Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Etika merupakan cerminan dari kepribadian seseorang. Melalui cara beretika
inilah seseorang dapat menilai dan mengetahui sifat dan ciri kepribadian dari orang
lain.Dalam pembentukan etika ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi, baik itu
faktor internal maupun eksternal. Sifat bawaan dari lahir atau watak merupakan faktor
internal yang paling berpengaruh pada etika seseorang. Secara ilmiah hal ini
disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika seseorang. Sedangkan dari faktor
eksternal, etika seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana tempat
seseorang itu berada. Apabila seseorang berada pada lingkungan yang baik dan
beretika tinggi maka dapat dipastikan akan beretika tinggi layaknya orang-orang yang
berada, dan sebaliknya apabila seseorang berada pada lingkungan yang beretika
rendah maka dapat dipastikan pula akan beretika layaknya orang-orang disekitarnya
berada. Hal ini sangat sesuai dengan kata-kata bijak yang mengatakan ”at the first you
make habbit at the last habbit make you”, yang berarti bahwa pada awalnya kamu
membuat suatu kebiasaan, pada akhirnya kebiasaan itulah yang membentuk dirimu”
(zero to hero; 26).
Pada dasarnya kepribadian dari diri seseorang merupakan suatu cerminan dari
kesuksesan. Seseorang yang mempunyai kepribadian yang unggul adalah seseorang
yang siap untuk hidup dalam kesuksesan. Sebab dalam kepribadian orang tersebut
terdapat nilai-nilai positif yang selalu memberikan energi positif terhadap paradigma
dalam menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan. Sebaliknya, seseorang dengan
kepribadian yang rendah adalah seseorang yang selalu dilingkupi dengan kegagalan.
Sebab pada diri seseorang tersebut mengalir energi-energi negatif yang terhadap
paradigma dalam menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan.
Dapat dipastikan bahwa nilai-nilai kepribadian seseorang mengalami pasang
surut seiring dengan besarnya tantangan dan cobaan yang dihadapi. Ada seseorang
yang semakin ditempa oleh tantangn dan cobaan menjadi semakin kuat dan memiliki
kepribadian yang dahsyat, namun ada pula seseorang yang semakin besar tantangan
dan cobaannya menjadi semakin terpuruk dan putus asa. Oleh karena itu dalam

1
makalah tentang kepribadian ini kami mengangkat judul ”Mendahsyatkan Pribadi
Biasa Menjadi Luar Biasa”.

B. Ruang Lingkup
Kajian ilmu Kesehatan Lingkungan khususnya kajian mata kuliah Etika
Profesi Sanitarian tentang Kepribadian. Yang terdiri dari Introver, Ekstrover,
Mengindra, Intuitif, Pemikir, Perasa, Mengatur, dan Mengerti.

C. Rumusan Masalah
1. Apakah kepribadian itu ?
2. Apa saja factor-faktor yang pembentuk kepribadian seseorang ?
3. Apa saja macam-macam kepribadian ?

D. Tujuan
1. Untuk menjelaskan tentang pengertian.
2. Untuk mengetahui factor-faktor yang membentuk kepribadian seseorang.
3. Untuk mengetahui macam-macam kepribadian seseorang beserta penjelasannya.

2
BAB I

PEMBAHASAN

A. Kepribadian
Menurut Gordon W.Allport. Kepribadian adalah suatu organisasi yang
dinamis dari sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran
indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku
manusia. Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja
berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman,
reward, punishment, pendidikan.
Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang
terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri
terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan
kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang.
Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih
bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan
keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya (Depkes,
1992).
Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian
- Faktor Keturunan

Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik,


bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan
irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah
sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu
tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari
individu.

Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah


kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting
dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar pertama berfokus pada
penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. Dasar kedua

3
berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. Dasar ketiga
meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai
situasi.

Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap


pengaruh dari faktor keturunan. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti
perasaan malu, rasa takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis
bawaan. Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin
dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi
badan dan warna rambut.

Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik
yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. Ternyata peneliti
menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku, ini menandakan bahwa
bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan
faktor genetis. Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan
tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain,
kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang
berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan
kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang
dibesarkan bersama-sama.

- Faktor Lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan


karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma
dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang
seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam
membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma,
sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan
menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara
intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada
kultur yang lain. Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat
ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja Protestan yang
terus tertanam dalam diri mereka melalui buku, sistem sekolah, keluarga, dan

4
teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila
dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan
hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada
pekerjaan dan karier.

B. Introvert
“Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada
sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang
terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di
tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda, tak seperti kebanyakan orang.
Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit , tetapi ia justru
sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert”.

Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka
adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu
acak. Sebagai contoh, seorang Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan
berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh
dengan orang asing. Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang
dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.

Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kecil, bahwa


Introvert adalah pribadi yang “dalam”. Istilah Introvert ini dipopulerkan oleh seorang
tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Ia mengelompokan Introvert sebagai
kaum minoritas. Walau kaum minor tetapi peranan mereka dalam kehidupan sosial
sangat menonjol. Mungkin karena gestur dan sikap mereka yang sangat kontras
berbeda dengan kelompok dominan yaitu Ekstrovert. Namun, seorang Introvert tak
sepenuhnya senang menyendiri, hanya saja mereka lebih memilih untuk memiliki
segelintir teman dekat namun padat seperti buku. Maksudnya adalah, teman yang
memiliki cerminan pengetahuan dan pengalaman yang ada di hidup ini. Seorang
Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada
sembarang orang. Oleh karena itu, jika ada seorang Introvert yang dengan sukarela
mengeluhkan masalahnya kepadamu, maka kau adalah orang yang sangat beruntung.
Karena mereka telah mengategorikan dirimu sebagai seorang teman yang hebat.

5
Sebenarnya, Orang introvert juga menyukai bersosialisasi dan situasi sosial.
Mereka juga menyukai keramaian. Hanya saja, mereka sering kali butuh untuk
“meng-charge” diri mereka setelah “lelah” bersosialisasi atau dalam suasana sosial.
Mereka selalu butuh waktu untuk menyendiri, menyepi, ini adalah suatu kebutuhan,
bagaikan makanan yang memberi kekuatan kepada si introvert. Dia akan sangat
bahagia berada sendiri dalam ruang kantornya yang nyaman, ketika dia ditinggal
sendiri, hanya dia sendiri dan laptopnya. Dengan buku-buku di raknya. Dia akan
menulis, menulis, menulis. Dia akan sanggup menulis hingga berhari-hari. Berada
dalam kesunyian bersama buku-buku saja, tanpa ketemu satu manusia pun. Intovert
mampu melakukan itu.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh seorang Introvert ialah mereka lebih
fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka senang menjelajahi ruang
pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak,
karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi. Majalah American
Journal of Psychiatry menyatakan bahwa, ada lebih banyak darah yang mengalir di
daerah Anterior pada otak bagian depan seorang Introvert. Bagian ini berfungsi
sebagai pengolah inti, seperti merencakan sesuatu dan pemecahan masalah. Itulah
sebabnya mengapa mereka memiliki kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat
menangkap dan berintelegensi tinggi. Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka
mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang
cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah
sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.

Bahkan di dalam dunia kerja, seorang Introvert dapat bersikap tenang


menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Mungkin karena kebiasaan mereka
yang menyendiri sehingga emosi mereka terlatih untuk tetap stabil. Selalu berpikir
sebelum berbicara adalah suatu naluri lahiriah bagi mereka. Introvert akan berhati-hati
saat menjelaskan pendapatnya, karena mereka tak suka dengan pertikaian yang tak
ada hasil. Oleh sebab itu mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. Namun, di
balik itu semua, seorang Introvert yang sedang mendengar sangat pandai dalam
menggabungkan fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, kemudian
dijadikannya sebuah klausa sebab-akibat yang baik, lalu dikemas rapih dan
terbentuklah sebuah tesis, sebuah jawaban yang dapat menjadi pemecah masalah bagi

6
sebuah perdebatan yang terjadi. Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau
tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Kedetilan mereka akan segala hal membuat
Introvert menjadi pekerja yang baik.

