Anda di halaman 1dari 14

Format T-1

TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

D.2.4 Balok Anak Balok G5d-v5d


Balok anak ini merupakan representatif untuk balok anak G10b-v10b. Data yang diberikan
pada balok anak ini ialah sebagai berikut :
D.2.4.1. Data
Tinggi (h) = 200 mm
Lebar (b) = 150 mm
Mutu baja tulangan (fy) = 210 MPa
Mutu beton (fc’) = 30 Mpa
Jenis tulangan = Ulir
Diameter tulangan longitudinal = 16 mm
Diameter tulangan begel = 8 mm
Panjang balok = 3000 mm
Faktor reduksi (Ø) = 0,8

D.2.4.2 Pembebanan
1. Beban Mati
a. Beban mati dari pelat
 Berat spesifik plat beton bertulang [PPIUG 1983, Tabel 2.1, Hal.11] = 2400 kg/m3
Tebal pelat yang diasumsikan = 12 cm = 0,12 m
Berat pelat beton bertulang lantai 2 = 2400 x 0,12

= 288 kg/m2
= 288 kg/m2

5 5d 6

3,00

1,50 1,50

Gambar D.2.4.1 Daerah Tributaris Balok G5d-v5d


Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Karena daerah tributaris berbentuk trapesium, maka :


Daerah Tributaris Trapesium
L₂ = 3.00 m
L₁ = 1.50 m
X₁ = L₂ - 0.5 x (1.5)
X₂ = 0.5 x (3-(1/3) x 1.5
= 1.00 m
X₃ = 3 - 1.5
= 1.50 m
X₄ = 2 x 2.25 x 3 - 1 x 1.5-1.5
= 10.50 m
= 2.25 m
QD = Qek-trap
= (Q x X₄ x (L1/(L2²)))
= 288 x 10.5 x (1.5/3²)
= 504.0 kg/m
Karena terdapat 2 pelat balok anak, dan dengan daerah tributaris yang sama maka
beban merata areal dari pelat yang dikonversi menjadi beban merata linier adalah
QD = 2 x 504.00
= 1008.00 kg/m

b. Beban mati linier sepanjang balok


Tinggi Balok = 0,20 m
Lebar Balok = 0,15 m
Berat balok = 2400 x 0,20 x 0,15
= 72.00 kg/m
Jadi, Qd total = Qd pelat + Berat balok
= 1008.00 + 72.00
= 1080.00 kg/m
2. Beban Hidup
Beban hidup pada atap (PPIUG 1983, pasal 3.2. (2), Hal. 13), yaitu : beban hidup pada atap
dan/atau bagian atap serta pada struktur tudung (canopy) yang dapat dicapai dan dibebani
oleh orang, harus diambil minimum sebesar 100 kg/m2 bidang datar.
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Beban merata areal perlu dikonversi menjadi merata linier sesuai dengan daerah tributaris.
Karena daerah tributaris berbentuk trapesium, maka :
QD = Qek-trap
= (Q x X₄ x (L1/(L2²)))
= 100 x 10.5 x (1.5/3²)
= 175.00 kg/m
Karena terdapat 2 pelat balok anak, sehingga beban merata areal dari pelat yang
dikonversi menjadi beban merata linier adalah
QL pelat = 2 x 175.00
= 350.00 kg/m

D.2.4.3 Kombinasi Pembebanan


Beban di atas akan dihitung menurut kombinasi pembebanan yang dianjurkan dalam SNI-03-
2847-2002 yaitu pada BAB 11, pasal 11.2, sehingga kombinasi pembebanan adalah sebagai
berikut :
qu = 1.2 D + 1.6 L
qu = 1.2 (1080) + 1.6 (350) = 1856 kg/m = 18.56 N/mm

D.2.4.4 Analisa Struktur


Berdasarkan pembebanan diatas, maka akan dianalisa struktur balok anak dengan
menggunakan perhitungan manual, seperti berikut :
1
Mu(+) = q L2
24 u
1
= (18.56)(3.02)
24
= 6.96 kNm
1
Mu(-) = q L2
12 u
1
= (18.56)(3.02)
12
= 13.92 kNm
1
Vu = qL
2 u
1
= (18.56)(3.0)
2
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

= 27.84 kN

A. Perhitungan Untuk Tulangan Longitudinal


Penulangan Arah Momen Positif
1. Titik berat tulangan tarik ke tepi serat beton tarik, ds.

