Anda di halaman 1dari 206

Kimia Kelas XII i

1. Peserta didik mampu menjelaskan penyebab adanya fenomena sifat koligatif larutan pada penurunan tekanan uap, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
2. Peserta didik mampu membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit dengan tepat setelah melakukan
kegiatan membaca dan diskusi.
3. Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis data untuk menentukan derajat ionisasi senyawa dengan benar setelah
melakukan kegiatan diskusi.
4. Peserta didik mampu membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit berkonsentrasi sama
dengan benar setelah melakukan kegiatan percobaan.
5. Peserta didik mampu menyajikan makalah mengenai penerapan sifat koligatif dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat
setelah melakukan kegiatan studi literatur dan diskusi.

Sifat Koligatif Larutan

mencakup

Sifat Koligatif dan Satuan Konsentrasi Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit dan
Larutan Elektrolit

meliputi meliputi
dipengaruhi Jumlah Zat
Sifat Koligatif Larutan Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit
Terlarut
terdiri atas
Satuan Konsentrasi
Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
terdiri atas
Penurunan Titik Beku (ΔTf)
Konsentrasi Molar atau Molaritas
Kenaikan Titik Didih (ΔTb)
Konsentrasi Molal atau Kemolalan
Tekanan Osmotik (π)
Fraksi Mol
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Persen Massa dipengaruhi oleh


Faktor Van’t Hoff (i)

Penerapan Sifat Koligatif dalam


Kehidupan Sehari-hari

• Sifat Koligatif Larutan • Larutan Nonelektrolit • Tekanan Uap


• Fraksi Mol • Larutan Elektrolit • Tekanan Osmotik
• Kemolalan • Titik Didih • Isotonik
• Molaritas • Titik Beku

Kimia Kelas XII 1


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: d
1. Jawaban: e Adanya zat terlarut dalam suatu pelarut menyebab-
Ada empat sifat larutan yang dipengaruhi oleh kan kenaikan titik didih. Makin besar jumlah zat
jumlah partikel zat terlarut. terlarut yang ditambahkan, makin besar titik didih
1) penurunan tekanan uap larutan tersebut. Jadi, gambar yang memiliki titik
2) kenaikan titik didih didih paling rendah ditunjukkan oleh gambar yang
3) penurunan titik beku memiliki jumlah partikel zat terlarut paling sedikit
4) tekanan osmotik yaitu gambar 4).
Kekentalan zat atau viskositas tidak dipengaruhi 5. Jawaban: c
oleh jumlah zat terlarut. Namun dipengaruhi oleh m 32 mol
tekanan, temperatur, berat molekul, bentuk Mol naftalena (nA) = M = = 0,25 mol
r 128 g mol−1
molekul, dan kekuatan ikatan antarmolekul.
m 62, 4 g
2. Jawaban: e Mol benzena (nB) = M = 78 g mol−1 = 0,8 mol
Apabila zat terlarut ditambahkan ke dalam suatu r

pelarut maka: Fraksi mol naftalena:


1) tekanan uap jenuh pelarut lebih tinggi daripada nA 0, 25 mol 0,25
tekanan uap jenuh larutan; XA = n + n = (0, 25 + 0,8) mol = 1,05 = 0,24
A B
2) tekanan osmotik pelarut lebih rendah daripada
tekanan osmotik larutan; Jadi, fraksi mol naftalena adalah 0,24.
3) titik didih pelarut lebih rendah daripada titik
6. Jawaban: c
didih larutan;
molalitas larutan = 2 m
4) titik beku pelarut lebih tinggi daripada titik beku
massaair = ρair × Vair = 1,0 g mL–1 × 250 mL = 250 g
larutan.
massa NaCl 1.000
3. Jawaban: c m= ×
M r NaCl p
Diagram P–T tersebut menunjukkan tekanan dan
suhu pada saat air (pelarut) dan larutannya berubah massa NaCl 1.000
2m = × kg–1
wujud. Keterangan pada gambar tersebut sebagai 58,5 g mol−1 250
berikut.
2 × 58,5
B–A : garis beku pelarut massa NaCl = = 29,3
4
Titik A atau A′ : titik beku pelarut
B–C : garis didih pelarut Jadi, garam natrium klorida yang ditambahkan
Titik C atau C′: titik didih pelarut sebanyak 29,3 gram.
Titik B : titik tripel menunjukkan keseim- 7. Jawaban: a
bangan fase padat-cair-gas pelarut Larutan NaOH 20% berarti dalam larutan tersebut
Jika pada suhu 100°C ke dalam pelarut air terdapat 20 gram NaOH dan 80 gram air.
ditambahkan zat terlarut, akan terjadi penurunan massa 1.000
tekanan uap dari C ke H. Titik beku akan bergeser m = M × p
r
dari A ke D sehingga titik D′ merupakan titik beku 20 g 1.000
larutan. Adapun titik didih akan bergeser dari C = × kg–1
40 g mol−1 80
ke F sehingga titik F' merupakan titik didih larutan. = 6,25 m
D–E : garis beku larutan Jadi, kemolalan NaOH sebesar 6,25 m.
E–F : garis didih larutan
Titik E : titik tripel menunjukkan keseim-
bangan fase padat-cair-gas larutan
Jadi, garis C–H menunjukkan penurunan tekanan
uap larutan.

2 Sifat Koligatif Larutan


8. Jawaban: c massa vitamin C
Massa etilen glikol dan massa air: % massa vitamin C = massa larutan × 100%
massa etilen glikol massa vitamin C
• ρetilen glikol = 2,27% = 101,85 g × 100%
volume etilen glikol
massa vitamin C = 2,31 g
massa etilen glikol
1,12 g mL–1 = massa vitamin C
8,3 mL mol vitamin C = M vitamin C
r
massa etilen glikol = 1,12 g mL–1 × 8,3 mL 2,31 g
= 9,3 g = 176 g mol−1
massa air
• ρair = volume air
= 0,013 mol
mol vitamin C
massa air M = M vitamin C
1g mL–1 = 90 mL r

0,013 mol
Massa air = 1 g mL–1 × 90 mL = 100 mL × 1.000 mL L–1
= 90 g
= 0,13 mol L–1 = 0,13 M
Molalitas larutan:
Jadi, konsentrasi larutan vitamin C tersebut adalah
massa 1.000 0,13 M.
m = M × p
r
B . Uraian
9,3 g 1.000
= 62 g mol−1 × kg–1 1. Proses pencairan salju dengan garam menerapkan
90
prinsip sifat koligatif larutan yaitu penurunan titik
= 1,67 mol kg–1 = 1,67 m beku. Air mempunyai titik beku 0°C. Garam dapur
Jadi, molalitas larutan tersebut sebesar 1,67 molal. yang ditaburkan pada salju dapat menurunkan titik
9. Jawaban: c beku air menjadi di bawah suhu 0°C. Jadi, misalnya
Mr glukosa (C6H12O6) garam ditaburkan pada salju yang menumpuk titik
beku air turun menjadi –2°C. Akibatnya, salju akan
= (6 × Ar C) + (12 × Ar H) + (6 × Ar O) mencair.
= ((6 × 12) + (12 × 1) + (6 × 16))
2. Berapa kadar urea (CO(NH 2) 2) dalam suatu
= 72 + 12 + 96
larutan, jika diketahui fraksi mol urea dalam larutan
= 180 g mol–1 0,2 (Mr urea = 60 g mol–1)?
massa 1.000
M= M × Jawaban:
r V
Xurea + Xair = 1
4,5 g 1.000
= 180 g mol−1 × kg–1 0,2 + Xair = 1
250
Xair = 1 – 0,2 = 0,8
= 0,025 × 4
Fraksi mol berbanding lurus terhadap molnya.
= 0,1 M
Sementara itu, mol totalnya berbanding terbalik.
Jadi, konsentrasi larutan sebesar 0,1 M. Dengan demikian, perbandingan mol urea dan air
10. Jawaban: c adalah 0,2 : 0,8.
massa air = ρair × Vair nurea 0, 2 1
= 1,0 g mL–1 × 100 mL nair
= 0,8 =
4
= 100 g
massa larutan = massa air + massa suplemen Massa urea = 1 mol × 60 g mol–1 = 60 g
= (100 + 1,85) g Massa air = 4 mol × 18 g mol–1 = 72 g
= 101,85 g Massa larutan = massa urea + massa air
= 60 + 72
= 132 g

Kimia Kelas XII 3


massa urea Mr CH3COOH = (2 × Ar C) + (4 × Ar H) + (2 × Ar O)
%urea = massa larutan × 100%
= ((2 × 12) + (4 × 1) + (2 × 16))
60 g = 24 + 4 + 32
= 132 g × 100% = 45,45% = 60 g mol–1
massa 1.000
Jadi, kadar urea adalah 45,45%. m = M ×
r p
Vasam cuka 21 g 1.000
3. Kadar cuka dapur (v/v) = V = 60 g mol−1 × = 4,43 molal
cuka dapur 79
Vasam cuka Jadi, kemolalan asam asetat adalah 4,43 molal.
5% = 200 mL
5
5. Isotonik tekanan osmotik cairan infus sama dengan
Vasam cuka = 200 mL × tekanan osmotik larutan NaCl.
100
Vasam cuka = 10 mL πinfus = πNaCl
ρasam cuka= 1,05 g cm–3 = 1,05 g mL–1 Minfus R T i = MNaCl R T i
Massa asam cuka = 10 mL × 1,05 g mL–1 = 10,5 g Minfus = MNaCl
massa asam cuka 1.000 ρ × 10 × % massa massa NaCl 1.000
m = M asam cuka × massa air M r NaCl = M NaCl ×
r r V
10,5 g 1.000 2,16 g mL−1 × 10 × 9,6 × 10−1
= −1 × kg–1 = 0,92 m
60 g mol 189,5 58,5 g mol−1
Jadi, molalitas asam cuka dalam 200 mL cuka
massa NaCl 1.000
dapur sebesar 0,92 m. = 58,5 g mol−1 × kg–1
100
4. Asam asetat (CH3COOH) memiliki 21% massa
massa NaCl 1.000
yang terkandung dalam larutan. 21% massa 3,5445 × 10–1 mol L–1 = 58,5 g mol−1 × 100 mL
tersebut berarti 21 gram asam asetat dalam
100 gram larutan. massa NaCl = 2,07 gram
Massa asam asetat = 21 g Jadi, massa NaCl yang dilarutkan sebanyak
Massa pelarut = 100 – 21 = 79 g 2,07 gram.

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: d


1. Jawaban: a Antrasena merupakan senyawa nonelektrolit.
ρair = 1 g mL–1 ΔTf = m × Kf
Jika volume air 250 mL, berarti massa air = 250 gram. ⎛ massa 1.000 ⎞
ΔTf = ⎜ × ⎟ × Kf
⎝ Mr p ⎠
p = 250 gram
Glukosa → larutan nonelektrolit ⎛ 14,08 g −1 1.000 ⎞
ΔTf = ⎜⎜ 178 g mol−1 × 90 kg ⎟ × 5,12°C m–1
massa 90 g ⎝ ⎠
Mol glukosa (nt) = M = 180 g mol−1 = 0,5 mol
r = 4,5°C
massa 250 g
Mol air (nP) = M = = 13,9 mol Tf benzena = 5,5°C
r 18 g mol−1
ΔP = Xt × P° ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan
nt 0,5 mol
Xt = n + n = (0,5 + 13,9) mol = 0,035 Tf larutan = Tf benzena – ΔTf
t P

ΔP = 0,035 × 14,30 mmHg = 5,5°C – 4,5°C


= 0,5 mmHgˇ = 1,0°C
Jadi, penurunan tekanan uap larutan sebesar Jadi, titik beku larutan (Tf) adalah 1,0°C.
0,5 mmHg.

4 Sifat Koligatif Larutan


3. Jawaban: c 1,3°C = Tb larutan – 100°C
ΔTb = m × Kb Tb larutan = 1,3°C + 100°C = 101,3°C
massa zat terlarut 1.000
ΔTb = M r zat terlarut × massa pelarut × Kb Jadi, titik didih larutan urea sebesar 101,3°C.
3,8 g 1.000 6. Jawaban: b
0,48°C = 152 g mol−1 × × Kb
200 Adanya zat terlarut dalam suatu larutan meng-
3.800 g akibatkan titik didih larutan tersebut lebih tinggi
0,48°C = × Kb
30.400 g mol−1 kg daripada titik didih pelarut murninya.
0, 48°C
Kb = 0,125 m Pelarut murni

I H
= 3,84°C m–1 1 atm F
E
Jadi, tetapan titik didih molal kloroform (Kb) Cair

Tekanan (atm)
Larutan
adalah 3,84°C m–1. urea 0,2 M

4. Jawaban: c Padat L
Misal: massa urea = x gram
massa air = (500 – x) gram Gas
K
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut ΔT 1 ΔT 2
Suhu
= 105,2°C – 100°C = 5,2°C 0°C 100°C (°C)
ΔTb = m × Kb Titik beku Titik beku Titik Titik didih
⎛ massa urea 1.000 ⎞ larutan air didih air larutan
5,2 = ⎜ × ⎟ × Kb urea 0,2 M urea 0,2 M
⎝ M r urea p ⎠
⎛ x 1.000 −1 ⎞ Jadi, titik didih larutan urea 0,2 M dinyatakan oleh
5,2 = ⎜⎜ −1 × (500 − x) kg ⎟ × 0,52 titik F.
⎝ 60 g mol ⎠
5, 2 x 1.000 7. Jawaban: b
= 60 g mol−1 × kg–1
0,52 (500 − x) Penerapan sifat koligatif larutan yang berhubungan
1.000 x dengan penurunan titik beku air antara lain peng-
10 = gunaan garam dapur untuk mencairkan salju di
30.000 − 60 x
300.000 – 600x = 1.000x jalan raya 1) dan penggunaan etilen glikol yang
1.600x = 300.000 ditambahkan pada radiator mobil 3). Sementara
300.000 itu, penggunaan obat tetes mata dan penggunaan
x= = 187,5 g garam untuk membasmi keong emas merupakan
1.600
Massa urea = x = 187,5 g penerapan tekanan osmotik. Adapun pengolahan air
massa urea
tawar dari air laut menggunakan prinsip osmosis balik.
Kadar urea= massa larutan × 100% 8. Jawaban: b
187,5 g 1) Etanol (C2H5OH) → larutan nonelektrolit
= 500 g × 100% = 37,5% Mr C2H5OH = 46 g mol–1
Jadi, kadar larutan urea 37,5%. massa C 2 H 5OH 1
m= × p
M r C 2 H 5OH
5. Jawaban: d 10 g 1
ΔTf = 4,65°C = −1 ×
1
kg–1
46 g mol
ΔTf = m × Kf
4,65°C = m × 1,86°C = 0,21 molal
m = 2,5 m ΔTb= 0,21 m × 0,52°C m–1 = 0,11°C
ΔTb = m × Kb 2) Metanol (CH3OH) → larutan nonelektrolit
ΔTb = 2,5 m × 0,52°C m–1 = 1,3°C Mr CH3OH = 32 g mol–1
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut

Kimia Kelas XII 5


massa CH 3OH 1 1
m= × p πhemoglobin = π
M r CH 3OH 50 benzena
10 g 1
1 M× R ×T = M× R ×T
= −1 × kg–1 50
32 g mol 1
massa 1.000 1 massa 1.000
× = × M ×
= 0,31 molal Mr V 50 r V
65 1.000 1 3,9 1.000
ΔTb= 0,31 m × 0,52°C m–1 = 0,16°C × = × ×
Mr 1.000 50 78 1.000
3) Butanol (C4H9OH) → larutan nonelektrolit 65 1 3,9
Mr C4H9OH = 74 g mol–1 Mr = ×
50 78
massa C 4 H 9OH 1 50 × 78 × 65
m= × p Mr = = 65.000
M r C 4 H 9OH 3,9
10 g 1 Jadi, massa molekul relatif (Mr) hemoglobin adalah
= × kg–1
74 g mol−1 1 65.000 g mol–1.
= 0,13 molal 10. Jawaban: c
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
ΔTb= 0,13 m × 0,52°C m–1 = 0,067°C
4) Glukosa (C6H12O6) → larutan nonelektrolit = 100,78°C – 100°C = 0,78°C
= m × Kb × i
Mr C6H12O6 = 180 g mol–1
1 ⎛ 15,8 g −1 1.000 ⎞
massa C6 H12O6
m= × p 1,04°C = ⎜⎜ 158 g mol−1 × 100 kg ⎟ × 0,52°C m–1
M r C6 H12O6 ⎝ ⎠
10 g 1 × 1 + (n – 1) 0,5
= × kg–1
180 g mol−1 1 = 1 mol kg–1 × 0,52°C m–1 × 1 + (n – 1) 0,5
1,04°C
= 0,055 molal = 1 + (n – 1) 0,5
0,52°C
ΔTb= 0,055 m × 0,52°C m–1 = 0,028°C
2 – 1 = (n – 1) 0,5
5) Asam sitrat (C6H8O7) → larutan nonelektrolit 1 = 0,5 n – 0,5
Mr C6H8O7 = 192 g mol–1 0,5 n = 1,5 → n =3
massa C6 H12O7 1 XaYb ⎯→ aXb+ + bYa–
m= × p nX aYb
M r C6 H12O7
aX b+ = koefisien X Y × koefisien X b+
10 g 1 a b
= × kg–1 0,1 mol
192 g mol−1 1 0,2 mol = × koefisien X b+
1
0, 2 mol
= 0,052 molal a = 0,1 mol = 2
ΔTb= 0,052 m × 0,52°C m–1 = 0,027°C a+b=n
Makin besar kenaikan titik didih larutan, makin a+b=3
tinggi titik didihnya. Dengan demikian, larutan 2+b=3
yang memiliki titik didih paling tinggi yaitu metanol b=3–2=1
(CH3OH). Jadi, senyawa XaYb memiliki rumus molekul X2Y.
9. Jawaban: a
1
Tekanan osmotik larutan hemoglobin = tekanan B . Uraian
50
osmotik benzena 1. Po = 31,8 torr = 31,8 mmHg
Massa hemoglobin = 65 gram Xp = 0,94
Volume air = 1 liter Xt = 1 – Xp = 1 – 0,94 = 0,06
Massa benzena = 3,9 gram a. ΔP = Xt × Po = 0,06 × 31,8 mmHg
Volume air = 1 liter = 1,908 mmHg
Mr benzena = 78 g mol–1

6 Sifat Koligatif Larutan


b. Mr H2O =18 g mol–1 ΔTf = m × Kf
massa senyawa X ⎛ massa C 2 H5OH 1.000 ⎞
n t = M senyawa X 4,0°C = ⎜ M C H OH × ⎟ × Kf
r ⎝ r 2 5 P ⎠
21 g
⎛ 10 g 1.000
−1 ⎞
= M senyawa X 4,0°C = ⎜⎜ × 150 kg ⎟ × Kf
r −1
⎝ 46 g mol ⎠
massa air = 100 mL × 1 g mL–1 = 100 g
4,0°C = 1,45 m × Kf
100 g
np = = 5,56 mol 4,0°C
18 g mol−1 Kf = 1,45 m = 2,76°C m–1
np
Xp = n + n Jadi, tetapan titik beku molal asam format sebesar
p t
5,56 mol 2,76°C m–1.
0,94 = (5,56 mol + n )
t 4. ΔTb = (100,65 – 100)°C = 0,65°C
5,56 mol
(5,56 mol + nt) = Misal kadar gula dalam larutan = a% dalam
0,94 100 gram larutan:
(5,56 mol + nt) = 5,91 mol a
n t = (5,91 – 5,56) mol a. massa gula = × 100 gram = a gram
100
= 0,35 mol b. massa air = (100 – a) gram
21 g massa 1.000
= 0,35 mol ΔTb = M × × Kb
X r P
21 g
Mr senyawa X = 0,35 mol = 60 g mol–1 ⎛ a −1 1.000 ⎞
0,65°C = ⎜⎜ 342 g mol−1 × (100 − a) kg ⎟
Jadi, massa molekul senyawa X adalah 60 g mol–1. ⎝ ⎠

2. Massa Mg(OH)2 = 17,4 gram × 0,52°C m–1


ρair = 1 g mL–1, jadi volume air = massa air = 100 gram a
α = 75% 0,4275 = (100 − a)
Mr Mg(OH)2 = Ar Mg + (2 × Ar O) + (2 × Ar H) 42,75 – 0,4275a = a
= 24 g mol–1 + (2 × 16 g mol–1) + 1,4275a = 42,75
(2 × 1 g mol–1) a = 29,95 ≈ 30
= (24 + 32 + 2) g mol–1 Jadi, kadar gula dalam larutan sebesar 30%.
= 58 g mol–1 5. Cairan infus (larutan NaCl) yang digunakan harus
Mg(OH)2 merupakan larutan elektrolit lemah isotonik dengan tekanan osmotik darah agar tidak
Mg(OH)2(aq) dgf Mg2+(aq) + 2OH–(aq) (n = 3) terjadi krenasi dan hemolisis (πNaCl = πdarah).
ΔTf = m × Kf × i NaCl merupakan larutan elektrolit kuat, α = 1:
NaCl(aq) ⎯→ Na+(aq) + Cl–(aq), n = i = 2
⎛ massa 1.000 ⎞
= ⎜ M × ⎟ × Kf × (1 + (n – 1)α) T = 37°C = 310 K
⎝ p ⎠
r πdarah = πNaCl
⎛ 17, 4 g 1.000 ⎞ πdarah = MNaCl × R × T × i
−1
= ⎜⎜ 58 g mol−1 × 100 kg ⎟ × 1,86°C kg mol–1
⎝ ⎠ 7,7 atm = M NaCl × 0,082 L atm mol –1 K –1 ×
× (1 + (3 – 1)0,75) 310 K × {1 + (2 – 1)1}
= (5,58 × 2,5)°C 7,7 atm
MNaCl =
= 13,95°C 0,082 L atm mol−1K −1 × 310 K

Jadi, penurunan titik beku larutan Mg(OH) 2 7,7 atm


sebesar 13,95°C. = 25, 42 L atm mol−1 = 0,31 mol L–1
3. ΔTf = Tf° – Tf larutan Jadi, konsentrasi larutan NaCl yang diperlukan
= 8,4°C – 4,4°C = 4,0°C sebesar 0,31 mol L–1.

Kimia Kelas XII 7


8
Penurunan Tekanan Uap
Sifat Koligatif
Larutan Kenaikan Titik Didih

Penurunan Titik Beku

Tekanan Osmotik

Sifat Koligatif Larutan


Sifat Koligatif Larutan
dan Satuan Konsentrasi
Konsentrasi Molar atau Molaritas (M)

Satuan
Konsentrasi Molal atau Kemolalan (m)
Konsentrasi

Fraksi Mol (X)

Persen Massa (% Massa)

Sifat Koligatif Larutan


Sifat Koligatif Nonelektrolit
Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Penerapan Penurunan
Elektrolit Kolam/Ruang Apung
Tekanan Uap

Sifat Koligatif Larutan Membuat Campuran Pendingin Sebagai Pembuat Es Puter


Nonelektrolit dan
Elektrolit Penerapan Sifat
Koligatif dalam Membuat Zat Antibeku pada Radiator Mobil
Kehidupan Sehari-hari Penerapan Penurunan
Titik Beku
Mencairkan Salju di Jalan Raya

Antibeku dalam Tubuh Hewan

Menentukan Massa Molekul Relatif (Mr)

Membuat Cairan Fisiologis

Membasmi Keong Mas

Penerapan Tekanan
Pengawetan Makanan
Osmotik
Penyerapan Air Oleh Akar Tanaman

Membuat Obat Tetes Mata

Pengolahan Air Limbah


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
Penambahan air pada tiap-tiap larutan dapat
1. Jawaban: b
memperkecil molalitas larutan. Akibatnya, titik
ρ = massa air
beku larutannya menurun.
= ρair × Vair = 1 g mL–1 × 200 mL = 200 g
1) Titik beku larutan KOH 0,3 m (α = 1)
massa 1.000
m= M × KOH(aq) ⎯→ K+(aq) + OH–(aq), n = 2
p
r ΔTf = m × Kf × {1 + (n – 1)α}
20 g 1.000 =m × Kf × {1 + (2 – 1)1}
m= × kg–1
40 g mol−1 200 ⎛ 0,3 ⎞ –1
1 =⎜ ⎟ m × 1,86°C m ×{1 + (2 – 1)1}
m =( × 5) mol kg–1 = 2,5 m ⎝ 1 + 0,05 ⎠
2
Jadi, molalitas larutan NaOH sebesar 2,5 m. ⎛ 0,3 ⎞
= ⎜ 1 + 0,05 ⎟ m × 1,86°C m–1 × 2
⎝ ⎠
2. Jawaban: a
Misal massa larutan HCl = 100 gram = 1,063°C
2) Larutan CuSO4 0,4 m (α = 1)
37
massa HCl = × 100 gram = 37 gram CuSO4(aq) ⎯→ Cu2+(aq) + SO2– 4 (aq), n = 2
100
ΔTf = m × Kf × {1 + (n – 1)α}
massa pelarut = 100 g – 37 g = 63 g
= m × Kf × {1 + (2 – 1)1}
massa HCl 1.000
m = M HCl × p ⎛ 0,4 ⎞
r =⎜ ⎟ m × 1,86°C m–1 ×{1 + (2 – 1)1}
37 g 1.000 ⎝ 1 + 0,05 ⎠
= 36,5 g mol−1 × kg–1 = 16,1 m 0,4
63 = 1 + 0,05 × 1,86°C m–1 × 2
Jadi, molalitas larutan HCl tersebut adalah 16,1 m.
= 1,417°C
3. Jawaban: d 3) Larutan Na2CO3 0,2 m (α = 1)(aq)
misal, massa larutan CH3COOH = 100 g Na 2CO 3(aq) ⎯→ 2Na+(aq) + CO32–(aq),
5 n=3
massa CH3COOH = × 100 g = 5 g ΔTf = m × Kf × {1 + (n – 1)α}
100
massa air dalam larutan CH3COOH 5% = m × Kf × {1 + (3 – 1)1}
= (100 – 5) = 95 g ⎛ 0,2 ⎞
=⎜ ⎟ m × 1,86°C m–1 ×{1 + (3 – 1)1}
Oleh karena ρair = 1 g ml–1, maka Vair = 95 mL ⎝ 1 + 0,05 ⎠
= 0,095 L 0,2
Volume air yang ditambahkan = x L = 1 + 0,05 × 1,86°C m–1 × 3
Vtotal = 0,095 L + x L = 1,063°C
massa CH 3COOH 1 4) Larutan CO(NH2)2 0,1 m (α = 0)
M = M CH COOH × V ΔTf = m × Kf
r 3 total
5g 1 ⎛ 0,1 ⎞
=⎜ –1
0,1 mol L–1 = 60 g mol−1 × V ⎟ m × 1,86°C m
total ⎝ 1 + 0,05 ⎠
0,083 mol = 1,177°C
0,1 mol L–1 = Vtotal 5) Larutan CH3COOH 0,5 m (α = 0,03)
0,083 mol CH3COOH(aq) dgf CH3COO–(aq) + H+(aq),
Vtotal = 0,1 mol L−1 = 0,83 L n=2
Vtotal = 0,095 L + x ΔTf = m × Kf × {1 + (n – 1)α}
x = Vtotal – 0,095 L = m × Kf × {1 + (2 – 1)0,03}
= 0,83 L – 0,095 L ⎛ 0,5 ⎞
= ⎜ 1 + 0,05 ⎟ m × 1,86°C m–1 × {1
= 0,735 L = 735 mL ⎝ ⎠
Jadi, volume air yang ditambahkan sebanyak
+ (2 – 1)0,03}
735 mL.

Kimia Kelas XII 9


⎛ 0,5 ⎞ 2°C ⎛ massa K 2SO4 ⎞
= ⎜ 1 + 0,05 ⎟ m × 1,86°C m–1 × 1,03
⎝ ⎠ 3 × 0,52°C m −1
= ⎜⎜ −1
× 5 kg −1 ⎟⎟
⎝ 174 g mol ⎠
= 0,912°C
Jadi, larutan yang mempunyai penurunan titik beku 2 5 × massa K 2SO 4
1,56
=
paling besar adalah larutan CuSO4 0,4 m. 174
2 × 174
5. Jawaban: a massa K2SO4 = 1,56 × 5 = 44,6 gram
ΔP = Xzat terlarut × P° Massa K2SO4 yang harus ditambahkan
P = P° – ΔP = 44,6 g – 11,2 g = 33,4 g
Berdasarkan rumus tersebut, larutan yang memiliki Jadi, massa K 2SO 4 yang harus ditambahkan
tekanan uap paling kecil adalah larutan yang sebanyak 33,4 g.
memiliki fraksi mol pelarut paling kecil atau larutan 7. Jawaban: b
yang jumlah mol zat terlarutnya paling besar. Mr H2O =18 g mol–1
massa Mr glukosa =180 g mol–1
Mol = M
r massa glukosa 9g
Dengan jumlah massa zat terlarut sama dalam air, nt = M glukosa = 180 g mol−1 = 0,05 mol
r
maka larutan yang memiliki tekanan uap paling massa H 2O 27 g
kecil adalah larutan dengan Mr paling kecil yaitu np = M H O = 18 g mol−1 = 1,5 mol
r 2
urea.
np 1,5 mol 1,5
6. Jawaban: c Xp = n + n = (0,05 + 1,5) mol = 1,55 = 0,97
p t
Larutan K2SO4 merupakan larutan elektrolit kuat
P = Xp × Po
(α = 1).
K2SO4(aq) ⎯→ 2K+(aq) + SO2– 31,04 mmHg = 0,97 × Po
4 (aq), n = 3
31,04 mmHg
massa K 2SO 4 1.000 Po = = 32 mmHg
ΔTb = M K SO × p
× Kb × 0,97
r 2 4
ΔP = Po – P
{1 + (n – 1)α} = 32 mmHg – 31,04 mmHg
⎛ massa K SO
2 4 −1 1.000 ⎞ = 0,96 mmHg = 9,6 × 10–2 cmHg
0,5°C = ⎜⎜ 174 g mol−1 × 200 kg ⎟⎟ Jadi, penurunan tekanan uap jenuh larutan tersebut
⎝ ⎠
sebesar 9,6 × 10–2 cmHg.
× 0,52°C m–1 × {1 + (3 – 1)1}
8. Jawaban: e
0,5°C ⎛ massa K SO ⎞ Adanya zat terlarut dalam suatu pelarut
2 4 −1
3 × 0,52°C m −1
= ⎜⎜ 174 g mol−1 × 5 kg ⎟⎟ menyebabkan kenaikan titik didih. Makin besar
⎝ ⎠
jumlah zat terlarut yang ditambahkan, makin tinggi
1 massa K 2SO 4 titik didih larutannya. Jadi, gambar yang memiliki
= ×5 titik didih terkecil ditunjukkan oleh gambar yang
3 174
174
memiiki jumlah partikel terlarut paling sedikit yaitu
massa K2SO4 = 3 × 5 = 11,2 g gambar 5).
Setelah ditambahkan K2SO4 9. Jawaban: c
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut KCl(aq) ⎯→ K+(aq) + Cl–(aq), n = i = 2
CaCl2(aq) ⎯→ Ca2+(aq) + 2Cl–(aq), n = i = 3
= 102°C – 100°C
⎛ massa KCl 1.000 ⎞
= 2°C ΔTb = ⎜ × p × Kb × i ⎟⎟
⎝ M KCl ⎟
ΔTb = m × Kb × i r ⎠
⎛ massa CaCl2 1.000 ⎞

⎛ massa K 2SO 2 1.000 ⎞ + ⎜ M CaCl × p × Kb × i ⎟⎟
2°C = ⎜ × ⎟ × Kb{1 + (3 – 1)1} ⎝ r 2 ⎠
⎝ M r K 2SO 2 p ⎠
⎛⎛ 25 g ⎞ ⎛ 30 g ⎞⎞
⎛ massa K 2SO4 1.000 ⎞ = ⎜⎜ × 2 ⎟⎟ + ⎜⎜ × 3 ⎟⎟ ⎟⎟ ×
kg −1 ⎟⎟ × 0,52°C m–1 ⎜ ⎜ 74,5 g mol−1 −1
= ⎜⎜ −1
× ⎝⎝ ⎠ ⎝ 111 g mol ⎠⎠
⎝ 174 g mol 200 ⎠ 1.000
300 kg × 0,52°C m–1

10 Sifat Koligatif Larutan


1.000 ΔTb = m × Kb
ΔTb = (0,67 + 0,81) mol–1 × kg–1 × 0,52°C m–1
300 1,04°C = m × 0,52°C kg mol–1
= 2,56°C
m = 2 mol kg–1
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut 1.000
massa
Tb larutan = 2,56°C + 100°C = 102,56°C m= × p
Mr
Jadi, titik didih larutan sebesar 102,56°C. massa 1.000
2m = 180 g mol−1 × kg–1
10. Jawaban: c 250
Penyerapan air oleh akar tanaman merupakan 2 × 180 × 250
penerapan tekanan osmotik. Tanaman mengandung massa = = 90 g
1.000
zat-zat terlarut sehingga konsentrasinya lebih tinggi
90 g
daripada air di sekitar tanaman sehingga air dalam Mol C6H12O6: = 0,5 mol
tanah dapat diserap oleh tanaman. Sementara itu, 180 g mol−1
pemakaian garam dimaksudkan untuk menurunkan C6H12O6(aq) → 2C2H5OH(aq) + 2CO2(g)
titik beku salju. Salju akan mencair karena belum 0,5 mol 1 mol 1 mol
mencapai titik beku di bawah suhu 0°C.
Volume CO2 pada keadaan standar
11. Jawaban: a = n × 22,4 mol–1 L
Molaritas glukosa dalam 100 mL: = 1 mol × 22,4 mol–1 L
1 L × 0,1 mol L–1 = 0,1 L × Mglukosa = 22,4 L
Mglukosa = 1 mol L–1 Jadi, volume gas yang dihasilkan pada keadaan
πglukosa = M × R × T standar adalah 22,4 L.
= 1 × RT
Larutan isotonik merupakan larutan yang memiliki 13. Jawaban: d
tekanan osmotik sama. Larutan K2SO4 merupakan Mr H2O =18 g mol–1
larutan elektrolit kuat (α = 1). P = Xp × Po
K2SO4(aq) ⎯→ 2K+(aq) + SO2– 4 (aq), n = i = 3 30,8 mmHg = Xp × 31,8 mmHg
π glukosa = π K2SO4 30,8 mmHg
Xp = = 0,97
⎛ 4,6 g 1.000 ⎞ 31,8 mmHg
1 mol L–1 ×R×T = ⎜⎜ × ⎟
−1 V ⎠ massa H 2O 50 g
⎝ 174 g mol np = = = 2,78 mol
M r H 2O 18 g mol−1
×R×T×3 np
1.000 Xp = n + n
RT = (0,0264 mol × ) × 3RT t p
V 2,78
0,97 = n + 2,78 = 0,97
RT 1.000 t

3 RT
= (0,0264 mol × ) (nt + 2,78 mol) 0,97 = 2,78 mol
V
0,97nt + 2,69 mol = 2,78 mol
1 1.000 0,97nt = 2,78 mol – 2,69 mol
3 × 0,0264 =
V = 0,09 mol
V = 79,2 mL 0,09
Jadi, volume air yang ditambahkan dari larutan n t = 0,97 = 0,09
induk sebanyak 79,2 mL.
massa senyawa X
12. Jawaban: d nt =
M r senyawa X
Massa pelarut = 250 g 4,14 g
Tb larutan = 101,04°C 0,09 =
M r senyawa X
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut 4,14 g
Mr senyawa X = 0,09 mol = 46 g mol–1
= 101,04°C – 100°C
Jadi, massa molekul relatif senyawa sebanyak
= 1,04°C
46 g mol–1.

Kimia Kelas XII 11


14. Jawaban: b 17. Jawaban: b
ΔTb = (102,6 – 100)°C = 2,6°C ΔTb = m × Kb
Mr Ca(OH)2 = 74 g mol–1 Jadi, kenaikan titik didih larutan (ΔTb) = Kb apabila
⎛ massa 1.000 ⎞ m (molalitas larutan) = 1 molal.
ΔTb = ⎜ M × p ⎠
⎟ × Kb × {1 + (n – 1)α}
⎝ r 18. Jawaban: b
⎛ 37 g 1.000
−1 ⎞ Vair = 250 cm3 = 250 mL
2,6°C = ⎜⎜ −1 × 250 kg ⎟ × 0,52°C m–1 massa air = ρ = Vair × ρair
⎝ 74 g mol ⎠
Fe2(SO4)3 = 250 mL × 1 g mL–1 = 250 g
× {1 + (3 – 1)α}
Mr Fe2(SO4)3 = 400 g mol–1
2,6°C = 1,04°C × {1 + 2α} Fe2(SO4)3(aq) → 2Fe3+(aq) + 3SO2–4 (aq), n = 5
2,6°C = 1,04 + 2,08α
⎛ massa Fe 2 (SO 4 )3 1.000 ⎞
1,56 ΔTb = ⎜ M Fe (SO ) × ⎟ × Kb × {1 +
α = 2,08 = 0,75 ⎝ r 2 4 3 ρ ⎠

%α = 0,75 × 100% = 75% (n – 1)α}


Jadi, derajat ionisasi basa (Ca(OH)2) sebesar ⎛ 25 g 1.000 −1 ⎞
75%. = ⎜⎜ 400 g mol−1 × 250 kg ⎟ × 0,52°C m–1
⎝ ⎠
15. Jawaban: a × {1 + (5 – 1)0,8}
1) Penggunaan garam dapur untuk mengawet- = 0,55°C
kan ikan (tekanan osmotik). ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
2) Cuci darah dengan metode dialisis (tekanan Tb larutan = (0,546 + 100)°C = 100,55°C
osmotik).
3) Penyulingan komponen minyak bumi Jadi, titik didih larutan sebesar 100,55°C.
(kenaikan titik didih). 19. Jawaban: b
4) Etilen glikol ditambahkan ke dalam radiator M = 0,1 M
mobil (penurunan titik beku). CdSO4(aq) ⎯→ Cd2+(aq) + SO2– 4 (aq), n = 2
5) Penambahan garam dapur untuk mencairkan α = 0,75
salju (penurunan titik beku). T = 27°C = (27 + 273) = 300 K
Jadi, penerapan tekanan osmotik terdapat pada R = 0,082
peristiwa 1) dan 2). π = M × R × T × {1 + (n – 1)α}
16. Jawaban: d = 0,1 mol–1 × 0,082 L atm mol–1 K–1 × 300 K ×
{1 + (2 – 1)0,75}
Tekanan osmotik dirumuskan dengan π = M × R × T,
= 4,3 atm
gram 1.000 mol
di mana M = M × atau M = , Jadi, tekanan osmotik larutan CdSO4 sebesar
r mL V
4,3 atm.
V dalam liter. Jika R = 0,082 L atm mol–1K–1 dan T
mol 20. Jawaban: e
= tetap maka π = . αH2SO4 = 1
volume
0,1
1) π = 0,2 = 0,5 × 0,082 × T atm p = 250 g
0,1 Kb = 0,52°C m–1
2) π = 0,1 = 1 × 0,082 × T atm massa H2SO4 = 24,5 g
0, 2 Mr H2SO4= 98 g mol–1
3) π = 0,3 = 0,67 × 0,082 × T atm
ΔTb = . . .?
0, 2
4) π = 0,1 = 2 × 0,082 × T atm H2SO4(aq) ⎯→ 2H+(aq) + SO2–
4 (aq), n = 3
0,1
5) π = 0,25 = 0,4 × 0,082 × T atm
Jadi, tekanan osmotik terbesar terdapat pada
larutan 4) yaitu sebesar 2 × 0,082 × T atm.

12 Sifat Koligatif Larutan


ΔTb = m × Kb × {1 + (n – 1)α} 1.000
= (0,4 + 0,2) mol × 2.000 kg × 0,52°C m–1
⎛ 24,5 g 1.000 −1 ⎞
= ⎜⎜ −1 × 250 kg ⎟ × 0,52°C mol–1 kg = 0,156°C
⎝ 98 g mol ⎠ Tb larutan = Tb pelarut + ΔTb
× {1 + (3 – 1)1} = (100 + 0,156)°C
= 100,156°C
= 1,56°C Jadi, larutan tersebut mendidih pada suhu
Jadi, kenaikan titik didih larutan sebesar 1,56°C. 100,156°C.
21. Jawaban: d 23. Jawaban: e
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan Oleh karena titik didih larutan elekrolit biner sama
Volume pelarut dianggap 1 L sehingga M ~ m. dengan titik didih larutan nonelektrolit maka
1) NaOH 0,2 M → elektrolit kuat (i = 2) kenaikan titik didih kedua larutan tersebut juga
n NaOH = M NaOH × 1 L = 0,2 mol sama.
Tf larutan = Tf pelarut – ΔTf Penurunan titik beku larutan nonelektrolit:
= 0 – (0,2 × Kf × 2) ΔTb = Kb × m
= –0,4 Kf = 0,52°C m–1 × 1 m
2) Na2S2O3 0,2 M → elektrolit kuat (i = 3) = 0,52°C
Tf larutan = Tf pelarut – ΔTf Penurunan titik beku elektrolit biner memiliki n = 2
= 0 – (0,2 × Kf × 3) ΔTb = m × Kb × i
= –0,6 Kf 0,52°C = 0,5 m × 0,52°C m–1 × {1 + (2 – 1)α}
3) KI 0,1 M → elektrolit kuat (i = 2) 0,52°C = 0,5 m × 0,52°C m–1 × (1 + α)
Tf larutan = Tf pelarut – ΔTf 0,52°C = 0,26°C × (1 + α)
= 0 – (0,1 × Kf × 2) 0,52°C
= –0,2 Kf (1 + α) = 0, 26°C
4) NaCl 0,3 M → elektrolit kuat (i = 2) 1+α=2
Tf larutan = Tf pelarut – ΔTf α=2–1=1
= 0 – (0,3 × Kf × 2) Jadi, derajat ionisasi larutan sebesar 1.
= –0,6 Kf
Jadi, larutan yang memiliki titik beku yang sama 24. Jawaban: a
yaitu larutan Na2S2O3 0,2 M dan NaCl 0,3 M i = 1 + (n – 1)α
ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). 3 = 1 + (n – 1)1
22. Jawaban: C n – 1= 2
Massa NaCl = 11,7 g n=3
Mr NaCl = 58,5 g mol–1 ΔTb = (101,5 – 100)°C = 1,5°C
Massa C12H22O11= 68,4 g massa 1.000
Mr C12H22O11 = 342 g mol–1 ΔTb = M × p
× Kb × i
r
Larutan NaCl merupakan larutan elektrolit kuat 18,8 1.000
(α = 1), sedangkan larutan C12H22O11 merupakan 1,5 = × 200 kg × 0,52°C m–1 × 3°C m–1
Mr
larutan noneletrolit (α = 0).
NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl–(aq), n = 2 M r = 97,76 ≈ 98 g mol–1
i=n=2 Dengan demikian, senyawa tersebut mempunyai
1.000 n = 3 dan Mr = 98.
ΔTb = {(nNaCl × i) + nC }× × Kf H2SO4; n = 3 dan Mr = 98 g mol–1
12H22O11 p
11,7 g 68, 4 g HNO3; n = 2 dan Mr = 63 g mol–1
= {( 58,5 g mol−1 × 2) + 342 g mol−1 } ×
NaOH; n = 2 dan Mr = 40 g mol–1
1.000 CaCl2; n = 3 dan Mr = 111 g mol–1
kg–1 × 0,52°C m–1
2.000 Ba(OH)2; n = 3 dan Mr = 171 g mol–1
Jadi, senyawa tersebut H2SO4.

Kimia Kelas XII 13


25. Jawaban: b 2 = 0,6 × Kb
Dari ilustrasi gambar tersebut, jumlah partikel zat 2
terlarut pada larutan A lebih banyak dibandingkan Kb = 0,6 = 3,33°C m–1
larutan B. Oleh karena itu, molalitas dan molaritas
larutan A lebih besar dibandingkan larutan B. Oleh 29. Jawaban: c
karena itu, titik beku larutan A lebih rendah P = Po × Xpelarut
dibandingkan larutan B, sedangkan titik didih Berdasarkan rumus tekanan uap larutan tersebut,
larutan A lebih tinggi dibandingkan larutan B. P (tekanan uap larutan) berbanding lurus dengan
Sementara itu, tekanan uap larutan A lebih rendah Xpelarut. Jadi, semakin besar fraksi mol zat pelarut
daripada larutan B. Adapun tekanan osmotik maka semakin besar tekanan uap larutan.
larutan A lebih tinggi daripada larutan B. Berdasarkan gambar, larutan yang memiliki
26. Jawaban: b tekanan uap larutan paling besar adalah gambar
ΔTf = 0 – (–0,28) = 0,28°C yang mengandung jumlah zat pelarut paling sedikit
yaitu gambar 3).
⎛ massa zat nonelektrolit 1.000 ⎞
ΔTf = ⎜ × ⎟ × Kf 30. Jawaban: b
⎝ Mr p ⎠
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
⎛ massa zat nonelektrolit 1.000
−1 ⎞
0,28 = ⎜⎜ 200 g mol −1 × 100 kg ⎟ = 102,08°C – 100°C
⎝ ⎠
= 2,08°C
× 1,86°C kg mol–1 ⎛ massa 1.000 ⎞
ΔTb = ⎜ × p ⎠
⎟ × Kb
massa = 3 g ⎝ Mr
Jadi, massa zat nonelektrolit tersebut sebanyak ⎛ 540 g 1.000 ⎞
3 gram. 2,08°C = ⎜⎜ 180 g mol−1 × kg −1 ⎟ × 0,52°C m–1
⎝ p ⎠
27. Jawaban: b p = 750 g
Penurunan tekanan uap sebanding dengan fraksi
mol zat terlarut: Pelarut ditambah 250 gram
ΔP = 2Po p = (750 + 250) gram
1 = 1.000 gram
Po = Xt × Po
2 ⎛ 540 g 1.000 ⎞
−1
1 ΔTb = ⎜⎜ 180 g mol−1 × 100 kg ⎟ × 0,52°C m–1
Xt = ⎝ ⎠
2
Jadi, penurunan tekanan uap larutan sama dengan = 1,56°C
1
kali tekanan uap jenuh pelarutnya. Jika fraksi Tb larutan = Tb pelarut + ΔTb
2 = 100°C + 1,56°C
mol zat terlarutnya 0,5.
= 101,56°C
28. Jawaban: d Jadi, setelah ditambah pelarut (air), titik didih
Asam benzoat merupakan larutan elektrolit lemah larutan mengalami penurunan menjadi 101,56°C.
C6H5COOH(aq) dgf C6H5COO–(aq) + H+(aq),
n=2
ΔTb = 102°C – 100°C = 2°C B . Uraian
ΔTb = m × Kb × i 1. Jawaban:
⎛ massa 1.000 ⎞ massa H 2O 146,8
2= ⎜ M × ⎟ × Kb × {1 + (n – 1)α} np = M H O = = 8,16 mol
⎝ r p ⎠ r 2 18 g mol−1
massa formamid 7
⎛ 6,1 g 1.000 ⎞ nt = M formamid = M formamid
2= ⎜⎜ × kg −1 ⎟ × Kb r r
⎝ 122 g mol−1 100 ⎠ ΔP = Po – P
× {1 + (2 – 1)0,2} = 31,8 mmHg – 31,2 mmHg = 0,6 mmHg

14 Sifat Koligatif Larutan


ΔP = Xt × Po massa C2H6O2 1.000
0,6 mmHg
m= 50 g mol −1 × 3.500 k g
Xt = 31,8 mmHg
ΔTf = 0°C – (–10°C) = 10°C
Xt = 0,019 ΔTf = Kf × m
nt ⎛ massa C H O2 1.000 ⎞
2 6
Xt = 10°C = ⎜⎜ 50 g mol−1 × 3.500 kg ⎟
np + nt
⎝ ⎠
Untuk larutan encer, harga nt sangat kecil dibanding-
kan np. Oleh karena itu, harga nt + np dapat dianggap × 1,86°C mol–1kg
sama dengan np saja sehingga:
massa C2 H 6O 2
nt 10 = 50 g
Xt =
np
7 massa C2H6O2 = 10 × 50 g = 500 g
M r formamid Jadi, massa etilen glikol sebanyak 500 g.
0,019 =
8,16 5. Massa (NH4)2SO4 = 64 g
7 Massa pelarut = 200 g
Mr formamid = (0,019)(8,16) = 45,15 g mol–1
Mr (NH4)2SO4 = (2 × Ar N) +(1 × Ar S) + (4 × Ar O)
Jadi, massa molekul formamid tersebut sebesar + (8 × Ar H)
45,15 g mol–1. = ((2 × 14) +(1 × 32) + (4 × 16)
2. Massa senyawa (H2CO)x = 65 gram + (8 × 1))
Massa air (pelarut) = 500 gram = (28) +(32) + (64) + (8)
= 32
Tblarutan = 100,416°C
(NH4)2SO4(aq) → 2NH+4(aq) + SO2– 4 (aq) (n = 3)
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut massa 1.000
= (100,416 – 100)°C m= M × p
r
66 g 1.000
= 0,416°C = 132 g mol−1 × 200 kg = 2,5 mol kg–1 = 2,5 m
ΔTb = m × Kb
⎛ massa 1.000 ⎞ a. Titik didih larutan (Tb):
0,416 = ⎜ M × ⎟
p ⎠ × Kb ΔTb = m × Kb × i
⎝ r
⎛ 24 1.000 ⎞ = m × Kb × (1 + (n – 1)α)
0,416°C = ⎜ M × ⎟
500 ⎠ × 0,52 = 2,5 m × 0,52°C m–1 × (1 + (3 – 1)0,9)
⎝ r
24 × 1.000 × 0,52 = 3,64°C
Mr = = 60
500 × 0, 416 Tb larutan = Tb pelarut – ΔTb
Mr (H2CO)x = 60 = 100°C + 3,64°C
((2 · Ar H) + Ar C + Ar O)x = 60 = 103,64°C
((2 × 1) + 12 + 16)x = 60 b. Titik beku larutan (Tf):
30x = 60 ΔTf = m × Kf × i
x=2 = m × Kf × (1 + (n – 1)α)
3. a. Fase G = padat = 2,5 m × 1,86°C m–1 × (1 + (3 – 1)0,9)
Fase H = cair = 13,02°C
Fase I = gas Tf larutan = Tf pelarut + ΔTf
b. Titik tripel = A
= 0°C – 13,02°C
c. Penurunan titik beku larutan D – C/D′ – C′.
= –13,02°C
d. Kenaikan titik didih larutan E – F/E′ – F′.
c. Tekanan osmotik (π)
4. Etilen glikol (C2H6O2) π = M×R×T×i
ρair = 1,0 g cm–3 = 1,0 g mL = M × R × T × (1 + (n – 1)α)
mair = 3.500 mL × 1,0 g mL–1 = 3.500 g = 2,5 mol L–1 × 0,082 L atm mol–1 K–1
× 300 K × (1 + (3 – 1)0,9)
= 172,2 atm

Kimia Kelas XII 15


6. a. Reaksi ionisasi zat terlarut: Fe2(SO4)3(aq) → 11,6 g 1.000
2Fe3+(aq) + 3SO2– 4 mol kg–1 = M × kg–1
4 (aq) r 50
b. Massa Fe2(SO4)3 = 4 gram 11.600 g kg −1
Mr = = 58 g mol–1
Massa air = 50 gram 4 mol kg −1 × 50
α = 60% Menentukan x dari rumus CxHyOz.
n=5 x Ar C
62,07% = × 100%
ΔTf = m × Kf × i 58
⎛ massa 1.000 ⎞ x(12)
= ⎜ M × ⎟ 62,07% = × 100%
⎝ r p ⎠ × Kf × (1 + (n – 1)α) 58
⎛ 4g 1.000 ⎞ x=3
= ⎜⎜ −1 ×
kg −1 ⎟ × 1,86°C m–1
⎝ 400 g mol 50 ⎠ Menentukan y dari rumus CxHyOz.
× (1 + (5 – 1)0,6) y Ar H
10,34 = × 100%
= 1,26°C 58
Tf larutan = Tf pelarut – ΔTf y (1)
10,34 = × 100%
58
= (0 – 1,26)°C
= –1,26°C y =6
7. ΔTb = (100,416 – 100)°C Menentukan z dari rumus CxHyOz.
= 0,416°C %Z = 100% – (62,07 + 10,34)%
= 100% – 72,41%
Misal: massa glukosa = x gram
massa urea = (27 – x) gram = 27,59%
z Ar O
⎧⎪⎛ massa glukosa 1.000 ⎞ ⎫ 27,59% = × 100%
ΔTb = ⎨⎜ × p ⎠
⎟ × Kb ⎬ 58
⎪⎩⎝ M r glukosa ⎭
z (16)
⎪⎧⎛ massa urea 1.000 ⎞ ⎫ 27,59% = × 100%
+ ⎨⎜
M urea × p ⎟ × Kb ⎬ 58
⎩⎪⎝ r ⎠ ⎭
x 27 − x 1.000 z=1
0,416 = {( )+( )} × × 0,52 Jadi, rumus molekul zat organik tersebut adalah
180 60 250
x + 81 − 3x C3H6O.
0,416 = × 2,08
180 9. T = 27°C = 300 K
74,88 = –4,16x + 168,48 massa sukrosa 1.000
4,16x = 93,6 n = M r sukrosa × ×R×T
V
x = 22,5 gram
5g 1.000
Massa glukosa = x = 22,5 gram = × × 0,082 L atm mol–1K–1
342 g mol−1 500 L
Massa urea = (27 – x) = 27 – 22,5 = 4,5 gram
Massa glukosa : urea = 22,5 : 4,5 = 5 : 1 × 300 K
Jadi, perbandingan antara massa glukosa dan urea = 0,72 atm
adalah 5 : 1. Jadi, tekanan osmotik larutan sukrosa 0,72 atm.
8. Rumus umum senyawa organik CxHyOz. 10. Larutan hipertonik (α = 0,6) merupakan larutan
ΔTb = Tb pelarut – Tb pelarut yang memiliki tekanan osmotik lebih tinggi.
Larutan HNO3 0,5 M → elektrolit kuat (α = 1)
= 102,08°C – 100°C = 2,08°C HNO3(aq) ⎯→ H+(aq) + NO–3(aq), n = 1 = 2
ΔTb = m × Kb π =M×R×T×i
2,08 = m × 0,52 π = 0,5 × R × T × {1 + (2 – 1)1}
m = 4 molal π = RT
massa 1.000
m= M × p
r

16 Sifat Koligatif Larutan


a. HCl 0,4 M → elektrolit kuat (α = 1) c. H3PO4 0,3 M → elektrolit lemah (α = 0,6)
HCl(aq) ⎯→ H+(aq) + Cl–(aq), n = 2 H3PO4(aq) dgf 3H+(aq) + PO3– 4 (aq), n = 4
π =M×R×T×i π =M×R×T×i
π = 0,46 × R × T × {1 + (2 – 1)1} π = 0,3× R × T × {1 + (4 – 1)0,6}
π = 0,80 RT π = 0,84 RT
b. KOH 0,2 M → elektrolit kuat (α = 1) d. H2SO4 0,5 M → elektrolit kuat (α = 1)
KOH(aq) ⎯→ K+(aq) + OH–(aq), n = 2 H2SO4(aq) ⎯→ 2H+(aq) + SO2– 4 (aq), n = 3
π =M×R×T×i π =M×R×T×i
π = 0,26× R × T × {1 + (2 – 1)1} π = 0,5× R × T × {1 + (3 – 1)1}
π = 0,40 RT π = 1,50 RT
Jadi, larutan yang hipertonik dengan larutan HNO3
0,5 M adalah larutan H2SO4 0,5 M.

Kimia Kelas XII 17


1. Peserta didik mampu menyeterakan persamaan reaksi redoks dengan bilangan oksidasi dan setengah reaksi (ion elektron)
dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca.
2. Peserta didik mampu menjelaskan susunan, fungsi setiap bagian, dan penerapan sel Volta dalam kehidupan sehari-hari dengan
benar setelah melakukan kegiatan membaca.
3. Peserta didik mampu menghitung potensial sel Volta berdasarkan data potensial standar dengan tepat.
4. Peserta didik mampu menentukan urutan daya reduksi logam dengan benar setelah melakukan kegiatan praktikum.
5. Perserta didik mampu merancang percobaan sel Volta menggunakan bahan-bahan di sekitar dengan benar setelah melakukan
kegiatan diskusi.
6. Peserta didik mampu menerapkan stoikiometri reaksi redoks dan hukum Faraday dengan tepat untuk menghitung besaran-
besaran yang terkait sel elektrolisis.
7. Peserta didik mampu menyajikan rancangan prosedur penyepuhan benda-benda dari logam dengan ketebalan lapisan dan luas
tertentu dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi dan praktikum.
8. Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi korosi dan cara pencegahannya dengan benar setelah
melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
9. Peserta didik mampu menyajikan laporan cara mencegah dan mengatasi terjadinya korosi dengan benar setelah melakukan
kegiatan membaca.

Reaksi Redoks dan Elektrokimia


mencakup

Persamaan Reaksi Reduksi-Oksidasi Sel Elektrokimia Korosi


(Redoks)
meliputi meliputi
meliputi Faktor-Faktor yang
Reaksi Redoks Spontan Memengaruhi Korosi
Penentuan Bilangan Oksidasi dan Tidak Spontan
disebabkan oleh

Penyetaraan Persamaan Sel Volta atau Sel Galvani Air


Reaksi Redoks
Sel Elektrolisis dan Udara
metode
Reaksi-Reaksi di Dalam-
Bilangan Oksidasi nya Elektrolit

Setengah Reaksi Hukum Faraday dan Cara Pencegahan Korosi


Penerapannya
meliputi
Perlindungan Mekanis

Perlindungan
Elektrokimia

• Reaksi Redoks • Autoredoks • Elektrode • Sel Elektrolisis


• Bilangan Oksidasi • Sel Volta • Katode • Hukum Faraday
• Oksidator • Jembatan Garam • Anode • Korosi
• Reduktor • Potensial Reduksi Standar • Potensial Sel • Elektrolit

18 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: d
Unsur klor dalam senyawa tidak dapat mengalami
1. Jawaban: c
reaksi disproporsionasi apabila memiliki bilangan
1) MnO2 → MnO4–
oksidasi –1 (minimal) atau +7 (maksimal).
+4 –2 +7 –2
Pada ion ClO–
oksidasi
biloks ClO– = (1 × biloks Cl) + (1 × biloks O)
Reaksi tersebut merupakan reaksi oksidasi –1 = (1 × biloks Cl) + (1 × (–2))
karena atom Mn mengalami kenaikan –1 = biloks Cl + (–2)
bilangan oksidasi dari +4 menjadi +7. biloks Cl = +1
7 → Cr
2) Cr2O2– 3+
Pada ion ClO–3
+6 –2 +3 bilok ClO–3 = (1 × biloks Cl) + (3 × biloks O)
reduksi –1 = (1 × biloks Cl) + (3 × (–2))
Reaksi tersebut merupakan reaksi reduksi –1 =biloks Cl + (–6)
karena atom Cr mengalami penurunan biloks Cl = +5
bilangan oksidasi dari +6 menjadi +3. Pada ion ClO4–
3) Cl2 + 2e– → 2Cl– biloks ClO4– = (1 × biloks Cl) + (4 × biloks O)
Reaksi tersebut merupakan reaksi reduksi –1 = (1 × biloks Cl) + (4 × (–2))
karena terjadi penangkapan elektron. –1 = biloks Cl + (–8)
biloks Cl = +7
4 → 2CO2
4) C2O2–
Biloks Cl pada ion Cl– adalah –1.
+3 –2 +4 –2
Jadi, unsur Cl yang tidak dapat mengalami reaksi
oksidasi disproporsionasi (autoredoks) terdapat pada ion
Reaksi tersebut merupakan reaksi oksidasi ClO4– dan Cl–.
karena atom C mengalami kenaikan bilangan 4. Jawaban: a
oksidasi dari +3 menjadi +4. 3H2S(g) + 2HNO3(aq) → 2NO(g) + 3S(s) + 4H2O(A)
Jadi, pasangan reaksi oksidasi ditunjukkan oleh +1 –2 +1 +5 –2 +2 –2 0 +1 –2
angka 1) dan 4). oksidasi

2. Jawaban: b reduksi

2NaCl(aq) + 2H2O(A) → Cl2(g) + H2(g) + 2NaOH(aq) Pada reaksi tersebut H2S merupakan reduktor
+1 –1 +1 –2 0 0 +1 –2 +1
karena mengalami reaksi oksidasi (atom S
oksidasi mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari –2
reduksi menjadi 0). HNO3 merupakan oksidator karena
mengalami reaksi reduksi (atom N mengalami
Zat yang bertindak sebagai oksidator adalah H2O penurunan bilangan oksidasi dari +5 menjadi +2).
karena mengalami reduksi atau mengalami NO merupakan hasil reduksi, sedangkan S
penurunan bilangan oksidasi. Atom H mengalami merupakan hasil oksidasi. Bilangan oksidasi atom
penurunan bilangan oksidasi dari +1 menjadi 0. H tidak mengalami perubahan.
Bilangan oksidasi dari zat oksidator sebesar +1.
Zat yang berindak sebagai reduktor adalah NaCl 5. Jawaban: e
karena mengalami oksidasi atau mengalami 3I2(s) + 6KOH(aq) → 5KI(aq) + KIO3(aq) + 3H2O(A)
0 +1 –2 +1 +1 –1 +1 +5 –2 +1 –2
kenaikan bilangan oksidasi. Atom Cl mengalami
kenaikan bilangan oksidasi dari –1 menjadi 0. naik 5

Bilangan oksidasi dari zat reduktor sebesar –1. turun 1


Hasil reduksi adalah H2 dan hasil oksidasi adalah
Cl2.

Kimia Kelas XII 19


Biloks I2 turun 1 satuan (I2 → KI) dan naik 5 Reaksi tersebut merupakan reaksi konpro-
satuan (I2 → KIO3) sehingga jumlah elektron yang porsionasi karena hasil reduksi dan hasil
terlibat dalam reaksi redoks adalah hasil kali oksidasinya berapa zat yang sama yaitu I2.
perubahan biloks tersebut. Jumlah mol elektron 2) Fe2O3 + 2Al → Al2O3 + 2Fe
= 1 × 5 = 5. +3 –2 0 +3 –2 0
Jumlah mol zat dan jumlah mol elektron oksidasi
sebanding dengan koefisien masing-masing.
reduksi
Jumlah mol elektron : jumlah mol I2 = koefisien
elektron : koefisien I2. Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks
Jumlah mol elektron : 1,5 = 5 : 3. karena zat oksidator dan reduktornya
5 berbeda.
Jumlah mol elektron = 3 × 1,5
3) Pb(NO3)2 + 2KI → PbI2 + 2KNO3
= 2,5 mol +2 +5 –2 +1 –1 +2 –1 +1 +5 –2
Jadi, mol elektron yang terlibat adalah 2,5 mol. Reaksi tersebut bukan reaksi redoks karena
6. Jawaban: c pada reaksi tersebut tidak terdapat atom yang
1) Ion MnO4– mengalami perubahan bilangan oksidasi.
biloks MnO4– = (1 × biloks Mn) + (4 × biloks O) 4) 3I2 + 6NaOH → 5 NaI + NaIO3 + 3H2O
–1 = (1 × biloks Mn) + 4 × (–2)) 0 +1 –2 +1 +1–1 +1+5–2 +1 –2
–1 = biloks Mn + (–8) reduksi
biloks Mn = +7
oksidasi
2) Ion AsO33–
biloks AsO33– = (1 × biloks As) + (3 × biloks O) Reaksi tersebut merupakan reaksi autoredoks
–3 = (1 × biloks As) + (3 × (–2)) karena oksidator dan reduktornya berupa zat
–3 = biloks As + (–6) yang sama yaitu I2.
biloks Sb = +3 5) Na2CO3 + H2SO4 → Na2SO4 + H2 + CO2
3) Ion SbO43– +1 +4–2 +1+6–2 +1 +6–2 0 +4–2
biloks SbO43–
= (1 × biloks Sb) + (4 × biloks O)
–3 = (1 × biloks Sb) + (4 × (–2)) reduksi
–3 = biloks Sb + (–8) Reaksi tersebut bukan reaksi redoks karena
biloks Sb = +5 pada reaksi tersebut hanya terdapat penurun-
4) Ion Cr2O72– an bilangan oksidasi (reaksi reduksi).
biloks Cr2O72– = (2 × biloks Cr) + (7 × biloks O) 8. Jawaban: d
–2 = (2 × biloks Cr) + (7 × (–2)) Sn(aq) + aHNO3(aq) → bSnO2(s) + cNO2(g) + dH2O(A)
–2 = (2 × biloks Cr) + (–14) 0 +1+5–2 +4 –2 +4–2 +1 –2
2 × biloks Cr = +12 Menyamakan jumlah atom yang mengalami
+12 perubahan biloks:
biloks Cr = 2 = +6 Sn(aq) + aHNO3(aq) → bSnO2(s) + cNO2(g) + dH2O(A)
0 +1+5–2 +4 –2 +4–2 +1 –2
5) Ion Fe(CN)63–
naik 4 (× 1)
biloks Fe(CN)63– = (1 × biloks Fe) + (6 × biloks CN)
–3 = (1 × biloks Fe) + (6 × (–1)) turun 1 (× 4)

–3 = biloks Fe + (–6) Sehingga menjadi:


biloks Fe = +3 Sn(s) + 4HNO3(aq) → SnO2(s) + 4NO2(g)
Jadi, unsur logam yang mempunyai bilangan Menyamakan koefisien.
oksidasi +5 terdapat pada ion SbO3–
4 . Sn(s) + 4HNO3(aq) → SnO2(s) + 4NO2(g) +
7. Jawaban: d 2H2O(A)
1) HIO3 + 5HI → 3I2 + 3H2O Jadi, koefisien a = 4, b = 1, c = 4, dan d = 2.
+1+5–2 +1–1 0 +1 –2
reduksi
oksidasi

20 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


9. Jawaban: a 2. a. K 2 MnO4
7 (aq) + AsO3 (aq) → Cr (aq) + AsO4 (aq)
Cr2O2– 3– 3+ 3–
Biloks K 2 MnO4 = (2 × biloks K)
+6 –2 +3 –2 +3 +5 –2
+ (1 × biloks Mn)
Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks yang
+ (4 × biloks O)
berlangsung dalam suasana asam.
0 = (1 × (+1)) + biloks Mn
7 +14H + 6e → 2Cr + 7H2O
: Cr2O2–
Reduksi + – 3+ (× 1)
+ (4 × (–2))
Oksidasi : AsO33– + H2O → AsO43– + 2H+ + 2e– (× 3) 0 = 1 + biloks Mn – 8
Sehingga menjadi: biloks Mn = +7
7 +14H + 6e → 2Cr + 7H2O
Reduksi : Cr2O2– + – 3+
2−
b. CrO 4
Oksidasi : 3AsO33– + 3H2O → 3AsO43– + 6H+ + 6e–
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Biloks CrO 24− = (1 × biloks Cr) + (4 × biloks O)
7 + 8H + 3AsO3 → 2Cr + 4H2O + 3AsO4
Redoks : Cr2O2– + 3– 3+ 3–
–2 = biloks Cr + (4 × (–2))
Jadi, perbandingan mol ion Cr2O72– dengan AsO43– –2 = biloks Cr – 8
adalah 1 : 3. biloks Cr = +6
10. Jawaban: c c. H 2 CO4
2PH3(g) + 4O2(g) → P2O5(s) + 3H2O(g) Biloks H2C2O4 = (2 × biloks H)
–3 +1 0 +5 –2 +1 –2 + (2 × biloks C)
oksidasi + (4 × biloks O)
reduksi 0 = (2 × (+1)) + (2 × biloks C)
+ (4 × (–2))
Zat pereduksi adalah zat yang mengalami 0 = 2 + (2 × biloks C) – 8
oksidasi. Berdasarkan reaksi tersebut PH 3 2 × biloks C = +6
merupakan zat pereduksi karena fasfor (P) biloks C = +3
mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari –3 d. Fe2 (SO4 )3
menjadi +5. Sementara itu, O 2 sebagai zat Fe2 (SO4 )3 → 2Fe3+ + 3SO2– 4
pengoksidasi karena mengalami penurunan
bilangan oksidasi dari 0 menjadi –2. Adapun hasil Biloks SO 24− = (1 × biloks S) + (4 × biloks O)
reduksi adalah H2O dan hasil oksidasi adalah –2 = biloks S + (4 × (–2))
P2O5. –2 = biloks S – 8
biloks S = +6
B. Uraian
3. Reaksi:
1. a. 3Cu(s) + 8HNO3(aq) → 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO2(g) + 2H2O(A)
7 (aq) → Fe (aq) + 2Cr (aq)
Fe2+(aq) + Cr2O2– 3+ 3+
0 +1 +5 –2 +2 +5 –2 +4 –2 +1 –2
+2 +6 –2 +3 +3
oksidasi
Reduksi : Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) + 6e– → 2Cr3+(aq)
reduksi + 7H2O(A) (× 1)
Bilangan oksidasi Cu berubah dari 0 menjadi Oksidasi: Fe2+(aq) → Fe3+(aq) + e– (× 6)
+5. sehingga menjadi:
Bilangan oksidasi N berubah dari +5 menjadi
7 (aq) + 14H (aq) + 6e →
Reduksi : Cr 2 O 2– + –
+4. 3+
2Cr (aq) + 7H2O(A)
b. Zat yang bertindak sebagai reduktor adalah Oksidasi: 6Fe2+(aq) → 6Fe3+(aq) + 6e–
Cu karena mengalami oksidasi atau –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Zat Redoks : 6Fe2+(aq) + Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) →
yang bertindak sebagai oksidator adalah 6Fe3+(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O(A)
HNO 3 karena mengalami reduksi atau
Berdasarkan reaksi di atas dapat diketahui bahwa
mengalami penurunan bilangan oksidasi.
perbandingan antara koefisien Fe2+ dan Cr2O72–
Hasil reduksi adalah NO2 dan hasil oksidasi
adalah 6 : 1 sehingga setiap 1 mol Cr2O72– dapat
adalah Cu(NO3)2.
mengoksidasi 6 mol Fe2+.

