Anda di halaman 1dari 32

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK BATIK PERBAIK PURWOREJO
Mata Pelajaran : KOMUNIKASI BISNIS
Kompetensi keahlian : BISNIS DARING DAN PEMASARAN
Kelas/Semester : X/ GASAL
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Materi Pokok : KOMUNIKASI BISNIS
Alokasi Waktu : 10 JAM PELAJARAN (2 x PERTEMUAN)

A. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti
Pengetahuan (KI 3) Memahami, menerapkan, menganalisis, dan
mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual,
operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Bisnis Daring dan Pemasaran pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Keterampilan (KI 4) Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat,
informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Bisnis
Daring dan Pemasaran.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu
dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

Kompetensi Dasar
KD pada KI
3.1 Menerapkan komunikasi bisnis
Pengetahuan (KD 3)
KD pada KI
4.1 Melakukan komunikasi bisnis
Keterampilan (KD 4)

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator KD pada KI 3.1.1 Mengidentifikasi komunikasi bisnis


Pengetahuan
3.1.2 Menguraikan unsur-unsur komunikasi bisnis
3.1.3 Mengklasifikasi jenis komunikasi bisnis
3.1.4 Menganalisis Komunikasi Bisnis
3.1.5 Membandingkan komunikasi bisnis
Indikator KD pada KI 4.1.1 Melakukan komunikasi verbal dan nonverbal
Keterampilan
4.1.2 Menggunakan etika dalam berkomunikasi bisnis

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik diharapkan mampu:


1. Mengidentifikasi komunikasi bisnis
2. Menguraikan unsur-unsur komunikasi bisnis
3. Mengklasifikasi jenis komunikasi bisnis
4. Menganalisis Komunikasi Bisnis
5. Membandingkan komunikasi bisnis
6. Melakukan komunikasi verbal dan nonverbal
7. Menggunakan etika dalam berkomunikasi bisnis

D. Materi Ajar

Fakta Komunikasi Bisnis


Konsep Menerapkan komunikasi bisnis dan melakukan
komunikasi bisnis
Prosedur 1. Mengidentifikasi komunikasi bisnis
2. Menguraikan unsur-unsur komunikasi bisnis
3. Mengklasifikasi jenis komunikasi bisnis
4. Menganalisis Komunikasi Bisnis
5. Membandingkan komunikasi bisnis
6. Melakukan komunikasi verbal dan nonverbal
7. Menggunakan etika dalam berkomunikasi bisnis
Metakognitif Merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajari
dalam pembelajaran komunikasi bisnis

E. Pendekatan, Model/Strategi dan Metode

Pendekatan Scientific Learning

Model/Strategi Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)

Metode Ceramah, Diskusi,Tanya Jawab, Penugasan

F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Komunikasi
1. Guru mengucapkan salam serta menciptakan
suasana kelas yang religius dengan menunjuk
salah satu siswa memimpin berdo’a, memeriksa
kehadiran siswa, dan kebersihan serta kerapian
kelas sebagai wujud kepedulian lingkungan,
Pendahuluan
2. Memotivasi peserta didik secara kontekstual 10 menit
sesuai dengan manfaat pembelajaran komunikasi
bisnis,
3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
mereviu materi sebelumnya,
4. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai.
Apersepsi
1. Guru memberikan gambaran tentang
pentingnya memahami pengertian komunikasi
bisnis,
2. Mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan
dan mendorong rasa ingin tahu dan berpikir
kritis peserta didik dalam memahami pengertian
komunikasi bisnis,
3. Guru memberikan motivasi peserta didik secara
konstektual sesuai manfaat komunikasi bisnis di
kehidupan sehari-hari dengan memberi contoh,
4. Membentuk kelompok siswa yang heterogen
(dengan menerapkan prinsip tidak membedakan
tingkat kemampuan berpikir, jenis kelamin,
agama, suku, dll).

Sintak
Pendekatan Saintifik ModelDiscovery
Learning
Mengamati : Stimulation /
Pemberian
 Peserta didik diminta untuk
rangsangan
mengamati penayangan
media pembelajaran
interaktif komunikasi bisnis
melalui LCD proyektor,
 Peserta didik diminta
mendengarkan pemberian
materi oleh guru yang 200
Kegiatan Inti berkaitan dengan menit
komunikasi bisnis
 Peserta didik diminta
menyimak penjelasan
pengantar kegiatan secara
garis besar/global tentang
materi komunikasi bisnis
Menanya : Identifikasi
masalah
 Guru memberikan
kesempatan pada peserta
didik untuk
mengidentifikasi sebanyak
mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan
gambar/video yang
disajikan dan akan dijawab
melalui kegiatan belajar
berpikir kritis dan kreatif
(4C) dengan sikap jujur,
disiplin, serta tanggung
jawab dan kerja sama yang
tinggi
 Peserta didik diminta
mendiskusikan hasil
pengamatannya dan
mencatat fakta-fakta yang
ditemukan, serta menjawab
pertanyaan berdasarkan
hasil pengamatan yang ada
pada buku paket dan
pencarian di internet
 Pendidik memfasilitasi
peserta didik untuk
menanyakan hal-hal yang
belum dipahami
berdasarkan hasil
pengamatan dari pencarian
di buku dan internet yang
didiskusikan bersama
kelompoknya
 Mengajukan pertanyaan
yang berkaitan dengan
materi komunikasi bisnis
yang tidak dipahami dari
apa yang diamati atau
pertanyaan untuk
mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang
diamati (dimulai dari
pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik) untuk
mengembangkan
kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis
yang perlu untuk hidup
cerdas dan belajar
sepanjang hayat

