Anda di halaman 1dari 57

HALAMAN JUDUL

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI DASAR


DAN PERAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN VI
PROVINSI JAWA TENGAH

PENINGKATAN PEMANTAUAN KELENGKAPANDAN PENGELOLAAN


DOKUMEN PENUNJANG MATURITAS SPIP OPD PADA INSPEKTORAT
KABUPATEN DEMAK
Disusun oleh:

Nama : DARA JATI SUSWANIDA, S.E


NIP : 19910313 201903 2 009
Gol./Angkatan : III / VI
No. Presensi : 12
Jabatan : AUDITOR AHLI PERTAMA
Unit Kerja : INSPEKTORAT
Coach :
Mentor : AGUNG ARDIYANTO, S.Sos., MH

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN VI


PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019

I
HALAMAN PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI
DASAR KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL
NEGARA (ASN)

Judul : PENINGKATAN PEMANTAUAN KELENGKAPAN,


KESESUAIAN DAN PENGELOLAAN DOKUMEN
PENUNJANG MATURITAS SPIP OPD PADA
INSPEKTORAT KABUPATEN DEMAK

Disusun oleh :
Nama : DARA JATI SUSWANIDA, S.E
NIP : 19910313 201903 2 009

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari, tanggal : Jumat, 26 Juli 2019
Tempat : BKPP Kabupaten Demak

Demak, 26 Juli 2019


Menyetujui,

Coach, Mentor,

Widyaiswara Ahli Muda AGUNG ARDIYANTO, S.Sos., MH


NIP. Pembina Tingkat I
NIP. 19730805 199903 1001

II
III
HALAMAN PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : PENINGKATAN PEMANTAUAN KELENGKAPAN,


KESESUAIAN DAN PENGELOLAAN DOKUMEN
PENUNJANG MATURITAS SPIP OPD PADA
INSPEKTORAT KABUPATEN DEMAK

Nama : DARA JATI SUSWANIDA, S.E


NIP : 19910313 201903 2 009
Unit Kerja : INSPEKTORAT KAB. DEMAK
Telah diseminarkan :
Di BKPP Kabupaten Demak
Hari, tanggal : Jumat, 26 Juli 2019

Peserta Pelatihan Dasar CPNS

DARA JATI SUSWANIDA, S.E


NIP.19910313 201903 2 009

Coach, Mentor, Penguji,

Widyaiswara Ahli Muda AGUNG ARDIYANTO, S.Sos., MH Pembina Tingkat I


NIP. Pembina Tingkat I
NIP. 19730805 199903 1 001
Mengetahui,
Kepala BKPP Kabupaten Demak

HADI WALUYO, SH., M.Pd


Pembina Utama Muda
NIP. 19640912 198601 1002

IV
PRAKATA

Alhamdulillahirobbil’alamin, Puji syukur Penulis panjatkan


kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas ridho dan karunia-Nya, maka
penulisan Rancangan Aktualisasi ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Rancangan Aktualisasi ini disusun dalam rangka memenuhi
salah satu syarat untuk menyelesaikan Latihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan VI Tahun 2019 yang diselenggarakan di Badan Kepegawaian
Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah.
Terdapat banyak hambatan dan kesulitan dalam menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak baik
secara langsung maupun tidak langsung, akhirnya Rancangan Aktualisasi
ini dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu dengan rendah hati penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Ayah dan ibu tercinta serta keluarga besar yang telah mendukung dan
mendoakan selalu sejak awal mendaftar CPNS sampai sekarang
2. Bapak H.M. Natsir, selaku Bupati Pemerintahan Kabupaten Demak
3. Bapak Hadi Waluyo, SH.M.Pd, selaku Kepala BKPP Kabupaten Demak
Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya yang telah memfasilitasi
penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
4. Bapak/Ibu Penguji.
5. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
6. Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi
kegiatan latsar.
7. Keluarga Besar Inspektorat Kabupaten Demak atas dukungan dan
kerjasamanya.
8. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan VI tahun 2019
Penulis sadar bahwa rancangan laporan aktualisasi ini masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan dari
berbagai pihak guna membuat rancangan laporan menjadi lebih baik.

V
Sehingga rancangan aktualisasi ini dapat dijadikan dasar dalam
pelaksanan dan pelaporan aktualisasi nilai dasar ASN, serta memberikan
manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Demak, 26 Juli 2019

Penulis

VI
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... I


HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... IV
PRAKATA .................................................................................................. V
DAFTAR ISI ............................................................................................. VII
DAFTAR TABEL ..................................................................................... VIII
BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................ 1
A. Latar Belakang .............................................................................. 1
B. Identifikasi Isu ............................................................................... 2
C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan ............................................ 8
D. Rumusan Masalah ........................................................................ 8
E. Tujuan ........................................................................................... 9
F. Manfaat ......................................................................................... 9
BAB II : NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN .......................................... 11
A. Sikap Perilaku Bela Negara ........................................................ 11
B. Nilai Dasar Profesi ASN .............................................................. 13
C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI.................................... 23
BAB III : TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA ......................... 28
A. Profil Organisasi ......................................................................... 28
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat ..................................................... 36
BAB IV : RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI ................................ 38
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan
Nilai ANEKA ......................................................................................... 38
B. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ................................................. 43
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ............................. 45
BAB V : PENUTUP .................................................................................. 46
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 47
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ..................................................................... 48

VII
DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Identifikasi Isu ........................................................................... 4


Tabel 1. 2 Analisis Isu Strategis ................................................................. 6
Tabel 1. 3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan .............................................. 8
Tabel 3. 1 Data Guru SDN Betahwalang Tahun 2019.. Error! Bookmark not
defined.
Tabel 3. 2 Data Jumlah Siswa dan Rombongan Belajar .. Error! Bookmark
not defined.
Tabel 3. 3 Sarana dan Prasarana SDN Betahwalang .............................. 36
Tabel 4. 1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ............................................ 39
Tabel 4. 2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ............................................. 43
Tabel 4. 3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala .......................... 45

VIII
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Struktur Organisasi Inspektorat kab. Demak....................... 32


Gambar 3. 2 Gambar Role Model ............................................................ 37

IX
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai bentuk implementasi reformasi kepegawaian untuk


mewujudkan aparatur sipil Negara yang akuntabel dan berorientasi
pada pelayanan publik serta selalu mengedepankan kepentingan
Negara dan masyarakat, diperlukan ASN yang profesional, bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,
mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan
mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan
bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Maka dibentuklah peraturan baru tentang ASN yang tertuang
pada UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Pegawai
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Dan menghendaki
bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan sekedar
merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah
pelayanan publik yang mampu memberikan pelayanan yang
dibutuhkan oleh masyarakat sehingga adanya kepuasaan masyarakat
atas pelayanan yang diberikan oleh aparatur sipil Negara.
Untuk memainkan peranan tersebut, diperlukan sosok ASN yang
profesional, yaitu ASN yang mampu memenuhi standar kompetensi
jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara
efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk sosok ASN profesional
seperti tersebut di atas perlu dilaksanakan pembinaan melalui
Pelatihan Dasar (Latsar). Peraturan Kepala Lembaga Administrasi
Negara (LAN) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang

1
strategis untuk mewujudkan PNS menjadi profesional seperti tersebut
di adalah Pelatihan Dasar CPNS. Terdapat dua tahap pembelajaran
dalam Pelatihan Dasar CPNS, yaitu tahap internalisasi dan tahap
aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN. Tahap internalisasi
membekali CPNS dengan nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Selain
itu, CPNS juga mempelajari kedudukan dan peran ASN dalam NKRI,
yaitu Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan Whole of Government.
Nilai-nilai dasar profesi PNS harus diwujudkan di unit kerja
masing-masing, terutama aktualisasi ini dilaksanakan di tempat tugas
penulis yaitu di Inspektorat Kabupaten Demak yang mempunyai tugas
melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan urusan
pemerintahan di daerah dan penyelenggaraan pemerintahan desa,
Tekad Pemerintah untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik
(good governance) dan memenuhi tuntutan masyarakat umum
terhadap pelaksana penyelenggaraan pemerintahan yang bersih,
bebas dari KKN serta pelayanan prima dari pemerintah terhadap
kepentingan masyarakat luas perlu didukung dengan ASN yang
senantiasa mengimplementasikan nilai dasar ASN.
Diharapkan dengan aktualisasi nilai dasar ANEKA di Inspektorat
Kabupaten Demak, nilai-nilai dasar PNS dapat terinternalisasi dalam
tindakan dan pekerjaan sehari-sehari, serta mampu mempengaruhi
seluruh PNS di lingkungan kerja ke arah yang positif, sesuai tugas
pokok dan fungsinya, dan akhirnya mampu mewujudkan visi misi
Inspektorat Kabupaten Demak.