Kimia Kelas XII 21


4. MnO4– + Cl– → Mn2+ + Cl2 (suasana asam) 5. a. Metode setengah reaksi
+7 –2 –1 +2 0 Reduksi : ClO– + H2O → Cl– + 2OH–
Reduksi : MnO–4 + 8H+ + 5e– → Mn2+ + 4H2O (× 2) Oksidasi : Bi2O3 + 6OH– → 2BiO–3 + 3H2O
Oksidasi : 2Cl– → Cl2 + 2e– (× 5) muatan disamakan sehingga menjadi:
sehingga menjadi: Reduksi : ClO– + H2O + 2e– → Cl– + 2OH– (× 2)
Reduksi : 2MnO–4 + 16H+ + 10e– → 2Mn2+ + 8H2O Oksidasi : Bi2O3 + 6OH– → 2BiO–3 + 3H2O + 4e– (× 1)
Oksidasi : 10Cl– → 5Cl2 + 10e– ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Redoks : 2ClO– + 2H2O + 4e– + Bi2O3 + 6OH– →
Redoks : 2MnO4– + 16H+ + 10Cl– → 2Mn2+ + 8H2O 2Cl– + 4OH– + 2Bi2O–3 + 3H2O + 4e–
+ 5Cl2 Jadi, reaksi redoks yang setara:
56 Bi2O3 + 2ClO– + 2OH– → 2BiO–3 + 2Cl– +H2O
nCl2 = 22, 4 = 2,5 mol b. Metode bilangan oksidasi
nKMnO4 = nMnO4– Bi2O3 + ClO– → 2BiO–3 + Cl–
2 +6 +1 –2 +10 –2 –1
= 5 × nCl2
naik 4 × 1
2 turun 2 × 2
= 5 × 2,5 mol
= 1 mol Sehingga menjadi:
Massa KMnO4 yang dibutuhkan Bi2O3 + 2ClO– → 2BiO–3 + 2Cl–
= nKMnO4 × Mr KMnO4 Setarakan muatan dengan menambah OH–.
= 1 mol × 158 g mol–1 Bi2O3 + 2ClO– +2OH– → 2BiO–3 + 2Cl–
= 158 gram Samakan H dengan menambahkan H2O.
Jadi, massa KMnO4 yang dibutuhkan sebanyak Bi2O3 + 2ClO– + 2OH– → 2BiO–3 + 2Cl– +
158 gram. H2O

A. Pilihan Ganda 4) 2Ag(s) + Cu2+(aq) → 2Ag+(aq) + Cu(s)


Reduksi : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) E° = +0,34 V (× 1)
1. Jawaban: a Oksidasi : Ag(s) → Ag+(aq) + e– E° = –0,80 V (× 2)
Reaksi yang dapat berlangsung spontan adalah ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Redoks : 2Ag(s) + Cu2+(aq) → 2Ag+ + Cu(s)
reaksi yang memiliki harga E° sel > 0.
E°sel = –0,46 V
1) 2Al(s) + 3Mn2+(aq) → 2Al3+(aq) + 3Mn(s)
Reduksi : Mn2+(aq) + 2e– → Mn(s) E° = –1,20 V (× 3) 5) Cu(s) + Mn2+(aq) → Cu2+(aq) + Mn(s)
Oksidasi : Al(s) → Al3+(aq) + 3e– E° = +1,66 V (× 2) Reduksi : Mn2+(aq) + 2e– → Mn(s) E° = –1,20 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Oksidasi : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e– E° = –0,34 V
Redoks : 2Al(s) + 3Mn2+(aq) → 2Al3+(aq) + 3Mn(s) ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
E°sel = +0,46 V Redoks : Cu(s) + Mn2+(aq) → Cu2+(aq) + Mn(s)
E°sel = –1,54 V
2) Cu(s) + Zn (aq) → Cu (aq) + Zn(s)
2+ 2+
Reduksi : Zn2+(aq) + 2e– → Zn(s) E° = –0,76 V Jadi, reaksi yang berlangsung secara spontan
Oksidasi : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e– E° = –0,34 V adalah 2Al(s) + 3Mn2+(aq) → 2Al3+(aq) + 3Mn(s).
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Redoks : Cu(s) + Zn2+(aq) → Cu2+(aq) + Zn(s) 2. Jawaban: c
E°sel = –1,1 V Diketahui notasi sel Sn | Sn2+ || Ag+ | Ag. Ber-
3) 3Zn(s) + 2Al (aq) → 3Zn (aq) + 2Al(s)
3+ 2+
dasarkan notasi sel tersebut dapat diketahui bahwa
Reduksi : Al3+(aq) + 3e– → Al(s) E° = –1,66 V (× 2)
Oksidasi : Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e– E° = +0,76 V (× 3)
timah (Sn) mengalami oksidasi (sebagai anode),
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– sedangkan perak (Ag) mengalami reduksi
Redoks : 3Zn(s) + ZAl3+(aq) → 3Zn2+(aq) + 2Al(s) (sebagai katode).
E°sel = –0,9 V

22 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


E°sel= E°katode – E°anode = E°Ag – E°Sn Anode : 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e–
0,94 = 0,80 – E°Sn Pada elektrolisis tersebut dihasilkan endapan
kalium di katode dan gas klorin di anode.
E°Sn = 0,80 – 0,94
Jadi, zat yang menghasilkan gas pada kedua
= –0,14 volt
elektrodenya ketika dielektrolisis adalah larutan
Jadi, harga potensial reduksi dari Sn2+ + 2e– →
NaCl.
Sn adalah –0,14 volt.
4. Jawaban: d
3. Jawaban: c
Pada sel Volta katode merupakan kutub positif
1) Pada elektrolisis larutan AgNO3 mengguna-
(+) dan anode merupakan kutub negatif (–).
kan elektrode karbon (inert), ion Ag+ akan
Reaksi yang terjadi pada sel Volta:
tereduksi di katode, sedangkan air akan
Katode (reduksi) : Ag+ + e– → Ag (× 3)
teroksidasi di anode (ion NO3– merupakan
Anode (oksidasi) : Cr → Cr + 3e– (× 1)
ion sisa asam oksi). –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Katode : Ag+(aq) + e– → Ag(s) Reaksi sel (redoks) 3Ag+ + Cr → 3Ag + Cr3+
Anode : 2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e– Jadi, diagram sel adalah Cr | Cr3+ || Ag+ | Ag.
Pada elektrolisis tersebut dihasilkan endapan
perak di katode dan gas oksigen di anode. 5. Jawaban: c
2) Pada elektrolisis larutan CuSO4 mengguna- Pada elektrolisis cairan KCl dengan elektrode
kan elektrode karbon (inert), ion Cu2+ akan noninert (Ni), K+ direduksi di katode sedangkan
tereduksi di katode, sedangkan air akan di anode yang mengalami oksidasi adalah
teroksidasi di anode (ion SO42– merupakan elektrodanya (Ni).
ion sisa asam oksi). Reaksi sel elektrolisisnya sebagai berikut.
Katode : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) Katode : K+(A) + e– → K(s)
Anode : 2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e– Anode : Ni(s) → Ni2+(aq) + 2e–
Pada elektrolisis tersebut dihasilkan endapan Jadi, reaksi yang terjadi anode adalah Ni(s) →
tembaga di katode dan gas oksigen di anode. Ni2+(aq) + 2e–.
3) Pada elektrolisis larutan NaCl menggunakan
elektrode karbon (inert), air akan tereduksi 6. Jawaban: b
di katode (ion Na+ merupakan ion logam Pada elektrolisis larutan CdSO4 menggunakan
aktif), sedangkan ion Cl– akan teroksidasi elektrode karbon (inert), ion Cd2+ akan tereduksi
di anode. di katode, sedangkan air akan teroksidasi di
Katode : 2H 2O(A) + 2e – → 2OH –(aq) + anode (ion SO42– merupakan ion sisa asam oksi).
H2(g) Katode : Cd2+(aq) + 2e– → Cd(s)
Anode : 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e– Anode : 2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
Pada elektrolisis tersebut dihasilkan gas Setelah disetarakan menjadi:
hidrogen di katode dan gas klorin di anode. Katode : 2Cd2+(aq) + 4e– → 2Cd(s)
4) Pada elektrolisis lelehan MgO menggunakan Anode : 2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
elektrode karbon (inert), ion Mg2+ akan Volume gas O2 yang dihasilkan pada STP 280
tereduksi di katode sedangkan ion O2– akan mL = 0,28 L.
teroksidasi di anode. V
mol O2 (nO ) = 22, 4
Katode : Mg2+(A) + 2e– → Mg(s) 2

Anode : 2O2–(aq) → O2(g) + 4e– 0,28 L


Pada elektrolisis tersebut dihasilkan endapan = 22,4 L mol −1
magnesium di katode dan gas oksigen di
= 0,0125 mol
anode.
Perbandingan mol = perbandingan koefisien
5) Pada elektrolisis lelehan KCl menggunakan
elektrode karbon (inert), ion K + akan 4
ne– = 1 × 0,0125 mol = 0,05 mol
tereduksi di katode, sedangkan ion Cl– akan
teroksidasi di anode. 2
nCd = 4 × 0,05 mol = 0,025 mol
Katode : K+(A) + e– → K(s)

Kimia Kelas XII 23


Massa Cd = mol × Ar Cd 4
= 0,025 × 112 F = mol e– = 1 × 0,5 mol = 2 mol
= 2,8 gram q = 2 × 96.500 = 193.300 C
Jadi, massa endapan yang diperoleh di katode Jadi, muatan listrik yang dialirkan sebesar
sebanyak 2,8 gram. 193.000 C.
7. Jawaban: b 9. Jawaban: c
1) Pada elektrolisis larutan NaCl dengan Reaksi sel elektrolisis:
elektrode C (inert), air akan tereduksi di Katode (–) : 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
katode (ion Na+ merupakan ion logam aktif),
Anode (+) : 2H2O(A) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e–
sedangkan ion Cl– akan teroksidasi di anode.
Di katode terjadi reduksi air (H2O), berarti larutan
NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl–(aq)
mengandung kation golongan IA, IIA, Al3+, atau
Katode: 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Mn2+. Di anode terjadi oksidasi air (H2O), berarti
Anode : 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e–
elektrodenya inert (C, Pt, dan Au) dan anionnya
Pada anode terbentuk gas klorin (Cl2).
mengandung unsur O.
2) Pada elektrolisis larutan CuSO 4 dengan
Jadi, berdasarkan gambar sel elektrolisis tersebut
elektrode Cu (tidak inert), ion Cu2+ akan
kemungkinan larutan yang digunakan adalah
tereduksi di katode, sedangkan elektrode Cu
BaSO4 atau KNO3. Akan tetapi, pada larutan
akan teroksidasi di anode.
KNO3 digunakan elektrode tidak inert (selain C,
CuSO4(aq) → Cu2+(aq) + SO42–(aq)
Pt, dan Au) pada anodenya. Dengan demikian,
Katode: Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) gambar sel elektrolisis yang tepat menunjukkan
Anode : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e– reaksi tersebut adalah opsi c.
Pada anode tidak terbentuk gas.
10. Jawaban: c
3) Pada elektrolisis larutan Ba(OH)2 dengan
elektrode Pt (inert), air akan tereduksi di wNi = 1,2 gram
katode (ion Ba2+ merupakan ion logam aktif), Ar Ni = 59 g mol–1
sedangkan ion OH– akan teroksidasi di anode. Ar Zn = 65 g mol–1
Ba(OH)2(aq) → Ba2+(aq) + 2OH–(aq) r A Zn 65
eZn = Valensi = 2 = 32,5
Katode: 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g) Zn
Anode : 4OH–(aq) → 2H2O(A) + O2(g) + 4e– r A Ni
eNi = Valensi
59
= 2 = 29,5
Pada anode terbentuk gas oksigen (O2). Ni
4) Pada elektrolisis larutan AgNO 3 dengan wZn wNi
e Zn = eNi
elektrode Ag (tidak inert), ion Ag+ akan
tereduksi di katode, sedangkan elektrode Ag wZn 1,2
32,5
= 29,5
akan teroksidasi di anode.
AgNO3(aq) → Ag+(aq) + NO3–(aq) 32,5 × 1, 2
wZn = 29,5
= 1,32 gram
Katode: Ag+(aq) + e– → Ag(s)
Jadi, logam seng (Zn) yang mengendap sebanyak
Anode : Ag(s) → Ag+(aq) + e–
1,32 gram.
Pada anode tidak terbentuk gas
Jadi, anode yang menghasilkan gas terdapat pada B. Uraian
sel elektrolisis 1) dan 3).
1. Reaksi sel: 3Sn2+ + Al → 3Sn + 2Al3+
8. Jawaban: a E°sel = E°katode – E°anode
Reaksi elektrolisis air (H2O) sebagai berikut.
Reaksi oksidasi di anode, sedangkan reaksi
Katode : 2H2O(A) + 2e– → H2(g) + 2)H–(aq) reduksi di katode.
Anode : 2H2O(A) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e– Esel = E°sel2+ | Sn + E°sel3+ | Al
Volume O2 (STP) = 11,2 L = –0,14 V – (–1,66) V
V 11,2 L = +1, 52 V
Mol O2 = 22, 4 = 22,4 L mol −1 = 0,5 mol
Jadi, potensial sel reaksinya sebesar +1,52 V.

24 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


2. a. Li | Li+ || Zn2+ | Zn E°sel = +2,24 V pH = 14 – pOH
(tetap) = 14 – (1 – log 2)
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +1,10 V (tetap) = 13 + log 2
sehingga menjadi: Jadi, volume gas H2 yang dihasilkan sebanyak
Li | Li+ || Zn2+ | Zn E°sel = +2,24 V 2,24 L, volume gas O2 sebanyak 1,12 L, dan pH
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +1,10 V larutan setelah dielektrolisis adalah 13 + log 2.
––––––––––––––––––––––––––––––– +
4. massa Au = 3,94 gram
Li | Li+ || Cu2+ | Cu E°sel = +3,34 V
waktu (t) = 30 menit = 1.800 sekon
b. Mg | Mg2+ || Zn2+ | ZnE°sel = +1,61 V (tetap) Ar Au = 197 g mol–1
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +1,10 V (tetap)
Elektrolisis larutan AuCl3 menggunakan elektrode
sehingga menjadi:
karbon (inert).
Mg | Mg2+ || Zn2+ | ZnE°sel = +1,61 V
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +1,10 V AuCl3(aq) → Au3+(aq) + 3Cl–(aq)
––––––––––––––––––––––––––––––– + Ion Au3+ akan tereduksi di katode, sedangkan ion
Mg | Mg2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +2,71 V Cl– akan teroksidasi di anode.
c. Mg | Mg2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +2,71 V (tetap) Reduksi : Au3+(aq) + 3e– → Au(s)
Fe | Fe2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +0,78 V (dibalik) Oksidasi : 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e–
sehingga menjadi:
Jumlah elektron disamakan sehingga menjadi:
Mg | Mg2+ || Cu2+ | Cu E°sel = +2,71 V
Cu | Cu2+ || Fe2+ | Fe E°sel = –0,78 V Reduksi : 2Au3+(aq) + 6e– → 2Au(s)
––––––––––––––––––––––––––––––– + Oksidasi : 6Cl–(aq) → 3Cl2(g) + 6e–
Mg | Mg2+ || Fe2+ | Fe E°sel = +1,93 V massa Au
nAu = Ar Au
3. Reaksi elektrolisis larutan Na2SO4:
Katode (–) : 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g) 3,94 g
= 197 g mol −1
Anode (+) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
F = 0,2 mol = mol elektron = 0,02 mol
Menentukan mol H2 (gas di katode) dan mol O2 6
nelektron = 2 × nAu
(gas di anode) melalui perbandingan koefisien
6
dengan mol e–. = 2 × 0,02 mol
1 = 0,06 mol
nH = 2 × 0,2 = 0,1 mol
2
nelektron =F
1 = 0,06
nO = 4
× 0,2 = 0,05 mol
2
i ×t
a. Volume H2 (gas di katode) dan mol O2 (gas F = 96.500
di anode)
i × 1.800
VH = n × 22,4 = 0,1 × 22,4 = 2,24 L 0,06 = 96.500
2
VO = n × 22,4 = 0,05 × 22,4 = 1,12 L
2 0,06 × 96.500
b. pH larutan (menentukan mol OH– melalui i= 1.800
perbandingan koefisien dengan mol e–) = 3,22 ampere
2 3
nOH– = × 0,2 = 0,2 mol nCl2 = × nelektron
2 6
3
n 0,2 mol = × 0,06 mol
[OH–] = V = 1 L = 2 × 10–1 M 6
= 0,03 mol
pOH = –log [OH–]
= –log 2 × 10–1
= 1 – log 2

Kimia Kelas XII 25


Volume gas Cl2 pada STP e×i ×t
= nCl2 × 22,4 L mol–1 wAg = 96.500
= 0,03 mol × 22,4 L mol–1 108 × 10 × 600
= 0,672 liter = 96.500
Jadi, kuat arus yang digunakan sebesar 3,22 A dan = 6,72 gram
volume gas yang dihasilkan sebanyak 0,672 L. Volume lapisan perak yang dihasilkan
5. t = 10 menit = 600 detik massa
tebal lapisan perak = 0,03 cm = massa jenis
i = 10 A
6,72 g
massa jenis perak = 10,5 g cm–3 = 10,5 g cm −3
Ar Ag
eAg = valensi Ag = 0,64 cm3
Volume lapisan perak = luas permukaan x tebal
108
= 1 volume 0,64 cm3
Luas permukaan = tebal = 0,03 cm = 21,33 cm2
= 108
Jadi, massa perak yang digunakan 6,72 gram dan
luas permukaan yang dihasilkan adalah 21,33 cm2.

A. Pilihan Ganda besar daripada E° paku besi (Fe) maka paku besi
yang teroksidasi (mengalami korosi). Berdasarkan
1. Jawaban: b
Pada proses perkaratan besi, salah satu bagian deret volta harga E°
Mg < E°
Al < E°
Zn < E°
Fe < E°
Sn < E°
Cu
permukaan besi akan bertindak sebagai anode atau semakin kecil harga E° maka logam semakin
mengalami oksidasi menurut reaksi: mudah teroksidasi (mengalami korosi). Dengan
Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e– demikian, paku besi yang paling cepat mengalami
korosi terdapat pada percobaan nomor (1).
Elektron yang dihasilkan pada reaksi oksidasi
akan mengalir ke bagian logam yang kurang 3. Jawaban: c
reaktif yaitu katode. Pada proses pelapisan besi dengan seng, besi (Fe)
Di katode, oksigen (O2) akan mengalami reduksi bertindak sebagai katode, sedangkan seng (Zn)
menurut reaksi: bertindak sebagai anode. Zn akan mengalami
O2(g) + 4H+(aq) + 4e– → 2H2O(A) oksidasi terlebih dahulu karena harga E°-nya lebih
O2(g) + 2H2O(A) + 4e– → 4OH–(aq) kecil (lebih reaktif) daripada Fe. Dengan demikian,
korosi dapat dicegah. Jika larutan elektrolitnya
Dengan demikian, H+ (asam) atau H2O diperlukan
berupa ZnCl2, reaksinya sebagai berikut.
dalam perkaratan untuk mereduksi O2 pada katode.
Anode (–) : Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e–
Jadi, pada peristiwa korosi yang mengalami
Katode (+) : Zn2+(aq) + 2e– → Zn(s)
reduksi adalah O2.
Dengan demikian, Fe tidak mengalami oksidasi
2. Jawaban: a karena terlindungi oleh Zn.
Paku besi yang dililit oleh logam lain membentuk
sel elektrokimia. Jika logam yang dililitkan pada 4. Jawaban: b
paku besi mempunyai E° lebih kecil daripada E° Besi akan berkarat jika teroksidasi. Agar besi tidak
teroksidasi, besi dapat dilapisi dengan bahan yang
paku besi (Fe), logam tersebut yang teroksidasi
lebih mudah teroksidasi daripada besi. Bahan
(mengalami korosi) sehingga paku besi tidak yang dimaksud adalah Mg karena Mg memiliki
mengalami korosi. Akan tetapi, jika logam yang potensial reduksi standar yang paling negatif
dililitkan pada paku besi mempunyai E° lebih sehingga paling mudah teroksidasi.

26 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


5. Jawaban: c besi yang berada di udara terbuka, misalnya
Benda yang terkorosi dan cara pencegahannya jembatan. Oli digunakan untuk mencegah karat
disajikan dalam tabel berikut. pada mesin.
Benda yang Terkorosi Cara Pencegahan 8. Jawaban: b
1. setang sepeda dilapisi krom Logam yang dapat mencegah terjadinya korosi
2. kaleng makanan dilapisi timah pada besi adalah logam yang harga E° < E° besi
3. pagar besi, body mobil dicat
4. tower listrik, pipa air dihubungkan dengan
(logam yang mempunyai potensial elektrode lebih
dalam tanah logam Mg negatif). Logam tersebut adalah Al dan Zn. Jadi,
5. mesin mobil dilumuri oli besi tetap terlindungi karena dijadikan katode.
6. rak piring dibalut plastik
9. Jawaban: c
6. Jawaban: e Korosi besi dipengaruhi oleh uap air atau air,
Metode yang paling tepat untuk mencegah korosi oksigen, larutan elektrolit, permukaan logam yang
pada setang sepeda adalah dengan pelapisan krom tidak rata, serta zat terlarut yang dapat membentuk
(Cr). Lapisan Cr mencegah kontak langsung asam. Uap air atau air saja dan oksigen saja tidak
logam dengan O 2 dan H 2 O. Selain itu, Cr dapat mengakibatkan korosi. Pada percobaan
teroksidasi membentuk lapisan oksida Cr2O3 yang pertama terbentuk karat karena ada oksigen dan
sangat kuat sehingga dapat melindungi logam Fe air. Pada percobaan kedua, karat dapat lebih cepat
di bawahnya. Jika tergores, lapisan Cr masih dapat terbentuk karena adanya asam. Pada percobaan
melindungi besi karena Cr (E° = –0,74 V) lebih ketiga tidak terbentuk karat karena tidak ada uap
mudah teroksidasi dibanding Fe (E° = –0,44 V). air atau air (udara kering). Pada percobaan
Melumuri dengan oli digunakan untuk mencegah keempat tidak terbentuk karat karena air yang
korosi pada bagian bergerak dari mesin mobil. sudah dididihkan akan kehilangan oksigen terlarut
Pengecatan digunakan untuk mencegah korosi (tidak ada oksigen). Jadi, berdasarkan data
pada pagar besi. Pembalutan dengan plastik dapat tersebut, korosi dipengaruhi oleh oksigen dan air.
mencegah kontak langsung antara logam dengan
10. Jawaban: c
udara dan air. Pembalutan dengan plastik dapat
Analisis hasil percobaan dalam lima tabung
dilakukan untuk mencegah korosi pada rak piring
tersebut sebagai berikut.
dan keranjang. Pelapisan dengan timah dapat
mencegah korosi pada kaleng makanan. Per- Tabung
Hasil Analisis
Pengamatan
lindungan dengan timah ini tidak terlalu
menguntungkan, tetapi besi yang dilapisi dengan 1) Tidak ter- Potensial reduksi Mg lebih kecil
timah tampak lebih indah daripada besi yang bentuk warna daripada potensial reduksi Fe
biru (daya pereduksi Mg > daya
dilapisi dengan zink (Zn). pereduksi Fe) sehingga Mg lebih
mudah teroksidasi daripada Fe.
7. Jawaban: d Akibatnya, paku besi tidak
Pencegahan korosi dengan melapisi dengan timah berkarat.
merupakan proses pencegahan korosi yang 2) Terbentuk Potensial reduksi Cu lebih besar
digunakan untuk kaleng makanan. Lapisan timah warna biru daripada potensial reduksi Fe
pada batang (daya pereduksi Cu < daya
dapat mencegah kontak langsung logam dengan paku pereduksi Fe) sehingga Fe lebih
O2 dan H2O. Akan tetapi, apabila lapisan timah mudah teroksidasi daripada Cu.
tergores, maka besi di bawahnya mulai terkorosi. Akibatnya, paku besi cepat
berkarat.
Sementara itu, korosi pada rak piring dapat
3) Paku tidak Minyak tanah melindungi paku
dicegah dengan cara melapisinya menggunakan berkarat besi dari korosi.
plastik. Perlindungan katodik digunakan untuk
4) Paku tidak Air yang sudah dididihkan
mencegah korosi pada pipa pengalir minyak bumi berkarat dan kehilangan oksigen terlarutnya
yang ditanam dalam tanah. Caranya dengan meng- tidak terjadi sehingga paku besi tidak
perubahan berkarat.
hubungkan pipa dengan logam pelindung yang warna
mempunyai E° lebih kecil dari E° pipa (besi).
5) Paku tidak Tabung tidak mengandung uap
Pengecatan dilakukan untuk mencegah karat pada berkarat air. Hal ini disebabkan uap air
telah diikat oleh CaCl2 anhidrat.

Kimia Kelas XII 27


Hasil
pada suhu lingkungan. Hal ini dikarenakan pada
Tabung Analisis
Pengamatan stainless steel terdapat campuran logam krom
(Cr). Apabila logam krom bereaksi dengan
6) Paku berkarat Terbentuknya warna merah
dan terbentuk muda menunjukkan adanya ion oksigen akan membentuk lapisan tidak aktif
warna merah OH– di sekitar paku besi. Ion kromium(III) oksida (Cr2O3) yang melindungi
muda OH– berasal dari reaksi reduksi besi. Lapisan ini tidak terlihat karena sangat tipis
air. Reduksi air terjadi karena
potensial reduksi air lebih kecil sehingga stainless steel akan tetap berkilau.
daripada potensial reduksi Fe. 4. Korosi pada besi merupakan proses oksidasi besi
Akibatnya, air mengalami
reduksi sedangkan Fe meng- oleh oksigen atau zat elektrolit di lingkungan
alami oksidasi (berkarat). membentuk karat besi yang rapuh. Pada lekukan
bagian besi yang kontak dengan air akan mem-
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besi percepat korosi. Bagian ini disebut daerah anodik
akan berkarat (mengalami korosi) jika: karena pada daerah ini terjadi reaksi oksidasi besi.
1) terdapat uap air atau air; Reaksinya sebagai berikut.
2) terdapat gas oksigen; dan Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e–
3) besi dihubungkan dengan logam yang kurang Elektron yang dibebaskan oleh besi akan mengalir
aktif atau mempunyai potensial reduksi (Eo) ke bagian lain untuk mereduksi oksigen.
yang lebih besar. Reaksi lengkapnya sebagai berikut.
Katode : Fe(s) →– Fe2+(aq) + 2e– E° = +0,44 V
B. Uraian Anode : O2(g) + 2H2O(A) + 4e– → 4OH(aq) E° = +0,40 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
1. Perlindungan katodik merupakan pencegahan Reaksi sel : 2Fe(s) + O2(g) + 2H2O(A) → 2Fe2+(aq) + 4OH(aq)
korosi yang dilakukan dengan cara menghubung- E° = +0,84 V
2+
Ion Fe tersebut kemudian mengalami oksidasi
kan logam besi dengan logam pelindung yang
lebih aktif (mempunyai E° lebih kecil dari lebih lanjut dengan reaksi:
E° besi). Logam pelindung biasanya ditanam 4Fe 2+ (aq) + O 2 (g) + (4 + 2n) H 2 O(A) →
dalam tanah atau air di dekat logam yang 2Fe2O3·nH2O + 8H+(aq)
dilindungi. Sel Volta raksasa akan terbentuk Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan
dengan logam pelindung sebagai anode. Logam teroksidasi membentuk besi(III) yang kemudian
pelindung yang biasa digunakan adalah magne- membentuk senyawa oksida terhidrasi
sium. Perlindungan katodik dilakukan untuk Fe2O3·xH2O yang disebut karat.
mencegah terjadinya korosi pada pipa air, menara 5. Logam-logam tersebut (emas, perak, dan platina)
raksasa, dan baling-baling kapal laut. mempunyai potensial elektrode lebih besar daripada
2. Jika lapisan timah pada kaleng kemasan rusak, kaleng air (terletak di sebelah kanan pada deret Volta).
kemasan lebih cepat berkarat karena besi memiliki Artinya, jika logam-logam tersebut kontak dengan
potensial elektrode lebih kecil dari pada timah (E°Sn = uap air di udara akan mengalami reduksi di katoda,
–0,14 V; E°Fe = –0,44 V) sehingga besi yang dilapisi sedangkan uap air akan teroksidasi di anode.
timah akan membentuk sel elektrokimia dengan besi E°sel = E°
katode – E°
anode
sebagai anode. Dengan demikian, apabila lapisan E°sel < 0 (negatif)
timah rusak besi akan mudah teroksidasi. Dengan demikian, potensial elektrode yang
dihasilkan bernilai negatif (–) sehingga tidak
3. Stainless steel lebih tahan karat dibandingkan
terjadi reaksi korosi.
logam penyusunnya (besi) karena stainless steel
memiliki daya tahan terhadap oksidasi yang tinggi

28 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


Air Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Korosi Penentuan Bilangan Oksidasi
Oksigen
Reaksi Autoredoks dan Konproporsionasi
Zat Elektrolit Persamaan Reaksi
Reduksi Oksidasi Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode Setengah Reaksi
Korosi
(Redoks)
Perlindungan
Mekanis Pencegahan Korosi Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode Bilangan Oksidasi
Besi

Perlindungan
Elektrokimia

Reaksi Redoks dan Reaksi Redoks Spontan dan Tidak


Elektrokimia Spontan

Diagram Sel

Sel Volta Potensial Sel dalam


Sel Volta
Sel Volta Primer
Sel Elektrokimia Sel Volta dalam
Kehidupan Sehari- Sel Volta Sekunder
hari
Sel Bahan Bakar

Reaksi Elektrolisis
Sel
Elektrolisis Hukum Faraday I
dan II
Pembuatan Zat
Sel Elektrolisis

Kimia Kelas XII


dalam Kehidupan Penyepuhan
Sehari-hari

29
Pemurnian Logam
A. Pilihan Ganda 4) MgCO3 + 2HCl → MgCl2 + CO2 + H2O
+2 +4 –2 +1 –1 +2 –1 +4 –2 +1 –2
1. Jawaban: c
Reaksi tersebut bukan reaksi redoks karena
1) Br– → Br2 (biloks Br naik) tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi.
–1 0
5) 2HClO + 2KOH → KCl + KClO2 + 2H2O
oksidasi
+1 +1–2 +1 –2 +1 +1 –1 +1 +3 –2 +1 –2

7 → Cr (biloks Cr turun)
2) Cr2O2– 3+ reduksi
+6 –2 +3 oksidasi
reduksi
Reaksi tersebut merupakan reaksi autoredoks
3) C2H4 → C2H6 (biloks C turun) karena reduktor dan oksidatornya berupa zat
–2 +1 –3 +1 yang sama yaitu HClO.
reduksi
Jadi, persamaan reaksi yang tergolong reaksi
redoks adalah Sn + HNO3 → SnO2 + NO + H2O.
4) FeO → Fe2O3 (biloks Fe naik) 3. Jawaban: e
+2 –2 +3 –2
BrO3– → Br –
oksidasi
Disetarakan jumlah atom dan muatannya sehingga
Jadi, reaksi reduksi ditunjukkan oleh angka 2) dan menjadi:
3). BrO3– + 6H+ + 6e– → Br – + 3H2O
Dengan demikian, jumlah elektron yang
2. Jawaban: c
diperlukan untuk mereduksi ion BrO–3 menjadi ion
Reaksi redoks adalah reaksi serah terima elektron
Br– adalah 6 mol.
yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi
atom-atom yang terlibat reaksi. Reaksi redoks 4. Jawaban: c
terdiri atas setengah reaksi reduksi dan setengah Reaksi ion:
K+ ClO–4 + 2Bi2O3 + 4K+ OH– → K+ Cl– + 4K+ BiO–3 + 2H2O
reaksi oksidasi.
+7 +3 –1 +5
1) I2 + AgF → Agl + IF5
reduksi
0 +1 –1 +1 –1 +5 –1
oksidasi
reduksi
oksidasi Setengah reaksi reduksi : ClO–4 + 4H2O + 8e– → Cl– + 8OH– (× 1)
Setengah reaksi oksidasi : Bi2O3 + 6OH– → 2BiO–3 + 3H2O + 4e– (× 2)
Reaksi tersebut merupakan reaksi autoredoks –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
: ClO–4 + 4OH– + 2Bi2O3 → Cl– + 4BiO3 + 2H2O
karena reduktor dan oksidatornya berupa zat Reaksi redoks

yang sama yaitu I2. 5. Jawaban: d


2) Al(OH)3 + HCl → AlCl3 + H2O Mol H2O2 = M × V = 0,2 × 100 mL = 20 mmol
+3 –2 +1 +1 –1 +3 –2 +1 –1 2H2O2(A) → 2H2O(A) + O2(g)
Reaksi tersebut bukan reaksi redoks karena +1 –1 +1 –2 0
tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi. reduksi

3) Sn + HNO3 → SnO2 + NO2 + H2O oksidasi


0 +1 +5 –2 +4 –2 +4 –2 +1 –2
Reaksi reduksi : H2O2 + 2H+ + 2e– → 2H2O
oksidasi
Reaksi oksidasi : H2O → O2 + 2H+ + 2e–
reduksi Elektron yang terlibat sebanyak 2 elektron.
Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks. Jumlah mol elektron : jumlah mol H 2 O 2 =
koefisien elektron : koefisien H2O2.

30 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


Jumlah mol elektron : 20 = 2 : 2. 2) Pb | Pb2+ || Mg2+ | Mg
2 Oksidasi : Pb → Pb2+ + 2e– E° = +0,13 V
Jumlah mmol elektron = 2 × 20 mmol = 20 mmol. Reduksi : Mg2+ + 2e– → Mg E° = –2,37 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Jadi, jumlah mmol elektron yang terlibat adalah
Redoks : Pb + Mg2+ → Pb2+ + Mg E°sel = –2,24 V
20 mmol.
3) Ag | Ag+ || Au3+ | Au
6. Jawaban: a Oksidasi : Ag → Ag+ + e– E° = –0,8 V (× 3)
Reduksi : Au3+ + 3e– → Au E° = +1,50 V (× 1)
H2SO4 + HI → H2S + I2 + H2O ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
+1+6–2 +1–1 +1 –2 0 +1 –2
Redoks : 3Ag + Au3+ → 3Ag+ + Au E°sel = +0,7 V
Menyamakan jumlah atom yang mengalami 4) Ca | Ca2+ || Mg2+ | Mg
perubahan bilangan oksidasi sehingga menjadi: Oksidasi : Ca → Ca2+ + 2e– E° = +2,87 V
H2SO4 + 2HI → H2S + I2 + H2O Reduksi : Mg2+ + 2e– → Mg E° = –2,37 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
+6 (2 × (–1)) = –2 –2 0 Redoks : Ca + Mg2+ → Ca2+ + Mg E°sel = +0,50 V
(–8) × 1 5) Pb | Pb2+ || Ag+ | Ag
(+2) × 4 Oksidasi : Pb → Pb2+ + 2e– E° = +0,13 V (× 1)
Reduksi : Ag+ + e– → Ag E° = +0,8 V (× 2)
Setelah dikalikan silang menjadi: –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
H2SO4 + 8HI → H2S + 4I2 + H2O Redoks : Pb + 2Ag2+ → Pb2+ + 2Ag E°sel = +0,93 V

Menyamakan unsur lain Jadi, reaksi yang memiliki E°sel paling besar
H2SO4 + 8HI → H2S + 4I2 + 4H2O adalah Mg2+ | Mg || Au3+ | Au.
8 8 9. Jawaban: d
nHI = 1 × nH2SO4 = 1 × 1,5 mol = 12 mol
Dalam deret Volta, logam Zn berada di sebelah
Jadi, 1,5 mol asam sulfat dapat mengoksidasi 12 kiri logam Fe sehingga logam Zn lebih mudah
mol hidrogen iodida. teroksidasi daripada logam Fe. Dengan demikian,
logam Zn bertindak sebagai anode (mengalami
7. Jawaban: b
oksidasi) dan logam Fe bertindak sebagai katode
Reaksi: Fe2+ + MnO–4 → Fe3+ + Mn2+
+2 +7 –2 +3 +2
(mengalami reduksi).
(suasana asam) Atau
Menggunakan metode setengah reaksi. Dalam sel Volta tersebut terlihat bahwa elektron
mengalir dari logam Zn menuju logam Fe
Oksidasi: Fe2+(aq) → Fe3+(aq) + e– (× 5)
– + –
(ditunjukkan oleh anak panah). Elektron mengalir
Reduksi : MnO4 (aq) + 8H (aq) + 5e dari anode (kutub negatif) menuju katode (kutub
→ Mn2+(aq) + 4H2O(A) (× 1) positif) sehingga Zn bertindak sebagai anode dan
sehingga menjadi: Fe bertindak sebagai katode.
Oksidasi: 5Fe2+(aq) → 5Fe3+(aq) + 5e– Jadi, notasi selnya adalah Zn | Zn2+ || Fe2+ | Fe.
Reduksi : MnO 4– (aq) + 8H + (aq) + 5e – → 10. Jawaban: a
Mn2+(aq) + 4H2O(A) I2(s) + 2e– → 2I–(aq) E° = +0,54 V (dibalik)
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– F2(g) + 2e– → 2F–(aq) E° = +2,87 V (tetap)
Redoks : 5Fe2+(aq) + MnO4–(aq) + 8H+(aq) → Oksidasi: 2I–(aq) → I2(s) + 2e– E° = –0,54 V
5Fe3+(aq) + Mn2+(aq) + 4H2O(A) Reduksi : F2(g) + 2e– → 2F–(aq) E° = +2,87 V
Perbandingan mol = perbandingan koefisien –––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Jadi, 5 mol Fe2+ ~ 1 mol MnO4– ~ 8 mol H+ ~ 5 Redoks : F2(g) + 2I–(aq) → 2F–(aq) + I2(s)
mol Fe3+ ~ 1 mol Mn2+ ~ 4 mol H2O. E°sel = +2,33 V
8. Jawaban: a Jadi, besar potensial sel untuk reaksi tersebut
1) Mg | Mg2+ || Au3+ | Au adalah +2,33 V.
Oksidasi : Mg → Mg2+ + 2e– E° = +2,37 V (× 3)
Reduksi : Au3+ + 3e– → Au E° = +1,50 V (× 2)
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Redoks : 3Mg + 2Au3+ → 3Mg2+ + 3Au
E°sel = +3,87 V

Kimia Kelas XII 31


11. Jawaban: d 14. Jawaban: a
Notasi sel: Fe | Fe2+ || Co2+ | Co Elektrolisis leburan Al 2 O 3 menggunakan
oksidasi reduksi elektrode inert.
(anode) (katode) Katode : Al3+(A) + 3e– → Al(s)
Pada sel Volta katode merupakan kutub positif Anode : 2O2–(A) → O2(g) + 4e–
(+), sedangkan anode merupakan kutub negatif (–). Jumlah elektron disamakan sehingga menjadi:
Di anode, Fe mengalami oksidasi menjadi Fe2+ Katode : 4Al3+(A) + 12e– → 4Al(s)
dengan melepas elektron. Setelah itu Fe2+ masuk Anode : 6O2–(A) → 3O2(g) + 12e–
ke dalam larutan sedangkan elektron mengalir massa Al 0,216 g
melalui kawat menuju katode. Sesampainya di nAl = Ar Al = 27 g mol −1 = 0,008 mol
katode, elektron ditangkap oleh Co2+ menjadi Co
12
(mengalami reduksi). Jadi, gambar sel Volta yang nelektron = 4 × nAl = 3 × 0,008 mol = 0,024 mol
benar adalah opsi d.
Muatan yang digunakan
12. Jawaban: e = nelektron × 96.500 C mol–1
Reaksi setengah sel: = 0,024 mol × 96.500 C mol–1
Anode : Ag+(aq) + e– → Ag(s) = 2.316 C
Katode : Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e– Jadi, muatan yang digunakan sebesar 2.316 coulomb.
Zn adalah anode dan Ag adalah katode.
Zn(OH)2 terbentuk di anode (dalam bentuk ion 15. Jawaban: a
Zn2+) sedangkan Ag terbentuk di katode. Reaksi AgNO3(aq) → Ag+(aq) + NO3–(aq)
elektrode yang terjadi dalam elektrolit bersifat Pada elektrolisis larutan AgNO3 menggunakan
basa sehingga pH > 7. elektrode inert, ion Ag+ akan tereduksi di katode,
sedangan air akan teroksidasi di anode (ion NO3–
13. Jawaban: b merupakan ion sisa asam oksi).
Sel 1
Katode : Ag+(aq) + e– → Ag(s)
Pada elektrolisis larutan AgNO3 menggunakan
elektrode inert, ion Ag+ akan tereduksi di katode. Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
Adapun pada anode akan terjadi oksidasi air (ion Jumlah elektron disamakan sehingga menjadi:
NO–3 merupakan ion sisa asam oksi). Katode : 4Ag+(aq) + 4e– → 4Ag(s)
Katode (B) : Ag+(aq) + e– → Ag(s) Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
Anode (A) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e– i = 5 ampere
Sel 2 t = 193 sekon
Pada elektrolisis larutan CuSO4 menggunakan V = 100 mL
elektrode inert, ion Cu2+ akan tereduksi di katode, i ×t 5 × 193
F = 96.500 = 96.500 = 0,01 F
sedangkan air akan teroksidasi di anode (ion SO42–
merupakan ion sisa asam oksi). Oleh karena F = mol elektron maka:
Katode (D) : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) nelektron = 0,01 mol
Anode (C) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e– nH+ = nelektron = 0,01 mol
Sel 3 nH + 0,01 mol
Pada elektrolisis larutan NiSO4 menggunakan [H+] = = 0,1 L
= 0,1 M
volume
elektrode inert, ion Ni2+ akan tereduksi di katode, pH = –log[H+] = –log(0,1) = 1
sedangkan air akan teroksidasi di anode. Jadi, larutan yang terjadi mempunyai pH 1.
Katode (F) : Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s)
16. Jawaban: a
Anode (E) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
Kunci pintu yang akan disepuh ditempatkan
Jadi, elektrode logam inert yang menghasilkan gas sebagai katode dan logam tembaga sebagai anode.
adalah elektrode A, C, dan E. Saat elektrolisis dilakukan, anode Cu teroksidasi
dan larut menjadi ion Cu2+. Selanjutnya, ion-ion
Cu2+ tereduksi di katode menjadi logam Cu yang
melapisi katode besi. Reaksinya sebagai berikut.

32 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


Anode : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e– 56
wFe
Katode : Cu2+ + 2e– → Cu(s) (melapis katode Fe) 19,05
= 3
31,75
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Redoks : Cu(s) + Cu2+(aq) → Cu2+(aq) + Cu(s) 56 × 19,05
wFe = 3 × 31,75 = 11,2 gram
17. Jawaban: e
Jadi, endapan besi (Fe) yang terbentuk sebanyak
Pada sel Volta, elektrode negatif adalah anode dan
11,2 gram.
elektrode positif adalah katode.
Anode (oksidasi):
B. Uraian
NO(aq) + 2H2O(A) → NO3–(aq) + 4H+ + 3e–
E°sel = –0,96 V. 1. Reaksi:
Nilai E° oksidasi di anode negatif 0,96 V sehingga Ca3(PO4)2 + SiO2 + C → CaSiO3 + P4 + CO
di katode harus memiliki E° positif yang lebih +2 +5 –2 +4 –2 0 +2 +4 –2 0 +2 –2

besar dari 0,96 V agar sel Volta memiliki E°sel Menyamakan jumlah atom yang mengalami
positif (reaksi berlangsung spontan) yaitu Au. perubahan bilangan oksidasi
Katode (reduksi) : Au3+(aq) + 3e– → Au(s) E° = +1,42 V 2Ca3(PO4)2 + SiO2 + C → CaSiO3 + P4 + CO
Anode (oksidasi) : NO(aq) + 2H2O(A) →
+5 × 4 = +20 0 0 +2
NO–3(aq) + 4H+(aq) + 3e– E° = –0,96 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– turun 20 (× 1)
Redoks : Au3+(aq) + NO(aq) + 2H2O(A) naik 2 (× 10)
→ Au(s) + NO–3(aq) + 4H+ E°sel = +0,46 V
Jadi, elektrode positif yang tepat untuk meng- Setelah dikalikan silang menjadi:
hasilkan sel Volta adalah Au. 2Ca3(PO4)2 + SiO2 + 10C → CaSiO3 + P4 + 10CO
18. Jawaban: d Menyetarakan jumlah atom-atom yang lain
Korosi besi dapat dicegah dengan menghubung- kecuali atom H dan O.
kannya dengan logam yang lebih mudah 2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C → 6CaSiO3 + P4 + 10CO
teroksidasi yaitu logam yang mempunyai E° lebih Jadi, koefisien a = 2, b = 6, c = 6, dan d = 10.
kecil daripada E° besi. Logam yang mempunyai 2. Fe2+ + MnO–4 → Fe3+ + Mn2+
E° lebih kecil daripada E° besi adalah Mg dan +2 +7 –2 +3 +2
Zn. Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks yang
19. Jawaban: b berlangsung dalam suasana asam.
Reaksi reduksi di katode Ag+(aq) + e– → Ag(s) Reduksi : MnO4– + 8H+ + 5e– → Mn2+ + 4H2O (× 1)
F = 0,030 Faraday Oksidasi: Fe2+ → Fe3+ + e– (× 5)
sehingga menjadi:
mol e– = F
Reduksi : MnO4– + 8H+ + 5e– → Mn2+ + 4H2O
mol e– = 0,030 mol Oksidasi: 5Fe2+ → 5Fe3+ + 5e–
massa logam perak = mol × Ar Ag –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
= 0,030 × 108 Redoks : 5Fe2+ + MnO–4 + 8H+ → Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O
= 3,24 gram
massa Fe 2,8 g
Jadi, massa logam perak yang melapisi sendok nFe2+ = nFe = = 56 g mol −1 = 0,05 mol
Ar Fe
besi adalah 3,24 gram.
1 1
20. Jawaban: b nMnO–4 = 5 × nFe2+ = 5 × 0,05 mol = 0,01 mol
wCu = 19,05
nMnO−
rA Cu 63,5 4 0,01 mol
eCu = valensi = 2 = 31,75 V –
MnO4 = M − = 0, 2 M = 0,05 L = 50 mL
MnO4

A Fe 56
r
eFe = valensi = 3 Jadi, volume KMnO4 yang digunakan sebanyak
50 mL.
wFe e Fe
wCu = e
Cu

Kimia Kelas XII 33


3. a. 2Cr3+(aq) + 3Pt(s) → 2Cr(s) + 3Pt2+(aq) b. Zn | Zn2+ || Pb2+ | Pb E°sel = +0,63 V (tetap)
Reduksi :Cr3+(aq) +3e– → Cr(s) E° = –0,74 V (× 2) Pb | Pb2+ || Ag+ | Ag E°sel = +0,94 V (tetap)
Oksidasi : Pt(s) → Pt2+(aq) + 2e– E° = –1,20 V (× 3) sehingga menjadi:
Sehingga menjadi: Zn | Zn2+ || Pb2+ | Pb E°sel = +0,63 V
Reduksi : 2Cr3+(aq) + 6e– → 2Cr(s) E° = –0,74 V
Oksidasi : 3Pt(s) → 3Pt2+(aq) + 6e– E° = –1,20 V Pb | Pb2+ || Ag+ | Ag E°sel = +0,94 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
––––––––––––––––––––––––––––––– +
Redoks : 2Cr3+(aq) + 3Pt(s) E°sel = –1,94 V
Zn | Zn2+ || Ag+ | Ag E°sel = +1,57 V
→ 2Cr(s) + 3Pt2+(aq) c. Mg | Mg2+ || Pb2+ | Pb E°sel = +2,23 V (tetap)
Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan Zn | Zn2+ || Pb2+ | Pb E°sel = +0,63 V (dibalik)
harga E°sel bernilai negatif (–) sehingga reaksi sehingga menjadi:
tidak berlangsung spontan. Mg | Mg2+ || Pb2+ | Pb E°sel = +2,23 V
b. Al3+(aq) + Cr(s) → Al(s) + Cr3+(aq) Pb | Pb2+ || Zn2+ | Zn E°sel = –0,63 V
Reduksi : Al3+(aq) + 3e– → Al(s) E° = –1,66 V
––––––––––––––––––––––––––––––– +
Oksidasi : Cr(s) → Cr3+(aq) + 3e– E° = +0,74 V Mg | Mg2+ || Zn2+ | ZnE°sel = +1,60 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + 5. P(s) + R2+(aq) → P2+(aq) + R(s) E°sel = 0,74 V . . .
Redoks : Al3+(aq) + Cr(s)
(1)
→ Al(s) + Cr3+(aq) E°sel = –0,92 V
Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan S(s) + Q2+(aq) → S2+(aq) + Q(s) E°sel = 1,48 V . . . (2)
harga E°sel bernilai negatif (–) sehingga reaksi R(s) + Q2+(aq) → R2+(aq) + Q(s) E°sel = –1,54 V . . . (3)
tidak berlangsung spontan. Berdasarkan reaksi 1), unsur P dapat mendesak
unsur R. Hal ini berarti bahwa dalam deret Volta
c. Pt(s) + 2Ag+(aq) → Pt2+(aq) + 2Ag(s)
Reduksi : Ag+(aq) + e– → Ag(s) E° = +0,80 V (× 2) unsur P terletak di sebelah kiri unsur R. Ber-
Oksidasi : Pt(s) → Pt2+(aq) + 2e– E° = –1,20 V (× 1) dasarkan reaksi 3), unsur R tidak dapat mendesak
Sehingga menjadi: unsur Q. Hal ini berarti dalam deret Volta unsur
Reduksi : 2Ag+(aq) + 2e– → 2Ag(s) E° = +0,80 V R terletak di sebelah kanan unsur Q. Berdasarkan
Oksidasi : Pt(s) → Pt2+(aq) + 2e– E° = –1,20 V reaksi 2), unsur S dapat mendesak unsur Q. Hal
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Redoks : Pt(s) + 2Ag+(aq) ini berarti dalam deret Volta unsur S terletak di
→ Pt2+(aq) + 2Ag(s) E°sel = –0,40 V sebelah kiri unsur Q. Dalam deret Volta, dari kiri
Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan ke kanan potensial reduksi atau kekuatan reduktor
harga E°sel bernilai negatif (–) sehingga reaksi semakin lemah. Dengan demikian, urutan unsur
tidak berlangsung spontan. berdasarkan kekuatan reduktor dari yang paling
d. 3Ag+(aq) + Al(s) → 3Ag(s) + Al3+(aq) kuat yaitu P, S, Q, dan R.
Reduksi : Ag+(aq) + e– → Ag(s) E° = +0,80 V (× 3) 6. H2O(A) → H+(aq) + OH–(aq)
Oksidasi : Al(s) → Al3+(s) + 3e– E° = +1,66 V (× 1)
Pada elektrolisis air, ion H+ akan tereduksi di
Sehingga menjadi:
Reduksi : 3Ag+(aq) + 3e– → 3Ag(s) E° = +0,80 V
katode. Ion OH– teroksidasi di anode.
Oksidasi : Al(s) → Al3+(aq) + 3e– E° = +1,66 V Katode : 2H+(aq) + 2e– → H2(g)
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + Anode : 4OH–(aq) → 2H2O(A) + O2(g) + 4e–
Redoks : 3Ag+(aq) + Al(aq)
Disetarakan elektronnya terlebih dahulu
→ 3Ag(s) + Al3+(aq) E°sel = +2,46 V
Katode : 4H+(aq) + 4e– → 2H2(g)
Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan Anode : 4OH–(aq) → 2H2O(A) + O2(g) + 4e–
harga E°sel bernilai positif (+) sehingga reaksi ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Reaksi sel : 4H + (aq) + 4OH – (aq) → 2H 2 (g) +
berlangsung spontan.
2H2O(A) + O2(g)
Jadi, reaksi yang berlangsung spontan adalah
Perbandingan H2 : O2 = 2 : 1
3Ag+(aq) + Al(s) → 3Ag(s) + Al3+(aq).
Pada elektrolisis larutan MgSO4 (ion Mg2+ merupa-
4. a. Mg | Mg2+ || Ag+ | Ag E°sel = +3,17 V kan ion logam aktif) sehingga air akan tereduksi
(tetap) di katode. Adapun di anode, air juga akan
Pb | Pb2+ || Ag+ | Ag E°sel = +0,94 V (dibalik) teroksidasi.
sehingga menjadi: MgSO4(aq) → Mg2+(aq) + SO42–(aq)
Mg | Mg2+ || Ag+ | Ag E°sel = +3,17 V Katode : 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Ag | Ag+ || Pb2+ | Pb E°sel = –0,94 V Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
––––––––––––––––––––––––––––––– +
Mg | Mg2+ || Pb2+ | Pb E°sel = +2,23 V

34 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


Disetarakan terlebih dahulu elektronnya 6
Katode : 4H2O(A) + 4e– → 4OH–(aq) + 2H2(g) Mol e– = 2 × mol Al
Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + = 3 × 0,25 mol
Reaksi sel : 6H2O(A) → 4OH–(aq) + 2H2(g) + = 0,75 mol
4H+(aq) + O2(g) F = mol e–
Perbandingan H2 : O2 = 2 : 1 i×t
Kedua elektrolisis tersebut menghasilkan zat yang F = 96.500
sama. Hal ini karena pada elektrolisis MgSO4
5×t
yang dielektrolisis berupa larutannya sehingga 0,75 = 96.500
yang mengalami reduksi berupa air bukan ion
Mg2+. Sementara itu, ion SO42– merupakan ion sisa 96.500 × 0,75
t= 5
= 14.475 detik
asam oksi sehingga yang mengalami oksidasi
berupa air (H 2 O). Oleh karena itu, reaksi Jadi, waktu yang diperlukan untuk proses
elektrolisis air dan larutan MgSO4 menghasilkan elektrolisis adalah 14.475 detik.
zat yang sama. 9. a. Raksi redoks yang terjadi:
7. Reaksi elektrolisis larutan LSO4: Katode : Au3+ + 3e– → Au (× 4)
Katode : L2+ + 2e– → L Anode : 2H2O → O2 + 4H+ + 4e– (× 3)
Anode : 2H2O → 4H+ + O2 + 4e– –––––––––––––––––––––––––––––––––––
H+ dapat dinetralkan dengan 100 mL larutan Redoks: 4Au3+ + 6H2O → 4Au + 3O2 + 12 H+
Ca(OH)2 0,5 M, berarti [H+] = [OH–] b. Potensial sel (E°
sel) = E°
Au3+ | Au – E°
O |H O2 2
[OH–] = b × Mb = 2 × 0,5 M = 1 M = 1,42 V – 1,23 V
M 1M = 0,19 V
Mol OH– = V = 0,1 L = 10 mol
c. Dalam larutan AuCl3 0,1 M terdapat 0,1 mol
setiap liternya sehingga dalam 100 mL
mol OH– = mol H+ = 10 mol
larutan terdapat 0,01 mol AuCl3.
mol H+ = mol e– = 10 mol (perbandingan koefisien)
Massa AuCl3 = 0,01 mol × 197 g mol–1
1
mol L = 2 × 10 mol = 5 mol = 1,97 gram
Cara membuat 100 mL larutan AuCl3 0,1 M
Massa L = 230 gram
sebagai berikut.
massa L 1) Timbang 1,97 g emas batangan murni.
Ar L = mol 2) Masukkan ke dalam erlemeyer, lalu
230 g tambahkah beberapa tetes aquaregia
= 5 mol (campuran HCl dan HNO3 pekat dengan
perbandingan 3 : 1) hingga semua emas
= 46 g mol–1 larut.
Jadi, massa atom relatif L adalah 46 g mol–1. 3) Masukkan dalam labu takar 100 mL dan
bilas larutan emasnya dengan akuades.
8. i = 5A 4) Tambahkan hingga tanda batas.
Massa Al = 6,75 gram
d. Massa cincin setelah dikeringkan
Reaksi ionisasi Al2O3:
e×i ×t
Al2O3 → 2Al3+ + 3O2– w = F
Reaksi elektrolisis:
197/3 × 0,5 × 10 × 60
Katode : 2Al3+ + 6e– → 2Al = 96.500
Anode : 6O2– → 3O2 + 12e– = 0,204 gram
massa 6,75 g Jadi, massa cincin setelah disepuh adalah
Mol Al = Ar Al = 27 g mol −1
= 0,25 mol 4,204 gram.

