Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN PRE-EKLAMSIA

No. Dokumen : UKP.30.3/2016


No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 20/06/2016
Halaman : 1/3

PUSKESMAS dr. Hj. MARIATHY JASSIN, M.Kes


KASSI KASSI NIP. 19600712 198911 2 001

1. Pre-Eklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hypertensi,


edema dan protein urine yang timbul karena kehamilan.
2. Umumnya terjadi dalam triwulan III kehamilan tetapi dapat terjadi
sebelumnya, misalnya pada molahidatidosa.
3. Untuk menegakkan diagnosis PE, kenaikan tekanan sistolik harus
30 mmHg atau lebih diatas tekanan yang biasanya ditemukan.
4. PE dibagi dalam golongan ringan dan berat:
a. Penyakit digolongkan berat bila satu atau lebih tanda atau
gejala dibawah ini ditemukan:
 Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih atau tekanan

1. Pengertian diastolik 110 mmHg atau lebih.


 Protein urine 5 gr atau lebih dalam 24 jam, 3 atau 4
(+) pada pemeriksaan kualitatif, oliguria (air kencing
400 ml atau kurang dalam 24 jam).
 Keluhan cerebral, gangguan penglihatan, atau nyeri
di daerah epigastrium.
 Edema paru atau sianosis.
b. Pada PE ringan tidak ditemukan gejala-gejala subjektif,
hanya terjadi peningkatan tekanan darah, dimana tekanan
darah sistolik lebih dari 130 mmHg dan tekanan darah
diastolik lebih dari 90 mmHg.
Sebagai acuan dalam penanganan pasien pre-eklamsia di ruang bersalin
2. Tujuan
Puskesmas Kassi-Kassi.
Surat Keputusan Kepla Puskesmas tentang Penanganan Pasien Darurat
3. Kebijakan
Dan Gawat Darurat Di Puskesmas Kassi Kassi
Prof.DR.dr. Sarwono Prawirohardjo,Sp.OG. Ilmu Kebidanan Edisi III.
4. Referensi
Yayasan Bima Sarwono Prawirohrdjo. Jakarta, 2005
1. Alat-alat pemeriksaan tanda vital
1) Tensi meter
5. Instrumen 2) Stetoskop
3) Aboket
4) Infus set
5) Standar infus
6) Spatel
7) Mobil ambulance
2. Bahan
1) Cairan infus RL
1. Mengukur tekanan darah dan memeriksa protein urine
 Tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastol 90 mmHg, protein
urine (+)
6. Langkah-langkah 2. Pasang infus dengan larutan RL
3. Beri obat anti hipertensi jika diperlukan
4. Melakukan penanganan atau tindakan yang diperlukan disesuaikan
dengan kebutuhan
7. Bagan Alir

Lakukan penilaian klinik

Mengukur TD dan memeriksa protein


urine

TD sistole 140 mmHg dan diastole 90


mmHg, protein urine (+)

Pasang infus larutan RL

Beri obat anti hipertensi jika diperlukan

Penanganan atau tindakan


sesuai kebutuhan

8. Hal-hal yang perlu


Keadaan umum pasien
diperhatikan

1. Petugas administrasi

9. Unit terkait 2. Petugas kamar obat


3. Petugas rawat inap

Halaman 2/3
10. Dokumen terkait Lembar rujukan

Tanggal dimulai
11. Rekaman historis No Yang diubah Isi Perubahan
berlakukan
perubahan

Halaman 3/3