Di dunia seni, Introvert adalah penguasa. Ahli psikologi sekelas Mihaly


Csikszentmihalyi dan Gregory Feist mengatakan bahwa, orang-orang Introvert adalah
orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat
menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan
yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah
Adikarya. Biasanya seorang Introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka
dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan
pengalamannya kepada orang lain.

Introvert memang pendiam, namun memiliki sosok yang luar biasa di dalam
tubuhnya. [Satria Gumilang]

C. Ekstrovert
Ekstrovert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung suka dengan
keramaian. Orang-orang ekstrover sangat nyaman berada di dalam kelompok dan bisa
jadi sangat suka menjadi pusat perhatian. Ciri-ciri utama kepribadian terbuka adalah
percaya diri, antusias, suka berteman, ramah dan terbuka. Orang-orang ekstrover
menyukai keramaian, lebih banyak orang di sekitarnya lebih baik. Orang-orang
ekstrover menyukai demonstrasi publik, kegiatan-kegiatan komunitas, dan
perkumpulan-perkumpulan sosial yang besar.
Orang-orang ekstrover gampang menerima dan menyesuaikan diri terhadap
lingkungan, dan secara alami responsive terhadap orang lain. Orang-orang ekstrover
biasanya menyukai pekerjaan dan sebenarnya cocok terhadap pekerjaan seperti sales
dan pemimpin, yang mengarahkan mereka berhubungan dengan orang lain. Orang-
orang ekstrover lebih mudah untuk dipahami dibandingkan orang introver karena
mereka lebih terbuka dengan pemikiran-pemikiran, perasaan serta opini-opini mereka.
Orang ekstrover sangat tertarik terhadap apa yang terjadi di luar diri mereka,
seperti di lingkungan di sekitar mereka, orang-orang di sekeliling mereka, dan
keramaian. Orang ekstrover cenderung tidak suka menyendiri, karena mereka
memperoleh energi mereka dari orang lain. Tanda yang paling kelihatan dari orang
ekstrover adalah energi mereka mengalir keluar (tidak di dalam hati seperti introver).
7
Orang-orang ekstrover selalu kelihatan bersenang-senang. Suatu studi
menemukan bahwa hubungan antara ekstrover dan kebahagian bahwa orang-orang
ekstrover selalu tampil bahagia dibandingkan introver. Orang ekstrover juga
mempunyai harga diri yang tinggi. Orang-orang ekstrover selalu positif dan antusias
dalam sebagian besar kegiatan dalam hidupnya dan mempunyai kemampuan
berkomunikasi yang baik.
Orang ekstrover berkomunikasi dengan baik dan enjoy bersama orang lain,
yang akan mengarahkan mereka untuk mencari lingkungan sosial. Jika orang
ekstrover mengasah kemampuan sosial mereka akan membawa mereka ke lebih
banyak lagi kesenangan dari kegiatan-kegiatan kelompok. Efek yang berbeda akan
terjadi pada orang introver yang mungkin tidak punya sama sekali kemampuan
berkomunikasi, akan membuat mereka tidak nyaman bersama orang lain. Itulah
makanya orang introver menghindari situasi-situasi sosial.
Orang-orang ekstrover memiliki lebih banyak kegiatan otak di talamus
belakang dan insula belakang. Bagian otak ini diasosiasikan dengan masukan
sensorik. Sentuhan, penciuman, penglihatan, rasa, dan suara tampaknya memiliki
dampak yang lebih besar pada orang ekstrover dibandingkan introver.

