Anda di halaman 1dari 16

RINGKASAN MODUL 2

PENGEMBANGAN PROFESI GURU

KB 1 KOMPETENSI GURU
Pokok materi
A. Kompetensi guru
B. Kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian
C. Kompetensi pedagogik guru abad 21

A. Kompetensi
Dapat diartikan kewenangan dan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam
melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai dengan jabatan yang disandangnya.
Dalam hal ini tugas atau pekerjaan yang dimaksud adalah profesi guru.
Rumusan kompetensi guru di indonesia :
1. Undang-undang no.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat
(1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh
melalui pendidikan profesi
2. Peraturan menteri pendidikan nasional no 16 tahun 2007 tentang kualifikasi
akademik dan kompetensi guru yang berbunyi bahwa setiap guru wajib
memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara
nasional.

Kompetensi inti pedagogig :


Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan
pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari
merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi.
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual,
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik,
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu,
4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik,
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran,
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki,
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik,
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran,
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Indikator kompetensi inti pedagogig :


1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik,
intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial
budaya,
b. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran,
c. Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam mata pelajaran,
d. Mengidentifikasi kesulitan peserta didik.
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik,
b. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran yang mendidik secara kreatif,
c. Menerapkan pendekatan pembelajaran berdasarkan jenjang dan
karateristik bidang studi.
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
studi yang diampu merupakan kompetensi yang sudah semestinya dikuasai
oleh guru. Kompetensi ini dilakukan oleh guru dalam bentuk penyususnan
rpp.
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum,
b. Menentukan tujuan pelajaran,
c. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan
pelajaran,
d. Memilih materi pelajaran yang terkait dengan pengalaman belajar dan
tujuan pembelajaran,
e. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan
yang dipilih dan karakteristik peserta didik,
f. Mengembangkan indikator dan instrument penilaian.
4. Kemampuan kompetensi pedagogi berikutnya yaitu menyelenggarakan
pembelajaran yang mendidik
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik,
b. Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran,
c. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan
di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan,
d. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium,
dan di lapangan,
e. Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta
didik dan mata pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran secara
utuh,
f. Mengambil keputusan transaksional dalam pelajaran sesuai dengan
situasi yang berkembang.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran.
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta
didik mencapai prestasi belajar secara optimal,
b. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk
mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan
santun, baik secara lisan maupun tulisan,
b. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang
terbangun secara siklikal dari :
1) Penyiapan kondisi psikologis peserta didik,
2) Memberikan pertanyaan atau tugas sebagai ajakan kepada peserta
didik untuk ambil bagian,
c. Respons peserta didik,
d. Reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses serta hasil belajar.
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil
belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu,
b. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk
dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang
diampu,
c. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
d. Mengembangkan instrument penilaian dan evaluasi proses dan hasil
belajar,
e. Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrument,
f. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai
tujuan,
g. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9. Selain memiliki kemampuan dalam mengevaluasi seorang guru juga harus
mampu untuk memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran.
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan
ketuntasan belajar,
b. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang
program remedial dan pengayaan,
c. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku
kepentingan,
d. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
10. Kompetensi terakhir dari pedogogi yaitu kemampuan guru dalam melakukan
tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
a. Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan,
b. Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan mata
pelajaran,
c. Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran mata pelajaran.
B. Kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian
1. Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan
kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi
teladan bagi peserta didik dan berakhak mulia.
Kompetensi inti kepribadian :
a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan
nasional indonesia,
b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan
teladan bagi peserta didik dan masyarakat,
c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa,
d. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri,
e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
Indikator kompetensi inti kepribadian :
a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan
nasional indonesia,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang
dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender,
2) Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan
norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan
nasional indonesia yang beragam.
b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan
teladan bagi peserta didik dan masyarakat,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi,
2) Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia,
3) Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota
masyarakat di sekitarnya.
c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil,
2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
d. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi,
2) Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri, bekerja mandiri
secara professional.
e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Memahami kode etik profesi guru,
2) Menerapkan kode etik profesi guru,
3) Berperilaku sesuai dengan kode etik guru

2. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian
dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan
peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidian, orang tua siswa, dan
masyarakat sekitar.
Indikator kompetensi inti sosial :
a. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena
pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang
keluarga, dan status sosial ekonomi,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat
dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran,
2) Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat,
orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan
agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status
sosial-ekonomi.
b. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat,
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya
secara santun, empatik dan efektif,
2) Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat
secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran
dan kemajuan peserta didik,
3) Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam
program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar
peserta didik
c. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah republik indonesia
yang memiliki keragaman sosial budaya
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka
meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami
bahasa daerah setempat,
2) Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah
yang bersangkutan.
d. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara
lisan dan tulisan atau bentuk lain
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas
ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan,
2) Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada
komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

3. Kompetensi profesional
Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan
penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
mencakup penguasaan substansi isi materi pembelajaran, dan substansi
keilmuan yang menaungi materi dalam kurikulum, serta menambah
wawasan keilmuan.
Indikator kompetensi inti profesional :
a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu sesuai jenjang pendidikan
b. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
pelajaran/bidang pengembangan yang diampu
1) Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
2) Memahami standar kompetensi mata pelajaran,
3) Memahami kompetensi dasar mata pelajaran,
4) Memahami tujuan pembelajaran mata pelajaran.
c. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Memilih materi mata pelajaran yang sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik,
2) Mengolah materi mata pelajaran secara integratif dan kreatif sesuai
dengan tingkat perkembangan peserta didik
d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus-menerus,
2) Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan
keprofesionalan,
3) Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan
keprofesionalan,
4) Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi
dan mengembangkan diri
Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukkan :
1) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam
berkomunikasi,
2) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
pengembangan diri.

C. Kompetensi pedagogig guru abad 21


Dalam mengembangkan pembelajaran abad 21, guru dituntut merubah pola
pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher centred) menjadi
pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centred) karena sumber
belajar melimpah bukan hanya bersumber guru, sehingga peran guru menjadi
fasilitator, mediator, motivator sekaligus leader dalam proses pembelajaran.
Karateristik siswa abad 21 sangat berbeda dengan siswa era sebelumnya. Pada
abad 21 ini seseorang harus memiliki keterampilan 4C (communication,
collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and
innovation).
Kompetensi pedogogi mendasarkan peraturan menteri pendidikan nasional no
16 tahun 2007 meliputi;
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
mosional, dan intelektual,
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik,
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu,
4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik,
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran,
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki,
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik,
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran,
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
National educational technology standards (nets) dalam buku instruktional
technology and media for learning menyatakan guru yang efektif adalah guru
yang mampu mendesain, mengimplementasikan dan menciptkan lingkungan
belajar serta meningkatkan kemampuan siswa.
Guru memiliki kemampuan standar seperti
1. Memfasilitasi dan menginspirasi siswa belajar secara kreatif,
2. Mendesain dan mengembangkan media digital untuk pengalaman belajar
dan mengevaluasi,
3. Memanfaatkan media digital dalam bekerja dan belajar,
4. Memiliki jiwa nasionalisme dan rasa tanggungjawab tinggi di era digital, dan
5. Mampu menumbuhkan profesionalisme dan kepemimpinan.
Beberapa hal yang penting diperhatikan oleh guru untuk mengembangkan
pembelajaran abad 21 ini, yaitu;
1. Penguatan tugas utama sebagai perancang pembelajaran,
2. menerapkan Kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking),
3. menerapkan metode Pembelajaran yang bervariasi, serta
4. mengintegrasikan teknologi dalam Pembelajaran.

