Anda di halaman 1dari 27

BAB II

PRINSIP PENCACAHAN

Untuk dapat menyelesaikan suatu masalah kombinatorik dengan baik,


diperlukan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dasar perhitungan. Pada bab ini
akan dibahas beberapa aturan penjumlahan dan perkalian, serta permutasi beserta
contoh-contoh penggunaannya.

A. Aturan Penjumlahan
Aturan penjumlahan merupakan suatu prinsip yang secara intuitif dapat
digambarkan sebagai berikut:
Jika dari suatu kejadian A terdapat p kemungkinan hasil berbeda dan dari
kejadian B (yang berbeda dengan kejadian A) terdapat q kemungkinan hasil
berbeda, maka banyak kemungkinan hasil dari kedua kejadian tersebut adalah
p + q.
Dalam bentuk lain, aturan penjumlahan dapat dijelaskan dengan cara berikut,
Jika suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan m cara berbeda dan pekerjaan
kedua dapat dilakukan dengan n cara berbeda, dalam hal ini kedua pekerjaan tidak
dapat dilakukan secara bersamaan, maka kedua pekerjaan tersebut dapat
dilakukan dengan m + n cara.

Contoh 2.1
Mahasiswa diminta mengikuti salah satu unit kegiatan Kesenian atau
Kerohanian, namun tidak dibenarkan mengambil keduanya sekaligus. Jika
terdapat 4 jenis kegiatan Kesenian dan 3 jenis kegiatan Kerohanian, berapa
banyak pilihan yang dibuat mahasiswa?

Penyelesaian:
Mahasiswa dapat memilih 4 + 3 = 7 pilihan kegiatan.

27
Contoh 2.2
Ketua umum suatu partai politik akan diperebutkan oleh kader laki-laki
maupun perempuan. Jika terdapat 20 kader laki-laki dan 13 kader perempuan,
berapa banyak pilihan yang dapat dibuat?

Penyelesaian:
Banyak pilihan ketua umum adalah 20 + 13 = 33.

Perluasan Aturan Penjumlahan


Jika pekerjaan P1, P2, P3,……., Pk berturut-turut dapat dilakukan dengan n1,
n2, n3…, nk cara berbeda, yang mana tidak ada dua pekerjaan yang dapat
dilakukan secara bersamaan, maka banyak cara untuk melakukan satu dari
pekerjaan-pekerjaan tersebut adalah:
n1 + n2 + n3 + … + nk.

Contoh 2.3
Perjalanan dari kota X ke Kota Y dapat ditempuh melalui jalur darat, laut
ataupun udara. Jika terdapat 5 pilihan angkutan darat, 3 pilihan angkutan laut dan
4 pilihan angkutan udara. Berapa banyak pilihan perjalanan berbeda dari kota X
ke kota Y?

Penyelesaian:
Banyak pilihan perjalanan yang dapat dilakukan adalah 5 + 3 + 4 = 12 pilihan

Contoh 2.4
Professor Alpha, Beta, Gamma, dan Delta akan memberikan ujian lisan kepada
mahasiswa Pi atas risetnya mengenai Matematika Diskrit. Professor akan duduk
pada satu baris yang terdiri dari 4 kursi. Sebagai pimpinan sidang, Profesor Alpha
dan Delta harus duduk saling bersebelahan. Sebagai pembimbing Mahasiswa Pi,
Profesor Gamma harus duduk dekat dengan pimpinan sidang. Ada berapa
kemungkinan tempat duduk professor?

28
Penyelesaian
Tempat duduk profesor Alpha, Delta dan Gamma yang mungkin adalah Alpha,
Delta, Gamma atau Delta, Alpha, Gamma atau Gamma, Alpha, Delta atau
Gamma, Delta, Alpha. Profesor Beta dapat menempati posisi paling kiri atau
paling kanan di setiap kemungkinan tempat duduk profesor lainnya. Jadi banyak
kemungkinan tempat duduk professor tersebut adalah 2 + 2 + 2 + 2 = 8

B. Aturan Perkalian
Aturan perkalian dapat diformulasikan sebagai berikut.
Jika suatu kejadian dapat terjadi dengan m cara berbeda, dan kejadian
berikutnya dapat terjadi dengan dengan n cara berbeda, maka kedua kejadian
dapat terjadi dengan mn cara berbeda.

Contoh 2.5
Berapa banyak titik sampel dalam ruang sampel jika dua buah dadu yang
identik dilantunkan satu kali?

Penyelesaian:
Dadu pertama dapat menghasilkan salah satu dari 𝑛1 = 6 posisi.Untuk tiap
posisi tersebut dadu kedua dapat menghasilkan 𝑛2 = 6 posisi. Jadi, pasangan dadu
itu dapat menghasilkan 𝑛1 𝑥 𝑛2 = 6 × 6 = 36 posisi. Jadi banyak titik sampel
yang dicari adalah 36.

Contoh 2.6
Suatu perusahaan perumahan menawarkan empat tipe rumah, bagi calon
pembeli pilihan rumah gaya luar berbentuk Tradisional, Spanyol, Colonial, dan
Modern di daerah pusat kota, pantai dan bukit. Dalam berapa banyak pilihan
seorang pembeli dapat memesan rumah?

29
Penyelesaian:
Karena terdapat 𝑛1 = 4 pilihan gaya rumah dan 𝑛2 = 3 pilihan lokasi rumah,
maka banyak pilihan yang dapat dipilih pembeli adalah 𝑛1 𝑛2 = 4 × 3 = 12

Contoh 2.7
Misalkan seseorang akan pergi dengan bus, kereta, atau pesawat terbang pada
liburan selama seminggu ke salah satu dari lima tempat wisata di Indonesia.
Tentukan banyak cara berbeda sehingga rencana ini terealisasi!

Penyelesaian:
Pilihan tempat wisata 𝑛1 = 5 dan transportasi menuju tempat tersebut masing-
masing 𝑛2 = 3 cara. Maka perjalanan ke lima tempat itu dapat terealisasi dengan
𝑛1 × 𝑛2 = 5 × 3 = 15 cara berbeda.

Contoh 2.8
Dalam suatu penelitian kesehatan para penderita dikelompokkan dalam 8 cara
menurut golongan darahnya: AB+, AB-, A+, A-, B+, B-, O+, O- dan juga
berdasarkan tekanan darahnya rendah, normal, atau tinggi. Berapa banyak cara
seorang penderita dapat dikelompokkan?