 Introvert Vs Ekstrovert ?
Sekilas Sifat-sifat yang dimiliki oleh Introvert dan Ekstrovert
Introvert Ekstrovert
- tenang, mampu memusatkan - selalu aktif, terus menyelidik, senang
perhatian cukup lama, kurang suka pada hal-hal baru
pada - hal-hal baru, terutama yang - merasa in dalam suasana berisik dan
rumit dan bising kompleks
- merasa sibuk dengan stimulasi dari - fokus tidak bertahan lama
pikiran mereka sendiri - haus stimulasi dari luar
- lebih cengeng, butuh dihibur - selalu mencari kawan
- lebih takut, baru tergerak bila - cepat merasa bosan
waswas mereka dihapus - tak acuhkan rasa sakit
- lebih lama untuk belajar, tapi - bila tersinggung, naik pitam
pengetahuan yang sudah masuk ke - mudah dibangkitkan motivasinya
kepala akan diingat - lebih nekat

8
- kalau dihukum akan ingat - ahli berkompromi
- kurang berani - tujuan jangka pendek
- peka - cepat lupa pada hukuman
- halus perasaannya - mencari stimulasi, - berani

Ekstrovert dan Introvert adalah dua tipe karakter manusia. Jika ekstrovert
terkesan lebih supel maka introvert terkesan lebih menutup diri.
Dalam sebuah survey di kolom web LiveScience.com, reporter Rachael
Rettner menulis bahwa, apabila ada dua orang Ekstrovert dan Introvert yang
dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, maka Ekstrovert akan menjawab secara
Hiperbola, sedangkan Introvert menjawab dengan Akurat. Apabila mereka
melihat seekor ulat di atas makanannya, maka seorang Ekstrovert akan bereaksi
melebih-lebihkan daripada seorang Introvert. Apabila dua orang Ekstrovert dan
Introvert dihidangkan sebuah makan siang dalam waktu yang bersamaan, maka
seorang Ekstrovert akan berkata, “Makanan ini enak sekali! Belum pernah saya
merasakan yang seenak ini” lalu seorang Introvert akan menjawab, “Iya, enak.”
Dari segi pemahaman dan informasi pendapat mereka berdua jelas berbeda.
Itulah sebabnya mengapa kepribadian Ekstrovert dianggap sebagai perusak
survey atau membuat sebuah survey menjadi tidak akurat. Karena Ekstrovert
memberikan informasi secara berlebihan, sehingga pencatat survey lebih
mempercayakan seorang Introvert dalam hal pendataan, ucap Donna McMillan
seorang peneliti sekaligus ahli psikologi di St. Olaf College.
Ada sebuah fakta menarik dalam sebuah artikel di psychologytoday.com,
yang menuliskan bahwa, orang yang Ekstrovert lebih mencari kebahagiaan dan
kehidupan yang positif. Tetapi, bukan berarti Introvert mempunyai sifat yang
berkebalikan, seorang Introvert tidak pernah mengategorikan dirinya sebagai
sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih cenderung menuju netral dalam
kehidupannya.
Tidak ada salahnya dengan extrovert ataupun introvert. Apabila Anda
introvert, Anda cenderung merasa dunia “dikuasai” orang-orang extrovert.
Karena orang extrovert lebih rame, lebih berisik, lebih dominan, sehingga para
introvert cenderung mengikuti saja. Statistik menunjukkan, lebih banyak CEO
extrovert daripada introvert, padahal pakar psikologi menyebut 57 persen