Mengumpulkan Informasi : Pengumpulan data


Peserta didik mengumpulkan
berbagai informasi (Berpikir
kritis, kreatif, bekerjasama dan
saling berkomunikasi dalam
kelompok (4C), dengan rasa
ingin tahu, tanggung jawab dan
pantang menyerah (Karakter),
literasi (membaca) yang dapat
mendukung jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan, baik dari buku paket
maupun sumber lain seperti
internet; melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/ kejadian,
Berpikir kritis dan
bekerjasama (4C) dalam
mencari informasi (Literasi)
dan mempresentasikan (4C)
dengan penuh tanggung
jawab (Karakter)
 Mengumpulkan informasi
(Mengembangkan
kemampuan berpikir kritis,
kreatif, berkomunikasi dan
bekerjasama (4C)
 Membaca sumber lain
selain buku teks, peserta
didik diminta
mengeksplorasi
pengetahuannya dengan
membaca buku referensi
tentang komunikasi bisnis
Menalar: Pengolahan data
Pendidik mendorong agar
peserta didik secara aktif terlibat
dalam diskusi kelompok serta
saling bantu untuk
menyelesaikan masalah
(Mengembangkan kemampuan
berpikir kritis, kreatif,
berkomunikasi dan bekerjasama
(4C)
Selama peserta didik bekerja di
dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong
semua peserta didik untuk
terlibat diskusi, dan
mengarahkan bila ada kelompok
yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya
(Nilai Karakter: rasa ingin tahu,
jujur, tanggung jawab, percaya
diri dan pantang menyerah)
apabila ada yang belum
dipahami, bila diperlukan
pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
Pembuktian : Pembuktian
Peserta didik mendiskusikan
hasil pengamatannya dan
memverifikasi hasil
pengamatannya dengan data-
data atau teori pada buku
sumber atau media sumber
melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang
bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada
yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat
aturan, kerja keras,
kemampuan menerapkan
prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta
deduktif dalam
membuktikan yang
berkaitan dengan
komunikasi bisnis. Antara
lain dengan cara peserta
didik dan guru secara
bersama-sama membahas
jawaban soal-soal yang
telah dikerjakan oleh
peserta didik
Mengkomunikasikan : Menarik
simpulan/
Peserta didik berdiskusi untuk
generalisasi
menyimpulkan :
 Menyampaikan hasil diskusi
berupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau
media lainnya untuk
mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil
diskusi kelompok secara
klasikal tentang komunikasi
bisnis
 Mengemukakan pendapat
atas presentasi yang
dilakukan dan ditanggapi
oleh kelompok yang
mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi
yang dilakukan dan peserta
didik lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya
 Menyimpulkan tentang hal-
hal penting yang muncul
dalam kegiatan
pembelajaran yang baru
dilakukan
 Menjawab pertanyaan yang
terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau
lembar kerja yang telah
disediakan
 Bertanya tentang hal yang
belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa
pertanyaan kepada siswa
1. Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran dalam bentuk
resume/rangkuman tentang pengertian
komunikasi bisnis,
Penutup 2. Menindaklanjuti pembelajaran hari ini dengan
melihat hasil akhir pekerjaan siswa sesuai 15 menit
dengan materi belajar yang baru saja dipelajari
3. Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
4. Mengakhiri pembelajaran dengan salam atau
berdoa

2. Pertemuan Kedua

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu


Komunikasi
1. Guru mengucapkan salam serta menciptakan
suasana kelas yang religius dengan menunjuk
salah satu siswa memimpin berdo’a, memeriksa
kehadiran siswa, dan kebersihan serta kerapian
kelas sebagai wujud kepedulian lingkungan,
2. Memotivasi peserta didik secara kontekstual
sesuai dengan manfaat pembelajaran melakukan
komunikasi bisnis,
3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
mereviu materi sebelumnya,
4. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai.

Pendahuluan Apersepsi
10 menit
1. Guru memberikan gambaran tentang
pentingnya memahami melakukan komunikasi
bisnis,
2. Mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan
dan mendorong rasa ingin tahu dan berpikir
kritis peserta didik dalam memahami
melakukan komunikasi bisnis,
3. Guru memberikan motivasi peserta didik secara
konstektual sesuai manfaat melakukan
komunikasi bisnis di kehidupan sehari-hari
dengan memberi contoh,
4. Membentuk kelompok siswa yang heterogen
(dengan menerapkan prinsip tidak membedakan
tingkat kemampuan berpikir, jenis kelamin,
agama, suku, dll).
Sintak
Pendekatan Saintifik ModelDiscovery
Learning
Mengamati : Stimulation /
Pemberian
 Peserta didik diminta untuk
rangsangan 200
Kegiatan Inti mengamati penayangan
menit
media pembelajaran
interaktif komunikasi bisnis
melalui LCD proyektor,
 Peserta didik diminta
mendengarkan pemberian
materi oleh guru yang
berkaitan dengan
melakukan komunikasi
bisnis
 Peserta didik diminta
menyimak penjelasan
pengantar kegiatan secara
garis besar/global tentang
melakukan komunikasi
bisnis
Menanya : Identifikasi
masalah
 Guru memberikan
kesempatan pada peserta
didik untuk
mengidentifikasi sebanyak
mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan
gambar/video yang
disajikan dan akan dijawab
melalui kegiatan belajar
berpikir kritis dan kreatif
(4C) dengan sikap jujur,
disiplin, serta tanggung
jawab dan kerja sama yang
tinggi
 Peserta didik diminta
mendiskusikan hasil
pengamatannya dan
mencatat fakta-fakta yang
ditemukan, serta menjawab
pertanyaan berdasarkan
hasil pengamatan yang ada
pada buku paket dan
pencarian di internet
 Pendidik memfasilitasi
peserta didik untuk
menanyakan hal-hal yang
belum dipahami
berdasarkan hasil
pengamatan dari pencarian
di buku dan internet yang
didiskusikan bersama
kelompoknya
 Mengajukan pertanyaan
yang berkaitan dengan
materi komunikasi bisnis
yang tidak dipahami dari
apa yang diamati atau
pertanyaan untuk
mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang
diamati (dimulai dari
pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik) untuk
mengembangkan
kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis
yang perlu untuk hidup
cerdas dan belajar
sepanjang hayat
Mengumpulkan Informasi : Pengumpulan data
Peserta didik mengumpulkan
berbagai informasi (Berpikir
kritis, kreatif, bekerjasama dan
saling berkomunikasi dalam
kelompok (4C), dengan rasa
ingin tahu, tanggung jawab dan
pantang menyerah (Karakter),
literasi (membaca) yang dapat
mendukung jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan, baik dari buku paket
maupun sumber lain seperti
internet; melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/ kejadian,
Berpikir kritis dan
bekerjasama (4C) dalam
mencari informasi (Literasi)
dan mempresentasikan (4C)
dengan penuh tanggung
jawab (Karakter)
 Mengumpulkan informasi
(Mengembangkan
kemampuan berpikir kritis,
kreatif, berkomunikasi dan
bekerjasama (4C)
 Membaca sumber lain
selain buku teks, peserta
didik diminta
mengeksplorasi
pengetahuannya dengan
membaca buku referensi
tentang melakukan
komunikasi bisnis
Menalar: Pengolahan data
Pendidik mendorong agar
peserta didik secara aktif terlibat
dalam diskusi kelompok serta
saling bantu untuk
menyelesaikan masalah
(Mengembangkan kemampuan
berpikir kritis, kreatif,
berkomunikasi dan bekerjasama
(4C)
Selama peserta didik bekerja di
dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong
semua peserta didik untuk
terlibat diskusi, dan
mengarahkan bila ada kelompok
yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya
(Nilai Karakter: rasa ingin tahu,
jujur, tanggung jawab, percaya
diri dan pantang menyerah)
apabila ada yang belum
dipahami, bila diperlukan
pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
Pembuktian : Pembuktian
Peserta didik mendiskusikan
hasil pengamatannya dan
memverifikasi hasil
pengamatannya dengan data-
data atau teori pada buku
sumber atau media sumber
melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang
bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada
yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat
aturan, kerja keras,
kemampuan menerapkan
prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta
deduktif dalam
membuktikan yang
berkaitan dengan
melakukan komunikasi
bisnis. Antara lain dengan
cara peserta didik dan guru
secara bersama-sama
membahas jawaban soal-
soal yang telah dikerjakan
oleh peserta didik
Mengkomunikasikan : Menarik
simpulan/genera-
Peserta didik berdiskusi untuk
lisasi
menyimpulkan :
 Menyampaikan hasil diskusi
berupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau
media lainnya untuk
mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil
diskusi kelompok secara
klasikal tentang melakukan
komunikasi bisnis
 Mengemukakan pendapat
atas presentasi yang
dilakukan dan ditanggapi
oleh kelompok yang
mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi
yang dilakukan dan peserta
didik lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya
 Menyimpulkan tentang hal-
hal penting yang muncul
dalam kegiatan
pembelajaran yang baru
dilakukan
 Menjawab pertanyaan yang
terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau
lembar kerja yang telah
disediakan
 Bertanya tentang hal yang
belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa
pertanyaan kepada siswa
1. Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran dalam bentuk
resume/rangkuman tentang pentingnya
melakukan komunikasi bisnis,
Penutup 2. Menindaklanjuti pembelajaran hari ini dengan
melihat hasil akhir pekerjaan siswa sesuai 15 menit
dengan materi belajar yang baru saja dipelajari
3. Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
4. Mengakhiri pembelajaran dengan salam atau
berdoa