Penyelesaian:
Golongan darah terdiri dari 8 kemungkinan, dan tekanan darah mempunyai 3
kemungkinan. Banyak pengelompokan berdasarkan golongan dan tekanan darah
adalah 8 × 3 = 24 kemungkinan.

Contoh 2.9
Bila suatu percobaan terdiri atas pelantunan suatu dadu dan kemudian
mengambil satu huruf dari 26 alfabet, tentukan banyak titik dalam ruang sampel
tersebut.

30
Penyelesaian:
Percobaan yang dilakukan dengan melantunkan dadu dan pengambilan satu
huruf alphabet, titik sampelnya adalah 6 × 26 = 156

Contoh 2.10
Mahasiswa di suatu perguruan tinggi dikelompokkan berdasarkan tingkat 1, 2,
3 atau 4 dan juga berdasarkan pria atau wanita. Tentukan banyaknya
pengelompokan terhadap mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

Penyelesaian:
Banyak pengelompokkan 4 × 2 = 8

Contoh 2.11
Suatu jenis sepatu dibuat dalam 5 model yang berlainan dan setiap model
tersedia dalam 4 warna yang berlainan. Jika suatu toko ingin memamerkan jenis
sepatu ini secara lengkap, berapa pasang sepatukah yang harus dipamerkan?

Penyelesaian:
Banyak sepatu yang harus dipamerkan adalah 5 × 4 = 20 pasang

Contoh 2.12
Seorang mahasiswa tingkat persiapan harus mengambil masing-masing satu
mata kuliah sains, humaniora, dan matematika. Jika tersedia pilihan 6 kuliah sains,
4 kuliah humaniora dan 4 kuliah matematika, berapa banyak ia dapat menyusun
rencana studinya?

Penyelesaian:
Banyak susunan rencana studi yang dapat dibuat adalah 6 × 4 × 4 = 96cara.

31
Perluasan Aturan Perkalian
Sama halnya dengan prinsip penjumlahan, prinsip perkalian juga dapat
diperluas dengan aturan sebagai berikut.
Suatu prosedur terdiri dari m tahap, misalnya T1 , T2 , . .. , Tm. Jika tahap ke Ti
dapat dapat dilakukan dengan ni cara berbeda, maka prosedur tersebut dapat
dilakukan dengan n1.n2. n3. . . nm cara berbeda.

Contoh 2.13
Untuk membentuk pengurus suatu organisasi, tersedia 2 orang calon ketua, 3
orang calon sekretaris, dan 2 orang calon bendahara dan tidak ada seorang pun
yang dicalonkan pada dua atau lebih kedudukan yang berbeda. Dalam berapa cara
susunan pengurus yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris, dan seorang
bendahara dapat dibentuk?

Penyelesaian:
Untuk ketua ada 2 cara memilih, karena ada 2 calon. Demikian juga untuk
sekretaris ada 3 cara dan untuk bendahara ada 2 cara, karena ada 2 calon. Oleh
karena itu, menurut prinsip perkalian, susunan pengurus dapat dibentuk dengan (2
× 3 × 2) cara, yaitu 12 cara.

Contoh 2.14
Sebuah restoran menyediakan tiga makanan pembuka, enam makanan utama,
dan lima makanan penutup. Ada berapa macam menu berbeda yang dapat dipilih
seseorang jika dia ingin menikmati ketiga jenis makanan?

Penyelesaian:
Banyak menu berbeda yang dapat dipilih adalah 3 × 6 × 5 = 90 cara.
Contoh 2.15
Berapa macam hidangan dapat disajikan jika masing-masing hidangan dapat
tersaji atas sop, nasi goreng, bakmi, dan soto jika tersedia 4 macam sop, 3 macam
nasi goreng, 5 macam bakmi dan 4 macam soto?

32
Penyelesaian:
Karena hidangannya harus menyediakan sop, nasi goreng, bakmi, dan soto
sekaligus, maka banyak pilihan yang dapat dibuat adalah 4 × 3 × 5 × 4 = 240
cara memilih hidangan berbeda.

Contoh 2.16
Berapa banyak bilangan genap yang terdiri atas tiga angka yang dapat dibuat
dari angka 1, 2, 5, 6 dan 9 jika setiap angka itu hanya boleh digunakan sekali?

Penyelesaian:
Karena bilangan itu genap maka hanya tersedia pilihan 𝑛1 = 2 untuk satuan
(angka terakhir). Untuk setiap satuan ini terdapat 𝑛2 = 4 pilihan untuk puluhan
dan 𝑛3 = 3 untuk ratusan.Jadi kita dapat membentuk 𝑛1 𝑛2 𝑛3 = 2 × 4 × 3 = 24
bilangan genap berangka tiga.

Contoh 2.17
Seorang pengawas kontrol kualitas peralatan rumah tangga melakukan inspeksi
terhadap empat kotak yang masing-masing memuat 4, 3, 5, dan 4 potongan
peralatan. Berapa banyak cara berbeda yang dapat dilakukannya dalam memilih
keempat potongan tersebut.
Penyelesaian:
Total banyak cara yang dapat dilakukannya adalah 4 × 3 × 5 × 4 = 240.

Contoh 2.18
Berapa banyak cara berbeda menjawab ujian benar-salah yang terdiri dari 20
soal?
Penyelesaian:
Terdapat masing-masingnya 2 pilihan menjawab soal 1, 2, 3, …, 20. Sehingga
2 × 2 × ⋯ 2 × 2 = 220
untuk 20 soal benar-salah yang dikerjakan terdapat ⏟
20 𝑠𝑜𝑎𝑙

kemungkinan jawaban.

33
Contoh 2.19
Berapa banyak bilangan ganjil dari 1000 sampai 9999 dengan syarat sebagai
berikut.
a. semua angkanya berbeda
b. boleh ada angka yang berulang.