ds1= ds= Sb + diameter tulangan begel +½ diameter tulangan longitudinal


= 40 + 8 + 16/2 = 56 mm ≈ 60 mm
2. Tinggi efektif penampang balok, d

d = h – ds= 200 – 60 = 140 mm


3. Jumlah tulangan maksimal per baris, m

b−2× d s 1 150−2 x 60
m= +1= +1=1.73 ≈ 1 batang
D+Sn 16+25
4. Faktor momen pikul maksimal, Kmaks

Dengan fc’= 30 MPa dan fy= 210 MPa, maka Kmaks dapat dihitung sebagai berikut:
'
382,5. β 1 . f c (600+ f y −225. β 1)
K maks= 2
( 600+f y )
Karena fc’ = 30 MPa, maka faktor β1= 0.85

382.5 (0.85)(30)( 600+210−225 ( 0.85 ))


Kmaks ¿ 2
=9.198 MPa
(600+210)

5. Faktor rasio tulangan


Dengan fc’= 30 MPa < 31,36 MPa dan fy= 210 MPa, maka rasio tulangan minimum dapat
dihitung
1.4 1.4
ρmin= = = 0.0067
fy 210
a. Mu(+) = 6.960 kNm = 6.960 x 106 Nmm
Momen pikul, K :
+¿
¿
¿
M u¿
K=¿
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Nilai K ≤ Kmaks → 2.95918 MPa ≤ 9.198 MPa, maka perhitungan tulangan


longitudinal digunakan tulangan tunggal.
Tinggi blok tegangan beton tekan persegi ekivalen, a :

( √
a= 1− 1−
2. K
) (
0,85. f c ' √
.d = 1− 1−
2 ( 2.95918 )
0.85 ( 30 )
140
)
¿ 17.32mm

Luas tulangan perlu, As,u


'
0,85. f c . a . b 0.85 ( 30 ) ( 17.32 )( 150 ) 2
As= = =315.427 mm
fy 210
As min= ρmin.b.d = (0.0067) (150 )( 140 ) =140.70 mm2

Dipakai luas tulangan perlu (As,u) yang terbesar antara As dan Asmin, sehingga
As,u = 315.427 mm2

Jumlah tulangan, n
As, u 315.427
= =1.57 ≈ 2 tulangan
n= 1 0.25(3.14)(16)2
. π . D2
4
maka digunakan
Tulangan tarik As= 2D16= 401.92 mm2 ≥ As,u = 315.427 mm2 (memenuhi syarat)

Penulangan Arah Momen Negatif


1. Titik berat tulangan tarik ke tepi serat beton tarik, ds.

ds1= ds= Sb + diameter tulangan begel +½ diameter tulangan longitudinal


= 40 + 8 + 16/2 = 56 mm ≈ 60 mm
2. Tinggi efektif penampang balok, d

d = h – ds= 200– 60 = 140 mm


3. Jumlah tulangan maksimal per baris, m

b−2× d s 1 150−2 x 60
m= +1= +1=1.73 ≈ 1 batang
D+Sn 16+25
4. Faktor momen pikul maksimal, Kmaks
Dengan fc’= 30 MPa dan fy= 210 MPa, maka Kmaks dapat dihitung sebagai berikut:
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

382,5. β 1 . f 'c (600+ f y −225. β 1)


K maks= 2
( 600+f y )
Karena fc’ = 30 MPa, maka factor β1= 0.85
382.5 ( 0.85 )( 30 ) ( 600+210−225 ( 0.85 ) )
Kmaks= =9.198 MPa
( 600+210 )2
5. Faktor rasio tulangan
Dengan fc’= 30 MPa < 31,36 MPa dan fy= 210 MPa, maka rasio tulangan minimum dapat
dihitung
1.4 1.4
ρmin= = = 0.0067
fy 210

b. Mu(-) = 13.92 kNm = 13.92 x 106 Nmm

Momen pikul, K :
−¿
¿
¿
M u¿
K=¿
Nilai K ≤ Kmaks → 5.9184 MPa ≤ 9.198 MPa, maka perhitungan tulangan
longitudinal digunakan tulangan tunggal.
Tinggi blok tegangan beton tekan persegi ekivalen, a :

( √
a= 1− 1−
2. K
0,85. f c ' ) ( √
.d = 1− 1−
2 ( 5.9184 )
0.85 ( 30 )
140)
¿ 37.5209 mm

Luas tulangan perlu, As,u


'
0,85. f c . a . b 0.85 ( 30 ) ( 37.52 )( 150 ) 2
As= = =683.417 mm
fy 210
1.4
As min= ρmin.b.d = ( 150 ) ( 140 )=140.70 mm2
210

Dipakai luas tulangan perlu (As,u) yang terbesar antara As dan Asmin, sehingga
As,u = 683.417 mm2
Jumlah tulangan, n
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

As, u 683.417
= =3.40 ≈ 4 tulangan
n= 1 0.25(3.14)(16)2
. π . D2
4
maka digunakan
Tulangan tarik As= 4D16= 803.84 mm2 ≥ As,u = 683.417 mm2 (memenuhi syarat)

B. Perhitungan Untuk Tulangan Geser


Untuk perencanaan tulangan geser, dipakai nilai Vu maksimum untuk angka amannya.