Kimia Kelas XII 35


10. wsm = 30 gram 150
× 2,4 × 24.125
i = 2,4 ampere 30 = n
96.500
t = 24.125 sekon
5 × 2,4 × 24.125
rA Sm 96.500 =
eSm = muatan Sm
n
289.500
150 n = 96.500 = 3
= n
Jadi, muatan Sm = +3 dan simbol Sm adalah Sm3+.
e×i ×t
wSm = 96.500

eSm × 2,4 × 24.125


= 96.500

36 Reaksi Redoks dan Elektrokimia


A. Pilihan Ganda Larutan NaCl dan KCl merupakan elektrolit kuat
sehingga i = n.
1. Jawaban: e
VNaCl = 200 mL
Massa L2X = 6 gram
Volume pelarut = 0,5 L = 500 mL VHCl = 100 mL
T = (27 + 273)K = 300 K massa KCl = 8,94 gram
π = 3 atm Isotonik berarti:
L2X merupakan elektrolit kuat sehingga derajat πNaCl = πKCl
disosiasi (α) = 1. MNaCl × R × T × i = MKCl × R × T × i
L2X → 2L+ + X –, n = 3
MNaCl = MKCl
i = 1 + (n – 1)α
massa KCl 1.000
= 1 + (3 – 1) 1 = 3 = ×
π =M×R×T×i Mr V

m × 1.000 × R × T × i 8,94 1.000


= M r × V (mL)
= 74,5 × = 1,2 M
100

6 × 1.000 × 0,082 × 300 × 3 Mol NaCl = M × V


3 = M r × 500
= 1,2 × 200
= 240 mmol = 0,24 mol
1.500Mr = 442.800 Massa NaCl = mol × Mr NaCl
Mr = 295,2 = 0,24 × 58,5 = 14,04 gram
Jadi, massa molekul relatif (Mr) L2X adalah Jadi, massa NaCl yang dilarutkan (nilai x) adalah
295,2 g mol–1. 14,04 gram.
2. Jawaban: e 4. Jawaban: a
Konsentrasi kadar garam yang tinggi pada air Larutan sukrosa (C 12H 22O 11) adalah larutan
kolam menyebabkan air kolam sulit menguap nonelektrolit (α = 0) yang tidak dapat terionisasi,
karena tekanan uapnya menurun. Makin banyak sedangkan larutan Ca(OH)2 merupakan larutan
jumlah zat terlarut, larutan makin sukar menguap. elektrolit kuat (α = 1) yang dapat terionisasi
Dengan kata lain, adanya zat terlarut menyebab- menjadi 3 partikel ion untuk setiap 1 Ca(OH)2.
kan penurunan tekanan uap larutan. Selain Besarnya tekanan osmotik dipengaruhi oleh
menyebabkan penurunan tekanan uap, adanya zat jumlah partikel zat terlarut. Oleh karena keduanya
terlarut jumlah besar mengakibatkan massa jenis menghasilkan jumlah partikel yang tidak sama,
air kolam lebih tinggi atau sama besar dengan kedua larutan memiliki tekanan osmotik berbeda.
massa jenis tubuh orang. Jadi, pada saat orang
berenang di kolam apung, orang tersebut tidak 5. Jawaban: b
tenggelam. Makin banyak jumlah zat terlarut sukar menguap
dalam suatu larutan, tekanan osmotik dan titik
3. Jawaban: d didihnya makin tinggi. Adapun titik beku dan
NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl–(aq), n = 2 tekanan uapnya semakin rendah. Jumlah zat
KCl(aq) → K+(aq) + Cl–(aq), n = 2 terlarut sukar menguap dalam larutan A lebih
banyak daripada larutan B sehingga:

Kimia Kelas XII 37


1) tekanan uap larutan A lebih rendah daripada massa air
nair =
larutan B; M r air
2) tekanan osmotik larutan A lebih tinggi 90 g
daripada larutan B; = = 5 mol
18 g mol−1
3) titik beku larutan A lebih rendah daripada ⎛ n NaOH × i ⎞
larutan B; ΔP = ⎜n ⎟ × P°
⎝ NaOH × i + nair ⎠
4) titik didih larutan A lebih tinggi daripada ⎛ 0, 25 × 2 ⎞
larutan B; = ⎜ (0, 25 × 2) + 5 ⎟ × 105 mmHg
⎝ ⎠
5) larutan A hipertonis terhadap larutan B. 0,5
Hipertonis artinya mempunyai tekanan osmotik = 5,5 × 105 mmHg = 9,5 mmHg
lebih tinggi. Adapun isotonis artinya mempunyai P = P° – ΔP
tekanan osmotik yang sama. = 105 mmHg – 9,5 mmHg
6. Jawaban: c = 95,5 mmHg
Penurunan titik beku larutan urea (nonelektrolit) Jadi, tekanan uap jenuh larutan NaOH 10%
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan sebesar 95,5 mmHg.
= 0° – (–1,86°C) 8. Jawaban: a
= 1,86°C Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan
ΔTf = m × Kf bahwa penurunan titik beku larutan dipengaruhi
1,86 = 1 × Kf oleh jumlah partikel zat terlarut. Hal ini ditunjuk-
Kf = 1,86°C m–1 kan oleh data titik beku larutan NaCl 0,1 m dan
Penurunan titik beku asam asetat (CH3COOH) C6H12O6 0,1 m. Pada data tersebut terlihat bahwa
CH3COOH(aq) → CH3COO–(aq) + H+(aq), n = 2 kedua larutan mempunyai konsentrasi sama, tetapi
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan titik bekunya (penurunan titik beku) berbeda.
= 0°C – (–2,4°C) Larutan NaCl merupakan larutan elektrolit kuat
= 2,4°C sehingga dalam air akan terionisasi sempurna
ΔTf = m × Kf × i menghasilkan 2 ion yaitu ion Na+ dan ion Cl–.
2,4 = 1 × 1,86× i Sementara itu, larutan C6H12O6 merupakan larutan
i = 1,3 nonelektrolit sehingga tidak terionisasi di dalam
i = 1 + (n – 1)α air. Dengan demikian, pada konsentrasi yang sama
1,3 = 1 + (2 – 1)α jumlah partikel zat terlarut dalam larutan NaCl
1,3 = 1 + α dua kali lebih banyak dibandingkan larutan
α = 0,3 C6H12O6. Akibatnya, larutan NaCl memiliki titik
Jadi, derajat ionisasi asam asetat adalah 0,3. beku dua kali lebih rendah daripada larutan
7. Jawaban: d C6H12O6 (penurunan titik beku larutan NaCl dua
P° = 105 mmHg kali larutan C6H12O6).
Dimisalkan massa larutan = 100 gram 9. Jawaban: d
10
Massa NaOH = × 100 gram ΔTf = 2,048°C
100
= 10 gram Kf benzena = 5,12°C m–1
Massa air = 100 gram – 10 gram ΔTf = m × Kf
= 90 gram massa 1.000
= M × × 5,12
NaOH(aq) → Na+(aq) + OH–(aq), n = 2 r 200
NaOH merupakan elektrolit kuat sehingga i = n = 2. m 1.000
2,048 = × × 5,12
100 200
Mr NaOH = 40 g mol–1
100 × 200 × 2,048
Mr air = 18 g mol–1 m= 1.000 × 5,12
massa NaOH
nNaOH = M NaOH = 8 gram
r Jadi, massa senyawa X yang dilarutkan sebesar
10 g
8 gram.
= 40 g mol−1 = 0,25 mol

38 Penilaian Tengah Semester 1


10. Jawaban: b 0,93 = 0,5 × Kf
massa kristal asam oksalat = 75,6 gram Kf = 1,86
massa air = 800 gram Agar diperoleh penurunan titik beku larutan
Tf larutan = –2,43°C setengah kali penurunan titik beku larutan semula.
Kf = 1,8°C m–1 Misal: massa zat nonelektrolit = y gram
α = 0,4 1
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan ΔTf′ = × ΔTf
2
= 0 – (–2,43°C)
1
= 2,43°C = × 0,93°C
2
H2C2O4·xH2O(s) → H2C2O4(aq) + xH2O(A)
= 0,465°C
H2C2O4(aq) dgf 2H+(aq) + C2O2– 4 (aq)
massa 1.000
Asam oksalat merupakan elektrolit lemah sehingga ΔTf = M × × Kf
p
i = 1 + α(n – 1) r

= 1 + 0,4(3 – 1) y 1.000
0,465 = × × 1,86
= 1 + 0,4(2) 32 1.500
= 1 + 0,8 = 1,8 1.860 y
0,465 =
ΔTf = Kf × m × i 48.000
2,43 = 1,8 × m × 1,8 1.860y = 22.320
2,43 = m × 3,24 y = 12
m = 0,75 m Jadi, massa zat nonelektrolit yang harus dilarutkan
massa 1.000 dalam 1.500 gram air sebanyak 12 gram.
m= M × p
r
12. Jawaban: a
75,6 1.000
0,75 = M × Massa (H2CO)x = 59 gram
r 800 Volume pelarut = 500 gram
Mr = 126 g mol–1 Tf = –1,83°C
Mr H2C2O4 × xH2O = (2 × Ar H) + (2 × Ar C) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan
+ (4 × Ar O) + (x × Mr H2O) = 0°C – (–1,83°C)
126 g mol = (2 × 1 g mol–1) + (2 × 12 g mol–1)
–1
= 1,83°C
+ (4 × 16 g mol–1) + (x(2 × 1 g mol–1) ΔTf = m × Kf
+ (16 g mol–1))
massa 1.000
126 g mol–1 = 2 g mol–1 + 24 g mol–1 + 64 g mol–1 1,83 = M × × Kf
r p
+ 18x g mol–1
59 1.000
126 g mol = 90 g mol–1 + 18x g mol–1
–1
1,83 = M × × 1,86
18x g mol–1 = 36 g mol–1 r 500
59 × 1.000 × 1,86
x=2
Mr = 1,83 × 500
Jadi, rumus kristal asam oksalat adalah
H2C2O4·2H2O. = 120
Mr(H2CO)x = 120
11. Jawaban: b
(2 · Ar H + Ar C + Ar O)x = 120
Massa zat nonelektrolit = 8 gram
((2 × 1) + 12 + 16)x = 120
Massa air = 500 gram
30x = 120
Mr zat nonelektrolit = 32 g mol–1
x=4
Tf larutan = –0,93°C Jadi, harga x adalah 4.
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan 13. Jawaban: a
= 0 – (–0,93) 1) Larutan C6H12O6 0,1 m
= 0,93°C Larutan C6H12O6 merupakan larutan non-
massa 1.000 elektrolit.
ΔTf = M × p
× Kf
r ΔTb C6H12O6 = m × Kb
8 1.000 = 0,1 Kb
0,93 = × × Kf
32 500

Kimia Kelas XII 39


2) Larutan KCl 0,1 m Mr = 90,1 ≈ 90 g mol–1
KCl(aq) → K+(aq) + Cl–(aq), n = 2 Mr M(OH)2 = (1 × Ar M) + (2 × Ar O) + (2 × Ar H)
Larutan KCl merupakan larutan elektrolit 90 g mol–1 = (1 × Ar M) + (2 × 16 g mol–1) + (2 × 1 g mol–1)
kuat sehingga i = n = 2. 90 g mol–1 = Ar M + 32 g mol–1 + 2 g mol–1
ΔTb KCl= m × Kb × i 90 g mol–1 = Ar M + 34 g mol–1
= 0,1 Kb × 2 Ar M = 56 g mol–1
= 0,2 Kb Jadi, massa atom relatif logam pembentuk basa
3) Larutan Na3PO4 0,1 m tersebut adalah 56 g mol–1.
Na3PO4(aq) → 3Na+(aq) + PO3–4 (aq), n = 4 15. Jawaban: b
Larutan Na3PO4 merupakan larutan elektrolit
ρurea = 1,04 g mol–1
kuat sehingga i = n = 4.
ΔTb Na3PO4 = m × Kb × i Vurea = 100 mL
= 0,1 × Kb × 4 Tf larutan = –3,44 °C
= 0,4 Kb Mr = 60 g mol–1
4) Larutan Na2SO4 0,1 m Kf = 1,86 °C mol–1
Na2SO4(aq) → 2Na+(aq) + SO2–4 (aq), n = 3 Massa larutan urea = ρ × V
Larutan Na2SO4 merupakan larutan elektrolit = 1,04 g mol–1 × 100 mL
kuat sehingga i = n = 3. = 104 gram
ΔTb Na3PO4 = m × Kb × i Dimisalkan massa urea = a gram
= 0,1 × Kb × 3 Massa air = 104 gram – a gram = (104 – a) gram
= 0,3 Kb ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan
1 = 0°C – (–3,44°C)
Jadi, ΔTb C6H12O6 = ΔTb Na2SO4, ΔTb KCl = = 3,44°C
3
2 4 ΔTf = m × Kf
ΔTb Na2SO4, dan ΔTb Na3PO4 = ΔTb Na2SO4.
3 3 massa 1.000
ΔTf = × × Kf
14. Jawaban: d Mr p
massa basa = 2,7 gram a 1.000
3,44 = × × 1,86
massa air = 250 gram 60 (104 − a )

Misal : basa = M(OH)2 1.860a


M(OH)2(aq) U M2+(aq) + 2OH–(aq), n = 3 3,44 = 6.240 − 60a
Tb = 100,162 °C
21.465,6 – 206,4a = 1.860a
α = 80% = 0,8
2.066,4a = 21.465,6
Kb = 0,52 °C m–1
a = 10,4 gram
ΔTb = Tb pelarut – Tb larutan
massa urea
= 100,162 °C – 100 °C % massa urea = massa larutan × 100%
= 0,162°C
10,4 gram
i = 1 + α(n – 1) = 104 gram × 100%
= 1 + 0,8(3 – 1)
= 1 + 1,6 = 10%
= 2,6 Jadi, persen massa urea adalah 10%.
ΔTb = m × Kb × i 16. Jawaban: e
massa 1.000 1) C2H5OH 0,3 m
ΔTb = Mr × × Kb × i
p Larutan C2H5OH merupakan larutan non-
2,7 1.000 elektrolit.
0,162 = M × × 0,52 × 2,6 ΔTb = m × Kb
r 250
14,602 = 0,3 × Kb
0,162 = Mr = 0,3 Kb

40 Penilaian Tengah Semester 1


2) C6H12O6 0,1 m ΔTf = m × Kf × i
Larutan C6H12O6 merupakan larutan non- 5,58 = 2 × 1,86 × i
elektrolit. 5,58 = 3,72 i
ΔTb = m × Kb i = 1,5
= 0,1 × Kb i = 1 + α(n – 1)
= 0,1 Kb 1,5 = 1 + α(2 – 1)
1,5 = 1 + α
3) CuSO4 0,2 m
α = 0,5
Larutan CuSO4 merupakan larutan elektrolit
Jadi, derajat ionisasi elektrolit tersebut adalah 0,5.
kuat.
CuSO4(aq) → Cu2+(aq) + SO2–
4 (aq), n = 2
18. Jawaban: e
Diasumsikan i = n = 2 Misalkan:
ΔTb = m × Kb × i massa glukosa = y gram
= 0,2 × Kb × 2 massa urea = (108 – y) gram
= 0,4 Kb Keduanya merupakan zat nonelektrolit
Tb larutan = 100,832°C
4) K2SO4 0,1 m
Larutan K2SO4 merupakan larutan elektrolit y
nglukosa = mol
kuat. 180
K2SO4(aq) → 2K+(aq) + SO2–4 (aq), n = 3 108 − y
Diasumsikan i = n = 3 nurea = mol
60
ΔTb = m × Kb × i Tb larutan = 100,832°C
= 0,1 × Kb × 3
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
= 0,3 Kb
= 100,832°C – 100°C
5) NaCl 0,3 m = 0,832°C
Larutan NaCl merupakan larutan elektrolit. ΔTb = (mglukosa + murea) × Kb
NaCl(aq) → Na2+(aq) + Cl–(aq), n = 2
1.000
Diasumsikan i = n = 2 ΔTb = (nglukosa + nurea) × × Kb
p
ΔTb = m × Kb × i
= 0,3 × Kb × 2 ⎛ y 108 − y ⎞ 1.000
= 0,6 Kb 0,832 = ⎜ + ⎟ × × 0,52
⎝ 180 60 ⎠ 500
Makin besar kenaikan titik didih larutan, makin
tinggi titik didihnya. Dengan demikian, larutan ⎛ y 324 − 3y ⎞
0,832 = ⎜ + ⎟ × 1,04
yang memiliki titik didih paling tinggi adalah ⎝ 180 180 ⎠
larutan NaCl 0,3 m.
⎛ 324 − 2y ⎞
17. Jawaban: c 0,832 = ⎜ ⎟ × 1,04
⎝ 180 ⎠
massa zat elektrolit = 12 gram
149,76 = 336,96 – 2,08y
massa air = 100 gram
2,08y = 187,2
n=2
y = 90
Tf larutan = –5,58°C
Massa glukosa = 90 gram
Kf = 1,86°C m–1
Massa urea = 108 – 90 = 18 gram
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan
Jadi, perbandingan massa glukosa dan urea dalam
= 0°C – (–5,58°C)
campuran adalah 90 : 18 = 5 : 1.
= 5,58°C
massa 1.000 19. Jawaban: d
m = M × p Reaksi redoks:
r
2H2O(g) + Al(s) + MnO–4(aq) → Al(OH)–4(aq) + MnO2(s)
12 1.000
= × +1 –2 0 +7 –2 +3 –2+1 +4 –2
60 100 oksidasi
=2m reduksi

Kimia Kelas XII 41


Zat pereduksi atau reduktor adalah zat yang 2) Cu2+ + 2e– → Cu
mengalami oksidasi. Zat yang bertindak sebagai +2 0
reduktor adalah Al dan hasil oksidasinya adalah Reduksi
Al(OH)–4. Biloks Al adalah 0 karena merupakan
4 → S2O8
3) 2SO2– 2–
unsur bebas. Sementara itu, zat yang bertindak
+6 –2 +7 –2
sebagai oksidator adalah MnO –4 dan hasil
Oksidasi
reduksinya MnO2.
20. Jawaban: c 4) 2I– → I2 + 2e–
–1 0
aBr– + bMnO–4 + cH+ → dBr2 + eMn2+ + fH2O
Oksidasi
–1 +7 –2 +1 0 +2 +1–2
Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks yang Jadi, reaksi reduksi ditunjukkan oleh reaksi 1)
berlangsung dalam suasana asam. dan 2).
Langkah-langkah penyetaraan sebagai berikut.
22. Jawaban: b
1) Pisahkan setengah reaksi oksidasi dan Reaksi:
setengah reaksi reduksi, lalu setarakan jumlah HNO3(aq) + H2S(g) → S(s) + NO(g) + H2O(A)
atomnya. +1+5–2 +1 –2 0 +2 –2 +1 –2
Reduksi : MnO–4 → Mn2+
Langkah 1:
Oksidasi : 2Br– → Br2
Biloks N = +5 menjadi +2
2) Setarakan jumlah atom O dan H.
Biloks S = –2 menjadi 0
Reduksi : MnO–4 + 8H+ → Mn2+ + 4H2O
(Kanan ditambah 4H2O, kiri ditambah 8H+) Langkah 2:
Oksidasi : 2Br– → Br2 HNO3(aq) + H2S(g) → S(s) + NO(g) + H2O(A)
+5 –2 0 +2
3) Setarakan muatan dengan menambahkan +2
▲ ▲

elektron. –3
Reduksi : MnO–4 + 8H+ + 5e– → Mn2+ + 4H2O
(Kiri kelebihan muatan +5 sehingga ditambah Langkah 3:
5e–) HNO3(aq) + H2S(g) → S(s) + NO(g) + H2O(A)
Oksidasi : 2Br– → Br2 + 2e– +5 –2 0 +2
▲ ▲
(Kanan kelebihan muatan +2 sehingga +2(×3)
ditambah 2e–) –3(×2)

4) Samakan jumlah elektron pada kedua Dengan demikian, menjadi:


setengah reaksi. 2HNO3(aq) + 3H2S(g) → 3S(s) + 2NO(g) + H2O(A)
Reduksi : MnO–4 + 8H+ + 5e– → Mn2+ + 4H2O (dikali 2)
Oksidasi : 2Br– → Br2 + 2e– (dikali 5) Langkah 4:
sehingga diperoleh: 2HNO3(aq) + 3H2S(g) → 3S(s) + 2NO(g) + 4H2O(A)
Reduksi : 2MnO4– + 16H+ + 10e– → 2Mn2+ + 8H2O
Oksidasi : 10Br– → 5Br2 + 10e– nhidrogen sulfida : nasam nitrat = 3 : 2
—————————————————––––––––––––– +
Redoks : 10Br– + 2MnO4– + 16H+ → 5Br2 + 2Mn2+ + 8H2O
Banyak hidrogen sulfida yang dapat dioksidasi
oleh 1 mol asam nitrat
Jadi, harga a, b, d, dan f berturut-turut yaitu 10,
3
2, 5, dan 8. = × nasam nitrat
2
21. Jawaban: a 3
Reaksi reduksi ditandai dengan penangkapan = × 1 mol
2
elektron, pelepasan oksigen atau penurunan = 1,5 mol
bilangan oksidasi. Jadi, 1 mol asam nitrat dapat mengoksidasi
1) MnO–4 → Mn2+ 1,5 mol hidrogen sulfida.
+7 –2 +2
Reduksi 23. Berdasarkan data tersebut, potensial reduksi
logam Zn lebih kecil dibandingkan logam Ag
sehingga logam Zn lebih mudah dioksidasi

42 Penilaian Tengah Semester 1


dibandingkan Ag. Dengan demikian, logam Zn e×i×t
bertindak sebagai anode dan logam Ag bertindak w=
96.500
63,5
sebagai katode. ×5×t
3
Reduksi : Ag+(aq) + e– → Ag(s) E° = +0,80 V (×2) 85 =
96.500
Oksidasi : Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e– E° = +0,76 V (×1)
85 × 96.500 × 3
Setelah jumlah elektron disetarakan: t= 63,5 × 5
Reduksi : 2Ag+(aq) + 2e– → 2Ag(s) E° = +0,80 V (×2)
Oksidasi : Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e– E° = +0,76 V (×1)
27. Jawaban: c
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 1
Zn(s) + 2Ag+(aq) → Zn2+(aq) + 2Ag(s) E°sel = +1,56 V 1) Fe3+(aq) + Cl–(aq) → Fe2+(aq) + Cl2(g)
2
24. Jawaban: a Reduksi: Fe3+(aq)+ → e– Fe2+(aq) E° = +0,77V
1
Oksidasi: Cl–(aq) → 2 Cl2(g) + e– E° = –1,36 V
Pada sel Volta elektron mengalir dari anode ke –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1
katode. Dengan demikian, logam Cd bertindak Redoks: Fe3+(aq) + Cl–(aq) → Fe2+(aq) + 2
Cl2(g) E°sel = –0,59 V

sebagai anode dan logam Au bertindak sebagai Reaksi di atas tidak dapat berlangsung karena
katode. Anode mengalami reaksi oksidasi, E°sel bernilai negatif (–).
sedangkan katode mengalami reduksi. 1
Notasi diagram sel dapat ditulis: Anode | ion || ion | 2) Fe3+(aq) + F–(aq) → Fe2+(aq) + F (g)
2 2
katode. Reduksi: Fe3+(aq) + e– → Fe2+(aq) E° = +0,77V
1
Jadi, notasi sel untuk sel Volta tersebut adalah Oksidasi: F–(aq) → 2 F2(g) + e– E° = –2,87 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Cd | Cd2+ || Au3+ | Au. Redoks: Fe3+(aq) + F–(aq) → Fe2+(aq) +
1
F2(g) E°sel = –2,10 V
2

25. Jawaban: b Reaksi di atas tidak dapat berlangsung karena


i×t E°sel bernilai negatif (–).
mol e– = F =
96.500 1
F i 3) Fe3+(aq) + I–(aq) → Fe2+(aq) + I (s)
= 2 2
t 96.500 Reduksi: Fe3+(aq) + e– → Fe2+(aq) E° = +0,77V
1
3 Oksidasi: I–(aq) → 2 I2(s) + e– E° = –0,54 V
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
= 1
96.500 Redoks: Fe3+(aq) + I–(aq) → Fe2+(aq) + I (s)
2 2
E°sel = +0,23 V
= 3,1 × 10–5 F det–1 Reaksi di atas dapat berlangsung karena E°sel
Laju mol e– = 3,1 × 10–5 F detik–1 bernilai positif (+).
H2(g) + 2OH–(aq) → 2H2O(g)+ 2e– 1
1,55 × 10–5 mol det–1 3,1 × 10–5 F det–1 4) Fe3+(aq) + Br–(aq) → Fe2+(aq) + Br2(A)
2
Laju pengurangan massa H2 Reduksi: Fe3+(aq) + e– → Fe2+(aq)
1
E° = +0,77V
Oksidasi: Br–(aq) → 2 Br2(A) + e– E° = –1,07 V
= 1,55 × 10–5 mol det–1 × Mr H2 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
= 1,55 × 10–5 mol det–1 × 2 g mol–1 Redoks: Fe3+(aq) + Br–(aq) → Fe2+(aq) +
1
2
Br2(A) E°sel = –0,30 V
= 3,1 × 10–5 g det–1 Reaksi di atas tidak dapat berlangsung karena
Jadi, untuk menghasilkan arus sebesar 3 A, sel E°sel bernilai negatif (–).
bahan bakar tersebut menghabiskan laju H 2 1 1
sebesar 3,1 × 10–5 g det–1 . 5) Br–(aq) + I2(s) → Br2(A) + I–(aq)
2 2
1
26. Jawaban: b Reduksi: 2 I2(s) + e– → I–(aq)
1
E° = +0,54V
Oksidasi: Br–(aq) → 2 Br2(A) + e– E° = –1,07 V
Volume larutan = 250 mL –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Konsentrasi CuCl3 = 2 M Redoks: Br–(aq) +
1
I (s)
2 2

1
2
Br2(A) + I–(aq) E°sel = –0,53 V

Arus listrik = 5 A Reaksi di atas tidak dapat berlangsung karena


Mol CuCl3 = M × V E°sel bernilai negatif (–).
= 2 × 250
= 500 mmol 28. Jawaban: b
= 0,5 mol 1) Berdasarkan data tersebut, logam Zn dapat
Massa CuCl3 = mol × Mr CuCl3 mereduksi logam Pb dan logam Pb dapat
= 0,5 × 170 mereduksi logam Cu. Hal ini berarti
= 85 gram bahwa logam Zn merupakan reduktor

Kimia Kelas XII 43


paling kuat di antara ketiga logam tersebut berupa Cl– akan mengalami reaksi oksidasi di
serta E° Zn2+ | Zn < E° Pb 2+ | Pb < E° Cu 2+ anode (elektrode positif) dengan melepaskan
| Cu atau E° Cu 2+ | Cu > E° Pb 2+ | Pb > E° elektron. Kation akan bergerak menuju ke katode
Zn2+ | Zn. Selain itu, logam Cu merupakan dan anion akan bergerak menuju ke anode.
oksidator paling kuat sehingga mampu
32. Jawaban: e
mengoksidasi logam Zn dan Pb.
q = 965 coulomb
2) Reaksi Cu + Zn2+ → Cu2+ + Zn merupakan
q
reaksi tidak spontan karena logam Cu tidak qe– = 96.500 C mol−1
dapat mereduksi logam Zn.
3) Zn | Zn2+ || Pb2+ | Pb E°sel = 0,63 volt 965 C
= 96.500 C mol−1
Pb | Pb2+ || Cu2+ | Cu E°sel = 0,47 volt
––––––––––––––––––––––––––––––––
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu E°sel = 1,10 volt = 0,01 mol
29. Jawaban: d Reaksi elektrolisis larutan NaOH.
Pada elektrolisis larutan Na2SO4 menggunakan NaOH(aq) → Na+(aq) + OH–(aq)
elektrode grafit (inert), air akan tereduksi di katode Na+ merupakan ion logam aktif sehingga yang
(ion Na+ merupakan ion logam aktif). Sementara tereduksi di katode adalah air. Anion yang berupa
itu, di anode akan terjadi oksidasi air (ion SO2– 4 ion OH– teroksidasi di anode.
merupakan ion sisa asam oksi). Katode : 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Katode (–): 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Anode : 4OH–(aq) → 2H2O(A) + O2(g) + 4e–
Anode (+) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
Pada elektrode negatif (katode), larutan bersifat Setelah jumlah elektron disamakan:
basa dan terbentuk gas hidrogen. Katode : 4H2O(A) + 4e– → 4OH–(aq) + 2H2(g)
30. Jawaban: c Anode : 4OH–(aq) → 2H2O(A) + O2(g) + 4e–
Proteksi katodik adalah metode yang sering n – = ne– = 0,01 mol
OH
diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang
nOH −
dipendam dalam tanah seperti pipa pertamina, [OH–] =
V
pipa ledeng, dan tanki penyimpan BBM. Logam
reaktif seperti logam Mg dihubungkan dengan 0,01 mol
= 2L = 0,005 M = 5 × 10–3 M
pipa besi. Logam Mg merupakan reduktor yang
lebih reaktif daripada besi sehingga Mg akan pOH = –log [OH–]
teroksidasi terlebih dahulu. Pada gambar tersebut, = –log 5 × 10–3 = 3 – log 5
korosi disebabkan oleh adanya oksigen dan uap
pH = 14 – pOH
air dalam udara lembab. Hal tersebut dapat dilihat
= 14 – (3 – log 5) = 11 + log 5
dari reaksi kimianya. Sementara itu, adanya
Jadi, pH larutan menjadi 11 + log 5.
elektrolit atau zat terlarut bersifat asam tidak
tercantum dalam gambar. Adapun logam besi (Fe) 33. Jawaban: a
terletak di sebelah kanan H2O dan proses korosi Pada elektrolisis reaksi di katode bergantung jenis
memiliki nilai potensial reduksi positif. Nilai E°sel kation dalam larutan. Reaksi elektrolisis masing-
positif menunjukkan bahwa proses korosi masing larutan sebagai berikut.
berlangsung. 1) Larutan KCl dengan elektrode C
31. Jawaban: e Katode (–): 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Reaksi elektrolisis leburan ZnCl2 sebagai berikut. Anode (+) : 2Cl– → Cl2 + 2e–
ZnCl2(A) → Zn2+(A) + 2Cl–(A) 2) Larutan Al2(SO4)3 dengan elektrode Au
Katode (y) : Zn2+(A) + 2e– → Zn(s) Katode (–): 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Anode (x) : 2Cl–(A) → Cl2(g) + 2e– Anode (+) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g)
Kation (ion positif) berupa Zn2+ akan mengalami 3) Leburan Na2SO4 dengan elektrode Pt
reaksi reduksi di katode (elektrode negatif) dengan Katode (–): Na+(A) + e– → Na(s)
menangkap elektron, sedangkan anion (ion negatif) Anode (+) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g)

44 Penilaian Tengah Semester 1


4) Leburan CuCl2 dengan elektrode C 37. Jawaban: e
Katode (–): Cu2+(A) + 2e– → Cu(s) Reaksi elektrolisis larutan timbal(II) nitrat
Anode (+) : 2Cl–(aq) → Cl2(s) + 2e– (Pb(NO3)2) dengan elektrode C:
Jadi, larutan KCl dan Al2(SO4)3 menghasilkan Katode (–): Pb2+(aq) + 2e– → Pb(s)
reaksi yang sama di katode. Anode (+) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g)
V
34. Jawaban: d Mol O2 pada STP = 22, 4 L mol−1
Reaksi elektrolisis:
Katode (–): 2H2O(A) + 2e– → H2(g) + 2OH–(aq) 11, 2 L
3 = 22, 4 L mol−1
Anode (+) : 3O2–(A) → O2(g) + 2e–
2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + = 0,5 mol
3
2H2O(A) + 3O2–(A) → H2(g) + 2OH–(aq) + O2(g) Perbandingan mol e– = perbandingan koefisien
2
sehingga,
Reaksi reduksi di katode adalah reduksi kation
2H2O(A) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g)
dari dalam larutan (tidak dipengaruhi oleh
2 mol 0,5 mol
elektrode). Berdasarkan reaksi tersebut, di katode
yang tereduksi air. Jadi, kationnya harus
Ar
n
×i×t
w = 96.500
mengandung logam aktif (golongan IA, IIA, Al3+,
dan Mn2+). Sementara itu, reaksi oksidasi di an- Ar × Q
ode berasal dari anionnya (O2–). Opsi b dan e salah w =
96.500 × n
karena anionnya berupa SO2– 4 . Adapun opsi a dan
c salah karena elektrode anodenya tidak inert (Cu Ar × Q
mol × Ar =
dan Zn) maka logam anode akan teroksidasi. Jadi, 96.500 × n
opsi yang menggambarkan reaksi elektrolisis Q
tersebut adalah opsi d. 2=
96.500 × 2
35. Jawaban: b Q = 386.000 C
Besi akan berkarat jika teroksidasi. Agar tidak Jadi, listrik yang dialirkan pada proses tersebut
teroksidasi, besi dapat dilapisi dengan bahan yang sebesar 386.000 C.
lebih mudah teroksidasi (memiliki potensial 38. Jawaban: c
reduksi lebih kecil) dibanding besi. Bahan yang wZn = 3,05 gram
dimaksud adalah Mg. Mg memiliki potensial i =5A
reduksi standar yang paling kecil sehingga paling
Ar Zn
mudah teroksidasi dan paling baik untuk e = valensi Zn
melindungi besi dari korosi.
65,4
36. Jawaban: c =
2
Reaksi yang berlangsung spontan adalah reaksi
yang memiliki nilai potensial reduksi positif. = 32,7
Reaksi sel dan potensial sel masing-masing gambar e × i ×t
rangkaian sel Volta disajikan dalam tabel berikut. wZn =
96.500
Gambar Sel
Reaksi Sel Potensial Sel
32,7 × 5 × t
Volta 3,05 =
96.500
1) 3Zn(s) + 2Al3+(aq) → 3Zn2+(aq) + 2Al(s) –0,9 V
2) Fe(s) + Ni2+(aq) → Fe2+(aq) + Ni(s) +0,19 V 96.500 × 3,05
3) Cu(s) + Pb (aq) → Cu (aq) + Pb(s)
2+ 2+
–0,47 V
t= 32,7 × 5
4) Pb(s) + Ni2+(aq) → Pb2+(aq) + Ni(s) –0,12 V
= 1.800,2 detik
5) Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) +1,1 V
= 30 menit 2 detik
Jadi, reaksi yang berlangsung spontan ditunjukkan Jadi, waktu yang diperlukan untuk elektrolisis
oleh angka 2) dan 5). logam besi adalah 30 menit 2 detik.

Kimia Kelas XII 45


39. Jawaban: c Pada katode akan terjadi reduksi ion Ag+, sedang-
Misalkan: ion X = X a+ kan di anode akan terjadi oksidasi air karena ion
Reaksi elektrolisis di katode: NO–3 merupakan ion sisa asam.
X a+(aq) + ae– → X(s) Katode : Ag+(aq) + e– → Ag(s)
Massa logam X = 1,5 gram Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
Ar X= 150 g mol–1 Setelah jumlah elektron disetarakan:
q = 1.930 coloumb Katode : 4Ag+(aq) + 4e– → 4Ag(s)
Ar X 150 Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
e= =
valensi a nAg = ne– = 0,1 mol
e×q Massa perak yang mengendap
wX = = nAg × Ar Ag
96.500
150 = 0,1 mol × 108 g mol–1
× 1.930
1,5 = a
= 10,8 gram
96.500
Jadi, perak yang mengendap sebanyak 10,8 gram.
150
1,5 =
50a B. Uraian
150 1. 2 molal glukosa artinya 2 mol glukosa dalam
a = 1,5 × 50 = 2 1 kg pelarut.
Jadi, ion tersebut adalah ion X 2+. Mol glukosa = 2 mol.
1.000
40. Jawaban: c mol air (pelarut) = = 55,5 mol
18
VH = 1,1 dm3 npelarut
2
Elektrolisis larutan natrium sulfat menggunakan Xpelarut = n
pelarut + nterlarut
elektrode inert. 55,5
Na2SO4(aq) → 2Na+(aq) + SO2– = 55,5 + 2 = 0,965
4 (aq)
+
Ion Na merupakan ion logam aktif sehingga di P = Xp × P0
anode akan terjadi oksidasi air. Ion SO2–
4 merupa- = 0,965 × 30,5 mmHg
kan ion sisa asam oksi sehingga di katode akan = 29,43 mmHg
terjadi reduksi air. Jadi, tekanan uap larutan glukosa sebesar
Katode : 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g) 29,43 mmHg.
Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e– 2. massa Na2SO4 = 7,1 gram
VN2 = 22 dm3 massa air = 500 gram
nN2 = 1 mol Kb air = 0,52°C m–1
α = 0,8
nH 2 VH 2
= V Na2SO4(aq) → 2Na+(aq) + SO2– 4 (aq), n = 3
nN 2 N2 i = 1 + (n – 1)α
= 1 + (3 – 1)0,8
nH 2 1,1 dm3
= = 1 + 1,6 = 2,6
1 22 dm3 Mr Na2SO4 = ((2 × Ar Na) + (Ar S) + (4 × Ar O))
nH2 = 0,05 mol = ((2 × 23) + 32 + (4 × 16))
ne– = 2 × nH2 = 46 + 32 + 64 = 142
ΔTb = m × Kb × i
= 2 × 0,05 mol
massa 1.000
= 0,1 mol = M × × Kb × i
r V
Jumlah listrik yang sama di alirkan ke dalam
7,1 1.000
larutan perak nitrat → jumlah mol elektronnya = × × 0,52 × 2,6
142 500
sama
= 0,1352°C
AgNO3(aq) → Ag+(aq) + NO–3(g)
Jadi, kenaikan titik didih larutan Na2SO4 sebesar
0,1352°C.

46 Penilaian Tengah Semester 1


3. massa glukosa = 3,6 gram Misal: massa naftalena = x gram
massa K2SO4 = 1,74 gram massa antrasena = (1,6 – x) gram
massa air = 500 gram + 1.500 gram = 2.000 gram Mr naftalena = 128 g mol–1
Glukosa merupakan zat nonelektrolit, sedangkan Mr antrasena = 178 g mol–1
K2SO4 merupakan zat elektrolit (diasumsikan m = mnaftalena + mantrasena
terionisasi sempurna dalam air).
massa naftalena 1.000
K2SO4(aq) → 2K+(aq) + SO2– 4 (aq), n = 3 =( × )+
M r naftalena p
i=n=3
a. Titik didih campuran larutan: massa antrasena 1.000
( M antrasena × p )
r
⎧⎪ massa glukosa ⎛ massa K 2SO 4 ⎞⎫
ΔTb = ⎨ +⎜ × i ⎟⎬⎪ ⎛ x 1.000 ⎞ ⎛ (1,6 − x) 1.000 ⎞
⎩⎪ M r glukosa ⎝ M r K 2SO 4 ⎠ ⎭⎪
0,527 = ⎜ 128 × 20 ⎟ + ⎜ 178 × 20 ⎟
1.000 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
× p
× Kb 50 x 80 − 50 x
0,527 = +
128 178
⎧⎪ 3,6 ⎛ 1,74 ⎞⎫ 1.000
= ⎨ +⎜ × 3 ⎟⎬⎪ × × 0,52 8.900 + 128(80 − 50 x)
⎩⎪180 ⎝ 174 ⎠ ⎭⎪ 2.000 0,527 =
22.784
= (0,02 + 0,03) × 0,5 × 0,52
8.900 + 10.240 − 6.400 x
= 0,05 × 0,5 × 0,52 0,527 =
22.784
= 0,013°C
12.007,2 = 19.140 – 6.400x
Tb larutan = Tb pelarut + ΔTb 6.400x = 7.132,8
= 100 + 0,013 x = 1,1145 gram
= 100,013°C Massa naftalena = x = 1,1145 gram
b. Titik beku larutan: Massa antrasena = 1,6 – 1,1145 = 0,4855 gram
⎧⎪ massa glukosa ⎛ massa K 2SO 4 ⎞⎫ 1,1145
ΔTf = ⎨ +⎜ × i ⎟⎬⎪ % naftalena = 1,6 × 100% = 69,65%
⎪⎩ M r glukosa ⎝ M r K 2SO 4 ⎠ ⎪⎭
1.000 % anfrasena = (100 – 69,65)% = 30,35%
× p
× Kf Jadi, komposisi naftalena adalah 69,65% dan
komposisi antrasena adalah 30,35%.
⎧⎪ 3,6 ⎛ 1,74 ⎞ ⎫⎪ 1.000
= ⎨180 + ⎜ 174 × 3 ⎟⎬ × × 1,86 7 + SO2 → Cr + HSO4
5. Cr2O2– 3+ –
⎪⎩ ⎝ ⎠ ⎪⎭ 2.000
+6 – 2 +4 – 2 +3 +1+6 – 2
= (0,02 + 0,03) × 0,5 × 1,86 Langkah 1
= 0,05 × 0,5 × 1,86 Oksidasi: SO2 → HSO–4
= 0,0465°C
Reduksi: Cr2O2–7 → Cr
3+
Tf larutan = Tf pelarut – ΔTf
Langkah 2
= 0 – 0,0465 Oksidasi: SO2 + 2H2O → HSO–4 + 3H+
= –0,0465°C
Reduksi: Cr2O2–7 + 14H → 2Cr + 7H2O
+ 3+
Jadi, campuran larutan tersebut mendidih pada
suhu 100,013°C dan membeku pada suhu Langkah 3
–0,0465°C. Oksidasi: SO2 + 2H2O → HSO–4 + 3H+ + 2e– (×3)
4. ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan Reduksi: Cr2O72– + 14H+ + 6e– → 2Cr3+ + 7H2O (× 1)
= (5,51 – 2,81)°C sehingga menjadi:
= 2,7°C Oksidasi: 3SO2 + 6H2O → 3HSO–4 + 9H+ + 6e–
7 + 14H + 6e → 2Cr + 7H2O
Reduksi: Cr2O2– + – 3+
ΔTf = m × Kf
2,7 = m × 5,12 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
7 + 5H → 3HSO4 + 2Cr + H2O
3SO2 + Cr2O2– + – 3+
m = 0,527 molal
Molalitas larutan merupakan penjumlahan molalitas Perbandingan mol ion SO2 dan Cr2O72– adalah 3 : 1
tiap-tiap penyusunnya sehingga diperoleh: sehingga 1 mol Cr2O2–
7 dapat mengoksidasi 3 mol
m = mnaftalena + mantrasena SO2.

Kimia Kelas XII 47


6. a. c. Menentukan mol O 2 dari perbandingan
koefisien mol e–
NaNO3 i×t 0,5 × 9.650
mol e– = F = = = 0,05 mol
96.500 96.500

Elektrode Elektrode 1
Mg Zn nO = × 0,05 = 0,0125 mol
2 4
Mg(NO3)2 Zn(NO3)2
Volume O2 diukur pada saat 1 gram CH4
volumenya 1 liter.
b. Katode (+): Zn2+(aq) + 2e– → Zn(s) E° = –0,76 V
⎛n⎞ ⎛n⎞
Anode (–) : Mg(s) → Mg2+(aq) + 2e– E° = +2,37 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– ⎜ ⎟ = ⎜⎝ V ⎟⎠
⎝ V ⎠O 2 CH 4
Zn2+(aq) + Mg(s) → Zn(s) + Mg2+(aq)
⎛ 0,0125 ⎞ ⎛1⎞
sel = +1,61 V
E° ⎜ 16 ⎟
⎜ ⎟ = ⎜1⎟
c. Konsentrasi Zn(NO3)2 akan bertambah, se- ⎝ V ⎠O 2 ⎝ ⎠
baliknya konsentrasi Mg(NO3)2 akan menurun. VO = 16 × 0,0125
2
7. Logam A dapat mendesak logam B dari larutannya = 0,2 L
berarti bahwa logam A dapat mereduksi logam B d. Menentukan mol H+ melalui perbandingan
(potensial reduksi logam A lebih kecil daripada koefisien dengan mol e–.
logam B). Logam C dapat mendesak logam B dari 1
larutannya berarti bahwa logam C dapat mereduksi n = × 0,05 mol = 0,05 mol
H+ 1
logam B (potensial reduksi logam C lebih kecil n 0,05
daripada logam B). Logam C tidak dapat men- [H+] = = 0,5 = 0,1 M
V
desak logam A dari larutannya berarti bahwa pH = –log [H+] = –log 1 × 10–1
logam C tidak dapat mereduksi logam A (potensial =1
reduksi logam C lebih besar daripada logam A).
Dengan demikian, urutan logam berdasarkan 9. s = 2 cm
potensial reduksi dari yang paling besar yaitu B, Luas lempeng besi = s × s = 2 cm × 2 cm = 4 cm2.
C, dan A. i = 9,65 × 10–3 A
t = 1 jam = 3.600 detik
8. a. Larutan kromium(II) sulfat (CrSO4) dielek- Massa jenis seng = 7,32 g mL–1 = 7,32 g cm–3.
trolisis dengan elektrode grafit (C):
Ar Zn
CrSO4(aq) → Cr2+(aq) + SO2– 4 (aq) e = valensi Zn
Katode (–): Cr2+(aq) + 2e– → Cr(s) (× 2)
Anode (+) : 2H2O(A) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g) (× 1)
65,4
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– =
2Cr2+(aq) + 2H2O(A) → 2Cr(s) + 4H+(aq) 2
+ O2(g) = 32,7
e×i×t Massa seng yang digunakan untuk melapisi
b. w= lempeng besi:
96.500
w× 96.500 e×i×t
t = w=
Ar 96.500
×i
n
32,7 × 9,65 ⋅ 10−3 × 3.600
1,3 × 96.500 =
= 96.500
52
× 0,5 = 0,012 gram
2
Volume lapisan seng pada lempeng besi
125.450
= massa seng
13 = massa jenis seng
= 9.650 detik
0,012 gram
=
7,32 g cm −3
= 0,00164 cm3

48 Penilaian Tengah Semester 1


Luas lapisan seng = luas lempeng besi = 4 cm2. Jadi, volume gas H2 (gas di katode) dan O2
Tebal lapisan seng (gas di anode) saat STP:
volume seng VH = n × 22,4 L = 0,1 × 22,4 L = 2,24 L
2
= luas seng
VCl = n × 22,4 L = 0,1 × 22,4 L = 2,24 L
0,00164 cm3 2

= b. Menentukan mol OH– melalui perbandingan


4 cm2
koefisien dengan mol e–
= 0,00041 cm 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
Jadi, tebal lapisan seng per jam adalah 0,00041 cm. 0,2 mol 0,2 mol
10. a. NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl–(aq) n = 2 mol
OH–
Katode (–): 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g) n 0,2 mol
Anode (+) : 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e– [OH–] = = = 0,2 M
V 1
Mol e– = F = 0,2 F pOH = –log [OH–]
Perbandingan koefisien = perbandingan mol e– = –log 2 × 10–1
= 1 – log 2
1
Mol H2 (nH ) = × 0,2 mol = 0,1 mol pH = 14 – pOH
2 2
= 14 – (1 – log 2)
1 = 13 + log 2
Mol Cl2 (nCl ) = × 0,2 mol = 0,1 mol
2 2

Kimia Kelas XII 49


1. Peserta didik mampu menjelaskan kelimpahan, sifat-sifat, pembuatan, kegunaan, dan dampak penggunaan unsur-unsur
golongan utama dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
2. Peserta didik mampu menjelaskan kelimpahan, sifat-sifat, pembuatan, kegunaan, dan dampak penggunaan unsur-unsur
periode ketiga dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
3. Peserta didik mampu menjelaskan kelimpahan, sifat-sifat, pembuatan, kegunaan, dan dampak penggunaan unsur-unsur
transisi periode empat dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
4. Peserta didik mampu menyajikan data hasil penelusuran informasi pembuatan unsur halogen dengan tepat setelah melakukan
kegiatan diskusi.

Kimia Unsur

mencakup

Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Golongan Transisi


Golongan Utama Periode Ketiga Periode Empat
meliputi meliputi meliputi
Golongan IA (Alkali) Natrium (Na) Skandium (Sc)
Titanium (Ti)
Golongan IIA (Alkali Tanah) Magnesium (Mg) Vanadium (V)
Krom (Cr)
Golongan IIIA Aluminium (Al)
Mangan (Mn)
Besi (Fe)
Golongan IVA Silikon (Si)
Kobalt (Co)
Nikel (Ni)
Golongan VA Fosfor (P)
Tembaga (Cu)

Golongan VIA Sulfur (S)


Seng (Zn)

Golongan VIIA (Halogen) Klorin (Cl) mempelajari tentang

Kelimpahan Unsur-Unsur
Golongan VIIIA (Gas Mulia) Argon (Ar)
Golongan Transisi Periode
mempelajari tentang mempelajari tentang Empat di Alam

Kelimpahan Unsur-Unsur Kelimpahan Unsur-Unsur Sifat-Sifat Unsur


Golongan Utama di Alam Periode Ketiga di Alam Golongan Transisi
Sifat-Sifat Unsur Periode Empat
Sifat-Sifat Unsur
Golongan Utama Periode Ketiga
Pembuatan, Kegunaan,
Pembuatan, Kegunaan, dan dan Dampak Penggunaan
Pembuatan, Kegunaan, dan
Dampak Penggunaan Unsur- Unsur-Unsur Golongan
Dampak Penggunaan Unsur-
Unsur Periode Ketiga Transisi Periode Empat
Unsur Golongan Utama

• Golongan • Titik Leleh • Logam Transisi • Alkali • Gas Mulia • Ion Kompleks
• Periode • Senyawa • Reduktor • Alkali Tanah • Jari-Jari Atom • Ligan
• Titik Didih • Unsur • Oksidator • Halogen • Elektronegativitas

50 Kimia Unsur
A. Pilihan Ganda karbonat, seperti garam sulfat (CaSO 4 dan
MgSO4) serta garam klorida (CaCl2 dan MgCl2).
1. Jawaban: c Air sadah sementara dapat dihilangkan dengan
Timah ditemukan di alam dalam bentuk pemanasan. Air sadah tetap dapat dihilangkan
senyawanya. Mineral yang mengandung timah dengan natrium karbonat (Na 2CO 3). Reaksi
antara lain kasiterit (SnO2), tinstone, stanite pemanasan untuk menghilangkan kesadahan
(Cu2FeSnS4) dan cylindrite (PbSn4FeSb2S14). sementara sebagai berikut.
Adapun anglesite (mineral dengan PbSO4) dan Ca(HCO 3 ) 2(aq) → CaCO 3(s) + H 2O(A) +
gelena (PbS) merupakan mineral yang CO2(g)
mengandung unsur timbal. Kriolit (NaF.AlF3) Zat yang terbentuk adalah CaCO 3 (kalsium
merupakan mineral yang mengandung unsur karbonat).
natrium, fluor, dan aluminium. Sementara itu, Mg(HCO3)2(aq) → MgCO3(s) + H2O(A) + CO2(g)
kruksit dan klausthalit merupakan mineral yang Zat yang terbentuk adalah MgCO 3 (kalsium
mengandung unsur selenium. karbonat).
2. Jawaban: b Jadi, zat yang terbentuk jika air sadah sementara
Unsur halogen terletak pada golongan VIIA. dipanaskan adalah kalsium karbonat (CaCO3).
Untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia, 5. Jawaban: e
unsur halogen mudah menerima satu elektron Karbon termasuk ke dalam golongan IVA. Sifat-
membentuk anion. Halogen bersifat reaktif yaitu sifat karbon sebagai berikut.
dapat bereaksi dengan logam, nonlogam, metaloid 1) Pembakaran karbon secara sempurna
tertentu, hidrogen, dan air. Selain itu, halogen menghasilkan gas karbon dioksida.
mempunyai sifat berbentuk molekul diatomik, Pembakaran tidak sempurnanya meng-
bereaksi dengan air membentuk asam, dan berupa hasilkan gas karbon monoksida.
oksidator kuat. Adapun berbentuk gas pada suhu 2) Karbon cenderung membentuk ion positif
kamar dan sukar bereaksi dengan unsur lain dengan muatan 4+.
merupakan sifat unsur gas mulia (golongan 3) Karbon tidak dapat menghantarkan panas dan
VIIIA). Sementara itu, senyawa alkali tanah listrik.
(golongan IIA) sukar larut dalam air. Jadi, sifat unsur 4) Mempunyai dua kristal alotrop yaitu grafit dan
halogen ditunjukkan oleh angka 1), 5), dan 6). intan. Alotrop intan lebih kuat daripada grafit.
3. Jawaban: d 5) Karbon dapat berikatan satu sama lain
Sifat-sifat unsur golongan alkali (golongan IA) dari membentuk rantai karbon dengan panjang
atas ke bawah sebagai berikut. tidak terhingga.
a. Sifat kereaktifan bertambah, makin mudah 6. Jawaban: b
bereaksi. Unsur logam alkali tanah yang digunakan sebagai
b. Titik leleh menurun, makin kecil. warna dalam kembang api adalah barium dan
c. Jari-jari atom makin besar sehingga ukuran stronsium. Stronsium memberikan warna merah,
atom makin besar. sedangkan barium memberikan warna hijau. Selain
d. Energi ionisasi menurun, makin kecil. memberikan warna hijau pada kembang api,
e. Keelektronegatifan berkurang, makin kecil. barium dapat digunakan sebagai bahan cat,
4. Jawaban: b penyamakan kulit, dan racun tikus. Kalsium
Air sadah dibedakan menjadi dua yaitu air sadah menghasilkan warna nyala merah. Kalsium
sementara dan air sadah tetap. Air sadah dengan senyawanya digunakan sebagai elektrode
sementara yaitu air yang mengandung garam dalam aki dan pengikat pengotor dalam pengolahan
hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2 dan (Mg(HCO3)2). logam. Adapun natrium dan kalium termasuk unsur
Adapun air sadah tetap yaitu air yang golongan alkali. Natrium menghasilkan warna
mengandung garam selain garam hidrogen nyala kuning, sedangkan kalium memberikan
warna nyala ungu.

Kimia Kelas XII 51


7. Jawaban: b Jadi, pasangan data yang berhubungan dengan
Radon merupakan unsur gas mulia yang bersifat tepat ditunjukkan oleh angka 1) dan 3).
radioaktif dan dapat dimanfaatkan untuk terapi
B . Uraian
radiasi penderita kanker. Neon digunakan sebagai
pengisi lampu berwarna, tabung televisi, dan 1. Aluminium merupakan unsur dengan kelimpahan
indikator tegangan tinggi. Argon dapat terbesar ketiga (setelah oksigen dan silikon) di
dimanfaatkan sebagai pengganti nitrogen untuk kerak bumi. Aluminium ditemukan di dalam min-
lampu pijar. Helium dapat digunakan untuk mengisi eral bauksit (Al2O3·2H2O). Di Indonesia, bauksit
balon udara. Adapun kripton dimanfaatkan dalam banyak ditemukan di Pulau Bintan dan Tayan
pembuatan lampu antikabut dan fotografi (Kalimantan Barat). Mineral lainnya yang
kecepatan tinggi. mengandung aluminium adalah batu manikam
(Al 2 O 3 ), tanah liat (Al 2 (SiO 3 ) 3 ), ortoklas
8. Jawaban: c
(KAlSi3O8), kriolit (NaF·AlF3), dan korundum
Golongan VIA terdiri atas unsur oksigen, belerang,
(Al2O3).
selenium, telerium, dan polonium. Unsur oksigen,
belerang, dan selenium bersifat nonlogam. 2. a. Kereaktifan logam alkali berkaitan dengan
Sementara itu, unsur telerium dan polonium elektron valensi yang hanya berjumlah satu
bersifat metaloid. Unsur golongan VIA mempunyai (ns1) serta jari-jari atom yang relatif besar.
titik didih di bawah 1.000 oC. Belerang dibuat Hal tersebut mengakibatkan logam alkali
dengan cara Sisilia dan Frasch. Belerang sukar mudah melepas elektron (mempunyai energi
bereaksi dengan unsur-unsur lain pada suhu biasa. ionisasi relatif rendah) dan membentuk kation
Pada suhu tinggi, reaksi dapat terjadi dengan +1 untuk memperoleh kestabilan seperti gas
berbagai logam seperti Fe dan Cu serta nonlogam mulia. Kereaktifan logam alkali bertambah
seperti Cl2, H2, atau O2. Belerang tidak bereaksi besar sesuai dengan pertambahan jari-jari
dengan air dan bersifat nontoksik. Unsur oksigen atomnya. Jari-jari atom unsur kalium lebih
selain sebagai molekul O2 dikenal pula bentuk besar dibandingkan jari-jari atom unsur
alotropnya sebagai molekul ozon (O3). natrium sehingga kalium lebih reaktif daripada
9. Jawaban: a natrium.
Energi ionisasi yang tinggi menyebabkan gas mulia b. Reaksi masing-masing logam natrium dan ka-
sukar melepaskan elektronnya membentuk ion lium dengan air membentuk basa dan gas
positif sehingga sukar membentuk senyawa hidrogen. Persamaan reaksinya sebagai
secara ionik. Afinitas elektron gas mulia yang berikut.
rendah menyebabkan gas mulia tidak dapat 2Na(s) + 2H2O(A) → 2NaOH(aq) + H2(g)
mengikat elektron untuk membentuk ion negatif 2K(s) + 2H2O(A) → 2KOH(aq) + H2(g)
sehingga sukar membentuk senyawa ionik. 3. Secara komersial, bromin dipisahkan dari
Konfigurasi elektron gas mulia (kecuali He) senyawanya dengan cara mengalirkan gas Cl2 ke
berakhir pada ns 2 np 6. Konfigurasi tersebut dalam larutan induk yang berasal dari air laut. Air
merupakan konfigurasi elektron yang stabil karena laut tersebut sudah dipisahkan NaCl-nya sehingga
semua elektron pada subkulitnya sudah banyak mengandung MgBr2. Reaksi yang terjadi
berpasangan. Oleh karena itu, unsur gas mulia sebagai berikut.
sukar membentuk ikatan kovalen dengan atom 2Br–(aq) + Cl2(g) → Br2(A) + 2Cl–(aq)
lain. Gas klorin dialirkan masuk melalui menara bagian
10. Jawaban: b atas dan akhirnya bereaksi dengan MgBr. Bromin
Pasangan yang tepat antara senyawa dan dampak yang dihasilkan mengalir melalui saluran bagian
yang ditimbulkan bagi manusia atau lingkungan atas dari menara kondensasi dan akhirnya
sebagai berikut. mencair. Dalam dunia industri, bromin digunakan
No. Senyawa Dampak Negatif
dalam pembuatan senyawa metil bromida (CH3Br)
untuk pestisida, perak bromida (untuk film
1) CFC Merusak lapisan ozon.
2) SO3 Menyebabkan terjadinya hujan asam. fotografi), alkali bromida (untuk sedatif), dan etil
3) CO 2 Menyebabkan efek rumah kaca. bromida (C2H4Br2) untuk memperbaiki mutu
4) CCl4 Menimbulkan kerusakan hati dan ginjal. bensin yaitu untuk menghindari pengendapan Pb
5) NaClO Mengganggu sistem pernapasan.
pada silinder.

52 Kimia Unsur
4. Timbal merupakan salah satu logam berat yang 5. a. Reaksi elektrolisis pembuatan logam natrium:
bersifat toksik (racun). Timbal tersebar ke alam NaCl(A) → Na+(A) + Cl–(A)
dalam jumlah kecil melalui proses alami termasuk
Katode : Na+(A) + e– → Na(s)
letusan gunung api dan proses geokimia. Selain
itu, logam timbal dan persenyawaanya juga Anode : 2Cl–(A) → Cl2(g) + 2e–
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar b. Reaksi di katode:
kendaraan bermotor yang mengandung TEL, emisi A Na
r 23
industri, dan dari penggunaan cat bangunan yang eNa = Valensi = 1 = 23
mengandung timbal (Pb). Logam timbal yang 9.650
mencemari udara terdapat dalam dua bentuk yaitu F = 96.500
dalam bentuk gas dan partikel-partikel. Timbal = 0,1 faraday
masuk dalam tubuh manusia melalui saluran w =e×f
pernapasan. Dampak negatif dari akumulasi timbal = 23 × 0,1
dalam tubuh antara lain kerusakan sumsum tulang = 2,3 gram
belakang, kerusakan sel otak, iritasi saluran
pernapasan, dan gangguan kerja enzim. Jadi, logam Na yang terbentuk sebesar
2,3 g.

A. Pilihan Ganda 4) Sifat reduktor (mengalami oksidasi) unsur


periode ketiga makin ke kanan makin
1. Jawaban: c berkurang, sehingga sifat reduktor unsur Mg
Urutan unsur periode ketiga dari kiri ke kanan lebih besar daripada unsur P.
sebagai berikut.
Na Mg Al Si P S Cl 2. Jawaban: e
Sifat keperiodikan unsur periode ketiga sebagai Tahan terhadap korosi, dapat menghantarkan
berikut. listrik, membentuk kation +3 dalam air, dan bersifat
1) Jari-jari atom dalam satu periode dari kiri ke amfoter merupakan sifat aluminium. Aluminium
kanan makin kecil. Hal ini dikarenakan muatan digunakan sebagai logam campuran mangalium
inti bertambah positif. Sementara elektron- (90% Al, 10% Mg) sebagai bahan pembuatan
elektron yang jumlahnya bertambah masih badan pesawat terbang. Sementara itu, bahan
menempati kulit yang sama sehingga gaya pembuatan sabun memanfaatkan unsur natrium.
tarik menarik antara inti atom dan elektron Pigmen pada tinta hitam memanfaatkan karbon
makin kuat. Makin kecil jari-jari, energi hitam. Unsur fosfor digunakan sebagai bahan
ionisasinya makin besar. Keelektronegatifan pembuatan pupuk NPK. Bahan tahan panas untuk
unsur makin ke kanan makin besar. Jadi, melapisi tanur menggunakan magnesium oksida.
energi ionisasi dan keelektronegatifan unsur 3. Jawaban: a
Mg lebih kecil daripada unsur P. Energi ionisasi unsur-unsur ditentukan oleh struktur
2) Makin kuat suatu unsur menarik elektron elektron, selain ditentukan oleh jari-jari atom.
(energi ionisasi makin besar), sifat basanya Dalam hal ini energi ionisasi Mg lebih besar
makin berkurang dan sifat asamnya makin daripada Al, dan energi ionisasi P lebih besar
bertambah. Oleh karena itu, unsur P lebih daripada S. Penyimpangan ini disebabkan atom
bersifat asam daripada unsur Mg. Mg memiliki orbital 3s penuh dan atom P memiliki
3) Dalam satu periode, titik leleh meningkat dari orbital 3p setengah penuh sehingga Mg dan P
kiri ke kanan sampai golongan IVA (Si sukar melepaskan elektron. Jadi, grafik hubungan
memiliki titik leleh tertinggi), lalu menurun antara energi ionisasi unsur-unsur periode ketiga
mencapai nilai terendah untuk golongan dengan nomor atomnya ditunjukkan oleh pilihan a.
VIIIA. Jadi, titik leleh unsur Mg lebih besar
daripada unsur P.

Kimia Kelas XII 53


4. Jawaban: d 8. Jawaban: c
Data tersebut menjelaskan sifat-sifat tiga unsur SiO2 bersifat asam sehingga dapat bereaksi dengan
dalam periode ketiga secara berurutan dari kiri ke basa. Dengan demikian, SiO2 dapat larut dalam
kanan. Berdasarkan data wujud unsur yang berupa larutan NaOH membentuk larutan tidak
padatan, unsur yang mungkin dari ketiga unsur berwarna. Sementara itu, SiO2 tidak dapat larut
adalah Na, Mg, Al, Si, P, dan S. Unsur Cl dan Ar dalam HNO3 karena HNO3 juga bersifat asam.
tidak berwujud padat. Dari energi ionisasi diketahui
9. Jawaban: e
Q mempunyai energi ionisasi lebih besar dari R.
Reaksi tersebut merupakan reaksi pembuatan gas
Padahal secara umum energi ionisasi unsur
NH3 (amonia) yang disebut proses Haber-Bosch.
periode ketiga makin besar. Anomali nilai energi
Pada proses tersebut amonia dapat dimanfaatkan
ionisasi hanya terjadi pada Mg dan P yang
sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Proses
mempunyai energi ionisasi lebih besar dari unsur
Hall-Heroult merupakan proses peleburan
di sebelah kanannya. Dengan demikian,
aluminium oksida untuk menghasilkan aluminium
kemungkinan Q adalah Mg atau P. Dari jari-jari
murni. Logam aluminium dapat digunakan pada
atom diketahui nilainya tidak terlalu besar sehingga
industri pesawat terbang, sedangkan serbuk alu-
Q bukan Na. Jika Q adalah Mg maka P adalah
minium dapat digunakan untuk menjalankan roket.
Na. Oleh karena jari-jari P bukan jari-jari Na maka
Proses Ostwald merupakan proses pembuatan
Q adalah P (fosfor)sehingga P adalah Si dan R
asam nitrat yang dapat digunakan sebagai bahan
adalah S.
peledak. Proses Down merupakan serangkaian
5. Jawaban: c proses pembuatan unsur natrium melalui proses
Mineral penghasil mineral aluminium adalah elektrolisis. Natrium digunakan untuk membuat
bauksit (Al2O3·H2O). Pirit mempunyai rumus sabun, bahan pereduksi, dan bahan TEL. Proses
molekul FeS sehingga dapat diolah menghasilkan Frasch merupakan salah satu proses pembuatan
belerang. Kuarsa mempunyai rumus molekul belerang. Belerang dapat digunakan sebagai bahan
(SiO3) sehingga merupakan mineral penghasil pembuatan asam sulfat.
unsur silikon. Dolomit (CaCO3·MgCO 3) dan
10. Jawaban: d
karnalit (KCl·MgCl·6H2O) merupakan mineral
Massa logam aluminium dalam topaz (Al2F2SiO4)
penghasil unsur magnesium.
2 × Ar Al
= × 460 gram
6. Jawaban: d M r Al2 F2SiO 4
Sifat hidroksida unsur-unsur periode ketiga 2 × 27 g mol−1
= ((2 × 27) + (2 × 19) + 28 + (4 × 16)) g mol−1
× 460 gram
bergantung pada energi ionisasi. Dari kiri ke kanan
energi ionisasi cenderung bertambah. Artinya, = 135 gram
unsur-unsur tersebut makin kuat menarik elektron. Jadi, massa aluminium sebanyak 135 gram.
Makin kuat suatu unsur menarik elektron, sifat
basanya makin berkurang dan sifat asamnya makin B . Uraian
bertambah. Jadi, urutan senyawa hidroksida pada 1. Sifat reduktor dan oksidator dapat ditentukan dari
unsur periode ketiga dari yang paling bersifat basa besarnya harga potensial reduksi standar (E°).
adalah NaOH – Mg(OH)2 – Al(OH)3 – Si(OH)4. Harga potensial standar unsur dalam periode ketiga
7. Jawaban: c makin ke kanan makin positif sehingga makin
Hasil reaksi menunjukkan reaksi pengolahan untuk mudah mengalami reduksi (oksidator). Jadi, sifat
menghasilkan unsur klorin (Cl 2 ). Klorin reduktor unsur-unsur periode ketiga makin ke
dimanfaatkan sebagai bahan desinfektan, bahan kanan makin berkurang, sedangkan sifat oksidator
pemutih pakaian, dan pembasmi hama misal makin bertambah.
insektisida. Bahan pembuatan korek api
2. Proses Sisilia digunakan untuk mengolah batuan
menggunakan unsur belerang (S) dan fosfor (P).
belerang yang berada di atas permukaan tanah.
Unsur yang digunakan untuk bahan obat kulit
Batuan yang mengandung belerang dipanaskan
adalah belerang (S). Unsur yang digunakan
sebagai pengisi bola lampu pijar adalah argon. hingga belerang melebur dan terpisah dari batuan.
Unsur yang dimanfaatkan untuk badan pesawat Selanjutnya, belerang dimurnikan dengan cara
terbang adalah aluminium (Al). sublimasi. Proses Frasch dilakukan untuk

54 Kimia Unsur
mengambil belerang cair dari dalam tanah. fosfor, belerang, dan klor merupakan unsur-unsur
Caranya, tanah yang mengandung belerang dibor nonlogam yang sangat mudah menangkap elektron
menggunakan bor khusus yang terdiri atas pipa- membentuk ion negatif sehingga titik didih dan titik
pipa yang mempunyai diameter berbeda dan leburnya rendah.
disusun secara simetris. Pada bor ini dialirkan air
4. a. Bahan peralatan rumah tangga, bingkai
dan udara panas untuk melelehkan belerang. Oleh
jendela, dan kerangka bangunan.
karena adanya gaya tekan ke atas dari udara dan
b. Pelapis kemasan biskuit, cokelat, dan rokok.
air panas, belerang cair akan terpompa naik ke
c. Campuran logam 90% Al dan 10% Mg
atas permukaan tanah. Sementara itu, Claus
(magnalium) bersifat kuat dan ringan yang
merupakan proses pengolahan belerang
digunakan pada pembuatan badan pesawat
menggunakan bahan baku gas asam sulfida (H2S).
terbang.
Gas H2S dapat diperoleh dari hasil penambangan
d. Campuran 20% Al, 50% Fe, 20% Ni, dan 10%
minyak bumi atau dari hasil pembakaran kokas.
Co dapat digunakan sebagai magnet yang
Prosesnya, gas H2S dioksidasi dengan oksigen
sangat kuat.
agar menghasilkan gas SO 2. Gas SO 2 yang
e. Thermit (campuran Al dan Fe2O3) digunakan
dihasilkan dicampurkan dengan sebagian gas H2S
untuk mengelas logam.
sehingga dihasilkan belerang cair.
f. Aluminium sulfat digunakan pada pewarnaan
3. Titik didih dan titik lebur mulai dari Na naik terus tekstil.
sampai Si, lalu turun secara drastis pada fosfor
5. Urutan senyawa oksida dari yang paling asam yaitu
dan belerang karena perbedaan struktur kristal zat-
ClO, SO3, P2O5, SiO2, Al2O3, MgO, dan Na2O.
zat tersebut. Pada unsur natrium, magnesium, dan
Unsur-unsur penyusun oksida tersebut terletak
aluminium, atom-atom saling berikatan dengan
dalam satu periode yaitu periode ketiga. Dalam
ikatan logam yang makin kuat dengan
satu periode dari kiri ke kanan energi ionisasi
bertambahnya jumlah elektron valensi. Unsur
makin besar. Makin besar energi ionisasi, unsur
silikon tidak tersusun oleh ikatan logam, tetapi
makin kuat menarik elektron sehingga sifat
atom-atom silikon ini saling berikatan
basanya makin berkurang dan sifat asam
menggunakan empat buah ikatan kovalen tunggal
bertambah. Dengan demikian, unsur yang berada
sehingga membentuk suatu struktur yang kukuh.
di paling kiri bersifat paling basa, sedangkan unsur
Untuk memutuskan ikatan ini diperlukan energi
yang berada paling kanan bersifat paling asam.
yang cukup besar sehingga titik didih atau titik lebur Senyawa nonlogam + oksigen = senyawa asam
mulai dari Na naik terus sampai Si. Unsur-unsur Senyawa logam + oksigen = senyawa basa

A. Pilihan Ganda menjadi diamagnetik (unsur Zn), paramagnetik


(unsur Sc), dan feromagnetik (unsur Fe, Co, dan
1. Jawaban: b Ni). Unsur transisi dapat bereaksi dengan unsur
Unsur transisi merupakan kelompok unsur yang lain.
terletak pada blok d dalam sistem periodik unsur.
Semua unsur transisi bersifat logam. Adanya 2. Jawaban: c
ikatan logam ini mengakibatkan titik leleh, titik Unsur dengan konfigurasi elektron: [Ar] 4s1 3d 5
didih, dan densitas unsur transisi cukup besar mempunyai nomor atom = 18 + 1 + 5 = 24. Dilihat
sehingga bersifat keras dan kuat. Unsur-unsur dari grafik untuk nomor atom 24, bilangan
transisi periode empat bersifat elektropositif oksidasinya = +2, +3, dan +6.
(mudah melepas elektron) sehingga bilangan 3. Jawaban: d
oksidasinya bertanda positif. Sifat kemagnetan Sifat feromagnetik adalah sifat unsur yang dapat
unsur-unsur transisi periode empat dikelompokkan ditarik dengan sangat kuat oleh magnet. Sifat
feromagnetik disebabkan oleh banyaknya elektron

Kimia Kelas XII 55


tidak berpasangan pada orbital d unsur transisi. kobalt. Malasit Cu2(OH)2CO3 merupakan mineral
Unsur yang mempunyai elektron tidak berpasangan yang mengandung unsur tembaga. Manganit
pada orbital d-nya yaitu Fe, Co, dan Ni. Seluruh (Mn 2 O 3 .H 2 O) merupakan mineral yang
elektron pada orbital unsur Zn telah berpasangan mengandung unsur mangan. Jadi, mineral yang
sehingga Zn menolak medan magnet. Unsur Sc mengandung unsur titanium ditunjukkan oleh
hanya dapat ditarik dengan lemah oleh magnet angka 1) dan 2).
karena hanya mempunyai satu elektron tidak
9. Jawaban: c
berpasangan dalam orbital d-nya. Sementara itu,
Makin banyak jumlah elektron tidak berpasangan
Fe dapat ditarik dengan kuat oleh magnet karena
pada orbitalnya unsur transisi, makin kuat unsur
mempunyai empat elektron tidak berpasangan
tersebut ditarik oleh magnet. Konfigurasi unsur
dalam orbital d-nya.
transisi sebagai berikut.
4. Jawaban: d 1) 21Sc: [Ar] 4s2 3d1: hj h
Ion kompleks [Pt(NH3)4Cl2]2+ terdiri atas atom
4s2 3d1
pusat bernama platina dan ligan. Ligan-ligannya
yaitu amina sebanyak empat (tetra) dan kloro 2) 23V: [Ar] 4s2 3d3: hj h h h
sebanyak dua (di).
4s2 3d3
Muatan ion kompleks = biloks atom pusat + jumlah
muatan ligan 3) [Ar] 4s2 3d6:
26Fe: hj hj h h h h
+2 = biloks Pt + (4 × 0) + (2 × (–1))
biloks Pt = 4 4s2 3d6
Jadi, nama ion kompleks tersebut adalah tetraamin 4) [Ar] 4s2 3d8:
28Ni: hj hj hj hj h h
dikloro platina(IV).
4s2 3d8
5. Jawaban: e
Titanium(IV) klorida (TiCl4) direduksi dengan 5) 30Zn: [Ar] 4s2 3d10: hj hj hj hj hj hj
logam magnesium (Mg) pada suhu tinggi yang 4s2 3d10
bebas oksigen menghasilkan persamaan reaksi: Jadi, unsur transisi yang mempunyai sifat magnetik
TiCl4(s) + 2Mg(s) → Ti(s) + 2MgCl2(s) paling kuat adalah 26Fe.
6. Jawaban: b 10. Jawaban: b
Unsur transisi umumnya dapat membentuk Unsur mangan banyak digunakan pada industri
senyawa berwarna. Hal ini disebabkan per- baja sebagai campuran (aloi) mangan dengan besi.
pindahan elektron yang terjadi pada pengisian sub- Unsur tembaga banyak digunakan sebagai kabel
kulit d disertai dengan pengabsorbsi sinar tampak. listrik (alat-alat elektronik) dan membuat paduan
Konfigurasi elektron Zn sebagai berikut. logam seperti kuningan (tembaga dan seng),
2 10
30Zn: [Ar] 4s 3d : hj hj hj hj hj hj perunggu (tembaga dan timah), monel, dan alnico.
4s2 3d10 Skandium digunakan sebagai komponen lampu
Orbital d unsur seng terisi penuh sehingga unsur berintensitas tinggi. Selain itu, skandium dapat
seng tidak berwarna. dimanfaatkan sebagai bahan pembentukan gela-
tin hidroksida (Sc(OH)3) yang bersifat amfoter.
7. Jawaban: a Adapun titanium sering digunakan pada industri
Serbuk logam titanium berbahaya karena dapat pesawat terbang, mesin turbin, dan peralatan
menimbulkan kebakaran. Jika terpapar di udara kelautan.
bebas, titanium membentuk semacam awan. Jika
terkena api, titanium akan mudah meledak. B . Uraian
1. Kelimpahan titanium di kulit bumi cukup banyak
8. Jawaban: a
sekitar 0,6%. Selain rutil dan ilmenit, mineral yang
Mineral yang mengandung unsur titanium adalah
mengandung titanium yaitu perovskite (CaTiO3)
rutil (TiO2) dan titanit (CaTiOSiO4). Smaltit
dan titanit (CaTiOSiO4).
(CoAs2) merupakan mineral yang mengandung

56 Kimia Unsur
2. Unsur transisi periode empat dapat membentuk b. Paparan nikel dalam jumlah besar pada tubuh
senyawa kompleks karena mempunyai orbital 3d dapat menyebabkan risiko kanker paru-paru,
yang masih kosong. Ion netral atau ligan yang kanker hidung, kanker laring, kanker prostat,
mempunyai pasangan elektron bebas akan sakit kepala, emboli paru, janin lahir cacat,
menyumbangkan pasangan elektronnya untuk asma, bronkitis, ruam kulit, dan gangguan
mengisi orbital 3d yang kosong pada ion logam jantung. Konsentrasi nikel yang tinggi pada
transisi. Ligan tersebut berikatan dengan atom tanah berpasir dapat merusak tanaman. Pada
pusat melalui ikatan kovalen koordinasi. permukaan air, konsentrasi nikel yang tinggi
dapat mengurangi tingkat pertumbuhan alga.
4. a. Manfaat nikel antara lain sebagai penghantar
panas atau listrik yang baik, melapisi logam 5. Ion Sc3+ dan Ti4+ tidak berwarna karena orbital
agar tahan karat, sebagai campuran logam s dan d-nya kosong atau tidak terisi elektron.
misal monel dan alnico, serta sebagai katalis Konfigurasi ion Sc3+ dan Ti4+ sebagai berikut.
dalam reaksi hidrogenasi misal hidrogenasi Sc3+ : [Ar] 4s0 3d0
lemak pada pembuatan margarin.

