional
untuk mata pelajaran tertentu serta mendorong tercapainya target wajib
belajar pendidikan dasar yang tertentu.
- Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi
lulusan untuk mata pelajaran pada semua pada semua kelompok mata
pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian
standar nasional pendidikan
- Hasil Ujian Nasional, Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional dan ujian
sekolah digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk :
a. Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
b. Pemetaan mutu satuan / program pendidikan
c. Akreditasi satuan pendidikan
d. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam
upaya peningkatan mutu pendidikan

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 36


- Seleksi masuk ke jenjang berikutnya dengan menggunakan hasil Ujian
Nasional Dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional sebagai bahan
pertimbangan
- Mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional/Ujian Akhir Sekolah
Berstandar Nasional. Untuk jenjang SD/MI meliputi Bahasa Indonesia,
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
- Mata pelajaran untuk Ujian Sekolah pada setiap jenjang pendidikan adalah
mata pelajaran yang tidak ujikan pada UN dan UASBN
- Soal Ujian Sekolah disusun dan dikembangkan oleh sekolah/madrasah
penyelenggara mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan ( SKL ) dengan
memperhatikan pengamanan dan kualitas naskah soal ujian
Target kelulusan yang akan dicapai sekolah adalah apabila semua siswa
bisa memenuhi Standar Kelulusan Ujian Nasional sebagai berikut: memiliki
rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai
minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk
mata pelajaran lainnya.
Hal ini didukung oleh program-program sekolah dalam meningkatkan
kualitas kelulusan seperti program memberikan bimbingan sore dengan materi
yang sesuai dan lebih efektif terhadap siswa kelas VI yang akan menghadapi
ujian. Demikian juga program bimbingan sore pasca ujian tetap berjalan seperti
biasa untuk mengantisipasi bagi siswa yang belum lulus ujian. Adakan kerja
sama pembinaan dengan orang tua siswa untuk ikut membina dirumah,
disamping telah mendapat pembinaan disekolah.
Uraian program pasca UASBN siswa yang tidak lulus Ujian Akhir Sekolah
Berstandar Nasional maupun Ujian Akhir Sekolah diberikan bimbingan-
bimbingan khusus oleh guru mata pelajaran sehingga mereka bisa mengikuti
ujian pengulangan sesui jadwal yang ditentukan dengan hasil yang memenuhi
nilai standar kelulusan yang telah ditetapkan.

7. Pendidikan Kecakapan Hidup


Layanan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dilaksanakan secara
terpadu melalui mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Lingkup
PKH yang dikembangkan di SD Muhammadiyah Singaraja adalah:
a. Kecakapan Personal yang berisi:

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 37


1) Keimanan dan ketaqwaan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
2) Pengembangan karakter: rasa tanggung jawab, kebiasaan tertib dan disiplin,
cinta kebenaran, komitmen hidup rukun, saling menghargai, saling
membantu, saling menghormati dan memiliki budaya santun.
3) Kebiasaan tanggap dan peduli terhadap kebersihan, keamanan, kesehatan
dan keindahan lingkungan.
4) Memahami potensi diri dan mampu membangun rasa percaya diri.
b. Kecakapan Berpikir Rasional yang berisi:
1) Kecakapan menggali informasi melalui berbagai strategi.
2) Kecakapan mengolah informasi.
3) Kecakapan mengambil keputusan.
4) Kecakapan memecahkan masalah.
c. Kecakapan Sosial yang berisi:
1) Kecakapan berkomunikasi dengan empati.
2) Kecakapan bekerjasama.
3) Kecakapan dasar memimpin.