Nilai Vu = 27.84 kN
Pada daerah lapangan (M+)
Nilai Ф Vc :
Ф = 0,75
1 1
f ' . b . d= √ 30 .150.140=19170.29 N=19.17 kN
6√ c
Vc =
6

1 1
ФVc= Ф √ f c ' . b . d=0.75 √ 30 .150.140=14,38 kN
6 6
ФVc/2 = 14,38 /2 = 7,19 kN

Karena Vu ≥ ФVc → 27.84 > 14,38 maka diperlukan begel untuk menahan gaya
geser
Vu− Ø . Vc
Vs =
Ø
27840−15336.23
=
0.75
= 16671.69119 N
Panjang pemasangan
X3 = (0,5)(3000)-(413+413)
= 673.69 mm
Luas begel per meter
Vs x S
- Av,u =
fy x d
(16671.69)(1000)
=
(210)(140)
= 567.06 mm²
75 √ 30 b . S
- Av,u =
1200 fy
75 √ 30 .150 .1000
=
1200 . 210
= 244.52 mm²
bx S
- Av,u =
3 fy
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

150 x 1000
=
3 x 210
= 238.10 mm²

Dipilih luasan yang terbesar = 567.06 mm²


Menghitung spasi begel, s
Vs = 16671.69 N
1
Untuk Vs < √ f ' c .b .d
3
1
16671.70 < √ 30. 150 . 140
3
16671.70 N < 2.1 x 107 N, sehingga spasi begel dihitung dengan
1 2
n x x π x dp x S
s = 4
Av , u
1
2 x x 3.14 x 82 x 1000
= 4
567.06
= 177.19 mm
Atau
s = d/2 = 140/2 = 70 mm
dipakai yang terkecil, s = 70 mm < 600 mm

D.2.4.5. Limit State


1. Kondisi Tulangan

a. Momen Negatif
Tulangan tarik
Jumlah tulangan,n = 4 tulangan
Luas tulangan, As = 4(1/4. π.D2) = 4(0.25(3.14)(162))= 803.84 mm2
Tulangan tekan
Jumlah tulangan,n = 2 tulangan
Luas tulangan, As’ = 2(1/4. π.D2) = 2(0.25(3.14)(162))= 401.92 mm2

o Kondisi tulangan tekan


A
(¿ ¿ s−A s ' ). f y (803.84−401.92)210
= =22.07 mm
0,85. f 'c . b 0,85(30)(150)
a=¿
dd’= ds’= 60 mm
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

600. β 1 . d d ' 600 ( 0.85 )( 60 )


amin leleh = = =78.46 mm
600−f y 600−210
a < amin leleh → 22.07 mm < 78.46 mm, tulangan tekan belum leleh, nilai a
dikoreksi sebagai berikut:
'
600. A s− A s . f y 600 ( 401.92 )−803.84 ( 210 )
p= '
= =9.46 mm
1,7. f . b c
1,7 ( 30 )( 150 )

600. β 1 . d 's . A 's 600(0.85)(60)( 401.92)


q= = =3215.36 mm
0,85. f 'c . b 0,85(30)(150)
Maka
9.46
(¿¿ 2)+3215.36
√¿
¿
a=( √ p + q ) − p=¿
2

o Kondisi tulangan tarik


dd= h-d = 200 – 60 = 140 mm
600. β1 . d d 600(0.85)(140)
amaks leleh = = =88.1481 mm
600+f y 600+210
a ≤ amaks leleh → 48.03 mm ≤ 88.1481 mm
Maka semua tulangan tarik sudah leleh (ukuran balok cukup)

b. Momen Positif
Tulangan tarik
Jumlah tulangan,n = 2 tulangan
Luas tulangan, As = 2(1/4. π.D2) = 2(0.25(3.14)(162))= 401.92 mm2
Tulangan tekan
Jumlah tulangan,n = 2 tulangan
Luas tulangan, As’ = 2(1/4. π.D2) = 2(0.25(3.14)(162))= 401.92 mm2