9
penduduk dunia adalah introvert. Artinya, sebenarnya Anda adalah mayoritas
yang terbenam oleh minoritas.
 Introvert <-----------> Ekstrovert
Bisakah introvert berubah menjadi ekstrovert atau sebaliknya?
Jawabannya adalah bisa karena karakter tidak bersifat permanen namun
dinamis, artinya dapat berubah sewaktu-waktu. Karakter kita dibentuk bukan
oleh kita sendiri tapi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, mood, teman,
situasi sosial dll. Ketika sedang berada di keramaian seperti aktivitas organisasi
atau reuni SMA kita sebaiknya menjadi seorang ekstrovert dengan segala
kepintaran berinteraksinya. Ketika kita ingin mempunyai hubungan yang lebih
dalam dengan seseorang maka jadilah introvert, hal ini dapat membuat orang
menjadi lebih dekat dengan anda.
Namun untuk melakukannya tidak dapat sekaligus membutuhkan proses
dan harus perlan-lahan. Dengan menyadari hal di atas adalah merupakan modal
yang baik. Jika merasa sebagai seorang introvert cobalah untuk melakukan
interaksi dengan banyak orang. Jika merasa sebagai ekstrovert maka cobalah
untuk berinteraksi lebih dalam, one-on-one atau eye-to-eye dengan orang lain.
Coba tahan nafsu anda untuk berbicara dan lebih banyak menjadi seorang
pendengar. Pada awalnya hal ini akan terasa berat, tetapi lama kelamaan kita
akan terbiasa untuk menyesuaikan karakter kita dengan lingkungan yang
dibutuhkan. Sekali lagi ini bukan merupakan hal yang mudah. Saya sendiri
masih belajar dan pada beberapa waktu khusus sering mengalami kesulitan
melakukannya.
Kadar introvert dan ekstrovert masing-masing orang juga berbeda-beda.
Ada yang tinggi ada yang rendah. Misalnya A dan B bisa saja sama-sama
seorang introvert. Namun si A memiliki kadar introvert 55% sedangkan si B
70%. Semakin tinggi persentasenya maka sifat khas dari masing-masing tipe
kepribadian itu akan semakin muncul dominan. Kadar tersebut bisa berubah
seiring waktu.

D. Mengindra
Mereka adalah orang yang tidak suka bicara panjang lebar dan juga suka
bertindak akan sesuatu hal. Mereka suka mengambil tindakan nyata. Gaya kehidupan
mereka sangat khas dan janganlah coba coba untuk ingkar janji pada tipe orang
10
semacam ini. Mereka tidak suka dibohongi dan jika mereka dibohongi maka mereka
akan mengambil tindakan tegas akan hal itu. Hal itu kadang-kadang mengejutkan
karena tanpa disadari tidak pernah terlintas didalam benak orang lain akan kata-kata
yang dilontarkan olehnya kepada orang lain. Tulisan mereka langsung pada pokok
permasalahan. Pakaian mereka santai atau sederhana dan pekerjaan yang cocok untuk
mereka adalah marketing, pengambil keputusan yang baik.

