Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL

PENGADAAN RUANG ISOLASI

RUMAH SAKIT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ruang isolasi adalah ruangan khusus yang terdapat di rumah sakit. Ruangan ini
dikhususkan untuk pasien-pasien dengan kondisi medis tertentu, terpisah dengan pasien
lain dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit atau infeksi kepada pasien tersebut
atau pasien lain. Penyakit menular adalah penyakit yang dapat di tularkan (berpindah-
pindah dari orang yang satu ke orang yang lainnya, baik secara langsung maupun tidak
langsung maupun perantara). Penyakit menular ini ditandai dengan adanya agen atau
penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah. Penularan penyakit disebabkan
proses infeksi oleh kuman.
Infeksi merupakan invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu
menyebabkan sakit (Potter dan Perry, 2005). Rumah sakit merupakan tempat pelayanan
pasien dengan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit karena infeksi, dari mulai
yang ringan sampai yang terberat, dengan begitu hal ini dapat menyebabkan resiko
penyebaran infeksi dari satu pasien ke pasien lainnya, begitupun dengan petugas
kesehatan yang sering terpapar dengan agen infeksi.
Meningkatnya angka kejadian infeksi di rumah sakit, baik terhadap petugas
kesehatan atau pasien yang dirawat di rumah sakit, mengharuskan diwujudkannya suatu
langkah pencegahan sehingga angka infeksi di rumah sakit dapat menurun. Salah satu
upaya adalah dengan menyediakan fasilitas ruang isolasi yang bertujuan untuk merawat
pasien dengan penyakit infeksi yang dianggap berbahaya disuatu ruangan tersendiri,
terpisah dari pasien lain, dan memiliki aturan khusus dalam prosedur pelayanannya.
Guna menunjang mutu pelayanan di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah
Malang, perlu adanya perbaikan ruang isolasi sehingga rumah sakit ini mempunyai
ruang isolasi yang sesuai dengan standart WHO.

1.2 Tujuan
Tujuan dilakukan perbaikan ruang isolasi di Rumah Sakit Universitas
Muhammadiyah Malang ini adalah
1.2.1 Mencegah terjadinya penularan infeksi antar pasien
1.2.2 Mencegah terjadinya penularan infeksi dari pasien ke tenaga
kesehatan
1.2.3 Meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Universitas
Muhammadiyah Malang

1.3 Sasaran Perbaikan


Ruang Mawar A, ruang Anak, ruang Seruni A, ruang Lily dan ruang IGD.
BAB II
PROGRAM PERBAIKAN

2.1 Standart Ruang Isolasi

Syarat Kamar lsolasi


1. Lingkungan harus tenang
2. Sirkulasi udara harus baik
3. Penerangan harus cukup baik
4. Bentuk ruangan sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk observasi
pasien dan pembersihannya
5. Tersedianya WC dan kamar mandi
6. Kebersihan lingkungan harus dijaga
7. Tempat sampah harus tertutup
8. Bebas dari serangga
9. Tempat alat tenun kotor harus ditutup
10. Urinal dan pispot untuk pasien harus dicuci dengan memakai disinfektan.

Ruang Perawatan isolasi ideal terdiri dari :

a) Ruang ganti umum


b) Ruang bersih dalam
c) Stasi perawat
d) Ruang rawat pasien
e) Ruang dekontaminasi
f) Kamar mandi petugas

Kriteria Ruang Perawatan Isolasi ketat yang ideal

1) Perawatan Isolasi (Isolation Room)


a. Zona Pajanan Primer / Pajanan Tinggi
b. Pengkondisian udara masuk dengan Open Circulation System
c. Pengkondisian udara keluar melalui Vaccum Luminar Air Suction System
d. Air Sterilizer System dengan Burning & Filter
e. Modular minimal = 3 x 3 m2
2) Ruang Kamar Mandi / WC Perawatan Isolasi (Isolation Rest Room)
a. Zona Pajanan Sekunder / Pajanan Sedang
b. Pengkondisian udara masuk dengan Open Circulation System
c. Pengkondisian udara keluar melalui Vaccum Luminar Air Suction System
d. Modular minimal = 1,50 x 2,50 m2
3) Ruang Bersih Dalam (Ante Room / Foyer Air Lock)
a. Zona Pajanan Sekunder / Pajanan Sedang
b. Pengkondisian udara masuk dengan AC Open Circulation System
c. Pengkondisian udara keluar ke arah inlet saluran buang ruang rawat isolasi
d. Modular minimal = 3 x 2,50 m2
4) Area Sirkulasi (Circulation Corridor)
a. Zona Pajanan Tersier / Pajanan Rendah / Tidak Terpajan
b. Pengkondisian udara masuk dengan AC Open Circulation System
c. Pengkondisian udara keluar dengan sistem exhauster
d. Modular minimal lebar = 2,40 m
5) Ruang Stasi Perawat (Nurse Station)
a. Zona Pajanan Tersier / Pajanan Rendah / Tidak Terpajan
b. Pengkondisian udara masuk dengan AC Open Circulation System
c. Pengkondisian udara keluar dengan sistem exhauster
d. Modular minimal = 2 x 1,5 m2 / petugas (termasuk alat)

Syarat Petugas Yang Bekeja Di Kamar Isolasi


1. Harus sehat
2. Mengetahui prinsip aseptic/ antiseptic
3. Pakaian rapi dan bersih
4. Tidak memakai perhiasan
5. Kuku harus pendek
6. Cuci tangan sebelum masuk kamar isolasi
7. Pergunakan barrier nursing seperti pakaian khusus, topi, masker, sarung tangan,
dan sandal khusus
8. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien
9. Berbicara seperlunya
10. Lepaskan barrier nursing sebelum keluar kamar isolasi
11. Cuci tangan sebelum meninggalkan kamar isolasi