o Kondisi tulangan tekan


A
(¿ ¿ s−A s ' ). f y (401.92−401.92)210
= =0.00 mm
0,85. f 'c . b 0,85(30)(150)
a=¿
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

dd’= ds’= Sb + diameter tulangan begel + ½ diameter tulangan longitudinal


= 40 + 8 + 16/2 = 56 mm ≈ 60 mm
600. β 1 . d d ' 600 ( 0.85 )( 60 )
amin leleh = = =78.46 mm
600−f y 600−210
a < amin leleh → 0.00 mm < 78.46 mm, tulangan tekan belum leleh, nilai a
dikoreksi sebagai berikut:
'
600. A s− A s . f y 600 (401.92)−401.92(210)
p= '
= =2 0.49 mm
1,7. f . bc
1,7 (30)(150)
' '
600. β 1 . d s . A s 600(0.85)(60)(401.92)
q= '
= =3215.36 mm
0,85. f c . b 0,85(30)(150)
Maka
a=( √ p 2+ q ) − p=( √ 20.492+3215.36 )−20.49=39.80 mm

o Kondisi tulangan tarik


dd= h-d= 200 – 60 = 140 mm
600. β1 . d d 600(0.85)(140)
amaks leleh = = =88.15 mm
600+f y 600+210

a ≤ amaks leleh → 3 9.80 mm ≤ 88.15 mm


Maka semua tulangan tarik sudah leleh (ukuran balok cukup).

2. Terhadap Momen

 Momen Positif
 Momen nominal yang disambungkan dengan menggunakan tulangan baja :
a−β1 . d 's 39.8−0.85(60)
f 's= x 600= x 600
a 39.8
= -168.79 (dipakai fs’= 0 MPa)
Karena fs’= 0 MPa, maka Mns= 0 MPa
 Momen nominal yang disumbangkan oleh beton :
a 39.8
2 ( )
M nc=0,85. f 'c . a . b d− =0,85(30)(39.8)(150)(140−
2
)
= 18.28 kNm
Maka momen nominal
Mn = Mns+Mnc = 0 + 18.28 = 18.28 kNm
 Momen Rencana
Mr= ФMn = 0.8(18.28) = 14.6275 kNm ≥ Mu = 6.96 kNm (memenuhi syarat)
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

 Momen Negatif
 Momen nominal yang disambungkan dengan menggunakan tulangan baja :
'
a−β1 . d s
' 48.03−0.85(60)
f = s x 600= x 600
a 48.03
= - 37.097 (dipakai fs’= 0 MPa)
Karena fs’= 0 MPa, maka Mns= 0 MPa
 Momen nominal yang disumbangkan oleh beton :
a 48.03
( )
M nc=0,85. f 'c . a . b d− =0,85(30)(48.03)(150)(140−
2 2
)
= 21.31 kNm
Maka momen nominal
Mn = Mns+Mnc = 0 + 21.31 = 21.31 kNm
 Momen Rencana
Mr= ФMn = 0.8(21.31) = 17.05 kNm ≥ Mu = 13.92 kNm (memenuhi syarat)

3. Terhadap Regangan Beton


 Momen Positif
Ƹy = fy/Es
Dengan Es = 200000, maka
Ƹy = 210/200000= 0,0011
' a 39.80 '
Ƹ c= x Ƹ y= x 0.0011=0.0005≤ Ƹ cu=0.003( OK )
β 1 .d −a 0.85 (140)−39.80

 Momen Negatif
Ƹy = fy/Es
Dengan Es = 200000, maka
Ƹy = 210/200000= 0,0011
' a 48.03 '
Ƹ c= x Ƹ y= x 0.0011=0.0006 ≤ Ƹ cu =0.003(OK )
β 1 .d −a 0.85 (140)−48.03

D.2.4.6 Rekapitulasi Hasil Desain


Momen
Jenis tulangan
Positif Negatif
2D16 = 4D16 =
Tulangan Tarik 803.84 mm2
Tulangan 401.92 mm2
Longitudinal 2D16= 2D16=
Tulangan Tekan
401.92 mm2 401.92 mm2

Tulangan Geser Ø 8−70 mm


Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

o Pemutusan
Tulangan Tarik
Jumlah tulangan,n = 4 tulangan
Luas tulangan, As’ = 4(1/4. π.D2) = 4(0.25(3.14)(162))= 803.84 mm2
Tulangan Tekan

Jumlah tulangan,n = 2 tulangan


Luas tulangan, As’ = 2(1/4. π.D2) = 2(0.25(3.14)(162))= 402,124 mm2

Dari hasil hitung di atas, maka momen rencana yang terjadi jika jumlah tulangan tarik di
kurangi adalah sebesar Mr= 17.04 kNm. Ternyata momen rencana ini lebih besar dari
momen negatif maksimum yang terjadi yaitu sebesar M u= 13.92 kNm, maka tulangan
tidak perlu diputus sehingga hanya akan dihitung panjang penyaluran tulangan ld.
Untuk tulangan tarik pada daerah lapangan akan di hitung panjang penyalurannya mulai
dari tengah bentang menuju ke daerah tumpuan.