E. Intuitif
Intuitif adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui
penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja
datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja
terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, didalam buku itu ditemukan
keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun.
Orang yang penuh dengan gagasan dan tidak hanyut dalam suara hati. Mereka
orang yang pandai memecahkan masalah dan berorientasi kepada masa depan.
Mereka tidak individual dan kata-kata yang mereka lontarkan sangat panjang lebar.
Tulisan mereka sangat berkualitas dan cara berpakaian mereka sangat sulit untuk
ditebak. Gaya hidup mereka selalu berubah-ubah dan pekerjaan yang cocok untuk
mereka adalah bidang keuangan, teknologi, hukum dan juga penelitian.
Cara-cara untuk mempertajam intuitif :
1. Pergunakanlah Empati Alami Kita Sesering Mungkin
Bayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain. Atau dengarkanlah
pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya
pada saat itu. Lebih baik lagi kalau Anda menerima keluhan-keluhan dan
memberikan pertolongan dengan memberikan solusi-solusi, bukan hanya
memonitor dan membanding-bandingkan. Rasakanlah penderitaan batin mereka!
Semakin dalam perasaan Anda terlibat, maka semakin memperkuat intuisi Anda.
Dengan kata lain semua pengalaman buruk orang lain bisa memperkuat intuisi
Anda tanpa Anda harus mengalaminya sendiri.
2. Biarkan Diri Anda Merasa Takut dan Mengalirlah Melewatinya
Anda pasti tidak menyukai rasa takut, bukan? Begitu juga semua orang. Tetapi
rasa takut adalah insting dasar yang diberikan Tuhan agar kita bisa survive di
dunia ini. Kita harus menyesuaikan diri dengannya dan menemukan suatu cara
untuk menjadikannya teman kita, bukan sebagai musuh, kecuali jika anda adalah
11
superman dan sudah melampaui rasa takut itu. Anda harus menemukan suatu cara
untuk memanfaatkannya dengan tujuan kebaikan. Ketakutan menghalangi intuisi,
namun ketika dihalangi intuisi akan menjadi lebih kuat dengan mengadakan
pembalasan. Mekanisme ini mirip dengan sistem kekebalan tubuh kita (imun)
ketika disuntikkan vaksin (virus yang dilemahkan). Oleh sebab itu biarkan diri
Anda untuk merasa takut. Jangan menahan bagian manapun dari rasa takut.
Jangan mengubur perasaan takut itu dalam-dalam. Tapi fokuskan secara langsung
bahwa kita berada di atasnya dan mengendalikan rasa takut hingga berakhir.
Setelah itu Anda akan menjadi lebih kuat dengan lebih banyak kejelasan.
Membiarkan diri Anda untuk merasakan ketakutan akan memperkuat intuisi
karena hal itu berarti mengajar Anda untuk mendengarkan suara dari lubuk hati
dan menerima rasa takut apa adanya, alih-alih bertempur melawannya.
3. Berhubunganlah Dengan Orang Lain Secara Emosional
Ketika anda terlibat dengan orang lain, seperti bertatap muka, berbicara di telepon,
atau online, cobalah untuk membaca emosi mereka. Beri nama emosi-emosi
mereka. Apakah kedengarannya seperti bunyi marah, berbahagia, penuh harapan,
gembira, tertekan, atau sedih? Semakin banyak anda berhubungan dengan emosi
orang lain, semakin dalam pemahaman Anda akan situasi-situasi sosial dan
semakin baik intuisi Anda akan berfungsi. Getar-getar intuisi dan ide-ide abstrak
datang dari tempat yang sama di dalam diri kita di mana emosi terbentuk,
sehingga semakin baik Anda membaca dan mengidentifikasi emosi orang lain
semakin baik kemampuan Anda menciptakan dan berkomunikasi dengan
menggunakan intuisi. Mengidentifikasi dan memberi nama emosi di dalam diri
Anda dan orang lain adalah sebuah latihan yang membutuhkan banyak energi.
4. Hentikan Penilaian-Penilaian Pribadi (Judgments)
Ketika Anda menghakimi seseorang atau sesuatu – termasuk diri Anda sendiri –
itu bukan intuisi, tapi energi negatif yang menghalangi intuisi. Ketika Anda
mendengar suara kritik di dalam benak Anda yang berkata, “Dia bodoh”, “Dia
jahat”, “Aku gemuk”, atau “Aku akan kalah”, maka berhentilah berkata seperti itu
dan berpikirlah; Kenapa aku berkata seperti itu? Ketika Anda mendengar hati
berkata menghakimi, suruh dia diam – bukan dengan membenamkannya agar
tidak berfungsi, karena dia akan mencari jalan keluar selain itu – tetapi dengan
memaksa suatu pertanyaan positif ke dalam kesadaran Anda. Ketika Anda
mendapati diri Anda berpikir, “Aku tidak akan pernah bisa menyelesaikan hal
12
ini”, maka ubahlah pemikiran itu menjadi; “Bagaimanakah caranya agar aku
menyelesaikan hal ini?” Jika Anda sabar dan mau mendengarkan suara hati yang
terdalam Anda, hati itu akan berkata bagaimana caranya agar Anda bisa
menyelesaikannya. Ketika hati kita menghakimi, “Itu tidak akan pernah berhasil”,
maka bertanyalah pada diri Anda; “Ide manakah yang akan berhasil?” atau “Ide
manakah yang lebih baik?”. Begitu Anda mulai menanyakan pertanyaan positif,
maka pikiran alam bawah sadar Anda akan mulai menanganinya dengan
memberikan solusi-solusi dalam wujud intuisi.
5. Temukan Keheningan
Cara terbaik adalah meditasi. Jadualkan sedikitnya tiga puluh menit dalam sehari
untuk menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran Anda – merenung dan
tafakur. Ambil kesempatan untuk duduk sendirian bersama pemikiran-pemikiran
Anda, perasaan, dan penggambaran-penggambaran. Kita sudah menghabiskan
sebagian besar hidup dengan hampir-hampir tidak mengacuhkan apa yang terjadi
di dalam diri kita. Dengan mengambil waktu untuk mendengarkan dunia Anda
yang terdalam, Anda akan menemukan betapa ajaib dan mengagumkannya diri
Anda. Belajar untuk mendengarkan diri anda di dalam keheningan akan
mengantar Anda kepada mendengarkan suara bagian dalam diri ketika anda
sedang bersama orang lain dan pekerjaan Anda, dan akan membimbing untuk
menangkap ide-ide intuitif yang benar dan tangguh di saat Anda memerlukannya.
6. Ajukan Pertanyaan-Pertanyaan, Sebanyak-banyaknya
Ini adalah yang disebut pembangunan tubuh dari intuisi. Tanya jawab adalah cara
terbaik untuk menciptakan intuisi-intuisi yang lebih kuat. Intuisi-intuisi kreatif
yang paling kuat akan datang kepada Anda setelah sesi-sesi tanya-jawab yang
lama. Bentuklah sebuah kelompok diskusi dengan orang-orang yang mempunyai
rasa curiga tinggi dan diskusikan isu-isu kompleks, seperti politik, filsafat, sains
dan teknologi, sosial kemasyarakatan, kesehatan, atau topik-topik berkaitan dunia
kejahatan. Kebanyakan kekuatan bukan datang dari jawaban-jawaban tapi dari
pertanyaan-pertanyaannya, membawa anda kepada alur-alur yang belum
dipertimbangkan, mendatangkan pertanyaan-pertanyaan baru dan akan
mendatangkan lebih banyak lagi jawaban. Tidak ada cara yang lebih baik untuk
melatih intuisi Anda dibanding dengan sesi-sesi tanya-jawab yang berkembang.