G. Alat, Bahan dan Media Pembelajaran


1. Media LCD projector
2. Laptop
3. Bahan Tayang (Slide Power Point)
4. Video
5. Whiteboard
6. Spidol
7. Penggaris

H. Sumber Belajar
1. Buku siswa Mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan
2. Internet
3. Buku teks pelajaran yang relevan

I. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1) Tes Tertulis
a) Pilihan ganda
b) Uraian/esai
2) Tes Lisan
3) Presentasi
4) Diskusi
b. Penilaian Kompetensi Keterampilan
1) Proyek, pengamatan, wawancara
a) Mempelajari buku teks dan sumber lain tentang materi pokok
b) Menyimak tayangan/demo tentang materi pokok
c) Menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan pengamatan dan
eksplorasi
2) Portofolio / unjuk kerja
a) Laporan tertulis individu/ kelompok
3) Produk
2. Instrumen Penilaian
Terlampir
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a. Remedial
1) Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum
mencapai KKM maupun kepada peserta didik yang sudah melampui
KKM. Remidial terdiri atas dua bagian : remedial karena belum
mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai Kompetensi Dasar,
2) Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas
bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan
Minimal).
b. Pengayaan
1) Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai
materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang
telah tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar,
2) Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan
dengan peserta didik,
3) Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang
membutuhkan pengembangan lebih luas.

Mengetahui, Purworejo, …. Juli 2019


Kepala SMK Batik Perbaik Purworejo Guru Mata Pelajaran

Yati Dwi Puspita Ady,S.Pd Maryani,S.Pd


INSTRUMEN PENILAIAN
KISI-KISI PENILAIAN HARIAN

Kompetensi IPK Materi Indikator Bentuk


Dasar Soal Soal
3.1 Menerapkan 3.1.1 Mengidentifikasi Komunikasi bisnis Disajikan Lisan
komunikasi komunikasi bisnis beberapa
bisnis materi dalam
3.1.2 Menguraikan unsur- modul
unsur komunikasi sehingga
bisnis peserta didik
dapat
3.1.3 Mengklasifikasi jenis
mengetahui
komunikasi bisnis komunikasi
3.1.4 Menganalisis bisnis
Komunikasi Bisnis
3.1.5 Membandingkan
4.1 Melakukan komunikasi bisnis Komunikasi bisnis Disajikan soal, Tertulis
komunikasi peserta didik
bisnis dapat
4.1.1 Melakukan Mengidentifika
si cara-cara
komunikasi verbal
melakukan
dan nonverbal komunikasi
4.1.2 Menggunakan etika bisnis
dalam
berkomunikasi
bisnis
A. SOAL
1) Lisan
a. Jelaskan pengertian dari komunikasi bisnis !
b. Sebutkan variabel-variabel komunikasi bisnis !
c. Jelaskan cara berkomunikasi dalam komunikasi internal !
d. Apa definisi dari Persuasif ?
e. Lobi merupakan salah satu kegiatan yang menunjang kegiatan komunikasi
bisnis. Sebutkan dan jelaskan 3 macam lobi yang dimaksud !
2) Tertulis
Diskusikan dengan kelompokmu. Menurut pendapat kelompok kalian apa saja cara-
cara melakukan komunikasi bisnis yang paling efektif.

