Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

ADAPTASI FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL


(Sistem Perkemihan, Sistem Pencernaan, Sistem Muskuloskeletal dan Sistem
Cardiovaskuler)

Dosen Pembimbing :
Yustina Purwaningsih, SST, M.K.M
Disusun oleh :
1. Eka Juliastuti (201701014)
2. Endah Melati Suci (201701015)
3. Erisa Bekti Pratiwi (201701016)
4. Fauziah Zain Muttaqin (201701018)
5. Fitria Angelica Andriyani (201701019)
6. Frida Ferinia Kristyaningyas (201701020)
7. Galih Ekky Sapta Pertiw (201701021)
8. Herlin Yuli Astuti (201701022)
9. Herlina Dika Setyarini (201701023)
10. Ika Novianti (201701024)
11. Ila ‘Izzatil Karimah (201701025)
12. Junaidi Mahendra (201701026)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN
PONOROGO

KATA PENGANTAR

1
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan baik.
Shawalat serta salam kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau, serta orang-orang mukmin yang tetap
istiqamah di jalan-Nya. Makalah ini dirancang agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang “Adaptasi fisiologis dan psikologis pada ibu hamil”, yang disajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidaklah
sempurna. Kami mengharapkan adanya sumbangan pikiran serta masukan yang
sifatnya membangun dari pembaca, sehingga dalam penyusunan makalah yang akan
datang menjadi lebih baik. Terima Kasih

Ponorogo, 27 Juli 2019

Penyusun

DAFTAR ISI
Cover .................................................................................. i
Kata Pengantar .................................................................................. ii
Daftar Isi .................................................................................. iii

2
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang..........................................................
1
B. Rumusan Masalah.....................................................
1
C. Tujuan.......................................................................
1

Bab II Pembahasan

A. Sistem Perkemihan................................................... 2
B. Sistem Pencernaan....................................................
3
C. Sistem Muskuloskeletal............................................ 4
D. Sistem Kardiovaskuler.............................................. 5

Bab III Penutup

A. Kesimpulan...............................................................
7
B. Saran.........................................................................
7

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 8

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Konsepsi atau biasa disebut fertilisasi terjadi ketika inti sel sperma
dari laki–laki memasuki inti sel ovum dari perempuan (Chapman & Durham,
2010). Ovum yang sudah dibuahi (dinamakan zigot) memerlukan waktu 6–8
hari untuk berjalan ke dalam uterus. Perjalanannya di sepanjang tuba falopi
dibantu oleh kerja peristaltik tuba, gerakan mendorong zigot yang dilakukan
oleh silia pada dinding tuba dan cairan yang dihasilkan oleh epitelium bersilia.
Sekitar 10 hari setelah terjadi fertilisasi, zigot berkembang menjadi blastokist
dan akan menanamkan dirinya dalam endometrium.
Implantasi/penanaman/nidasi biasanya terjadi pada pars superior korpus uteri
(bagian atas badan uterus).
Menurut Chapman & Durham, 2010, kehamilan dibagi menjadi 3 trimester
yaitu :
1. Trimester I (HPHT s.d. 12 minggu kehamilan),
2. Trimester II (13 minggu s.d. 27 minggu kehamilan),
3. Trimester III (28 minggu s.d. 40 minggu kehamilan).
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja perubahan fisiologis disistem perkemihan pada ibu hamil?
2. Apa saja perubahan fisiologis disistem pencernaan pada ibu hamil?
3. Apa saja perubahan fisiologis disistem musculoskeletal pada ibu
hamil?
4. Bagaimana perubahan fisiologis disistem kardiovaskuler pada ibu
hamil?
C. Tujuan
Agar mahasiswa mampu memahami apa saja perubahan fisiologis dan
psikologis pada ibu hamil.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Perkemihan

Peningkatan level progesteron menyebabkan relaksasi otot polos.


Gejala dan tanda klinis yang timbul berupa dilatasi renal pelvis dan ureter
sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), penurunan tonus
bladder disertai peningkatan kapasitas bladder sehingga frekuensi berkemih
meningkat dan terjadi inkontinensia. Edema sering terjadi karena penurunan
aliran renal (aliran darah ke ginjal) pada trimester ketiga. Perubahan pada
saluran perkemihan tejadi karena faktor hormonal dan mekanis. Progesteron
memiliki efek relaksan pada serabut otot polos, terjadi dilatasi, pemanjangan
dan penekukan ureter; penumpukan urin (terjadi pada ureter bawah),
penurunan tonus kandung kemih sehingga pengosongan kandung kemih tidak
tuntas. Frekuensi berkemih meningkat akibat pembesaran kehamilan terutama
pada akhir kehamilan. Penurunan tonus otot dasar panggul dan penurunan
tekanan akibat penambahan berat isi uterus sehingga mengakibatkan stres
inkontinensia akibat desakan yang ditimbulkan peningkatan tekanan
intrabdomen yang mendadak.
1. Trimester I
Pada bulan-bulan awal kehamilan, vesika urinaria tertekan oleh
uterus sehingga sering timbul keinginan berkemih. Hal itu menghilang
seiring usia kehamilan karena uterus yang telah membesar keluar dari
rongga pelvis dan naik ke abdomen. Ukuran ginjal sedikit bertambah besar
selama kehamilan. Laju filtrasi glomerulus (GFR) dan aliran plasma ginjal
(RPF) meningkat pada awal kehamilan.
2. Trimester II
Uterus yang membesar mulai keluar dari rongga pelvis sehingga
penekanan pada vesica urinaria pun berkurang. Selain itu, adanya
peningkatan vaskularisasi dari vesica urinaria menyebabkan mukosanya
hiperemia dan menjadi mudah berdarah bila terluka.
3. Trimester III

