Anda di halaman 1dari 21

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan
tujuan Negara sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil
Negara yang mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat, dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat
persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sesuai UU
Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Sejalan dengan telah ditetapkannya
undang tersebut, CPNS wajib menjalani masa percobaan yang
dilaksanakan melalui proses diklat sehingga diperlukan sebuah
penyelenggaraan Pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, yaitu
Penyelenggaraan diklat dasar (Latsar) CPNS Golongan III bertujuan
agar Peserta diklat latsar CPNS Tahun 2019 yang ditugaskan dapat
merancang aktualisasi nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi yang disingkat menjadi
ANEKA, yang akan dilaksanakan di tempat kerja sebagai bentuk
penerapan ilmu yang sudah didapatkan selama mengikuti latsar dalam
kurun waktu 16 hari belajar/on class, dan 39 hari off/class di institasi,
yaitu puskesmas.
Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peranan penting dalam
sistem kesehatan nasional, khususnya subsistem upaya kesehatan.
Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama lebih
mengupayakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Pelayanan kesehatan lingkungan merupakan upaya preventif dalam
2

meningkatkan mutu kesehatan yang dilaksanakan oleh tenaga


sanitarian.
Sanitarian adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung
jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang
berwewenang untuk melakukan kegiatan pengamatan, pengawasan
dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas
kesehatan lingkungan untuk dapat memelihara, melindungi dan
meningkatkan cara-cara hidup bersih dan sehat. (SK MEMPAN No:
19/KEP/ M.PAN/ 11/2000 tanggal 30 November 2000). Sanitarian di
Puskesmas sebagai calon ASN sudah seharusnya melaksanakan
fungsi ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik dalam hal ini masyarakat di bidang kesehatan,
perekat dan pemersatu bangsa.
Untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat terutama
karena meningkatnya penyakit dan gangguan kesehatan yang
diakibatkan oleh Faktor Risiko Lingkungan, Pemerintah telah
menetapkan Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan
terdepan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan
upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Dalam pengaturan Puskesmas ditegaskan bahwa salah satu upaya
kesehatan masyarakat yang bersifat esensial adalah berupa Pelayanan
Kesehatan Lingkungan berupa Klinik Sanitasi.
Pelaksanaan klinik sanitasi di puskesmas harus dilakukan oleh
petugas sanitarian. Kegiatan klinik sanitasi harus dilakukan setiap hari
dan dilaksanakan oleh petugas sanitarian yang ada di puskesmas.
Permasalahan yang sering terjadi pada klinik sanitasi adalah penyakit
berbasis lingkungan. Penyakit berbasis lingkungan sering menjadi
permasalahan yang berhubungan dengan sanitasi yang buruk. Oleh
karena itu, sehingga apabila dalam pemberantasannya hanya
3

menonjolkan aspek kuratif dan rehabilitatif, tentu tidak akan maksimal.


Dalam memberantas penyakit ini, yang perlu dilakukan adalah
mengubah pola hidup dan tingkah laku masyarakat dengan
menggencarkan aspek promotif dan preventif (Depkes RI, 2004).
Berdasarkan beberapa hal yang telah diuraikan di atas, penulis
tertarik untuk mengangkat issue mengenai “ Pelayanan klinik sanitasi di
Puskesmas Blanakan Kabupaten Subang”

1. Gambaran Umum Organisasi


Puskesmas Blanakan terletak di Wilayah Kecamatan Blanakan,
tepatnya di Kampung Tanjungbaru RT 04/03 Desa Blanakan dan
berada di tepi jalan raya blanakan arah ke Cilamaya. Wilayah kerja
Puskesmas Blanakan secara administratif dibagi dalam 5 (lima) desa
yang ada di Kecamatan Blanakan, yaitu Desa tanjung tiga, desa
muara, desa langen sari, desa blanakan dan desa rawamekar.
Daerah di Wilayah kerja Puskesmas Blanakan Berdasarkan
Topografinya Kecamatan Blanakan termasuk dalam zona pantura
bagian utara (pantai utara Kab. Subang) yang merupakan daerah
pengembangan pertanian dan perikanan.
4

Luas wilayah kerja Puskesmas Blanakan 4.692,631 Ha, dengan


mayoritas penggunaan lahan pertanian (sawah). Wilayah kerja
Puskesmas Blanakan terdiri dari 5 Desa dengan jumlah RT
sebanyak 97 dan RW 27, semua daerah atau desa bias ditempuh
dengan kendaraan roda 2 dan Roda 4. Wilayah kerja Puskesmas
Blanakan yang paling luas terdapat di Desa Blanakan, yaitu
sebanyak 599,00 Ha dan yang paling jauh dari Puskesmas Blanakan
adalah Desa Tanjungtiga ,dengan jarak tempuh menuju Puskesmas
sekitar 10 Km, bias ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda
4 selama 15 menit.