Penyelesaian:
a. posisi satuan: 5 kemungkinan, yaitu angka 1, 3, 5, 7 dan 9.
posisi ribuan: 8 kemungkinan angka
posisi ratusan: 8 kemungkinan angka
posisi puluhan: 7 kemungkinan angka

Jadi, banyak bilangan ganjil seluruhnya = 5 x 8 x 8 x 7 = 2.240 buah.

b. posisi satuan: 5 kemungkinan yaitu angka 1, 3, 5, 7 dan 9.


posisi ribuan: 9 kemungkinan, yaitu angka 1 sampai 9
posisi ratusan: 10 kemungkinan, yaitu angka 0 sampai 9
posisi puluhan: 10 kemungkinan, yaitu angka 0 sampai 9

Jadi, banyak bilangan ganjil seluruhnya = 5 x 9 x10 x10 = 4.500 buah

Jika 𝐴1 , 𝐴2 , … , 𝐴𝑘 berpasangan saling lepas (yaitu 𝐴𝑖 ∩ 𝐴𝑗 = ∅ dimana 𝑖 ≠ 𝑗),


maka jumlah elemen dalam gabungan semua himpunan adalah:
𝑘

|𝐴1 ∪ … ∪ 𝐴𝑘 | = |𝐴1 | + ⋯ + |𝐴𝑘 | = ∑|𝐴𝑖 |


𝑖=1

Contoh 2.20
Pada contoh 2.14, berapa banyak 2 hidangan berbeda (termasuk hidangan
utama) yang ada?

34
Penyelesaian:
Ada 2 jenis dari 2 hidangan yang dipertimbangkan. Misal 𝐴1 menunjukkan
himpunan dari hidangan yang terdiri atas makan pembuka dan makanan utama,
dan 𝐴2 menunjukkan himpunan dari hidangan yang terdiri atas makanan utama
dan makanan penutup. Maka jumlah yang ditanya adalah
|𝐴1 ∪ 𝐴2 | = |𝐴1 | + |𝐴2 | (dari prinsip penjumlahan)
= (3 × 6) + (6 × 5) (dari prinsip perkalian)
= 48

C. Faktorial
Berapa banyak cara berbeda untuk menempatkan 𝑎, 𝑏 dan 𝑐 dalam 1 baris?
Jawabnya adalah enam cara, yaitu
𝑎𝑏𝑐, 𝑎𝑐𝑏, 𝑏𝑎𝑐, 𝑏𝑐𝑎, 𝑐𝑎𝑏, 𝑐𝑏𝑎
Dari jawaban terlihat bahwa ada 3 pilihan untuk tempat pertama, dua pilihan
untuk tempat kedua, dan hanya satu pilihan untuk tempat ketiga. Dari prinsip
perkalian, diperoleh 3 × 2 × 1 = 6 susunan yang mungkin.
Secara umum didefinisikan 𝑛! (baca 𝑛 faktorial) dengan:
𝑛! = 𝑛(𝑛 − 1)(𝑛 − 2) … 2 ∙ 1
Contoh 2.20
Empat orang, 𝐴, 𝐵, 𝐶, 𝐷 membentuk sebuah komite. Satu orang harus jadi
presiden, satu orang sekretaris, satu bendahara, dan satu orang pekerja
sosial.Dalam berapa carakah posisi itu bisa ditentukan?
Penyelesaian:
Pilihan pertama adalah presiden, kemudian sekretaris, dan seterusnya. Jadi ada
4 × 3 × 2 × 1 = 4! = 24 pilihan yang mungkin.

Contoh 2.21
Sebuah kompetisi membuat daftar 10 bagian mobil, dan komsumen diminta
untuk memilih 6 yang paling penting, dan mengurutkan dari yang paling penting.
Berapakah jumlah daftar yang mungkin?

35
Penyelesaian:
Dengan menggunakan prinsip perkalian, jumlah daftar yang mungkin adalah:
10!
10 × 9 × 8 × 7 × 6 × 5 = = 151200
4!
Teorema 2.1
Jumlah untuk memilih 𝑟 dari 𝑛 objek, dalam urutan tapi tidak berulang,
adalah
𝑛!
𝑛(𝑛 − 1)(𝑛 − 2) … (𝑛 − 𝑟 + 1) =
(𝑛 − 𝑟)!
Contoh 2.22
Sebuah komite yang terdiri dari 4 orang akan dipilih dari 20 orang. Berapa
banyak pilihan yang mungkin?

Penyelesaian:
Jumlah pilihan yang mungkin adalah:
20!
20 × 19 × 18 × 17 = = 116280
16!

D. Permutasi
Berapa banyak susunan yang berbeda jika tiga orang, yaitu A, B, dan C, akan
berfoto bersama? Jika posisi berfoto kita bedakan menjadi posisi I, II, dan III,
maka pertanyaan ini dapat dijawab dengan ilustrasi berikut.

36
Posisi I Posisi II Posisi III Susunan

B C ABC

C B ACB

A C BAC

C A BCA

A B CAB

B A CBA

Dari diagram pohon terlihat bahwa ada 3 orang yang dapat menempati posisi
I. Jika posisi I telah terisi, maka ada dua kemungkinan untuk menempati posisi II.
Demikian juga, jika posisi I dan II telah terisi, maka ada 1kemungkinan untuk
mengisi posisi III. Jadi, kumlah kemungkinan susunan berfoto adalah 3x 2 x 1 =
3! = 6. Penyusunan seperti yang diilustrasikan di atas disebut dengan Permutasi.
Permutasi adalah jumlah urutan berbeda dari pengaturan objek-objek. Permutasi
merupakan bentuk khusus aplikasi kaidah perkalian.
Misalkan jumlah objek adalah n, maka untuk penyusunannya:
urutan pertama dipilih dari n objek,
urutan kedua dipilih dari n – 1 objek,
urutan ketiga dipilih dari n – 2 objek,

urutan terakhir dipilih dari 1 objek yang tersisa.
Menurut kaidah perkalian, permutasi dari n objek adalah: n(n – 1) (n – 2) …
(2)(1) = n!

37
Contoh 2.23
210 anak laki-laki mengikuti sekolah sepakbola pada musim liburan. Masing-
masing anak akan berlatih dengan salah satu dari 20 pelatih. Banyak peserta yang
dilatih setiap pelatih tidak sama. Berapa banyak cara menempatkan ke-210 anak
laki-laki untuk berlatih dengan ke-20 pelatih?

Penyelesaian:
20×21
Karena 1 + 2 + ⋯ + 20 = = 210 maka setiap pelatih akan melatih
2

sebanyak 1 atau 2 atau seterusnya hingga 20 anak. Maka akan terdapat


210 209 208 39 20 210!
( )( )( ) ⋯ ( ) ( ) = 1!2!3!⋯20! kemungkinan grup.
1 2 3 19 20

Contoh 2.24
Ada delapan buku yang akan dibagikan kepada 3 mahasiswa. Dina mendapat 4
buah buku, Octa dan Evi masing-masing mendapat 2 buah buku. Berapa banyak
cara membagikan seluruh buku tersebut?