B. RUBRIK
1) Rubrik penilaian tes tulis dan tes lisan
Skor Kriteria
5 (sangat baik) Siswa menjawab benar lebih dari 80% dari seluruh pertanyaan sesuai
dengan kunci jawaban
4 (baik) Siswa menjawan benar kurang dari 79% dan lebih dari 60% dari
seluruh pertanyaan sesuai kunci jawaban
3 (cukup) Siswa menjawab benar kurang dari 59% dan lebih dari 40% dari
seluruh pertanyaan sesuai kunci jawaban
2 (kurang) Siswa menjawab benar kurang dari 39% dan lebih dari 20% dari
seluruh pertanyaan sesuai kunci jawaban
1 (buruk) siswa menjawab benar kurang dari 19% dari seluruh pertanyaan sesuai
kunci jawaban
0 (sangat buruk) Siswa tidak mampu menjawab sama sekali

2) Rubrik penilaian presentasi


Skor
Aspek
3 2 1
Komunikasi Komunikasi lancer Komunikasi sedang Tidak ada
dan baik komunikasi
Sistematika Penyampaian Penyampaian kurang Penyampaian tidak
penyampaian sistematis sistematis sistematis
Wawasan Wawasan luas Wawasan sedang Wawasan kurang
Keberanian Keberanian baik Keberanian sedang Tidak ada keberanian
Antusiasme Antusias Kurang antusias Tidak antusias
Penampilan Penampilan baik Penampilan cukup Penampilan kurang

3) Rubrik penilaian diskusi


Skor
Aspek
3 2 1
Aktif dalam Bertanya dan/atau Bertanya dan/atau Tidak pernah
menyatakan Memberi jawaban Memberi jawaban bertanya atau
pendapat dua kali atau lebih satu kali menjawab
Sikap dalam Uraian jelas dengan Uraian kurang jelas Uraian tidak jelas
menyatakan bahasa Dengan bahasa Dengan bahasa
pendapat Indonesia baku Indonesia baku Indonesia tidak baku
Cakupan materi Relevan dengan Bertanya tetapi Bertanya
pertanyaan materi Kurang relevan tetapi tidak
materinya relevan
materinya
Jawaban atas Menjawab tepat Menjawab kurang Menjawab tidak tepat
pertanyaan tepat

4) Rubrik penilaian proyek, pengamatan, wawancara


Skor
Aspek
3 2 1
Sistematika laporan Laporan lengkap Laporan lengkap Laporan tidak
dan terorganisasi namun tidak lengkap dan tidak
terorganisasi dengan terorganisasi
baik dengan baik
Tata tulis Tata tulis benar Salah satunya, Tata tulis tidak
dan menggunakan tata tulis tidak benar, dan Bahasa
Bahasa yang benar atau bahasa tidak benar dan
benar dan baku tidak benar dan tidak baku
tidak baku
Pendahuluan Uraian latar Uraian latar Uraian latar
belakang sesuai belakang kurang belakang tidak
dengan topik sesuai dengan sesuai dengan
praktik topik praktik topik praktik
Hasil dan Hasil analisis dan Hasil analisis Hasil analisis data
Pembahasan pembahasan tepat tepat, namun dan pembahasan
sesuai konteks pembahasan tidak tepat
kurang tepat
Kesimpulan Tepat menarik Kurang tepat Kesimpulan tidak
kesimpulan sesuai menarik sesuai dengan
dengan tujuan kesimpulan, salah tujuan praktik dan
praktik dan satunya, karena perolehan data
perolehan data tidak sesuai
tujuan praktik
atau perolehan
data
Referensi Referensi yang Referensi yang Referensi yang
digunakan berusia digunakan berusia digunakan berusia
3 tahun terakhir 5 tahun terakhir lebih dari 5 tahun
Ketepatan Waktu Tugas dikumpulkan Tugas dikumpulkan Tugas dikumpulkan
tepat waktu atau lewat 1 hari setelah lewat 2 hari atau
sebelum batas waktu batas waktu lebih setelah batas
waktu

5) Rubrik penilaian portofolio / unjuk kerja


Skor
Aspek
3 2 1
Sistematika laporan Laporan lengkap Laporan lengkap Laporan tidak
dan terorganisasi namun tidak lengkap dan tidak
terorganisasi dengan terorganisasi
baik dengan baik
Tata tulis Tata tulis benar Salah satunya, Tata tulis tidak
dan menggunakan tata tulis tidak benar, dan Bahasa
Bahasa yang benar atau bahasa tidak benar dan
benar dan baku tidak benar dan tidak baku
tidak baku
Pendahuluan Uraian latar Uraian latar Uraian latar
belakang sesuai belakang kurang belakang tidak
dengan topik sesuai dengan sesuai dengan
praktik topik praktik topik praktik
Hasil dan Hasil analisis dan Hasil analisis Hasil analisis data
Pembahasan pembahasan tepat tepat, namun dan pembahasan
sesuai konteks pembahasan tidak tepat
kurang tepat
Kesimpulan Tepat menarik Kurang tepat Kesimpulan tidak
kesimpulan sesuai menarik sesuai dengan
dengan tujuan kesimpulan, salah tujuan praktik dan
praktik dan satunya, karena perolehan data
perolehan data tidak sesuai
tujuan praktik
atau perolehan
data
Referensi Referensi yang Referensi yang Referensi yang
digunakan berusia digunakan berusia digunakan berusia
3 tahun terakhir 5 tahun terakhir lebih dari 5 tahun
Ketepatan Waktu Tugas dikumpulkan Tugas dikumpulkan Tugas dikumpulkan
tepat waktu atau lewat 1 hari setelah lewat 2 hari atau
sebelum batas waktu batas waktu lebih setelah batas
waktu

6) Rubrik penilaian produk


Skor
Aspek
3 2 1
Ketepatan waktu/ Tepat waktu dan Tepat waktu, Tidak tepat waktu
disiplin mematuhi tata namun tidak dan tidak mematuhi
tertib praktik mematuhi tata tata
tertib praktik tertib praktik
Kerja sama Semua anggota Hanya sebagian Anggota kelompok
kelompok kelompok terlibat anggota kelompok berkerja secara
yang terlibat individu
Kelengkapan Alat Seluruh alat yang Hanya menyiapkan Tidak menyiapkan
diperlukan lengkap sebagian alat yang seluruh alat yang
diperlukan diperlukan
Keterampilan Dapat menunjukkan Dapat Tidak dapat
menggunakan alat penggunaan alat menunjukkan menggunakan alat
dengan tepat penggunaan alat,
namun masih
kurang tepat
Kesesuaian Dapat Dapat Tidak mampu
pelaksanaan praktik menjalankan menjalankan melaksanakan
dengan prosedur semua langkah langkah prosedur praktik sesuai
prosedur praktik praktik, namun dengan prosedur
dengan cermat kurang cermat
Data yang diperoleh Data lengkap, Data lengkap, Data tidak
terorganisir, dan tetapi tidak lengkap
ditulis dengan terorganisir, atau
benar terdapat kesalahan
dalam penulisan
PENILAIAN SIKAP
JURNAL GURU

HARI/TGL
/ PRILAKU/ BUTIR TINDAK
NO NAMA POS/NEG
JAM KEJADIAN SIKAP LANJUT
KE
MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Komunikasi Bisnis


Apa yang dimaksud dengan komunikasi bisnis? Pengertian komunikasi bisnis adalah suatu
aktivitas pertukaran informasi, gagasan, pendapat, dan instruksi yang disampaikan secara
personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal tertentu sehingga didapatkan
pemahaman yang sama antar pihak-pihak yang berkomunikasi.