KB 2 STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME BERKELANJUTAN


Pokok Materi
A. Profesi guru dalam pandangan yuridis
B. Profesi guru dalam pandangan akademik
C. Kriteria profesi bidang pendidikan
D. Penilaian kinerja guru
E. Pengembangan keprofesian berkelanjutan
F. Merubah paradigma tentang profesi guru
G. Profesi guru abad 21

A. Profesi Guru Dalam Pandangan Yuridis


Guru adalah salah satu dari profesi tenaga kependidikan sebagaimana diatur
dalam Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003.
Sejak terbit Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) nomor 14 tahun 2005
munculah berbagai peraturan dan kebijakan untuk mendukung implementasi
berkaitan dengan upaya pengembangan keprofesian guru. Perkembangan
kebijakan dari tahun ke tahun pasca pencanangan guru sebagai profesi tahun
2004 dapat digambarkan sebagai berikut
B. Profesi Guru Dalam Pandangan Akademik
Pengakuan itu memiliki kekuatan formal tatkala tanggal 2 Desember 2004,
Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mencanangkan guru sebagai profesi.
Satu tahun kemudian, lahir Undang-undang (UU) No. 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen, sebagai dasar legal pengakuan atas profesi guru dengan
segala dimensinya.
Sejak dikeluarkannya UUGD profesi guru tidak hanya dipandang sebagai
pelaksana kurikulum semata namun sebagai agen pembelajaran untuk
mensukseskan sistem pendidikan nasional dan tujuan pendidkan nasional.
C. Kriteria Profesi Bidang Pendidikan
Sebagai suatu profesi guru memiliki kode etik yang perlu dipegang. National
Education Association (NEA) menyatakan suatu profesi bidang pendidikan harus
memiliki komitmen kepada peserta didik dan komitmen kepada profesi.
Profesi kependidikan itu menurut NEA menuntut syarat-syarat
1. Melibatkan aktivitas intelektual
2. Menggeluti batang tubuh ilmu khusus
3. Proses penyiapan profesional lama
4. Latihan jabatan berkesinambungan
5. Karir dan keanggotaan permanen
6. Standar baku
7. Mengutamakan layanan di atas kepentingan pribadi
8. Memiliki organisasi profesi yang kuat

D. Penilaian Kinerja Guru


Penilaian Kinerja Guru yang secara teknis diatur oleh Permendiknas no 35
Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2013

Menurut Permendiknas nomor 35 Tahun 2010 secara umum aspek yang dinilai
dalam pelaksanaan tugas utama meliputi:
1. Pelaksanaan proses pembelajaran
2. Pelaksanaan proses pembimbingan
3. Melaksanakan tugas lain yang relevan

E. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


Menurut permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa pengembangan
keprofesian berkelanjutan (pkb) terdiri dari 3 komponen, yaitu :
1. Pengembangan diri
2. Publikasi Ilmiah
3. Karya Inovatif
REFLEKSI PEMBELAJARAN MODUL 2
PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Materi essensial yang diperoleh melalui hasil presentasi kelompok 2 yaitu berupa
pertanyaan yang diajukan peserta diskusi. Dalam presentasi ini terdapat 5
pertanyaan yang diajukan
1. Penanya : Pak Masykuri (Kelompok 1)
“Pada abad 21 sekarang, guru dituntut untuk menguasai berbagai macam
kompetensi yang mendukung profesi guru untuk meningkatkan kinerja. Mengapa
kompetensi itu penting bagi peningkatan kinerja seorang guru?”
Jawaban : Pak Catur Puri Hariyadi (Kelompok 2)
Kompetensi guru adalah seperangkat ilmu serta ketrampilan mengajar guru di
dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai seorang guru sehingga tujuan
dari pendidikan bisa dicapai dengan baik. Ada 4 kompetensi guru yang harus di
kuasai guru :
a. kompetensi pedagogik
b. kompetensi kepribadian
c. kompetensi profesional, dan
d. kompetensi sosial.
Tanggapan dari Pak Andri
Guru diharuskan sesuai dengan bidangnya, misalkan seorang guru TIK ya harus
mengajar TIK sesuai dengan kompetensi bidangnya, selain itu guru tergabung
pada lembaga atau organisasi agar selalu bisa mengupdate kompetensinya
(PGRI)