Penyelesaian:
8!
Banyak cara membagikan ke delapan buku tersebut adalah = 420 cara.
4!2!2!

Contoh 2.25
Tentukan banyak permutasi huruf-huruf dalam kata MATEMATIKA
DISKRIT!

Penyelesaian:
17!
Banyak permutasinya adalah
2!3!3!1!3!2!1!1!1!

Contoh 2.26
Diketahui multi himpunan 𝑆 = {∞. 0, ∞. 1, ∞. 2}. tentukan banyak permutasi-4
dari multihimpunan ini.

38
Penyelesaian:
Banyak permutasi multihimpunannya adalah 34 = 81

Contoh 2.27
Tentukan kombinasi-2 pada multihimpunan 𝑆 = {2. 𝑎, 1. 𝑏, 3. 𝑐}

Penyelesaian:
Kombinasi yang mungkin muncul adalah (𝑎, 𝑎), (𝑎, 𝑏), (𝑎, 𝑐), (𝑏, 𝑐), (𝑐, 𝑐)

Contoh 2.28
Jika tiga dadu digulirkan bersamaan, tentukan banyak kemungkinan
munculnya mata dadu dengan jumlah berbeda!

Penyelesaian:
Hal ini akan sama artinya dengan pengambilan tiga dari enam bilangan
1,2,3,4,5,6 dimana dibolehkan terjadinya pengulangan. Banyaknya jumlah mata
6+3−1 8
dadu berbeda yang mungkin adalah ( ) = ( ) = 56
3 3

Contoh 2.29
Banyaknya himpunan bagian dari {𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒, 𝑓, 𝑔, ℎ} yang memuat ketiga
elemen 𝑎, 𝑏 𝑑𝑎𝑛 𝑓 adalah …

Penyelesaian:
Jika huruf 𝑎, 𝑏, 𝑓 harus masuk, sama artinya kita mencari himpunan bagian
dari himpunan {𝐴, 𝑐, 𝑑, 𝑒, 𝑔, ℎ} dimana 𝐴 mewakili huruf 𝑎, 𝑏, 𝑓.
Misalkan
𝐵 = {𝐴, 𝑐, 𝑑, 𝑒, 𝑔, ℎ}
𝐵1 = ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 𝐴
|𝐵1 | = 1
𝐵2 = ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 𝐴 𝑑𝑎𝑛 1 𝑒𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

39
|𝐵2 | = (6) = 15
2
𝐵3 = ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 𝐴 𝑑𝑎𝑛 2 𝑒𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

|𝐵3 | = (6) = 20
3
𝐵4 = ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 𝐴 𝑑𝑎𝑛 3 𝑒𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

|𝐵4 | = (6) = 15
4
𝐵5 = ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 𝐴 𝑑𝑎𝑛 4 𝑒𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

|𝐵5 | = (6) = 6
5
𝐵6 = ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 𝐴 𝑑𝑎𝑛 5 𝑒𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

|𝐵6 | = (6) = 1
6
Maka banyak himpunan bagian yang memuat ketiga elemen 𝑎, 𝑏, 𝑓 adalah
|𝐵1 | + |𝐵2 | + |𝐵3 | + |𝐵4 | + |𝐵5 | + |𝐵6 | = 1 + 15 + 20 + 15 + 6 + 1 = 58

Contoh 2.30
Pada setiap titik sudut segitiga ABC diletakkan sebuah titik. Kemudian pada
sisi AB diletakkan 4 buah titik, pada sisi BC diletakkan 5 buah titik dan pada sisi
AC diletakkan 7 buah titik. Banyaknya segitiga yang dapat dibentuk dari titik-titik
tersebut adalah …

Penyelesaian:
B

A C

Segitiga dapat dibentuk dari tiga titik.Artinya, segitiga dapat dibentuk jika
ketiga titik berasal dari sisi yang berbeda atau salah satu dari ketiga titik tersebut
berada pada sisi yang berbeda.

40
Perhatikan jika segitiga yang dibentuk, tidak menggunakan titik-titik sudut
segitiga ABC dan perhatikan pula segitiga yang terbentuk jika salah satu titik
sudutnya adalah titik sudut pada segitiga ABC.

Untuk segitiga yang salah satu atau lebih titik sudutnya bukanlah titik A, B
atau C
a. Jika titik-titik sudut segitiga yang terbentuk berasal dari sisi-sisi yang berbeda,
terdapat 4 × 7 × 5 = 140 segitiga yang terbentuk
b. Jika salah satu titik sudut segitiga berasal dari sisi yang berbeda, terdapat
4 7 5
( ) (7 + 5) + ( ) (5 + 4) + ( ) (4 + 7) = 6 × 12 + 21 × 9 + 10 × 11 =
2 2 2
371

Untuk segitiga yang salah satu titik sudutnya adalah titik A, B atau C
a. Jika salah satu sudutnya adalah titik A, terdapat 4(5 + 7) + 7 × 5 = 83.
Demikian pula jika salah satu titik sudutnya adalah titik B atau C, maka
masing-masing terdapat 83 segitiga.
b. Jika salah satu titik sudutnya adalah titik A dan B, terdapat 5 + 7 = 12
segitiga
c. Jika salah satu titik sudutnya adalah titik A dan C, terdapat 4 + 5 = 9 segitiga
d. Jika salah satu titik sudutnya adalah titik B dan C, terdapat 4 + 7 =
11 segitiga
e. Jika titik sudutnya adalah A, B, C maka terdapat 1 segitiga
Jadi, banyak segitiga yang dapat dibentuk dari segitiga ABC adalah 140 + 371 +
3 × 83 + 12 + 9 + 11 + 1 = 793 segitiga

Contoh 2.31
Suatu kota berbentuk segiempat dan koneksi jalan-jalan yang ada di kota itu
terdiri dari 𝑥 + 1 garis sejajar menghadap utara-selatan dan 𝑦 + 1 garis sejajar
menghadap timur-barat. Berapa banyak cara sebuah mobil mencapai sudut timur

41
laut jika ia mulai berjalan dari sudut barat daya dan perjalanan hanya ke arah
timur atau ke utara.