Di dalam aktivitas komunikasi bisnis terjadi pertukaran informasi secara terus menerus.
Komunikasi ini dilakukan secara verbal ataupun non verbal dengan tujuan untuk membantu
proses pengambilan keputusan pada suatu bisnis.

B. Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli


Agar lebih memahami apa itu komunikasi bisnis, maka kita dapat merujuk pada pendapat
beberapa ahli berikut ini;
1. Philip Kolter
Menurut Philip Philip Kolter, pengertian komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan manusia
yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui peroses pertukaran.
2. William Albig
Menurut William Albig, pengertian komunikasi Bisnis adalah pertukaran informasi, gagasan,
pendapat, intruksi yang punya target tertentu yang dihidangkan secara personal maupun
impersional melalui lambang atau sinyal.
3. Djoko Purwanto
Menurut Djoko Purwanto, arti komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dipakai di dalam
dunia bisnis yang termasuk berbagai macam bentuk komunikasi, baik itu verbal maupun
non-verbal untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
4. Rosenbalt
Menurut Rosenbalt, definisi komunikasi bisnis adalah suatu tindakan pertukaran informasi,
ide/ opini, intruksi, dan sebagainya, yang disampaikan secara personal maupun non-personal
melalui lambang dan sinyal untuk mencapai target perusahaan.
5. Katz
Menurut Katz, pengertian komunikasi bisnis adalah aktivitas pertukaran ide, pesan, dan
konsep yang berhubungan dengan pencapaian sejumlah target komersil.
C. Unsur-Unsur Komunikasi Bisnis
Setiap aktivitas komunikasi di dalam kegiatan bisnis harus terdapat unsur-unsur tertentu.
Adapun unsur-unsur komunikasi bisnis adalah sebagai berikut:
1. Terdapat tujuan, maksudnya adalah komunikasi tersebut memiliki tujuan yang telah
ditentukan dan sejalan dengan tujuan organisasi.
2. Ada pertukaran, maksudnya adalah komunikasi melibatkan setidaknya dua orang atau
lebih (komunikator dan komunikan).
3. Berisi informasi, gagasan, opini, instruksi, ini adalah isi dari pesan yang terdapat dalam
komunikasi dimana bentuknya bisa beragam tergantung situasi, kondisi, dan tujuannya.
4. Memanfaatkan saluran personal atau impersonal, maksudnya adalah komunikasi dapat
dilakukan dengan bertatap muka, memanfaatkan media khusus, atau media massa jika
ingin menjangkau banyak orang.
5. Memakai simbol atau sinyal, maksudnya adalah metode atau alat yang digunakan untuk
berkomunikasi sehingga dapat dimengerti oleh penerima pesan.
6. Pencapaian target atau tujuan organisasi, dimana tujuan tersebut telah ditetapkan
sebelumnya oleh manajemen.

D. Tujuan Komunikasi Bisnis


Secara garis besar, ada tiga tujuan utama dilakukannya komunikasi di dalam bisnis, yaitu
Memberi Informasi (Informing), Persuasi (Persuading), dan Melakukan Kolaborasi
(Collaborating) dengan pelanggan. Berikut ini penjelasan selengkapnya;
1. Memberi Informasi (Informing)
Dalam hal ini, informasi yang dimaksud adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas
bisnis dengan berbagai pihak. Misalnya, seorang manajer marketing ingin meningkatkan
penjualan produk baru, maka ia akan mencoba memasang iklan di berbagai media.
Masing-masing media pun memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi biayanya
maupun dari sisi impact yang didapatkan. Cara penyampaian informasi di setiap media juga
menjadi faktor penentu keberhasilan iklan tersebut.
2. Melakukan Persuasi (Persuading)
Persuasi adalah cara berkomunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan
orang lain. Persuasi sering dilakukan dalam aktivitas pemasaran agar orang lain terpengaruh
dan membeli suatu produk, dan juga dalam penegasan konfirmasi pesanan konsumen agar
tidak terjadi kesalahan pemesanan.
3. Melakukan Kolaborasi (Collaborating)
Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi pihak-pihak yang terlibat secara
langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Dengan adanya komunikasi
yang baik maka kerjasama bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah.

E. Fungsi Komunikasi Bisnis


Secara umum, ada empat fungsi dari komunikasi di dalam bisnis, yaitu; Informative,
Regulatory, Persuasive, dan Integrative. Berikut penjelasan selengkapanya;

1. Fungsi Informative
Dalam hal ini fungsi informative digunakan oleh para manajer dan karyawan dalam
melaksanakan tugas-tugas mereka secara efisien. Beberapa informasi yang dibutuhkan
terkait dengan beberapa hal berikut,
− Hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan (tujuan perusahaan, prosedur, peraturan,
dan lainnya).
− Standar kerja dan laba perusahaan.
− Sosio emotional perusahaan secara umum.
2. Fungsi Regulatory
Komunikasi memiliki fungsi sebagai alat untuk mengendalikan dan mengatur jalannya suatu
organisasi. Bentuk komunikasi ini dapat berupa perintah dan laporan.
3. Fungsi Persuasive
Fungsi persuasive berlangsung saat terjadi komunikasi dan interaksi antar karyawan, dimana
tujuan komunikasi tersebut adalah agar orang lain dapat menerima ide seseorang.
4. Fungsi Integrative
Integrasi yang terjadi di dalam perusahaan akan membuat perusahaan tersebut dapat
beroperasi secara terpadu dan utuh. Hal tersebut hanya bisa dilakukan bila komunikasi dan
koordinasi di perusahaan berjalan dengan baik.