Panjang penyaluran Pada Momen Negatif


 dalam kondisi tarik, ld
Tulangan pada daerah tumpuan yang menjorok ke daerah lapangan dan tumpuan ada yang
diputus, sehingga dihitung panjang penyaluran tulangan tarik ld. Selain itu, karena
digunakan tulangan pokok D16 (<D19), maka dipakai rumus ld dari pasal 14.2, table 11
pada SNI-03-2847-2002, yaitu
12. f y . α . β . λ
ld = db
25 √ fc '
dengan :
α = 1,3 (jarak bersih tulangan atas dan bawah >300 mm)
β = 1,0 (tulangan tidak dilapisi)
λ = 1,0 (beton normal)

12(210)(1,3)(1,0)(1,0)
ld = x 16=382.792>300 mm(OK )
25 √ 30
panjang penyaluran yang menuju ke kolom melebihi dimensi kolom, yaitu 150 mm,
maka akan di kurangi dengan mengalikan panjang penyaluran ld diatas dengan
factor tulangan lebih yaitu
As perlu/As terpasang= 683.42 mm2/803.84 mm2
= 0.8502 mm
Sehingga
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

ld = 382.792 mm (0.8502) = 325.45 mm ≈ 300 mm

 dalam kondisi tekan, ld

Tulangan pada tekan yang menuju ke arah kolom juga akan dihitung panjang penyaluran
menurut SNI 03-2847-2002 Pasal 14.3 yaitu
l d=l db x f 1 x f 2
db . f y
l db= >0,04. d b . f y
( 4 √ f 'c )
16 ( 210 )
¿ >0,04 ( 16 )( 210 )
( 4 √ 30 )
¿ 153.362mm> 134.4 mm(OK )

 Pembengkokan kait

Tulangan Tarik akan dibengkokkan pada ujungnya dengan bengkokan yang bersudut 180 0,
maka berlaku Pasal 9.1.1 dengan perpanjangan pada ujung bebas kait sebesar:
4db = 4(16) = 64mm > 60 mm (OK)
Karena tulangan tarik mempunyai diameter 16 mm (D16), maka jari-jari bengkokan
r = 4.db= 4(16) = 64 mm (untuk diameter tulangan 10 mm-25 mm)
Untuk tulangan tarik pada balok sebelah kiri akan dibengkokkan pada ujungnya dengan
bengkokan yang bersudut 900, maka berlaku Pasal 9.1.2 dengan perpanjangan pada ujung
bebas kait sebesar:
12db = 12(16) = 192 mm
Karena tulangan tarik mempunyai diameter 16 mm (D16), maka jari-jari bengkokan,
r = 4.db= 4(16)= 64 mm (untuk diameter tulangan 10 mm-25 mm)

o Panjang penyaluran Pada Momen Positif


 dalam kondisi tarik, ld
Tulangan dihitung panjang penyaluran tulangan tarik ld. Selain itu, karena digunakan
tulangan pokok D16 (< D19), maka dipakai rumus ld dari pasal 14.2, table 11 pada SNI-03-
2847-2002, yaitu
12. f y . α . β . λ
ld = db
25 √ fc '
Format T-1
TUGAS Perencanaan Beton Semester Ganjil 2017 - 2018 Kelompok: I A

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

dengan :
α = 1,3 (jarak bersih tulangan atas dan bawah >300 mm)
β = 1,0 (tulangan tidak dilapisi)
λ = 1,0 (beton normal)

12(210)(1,3)(1,0)(1,0)
ld = x 16=382.79>300 mm(OK )
25 √ 30

 Pembengkokan kait
Untuk tulangan tarikakan dibengkokkan pada ujungnya dengan bengkokan yang bersudut
1800, maka berlaku Pasal 9.1.1 dengan perpanjangan pada ujung bebas kait sebesar:

4db = 4(16) = 64 mm> 60 mm (OK)


Karena tulangan tarik mempunyai diameter 16 mm (D16), maka jari-jari bengkokan,
r= 4.db= 4(16)= 64 mm (untuk diameter tulangan 10 mm-25 mm).