2. Penanya : Pak Anang Ramadhan Pandu Wibawa (Kelompok 6)


“Profesi guru sangat riskan akan ancaman disekitar, tetapi juga mempunyai
banyak peluang bagi yang bisa memanfaatkan. Melalui pengembangan profesi
guru berkelanjutan peluang terhadap profesi guru bisa meningkat. Bagaimana
cara mengembangkan profesi guru berkelanjutan dan apa ukuran
keberhasilannya?”
Jawaban : Pak Catur Puri Hariyadi (Kelompok 2)
Ada beberapa bentuk pengembangan keprofesian berkelanjutan yang bisa
dilakukan seorang guru untuk meningkatkan keprofesionalitasannya yang bisa
diterapkan di sekolah masing-masing, diantaranya :
a. Pengembangan diri
b. Publikasi ilmiah
c. Karya inovatif

3. Penanya : Pak Ahmad Riyanto (Kelompok 5)


“Menjadi guru tidaklah segampang seperti yang dibayangkan kebanyakan orang,
tetapi memerlukan persyaratan. Kira-kira apa saja persyaratannya?”
Jawaban : Pak Lupiyo Hartadi (Kelompok 2)
persyaratan menjadi seorang guru yang baik itu ke dalam tiga golongan, yaitu
persyaratan jasmaniah dan kesehatan, persyaratan pengetahuan pendidikan,
persyaratan kepribadian
Tanggapan dari Pak Andri
selain ke 3 persyaratan tersebut, dibutuhkan juga pengakuan dari pemerintah
dalam bentuk sertifikasi

4. Penanya : Pak Arip Widodo (Kelompok 4)


“Apa saja kompetensi kompetensi yang harus di miliki oleh seorang guru untuk
dapat melaksanakan peran sosial kemayarakatannya?”
Jawaban : Pak Muchamad Ulil Abshor (Kelompok 2)
Sikap dari seorang guru harus bisa menjadi teladan bagi para peserta didiknya.
Guru yang baik tidak hanya harus mempunyai ketrampilan kecerdasan dan
kecakapan tetapi harus memiliki juga norma sosial. Guru harus memiliki program
yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan
pendidikan

5. Penanya : Pak Luluk Setyo Nurhandoko (Kelompok 6)


“Dalam pembelajaran, guru dituntut untuk bisa menguasai kelas dengan baik.
Oleh karena itu, saya melatih diri saya sendiri untuk berbicara didepan kelas biar
tidak "ndredeg". Untuk itu bagaimanakah kiat agar kita sebagai guru tidak
merasa grogi "ndredeg" saat berbicara di depan kelas? serta bagaimanakah kita
sebagai seorang guru bisa tampil menarik dan lucu?”
Jawaban : Pak Wahyu Eko Santoso (Kelompok 2)
Sebagai seorang guru kita harus menyampaikan materi pembelajaran kepada
peserta didik. guru harus bisa tampil dengan percaya diri dan mantab agar
materi dapat tersampaikan secara maksimal, tidak usah takut apabila peserta
didik lebih tahu, kita anggap saja peserta didik belum menguasai materi dan itu
tugas kita agar materi tersampaikan. untuk guru yang tampil menarik dan lucu
merupakan suatu kepribadian dan otomatis melekat pada individu guru tersebut.

6. Komentar Dosen (Prof Eko)


Harus disesuaikan dengan abad 21. Angon siswa contohnya memantau dengan
media siswa dan media online.
Perkembangan teknologi berkembang pesat sehingga guru harus selalu
mengembangkan diri. Kita menganut pahm positivsme, artinya segala masalah,
bisa menjadi dorongan.

Anda mungkin juga menyukai