8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global


Layanan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global terpadu
dalam pembelajaran melalui setiap mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan
diri, dan pendidikan kecakapan hidup. Keunggulan Lokal terangkum dalam
pengembangan bahan ajar setiap mata pelajaran dan pemilihan sumber belajar.
Khusus mengenai pembelajaran muatan lokal bahasa Bali sengaja ditetapkan
sebagai media pelestarian dan pengembangan bahasa dan budaya daerah sebagai
salah satu bidang unggulan Propinsi Bali.
Disamping bahasa Bali keunggulan lokal di dalam kurikulum ini
tercermin dalam penentuan media layanan pembelajaran dalam bentuk muatan
lokal pilihan dan pengembangan diri antara lain bidang pengembangan diri
spontan dan keteladanan yang memuat nilai moral, nilai tata krama, budi pekerti
dan pembiasaan positif yang diharapkan akan menjadi ciri khas karakter siswa
lulusan SD Muhammadiyah Singaraja yang tercermin dalam perilaku dan
kehidupan sehari-hari.
Untuk membekali peserta didik agar memiliki kemampuan untuk
menghadapi kehidupan global yang sangat kompetitif, kurikulum ini

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 38


menyediakan program layanan melalui pemilihan bahan ajar pada beberapa mata
pelajaran serta penentuan bidang keterampilan muatan lokal dan pengembangan
diri khususnya pada kegiatan ekstrakurikuler antara lain melalui mata pelajaran
bahasa Inggris serta berbagai jenis keterampilan ekstrakulikuler termasuk
penyediaan wadah kegiatan keterampilan percakapan bahasa Inggris.
SD Muhammadiyah Singaraja memasukkan pendidikan keunggulan lokal
dan global melalui bagian-bagian dari semua mata pelajaran pada struktur
kurikulum seperti berikut.
a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal:
1) Seni Pencak Silat Tapak Suci bagian dari mata pelajaran seni budaya dan
Olahraga
2) Mengenal dan berbicara bahasa lokal Bahasa Bali.
b. Pendidikan berbasis keunggulan global:
1) Kelompok belajar pilihan Matematika dan IPA

9. Pengembangan Pendidikan Karater


Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti,
pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan
kemampuan seluruh warga sekolah untuk member keputusan baik-buruk,
keteladanan, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam
kehidupan sehari-hari sengan sepenuh hati.

Nilai-nilai Karakter dan Deskripsinya.


NILAI DESKRIPSI
1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran
agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah
agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya


sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku,
etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda
dari dirinya.
4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 39


NILAI DESKRIPSI
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau
hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang
lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak
dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui
Tahu lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya,
dilihat, dan didengar.
10. Semangat Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan
Kebangsaan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
11. Cinta Tanah Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan
Air kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap
bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik
bangsa.
12. Menghargai Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk
Prestasi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan
mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
13. Bersahabat/
bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
Komuniktif
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain
merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15. Gemar Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai
Membaca bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan
pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan
Lingkungan
upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah
terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada
orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung- Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri
jawab
sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya),
negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 40


BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan
mengikuti Kalender Pendidikan pada setiap tahun pelajaran. Kalender Pendidikan adalah
peraturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang
mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif
dan hari libur.
Adapun pengertian dari masing-masing pengaturan waktu di atas adalah: permulaan
tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran awal tahun pelajaran pada
setiap satuan pendidikan.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan untuk setiap tahun pelajaran
pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam
pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran
termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal pada setiap satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat
berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran. Hari libur
keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus

A. Alokasi Waktu
Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera
pada tabel berikut.

Tabel 5 Alokasi Waktu Efektif Belajar SD Muhammadiyah Singaraja


No. Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1 Minggu efektif Minimum 34 Dipergunakan untuk kegiatan
belajar minggu dan pembelajaran efektif pada setiap
maksimum 38 satuan pendidikan
minggu
2 Jeda tengah Maksimum 2 Satu minggu setiap semester
semester minggu
3 Jeda tengah Maksimum 2 Antara semester I dan II

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 41


No. Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
semester minggu
4 Libur akhir tahun Maksimum 2 Dipergunakan untuk menyiapkan
pelajaran minggu kegiatan dan administrasi akhir dan
awal tahun pelajaran
5 Hari libur 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan
keagamaan libur keagamaan lebih panjang dapat
mengaturnya sendiri tanpa
mengurangi jumlah minggu efektif
belajar dan waktu pembelajaran
efektif
6 Hari libur umum/ Maksimum 2 Disesuaikan dengan pemerintah
nasional minggu
7 Hari libur khusus Maksimum 1 Untuk satuan pendidikan sesuai
minggu dengan ciri kekhususan masing-
masing
8 Kegiatan khusus Maksimum 3 Digunakan untuk kegiatan yang
sekolah minggu diprogramkan secara khusus oleh
sekolah tanpa mengurangi jumlah
minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 42