2. Visi dan Misi Organisasi


a. Visi Puskesmas Blanakan
1) Memberikan Pelayanan Prima pada Masyarakat
2) Meningkatkan SDM melalui Pendidikan dan Pelatihan
3) Menciptakan Pusat Pelayanan Kesehatan yang terjangkau
oleh seluruh lapisan masyarakat
4) Menciptakan lingkungan kerja yang Aman, Nyaman dan
Penuh Kebersamaan
b. Misi Puskesmas Blanakan
Terwujudnya Puskesmas Blanakan yang :
1) SIMPATI terhadap kesehatan masyarakat.
2) SENYUM, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat
maupun terhadap sesama Karyawan.
3) INOVATIF, mampu menciptakan ide ide baru dalam rangka
dukungan tercapainya masyarakat Kabupaten SUBANG
SEHAT
4) MANDIRI, mampu mengembangkan dirinya sebagai
Organissasi dengan memanfatkan potensi dan SDM yang ada
5) PROFESIONAL, mampu melaksanakan tugas sesuai dengan
fungsinya yang ditunjang oleh kemampuan lain
5

6) ANTISIPATIF, mampu mengantisipasi masalah kesehatan


yang dimungkinkan terja
7) TERDEPAN, mampu menjadi mental model
8) IMTAQ, segala tindakannya senantiasa dilandasi dengan
Iman dan Taqwa

3. Tugas dan Fungsi Organisasi


Dinas Kesehatan mempunyai Tugas Pokok yaitu membantu Bupati
melaksanakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang
yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang
diberikan kepada Pemerntah Kabupaten. Dalam melaksanakan
tugas pokok tersebut, Dinas Kesehatan memiliki fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di
bidang Kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan Bupati
c. Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan di bidang kesehatan
d. Pengelolaan administrasi umum meliputi urusan perencanaan

4. Tugas dan fungsi Unit Kerja


Tugas dan fungsi Sanitarian di Puskesmas Blanakan adalah sebagai
berikut :
a. Mengolah data untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan
lingkungan
b. Mengolah data untuk kesehatan lingkungan
c. Menganalisis data untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan
lingkungan
6

d. Melakukan pengamatan lingkungan untuk mengumpulkan data


e. Melaksanakan pengumpulan data primer
f. Melaksanakan pengumpulan data sekunder
g. Melaksanakan pengawasan lingkungan melalui pemeriksaan
kualitas kesehatan lingkungan
h. Melaksanakan tindak lanjut hasil pengawasan kesehatan
lingkungan dengan treatment dan intervensi
i. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan
kualitas kesehatan lingkungan dengan pemberdayaan individu
7

5. Struktur Organisasi
8

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yang
akan dilaksanakan kegiatan off campus di Puskesmas Blanakan,
yaitu menginternalisasi nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi)
dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

2. Tujuan Khusus
a. Melakukan konseling terhadap pasien yang menderita penyakit
dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor
risiko lingkungan.
b. Melakukan inspeksi sanitasi rumah sehat berdasarkan hasil
konseling terhadap Pasien.
c. Melakukan intervensi kesehatan lingkungan
d. Melakukan inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum.
e. Melakukan inspeksi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan.