B. Identifikasi Isu

Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi


beberapa isu atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan
tugas sebagai staf auditor di instansi tempat bekerja, yaitu di
Inspektorat. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit

2
kerja, maupun organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan
aktualisasi ini bersumber dari aspek:
1. whole of government (WoG),
2. pelayanan publik, dan
3. manajemen ASN.
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
1. Kurangnya pemantauan kelengkapan, kesesuaian dan
pengelolaan dokumen penunjang maturitas SPIP yang
diserahkan oleh setiap OPD.
Kondisi saat ini dokumen yang menjadi bahan pemeriksaan tidak
diregistrasi dan dikelola dengan standar tertentu.
2. Kurang optimalnya pengelolaan arsip Laporan Hasil Pemeriksaan
Sehingga Menyulitkan Dalam Pencarian.
Kondisi saat ini Laporan Hasil Pemeriksaan belum diregistrasi dan
diarsip dengan tertib.
3. Analisis kelengkapan fisik Kertas Kerja Audit.
Kondisi saat ini kertas kerja audit belum disimpan secara
tersendiri untuk memudahkan identifikasi dan menjaga
kerahasiaannya.
4. Digitalisasi dokumen penugasan dalam rangka monitoring kinerja.
Kondisi saat ini surat tugas atau dokumen penugasan yang masuk
dalam Inspektur Pembantu satu masih disimpan secara manual
belum dilakukan penyimpanan secara digital.
5. Kurangnya kedisiplinan pegawai dalam mengikuti apel pagi.
Kondisi saat ini masih terdapat pegawai yang datang terlambat
sehingga tidak mengikuti apel pagi.
Kurang optimalnya pengelolaan dokumen yang terdapat di
Inspektorat khususnya di bagian Inspektur Pembantu I ini terjadi
karena banyaknya dokumen yang masuk ke Inspektorat yang belum
dikelola dan ditata sehingga masih memerlukan peningkatan
pengelolaan untuk menciptakan profesionalisme dan akuntabilitas
ASN dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

3
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai
Negeri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di
identifikasi isu-isu sebagai berikut:

Tabel 1. 1 Identifikasi Isu

No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini Kondisi yang
Diharapkan
1. Kurangnya Manajemen Kondisi saat ini Terdapat standar
pemantauan ASN. dokumen yang yang mengatur
Whole of pengelolaan
kelengkapan, Government menjadi bahan
dokumen
kesesuaian dan pemeriksaan tidak pemeriksaan
pengelolaan diregistrasi dan yang lebih jelas
sehingga
dokumen dikelola dengan
memudahkan
penunjang standar tertentu. pemantauan
maturitas SPIP kelengkapan dan
kesesuanian
yang diserahkan
dokumen.
oleh setiap OPD
2. Kurang Optimalnya Manajemen Kondisi saat ini Laporan Hasil
Pengelolaan Arsip ASN. Laporan Hasil Pemeriksaan
Whole of tersimpan
Laporan Hasil Government Pemeriksaan
dengan baik
Pemeriksaan belum diregistrasi karena
Sehingga dan diarsip merupakan
dokumen penting
Menyulitkan Dalam dengan tertib.
Pencarian.

3. Analisis Manajemen Kondisi saat ini Kertas Kerja


Kelengkapan Fisik ASN kertas kerja audit Audit adalah
dokumen rahasia
Kertas Kerja Audit. belum disimpan
sehingga perlu
secara tersendiri pengelolaan dan
untuk penyimpanan
secara tersendiri.
memudahkan
identifikasi dan

4
menjaga
kerahasiaannya.

4. Digitalisasi Manajemen Kondisi saat ini


Dokumen ASN surat tugas atau
Penugasan dalam dokumen
Rangka Monitoring penugasan yang
Kinerja. masuk dalam
Inspektur
Pembantu satu
masih disimpan
secara manual
belum dilakukan
penyimpanan
secara digital.

5. Kurangnya Manajemen Kondisi saat ini Agar para ASN


Kedisiplinan ASN, masih terdapat lebih disiplin
Pelayanan waktu dan
Pegawai Dalam pegawai yang
Publik mengikuti apel.
Mengikuti Apel Pagi. datang terlambat
sehingga tidak
mengikuti apel
pagi.

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan,
perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang
merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses
tersebut menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu
yakni berupa:
1. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Kelayakan.

5
a. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan di kalangan masyarakat.
b. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya.
c. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak. Sedangkan
d. Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta
relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
2. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan
perkembangan setiap variabel dengan rentang skor 1-5.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu,
mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
b. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah
tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, dan
sebagainya.
c. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah
tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Tabel 1. 2 Analisis Isu Strategis

Kriteria A Kriteria B Peringkat


Prinsip ASN Identifikasi Isu
A P K L Ket U S G ∑

Manajemen Kurangnya + + + + MS 5 5 4 14 I
ASN pemantauan
kelengkapan,
kesesuaian dan
pengelolaan
dokumen
penunjang
maturitas SPIP

6
Kriteria A Kriteria B Peringkat
Prinsip ASN Identifikasi Isu
A P K L Ket U S G ∑

yang diserahkan
oleh setiap OPD
Manajemen Kurang Optimalnya + + - - TMS 4 4 4 12 III
ASN Pengelolaan Arsip
Laporan Hasil
Pemeriksaan
Sehingga
Menyulitkan Dalam
Pencarian.
Manajemen Analisis + + - + TMS 4 5 5 13 II
ASN Kelengkapan Fisik
Kertas Kerja Audit.
Manajemen Digitalisasi + - - + 3 3 4 10 V
ASN Dokumen
Penugasan dalam
Rangka Monitoring
Kinerja.
Manajemen Kurangnya + - - + 3 4 4 11 IV
ASN Kedisiplinan
Pegawai Dalam
Mengikuti Apel
Pagi
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel 1.2.


Analisis Isu Strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi
syarat, yaitu sebagai berikut:
1. Kurangnya pemantauan kelengkapan, kesesuaian dan
pengelolaan dokumen penunjang maturitas SPIP yang
diserahkan oleh setiap OPD.

7
2. Analisis Kelengkapan Fisik Kertas Kerja Audit.
3. Kurang Optimalnya Pengelolaan Arsip Laporan Hasil
Pemeriksaan Sehingga Menyulitkan Dalam Pencarian.
Dari ketiga isu yang problematik tersebut, ditetapkan isu paling
prioritas yakni “Kurang Optimalnya Pengumpulan dan
Pengelolaan Dokumen Bukti Penilaian Maturitas SPIP.” dengan
perolehan skor USG 14.

C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan

Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan


metode USG akan memiliki dampak jika tidak diselesaikan. Dampak
dari isu yang tidak dilaksanakan tersaji pada tabel dibawah ini:

Tabel 1. 3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan

No Sumber Identifikasi Isu Dampak


Isu
1 Manajemen Kurangnya kurangnya pemantauan
ASN pemantauan kelengkapan dan kesesuaian
kelengkapan, dokumen menyebabkan
kesesuaian dan proses pemeriksaan lebih
pengelolaan lama
dokumen
penunjang
maturitas SPIP
yang diserahkan
oleh setiap OPD
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

D. Rumusan Masalah
Dari Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis, menunjukkan validasi isu

dengan menggunakan analisa USG. Dari analisa didapatkan core

issue yakni Kurang optimalnya pemantauan kelengkapan, kesesuaian

dan pengelolaan dokumen penunjang maturitas SPIP yang

8
diserahkan oleh setiap OPD di Inspektorat Kab. Demak. Dari isu

tersebut maka rumusan masalah kegiatan aktualisasi melalui

habituasi adalah:

1. Bagaimana mengaktualisasikan nilai dasar PNS yaitu ANEKA dalam

kegiatan di Inspektorat Kabupaten Demak?