KALENDER PENDIDIKAN
KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SINGARAJA
Nomor : SK-002/III.4.AU/D/2018
Tentang :
KALENDER PENDIDIKAN BAGI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SINGARAJA
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan guna memantapkan
mutu pendidikan di SD Muhammadiyah Singaraja, perlu adanya pengaturan
penggunaan waktu sekolah secara optimal dengan memperhatikan hari-hari belajar
sekolah efektif dan hari libur sekolah;
b. bahwa karena kekhususan Bali sebagai daerah budaya, perlu mengatur hari-hari libur
berkaitan dengan upacara keagamaan;
c. bahwa berhubugan dengan butir a dan b di atas dipandang perlu menetapkan kalender
pendidikan dan jumlah hari belajar efektif tahun pelajaran 2018/2019 dengan
keputusan Kepala Sekolah.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem pendidikan Nasional


(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3839);
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Stndar Isi.
3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah (Lembaran
Negara Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587);
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 084/U/2002,
tentang Perubahan Sistem Catur wulan menjadi Sistem Semester;
5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 125/U/2002 tanggal 31 Juli 2002,
tentang Kalender Pendidikan dan jumlah jam belajar efektif di sekolah;
6. Keputusan Bersama antara Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi,
dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, Birokrasi Republik
Indonesia Tanggal 25 Juni 2015, Nomor 150 tahun 2015, Nomor
02/SKB/MEN/VI/2015, Nomor 01 tahun 2015 tentang hari libur Nasional dan cuti
bersama tahun 2016
7. Surat Edaran Gubernur Bali No. 003.1/5562/BKD tangal 01 Oktober 2015, tentang
Hari Libur Nasional, Cuti bersama dan Dispensasi untuk hari Raya Suci Hindu di
Bali Tahun 2016.
Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 43
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SINGARAJA
KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Yang dimaksud dalam keputusan ini :
1. Sekolah/Madrasah adalah :
Taman Kanak-Kanak (TK), Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Raudatul Atfal (RA), Sekolah
Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Madrasah Ibtidayah (MI), Sekolah Menengah
Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Madrasah Tsanawiyah (MTs),
Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Madrasah Aliyah
(MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
2. Perencanaan Pengaturan Kelas adalah :
a. Pengaturan kelas untuk keperluan administrasi Sekolah/Madrasah
b. Pengaturan tempat duduk sesuai dengan jenis dan tingkat Sekolah/Madrasah dengan
memperhatikan kemampuan dan keadaan fisik, jenis kelamin siswa tiap kelas, penempatan denah
Sekolah/Madrasah pada papan pengumuman dan kegiatan lain yang sejenis,
c. Pengaturan ruang kelas untuk memudahkan siswa dapat mengetahui ruang belajar masing-masing.
3. Hari Belajar Sekolah/Madrasah Efektif adalah :
Hari belajar yang betul-betul dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan
kurikulum.
4. Minggu Belajar Sekolah/Madrasah Efektif adalah :
Masa belajar selama enam hari kerja yang betul-betul dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar
dan yang tidak boleh kurang dari jumlah jam pelajaran perminggu sesuai dengan ketentuan
kurikulum.
5. Semester adalah :
Sistem penyelenggaraan Pendidikan pada Sekolah/Madrasah yang membagi 1 tahun pelajaran
menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
6. Libur semester .

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 44


Libur yang diadakan pada akhir setiap semester I dan semester II, masing- masing diatur sebagai
berikut libur semester I, 14 (empat belas) hari kalender dan libur semester II, 14 (empat belas) hari
kalender.
7. Libur Umum
Libur yang diadakan untuk memperingati hari besar keagamaan dan hari-hari besar Nasional yang
ditetapkan oleh Pemerintah.
8. Libur Khusus
Libur yang diadakan sehubungan dengan peringatan keagamaan, keadaan musim, bencana alam atau
libur lain diluar ketentuan tentang libur umum yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
9. Libur Sekolah/Madrasah
Hari libur Sekolah/Madrasah adalah hari yang ditetapkan untuk tidak diadakan proses pembelajaran
di Sekolah/Madrasah yang terdiri atas hari libur semester, hari libur khusus hari libur umum, dan
libur akhir semester.