Penyelesaian:
Banyak cara yang dimaksud adalah:
𝑥+𝑦
( )
𝑥

E. Kombinasi
Misalkan terdapat himpunan 𝐴 yang memiliki 𝑛 objek. Sebarang subset dari 𝐴
yang berukuran 𝑟 disebut kombinasi 𝑟 dari 𝑛 elemen. Jika huruf 𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒
diambil 3 sekaligus , maka pilihan yang terambil dengan tidak
mempermasalahkan urutannya adalah 𝑎𝑏𝑐, 𝑎𝑏𝑑, 𝑎𝑏𝑒, 𝑎𝑐𝑑, 𝑎𝑐𝑒, 𝑎𝑑𝑒,
𝑏𝑐𝑑, 𝑏𝑐𝑒, 𝑏𝑑𝑒, 𝑐𝑑𝑒. Banyak kombinasi 𝑟 dari himpunan dengan 𝑛 elemen
dinyatakan dengan 𝐶(𝑛, 𝑟) atau (𝑛𝑟) yang merupakan banyak subset yang memiliki
kardinalitas 𝑟. Sehingga, akan terdapat 𝑃(𝑛, 2) pasangan terurut dan 𝐶(𝑛, 2)
pasangan tak terurut dari dua elemen pada himpunan yang beranggotakan 𝑛.
Dengan demikian, 𝐶(𝑛, 0) = 𝐶(𝑛, 𝑛) = 1 dan 𝐶(𝑛, 𝑟) = 0 jika 𝑟 > 𝑛 serta
𝐶(0, 𝑟) = 0 jika 𝑟 > 0.

Teorema 2.2
Untuk 0 ≤ 𝑟 ≤ 𝑛
𝑛
𝑃(𝑛, 𝑟) = 𝑟! ( )
𝑟
karena
𝑛 𝑛!
( )=
𝑟 𝑟! (𝑛 − 𝑟)!

Bukti:
Misalkan 𝑆 himpunan yang terdiri dari 𝑛 elemen himpunan. Setiap permutasi 𝑟
dari 𝑆 akan diperoleh tepat salah satu dari:
(i). memilih 𝑟 elemen dari 𝑆

42
(ii). Menyusun pilihan 𝑟 elemen pada urutan yang sama
Banyak cara mendapatkan kondisi pertama adalah (𝑛𝑟), sedangkan untuk kondisi
kedua adalah 𝑃(𝑟, 𝑟) = 𝑟!. Dengan prinsip perkalian, kita dapatkan
𝑃(𝑛, 𝑟) = 𝑟! (𝑛𝑟).
𝑛!
Karena 𝑃(𝑛, 𝑟) = (𝑛−𝑟)! maka

𝑛 𝑃(𝑛, 𝑟) 𝑛!
( )= =
𝑟 𝑟! 𝑟! (𝑛 − 𝑟)!

Contoh 2.32
Dua puluh lima titik dipilih pada sebuah bidang sehingga tidak ada diantaranya
yang kolinear. Berapa banyak garis lurus yang bisa kita peroleh?

Penyelesaian:
Karena tidak terdapat tiga titik yang segaris, maka setiap pasangan titik
membentuk sebuah garis lurus secara tunggal. Artinya, banyak garis lurus yang
terbentuk adalah sama dengan menentukan kombinasi 2 dari 25 elemen himpunan,
yaitu
25 25! 25 × 24 × 23!
( )= = = 300
2 2! 23! 2 × 1 × 23!

Akibat Teorema
Misalkan 𝑛 dan 𝑟 bilangan bulat nonnegative dengan 𝑟 ≤ 𝑛, maka 𝐶(𝑛, 𝑟) =
𝐶(𝑛, 𝑛 − 𝑟)

Bukti:
𝑛!
Berdasarkan Teorema 2.2, kita peroleh 𝐶(𝑛, 𝑟) = (𝑛−𝑟)!𝑟!

dan
𝑛! 𝑛!
𝐶(𝑛, 𝑛 − 𝑟) = =
[𝑛 − (𝑛 − 𝑟)]! (𝑛 − 𝑟)! (𝑛 − 𝑟)! 𝑟!
Sehingga 𝐶(𝑛, 𝑟) = 𝐶(𝑛, 𝑛 − 𝑟)

43
Contoh 2.33
Berapa banyak cara membeli 5 ekor sapi untuk kurban jika terdapat 10 ekor
sapi yang akan dijual.

Penyelesaian:
Pernyataan ini sama dengan menentukan kombinasi 5 dari 10 unsur yang ada,
10!
yaitu 𝐶(10,5) = 5!5! = 252

F. Seleksi
Pada contoh 2.22, kita hanya ingin mencari jumlah cara memilih 4 orang yang
akan jadi komite, tanpa memperhitungkan posisi yang akan mereka jabat.
20
Ditunjukan dengan ( ) jumlah cara dimana kita bisa memilih 4 dari 20 orang
4
dimana urutan tidak penting.
Masing-masing pilihan bisa disusun dengan 4! cara untuk menentukan posisi
dalam komite, jadi dari contoh tersebut diperoleh:
20 20!
4! × ( )=
4 16!
Dengan demikian
20 20!
( )= = 4845
4 4! 16!
Teorema 2.3
𝑛
Misal ( ) menunjukkan jumlah tak terurut dari pilihan 𝑟 dari 𝑛 dimana
𝑟
pengulangan tidak dibolehkan. Maka
𝑛 𝑛!
( ) = 𝑟!(𝑛−𝑟)! (1.1)
𝑟

Karena banyak yang bingung dalam menemukan ide untuk merubah seleksi
terurut menjadi seleksi tak terurut, berikut ini dikemukakan cara lain untuk
memperoleh rumus (1.1).

44
Misalkan kita harus memilih sebuah tim dari 𝑟 pemain dari pool 𝑛, salah
𝑛
satu dari mereka harus jadi kapten. Pertama pilih tim (ada ( ) cara) dan
𝑟
𝑛
kemudian pilih kaptennya (ada 𝑟 cara). Jadi 𝑟 ( ) dipilih bersama. Atau
𝑟
pertama memilih kapten (ada 𝑛 cara) kemudian memilih 𝑟 − 1 anggota tim
𝑛−1 𝑛−1
yang lain (ada ( ) cara). Jadi jumlah pilihannya juga 𝑛 ( ).
𝑟−1 𝑟−1
Dengan demikian
𝑛 𝑛−1
𝑟( ) = 𝑛( )
𝑟 𝑟−1
𝑛 𝑛 𝑛−1
( )= 𝑟( ) (1.2)
𝑟 𝑟−1
𝑛−1 𝑛−1 𝑛 − 2
( ) = 𝑟−1 ( )
𝑟−1 𝑟−2
𝑛 𝑛 𝑛−1 𝑛 − 2
( ) = 𝑟 ∙ 𝑟−1 ( )
𝑟 𝑟−2
𝑛 𝑛 𝑛−1 𝑛−(𝑟−2) 𝑛 − (𝑟 − 1)
( ) = 𝑟 ∙ 𝑟−1 ⋯ 2 ( )
𝑟 1
𝑚
Karena ( ) adalah m, bisa kita dapatkan
1
𝑛 𝑛(𝑛 − 1) … 𝑛 − 𝑟 + 1 𝑛!
( )= =
𝑟 𝑟! 𝑟! (𝑛 − 𝑟)!