F. Bentuk Komunikasi Bisnis


Komunikasi bisnis umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu secara verbal dan non verbal.
Berikut ini penjelasannya;

1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan dengan cara lisan maupun
tulisan. Bentuk komunikasi ini dibagi menjadi dua, yaitu aktif dan pasif.
− Berbicara dan menulis (verbal aktif)
− Mendengarkan dan menulis (verbal pasif)
2. Komunikasi Non Verbal
Dalam dunia bisnis juga terdapat komunikasi non verbal, yaitu komunikasi yang
disampaikan tanpa menggunakan kata-kata. Beberapa contoh komunikasi non verbal dalam
bisnis diantaranya;
− Simbol-simbol
− Sandi
− Warna
− Ekspresi wajah
− Gerakan tubuh

G. Cara Berkomunikasi dengan Baik yang Efektif


Bagaimana cara berkomunikasi dengan baik itu? Berkomunikasi yang baik dapat dilakukan
melalui:
1. Memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara.
Jika pendengar kita merupakan salah satu skala prioritas, maka ada baiknya kita
berusaha untuk meluangkan waktu untuk berbicara. Kita beri perhatian penuh terhadap
lawan bicara. Sedapat mungkin kita menghindari perhatian kita terpecah karena kita
memikirkan hal yang lain.
2. Mengakui pikiran, gagasan, atau perasaan orang lain terlebih dahulu.
Maksudnya adalah perlihatkan kesiapan kita untuk mendengarkan dengan menyadari
dan mendengar pikiran, gagasan, dan perasaan orang lain. Pemberian komentar
mengindikasikan bahwa kita menyadari validitas perasaan orang lain.
3. Berbicaralah dengan cara yang dapat diterima oleh orang lain.
Ketika kita berhadapan dengan orang yang baru kita kenal, maka kita harus bisa
berbicara dengan menggunakan kata-kata, nada suara, dan infleksi yang tepat. Meskipun
begitu, potensi tidak diterimanya pesan dengan baik oleh orang yang kita tuju juga
sangat besar. Jika kita melihat reaksi yang tidak sesuai, maka kita bisa dengan segera
mengidentifikasi sumber kesalahpahaman dan menyatakan kembali pesan yang ingin
kita sampaikan dengan cara yang dapat diterima oleh orang yang bersangkutan.
4. Berbicara dengan pelan.
Ketika kita berinteraksi dengan orang lain maka kita harus berbicara dengan pelan, tidak
perlu keras-keras, dan tidak terburu-buru. Hal ini agar orang lain mengerti dan
memahami apa yang menjadi maksud dan tujuan kita berkomunikasi.
5. Mengutarakan apa yang kita maksudkan dalam kata-kata yang berbeda.
Sebuah komponen terpenting dan terkuat dari mendengarkan secara aktif adalah refleksi
atau dikenal sebagai parafrase. Parafrase membiarkan orang lain mengetahui bahwa kita
berusaha untuk mengerti atau memahami. Parafrase juga mengklarifikasi komunikasi
dan memperlambat proses percakapan. Cara melakukan parafrase adalah dengan
mengulangi apa yang dikatakan oleh orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri
tanpa memberikan penambahan apapun.
6. Memberikan pertanyaan terbuka.
Pertanyaan dapat diberikan ketika kita memerlukan pertolongan saat merasa tidak
mengerti dengan apa yang dibicarakan. Kita dapat melakukannya melalui uji penafsiran
tentang apa yang dikatakan oleh orang lain. Caranya adalah dengan memberikan
pertanyaan terbuka yang relevan dan biasanya dimulai dengan “apa”, “bagaimana”,
“tolong jelaskan”, atau “gambarkan”.
7. Menyusun intisari dan melakukan klarifikasi.
Kita mengumpulkan semua hal yang telah kita dengar dan memastikan bahwa kita
memahami apa yang dimaksud oleh orang lain. Hal ini menghindari kita dari persepsi
selektif. Ketika kita melakukan persepsi secara selektif, maka kita telah mengharapkan
orang lain untuk bereaksi dalam cara tertentu seperti berdasarkan pengalaman masa lalu,
atau berdasarkan cara kita bereaksi. Kemudian kita memberikan respon terhadap reaksi
yang sebelumnya telah ditentukan bukan yang sebenarnya. Hal ini tidak membantu dan
komunikasi yang terjadi adalah komunikasi yang tidak jelas. Menjadi jelas dapat
membantu orang lain mengklarifikasi berbagai pilihan yang mungkin.
8. Memberikan pendapat.
Hal ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan apakah orang yang bersangkutan
memiliki keinginan untuk mendengar pendapat kita atau tidak. Jika orang yang
bersangkutan tidak menginginkannya, maka kita jangan memberikan pendapat.
9. Memberikan perhatian kepada berbagai petunjuk yang dibutuhkan untuk menjelaskan
apa yang menjadi maksud kita.
Ketika berinteraksi dengan orang lain, maka kita akan menerima berbagai pertanyaan
yang kerapkali menstimulasi pemikiran hingga kita melihat perbedaan apa yang menjadi
tujuan kita dengan persepsi orang lain. Untuk itu, kita harus fokus dengan berbagai
petunjuk yang dibutuhkan guna mendukung penjelasan yang kita sampaikan.
10. Melakukan koreksi dengan segera ketika melakukan kesalahan dalam berbicara.
Terkadang, kita membuat pernyataan yang membuat kita menyadari dengan segera
bahwa terdapat kesalahan dalam pemikiran kita. Yang harus kita lakukan adalah jangan
mengingkari kesalahan yang telah kita buat namun segera mengakui dan memperbaiki
kesalahan sesegera mungkin.
11. Berhenti sejenak dan mendengarkan orang lain.
Ketika kita berada dalam diskusi atau bertukar pendapat dengan orang lain, seringkali
kita mengalami kesulitan untuk hanya mendengarkan pendapat orang lain. Seringkali
kita merasa takut pendapat kita tidak akan didengar dan untuk menutupinya kita akan
terus tetap berbicara dan memaksa orang lain untuk mendengarkan. Perilaku seperti ini
bukanlah perilaku yang baik jika merujuk pada etika komunikasi secara umum. Begitu
pula dalam etika komunikasi organisasi, etika komunikasi bisnis, etika komunikasi antar
pribadi, dan etika public relations, perilaku seperti ini harus dihindari karena membuat
orang lain tidak mau mendengarkan apa yang menjadi pemikiran kita.
12. Paksakan diri kita sendiri untuk mau mendengar apa yang dikatakan orang lain.
Ketika kita dapat berhenti sejenak namun pemikiran kita masih terus berjalan, maka hal
tersebut dapat membuat kita tidak mampu mendengar apa yang dikatakan oleh orang
lain. Untuk itu, hal yang dapat kita lakukan adalah memaksakan diri kita sendiri untuk
benar-benar mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain. Teknik yang biasa
digunakan dalam komunikasi terapeutik dalam keperawatan ini hendaknya tidak
dilakukan dalam setiap saat karena hal itu dapat membuat orang lain merasa tidak
nyaman.
13. Bersikap sabar ketika mendengarkan orang lain.
Kita harus sabar mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Caranya adalah
dengan menghindari melakukan prediksi terhadap apa yang akan dikatakan oleh orang
lain dan tetap fokus pada apa yang sedang dikatakan oleh orang lain. Melakukan
prediksi dapat mengarahkan kita pada kesalahan dalam memberikan respon. Hal ini
dapat menimbulkan keslahapahaman yang tidak perlu.