13
Sebagian orang berkata bahwa intuisi itu tidak ilmiah dan tidak beralasan.
Pendapat itu benar dan juga salah. Gagasan yang intuitif kreatif memang tidak ilmiah
hingga Anda dapat membuktikannya. Bagaimanapun, semua ilmu pengetahuan dimulai
dengan sebuah hipotesa. Dan sebuah hipotesa berasal dari mana? Hal-hal yang baik,
kreatif, dan orisinil, datang karena intuisi Anda – sebuah kilatan jiwa, cahaya dari
Tuhan.

F. Pemikir
Tipe ini adalah orang yang berpandangan objektif. Mereka orang yang kaya
akan ide-ide dan senang pada hal-hal yang bersifat logis atau masuk akal. Mereka ini
lebih condong ke dalam hal-hal yang berbau bisnis dan tidak menyukai hal-hal yang
tidak mendatangkan keuntungan. Biasanya tipe pemikir tidak menyukai basa basi atau
suka langsung ke akar permasalahannya atau tidak bertele-tele. Hasil tulisan pada tipe
ini tersusun rapi dan mudah dimengerti. Dari cara berpakaian tipe pemikir mereka
lebih suka yang bersifat konservatif. Mereka tidak suka akan eksperimen terhadap
hal-hal yang tidak cocok untuk mereka dan pekerjaan yang paling baik adalah
pekerjaan yang benar-benar tersusun rapi atau terorganisasi dengan baik.