C. Manfaat
Manfaat yang didapat dari aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN
sebagai Sanitarian di Puskesmas antara lain:
1. Penulis
Mampu menjadi ASN yang selalu menjalankan nilai-nilai ANEKA
dalam melaksanakan setiap kegiatan sesuai tugas dan fungsi,
sehingga penulis mampu menjadi ASN yang terampil dan
profesional di bidangnya.
2. Institusi
Membantu mewujudkan visi misi Puskesmas Blanakan dan
mengoptimalkan pelayanan kesehatan lingkungan pada
puskesmas.
9

3. Lembaga Pendidikan
Bahan referensi perbendaharaan ilmu pengetahuan, kepustakaan
bagi Pusdikmin Lemdiklat Polri pada khususnya tentang rencana
aktualisasi Sanitarian pada puskesmas.
10

BAB II
KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Kegiatan
1. Melakukan Konseling terhadap Pasien
a. Tahapan Kegiatan :
1) Menyiapkan media informasi dan alat peraga bila diperlukan
seperti poster, lembar balik, leaflet, maket (rumah sehat,
jamban sehat, dan lain-lain) serta alat peraga lainnya.
2) Menggali data/informasi kepada Pasien mengenai perilaku
dan kondisi kualitas kesehatan lingkungan.
3) Metode yang digunakan adalah wawancara antara petugas
Kesehatan Lingkungan dengan pasien.
4) Membuat kesepakatan antara pasien dan tenaga Kesehatan
Lingkungan untuk rencana tindak lanjut setelah konseling.
b. Hasil kegiatan
Tenaga kesehatan lingkungan dapat mengetahui faktor
penyebab penularan penyakit dan menyelesaikan masalah
kesehatan lingkungan yang dihadapi oleh pasien.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas
Pada kegiatan ini, tenaga kesehatan lingkungan
bertanggung jawab dalam menentukan arah diskusi untuk
menentukan faktor penyebab penyakit agar lebih spesifik,
hingga faktor penyebab penyakit ditemukan.
2) Nasionalisme
Konseling merupakan kegiatan diskusi dimana Tenaga
Kesehatan Lingkungan akan memberikan saran dan edukasi
kepada pasien mengenai pencegahan penularan penyakit.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan konseling sesuai
11

dengan tujuan negara Indonesia, yaitu mencerdaskan


kehidupan bangsa.
3) Etika publik
Tenaga kesehatan lingkungan harus melayani apa yang
didiskusikan dan sebagai pendengar yang baik, kemudian
memberikan motivasi sesuai dengan hasil diskusi bersama.
4) Komitmen mutu
Tenaga Kesehatan Lingkungan dan pasien membuat
komitmen bersama untuk rencana tindak lanjut setelah
konseling, yaitu inspeksi sanitasi rumah sehat pasien.
5) Anti korupsi
Tenaga kesehatan lingkungan tidak menerima gratifikasi
oleh pasien dalam bentuk apapun.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Tugas Tenaga Kesehatan Lingkungan adalah menciptakan
hubungan dengan Pasien, dengan menunjukkan perhatian dan
penerimaan pada saat melayani masyarakat melalui tingkah laku
verbal dan non verbal yang akan mempengaruhi keberhasilan
pertemuan tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi
Puskesmas Blanakan, yaitu Memberikan Pelayanan prima pada
masyarakat. Kegiatan konseling juga mewujudkan misi
Puskesmas Blanakan yaitu simpati, senyum dan profesional.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Terselenggaranya klinik sanitasi puskesmas pada kegiatan
konseling yang akuntabilitas, etika publik dan komitmen mutu
dan anti-korupsi.
f. Keterkaitan dengan materi diklat
Pelayanan publik
Puskesmas Blanakan akan dikenal masyarakat tidak hanya
melayani pemeriksaan kesehatan pasien saja, tetapi juga
12

melayani pasien untuk melakukan konseling mengenai


kesehatan lingkungan.

2. Melakukan inspeksi sanitasi rumah sehat berdasarkan hasil


konseling terhadap pasien
a. Tahapan Kegiatan
1) Mempelajari hasil Konseling.
2) Tenaga Kesehatan Lingkungan membuat janji kunjungan
rumah dan lingkungannya dengan Pasien dan keluarganya.
3) Menyiapkan dan membawa berbagai peralatan dan
kelengkapan lapangan yang diperlukan (formulir Inspeksi
Kesehatan Lingkungan, formulir pencatatan status
kesehatan lingkungan, media penyuluhan, alat pengukur
parameter kualitas lingkungan)
4) Melakukan pengamatan media lingkungan dan perilaku
masyarakat.
b. Hasil kegiatan
Tenaga kesehatan lingkungan dapat mengetahui elemen
lingkungan yang menjadi penyebab penularan penyakit dan
memberikan solusi agar faktor penyebab tersebut dapat
diselesaikan
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas
Sebelum pelaksanaan inspeksi sanitasi, pasien dan Tenaga
Kesehatan Lingkungan telah membuat kesepakatan perlu
atau tidaknya tindak lanjut. Tenaga Kesehatan Lingkungan
harus menepati kesepakatan tersebut dengan bertanggung
jawab dan tepat waktu. Inspeksi sanitasi harus segera
dilaksanakan setelah konseling dengan tujuan agar faktor
risiko penyebab penyakit dapat segera ditangani.
13