Contoh 2.34
Pada Undian Nasional UK, peserta memilih 6 dari bilangan 1-49, yang mana
urutan tidak diperhatikan. Berapa banyak pilihan yang mungkin?

Penyelesaian:
Jumlah pilihan yang mungkin adalah:
49 49 × 48 × 47 × 46 × 45 × 44
( )= = 13983816
6 6!

Contoh 2.35
Berapa banyak kemungkinan memenangkan undian minggu depan dimana
peluangnya saling bebas dari minggu ini?

45
Penyelesaian:
49
Ada ( ) kemungkinan untuk minggu depan. Jumlah yang bebas dari minggu
6
43
ini haruslah ( ), karena 6 dari 49 bilangan dikesampingkan. Maka peluangnya
6
adalah
43 49
( )⁄( ) = 0,436 … .
6 6

Contoh 2.36
Deret biner. Ada 2𝑛 𝑛-digit deret biner karena masing-masing dari 𝑛 digit
adalah 0 atau 1. Sebagai contoh, 8 deret biner dengan panjang 3 adalah
000 001 010 011 100 101 110 111
a) Berapa banyak deret biner dengan panjang 12 yang terdiri dari enam buah
0?
b) Berapa banyak mempunyai 0 lebih dari 1?

Penyelesaian:
12
a) Enam buah 0 pada 12 posisi. Ada ( ) = 924 pilihan dari 6 posisi.
6
b) Ada 212 − 924 = 3172 urutan dengan jumlah 0 tidak sama dengan 1.
Maka, tepatnya ada setengah, yaitu 1586 akan mempunyai 0 lebih dari 1.

𝑛 𝑛
Ada 2 sifat dari ( ) yang datang datang dari bahwa ( ) adalah jumlah cara
𝑟 𝑟
𝑛
memilih 𝑟 dari 𝑛. Dari sekarang, kita mengikuti bahwa 0! = 1 dan ( ) = 1
0
untuk setiap 𝑛 ≥ 0.

Teorema 2.4
𝑛 𝑛
i. ( ) = ( ) untuk setiap 𝑟, 0 ≤ 𝑟 ≤ 𝑛
𝑟 𝑛−𝑟
𝑛+1 𝑛 𝑛
ii. ( )=( )+( ) untuk setiap 𝑟, 0 ≤ 𝑟 ≤ 𝑛
𝑟 𝑟 𝑟−1

46
Bukti:
i. Ini mengikuti rumus sebelumnya; kalau tidak, amati bahwa memilih 𝑟
dari 𝑛 sama dengan 𝑛 − 𝑟 yang tidak dipilih.
ii. Pilihan 𝑟 dari 𝑛 + 1 objek 𝑥1 , … , 𝑥𝑛+1 mungkin atau tidak mungkin
termasuk 𝑥𝑛+1. Jika tidak, maka 𝑟 objek harus dipilih dari 𝑥1 , … , 𝑥𝑛
𝑛
dan ada ( ) pilihan. Jika memuat 𝑥𝑛+1 , maka 𝑟 − 1 objek selanjutnya
𝑟
𝑛
yang harus dipilih dari 𝑥1 , … , 𝑥𝑛 , dan ada ( ) pilihan. Hasilnya
𝑟−1
mengikuti prinsip penjumlahan.
Kita dapat gunakan rumus:
𝑛 𝑛 𝑛! 𝑛!
( )+( )= +
𝑟 𝑟−1 𝑟! (𝑛 − 𝑟)! (𝑟 − 1)! (𝑛 − 𝑟 + 1)!
𝑛! (𝑛 − 𝑟 + 1) 𝑛! 𝑟
= +
𝑟! (𝑛 − 𝑟 + 1)! 𝑟! (𝑛 − 𝑟 + 1)!
𝑛! (𝑛 + 1!) 𝑛+1
= {𝑛 − 𝑟 + 1 + 𝑟} = =( )
𝑟! (𝑛 − 𝑟 + 1)! 𝑟! (𝑛 − 𝑟 + 1)! 𝑟

G. Koefisien Binomial dan Segitiga Pascal


𝑛
Jumlah pilihan ( ) dikenal sebagai koefisien binomial. Perhatikan bahwa
𝑟
0
(1 + 𝑦) = 1 koefisien 1
(1 + 𝑦)1 = 1 + 𝑦 1 1
(1 + 𝑦)2 = 1 + 2𝑦 + 𝑦 2 1 2 1
(1 + 𝑦)3 = 1 + 3𝑦 + 3𝑦 2 + 𝑦 3 1 3 3 1
(1 + 𝑦)4 = 1 + 4𝑦 + 6𝑦 2 + 4𝑦 3 + 𝑦 4 1 4 6 4 1

Perhatikan susunan segitiga dari koefisien, ini dikenal sebagai Segitiga


Pascal. Masing-masing baris memuat jumlah pilihan, misalnya:
4 4 4 4 4
( ) = 1, ( ) = 4, ( ) = 6, ( ) = 4, ( ) = 1.
0 1 2 3 4

47
Teorema 2.5
Teorema binomial
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛
(𝑥 + 𝑦)𝑛 = ( ) 𝑥 𝑛 + ( ) 𝑥 𝑛−1 𝑦 + ( ) 𝑥 𝑛−2 𝑦 2 + ⋯ + ( ) 𝑦 𝑛
0 1 2 𝑛
𝑛
= ∑𝑛𝑟=0 ( ) 𝑥 𝑛−𝑟 𝑦 𝑟
𝑟
Bukti:
(𝑥 + 𝑦)𝑛 = (𝑥 + 𝑦)(𝑥 + 𝑦) … (𝑥 + 𝑦) (𝑛 kurung). Jadi, koefisien dari 𝑥 𝑛−𝑟 𝑦 𝑟
pada ekspansi adalah jumlah cara mendapatkan 𝑥 𝑛−𝑟 𝑦 𝑟 ketika 𝑛 kurung
dikalikan keluar. Setiap bagian pada ekspansi adalah hasil dari satu bagian dari
masing2 kurung; jadi 𝑥 𝑛−𝑟 𝑦 𝑟 diperoleh sebanyak kita bisa memilih 𝑦 dari 𝑟
kurung (dan 𝑥 dari sisa 𝑛 − 𝑟 kurung). Tetapi ini hanya jumlah cara memilih 𝑟
𝑛
dari 𝑛 kurung, yang merupakan ( ).
𝑟