2. Hasil apa yang akan dicapai dalam mengaktualisasikan nilai dasar

PNS yaitu ANEKA dalam kegiatan di Inspektorat Kabupaten Demak?

Gagasan Pemecahan Isu pada unit kerja Inspektorat Kab.

Demak adalah “Peningkatan Kemudahan Pemantauan Kelengkapan,

Kesesuaian dan Pengelolaan Dokumen Yang Diserahkan OPD Pada

Inspektorat Kabupaten Demak”.

E. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah
ditemukan, tujuan yang akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi
ini adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh cara untuk mengoptimalkan peningkatan
kemudahan pemantauan kelengkapan, kesesuaian dan
pengelolaan dokumen yang diserahkan OPD pada Inspektorat
kabupaten Demak.
2. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN ke dalam setiap
kegiatan yang dilakukan di unit kerja.
3. Memperoleh keterkaitan antara visi, misi dan nilai organisasi
dengan hasil kegiatan dari isu yang diangkat.

F. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar ASN adalah
sebagai berikut :
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil

9
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
sebagai landasan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu mengoptimalkan peningkatan kemudahan
pemantauan kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang
diserahkan OPD serta mewujudkan visi dan misi pada Inspektorat
kabupaten Demak
3. Bagi Pihak Lain
Mampu menerapkan nilai-nilai ANEKA sehingga mewujudkan tata
pemerintahan yang baik (good governance) dan memenuhi
tuntutan masyarakat umum terhadap pelaksana penyelenggaraan
Pemerintahan yang bersih, bebas dari KKN serta pelayanan prima
dari pemerintah terhadap kepentingan masyarakat luas.

10
BAB II

NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

A. Sikap Perilaku Bela Negara

Upaya mewujudkan aparatur yang berintegritas dan


profesional, perlu ditumbuhkan kesadaran para PNS untuk merubah
pola pikirnya sejalan dan searah dengan reformasi birokrasi
pemerintah. Dengan perubahan pola pikir diharapkan PNS mampu
mengembangkan pola pikir yang positif dan meminimalisasi pola pikir
dirinya yang negatif. Hal ini berarti akan mensukseskan tugas dan
peranan PNS sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan pelayan
masyarakat.
Semestinya selaku PNS selalu sadar untuk tidak
mengendorkan semangat kerja dan profesionalitas kerja serta
berusaha sekuat tenaga untuk merubah cara pandang dari bekerja
untuk uang menjadi bekerja untuk ibadah serta dari berpikir linier
menuju berpikir sistem. Menyadari bahwa bekerja untuk melayani
masyarakat bukan sebaliknya. Bersikap terbuka dan optimis terhadap
perubahan bukannya tertutup (menolak) atau pesimis adanya
perubahan. Kesadaran dan kemauan untuk merubah hal tersebut
diatas akan mudah dilakukan bilamana seorang PNS mampu
menggeser dan merobohkan dinding mental pembatas (mental block)
yang ada pada dirinya. Mental block yang ada dalam pikiran seseorang
inilah yang menghambat dirinya untuk mau bergerak dan mau berubah
untuk mencapai impian, tujuan, harapan, keinginan ataupun perubahan
yang lebih baik dalam kehidupannya. Pola pikir PNS agar senantiasa
terdorong berpola pikir, bersikap dan berperilaku positif sesungguhnya
telah dipikirkan dan diakomodir oleh pemerintah. Dengan adanya
Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS
dalam pasal 3 dijelaskan tentang kewajiban selaku PNS sebagai
berikut:

11
1. Mengucapkan sumpah/janji PNS.
2. Mengucapkan sumpah/janji jabatan;
3. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia, dan Pemerintah;
4. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan;
5. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS
dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
6. Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat
PNS;
7. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri,
seseorang, dan/atau golongan;
8. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus dirahasiakan;
9. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
10. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui
ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau
Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
11. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
12. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
13. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan
sebaik-baiknya;
14. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
15. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
16. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
karier; dan
17. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang.

12
Pola pikir positif yang demikianlah yang membentuk konsep
diri selaku PNS. Adapun konsep diri PNS adalah sebagai berikut:
1. Bekerja sebagai Ibadah;
2. Menghindari sikap tidak terpuji;
3. Bekerja secara profesional;
4. Berusaha meningkatkan kompetensi dirinya secara terus
menerus;
5. Pelayan dan pengayom masyarakat;
6. Bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku;
7. Tidak rentan terhadap perubahan dan terbuka serta bersikap
realistis.
Disamping itu sebagai parameter kinerja di akhir tahun, PNS
juga mendapatkan laporan kinerja pegawai dan/atau berupa Sasaran
Kinerja Pegawai (SKP) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah
nomor 10 tahun 1979, terdiri atas delapan norma-norma sikap perilaku:
1. Kesetiaan 2. Prestasi Kerja 3. Tanggung Jawab 4. Ketaatan 5.
Kejujuran 6. Kerjasama 7. Prakarsa, dan 8. Kepemimpinan

B. Nilai Dasar Profesi ASN

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai – nilai publik. Nilai publik ASN terdiri atas:
a. mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar.
b. memiliki pemahaman dan kesadaran netralitas ASN
c. memperlakukan warga negara secara sama dan adil
d. menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat
diandalkan
Ada tiga fungsi utama dalam nilai Akuntabilitas ASN
Menurut Bovens (dalam Lembaga Administrasi Negara, 2014:
12), yaitu: (1) menyediakan kontrol demokratis, (2) mencegah

13
korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, dan (3) meningkatkan
efisiensi dan efektivitas.
Adapun nilai-nilai dasar Akuntabilitas dapat tercermin
dari beberapa sikap, yaitu:
1) Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari
atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang
penting dalam menciptakan lingkungannya.
2) Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan
kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok/instansi.
3) Integritas : konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan
dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
4) Tanggung Jawab : kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di
sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajiban.
5) Keadilan : kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
6) Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah
kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan
akuntabilitas.
7) Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam
lingkungan kerja, maka diperlukan keseimbangan antara
akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
8) Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab
harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang
menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.
9) Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terus
melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

14
2. Nasionalisme
Dalam arti luas, nasionalisme adalah pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan publik, dan
sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme dalam arti
sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri,
sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.
Dari dua pengertian tersebut maka Nasionalisme yang
dikembangkan di Indonesia merupakan Nasionalisme dalam arti
luas yang mampu menghormati bangsa lain tanpa
menanggalkan rasa cinta pada bangsa sendiri.
Nasionalisme bangsa Indonesia diarahkan pada lima
nilai dasar bangsa Indonesia yang terwujud pada lima sila dasar
negara Indonesia yaitu Pancasila. Setiap pegawai ASN wajib
memiliki jiwa nasionalisme Pancasila yang kuat dalam
menaalankan fungsi dan tugasnya. Jiwa nasionalisme Pancasila
ini harus menjadi dasar dan mengilhami setiap gerak langkah
dan semangat bekerja untuk bangsa dan negara. Implikasi nilai-
nilai sila dalam Pancasila sebagai berikut.
1) Implementasi Nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan yang maha Esa.
b. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang beradab.
c. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda.
d. Membina kerukunan hidup diantara sesama umat
beragama.
e. Tidak memaksanakan suatu agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain.

