Anda di halaman 1dari 4

OTITIS EKSTERNA

No. Dokumen : 445/289/SOP/PKM-DS/2018


No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 21/03/2018
SOP
Halaman : 1/3

UPF PUSKESMAS drg. Rani Astira


KEDAUNG NIP.195801251988032001

1. Pengertian Infeksi akut primer yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster yang
menyerang kulit dan mukosa
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit
Varisela di balai pengobatan umum Puskesmas Kedaung.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Duren Seribu No 445/01/SK/PKM-DS/2018 tentang
Jenis – Jenis dan Jadwal Pelayanan Kesehatan
4. Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer Edisi Revisi
tahun 2014
5. Prosedur / 1. Petugas menerima pasien
Langkah- 2. Petugas melakukan anamnesa pada pasien, petugas menanyakan keluhan
langkah utama pada pasien.
3. Petugas menanyakan apakah terdapat gejala demam, malaise, sakit
kepala, muncul papul eritem yang berubah menjadi vesikel dan riwayat
kontak dengan penderita varisela.
6 Petugas melakukan pemeriksaan fisik, tanda patognomonis untuk varisela
adalah terdapatnya papul eritem yang berubah menjadi vesikel berbentuk
seperti tetesan embun. Penyebaran terjadi secara sentrifugal dan dapat
menyerang selaput lendir mata, mulut dan saluran nafas atas
7 Diagnosis varisela dapat ditegakkan bila ditemukan gejala serta tanda
patognomonis pada anamnesis dan pemeriksaan fisik
8 Penatalaksanaan varisela :
1) Hindari gesekan kulit agar vesikel tidak pecah
2) Terapi simptomatis seperti Paracetamol dan CTM
3) Pemberian asiklovir dengan dosis, dewasa : 5 x 800 mg/hari anak: 4
x20 mg/kgBB selama 7-10 hari dan efektif diberikan 24 jam pertama
setelah lesi muncul
9. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, diagnosis dan terapi ke dalam
rekam medik
10. Petugas menandatangani rekam medis

6. Diagram
Alir
Anamnesis: demam, malaise, sakit kepala, muncul
papul eritem yang berubah menjadi vesikel dan
riawayat kontak dengan penderita varisela

Pemeriksaan fisik: tanda patognomonis berupa papul


eritem yang berubah menjadi vesikel berbentuk sepeti
tetesan embun. Penyebaran bersifat sentrifugal

Diagnosis varisela dapat bila menemukan gejala serta tanda


patognomonis

7. Unit 1. Poli Umum


Terkait 2. Poli KIA-KB
1. Status pasien (Rekam Medis)
8. Dokumen
2. Lembaran resep
Terkait
3. Form resep umum luar
Tanggal mulai
No Yang diubah Isi perubahan
9. Rekaman diberlakukan
Historis
perubahan

2/2
DAFTAR TILIK KEJANG DEMAM

No Tidak
Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1 Apakah Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut?

2 Apakah Petugas melakukan anamnesa pada pasien apakah


pasien mengeluhkan demam terutama malam hari, nyeri
kepala, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi
atau diare?
3 Apakah Petugas menanyakan apakah terdapat demam sebelum
kejang, sudah berapa kali menderita kejang, bila lebih
dari 2 kali apakah ada yang berlangsung lebih atau sama
dengan 15 menit, bagaimana jenis kejang?
4 Apakah Petugas menanyakan ada faktor risiko menjadi epilepsy

5 Apakah Petugas menanyakan apakah disertai dengan penurunan


kesadaran, tanyakan kesehatan anak sebelum sakit
sekarang, apakah disertai mencret, batuk, sesak nafas,
dan bagaimana buang air kecilnya?
6 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan keadaan umum,
kesadaran dan tanda vital (nadi, suhu, dan frekuensi
pernapasan)?
7 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan fisik apakah terdapat
mikro atau makro sefali?
8 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan pada ubun-ubun,
apakah ada ubun-ubun menonjol?
9 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan conjungtiva anemis,
anemis atau tidak?
10 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan saraf kanial,
pemeriksaan rangsal meningeal (kaku kuduk atau
brudzinki I-II)?
11 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan jantung, paru,
abdomen, apa ditemukan tanda-tanda penyebab infeksi?
12 Apakah Petugas memeriksa apakah ada kelumpuhan pada
ekstremitas atas atau bawah, reflex fisiologis, dan tonus
otot?
13 Apakah Petugas mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan
pasien?
14 Apakah Bila diperlukan petugas membuat permintaan
pemeriksaan darah rutin/ lengkap dan urin rutin?

3/3
15 Apakah Petugas menegakkan diagnosa kejang demam yang
didapat dari gejala, pemeriksaan fisik dan hasil
laboratorium ?
16 Apakah Petugas menerangkan kepada pasien bahwa pasien perlu
dirujuk jika kejang berlanjut?
18 Apakah Petugas memberikan terapi sesuai SOP?

19 Apakah Petugas memberikan penjelasan mengenai rencana


terapi dan prognosis kepada keluarga pasien ?
20 Apakah Petugas mendokumentasikan ke dalam rekam medic?

CR : …………………………%.
Depok,…………………….
Pelaksana / Auditor

(……………………..)

2/2