BAB II
PERMULAAN DAN AKHIR TAHUN PELAJARAN

Pasal 2
Tahun pelajaran 2018/2019 dimulai pada hari Senin, 9 Juli 2018 dan berakhir pada hari Sabtu, 15 Juni
2019.
BAB III
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DAN PERSIAPAN
TAHUN PELAJARAN
Pasal 3
1. Penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2018/2019 dimulai dari bulan Juni sampai dengan Juli
2018 dengan tahapan sebagai berikut:
a. Pemberitahuan ke masyarakat dilaksanakan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum
pendaftaran dimulai;
b. Pendaftaran dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sesudah pengumuman hasil ujian akhir
dan berlangsung paling lama 15 (lima belas) hari;
c. Pengumuman siswa yang diterima dilakukan 1 (satu) hari setelah selesai proses seleksi yang
dilaksanakan bukan pada hari libur;
d. Pendaftaran ulang dilakukan mulai 1 (satu) hari setelah pengumuman dan dilaksanakan bukan
pada hari libur.
2. Perencanaan kelas dan penyusunan jadwal pelajaran dilaksanakan bulan : Juli 2018.
Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 45
BAB IV
PERMULAAN TAHUN PELAJARAN

Pasal 4
Pelaksanaan hari pertama masuk Sekolah/Madrasah dari jenjang TK/RA,TKLB, jenjang SD/MI, SDLB,
jenjang SMP/MTs, SMPLB, dan jenjang SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK dimulai tanggal 9 Juli
2018 sampai dengan 12 Juli 2018.

Pasal 5
1. Kegiatan hari - hari pertama masuk Sekolah/Madrasah dapat diisi dengan kegiatan Masa Orintasi
Siswa (MOS) :
a. Bagi SD/MI dan SDLB diadakan antara lain :
b. Pengenalan Sekolah/Madrasah dan cara belajar;
c. Pengumpulan data untuk kepentingan Tata Usaha Sekolah/Madrasah termasuk pengumpulan data
melalui angket Orang tua, angket Siswa, kuesioner dan pengisian catatan kumulatif yang lazim
disebut Buku Laporan Pribadi.
2. Bagi kelas VII SMP/MTs, SMPLB, kelas X SMA/MA, SMALB dan SMK/MAK diisi dengan
kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali.
3. Masa Orientasi Siswa (MOS) di atas diisi dengan kegiatan bridging course (persiapan-persiapan
belajar pada jenjang Sekolah/Madrasah yang lebih tinggi), Budi Pekerti/Agama, Kerja bakti,
Pemisahan sampah plastik, Reboisasi, Pengenalan Sekolah/Madrasah dan lain-lain yang bersifat
mendidik serta tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang mengarah pada perploncoan.
4. Bagi Kelas VIII, IX SMP/MTs, SMPLB, Kelas XI dan XII SMA/MA, SMALB, SMK dan Kelas II
sampai dengan Kelas VI SD/MI, SDLB diisi dengan kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi
setempat, misalnya : Bakti Sosial, Porseni, Pendalaman Materi, Tes Penyegaran Bidang Studi/Mata
Pelajaran dan sebagainya.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 46


BAB V
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Pasal 6
Kegiatan belajar mengajar dari jenjang TK/RA, TKLB, jenjang SD/MI, SDLB, jenjang SMP/MTs,
SMPLB, dan jenjang SMA/MA, SMALB dan SMK/MAK, dilaksanakan mulai hari Senin tanggal 16 Juli
2018