Ti4+ : [Ar] 4s0 3d0

Kimia Kelas XII 57


Kelimpahan Unsur- Kelimpahan Unsur-
Unsur Golongan Unsur Golongan
Transisi Periode Empat Utama di Alam

Sifat-Sifat Unsur
Golongan Transisi Unsur-Unsur
Sifat-Sifat Unsur
Periode Empat Golongan Unsur-Unsur Golongan Utama
Transisi Golongan
Periode Utama
Empat
Pembuatan,
Pembuatan, Kegunaan, Kegunaan, dan
dan Dampak Dampak
Penggunaan Unsur- Penggunaan Unsur-
Unsur Golongan Unsur Golongan
Transisi Periode Empat Utama

Kimia Unsur

Kelimpahan Unsur-
Unsur Periode Ketiga
di Alam

Sifat-Sifat Unsur
Unsur-Unsur
Periode Ketiga
Periode
Ketiga

Pembuatan,
Kegunaan, dan
Dampak Penggunaan
Unsur-Unsur Periode
Ketiga

58 Kimia Unsur
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: e
Unsur halogen mempunyai elektron valensi ns2np5.
1. Jawaban: b
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sebuah
Hubungan yang tepat antara mineral dan
elektron tidak berpasangan yang menyebabkan
kandungan unsurnya sebagai berikut.
unsur halogen sangat reaktif dan mudah
No. Nama Mineral Kandungan Unsur membentuk ion halida. Energi ionisasi yang tinggi
1) Barit Ba mengakibatkan unsur halogen sukar melepaskan
2) Epsomit Mg elektronnya untuk membentuk ion positif.
3) Kasiterit Sn
4) Stronsianit Sr Sementara itu, afinitas elektron yang tinggi
5) Kriolit Na menyebabkan halogen sangat mudah menangkap
elektron untuk menjadi ion negatif.
2. Jawaban: c
Warna nyala biru menunjukkan adanya kandungan 6. Jawaban: a
kation cesium. Warna nyala merah oranye Sifat halogen sebagai berikut.
menunjukkan adanya kandungan kation kalsium. 1) Daya oksidasi: F2 > Cl2 > Br2 > I2.
– – –
Natrium memberikan warna kuning. Kalium 2) Daya reduksi: I– > Br > Cl > F .
memberikan warna lembayung. Barium memberikan 3) I– merupakan reduktor terkuat.
warna hijau. Stronsium memberikan warna merah 4) F2 merupakan oksidator paling kuat.
tua. 5) F2 dapat mengoksidasi Cl– menjadi Cl2.
Jadi, pernyataan yang benar tentang unsur-unsur
3. Jawaban: b halogen ditunjukkan oleh opsi a.
Senyawa yang digunakan sebagai bahan
pembuatan korek api adalah KClO3, sedangkan 7. Jawaban: a
senyawa yang digunakan untuk pengembang kue Paduan logam yang mengandung unsur nikel
adalah NaHCO3. K2SO4 dapat digunakan sebagai adalah alnico. Alnico dibuat dari paduan besi, alu-
pupuk. Senyawa CaC2 dapat digunakan untuk minium, kobalt, dan nikel. Kuningan dibuat dari
membuat gas asetilen yang dimanfaatkan pada paduan tembaga dan seng. Perunggu dibuat dari
proses pengelasan dan pematangan buah. paduan tembaga dan timah. Duralumin dibuat dari
Mg(OH)2 dimanfaatkan sebagai obat mag. BaSO4 paduan aluminium dan tembaga. Magnalium dibuat
tidak dapat ditembus sinar X, sehingga BaSO4 dari paduan aluminium dan magnesium.
dimampatkan dalam proses rontgen. 8. Jawaban: c
4. Jawaban: c Nitrogen dihasilkan dengan cara distilasi fraksinasi
Sebagai salah satu unsur golongan IIA, barium udara. Manfaat unsur nitrogen antara lain untuk
bersifat reaktif dan mudah bersenyawa dengan membuat pupuk urea dan ZA, bahan pembeku
unsur lain. Oleh karena itu, barium ditemukan di dalam industri pengolahan makanan, dan pengisi
alam dalam bentuk senyawanya. Golongan IIA ruang kosong dalam termometer untuk mengurangi
mempunyai energi ionisasi yang rendah sehingga penguapan raksa. Unsur yang digunakan dalam
mudah melepas elektronnya membentuk kation pembuatan korek api adalah fosfor merah. Bahan
bermuatan +2, termasuk barium. Oleh karena antiseptik luka memanfaatkan unsur iodin yang
bersifat reaktif, barium mudah bereaksi dengan air diperoleh melalui pengolahan air laut (oksidasi ion
menghasilkan larutan basa. Reaksinya dengan larutan iodida dengan oksidator gas klorin). Warna merah
asam menghasilkan garam dan gas hidrogen. Barium kembang api dibuat dari unsur stronsium yang
terletak paling bawah dalam golongan IIA sehingga diperoleh dari elektrolisis lelehan SrCl2. Badan
mempunyai jari-jari paling besar dibanding unsur yang pesawat dibuat dari paduan logam aluminium yang
lain. Titik didih dan titik leleh golongan alkali tanah diolah melalui proses Hall.
makin menurun dalam satu golongan. Oleh karena
itu, barium mempunyai titik didih paling rendah.

Kimia Kelas XII 59


9. Jawaban: b Cuplikan tabel periodik:
Sifat unsur golongan IVA berikut ini dari atas ke Golongan Golongan Golongan
bawah mengalami perubahan dari nonlogam, semi IIA IVA VIIA
logam, dan logam. Karbon bersifat bukan logam, Periode 3 12 P 14 Q 17 R
silikon dan germanium bersifat semilogam. Unsur
yang bersifat logam adalah timah dan timbal. Timah Pada unsur periode ketiga, dari kiri ke kanan
dimanfaatkan sebagai pelapis antikarat pada kaleng keelektronegatifan makin besar (kecuali golongan
karena aman bagi tubuh. Sementara itu, timbal VIIIA). Oleh sebab itu, kemampuan atom untuk
merupakan logam yang bersifat racun bagi makhluk menarik elektron dari atom lain untuk memenuhi
hidup. Timbal yang masuk ke dalam tubuh manusia kaidah oktet makin bertambah (keelektronegatifan
dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan sistem unsur P < Q < R). Jadi, kemampuan menarik
saraf, serta penurunan sel darah merah. elektron terbesar dimiliki oleh unsur R. Sementara
itu, unsur P terletak pada golongan IIA (alkali
10. Jawaban: b tanah) bersifat logam sehingga cenderung
Unsur golongan VA yang bersifat racun kuat adalah membentuk ion positif. Pada periode ketiga dari
arsenik. Meskipun di dalam tubuh manusia terdapat kiri ke kanan energi ionisasi cenderung bertambah.
arsenik, tetapi kebutuhannya sangat sedikit. Jumlah Hal ini berarti unsur-unsur tersebut makin kuat
yang berlebih mengakibatkan keracunan yang menarik elektron. Makin kuat suatu unsur menarik
mematikan. Oleh karena bersifat racun, arsenik elektron, sifat basanya makin berkurang dan sifat
digunakan sebagai pembasmi serangga dan asamnya makin bertambah. Jadi, unsur Q lebih
pengawet kayu. Fosfor dimanfaatkan sebagai bahan bersifat basa daripada P. Jadi, pernyataan yang
korek api. Fosfor dapat membentuk gas fosfin yang benar berkaitan dengan unsur-unsur tersebut
beracun. Bismut dimanfaatkan dalam kosmetik dan adalah unsur R mempunyai kemampuan terbesar
obat-obatan. Nitrogen dimanfaatkan sebagai bahan menarik elektron.
asam nitrat dan bahan pupuk urea. Antimon
dimanfaatkan sebagai penguat timbal untuk baterai. 13. Jawaban: a
Selain itu, antimon digunakan dalam campuran Berdasarkan data terlihat bahwa potensial reduksi
korek api dan pipa. dari Na ke Al makin besar. Hal ini berarti bahwa
unsur tersebut dari Na ke Al makin mudah
11. Jawaban: b direduksi (daya pengoksidasinya makin kuat). Hal
Semua unsur periode ketiga di alam berada dalam ini berarti pula bahwa daya pereduksinya makin
bentuk senyawa kecuali belerang dan argon. lemah.
Belerang terdapat bebas di kawah-kawah gunung
berapi. Argon merupakan gas monoatomik yang 14. Jawaban: c
terdapat di udara sekitar 0,15%. Katalis yang dapat digunakan dalam proses
pembuatan asam sulfat melalui proses kontak
12. Jawaban: e adalah vanadium pentaosida (V2O3). Katalis NO2
Konfigurasi elektron unsur: digunakan dalam pembuatan asam sulfat melalui
2
12P : [Ne] 3s proses bilik timbal. Gas karbon monoksida dapat
Elektron valensi = 2 → golongan IIA mereduksi oksida besi pada pengolahan bijih besi
Nomor kulit atom = 3 → periode 3 menjadi besi. TiCl3 merupakan katalis pada reaksi
2
14Q : [Ne] 3s 3p
2 polimerisasi alkena (pembuatan plastik). Fe2O3
Elektron valensi = 4 → golongan IVA digunakan sebagai katalis pada pembuatan amonia
Nomor kulit atom = 3 → periode 3 melalui proses Haber.
2 5
17R : [Ne] 3s 3p 15. Jawaban: e
Elektron valensi = 7 → golongan VIIA Silikon mampu membantuk jaringan tiga dimensi
Nomor kulit atom = 3 → periode 3 menggunakan empat ikatan kovalen. Silikon dapat
membentuk struktur raksasa dan ikatan kovalen
silikon sangat kuat. Energi yang diperlukan untuk
memutuskan ikatan tersebut sangat besar. Oleh

60 Kimia Unsur
karena itu, titik didih dan titik leleh silikon paling 20. Jawaban: e
tinggi. Konfigurasi elektron silikon berakhir pada Beberapa kegunaan unsur periode ketiga sebagai
3p 2 dan memengaruhi kemampuan silikon berikut.
membentuk empat ikatan kovalen. Di antara unsur No. Unsur Kegunaan
periode ketiga, jari-jari paling besar dimiliki oleh 1) Belerang Salep kulit
natrium dan energi ionisasi paling kecil dimiliki oleh 2) Fosfor Bahan pupuk
argon. Sifat metaloid silikon tidak memengaruhi 3) Natrium Bahan sabun dan pengembang
kue
titik didih silikon. 4) Silikon Chip komputer dan telepon
genggam
16. Jawaban: e 5) Magnesium Campuran logam
Sifat-sifat dimiliki oleh unsur magnesium. Mag- dan aluminium
nesium bersifat reduktor kuat. Oksida 6) Argon Bahan pengisi bola lampu pijar
7) Klor Pengelantang dan pemutih
magnesium (MgO) saat dilarutkan membentuk pakaian serta insektisida.
Mg(OH) 2 yang bersifat basa kuat dan dapat
dimanfaatkan sebagai obat mag. 21. Jawaban: e
Sifat paramagnetik dimiliki oleh atom yang
17. Jawaban: b
mempunyai elektron tidak berpasangan pada
1) Unsur A dengan air bereaksi menghasilkan
orbitalnya. Jadi, sifat paramagnetik ditentukan oleh
gas hidrogen. Jadi, kemungkinan unsur A
jumlah elektron yang tidak berpasangan (elektron
adalah Na atau Mg.
tunggal). Makin banyak jumlah elektron tidak
2) Oksida unsur B dalam air mempunyai pH lebih berpasangan, makin kuat sifat magnetiknya.
kecil dari 7 atau bersifat asam sehingga Elektron tidak berpasangan yang dimiliki unsur
kemungkinan unsur B adalah Si, P, S, atau Cl. transisi dapat diketahui pada orbital d-nya.
3) Unsur C dapat bereaksi dengan asam maupun
basa sehingga kemungkinan unsur C adalah Al. 22. Jawaban: d
Jadi, susunan unsur-unsur tersebut dalam sistem Na2CrO4 mengandung ion CrO2– 4 yang memiliki
periodik unsur dari kiri ke kanan adalah A, C, konfigurasi 4s 0 3d 0 dan berwarna kuning.
dan B. Sementara itu, MnO2– 2+
4 dan VO memiliki konfigurasi
4s0 3d1, sedangkan Ti4+ memiliki konfigurasi 4s0 3d0,
18. Jawaban: d tetapi tidak berwarna. Zn2+ mempunyai konfigurasi
Reaksi pembuatan unsur tersebut merupakan 4s0 3d10 sehingga tidak berwarna.
reaksi elektrolisis leburan Al2O3. Pemisahan alu-
23. Jawaban: b
minium dari biji bauksit atau dikenal dengan proses
Reaksi Goldschmidt merupakan reaksi
Hall-Heroult dilakukan dalam dua tahap yaitu
reduksi krom(III) oksida atau Cr 2O3 dengan
pemurnian bijih bauksit dan elektrolisis Al2O3.
logam aluminium. Reaksi yang tepat adalah
Sementara itu, proses Down merupakan proses
Cr2O3(s) + 2Al(s) → Al2O3(s) + 2Cr(s).
pengolahan unsur natrium. Proses Frasch adalah
proses pengolahan belerang. Proses Goldscmidt 24. Jawaban: e
adalah proses pengolahan unsur krom. Proses Senyawa kompleks [Co(H2O)5Cl]Cl2 terdiri atas
Haber-Bosch adalah proses sintesis amonia. ion kompleks [Co(H 2 O) 2 Cl] +2 dan Cl –. Ion
kompleks [Co(H 2O) 5Cl] + merupakan kation
19. Jawaban: b
sehingga atom pusat bernama kobalt. Ligan-
Fosfor merah lebih dipilih digunakan untuk membuat
ligannya yaitu akuo sebanyak lima (penta) dan kloro
korek api dibandingkan fosfor putih karena fosfor
sebanyak satu (mono).
putih sangat beracun. Fosfor putih atau fosfor merah
Muatan ion kompleks = biloks atom pusat + jumlah
sangat mudah terbakar. Fosfor merah tidak reaktif,
muatan ligan
sedangkan fosfor putih sangat reaktif. Fosfor merah
+2 = biloks Co + (5 × 0) + (1 × (–1))
tidak bersinar dalam gelap, sedangkan fosfor putih
biloks Co = +3
bersinar dalam gelap. Fosfor merah stabil terhadap
Jadi, nama senyawa kompleks tersebut adalah
setiap suhu, sedangkan fosfor putih tidak stabil pada
pentaakuo monokloro kobalt(III) klorida.
suhu tertentu.

Kimia Kelas XII 61


25. Jawaban: d 1s² 2s² 2p6 3s² 3p6 4s¹ 3d10. Saat membentuk
Muatan ion kompleks = biloks atom pusat + kation Cu+, tembaga melepas satu elektron pada
Σ muatan ligan. 4s¹sehingga konfigurasi elektronnya menjadi
1) [Cr(H2O)4(CN)2]– 1s² 2s² 2p6 3s² 3p6 3d10. Oleh karena orbital
(1 × biloks Cr) + (4 × muatan H2O) + d-nya telah penuh terisi elektron, perpindahan
(2 × muatan CN) = –1 (transisi) elektron pada orbital d tidak dapat terjadi.
Biloks Cr + (4 × 0) + (2 × (–1)) = –1 Dengan demikian, Cu+ tidak berwarna.
Biloks Cr = +1 28. Jawaban: c
2) [Cr(H2O)3(CN)3]+ Pasangan ion kompleks dan nama dari ion
(1 × biloks Cr) + (3 × muatan H2O) + kompleks yang tepat sebagai berikut.
(3 × muatan CN) = +1 Ion Kompleks Nama
Biloks Cr + (3 × 0) + (3 × (–1)) = +1 a. [PtCl6]2– ion heksakloro platinat(IV)
Biloks Cr = +4 b. [Ni(CN)4]2– ion tetrasiano nikelat(II)
c. [Ag(NH3)2]+ ion diamin perak(I)
3) [Cr(H2O)2(CN)4]+
d. [Co(H2O)6]3+ ion heksaakuo kobalt(III)
(1 × biloks Cr) + (2 × muatan H2O) + e. [Co(NH3)4Cl2]+ ion tetraamin dikloro kobalt(III)
(4 × muatan CN) = +1
Biloks Cr + (2 × 0) + (4 × (–1)) = +1 Jadi, pasangan data yang berhubungan dengan
tepat yaitu ion kompleks [Ag(NH3)2]+ mempunyai
Biloks Cr = +5
nama ion diamin perak(I).
4) [Cr(H2O)2(CN)4]–
29. Jawaban: a
(1 × biloks Cr) + (2 × muatan H2O) +
Warna yang terbentuk pada senyawa unsur logam
(4 × muatan CN) = –1
transisi diakibatkan adanya elektron tidak
Biloks Cr + (2 × 0) + (4 × (–1)) = –1
berpasangan dalam orbital 3d. Elektron tidak
Biloks Cr = +3
berpasangan tersebut akan tereksitasi (berpindah
5) [Cr(H2O)(CN)5]+ ke tingkat energi yang lebih tinggi) dan kembali ke
(1 × biloks Cr) + (1 × muatan H2O) + keadaan semula dengan menghasilkan sinar dengan
(5 × muatan CN) = +1 warna tertentu. Unsur logam transisi yang tidak
Biloks Cr + (1 × 0) + (5 × (–1)) = +1 berwarna adalah Sc dan Zn. Sifat ini dikarenakan
Biloks Cr = +6 Sc dan Zn tidak mempunyai elektron berpasangan
Jadi, ion kompleks yang mungkin adalah dalam orbital 3d-nya. Orbital 3d unsur Sc kosong,
[Cr(H2O)2(CN)4]–. sedangkan orbital 3d unsur Zn terisi penuh.
26. Jawaban: a 30. Jawaban: c
Bijih besi yang paling banyak mengandung besi Fluorin diperoleh melalui penyulingan bertingkat
adalah hematit (Fe2O3) atau magnetit (Fe3O4). udara dan dimanfaatkan sebagai bahan freon
Oksida-oksida ini direduksi dalam tanur tinggi untuk pendingin AC dan kulkas. Klorin diperoleh
menggunakan gas karbon monoksida. Sebagian dari proses Deacon dan Weldon. Klorin
besar oksida-oksida besi direduksi menjadi lelehan dimanfaatkan sebagai bahan insektisida, pemutih
besi oleh karbon monoksida dan beberapa yang dan pengelantang pakaian, desinfektan, serta pelarut
lain direduksi menjadi kokas. Reaksi yang terjadi organik. Natrium diolah melalui serangkaian proses
sebagai berikut. yang disebut proses Down yang meliputi reaksi
Fe3O4(s) + CO(g) → 3FeO(s) + CO2(g) elektrolisis. Natrium digunakan untuk membuat
3FeO(s) + 3CO(g) → 3Fe(A) + 3CO2(g) sabun, bahan pereduksi, dan bahan TEL. Unsur
yang dibuat melalui reaksi reduksi antara lain
27. Jawaban: a unsur-unsur logam golongan IIA dan logam
Timbulnya warna pada kation logam transisi transisi. Warna hijau pada kembang api
karena adanya perpindahan elektron pada orbital menggunakan BaSO 4 . Unsur golongan IIA
d. Perpindahan elektron dapat terjadi apabila diperoleh melalui reaksi elektrolisis termasuk
ada elektron tidak berpasangan pada orbital d. kalsium. Kalsium digunakan sebagai bahan
Tembaga (Cu) mempunyai konfigurasi tambahan pembuatan besi baja, desinfektan, dan

62 Kimia Unsur
gips. Mangan diperoleh dari reaksi reduksi dan a. CCl4 untuk pelarut.
dimanfaatkan untuk paduan logam dan baterai b. Ca(OCl)2 (kaporit) untuk desinfektan.
kering. Pelapis antikarat besi yang biasa digunakan c. NaClO untuk pemutih pakaian.
adalah krom, nikel, dan timah. Jadi, pasangan data d. NaCl untuk bumbu masak dan bahan
yang berhubungan tepat antara unsur, pembuatan, pembuatan berbagai senyawa.
dan kegunaan ditunjukkan oleh angka 2) dan 3). e. HCl untuk membersihkan permukaan logam
B . Uraian dari karat.
f. NH4Cl digunakan sebagai pengisi baterai.
1. Unsur-unsur alkali tanah ditemukan di alam dalam
bentuk senyawa. Senyawa alkali tersebar dalam 4. Proses pembuatan asam sulfat dapat melalui
jumlah besar pada air laut dan mineral (batuan). proses kontak dan bilik timbal.
Batuan dan mineral yang mengandung unsur a. Proses kontak
alkali tanah umumnya sebagai senyawa karbonat, Pembuatan asam sulfat melalui proses kontak
silikat, atau sulfat, sebab kelarutan senyawa menggunakan bahan baku belerang dioksida.
tersebut sangat kecil. Kalsium terdapat dalam Belerang dioksida diperoleh dengan cara
dolomit (CaCO3·MgCO3), magnesium terdapat membakar belerang di udara. Selanjutnya,
dalam mineral magnesit (MgCO3), berilium belerang dioksida dioksidasi hingga diperoleh
terdapat dalam mineral beril (Be3Al2(SiO3)6, belerang trioksida. Proses oksidasi ini
stronsium terdapat dalam mineral selestit (SrSO4) menggunakan katalis vanadium pentaoksida
dan stronsianat (SrCO3), barium terdapat dalam (V2O5). Belerang trioksida yang terbentuk
mineral barit (BaSO4) dan witerit (BaCO3). kemudian diabsorpsikan ke dalam larutan
2. Unsur logam dapat bersifat konduktor atau dapat asam sulfat (H2SO4) pekat dan menghasilkan
menghantarkan arus listrik karena elektronnya asam pirosulfit (H2S2O7). Asam pirosulfit
terdelokalisasi sehingga bebas bergerak di seluruh dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan
bagian struktur atom. Unsur nonlogam tidak asam sulfat.
bersifat konduktor, tetapi bersifat isolator karena
b. Proses bilik timbal
seluruh lintasan elektronnya memiliki ikatan yang
Pembuatan asam sulfat melalui proses bilik
kuat dengan intinya atau tidak mempunyai elektron
timbal menggunakan bahan baku belerang
bebas sehingga meskipun diberi tegangan listrik
atau pirit (FeS 2 ) yang dibakar agar
tidak akan membuat elektron-elektronnya
menghasilkan SO2. Katalis yang digunakan
bergerak.
pada proses ini NO2. Reaksi yang terjadi
3. Dalam dunia industri, klorin diproduksi melalui sebagai berikut.
proses elektrolisis larutan garam dapur. Reaksi 2S(s) + 2O2(g) → 2SO2(g)
yang terjadi sebagai berikut. SO2(g) + NO2(g) → SO3(g) + NO(g)
Anode (+) : 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e– 2SO3(g) + 2H2O(A) → 2H2SO4(aq)
Katode (–) : 2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g)
–––––––––––––––––––––––––––– 5. Timbal merupakan salah satu logam berat yang
2Cl–(aq) + 2H2O(A) → Cl2(g) + bersifat toksik bagi makhluk hidup terutama
2OH–(aq) + H2(g) manusia. Masuknya timbal ke dalam tubuh dapat
Di laboratorium klor dibuat dengan cara mengakibatkan penyakit jantung, tekanan darah
mereaksikan klorida dengan MnO2 dalam H2SO4 tinggi, dan gangguan reproduksi. Pada tahap lebih
pekat. Pada proses reaksi ini, MnO2 berfungsi lanjut dapat menyebabkan kerusakan otak dan
sebagai oksidator. Reaksi yang terjadi sebagai ginjal.
berikut. 6. Jari-jari atom unsur-unsur periode keempat dari
MnO 2(s) + 2Cl –(aq) + 4H +(aq) → Cl 2(g) + kiri ke kanan (Sc–Zn) relatif tidak berubah karena
Mn2+(aq) + 2H2O(A) pengisian elektron Sc sampai Zn masuk pada
Klorin digunakan untuk klorasi hidrokarbon, bahan subkulit 3d (kulit ke tiga). Sementara itu, kulit ke
baku plastik, dan pembuatan senyawa-senyawa empat (4s) sudah terisi penuh. Hal ini
klor lainnya. Kegunaan senyawa-senyawa klor menyebabkan pengaruhnya terhadap perubahan
sebagai berikut. jari-jari atom sangat kecil.

Kimia Kelas XII 63


7. Konfigurasi elektron unsur kromium (Cr) dan hingga maksimal elektron yang terdapat pada or-
tembaga (Cu) menyimpang dari asas Aufbau. bital tersebut. Dengan demikian, unsur transisi
Unsur kromium mempunyai konfigurasi elektron mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu.
3d 5 4s 1 (bukan 3d 4 4s 2) dan unsur tembaga
9. Silikon dipisahkan dari senyawanya (kuarsa)
mempunyai konfigurasi elektron 3d10 4s1 (bukan
dengan cara mereduksi SiO2 menggunakan karbon
3d9 4s2). Hal ini terjadi karena elektron-elektron
dan CaC2. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
dalam orbital-orbital cenderung stabil dalam
SiO2(s) + C(s) → Si(s) + CO2(g)
keadaan penuh atau setengah penuh.
10. a. Al2(SO4)3 dikenal dengan nama tawas yang
8. Unsur logam transisi bersifat mudah melepas digunakan untuk menjernihkan air.
elektron membentuk kation. Elektron yang dilepas
b. (NH 4 ) 2 SO 4 dikenal sebagai pupuk ZA
adalah elektron pada subkulit terluar yaitu orbital
(zwavelzuur amonium) digunakan sebagai
4s dan 3d. Oleh karena tingkat energi elektron
pupuk tanaman.
pada orbital tersebut hampir sama, unsur transisi
c. CaSO 4 yang disebut dengan gips untuk
dapat melepas tidak hanya satu elektron, tetapi
menyambung tulang yang patah.

64 Kimia Unsur
A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: a
Massa FeCl2 = 1,27 gram
1. Jawaban: a
Mr FeCl2 = 127 g mol–1
Berdasarkan sifat koligatif larutan, titik beku
FeCl2 (aq) → Fe2+ (aq) + 2Cl– (aq)
larutan dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut.
Ada 3 ion dalam larutan → n = 3, α = 0,30
NaCl, BaCl2, dan KOH merupakan zat elektrolit.
Dalam air, NaCl terionisasi menghasilkan 2 ion massa 1.000
ΔTf = × × Kf × i
yaitu 1 ion Na+ dan 1 ion Cl–, BaCl2 menghasilkan Mr massa pelarut
3 ion yaitu 1 ion Ba2+ dan 2 ion Cl–, dan KOH massa 1.000
menghasilkan 2 ion yaitu 1 ion K+ dan 1 ion OH–. ΔTf = × × Kf × (1 + (n – 1)α)
Mr massa pelarut
Adapun C6H12O6 merupakan zat nonelektrolit.
Dalam air, C 6 H 12 O 6 tidak terionisasi. Pada massa 1.000
ΔTf = × × 1,86 × (1 + (3 – 1)0,3)
konsentrasi yang sama, zat elektrolit lebih sukar Mr massa pelarut
membeku (titik beku lebih rendah) daripada zat 1, 27 1.000
nonelektrolit. Dengan demikian, larutan NaCl 0,1 m ΔTf = 127 × 500 × 1,86 × (1 + (2)0,3)
(larutan elektrolit) mempunyai titik beku lebih ΔTf = 0,059
rendah daripada C6H12O6 0,1 m (larutan nonelektrolit). ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan
Pada zat elektrolit, makin besar jumlah zat terlarut 0,059°C = 0°C – Tf FeCl3
dalam suatu larutan, maka titik bekunya makin Tf FeCl3 = –0,059°C
rendah (makin sukar membeku). Oleh karena Jadi, larutan FeCl2 membeku pada suhu –0,059°C.
mempunyai jumlah partikel terlarut lebih banyak
dan konsentrasi lebih besar, BaCl2 mempunyai titik 4. Jawaban: d
beku lebih rendah dibandingkan NaCl dan KOH. ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
Adapun KOH mempunyai titik beku lebih rendah = 101,62°C – 100°C
daripada NaCl. Jadi, urutan larutan berdasarkan = 1,62°C
bertambahnya titik beku adalah BaCl2< KOH < Mr Mg(OH)2 = 58 g mol–1
NaCl < C6H12O6. ΔTb = m × Kb × i
m 1.000
2. Jawaban: e ΔTb = M × P
× 0,52 × (1+(3-1)α)
r
Berdasarkan ilustrasi, jumlah partikel terlarut dalam
larutan X lebih banyak daripada larutan Y. Makin 17, 4 1.000
1,62 = 58 × 250 × 0,52 × (1+(3-1)α)
banyak jumlah partikel zat terlarut, tekanan uap
larutan dan titik beku akan makin turun. Dengan 1,62 = 0,3 × 4 × 0,52 × (1+2α)
demikian, tekanan uap dan titik beku larutan X lebih 1,62 = 0,624 × (1+2α)
rendah daripada larutan Y. Sebaliknya, titik didih 1,62 = 0,624 + 1,248α
dan tekanan osmotik larutan makin tinggi jika jumlah 0,996
partikel zat terlarut semakin banyak. Dengan α = 1, 248 = 0,8
demikian, titik didih dan tekanan osmotik larutan X
% α = 0,8 × 100%
lebih tinggi daripada larutan Y. Kedua larutan
= 80%
bersifat isotonik jika kedua larutan mempunyai
Jadi, derajat ionisasi Mg(OH)2 sebesar 80%.
tekanan osmotik sama.

Kimia Kelas XII 65


5. Jawaban: c 8. Jawaban: b
nglukosa KI(s) + NaClO3(s) + H2SO4(aq) → I2(aq) + K2SO4(s) + NaCl(aq) + H2O(A)
Xglukosa = +1 –1 +1 5 – 2 +1 6 – 2 0 +1 6 – 2 +1 –1 +1 –2
nair + nglukosa
reduksi
oksidasi
⎛ m ⎞
⎜ ⎟
⎝ M r ⎠glukosa Oksidator = NaClO3
=
⎛ m ⎞ ⎛ m ⎞ Reduktor = KI
⎜ ⎟ +⎜ ⎟
⎜M ⎟ ⎜ ⎟ Zat yang bertindak sebagai reduktor adalah KI
⎝ r ⎠air ⎝ M r ⎠glukosa
⎛ 18 ⎞
karena mengalami oksidasi atau mengalami
⎜ ⎟ kenaikan bilangan oksidasi. Zat yang bertindak
= 90 ⎝ 180 ⎠18 sebagai oksidator adalah NaClO 3 karena
⎛ ⎞ ⎛ ⎞
⎜ ⎟+⎜ ⎟ mengalami reduksi atau mengalami penurunan
⎝ 18 ⎠ ⎝ 180 ⎠
0,1 0,1 bilangan oksidasi.
= 5 + 0,1 = 5,1
9. Jawaban: e
0,1
ΔP = Xt× P° = 5,1 × 30,6 = 0,6 mmHg Reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengikat
oksigen, melepaskan elektron, dan meningkatnya
Plarutan = P° – ΔP = 30,6 – 0,6 = 30 mmHg
bilangan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi
Jadi, tekanan uap larutan glukosa tersebut adalah
yang melepas oksigen, menangkap elektron, dan
30 mmHg. menurunnya bilangan oksidasi. Pada reaksi 2Na(s)
6. Jawaban: d + 2H 2O(A) → 2NaOH(aq) + H 2(g), natrium
Massa sukrosa = 6,84 gram mengalami oksidasi karena bilangan oksidasinya
Volume pelarut = 500 mL meningkat dari 0 menjadi +1.
T = 25°C + 273 = 298 K 10. Jawaban: c
π =M×R×T
Reduksi : Cr 2 O 72– (aq) + 14H + (aq) + 6e – →
massa 1.000
= M × ×R×T 2Cr3+(aq) + 7H2O(A) (× 1)
r V
6,84 1.000
Oksidasi : C2O42–(aq) → 2CO2(g) + 2e– (× 3)
= 342 × 500
× 0,082 × 298 sehingga menjadi:
= 0,02 × 2 × 0,082 × 298 Reduksi : Cr 2 O 72– (aq) + 14H + (aq) + 6e – →
= 0,97 atm 2Cr3+(aq) + 7H2O(A)
Jadi, tekanan osmotik larutan sukrosa sebesar Oksidasi : 3C2O42–(aq) → 6CO2(g) + 6e–
0,97 atm. ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
7. Jawaban: b Redoksi : Cr2O72–(aq) + 3C2O42–(aq) + 14H+(aq)
ΔTb = 100,13 – 100 = 0,13°C → 2Cr3+(aq) + 6CO2(g) + 7H2O(A)
Massa = 4,5 gram Berdasarkan reaksi tersebut dapat diketahui bahwa
Kb = 0,52°Cm–1 perbandingan antara koefisien C2O42– dan Cr2O72–
massa 1.000 adalah 3 : 1 sehingga setiap 1 mol Cr2O72– dapat
ΔTb = M × 100 × Kb mengoksidasi 3 mol C2O42–.
r

4,5 1.000
0,13 = M × 100 × 0,52 11. Jawaban: a
r
Bi2O3(s) + ClO–(aq) → BiO3–(aq) + Cl–(aq) (basa)
4,5 +3 –2 +1 –2 +5 –2 –1
0,13 = M × 10 × 0,52
r
Menyamakan jumlah atom yang mengalami
4,5 0,13 perubahan biloks
Mr = 10 × 0,52 Bi2O3(s) + ClO–(aq) → BiO3–(aq) + Cl–(aq)
Mr = 180 g mol–1 +6 –2 +1 –2 +10 –2 –1
Senyawa nonelektrolit yang dilarutkan mempunyai (+4) × 1
massa molekul relatif 180 g mol –1 sehingga (–2) × 2
senyawa tersebut adalah glukosa yang mempunyai
rumus molekul C6H12O6.

66 Penilaian Akhir Semester 1


sehingga menjadi: 1) Mg2+(aq) + Sn(s) → Mg(s) + Sn2+(aq)
Bi2O3(s)+ ClO–(aq) → BiO3–(aq) + Cl–(aq) Eosel = Eokatode – Eoanode
Disertakan dengan menambah OH– dan H2O = EoMg – EoSn
Bi2O3(s) + 2ClO–(aq) + 2OH–(aq) → BiO3–(aq) = (–2,37 V) – (–0,14 V)
+ 2Cl–(aq) + H2O (A) = –2,23 V
Jadi, perbandingan antara mol Bi2O3 dan Cl– adalah 2) Al3+(aq) + Cr(s) →Al(s) + Cr3+(aq)
1 : 2. Eosel = Eokatode – Eoanode
12. Jawaban: d = EoAl – EoCr
Ketika gas klorin dimasukkan ke dalam larutan KI = (–1,66 V) – (–0,74 V)
akan dihasilkan endapan warna ungu. Larutan = –0,92 V
iodium pada larutan KI mengalami oksidasi 3) Cr3+(aq) + Co(s) →Cr(s) + Co2+(aq)
sehingga bertindak sebagai reduktor dan klorin Eosel = Eokatode – Eoanode
mengalami reduksi sehingga bertindak sebagai = EoCr – EoCo
oksidator. Reaksi yang terjadi sebagai berikut. = (–0,74 V) – (–0,28 V)
2KI(aq) + Cl2(g) → 2KCl(aq) + I2(s) = –0,46 V
+1–1 0 +1–1 0 4) Sn2+(aq) + Al(s) → Sn(s) + Al3+(aq)
Eosel = Eokatode – Eoanode
oksidasi
reduksi
= EoSn – EoAl
= (–0,14 V) – (–1,66 V)
13. Jawaban: a = +1,52 V
Reaksi : Zn(s) + NO3–(aq) → ZnO22–(aq) + NH4+(aq)
Reduksi : NO–3(aq) + 10H+(aq) + 8e– → NH+4(aq) + 3H2O(A) (×1)
5) Co2+(aq) + Sn(s) → Co(s) + Sn2+(aq)
Oksidasi : Zn(s) + 2H2O(A) → ZnO22–(aq) + 4H+(aq) + 2e– (×4) Eosel = Eokatode – Eoanode
Sehingga menjadi : = EoCo – EoSn
Reduksi : NO3–(aq) + 10H+(aq) + 8e– → NH+4 (aq) + 3H2O(A) = (–0,28 V) – (–0,14V)
Oksidasi : 4Zn(s) + 8H2O(A) → 4ZnO22–(aq) + 16H+(aq) + 8e– = –0,14 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
NO–3(aq) + 4Zn(s) + 5H2O(A) → 4ZnO2– +
2 (aq) + NH4 (aq)
Jadi, reaksi spontan dapat terjadi pada reaksi
+
+ 6H (aq) Sn2+(aq) + Al(s) →Sn(s) + Al3+(aq).
Jadi, perbandingan yang tepat adalah NO–3 : NH+4 =
16. Jawaban: b
1 : 1.
KI(aq) → K+(aq) + I2(aq)
14. Jawaban: c Pada elektrolisis larutan KI dengan elektrode inert
Mg(s) | Mg2+(aq) || 2Ag+(aq) | 2Ag(s) Eosel = +3,17 V (tetap) (C) I– dioksidasi dianode sedangkan H2O direduksi
Cd(s) | Cd2+(aq) || 2Ag+(aq) | 2Ag(s) Eosel = +1,20 V (dibalik)
sehingga menjadi:
di katode.
Mg(s) | Mg2+(aq) || 2Ag+(aq) | 2Ag(s) Eosel = +3,17 V Anode : 2I–(aq) → I2(g) + 2e–
2Ag+(aq) | 2Ag(s) || Cd(s) | Cd2+(aq) Eosel = –1,20 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Katode : 2H2O (A) + 2e– → H2(g) + 2OH–(aq)
Mg(s) | Mg2+(aq) || Cd(s) | Cd2+(aq) Eosel = +1,97 V –––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
2I–(aq) + 2H2O (A) → I2(g) + H2(g) + 2OH–(aq)
Mg(s) | Mg2+(aq) || Cd(s) | Cd2+(aq) Eosel = +1,97 V (tetap)
Mn(s) | Mn2+(aq) || Cd2+(aq) | Cd(s) Eosel = –0,79 V (dibalik)
Elektrode X merupakan anode (kutub positif)
sehingga menjadi: sehingga reaksi yang terjadi adalah 2I–(aq) →
Mg(s) | Mg2+(aq) || Cd(s) | Cd2+(aq) Eosel = +1,97 V I2(g) + 2e–(aq).
Cd2+(aq) | Cd(s) || Mn(s) | Mn2+(aq) Eosel = –0,79 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
Mg(s) | Mg2+(aq) || Mn2+(aq) | Mn(s) Eosel = +1,18 V
17. Jawaban: e
Pada elektrolisis larutan AgNO3 menggunakan
Jadi, diagram sel Mg(s) | Mg2+(aq) || Mn2+(aq) | Mn(s)
elektrode Ag (tidak inert), ion Ag+ akan tereduksi
mempunyai potensial sel sebesar + 1,18 V.
di katode, sedangkan elektrode Ag akan teroksidasi
15. Jawaban: d di anode.
Reaksi spontan berlangsung jika potensial reaksi AgNO3(aq) → Ag+(aq) + NO3–(aq)
bernilai positif. Potensial sel (Eosel) ditentukan dari Katode : Ag+(aq) + e– → Ag(s)
nilai: Eokatode – Eoanode. Katode mengalami reduksi, Anode : Ag(s) → Ag+(aq) + e–
sedangkan anode mengalami oksidasi. Jadi, produk yang dihasilkan pada elektrolisis
tersebut di katode berupa endapan perak.

Kimia Kelas XII 67


18. Jawaban: b Pada elektrolisis larutan CdSO4 menggunakan
Misal rumus garam: MnxZy elektrode karbon (inert), ion Cd2+ akan tereduksi
Reaksi elektrolisis MnxZy menghasilkan mangan di katode, sedangkan ion SO42– tidak mengalami
di katode sehingga ion mangan dalam elektrolisis oksidasi dari larutannya karena H2O lebih mudah
tersebut tidak mungkin berupa Mn2+. Jika larutan dioksidasi.
Mn2+ dielektrolisis spesi yang mengalami reduksi Katode : Cd2+(aq) + 2e– → Cd(s)
di katode adalah air. Anode : 2H2O(A) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e–
2H2O(A) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g) Jumlah elektron disamakan sehingga menjadi:
Jadi, garam mangan tersebut tidak mungkin MnCl2 Katode : 2Cd2+(aq) + 4e–→ 2Cd(s)
atau MnO. Anode : 2H2O(A) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e–
MnxZy(aq) → xMny+(aq) + yZx–(aq) massa endapan Cd = 4 gram
massa 4
Katode: Mny+(aq) + ye– → Mn(s) n Cd = Ar = 112 = 0,03 mol
Cd
0,06 mol 0,02 mol
4
Perbandingan mol e– : mol Mn = 0,06 : 0,02 nelektron = 2 × nCd
= 3 : 1 4
nelektron = 2 × 0,03 = 0,06 mol
Jadi, y = 3 → Mn3+
Garam yang mengandung Mn3+ adalah MnCl3. 1 1
nO = 4 × nelektron = 4 × 0,06 = 0,015 mol
2
Garam MnO2 mengandung ion Mn4+, sedangkan
KMnO4 mengandung ion Mn7+.
VO
2
= nO2 × 22,4 L mol–1
= 0,015 × 22,4
19. Jawaban: e = 0,336 L
Jumlah mol elektron yang mengalir dalam larutan Jadi, volume gas yang dihasilkan sebanyak 0,336 L.
(e–):
22. Jawaban : a
coulomb 9.650
e– = 96.500 = 96.500 = 0,1 mol Dalam sel perak oksida digunakan perak oksida
sebagai katode, seng sebagai anode, dan pasta
Reaksi elektrolisis: KOH sebagai larutan elektrolit. Sel perak oksida
AgNO3(aq) → Ag+(aq) + NO–3(aq) menghasilkan arus listrik melalui reaksi redoks
Katode : 4Ag+(aq) + 4e– → 4Ag(s) yaitu tereduksinya perak oksida membentuk logam
Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g) perak dan teroksidasinya logam seng membentuk
4 seng hidroksida. Reaksinya ditulis sebagai berikut.
H + = 4 × 0,1 mol = 0,1 mol
Katode: Ag2O(s) + H2O(A) + 2e– → 2Ag(s) + 2OH–(aq)
0,1 mol
[H +] = = 0,1 M Anode : Zn(s) + 2OH–(aq) → Zn(OH)2(s) + 2e–
1L
pH = –log [H+]
= –log 10–1 = 1 23. Jawaban: b
Jadi, pH larutan setelah elektrolisis adalah 1. Dalam sel elektrokimia logam yang mengalami
korosi merupakan anode. Reaksi oksidasi logam
20. Jawaban: b
dapat ditekan dengan cara menyuplai elektron (e–)
i = 1,93 A
dari luar. Elektron ini dapat diperoleh dengan cara
t = 750 s
menempatkan logam lain yang lebih reaktif sebagai
A 59
e = muatan
r
= 2 = 29,5 anode sehingga logam yang dilindungi menjadi
katode. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
e×i×t 29,5 × 1,93 × 750 prinsip perlindungan katodik (perlindungan
w = 96.500 = 96.500
= 0,44 gram
elektrokimia) merupakan perlindungan yang
Jadi, logam nikel yang mengendap sebanyak 0,44 gram. dilakukan dengan menghubungkan logam yang akan
21. Jawaban: c dilindungi dengan logam pelindung yang mempunyai
Elektrolisis larutan CdSO4 dengan elektrode Eo lebih kecil atau lebih mudah teroksidasi.
karbon (inert).
CdSO4 (aq) → Cd2+(aq) + SO42–(aq)

68 Penilaian Akhir Semester 1


24. Jawaban: c HClO4 → (+1) + (x) + 4(–2) = 0 → x = +7
Mineral kriolit (NaF . AlF 3 ) dan bauksit HBrO3 → (+1) + (x) + 3(–2) = 0 → x = +5
(Al 2O3. H2O) mengandung unsur aluminium. HClO2 → (+1) + (x) + 2(–2) = 0 → x = +3
Karnalit (KCl . MgCl . H 2 O) dan silvit (KCl) Jadi, bilangan oksidasi unsur halogen dalam senyawa-
mengandung unsur klorin. Dolomit (CaCO3.MgCO3) senyawa tersebut berturut-turut yaitu +7, +5, dan +3.
mengandung unsur magnesium. Halit (NaCl)
30. Jawaban: e
mengandung unsur natrium. Bismutinit (Bi2S3)
mengandung unsur bismut. Nomor atom unsur-unsur periode ketiga mengalami
kenaikan dari kiri ke kanan. Makin ke kanan unsur
25. Jawaban: b periode ketiga memiliki harga energi ionisasi yang
Dalam satu golongan halogen, dari atas ke bawah cenderung bertambah. Akan tetapi, terdapat
(fluorin hingga iodin) energi ionisasi unsur makin penyimpangan yaitu energi ionisasi Mg yang lebih
kecil karena jari-jari atomnya makin panjang. Jadi, besar daripada Al dan energi ionisasi P yang lebih
urutan posisi unsur fluorin hingga iodin berturut- besar daripada S. Makin besar energi ionisasi, unsur
turut dalam sistem periodik yaitu B - A - D - C. makin kuat menarik elektron sehingga sifat basanya
26. Jawaban: a makin berkurang dan sifat asamnya makin
Senyawa yang digunakan untuk menghilangkan bertambah. Jari-jari atom unsur periode ketiga dari
bau badan atau bahan deodoran adalah tawas kiri ke kanan makin kecil. Dengan demikian, urutan
(KAl(SO4)2.12H2O). Senyawa ini mengandung ketiga unsur tersebut berdasarkan kenaikan nomor
unsur aluminium. Ion Al3+ di dalam air membentuk atomnya adalah Z - X - Y.
senyawa hidroksida (Al(OH)3) bersifat amfoter. 31. Jawaban: e
Jadi, unsur yang dimaksud adalah aluminium yang
Reaksi tersebut menunjukkan reaksi pembuatan
terdapat dalam senyawa Al2O3.
belerang. Belerang dapat dimanfaatkan sebagai
27. Jawaban: d bahan pembuatan asam sulfat. Asam sulfat
Beberapa sifat logam alkali tanah sebagai berikut. dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan
1) Menghasilkan gas hidrogen saat bereaksi pupuk ZA. Kembang api memanfaatkan unsur-
dengan air. unsur alkali dan alkali tanah. Katalis dalam industri
2) Larutannya bersifat basa sehingga tidak plastik menggunakan logam aluminium. Bahan
mengubah warna kertas lakmus biru dan pemadam kebakaran memanfaatkan unsur
membirukan kertas lakmus merah. bromin. Desinfektan memanfaatkan klorin (Cl2).
3) Bersifat reduktor kuat sehingga bersifat
oksidasi tinggi. 32. Jawaban: a
4) Bersifat reaktif dan berbentuk padatan pada Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke
kanan makin besar. Dengan demikian, makin sukar
suhu ruang. melepas elektron. Oleh karena makin kuat
5) Mempunyai energi ionisasi kecil. menarik elektron, sifat basa makin berkurang dan
28. Jawaban: d sifat asam makin bertambah.
Tes warna nyala dapat digunakan untuk menguji 33. Jawaban: a
adanya kandungan unsur alkali atau alkali tanah Metode elektrolisis Al2O3 dengan kriolit ditemukan
dalam senyawa karena setiap unsur memiliki warna pada tahun 1886 oleh dua orang peneliti muda yaitu
nyala yang khas. Warna nyala merah jingga pada Charles M. Hall di Amerika Serikat dan Paul Heroult
senyawa menunjukkan adanya unsur kalsium dalam di Prancis. Penemuan Hall-Heroult merupakan
senyawa tersebut. Adapun litium menunjukkan terobosan yang sangat penting karena titik leleh
warna nyala merah tua, kalium menunjukkan warna
aluminium oksida sangat tinggi (lebih dan 2.000°C)
nyala ungu, barium menunjukkan warna nyala hijau,
sehingga reaksi elektrolisis tidak ekonomis. Dengan
dan stronsium menunjukkan warna nyala merah ungu.
penambahan kriolit cair pada proses elektrolisis, titik
29. Jawaban: e leleh/titik lebur campuran aluminium oksida akan
Bilangan oksidasi (x) halogen dalam senyawa- turun dari 2.000°C menjadi 950°C.
senyawa tersebut sebagai berikut.

Kimia Kelas XII 69


34. Jawaban: b 38. Jawaban: a
Hubungan yang tepat mengenai unsur periode ketiga, Muatan ion kompleks = biloks atom pusat +
mineral, dan proses pembuatannya sebagai berikut. ∑ muatan ligan.
a. [Cr(NH3)5Cl]2+
Unsur Mineral Proses
Pembuatan
+2 = (1 × biloks Cr) + (5 × biloks NH3) +
(1 × biloks Cl)
1) natrium halit (NaCl) elektrolisis
+2 = biloks Cr + (5 × 0) + (1 × (–1))
2) magnesium karnalit elektrolisis
(KCl.MgCl.H2O)
+2 = biloks Cr + (–1)
dolomit Biloks Cr = +3
(CaCO 3.MgCO 3) b. [Cr(NH3)3Cl3]3+
3) fosfor hidroksi apatit metode Wohler +3 = (1 × biloks Cr) + (3 × biloks NH3) +
(Ca 5(PO4) 3OH)
(3 × biloks Cl)
4) belerang gipsum metode Frasch,
(CaSO 4.2H 2O) Claus, dan Sisilia +3 = biloks Cr + (3 × 0) + (3 × (–1))
5) klorin garam laut (NaCl, elektrolisis +3 = biloks Cr + (–3)
KCl, MgCl2) biloks Cr = +6
c. [Cr(NH3)5Cl]+
Proses kontak merupakan proses pembuatan asam +1 = (1 × biloks Cr) + (5 × biloks NH3) + (1
sulfat dari belerang dioksida. × biloks Cl)
35. Jawaban: d +1 = biloks Cr + (5 × 0) + (1 × (–1))
Silikon mempunyai empat elektron pada orbital +1 = biloks Cr + (–1)
terluarnya. Dengan empat elektron tersebut, silikon biloks Cr = +2
mampu menerima atau melepas empat elektron d. [Cr(NH3)3Cl3]–
agar stabil. Apabila menerima empat elektron, –1 = (1 × biloks Cr) + (3 × biloks NH3) +
silikon bertindak sebagai kation. Apabila melepas (1 × biloks Cl)
elektron, silikon bertindak sebagai anion. Dengan –1 = biloks Cr + (3 × 0) + (3 × (–1))
demikian, silikon bertindak sebagai semilogam. –1 = biloks Cr + (–3)
36. Jawaban: e biloks Cr = +2
Proses pengolahan logam krom tersebut dikenal e. [Cr(NH3)5Cl]4–
dengan nama Goldschmidt. Proses Sisilia –4 = (1 × biloks Cr) + (5 × biloks NH3) +
merupakan proses pengolahan belerang yang ada (1 × biloks Cl)
di atas permukaan tanah. Proses Wohler merupakan –4 = biloks Cr + (5 × 0) + (1 × (–1))
reaksi pengolahan fosfor putih. Reaksi Hall- –4 = biloks Cr + (–1)
Heroult merupakan reaksi pengolahan aluminium. biloks Cr = –3
Proses bilik timbal digunakan untuk membuat asam Jadi, ion kompleks yang mungkin adalah
sulfat dari belerang atau pirit (FeS2). [Cr(NH3)5Cl]2+.
37. Jawaban: b 39. Jawaban: c
Senyawa kompleks [Co(NH3)6]Cl3terdiri atas : [Ar] 4s2 3d7
kation [Co(NH3)6]+, anion Cl–, dan ligan amin 27Co hj hj hj h h h
(NH 3 ) sebanyak 6 (heksa). Ion kompleks Terdapatnya 3 elektron tidak berpasangan pada
[Co(NH3)6]3+ merupakan kation sehingga atom orbital 3d mengakibatkan unsur Co bersifat
pusat bernama kobalt. Biloks atom pusat ditentukan feromagnetik (dapat ditarik oleh medan magnet
sebagai berikut. dengan sangat kuat). Sementara itu, unsur yang
Co + 6NH3+ 3Cl = 0 lain hanya memiliki sedikit elektron tidak
Co + 6(0)+ 3(-1) = 0 berpasangan dibanding unsur Co. Oleh karena itu,
Co = +3 sifat unsur yang lain bukan feromagnetik.
Nama senyawa kompleks tersebut adalah
21Sc : [Ar] 4s2 3d1 hj h
heksaamin kobalt(III) klorida.
Jadi, pernyataan yang benar mengenai senyawa Sc hanya memiliki satu elektron tidak berpasang-
kompleks tersebut adalah bilangan oksidasi atom an pada orbital 3d sehingga bersifat paramagnetik
pusat (kobalt) yaitu +3. (sedikit ditarik medan magnet).

70 Penilaian Akhir Semester 1


22Ti : [Ar] 4s2 3d2 hj h h 2 0,02 mt
6,125 × 10–3mt = 18 – 18
Ti hanya memiliki dua elektron tidak berpasangan
pada orbital 3d sehingga bersifat paramagnetik. 0,02 mt 2
6,125 × 10–3mt + 18
= 18
29Cu : [Ar] 4s1 3d10 h hj hj hj hj hj
0,11025 + 0,02 2
Cu hanya memiliki satu elektron tidak berpasang- ( 18
)mt = 18
an pada orbital 4s sehingga bersifat paramagnetik. (0,1125 + 0,02)mt = 2
: [Ar] 4s2 3d10 0,1325mt = 2
30Zn hj hj hj hj hj hj
mt = 15,36
Zn merupakan satu-satunya unsur transisi periode Jadi, massa zat nonelektrolit yang dilarutkan
empat yang bersifat diamagnetik (menolak medan sebanyak 15,36 gram.
magnet). Hal ini karena seluruh elektron pada
orbital unsur Zn telah berpasangan. 3. m = 2 gram
p = 100 gram
40. Jawaban: b Tb = 100,312°C
Warna ion-ion logam transisi sebagai berikut. Kb = 0,52°C mol–1
Fe2+ : hijau asam berbasa dua = H2X
2–
Cr2O7 : jingga
H2X U 2H+ + X2– n = 3
MnO4– : ungu ΔTb = {1 + (n – 1)α} × m × Kb
Co2+ : merah muda
2 1.000
(Tb – 100) = {1 + (3 – 1) × 1} × M × 100 × 0,52
r
B . Uraian
2
1. massa S = 35,5 gram (100,312 – 100) = 3 × M × 10 × 0,52
r
Kb CS2 = 2,35°C m–1 0,312Mr = 31,2
Tb CS2 = 46,23°C Mr = 100
massa CS2 = 100 gram
Jadi, massa molekul asam tersebut adalah
ΔTb = m × Kb
100 g mol–1.
35,5 1.000
= 256 × 100 × 2,35 4. a. CuS(s) + NO3–(aq) → Cu2+(aq) + S(s) + NO(g) (suasana asam)
= 3,25°C +2 –2 5 –2 +2 0 +2 –2
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut Reaksi setengah sel dalam suasana asam
3,25 = Tb larutan – 46,23°C (ditambah H+)
Tb larutan = 49,48°C Oksidasi : CuS(s) → Cu2+(aq) + S(s)
Jadi, larutan tersebut mendidih pada suhu 49,48°C. Reduksi : NO3–(aq) + 4H+(aq) → NO(g) + 2H2O(A)
Menyetarakan muatan
2. ΔP = P° – P Oksidasi : CuS(s) → Cu2+(aq) + S(s) + 2e– × 3
ΔP = 760 – 744,8 Reduksi : NO3–(aq) + 4H+(aq) + 3e– → ×2
NO(g) + 2H2O(A)
= 15,2 mmHg
Reaksi total
ΔP = Xt × P°
15,2 = Xt × 760 Oksidasi : 3CuS(s) → 3Cu2+(aq) + 3S(s) + 6e

X t = 0,02 −
Reduksi : 2NO–3(aq) + 8H+(aq) + 6e → 2NO(g) +
nt
4H 2 O(A)
nt + n p = 0,02 ––––––––––––––––––––––––––––––––
n t = 0,02 (nt + np) 3CuS(s) + 2NO 3– (aq) + 8H + (aq) →
3Cu2+(aq) + 3S(s) + 2NO(g) + 4H2O(A)
n t = 0,02nt + 0,02np
b. Al(s) + NO3–(aq) → A1O–(aq) + NH4+(aq) (suasana basa)
0,98nt = 0,02np 0 5 –2 +3 –2 –3 + 1
m mp Reaksi setengah sel dalam suasana basa (ditambah
0,98( 160t ) = 0,02 ( ) OH–)
18
Oksidasi : Al(s) + 4OH–(aq) → A1O2–(aq) + 2H2O(A)
m 100 − m
0,98( 160t ) = 0,02 ( 18 t ) Reduksi : NO 3 – (aq) + 7H 2 O(A) → NH 4+ (aq) +
10OH – (aq)

Kimia Kelas XII 71


Menyetarakan muatan Persamaan II
Oksidasi : Al(s) + 4OH–(aq) → ×8 z – x = 1,32
AlO2–(aq) + 2H2O(A) + 3e– z = 1,32 + x
Reduksi : NO3–(aq) + 7H2O(A) + 8e– → ×3
NH 4+(aq) + 10OH–(aq) z + y = (1, 32 + x) + (1,41 – x)
Reaksi total = 1,32 + 1,41
2
− = 2,73 volt
Oksidasi : 8Al(s) + 32OH (aq) → 8AlO 2– (aq) +
Jadi, potensial elektrode untuk rangkaian

16H 2 O (A) + 24e − Al | Al3+ || Br2 | Br– sebesar 2,73 volt.
5
Reduksi : 3NO 3– (aq) + −
21H 2O (A) + 24e

→ 7. SnSO4(aq) → Sn2+(aq) + SO2– 4 (aq)
− 2-
3NH 4+(aq) + 30OH (aq) Ion SO4 tidak akan teroksidasi, digantikan air.
–––––––––––––––––––––––– Reaksi elektrolisis yang berlangsung sebagai
8Al(s) + 3NO3–(aq) + 2OH– + 5H2O(A) →
berikut.
8A1O2–(aq) + 3NH 4+ (aq)
Katode: Sn2+(aq) +2e– → Sn(s)
5. a. Katode : Cu (mempunyai Eo lebih tinggi Anode : 2H2O(A) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–
sehingga sebagai kutub postif) Massa timah yang mengendap:
Anode : Zn (mempunyai Eo lebih rendah) 118
× 5 × (20 × 60)
e×i×t 59 × 5 × 1.200
b. Eosel = Eokatode – Eoanode w= = 2
= = 3,67
96.500 95.500 96.500
= EoCu – EoZn
= 0,34 – (–0,76) V Jadi, massa timah yang mengendap sebanyak
= +1,10 V 3,67 gram.
c. Reaksi yang terjadi: 8. Unsur-unsur golongan halogen mudah bereaksi
Anode : Zn(s) →Zn2+(aq) + 2e– E° = +0,76 V dengan unsur golongan alkali tanah karena unsur-
Katode : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) E° = +0,34 V
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– unsur halogen mudah menangkap satu elektron di
Reaksi sel : Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) kulit terluarnya sehingga unsur-unsur halogen
sel = +1,10 V

Notasi sel : Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) |Cu(s)
berubah menjadi ion negatif satu (X–). Sementara
E° itu, unsur-unsur alkali tanah mudah melepas dua
sel = +1,10 V
elektron di kulit terluarnya sehingga unsur-unsur
6. Reaksi I : Al(s) + Ni2+(aq) ® Al3+(aq) + Ni(s) alkali tanah berubah menjadi ion positif dua (A2–).
Katode (reduksi) : Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s) E° = x V × 3
Elektron dari unsur-unsur alkali tanah ditangkap
Anode (oksidasi) : Al(s) → Al3+(aq) + 3e– E° = y V × 2
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + oleh dua ion halogen membentuk senyawa ionik
Reaksi sel : 3Ni2+(aq) + 2Al(s) → 3Ni(s) + 2Al 3+(aq) dengan rumus molekul AX2.
E° = +1,41 V A = alkali tanah
Persamaan I = x + y = 1,41 X = halogen
Reaksi II : Ni(s) + Br2(A) → Ni2+(aq) + Br–(aq)
9. Selain dipengaruhi oleh jari-jari atom, energi ionisasi
Katode (reduksi) : Br2(A) + 2e– → 2Br–(aq) E° = z V
Anode (oksidasi) : Ni(s) → Ni2+(aq) + 2e– E° = –x V
juga dipengaruhi oleh struktur elektron dalam
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + orbital-orbital terluarnya. Pada unsur Mg semua
Reaksi sel : Br2(A) + Ni(s) → 2Br–(aq) + Ni2+(aq) elektron valensinya telah berpasangan, sedangkan
E° = +1,32 V pada unsur Al terdapat satu elektron tidak
Persamaan II = z – x = 1,32 berpasangan. Akibatnya, Mg lebih stabil sehingga
Reaksi III : Al(s) + Br2(A) → Al3+(aq) + Br–(aq) untuk melepas elektron dibutuhkan energi lebih
Katode (reduksi) : Br2(A) + 2e– → 2Br–(aq) E° = z V × 3 besar. Dengan demikian energi ionisasi Mg lebih
Anode (oksidasi) : Al(s) → Al3+(aq) + 3e– E° = y V × 2 besar daripada unsur Al.
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + Unsur P memiliki tiga elektron valensi pada sub kulit
Reaksi sel : 3Br2(A) + 2Al(s) → 6Br–(aq) + 2Al3+(aq)
3p (setengah penuh). Menurut aturan Hund,
E° = (z + y) V
Persamaan I
keadaan ini lebih stabil dibandingkan unsur S yang
x + y = 1,41 memiliki empat elektron valensi pada sub kulit 3p.
y = 1,41 – x Akibatnya, energi yang dibutuhkan P untuk melepas
elektron lebih besar daripada S. Dengan demikian
energi ionisasi P lebih besar daripada unsur S.

72 Penilaian Akhir Semester 1


10. a. Senyawa kompleks K2[Ni(CN)4] terdiri atas c. Senyawa kompleks [Fe(NH 3) 3Br 2]NO 3
kation K+, anion [Ni(CN)4]2–, dan ligan siano terdiri atas kation [Fe(NH3)3Br2]+, anion
(CN) sebanyak 4 (tetra). Ion kompleks NO–3, ligan amin (NH3) sebanyak 3 (tri), dan
[Ni(CN)4]2– merupakan anion sehingga atom ligan bromo (Br) sebanyak 2 (di). Ion
pusat bernama nikelat. Biloks atom pusat kompleks [Fe(NH3)3Br2]+ merupakan kation
ditentukan sebagai berikut. sehingga atom pusat bernama besi. Biloks
Ni+ 4CN+ 2K = 0 atom pusat ditentukan sebagai berikut.
Ni + 4(–1)+ 2(+1) = 0 Fe + 3NH3+ 2Br + 1NO3= 0
Ni = +2 Fe + 3(0) + 2(-1) + 1(–1)= 0
Nama senyawa kompleks tersebut adalah Fe = +3
kalium tetrasiano nikelat(II). Nama senyawa kompleks tersebut adalah
b. Senyawa kompleks [Co(NH3)3(NO2)3]terdiri triamin dibromo besi(III) nitrat.
atas atom pusat kobalt, ligan amin (NH3)
sebanyak 3 (tri), dan ligan nitro (NO 2)
sebanyak 3 (tri). Biloks atom pusat ditentukan
sebagai berikut.
Co + 3NH3+ 3NO2 = 0
Co + 3(0)+ 3(–1) = 0
Co = +3
Nama senyawa kompleks tersebut adalah
triamin trinitro kobalt(III).

Kimia Kelas XII 73


1. Peserta didik mampu menjelaskan tata nama, sifat-sifat, isomer, pembuatan, dan kegunaan haloalkana dengan benar
setelah melakukan kegiatan studi literatur dan diskusi.
2. Peserta didik mampu menjelaskan tata nama, sifat-sifat, isomer, pembuatan, dan kegunaan alkohol dan eter dengan
benar setelah melakukan kegiatan studi literatur dan diskusi.
3. Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan alkohol dengan eter dengan tepat setelah melakukan kegiatan praktikum.
4. Peserta didik mampu menjelaskan tata nama, sifat-sifat, isomer, pembuatan, dan kegunaan aldehid dan keton dengan
benar setelah melakukan kegiatan studi literatur dan diskusi.
5. Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan aldehid dan keton dengan tepat setelah melakukan kegiatan praktikum.
6. Peserta didik mampu menjelaskan tata nama, sifat-sifat, isomer, pembuatan, dan kegunaan asam karboksilat dan ester
dengan benar setelah melakukan kegiatan studi literatur dan diskusi.
7. Peserta didik mampu menjelaskan cara pembuatan ester melalui reaksi esterifikasi dengan tepat setelah praktikum.
8. Peserta didik mampu menyajikan hasil analisa data spektrum inframerah untuk menentukan gugus fungsi senyawa
dengan tepat setelah melakukan kegiatan studi literatur dan diskusi.