2) Nasionalisme
Faktor risiko penyebab penyakit akan diketahui setelah
dilakukan kegiatan inspeksi sanitasi. Tenaga kesehatan
lingkungan akan mengedukasi kepada pasien mengenai
lingkungan yang berpotensi menularkan penyakit. Hal ini
sesuai dengan visi Kemenkes, yaitu terwujudnya
masyarakat sehat dan berkeadilan.
3) Etika publik
Inspeksi sanitasi rumah sehat dilakukan di rumah pasien.
Oleh karena itu, diperlukan etika yang tinggi oleh Petugas
Kesehatan Lingkungan seperti etika bertamu ke rumah
pasien dan etika bertemu masyarakat sekitar rumah pasien
4) Komitmen mutu
Tenaga Kesehatan Lingkungan dan pasien membuat
komitmen bersama untuk rencana tindak lanjut setelah
inspeksi sanitasi, yaitu intervensi kesehatan lingkungan di
rumah pasien.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Inspeksi Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan pemeriksaan
dan pengamatan secara langsung terhadap sumber faktor risiko
penyebab penyakit dan seawal mungkin faktor risiko tersebut
dapat diselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi
Puskesmas Blanakan, yaitu Memberikan Pelayanan prima pada
masyarakat. Kegiatan konseling juga mewujudkan misi
Puskesmas Blanakan yaitu simpati, senyum, inovatif dan
profesional.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Terselenggaranya inspeksi sanitasi rumah sehat yang
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik dan komitmen mutu.
14

f. Keterkaitan dengan materi diklat


Pelayanan publik
Puskesmas Blanakan akan dikenal masyarakat tidak hanya
melayani pemeriksaan kesehatan pasien saja, tetapi juga
melayani pasien untuk melakukan inspeksi sanitasi rumah sehat/
mengenai kesehatan lingkungan.

3. Melakukan intervensi kesehatan lingkungan


a. Tahapan Kegiatan
1) Mempersiapkan media yang akan digunakan sebagai alat
peraga intervensi
2) Berdiskusi dengan warga untuk menyusun rencana tindak
lanjut setelah intervensi
3) Menunjuk perwakilan warga sebagai pemantau
b. Hasil kegiatan
Intervensi Kesehatan Lingkungan merupakan kegiatan akhir dari
klinik sanitasi. Intervensi bertujuan untuk mewujudkan kualitas
lingkungan yang sehat baik
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1. Akuntabilitas
Sebelum pelaksanaan intervensi, pasien dan Tenaga
Kesehatan Lingkungan telah membuat kesepakatan perlu
atau tidaknya tindak lanjut. Tenaga Kesehatan Lingkungan
harus menepati kesepakatan tersebut dengan bertanggung
jawab dan tepat waktu.
2. Nasionalisme
Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan
masyarakat sehingga kegiatan ini sesuai dengan misi
Kemenkes.
15

3. Etika publik
Diperlukan etika yang tinggi oleh Petugas Kesehatan
Lingkungan untuk berkomunikasi dengan baik kepada
audience.
4. Komitmen mutu
Tenaga kesehatan berkomitmen untuk memantau dan
mendampingi kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan
kesehatan lingkungan.
5. Anti-korupsi
Petugas Kesehatan Lingkungan tidak menerima gratifikasi
dalam bentuk apapun saat kegiatan penyuluhan oleh pihak
manapun.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Pelaksanaan penggerakan/pemberdayaan masyarakat
dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas
lingkungan melalui kerja bersama antara masyarakat dengan
petugas puskesmas. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi
Puskesmas Blanakan, yaitu Memberikan Pelayanan prima pada
masyarakat. Kegiatan konseling juga mewujudkan misi
Puskesmas Blanakan yaitu simpati, senyum, inovatif dan
profesional.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Puskesmas blanakan akan membina masyarakat secara
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan
anti-korupsi.
f. Keterkaitan dengan materi diklat
Pelayanan publik
Puskesmas Blanakan akan dikenal masyarakat tidak hanya
melayani pemeriksaan kesehatan pasien saja, tetapi juga
melayani pasien untuk melakukan klinik sanitasi mengenai
penyakit berbasis lingkungan
16