Pasal 7
Pada permulaan semester, guru berkewajiban membuat persiapan yang matang agar proses belajar
mengajar dapat mencapai tujuan yang efektif. Guru sebagai pengelola proses belajar mengajar wajib
mempersiapkan kegiatan antara lain :
1. Pemetaan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mengacu pada Permendiknas Nomor 23/2006 dan
Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013
2. Program Semester.
Dalam menyusun dokumen Program Semester ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :
a. Menentukan hari belajar efektif untuk semester yang bersangkutan dengan menyisihkan waktu
untuk ulangan akhir semester dan remedial.
b. Mengkaji Standar Isi/SKKD mengacu kepada Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi
dan atau sesuai dengan Kurikulum yang digunakan.
3. Menyusun RPP (Rencana Program Pembelajaran) dan/atau melaksanakan RPP.
a. RPP dibuat berdasarkan silabus yang telah ditentukan dalam program pengajaran semester.
b. RPP merupakan persiapan/perencanaan guru untuk mengelola proses belajar mengajar yang siap
digunakan pada saat tatap muka dalam kelas.
4. Berbagai kegiatan ekstra kurikuler, kokurikuler, administrasi kurikuler, pendekatan belajar mengajar
dan penilaian serta bimbingan karier.

Pasal 8
Penyerahan Buku Laporan Pribadi dan atau Buku Laporan Pendidikan kepada siswa dilaksanakan :
1. Untuk semester I, dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2018
2. Untuk semester II, dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Juni 2019

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 47


Pasal 9
Penyerahan Ijazah dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah pengumuman tentang
Kelulusan Siswa dari Satuan Pendidikan.

Pasal 10
Sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan kegiatan pendidikan 5 (lima) atau 6 (enam) hari belajar
perminggu yang setara dengan 200 hari sampai dengan 245 hari belajar efektif per tahun sepanjang tidak
mengurangi jumlah jam belajar efektif yang telah ditetapkan.

BAB VI
KEGIATAN TENGAH SEMESTER

Pasal 11
1. Tengah semester adalah penggalan paruh waktu yang ada pada semester I dan semester II.
2. Pada tengah semester I dan semester II sekolah/madrasah melakukan kegiatan pekan olahraga dan
seni (Porseni), karyawisata, lomba kreatifitas, atau praktek pembelajaran yang bertujuan untuk
mengembangkan bakat, kepribadian, prestasi dan kreatifitas siswa dalam rangka pengembangan
pendidikan anak seutuhnya.
3. Kegiatan Tengah Semester direncanakan dan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah selama 4 (empat)
hari.

BAB VII
PENILAIAN HASIL BELAJAR

Pasal 12
1. Ulangan harian dan ulangan akhir semester merupakan tugas dan tanggung jawab guru yang
diselenggarakan oleh sekolah/madrasah.
2. Ulangan Kenaikan Kelas pada akhir tahun pelajaran 2018/2019 untuk jenjang SD/MI, SDLB,
SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK dilaksanakan setelah Ujian Nasional (UN)
atau yang sejenisnya.

Pasal 13
Waktu pelaksanaan Ujian Nasional atau yang sejenisnya untuk jenjang SD/MI, SDLB, jenjang
SMP/MTs, SMPLB, jenjang SMA/MA, SMALB dan SMK/MAK diselenggarakan antara bulan Maret

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 48


dan Mei Tahun 2019 atau sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP)/lembaga yang berwenang.

BAB VIII
HARI BELAJAR SEKOLAH/MADRASAH EFEKTIF DAN HARI LIBUR

Pasal 14
Jumlah Hari Belajar Sekolah/Madrasah Efektif dalam satu tahun pelajaran sekurang- kurangnya 200 (dua
ratus) hari, sebanyak-banyaknya 245 (dua ratus empat puluh lima) hari.

Pasal 15
Jumlah Hari Belajar Sekolah/Madrasah Efektif pada tahun pelajaran 2016/2017 dengan sistem semester
sebagai berikut :
1. Semester I (ganjil) selama 115 hari, mulai pada hari Senin, tanggal 9 Juli 2018 dan berakhir pada hari
Sabtu, tanggal 15 Desember 2018;
2. Semester II (genap) selama 110 hari, mulai hari Senin, tanggal 7 Januari 2019 dan berakhir pada hari
Sabtu, tanggal 15 Juni 2019.
BAB IX
HARI-HARI LIBUR