2
Pada akhir kehamilan, kepala janin mulai turun ke pintu atas
panggul menyebabkan penekanan uterus pada vesica urinaria. Keluhan
sering berkemih pun dapat muncul kembali. Selain itu, terjadi peningkatan
sirkulasi darah di ginjal yang kemudian berpengaruh pada peningkatan
laju filtrasi glomerulus dan renal plasma flow sehingga timbul gejala
poliuria. Pada ekskresi akan dijumpai kadar asam amino dan vitamin yang
larut air lebih banyak.
B. Sistem Pencernaan

Peningkatan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan perubahan


metabolism karbohidrat dapat menyebabkan mual muntah pada trimester I.
Peningkatan progesterone menyebabkan penurunan tonus otot dan
memperlambat proses digestif sehingga menyebabkan konstipasi dan
pengosongan lambung menjadi lambat. Perubahan mengecap dan membaui
sehingga menyebabkan mual.
1. Trimester I
Timbulnya rasa tidak enak di ulu hati disebabkan karena perubahan
posisi lambung dan aliran asam lambung ke esophagus bagian bawah.
Produksi asam lambung menurun. Sering terjadi nausea dan muntah
karena pengaruh human Chorionic Gonadotropin (HCG), tonus otot-otot
traktus digestivus juga berkurang. Saliva atau pengeluaran air liur
berlebihan dari biasa. Pada beberapa wanita ditemukan adanya ngidam
makanan yang mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita
tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual.
2. Trimester II
Seiring dengan pembesaran uterus, lambung dan usus akan
tergeser. Demikian juga dengan organ lain seperti appendiks yang akan
bergeser ke arah atas dan lateral. Perubahan lainnya akan lebih bermakna
pada kehamilan trimester 3.
3. Trimester III
Perubahan yang paling nyata adalah adanya penurunan motilitas
otot polos pada organ digestif dan penurunan sekresi asam lambung.

3
Akibatnya, tonus sphincter esofagus bagian bawah menurun dan dapat
menyebabkan refluks dari lambung ke esofagus sehingga menimbulkan
keluhan seperti heartburn. Penurunan motilitas usus juga memungkinkan
penyerapan nutrisi lebih banyak, tetapi dapat muncul juga keluhan seperti
konstipasi. Sedangkan mual dapat terjadi akibat penurunan asam lambung.
C. Sistem Muskuloskeletal
Peningkatan estrogen menyebabkan peningkatan elastisitas dan
relaksasi ligament sehingga menimbulkan gejala nyeri sendi. Sedangkan
peregangan otot abdomen karena pembesaran uterus menyebabkan diastasis
recti.
Perubahan tubuh secara bertahap dan peningkatan berat wanita hamil
menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah secara mencolok.
Peningkatan distensi abdomen yang membuat panggul muring ke depan,
penurunan tonus otot perut, dan peningkatan beban berat badan pada akhir
kehamilan membutuhkan penyesuaian ulang kurvatura spinalis. Payudara
yang besar dan posisi yang bungkuk saat berdiri akan semakin membuat kurva
punggung dan lumbar menonjol. Pergerakan menjadi lebih sulit. Perubahan ini
dan perubahan lain terkait seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman pada
musculoskeletal.
1. Trimester I
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada
musuloskeletal. Akibat peningkatan kadar hormone estrogen dan
progesterone, terjadi relaksasi dari jaringan ikat, kartilago dan ligament
juga meningkatkan jumlah cairan synovial. Bersamaan dua keadaan
tersebut meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas persendian.
Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan biasanya normal apabila
asupan nutrisinya khususnya produk terpenuhi.
2. Trimester II
Tidak seperti pada trimester 1, selama trimester 2 ini mobilitas
persendian sedikit berkurang. Hal ini dipicu oleh peningkatan retensi