4. Melakukan inspeksi sanitasi Tempat-Tempat Umum


a. Tahapan kegiatan
1) Melakukan perizinan kepada petugas dinas di Pasar
2) Menyiapkan dan membawa berbagai peralatan dan
kelengkapan lapangan yang diperlukan (formulir Inspeksi
Kesehatan Lingkungan, formulir pencatatan status
kesehatan lingkungan, media penyuluhan, alat pengukur
parameter kualitas lingkungan)
3) Melakukan pengamatan media lingkungan dan perilaku
masyarakat.
b. Hasil kegiatan
Petugas kesehatan lingkungan dapat mengetahui elemen
lingkungan yang berpotensi menjadi faktor risiko penyebab
penyakit dan memberikan solusi agar faktor penyebab tersebut
dapat diselesaikan.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1. Akuntabilitas
Tempat-Tempat Umum (TTU) dapat berpotensi menjadi
faktor risiko penularan penyakit berbasis lingkungan
sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan.
Hal tersebut merupakan tanggung jawab Petugas
Kesehatan Lingkungan sebagaimana merupakan tupoksi di
puskesmas.
2. Etika publik
Peran sanitasi tempat-tempat umum dalam kesehatan
masyarakat adalah usaha untuk menjamin rasa keamanan,
kenyamanan, dan ketenangan. Sudah menjadi tugas ASN
kesehatan lingkungan sebagai pelayan publik sehingga
tempat-tempat umum memiliki kondisi sanitasi yang baik dan
tidak menularkan penyakit.
17

3. Komitmen mutu
Petugas kesehatan lingkungan perlu melakukan tindakan
selanjutnya seperti penyuluhan kepada masyarakat untuk
membangun komitmen bersama dalam menjaga kondisi
sanitasi tetap baik.
4. Anti-korupsi
Pada kegiatan ini, baik tenaga kesehatan lingkungan dan
pihak pengelola tidak menerima gratifikasi dengan tujuan
pemalsuan hasil inspeksi yang akan dilaporkan ke Dinas
Kesehatan.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Inspeksi Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan pemeriksaan
dan pengamatan secara langsung terhadap sumber faktor risiko
penyebab penyakit dan seawal mungkin faktor risiko tersebut
dapat diselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi
Puskesmas Blanakan, yaitu Memberikan Pelayanan prima pada
masyarakat. Kegiatan konseling juga mewujudkan misi
Puskesmas Blanakan yaitu simpati, senyum, inovatif dan
profesional.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Terselenggaranya inspeksi sanitasi rumah sehat yang
akuntabilitas, etika publik, komitmen mutu dan anti-korupsi.
f. Keterkaitan dengan materi diklat
1. WoG
Petugas Kesehatan lingkungan akan membentuk
kesepakatan dengan pihak pengelola tempat-tempat umum
2. Pelayanan publik
Puskesmas Blanakan akan dikenal masyarakat tidak hanya
melayani pemeriksaan kesehatan pasien saja, tetapi juga
melayani masyakarat dalam menjaga lingkungan agar tidak
menjadi faktor risiko penyebab penyakit menular.
18