Pasal 16
Libur Semester dari jenjang TK/RA, TKLB, jenjang SD/MI, SDLB, jenjang SMP/MTs, SMPLB, dan
jenjang SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK atau sekolah lain yang setingkat diatur sebagai berikut :
1. Libur Semester I (ganjil) berlangsung selama 14 (empat belas) hari kalender mulai pada tanggal 16
Desember 2018 sampai dengan tanggal 29 Desember 2018.
2. Libur Semester II (genap) berlangsung selama 14 (empat belas) hari kalender mulai pada tanggal 17
Juni 2019 sampai dengan tanggal 29 Juni 2019.
3. Libur akhir tahun pelajaran 2018/2019 berlangsung selama 14 (empat belas) hari kalender mulai
tanggal 30 Juni 2019 sampai dengan tanggal 14 Juli 2019.

Pasal 17
Libur dalam bulan puasa selama 2 (dua) hari kalender, yaitu pada awal Puasa 1 (satu) hari dan 1 (satu)
hari sebelum hari raya Idul Fitri, berlaku bagi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa;
1. Libur pada permulaan bulan puasa tersebut pada ayat (1) akan disesuaikan dengan keputusan
Pemerintah mengenai permulaan bulan Puasa dan Idul Fitri.
Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 49
Pasal 18
1. Hari-hari Libur Nasional Tahun 2018 sebagai berikut :
a. Hari Kemerdekaan RI, Jumat, 17 Agustus 2018.
b. Idul Adha 1438 Hijriyah, Rabu, 22 Agustus 2018
c. Tahun baru hijriah 1430, 11 September 2018
d. Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin, 20 Nopember 2018
e. Hari Raya Natal, Selasa, 25 Desember 2018.

2. Perkiraan Hari Libur Nasional Tahun 2018 ( sambil menunggu ketentuan yang akan dikeluarkan
oleh Menteri Agama RI tentang hari-hari libur Umum ) sebagai berikut :
a. Tahun Baru Masehi, Minggu, 1 Januari 2019
b. Tahun Baru Imlek 2569, Selasa, 5 Pebruari 2019
c. Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1940), Kamis, 7 Maret 2019
d. Hari Wafat Isa Al-Masih (Wafat Yesus Kristus), Jumat, 19 April 2019
e. Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (1438 H), Rabu, 3 April 2019
f. Hari buruh Internasional, Senin, 1 Mei 2019
g. Hari Raya Waisak 2561, Kamis, 11 Mei 2019
h. Hari Kenaikan Isa Al-Masih (Kenaikan Yesus Kristus), Kamis, 30 Mei 2019
i. Idul Fitri (1-2 Syawal 1438H), Selasa-Rabu, 4-5 Juni 2019
j. Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019.

Pasal 19
1. Hari Libur Khusus Tahun 2019, sebagai berikut :
Hari Raya Galungan dan Kuningan mulai hari Selasa, 25 Desember 2016 s.d. Sabtu, 5 Januari 2019.
2. Perkiraan Hari Libur Khusus Tahun 2019 (sambil menunggu Keputusan Gubernur Provinsi Bali,
tentang libur khusus hari-hari besar keagamaan bagi Umat Hindu di Bali) sebagai berikut :
a. Hari Raya Saraswati, Sabtu, 13 Oktober 2018;
b. Hari Raya Pagerwesi, Rabu, 17 Oktober 2018;
c. Hari Ngerupuk, Rabu, 6 Maret 2019;
d. Hari Ngembak Geni, Jumat, 8 Maret 2019;
e. Hari Raya Saraswati, Sabtu, 11 Mei 2019;
f. Hari Raya Pagerwesi, Rabu, 15 Mei 2019

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 50


BAB X
LAIN LAIN
Pasal 20
Bagi sekolah/madrasah swasta atau sekolah/madrasah yang berciri khas keagamaan, ketentuan ini dapat
disesuaikan, dengan terlebih dahulu minta ijin kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
Provinsi Bali dengan memberi tembusan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota setempat dengan ketentuan
jumlah hari belajar Sekolah/Madrasah efektif dalam satu tahun pelajaran minimal 200 hari dan maksimal
245 hari.

BAB XI
PENUTUP
Pasal 21
1. Hal - hal lain yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan
tersendiri.
2. Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.
3. Keputusan ini mulai berlaku tahun pelajaran baru 2018/2019.