Gugus Fungsi Senyawa Karbon


mencakup

Haloalkana Alkohol dan Eter Aldehid dan Keton Asam Karboksilat dan Ester

meliputi meliputi meliputi meliputi


Tata Nama
Eter Alkohol Aldehid Keton Asam Karboksilat Ester
Sifat
Tata Nama Tata Nama Tata Nama
Isomer
terdiri atas Sifat Sifat Sifat

Isomer Isomer Isomer Isomer


Kerangka
terdiri atas terdiri atas terdiri atas
Isomer Isomer Isomer Isomer
Posisi Kerangka Kerangka Kerangka

Isomer Isomer
Pembuatan Isomer
Posisi Posisi Fungsi
Kegunaan
Isomer Isomer
Fungsi Fungsi Pembuatan

Isomer Kegunaan
Optis Pembuatan

Pembuatan Kegunaan

Kegunaan

• Haloalkana • Aldehid • Ester • Senyawa Turunan Alkana


• Alkohol • Keton • Gugus Karboksil
• Eter • Asam Karboksilat • Gugus Karbonil

74 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


HCl akan terikat pada atom C yang mengikat
A. Pilihan Ganda
atom H lebih banyak, sedangkan atom Cl akan
1. Jawaban: c terikat pada atom C yang mengikat atom H lebih
5CH
3 – 4CH – 3CH – 2CH – 1CH3 sedikit. Adapun persamaan reaksi lengkapnya
| | | sebagai berikut.
I Cl Cl H3C – CH = CH – CH2 – CH3 + HCl →
Senyawa tersebut mempunyai rantai induk berupa 2-pentena
pentana dan mengikat dua jenis atom halogen yaitu H3C – CH2 – CH – CH2 – CH3
Cl dan I. Oleh karena kereaktifan Cl lebih besar |
daripada I, penomoran rantai karbon dimulai dari Cl
ujung kanan yang mengikat Cl. Sementara itu, 3-kloropentana
penamaan cabang sesuai dengan urutan abjad. 6. Jawaban: c
Dengan demikian, nama senyawa tersebut adalah Reaksi haloalkana dengan logam natrium
2,3-dikloropentana-4-iodopentana. menghasilkan garam natrium dan senyawa alkana
2. Jawaban: b sesuai persamaan reaksi berikut.
Senyawa haloalkana merupakan senyawa turunan 2CH 3 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – Br + 2Na ⎯⎯⎯→
alkana yang mengikat satu atau lebih gugus halogen, CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
misal iodoform (CHI3) dan freon (CCl2F2). Stirena + 2NaBr
merupakan senyawa turunan benzena, sedangkan Dengan demikian, reaksi 1-bromobutana dengan
etil metanoat merupakan senyawa ester. natrium menghasilkan n-oktana.
3. Jawaban: a 7. Jawaban: e
Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik Pasangan senyawa di atas merupakan isomer
didihnya. Dengan jumlah atom C yang sama, makin kerangka karena mempunyai rumus molekul dan
banyak cabang, makin rendah titik didihnya. gugus fungsi sama, tetapi kerangka atom karbon
Dengan demikian, senyawa yang memiliki titik berbeda. Pada senyawa H3C–CH–CH2–CH2–CH3
didih tertinggi adalah 2-fluoroheksana karena |
memiliki rantai induk paling panjang (6 atom C) Br
dan tidak bercabang. memiliki rantai induk pentana (5 atom C), sedang-
kan pada senyawa CH3 – CH – CH – CH3 memiliki
4. Jawaban: c
| |
Senyawa yang berisomer kerangka adalah
Br CH3
senyawa yang mempunyai rumus molekul sama,
rantai induk butana (4 atom C) dan satu cabang
tetapi berbeda rumus struktur. Sebagai contoh
metil (–CH3). Isomer optis terjadi pada senyawa-
senyawa 2-kloropentana dan 2-kloro-2-metilbutana.
senyawa yang mempunyai atom C asimetris. Iso-
Kerangka rantai induk pada 2-kloropentana berupa
mer posisi terjadi pada senyawa-senyawa yang
rantai lurus, sedangkan kerangka rantai induk pada
mempunyai rumus molekul dan kerangka atom
2-kloro-2-metilbutana berupa rantai bercabang.
karbon sama, tetapi letak gugus fungsi berbeda.
Adapun pasangan senyawa 2-iodobutana dan
Isomer fungsi terjadi pada senyawa-senyawa yang
1-iodobutana, 2-kloropentana dan 3-kloropentana,
mempunyai rumus molekul sama, tetapi gugus
2,3-dibromobutana dan 1,3-dibromobutana, serta
fungsinya berbeda. Isomer geometri terjadi pada
2,2-dibromoheksana dan 2,4-dibromoheksana
senyawa-senyawa yang mempunyai rumus
merupakan isomer posisi.
molekul sama, tetapi struktur ruangnya berbeda.
5. Jawaban: b
8. Jawaban: b
Reaksi antara 2-pentena dengan asam klorida
Senyawa 3,5-dibromo-2,3-dikloro-1-fluoropentana
menghasilkan 3-kloropentana. Pada reaksi tersebut
mempunyai rantai induk pentana (5 atom C),
berlaku aturan Markovnikov yaitu atom H pada
cabang bromo (-Br) terletak di C nomor 3 dan 5,

Kimia Kelas XII 75


cabang kloro (-Cl) terletak di C nomor 2 dan 3, (-I) terikat pada atom C nomor 2. Jadi, nama
serta cabang fluoro (-F) terletak di C nomor 1. senyawa tersebut adalah 4-kloro-2,3-difluoro-
Struktur molekulnya sebagai berikut. 2-iodopentana.
Cl CH3
| |
b. 6CH – 5C – 4CH – 3CH – 2CH – 1CH
CH2 – CH2 – C – CH – CH2 3 2 3
| | | | | | |
Br Br Cl F Br Cl Cl
Struktur a mempunyai nama 3,5-dibromo-2, Senyawa tersebut mempunyai rantai induk
4-dikloro-1-fluoropentana. Struktur c mempunyai heksana (6 atom C). Penomoran dimulai dari
nama 4,5-dibromo-2,4-dikloro-1-fluoropentana. sebelah kanan. Dua cabang kloro (-Cl) terikat
Struktur d mempunyai nama 4,5-dibromo-3, pada atom C nomor 2 dan 4, cabang bromo
4-dikloro-1-fluoropentana. Struktur e mempunyai (-Br) terikat pada atom C nomor 5, dan cabang
nama 4,5-dibromo-3,3-dikloro-1-fluoropentana. metil (-CH3) terikat pada atom C nomor 5.
Jadi, nama senyawa tersebut adalah 5-bromo-
9. Jawaban: d 2,4-dikloro-5-metilheksana.
Senyawa haloalkana dapat diubah menjadi alkohol
melalui reaksi hidrolisis sesuai persamaan reaksi 2. a. 2-bromo-1-kloro-2,4-diiodo-5-metilheksana
berikut. Senyawa 2-bromo-1-kloro-2,4-diiodo-5-
CH3 – CH2 – CH2 + H2O → CH3 – CH2 – CH2 – OH + HBr metilheksana mempunyai rantai induk
| heksana (6 atom C), satu cabang bromo pada
Br atom C nomor 2, dua cabang iodo pada atom
Apabila senyawa haloalkana direduksi akan C nomor 2 dan 4, satu cabang kloro pada atom
menghasilkan alkana sesuai persamaan reaksi C nomor 1, dan satu cabang metil pada atom
berikut. C nomor 5.
CH3 – CH2 – CH2 + H2 → CH3 – CH2 – CH3 + HBr
Br
|
Br |
CH2 – C – CH2 – CH – CH – CH3
10. Jawaban: d | | | |
Hubungan yang tepat antara senyawa dengan Cl I I CH3
kegunaannya sebagai berikut. b. 2-bromo-5-kloro-2,3-difluoro-4-etilheptana
No. Senyawa Kegunaan Senyawa 2-bromo-5-kloro-2,3-difluoro-4-
1. Iodoform Obat luka etilheptana mempunyai rantai induk heptana
2. Fosgen Bahan pupuk (7 atom C), satu cabang bromo pada atom C
3. Karbon tetraklorida Pemadam kebakaran nomor 2, satu cabang kloro pada atom C
4. Tetrafluoroetana Pelapis antilengket nomor 5, dua cabang fluoro pada atom C
5. Kloroform Pelarut senyawa organik
6. Freon Pendingin ruangan
nomor 2 dan 3, dan satu cabang etil pada atom
C nomor 4.
F F
B . Uraian | |
CH3 – C – CH – CH – CH – CH2 – CH3
1. I
| | |
|
5CH – 4CH – 3CH – 2C – 1CH Br C2H5 Cl
a. 3 3
| | | 3. Isomer C4H9Cl sebagai berikut.
Cl F F a. H2C –– CH2 –– CH2 –– CH3
Senyawa tersebut mempunyai rantai induk |
pentana (5 atom C). Penomoran dimulai dari Cl
1-klorobutana
sebelah kanan. Dua cabang fluoro (-F) terikat
pada atom C nomor 2 dan 3, cabang kloro (-Cl) b. H3C –– CH –– CH2 –– CH3
terikat pada atom C nomor 4, dan cabang iodo |
Cl
2-klorobutana

76 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


c. H2C –– CH –– CH3 c. Dampak negatif penggunaan freon yaitu
| | dapat merusak lapisan ozon yang melindungi
Cl CH3 bumi. Freon yang berada di atmosfer dapat
1-kloro-2-metilpropana bereaksi dengan sinar ultraviolet menghasilkan
CH3 radikal bebas klor. Radikal bebas klor tersebut
| bersifat aktif dan dapat berikatan dengan
d. H3C –– C –– CH3 oksigen dari lapisan ozon sehingga ozon
| terurai. Akibatnya, lapisan ozon semakin
Cl berkurang dan menipis.
2-kloro-2-metilpropana
5. Persamaan reaksi lengkapnya sebagai berikut.
4. a. Freon mempunyai rumus struktur CCl2F2.
a. CH3 – CH2 – CH2Br + Mg →
b. Freon digunakan sebagai bahan pelarut lemak
CH3 – CH2 – CH2MgBr
dan minyak, bahan pengisi aerosol pada hair
spray dan body spray, serta bahan pendingin b. CH3 – CH2 – CH2Cl + CH3 – ONa →
dalam lemari es dan pendingin ruangan (AC). CH3 – CH2 – CH2 – O – CH3 + NaCl

Kimia Kelas XII 77


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
Isomer posisi terjadi pada senyawa-senyawa yang
1. Jawaban: c memiliki rumus molekul dan kerangka atom karbon
OH sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda seperti
| pasangan senyawa a. Pasangan senyawa b, d,
1CH –– 2CH –– 3CH –– 4CH –– 5CH
3 3
dan e, merupakan isomer kerangka, sedangkan
| | pasangan senyawa c merupakan senyawa fungsi.
C2H5 CH3
5. Jawaban: d
Senyawa tersebut merupakan senyawa alkohol yang Senyawa yang memiliki rumus struktur a
mempunyai rantai induk pentanol (5 atom C). merupakan senyawa metanol yang dimanfaatkan
Penomoran dimulai dari sebelah kiri (paling dekat sebagai pelarut dan bahan bakar. Senyawa yang
dengan gugus –OH). Gugus –OH terletak pada memiliki rumus struktur b merupakan senyawa
atom C nomor 2, gugus etil (–C2H5) terikat pada etanol yang dimanfaatkan sebagai pembersih luka,
atom C nomor 3, dan gugus metil (–CH3) terikat antiseptik, bahan bakar, dan antiseptik. Senyawa
pada atom C nomor 4. Dengan demikian, nama yang memiliki rumus struktur c merupakan
senyawa tersebut adalah 3-etil-4-metil-2-pentanol. senyawa 2-propanol atau isopropanol yang
2. Jawaban: c dimanfaatkan sebagai pelarut. Senyawa yang
Senyawa alkohol primer adalah senyawa yang memiliki struktur senyawa d adalah etilen glikol.
gugus hidroksi (–OH)-nya terikat pada atom C Senyawa etilen glikol atau 1,2-etanadiol merupakan
primer yaitu atom C yang mengikat satu atom C senyawa alkohol yang dapat dimanfaatkan sebagai
lainnya. Contoh senyawa alkohol primer adalah zat antibeku pada radiator mobil dan bahan baku
1-propanol dan 2-metil-1-pentanol. Senyawa 2-butanol serat sintesis seperti dakron. Senyawa yang memiliki
dan 3-metil-2-heksanol termasuk senyawa alkohol rumus struktur e merupakan senyawa gliserol yang
sekunder karena gugus hidroksi (–OH)-nya diikat oleh dimanfaatkan bahan pembuatan nitrogliserin.
atom C sekunder. Senyawa 2,3-dimetil-3-butanol 6. Jawaban: d
termasuk senyawa alkohol tersier karena gugus Senyawa 2-etoksibutana merupakan senyawa
hidroksi (-OH)-nya diikat oleh atom C tersier. eter yang memiliki rantai induk berupa butana
3. Jawaban: b (4 atom C) dengan cabang etoksi (–OC 2H5)
Senyawa 2-heptanol (C7H15OH) merupakan alkohol pada atom C nomor 2. Dengan demikian,
sekunder. Reaksi oksidasi alkohol sekunder struktur 2-etoksibutana ditunjukkan oleh struktur
menghasilkan senyawa keton. Dengan demikian, d. Struktur a adalah metoksietana. Struktur b
reaksi oksidasi 2-heptanol menghasilkan 2-heptanon. adalah 2-metoksipropana. Struktur c adalah
Reaksinya ditulis sebagai berikut. etoksietana. Struktur e adalah etoksipropana.
OH 7. Jawaban: a
| 6CH –– 5CH –– 4CH –– 3CH –– 2CH –– O –– CH
3 2 2 3
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH – CH3 | |
CH3 1CH
3
[OH]
⎯⎯⎯ → Senyawa tersebut merupakan eter yang mempunyai
O rantai induk berupa heksana (6 atom C). Penomoran
|| dimulai dari yang paling dekat dengan gugus alkoksi.
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – C – CH3
Dengan demikian, gugus metoksi (–OCH3) terikat
Senyawa 2-heptanon (keton) tidak dapat dioksidasi pada atom C nomor 2 dan cabang metil (–CH3)
lagi. Adapun senyawa alkohol primer dapat terikat pada atom C nomor 3. Jadi, penamaan
dioksidasi menghasilkan aldehid. Oksidasi lebih senyawa tersebut yang benar adalah 2-metoksi-
lanjut dari aldehid menghasilkan asam karboksilat. 3-metilheksana.

78 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


8. Jawaban: a dengan gugus –OH pada atom C nomor 3
Sifat senyawa eter antara lain mudah menguap, dan cabang metil pada atom C nomor 2. Jadi,
titik didih rendah, sedikit larut dalam air, tidak dapat nama senyawa tersebut adalah 2-metil-3-
dioksidasi maupun direduksi, dan diperoleh dari pentanol.
sintesis Williamson. Contoh senyawa yang mudah CH3
larut dalam air adalah alkohol. Reaksi oksidasi |
alkohol primer menghasilkan aldehid. b. 1CH –– 2CH –– 3C –– 4CH –– 5CH
2 2 3
9. Jawaban: c | | |
OH CH3 OH
Pernyataan-pernyataan yang tepat mengenai cara
membedakan alkohol dengan eter sebagai berikut. Senyawa tersebut adalah alkohol yang
1) Jika direaksikan dengan asam karboksilat, mengikat dua gugus –OH sehingga termasuk
alkohol akan mengalami reaksi esterifikasi polialkohol. Rantai utama tersusun atas 5 atom
dan menghasilkan ester. Eter hanya dapat C (pentanadiol). Dua cabang metil (–CH3)
disubstitusi dengan asam kuat menghasilkan terikat pada atom C nomor 3. Jadi, nama
alkil halida dan alkohol. senyawa tersebut adalah 3,3-dimetil-1,4-
2) Jika direaksikan dengan natrium, alkohol akan pentanadiol.
menghasilkan natrium alkoholat, sedangkan
c. 4CH –– 3CH2 –– 2CH –– O –– CH2 –– CH3
eter tidak menghasilkan natrium alkoholat. 3
3) Jika direaksikan dengan PCl 5, eter akan |
1CH
menghasilkan HCl, sedangkan alkohol tidak 3
menghasilkan HCl. Senyawa tersebut termasuk eter dengan
4) Alkohol primer dapat dioksidasi menghasilkan rantai induk yang tersusun atas 4 atom C
aldehid dan asam karboksilat, sedangkan eter (butana). Gugus alkoksi berupa etoksi yang
dapat dioksidasi. terikat pada atom C nomor 2. Jadi, nama
Jadi, pernyataan yang sesuai untuk membedakan senyawa tersebut adalah 2-etoksibutana.
alkohol dan eter ditunjukkan oleh angka 2) dan 3). CH3
10. Jawaban: b |
d. 3CH –– 2CH –– 1CH –– O –– CH –– CH
Dietil eter atau etoksi etana merupakan senyawa 3 2 2 3

eter yang bersifat cukup stabil sehingga digunakan Senyawa tersebut adalah eter yang mem-
sebagai cairan starter mesin diesel dan mesin punyai rantai utama berupa 4 atom C dengan
berbahan bakar bensin dalam cuaca dingin. cabang metil pada atom C nomor 2. Gugus
Senyawa yang digunakan untuk meningkatkan alkoksi berupa etoksi. Jadi, nama senyawa
bilangan oktan adalah metiltersierbutil eter tersebut adalah etoksi 2-metilpropana.
(MTBE). Senyawa yang digunakan untuk bahan 2. Sifat-sifat alkohol sebagai berikut.
baku serat sintetis adalah etilen glikol. Senyawa a. Alkohol mempunyai titik didih relatif tinggi dan
yang digunakan untuk bahan antiseptik adalah lebih tinggi daripada eter karena adanya ikatan
etanol. Senyawa yang digunakan untuk bahan hidrogen.
bakar adalah metanol. b. Alkohol bereaksi dengan logam natrium
menghasilkan natrium alkanoat dan gas H2.
B . Uraian c. Alkohol mudah larut dalam air dalam semua
perbandingan.
1. OH
d. Alkohol bereaksi dengan hidrogen halida,
|
1CH –– 2CH –– 3CH –– 4CH –– 5CH seperti HBr dan menghasilkan senyawa
a. 3 2 3
haloalkana (mengandung halogen, misal
|
CH3
brom) dan air.
e. Pada reaksi oksidasi alkohol primer akan
Senyawa tersebut mempunyai gugus -OH terbentuk aldehid dan oksidasi selanjutnya
sehingga termasuk senyawa alkohol. Rantai terbentuk asam karboksilat.
induk tersusun atas 5 atom C (pentanol)

Kimia Kelas XII 79


3. Senyawa 2-heksanol mempunyai struktur sebagai CH3
berikut. |
H3C –– CH –– CH2 –– CH2 –– CH2 –– CH3 d. H3C –– C –– CH –– CH3
| | |
OH OH CH3
2,3-dimetil-2-butanol
Adapun isomer kerangka 2-heksanol sebagai
berikut. e. H3C –– CH –– CH2 –– CH –– CH3
CH3 | |
| OH CH3
a. H3C –– C –– CH2 –– CH2 –– CH3 4-metil-2-pentanol
| 4. Cairan tersebut merupakan alkohol. Alkohol
OH tersebut berfungsi sebagai antiseptik bagi
2-metil-2-pentanol pengunjung atau penunggu pasien yang dapat
b. H3C –– CH –– CH –– CH2 –– CH3 digunakan setiap saat dengan cara diusapkan pada
| | tangan. Alkohol selalu tersedia di setiap pintu
OH CH3 ruangan pasien di rumah sakit karena rumah sakit
3-metil-2-pentanol identik dengan banyaknya kuman penyakit. Oleh
CH3 karena itu, untuk mencegah pengunjung atau
| penunggu pasien tertular penyakit tertentu dianjur-
c. H3C –– CH –– C –– CH3 kan untuk mengusap tangan menggunakan alkohol
| | setiap saat setelah berinteraksi dengan pasien.
OH CH3
3,3-dimetil-2-butanol 5. a. Reaksi etoksi propana dengan asam klorida
sebagai berikut.
CH3 – CH2 – CH2 – O – CH2 – CH3 + HCl ⎯⎯
Δ→

CH3 – CH2 – CH2 – Cl + CH2 – CH3 – OH


b. Senyawa hasil reaksi berupa kloropropana
dan etanol.

80 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


O
A. Pilihan Ganda B
Adapun struktur CH3 – CH2 – CH2 – CH – C
V
1. Jawaban: d | H
H CH3
| adalah aldehid yang diperoleh dari oksidasi alkohol
1C == O primer yaitu 2-metil-1-pentanol.
|
5CH –– 4CH –– 3CH –– 2CH –– CH 4. Jawaban: e
3 2 3
| Senyawa 3,4-dimetil-2-heksanon merupakan
CH3 senyawa keton dengan 6 atom C sebagai rantai
Senyawa tersebut merupakan aldehid dengan induk. Gugus karbonil (–CO) berada pada atom
rantai induk yang tersusun atas 5 atom C C nomor 2 dan dua cabang metil pada atom C
(pentanal). Senyawa tersebut mengikat dua gugus nomor 3 dan 4. Dengan demikian, senyawa
metil (–CH3) pada atom C nomor 2 dan 3. Dengan tersebut mempunyai struktur sebagai berikut.
demikian, nama senyawa tersebut adalah 2,3- O
dimetilpentanal. ||
1CH – 2C – 3CH – 4CH – 5CH
3 2
2. Jawaban: a | | |
Sifat-sifat aldehid sebagai berikut. CH3 CH3 6CH3
1) Mudah larut dalam air.
5. Jawaban: b
2) Tidak membentuk ikatan hidrogen.
Senyawa 2-metilbutanal merupakan aldehid yang
3) Diperoleh dari reaksi oksidasi alkohol primer.
dapat diperoleh dari reaksi oksidasi alkohol primer.
4) Dapat dioksidasi menghasilkan asam
Senyawa alkohol yang dioksidasi mempunyai
karboksilat.
jumlah atom C yang sama dengan aldehid yang
Adapun sifat dapat mengalami reaksi adisi
dihasilkan. Dengan demikian, senyawa alkohol
hidrogen membentuk alkohol sekunder dan
yang dioksidasi adalah 2-metil-1-butanol.
dihasilkan dari reaksi distilasi kering garam alkali
[O]
merupakan sifat keton. CH3 – CH2 – CH – CH2 – OH ⎯⎯⎯ →
|
3. Jawaban: b
CH3
Senyawa 2-metil-3-pentanol merupakan senyawa
O
alkohol sekunder. Reaksi oksidasinya menghasilkan B
CH3 – CH2 – CH – C
senyawa keton. Jika senyawa yang dioksidasi V
| H
adalah 2-metil-3-pentanol, keton yang terbentuk
CH3
adalah 2-metil-3-pentanon.
OH 6. Jawaban: d
| Formaldehid merupakan senyawa golongan
[O]
CH3 – CH – CH – CH2 – CH3 ⎯⎯⎯ → aldehid. Aldehid dengan Fehling membentuk
| endapan merah bata dan dengan [Ag(NH3)2]+
CH3 (Tollens) membentuk cermin perak (Ag). Aldehid
2-metil-3-pentanol dioksidasi menggunakan larutan K2Cr2O7 mem-
O bentuk asam karboksilat. Biuret merupakan uji
|| identifikasi adanya ikatan peptida pada protein
CH3 – CH – C – CH2 – CH3 bukan untuk aldehid. Jadi, uji identifikasi yang
|
menunjukkan adanya formaldehid dalam suatu
CH3
2-metil-3-pentanon makanan adalah 1), 2), dan 3) saja.

Kimia Kelas XII 81


7. Jawaban: d 10. Jawaban: c
Senyawa dengan rumus molekul C 5 H 10 O Aseton digunakan sebagai pelarut senyawa-
menghasilkan endapan merah bata dengan senyawa organik, terutama untuk melarutkan
pereaksi Fehling adalah senyawa aldehid. Isomer beberapa macam plastik dan gas etuna. Aseton juga
senyawa C5H10O golongan aldehid dituliskan digunakan sebagai tiner untuk membersihkan cat
sebagai berikut. kuku/kuteks. Jadi, kegunaan senyawa aseton
O ditunjukkan oleh angka 2) dan 3).
||
H3C –– CH2 –– CH2 –– CH2 –– CH pentanal B . Uraian
O
|| 1. a. Senyawa 3-bromo-3,4-dimetilheksanal adalah
H3C –– CH2 –– CH –– CH 2-metilbutanal senyawa aldehid dengan rantai induk terdiri
| atas 6 atom C. Gugus bromo (–Br) terikat pada
CH3 atom C nomor 3 dan dua gugus metil (–CH3)
O terikat pada atom C nomor 3 dan 4. Dengan
|| demikian, struktur senyawanya ditulis:
H3C –– CH –– CH2 –– CH 3-metilbutanal CH3
| | O
CH3 B
CH3 – CH2 – CH – C – CH2 – C
V
CH3 O | | H
| || CH3 Br
H3C –– C –– CH 2,2-dimetilpropanal b. Senyawa 4-etil-2-metil-3-oktanon merupakan
| keton dengan rantai induk terdiri atas 8 atom
CH3 C dan gugus karbonil terletak pada atom C
Jadi, kemungkinan rumus struktur senyawa nomor 3. Cabang yang diikat senyawa ini yaitu
tersebut sebanyak 4. gugus etil (–C2H5) pada atom C nomor 4 dan
gugus metil (–CH3) pada atom C nomor 2,
8. Jawaban: c
Dengan demikian, struktur senyawanya ditulis:
Senyawa 4-etil-5-metil-3-heptanon memiliki rantai
O
induk heptanon (7 atom C), cabang etil (–C2H5) ||
terletak pada atom C nomor 4, cabang metil terletak CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH – C – CH – CH3
O | |
|| C2H5 CH3
pada atom C nomor 5, serta gugus – C – terletak
pada nomor 3. Senyawa ini ditunjukkan oleh struktur 2. Sifat-sifat senyawa aldehid sebagai berikut.
c. Struktur a adalah 4-etil-6-metil-3-heptanon, a. Bersifat polar dan mudah larut dalam air.
struktur b adalah 5-etil-5metil-3-heptanon, struktur b. Mampu melarutkan senyawa polar maupun
d adalah 5-etil-2-metil-3-heptanon, dan struktur e nonpolar.
adalah 4-etil-2-metil-3-heptanon. c. Tidak membentuk ikatan hidrogen.
d. Dihasilkan dari reaksi oksidasi alkohol primer.
9. Jawaban: d e. Dapat mengalami reaksi oksidasi membentuk
Isomer gugus fungsi terjadi pada senyawa- asam karboksilat.
senyawa yang memiliki rumus molekul sama, f. Dapat diadisi hidrogen membentuk alkohol
tetapi gugus fungsinya berbeda. Isomer gugus primer.
fungsi ditunjukkan oleh pasangan senyawa 3) dan g. Bereaksi positif terhadap pereaksi Tollens dan
5). Senyawa 3) merupakan senyawa aldehid, Fehling.
sedangkan senyawa 5) merupakan senyawa h. Dapat mengalami reaksi polimerisasi.
keton. Keduanya memiliki rumus kimia C8H16O.
Pasangan senyawa 1) dan 2), 1) dan 3), 2) dan 3), 3. Senyawa 3,4-dimetil-2-pentanon adalah senyawa
serta 4) dan 5) termasuk isomer kerangka karena keton yang dapat diperoleh dari reaksi oksidasi
bentuk kerangka rantai induk atau cabangnya alkohol sekunder. Jumlah atom C dalam senyawa
berbeda meskipun rumus molekulnya sama. keton sama dengan jumlah atom C dalam alkohol

82 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


seunder yang dioksidasi. Dengan demikian, alkohol O
sekunder yang dioksidasi berupa 2-pentanol. Gugus ||
metil yang terikat pada senyawa keton juga sama g. H3C – C – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
dengan gugus pada alkohol sekundernya. Jadi, (2-heksanon)

senyawa 3,4-dimetil-2-pentanon dapat diperoleh O


||
dengan mengoksidasi senyawa 3,4-dimetil-2-
h. H3C – C – CH – CH2 – CH3
pentanol. Persamaan reaksinya ditulis sebagai |
berikut. CH3
(3-metil-2-pentanon)
4. O O
|| ||
a. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – C – H i. H3C – C – CH2 – CH – CH3
|
(heksanal)
O CH3
|| (4-metil-2-pentanon)

b. CH3 – CH2 – CH2 – CH – C – H O CH3


|| |
|
CH3 j. H3C – C – C – CH3
(2-metilpentanal)
|
O CH3
|| (3,3-dimetil-2-butanon)

c. H3C – CH2 – CH – CH2 – C – H O


||
|
CH3 k. H3C – CH2 – C – CH2 – CH2 – CH3
(3-metilpentanal) (3-heksanon)
O O
|| ||
d. H3C – CH – CH2 – CH2 – C – H l. H3C – CH2 – C – CH – CH3
| |
CH3 CH3
(4-metilpentanal) (2-metil-3-pentanon)
H3C O
| || 5. Keton dapat larut dalam air karena adanya gugus
e. H3C – CH2 – C – C – H karbonil. Gugus karbonil bersifat polar sehingga
| mengakibatkan senyawa keton juga bersifat po-
CH3 lar. Gugus karbonil akan berinteraksi dengan air
(2,2-dimetilbutanal) melalui ikatan hidrogen, sehingga keton larut dalam
O air. Keton merupakan akseptor ikatan hidrogen
||
sehingga keton tidak akan membentuk ikatan
f. H3C – CH – CH – C – H
hidrogen dengan dirinya sendiri.
| |
CH3 CH3
(2,3-dimetilbutanal)

Kimia Kelas XII 83


O
A. Pilihan Ganda B
3) CH3 –– CH –– CH2 –– CH2 –– C
1. Jawaban: d | V
OH
Senyawa dengan rumus empiris CH2O2 dapat CH3
berupa asam karboksilat atau ester. Di antara (C6H12O2) termasuk asam karboksilat, tetapi bukan isomer
kedua senyawa tersebut, yang mampu mengubah
O
warna kertas lakmus biru menjadi merah adalah B
4) CH3 –– CH2 –– CH2 –– C
asam karboksilat. Asam karboksilat mempunyai V
O –– C2H5
O (C6H12O2) termasuk ester dan bukan isomer
||
gugus fungsi – C – OH. Adapun ester mempunyai O
B
5) CH3 –– CH2 –– CH2 –– CH2 –– C
O V
|| OH
(C5H10O2) termasuk asam karboksilat dan merupakan
gugus fungsi – C – O –. isomer struktur asam 2-metilbutanoat
2. Jawaban: b 4. Jawaban: b
O Reaksi asam 2-metilpropanoat dengan etanol
B
CH3 –– 3CH –– 2CH –– 1C sebagai berikut.
V
| | OH
4C H CH3 O
5 2 5 B
CH3 –– CH –– C + CH3 –– CH2 –– OH ⎯→
Rantai induk aldehid merupakan rantai karbon | V
terpanjang. Pada struktur senyawa tersebut rantai OH
CH3
terpanjang tersusun atas 5 atom C sehingga
termasuk senyawa asam pentanoat. Terdapat dua O
B
gugus metil pada struktur tersebut yaitu pada atom CH3 –– CH –– C
| V
C nomor 2 dan 3. Dengan demikian, nama senyawa O –– CH2 –– CH3 –– H2O
CH3
tersebut adalah asam 2,3-dimetilpentanoat.
3. Jawaban: a 5. Jawaban: c
Senyawa asam 2-metilbutanoat adalah senyawa Berikut jenis senyawa ester beserta kegunaannya
asam karboksilat dengan rumus molekul C5H10O2. sebagai esens aroma.
Isomer kerangka adalah senyawa yang mempunyai No. Senyawa Ester Aroma
rumus molekul sama, tetapi rumus strukturnya
berbeda. 1. Etil formiat Rum
2. Amil asetat Pisang
Asam2-metil butanoat (C5H10O2) 3. Metil salisilat Sarsapila
O 4. Etil butirat Nanas
B 5. Metil butirat Apel
CH3 –– CH2 –– CH –– C
| V
OH 6. Jawaban: d
CH3
Ester dapat dibuat melalui reaksi esterifikasi.
O
B Reaksi esterifikasi terjadi antara alkohol dengan
1) CH3 –– CH2 –– CH2 –– C
V asam karboksilat, seperti antara etanol dengan
O –– CH3
(C5H10O2) termasuk ester sehingga merupakan isomer
asam asetat. Persamaan reaksinya sebagai
fungsi dari asam 2-metilbutanoal berikut.
O
O CH3 – CH2 – OH + CH3 – C
B
⎯→
B V
2) CH3 –– CH2 –– CH –– CH2 –– C OH
| V
OH Etanol asam asetat (asam karboksilat)
CH3
(C6H12O2) termasuk asam karboksilat, tetapi bukan isomer

84 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


O O
B B
CH3 – C i. CH3 – C
V V
O – CH2 – CH3 + H2O O – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
etil etanoat (ester) air O
B
7. Jawaban: b j. CH3 – C
V
Sifat-sifat senyawa ester di antaranya sebagai O – CH2 – CH – CH3
berikut. |
1) Mudah menguap. CH3
2) Dapat mengalami reaksi saponifikasi yaitu O
reaksi hidrolisis ester dengan basa menghasil- B
k. CH3 – C
V
kan garam dan alkohol. O – CH – CH2 – CH3
3) Jika direduksi menghasilkan alkohol. |
4) Dapat bereaksi dengan pereaksi Grignard CH3
menghasilkan alkohol. O CH
3
5) Jika dihidrolisis menghasilkan asam karboksilat B
l. CH3 – C |
dan alkohol. V
O – C – CH3
|
8. Jawaban: d
CH3
Senyawa ester C 6H 12 O 2 mempunyai isomer
O
kerangka sebagai berikut. B
O m. H – C
B V
a. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – C O – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
V
O – CH3 O
B
O n. H – C
B V
b. CH3 – CH2 – CH – C O – CH2 – CH2 – CH – CH3
V |
| O – CH3
CH3 CH3
O O
B
c. CH3 – CH – CH3 – C
B o. H – C
V V
| O – CH3 O – CH2 – CH – CH2 – CH3
CH3 |
CH3
CH3
O O
| B
d. CH3 – C – C
B p. H – C
V V
| O – CH3 O – CH – CH2 – CH2 – CH3
CH3 |
CH3
O
B O CH3
e. CH3 – CH2 – CH2 – C B
V
O – CH2 – CH3 q. H – C |
V
O – CH2 – C – CH3
O
B |
f. CH3 – CH – C CH3
V
| O – CH2 – CH3 O CH
CH3 B 3
r. H – C |
O V
B O – C – CH2 – CH3
g. CH3 – CH2 – C |
V
O – CH2 – CH2 – CH3 CH3
O O
B B
h. CH3 – CH2 – C s. H – C
V V
O – CH – CH3 O – CH – CH – CH3
| | |
CH3 CH3 CH3

Kimia Kelas XII 85


Jadi, jumlah isomer kerangka senyawa ester Senyawa tersebut termasuk ester dengan
dengan rumus molekul C6H12O2 adalah 19. nama etil 4-etil-3-metil heksanoat.
O
9. Jawaban: b b. CH3 – CH2 – CH – CH – CH – CH2 – CH2 – C
B
Vitamin C mengandung senyawa asam askorbat. | | |
V
OH
C2H5 CH3 CH3
Semut mengandung senyawa asam format.
Kelapa merupakan tanaman palma yang Senyawa tersebut adalah asam karboksilat
mengandung senyawa asam palmitat. Mentega dengan rantai induk asam oktanoat.
mengandung senyawa asam butirat. Susu Penomoran dimulai dari sebelah kanan
mengandung senyawa asam laktat. Cuka sehingga cabang metil terikat pada atom C
mengandung senyawa asam asetat. Jadi, senyawa nomor 4 dan 5, sedangkan cabang etil terikat
yang mengandung asam askorbat, asam palmitat, pada atom C nomor 6. Dengan demikian,
dan asam laktat secara berturut-turut ditunjukkan nama senyawa tersebut adalah asam 6-etil-
oleh angka 1), 3), dan 5). 4,5-dimetiloktanoat.
10. Jawaban: a 3. O
B
Senyawa C(CH3)3 – CH2 – COO – CH3 termasuk a. CH3 – CH – CH – C
V
senyawa ester. Hidrolisis ester menghasilkan asam | | O – CH3
karboksilat dan alkohol. Persamaan reaksinya CH3 CH3
dituliskan sebagai berikut. metil 2,3-dimetilbutanoat
CH3
| O CH3
B | O
CH3 – C – CH2 – C B
V b. CH3 – CH2 – C – C
| O – CH3 + H2O → V
CH3 | O – CH3
Metil 3,3-dimetilbutanoat CH3
CH3
O metil 2,2-dimetilbutanoat
|
B
CH3 – C – CH2 – C CH3
V O
| O – H + CH3OH |
B
CH3 c. CH3 – C – CH2 – C
V
Asam 3,3-dimetilbutanoat metanol | O – CH3
Jadi, hidrolisis senyawa C(CH3)3 – CH2 – COO CH3
– CH3 menghasilkan asam 3,3-dimetilbutanoat dan metil 3,3-dimetilbutanoat
metanol. O
B
d. CH3 – CH2 – CH2 – CH – C
V
B . Uraian | O – CH3
CH3
1. a. Asam 2,3-dimetil-3-etilheksanoat
metil 2-metilpentanoat
CH3
| O O
B B
CH3 –– CH2 –– CH2 –– C –– CH2 –– C e. CH3 – CH2 – CH – CH2 – C
V V
| | OH | O – CH3
C2H5 CH3 CH3
b. Propil 2,3-dimetilpentanoat metil 3-metilpentanoat
O
B O
CH3 – CH2 – CH – CH – C B
| |
V
O – CH2 – CH2 – CH3
f. CH3 – CH – CH2 – CH2 – C
V
| O – CH3
CH3 CH3
CH3
2. O
B metil 4-metilpentanoat
a. CH3 – CH2 – CH – CH – CH2 – C
V
| | O – CH2 – CH3
C2H5 CH 3

86 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


O Perbandingan mol = Perbandingan koefisien, maka
B
g. CH3 – CH2 – CH – C persamaan reaksi menjadi
V
| O – CH3 CnH2nO2 + O2 ⎯→ 4CO2 + 4H2O (belum setara)
C2H5
Rumus molekul senyawa organik di atas dapat
metil 2-etilbutanoat
ditentukan berdasarkan penyetaraan persamaan
O reaksi. Berikut persamaan reaksinya (setara).
B
h. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – C C4H8O2 + 5O2 ⎯→ 4CO2 + 4H2O
V
O – C2H5
Jadi, rumus molekul senyawa organik di atas
etil pentanoat adalah C4H8O2.
O 5. a. Reaksi hidrolisis ditulis:
B
i. CH3 – CH2 – CH – C O O
V
| O – C2H5 || H+ ||
CH3 H3C – C – O – C4H9 R H3C – C – OH + C4H9 – OH
etil 2-metilbutanoat Asam asetat Senyawa alkohol

O Senyawa yang dihasilkan dari reaksi


j. CH3 – CH – CH2 – C
B hidrolisis tersebut adalah asam asetat dan
V senyawa alkohol yang memiliki rumus
| O – C2H5
CH3 molekul (C4H9–OH).
b. Senyawa alkohol yang jika direaksikan
etil 3-metilbutanoat
KMnO4 (dioksidasi) tidak bereaksi adalah
4. Senyawa organik RCOOH mempunyai rumus senyawa alkohol tersier. Jadi, rumus struktur
umum CnH2nO2. senyawa alkohol yang dihasilkan dari proses
Persamaan reaksi: hidrolisis sebagai berikut.
CnH2nO2 + O2 ⎯→ CO2 + H2O OH
VCO = 89,6 L |
2
H3C – C – CH3
VH O = 89,6 L |
2
VCO 2 89,6 L CH3
nCO = = = 4 mol
2 22, 4 L mol−1 22, 4 L mol−1
VH 2O 89,6 L
nH O = = = 4 mol
2 22, 4 L mol −1
22, 4 L mol−1

Kimia Kelas XII 87


88
Tata Nama Satu Jenis Atom Halogen

Lebih dari Satu Jenis Atom Halogen

Tata Nama

Isomer
Asam Karboksilat
Sifat-Sifat
Isomer Isomer Kerangka
Pembuatan
Isomer Posisi
Kegunaan Sifat-Sifat

Gugus Fungsi Senyawa Karbon


Asam Karboksilat Haloalkana
dan Ester Reaksi Substitusi Alkana
Tata Nama
Pembuatan
Isomer Reaksi Substitusi Alkohol
Ester Reaksi Adisi Alkena
Sifat-Sifat

Pembuatan Kloroform

Kegunaan Iodoform
Kegunaan
Gugus Fungsi Karbon Tetraklorida
Senyawa Karbon Freon

Fosgen

Tata Nama
Tata Nama
Penggolongan
Isomer
Alkohol Isomer
Aldehid
Sifat-Sifat
Sifat-Sifat
Pembuatan
Pembuatan
Kegunaan
Kegunaan
Aldehid dan
Alkohol dan Eter
Keton
Tata Nama
Tata Nama
Isomer
Isomer
Keton
Sifat-Sifat Eter
Sifat-Sifat
Pembuatan
Pembuatan
Kegunaan
Kegunaan
Identifikasi
A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: c
Nama-nama senyawa tersebut sebagai berikut.
1. Jawaban: e CH3
CH3 |
| 1) H3C – CH – CH – CH2 – CH2
1CH – 2CH – 3CH – 4C – 5CH – CH
3 3
| | |
| | | | F I I
Br Cl Br 76C2H5 Nama senyawa ini adalah 2-fluoro-3,5-diiodo-
3-metilpentana
Senyawa terssebut merupakan haloalkana dengan CH3
rantai induk tersusun atas 7 atom C (heptana). |
Penomoran dmulai dari kiri. Cabang yang terikat 2) H2C – CH2 – C – CH2 – CH3
senyawa tersebut yaitu: | | |
- 2 gugus bromo (-Br) pada atom C nomor 2 dan 4 I I F
- 1 gugus kloro (-Cl) pada atom C nomor 3 Nama senyawa ini adalah 2-fluoro-3,5-diiodo-
- 2 gugus metil (-CH3) pada atom C nomor 4 dan 5 3-metilpentana
Jadi, nama senyawa tersebut adalah 2,4-dibromo- F I
3-kloro-4,5-dimetilheptana. | |
3) H3C – CH – C – CH2 – CH2 – I
2. Jawaban: a
|
Senyawa 2,2-diklorobutana mempunyai rumus
C2H5
molekul C4H8Cl2 dan struktur:
Nama senyawa ini adalah 3-etil-2-fluoro-3,5-
Cl diiodopentana
| I C2H5
CH3 – C – CH2 – CH3 | |
| 4) H3C – CH2 – CH – CH – CH2 – CH2
Cl
| |
Isomer senyawa tersebut mempunyai rumus F I
molekul yang sama, tetapi struktur berbeda. Nama senyawa ini adalah 3-etil-3-fluoro-1,4-
1) CH3 – CH – CH – CH3 (C4H8Cl2)
diiodoheksana
| |
I
Cl Cl
|
CH3 Cl 5) H2C – CH2 – CH – CH – CH2 – CH3
| | | | |
2) CH3 – CH – C – CH3 (C5H10Cl2) I C2H5 F
| Nama senyawa ini adalah 4-etil-3-fluoro-4,6-
Cl
diiodoheksana
Cl
| 4. Jawaban: d
3) CH3 – CH2 – C – CH2 (C5H10Cl2) Senyawa 3-bromo-2-kloropropana mempunyai
| | struktur:
CH3 Cl CH3 – CH – CH2
4) CH2 – CH – CH2 – CH2 – CH3 (C5H10Cl2) | |
| | Cl Br
Cl Cl Isomer-isomernya sebagai berikut.
1) 3-bromo-1-kloropropana
5) CH3 – CH – CH – CH – CH3 (C6H12Cl2)
CH2 – CH2 – CH2
| | |
| |
Cl Cl CH3 Cl Br

Kimia Kelas XII 89


2) 2-bromo-2-kloropropana yang akan memutuskan ikatan gas-gas lain di
Br atmosfer, termasuk ozon. Molekul-molekul ozon
| akan terurai menjadi gas oksigen dan radikal bebas
CH3 – C – CH3 oksigen. Dengan adanya reaksi ini, lapisan ozon
| di atmosfer semakin tipis.
Cl
3) 2-bromo-1-kloropropana 8. Jawaban: b
CH2 – CH – CH3 Nama Senyawa Kegunaan
| |
a. Etanol Pelarut, bahan bakar, desinfektan
Cl Br
b. Formaldehid Bahan polimer
4) 1-bromo-1-kloropropana c. Asam asetat Pengasam makanan
Cl d. Amil asetat Penambah aroma buah pisang
| e. Dietil eter Pelarut senyawa organik
CH2 – CH2 – CH3
| 9. Jawaban: c
Br Senyawa C 5H10O dapat berupa aldehid atau
Jadi, isomer 3-bromo-2-kloropropana berjumlah 4. keton. Senyawa aldehid mampu mengalami
5. Jawaban: d polimerisasi adisi, sedangkan senyawa keton
Persamaan reaksi adisi 2-metil-2-butena dengan mampu mengalami reaksi polimerisasi kondensasi.
HCl dituliskan sebagai berikut. Dengan demikian, senyawa C5H10O tersebut berupa
keton. Keton dihasilkan dari reaksi oksidasi alkohol
H3C –– C == CH –– CH3 + HCl ⎯→
sekunder. Sesuai dengan jumlah atom C-nya, alkohol
|
CH3 yang dioksidasi juga mempunyai 5 atom C
sehingga senyawa X adalah 2-pentanol. Oksidasi
Cl
|
1-propanol menghasilkan propanal (aldehid).
H3C –– C –– CH2 –– CH3 Oksidasi 1-butanol menghasilkan butanal (aldehid).
| Senyawa metoksi butana daan etoksi propana
CH3 termasuk eter yang tidak dapat dioksidasi.
Reaksi tersebut mengikuti aturan Markovnikov 10. Jawaban: a
yaitu atom H akan terikat pada atom C ikatan Senyawa dengan rumus C5H12O dapat berupa
rangkap yang mengikat atom H lebih banyak, alkohol dan eter. Berdasarkan hasil reaksinya
sedangkan atom Cl akan terikat pada atom C dengan suatu asam karboksilat (asam cuka) akan
ikatan rangkap yang mengikat atom H lebih sedikit. menghasilkan senyawa beraroma buah pisang
Dengan demikian, nama senyawa hasil reaksi ambon serta jika direaksikan dengan larutan
adalah 2-kloro-2-metilbutana. KMnO4 yang diasamkan menghasilkan senyawa
yang memerahkan kertas lakmus biru, dapat
6. Jawaban: a disimpulkan bahwa kemungkinan senyawa
Senyawa 1) adalah karbon tetraklorida yang tersebut adalah alkohol primer yaitu 1-pentanol.
dimanfaatkan sebagai bahan pemadam kebakaran. Struktur senyawa 1-pentanol ditunjukkan oleh
Senyawa 2) adalah kloroform yang digunakan gambar a. Struktur b dan d termasuk alkohol
sebagai pelarut organik. Senyawa 3) adalah freon sekunder. Struktur e termasuk alkohol primer,
yang digunakan sebagai bahan pendingin dalam AC tetapi memiliki rumus molekul C4H10O. Struktur
dan lemari es. Senyawa 4) adalah iodoform yang c termasuk eter.
digunakan sebagai antiseptik. Senyawa 5) adalah
teflon yang digunakan sebagai bahan pelapis 11. Jawaban: b
antilengket. Isomer gugus fungsi terjadi pada senyawa-
senyawa yang memiliki rumus molekul sama,
7. Jawaban: d tetapi gugus fungsinya berbeda, misalnya
Gas CFC bersifat sangat stabil sehingga CFC tidak pasangan senyawa 1) dan 3). Senyawa 1)
dapat bereaksi dengan lapisan troposfer. Ketika termasuk eter dan senyawa 3) termasuk alkohol.
sampai di lapisan stratosfer, senyawa CFC bereaksi Keduanya memiliki rumus molekul C4H10O. Senyawa
dengan radiasi sinar matahari menghasilkan radikal 2) termasuk asam karboksilat, senyawa 4) termasuk
bebas klor dan fluor. Radikal-radikal bebas inilah

90 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


aldehid, dan senyawa 5) termasuk keton. Asam reaksi fermentasi. Reaksi oksidasi esterifikasi
karboksilat berisomer gugus fungsi dengan ester, merupakan reaksi antara alkohol dengan asam
sedangkan aldehid berisomer gugus fungsi dengan karboksilat menghasilkan ester.
keton. Meskipun demikian, 4) dan 5) tidak
14. Jawaban: c
berisomer gugus fungsi karena rumus molekulnya
Sifat-sifat tersebut merupakan sifat dari senyawa
berbeda.
alkohol yang mempunyai gugus fungsi – OH .
12. Jawaban: b O
Senyawa 2-metilbutanal (C5H10O) merupakan ||
aldehid yang mempunyai struktur: Senyawa dengan gugus fungsi – C – adalah keton.
O Senyawa dengan gugus fungsi – O – adalah eter.
B O
CH3 – CH2 – CH – C B
V Senyawa dengan gugus fungsi – C adalah asam
| H V
OH
CH3
karboksilat. Senyawa dengan gugus fungsi
Isomer fungsinya adalah keton yang mempunyai
O
rumus molekul sama. B
–C adalah aldehid.
1) 2-propanon V
OH
O
|| 15. Jawaban: a
CH3 – C – CH3 (C3H6O) Perbedaan titik didih antara senyawa
2) 3-metil-2-butanon CH3 – CH2 – CH2 – OH dan CH3 – CH2 – O – CH3
O
disebabkan oleh perbedaan ikatan antarmolekulnya.
|| Senyawa CH3 – CH2 – CH2 – OH memiliki ikatan
CH3 – CH – C – CH3 (C5H10O) hidrogen antarmolekunya, sedangkan senyawa
| CH3 – CH2 – O – CH3 tidak memiliki ikatan
CH3 hidrogen. Akibatnya, senyawa CH3 – CH2 – CH2 – OH
3) 4-metil-2-pentanon memiliki titik didih lebih tinggi daripada
CH 3 – CH 2 – O – CH 3 .
O
|| 16. Jawaban: e
CH3 – C – CH2 – CH – CH3 (C6H12O) Senyawa 3-metoksipentana adalah eter yang
| memiliki struktur berikut.
CH3
CH3 – CH2 – CH – O – CH3 (C6H14O)
4) 3,3-dimetil-2-butanon |
O CH3 C2H5
|| | Senyawa eter berisomer dengan senyawa eter
CH3 – C – C – CH3 (C6H12O) yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi
| berbeda struktur. Senyawa eter juga berisomer
CH3 fungsi dengan alkohol yang memiliki rumus molekul
5) 3,4-dimetil-2-pentanon sama.
O 1) 2-etoksipropana (C5H12O)
|| CH3 – CH – O – CH2 – CH3
H3C – CH – CH – C – CH3 (C7H14O) |
| | CH3
CH3 CH3 2) 2-metoksibutana (C5H12O)
Jadi, senyawa isomer fungsi 2-metilbutanal adalah CH3 – CH2 – CH – O – CH3
3-metil-2-butanon. |
13. Jawaban: a CH3
Reaksi alkena dengan air (H2O) dalam suasana 3) 2-etoksibutana (C7H16O)
asam merupakan reaksi pembuatan alkohol melalui CH3 – CH2 – CH2 – CH – O – CH2 – CH3
reaksi hidrasi. Alkohol juga dapat diperoleh dari |
CH3

Kimia Kelas XII 91


4) 3-metil-1-butanol (C5H10O) Pereaksi (1) adalah gas hidrogen yang digunakan
CH3 – CH – CH2 – CH2 – OH untuk mengadisi etanal menjadi etanol dengan
| bantuan katalis Pt, sedangkan pereaksi (2) adalah
CH3 larutan K2Cr2O7 (oksidator kuat) dalam suasana
5) 2-etil-2-butanol (C6H14O) asam yang dapat mengoksidasi etanal menjadi
asam etanoat.
CH3 – CH2 – CH – CH2 – OH
| 21. Jawaban: a
C2H5 Isomer senyawa C4H8O sebagai berikut.
O
17. Jawaban: b B
Reaksi antara asam butanoat dengan etanol dalam 1) CH3 – CH2 – CH2 – C butanal
V
asam sulfat menghasilkan etil butirat. Senyawa H (aldehid)
O
etil butirat mempunyai aroma buah stroberi B
sehingga dimanfaatkan sebagai bahan perisa 2) CH3 – CH – C 2-metilpropanal
V
makanan. | H (aldehid)
CH3
18. Jawaban: e O
Keton memiliki sifat sebagai berikut. ||
1) Bereaksi negatif dengan pereaksi Fehling, 3) CH3 – CH2 – C – CH3 2-butanon(keton)
Benedict, dan Tollens. Jadi, isomer C4H8O terdiri atas 2 aldehid dan
2) Dibuat dengan mengoksidasi alkohol 1 keton.
sekunder. 22. Jawaban: d
3) Suku terendahnya memiliki 3 atom karbon. Senyawa yang memiliki isomer optis adalah
4) Salah satu senyawanya yaitu aseton diguna- H
kan sebagai pelarut. |
Jadi, pernyataan yang tepat mengenai keton H3C – C – COOH

ditunjukkan oleh angka 3) dan 5). | ⎯

OH atom C asimetris
19. Jawaban: b
Senyawa C4H8O2 dapat berupa asam karboksilat karena memiliki atom C asimetris. Atom C asimetris
atau ester. Senyawa asam karboksilat dapat merupakan atom C yang mengikat empat gugus
bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Jika yang berbeda.
senyawa C4H8O2 tersebut dapat bereaksi dengan 23. Jawaban: c
metanol membentuk metil 2-metilpropanoat, Senyawa pentanal adalah aldehid. Reaksi
senyawa tersebut adalah asam karboksilat dengan oksidasinya menghasilkan asam pentanoat (asam
nama asam 2-metilpropanoat. Strukturnya sebagai karboksilat). Senyawa 1-pentanol adalah alkohol
berikut. primer. Senyawa ini dapat dioksidasi menghasilkan
O pentanal (aldehid). 2-pentanon merupakan senyawa
B keton. Senyawa keton tidak dapat dioksidasi.
CH3 – CH – C
V
| OH Senyawa 2-metilbutanal adalah aldehid. Jika
CH3 dioksidasi akan menghasilkan asam 2-metilbutanoat
(asam butanoat). 3-metil-2-butanol adalah alkohol
20. Jawaban: a
primer yang dapat dioksidasi menghasilkan 3-metil-
O
|| 2-butanon (keton).
H2
1) H3C –– C –– H ⎯⎯⎯→ CH3 –– CH2 –– OH 24. Jawaban: d
Pt
O O Senyawa CH 3 –CH(CH 3 )–CH 2 –COO–C 2 H 5
|| K2Cr2O7 || termasuk senyawa ester. Hidrolisis ester
2) H3C –– C –– H ⎯⎯⎯→ +
C3H –– C –– OH menghasilkan asam karboksilat dan alkohol.
H
Reaksinya dituliskan sebagai berikut.

92 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


O O
B B
CH3 – CH – CH2 – C h. CH3 – C
V V
| O – C2H5 + H2O → O – CH – CH3
CH3 |
Etil 3-metilbutanoat CH3
O Isopropil etanoat
B
CH3 – CH – CH2 – C O
V
| OH + C2H5OH B
i. CH
CH3 V
Asam 3-metilbutanoat etanol
O – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
Butil metanoat
Jadi, reaksi hidrolisis CH3–CH(CH3)–CH2–COO– O
C2H5 menghasilkan asam 3-metilbutanoat dan B
j. CH
etanol. V
O – CH2 – CH – CH3
25. Jawaban: a |
Senyawa tersebut memiliki nama asam CH3
3-metilbutanoat. Rumus molekulnya C5H10O2. Isobutil metanoat
Isomer senyawa tersebut sebagai berikut. O
B
O k. CH
V
a. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – C
B O – CH – CH2 – CH3
V
OH |
CH3
Asam pentanoat
O s-butil metanoat
B O CH
b. CH3 – CH2 – CH – C B 3
|
V
OH l. CH |
V
CH3 O – C – CH3
Asam 2-metilbutanoat |
CH3 CH 3
| O t-butil metanoat
B
c. CH3 – C – C 26. Jawaban: d
V
| OH Senyawa 3-metilheksanal adalah aldehid dengan
CH3 7 atom C. Isomer strukturnya adalah senyawa
Asam 2,2-dimetilpropanoat aldehid yang mempunyai rumus molekul sama,
O tetapi berbeda kerangka atom C-nya.
B
d. CH3 – CH2 – CH2 – C
V O
O – CH3 B
1) CH3 – CH2 – CH2 – CH – C
Metil butanoat V
| OH
O
B CH3
e. CH3 – CH2 – C
V merupakan asam karboksilat, C 6 H 12 O 2
| O – CH3
(bukan isomer)
CH3
Metil 2-metil propanoat O
B
O 2) CH3 – CH – CH2 – C
V
f. CH3 – CH2 – C
B | O – C2H5
V
O – CH2 – CH3 CH3
Etil propanoat merupakan ester, C7H14O2 (termasuk isomer
O fungsi)
B
g. CH3 – C O
V B
O – CH2 – CH2 – CH3 3) CH3 – CH – CH – C
V
Propil etanoat | | H
CH3 CH3
merupakan aldehid, C6H12O (bukan isomer)

Kimia Kelas XII 93


O merupakan senyawa asam karboksilat karena
B
4) CH3 – CH2 – CH2 – CH – C memiliki gugus R-COOH. Nama senyawa
V
| OH tersebut adalah asam pentanoat. Jadi, senyawa
C2H5 tersebut secara berturut-turut termasuk golongan
merupakan aldehid, C7H14O (termasuk isomer ester, ester, dan asam karboksilat.
struktur)
O B . Uraian
B
5) CH3 – CH – C 1. O
V
| O – CH3 ||
CH3 a. CH3 – CH2 – C – CH2 – CH3
merupakan ester, C5H12O (bukan isomer) gugus fungsi keton
27. Jawaban: c nama senyawa: 3-pentanon
Reaksi antara asam karboksilat (asam etanoat) O
B
dengan alkohol (etanol) akan menghasilkan ester b. CH3 – CH – C
V
etil etanoat. Reaksi ini disebut reaksi esterifikasi. | O – CH3
Berikut reaksinya. CH3
O O gugus fungsi ester
||
H+ || nama senyawa: metil 2-metilpropanoat
H3C – C – OH + CH3 – CH2 – OH U H3C – C – O – CH2 – CH3 + H2O
asam etanoat etanol etil etanoat c. CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3
|
28. Jawaban: b OH
Senyawa yang menghasilkan keton saat dioksidasi gugus fungsi alkohol
adalah alkohol sekunder, misal nama senyawa: 3-pentanol
OH
d. CH3 – CH2 – CH – O – CH3
|
|
CH3 – CH2 – CH2 – CH – CH2 – CH3 (3-heksanol) CH3
29. Jawaban: e gugus fungsi eter
Senyawa dengan sifat-sifat tersebut adalah nama senyawa: 2-metoksi butana
aldehid. Reaksi oksidasi aldehid menghasilkan O
B
asam karboksilat. Saat diadisi dengan hidrogen e. CH3 – CH2 – CH2 – C
V
aldehid akan menghasilkan alkohol primer. H
O gugus fungsi aldehid
B nama senyawa: butanal
CH3 – CH2 – CH2 – C ⎯→
V
H
butanal
2. Reaksi senyawa asam heksanoat dengan kalium
hidroksida akan menghasilkan garam kalium
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – OH
heksanoat. Persamaan reaksinya sebagai berikut.
30. Jawaban: c O
O CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – C
B
B V
Senyawa CH3 – CH2 – CH – C , merupakan OH + KOH →
V
| O – CH3 O
CH3 CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – C
B
senyawa ester karena memiliki gugus R-COO-R′. V
OK + H2O
Nama senyawa tersebut adalah metil 2-metilbutanoat. Kalium heksanoat
O
B 3. 2-metil-2-pentanol
Senyawa CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – C
V
O – C2H5 CH3
|
merupakan senyawa ester karena memiliki gugus
CH3 – CH2 – C – CH3
R-COO-R'. Nama senyawa tersebut adalah etil pen-
|
O OH
B
tanoat. Senyawa CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – C
V
OH
94 Gugus Fungsi Senyawa Karbon
Isomer-isomer kerangka dan isomer posisinya 5. a. Reaksi oksidasi alkohol sekunder.
sebagai berikut. OH
1) 3-metil-2-butanol |
[O]
CH3 – CH – CH – CH3 CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3 ⎯⎯→
| | 3-pentanol
CH3 OH
2) 2-pentanol OH
||
CH2 – CH – CH – CH3
CH3 – CH2 – C – CH2 – CH3
| |
CH3 OH
b. Reaksi distilasi garam kering.
3) 3-pentanol O
CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3 2CH3 – CH2 – C
B
⎯→
| V
ONa
OH
4) 1-pentanol O
B
CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3 – OH CH3 – CH2 – C + Na2CO3
V
5) 2,3-dimetil-1-propanol CH2 – CH3
CH3 – CH – CH – OH 6. a. Reaksi distilasi garam kering.
| | O
CH3 CH3 B
CH3 – OH + CH3 – CH2 – C ⎯→
V
6) 2,2-dimetil-1-propanol OH
metanol asam propanoat
CH3
| O
CH3 – C – CH3 – OH CH3 – CH2 – C
B
| V
O – CH3
CH3 metil propanoat

4. Senyawa karbon mempunyai 5 atom C, gugus b. Reaksi hidrolisis ester dalam suasana asam.
O O
B H+
|| CH3 – CH2 – C + H2O R
V
– C – di nomor dua, dan rantainya lurus. O – CH3
O metil propanoat
||
O
a. Rumus struktur: CH3 – CH2 – CH2 – C – CH3 B
CH2 – CH2 – C + CH3OH
Nama senyawa: 2-pentanon V
OH
O asam propanoat metanol
||
c. Reaksi adisi keton oleh HCN.
b. Rumus struktur isomer: H3 – CH – C – CH3
| O OH
CH3 || |
Nama senyawa isomer: 3-metil-2-butanon CH3 – C – CH3 + HCN R CH3 – C – CH3
|
c. Persamaan reaksi adisi hidrogen:
CN
O 2-propanon sianohidral
||
CH3 – CH2 – CH2 – C – CH3 + H2 → 7. Aldehid dapat dioksidasi karena gugus karbonil
2-pentanon pada aldehid mengikat atom H. Atom H tersebut
merupakan agen pereduksi yang sangat kuat.
Sementara itu, keton tidak dapat dioksidasi karena
CH3 – CH2 – CH2 – CH – CH3 gugus karbonilnya tidak mengikat atom H.
2-pentanol |
akibatnya, keton tidak dapat berperan sebagai
OH
reduktor (mereduksi) atau tidak dapat dioksidasi
lebih lanjut. Keton hanya dapat dioksidasi oleh
agen oksidator kuat yang mampu membuka ikatan
antarkarbon.
Kimia Kelas XII 95
8. Etanol (alkohol) dan metoksi metana (eter) mem- 10. Massa RCOOH = 4,4 gram
punyai rumus molekul yang sama yaitu C2H6O. Volume KOH = 100 mL = 0,1 L
Cara membedakannya yaitu dengan mereaksi-
MKOH = 0,5 M
kannya dengan logam natrium dan fosfor penta-
klorida (PCl5). RCOOH + KOH ⎯→ RCOOK + H2O
a. Reaksi dengan logam natrium nKOH = MKOH × volume KOH
CH3 – CH2 – OH + Na ⎯→ CH3 – CH2 – ONa + H2(g) = 0,5 M × 0,1 L
CH3 – O – CH3 + Na ⎯→/ = 0,05 mol
Jadi, reaksi dengan logam natrium dapat nRCOOH = nKOH
membedakan etanol dengan metoksi metana. = 0,05 mol
Pada etanol terbentuk gelembung gas, massa RCOOH 4, 4
Mr RCOOH = mol RCOOH = 0,05 = 88
sedangkan pada eter tidak terjadi perubahan.
Asam organik tersebut merupakan asam karboksilat
b. Reaksi dengan PCl5 dengan rumus umum CnH2nO2.
CH3 – CH2 – OH + PCl5 ⎯→ menghasilkan HCl Mr CnH2nO2 = 88
CH3 – O – CH3 + PCl5 ⎯→ tidak menghasilkan HCl (12n + 2n + 32) = 88
Jadi, reaksi dengan fosfor pentaklorida dapat 14n + 32 = 88
membedakan etanol dengan metoksi metana. 14n = 56
Pada etanol terbentuk HCl, sedangkan pada n=4
eter tidak terbentuk HCl. Keberadaan HCl Dengan demikian, asam karboksilat tersebut
dapat diidentifikasi menggunakan kertas memiliki rumus molekul C 4 H 8 O 2 . Isomer-
lakmus biru. Dengan demikian, hasil reaksi isomernya sebagai berikut.
etanol dengan PCl5 dapat memerahkan kertas O
lakmus biru, sedangkan hasil reaksi metoksi B
H3C –– CH2 –– CH2 –– C –– OH asam butanoat
metana dengan PCl5 tidak mengubah warna
O
kertas lakmus biru. Selain itu, kelarutan etanol B
H3C –– CH –– C –– OH asam 2-metilpropanoat
dalam air lebih besar daripada metoksi
|
metana.
CH3
9. a. Mengalirkan uap alkohol primer di atas O
tembaga panas ||
Uap alkohol primer teroksidasi menghasilkan CH3 – CH2 – C – O – CH3 metil propanoat
suatu aldehid dengan katalis tembaga panas. O
Contoh: ||
O CH3 – C – O – CH2 – CH3 etil etanoat
Cu B
H3C – CH2 – OH ⎯⎯→ H3C – C + H2 O
125°C V ||
H
b. Memanaskan garam kalsium suatu asam H – C – O – CH2 – CH2 – CH3 propil metanoat
monokarboksilat jenuh dengan kalsium for- O
||
mat. H – C – O – CH – CH3 isopropil metanoat
Pemanasam campuran garam kalsium asam |
monokarboksilat jenuh dengan kalsium for- CH3
mat akan menghasilkan aldehid.
Contoh:
Ca(CH3COO)2 + Ca(HCOO)2 →
O
B
2H3C – C + 2CaCO3
V
H

96 Gugus Fungsi Senyawa Karbon


1. Peserta didik mampu menganalisis struktur benzena dan senyawa turunannya dengan benar setelah melakukan kegiatan
diskusi.
2. Peserta didik mampu menganalisis sifat-sifat senyawa benzena dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.
3. Peserta didik mampu menuliskan tata nama senyawa turunan benzena dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.
4. Peserta didik mampu menganalisis reaksi-reaksi pada benzena dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.
5. Peserta didik mampu menyajikan kegunaan dan dampak negatif senyawa turunan benzena dengan benar setelah melakukan
kegiatan kajian literatur.