14. Melakukan konfirmasi atas apa yang kita pahami.


Ketika kita berinteraksi dengan orang lain untuk pertama kalinya, kemungkinan untuk
terjadinya kegagalan komunikasi sangat besar. Jika kita tidak yakin tentang apa yang
akan terjadi selanjutnya, memberikan pertanyaan adalah jalan terbaik. Jika kita merasa
yakin dengan apa yang kita pikirkan, maka tidak ada salahnya kita menyatakan kembali
apa yang kita pikirkan untuk mengkonfirmasi pemahaman bersama. Terkait dengan hal
ini, dalam teori pengurangan ketidakpastian telah dijelaskan bahwa kita cenderung
menggunakan komunikasi untuk meminimalisir perasaan ragu-ragu ketika berinteraksi
dengan orang lain. Pun dalam teori disonansi kognitif yang menjelaskan kecenderungan
kita untuk mengurangi disonansi atau ketidaknyaman dalam situasi tertentu.
15. Mengingat percakapan sebelumnya.
Mengingat dan memanggil kembali berbagai informasi yang kita simpan sebelumnya
adalah salah satu elemen penting dalam komunikasi intrapersonal. Ketika
berkomunikasi, ada baiknya kita tetap mengingat apa yang telah kita komunikasikan
sebelumnya. Agar komunikasi yang terjalin dapat berjalan berkesinambungan. Semakin
banyak yang dapat kita ingat tentang isi percakapan sebelumnya, maka kita akan dapat
berkomunikasi secara lebih baik dan percakapan selanjutnya.
16. Bersikap terbuka dan jujur dengan orang lain.
Tidak semua orang bisa bersikap terbuka kepada orang lain. Beberapa orang bahkan
tidak dapat mengenali diri mereka sendiri, tidak mengerti apa yang ia butuhkan dan
inginkan. Namun, ketika kita berada dalam suatu hubungan, maka bersikap terbuka
adalah hal yang sangat penting. Bersikap terbuka artinya adalah kita dapat
membicarakan banyak hal yang tidak dapat kita bicarakan sebelumnya dengan orang
lain dalam hidup kita. Bersikap terbuka juga berarti kita bersikap jujur kepada orang
lain. Bersikap terbuka juga memiliki arti adanya kesempatan untuk kita mengalami rasa
sakit hati atau kekecewaan. Hal ini dikupas lebih mendalam dalam teori komunikasi
kelompok, teori-teori komunikasi antar pribadi atau teori komunikasi interpersonal
seperti teori penetrasi sosial.
17. Mengekspresikan diri sendiri ketika bersikap terbuka dengan orang lain.
Ketika kita bersikap terbuka dan jujur dengan orang lain maka kita juga terbuka pada
berbagai cara berkomunikasi yang berbeda dan mengetahui bahwa orang lain juga
membutuhkan keterbukaan yang sama. Bersikap terbuka dengan orang lain dapat
memudahkan kita dalam mengekspresikan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita
rasakan kepada orang lain.
18. Menaruh perhatian kepada berbagai petunjuk nonverbal.
Sebagian besar komunikasi yang kita lakukan dengan orang lain bukanlah apa yang kita
katakan namun bagaimana kita mengatakannya. Komunikasi nonverbal meliputi bahasa
tubuh, nada suara, kontak mata, dan seberapa jauh jarak ketika kita berkomunikasi
dengan orang lain. Belajar cara berkomunikasi dengan baik berarti kita belajar
bagaimana membaca berbagai petunjuk seperti kita mendengar apa yang dikatakan oleh
orang lain.
Perlu diperhatikan juga bahwa ketika kita memperhatikan berbagai petunjuk nonverbal
yang disampaikan oleh orang lain, kita juga jangan melupakan berbagai petunjuk
nonverbal yang kita berikan untuk orang lain. Ketika berkomunikasi dengan orang lain,
kita juga harus membuat dan mengelola kontak mata, menjaga posisi tubuh tetap netral,
menjaga nada suara, dan duduk di depan atau di hadapan orang tersebut ketika berbicara
dengan mereka.