15
2) Implementasi Nilai Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak,
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-
bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
b. Mengembangkan sikap saling mencintai, tenggang rasa,
dan tepa selira sesama manusia.
c. Mengembangkan sikap tidak semena – mena terhadap
orang lain.
d. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
e. Berani membela kebenaran dan keadilan.
3) Implementasi Nilai Sila Persatuan Indonesia
a. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara
sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
b. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa
dan negara.
c. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan
bangsa.
d. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
e. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.
4) Implementasi Nilai Sila Kerakyatan yang dipimpin dalam
permusyawaratan perwakilan
a. Setiap warga Negara dan warga masyarakat Indonesia
mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
b. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama.

16
d. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
e. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan
yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
f. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima
dan melaksanakan hasil musyawarah.
g. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur
5) Implementasi Nilai Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
a. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
b. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
c. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak orang lain.
e. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha – usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
f. Suka bekerja keras.
g. Suka menghargai hasil karya orang lain yang
bermanfaat bagi kemajuan dan kesejateraan berama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan social.
3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma
yang menentukan baik buruk, benar / salah perilaku, tindakan
dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam

17
rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Ada 3
(tiga) dimensi etika publik, yaitu:
a) Dimensi Kualitas Pelayanan Publik. Etika publik
menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip
moral, sehingga etika publik membentuk integritas
pelayanan public.
b) Dimensi Modalitas. Modalitas etika publik disertai perbaikan
sistem akuntabilitas dan transparasi mendukung
pembangunan integritas publik pejabat dan politisi. Ada tiga
unsur modalitas dalam etika publik yaitu: akuntasbilitas,
transparasi, dan netralitas.
c) Dimensi Tindakan Integritas Publik. Integritas Publik
maknanya secara luas yakni tindakan yang sesuai dengan
nilai, tujuan, dan kewajibannya untuk memecahkan dilemma
moral yang tercermin dalam kesederhanaan hidup.
Integritas publik juga dimaksudkan kualitas dari pejabat
publik yang sebuai nilai, standar, aturan moral yang diterima
masyarakat.
Dimensi tujuan etika publik ASN bertujuan menjadikan
pelayan publik yang berkompetensi dan relevan dengan bidang
pelayanannya. Dimensi tindakan bermakna bahwa segala
tindakan ASN harus mencerminkan integritas publik. Sedangkan
dimensi modalitas terdiri atas tiga aspek yaitu akuntabilitas,
transparansi, dan netralitas. Akuntabilitas berarti pemerintah
harus mempertanggungjawabkan secara moral, hukum dan
politik atas kebijakan dan tindakan-tindakannya kepada rakyat.
Transparansi berarti bahwa pertanggungjawaban dengan
memberikan informasi yang relevan atau laporan yang terbuka
dan dipublikasikan. Sedangkan netralitas berarti kesetaraan
memperlakukan masyarakat dengan sama dan adil tanpa
membeda-bedakan Sumber kode etik bagi PNS sebagai
Aparatur Sipil Negara, antara lain:

18
a. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1959 tentang
Sumpah Jabatan Pegawai Negeri Sipil dan Anggota
Angkatan Perang
b. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang
Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil
c. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang
Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil
d. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang
Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil
e. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang
Disiplin PNS
f. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN)
Nilai-nilai dasar etika publik yaitu:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan
santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.

19
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah tindakan untuk menghargai
efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan, baik menyangkut jumlahmaupun mutu hasil
kerja. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi
penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan sumberdaya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan
mekanisme yang keluar alur. Inovasi merupakan kegiatan yang
meliputi seluruh proses menciptakan dan menawarkan baik
barang maupun jasa yang bersifat baru, lebih baik, atau lebih
murah. Sedangkan kreativitas berarti suatu proses konstruksi ide
orisinil dan bermanfaat.
Nilai-nilai dasar komitmen mutu:
a. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
customers/clients;
b. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga
dan memelihara agar customers/clients tetap setia;
c. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa
cacat, tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan;
d. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan
dengan pergeseran tuntutan kebutuhan customers/clients
maupun perkembangan teknologi;

20
e. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam
pemecahan masalah dan pengambilan keputusan;
f. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui
berbagai cara, antara lain: pendidikan, pelatihan,
pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark.

5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah pemikiran, sikap, dan upaya untuk
memberantas korupsi. Menurut UU No 31/1999 jo No UU
20/2001, terdapat tujuh kelompok tindak pidana korupsi yaitu:
a. kerugian uang negara
b. suap-menyuap
c. pemerasan
d. perbuatan curang
e. penggelapan dalam jabatan
f. benturan kepentingan dalam pengadaan, dan
g. gratifikasi.
Nilai nilai dasar anti korupsi penting untuk mencegah
terjadinya korupsi dan mendukung prinsip-prinsip anti korupsi
yang meliputi akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan
dan kontrol kebijakan supaya semua dapat berjalan dengan baik
serta, untuk mencegah faktor eksternal penyebab korupsi.
Adapun Nilai-nilai dasar anti korupsi adalah meliputi:
a. Kejujuran. Menurut Sugono (2008) kata jujur dapat
didefinisikan sebagai lurus hati, tidak berbohong, dan tidak
curang. Jujur adalah salah satu sifat yang sangat penting
dalam kehidupan pegawai, tanpa sifat jujur pegawai tidak
akan dipercaya dalam kehidupan sosialnya.
b. Kepedulian. Peduli adalah mengindahkan, memperhatikan
dan menghiraukan.Nilai kepedulian sangat penting bagi
seorang pegawai dalam kehidupan di tempat kerja dan di
masyarakat.

21
c. Kemandirian. Kondisi mandiri dapat diartikan sebagai proses
mendewasakan diri yaitu dengan tidak bergantung pada
orang lain untuk mengerjakan tugas dan tanggung
jawabnya. Dengan karakter kemandirian pegawai dituntut
untuk mengerjakan semua tanggung jawab dengan
usahanya sendiri dan bukan orang lain.
d. Kedisiplinan. Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada
peraturan (Sugono, 2008). Manfaat dari hidup yang disiplin
adalah kita dapat mencapai tujuan hidup dengan waktu yang
lebih efisien, dan juga dapat membuat orang lain percaya
dalam mengelola suatu kepercayaan.
e. Tanggung Jawab. Tanggung jawab adalah keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa
boleh dituntut, dipersalahkan dan diperkarakan) (Sugono,
2008).Tanggung jawab adalah menerima segala sesuatu
perbuatan yang salah baik itu disengaja maupun tidak
disengaja. Tanggung jawab tersebut berupa perwujudan dan
kesadaran akan kewajiban menerima dan menyelesaikan
semua masalah yang telah dilakukan.
f. Kerja Keras. Bekerja keras didasari dengan adanya
kemauan, dimana kemauan menimbulkan asosiasi dengan
ketekadan, ketekunan, daya tahan, tujuan jelas, daya kerja,
pendirian, pengendalian diri, keberanian, ketabahan,
keteguhan, tenaga, kekuatan dan pantang mundur.
g. Sederhana. Gaya hidup sederhana dibiasakan untuk tidak
hidup boros, hidup sesuai dengan kemampuannya dan
dapat memenuhi semua kebutuhannya. Prinsip hidup
sederhara merupakan parameter penting dalam menjalin
hubungan antara sesama karena prinsip ini akan mengatasi
permasalahan kesenjangan sosial, iri, dengki, tamak, egosi
dan juga menghindari dari keinginan yang berlebihan.

22
h. Keberanian. Keberanian diperlukan untuk mencapai
kesuksesan, untuk mengembangkan sikap keberanian demi
mempertahankan pendirian dan keyakinan harus
mempertimbangkan masalah dengan sebaik-baiknya.Nilai
keberanian dapat dikembangkan dan diwujudkan dalam
bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran, berani
mengakui kesalahan, berani bertanggungjawab dan lain
sebagainya
i. Keadilan. Adil berarti adalah sama berat, tidak berat sebelah,
tidak memihak. Nilai keadilan dapat diwujudakan dalam
bentuk memberikan pujian yang tulus kepada yang
berprestasi, memberikan saran perbaikan dan semangat
pada yang ditak berpersetasi, tidak memilih kawan
berdasarkan latar belakang sosial dan lain-lain.