Ditetapkan di : Singaraja
Pada tanggal : 09 Juli 2018
Kepala SD Muhammadiyah Singaraja

Faridah, S.Pd

Tembusan disampaikan kepada Yth.


1 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng
2 Kepala UPP Kecamatan Buleleng
3 Arsip.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 51


Lampiran 1 : Uraian Kegiatan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019
Keputusan Kepala SD Muhammadiyah Singaraja Kecamatan Buleleng
Nomor : SK-002/III.4.AU/D/2018
Tanggal : 9 Juli 2018

NO KEGIATAN WAKTU KETERANGAN


1. Permulaan Tahun 9 s/d 14 Juli 2018 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
Pelajaran
2. Permulaan kegiatan 16 Juli 2018 Dilaksanakan setelah Masa Orientasi
belajar mengajar
TK,SD/MI, SMP/MTs,
SMPLB, SMALB, SMK
3. Hari Belajar Sekolah 16 Juli s/d 14 Hari belajar efektif 115 hari.
Semester I Desember 2018
4. Kegiatan Tengah 10- 14 September 2018 Diisi kegiatan Porseni, Karya Wisata,
Semester I Lomba Kreatifitas Pengembangan Bakat
dan Prestasi.
5. Penyerahan buku laporan 15 Desember 2018 Dilaksanakan pada hari kerja satu hari
Semester I sebelum libur semester.
6. Libur Semester I 17 s/d 29Desember 14 (empat belas) hari kalender.
2018
7. Hari Belajar Sekolah 231Desember 2018 s/d Hari belajar efektif 110 hari.
Semester II 14Juni 2019
8. Kegiatan Tengah 11 s/d 14 Maret 2019 Diisi kegiatan Porseni, Karya Wisata,
Semester II Lomba Kreativitas Pengembangan Bakat
dan Prestasi siswa
9. Penyerahan Buku 15 Juni 2019 Dilaksanakan pada hari kerja satu hari
Laporan Semester II sebelum libur semester.
10. Libur Semester II 17 s/d 29 Juni 2019 14 (empat belas) hari kalender.
11. Libur Akhir Tahun 2 Julii s/d 13 Juli 2019 14 (empat belas) hari kalender.
Pelajaran
12. Ujian Nasional UN untuk seluruh jenjang pendidikan
SD/MI, SDLB mengacu pada Kepmendiknas, Kepuusan

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 52


SMP/MTs, SMPLB Antara Bulan Maret BNSP dan SK Dinas Pendidikan Provinsi
SMA/MA, SMALB, dan Mei 2019 Bali serta Kabupaten/Kota.
SMK
SMK ( Komponen
Produktif )
13. Sosialisasi Penerimaan Awal Juli 2019 Mengikuti SK. Kep. Dinas Pendidikan
Siswa Baru Premuda dan Olahraga Kab/Kota.
14. Pendaftaran Calon Siswa Mei s/d Juli 2019 Mengikuti SK Kepala Dinas Pendidikan
Baru Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali
15. Pengumuman Minggu pertama dan SK Kepala Sekolah
Penerimaan Siswa Baru ke dua bulan Juli 2019

16. Akhir Tahun Pelajaran 7 Juli 2018 Akhir minggu Kedua


2018/2019
17. Permulaan Tahun 9 Juli 2018 Awal mingggu Ketiga
Pelajaran 2018/2019
18. Kelebihan Jam Mengajar Kelebihan hari belajar efektif agar
dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran
dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Kepala SD Muhammadiyah Singaraja

Faridah, S.Pd

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 53


BAB V
PENUTUP

1. Simpulan
Kurikulum Sekolah Dasar Muhammadiyah Singaraja disusun dan dikembangkan mengacu pada
Kurikulum 2013 yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan hidup
sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu
berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

2. Saran
Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar Muhammadiyah Singaraja ini sangat perlu dan
memungkinkan adanya perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi
yang akan datang.

Kurikulum SD Muhammadiyah Singaraja - Tahun Pelajaran 2018/2019 54

Anda mungkin juga menyukai