Akibat Teorema
𝑛
𝑛
(1 + 𝑦)𝑛 = ∑ ( ) 𝑦𝑟
𝑟=0 𝑟

Contoh 2.37
10 𝑛 10
1+( ) 2 + ( ) 22 + ⋯ + ( ) 210 = (1 + 2)10 = 310
1 2 10

Segitiga Pascal
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
1 5 10 10 5 1
1 6 15 20 15 6 1
1 7 21 35 35 21 7 1

48
𝑛
Pada baris ke- 𝑛, 𝑛 ≥ 0, masukan adalah koefisien binomial ( ), , 0 ≤ 𝑟 ≤
𝑟
𝑛 . Segitita memperlihatkan 2 sifat dari Teorema 2.4: (i) ditunjukkan pada
simetri kebalikan pada setiap baris, dan (ii) ditunjukkan bahwa masing-
masing nilai pada segitiga adalah jumlah dari 2 nilai diatasnya. (contoh
21 = 6 + 15).

Teorema 2.6
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛
i. ( ) + ( ) + ( ) + ⋯ + ( ) = 2𝑛
0 1 2 𝑛
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛
ii. ( ) − ( ) + ( ) − ⋯ + (−1) ( ) = 0, 𝑛 > 0
0 1 2 𝑛

Bukti:
i. Masukan 𝑦 = 1 pada Akibat 1.6.
ii. Masukan 𝑦 = −1
Hasil selanjutnya menentukan pola yang berhubungan dengan diagonal
pada Segitiga Pascal. Perhatikan, untuk contoh, dalam garis sejajar
dengan sisi kiri Segitiga Pascal, kita punya 1 + 3 + 6 + 10 + 15 = 35.

Teorema 2.7
Untuk setiap 𝑚 ≥ 0 dan 𝑛 ≥ 1,
𝑚 𝑚+1 𝑚+𝑛 𝑚+𝑛+1
( )+( ) + ⋯+ ( )=( )
𝑚 𝑚 𝑚 𝑚+1
Bukti:
𝑚+𝑛+1 𝑚+𝑛 𝑚+𝑛
( )=( )+( ) dari teorema 1.4(ii)
𝑚+1 𝑚 𝑚+1
𝑚+𝑛 𝑚+𝑛−1 𝑚+𝑛−1
=( )+( )+( )teorema 1.4(ii)
𝑚 𝑚 𝑚+1
𝑚+𝑛 𝑚+𝑛−1 𝑚+1 𝑚+1
=( )+( ) + ⋯+ ( )+( )
𝑚 𝑚 𝑚 𝑚+1
𝑚+𝑛 𝑚+𝑛−1 𝑚+1 𝑚
=( )+( ) +⋯+( )+( )
𝑚 𝑚 𝑚 𝑚
𝑚+1 𝑚
Karena ( )=( )=1
𝑚+1 𝑚

49
Teorema binomial bisa digunakan untuk memperoleh identitas lain yang
melibatkan koefisien binomial, seperti terlihat pada contoh berikut ini.

Contoh 2.38
Pertimbangkan identitas
(1 + 𝑥)𝑛 (1 + 𝑥)𝑛 = (1 + 𝑥)2𝑛
Yakni
2𝑛
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 2𝑛
{( ) + ( ) 𝑥 + ⋯ + ( ) 𝑥 𝑛 } {( ) + ( ) 𝑥 + ⋯ + ( ) 𝑥 𝑛 } = ∑ ( ) 𝑥 𝑟
0 1 𝑛 0 1 𝑛 𝑟
𝑟=0

Penyelesaian:
Samakan koefisien dari 𝑥 𝑛 pada masing-masing sisi
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 2𝑛
( )( )+ ( )( ) + ⋯+ ( )( ) = ( )
0 𝑛 1 𝑛−1 𝑛 0 𝑛
Berdasarkan teorema 2.5(i) bisa ditulis sebagai
𝑛 2 𝑛 2 𝑛 2 2𝑛
( ) + ( ) + ⋯+ ( ) = ( )
0 1 𝑛 𝑛
Untuk contoh, dengan 𝑛 = 4 kita dapatkan
8
12 + 42 + 62 + 42 + 12 = 70 = ( )
4

Contoh 2.39
Gunakan identitas (1 − 𝑥 2 )𝑛 = (1 − 𝑥)𝑛 (1 + 𝑥)𝑛 untuk menjumlahkan
𝑛 2 𝑛 2 𝑛 2
( ) −( ) +( ) −⋯
0 1 𝑛

Penyelesaian:
Pertimbangkan koefisien dari 𝑥 𝑛 pada kedua sisi
Karena pada sisi kanan
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛
(1 − ( ) 𝑥 + ( ) 𝑥 2 − ⋯ + (−1)𝑛 ( ) 𝑥 𝑛 ) (1 + ( ) 𝑥 + ⋯ + ( ) 𝑥 𝑛 )
1 2 𝑛 1 𝑛

50
Koefisien dari 𝑥 𝑛 adalah
𝑛 𝑛
𝑛 𝑟 𝑛 𝑟 𝑛 2
∑ (−1)𝑟 ( ) ( ) = ∑(−1)𝑟 ( ) ( ) = ∑(−1)𝑟 ( )
𝑟 𝑠 𝑟 𝑛−𝑟 𝑟
𝑟+𝑠=𝑛 𝑟=0 𝑟=0
𝑛
Koefisien 𝑥 𝑛 pada sisi kiri adalah 0 jika 𝑛 ganjil tetapi (−1) 2 jika 𝑛 genap.
Jadi kita punya
𝑛
𝑛 2 𝑛 2 𝑛 2 𝑛 2
( ) − ( ) + ( ) − ⋯ (−1)𝑛 ( ) = {(−1) , 𝑛 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝
2
0 1 𝑛 𝑛 0, 𝑛 𝑔𝑎𝑛𝑗𝑖𝑙
Ilustrasi
5 2 5 2 5 2 5 2 5 2 5 2
( ) −( ) +( ) −( ) +( ) −( ) = 0
0 1 2 3 4 5
4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4
( ) − ( ) + ( ) − ( ) + ( ) = 1 − 16 + 36 − 16 + 1 = 6 = ( )
0 1 2 3 4 2
6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6
( ) − ( ) + ( ) − ( ) + ( ) − ( ) + ( ) = −20 = − ( )
0 1 2 3 4 5 6 3