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

1. Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)


Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek
korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan
kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar
selalu tersedia sumber daya ASN yang kedudukan atau status
jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama ini belum sempurna
untuk menciptakan birokrasi yang profesional.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem
Merit. Manajemen ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen
PPPK. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan
kebutuhan; pengadaan; pangkat dan jabatan; pengembangan
karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian
dan tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan
pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan.

23
2. Whole of Government (WoG)
Definisi Whole of Government (WoG) menurut United States
Institute of Peace (USIP) adalah sebuah pendekatan yang
mengintegrasikan upaya kolaboratif dari instansi pemerintah untuk
menjadi kesatuan menuju tujuan bersama, juga dikenal sebagai
kolaborasi, kerjasama antar instansi, aktor pelayanan dalam
menyelesaikan suatu masalah pelayanan. Dengan kata lain, WoG
menekankan pelayanan yang terintegrasi sehingga prinsip
kolaborasi, kebersamaan, kesatuan dalam melayani permintaan
masyarakat dapat selesaikan dengan waktu yang singkat. WoG
dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang
melibatkan sejumlah instansi yang terkait dengan urusan-urusan
relevan. Pendekatan WoG ini sudah dikenal dan lama berkembang
terutama di negara-negara Anglo-Saxon seperti Inggris, Australia
dan Selandia Baru.
Pendekatan WoG, merupakan evolusi dari pendekatan New
Public Management (NPM) yang banyak menekankan aspek
efesiensi dan cenderung mendorong ego sektoral dibandingkan
perspektif integrasi sektor. Dalam banyak literatur, WoG juga sering
disamakan dengan konsep policy integration, policy coherence,
cross-cutting policy-making, joined-up government, concerned
decision making, policy coordination atau cross government. WoG
memiliki kemiripan karakteristik dengan konsep-konsep tersebut,
terutama karakteristik integrasi institusi atau penyatuan
pelembagaan baik secara formal maupun informal dalam satu
wadah. Ciri lainnya adalah kolaborasi yang terjadi antar sektor
dalam menangani isu tertentu. Namun demikian terdapat pula
perbedaanya, yang jelas adalah WoG lebih menekankan adanya
penyatuan keseluruhan (whole) elemen pemerintahan, sementara
konsep-konsep tadi lebih banyak menekankan pada pencapaian
tujuan, proses integrasi institusi, proses kebijakan dan lainnya,

24
sehingga penyatuan yang terjadi hanya berlaku pada sektor-sektor
tertentu saja yang dipandang relevan.
Alasan penerapan WoG dalam sistem aparatur sipil
Indonesia adalah pertama, adalah adanya faktor-faktor eksternal
seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan,
program pembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraan pemerintahan lebih baik, selain itu
perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamikakebijakan
yang lebih kompleks juga mendorong petingnya WoG. Kedua,
terkait faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan
kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi
antar sektor dalam pembangunan. Ketiga, khususnya dalam
konteks Indonesia, keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat
istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya mendorong adanya
potensi disintegrtasi bangsa. Pemerintah sebagai institusi formal
berkewajiban untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai perekat
kebangsaan yang akan menjamin bersatunya elemen-elemen
kebangsaan ini dalam satu frame NKRI.

3. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan pelayanan
umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan
Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan
/atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat (LAN,
1998). Dalam UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan Peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas
barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan
oleh penyelenggara Pelayanan Publik.
Melayani masyarakat dengan baik adalah merupakan
tanggung jawab bagi semua pegawai. Dengan demikian maka

25
setiap pegawai harus melayani masyarakat dan mempelajari cara
meningkatkan keterampilan untuk melayani. Di dalam keterampilan
melayani, termasuk pula di dalamnya adalah penguasaan terhadap
pengetahuan jasa layanan yang diberikan, karena hal ini akan
menunjukan kepada masyarakat bahwa pegawai tersebut adalah
seorang profesional di bidang Manajemen Pelayanan Publik.
Pemerintah melalui Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara telah mengeluarkan suatu kebijaksanaan Nomor
81 Tahun 1993 tentang Pedoman Tatalaksana Pelayanan Umum
yang perlu dipedomani oleh setiap birokrasi publik dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat berdasar prinsip-
prinsip pelayanan sebagai berikut:
a. Kesederhanaan, prosedur dan tata cara pelayanan perlu
ditetapkan dan dilaksanakan secara mudah, lancar, cepat,
tepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah
dilaksanakan oleh masyarakat yang meminta pelayanan.
b. Kejelasan dan kepastian, adanya kejelasan dan kepastian
dalam hal prosedur dan tata cara pelayanan, persyaratan
pelayanan baik teknis maupun administratif, unit kerja pejabat
yang berwenang dan bertanggung jawab dalam meberikan
pelayanan, rincian biaya atau tarif pelayanan dan tata cara
pembayaran, dan jangka waktu penyelesaian pelayanan.
c. Keamanan, adanya proses dan produk hasil pelayanan yang
dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kepastian
hukum bagi masyarakat.
d. Keterbukaan, prosedur dan tata cara pelayanan, persyaratan,
unit kerja pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan,
waktu penyelesaian, rincian biaya atau tarif serta hal-hal lain
yang berkaitan dengan proses pelayanan wajib diinformasikan
secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh
masyarakat, baik diminta maupun tidak diminta.

26
e. Efesiensi, persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal- hal
yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran
pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara
persyaratan dengan produk pelayanan.
f. Ekonomis, pengenaan biaya atau tarif pelayanan harus
ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan: nilai barang
dan jasa pelayanan, kemampuan masyarakat untuk
membayar, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
g. Keadilan dan Pemerataan, jangkauan pelayanan diusahakan
seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan adil bagi
seluruh lapisan masyarakat.

27
BAB III

TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Inspektorat Demak dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Demak Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan
dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Demak. Peraturan
Bupati Demak Nomor 38 Tahun 2016 tentang Susunan
Organisasi, Kedudukan, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja
Inspektorat Kabupaten Demak. Keputusan Bupati Demak Nomor
710/150 Tahun 2018 Tentang Penetapan Piagam Audit Internal di
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak.
2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi
a. Visi Inspektorat Kabupaten Demak
Adapun Visi Inspektorat Kabupaten Demak mengacu
pada visi Pemerintahan Kabupaten Demak Tahun 2016-2021
yaitu “Terwujudnya Masyarakat Demak Yang Agamis lebih
Sejahtera, Mandiri, Maju, Kompetitif, Kondusif, Berkepribadian
dan Demokratis”

b. Misi Inspektorat Kabupaten Demak


Untuk mewujudkan Visi Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah maka ditetapkan 9 (sembilan) Misi adalah
sebagai berikut :
1. Menjadikan nilai-nilai agama melekat pada setiap
Kebijakan Pemerintah dan Perilaku Masyarakat .
2. Mewujudkan tata kelola pemerintah yang lebih bersih,
efektif, efesien dan akuntabel.
3. Meningkatkan Kedaulatan pangan dan ekonomi
kerakyatan berbasis potensi lokal serta mengurangi tingkat
pengangguran.