G. Perasa
Adalah kepribadian yang romantic dan penyayang. Orangnya pendiam,
pemalu, menafsirkan sebelum berbicara dan bila berbicara ini sangat memperhatikan
kata-katanya. Sopan, tapi cepat dipengaruhi situasi. Itu akan tampak dari raut
mukanya. Ia juga suka mengungkapkan perasaan dan sering kali tidak mampu
menguasainya.
Kepribadian inilah yang mampu membawa pemiliknya menjadi orang yang
benar-benar sukses. Orang yang stabil akan berbicara bila ia memerlukan berbicara,
bertanya bila dia memerlukan bertanya, mendengar dan diam bila ia memerlukan itu.
Ia mengungkapkan perasaannya sebagai satu jenis dari control penempatan saat
berinteraksi, bahkan dia mampu menguasai perasaannya ketika dikejutkan oleh situasi
kritis. Terkadang ia memerlukan sikap perasa dan terkadang rasional. Beberapa saat ia
menjadi seorang yang misterius, tetapi beberapa saat lain ia menjadi orang yang
terbuka.
Orang yang masuk dalam kategori ini adalah orang -orang yang sangat sensitif
terhadap lingkungan sekitarnya, hangat dan individual. Dalam hal berbicara mereka

14
orang yang sangat enak untuk diajak berbicara karena mereka ramah, bersahabat dan
menyenangkan dan mereka menyukai pekerjaan yang menyangkut perasaan manusia.
Gaya berpakaian mereka unik dan hasil kerja mereka sangat individual atau sulit
ditiru oleh orang lain. Pekerjaan yang cocok bagi mereka adalah penghibur, pengajar
atau juga dalam hal pelayanan orang yang butuh pertolongan.

H. Mengatur

Tipe kepribadian ini adalah sosok pribadi yang dapat mengatur atau

mengkoordinasi orang lain atau rekan kerjanya dalam suatu pekerjaan, pribadi ini

dapat mengendalikan, membimbing dan membina orang lain agar suatu pekerjaan

tersebut dapat berjalan lancar,hasilnya sesuai targrt dan selesai pada waktunya. Orang

dengan tipe kepribadian ini biasanya adalah orang yang cepat mengambil keputusan,

dapat mengendalikan situasi, ingin mengatur tim dan mengembangkannya. Orang

dengan tipe ini biasanya juga ingin mendominasi pembicaraan dan mengeluarkan

peryantaan. Tipe ini paling baik dalam hal hal pekerjaan yang memerlukan keputusan

cepat, persoalan yang memerlukan tindakan dan pencapaian seketika, bidang bidang

yang menuntut kontrol dan wewenang yang kuat. Kelemahan tipe ini adalah sulit

mengakui kesalahan, sulit bersikap sabar dan terlalu pekerja keras. Orang yang tidak

mengenal tipe ini, akan menganggapnya sebagai orang sok mengatur. Kalau tidak

mengerti kepribadian tipe ini akan sulit mengerti dan bergaul dengan tipe ini.

I. Mengerti
Tipe Kepribadian ini adalah pribadi yang dapat membaca atau mengerti
suasana atau kondisi lingkungannya dan tahu bagaimana dia harus menyikapi kondisi
tersebut sehingga situasi di lingkungan dia berada kembali kondusif. Biasanya di
dalam suatu pekerjaan tipe kepribadian ini dapat langsung mengerti apa yang harus
dikerjakan tanpa menunggu perintah atau instruksi dari atasan maupun dari rekan
kerjanya. Sehingga kalau bekerja dengan orang tipe ini maka pekerjaan akan cepat
selesai. Tipe ini baik dalam posisi penengahan dan persatuan, badai yang perlu
15
diredakan. Kelemahan tipe ini adalah kurang antusias, malas tidak berpendirian dan
mengalami perasaan sangat khawatir, sedih dan gelisah.

16
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

 Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun
dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala
rangsangan baik dari luar maupun dari dalam.
 Faktor pembentuk kepribadian meliputi factor keturunan dan factor lingkungan.
 Apapun tipe kepribadian kita, kita adalah makhluk yang unik dan spesial. Setiap tipe
kepribadian memiliki keunikan, karakteristlk, kekuatan dan keterbatasan masing-
masing, tergantung bagaimana kita mengolahnya. Dengan mengenali tipe kepribadian
akan membantu kita membuka pintu komunikasi dengan orang lain, sekaligus
membuka pintu kesuksesan.

17