Alat-alat
1. Alat-alat yang dibutuhkan cukup tersedia
2. Selalu dalam keadaan steril
3. Dari bahan yang mudah dibersihkan
4. Alat suntik bekas dibuang pada tempat tertutup dan dimusnahkan
5. Alat yang tidak habis pakai dicuci dan disterilkan kembali
6. Alat tenun bekas dimasukkan dalam tempat tertutup

Gambaran ruang isolasi


Departemen Kesehatan RI
Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya. – Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Cetakan kedua, 2008
Isolation Rooms:
Design, Assessment, and Upgrade. FRANCIS J. CURRY NATIONAL TUBERCULOSIS
CENTER. 2007
Guidelines for the classification and design of isolation rooms in health care facilities
Victorian Advisory Committee on Infection Control 2007
Airborne Infection Isolation Room ; TUBERCULOSIS INFECTION CONTROL: A
PRACTICAL MANUAL FOR PREVENTING TB; 2007

2.2 Kondisi Ruang Isolasi di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang


Kondisi ruang isolasi di ruang Mawar A
a) Terdapat 3 bed
b) Tidak ada sekat antar pasien
c) Tidak ada ruang tunggu pasien
d) Tidak ada exhauster
e) Pencahayaan cukup
Solusi perubahan
a) Ruang isolasi berisi 2 bed
b) Terdapat sekat antar pasien dan sekat antar pasien dan penunggu
c) Terdapat 2 exhauster atas dan bawah di masing-masing bed
d) Tersedia pencahayaan yang memadai

Kondisi ruang isolasi di ruang Seruni A


a) Terdapat 1 bed
b) Tidak ada ruang tunggu pasien
c) Tidak ada exhauster
d) Pencahayaan cukup

Solusi perubahan
a) Ruang isolasi berisi 2 bed
b) Terdapat sekat antar pasien dan sekat antar pasien dan penunggu
c) Terdapat 2 exhauster atas dan bawah di masing-masing bed
d) Tersedia pencahayaan yang memadai

Kondisi ruang isolasi di ruang Anak


a) Terdapat 3 bed
b) Terdapat sekat antar pasien dan sekat antar pasien dan penunggu
c) Terdapat 2 exhauster atas dan bawah di masing-masing bed
d) Tersedia pencahayaan yang memadai
Solusi perubahan
a) Ruang isolasi berisi 2 bed
b) Terdapat sekat antar pasien dan sekat antar pasien dan penunggu
c) Terdapat 2 exhauster atas dan bawah di masing-masing bed
d) Tersedia pencahayaan yang memadai

Kondisi ruang isolasi di ruang IGD


a) Terdapat 1 bed
b) Tidak ada ruang tunggu pasien
c) Terdapat 1 exhauster atas
d) Pencahayaan cukup

Solusi perubahan
a) Ruang isolasi berisi 1 bed
b) Terdapat 2 exhauster atas bawah
c) Tersedia pencahayaan yang memadai

Kondisi ruang isolasi di ruang Lily A


a) Terdapat 1 bed
b) Tidak ada ruang tunggu pasien
c) Tidak terdapat exhauster
d) Tidak terdapat sekat antara pasien dan penunggu
e) Pencahayaan cukup
Solusi perubahan
a) Ruang isolasi berisi 1 bed
b) Terdapat 2 exhauster atas bawah
c) Tersedia pencahayaan yang memadai
d) Terdapat sekat antara pasien dan penunggu
e) Terdapat pencahayaan yang memadai
Rencana desain ruang isolasi di gedung penunjang lantai 1,2, 3, dan ICU RS Universitas
Muhammadiyah Malang

Exhausted atas Exhausted bawah Exhausted atas Exhausted bawah

Kamar rawat pasien Kamar rawat pasien

Pintu Pintu

Ruang tunggu Ruang tunggu

Pintu
Kamar mandi &
wastafel Tempat APD

2.3 Target Pelaksanaan


Pengoperasian ruang isolasi mulai Juli 2017.
BAB III
RENCANA ANGGARAN BIAYA

3.1 Anggaran Biaya

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

Proyek : Ruang isolasi

Lokasi : Rs Umm Gedung Penunjang lantai 1,2,3

No URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH HARGA

A PEKERJAAN STRUKTUR

1 pekerjaan pengukuran m1 150.00

2 pekerjaan pemasangan sekat Ls 150.00 Rp. 280.000,00 Rp. 42.000.000,00

B PEKERJAAN AKSESORIS

1 pekerjaan pintu (pintu 1 daun) Unit 9.00 Rp. 1.200.000,00 Rp. 10.800.000,00

2 pekerjaan kaca stiker M2 141.75 Rp. 65.000,00 Rp. 9.213.750,00

3 pemasangan flour hinge Set 9.00 Rp. 950.000,00 Rp. 8.550.000,00

4 pemasangan exhause Set 18.00 Rp. 300.000,00 Rp. 7.200.000,00

C PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

1 pekerjaan inst titk lampu Ttk 9.00 Rp. 350.000,00 Rp. 3.150.000,00

2 pekerjaan pasang saklar Bh 9.00 Rp. 45.000,00 Rp. 405.000,00

3 pekerjaan pasang stop kontak Set 9.00 Rp. 75.000,00 Rp. 675.000,00

D PEKERJAAN FINISHING

1 pekerjaan cat dinding luar M2 54.00 Rp. 36.000,00 Rp. 1.944.000,00

2 pekerjaan cat dinding dalam M2 167.00 Rp. 36.000,00 Rp. 6.012.000,00

3 pekerjaan cat plafon M2 54.00 Rp. 36.000,00 Rp. 1.944.000,00


SUB TOTAL (RP) Rp. 91.893.750,00