28
4. Mengakselerasikan Pembangunan infrastruktur strategis,
Pembangunan Kewilayahan dan Menyerasikan
Pembangunan antara Wilayah Kota dan Desa.
5. Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, serta
Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan.
6. Menciptakan keamanan, ketertiban dan lingkungan yang
kondusif.
7. Mengembangkan kapasitas pemuda, olah raga, seni
budaya, meningkatkan keberdayaan perempuan,
perlindungan anak dan mengendalikan pertumbuhan
penduduk.
8. Mewujudkan kualitas pelayanan Investasi dan
meningkatkan kualitas pelayanan publik.
9. Mewujudkan Kelestarian Lingkungan Hidup dalam
pengelolaan Sumber Daya Alam
Dari 9 (Sembilan) misi Bupati terpilih sebagaimana
tersebut diatas Inspektorat Kabupaten Demak berkewajiban
melaksanakan misi ke 2 yaitu Mewujudkan tata kelola
pemerintah yang lebih bersih, efektif, efesien dan akuntabel.

c. Nilai-Nilai Inspektorat Kabupaten Demak


Adapun nilai-nilai organisasi yang dijadikan budaya
organisasi Inspektorat Kabupaten Demak, antara lain :
1. Integritas
Suatu sikap jujur, adil, berani, bertanggung jawab dan
bijaksana yang harus dimiliki oleh seluruh anggota
organisasi untuk dijadikan sebagai landasan bersikap,
bekerja dan dalam mengambil keputusan serta untuk
membangun kepercayaan (trust) atau kredibilitas pribadi
dan institusi.
2. Profesional

29
Kesanggupan seluruh anggota organisasi untuk dapat
melaksanakan tugas sesuai atau melebihi dari standar
kinerja/ketugasan yang ditetapkan, dengan dilandasi oleh
: pertama, sikap (attitude) semangat/motivasi kerja tinggi,
berkomitmen, pantang menyerah; kedua, pengetahuan
(knowledge) yang luas ; dan ketiga, ketrampilan (skill) yang
tinggi.
3. Obyektif
Suatu sikap untuk mengungkapkan atau menyampaikan
data/informasi sesuai dengan fakta material yang ada, dan
menghindari benturan kepentingan yang dapat
mengganggu dalam bersikap dan pengambilan keputusan.
4. Independent
Suatu sikap menjunjung tinggi ketidakberpihakan,
mengkedepankan profesionalitas dan mengutamakan
kesesuaian dengan ketentuan perundang undangan yang
berlaku serta mempertimbangkan keterpaduan dan
sinergisitas.
5. Perbaikan terus - menerus (continous improvement)
Suatu sikap untuk selalu mengembangkan diri (self
development), mengembangkan kualitas SDM, selalu
memperbaiki proses, metode, mekanisme kerja
dan produk organisasi dalam rangka
meningkatkan kapasitas SDM & organisasi untuk
mencapai kualitas pelayanan terbaik.
d. Tujuan Inspektorat Kabupaten Demak
Tujuan penyelenggaraan pengawasan intern Inspektorat
Kabupaten Demak adalah untuk memberikan nilai tambah bagi
pencapaian tujuan dan sasaran, yaitu:
1. Meningkatakan ketaatan, kehematan, efisensi, dan
efektivitas pencapaian tujuan dan sasaran
penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah.

30
2. Meningkatnya efektivitas manajemen resiko dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah,
3. Meningkatnya tata kelola penyelenggaraan tugas dan
fungsi Pemerintah daerah yang bersih dan bebas dari
praktikpraktik Korupsi, Kolusi dan nepotisme (KKN).

31
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi
a. Struktur Organisasi
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Demak

INSPEKTUR

KELOMPOK
JABATAN SEKRETARIS
FUNGSIONAL
PENGAWASAN

Kasubbag Adm Kasubbag Kasubbag


& Umum Perencanaan Evaluasi dan
Pelaporan

INSPEKTUR INSPEKTUR INSPEKTUR INSPEKTUR


PEMBANTU WILAYAH PEMBANTU WILAYAH PEMBANTU WILAYAH PEMBANTU WILAYAH
I II III IV

b. Job Deskripsi
1. Unsur Pimpinan, yaitu Inspektur
2. Unsur Pembantu Pimpinan, yaitu
Sekretariat
Sekretariat Inspektorat dipimpin oleh seorang Sekretaris
yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung
kepada Inspektur mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas pokok Inspektur dalam menyiapkan bahan
koordinasi pengawasan, penyusunan kebijakan teknis, rencana
dan program, pengelolaan sistem informasi manajemen,
evaluasi, dan pelaporan, pelaksanaan dan pelayanan
Administrasi Umum, Kepegawaian, Keuangan serta
pelaksanaan dan pelayanan teknis urusan Hubungan

32
Masyarakat, Perpustakaan, Hukum, Organisasi dan
Tatalaksana, Rumah Tangga dan Perlengkapan di lingkungan
Inspektorat. Sekretariat Inspektorat membawahi:
1) Sub Bagian Perencanaan
Sub Bagian Administrasi dan Umum dipimpin oleh seorang
Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung
jawab langsung kepada Sekretaris mempunyai tugas
pokok menyediakan bahan dan program kerja di bidang
pelayanan keuangan dan kepegawaian, hukum, organisasi
dan tatalaksana Inspektorat, pelaksanaan dan pelayanan
administrasi umum, Perpustakaan, Rumah Tangga, dan
Perlengkapan.
2) Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang
Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung
jawab langsung kepada Sekretaris mempunyai tugas
pokok menyediakan bahan pengelolaan sistem informasi,
evaluasi dan pengelolaan tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Aparat Pengawas Intern Pemerintah serta pelaporan
Bidang Pengawasan
3) Sub Bagian Administrasi dan Umum
Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala
Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab
langsung kepada Sekretaris mempunyai tugas pokok
menyediakan bahan rencana dan program kerja,
penyusunan dokumen rencana kegiatan dan anggaran,
perencanaan pengadaan barang keperluan rumah tangga
Inspektorat.
3. Unsur Pelaksana, yaitu Inspektur Pembantu
Inspektur Pembantu Wilayah dipimpin oleh seorang
Inspektur Pembantu yang berada di bawah dan bertanggung
jawab langsung kepada Inspektur mempunyai tugas pokok

33
menyiapkan penyusunan kebijakan, pengoordinasian, dan
fasilitasi pelaksanaan pengawasan Bidang Pembangunan,
Pemerintahan dan Kemasyarakatan terhadap
penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan
Desa/Kelurahan, meliputi Pemerintahan Umum,
Kepegawaian, Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD,
Lingkungan Hidup, Kesejahteraan Sosial, Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Perpustakaan, Arsip
Daerah dan Dokumen, Kesatuan Bangsa, Politik dan
Perlindungan Masyarakat, Polisi Pamong Praja,
Kependudukan dan Catatan Sipil, Penelitian dan
Pengembangan, dan Bidang Pendidikan dan Pelatihan.
Unsur Pelaksana ini terdiri dari 4 (empat) Inspektur
Pembantu.Wilayah, antara lain :
1) Irban Wilayah I meliputi : Kecamatan Bonang, Wedung,
Mijen
2) Irban Wilayah II meliputi : Kecamatan Dempet,
Wonosalam, Demak, Karangtengah
3) Irban Wilayah III meliputi : Karangawen, Kebonagung,
Karanganyar, Gajah
4) Irban Wilayah IV meliputi : Kecamatan Mranggen,
Sayung, Guntur
4. Kelompok Jabatan Fungsional Pengawasan
Kelompok Jabatan Fungsional Pengawasan mempunyai
tugas pokok melakukan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan
secara mandiri dalam bentuk tim, menunjang tugas pokok dan
bertanggung jawab kepada Inspektur Kabupaten Demak. Untuk
melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kelompok
Jabatan Fungsional Pengawasan mempunyai fungsi :
1) Pembinaan dan penggerakan pengawasan;
2) Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan;

34
3) Pengendali Mutu, Pengendali Teknis, Ketua Tim dan
Anggota Tim dalam kegiatan pengawasan

4. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya Lain


Kekuatan sumber daya manusia di Inspektorat Kabupaten
Demak guna mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
pengawasan adalah sebagai berikut:
a. SDM berdasarkan Pendidikan
Tabel 3.1. SDM berdasarkan Pendidikan
Golongan
No. Pendidikan
I II III IV
1 SD - - - -
2 SLTP - - - -
3 SLTA - 4 - -
4 Diploma 2 - - - -
5 SarjanaMuda / D-3 - 1 - -
6 Sarjana - - 18 4
7 PascaSarjana ( S-2 ) - - 2 5
8 Doktor ( S-3 ) - - - -
Jumlah - 5 20 9
(sumber: Renstra Inspektorat Kabupaten Demak TA. 2016 – 2021)

b. SDM berdasarkan Jabatan


Tabel 3.2. SDM berdasarkan Jabatan
GolonganRuang
No. Jabatan Jumlah
IV III II
A. JabatanStruktural
1. Eselon II 1 - - 1
2. Eselon III 5 - - 5
3. Eselon IV - 3 - 3
4. Staf - 4 5 9
B. JabatanFungsional
1. AudfitorMadya 3 - 3
2. Auditor Muda 12 12
3. Auditor Pertama 1 1
4. Auditor Penyelia - -
5. Auditor - - -
PelaksanaLanjutan
6. Auditor Pelaksana -
Jumlah 9 20 5 34