Benzena dan Senyawa Turunannya

mencakup

Karakteristik Benzena

meliputi

Struktur Sifat-Sifat Reaksi Benzena

mengalami terdiri atas menghasilkan

Senyawa Turunan Benzena


Delokalisasi Ikatan Rangkap ()
Fisika Kimia meliputi
berdasarkan teori
Kegunaan
Friedrich August Kekulé

Tata Nama

berdasarkan

Substituen
terdiri atas

Adisi Sulfonasi Alkilasi Asilasi Nitrasi Halogenasi

• Benzena • Turunan Benzena


• Senyawa Aromatik • Substituen
• Delokalisasi

Kimia Kelas XII 97


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: c
Senyawa a adalah benzena yang mengikat gugus
1. Jawaban: b fungsi –OH yang dinamakan fenol. Senyawa b
Sifat-sifat benzena sebagai berikut. adalah benzena yang mengikat gugus fungsi –NO2
1) Bersifat nonpolar. yang dinamakan nitrobenzena. Senyawa c adalah
2) Larut dalam pelarut organik, tetapi tidak larut benzena yang mengikat gugus fungsi –NH2 yang
dalam air. dinamakan anilina. Senyawa d adalah benzena
3) Uap benzena bersifat toksik dan sedikit yang mengikat gugus fungsi –CH3 yang dinamakan
karsinogenik. toluena. Senyawa e adalah benzena yang mengikat
4) Benzena tidak dapat dioksidasi oleh Br2, H2O, gugus fungsi –COH yang dinamakan benzaldehid.
dan KMnO4, tetapi dapat diadisi oleh H2 dan Jadi, rumus struktur anilina ditunjukkan oleh
Cl2 dengan bantuan katalis nikel atau sinar senyawa c).
matahari.
5) Benzena lebih mudah mengalami substitusi 6. Jawaban: b
daripada adisi sebab struktur benzena yang Penamaan turunan benzena yang mempunyai dua
mengandung elektron-elektron yang ter- substituen diberi awalan orto, meta, atau para.
delokalisasi memberikan kestabilan yang Orto menyatakan posisi substituen pada atom C
tinggi pada benzena. nomor 1 dan 2. Meta menyatakan posisi subtituen
pada atom C nomor 1 dan 3. Para menyatakan
2. Jawaban: b posisi substituen pada atom C nomor 1 dan 4.
Senyawa turunan benzena yang mempunyai gugus Pada senyawa tersebut substituen berada pada
atom –OH mempunyai nama fenol. Manfaat fenol atom C nomor 1 dan 3 (meta). Substituen alkil
sebagai berikut. lebih prioritas daripada –NO2. Jadi, nama senyawa
1) Desinfektan atau pembunuh kuman pada tersebut meta-nitrotoluena.
pembersih lantai.
2) Bahan pelarut pada pemurnian minyak 7. Jawaban: a
pelumas. Reaksi antara benzena dengan asam sulfat berasap
3) Bahan pembuat warna. (H2SO4 + SO3) menghasilkan asam benzena-
4) Bahan dasar pembuatan plastik bakelit. sulfonat. Reaksi ini disebut reaksi sulfonasi.

3. Jawaban: b SO
+ H2SO4  3
40 C
 + H2O
Toluena mengikat gugus atom –CH3. Senyawa
turunan benzena yang mengikat gugus atom –OH Asam benzenasulfonat
adalah fenol. Senyawa turunan benzena yang
8. Jawaban: e
mengikat gugus atom –NH 2 adalah anilina.
Urutan prioritas substituen dalam benzena adalah
Senyawa turunan benzena yang mengikat gugus
–OH > alkil > halogen.
atom –NO2 adalah nitrobenzena. Senyawa turunan
benzena yang mengikat gugus atom –COOH
Rantai utama
adalah asam benzoat.
4. Jawaban: b
Senyawa turunan benzena tersebut mempunyai Substituen
nama benzaldehid. Benzaldehid digunakan sebagai
bahan pengawet dan bahan dasar pembuatan
parfum karena memiliki bau yang khas. Senyawa Jadi, nama senyawa tersebut adalah 4-kloro-3,5-
turunan benzena yang digunakan sebagai bahan dimetilfenol.
peledak adalah TNT. Senyawa turunan benzena 9. Jawaban: d
yang digunakan sebagai zat warna diazo adalah Struktur senyawa turunan benzena beserta
anilina. Senyawa turunan benzena yang digunakan kegunaannya disajikan dalam tabel berikut.
untuk meredakan demam adalah parasetamol.

98 Benzena dan Senyawa Turunannya


No. Struktur Kegunaan
H2 SO 4
+ HNO3   + H2O
1) Desinfektan
Benzena Asam benzenasulfonat
2) Zat warna diazo Jadi, nama senyawa X adalah nitrobenzena.
b. Reaksi antara benzena dengan etilklorida
3) Bahan peledak (haloalkana) menggunakan katalis AlCl3
merupakan reaksi alkilasi.
4) Bahan dasar plastik
AlCl
+ CH3CH2Cl 
3 + HCl
5) Pelarut senyawa
karbon Jadi, nama senyawa X adalah etilbenzena.
Jadi, pasangan struktur turunan benzena beserta 4. a. Trinitro toluena (TNT)
turunannya yang tepat ditunjukkan oleh angka 2)
dan 4).
10. Jawaban: a Rumus struktur:
Reaksi benzena dengan gugus asil dengan bantuan
aluminium klorida (AlCl3) menghasilkan aril keton
disebut reaksi asilasi. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut. Kegunaan TNT sebagai bahan peledak.
b. Asam benzoat

AlCl
+ 
3 + HCl
Asetil klorida Rumus struktur:
Jadi, senyawa X adalah asetil klorida.
Kegunaan asam benzoat sebagai berikut.
1) Bahan dasar pengawet makanan.
B . Uraian 2) Dalam bidang kesehatan sebagai
1. a. Rumus molekul benzena = C6H6 pembasmi kuman.
Rumus struktur benzena: 3) Digunakan dalam pasta gigi dan parfum.
c. Toluena

atau atau
Rumus struktur:
b. Letak ikatan rangkap pada benzena selalu
berpindah-pindah (beresonansi) sehingga Kegunaan toluena sebagai berikut.
cincin benzena sangat stabil. Akibatnya, 1) Sebagai pelarut senyawa karbon dan
benzena sukar mengalami reaksi adisi. beberapa bahan kimia seperti cat,
pengencer cat, karet, tinta printing, dan
2. a. o-kloroanilina atau 2-kloroanilina
lem.
b. m-bromotoulena atau 3-bromotoluena
2) Sebagai peningkat bilangan oktan bahan
c. Asam m-etilbenzoat atau asam 3-etilbenzoat
bakar pesawat terbang dan mobil balap.
d. Klorobenzena
3) Sebagai bahan baku pembuatan beberapa
e. Stirena atau vinilbenzena
bahan kimia, seperti TNT (bahan
f. Asam 3-sianobenzoat
peledak), fenol, asam benzoat dan
3. a. Reaksi antara benzena dengan asam nitrat turunannya, zat pewarna, sakarin, dan
pekat menggunakan katalis asam sulfat pekat toluena diisosianat.
disebut reaksi nitrasi. Pada reaksi ini satu atom
H dari benzena disubstitusi oleh gugus nitro
(NO2).

Kimia Kelas XII 99


d. Sakarin 5. a. Persamaan reaksi reduksi nitrobenzena
sebagai berikut.

Rumus struktur: + 3H2  + 2H2O

b. Senyawa hasil reaksi adalah anilina atau fenil


Kegunaan sakarin sebagai pengganti gula bagi amina atau atau aminobenzena.
penderita diabetes melitus. c. Anilina digunakan sebagai bahan pembuatan
pewarna diazo untuk batik, katun, dan tinta.

100 Benzena dan Senyawa Turunannya


Distilasi Ter Batu Bara

Pemanasan Kalsium Benzoat


Pembuatan Benzena dengan Kalsium Hidroksida
Benzena Monosubstituen
Pemanasan Etuna dalam Pipa
Benzena Disubstituen Pijar dengan Katalis Nikel

Benzena Trisubstituen Tata Nama Hidrolisis Asam Benzenasul-


Senyawa Benzena fonat dengan Katalis HCl
Benzena Terikat Rantai Melalui Pemanasan
Karbon (Gugus Fenil)

Metilbenzena Terikat Gugus


Atom (Gugus Benzil)
Sifat-Sifat Benzena Sifat Fisika
Gabungan Cincin Benzena
Senyawa Turunan Struktur Benzena
Benzena Sifat Kimia
Toluena

Fenol

Senyawa Nitro

Xilena Adisi Hidrogen


Reaksi Adisi
Asam-Asam Aromatik Adisi Klorin
Kegunaan Senyawa
Benzena dan Reaksi-Reaksi
Anilina Turunan Benzena Senyawa Turunannya pada Benzena
Reaksi Sulfonasi
Stirena
Reaksi Alkilasi
Benzaldehid Reaksi Substitusi Reaksi Asilasi
Mesitilena Reaksi Nitrasi
Parasetamol Reaksi Halogenasi
DDT

BHT dan BHA

Kimia Kelas XII


101
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: e
Senyawa yang dapat memerahkan lakmus biru
1. Jawaban: b
adalah senyawa bersifat asam. Senyawa turunan
Benzena terdiri atas enam atom C yang berikatan
benzena yang bersifat asam adalah fenol dengan
membentuk cincin. Ikatan antaratom C mem-
punyai panjang yang sama. Benzena mempunyai
sudut ikatan 120°. rumus struktur . Senyawa 1)

dinamakan anilina, senyawa 2) dinamakan


benzaldehid, senyawa 3) dinamakan nitrobenzena,
dan senyawa 4) dinamakan toluena.
5. Jawaban: c
Gamexan (1,2,3,4,5,6-heksaklorosikloheksana)
Benzena memiliki ikatan rangkap dua terkonjugasi dapat dibuat dengan adisi klorin yaitu satu molekul
(berselang-seling). Ikatan rangkap dua selalu benzena diadisi oleh tiga molekul klorin
berpindah-pindah karena awan elektronnya menghasilkan satu molekul gamexan. Reaksi ini
mengalami delokalisasi. Perpindahan ikatan ini dapat berlangsung dengan bantuan sinar matahari.
terjadi terus-menerus, disebut peristiwa resonansi.
Resonansi menyebabkan benzena bersifat stabil
sehingga sukar diadisi. Meskipun mempunyai UV
+ 3Cl2  
ikatan rangkap, benzena tidak bersifat jenuh.
2. c. toluena
Jawaban: c 6. Jawaban: e
Ketiga sifat tersebut merupakan sifat toluena. Nama trivial dari isopropilbenzena adalah kumena.
Selain sebagai peningkat bilangan oktan bahan Anisol merupakan nama trivial dari metoksibenzena.
bakar pesawat terbang, toluena juga digunakan Anilina merupakan nama trivial dari aminobenzena.
sebagai pelarut senyawa karbon dan beberapa Stirena merupakan nama trivial dari vinilbenzena.
bahan kimia seperti cat, pengencer cat, karet, tinta Toluena merupakan nama trivial dari metilbenzena.
printing, dan lem. Toluena juga digunakan sebagai 7. Jawaban: a
bahan dasar pembuatan beberapa bahan kimia,
seperti TNT (bahan peledak), fenol, asam benzoat
dan turunannya, zat pewarna, sakarin, dan toluena Rumus struktur:
diisosianat.
3. Jawaban: d
Senyawa tersebut mempunyai nama asam berantai induk fenol. Fenol mengikat dua substituen
benzoat. Berikut kegunaan asam benzoat. yaitu gugus –CH3 pada atom C nomor 4 dan gugus
1) Bahan pengawet makanan karena dapat –NO 2 pada atom C nomor 2. Selanjutnya,
menghambat pertumbuhan biang makanan penataan nama menggunakan penomoran dan
cepat basi, yaitu jamur, ragi, dan beberapa ditulis secara alfabet. Jadi, nama senyawa turunan
bakteri. benzena adalah 4-metil-2-nitrofenol.
2) Sebagai pembasmi kuman di bidang 8. Jawaban: a
kesehatan. Atom H pada toluena (metilbenzena) yang
3) Sebagai bahan pengawet dalam pasta gigi dan tersubstitusi atom atau gugus atom lain dapat
parfum. dianggap sebagai gugus atom yang bernama
benzil.

102 Benzena dan Senyawa Turunannya


11. Jawaban: e
Senyawa turunan benzena yang berguna sebagai
bahan peledak adalah trinitro toluena (TNT) yang
 gugus benzil

Jadi, nama senyawa tersebut adalah benzilalkohol. mempunyai rumus struktur .

9. Jawaban: b
Polibenzena merupakan senyawa turunan benzena
dari gabungan cincin benzena. Berikut rumus
Senyawa a mempunyai nama fenol yang
struktur dari senyawa-senyawa tersebut.
digunakan sebagai zat antiseptik dan desinfektan.
Senyawa b mempunyai nama anilina yang
1) Pirena:
digunakan sebagai zat warna diazo. Senyawa c
mempunyai nama benzaldehid yang digunakan
sebagai pengawet dan bahan baku pembuatan
parfum. Senyawa d mempunyai nama asam
2) Asetilena: CH  CH
benzoat yang digunakan sebagai bahan pengawet
makanan.
3) Antrasena:
12. Jawaban: b
Kegunaan fenol dalam kehidupan sehari-hari
4) Fenantrena: sebagai berikut.
1) Desinfektan (pembunuh kuman) pada
pembersih lantai.
2) Sebagai antiseptik dalam tambal gigi, sabun,
dan deodorant.
3) Obat pengelupas kulit, yaitu membersihkan
5) Benzofluorantena: kulit mati.
4) Bahan baku pembuatan obat pembasmi rumput.
Jadi, senyawa yang bukan merupakan polibenzena 5) Bahan pelarut pemurnian minyak pelumas.
dari benzena adalah asetilena. 6) Bahan pembuatan plastik bakelit.
7) Bahan baku pembuatan aspirin.
10. Jawaban: a
8) Bahan pembuat zat warna.
COOH Manfaat analgesik (penghilang rasa sakit) dapat
Asam benzoat ( ) mempunyai sifat- diperoleh dari aspirin.
13. Jawaban: d
sifat berikut.
Reaksi tersebut merupakan reaksi asilasi. Reaksi
1) Berupa padatan kristal tidak berwarna.
asilasi merupakan reaksi substitusi karena terjadi
2) Mudah larut dalam air panas, tetapi tidak larut
satu atom H pada benzena dengan gugus asil
dalam air dingin.
3) Merupakan asam lemah.
4) Digunakan sebagai bahan pengawet makanan. ( ).
5) Terbentuk dari oksidasi toluena dengan
oksidator KMnO4.
+  + HF

Jadi, nama senyawa X pada reaksi di atas adalah


merupakan rumus struktur fenil etil keton dan jenis reaksi yang terjadi adalah
asilasi.
benzaldehid.

Kimia Kelas XII 103


14. Jawaban: b
Asam salisilat merupakan turunan benzena yang
3)
berwujud kristal putih, tidak berbau, dan berasa
manis. Senyawa tersebut tidak dapat larut dalam
air dingin, tetapi dapat larut dalam air panas, dan o-metilanilina
mudah larut dalam alkohol. Asam salisilat dapat
digunakan sebagai antijamur pada bedak dan salep
kulit seperti panu, kadas, dan kurap.
4)
15. Jawaban: a
Rumus struktur parasetamol (4-hidroksi asetanilida o-kloroanilina
atau p-asetil amino fenol) ditunjukkan oleh gambar
a. Gambar b merupakan rumus struktur dari metil
salisilat (minyak gandapura). Gambar c merupakan
rumus struktur dari asam tereftalat. Gambar d 5)
merupakan rumus struktur dari benzaldehid.
Gambar e merupakan rumus struktur dari asam
m-nitrotoluena
asetil salisilat (aspirin/ asetosal).
Jadi, m-nitrotoluena dan o-kloroanilina berturut-
16. Jawaban: e turut ditunjukkan oleh angka 5) dan 4).
Penamaan turunan benzena dengan dua gugus
17. Jawaban: a
fungsi diberi awalan o– (orto), m– (meta), dan p–
Awalan orto untuk menyatakan posisi substituen
(para).
pada atom C nomor 1 dan 2, meta untuk posisi 1
1) Orto menyatakan posisi substituen pada atom
dan 3, dan para untuk posisi 1 dan 4. Gugus atom
C nomor 1 dan 2.
–COOH lebih prioritas daripada NO2 sehingga
2) Meta menyatakan posisi substituen pada atom
benzena dengan gugus –COOH menjadi induk dan
C nomor 1 dan 3.
–NO2 menjadi cabang pada posisi para. Jadi, rumus
3) Para menyatakan posisi substituen pada atom
struktur para-nitrobenzaldehid sebagai berikut.
C nomor 1 dan 4.
Penomoran rumus struktur senyawa tersebut
dimulai dari gugus –CH3 dan –NH2. Turunan
benzena dengan gugus fungsi –CH3 dinamakan
18. Jawaban: c
toluena, sedangkan turunan benzena dengan gugus
fungsi –NH2 dinamakan anilina. Sementara itu,
gugus fungsi yang lain bertindak sebagai cabang
atau susbtituen.
Perhatikan keterangan gambar berikut.

1) 1) 2)

Pada senyawa 1), gugus –OH lebih prioritas


daripada gugus NO2. Gugus –NO2 sebagai cabang
pada posisi berseberangan dengan gugus –OH (C
p-kloroanilina nomor 1 dan 4). Jadi, nama senyawa 1) adalah
p-nitrofenol.
Pada senyawa 2), kedua gugus –NO2 terletak
2) pada posisi C nomor 1 dan 3. Jadi, nama senyawa
tersebut adalah m-dinitrobenzena.
p-nitrotoluena

104 Benzena dan Senyawa Turunannya


19. Jawaban: b bahan pembuatan zat warna. Mesitilena digunakan
Asam benzoat dapat dibuat dari reaksi oksidasi sebagai pelarut dalam penelitian dan industri.
toluena dengan oksidator kuat, seperti KMnO4.
23. Jawaban: a
Reaksi oksidasi toluena sebagai berikut.
BHT dan BHA merupakan senyawa turunan
benzena yang digunakan untuk menghilangkan
CH3 bau tengik pada minyak goreng dan mentega.
KMnO

4
+ H2O Rumus struktur BHT ditunjukkan oleh angka 1)

dan rumus struktur BHA ditunjukkan oleh angka
Toluena Asam benzoat
2). Sedangkan rumus struktur 3) adalah DDT
20. Jawaban: a yang digunakan sebagai pestisida. Rumus struktur
4) merupakan parasetamol yang digunakan untuk
mengurangi atau menghilangkan demam dan sakit
kepala.
24. Jawaban: e
Mesitilena atau 1,3,5-trimetilbenzena merupakan
Senyawa tersebut berantai induk anilina. Anilina senyawa turunan benzena yang mudah terbakar
mengikat dua gugus –Br pada atom C nomor 2 dan menyebabkan iritasi. Senyawa ini digunakan
dan 5, serta mengikat gugus –CH3 pada atom C sebagai pelarut dalam penelitian industri. Dalam
nomor 3. Berdasarkan aturan IUPAC, penulisan industri elektronik, mesitilena digunakan sebagai
rantai cabang diurutkan sesuai urutan alfabet. Jadi, larutan pengembang untuk photopatternable sili-
nama senyawa turunan benzena adalah 2,5- cones. Mesitilena mempunyai rumus struktur
dibromo-3-metilanilina. sebagai berikut.
21. Jawaban: d
No. Struktur Kegunaan

1) Obat penurun panas

25. Jawaban: c
2) Desinfektan

3) Pengawet makanan Senyawa memiliki rantai utama

4) Bahan plastik asam benzoat karena gugus atom –COOH lebih


prioritas daripada gugus atom –OH. Gugus –OH
terletak pada atom C nomor 4 (berseberangan
5) Bahan peledak dengan gugus –COOH) yang terletak pada atom
C nomor 1. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
asam p-hidroksibenzoat.
Jadi, pasangan data yang tepat ditunjukkan oleh
angka 3) dan 4).
Senyawa memiliki rantai utama
22. Jawaban: d
Naftalena merupakan senyawa polibenzena yang
berbentuk kristal putih dan bersifat volatil (mudah fenol karena gugus atom –OH lebih prioritas
menguap). Naftalena mempunyai bau yang khas daripada gugus atom –NH2 maupun –Br. Gugus
dan mudah tercium walaupun dalam konsentrasi atom –NH2 terletak pada atom C nomor 5 dan
rendah. Oleh karena itu, naftalena digunakan gugus atom –CH3 terletak pada atom C nomor 2
sebagai bahan baku kapur barus atau kamper. dan 4. Urutan penulisan cabang sesuai dengan
Sementara itu, stirena digunakan sebagai bahan urutan alfabet. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
pembuatan plastik. Toluena digunakan sebagai 5-amino-2,4-dimetilfenol.
bahan peledak. Antrasena digunakan sebagai

Kimia Kelas XII 105


26. Jawaban: b –CH3 merupakan pengarah orto, para sehingga
Reaksi alkilasi merupakan reaksi antara benzena
dengan haloalkana (RX) dengan katalis AlCl3. + Cl2  + HCl
Pada reaksi ini, atom H dari benzena diganti dengan
p-klorotoluena
gugus alkil (–R).
atau
+ CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – Cl
+ Cl2  + HCl

o-klorotoluena
 + HCl

B . Uraian
Oleh karena kloroheptana mempunyai jumlah atom
C lebih banyak daripada benzena, substituen 1. Pembuatan benzena dapat dilakukan dengan cara-
tersebut menjadi rantai utama sedangkan cincin cara berikut.
benzena menjadi cabang. Dengan demikian, nama a. Pemanasan kalsium benzoat dengan kalsium
senyawa hasil reaksi tersebut adalah fenilheptana. hidroksida
Ca(C 6H 5COO) 2 + Ca(OH) 2  2C 6H 6 +
27. Jawaban: e
2CaCO3
Struktur senyawa 1) bernama naftalena. Struktur
b. Pemanasan etuna dalam pipa pijar dengan
senyawa 2) bernama fenantrena. Struktur
katalis nikel
senyawa 3) bernama pirena. Struktur senyawa
Ni
4) bernama antrasena. Jadi, senyawa turunan 3C2H2   C6H6
benzena yang bernama antrasena dan pirena c. Hidrolisis asam benzena sulfonat dengan
secara berturut-turut ditunjukkan oleh angka 4) katalis HCl melalui pemanasan
dan 3).
HCl
28. Jawaban: c + H2O 

 + H2SO4
d. Distilasi ter batubara
Reaksi: + 3H2 merupakan reaksi adisi
2. a. Benzilanilina c. m-metilanilina
(reaksi pemutusan ikatan rangkap). b. Nitrobenzena d. 3-fenilheksana

Ni
3.
+ 3H2 
150C

Sifat-Sifat yang Dimiliki Alkohol Fenol

Benzena Sikloheksana a. Sifat larutannya dalam air Netral Asam lemah


b. Oksidasi Dapat dioksidasi Tidak dapat
29. Jawaban: b dioksidasi
Reaksi asilasi merupakan reaksi substitusi atom c. Reaksi dengan asam Menghasilkan Tidak menghasil-
ester kan ester
d. Reaksi dengan NaOH Tidak bereaksi Bereaksi meng-
hasilkan Na-
fenolat
H oleh gugus asil ( ) dengan e. Sifat larutan garam natriumnya Nonelektrolit Elektrolit
katalis AlCl3.

AlCl
+ 
3
+ HCl
X
Y 4. a.
Jadi, gugus X dan Y berturut-turut adalah –CH2–CH3
dan –Cl.
30. Jawaban: b b. Sakarin mempunyai tingkat kemanisan lebih
Reaksi antara gas klorin dengan toluena mendidih tinggi daripada gula tebu. Akan tetapi, sakarin
akan menghasilkan klorotoluena. Atom H dari tidak mengandung kalori. Oleh karena itu,
cincin benzena akan digantikan oleh atom klor. sakarin aman digunakan sebagai pengganti
Reaksinya sebagai berikut. gula bagi penderita kencing manis (diabetes
melitus).

106 Benzena dan Senyawa Turunannya


5. a. Benzena merupakan senyawa nonpolar yang b. Reaksi alkilasi benzena dengan isopropil-
tidak berwarna, berbau khas, dan mudah klorida sebagai berikut.
menguap. Jika penambahan larutan benzena
AlCl
tidak dilakukan di dalam lemari asam, uap + 
3
 + HCl
benzena akan memenuhi ruang laboratorium.
Uap benzena bersifat toksik dan sedikit Benzena Isopropilklorida Isopropilbenzena
karsinogenik sehingga jika terhirup akan
Cl
sangat berbahaya bagi kesehatan.
b. Tabung reaksi Doni berisi larutan etena. Etena 8. a.
merupakan golongan alkena senyawa yang
jika direaksikan dengan larutan bromin akan
mengalami reaksi adisi membentuk senyawa b.
alkana. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
H2C == CH2 + Br2  H2C –– CH2
| |
Br Br
Etena Bromin Dibromoetana (tidak c.
(tidak (merah berwarna atau warna
berwarna) kecokelatan) larutan bromin
menghilang)

Tabung reaksi Tia berisi larutan benzena yang jika


direaksikan dengan larutan bromin tidak akan
mengalami reaksi adisi. Hal ini karena senyawa d.
benzena bersifat stabil. Kestabilan tersebut karena
adanya delokalisasi dari muatan elektron pada
ikatan rangkapnya sehingga ikatan rangkapnya
selalu berpindah-pindah. Senyawa benzena jika
e.
direaksikan dengan larutan bromin akan mengalami
reaksi halogenasi dengan bantuan katalis besi (III)
halida. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
9. a. Nitrasi
FeCl3
+ Br2 
 + HBr H2SO 4
+ HNO3 
50
 + H2O
6. a. Senyawa turunan benzena yang digunakan Jenis reaksi pada reaksi di atas adalah nitrasi
sebagai pestisida adalah DDT. Rumus dan nama senyawa yang dihasilkan dari reaksi
struktur DDT sebagai berikut. tersebut adalah nitrobenzena.
b. Nitrobenzena digunakan pada pembuatan
anilina, parfum pada sabun, industri semir
sepatu, minyak pelumas, karet buatan,
pestisida, dan pembuatan parasetamol.
10. Hasil benzena disubstitusi mempunyai tiga
b. Penggunaan DDT sebagai pestisida dibatasi isomer, yaitu orto, meta, dan para. Awalan orto
karena sangat beracun dan tidak dapat menyatakan substituen pada atom C nomor 1 dan
diuraikan oleh mikroorganisme. 2; meta untuk posisi 1 dan 3; dan para posisi atom
C nomor 1 dan 4.
7. a. Reaksi sulfonasi benzena sebagai berikut.

H2SO 4
+ SO3 
40
 + H2O

Benzena Asam benzenasulfonat

o-diklorobenzena m-diklorobenzena p-diklorobenzena

Kimia Kelas XII 107


A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: a
Senyawa organik yang dapat bereaksi dengan
1. Jawaban: e
Alkohol adalah senyawa yang mengandung gugus PCl5 dan logam natrium adalah alkohol.
hidroksil (–OH). Alkohol (etanol) yang digunakan Jika alkohol direaksikan dengan PCl 5 akan
dalam minuman diperoleh dari peragian menghasilkan gas HCl.
(fermentasi) karbohidrat. Alkohol juga dapat CH3 – CH2 – CH – CH3 + PCl5 →
diperoleh dengan adisi air (hidrasi) alkena |
misalnya propena dihidrasi menjadi propanol. OH
Makin besar massa molekul relatif alkohol makin CH3 – CH2 – CH – CH3 + POCl3 + HCI
tinggi titik didik dan titik leburnya. Massa molekul | gas hidrogen klorida
relatif heksanol > pentanol maka titik didih Cl
heksanol > pentanol. Titik didih dan titik lebur Jika alkohol direaksikan dengan logam natrium
alkohol lebih tinggi dibandingkan alkana yang akan menghasilkan gas hidrogen.
sukunya sama sehingga titik lebur butanol lebih CH3 – CH2 – CH – CH3 + Na →
tinggi daripada titik lebur butana. |
2. Jawaban: c OH
Isomer adalah senyawa kimia yang memiliki CH3 – CH2 – CH – CH3 + H2
rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya | gas hidrogen
berbeda. Etil isopropil eter mempunyai rumus ONa
struktur sebagai berikut. Alkohol mempunyai gugus –OH. Jadi, yang
CH3 – CH2 – O – CH – CH3 merupakan rumus struktur alkohol adalah
| CH3 – CH2 – CH – CH3.
CH3 |
OH
(Rumus molekul: C5H12O)
1) Etil metil eter = CH 3 – CH 2 – O – CH 3 4. Jawaban: d
(Rumus molekul: C3H8O) Rantai utama merupakan rantai terpanjang yang
2) Dipropil eter = mengikat gugus –OH. Penomoran dimulai dari atom
CH3 – CH2 – CH2 – O – CH2– CH2– CH3 C paling dekat dengan gugus –OH dan cabang.
(Rumus molekul: C6H14O) CH3 CH3
| |
3) 1-pentanol = 6CH – 5CH – 4C – 3CH – 2C – 1CH
3 2 3
CH3–CH2–CH2–CH2– CH2–OH | | |
(Rumus molekul: C5H12O) OH CH3 OH
4) 2-butanol = CH3 – CH – CH2 – CH3 Gugus metil (–CH3) terikat pada atom C nomor
| 2, 4, dan 4. Gugus –OH terikat pada atom C nomor
OH
2 dan 5. Penamaan alkohol yang mengikat dua
(Rumus molekul: C4H10O)
gugus –OH pada rantai induknya menggunakan
5) Dietil eter = CH3 – CH2 – O – CH2 – CH3 awalah di-. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
(Rumus molekul: C4H10O) 2,4,4-trimetil-2,5-heksanadiol.
Jadi, yang berisomer dengan etil isopropil eter
adalah 1-pentanol yaitu isomer fungsi.
108 Penilaian Tengah Semester 2
5. Jawaban: b CH3
Isomer optis terjadi apabila senyawa tersebut |
memiliki atom C kiral. Atom C kiral adalah atom 4) CH3 – CH – CH – CH3 : alkohol sekunder
C yang mengikat empat gugus berbeda. Senyawa |
b (asam 2-hidroksipropanoat memiliki satu atom OH
C kiral) sebagai berikut. 5) CH3 – CH2 – CH2 – CH2 : alkohol primer
H |
| OH
*
CH3 – C – COOH Jadi, alkohol sekunder ditunjukkan oleh senyawa d.
|
9. Jawaban: a
OH
Pasangan yang benar antara senyawa ester dengan
*Atom C kiral
aroma buah yang dimiliki sebagai berikut.
Adapun senyawa a, c, d, dan e tidak mempunyai No. Nama Senyawa Aroma Buah
atom C kiral.
1) Amil asetat Pisang
6. Jawaban: c 2) Metil butirat Apel
3) Etil butirat Nanas
Propanon merupakan senyawa alkanon berbentuk 4) Isoamil valerat Apel
cair tak berwarna pada suhu kamar, mudah
menguap, mudah terbakar, berbau manis, dan Jadi, pasangan senyawa ester dan aroma buah
mudah larut dalam air. Propanon digunakan sebagai yang tepat ditunjukkan oleh angka 1) dan 2).
pelarut senyawa organik, terutama melarutkan 10. Jawaban: d
beberapa macam plastik dan gas etuna, serta
membuat kloroform (obat bius). Senyawa yang CH3
| O
lebih dikenal dengan aseton tersebut juga dapat
CH3 – 3CH – 2C – 1
digunakan untuk membersihkan cat kuku.
| | H
7. Jawaban: a 4C H CH
5 2 5 3
Reaksi penyabunan atau hidrolisis ester
membentuk ion karboksilat dan alkohol. Senyawa di atas merupakan aldehid. Rantai induk
O merupakan rantai terpanjang yang mengandung
CH3 – CH2 – CH2 – + Na+OH– → gugus aldehid. Penomoran rantai utama dimulai
dari gugus aldehid. Rantai utama terdiri atas 5
O – CH2 – CH3
atom C (pentanal). Gugus atom metil (–CH3)
O terikat pada atom C nomor 2, 2, dan 3. Jadi, nama
CH3 – CH2 – CH2 – + CH3 – CH2 – OH senyawa tersebut adalah 2,2,3-trimetilpentanal.
O – Na+ O
X Y ||
8. Jawaban: d 6CH – 5CH – 4CH – 3C – 2CH – 1CH
3 2 2 3
Alkohol primer mengikat gugus –OH pada atom |
C primer (atom C yang mengikat satu atom C CH3
lain). Alkohol sekunder mengikat gugus –OH Senyawa di atas adalah keton. Rantai utama
pada atom C sekunder. Alkohol tersier mengikat merupakan rantai terpanjang yang mengandung
gugus –OH pada atom C tersier . gugus keton. Rantai utama terdiri atas 6 atom C
1) CH3 – CH2 – CH2 – OH : alkohol primer (heksanon). Penomoran dimulai dari atom C
2) HO – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 : alkohol primer terdekat dengan gugus keton. Gugus keton terikat
CH3 pada atom C nomor 3, dan metil (–CH3) terikat
| pada atom C nomor 5. Jadi, nama senyawa
3) CH3 – C – CH2 – CH3 : alkohol tersier tersebut adalah 5-metil-3-heksanon.
|
OH

Kimia Kelas XII 109


11. Jawaban: d Jadi, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
Perbedaan titik didih antara alkohol dan eter O
disebabkan adanya ikatan hidrogen pada alkohol. ||
Ikatan hidrogen dapat terjadi jika atom H dari suatu CH3 – CH2 – C – OH + CH3 – CH2 – OH →
molekul bertemu dengan atom yang memiliki Asam propanoat etanol

keelektronegatifan tinggi seperti F, O, atau N dari O


molekul lain. Adanya ikatan hidrogen dalam suatu ||
senyawa mengakibatkan senyawa tersebut CH3 – CH2 – C – O – CH2 – CH3 + H2O
memiliki titik didih tinggi karena energi yang di- etil propanoat
perlukan untuk memutuskan ikatan hidrogen tinggi. Senyawa ester yang dihasilkan adalah etil
Dengan demikian, butanol mempunyai titik didih propanoat.
lebih tinggi dibandingkan etoksi etana meskipun
14. Jawaban: b
mempunyai massa molekul sama.
Isomer adalah senyawa kimia yang memiliki
12. Jawaban: d rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya
Isomer dari pentanon sebagai berikut: berbeda. Isomer rantai pada alkohol terjadi karena
O ada tidaknya cabang atau karena posisi cabang
|| yang berbeda.
1) CH3 – C – CH2 – CH2 – CH3 (2-pentanon) Kedua senyawa di atas merupakan isomer rantai
O karena 1-butanol tidak memiliki cabang, sedangkan
|| 2-metil-1-propanol memiliki cabang.
2) CH3 – CH2 – C – CH2 – CH3 (3-pentanon) 15. Jawaban: e
O nNaOH = MNaOH × VNaOH
|| = 0,5 M × 0,2 L
3) CH3 – C – CH – CH3 (3-metil-2-butanon) = 0,1 mol
| RCOOH + NaOH → RCOONa + H2O
CH3 nRCOOH = nNaOH = 0,1 mol
O massa RCOOH
4) CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – (pentanal) Mr RCOOH =
n RCOOH
H
11,6 g
O =
0,1 mol
5) CH3 – CH – CH2 – (3-metilbutanal) = 116 g mol–1
| H Mr RCOOH = 116 g mol–1
CH3 Mr CnH2nO2 = 116 g mol–1
(n × Ar C) + (2n × Ar H) + (2 × Ar O) = 116 g mol–1
CH3 (n × 12 g mol–1) + (2n × 1 g mol–1)
| O + (2 × 16 g mol–1) = 116 g mol–1
6) CH3 – C – (2, 2-dimetilpropanal) (12n + 2n + 32) g mol–1 = 116 g mol–1
| H 14n g mol–1 + 32 g mol–1 = 116 g mol–1
CH3 14n g mol–1 = 84 g mol–1
n=6
13. Jawaban: c Jadi, rumus molekul senyawa asam organik
Reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol tersebut adalah C6H12O2.
akan menghasilkan ester dengan reaksi umum
sebagai berikut. 16. Jawaban: e
O O Senyawa dengan rumus umum CnH2nO2 dapat
|| || berupa asam karboksilat dan ester. Senyawa X
R – C – OH + R’ – OH → R – C – OR’ + H2O bersifat asam ditandai dengan perubahan lakmus
Asam karboksilat Alkohol Ester biru menjadi merah. Asam karboksilat bersifat
asam lemah, sedangkan ester bersifat netral.

110 Penilaian Tengah Semester 2


Jadi, senyawa tersebut adalah asam karboksilat. 18. Jawaban: d
Asam karboksilat jika ditambahkan alkohol akan Senyawa 1) merupakan senyawa asam karbok-
menghasilkan ester. Senyawa yang dihasilkan silat (R – COOH). Senyawa 2) merupakan ester
adalah etil butanoat (beraroma nanas). Jadi,
senyawa X adalah asam butanoat. ( ). Pernyataan yang benar mengenai
17. Jawaban: c kedua senyawa tersebut sebagai berikut.
Reaksi alkohol dengan logam natrium sebagai Senyawa 1) Senyawa 2)
berikut.
1. Bernama asam butanoat Bernama metil propionat.
1
R – OH(aq) + Na(s) ⎯→ R – ONa(aq) + 2
H2(g) 2. Bersifat asam Bersifat netral.
3. Mempunyai titik didih Mempunyai titik didih
2,8 L lebih tinggi daripada lebih rendah daripada
nH = 22,4 L mol-1 ester, yaitu senyawa 2) asam karboksilat asalnya,
2
yaitu senyawa 1).
= 0,125 mol 4. Dapat membentuk ikatan Tidak dapat membentuk
hidrogen dengan sesama. ikatan hidrogen dengan
nalkohol = 2 × nH2 sesama, namun bisa
= 2 × 0,125 mol membentuk ikatan hidro-
gen dengan air.
= 0,25 mol 5. Dapat digunakan sebagai
Dapat digunakan sebagai
massa alkohol pengasam makanan esens buah-buahan.
nalkohol = M r alkohol (asam tartrat), pengawet
makanan (asam benzoat),
massa alkohol dan lain-lain.
Mr alkohol = nalkohol
19. Jawaban: e
22 g
= CH3 CH3
0,25 mol
| |
= 88 g mol–1 CH3 – CH2 – O – 2C – 3CH2 – 4CH – 5CH3
1) Mr etanol (C2H5OH) |
1CH
= (2 × Ar C) + (6 × Ar H) + Ar O 3
= (2 × 12 g mol–1) + (6 × 1 g mol–1) + 16 g mol–1 Senyawa di atas merupakan eter (R – O – R’).
= 46 g mol–1 Rantai alkananya adalah rantai C terpanjang. R
2) Mr butanol (C4H9OH) yang lebih pendek (2 atom C) sebagai alkoksi yaitu
= (4 × Ar C) + (10 × Ar H) + Ar O etoksi. Gugus metil (–CH3) terikat pada atom C
= (4 × 12 g mol–1) + (10 × 1 g mol–1) + 16 g mol–1 nomor 1 dan 4. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
= 74 g mol–1 2-etoksi-2,4-dimetilpentana.
3) Mr pentanol (C5H11OH) 20. Jawaban: d
= (5 × Ar C) + (12 × Ar H) + Ar O Pereaksi Lucas merupakan larutan ZnCl2 dalam
= (5 × 12 g mol–1) + (12 × 1 g mol–1) + 16 g mol–1 HCl pekat. Pereaksi ini digunakan untuk
= 88 g mol–1 membedakan alkohol primer, sekunder, dan
tersier. Pada suhu kamar alkohol tersier bereaksi
4) Mr propanol (C3H7OH) dengan cepat membentuk alkil klorida, sedangkan
= (3 × Ar C) + (8 × Ar H) + Ar O alkohol sekunder bereaksi setelah beberapa menit.
= (3 × 12 g mol–1) + (8 × 1 g mol–1) + 16 g mol–1 Sementara itu, alkohol primer bereaksi dengan
= 60 g mol–1 bantuan pemanasan.
5) Mr heksanol (C6H13OH)
= (6 × Ar C) + (14 × Ar H) + Ar O
= (6 × 12 g mol–1) + (14 × 1 g mol–1) + 16 g mol–1
= 102 g mol–1
Jadi, alkohol tersebut berupa pentanol.

Kimia Kelas XII 111


21. Jawaban: c Br Cl
Salah satu kegunaan ester adalah sebagai pemberi | |
aroma makanan karena memiliki bau yang enak Cl – 6CH – 5CH2 – 4C – 3CH – 2CH – F
| | |
seperti aroma buah. Senyawa yang digunakan 1CH
CH3 Br
sebagai pembersih cat kuku adalah aseton (berasal 3

dari senyawa keton). Senyawa yang digunakan Jadi, nama senyawa tersebut adalah 3,6-dibromo-
sebagai pengawet mayat adalah formalin (berasal 2-fluoro-4,6-dikloro-4-metilheksana.
dari senyawa formaldehid). Senyawa yang
24. Jawaban: c
digunakan sebagai pengasam makanan adalah
Pasangan senyawa haloalkana dan kegunaannya
asam asetat dan asam tartrat (berasal dari senyawa
sebagai berikut.
asam benzoat). Senyawa yang digunakan sebagai
penyembuh luka adalah iodoform (berasal dari Senyawa Kegunaan
senyawa haloalkana). 1) Freon Zat pendingin AC
2) Kloroform Obat bius
22. Jawaban: d 3) Iodoform Obat luka
1) 2-butanal merupakan penamaan yang tidak 4) Tetraklorometana Pelarut senyawa nonpolar
sesuai kaidah IUPAC karena gugus aldehid Jadi, pasangan yang tepat antara senyawa dan
kegunaannya ditunjukkan oleh angka 2) dan 3).
( ) selalu berada di ujung rantai
25. Jawaban: b
penaman yang sesuai kaidah IUPAC adalah
Asam karboksilat yang digunakan sebagai
butanal.
penghilang karat adalah asam oksalat, sedangkan
2) O
|| yang digunakan untuk membuat nilon adalah asam
CH3 – CH2 – CH2 – C – H adipat. Adapun asam asetat digunakan dalam
4-butanon merupakan penamaan tidak sesuai sintesis hasil industri misalnya serat dan plastik.
kaidah IUPAC butanal. Asam tartrat digunakan untuk mengasamkan
minuman, makanan, maupun permen, serta
3) Metil etil eter merupakan penamaan yang dipakai dalam fotografi, keramik, dan penyamakan.
tidak sesuai kaidah IUPAC. Penamaan yang Asam palmitat dan asam stearat digunakan dalam
sesuai kaidah IUPAC adalah etil metil eter pembuatan sabun.
(urut abjad).
4) O 26. Jawaban: e
|| Isomer gugus fungsi terjadi jika senyawa-senyawa
CH3 – CH2 – C – O – C2H5 memiliki rumus molekul sama, namun rumus
Etil propanoat merupakan penamaan sesuai struktrunya berbeda.
IUPAC. 1) 3-pentanol:
CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3 

5) H3C – CH2 – CH – CH – CH2 – CH3


| | |
CH3 OH OH
(C5H12O) isomer
3-metil-4-heksanol merupakan penamaan fungsi
yang tidak sesuai kaidah IUPAC. Penamaan 2) etil propil eter:
yang sesuai kaidah IUPAC adalah 4-metil-3- CH3 – CH2 – O – CH2 – CH2 – CH3
heksanol. (C5H12O)
Jadi, penamaan yang sesuai kaidah IUPAC adalah 3) Pentanal:
etil propanoat.


O
23. Jawaban: b CH3 – CH2 – CH2 – CH2 –
Penomoran rantai haloalkana dimulai dari ujung H
atom C yang paling dekat dengan halogen paling
(C5H10O)
reaktif. Urutan kereaktifan atom halogen F > Cl isomer
> Br > I. Penamaan disusun secara alfabetis. 4) 2-pentanon: fungsi
O
||
CH3 – C – CH2 – CH2 – CH3
(C5H10O)

112 Penilaian Tengah Semester 2


5) Asam pentanoat: CH3

O |
CH3 – O – C – CH3
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 –
|
OH
CH3
(C5H10O2) isomer
6) Etil propanoat: fungsi CH3 – O – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 : butil metil eter
CH3 – O – CH2 – CH2 – CH3 : metil propil eter
O
CH3 – O – CH – CH2 – CH3 : metil sekunderbutil eter
CH3 – CH2 –
|
O – CH2 – CH3 CH3
(C5H10O2) CH3 – O – CH – CH3 : metil isopropil eter
Jadi, yang merupakan pasangan isomer adalah |
asam pentanoat dan etil propanoat. CH3
27. Jawaban: b 29. Jawaban: d
Mr = 100 Rumus struktur glukosa:
72 CHO
Mr C = 100 × 100
H –––––– OH
= 72 g mol–1
HO –––––– H
Mr = 100 H –––––– OH
72
H –––––– OH
Mr C = 100 × 100 g mol–1 CH2OH
= 72 g mol–1 Glukosa mengandung gugus aldehid (–CHO)
Mr C sehingga dapat mereduksi Fehling. Reaksinya
Jumlah C = Ar C sebagai berikut.
72 g mol-1 O
= 12 g mol-1 ||
= 6 atom C R – C – H + 4OH– + 2Cu2+ ⎯→
Senyawa yang jika dioksidasi menghasilkan asam O
karboksilat adalah alkohol primer dan aldehid. ||
Dengan demikian, kemungkinan senyawa tersebut R – C – OH + Cu2O(s) + 2H2O
adalah 1-heksanol atau heksanal. 30. Jawaban: d
1) 1-heksanol: Rumus struktur butil etanoat sebagai berikut.
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – OH
O
Mr = (6 × Ar C) + (14 + Ar H) + Ar O
= (6 × 12) + (14 × 1) + 16 CH3 –
= 102 g mol–1 OC4H9
2) Heksanal: Mr CH3COOC4H9
O = (6 × Ar C) + (12 × Ar H) + (2 × Ar O)
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – = (6 × 12 g mol–1) + (12 × 1 g mol–1) + (2 × 16 g mol–1)
= 72 g mol–1 + 12 g mol–1 + 32 g mol–1
H
= 116 g mol–1
Mr = (6 × Ar C) + (12 × Ar H) + Ar O
= (6 × 12) + (12 × 1) + 16 1) Massa butil etanoat
= 100 g mol–1 = mol butil etanoat × Mr butil etanoat
Jadi, senyawa tersebut adalah heksanal. = 0,5 mol × 116 g mol–1
= 58 g
28. Jawaban: d
MTBE atau metil tersierbutil eter mempunyai
rumus struktur berikut.

Kimia Kelas XII 113


2) Rumus molekul = C6H12O2 Inti benzena yang mengikat dua substituen
Rumus empiris merupakan rumus yang paling memiliki tiga isomer yaitu orto, meta, dan para.
sederhana sehingga rumus empiris senyawa CH3 CH3 CH3
butil etanoat adalah C3H6O. CH3

3) Butil etanoat merupakan senyawa ester. Ester CH3


dapat diperoleh melalui reaksi antara asam o-xilena m-xilena CH3
karboksilat dan alkohol. p-xilena

O O 33. Jawaban: b
CH3 – + C4H9OH → CH3 – + H2O Rumus struktur p-aminabenzaldehid adalah
OH OC4H9
Butil etanoat dibuat dengan mereaksikan
asam etanoat dan butanol.
.
4) Jumlah molekul butil etanoat adalah rumus struktur dari
= mol butil etanoat × L asam o-aminabenzoat.
massa butil etanoat
= M butil etanoat × L
r
adalah rumus struktur dari
2,32 g m-nitrobenzaldehid.
= 116 g mol-1 × 6 × 1023 molekul mol–1

= 1,2 × 1022 molekul


adalah rumus struktur dari
Jadi, pernyataan yang benar adalah 2) dan 4).
asam o-aminabenzoat.
31. Jawaban: d
Rumus struktur benzaldehid sebagai berikut.
adalah rumus struktur dari
asam m-nitrobenzoat.

34. Jawaban: c
Senyawa benzaldehid mempunyai gugus fungsi Senyawa turunan benzena yang digunakan
–CHO. Adapun –OH merupakan gugus fungsi pada sebagai bahan dasar parfum adalah benzaldehid
yang mempunyai rumus struktur:
fenol ( ). –NH2 merupakan gugus fungsi

pada anilin ( ). –NO2 merupakan gugus


Senyawa turunan benzena yang digunakan
fungsi pada nitrobenzena ( ). –COOH sebagai salep untuk mengobati penyakit kulit
adalah metil salisilat yang mempunyai rumus
merupakan gugus fungsi pada asam benzoat struktur:

( ).
35. Jawaban: e
32. Jawaban: c Reaksi reduksi nitrobenzena menghasilkan anilina
Rumus struktur xilena : CH3 sesuai reaksi berikut.
CH3

+ 3H2 → + 2H2O
o-xilena
Anilina berguna sebagai bahan pembuatan zat
warna batik.

114 Penilaian Tengah Semester 2


36. Jawaban: c Sementara itu, benzena jika direaksikan dengan
Asam benzoat berbentuk kristal putih yang dapat bromin akan tersubstitusi.
larut dalam alkohol. Asam benzoat dapat dibuat Br
dengan mengoksidasi toluena dengan oksidator + Br2 ⎯→ + HBr
KMnO 4 dalam suasana asam. Asam benzoat
maupun garamnya dapat digunakan sebagai bahan
40. Jawaban: b
pengawet makanan.
Reaksi alkilasi merupakan reaksi penggantian
37. Jawaban: d atom H pada dari benzena dengan gugus alkil.
Reaksi tersebut menggunakan katalis AlCl3.
AlCl
+ CH3 (CH2)6 CH2Cl ⎯⎯⎯⎯
3
HCl

+ HCl
Senyawa tersebut mempunyai gugus utama asam
benzoat karena gugus atom –COOH lebih prioritas Cincin benzena yang terikat pada rantai alkana
dibanding gugus atom –OH dan –NO2. Penomoran panjang (>6) maka cincin benzena tersebut
dimulai dari gugus –COOH kemudian C yang menjadi gugus fenil. Rantai alkana tersebut terdiri
mengikat cabang paling dekat. Gugus –OH terletak dari 8 atom (oktana). Jadi, senyawa X yang
pada atom C nomor 5. Gugus atom NO2 terletak dimaksud adalah feniloktana.
pada atom C nomor 2 dan 3. Penulisan gugus sesuai
urutan alfabet. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
B. Uraian
asam 5-hidroksi-2,3-dinitrobenzoat.
1. Aldehid Keton
38. Jawaban: e
Nama senyawa yang sesuai dengan rumus a. Bereaksi dengan reagen a. Tidak dapat bereaksi
Fehling menghasilkan dengan reagen Fehling.
strukturnya sebagai berikut.
endapan merah bata
No. Rumus Struktur Nama Senyawa Cu2O.
b. Bereaksi dengan b. Tidak dapat bereaksi
1) Nitrobenzena pereaksi Tollens dengan pereaksi Tollens.
menghasilkan cermin
perak.
c. Dapat dioksidasi c. Tidak dapat dioksidasi.
2) Anilina menjadi asam karbok-
silat.

2. a. 2,3-dibromopentana
3) Benzaldehid
b. Isomer 2,3-dibromopentana sebagai berikut.
1) Br – CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
Br
4) Stirena (1,1-dibromopentana)
2) Br – CH2 – CH – CH2 – CH2 – CH3
|
5) Fenol
Br
(1,2-dibromopentana)
3) Br – CH2 – CH2 – CH – CH2 – CH3
39. Jawaban: e |
Alkena jika direaksikan dengan bromin akan Br
mengalami reaksi adisi membentuk alkana. (1,3-dibromopentana)
Misal: CH2 = CH2 + Br2 → CH2 – CH2 4) Br – CH2 – CH2 – CH2 – CH – CH3
| | |
Br Br Br
Etena 1,2-dibromoetana (1,4-dibromopentana)

Kimia Kelas XII 115


5) Br – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – Br O
(1,5-dibromopentana) CH3 – CH2 – + CH3 – OH
6) CH3 – CH – CH2 – CH – CH3 O – Na
| |
Br Br
d. O
CH3 – CH – [o]
(2,4-dibromopentana) ⎯⎯⎯

Br | H
| CH3
7) CH3 – C – CH2 – CH2 – CH3
O
|
Br CH3 – CH –
(2,2-dibromopentana) | OH
Br CH3
| 5. a. Reaksi umum:
8) CH3 – CH2 – C – CH2 – CH3 O O
|
Br R– + H2O ⎯→ R – + R’OH
(3,3-dibromopentana) OR’ OH
4,48 L
3. a. O CH3 Mol H2O = 22,4 = 0,2 mol
|| |
CH3 – C – CH – CH – CH3 Mol ester = mol H2O = 0,2 mol
| massa ester
C2H5 Mr ester = mol ester
b. HO – CH2 – CH2 – CH – CH – CH – CH3
20,4 L
| | | = 0,2 mol
CH3 OH OH
= 102 g mol–1
c. CH3 – CH2 – O – CH – CH2 – CH3
| Rumus umum ester = CnH2nO2
CH3 Mr = 102
(n × Ar C) + (2n × Ar H) + ( 2 × Ar O) = 102
d. O (n × 12) + (2n × 1) + ( 2 × 16) = 102
CH3 – CH – CH2 – 14 n + 32 = 102
| H 102 − 32
CH3 n = 14
4. a. CH3 – CH2 – O – CH2 – CH2 – CH3 + Hl ⎯→ =5
CH3 – CH2 – CH2 – OH + CH3 – CH2 – I Jadi, rumus molekul senyawa ester tersebut
b. C5H10O2
O
b. Isomer struktur C5H10O2 sebagai berikut.
CH3 – + CH3 – CH – CH2 – OH ⎯→
1) O
OH |
CH3 CH3 – CH2 – CH2 –
O – CH3
O
metil butanoat
CH3 – + H2O 2) O
O – CH2 – CH – CH3
| CH3 – CH –
CH3 | O – CH3
CH3
c. O metil-2-metilpropanoat
CH3 – CH2 – + NaOH ⎯→
OCH3

116 Penilaian Tengah Semester 2


3) c. 6CH 5CH 4CH
– 3CH – OH
O 3– 2–
| |
CH3 – CH2 –
CH3 1,2C2H5
O – CH2 – CH3
etil propanoat
= 4-metil-3-heksanol
4) O d. O
||
CH3 – 4CH – 3CH – 2CH – 1C – O – CH – CH
3 2 2 3
O – CH2 – CH3 |
propil etanoat CH3
5) O = etil 3-metilbutanoat
CH3 –
O – CH – CH3
|
CH3 7. a.
isopropil etanoat
6) O
H
b.
O – CH – CH2 – CH2 – CH3
butil metanoat
7) O
c.
H
O – CH – CH2 – CH3
|
CH3 d.
sekunderbutil metanoat
8) O 8. Pada reaksi pembakaran sempurna senyawa
H organik akan menghasilkan CO2 dan H2O.
O – CH2 – CH – CH3 CxHyOZ + O2 → CO2 + H2O
| Dengan menghitung massa C pada CO2 dan massa
CH3 H pada H 2O dapat diketahui massa masing-
isobutil metanoat masing unsur C dan H pada senyawa organik
9) O tersebut.
12
H CH3 Massa C pada CO2 = 44 × 0,505 g
O – C – CH3
= 0,1377 g
CH3 2
tersierbutil metanoat Massa H pada H2O = 18 × 0,0892 g
6. a. CH3 = 0,0099 g
|
6CH – 5CH – 4CH – 3CH – OH Massa O pada zat organik = 0,2 – (0,1377 + 0,0099)
3 2
| = 0,0524 g.
2
1 C2H5 0,1377 0,0099 0,0524
= 4-metil-3-heksanol Perbandingan C : H : O = 12
: 1
: 16
= 0,011 : 0,0099 : 0,0033
b. CH3
= 7 : 6 : 2.
| O Jadi, rumus empirisnya C7H6O2.
5CH 4 3 2 1
3 – C – CH2 – CH –
| | OH
CH3 CH3
= asam 2,4,4-trimetilpentanoat

Kimia Kelas XII 117


Senyawa organik tersebut adalah asam berbasa
satu artinya satu atom H bersifat asam (asam
monoprotik) sehingga pada reaksi dengan KOH 10. a. + ⎯→ + H2O
berlaku:
mol zat organik = mol KOH fenil asetat
0,366
Mr = 0,1 M × 0,03 L
b. ⎯→
Mr = 122 g mol–1
m-bromoanilina
Mr (C7H6O2)n = ((7 × 12) + (6 × 1) + (2 × 16))n
122 = (84 + 6 + 32)n AlCl3
c. + ⎯⎯⎯⎯ → + HCl
122 = 122n
n=1
2-asetil-4-aminofenol
Jadi, rumus molekul senyawa organik tersebut
sama dengan rumus empirisnya yaitu C7H6O2. d. FeCl3
+ Cl2 ⎯⎯⎯⎯ + HCl

9. Senyawa turunan benzena yang digunakan m-kloronitrobenzena
sebagai minyak gosok adalah metil salisilat.
Rumus struktur:

Cara pembuatannya dengan meraksikan asam


salisilat dengan metanol.

+ HO – CH3 ⎯→ + H2O

118 Penilaian Tengah Semester 2


1. Peserta didik mampu menjelaskan tatanama dan penggolongan polimer dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.
2. Peserta didik mampu menjelaskan sifat, reaksi polimerisasi, kegunaan, dan dampak penggunaan polimer dengan benar
setelah melakukan kajian literatur.
3. Peserta didik mampu menyajikan hasil penelusuran tentang dampak penggunaan polimer dengan benar setelah melakukan
kajian literatur.

Polimer

mencakup

Tata Nama, Penggolongan, Sifat, Reaksi, Kegunaan, dan Dampak Penggunaan Polimer

meliputi Asal

Tata Nama Polimer Jenis Monomer

berdasarkan
Penggolongan Polimer Sifat terhadap Pemanasan
atau Sifat Kekenyalan

Sifat Polimer
Bentuk Susunan Rantai
terdiri atas
Sifat Mekanik Penggunaan Polimer
Sifat Fisik
Sifat Termal
Stabilitas Panas
Kelenturan
Ketahanan terhadap Mikroorganisme

dibedakan Polimerisasi Adisi


Reaksi Pembuatan Polimer
Polimerisasi Kondensasi
Kegunaan Polimer

Dampak Penggunaan Polimer

• Polimer • Kondensasi • Homopolimer


• Monomer • Alam • Termosetting
• Polimerisasi • Sintetis • Termoplastik
• Adisi • Kopolimer • Elastomer

Kimia Kelas XII 119


A. Pilihan Ganda orlon termasuk homopolimer. Homopolimer
adalah polimer yang terdiri atas monomer-mono-
1. Jawaban: e
mer sejenis. Plexiglass tersusun atas monomer
Rumus struktur polimetil metakrilat (PMMA)
metilmetakrilat dan orlon tersusun atas monomer
akrilonitril.
adalah . merupakan
4. Jawaban: d
Layar perahu (gambar X) terbuat dari nilon-6,6.
rumus struktur polivinil alkohol (PVA). Nilon-6,6 tersusun atas monomer asam
heksanadioat dan heksametilendiamina. Jendela
pesawat terbang (gambar Y) terbuat dari polimetil
merupakan rumus struktur
metakrilat (PMMA). PMMA tersusun atas mono-
mer metil metakrilat. Jas hujan terbuat dari
polietilena atau polietena. Polietena tersusun atas
monomer etena. Propena merupakan monomer
polipropilena. merupakan rumus dari polipropena. Polipropena digunakan sebagai
bahan pembuatan karung plastik dan tali plastik.
Vinil klorida merupakan monomer dari polivinil
klorida. Polivinil klorida digunakan sebagai bahan
struktur polistirena. merupakan pembuatan pipa paralon.
5. Jawaban: b
Polimer termosetting memiliki sifat-sifat antara
rumus struktur poliakrilonitril (orlon). Jadi, rumus
lain keras dan kaku (tidak fleksibel), jika
struktur polimetil metakrilat ditunjukkan oleh opsi
didinginkan akan mengeras, tidak dapat dibentuk
jawaban e.
ulang, tidak dapat larut dalam pelarut apapun, jika
2. Jawaban: b dipanaskan pada suhu yang terlalu tinggi akan
Polimer yang memiliki sifat mudah larut dalam meleleh, tahan terhadap asam dan basa, serta
pelarut yang sesuai, tidak tahan terhadap panas, memiliki ikatan silang antarrantai molekul.
jika dipanaskan melunak, dan fleksibel adalah Contoh polimer termosetting antara lain poliester,
polimer termoplastik. Contoh dari polimer uretana, dan formika. Perspex, PVC, polistirena,
termoplastik adalah nilon. Karet sintetis SBR seluloid, dan nilon termasuk polimer termoplastik.
merupakan contoh polimer elastomer yang Adapun karet sintetis SBR termasuk elastomer.
memiliki sifat dapat mulur jika ditarik dan kembali
6. Jawaban: e
seperti semula jika gaya tarik ditiadakan. Bakelit,
Polimer yang memiliki rumus struktur
uretana, dan poliester merupakan contoh polimer
termosetting yang memiliki sifat tidak fleksibel,
jika dipanaskan akan meleleh, dan tidak dapat
larut dalam pelarut apapun.
3. Jawaban: a adalah styrene butadiene rubber yang disingkat
Kopolimer adalah polimer yang tersusun atas SBR. SBR merupakan karet sintetis yang
monomer-monomer berlainan jenis. Contoh digunakan sebagai bahan pembuatan ban
kopolimer yaitu epoksi resin, melamin, dan nilon. kendaraan. Bakelit merupakan polimer sintetis
Epoksi resin tersusun atas monomer metoksi yang digunakan untuk peralatan listrik. Bakelit
benzena dan alkohol sekunder, melamin tersusun
memiliki rumus struktur .
atas monomer formaldehida dan fenol, serta nilon
tersusun atas monomer asam adipat dan
heksametilendiamin. Sementara itu, plexiglass dan

120 Polimer
Kevlar merupakan polimer sintetis yang
9. Jawaban: d
digunakan sebagai bahan pembuatan rompi
Polimerisasi kondensasi adalah reaksi pembentukan
antipeluru. Kevlar memiliki rumus struktur
polimer dari dua atau lebih monomer sejenis atau
berbeda jenis dengan melepaskan molekul kecil,
. Polistirena seperti air. Reaksi pembentukan poliamida termasuk
polimensasi kondensasi karena terbentuk dari dua
termasuk polimer sintetis yang digunakan untuk monomer yang berbeda dengan melepaskan
bahan mainan anak. Polistirena memiliki rumus molekul air (H2O). Dengan demikian, kedua mono-
mer yang dapat membentuk poliamida seperti
struktur . Dakron yang digunakan
gambar tersebut yaitu:
O
//
sebagai pita perekam magnetik memiliki rumus gugus –OH dari – C berikatan dengan 1 atom H
\
O–H
struktur . dari gugus amino –NH2 membentuk 1 molekul
air (H2O) sehingga terjadi reaksi polimerisasi
7. Jawaban: b sebagai berikut.
Hubungan yang tepat antara nama polimer dan O O H H
kegunaannya sebagai berikut. \\ // \ /
C– –C + N– –N →
Polimer Contoh kegunaan / \ / \
Polietilena Pembungkus makanan, kantong H–O O–H H H
plastik, jas hujan, botol plastik, botol
detergen, ember, panci, serta pelapis
kawat dan kabel. + H2O
Protein Sutra, serat alami.
Polistirena Mainan anak, stirofoam.
Polipropilena Botol minuman, tali plastik. 10. Jawaban: a
Polivinil klorida Pipa paralon.
Reaksi
Orlon Jaket, kaus kaki, dan karpet. Polimer Monomer Pembuatan Kegunaan
Karet alam Ban mobil.
(poliisoprena) 1) Teflon Tetrafluoro- Adisi Pelapis panci
etilena
2) Amilum Glukosa Kondensasi Adonan kue
8. Jawaban: d 3) PVC Vinil klorida Adisi Pipa paralon
4) Karet alam Isoprena Adisi Ban
n monomer → polimer + (n – 1) H2O 5) Protein Asam amino Kondensasi Serat sintetis
n glisin → polipeptida + (n – 1) H2O
n × 75 = 930 + {(n – 1) × 18} Jadi, pasangan data yang keempatnya berhubungan
75n = 930 + 18n – 18 dengan tepat ditunjukkan oleh angka 1) dan 2).
75n – 18n = 930 – 18
57n = 912
n = 16
Jadi, jumlah molekul glisin yang mengalami
polimer kondensasi sebanyak 16.

Kimia Kelas XII 121


B. Uraian
1. Polimer Rumus Struktur Monomer Rumus Struktur Polimer Kegunaan

a. Urea Bahan pembuatan asbak, tangkai panci,


Metanal steker, stopkontak, bahan penyambung
saluran listrik, dan tombol listrik bercahaya.
Urea

Formaldehid

b. PMMA (polimetil Bahan pembuatan alat optik, papan


metakrilat) reklame, pelindung lampu mobil, dan
jendela pesawat terbang.

metil metakrilat

c. PET Serat tekstil, pita perekam magnetik,dan


(polietilenatereflat) bahan balon cuaca yang dikirim ke
Asam benzena 1,4- stratosfer.
dikarboksilat

Etilen glikol

2. 1) Reaksi polimerisasi polistirena: polimerisasi kondensasi tersebut terjadi pelepasan


molekul kecil yaitu molekul air (H2O). Oleh
→ karena dakron tersusun atas monomer yang
berlainan jenis, dakron termasuk kopolimer.

Stirena Polistirena
3. Perhatikan rumus struktur polimer berikut!

Polistirena tersusun atas monomer stirena yang


bergabung melalui reaksi polimerisasi adisi. Pada
reaksi polimerisasi tersebut terjadi pembukaan
ikatan rangkap dua pada monomer stirena. (1) (2)
Akibatnya, monomer tersebut dapat berikatan Keterangan: nilai n polimer (1) dan (2) sama
dengan monomer stirena lainnya sehingga ikatan
rangkap berubah menjadi ikatan tunggal. Oleh Berdasarkan struktur polimer di atas, tentukan:
karena polimer polistirena tersusun atas monomer a. nama polimer (1) dan (2);
yang sama (sejenis) yaitu stirena, polimer b. struktur dan nama monomer penyusunnya;
polistirena termasuk homopolimer. c. polimer yang memiliki ikatan lebih kuat
Reaksi polimerisasi dakron: beserta alasannya.
Jawaban:
a. Polimer (1) = polietena (polietilena)
n +n → Polimer (2) = polipropena (polipropilena)
Asam benzena-1,4- Etilen glikol b. Monomer dari polimer (1)
dikarboksilat

(Etena)
+ n H2O

dakron Air
Monomer dari polimer (2)

Dakron terbentuk dari reaksi polimerisasi


kondensasi antara monomer asam benzena-1,4- (Propena)
dikarboksilat dan etilen glikol. Pada reaksi

122 Polimer
c. Polimer (2) memiliki ikatan yang lebih kuat Polimer sintetis seperti plastik terbuat dari
daripada polimer (1). Jumlah rantai karbon senyawa polychlorinated biophenyl (PCB)
polimer (2) lebih banyak daripada polimer yang mempunyai struktur sangat stabil
(1) sehingga gaya antarrantai karbon yang sehingga sulit untuk terdegradasi (terurai)
terjadi pada polimer (2) lebih banyak. Jika oleh mikroorganisme tanah. Keadaan ini
gaya antarrantai karbon semakin banyak, mengakibatkan pencemaran lingkungan
polimer yang dihasilkan juga semakin kuat. seperti berikut.
4. Polimer adisi terbentuk melalui reaksi adisi yaitu 1) Tercemarnya tanah dan air tanah.
pemutusan ikatan rangkap monomer menjadi 2) Racun-racun dari partikel plastik yang
ikatan tunggal. Akibatnya, jumlah atom penyusun masuk ke dalam tanah dapat membunuh
monomer tetap sama, tetapi terjadi perubahan jenis organisme dan bakteri pengurai di dalam
ikatan kimia antaratom. Dengan demikian, rumus tanah.
molekul monomer tersebut sama dengan rumus 3) PCB yang tidak terurai dapat ter-
empiris molekul polimernya. Sementara itu, akumulasi dalam tubuh makhluk hidup
polimer kondensasi terbentuk melalui reaksi
mengikuti rantai makanan.
kondensasi yang disertai dengan pelepasan
4) Mengganggu peresapan air ke dalam
molekul sederhana, seperti molekul air. Akibatnya,
jumlah atom yang terikat menjadi berkurang. tanah.
Perubahan jumlah molekul tersebut b. Upaya yang dapat dilakukan untuk me-
mengakibatkan rumus empiris molekul polimer ngurangi dampak negatif dari penggunaan
kondensasi tidak sama dengan rumus molekul polimer sebagai berikut.
monomer penyusunnya. 1) Mengurangi pemakaian polimer plastik.
2) Tidak membuang plastik di sembarang
5. a. Dampak negatif penggunaan polimer sintetis
tempat.
dalam kehidupan berupa pencemaran
3) Mencari alternatif pemakaian bahan-
lingkungan dan gangguan kesehatan.
Secara kesehatan, polimer sintetis dapat bahan yang lebih mudah didegradasi.
mengakibatkan penyakit karena sebagian 4) Mengumpulkan plastik-plastik bekas
gugus atom pada polimer yang terlarut dalam untuk didaur ulang.
makanan dan masuk ke dalam tubuh bersifat 5) Memisahkan sampah organik dan
karsinogenik. Zat-zat tersebut dapat anorganik.
menimbulkan kanker dan berbahaya bagi
kesehatan tubuh.