4
cairan pada connective tissue, terutama di daerah siku dan pergelangan
tangan.
3. Trimester III
Akibar pembesaran uterus ke posisi anterior, umumnya wanita
hamil memiliki bentuk punggung cenderung lordosis. Sendi sacroiliaca,
sacrococcigis, dan pubis akan meningkat mobilitasnya diperkirakan karena
pengaruh hormonal. Mobilitas tersebut dapat mengakibatkan perubahan
sikap pada wanita hamil dan menimbulkan perasaan tidak nyaman pada
bagian bawah punggung.
D. Sistem Kardiovaskuler
Hemodelusi (volume darah meningkat 40–50%, volume plasma
meningkat, hemoglobin menurun) atau anemia fisiologis kehamilan.
Peningkatan volume darah mengakibatkan peningkatan curah jantung
sehingga jantung memompa dengan kuat dan terjadi sedikit dilatasi.
Progesteron menimbulkan relaksasi otot polos dan dilatasi pembuluh darah
yang akan mengimbangi peningkatan kekuatan jantung sehingga tekanan
darah mendekati normal dan mudah terjadi hipotensi supinasio karena vena
cava inferior tertekan oleh isi uterus. Tekanan pada vena iliaka dan vena cava
inferior oleh uterus menyebabkan peningkatan tekanan vena dan mengurangi
aliran darah ke kaki terutama pada posisi lateral sehingga menyebabkan
edema, varises vena dan vulva, hemoroid.
1. Trimester I
Perubahan terpenting pada fungsi jantung terjadi pada 8 minggu
pertama kehamilan. Pada awal minggu kelima curah jantung mengalami
peningkatan yang merupakan fungsi dari penurunan resistensi vaskuler
sistemik serta peningkatan frekuensi denyut jantung. Preload meningkat
sebagai akibat bertambahnya volume plasma yang terjadi pada minggu ke
10-20.
2. Trimester II
Sejak pertengahan kehamilan, pembesaran uterus akan menekan
vena cava inferior dan aorta bawah saat ibu berada pada posisi terlentang.
Hal itu akan berdampak pada pengurangan darah balik vena ke jantung

5
hingga terjadi penurunan preload dan cardiac output yang kemudian dapat
menyebabkan hipotensi arterial.
3. Trimester III
Selama trimester terakhir, kelanjutan penekanan aorta pada
pembesaran uterus juga akan mengurangi aliran darah uteroplasenta ke
ginjal. Pada posisi terlentang ini akan membuat fungsi ginjal menurun jika
dibandingkan dengan posisi miring.
Table Perubahan Kardiovaskuler dalam kehamilan
Parameter Jumlah Perubahan Penentuan Waktu
Tekanan darah arteri
Sistole ↓4-6 mmHg
Semua dasar pada 20-24
Diastole
↓8-15 mmHg
Rata-rata minggu, kemudian
↓6-10 mmHg
berangsur-angsur naik ke
nilai-nilai prakehamilan
pada masanya.
Frekuensi denyut jantung ↑12-18 BPM Trimester dua awal
kemudian stabil
Volume Stroke ↑10-30% Trimester dua awal,
kemudian stabil
Curah Jantung ↑ 33-45% Mencapai puncak pada
trimester dua, kemudian
stabil sampai masanya

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perubahan fisiologis pada ibu hamil terjadi secara spesifik, mulai dari
system perkemihan, system pencernaan, system musculoskeletal serta system
kardiovaskular. Pada system perkemihan terjadi penekanan vesika urinaria di
trimester pertama dan ketiga sehingga menyebabkan ibu hamil sering
merasakan ingin buang air kecil. Pada system pencernaan terjadi Peningkatan
Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan perubahan metabolism
karbohidrat dapat menyebabkan mual muntah. Di system musculoskeletal

6
terjadi peningkatan estrogen menyebabkan peningkatan elastisitas dan
relaksasi ligament sehingga menimbulkan gejala nyeri sendi. Sedangkan
peregangan otot abdomen karena pembesaran uterus menyebabkan diastasis
recti. Perubahan yang terjadi pada system kardiovaskuler yaitu Hemodelusi
(volume darah meningkat 40–50%, volume plasma meningkat, hemoglobin
menurun) atau anemia fisiologis kehamilan. Peningkatan volume darah
mengakibatkan peningkatan curah jantung sehingga jantung memompa
dengan kuat dan terjadi sedikit dilatasi.
Perubahan fisiologis yang terjadi tersebut saling berkaitan. Perubahan
ini merupakan hal yang wajar dan normal yamg tidak perlu ditakuti.
Perubahan selama kehamilan akan kembali seperti keadaan sebelum hamil,
setelah proses persalinan dan menyusui selesai.
B. Saran
Perubahan fisiologis adalah respon tubuh karena adanya pembuahan
atau fertilisasi yang terjadi didalam uterus yang bertujuan untuk
mempertahankan hasil pembuahan agar tetap hidup dan berkembang.
Peristiwa ini normal dan wajar terjadi kemudian akan kembali seperti semula
keadaan semula beberapa minggu. Selain itu menyusui juga dapat membantu
mempercepat pemulihan kondisi tubuh, karena menyusui menyebabkan rahim
berkontraksi dan mempercepat kembalinya ke ukuran normal.
DAFTAR PUSTAKA

Deswani, Desmarnita, U., & Mulyanti, Y. (2018). Asuhan Keperawatan Prenatal dengan
Pendekatan Neurosains. Malang: Wineka Media.

Karjatin , A. (2016). Keperawatan Maternitas. Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan


Republik Indonesia.