35
(sumber: Renstra Inspektorat Kabupaten Demak TA. 2016 – 2021)

Tabel 3. 1 Sarana dan Prasarana Inspektorat Kabupaten Demak

Keadaan Kebutuhan untuk


Jenis Sarana dan yang ada
No menunjang Kurang
Prasarana
B KB RB operasional

A Gedungdantempatkerja 1 - - 1 -
B KendaraanOperasional
1. Kendaraanroda 4
7 - - 8 1
(mobil)
12 9 2 29 6
2. Kendaraan roda 2
C Peralatan Kantor
1. Meja Kerja Pejabat
- Eselon II 3 - - - -
- Eselon III 7 - - 5 -
- Eselon IV 14 - - 14 -
2. Meja Kerja staf 40 - - 40 -
3. Meja Rapat 15 - - - -
4. KursiPejabat
- Eselon II 13 - - 10 -
- Eselon III 5 - - 5 -
- Eselon IV 5 - - 5 -
5. KursiKerjaStaf 39 - - 39 -
6. MejaKursiTamu 6 - - 6 -
7. KursiRapat 136 - - 136 -
8. Notebook/Laptop 31 - 1 39 8
9. Personal Computer 3 - - - -
10. Printer 12 1 - 15 2
11. MesinKetik - 1 - - -
12. AlmariArsip - 27 - 30 3

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


Peserta diklat bertugas sebagai staf (calon auditor) di
bagian Inspektur Pembantu Wilayah I. Berikut adalah Tugas pokok
dan fungsi peserta diklat dengan beberapa tambahan tugas
sebagai pengurus dokumen :
b. Mempelajari program kerja pemeriksaan;

36
c. Mengkoordinasikan dan menerima penugasan harian dari Ketua
Tim;
d. Melaksanakan kegiatan pengawasan sesuai dengan program
pemeriksaan;
e. Ikut mengisi Kertas Kerja Audit dalam pemeriksaan.
f. Mengelola dokumen penilaian dari OPD
C. Role Model

Gambar 3. 2 Gambar Role Model

Tokoh yang menjadi role model penulis yaitu Ibu Atika Rapierna
Beliau merupakan salah satu Auditor yang berada di Inspektur
Pembantu Wilayah I, yang telah memulai karirnya sejak tahun 2015 .
Beliau mampu menunjukkan integritasnya sebagai Auditor dan memiliki
semangat tinggi untuk terus mempelajari hal-hal baru. Meskipun masih
tergolong Auditor muda Beliau mampu menunjukkan integritas dan
nilai-nilai ASN dalam kehidupannya dan dalam lingkungan kerja. Sikap
dan dedikasi tinggi beliau dalam mengabdi pada bangsa dan Negara
Indonesia melalui profesinya sebagai Auditor Ahli Pertama di
Inspektorat membuat penulis mengagumi beliau dan merasa bangga
menjadi rekannya.

37
BAB IV

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan


Nilai ANEKA
Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Demak
Isu yang diangkat : Kurang pemantauan kelengkapan,
kesesuaian dan pengelolaan dokumen
penunjang maturitas SPIP yang
diserahkan oleh setiap OPD
Judul : Peningkatan pemantauan kelengkapan,
kesesuaian dan pengelolaan dokumen
penunjang maturitas SPIP OPD pada
Inspektorat Kabupaten Demak
Gagasan penyelesaian isu :
1. Membuat draft SOP pengelolaan Dokumen (Sumber Kegiatan:
Inovasi)
2. Membuat register untuk dokumen yang masuk (Sumber Kegiatan:
Inovasi)
3. Pengelompokan dokumen sesuai masing- masing OPD (Sumber
Kegiatan: SKP)
4. Melakukan penyimpanan dan penataan dokumen (Sumber
Kegiatan: SKP)
5. Berkoordinasi dengan pimpinan terkait kelengkapan dan
kesesuaian dokumen yang diserahkan masing-masing OPD
(Sumber Kegiatan: SKP)

38
Tabel 4. 1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan dengan ANEKA Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Membuat draft 1. Berkonsultasi dengan Mendapatkan Berkonsultasi dengan Dengan membuat Dengan adanya Draft
SOP mentor dukungan, saran kepala sekolah saya draft SOP maka Sop ini maka akan
pengelolaan dan rekomendasi lakukan dengan sopan misi inspektorat adanya penguatan
dari mentor. santun. dalam mewujudkan pada nilai organisasi
Dokumen Etika Pubik
Notulen tata kelola yaitu "integritas,
(Sumber Nasionalisme, sila ke pemerintah yang profesional, inovasi,
Kegiatan: empat
lebih bersih, efektif, continous
Inovasi) 2. Penyusunan draft Tersedianya draft Membuat draft Sop dengan
efisien dan improvement“ sebagai
SOP pengelolaan SOP jelas, inovasi dan
akuntabel dapat terobosan peningkatan
dokumen tangggung jawab.
terwujud pengelolaan dokumen
Akuntabilitas
Komitmen Mutu
Anti Korupsit

3. Mengkonsultasikan Mendapat arahan Mengkonsultasikan kembali


draft SOP dengan dan masukan hasil draft SOP yang telah
Kepala dan terhadap draft SOP dibuat dengan sopan
mengkoordinasikan yang telah disusun. santun dan hormat.
dengan rekan sejawat Notulen. Etika Publik
.
4. Persetujuan draft Tersedianya draft Mengkonsultasikan kembali
SOP SOP Final. hasil draft SOP yang telah
dibuat dengan sopan
santun dan hormat.

39
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan dengan ANEKA Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Etika Publik
Akuntabilitas
Komitmen Mutu

2 Membuat register 1. Membuat buku register Adanya buku Membuat buku register Dengan membuat Dengan adanya Draft
untuk dokumen dokumen yang masuk register dikumen dengan cermat dan register dokumen Sop ini maka akan
yang masuk. masuk tanggung jawab. maka misi adanya penguatan
(Sumber Akuntabilitas inspektorat dalam pada nilai organisasi
Kegiatan: 2. Membuat format daftar Adanya format Membuat sopan kepada mewujudkan tata yaitu "integritas,
Inovasi) dokumen secara digital arsip dalam excel format daftar dokumen kelola pemerintah continous improvement
dengan excel dengan teliti dan tanggung yang lebih bersih, “ sebagai terobosan
jawab
efektif, efisien dan peningkatan
Akuntabilitas
akuntabel dapat pengelolaan dokumen
3. Berkoordianasi Notulen Mengkomunikasikan hasil
terwujud
dengan rekan sejawat kegiatan dengan baik, jelas
tentang buku register dan rekan.
yang telah dibuat Etika Publik
Akuntabilitas

3. Pengelompokan 1. Menerima dokumen Adanya dokumen Dokumen diterima dengan Dengan melakukan Dengan adanya Draft
dokumen yang yang masuk dari OPD yang penuh rasa tanggung jawab pengelolaan Sop ini maka akan
telah diserahkan masuk Anti Korupsi dokumen yang adanya penguatan