Kimia Kelas XII 123


124
Polimer Alam

Polimer
Asal Polimer Semisintetis

Polimer Sintetis

Kopolimer Bergantian
Homopolimer
Jenis Monomer Kopolimer Blok
Kopolimer
Kopolimer Bercabang
Berdasarkan Monomer
Kopolimer Tidak Beraturan
Berdasarkan Taktisitas Termoplastik
Tata Nama Polimer
Berdasarkan Isomer Penggolongan Polimer Sifat terhadap Termosetting
Pemanasan
Berdasarkan Unit Dasar
(IUPAC) Elastomer

Kegunaan Polimer
Kegunaan dan Dampak Polimer Linear
Dampak Negatif Penggunaan Polimer
Bentuk Susunan Polimer Bercabang
Penggunaan Polimer Rantai
Polimer Berikatan Silang

Polimer Serat
Penggunaan
Plastik

Kekuatan
Polimerisasi Adisi Alami Polimerisasi
Adisi Elongation
Polimerisasi Adisi Sintesis Sifat Mekanik
Modulus
Reaksi Polimerisasi
Polimerisasi Ketangguhan
Kondensasi Alami Sifat Termal
Polimerisasi
Kondensasi
Polimerisasi Stabilitas Panas
Kondensasi Sintesis
Sifat-Sifat Polimer Panjang Rantai
Kelenturan
Susunan Rantai

Ketahanan Tingkat Percabangan pada Rantai


terhadap
Mikroorganisme Gugus Fungsi pada Monomer

Ikatan Silang Antarrantai Polimer


Faktor-faktor yang
memengaruhi Penambahan Zat Aditif
A. Pilihan Ganda Polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan
polimer dari monomer yang mempunyai ikatan
1. Jawaban: c
rangkap. Dengan demikian, monomer yang dapat
mengalami polimerisasi adisi adalah
Jika monomer (fenol) dan CH3CHCHCl.
(metanal) mengalami polimerisasi akan
menghasilkan polimer bakelit. Reaksinya sebagai 4. Jawaban: e
berikut. Homopolimer adalah polimer yang tersusun atas
monomer-monomer sejenis. Contoh homopolimer
adalah polivinil asetat dan teflon. Polivinil asetat
+ + ⎯→ + H2O tersusun atas monomer-monomer vinil asetat,
Fenol Metanal Fenol Produk intermediet
Air sedangkan teflon tersusun atas monomer-monomer
tetrafluoroetana. Adapun tetoron dan polietilen
tereftalat termasuk kopolimer. Jadi, pasangan yang
termasuk homopolimer ditunjukkan oleh angka
3) dan 4).

Bakelit
5. Jawaban: a
Polimer termoplastik adalah polimer yang tidak
2. Jawaban: b mempunyai ikatan silang sehingga dapat
Polimer sintetis adalah polimer yang tidak terdapat dipanaskan berulang-ulang. Jika pecah, polimer
di alam, tetapi disintetis atau dibuat dari monomer- ini dapat disambungkan kembali atau dicetak
monomernya dalam reaktor industri kimia. ulang dengan cara dipanaskan. Contoh polimer
Polimer tersebut terbentuk sebagai hasil reaksi termosplastik adalah nilon dan polistirena. Salah
dari bahan-bahan kimia. Contoh polimer sintetis satu kegunaan nilon adalah sebagai bahan
adalah poliamida (nilon) dan neoprena. Sementara pembuat parasut, sedangkan salah satu kegunaan
itu, isoprena (karet alam), polipeptida, dan polistirena adalah sebagai wadah makanan
polisakarida termasuk polimer alam. Jadi, (stirofoam). Colokan listrik terbuat dari bakelit,
pasangan polimer sintetis ditunjukkan oleh angka ban kendaraan terbuat dari karet sintetis SBR, dan
1) dan 3). kain terbuat dari poliester. Bakelit dan poliester
3. Jawaban: e termasuk polimer termosetiting, sedangkan karet
sintetis SBR termasuk elastomer. Jadi, benda yang
Rumus struktur monomer-monomer tersebut termasuk termoplastik ditunjukkan oleh angka 1)
sebagai berikut. dan 2).
6. Jawaban: b
1) n +n

2)

3)
→ + →

4)
5) + →

Kimia Kelas XII 125


Jadi, nama polimer dengan rumus struktur tersebut
adalah orlon dan digunakan sebagai bahan kaus
kaki.
8. Jawaban: d
Data lima nama dan jenis polimer beserta monomer
Jadi, satuan polimer yang terbentuk dari kedua dan reaksi pembentukannya sebagai berikut.
monomer tersebut adalah
Nama Jenis Reaksi
Polimer Polimer Monomer Pembentukan

. 1) Orlon Sintetis Akrilonitril Adisi


2) Asam nukleat Alam Nukleotida Kondensasi
3) Nilon Sintetis Asam adipat dan Kondensasi
heksametilendiamina
4) Polistirena Sintetis Stirena Adisi
7. Jawaban: a 5) Karet alam Alam Isoprena Adisi
1) Rumus struktur nilon-6,6 6) Protein Alam Asam amino Kondensasi

Jadi, nama polimer yang sesuai dengan data nomor


2) dan 3) adalah asam nukleat dan nilon.
9. Jawaban: d
Kegunaan nilon-6,6 untuk membuat tali, jala, Polimer dengan gugus ulang:
parasut, jas hujan, dan tenda. (– CH2 – CHCl – CH2 – CH = CH – CH2 –)
2) Rumus struktur orlon dapat terbentuk dari monomer CH2 = CHCl dan
CH2 = CH – CH = CH2. Reaksi polimerisasinya
sebagai berikut.

+
Kegunaan orlon untuk baju wol, kaus kaki,
dan karpet.
3) Rumus struktur dakron → +


Kegunaan dakron untuk serat sintetis.
4) Rumus struktur bakelit 10. Jawaban: c
Pasangan data antara polimer, monomer, dan
kegunaannya sebagai berikut.
No. Polimer Monomer Kegunaan

1. Polietilena CH2 = CH2 (etana) Kantong plastik


Kegunaan bakelit untuk peralatan listrik,
kotak isolator, fiting lampu, radio, dan 2. Polistirena Kotak makanan
kamera.
5) Rumus struktur protein
(stirena)

3. Polibutadiena H2C = CH – CH = CH2 Ban kendaraan


(butadiena)

4. Polivinil klorida Pipa paralon

(vinil klorida)

5. Polipropilena Botol plastik


Kegunaan protein untuk tekstil dan serat alami.
(propena)

126 Polimer
11. Jawaban: c punyai ikatan rangkap. Polivinil alkohol terbentuk
Polimer yang digunakan sebagai bahan dari vinil alkohol melalui polimerisasi adisi,
pembuatan karpet adalah polimer poliakrilonitril selulosa terbentuk dari β-D-glukosa melalui
(orlon). Polimer poliakrilonitril tersusun atas polimerisasi kondensasi, asam nukleat terbentuk
monomer akrilonitril. Rumus struktur monomer dari nukleotida melalui polimerisasi kondensasi,
akrilonitril sebagai berikut. karet alam terbentuk dari isoprena melalui
polimerisasi adisi, dan teflon terbentuk dari
tetrafluoroetana melalui polimerisasi adisi.
Jadi, pasangan polimer yang terbentuk melalui
Polimer yang memiliki unit ulang polimerisasi adisi ditunjukkan oleh angka 1), 4),
dan 5).
adalah polietilena. Polietilena dapat dibedakan
menjadi dua jenis berdasarkan densitasnya yaitu 14. Jawaban: a
polietilena dengan densitas rendah dan tinggi. Polimer polivinil klorida (PVC) tersusun atas
Polietilena dengan densitas rendah dapat monomer kloroetena (vinil klorida) yang
digunakan sebagai pembungkus makanan, mempunyai rumus struktur . Peng-
kantong plastik, dan jas hujan, sedangkan
polietilena dengan densitas tinggi digunakan gabungan monomer berlangsung melalui reaksi
untuk membuat botol plastik, botol detergen, dan adisi sehingga ikatan rangkap pada kloroetena
ember plastik. Polimer yang memiliki unit ulang terbuka dan mengikat monomer lainnya. Struktur
polimer polivinil klorida (PVC) sebagai berikut.
adalah polivinil klorida yang dapat
digunakan untuk membuat pipa, slang keras,
lapisan lantai, dan piringan hitam. Polimer yang
Polimer polivinil klorida digunakan sebagai pipa
memiliki unit ulang adalah
paralon. Struktur merupakan
polipropilena yang dapat digunakan untuk
polimer politetrafluoroetilena (teflon) yang
membuat karung, tali plastik, dan botol minuman.
digunakan sebagai pelapis barang tahan panas,
Polimer yang memiliki unit ulang seperti panci dan penggorengan antilengket.
Struktur merupakan polimer
adalah polimetil metakrilat (PMMA) yang dapat
digunakan sebagai alat optik.
polistirena yang digunakan sebagai bahan
12. Jawaban: c pembuat stirofoam dan kemasan minuman gelas.
Kaus kaki terbuat dari orlon (poliakrilonitril).
Orlon tersusun atas monomer akrilonitril melalui Struktur merupakan polimer
reaksi adisi. Metil ketakrilat merupakan mono-
mer dari polimetil metakrilat yang digunakan
poliisoprena yang digunakan sebagai bahan
sebagai bahan pembuatan alat optik. Vinil klorida
pembuatan ban mobil. Struktur
merupakan monomer dari polivinil klorida yang
digunakan sebagai pipa paralon. Propena
merupakan monomer dari polipropena yang merupakan polimer polimetil
digunakan sebagai bahan pembuatan karung
plastik. Stirena merupakan monomer dari
polistirena yang digunakan sebagai bahan
pembuatan stirofoam. metakrilat (PMMA) yang dimanfaatkan sebagai
alat optik dan pelindung lampu kendaraan.
13. Jawaban: c
Polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan
polimer dari monomer-monomer yang mem-

Kimia Kelas XII 127


15. Jawaban: e
Nilon merupakan polimer. Jika rumus struktur nilon
O O O O
ll ll ll ll
merupakan rumus struktur
–C– –C–N– –N–C– –C–N– –N–
l l l l
H H H H
maka rumus struktur sederhana (monomer) nilon
polimer bakelit. Bakelit digunakan sebagai bahan
adalah
O O pembuatan asbak dan peralatan listrik.
ll ll
–N– –N–C– –C–
merupakan
l l
H H
rumus struktur polimer nilon. Nilon digunakan
16. Jawaban: c sebagai bahan pembuatan serat sintetis, parasut,
Monomer stirena dan 1,3-butadiena mengalami
reaksi polimerisasi adisi menurut persamaan
reaksi berikut. dan layar perahu. merupakan
+ H2C = CH – CH = CH2 →
rumus struktur polimer polimetil metakrilat.
Stirena 1,3-butadiena
Polimetil metakrilat digunakan sebagai bahan

pembuatan alat optik. merupakan

Styrene Butadiene Rubber (SBR)


rumus struktur polimer polipropena. Polipropena
digunakan sebagai bahan pembuatan karung
Polimer SBR atau karet sintesis merupakan plastik.
kopolimer yang memiliki daya tahan terhadap 18. Jawaban: a
oksidasi dan abrasi lebih baik daripada karet alam. Pasangan data antara monomer, polimer, reaksi
Pada proses vulkanisasi, rantai polimer SBR pembentukan, dan kegunaannya yang tepat
berikatan dengan atom belerang (sulfida) sebagai berikut.
membentuk ikatan silang. Terbentuknya ikatan
Reaksi
silang tersebut mengakibatkan sifat polimer SBR Monomer Polimer
Polimerisasi
Kegunaan

menjadi lebih keras dan kuat. Oleh karena polimer


1) Stirena Polistirena Adisi Mainan anak
SBR memiliki sifat keras dan kuat, polimer SBR
2) Propena Polipropena Adisi Botol minuman
banyak digunakan sebagai bahan pembuatan ban
kendaraan. 3) Stirena dan 1,3- SBR Adisi Ban kendaraan
butadiena
17. Jawaban: c
4) 1-hidroksietena Polivinil alkohol Adisi Bak air
Rompi antipeluru terbuat dari polimer kevlar.
Polimer tersebut mempunyai rumus struktur 5) Isoprena Poliisoprena Adisi Ban mobil

Jadi, pasangan data yang tepat ditunjukkan oleh


.
angka 1) dam 2).

128 Polimer
19. Jawaban: b 3. Polipropilena tersusun atas monomer propilena
melalui reaksi polimerisasi adisi. Reaksinya
merupakan rumus struktur metil sebagai berikut.
metakrilat. Jika metil metakrilat mengalami reaksi n CH2 = CH – CH3 →
polimerisasi, akan terjadi pembukaan ikatan
rangkap dua pada metil metakrilat. Akibatnya,
monomer tersebut dapat berikatan dengan mono- propilena polipropilena
mer metil metakrilat lainnya membentuk polimer Pada reaksi polimerisasi adisi tidak terjadi
polimetil metakrilat (PMMA) yang dapat pelepasan molekul kecil sehingga:
digunakan untuk membuat jendela pesawat. n × Mr propilena = Mr polipropilena
20. Jawaban: d 500 × 42 = Mr polipropilena
n monomer → polimer + (n – 1) H2O Mr polipropilena = 21.000 g mol–1
n alanin → polipeptida + (n – 1) H2O 4. Berdasarkan densitasnya polietilena dapat dibagi
n × 89 = 1580 + {(n – 1) × 18} menjadi dua yaitu polietilena dengan densitas
89 n = 1580 + 18n – 18 rendah (LDPE) dan polietilena dengan densitas
89 n – 18n = 1580 – 18 tinggi (HDPE). Polimer LDPE mengandung rantai
71 n = 1562 bercabang dengan jumlah yang banyak.
n = 22 Percabangan rantai mencegah polimer saling
Jadi, nilai x adalah 22. merapat dan tidak beraturan. Akibatnya, efisiensi
kepadatan susunan dan densitas polimer LDPE
rendah. Sementara itu, polimer HDPE
B. Uraian
mengandung rantai linear dengan cabang yang
1. a. Nama polimer: polibutadiena-stirena atau sangat sedikit. Akibatnya, rantai polimer tersusun
styrene-butadiena rubber (SBR) sejajar dan rapat. Rantai polimer yang tersusun
b. SBR tersusun atas dua jenis monomer yaitu rapat akan menjadi struktur kristalin yang luas
butadiena dan stirena dengan rumus struktur sehingga densitas polimer HDPE tinggi.
sebagai berikut.
5. Sifat-sifat fisik polimer ditentukan oleh beberapa
faktor berikut.
Butadiena Stirena a. Panjang rantai polimer
c. SBR terbentuk melalui reaksi polimerisasi Makin panjang rantai polimer, titik leleh
adisi. makin tinggi.
b. Percabangan rantai polimer
2. Kevlar tersusun atas dua jenis monomer yaitu Rantai polimer dengan banyak cabang lebih
asam benzena-1,4-dikarboksilat dan 1,4- mudah meleleh karena daya tegangnya
diaminobenzena melalui reaksi polimerisasi rendah.
kondensasi. Pada reaksi polimerisasi tersebut c. Sifat kristalinitas rantai polimer
terjadi pelepasan molekul air. Reaksinya sebagai Polimer dengan struktur tidak teratur akan
berikut. memiliki kristalinitas rendah dan bersifat
amorf.
n +n d. Ikatan silang antarrantai polimer
Adanya ikatan silang antarrantai polimer
Asam benzena- 1,4-diaminobenzena mengakibatkan terbentuknya jaringan yang
1,4-dikarboksilat kaku dan membentuk bahan yang keras.
6. Karet alam yang tervulkanisasi berubah menjadi
→ n + nH2O keras karena terbentuk ikatan silang disulfida
(jembatan belerang) antara rantai-rantai polimer.
Kevlar Air
Rumus struktur karet alam sebelum mengalami
proses vulkanisasi.

Kimia Kelas XII 129


9.
Polimer Monomer Kegunaan

Karet alam a. Bakelit Asbak,


peralatan listrik,
Rumus struktur karet alam yang tervulkanisasi kotak
isolator,fiting
lampu, radio,
dan kamera.

b. Poliester Serat tekstil,


pita perekam
magnetik, dan
bahan balon
cuaca yang
dikirim ke
stratosfer.
7. Berdasarkan bentuk susunan rantainya, polimer
c. Orlon Jaket, kaus
dibedakan menjadi tiga sebagai berikut. kaki, dan
a. Polimer linear karpet.
Polimer linear adalah polimer yang terbentuk
jika beberapa unit ulang membentuk rantai 10. Meskipun sama-sama merupakan poliamida,
polimer lurus dan panjang. Contoh: polivinil kevlar lebih kuat daripada nilon karena dua alasan
klorida dan polietilena. berikut.
b. Polimer bercabang a. Kedua monomer memiliki panjang yang
Polimer bercabang adalah polimer yang hampir sama sehingga pembentukan ikatan
terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk hidrogen antarrantai terjadi secara
cabang pada rantai utama. Contoh: glikogen maksimum. Dalam hal ini, jarak antarikatan
c. Polimer berikatan silang (cross-linking) hidrogen dalam kevlar lebih dekat daripada
Polimer berikatan silang adalah polimer yang yang terjadi dalam nilon.
terbentuk jika beberapa rantai polimer saling b. Terjadi delokalisasi elektron π pada ikatan
berikatan satu sama lain pada rantai C–N karena kevlar mengandung cincin
utamanya. Contoh: bakelit. benzena (mengandung elektron) yang terikat
8. Polimer bakelit termasuk polimer termosetting. pada atom N sehingga ikatan kimia yang
Polimer ini memiliki bentuk permanen dan tidak terbentuk lebih stabil. Berikut delokalisasi
dapat meleleh saat dipanaskan. Sifat ini disebab- elektron π (dalam ikatan rangkap) pada gugus
kan oleh adanya ikatan silang antarrantai polimer. amida dalam kevlar.
Pemanasan polimer termosetting pada suhu yang
terlalu tinggi dapat memutuskan ikatan silang ↔
antarrantai polimer tersebut. Akibatnya, asbak
yang terbuat dari polimer bakelit (polimer
termosetting) menjadi terbakar dan rusak.

130 Polimer
1. Peserta didik mampu menjelaskan penggolongan, sifat-sifat, reaksi identifikasi, dan kegunaan karbohidrat secara tepat setelah
melakukan kegiatan diskusi dan studi literatur.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis karbohidrat dengan tepat setelah melakukan kegiatan praktikum.
3. Peserta didik mampu menjelaskan penggolongan dan sifat-sifat asam amino dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi
dan studi literatur.
4. Peserta didik mampu menjelaskan sifat, pengelompokan, identifikasi protein, denaturasi protein, dan kegunaan protein dengan
benar setelah melakukan kegiatan diskusi dan studi literatur.
5. Peserta didik mampu mengidentifikasi kandungan protein dalam bahan makanan dengan tepat setelah melakukan kegiatan praktikum.
6. Peserta didik mampu menjelaskan sifat dan penggolongan lipid dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.

Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


mencakup
tersusun
Protein atas Asam Amino Lipid
Karbohidrat

meliputi mencakup membahas meliputi


Sifat-Sifat Asam Lemak
Penggolongan Karbohidrat

terdiri atas Penggolongan dibedakan menjadi

Monosakarida Sifat-Sifat Protein Asam Lemak Jenuh

Pengelompokan Protein Asam Lemak Tidak Jenuh


Disakarida
Lemak
Oligosakarida Identifikasi Protein
membahas
Polisakarida terdiri atas
Lemak dan Minyak
Uji Biuret
Sifat-Sifat Karbohidrat Reaksi
Uji Xantoprotein
Reaksi Identifikasi Karbohidrat Hidrogenasi
Uji Millon
terdiri atas Hidrolisis
Uji Molisch Uji Belerang
Oksidasi
Uji Iodin Uji Sakaguchi
Penyabunan
Uji Gula Pereduksi Uji Hopkins-Cole
Kegunaan Lemak
Uji Bial Uji Ninhidrin
Fosfolipid
Uji Seliwanoff Lilin
Denaturasi Protein
Uji Osazon Sfingolipid
Kegunaan Protein
Uji Asam Musat Terpenoid

Kegunaan Karbohidrat Steroid

Lipid Kompleks

• Makromolekul • Gula Pereduksi • Asam Amino • Lipid


• Karbohidrat • Polisakarida • Ikatan Peptida • Kimia Kelas
Asam XII
Lemak 131
• Monosakarida • Protein • Lemak • Optis Aktif
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: e
Fruktosa memiliki gugus karbonil, tetapi dapat
1. Jawaban: b
teroksidasi oleh reagen Tollens maupun Benedict. Hal
Jumlah Aldosa Ketosa ini disebabkan fruktosa dalam larutan basa berada
Karbon (Monosakarida) (Monosakarida)
dalam kesetimbangan dengan diastereoisomer aldehid
3 (triosa) Aldotriosa Ketotriosa melalui zat antara tautomerik enadiol.
(gliseraldehid) (dihidroksiaseton)
CH2OH CH2OH CHO
4 (tetrosa) Aldotetrosa Ketotetrosa
(eritrosa) (eritrulosa) | | |
ZZZ
X
C = O YZZ
Z ZZZ
X
Z H – C – OH
C – O YZZ
5 (pentosa) Aldopentosa Ketopentosa
(ribosa) (ribulosa) | | |
6 (heksosa) Aldoheksosa Ketoheksosa R R R
(glukosa, (fruktosa) Keton Zat antara enadiol Aldehid
galaktosa)
5. Jawaban: c
Jadi, monosakarida yang termasuk heksosa Fruktosa merupakan suatu ketoheksosa dan sering
ditunjukkan oleh angka 1) dan 3). disebut levulosa karena mempunyai sifat memutar
2. Jawaban: e cahaya terpolarisasi ke kiri. Fruktosa merupakan
Berdasarkan letak gugus –OH pada atom karbon jenis gula yang paling manis.
kiral yang terakhir, monosakarida dibedakan men- 6. Jawaban: b
jadi dua yaitu dekstro (D) dan levo (L). Apabila Menurut rumus Haworth, struktur karbohidrat
gugus –OH terletak di sebelah kanan atom C kiral, dituliskan dalam bentuk cincin furan (segi lima)
nama monosakarida diberi awalan D (dekstro = atau piran (segi enam). Jika senyawa berbentuk
kanan). Namun, jika gugus –OH terletak di α, posisi gugus –OH pada atom C nomor 1
sebelah kiri atom C kiral, nama monosakarida mengarah ke bawah. Dengan demikian, penulisan
diberi awalan L (levo = kiri). struktur α-D-glukosa sebagai berikut.

O
//
1

2
CH2OH
5
3 H O
H H
4 ⎯→ 4 1
OH H
5
OH 3 2 OH
H OH
D–manosa L–manosa

3. Jawaban: a 7. Jawaban: c
Amilum merupakan polisakarida yang tersusun Disakarida merupakan karbohidrat yang tersusun
atas molekul-molekul α-D-glukosa. Amilum atas dua monosakarida, contohnya laktosa, maltosa,
dapat dihidrolisis dengan asam encer maupun dan sukrosa. Laktosa tersusun atas satu molekul
enzim amilase menghasilkan glukosa. Saat ditetesi galaktosa dan satu molekul glukosa. Maltosa tersusun
larutan iodin terbentuk warna biru. Hal ini atas dua molekul glukosa. Adapun sukrosa tersusun
atas satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
disebabkan adanya koordinasi ion iodida di antara
Selulosa dan amilum termasuk polisakarida,
heliks dalam struktur pati. Jadi, sifat amilum sedangkan fruktosa termasuk monosakarida. Jadi,
ditunjukkan oleh angka 1) dan 2). karbohidrat yang merupakan disakarida ditunjukkan
oleh angka 2), 4), dan 5).

132 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


8. Jawaban: b 2. Rumus struktur molekul sukrosa sebagai berikut.
CH2OH
Jenis Jenis O CH2OH
Hasil Identifikasi H H O
Makanan Karbohidrat H H

a. Selulosa Terbentuk cincin yang ber- OH H


O H CH2OH
HO
warna ungu saat uji Molisch. OH
H OH OH H
b. Fruktosa Menghasilkan warna merah
saat uji Seliwanoff.
Berdasarkan rumus struktur tersebut, molekul
c. Galaktosa Terbentuk endapan merah sukrosa tidak memiliki gugus –OH glikosidik pada
bata dengan pereaksi Fehling.
atom C nomor 1 pada molekul glukosa dan atom C
d. Amilum Tidak menghasilkan endapan nomor 2 pada molekul fruktosa (tidak memiliki
perak dengan pereaksi
Tollens. gugus aldehid atau keton bebas). Akibatnya, molekul
e. Sukrosa Tidak menghasilkan endapan
sukrosa tidak mempunyai sifat dapat mereduksi ion-
merah bata dengan pereaksi ion Cu2+. Dengan demikian, molekul sukrosa tidak
Benedict. memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi
9. Jawaban: e Fehling yang mengandung ion Cu2+.
Karbohidrat yang saat direaksikan dengan 3.
pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah 1

bata adalah maltosa (glukosa–glukosa) dan 2


laktosa (glukosa–galaktosa). Oleh karena hasil
hidrolisis berupa dua jenis karbohidrat 3

(monosakarida) yang berbeda, karbohidrat yang 4


dimaksud adalah laktosa.
5
10. Jawaban: b
6
Fungsi karbohidrat ditunjukkan angka 1) dan 3),
sedangkan angka 2) merupakan fungsi dari protein L-glukosa dalam struktur Haworth diperoleh
dan angka 4) merupakan fungsi dari lemak. dengan bentuk cincin segi enam yang disebut
piran. Karbohidrat yang membentuk struktur
B. Uraian cincin segi enam disebut piranosa.
1. Adanya aldehid atau keton bebas dalam galaktosa
mengakibatkan galaktosa dapat mereduksi ion-ion
logam, seperti ion Ag+ dan ion Cu2+. Penambahan
NH3 dan KOH ke dalam larutan AgNO3 bertujuan
menciptakan suasana basa sehingga ion perak U
dapat lebih mudah tereduksi dan galaktosa lebih
mudah teroksidasi.
Pembuatan pereaksi Tollens
2AgNO3(aq) + 2KOH(aq) → Ag2O(s) + 2KNO3(aq) + H2O(A ) β–L–glukopiranosa rantai terbuka L-glukosa
Ag2O(s) + 4NH3(aq) + H2O(A ) → 2[Ag(NH3)2]+(aq) + 2OH–(aq) (gugus –OH pada atom C
nomor 1 mengarah ke
U

(Pereaksi Tollens)
CH2OH CH2OH atas)
HO O H OH OH O
H H //
OH H U OH
C + 2[Ag(NH3)2]+(aq) + 2OH–(aq)
H \
H OH H
H OH H
H OH
→ CH2OH
OH OH
H
COOH + 2Ag(s) + 4NH3(aq) + H2O(A)
OH H
2. H
H OH
2.
Reaksi galaktosa dengan pereaksi Tollens α–L–glukopiranosa
(gugus –OH pada atom C
menghasilkan endapan Ag berwarna putih nomor 1 mengarah ke bawah)
mengilap (cermin perak).

Kimia Kelas XII 133


4. Reaksi peragian pati sebagai berikut. 5. Uji Molisch merupakan cara paling umum untuk
2(C6H10O5)n + nH2O ⎯⎯⎯⎯→ nC12H22O11
diastase menunjukkan adanya senyawa karbohidrat dalam
maltosa suatu sampel. Cincin berwarna ungu menunjukkan
C12H22O11 + H2O ⎯⎯→ C6H12O6 + C6H12O6 bahwa sampel larutan mengandung karbohidrat.
maltosa glukosa glukosa Pereaksi Fehling digunakan untuk menguji sifat
karbohidrat sebagai gula pereduksi. Uji positif
C6H12O6 + H2O ⎯⎯⎯⎯
→ 2C2H5OH + 2CO2
zimase
ditandai dengan terbentuknya endapan merah
glukosa etanol bata. Oleh karena sampel menunjukkan uji positif
Senyawa yang dihasilkan dari reaksi peragian terhadap pereaksi Fehling, kemungkinan sampel
tersebut adalah etanol (C2H5OH) dan gas karbon larutan mengandung monosakarida (glukosa,
dioksida. fruktosa, atau galaktosa), maltosa, dan laktosa.
Pereaksi Seliwanoff merupakan uji khusus
fruktosa. Pengujian yang dilakukan terhadap
sampel larutan menghasilkan warna merah. Hal
ini menunjukkan bahwa sampel tersebut
mengandung karbohidrat jenis fruktosa.

134 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: a
1. Jawaban: d Rumus struktur asam amino glutamin dan
Sifat-sifat protein sebagai berikut. asparagin sebagai berikut.
1) Ada yang larut dan ada yang tidak larut dalam
air.
2) Mengalami kerusakan struktur pada suhu
tinggi. Glutamin
3) Memiliki viskositas yang lebih tinggi daripada
air sebagai pelarutnya.
4) Mengkristal jika ditambahkan amonium
sulfat.
5) Pengocokan dapat mengakibatkan protein Asparagin
mengalami denaturasi.
Jadi, sifat protein yang tepat ditunjukkan oleh Kedua asam amino tersebut mengandung gugus amida.
angka 2) dan 5). 4. Jawaban: a
2. Jawaban: c Ikatan peptida merupakan ikatan yang mengaitkan
Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dua molekul asam amino. Ikatan peptida adalah
dapat disintesis sendiri oleh tubuh. Contoh asam ikatan kovalen C–N yang terbentuk antara atom
amino esensial antara lain: C pada gugus –COOH dari suatu asam amino
glisin
dengan atom N pada gugus –NH2 dari asam amino
lainnya pada reaksi kondensasi. Pembentukan
ikatan peptida disertai dengan pelepasan molekul
( ) air (H–OH). Berdasarkan struktur tersebut, ikatan
peptida ditunjukkan oleh angka 1).
5. Jawaban: b
asam aspartat
Hidrolisis protein merupakan proses pemutusan
ikatan peptida dari protein (polipeptida) menjadi
( ) komponen-komponen yang lebih kecil seperti
pepton, peptida, dan asam amino.
serin

( ).
polipeptida valin
Mr polipeptida + (x × Mr H2O) = (x + 1) Mr valin
Adapun valin; dan 1.305 g mol–1 + (x × 18 g mol–1) = (x + 1)(117 g mol–1)
1.305 g mol–1 + 18x g mol–1 = 117x g mol–1 + 117 g mol–1
1.305 g mol–1 – 117 g mol–1 = 117x g mol–1 – 18x g mol–1
( ) 1.188 g mol–1 = 99x g mol–1
1.188 g mol –1
x= 99 g mol –1
=12

isoleusin Banyaknya asam amino valin yang dihasilkan dari


reaksi hidrolisis protein dengan bantuan enzim
( ) termasuk asam amino tertentu adalah x + 1, x = 12. Jadi, monomer asam
amino valin yang dihasilkan sebanyak 13
monomer.
esensial. Jadi, kelompok asam amino nonesensial
ditunjukkan oleh angka 2), 3), dan 5).

Kimia Kelas XII 135


6. Jawaban: b 10. Jawaban: e
Bagian tubuh hewan yang ditunjuk oleh anak panah Kegunaan protein sebagai berikut.
adalah tanduk. Tanduk mengandung jenis protein 1) Biokatalis (enzim).
α-keratin. β-keratin merupakan jenis protein yang 2) Mengangkut oksigen ke sel (protein transpor).
terkandung pada serat kepompong ulat sutera, 3) Cadangan makanan (protein cadangan).
jaring laba-laba, paruh burung atau unggas, dan 4) Menggerakkan otot (protein kontraktil).
kuku. Sementara itu, kolagen merupakan jenis 5) Melindungi jaringan di bawahnya (protein
protein yang terkandung dalam kulit, urat, tulang, struktural).
dan jaringan penghubung. Tripsin termasuk enzim, 6) Pelindung terhadap mikroorganisme patogen
sedangkan provitamin termasuk protein globular. (protein pelindung).
7. Jawaban: c 7) Mengatur reaksi dalam tubuh (hormon).
Uji timbal(II) asetat digunakan untuk mengetahui Sumber energi utama bagi tubuh dan
adanya belerang dalam protein. Hasil uji positif melancarkan pencernaan merupakan kegunaan
ditunjukkan dengan terbentuknya endapan hitam karbohidrat. Cadangan energi bagi tubuh berasal
(PbS). Oleh karena hasil uji bahan makanan dari lemak. Jadi, kegunaan protein ditunjukkan
tersebut positif, dapat disimpulkan bahwa bahan oleh angka 4) dan 5).
makanan tersebut mengandung protein yang
mempunyai gugus belerang. Protein yang B. Uraian
mengandung gugus belerang terdapat pada jenis
1. a. Prolin
asam amino sistein dan metionin.
8. Jawaban: b
Denaturasi protein dipengaruhi oleh faktor-faktor:
1) suhu tinggi;
2) radiasi sinar ultraviolet;
3) perubahan pH yang sangat ekstrem;
Prolin bersifat nonpolar
4) pelarut organik;
5) zat kimia tertentu; b. Triptofan
6) gerakan mekanik; dan
7) ion logam berat.
Jadi, faktor yang memengaruhi terjadinya denaturasi
protein ditunjukkan oleh angka 1) dan 3).
9. Jawaban: b
Tritofan bersifat nonpolar.
Sampel makanan positif mengandung protein jika
c. Treonin
diuji dengan reaksi Biuret menghasilkan warna
merah muda sampai ungu. Uji Xantoprotein
adalah uji terhadap protein yang mengandung
gugus fenil (cincin benzena). Apabila protein yang
mengandung cincin benzena dipanaskan dengan
asam nitrat pekat akan terbentuk warna kuning. Treonin bersifat polar.
Warna kuning berubah menjadi jingga apabila
2. Pengelompokan asam amino berdasarkan struktur
sampel dibuat alkalis (basa) dengan ditetesi
gugus R yang dikandung.
larutan NaOH. Bahan yang mengandung inti
a. Asam amino yang gugus R-nya alifatik.
benzena adalah K, L, N, dan O. Uji Pb-asetat
Contoh: glisin dan alanin.
digunakan untuk menguji adanya kandungan
b. Asam amino yang gugus R-nya mengandung
belerang dalam sampel protein. Uji positif ditandai
gugus hidroksil.
dengan terbentuknya endapan hitam PbS. Bahan
Contoh: serin dan trionin.
yang mengandung belerang adalah K, N, dan O.
c. Asam amino yang gugus R-nya mengandung
Jadi, makanan berprotein yang mengandung inti
rantai benzena.
benzena dan belerang adalah K dan O.
Contoh: tirosin dan fenilalanin.

136 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


d. Asam amino yang gugus R-nya mengandung Garam logam berat umumnya mengandung ion
gugus karboksil. positif (Ag+, Ca2+, Zn2+, Hg2+, Fe2+, Cu2+, dan
Contoh: asam aspartat dan asam glutamat. Pb2+). Jika pH di atas titik isoelektrik protein, ion
e. Asam amino yang gugus R-nya mengandung positif dari logam berat akan bereaksi dengan
belerang. protein dalam susu yang bermuatan negatif
Contoh: sistein dan metionin. sehingga terjadi reaksi netralisasi. Apabila salah
f. Asam amino yang gugus R-nya mengandung satu gugus –R pada struktur protein tersebut
rantai heterosiklik. diganti oleh ion logam berat, akan terjadi
Contoh: triptofan dan histidin. perusakan ikatan subsidiari yang lebih lama
sehingga terjadi perubahan bentuk protein
3.
menjadi garam yang tidak larut (endapan).
Akibatnya, penyerapan lebih lanjut logam berat
ke dalam tubuh dapat dicegah karena ion logam
berat telah berikatan dengan protein dalam susu.
glisin alanin
5. Uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan
asam amino. Ninhidrin dapat mengubah asam
amino menjadi suatu aldehid. Uji ini dilakukan
dengan menambahkan beberapa tetes larutan
ninhidrin yang tidak berwarna ke dalam sampel,
lalu dipanaskan beberapa menit. Adanya protein
glisinalanin (Gly-Ala) atau asam amino ditunjukkan oleh terbentuknya
4. Orang yang keracunan logam berat disarankan warna biru-ungu. Uji Biuret adalah uji umum
minum susu karena susu mengandung protein, untuk protein (ikatan peptida), tetapi tidak
seperti asam amino. Protein yang larut dalam air menunjukkan adanya asam amino bebas. Zat yang
akan membentuk ion yang bermuatan dipolar. akan diselidiki mula-mula ditetesi larutan NaOH,
lalu ditambahkan larutan tembaga(II) sulfat yang
encer. Jika terbentuk warna merah muda sampai
ungu berarti sampel tersebut mengandung protein.

Kimia Kelas XII 137


A. Pilihan Ganda Sitral terkandung dalam minyak atsiri sereh. Pinen
1. Jawaban: c terkandung dalam minyak terpentin. Skualen
Lemak memiliki dua sifat yaitu sifat fisika dan terkandung dalam minyak ikan hiu. Kamper
kimia. Sifat-sifatnya sebagai berikut. diperoleh dari pohon kamper.
a. Sifat Fisika 4. Jawaban: e
1) Pada suhu kamar, minyak berwujud cair Asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang
dan lemak berwujud padat. mengandung ikatan rangkap dua pada rantai
2) Lemak dan minyak tidak larut dalam air, karbonnya, seperti asam palmitoleat, asam oleat,
tetapi sedikit larut dalam pelarut alkohol. asam linoleat, dan asam arakidonat. Adapun asam
3) Lemak dan minyak mempunyai massa palmitat, asam stearat, dan asam miristat termasuk
jenis kurang dari 1 g mL–1 sehingga akan asam lemak jenuh karena rantai karbonnya tidak
terapung dalam air. mengandung ikatan rangkap dua.
4) Lemak dan minyak larut sempurna dalam
pelarut nonpolar, seperti eter, karbon 5. Jawaban: c
disulfida, dan karbon tetraklorida (CCl4). Reaksi hidrogenasi adalah reaksi pemecahan
5) Lemak dan minyak mempunyai viskositas ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Reaksi
yang tinggi. hidrogenasi asam arakidonat sebagai berikut.
CH3(CH2)3(CH2CH = CH)4(CH2)3COOH
b. Sifat Kimia
1) Proses oksidasi mengakibatkan bau Asam arakidonat

tengik pada lemak atau minyak. H2 /Ni


→ CH3(CH2)3(CH2CH2CH2)4(CH2)3 COOH
⎯⎯⎯⎯
2) Hidrolisis lemak dan minyak akan meng- Asam arakidat
hasilkan asam lemak dan gliserol.
3) Proses hidrogenasi minyak mengakibat- 6. Jawaban: e
kan wujud minyak berubah dari cair ke Fungsi lemak sebagai berikut.
padat sehingga terbentuk margarin. 1) Sebagai sumber energi cadangan.
4) Lemak dan minyak tidak jenuh dapat 2) Sebagai unsur pembangun membran sel.
bereaksi dengan halogen. 3) Sebagai pelindung organ-organ penting.
5) Lemak dan minyak dapat direaksikan 4) Menjaga tubuh dari pengaruh luar.
dengan NaOH atau KOH membentuk 5) Sebagai insulator listrik.
sabun dan gliserol. 6) Membantu melarutkan vitamin darah.
Dengan demikian, pernyataan yang merupakan 7. Jawaban: b
sifat lemak ditunjukkan oleh angka 1), 3), dan 5). Titik lebur asam stearat lebih tinggi daripada titik
2. Jawaban: a lebur asam oleat, asam linoleat, dan asam
Rumus struktur lesitin ditunjukkan oleh struktur a. linolenat. Hal ini terjadi karena asam stearat
Struktur b merupakan rumus struktur fosfatidil serin. termasuk asam lemak jenuh, sedangkan asam
Struktur c merupakan rumus struktur seramida. linoleat, dan asam linolenat termasuk asam lemak
Struktur d merupakan rumus struktur sfingosin. tidak jenuh. Meskipun jumlah rantai karbon
Struktur e merupakan rumus struktur kamper. keempat senyawa sama (18), tetapi ikatan rangkap
3. Jawaban: e dua pada asam lemak tidak jenuh mengakibatkan
Aroma khas bunga mawar disebabkan adanya titik lebur menjadi lebih rendah.
senyawa geraniol. Geraniol merupakan senyawa 8. Jawaban: d
terpenoid dengan rumus struktur: Titik lebur paling tinggi dimiliki oleh asam lemak
jenuh dengan jumlah karbon paling banyak, yaitu
asam arakidat.

138 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


9. Jawaban: d 3. Pembuatan margarin dapat dilakukan melalui proses
Lilin yang berasal dari lebah madu adalah merisil- hidrogenasi. Dalam proses ini asam lemak tidak
palmitat dengan rumus struktur sebagai berikut. jenuh pada minyak diubah menjadi asam lemak
jenuh. Proses ini dapat terjadi dengan adanya katalis
Ni dan gas hidrogen. Reaksinya sebagai berikut.

Rumus struktur a adalah seramida.


Rumus struktur b adalah sfingosin.
Rumus struktur c adalah setilpalmitat.
Rumus struktur e adalah fosfatidil etanolamin.
10. Jawaban: e Gliseril tristearat (padat)
Bilangan iodium adalah banyaknya gram iodium
yang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak. 4. Rumus struktur kolesterol:
Semakin banyak ikatan rangkap pada asam lemak CH3 CH3

(semakin tidak jenuh), semakin besar pula bilangan CH3


CH CH2 CH2 CH2 CH CH3

iodiumnya. Jadi, minyak yang memiliki tingkat


kejenuhan paling tinggi adalah minyak dengan CH3

bilangan iodium paling rendah yaitu minyak kelapa.


B. Uraian HO
CH3 CH3 CH3

1. Lemak merupakan sumber energi cadangan yang CH3


CH CH CH CH CH CH3

berasal dari hewan, sedangkan minyak berasal


dari tumbuhan. Selain itu, pada suhu kamar lemak CH3

berwujud padat dan minyak berwujud cair.


Perbedaan wujud antara lemak dan minyak HO

tersebut disebabkan oleh susunan asam lemak


yang berbeda. Lemak sebagian besar tersusun atas Berdasarkan rumus struktur tersebut, terlihat
asam lemak jenuh, sedangkan minyak tersusun bahwa ergosterol memiliki ikatan rangkap C=C
atas asam lemak tidak jenuh. antara atom C nomor 7 dan 8 serta ikatan rangkap
C=C antara atom C nomor 22 dan 23 (rantai
2. Saat seseorang digigit ular kobra, enzim lesitinase
samping). Selain itu, ergosterol juga memiliki
yang terdapat dalam cairan bisa akan menguraikan
gugus metil pada atom C nomor 24. Sementara
lesitin dalam sel darah merah menjadi lisolesitin.
itu, pada kolestertol tidak terdapat dua buah ikatan
Asam lemak yang terikat pada atom karbon nomor
rangkap dua dan gugus metil.
2 dari senyawa lesitin akan terlepas. Reaksinya:
5. Pembeda Asam Lemak Asam Lemak Asam Lemak
Omega-3 Omega-6 Omega-9
Posisi Posisi ke-3 dari Posisi ke-6 Posisi ke-9 dari
enzim
⎯⎯⎯⎯⎯ → ikatan ujung rantai dari ujung ujung rantai
lesitinase
ganda rantai
pertama
pada
lesitin rantai C
CH2 O C R
Jenis Asam lemak Asam lemak Asam lemak
HO CH asam esensial esensial nonesensial
O CH3 lemak
CH2 O P O CH2 CH2 N+ CH3 Asam Asam α-linoleat Asam linoleat Asam oleat
OH CH3 lemak (ALA) (LA)
lisolesitin pembentuk
Adanya lisolesitin akan mengubah hemoglobin Bentuk dikonversi dikonversi T i d a k
dalam sel darah merah menjadi bilirubin yang asam menjadi asam menjadi asam berubah
lemak eikosapentanoit g-lionoleat (dapat lang-
terkumpul dalam darah sehingga menimbulkan dalam (EPA), dan (GLA), dan s u n g
warna kuning pada kulit. Akibatnya, seseorang tubuh asam doko- asam araki- disintesis oleh
yang digigit ular kobra akan menderita anemia saheksanoit donat (AA) tubuh)
(DHA)
(kekurangan sel darah merah).

Kimia Kelas XII 139


140
Penggolongan Karbohidrat

Monosakarida
Disakarida
Oligosakarida
Polisakarida
Sifat-Sifat Karbohidrat

Sifat Fisik
Sifat Kimia

Asam Lemak Karbohidrat Reaksi Identifikasi Karbohidrat


Jenuh Asam Lemak
Uji Molish
Lemak Uji Iodin
Asam Lemak Tidak Uji Gula Pereduksi
Jenuh Fosfolipid Uji Bial
Uji Seliwanoff

Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


Lilin Uji Osazon
Makromolekul Uji Asam Musat
Sfingolipid Lipid Karbohidrat, Kegunaan Karbohidrat
Protein, dan
Terpenoid Asam Amino
Kolesterol Lemak
Sifat Asam Amino
7-dehidrokolestrol
dan Ergosterol
Steroid Penggolongan Asam Amino

Hormon Kelamin Protein Berdasarkan Pembentukan


Lipid Kompleks Berdasarkan Struktur gugus R
Asam-Asam Empedu
Protein (Polipeptida)

Pengelompokkan Protein

Sumber Asal
Bentuk
Hasil hidrolisis
Fungsi
Berdasarkan Struktur Gugus R
Identifikasi Protein
Reaksi Biuret
Reaksi Xantoprotein
Reaksi Millon
Reaksi Uji Belerang
Reaksi Sakaguchi
Reaksi Hopkins-Cole
Reaksi Ninhidrin
Denaturasi Protein

Kegunaan Protein
1. Jawaban: b 4. Jawaban: c
Jika suatu karbohidrat direaksikan dengan
Jenis
pereaksi Tollens menghasilkan cermin perak, Karbohidrat Hasil Identifikasi
karbohidrat tersebut mengandung gula pereduksi
a. Maltosa Menghasilkan endapan merah bata
(glukosa, galaktosa, fruktosa, maltosa, dan saat direaksikan dengan pereaksi
laktosa). Jika suatu karbohidrat tidak dapat Fehling.
dihirolisis, karbohidrat tersebut berupa b. Fruktosa Menghasilkan cermin perak saat
monosakarida (glukosa, galaktosa, dan fruktosa). direaksikan dengan pereaksi Tollens.
Jika suatu karbohidrat direaksikan dengan c. Galaktosa Terbentuk cincin berwarna ungu
pereaksi Seliwanoff menghasilkan warna merah, saat direaksikan dengan pereaksi
Molisch.
karbohidrat tersebut berupa fruktosa (glukosa dan
d. Sukrosa Tidak menghasilkan warna merah
galaktosa tidak menghasilkan warna merah saat saat direaksikan dengan pereaksi
direaksikan dengan pereaksi Seliwanoff). Jadi, Seliwanoff.
karbohidrat tersebut berupa fruktosa. e. Glikogen Menghasilkan warna cokelat saat
direaksikan dengan iodin.
2. Jawaban: d
Pernyataan yang benar mengenai glikogen sebagai
5. Jawaban: d
berikut.
Suatu karbohidrat akan menglami dehidrasi jika
1) Mudah larut dalam air panas.
ditetesi dengan asam pekat sehingga terbentuk
2) Memutar bidang polarisasi ke kanan.
karbon (arang) dan uap air.
3) Larutannya dapat mereduksi pereaksi Fehling.
4) Reaksi hidrolisisnya dengan asam encer 6. Jawaban: e
menghasilkan glukosa. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling
5) Lebih banyak terdapat pada manusia dan sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh tanpa
hewan daripada tumbuhan. mengalami hidrolisis terlebih dahulu. Senyawa
monosakarida antara lain glukosa, fruktosa, dan
3. Jawaban: a galaktosa. Jadi, karbohidrat yang dapat diserap
Amilopektin tersusun atas molekul-molekul oleh tubuh tanpa mengalami hidrolisis terlebih
glukosa yang sebagian terikat dengan ikatan α-1,4 dahulu ditunjukkan oleh angka 3), 4), dan 5).
glikosidik dan sebagian terikat dengan ikatan α-
1,6 glikosidik sehingga mempunyai rantai 7. Jawaban: e
bercabang. Adapun amilosa tersusun atas molekul- Berdasarkan letak gugus –OH terakhir atau pada
molekul glukosa yang terikat dengan ikatan α-1,4 atom C nomor 3, gugus –OH berada di posisi
glikosidik sehingga mempunyai rantai lurus. kanan. Dengan demikian, senyawa tersebut
α-1,4 glikosidik
berbentuk D dengan nama D-treosa.
1) D-gliseraldehid
H
H H H

H H H
amilosa
α–1,6 glikosidik
2) L-gliseraldehid

α–1,4 glikosidik

amilopektin

Kimia Kelas XII 141


3) D-eritrosa

6
CH2OH
H 5 O
OH
H
4
OH HO
H
HO 2
3
4) L-eritrosa H H1

11. Jawaban: c
Amilum mengandung dua senyawa yang merupa-
kan polimer dari glukosa yaitu amilosa dan
amilopektin. Amilosa dapat larut dalam air panas,
5) D-treosa
sedangkan amilopektin tidak larut dalam air
panas. Oleh karenanya, tepung yang dicampur
dengan air panas akan membentuk koloid.
12. Jawaban: b
Jika suatu bahan pangan diuji dengan pereaksi
Molish menunjukkan hasil positif, bahan pangan
8. Jawaban: d tersebut mengandung karbohidrat. Jika suatu
Bahan makanan yang menghasilkan warna merah bahan bahan diuji dengan pereaksi Fehling
saat uji Seliwanoff menunjukkan bahwa makanan menunjukkan hasil negatif, bahan pangan tersebut
tersebut mengandung karbohidrat golongan tidak mengandung gula pereduksi. Jika bahan
ketosa. Berdasarkan data hasil percobaan, bahan pangan diuji dengan pereaksi iodin menunjukkan
makanan yang mengandung karbohidrat golongan hasil positif, bahan pangan tersebut mengandung
ketosa adalah sampel A, C, dan E. Uji Biuret dan amilum. Jika bahan pangan diuji dengan pereaksi
Millon merupakan uji protein. Uji Biuret Biuret menunjukkan hasil positif, bahan pangan
digunakan untuk mengetahui adanya ikatan tersebut mengandung protein. Jadi, bahan pangan
peptida, sedangkan uji Millon mengetahui adanya tersebut mengandung amilum dan protein.
gugus fenil dalam protein. Bahan makanan yang 13. Jawaban: a
mengandung protein dengan gugus fenil adalah Asam amino yang bersifat polar antara lain
A dan B. asparagin, sistein, glutamin, serin, treonin, dan
9. Jawaban: d tirosin. Adapun isoleusin dan prolin merupakan asam
Di dalam tubuh, karbohidrat akan dihidrolisis amino yang bersifat nonpolar. Jadi, asam amino yang
menjadi glukosa. Kelebihan glukosa dalam tubuh bersifat polar ditunjukkan oleh angka 1), 2), dan 4).
diubah menjadi glikogen. Hormon insulin sangat 14. Jawaban: b
diperlukan untuk mengubah kelebihan glukosa Protein yang memiliki bentuk memanjang berupa
dalam tubuh menjadi glikogen. Pada penderita serat atau serabut adalah protein fibrous. Contoh
diabetes, jumlah hormon insulin sangatlah kurang protein fibrous adalah kolagen dan keratin.
sehingga kadar glukosa dalam darah akan Sementara itu, histon, albumin, globulin, dan
berlebihan karena tidak diubah menjadi glikogen. mioglobin termasuk protein globular yang
10. Jawaban: b memiliki bentuk menggulung.
Menurut rumus Haworth, struktur karbohidrat 15. Jawaban: a
dituliskan dalam bentuk cincin piran atau furan. Jika Ikatan peptida adalah ikatan kovalen yang
senyawa berbentuk β, posisi gugus –OH pada atom C terbentuk antara dua molekul asam amino ketika
nomor 1 mengarah ke atas. Dengan demikian gugus karboksil asam amino berikatan dengan
struktur Haworth β–D-manosa sebagai berikut. gugus amina dari asam amino lain dengan melepas
molekul air.

142 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


Rumus struktur dari tetrapeptida Gli-Ala-Val-Ser karbohidrat. Sementara itu, biomakromolekul yang
sebagai berikut. berfungsi mempertahankan suhu badan dari
pengaruh suhu rendah adalah lemak. Jadi,
pernyataan yang merupakan kegunaan protein
ditunjukkan oleh angka 1) dan 3).
21. Jawaban: a
Rumus struktur yang merupakan gugus ulang dari
suatu protein adalah:
Ikatan peptida

Berdasarkan rumus struktur di atas terdapat tiga


ikatan peptida dari tetrapeptida tersebut.
16. Jawaban: d 22. Jawaban: d
Kelebihan asam amino di dalam tubuh akan diubah Adanya protein dalam sampel makanan dapat diuji
menjadi asam piruvat dan digunakan sebagai dengan uji Biuret. Uji positif ditandai dengan
sumber energi. Enzim merupakan protein. Arginin terbentuknya warna merah muda sampai ungu.
dan asam aspartat merupakan asam amino. Adanya belerang dalam protein, dapat diuji dengan
pereaksi Pb(II) asetat. Uji positif ditandai dengan
17. Jawaban: b terbentuknya endapan hitam. Jadi, protein yang
Jika suatu bahan makanan direaksikan dengan biuret mengandung belerang adalah susu dan putih telur.
menghasilkan warna ungu, bahan makanan tersebut
mengandung ikatan peptida (mengandung protein). 23. Jawaban: e
Jika suatu bahan makanan berprotein direaksikan Reaksi oksidasi asam lemak tidak jenuh meng-
akibatkan terbentuknya gugus –COOH dan
dengan timbal(II) asetat menghasilkan endapan
terputusnya ikatan rangkap dua C = C.
hitam, protein tersebut mengandung belerang (sistein
dan metionin). Jadi, bahan makanan tersebut 24. Jawaban: a
mengandung protein berupa metionin. Asam lemak yang dapat mengalami reaksi
18. Jawaban: c hidrogenasi adalah asam lemak yang mempunyai
Protein baru: ABCDEFG, BCDEFGH, ikatan rangkap dua (asam lemak tidak jenuh).
CDEFGHI, dan DEFGHIJ. Jadi, hidrolisis protein Kelompok asam lemak tidak jenuh antara lain
tersebut menghasilkan 4 protein baru. asam linolenat, asam palmitoleat, asam linoleat,
asam oleat, dan asam arakidonat. Adapun asam
19. Jawaban: c kaproat, asam butirat, asam laurat, dan asam
Pereaksi Sakaguchi digunakan untuk mengetahui stearat termasuk asam lemak jenuh. Asam lemak
adanya gugus guanidin dalam protein. Pereaksi jenuh tidak dapat mengalami reaksi hidrogenasi.
Xantoprotein digunakan untuk mengetahui adanya
gugus fenil (inti benzena) dalam protein. Pereaksi 25. Jawaban: b
Hopkins-Cole digunakan untuk mengetahui adanya Asam stearat (C 17H35COOH) dapat bereaksi
gugus indol dalam protein. Pereaksi ninhidrin dengan NaOH (basa) membentuk garam natrium
digunakan untuk mengetahui adanya asam amino stearat atau sabun (C 17H35COONa) menurut
dan protein. Pereaksi Biuret digunakan untuk persamaan reaksi berikut.
mengetahui adanya ikatan peptida. C17H35COOH + NaOH → C17H35COONa + H2O
Massa C17 H 35COOH
20. Jawaban: a nC = M C H COOH
17H35COOH
Kegunaan protein dalam tubuh antara lain sebagai r 17 35

sumber energi cadangan, sebagai enzim yang 46, 2 gram


mengkatalis berbagai reaksi metabolisme, dan = 284 g mol−1 = 0,16 mol–1
komponen pembuat jaringan baru atau memperbaiki nC
17H35 COONa = nC H COOH
jaringan yang rusak. Biomakromolekul yang 17 35
berfungsi sebagai sumber energi yang utama dan = 0,16 mol
komponen penting dalam kontrol genetika adalah

Kimia Kelas XII 143


Massa C17H35COONa merupakan rumus struktur kolesterol. Rumus
= nC H COOH × Mr C17H35COONa struktur d merupakan rumus struktur ergosterol
17 35
= 0,16 mol × 306 g mol–1 dan e merupakan rumus struktur asam deoksikolat.
= 48,9 g mol–1 30. Jawaban: e
Jadi, massa sabun yang terbentuk sebanyak Bilangan iodium adalah banyaknya gram iodium
48,9 gram. yang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak.
26. Jawaban: a Semakin banyak ikatan rangkap dua dalam minyak,
Penamaan lemak (trigliserida) dimulai dengan semakin tidak jenuh minyak tersebut. Berarti
kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemak. semakin banyak iodin yang dibutuhkan untuk
Rumus umum trigliserida adalah sebagai berikut. memutuskan ikatan rangkap dua menjadi ikatan
tunggal yang terkandung dalam suatu minyak.
Dengan demikian, bilangan iodiumnya juga semakin
besar. Kualitas suatu minyak ditentukan berdasarkan
kandungan asam lemak jenuh dan tidak jenuh di
dalamnya. Semakin banyak kandungan asam lemak
tidak jenuh dalam suatu minyak, semakin tinggi pula
kualitas minyak tersebut. Jadi, urutan kualitas
minyak dari yang terendah sampai yang tertinggi
adalah N, M, K, dan L.
R, R′ dan R′′ pada trigliserida di atas adalah asam
arakidat (CH 3 (CH 2 ) 18 COOH). Jadi, nama B. Uraian
trigliserida pada reaksi penyabunan di atas adalah
1. Heksosa yang mempunyai rumus Haworth
gliseril triarakidat.
berbentuk cincin piranosa dan bereaksi positif
27. Jawaban: e dengan pereaksi Tollens dan Fehling adalah
Pernyataan yang sesuai dengan senyawa lilin glukosa dan galaktosa. Rumus Fischer dan
sebagai berikut. Haworth glukosa dan galaktosa sebagai berikut.
1) Termasuk ester dari asam lemak.
CHO
2) Larut dalam pelarut organik, tetapi tidak larut CH2OH
dalam air. H OH H O
H
3) Berfungsi sebagai pelindung atau penahan air, HO H
H
4) Sulit terhidrolisis. H OH OH H
OH
5) Tidak dapat diuraikan oleh enzim. H OH HO
Jadi, pernyataan yang sesuai ditunjukkan oleh H OH
CH2OH
angka 4) dan 5). α-D-glukosa
D-glukosa (glukopiranosa)
28. Jawaban: b
Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan CHO CH2OH
rangkap dua. Asam stearat dan palmitat merupakan HO O
H OH H
asam lemak jenuh. Sementara itu, asam oleat dan H
HO H
linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh karena OH H
mengandung ikatan rangkap dua. Berdasarkan data, HO H OH
H
lemak Q tidak mengandung asam stearat dan H OH
H OH
palmitat, sedangkan lemak lain mengandung dua CH2OH
jenis asam lemak tersebut. Hal ini menunjukkan α-D-galaktosa
D-galaktosa (galaktopiranosa)
bahwa lemak Q tidak mengandung asam lemak
jenuh. Dengan demikian, lemak Q paling sedikit
(0%) mengandung asam lemak jenuh.
29. Jawaban: c
Rumus struktur a merupakan rumus struktur
7-dehidrokolestrol. Rumus struktur b merupakan
rumus struktur estrogen. Rumus struktur c

144 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


Reaksi yang terjadi antara heksosa dengan COOH
pereaksi Tollens serta Fehling sebagai berikut. H OH
a. Reaksi dengan Tollens HO H
CHO HO H + 2Ag(s) + 4NH3(aq) + H2O(A)
cermin perak
H OH H OH

HO H CH2OH
+ 2[Ag(NH3)2]+(aq) + 2OH–(aq) →
H OH asam D-galaktonat
H OH
Reaksi dengan Fehling
CH2OH
CHO
D-glukosa
H OH
COOH
HO H
H OH HO H + 2CU2+(aq) + 4OH–(aq)
HO H H OH
+ 2 Ag(s) + 4NH3(aq) + H2O(l)
H OH Cermin perak
H OH CH2OH

D-galatosa
CH2OH
Asam D-glukonat COOH

Reaksi dengan Fehling H OH


CHO HO H
HO H + Cu2O(s) + 2H2O(A)
H OH endapan merah bata
H OH
HO H
+ 2Cu2+(aq) + 4OH–(aq) →
H OH CH2OH
H OH
asam D-galaktonat

CH2OH 2. Perbedaan amilosa dan amilopektin sebagai berikut.


D-glukosa No. Amilosa Amilopektin

1. Kurang larut dalam Larut dalam alkohol.


COOH
alkohol.
H OH 2. Larut dalam air panas. Tidak larut dalam air
HO H panas.

+ Cu2O(s) + 2H2O(l) 3. Bereaksi dengan pereaksi Bereaksi dengan pereaksi


H OH
Endapan merah bata iodin menghasilkan warna iodin menghasilkan
H OH biru. warna ungu atau merah
lembayung.
CH2OH 4. Terdiri atas 250–300 unit Terdiri atas lebih dari
Asam D-glukonat glukosa. 1.000 unit glukosa.
5. Antarglukosa terikat Antarglukosa terikat
b. Reaksi dengan Tollens
dengan ikatan α–1,4- dengan ikatan α–1,4
CHO glikosidik sehingga glikosidik dan sebagian
rantai lurus. ikatan α–1,6 glikosidik
H OH sehingga rantai ber-
cabang.
HO H
+ 2[Ag(NH3)2]+(aq) + 2OH–(aq) →
HO H 3. Apabila dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin,
H OH kedua senyawa ini dapat mereduksi pereaksi Fehling,
tetapi tidak dapat mereduksi pereaksi Benedict.
CH2OH
Apabila urine seseorang membentuk endapan merah
D-galaktosa
bata setelah ditetesi pereaksi Benedict, dapat
disimpulkan bahwa di dalam urine tersebut
terkandung glukosa. Hal ini mengindikasikan bahwa
orang tersebut mengalami diabetes melitus.

Kimia Kelas XII 145


4. Osazon terbentuk saat karbohidrat yang 6. Spesi asam amino bergantung pada pH larutan:
mempunyai gugus aldehid atau keton bebas pH = TIE → netral (sebagai ion zwitter)
dipanaskan bersama fenilhidrazin berlebih. pH < TIE → bermuatan positif (sebagai kation)
Osazon dapat digunakan untuk membedakan jenis pH > TIE → bermuatan negatif (sebagai anion)
karbohidrat berdasarkan gambar kristalnya.
Osazon dari monosakarida tidak larut dalam air
mendidih. Osazon dari disakarida larut dalam air
mendidih dan terbentuk kembali saat didinginkan, pH = 4 pH = 6
kecuali sukrosa. Contoh pembentukan osazon (kation) (zwitter ion)

sebagai berikut.
Reaksi antara glukosa dengan fenilhidrazin akan
membentuk D-glukosa fenilhidrazon dan
pH = 8
berlanjut membentuk D-glukosazon.
(anion)

7. Protein berfungsi karena bentuk atau strukturnya.


Denaturasi mengakibatkan protein mengalami
perubahan struktur. Jika protein mengalami
perubahan struktur, protein akan berhenti untuk
melakukan fungsinya dalam tubuh. Denaturasi dapat
disebabkan oleh pelarut, garam-garam anorganik,
paparan asam atau basa, ion logam berat, dan panas.
8. Bilangan penyabunan adalah jumlah miligram
basa (KOH atau NaOH) yang dibutuhkan untuk
penyabunan sempurna 1 gram lemak atau minyak.

gliseril kalium gliserol kalium palmitat


5. tripalmitat hidroksida

Misal: massa gliseril palmitat = 1 gram


Mr gliseril palmitat = 807 g mol–1
5. Asam amino umumnya memiliki struktur sebagai 1g
ngliseril palmitat = = 0,00124 mol
berikut. 806 g mol –1
nKOH = 3 × ngliseril palmitat
= 3 × 0,00124 mol
= 0,00372 mol
Massa KOH = nKOH × Mr KOH
Keterangan: = 0,00372 mol × 56 gmol–1
C* : atom C kiral (asimetris) = 0,20832 g
Molekul asam amino dapat memutar cahaya = 208,32 mg
terpolarisasi (bersifat optis-aktif) karena mem- Jadi, bilangan penyabunan dari griseril tripalmitat
punyai atom C kiral (asimetris). Namun, asam adalah 208,32.
amino glisin tidak mempunyai atom C kiral karena
gugus –R adalah atom H sehingga atom C meng-
ikat 2 atom yang sama. Akibatnya, asam amino
glisin tidak dapat memutar cahaya terpolarisasi.

146 Makromolekul Karbohidrat, Protein, dan Lipid


9. Jika ke dalam minyak yang mengandung asam 10. Makanan yang mengandung terlalu banyak lemak
lemak tidak jenuh dialirkan gas hidrogen murni jenuh akan mengakibatkan timbunan asam lemak
dengan katalis Ni, akan terjadi adisi pada ikatan pada dinding saluran darah sehingga terjadi
rangkap sehingga titik didih dan titik lelehnya penyumbatan pembuluh darah. Akibat selanjutnya
menjadi lebih tinggi. Proses ini mengakibatkan yaitu memicu tekanan darah tinggi, serangan
minyak yang semula berwujud cair berubah jantung, dan strok.
menjadi padat. Reaksi ini disebut reaksi
hidrogenasi yang dapat dimanfaatkan untuk
membuat margarin dari minyak.

Kimia Kelas XII 147


A. Pilihan Ganda 1) Asam 2,2-dimetilbutanoat
CH3 O
1. Jawaban: a
| ||
O
CH3 – CH2 – C – C – OH
|| |
Rumus struktur propanal adalah H3C – CH2 – C – H. CH3
Propanal merupakan senyawa aldehid yang mem- Tidak memiliki atom C asimetris
punyai gugus fungsi –CHO. 2) 3-kloro-3-metil-1-pentanol
Rumus struktur 3-pentanon adalah Cl
O |
|| CH3 – CH2 – C*– CH2 – CH2 – OH
H 3 C – CH 2 – C – CH 2 – CH 3 . 3-pentanon |
merupakan senyawa keton yang mempunyai CH3
gugus fungsi –CO–. Memiliki 1 atom C asimetris
Rumus struktur etanol adalah H3C – CH2 – OH. 3) 2-metil-2-butanol
Etanol merupakan senyawa alkohol yang mempunyai OH
gugus fungsi –OH. |
Rumus struktur 2-metoksibutana adalah CH3 – C – CH2 – CH3
H3C – CH2 – CH – CH3. |
| CH3
OCH3 Tidak memiliki atom C asimetris
2-metoksibutana merupakan senyawa eter yang 4) 3-metilbutanal
mempunyai gugus fungsi –O–. O
Rumus struktur asam butanoat adalah ||
O CH3 – CH – CH2 – C – H
|
||
CH3
H3C – CH2 – CH2 – C – OH. Asam butanoat
Tidak memiliki atom C asimetris
merupakan senyawa asam karboksilat yang
mempunyai gugus fungsi –COOH. 5) 3-pentanol
Jadi, senyawa yang mempunyai gugus fungsi CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3
–CHO, –CO–, dan –OH berturut-turut adalah |
propanal, 3-pentanon, dan etanol. OH
Tidak memiliki atom C asimetris
2. Jawaban: b
Jadi, senyawa yang mempunyai isomer optis
Isomer optis terjadi pada senyawa yang memiliki
adalah 3-kloro-3-metil-1-pentanol.
atom C asimetris atau atom C kiral. Atom C
asimetris adalah atom C yang mengikat 4 atom
atau gugus berbeda. Rumus struktur senyawa-
senyawa tersebut sebagai berikut.