5. Melakukan inspeksi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan


a. Tahapan kegiatan
1) Mendatangi tempat pengelolaan makanan dan meminta ijin
kepada pemilik/pengelola.
2) Menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan termasuk surat
tugas, kemudian melakukan wawancara dan melaksanakan
pemeriksaan sanitasi sesuai dengan isi formulir
pemeriksaan
3) Memaparkan hasil pemeriksaan dan memberikan
penyuluhan kepada pemilik/pengelola
b. Hasil kegiatan
Petugas kesehatan lingkungan dapat mengetahui elemen
lingkungan yang berpotensi menjadi faktor risiko penyebab
penyakit dan memberikan solusi agar faktor penyebab tersebut
dapat diselesaikan.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1. Akuntabilitas
Makanan merupakan salah satu ruang lingkup kesehatan
lingkungan. Oleh karena itu, memantau kualitas hygine
makanan merupakan tanggung jawab sebagai ASN
kesehatan lingkungan puskesmas
2. Etika publik
Tugas ASN kesehatan lingkungan sebagai pelayan publik
sehingga tempat-tempat umum memiliki kondisi sanitasi
yang baik dan tidak menularkan penyakit. Inspeksi sanitasi
ini bertujuan agar kualitas makanan tetap aman dan tidak
menimbulkan kecemasan masyarakat.
3. Komitmen mutu
Petugas kesehatan lingkungan perlu melakukan tindakan
selanjutnya seperti penyuluhan kepada petugas pengolah
19

makanan untuk membangun komitmen bersama dalam


menjaga kondisi sanitasi makanan
tetap baik.
4. Anti-korupsi
Tenaga kesehatan lingkungan tidak menerima gratifikasi
oleh pihak pengelola makanan agar isi laporan tidak
dipalsukan saat diserahkan ke Dinas Pendidikan.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Inspeksi Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan pemeriksaan
dan pengamatan secara langsung terhadap sumber faktor risiko
penyebab penyakit dan seawal mungkin faktor risiko tersebut
dapat diselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi
Puskesmas Blanakan, yaitu Memberikan Pelayanan prima pada
masyarakat. Kegiatan konseling juga mewujudkan misi
Puskesmas Blanakan yaitu simpati, senyum, inovatif dan
profesional.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Terselenggaranya inspeksi sanitasi tempat pengolahan
makanan yang akuntabilitas, etika publik, komitmen mutu dan
anti-korupsi.
f. Keterkaitan dengan materi diklat
1. WoG
Petugas Kesehatan lingkungan akan membentuk
kesepakatan dengan pihak pengelola tempat pengolahan
makanan
2. Pelayanan publik
Puskesmas Blanakan akan dikenal masyarakat tidak hanya
melayani pemeriksaan kesehatan pasien saja, tetapi juga
melayani masyakarat dalam menjaga lingkungan agar tidak
menjadi faktor risiko penyebab penyakit menular
20

6. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi


7. N Pelaksanaan
o Nama Kegiatan Minggu Ke Ket.
. I II III IV V VI
1. Konseling terhadap Pasien
2. Melakukan inspeksi sanitasi rumah sehat
berdasarkan hasil konseling
3. Melakukan intervensi kesehatan lingkungan
4. Melakukan inspeksi sanitasi Tempat-Tempat Umum
5. Melakukan inspeksi sanitasi Tempat Pengolahan
Makanan
Seminar

Keterangan : Pelaksanaan
21

BAB III
PENUTUP

a. Kesimpulan
Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi ASN Tenaga Kesehatan
Lingkungan di Puskesmas,
nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen mutu, dan Anti-korupsi) harus diterapkan dalam setiap
kegiatannya. Rincian nilai-nilai dasar ANEKA pada setiap kegiatan
aktualisasi dapat diketahui sebagai berikut :
1. Kegiatan konseling terhadap pasien memiliki nilai-nilai dasar
akuntabilitas, etika publik dan komitmen mutu dan anti-korupsi.
2. Melakukan inspeksi sanitasi rumah sehat berdasarkan hasil
konseling memiliki nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik dan komitmen mutu.
3. Melakukan intervensi kesehatan lingkungan memiliki nilai-nilai
dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan
anti-korupsi.
4. Melakukan inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum memiliki nilai-
nilai dasar akuntabilitas, etika publik, komitmen mutu dan anti-
korupsi.
5. Melakukan inspeksi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan memiliki
nilai-nilai dasar akuntabilitas, etika publik, komitmen mutu dan anti-
korupsi.

b. Saran
Harapan dari pelaksanaan kegiatan off campus Diklatsar pada
Puskesmas Blanakan yaitu tidak ada halangan pada setiap kegiatan
dan nilai ANEKA dapat diterapkan dengan baik. Selain itu, pihak-pihak
yang bekerja sama dengan Kesehatan Lingkungan dapat terjalin
dengan baik.