40
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan dengan ANEKA Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
OPD (Sumber 2. Mencatat ke dalam dokumen Mencatat dengan cermat ditujukan ke bidang pada nilai organisasi
Kegiatan: SKP) buku register dan teliti. Irban Wilayah I yaitu "integritas,
dokumen masuk Anti Korupsi secara tertib maka continous improvement
Akuntabilitas. misi Inspektorat “ sebagai terobosan
yaitu misi peningkatan
3. Membuka satu Dokumen. Mengidentifikasi dokumen inspektorat dalam pengelolaan dokumen
persatu dokumen dengan cermat dan teliti. mewujudkan tata
untuk diteliti Anti Korupsi
kelola pemerintah
Akuntabilitas
yang lebih bersih,
4. Mengelompokkan Dokumen yang Mengelompokkan dengan efektif, efisien dan
dokumen sesuai telah rapi, jelas dan tertib akuntabel dapat
dengan masing- dikelompokkan Akuntabilitas terwujud
masing OPD dimasukkan ke
dalam map tertentu
4. Melakukan 1. Menyimpanan Scan dokumen. Penyimpanan digital agar Dengan melakukan Dengan adanya Draft
penyimpanan dan dokumen secara pengelolaan dokumen penyimpanan Sop ini maka akan
penataan digital yaitu dengan menjadi efektif dan efisien dokumen secara adanya penguatan
dokumen dari OPD scan Komitmen Mutu baik dan aman pada nilai organisasi
yang masuk. Akuntabilitas maka misi yaitu "integritas,
(Sumber 2. Mengarsip dokumen Dokumen yang Dokumen ditata agar lebih inspektorat dalam profesional, dan
Kegiatan : SKP) secara manual telah tertata efektif dan efisien. mewujudkan tata continous improvement
sesuai dengan Akuntabilitas
kelola pemerintah “ sebagai terobosan
masing-masing OPD Komitmen Mutu

41
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan dengan ANEKA Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Menyimpan dokumen Dokumen Akuntabilitas yang lebih bersih, peningkatan
di tempat yang aman tersimpan dengan Anti Korupsi efektif, efisien dan pengelolaan dokumen
baik. akuntabel dapat
terwujud tribusi
kegiatan ini adalah
sebagai
perwujudan misi

5. Berkoordinasi 1. Menyerahkan print Rincian dokumen Membuat rincian dokumen Dengan Dengan adanya Draft
dengan pimpinan out rincian dengan baik dan jelas. mengkoordinasikan Sop ini maka akan
terkait kelengkapan Akuntabilitas hasil-hasil yang adanya penguatan
kelengkapan dan dokumen yang telah Anti Korupsi didapat dari proses pada nilai organisasi
kesesuaian masuk kepada pemeriksaan yaitu "integritas, objektif
dokumen yang pimpinan kepada pimpinan dan continous
diserahkan maka misi improvement “ sebagai
2. Menjelaskan kepada Konsultasi dengan Melaporkan hasil
masing-masing
pimpinan terkait pimpinan kelengkapan dokumen inspektorat dalam terobosan peningkatan
OPD (Sumber
kelengkapan dengan baik, jelas dan mewujudkan tata pengelolaan dokumen
Kegiatan : SKP)
dokumen yang sopan kelola pemerintah
didapatkan melalui Etika Publik yang lebih bersih,
tabel efektif, efisien dan
3. Membantu Koordinasi dengan Menginformasikan kepada akuntabel dapat
menginformasikan pihak OPD OPD dengan sopan santun terwujud.
dokumen yang belum dan jelas.
lengkap kepada OPD Anti Korupsi
Etika Publik

42
(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

B. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi


Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di Inspektorat Kabupaten demak pada tanggal 29 Agustus 2019 sampai dengan
3 september 2019. Kegiatan-kegiatan aktualisasi akan dijabarkan dalam timeline kegiatan pada tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan
Aktualisasi

Tabel 4. 2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi


2019
Juli Agustus Sept Bukti
No Kegiatan
29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 26 27 28 Kegiatan
24 25 29 30 31 1 2 3

1. Membuat draf SOP Foto/Video


pengelolaan kegiatan
Dokumen
2. Membuat register Foto/Video
untuk dokumen yang
kegiatan
masuk.

3. Pengelompokan Foto/Video
dokumen yang telah kegiatan
diserahkan
4. Melakukan Foto/Video
penyimpanan dan kegiatan
penataan dokumen
dari OPD yang

43
masuk.
5. Berkoordinasi Foto/Video
dengan pimpinan kegiatan
terkait kelengkapan
dan kesesuaian
dokumen yang
diserahkan masing-
masing OPD
(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

Keterangan :

: Minggu tidak efektif

44
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Dalam pelaksanaan 5 kegiatan aktualisasi dan habituasi ANEKA,
terdapat kemungkinan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami kendala
sehingga rancangan kegiatan ini tidak dapat direalisasikan secara
optimal atau tidak tercapai aktualisasinya. Oleh karena itu perlu
disampaikan kendala-kendala yang mungkin terjadi, langkah-langkah
antisipasi menghadapi kendala tersebut, dan perlu dicari secara cermat
strategi untuk menghadapi kendala tersebut. Kendala, resiko dan solusi
tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4. 3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

Antisipasi Strategi
No Kendala menghadapi menghadapi
kendala kendala
1. Kegiatan tidak selesai Manajemen waktu Disiplin waktu sesuai
tepat waktu dengan baik dengan jadwal yg
telah dibuat
2. Terbatasnya anggaran Koordinasi dengan Menggunakan
untuk beberapa tahapan bendahara sekolah anggaran secara
kegiatan efektif dan efisien
3. Kurangnya kompetensi Konsultasi kepada Menemui seseorang
dalam kegiatan yang akan ahlinya yang ahli di bidangnya
dilakukan
4. Sarana dan prasarana Koordinasi dengan Melakukan koordinasi
untuk melakukan kegiatan bagian umum dengan bagian umum
kepegawaian kepegawaian
(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

45
BAB V
PENUTUP

Rancangan aktualisasi tentang nilai-nilai dasar ASN merupakan


langkah yang harus ditempuh sebelum melakukan aktualisasi di
Instansi masing-masing. Dalam rancangan ini diterapkan nilai-nilai
dasar bagi ASN dalam melakukan tugasnya sebagai pelayan publik
yang profesional. Nilai-nilai dasar ASN yakni Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi
(ANEKA).
Kegiatan aktualisasi yang direncanakan untuk dilaksanakan di
tempat aktualisasi pada Inspektorat Kabupaten Bengkayang Sub
Bagian Perencanaan dan Keuangan adalah sebagai berikut;
1. Menyortir semua dokumen yang telah diserahkan oleh setiap OPD

2. Memvalidasi kesesuaian dan kelengkapan dokumen

3. Membuat tabel rincian kelengkapan dokumen untuk masing-


masing OPD

4. Mengklasifikasikan dokumen menggunakan tabel rincian k


elengkapan dokumen
5. Berkoordinasi dengan pimpinan terkait kelengkapan dan
kesesuaian dokumen yang diserahkan masing-masing OPD
6. Membantu pimpinan menginformasikan dokumen yang belum
lengkap kepada setiap OPD

Semua kegiatan diatas dilakukan dengan tujuan agar peserta


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dapat mengaktualisasikan
kelima nilai dasar ASN, kedudukan serta peran ASN dalam pekerjaan
di Instansi masing-masing.

46
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan I dan II Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai
Negeri Sipil. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan III : Akuntabilitas. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan I dan II : Nasionalisme. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan I dan II : Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan I dan II : Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan I/II dan III : Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul
Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Permen PAN RB No 16 Tahun 2009. Tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya: MenPAN RB

47
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : DARA JATI SUSWANIDA


NIP : 19910313 201903 2 009
Tempat/Tanggal Lahir : Sleman, 13 Maret 1991
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Flamboyan I Blok L 17 Rt 04/05 Kab. Demak

Agama : Islam
Pendidikan : S1 Akuntansi
Jabatan : Auditor Ahli Pertama
Unit Kerja : Inspektorat Kab. Demak
Riwayat Pendidikan :
Tahun Jenjang Pendidikan
1996 – 2002 SD Negeri Gebang 1
2002 – 2005 SMP Negeri 1 Demak
2005 – 2008 SMA Negeri 1 Demak
2010 – 2016 Universitas Islam Indonesia

48