148 Penilaian Akhir Semester 2


3. Jawaban: d 4) CH3OCH2CH3
CH3 Mr = (3 × Ar C) + (8 × Ar H) + Ar O
| = (3 × 12 g mol–1) + (8 × 1 g mol–1)
5 4 3 2 1
CH3 – CH – CH2 – C – CH3 + 16 g mol–1
| | = 60 g mol–1
Br Cl 5) CH3CH2CH2OH
Senyawa di atas memiliki rantai induk pentana Mr = (3 × Ar C) + (8 × Ar H) + Ar O
(5 atom C). Penomoran dimulai dari sebelah kanan = (3 × 12 g mol–1) + (8 × 1 g mol–1)
karena atom Cl lebih aktif dibandingkan atom Br. + 16 g mol–1
Dengan demikian, cabang kloro (–Cl) terletak = 60 g mol–1
pada atom C nomor 2, cabang metil (–CH3) Senyawa alkohol mempunyai ikatan hidrogen.
terletak pada atom C nomor 2, dan cabang bromo Dengan demikian, senyawa yang mempunyai titik
(–Br) terletak pada atom C nomor 4. Jadi, nama didih paling tinggi adalah CH3CH2CH2OH karena
senyawa tersebut sesuai aturan IUPAC adalah mempunyai massa molekul relatif besar dan ikatan
4-bromo-2-kloro-2-metilpentana. hidrogen.
4. Jawaban: b 6. Jawaban: d
Reaksi tersebut termasuk reaksi esterifikasi. Pasangan ketiga data yang berhubungan dengan
Reaksi esterifikasi merupakan reaksi antara asam tepat sebagai berikut.
karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester.
Nama Rumus Struktur
Persamaan reaksi esterifikasi antara asam butanoat No. Senyawa Fungsi Isomer

dengan etanol sebagai berikut. 1) Asam O metil-


B
O pentanoat H3C – CH2 – CH2 – CH2 – C –– OH butanoat
|| 2) 2-butanon O 2-metil-
B
H3C – CH2 – CH2 – C – OH + H3C – CH2 – OH H3C – C –– CH2 – CH3 propanal
asam butanoat etanol 3) Metoksietana CH3CH2OCH3 1-propanol
O
O
|| 4) Etil propanoat
B
Asam
H3C –CH2 –C –– O – CH2 – OH3 pentanoat
⎯→ H3C – CH2 – CH2 – C – OCH2 – H3C + H2O
etil butanoat
Jadi, pasangan ketiga yang berhubungan dengan
5. Jawaban: e tepat ditunjukkan oleh angka 2) dan 4).
Titik didih senyawa karbon dipengaruhi oleh massa
7. Jawaban: c
molekul relatif serta adanya ikatan hidrogen.
Senyawa 1) merupakan aldehid. Sifat-sifat aldehid
1) CH3OCH3
sebagai berikut.
Mr = (2 × Ar C) + (6 × Ar H) + Ar O 1) Reduksi aldehid menghasilkan alkohol primer.
= (2 × 12 g mol–1) + (6 × 1 g mol–1) Alkohol primer dapat bereaksi dengan natrium.
+ 16 g mol–1 2) Oksidasi aldehid menghasilkan asam karbok-
= 46 g mol–1 silat. Asam karboksilat bersifat asam sehingga
dapat memerahkan lakmus biru.
2) CH3COCH3
3) Aldehid dapat bereaksi dengan pereaksi
Mr = (3 × Ar C) + (6 × Ar H) + Ar O Fehling menghasilkan endapan merah bata.
= (3 × 12 g mol–1) + (6 × 1 g mol–1) 4) Aldehid tidak dapat bereaksi dengan natrium.
+ 16 g mol–1 Senyawa 2) merupakan keton. Sifat-sifat keton
= 58 g mol–1 sebagai berikut.
3) CH3CH2CHO 1) Reduksi keton menghasilkan alkohol sekunder.
Alkohol sekunder dapat bereaksi dengan natrium.
Mr = (3 × Ar C) + (6 × Ar H) + Ar O
2) Keton tidak dapat dioksidasi.
= (3 × 12 g mol–1) + (6 × 1 g mol–1) 3) Keton tidak dapat bereaksi dengan pereaksi
+ 16 g mol–1 Fehling.
= 58 g mol–1 4) Keton tidak dapat bereaksi dengan natrium.

Kimia Kelas XII 149


8. Jawaban: d 11. Jawaban: d
Senyawa turunan benzena dengan rumus struktur Senyawa turunan benzena dengan rumus struktur
OH NO2
O mempunyai nama asam salisilat. (nitrobenzena) digunakan sebagai
B
C
Z
OH bahan semir sepatu, sedangkan senyawa turunan
Asam salisilat digunakan sebagai obat kulit. SO3H
Senyawa turunan benzena yang digunakan benzena dengan rumus struktur
sebagai penurunan panas adalah parasetamol
⎛ OH ⎛ (asam benzena sulfonat) digunakan sebagai bahan
⎜ ⎜ detergen. Senyawa turunan benzena yang digunakan
⎜ ⎜ . Senyawa turunan benzena yang
⎜ ⎜ O
⎝ NHCOCH3 ⎝
||
digunakan sebagai semir sepatu adalah nitrobenzena CH
sebagai bahan aditif makanan adalah
NO2
( ). Senyawa turunan benzena yang (benzaldehid). Senyawa turunan benzena yang
OH
digunakan sebagai desinfektan adalah fenol digunakan sebagai desinfektan adalah
OH
( ). Senyawa turunan benzena yang (fenol). Senyawa turunan benzena yang digunakan
CH3
digunakan sebagai pelarut adalah toluena NO2 NO2
CH3 sebagai bahan peledak adalah
( ).
NO2
9. Jawaban: b (trinitrotoluena).
Reaksi benzena dengan alkilhalida merupakan 12. Jawaban: c
reaksi alkilasi. Reaksi alkilasi adalah reaksi Senyawa asam benzoat mempunyai rumus struktur
penggantian satu atom H pada cincin benzena O
dengan gugus alkil menghasilkan alkilbenzena. ||
Reaksinya sebagai berikut. C –OH.
H CH3
AlCl3
+ CH3 ⎯⎯⎯→ + HCl Struktur a merupakan rumus struktur senyawa
fenol. Struktur b merupakan rumus struktur
Jadi, rumus struktur senyawa X dan jenis reaksi ter- senyawa benzaldehid. Struktur d merupakan
CH3 rumus struktur asam benzenasulfonat. Struktur e
sebut berturut-turut adalah , alkilasi. merupakan rumus struktur asam salisilat.
10. Jawaban: b 13. Jawaban: b
Pada senyawa tersebut cincin benzena mengikat OH
gugus –NO2, –NH2, dan –CH3. Oleh karena gugus 6 OH CH3 1 CH3
5 6
–NH2 lebih prioritas daripada gugus –CH3 dan 4
1
2 5
2
3
3 4
–NO2, senyawa tersebut mempunyai rantai utama
anilina. Cabang –NO2 terikat pada atom C nomor CH3 CH3
2 dan cabang –CH3 terikat pada atom C nomor 5. 1) 2)
Penulisan nama cabang sesuai abjad. Dengan
demikian, nama senyawa tersebut adalah 5-metil- Pada senyawa 1) dan 2) inti benzena mengikat
2-nitroanilina. gugus –OH dan –CH3. Oleh karena prioritas gugus
–OH > –CH3, senyawa 1) mempunyai rantai

150 Penilaian Akhir Semester 2


utama fenol dan cabang –CH 3 pada atom C sebagai bahan mainan anak, kaset, dan stirofoam. Poli-
nomor 3, sedangkan senyawa 2) mempunyai rantai propena mempunyai rumus struktur: ⎡– CH2 – CH –⎡
utama fenol dan cabang –CH3 pada atom C nomor ⎢ | ⎢
2, 4, dan 6. Dengan demikian, nama senyawa ⎢ ⎢
⎢ CH3⎢
tersebut berturut-turut adalah m-metilfenol ⎣ ⎣n
(3-metilfenol) dan 2,4,6-trimetilfenol. dan digunakan sebagai bahan pembuat tali, karung,
14. Jawaban: c dan botol plastik.
Reduksi senyawa nitrobenzena menghasilkan 16. Jawaban: d
senyawa anilina sesuai persamaan reaksi berikut. Karet alam (polisoprena) merupakan polimer alam
NO2 NH2 yang tersusun atas monomer isoprena. Karet alam
+ 3H2 ⎯→ + 2H2O terbentuk melalui polimerisasi adisi dan mem-
punyai rumus struktur –⎡ CH2 – C == CH – CH2 ⎡–.
nitrobenzena anilina ⎢ | ⎢
⎢ ⎢
Anilina bersifat basa sehingga mampu mengubah ⎢⎣ CH3 ⎢⎣ n
warna kertas lakmus merah menjadi biru. Uap Karet alam bersifat elastomer yaitu dapat mulur
anilina bersifat racun sehingga sangat berbahaya saat diregangkan tetapi dapat kembali ke bentuk
jika terisap. Struktur a merupakan rumus struktur semula setelah gaya tarik ditiadakan.
fenol. Fenol dihasilkan dari hidrolisis aril halida
dan bersifat asam sehingga mampu mengubah 17. Jawaban: c
warna kertas lakmus biru menjadi merah. Struktur b Polimer sintetis merupakan polimer yang tidak
merupakan rumus struktur toluena. Struktur d terdapat di alam, tetapi dibuat dari monomer-
merupakan rumus struktur benzaldehid. Struktur e monomernya dalam reaktor di industri kimia.
merupakan rumus struktur asam benzoat. Asam Contoh polimer sintetis adalah polistirena dan
benzoat dihasilkan dari oksidasi toluena dan polietena. Asam nukleat, selulosa, dan poli-
bersifat asam sehingga mampu mengubah warna isoprena merupakan polimer alam. Polimer alam
kertas lakmus biru menjadi merah. merupakan polimer yang tersedia secara alami di
alam dan berasal dari makhluk hidup.
15. Jawaban: c
Polimer yang mempunyai rumus struktur 18. Jawaban: b
Polivinilklorida merupakan polimer sintetis yang
–⎡⎢ CF2 – CF2 ⎡⎢– terbuat dari monomer vinil klorida HCCl = CH2
⎣ ⎣ n
Cl H
adalah politetrafluoroetana (teflon). Teflon diguna- atau GC = CH . Struktur a merupakan mono-
kan sebagai pelapis panci antilengket. Orlon mem- H H
punyai rumus struktur: –⎡ CH2 – CH ⎡– dan diguna- mer dari polietena. Struktur c merupakan monomer
⎢ | ⎢⎢
⎢ dari polipropilena. Struktur d merupakan monomer
⎢⎣ CN⎢⎣ dari polistirena. Struktur e merupakan monomer
n
kan sebagai bahan pembuat karpet, benang rajut, dari polimetil metakrilat.
kaus kaki, dan baju wol. Bakelit mempunyai rumus 19. Jawaban: a
OH Nilon merupakan polimer yang tersusun atas
⎡ ⎡ monomer asam adipat dan heksametilendiamin
struktur: –⎢ CH2 – – CH2 –⎢ dan digunakan se-
⎢ ⎢ melalui reaksi kondensasi. Teflon merupakan
⎢⎣ ⎢⎣ n polimer yang tersusun atas monomer tetrafluoroetena.
Bakelit merupakan polimer yang tersusun atas
bagai peralatan listrik, kotak isolator, serta dudukan
monomer fenol dan formaldehid. Dakron merupakan
lampu, radio, dan kamera. Polistirena mempunyai
polimer yang tersusun atas monomer metil-
rumus struktur: ––⎡ CH2 – CH –– dan digunakan
| ⎡ tereftalat dan etilen glikol. Adapun poliester
⎢ ⎢ merupakan polimer yang tersusun atas monomer
⎢ ⎢
⎢⎣ ⎢⎣ n etilen glikol dan asam tereftalat.

Kimia Kelas XII 151


20. Jawaban: c CH = CH2
Polimer termoplastik adalah polimer yang bersifat atas monomer stirena ( ) dan
tidak tahan panas yaitu akan melunak ketika
dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan. 1,3-butadiena (CH2 = CH – CH = CH2) melalui
Polimer jenis ini dapat didaur ulang karena mem- polimerisasi adisi.
punyai ikatan silang. Contoh polimer termoplastik 24. Jawaban: d
adalah perpeks. Adapun epoksi, bakelit, formika, Polimerisasi adisi merupakan reaksi pembentukan
dan uretana merupakan polimer termosetting polimer dari monomer-monomer yang berikatan
karena bersifat tahan panas dan tidak melunak saat rangkap. Pada polimerisasi adisi terjadi pemutusan
dipanaskan sehingga tidak dapat didaur ulang. ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Contoh
21. Jawaban: a polimer yang terbentuk melalui polimerisasi adisi
Monomer HO – CH2 – CH2 – OH dan adalah teflon dan PMMA (polimetil metakrilat).
O O Adapun perpeks, nilon, dan kevlar terbentuk
|| || melalui polimerisasi kondensasi.
HO – C – – C – OH 25. Jawaban: e
Polimer polistirena mempunyai struktur
merupakan monomer penyusun poliester. Monomer-
⎡ CH – CH –––
––– ⎡ . Polimer tersebut terbentuk
monomer tersebut mengalami polimerisasi ⎢ 2 ⎢
kondensasi membentuk polimer rantai panjang. ⎢ ⎢
⎢⎣ ⎢⎣ n
Reaksi kondensasi yang terjadi sebagai berikut.
O O
|| || melalui polimerisasi adisi dan digunakan sebagai
nHO–CH2–CH2–OH + nHO–C – –C–OH kemasan minuman gelas, bahan penahan gon-
cangan dalam pengemas, dan bahan mainan anak.
O O Struktur a merupakan struktur polivinil klorida
⎡ || || ⎡ (PVC). Polivinilklorida digunakan sebagai bahan
⎢ ⎢ pembuatan pipa paralon. Struktur b merupakan
→ –⎢ OCH2CH2 –O–C– – C –⎢ + nH2O
⎢⎣ ⎢⎣ struktur polimetilmetakrilat. Polimetilmetakrilat
n
Jadi, struktur polimer yang terbentuk ditunjukkan digunakan sebagai bahan pembuatan alat optik.
oleh struktur a. Struktur c merupakan struktur poliisoprena.
Poliisoprena digunakan sebagai bahan pembuatan
22. Jawaban: b ban mobil, bola bowling, dan mulut saksofon.
Pasangan data yang berhubungan dengan tepat Struktur d merupakan struktur teflon. Teflon
disajikan dalam tabel berikut. digunakan sebagai pelapis panci antilengket.
Reaksi Pembentukan Asal Contoh
Polimer Polimer Polimer 26. Jawaban: c
O
1) Adisi Alam Poliisoprena
2) Kondensasi Sintetis Dakron OH ||
3) Kondensasi Alam Protein Monomer (fenol) dan H – C – H
4) Adisi Sintetis Polipropena
5) Kondensasi Alam Selulosa
(formaldehida) merupakan monomer penyusun
Jadi, data yang berhubungan dengan tepat polimer bakelit. Kedua monomer bereaksi melalui
ditunjukkan oleh angka 2) dan 3). polimerisasi kondensasi. Reaksi yang terjadi
sebagai berikut.
23. Jawaban: c
Rumus struktur tersebut merupakan struktur polimer
SBR (styrene butadiene rubber). SBR tersusun

152 Penilaian Akhir Semester 2


O D-glukosa. Struktur c merupakan rumus Fischer
|| L-fruktosa. Struktur d merupakan rumus Fischer
OH
n + n H – CH ⎯→ D-galaktosa. Struktur e merupakan rumus Fischer
D-ribosa.
OH OH 31. Jawaban: c
CH2 Data yang berhubungan dengan tepat sebagai
+ H2O berikut.


Jenis
Karbohidrat Hasil Identifikasi
Produk intermediet
↓ a. Dekstrin Menghasilkan warna merah saat
OH OH ⎡ uji iodin.
⎡ b. Fruktosa Menghasilkan endapan merah
⎢ CH2 ⎢ bata saat uji Benedict.
⎢ ⎢ c. Galaktosa Menghasilkan cincin berwarna
⎢ ⎢ ungu saat uji Molisch.
⎢ OH ⎢ d. Sukrosa Tidak menghasilkan cermin perak
⎢ CH2 CH2 ⎢ saat uji Tollens.
⎢ ⎢ e. Glikogen Tidak menghasilkan asam
⎢ ⎢ karboksilat saat uji Fehling.
⎢⎣ ⎢⎣n
32. Jawaban: d
27. Jawaban: e Rumus struktur fenilalanin adalah
Pasangan antara polimer dan kegunaannya yang H
tepat sebagai berikut. |
– C – COOH, sedangkan rumus struktur
Nama Polimer Kegunaan Polimer |
1) Amilum Sumber energi, bahan makanan
NH2
2) Poliisoprena Ban mobil
H
3) Polietilena Kantong plastik
|
4) Dakron Serat sintetis
serin adalah HO – CH2 – C – COOH.
5) Orlon Karpet |
6) Teflon Pelapis panci NH2
Struktur 1) merupakan rumus struktur valin,
28. Jawaban: a struktur 2) merupakan rumus struktur asparagin,
Polisakarida merupakan jenis karbohidrat dan struktur 4) merupakan rumus struktur
yang tersusun atas unit-unit monosakarida metionin. Jadi, rumus struktur fenilalanin dan
membentuk rantai panjang melalui reaksi serin berturut-turut ditunjukkan oleh struktur 3)
kondensasi. Polisakarida umumnya mempunyai dan 5).
molekul yang besar dan kompleks. Contoh
33. Jawaban: e
polisakarida adalah glikogen, pati, dan selulosa.
Uji Biuret digunakan untuk mengetahui adanya
Galaktosa dan glukosa termasuk monosakarida.
ikatan peptida pada bahan makanan. Ikatan
Jadi, polisakarida ditunjukkan oleh angka 1), 2),
peptida menunjukkan adanya protein. Uji positif
dan 4).
terhadap pereaksi Biuret ditandai dengan
29. Jawaban: c terbentuknya warna merah muda atau ungu. Bahan
Dari kelima karbohidrat tersebut yang tidak makanan yang mengandung ikatan peptida adalah
bereaksi dengan pereaksi Tollens adalah amilum Q, S, dan T. Uji Xantoproteat digunakan untuk
dan sukrosa. Adapun karbohidrat yang menghasil- mengetahui adanya cincin benzena pada bahan
kan dua karbohidrat berbeda ketika dihidrolisis makanan. Uji positif terhadap pereaksi
yaitu sukrosa. Hasil hidrolisis sukrosa berupa Xantoproteat ditandai dengan terbentuknya warna
glukosa dan fruktosa. Jadi, karbohidrat yang kuning atau jingga. Bahan makanan yang
dimaksud adalah sukrosa. mengandung cincin benzena adalah R, S, dan T.
30. Jawaban: b Uji timbal(II) asetat digunakan untuk mengetahui
Rumus Fischer senyawa L-glukosa ditunjukkan adanya belerang dalam bahan makanan. Uji positif
oleh opsi b. Struktur a merupakan rumus Fischer terhadap pereaksi timbal(II) asetat ditandai dengan
terbentuknya endapan hitam. Bahan makanan yang

Kimia Kelas XII 153


mengandung belerang adalah R, S, dan T. Dengan lemak tidak jenuh). Contoh asam lemak tidak
demikian, bahan makanan yang mengandung jenuh antara lain asam arakidonat, asam linoleat,
ikatan peptida dan belerang adalah S dan T. dan asam linolenat. Adapun asam butirat dan asam
kaproat tidak dapat mengalami reaksi hidrogenasi
34. Jawaban: a
karena tidak mempunyai ikatan rangkap dua pada
Asam amino esensial adalah asam amino yang
rantai karbonnya (asam lemak jenuh). Jadi, asam
dibutuhkan tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh
lemak yang dapat mengalami reaksi hidrogenasi
tubuh. Asam amino esensial meliputi leusin,
ditunjukkan oleh angka 2), 4), dan 5).
isoleusin, valin, treonin, lisin, arginin, histidin,
fenilalanin, triptopan, dan metionin. Adapun 39. Jawaban: d
glisin, alanin, glutamin, serin, sistein, prolin, dan Estrogen merupakan hormon kelamin perempuan
tirosin termasuk asam amino nonesensial. yang termasuk golongan steroid. Rumus struktur
estrogen ditunjukkan oleh struktur d. Struktur a
35. Jawaban: b
merupakan rumus struktur testosteron, Struktur b
Uji Biuret digunakan untuk mengetahui adanya
merupakan rumus struktur andosteron, Struktur c
ikatan peptida pada bahan makanan. Ikatan
merupakan rumus struktur progesteron, dan
peptida menunjukkan adanya protein. Uji positif
Struktur e merupakan rumus struktur ergosterol.
terhadap pereaksi Biuret ditandai dengan ter-
bentuknya warna merah muda atau ungu. Adapun 40. Jawaban: e
uji Xantoproteat digunakan untuk mengetahui Prinsip kerja sabun dalam membersihkan noda
adanya cincin benzena pada bahan makanan. Uji adalah dengan cara menurunkan tegangan per-
positif terhadap pereaksi Xantoproteat ditandai mukaan air sehingga daya resap air pada kain
dengan terbentuknya warna kuning atau jingga. meningkat. Selanjutnya, bagian ekor sabun
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahan (hidrofob) akan mengikat noda, sedangkan bagian
makanan tersebut mengandung protein (asam kepala sabun (hidrofil) mengikat air. Goncangan
amino) yang mengandung cincin benzena. Asam mekanik mengakibatkan noda terangkat dan
amino yang mengandung cincin benzena antara tersuspensi dalam air membentuk misel yang tidak
lain fenilalanin, triptopan, dan tirosin. mudah mengendap. Saat pakaian dibilas, permukaan
kain bersih dari noda.
36. Jawaban: e
Asam amino bersifat basa karena gugus R (rantai
B. Uraian
samping) mengandung gugus amina (–NH2).
Asam amino yang bersifat basa yaitu arginin, 1. a. CH3 – O – CH2 – CH2 – CH3
histidin, dan lisin. Asam glutamat merupakan asam 1-metoksipropana (eter primer)
amino yang bersifat asam karena gugus R (rantai b. CH3 – CH – CH3
samping) mengandung gugus –COOH. Adapun |
asparagin, isoleusin, dan treonin bersifat netral. OCH3
37. Jawaban: c 2-metoksipropana (eter sekunder)
Kegunaan lemak antara lain sebagai sumber energi c. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – OH
cadangan, komponen struktural penyusun 1-butanol (alkohol primer)
membran, pelarut vitamin A, D, E, dan K, d. CH3 – CH2 – CH – CH3
melindungi organ tubuh, serta menjaga suhu |
tubuh. Zat makanan yang berfungsi sebagai OH
sumber energi utama adalah karbohidrat. Zat 2-butanol (alkohol sekunder)
makanan yang berfungsi sebagai biokatalis
Pada jumlah atom C yang sama titik didih alkohol
metabolisme tubuh dan menjaga keseimbangan
lebih tinggi daripada eter. Hal ini disebabkan
pH cairan tubuh adalah protein. Jadi, kegunaan
alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen. Ikatan
lemak ditunjukkan oleh angka 2) dan 4).
hidrogen pada alkohol primer lebih kuat daripada
38. Jawaban: d alkohol sekunder sehingga titik didih senyawa c
Asam lemak yang dapat mengalami reaksi > senyawa d. Adapun gaya antarmolekul pada eter
hidrogenasi adalah asam lemak yang mengandung primer lebih kuat daripada eter sekunder maka titik
ikatan rangkap dua pada rantai karbonnya (asam didih senyawa a > senyawa b. Jadi, urutan

154 Penilaian Akhir Semester 2


senyawa tersebut dari yang mempunyai titik didih (n × 12 g mol–1) + (2n × 1 g mol–1) + (2 × 16 g mol–1)
paling rendah adalah senyawa b, a, d, dan c. = 102 g mol–1
(12n + 2n + 32) g mol–1 = 102 g mol–1
2. Berdasarkan data tersebut, diperoleh bahwa
14n = 70
senyawa Y dapat mengubah warna kertas lakmus
n=5
biru menjadi merah. Hal ini menunjukkan bahwa
Rumus molekul senyawa tersebut adalah C5H10O2.
senyawa Y bersifat asam. Senyawa organik yang
Isomer kerangka dari asam karboksilat tersebut
bersifat asam adalah asam karboksilat. Adapun
sebagai berikut.
reaksi senyawa X dengan larutan KMnO4 dalam
O
HCl encer merupakan reaksi oksidasi. Oleh karena
||
hasil oksidasinya berupa asam karboksilat, maka
1) CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – C – OH
senyawa X adalah alkohol primer.
asam pentanoat
Mr CnH2n + 2O = 60 g mol–1
O
(n × Ar C) + ((2n + 2) × Ar H) + (1 × Ar O) = 60 g mol–1 ||
(n × 12 g mol–1) + ((2n + 2) × 1 g mol–1) + (1 × 16 g mol–1) 2) CH3 – CH2 – CH – C – OH
= 60 g mol–1 |
(12n + 2n + 2 + 16) g mol–1 = 60 g mol–1 CH3
14n g mol–1 = 42 g mol–1 asam 2-metilbutanoat
n=3 O
Rumus molekul senyawa X = C3H7O ||
Rumus struktur senyawa X: 3) CH3 – CH – CH2 – C – OH
CH3 – CH2 – CH2 – OH
|
1-Propanol
CH3
Reaksi 1-propanol dengan larutan KMnO4 dan
asam 3-metilbutanoat
HCl encer menghasilkan asam karboksilat sesuai
CH3 O
reaksi berikut.
O | ||
[O] B 4) CH3 – C –– C – OH
CH3 – CH2 – CH2 ⎯→ CH3 – CH2 – C –– OH
|
|
CH3
OH
asam 2,2-dimetilpropanoat
1-propanol asam propanoat
Dengan demikian, senyawa Y adalah asam 4. O
OH ||
propanoat.
2 CH
3. Reaksi asam karboksilat dengan larutan KOH a. 3
4
1
6
5
sebagai berikut.
R – COOH + KOH ⎯→ RCOOK + H2O NO2
nKOH = MKOH × VKOH
Senyawa tersebut mempunyai rantai utama
= 0,4 M × 50 mL
benzaldehid, cabang –OH pada atom C
= 20 mmol
nomor 2 dan cabang –NO2 pada atom C
= 0,02 mol
nomor 5. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
nRCOOH = nKOH = 0,02 mol
2-hidroksi-5-nitrobenzaldehid.
massa RCOOH
nRCOOH = M RCOOH 6 CN
r 5
b. 4
1
2
2,04 g 3
0,02 mol = M RCOOH Cl
r NH2
2,04 g
Mr RCOOH = 0,02 mol = 102 g mol–1 Senyawa tersebut mempunyai rantai utama
sianobenzena, cabang –NH2 pada atom C
Mr RCOOH = Mr CnH2nO2 = 102 g mol–1 nomor 3, dan cabang –Cl pada atom C nomor
(n × Ar C) + (2n × Ar H) + (2 × Ar O) = 102 g mol–1 4. Jadi, nama senyawa tersebut adalah
3-amino-4-klorosianobenzena.

Kimia Kelas XII 155


O CH3 CH3
|| NO2 NO2 NO2
CH3 + HNO3 → + HNO3 NO2
CH3
2 C – OH CH3 H2SO4p
NO2
3 1
c. 4
5
6
+ HNO2 CH3 CH3 NO2
NO2 TNT
CH3 + HNO3 → + HNO3

Senyawa tersebut mempunyai rantai utama NO2 NO2

asam benzoat dan cabang –CH3 pada atom C c. Toluena bereaksi dengan asam sulfat berasap
nomor 3 dan 5. Jadi, nama senyawa tersebut akan menghasilkan asam p-toluenasulfonat
adalah asam 3,5-dimetilbenzoat. CH3
Br
4 dengan rumus struktur .
3 5
d. 2 6
1
SO3H
NO2
6. Berdasarkan asalnya polimer dibedakan menjadi
Senyawa tersebut mempunyai rantai utama polimer alam, polimer semisintetis, dan polimer
nitrobenzena dan cabang –Br pada atom C sintetis.
nomor 4. Jadi, nama senyawa tersebut adalah a. Polimer Alam
4-bromonitrobenzena atau p-bromonitro- Polimer alam adalah polimer yang tersedia secara
benzena. alami di alam. Contoh: karet alam dan selulosa.
b. Polimer Semisintetis
5. Reaksi substitusi pada toluena sebagai berikut. Polimer semisintetis adalah polimer yang diper-
a. Reaksi antara gas klorin dan toluena meng- oleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan
gunakan katalis Fe tanpa bantuan sinar matahari kimia. Contoh: celluloid dan guncotton.
menghasilkan senyawa 2,4,6-triklorotoluena c. Polimer Sintetis
CH3 Polimer sintetis adalah polimer yang tidak
Cl Cl terdapat di alam, tetapi disintesis atau dibuat
dengan rumus struktur . . dari monomer-monomernya dalam reaktor di
industri kimia. Contoh: nilon dan poliester.
Cl
7. Polimer Monomer
Apabila reaksi berlangsung dengan bantuan
sinar matahari akan terbentuk senyawa benzo- a. Dakron O O
|| ||
Cl HO – C – – C – OH
klorida dengan rumus struktur . asam benzenat-1,4-dikarboksilat

HO – CH2 – CH2 – OH
etilen glikol
b. Toluena bereaksi dengan HNO3 pekat meng-
gunakan katalis H2SO4 pekat akan menghasil- OH
kan senyawa 2,4,6-trinitrotoluena (TNT)
fenol
CH3 b. Bakelit
NO2 O
NO2 ||
H–C–H
dengan rumus struktur . metanal

NO2 c. PVA (polivinil CH2 = CH – OH


etanol
Pada reaksi ini, atom H dari benzena akan alkohol)
disubstitusi oleh gugus nitro dari asam nitrat. O
||
d. PMMA (poli- CH2 = CH – C – OCH3
metil meta- metil metakrilat
krilat)

156 Penilaian Akhir Semester 2


8. Polimer LDPE mempunyai rantai polimer dengan Reaksi hidrolisis selulosa menggunakan katalis
banyak cabang. Adanya banyak cabang meng- asam sebagai berikut.
akibatkan rantai-rantai polimer tidak dapat saling
berdempetan sehingga polimer LDPE mempunyai
struktur tidak teratur. Sementara itu, polimer
HDPE mempunyai rantai polimer dengan sedikit Selulosa

cabang sehingga rantai-rantai polimernya dapat


saling berdempetan. Akibatnya, polimer HDPE H+
mempunyai struktur yang teratur. Perbedaan
strukturnya sebagai berikut. Glukosa

10. Jelaskan proses pembuatan margarin beserta


reaksinya!
Jawaban:
Pembuatan margarin dapat dilakukan melalui
proses hidrogenasi. Dalam proses ini asam lemak
tidak jenuh pada minyak diubah menjadi asam
LDPE HDPE
lemak jenuh. Proses ini dapat terjadi dengan
9. Glukosa dapat diperoleh melalui reaksi hidrolisis adanya katalis Ni dan gas hidrogen. Reaksinya
selulosa. Hidrolisis selulosa dibedakan menjadi sebagai berikut.
hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatik.
Reaksi hidrolisis selulosa secara enzimatik sebagai
berikut.
enzim

Selulosa

enzim

Selobiosa Glukosa

Kimia Kelas XII 157


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
1. Jawaban: d Volume gas CO2 = 20 L
Peran ilmu kimia di bidang kedokteran di Volume campuran gas = 8 L
antaranya pembuatan vaksin, cairan infus, dan Misal:
bahan untuk sterilisasi alat-alat kesehatan serta volume CH4 =xL
penemuan alat dialisis untuk pasien penderita volume C3H8 = (8 – x)L
gagal ginjal. Penemuan pupuk kimia dan Perbandingan mol = perbandingan koefisien =
penemuan jenis pestisida yang tepat untuk perbandingan volume.
membasmi serangan hama merupakan peran ilmu Reaksi 1)
kimia di bidang pertanian. Penemuan rumus CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)
xL 2x L xL 2x L
molekul DNA untuk proses kloning merupakan
peran ilmu kimia di bidang biologi. Jadi, peran Reaksi 2)
ilmu kimia di bidang kedokteran ditunjukkan oleh C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g)
(8 – x) L 5(8 – x) L 3(8 – x) L 4(8 – x) L
angka 2) dan 5).
Volume gas CO2 = 20 L
2. Jawaban: a x L + 3(8 – x) L = 20 L
Rumus Kimia Nama Senyawa x + 24 – 3x = 20
24 – 2x = 20
1. MnSO3 Mangan(II) sulfit
2x =4
2. Cu(NO3)2 Tembaga(II) nitrat
x =2
3. CaBr2 Kalsium bromida Dengan demikian:
4. CuSO3 Tembaga(II) sulfit Volume CH4 = 2 L
5. CuSO4 Tembaga(II) sulfat Volume CH 4
6. Na3PO4 Natrium fosfat
% CH4 = Volume campuran × 100%
7. Na3PO3 Natrium fosfit 2L
= 8 L × 100% = 25%
3. Jawaban: e
Rumus kimia dan fase senyawa-senyawa yang Volume C3H8 = (8 – x)
terlibat reaksi sebagai berikut. = 8 – 2 = 6L
Kalsium fluorida = CaF2, padatan = (s) Volume C3H8
Asam sulfat = H2SO4, larutan = (aq) % C3H8 = Volume campuran × 100%
Asam fluorida = HF, gas = (g)
6L
Kalsium sulfat = CaSO4, larutan = (aq) = 8 L × 100% = 75%
Dalam persamaan reaksi kimia, pereaksi berada
Jadi, persentase gas metana dan propana berturut-
di sebelah kiri tanda panah, sedangkan hasil reaksi
turut adalah 25% dan 75%.
berada di kanan tanda panah. Dengan demikian,
persamaan reaksi yang tepat dan setara ditulis: 5. Jawaban: d
CaF2(s) + H2SO4(aq) → 2HF(g) + CaSO4(aq) Perbandingan massa unsur sulfur dan besi dalam
Fase (A) merupakan fase liquid yang menunjukkan FeS mengikuti hukum Proust. Hukum Proust
senyawa berada dalam bentuk senyawa murninya menyatakan suatu senyawa kimia terdiri atas
dan berbentuk cair atau lelehan. Rumus kimia unsur-unsur dengan perbandingan massa yang
H2SO3 menunjukkan senyawa asam sulfit. tetap.

158 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


Massa (Gram) Jadi, larutan yang bersifat elektrolit kuat dan
No.
S Fe FeS Sisa nonelektrolit secara berturut-turut adalah larutan
1) 10 7 9 Sisa 8 g S
Q dan S.
2) 6 21 27 –
3) 4 17 18 Sisa 3 g Fe
8. Jawaban: c
4) 2 12 9 Sisa 5 g Fe Basa lemah, misal BOH, akan mengalami disosiasi
di dalam air menurut persamaan reaksi berikut.
Untuk mencari perbandingan massa besi dan
BOH(aq) dgf B+(aq) + OH–(aq)
sulfur dapat menggunakan data 2). Sebanyak
Tetapan disosiasi basa lemah tersebut sebagai
6 gram S habis bereaksi dengan 21 gram Fe
berikut.
membentuk 27 gram senyawa FeS sehingga
[ B + ] [OH − ]
perbandingannya dapat ditentukan langsung. Kb = [ BOH]
Fe : S = 21 : 6 = 7 : 2
Besarnya harga Kb sebanding dengan banyaknya
Pada data 1) 7 gram Fe habis bereaksi dengan 2
[OH–] yang dihasilkan. Semakin banyak [OH–]
gram S untuk membentuk 9 gram FeS. Di akhir
yang dihasilkan, semakin kuat sifat basa suatu
reaksi S yang tersisa sebanyak 8 gram.
senyawa. Dengan demikian, semakin besar harga
Perbandingan S dan Fe yang membentuk senyawa
K b sifat basa suatu senyawa semakin kuat.
FeS pada data angka 1) sebagai berikut.
Berdasarkan data, dapat diketahui harga K b
Massa S yang bereaksi: 10 – 8 = 2 gram
terbesar dimiliki oleh senyawa R yaitu 3,7 × 10–4
Massa Fe yang bereaksi: 7 gram
dan harga Kb terkecil dimiliki oleh senyawa Q
Fe : S = 7 : 2
yaitu 1,8 × 10–5. Jadi, urutan senyawa dari yang
Jadi, perbandingan massa unsur besi dan sulfur
paling basa adalah R, P, S, dan Q.
yaitu 7 : 2.
9. Jawaban: b
6. Jawaban: e (31 + 29 + 30) mL
Pemisahan campuran pada gambar merupakan Volume rata-rata Ca(OH)2 = = 30 mL
3
pemisahan campuran dengan metode kromatografi. Ma × Va × a = Mb × Vb × b
Metode ini didasarkan pada perbedaan kecepatan Ma × 20 × 1 = 0,02 × 30 × 2
rambat antara partikel-partikel zat yang bercampur 20Ma = 1,2
pada medium diam oleh pelarut. Sementara itu, Ma = 0,06 M
perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur Jadi, konsentrasi asam cuka sebesar 0,06 M.
merupakan dasar teknik pemisahan filtrasi.
10. Jawaban: a
Perbedaan titik didih zat yang bercampur
Pada awal titrasi pH larutan merupakan pH larutan
merupakan dasar teknik pemisahan distilasi.
titrat yaitu HCOOH (pH < 7). Ketika larutan KOH
Adapun perbedaan warna dan banyaknya
mulai ditambahkan, sebagian larutan HCOOH
komponen tidak termasuk dasar untuk
bereaksi dengan larutan KOH membentuk garam
memisahkan suatu campuran.
HCOOK. Oleh karena dalam titrat terdapat garam
7. Jawaban: c HCOOK dan larutan HCOOH, pH larutan
Data pengujian larutan elektrolit yang benar merupakan pH larutan buffer. pH buffer
sebagai berikut. ditunjukkan oleh daerah kurva 1). Pada titik
1) Saat larutan elektrolit kuat diuji daya hantar ekuivalen, semua larutan HCOOH habis bereaksi
listriknya, lampu menyala terang dan terdapat dengan larutan KOH membentuk garam HCOOK
banyak gelembung gas pada kedua elektrode dan air. Garam tersebut terhidrolisis dan bersifat
(larutan Q). basa sehingga pH titik ekuivalen lebih dari 7.
2) Saat larutan elektrolit lemah diuji daya hantar Daerah kurva 2) bukan merupakan penyangga
listriknya, lampu menyala redup atau padam karena terjadi perubahan pH secara signifikan
dan terdapat sedikit gelembung gas pada pada penambahan sedikit basa. Setelah titik
elektrode (larutan P dan T). ekuivalen (daerah kurva 3), pH larutan ditentukan
3) Saat larutan nonelektrolit diuji daya hantar oleh konsentrasi ion OH– dari larutan KOH yang
listriknya, lampu padam dan tidak terdapat ditambahkan. Adapun daerah kurva 4) dan 5)
gelembung gas pada kedua elektrode (larutan merupakan jumlah volume KOH yang digunakan
R dan S). untuk titrasi.

Kimia Kelas XII 159


11. Jawaban: d 3) ZnCO3, Ksp = 1,45 × 10–11
massa Al2 (SO 4 )3 ZnCO3(s) dgf Zn2+(aq) + CO2–
Mol Al2(SO4)3 = 3 (aq)
M r Al2 (SO 4 )3
s s s
6, 84 g Ksp = [Zn2+][CO2–
= 342 g mol−1 3 ]
1,45 × 10–11 = (s) (s)
= 0,02 mol 1,45 × 10–11 = s2
n
MAl (SO ) = V s = 1, 45 ×10−11 = 14, 5 ×10−12 = 3,81×10–6M
2 4 3
0,02 mol 4) MgCO3, Ksp = 2,6 × 10–5
= 2L
MgCO3(s) dgf Mg2+(aq) + CO2– 3 (aq)
= 0,01 M s s s
Garam Al2(SO4)3 merupakan garam yang bersifat Ksp = [Mg2+][CO2– 3 ]
asam karena berasal dari basa lemah (Al(OH)3) 2,6 × 10–5 = (s) (s)
dan asam kuat (H2SO4) (mengalami hidrolisis 2,6 × 10–5 = s2
sebagian).
Al2(SO4)3(aq) → 2Al3+(aq) + 3SO42–(aq) s = 2, 6 ×10 −5 = 26 ×10−6 = 5,10 × 10–3 M
0,01 M 0,02 M 0,03 M 5) Li2CO3, Ksp = 1,7 × 10–2
Al3+(aq) + 3H2O(A) dgf Al(OH)3(aq) + 3H+(aq) Li2CO3(s) dgf 2Li+(aq) + CO32–(aq)
0,02 M s 2s s
SO42–(aq) + H2O(A) → Ksp = [Li+]2 [CO2–3 ]
1,7 × 10–2 = (2s)2 s
Kw 1,7 × 10–2 = 4s3
[H+]= [Al3+ ]
Kb
−2
3 1, 7 × 10
10
−14 s = = 3
0, 425 ×10 −2
4
= −9
(0,02)
2, 5 × 10
= 3 4, 25 ×10 −3 = 1,62 × 10–1 M
= 8 × 10−8 Jadi, urutan kelarutan senyawa dalam air dari yang
= 2,8 × 10–4 terbesar (mudah larut) adalah Li2CO3, MgCO3,
pH = –log [H+] NiCO3, MnCO3, dan ZnCO3 atau 5), 4), 2), 1),
= –log 2,8 × 10–4 dan 3).
= 4 – log 2,8
13. Jawaban: b
Jadi, pH yang terbentuk adalah 4 – log 2,8.
Persamaan reaksi setara pembakaran sempurna
12. Jawaban: e gas C2H2 sebagai berikut.
1) MnCO3, Ksp = 1,82× 10–11 5
MnCO3(s) dgf Mn2+(aq) + CO2– C2H2(g) + O2(g) → 2CO2(g) + H2O(A)
3 (aq) 2
s s s Entalpi pembakaran 1 mol gas C2H2:
Ksp = [Mn2+][CO2–
3 ] ΔHreaksi = ΣΔHf°produk – ΣΔHf°reaktan
–11
1,82 × 10 = (s) (s)
1,82 × 10–11 = s2 = {(2 × ΔHf°CO2) + (ΔHf°H2O)}
5
s = 1,82 ×1011 = 18, 2 ×10 −12 = 4,27×10–6M – {(ΔHf°C2H2) + ( × ΔHf°O2)}
2
5
2) NiCO3, Ksp = 6,61 × 10–9 = {((2 × (–393)) + (–285)} – {(227) + ( 2 × 0)}
NiCO3(s) dgf Ni2+(aq) + CO2–3 (aq) = (–786 – 285) – 227
s s s
Ksp = [Ni2+][CO32–] = –1.298 kJ mol–1
6,61 × 10–9 = (s) (s) Entalpi pembakaran 0,13 gram gas C2H2
6,61 × 10–9 = s2 = mol C2H2 × ΔH reaksi
0,13
s= 6, 61×10−9 = 66,1×10−10 = 8,13×10–5M = 26 × (–1.298)

160 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


= 0,005 × (–1298) = –6,49 kJ Saat butiran CaCO3 berlebih direaksikan dengan
larutan asam klorida maka semakin lama reaksi
Jadi, entalpi pembakaran sempurna 0,13 gram gas berjalan semakin lambat dan akhirnya berhenti.
C2H2 sebesar –6,49 kJ. Berhentinya reaksi ini disebabkan jumlah larutan
asam klorida yang bereaksi dengan CaCO 3
14. Jawaban: b semakin berkurang dan habis (konsentrasi nol).
H Dalam reaksi ini larutan asam klorida merupakan
pereaksi pembatas. Adapun CaCO3 tidak habis
Na+(g) + e– + Cl2(g)
bereaksi. Meskipun ukuran CaCO3 semakin kecil
ΔH5 = x
jika larutan asam klorida masih tersedia maka
ΔH4 = 498,3 kJ
Na+(g) + Cl–(g)
reaksi masih dapat berjalan. Larutan kalsium
Na(g) + Cl(g)
klorida bersifat mudah larut sehingga tidak
ΔH3 = 107,3 kJ Na(s) + Cl(g) menghalangi jalannya reaksi.
1
ΔH2 = 121,7 kJ Na(s) + Cl2(g) ΔH6 = –787,6 kJ
2
17. Jawaban: e
Volume = 0,5 L
ΔH1 = –411,1 kJ Mol SO3 mula-mula = 5 mol
NaCl(s)
Mol SO3 setimbang = 2 mol
Mol SO3 reaksi
Menurut hukum Hess: = mol SO3 mula-mula – mol SO3 setimbang
ΔH5 + ΔH6 = ΔH1 – ΔH2 – ΔH3 – ΔH4 =5–2
x + (–787,6 kJ) = –411,1 kJ – 121,7 kJ – 107,3 – = 3 mol
498,3 kJ 2SO3(g) dgf 2SO2(g) + O2(g)
x – 787,6 kJ = –1138,4 kJ mula-mula: 5 mol – –
x = –350,8 kJ reaksi : 3 mol 3 mol 1,5 mol
Jadi, nilai x pada diagram energi tersebut adalah ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
–350,8 kJ. setimbang : 2 mol 3 mol 1,5 mol
2
15. Jawaban: d [SO 2 ]2 [O2 ]
⎛ 3 ⎞ ⎛ 1,5 ⎞
⎝⎜ 0,5 ⎠⎟ ⎝⎜ 0,5 ⎠⎟ (6)2 (3) 108 27
Laju reaksi 1) terhadap 2) dipengaruhi oleh Kc = [SO3 ] 2 = ⎛ 2 ⎞
2 = (4)2 = 16 = 4
⎜⎝ 0,5 ⎟⎠
konsentrasi dan luas permukaan karena suhunya
sama, tetapi bentuk padatan seng dan konsentrasi Jadi, tetapan kesetimbangan reaksi tersebut
larutan HCl berbeda. Laju reaksi 1) terhadap 3) 27
dipengaruhi oleh suhu karena bentuk padatan sebesar 4 .
logam seng dan konsentrasi larutan HCl sama,
tetapi suhunya berbeda. Laju reaksi 2) terhadap 18. Jawaban: b
3) dipengaruhi oleh suhu, luas permukaan, dan Pasangan data yang berhubungan dengan tepat
konsentrasi larutan HCl karena suhu, bentuk sebagai berikut.
padatan seng, dan konsentrasi larutan HCl Sifat Koloid Contoh Penerapan
berbeda. Laju reaksi 3) terhadap 5) dipengaruhi
a. Adsorpsi Penggunaan tanah diatome
oleh luas permukaan karena konsentrasi larutan pada proses pemutihan gula
HCl dan suhunya sama, tetapi bentuk padatan seng pasir.
berbeda. Laju reaksi 4) terhadap 5) dipengaruhi b. Efek Tyndall • Terjadinya warna biru di
langit pada siang hari.
oleh luas permukaan dan konsentrasi larutan HCl
• Sorot lampu proyektor di
karena suhunya sama, tetapi bentuk padatan seng gedung bioskop.
dan konsentrasi larutan HCl berbeda. c. Koagulasi Pembentukan delta di daerah
muara.
16. Jawaban: e
d. Elektroforesis Identifikasi jenazah melalui
Reaksi CaCO3 dengan asam klorida sebagai tes DNA.
berikut. e. Dialisis Proses cuci darah bagi pen-
CaCO2(s) + 2HCl(aq) → CaCl2(aq) + H2O(A) + derita gagal ginjal.
CO2(g)

Kimia Kelas XII 161


19. Jawaban: d 108
1, 08
massa glukosa = 60 gram = 1
63,5
wCu
Mr glukosa = 180 g mol–1 2

massa pelarut (P) = volume air × ρair 1, 08 108


= 250 mL × 1 g mL–1 = 31, 75
wCu
= 250 gram
31, 75
massa glukosa 1.000 wCu = 108 × 1,08 gram
ΔTb = × × Kb
Mr glukosa P
wCu = 0,3175 gram
60 1.000 Jadi, massa tembaga yang diendapkan sebanyak
= × × 0,22
180 250 0,3175 gram.
= 0,29
23. Jawaban: e
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
Proses pelapisan sendok besi dengan perak pada
0,29 = Tb larutan – 100°C
umumnya dilakukan dengan cara elektrolisis.
Tb larutan = 100°C + 0,29°C Pada proses pelapisan logam, logam yang disepuh
= 100,29°C (sendok besi) diletakkan sebagai katode,
Jadi, larutan akan mendidih pada suhu 100,29°C. sedangkan logam penyepuh (perak) diletakkan
20. Jawaban: d sebagai anode. Adapun larutan elektrolit yang
Semakin banyak jumlah zat terlarut sukar digunakan mengandung ion logam penyepuhnya
menguap, semakin sukar larutan tersebut misalnya larutan AgNO3. Pada peristiwa tersebut
mendidih, menguap, dan membeku. Akibatnya, terjadi reaksi berikut.
titik didihnya semakin tinggi sedangkan tekanan Katode : Ag+(aq) + e– → Ag(s)
uap dan titik bekunya semakin rendah. Oleh Anode : Ag(s) → Ag+(aq) + e–
karena jumlah zat terlarut pada larutan B > larutan Berdasarkan reaksi tersebut, logam Ag akan
C > larutan A, maka: melepaskan elektron menjadi ion Ag+. Ion Ag+
1) titik beku larutan B < larutan C < larutan A tersebut akan menuju katode dan mengikat
2) titik didih larutan B > larutan C > larutan A elektron membentuk endapan logam Ag yang akan
3) tekanan uap larutan B < larutan C < larutan A melapisi sendok besi.
21. Jawaban: e 24. Jawaban: d
Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu E° = 1,10 volt (tetap) Korosi besi dipengaruhi oleh uap air atau air dan
Sn2+ + 2e– → Sn E° = –0,14 volt (tetap) oksigen. Selain itu, larutan elektrolit serta zat
terlarut yang dapat membentuk asam dapat
Cu + 2e → Cu
2+ – E° = 0,34 volt (dibalik)
mempercepat terjadinya korosi. Pada tabung 2),
sehingga menjadi: karat dapat lebih cepat terbentuk daripada tabung
Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu E° = 1,10 volt 1) karena adanya asam sulfat atau zat elektrolit.
Sn2+ + 2e– → Sn E° = –0,14 volt Pada tabung 3) karat sukar terbentuk karena tidak
Cu → Cu2+ + 2e– E° = –0,34 volt ada uap air atau air (udara kering). Kalsium
––––––––––––––––––––––––––––––––––– + klorida anhidrat pada tabung 3) mengikat uap
Zn + Sn2+ → Zn2+ + Sn Esel = 0,62 volt air di udara sehingga udara menjadi kering (udara
Jadi, harga potensial standar reaksi: tidak mengandung uap air). Tabung 3) juga
Zn + Sn2+ → Zn2+ + Sn sebesar 0,62 volt. dalam keadaan tertutup. Perkaratan pada tabung
22. Jawaban: a 4) lebih lambat dibanding tabung 1) dan 2)
wAg = 1,08 gram karena air yang sudah dididihkan akan
valensi Ag =1 kehilangan oksigen terlarut (tidak ada oksigen)
valensi Cu =2 serta tabung dalam keadaan tertutup. Akan tetapi,
perkaratan pada tabung 4) lebih cepat daripada
wAg eAg
= e tabung 3) karena adanya air meskipun oksigen
wCu Cu
terlarutnya berkurang. Jadi, urutan terjadinya
Ar Ag
wAg valensi Ag
korosi dari yang paling lambat adalah 3) – 4) –
wCu
= Ar Cu 1) –2).
valensi Cu

162 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


25. Jawaban: c 2) T2Q 6) SP3
Konfigurasi elektron unsur:
1
11K : [Ne] 3s
Elektron valensi = 1 → golongan = IA ( bermuatan +1)
Nomor kulit atom = 3 → periode 3
memenuhi kaidah tidak memenuhi
2 5
17L : [Ne] 3s 3p oktet kaidah oktet
Elektron valensi = 7 → golongan VIIA (bermuatan –1) 3) P2Q 7) TP
Nomor kulit atom = 3 → periode 3
2 6
18M : [Ne] 3s 3p
Elektron valensi = 8 → golongan VIIIA (stabil) memenuhi kaidah memenuhi kaidah
Nomor kulit atom = 3 → periode 3 oktet oktet
Cuplikan tabel periodik:
4) RQ2
Golongan IA Golongan VIIA Golongan VIIIA
Periode 3 11K 17L 18M

Ketiga unsur tersebut terletak dalam satu periode,


yaitu periode tiga. Dalam satu periode, dari kiri memenuhi kaidah oktet
ke kanan harga keelektronegatifan semakin besar Jadi, pasangan senyawa yang menyimpang dari
(kecuali golongan VIIIA) dan energi ionisasi kaidah oktet adalah ST3 dan SP3.
semakin besar. Jadi, pernyataan yang benar tentang
27. Jawaban: d
ketiga unsur tersebut adalah keelektronegatifan
6X : [He] 2s 3p → elektron valensi 4
2 2
unsur L > K > M . Sementara itu, jari-jari atom
17Y : [Ne] 3s 3p → elektron valensi 7
semakin ke kanan semakin kecil sehingga jari- 2 5

jari atom K > L > M. Unsur M adalah unsur Unsur X dapat membentuk struktur stabil seperti
nonlogam (gas mulia). Adapun K dan L dapat gas mulia dengan menangkap 4 elektron dari atom
membentuk senyawa ion dengan rumus KL.sal Y (aturan oktet). Unsur Y dapat membentuk
struktur stabil seperti gas mulia dengan
26. Jawaban: c
menangkap 1 elektron (aturan oktet) dari atom X.
Konfigurasi elektron unsur-unsur:
Jika kedua unsur tersebut berikatan akan
17P : 1s 2s 2p 3s 3p → elektron valensi = 7
2 2 6 2 5
membentuk senyawa dengan rumus XY4.
8Q : 1s 2s 2p → elektron valensi = 6
2 2 4

6R : 1s 2s 2p → elektron valensi = 4
2 2 2
Struktur Lewis =
5S : 1s 2s 2p → elektron valensi = 3
2 2 1

1T :1s → elektron valensi = 1


1

Suatu senyawa mengikuti kaidah oktet jika atom Atom pusat = X


pusatnya dikelilingi oleh delapan eletron (4 pasang PEI = 4
elektron). Elektron yang mengelilingi atom pusat ev atom pusat + ∑ PEI − muatan
dapat dilihat dengan menggunakan diagram dot PE =
2
Lewis. Struktur Lewis tiap senyawa sebagai berikut. 4+4
= 2
1) R2T2 5) ST3
=4
PEB = PE – PEI = 4 – 4 = 0
Tipe molekul = AX4
Bentuk molekul = tetrahedral
memenuhi kaidah tidak memenuhi
oktet kaidah oktet

Kimia Kelas XII 163


28. Jawaban: a 3) CH3 – CH2 – CH – CH3
Beberapa sifat unsur golongan alkali sebagai berikut.
CH3
1) reaktif;
2) reduktor; CH3
3) molekulnya monoatomik;
4) CH3 – C – CH2 – CH3
4) membentuk basa.
Jadi, sifat unsur golongan alkali ditunjukkan oleh CH3
angka 1) dan 2). 5) CH3 – CH2 – CH2 – CH – CH3
29. Jawaban: b CH3
Pasangan antara unsur, mineral, pengolahan, dan
penggunaannya sebagai berikut. 32. Jawaban: c
Percobaan pada gambar menunjukkan reaksi
No. Unsur Mineral Pengolahan Penggunaan antara propanol dan asam sulfat pekat dengan
1) Al Bauksit Hall-Heroult Rangka pesawat pemanasan. Reaksi tersebut merupakan reaksi
terbang, pelapis dehidrasi alkohol yang menghasilkan senyawa
alat dapur
2) Cr Dolomit Goldschmidt Pelapis logam eter. Senyawa hasil reaksi berupa propoksi
3) Fe Pirit Tanur tiup Bahan baku baja propana. Persamaan reaksinya sebagai berikut.
4) Cu Kalkosit Elektrolisis Kabel listrik
5) Mg Kriolit Dow Obat pencahar 2H3C – CH2 – CH2 – OH + H2SO4 → H3C – CH2 –
CH2 – O – CH2 – CH2 – CH3
Jadi, pasangan yang berhubungan dengan tepat Propanon merupakan senyawa keton yang dapat
ditunjukkan oleh angka 1) dan 3). dihasilkan dari reaksi oksidasi alkohol sekunder
30. Jawaban: e (2-propanol).
Hasil penyulingan minyak bumi yang digunakan OH O
sebagai bahan bakar mesin diesel merupakan | [O] ||
fraksi yang mempunyai atom C14 – C25. Fraksi H3C –– CH –– CH3 ⎯⎯→ H3C –– C –– CH3
2-propanol propanon
pertama minyak bumi adalah fraksi gas yang
Propil etanoat dan propil pentanoat merupakan
diolah sebagai elpiji. Fraksi kedua dengan atom senyawa ester yang dapat dibuat dari reaksi alkohol
C 5 –C 6 merupakan petroleum eter yang dengan asam karboksilat.
dimanfaatkan sebagai pelarut dan dry cleaning. OH O
Fraksi ketiga dengan atom C5–C12 merupakan | //
bensin yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar H3C – CH2 – CH2 + H3C – CH2 – C
kendaraan. Fraksi keempat dengan C6–C14 adalah 1-propanol \
OH
golongan nafta. Fraksi kelima dengan atom C12–
asam propanoat
C16 adalah kerosin yang diolah sebagai minyak
tanah dan avtur. Fraksi dengan atom > C25 adalah O
residu penyulingan yang dimanfaatkan untuk //
⎯→ H3C – CH2 – C + H2O
mengaspal jalan.
\
31. Jawaban: e O – CH2 – CH2 – CH3
propil propanoat
Semakin banyak jumlah atom C maka semakin
tinggi titik didihnya. Pada jumlah atom C sama, OH O
semakin banyak jumlah cabangnya maka titik | //
didihnya semakin rendah. Urutan titik didih H3C – CH2 – CH2 + H3C – CH2 – CH2 – CH2 – C
1-propanol asam pentanoat \
senyawa-senyawa tersebut dari yang paling
OH
rendah sebagai berikut.
O
1) CH3 – CH2 – CH2 – CH3 //
⎯→ H3C – CH2 – CH2 – CH2 – C + H2O
CH3 propil pentanoat \
O – CH2 – CH2 – CH3
2) CH3 – C – CH3
CH3

164 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


Asam propanoat merupakan senyawa asam B. Uraian
karboksilat yang dapat diperoleh dari reaksi
36. a. Elektron terakhir dengan harga bilangan
oksidasi lebih lanjut dari alkohol. 1
O O kuantum: n = 2, A = 0, m = 0, s = – elektron
2
[O] // [O] //
H3C – CH2 – CH2 – OH ⎯→ H3C – CH2 – C ⎯→ H3C – CH2 – C
terakhir terletak pada kulit ke-2, pada orbital
propanol propanal \ \ s sebagai berikut.
H OH hj
33. Jawaban: b 2s2

Reaksi: Konfigurasi elektron secara lengkap adalah


AlCl3 , 40°C 1s2 2s2 sehingga nomor atom unsur X adalah
+ C2H5Cl ⎯⎯⎯⎯⎯⎯ → – CH2 – CH3 + HCl
2 + 2 = 4.
Etilbenzena
b. Elektron terakhir dengan harga bilangan
merupakan reaksi alkilasi. Reaksi alkilasi merupakan kuantum: n = 3, A = +1, m = +1, s = +
1
reaksi penggantian atom H pada cincin benzena 2
dengan alkilhalida (RX) menggunakan katalis terletak pada kulit ke-3, dan orbital p sebagai
AlCl3. berikut.
34. Jawaban: a h h h
–1 0 +1
Pasangan antara jenis polimer, monomer, dan 3p3
reaksi pembuatannya sebagai berikut.
Konfigurasi elektron secara lengkap adalah
Polimer Monomer Jenis Polimerisasi
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 sehingga nomor atom
1) Protein Asam amino Kondensasi unsur Y adalah 2 + 2 + 6 + 2 + 3 = 15.
2) Polietilena Etena Adisi
3) Karet alam Isoprena Adisi c. Elektron terakhir dengan harga bilangan
4) PVC Vinil klorida Adisi
1
5) Amilum Glukosa Kondensasi kuantum: n = 3, A = 2, m = 0, s = –
2
Jadi, pasangan data yang berhubungan dengan terletak pada kulit ke-3 dan orbital d sebagai
tepat ditunjukkan oleh angka 1). berikut.
35. Jawaban: d hj hj hj h h
Hubungan yang tepat antara jenis karbohidrat –2 –1 0 +1 +2
dengan hasil identifikasinya sebagai berikut. 3d8

Konfigurasi elektronnya secara lengkap adalah


Jenis
Karbohidrat
Hasil Identifikasi 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8 sehingga nomor
atom Z adalah 2 + 2 + 6 + 2 +6 + 2 + 8 = 28.
1) Fruktosa Uji Molisch menghasilkan cincin
biru di dasar tabung reaksi. 37. 1) Air limbah K
2) Galaktosa Uji Seliwanoff tidak menghasilkan MM berwarna kuning → pH ≥ 6,2
warna merah.
BTB berwarna biru → pH ≥ 7,6
3) Selulosa Uji Fehling tidak menghasilkan PP berwarna merah muda → pH ≥ 10
endapan merah bata.
4) Glukosa Uji Tollens menghasilkan cermin
perak di dasar tabung reaksi.
5) Maltosa Uji Benedict menghasilkan endapan
6,2 7,6 10
merah bata Cu2O.
pH air limbah K adalah lebih dari atau sama
Jadi, pasangan yang tepat ditunjukkan oleh angka dengan 10 (pH ≥ 10).
3) dan 5).

Kimia Kelas XII 165


2) Air limbah L Saat sistem kesetimbangan ditambahkan 0,2 mol
MM berwarna kuning → pH ≥ 6,2 gas hidrogen, kesetimbangan bergeser ke kanan.
BTB berwarna biru → pH ≥ 7,6 H2(g) + Cl2(g) dgf 2HCl(g)
PP tidak berwarna → pH ≤ 8,3 mol mula-mula : (0,8 + 0,2) 0,5 0,6
mol reaksi : −x −x +2x
––––––––––––––––––––––––––––––––––––
mol seimbang : 1−x 0,5−x 0,6 + 2x
Pada kesetimbangan yang baru (II):
1 − x mol
[H2] = 6L
mol L–1
6,2 7,6 8,3
0, 5 − x mol asam
3) Air limbah M [Cl2] = mol L–1 propanoat
6L
MM berwarna kuning → pH ≥ 6,2
BTB berwarna hijau → 6,0 ≤ pH ≤ 7,6 0, 6 + 2 x mol
[HCl] = 6L
mol L–1
PP tidak berwarna → pH ≤ 8,3
2
⎡ 0,6 + 2 x ⎤
[HCl]2 ⎣ 6 ⎦ 0, 36 + 2, 4 x + 4 x 2
KII = = ⎡1 − x ⎤ ⎡ 0,5 − x ⎤
=
[H 2 ][Cl2 ] 0, 5 − 1, 5 x + x 2
⎣ 6 ⎦⎣ 6 ⎦
Oleh karena suhu tidak berubah, harga K tetap
KI = KII
6,0 6,2 7,6 8,3
9 0, 36 + 2, 4 x + 4 x 2
pH air limbah M adalah antara 6,2 dan 7,6 (6,2 ≤ ⇔ 10 =
0, 5 − 1, 5 x + x 2
pH ≤ 7,6).
⇔ 3,6 + 24x + 40x2 = 4,5 – 13,5x + 9x2
4) Air limbah N ⇔ 31x2 + 37,5x – 0,9 = 0
MM berwarna merah → pH ≤ 4,4 Nilai x dapat ditentukan dengan rumus abc:
BTB berwarna kuning → pH ≤ 6,0 − b ± b 2 − 4ac −37, 5 ± 1.406, 25 + 111, 6
PP tidak berwarna → pH ≤ 8,3 x1,2 = =
2a 62
⇔ x1 = 0,023
⇔ x2 = –1,23 (Tidak mungkin, karena
lebih kecil dari 1 dan 0,5)
4,4 6,0 8,3 Jadi, susunan kesetimbangan yang baru:
pH limbah N adalah kurang dari atau sama dengan H2 = 1 – x = 1 – 0,023 = 0,97 mol
4,4 (pH ≤ 4,4). Cl2 = 0,5 – x = 0,5 – 0,023 = 0,47 mol
HCl = 0,6 + 2x = 0,6 + (2 × 0,023) = 0,65 mol.
38. Reaksi kesetimbangan:
Fe + K 2 O
39. 3MnO2 + KClO3 + 6KOH → 3K2MnO4 + KCl + 3H2O
H2(g) + Cl2(g) YZZZZZ
ZZZZZZ Z 2HCl(g)
X
+4 –2 +1+5 –2 +1 –2+1 +1 +6 –2 +1 –1 +1 –2
Pada kesetimbangan mula-mula (I) reduksi
oksidasi
0,8 mol
[H2] = 6L
= 0,1333 mol L–1
Oksidator (mengalami reduksi) = KClO 3 ,
0, 5 mol perubahan bilangan oksidasi atom Cl dari +5
[Cl2] = 6L
= 0,0833 mol L–1
menjadi –1
0, 6 mol Hasil reduksi = KCl
[HCl] = 6L
= 0,1 mol L–1 Reduktor (mengalami oksidasi) = MnO 2 ,
perubahan bilangan oksidasi atom Mn dari +4
[HCl]2 (0,1) 2 0, 01 menjadi +6
KI = [H ][Cl ] = (0,1333)(0, 0833) = = 0,9
2 2 0, 0111

166 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


Hasil oksidasi = K2MnO4 40. a. O
oksidasi
B
CH3 – C + C2H5OH dgf
3As + 5NO–3 + 4OH– → 3AsO3–
4 + 5NO + 2H2O
Z
OH
0 +5 –2 –2 +1 +5 –2 +2 –2 +1 –2 O
reduksi B
CH3 – C + H2O
Oksidator (mengalami reduksi) = NO3–, perubahan Z
OC2H5
bilangan oksidasi atom N dari +5 menjadi +2
b. Etil asetat
Hasil reduksi = NO
Reduktor (mengalami oksidasi) = As, perubahan c. Esterifikasi
bilangan oksidasi atom As dari 0 menjadi +5
Hasil oksidasi = AsO43–

Kimia Kelas XII 167


SILABUS
Sifat Koligatif Larutan
Sekolah : ...
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/1
Alokasi Waktu : 16 × 45 menit
Kompetensi Inti : 1. Kompetensi Sikap Spiritual
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Kompetensi Sikap Sosial
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Waktu Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen

3.1 Me