19. Menilai pengetahuan lawan bicara.


Daripada kita bersikap merendahkan atau mengagungkan latar belakang seseorang
dalam topic tertentu, ada baiknya kita menanyakan apa yang ia ketahui tentang topik
yang sedang dibicarakan. Namun perlu diingat bahwa kurangnya pengetahuan seseorang
di bidang yang benar-benar kita kuasai tidak berarti bahwa mereka kurang informasi
atau berpendidikan rendah. Lebih baik dilakukan pengecekan untuk memahaminya
selama percapakapan dan membuat penyesuaian yang diperlukan.
20. Tetap fokus pada pokok permasalahan.
Terkadang, suatu diskusi berkembang menjadi debat atau perang opini. Untuk
menghadapi situasi seperti ini, maka ada baiknya masing-masing orang yang terlibat
dalam diskusi atau debat tetap memberikan rasa hormat satu sama lain dan tetap fokus
pada pokok permasalahan. Jika salah satu pihak tidak berusaha untuk mencoba
mengendalikan eskalasi debat, maka debat akan menjadi semakin besar. Untuk itu,
masing-masing pihak perlu mengendalikannya salah satunya dengan keluar dari situasi
debat.
Namun, ketika meninggalkan situasi debat, kita harus melakukannya dengan cara-cara
yang terhormat. Misalnya dengan berkata, “Kita telah menjalani hari yang sangat
melelahkan dan apa yang kita diskusikan saat ini tidak menemukan hasil yang positif.
Ada baiknya kita pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat dan membicarakannya
kembali besok pagi.”
21. Menunjukkan rasa hormat terhadap nilai-nilai yang dimiliki lawan bicara.
Melakukan beberapa penelitian dasar dengan cara melihat kembali pernyataan atau
tujuan individu atau organisasi dan lain-lain untuk memperoleh perspektif orang yang
bersangkutan tentang dunia. Kita harus bisa memastikan bahwa berbagai gagasan yang
kita miliki sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh orang lain.
22. Menggunakan referensi yang dikenal.
Maksudnya adalah mempelajari tentang latar belakang professional, hobi, gaya hidup,
keluarga, dan lain-lain dari lawan bicara. Caranya adalah dengan menggunakan metafora
dan bercerita yang menghubungkan berbagai konsep dengan pengalaman hidup mereka.
23. Berusaha untuk mengendalikan emosi ketika membicarakan sesuatu hal yang sangat
penting.
Tidak seorangpun dapat berbicara tentang hal-hal yang penting atau hal-hal besar jika
mereka merasa rentan secara emosi dan marah. Rasa marah dapat menyuguhkan
informasi dan merangsang energi yang dapat digunakan secara positif. Adalah penting
untuk memahami emosi orang lain seperti rasa sakit, frustrasi, kehilangan, dan lain-lain.
Ketika membicarakan topik tertentu yang mungkin dapat memancing emosi, maka kita
harus berhati-hati dangan penggunaan bahasa, kalimat, serta kata-kata yang kita
gunakan.
24. Memahami kemarahan atau emosi sendiri dan bagaimana mereka berdampak pada
respon yang kita berikan.
Ketika kita dikuasasi oleh emosi, maka pola pikir kita pun agak terganggu. Kita menjadi
tidak terkontrol dalam mengeluarkan kata-kata dan pendapat kita. Bahkan berdampak
pula terhadap perilaku kita. Sebaiknya kita dapat menghidari hal-hal yang tidak kita
inginkan sehingga kita dapat berpikir tenang dan memberikan respon yang baik dan
dapat diterima oleh orang lain tanpa menimbulkan hal-hal yang dapat merusak
hubungan antar manusia atau bahkan hubungan sosial.
25. Mengakui pemikiran, gagasan, atau perasaan orang lain.
Ketika kita menunjukkan minat kita, orang yang sedang marah cenderung untuk mulai
tenang. Ketika situasi mulai kondusif, maka komunikasi dapat kita lanjutkan. Kita bisa
mulai dengan mengakui dan menghormati pemikiran, gagasan, atau perasaan orang lain.
Kemudian kita sampaikan maksud kita tanpa menyinggung perasaan orang lain.
26. Mengungkapkan kembali apa yang kita dengar dari apa yang dikatakan oleh orang lain.
Orang yang sedang marah tidak akan mudah menerima respon yang kita berikan hingga
pemikiran, gagasan atau perasaannya tidak dapat dikomunikasikan dan dipahami dengan
baik. Ada baiknya kita mencoba untuk membuatnya tenang, menarik nafas, agar ia dapat
mengkomunikasikan kembali pemikiran, gagasan atau perasaannya dengan baik. Setelah
semua terkendali, kemudian kita coba untuk mengungkapkan kembali apa yang telah
kita dengar dari orang lain dan sekaligus bisa memberikan respon secara elegan. Dengan
demikian, apa yang menjadi maksud kita dapat tersampaikan dengan baik.
27. Bersiap untuk mengalah.
Dalam hubungan dengan kedekatan yang erat seperti pasangan hidup, tentunya kita
sering terus berdebat dalam suatu diskusi karena kita ingin menjadi yang paling benar.
Sejatinya kita memang sering dihadapkan pada situasi seperti ini dimana salah satu
pihak berupaya untuk mempengaruhi pemikiran pihak lain bahwa pihaknyalah yang
benar namun pihak lain tidak ingin mundur alias sama-sama keras kepala. Ketika
dihadapkan pada situasi seperti ini, jalan terbaik adalah kedua belah pihak harus sama-
sama mengalah.
Dengan melakukan hal ini bukan berarti kita menyerah kalah dengan berkompromi dan
tidak bersikeras dengan apa yang dianggap benar. Hal ini adalah sesuatu yang hanya
dapat kita putuskan sendiri, apakah ingin berada dalam hubungan yang sehat dan saling
menghormati satu sama lain atau sebaliknya. Jika kita hanya mementingkan apa yang
kita anggap benar dan mengesampingkan kebahagiaan orang lain maka kita bukanlah
mitra yang baik.
28. Mengembangkan selera humor dan bermain.
Kita tidak perlu menjadi lucu sekedar untuk menggunakan humor dalam sebuah
percakapan. Yang perlu kita lakukan hanya menggunakan selera humor yang kita miliki
dan mencoba untuk memasukkannya lebih banyak ke dalam percakapan atau
komunikasi dengan orang lain. Humor membantu mencerahkan hati dan pikiran. Humor
juga dapat membantu menempatkan hal-hal kedalam sebuah perspektif atau sudut
pandang yang lebih baik dibandingkan metode lain. Bermain tidak hanya monopoli
anak-anak. Orang dewasa juga butuh bermain sekedar untuk melepaskan diri dari
penatnya kehidupan dan lain-lain.
29. Menanyakan umpan balik.
Komunikasi adalah tentang keterhubungan dengan orang lain hingga sangat
dimungkinkan kita dapat melakukan kesalahan. Memikirkan tentang berapa banyak
orang berbicara tentang diri mereka sendiri dan bukan tentang orang yang mereka ajak
bicara.
30. Komunikasi itu lebih dari sekedar berbicara.
Dalam konteks komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi, untuk dapat
berkomunikasi dengan baik dan lebih efektif dalam hubungan yang kita jalani, kita tidak
perlu harus selalu berbicara. Kita juga dapat berkomunikasi melalui berbagai macam
cara seperti melalui tindakan dan secara elektronik seperti melalui media sosial. Hal ini
juga berlaku dalam konteks komunikasi dan bidang komunikasi lainnya misalnya
komunikasi organisasi, komunikasi bisnis, dan komunikasi antar budaya. Hendaknya
kita tetap berhubungan sepanjang hari melalui surat elektronik atau media lainnya
karena hal ini mengingatkan kita akan pentingnya orang tersebut dan bagaimana
pentingnya mereka bagi kehidupan kita.