H. Latihan
1. Berapa macam hidangan dapat disajikan jika masing-masing hidangan dapat
tersaji atas sop, nasi goreng, bakmi, dan soto jika tersedia 5 macam sop, 2
macam nasi goreng, 6 macam bakmi dan 3 macam soto?
2. Ada berapa banyak cara membagi 10 orang ke dalam 2 tim basket yang
berbeda?
3. Jika sebuah koin ditos 10 kali, berapa banyak kejadian:
a. Munculnya 4 muka dan 6 belakang
b. Munculnya paling sedikit 3 muka
4. Berapa banyak bilangan ganjil yang terdiri atas tiga angka yang dapat dibuat
dari angka 1, 2, 5, 6 dan 9 jika setiap angka itu hanya boleh digunakan sekali?
5. Pada suatu toko terdapat 5 kura-kura, 7 iguana dan 12 kelinci. Berapa banyak
cara seseorang untuk memilih 2 kura-kura, 3 iguana dan 5 kelinci?
6. Berapa banyak nomor telepon terdiri dari 6 angka yang mungkin jika tidak ada
nomor yang dimulai dengan 0 atau 88 ?
7. Dari pelambungan 3 buah dadu, tentukan peluang memperoleh jumlah ketiga
mata dadu adalah 6

51
8. Jika sebuah dadu dilempar empat kali, berapa peluang muncul paling sedikit 1
mata dadu 6 ?
9. Seorang bocah memiliki 5 kelereng biru, 4 kelereng merah di kantong kirinya,
dan 6 kelereng biru, 5 kelereng merah di kantong kanannya. Jika sebuah
kelereng dipindahkan dari kantong kiri ke kantong kanan, hitunglah peluang
terambilnya satu kelereng biru dari kantong kanan bocah tersebut.
10. Misalkan seseorang akan pergi dengan bus, kereta, atau pesawat terbang pada
liburan selama seminggu ke salah satu dari tujuh tempat wisata di Indonesia.
Tentukan banyak cara berbeda sehingga rencana ini terealisasi!
11. Seorang pengawas kontrol kualitas peralatan rumah tangga melakukan
inspeksi terhadap empat kotak yang masing-masing memuat 5, 4, 2, dan 3
potongan peralatan. Berapa banyak cara berbeda yang dapat dilakukannya
dalam memilih keempat potongan tersebut.
12. Berapa banyak cara berbeda menjawab ujian benar-salah yang terdiri dari 30
soal?
13. Mahasiswa di suatu perguruan tinggi dikelompokkan berdasarkan tingkat 1,
2, 3, atau 4 dan juga berdasarkan jenis kelamin. Tentukan banyaknya
pengelompokan terhadap mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.
14. Suatu jenis sepatu dibuat dalam 6 model yang berlainan dan setiap model
tersedia dalam 5 warna yang berlainan. Jika suatu toko ingin memamerkan
jenis sepatu ini secara lengkap, berapa pasang sepatukah yang harus
dipamerkan?
15. Seorang mahasiswa tingkat persiapan harus mengambil masing-masing satu
mata kuliah sains, humaniora, dan matematika. Jika tersedia pilihan 7 kuliah
sains, 5 kuliah humanioran dan 3 kuliah matematika, berapa banyak ia dapat
menyusun rencana studinya?
16. Dua dadu bersisi 4 dilambungkan 5 kali. Hitunglah peluang munculnya
jumlah 6 atau 8 tiga kali, jumlah 4 dua kali, dan kombinasi lainnya satu kali.
17. Tentukan banyaknya himpunan bagian dari {𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒, 𝑓, 𝑔, ℎ} yang memuat
ketiga elemen 𝑎, 𝑏, 𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑓?

52
18. Suatu kota berbentuk segiempat dan koneksi jalan-jalan yang ada di kota itu
terdiri dari 𝑥 − 1 garis sejajar menghadap utara-selatan dan 𝑦 − 1 garis
sejajar menghadap timur-barat (sebagai contoh, bayangkan Manhattan).
Berapa banyak cara sebuah mobil mencapai sudut timur laut jika ia mulai
berjalan dari sudut barat daya dan perjalanan hanya ke arah timur atau ke
utara.
19. Terdapat 250 anak laki-laki yang menghadiri sekolah sepakbola musim
liburan. Masing-masingnya akan berlatih dengan salah satu dari 50 pelatih.
Banyak peserta yang dilatih setiap pelatih tidak sama. Berapa banyak cara
menempatkan ke-250 anak laki-laki untuk berlatih dengan ke-50 pelatih ini?
20. Ada sepuluh buku yang akan dibagikan kepada 4 mahasiswa. Dina mendapat
3 buah buku, Octa dan Evi masing-masing mendapat 2 buah buku, sedangkan
Dani mendapat sisanya. Berapa banyak cara membagikan seluruh buku
tersebut?
21. Tentukan banyak permutasi huruf-huruf dalam kata INDUKSI
MATEMATIKA?
22. Diketahui multihimpunan 𝑆 = {∞. 0, ∞. 1, ∞. 2, ∞. 3}. Tentukan banyak
permutasi-5 dari multihimpunan ini.
23. Tentukan kombinasi-2 pada multihimpunan 𝑆 = {3. 𝑎, 2. 𝑏, 1. 𝑐}
24. Jika empat dadu digulirkan bersamaan, tentukan banyak kemungkinan
munculnya mata dadu dengan jumlah berbeda!
25. Suatu fakultas mempunyai 4 jurusan dengan jumlah dosen masing-masing 5,
18, 14, dan 8 orang. Dekan fakultas ingin membentuk Komisi Disiplin yang
beranggotakan 3 orang dosen yang berasal dari jurusan berbeda. Jika hari
efektif perkuliahan dalam setahun adalah 165 hari dan anggota komisi disiplin
berganti setiap hari, berapa tahun komisi ini bekerja sampai terjadi
pengulangan komisi dengan anggota yang sama?

53