Anda di halaman 1dari 4

F.3.

Usaha Kesehatan Masyarakat


Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Puskesmas Leksono 2, Wonosobo
September 2018 – Januari 2019

PENYULUHAN TENTANG ‘KEHAMILAN, GIZI IBU HAMIL, DAN MASA NIFAS’

dr. Rahma Damayanti


Latar Belakang Perempuan mendapat anugerah Tuhan untuk dapat mengandung,
melahirkan dan menyusui. Kodrat yang diberikan kepada perempuan ini
ditandai oleh perangkat reproduksi yang dimilikinya, yakni rahim dan
semua bagiannya, untuk tempat tumbuh kembang janin selama di dalam
kandungan, dan payudara untuk dapat menyusui anak ketika ia sudah
dilahirkan. Akan tetapi, tidak semua ibu hamil mengerti dan memahami
tentang kehamilan itu sendiri. Entah karena pengetahuan yang kurang
memadai atau persepsi yang keliru atau mitos tentang kehamilan dan
persalinan, serta pemahaman yang kurang tentang peran dan fungsi ibu.
Akibatnya masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Ibu hamil dan anak balita merupakan salah satu kelompok yang
paling beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dan kematian.
Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada
tahun 2007, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 226/100.000
kelahiran hidup. Dengan angka tersebut secara matematis dapat
diartikan bahwa setiap jamnya terjadi 1 kematian ibu di Indonesia atau
24 kematia perhari, 98 kematian perminggu. Ini sungguh merupakan
angka kematian yang fantastis di era globalisasi. Oleh karena itu kita
harus berusaha untuk menurunkannya.

Salah satu program yang diharapkan mampu menekan angka


kesakitan dan kematian akibat kehamilan, persalinan, dan nifas adalah
penggunaan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Buku KIA merupakan
buku yang berisi catatan kesehatan ibu dan anak serta didalamnya
terdapat berbagai informasi mengenai kehamilan, persalinan, nifas,
menyusui, gizi juga akta kelahiran.

Angka kematian bayi yang dilaporkan di Kabupaten Magetan


pada Tahun 2013 adalah 11,15. Ini berarti dalam tiap 1000 kelahiran
hidup, terdapat 11 kematian bayi. Angka Kematian Ibu Tahun 2013 yang
dilaporkan di Kabupaten Magetan per 100.000 kelahiran hidup
sebanyak 89,20. Hal ini meningkat dibandingkan dengan Angka
Kematian Ibu Tahun 2012. Jumlah kematian maternal di Kabupaten
Magetan Tahun 2013 tercatat sebanyak 8 kasus kematian dengan rincian
2 kematian masa hamil dan 6 kematian pada masa nifas.

Permasalahan Data yang didapatkan dari Puskesmas Leksono 2 bahwa di wilayah


kerja Puskesmas Leksono 2 masih terdapat kematian ibu hamil. Dari
data diatas menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil masih kurang
dalam memahami apa saja tanda bahaya kehamilan, tanda bahaya masa
nifas, dan sebagainya. Oleh karena itu dibentuklah kelas ibu hamil.
Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang
kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok
yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-
ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan
nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte
kelahiran.

Perencanaan dan Intervensi dari masalah diatas dilakukan oleh penulis dengan metode
Pemilihan penyuluhan. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Bidan Desa Wonokerto.
Intervensi Kegiatan dilakukan saat ada kelas ibu hamil yang merupakan program
dari Puskesmas Leksono 2:
Hari / Tanggal :
Lokasi : Rumah Bidan Desa Wonokerto
Metode : Metode yang digunakan untuk penyuluhan adalah
metode ceramah dan tanya jawab.
Peserta : Ibu Hamil di Desa Wonokerto

Pelaksanaan Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2018 di Rumah Bidan


Desa Wonokerto. Peserta yang hadir merupakan para Ibu Hamil.
Pertemuan ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00
WIB. Materi yang diberikan adalah mengenai kehamilan, gizi pada
kehamilan, dan perawatan nifas.
Monitoring dan Proses penyuluhan dan pelatihan dengan materi kehamilan, gizi pada
Evaluasi kehamilan, dan perawatan nifas berjalan lancar, sesuai dengan tujuan
penyuluhan dan pelatihan. Para peserta berusaha untuk memahami
materi, memanfaatkan sesi diskusi dengan baik. Sebagai hasil evaluasi
dari penyuluhan ini perlu dilakukan monitoring dari masing-masing ibu
hamil tentang penerapan materi kelas ibu hamil. Bila dikemudian hari
dijumpai kembali permasalahan terkait ibu hamil maka dapat
dikonsultasikan dengan bidan atau dokter.
Dokumentasi :

Komentar / saran pendamping :

Wonosobo, Januari 2019


Peserta Pendamping
dr. Rahma Damayanti dr. Dewanti Retnaningtyas