Anda di halaman 1dari 6

SURVEILANCE PENYAKIT DIARE

No.Dokumen : /UKM-SOP/PKM-TWH/II/2017
No.Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 02/02/2017
Halaman : 1/2
UPT. PUSKESMAS dr.HENY ERLINA
TEWAH 19770507 200501 2 013

Pengertian Mengambil sampel air bersih / air minum untuk pemeriksaan


1. Pengertian
bakteriologis
Tujuan Untuk mendapatkan sampel air yang sesuai untuk pemeriksaan bakteriologis
Kebijakan Sebagai acuan petugas sanitasi dalam pengambilan sampel air
untuk
pemeriksaan bakteriologi
Pengertian Mengambil sampel air bersih / air minum untuk pemeriksaan
bakteriologis
Tujuan Untuk mendapatkan sampel air yang sesuai untuk pemeriksaan bakteriologis
Kebijakan Sebagai acuan petugas sanitasi dalam pengambilan sampel air
untuk
pemeriksaan bakteriologi
Pengertian Mengambil sampel air bersih / air minum untuk pemeriksaan
bakteriologis
Tujuan Untuk mendapatkan sampel air yang sesuai untuk pemeriksaan bakteriologis
Kebijakan Sebagai acuan petugas sanitasi dalam pengambilan sampel air
untuk
pemeriksaan bakteriologi
Surveilans epidemiologi penyakit diare adalah kegiatan analisis secara sistematis
dan terus menerus terhadap penyakit diare dan kondisi yang mempengaruhi
terjadinya peningkatan dan penularan penyakit diare agar melakukan tindakan
penanggulangan secara efektif dan efisien
a. Diketahuinya situasi epidemiologi masyarakat sehingga dapat dibuat
2. Tujuan
perencanaan dalam pencegahan penanggulangan maupun pembeerantasannya
disemua jenjang pelayanan.
b. Diketahuinya informasi yang terbaru dan benar mengenai penyakit diare di
masyarakat.
c. Dilaksanakannya deteksi secara dini terhadap peningkatan penderita diare serta
faktor-faktor yang mempengaruhinya.
d. Dilaksanaknnya tatalaksana penderita diare ssegera mungkin ,untuk mencegah
kematian diare dan meluasnya KLB diare.
e. Dibentuk dan diaktifkannya TIM Gerak Cepat (TGC) dalam penanggulangan
KLB dan sewaktu-waktu siap dikirimkan.
3. Kebijakan KEPUTUSAN KEPALA UPT. PUSKESMAS TEWAH
No. 5.007/UKM-SK/PKM-TWH/I/2016
Tentang : Pengelolaan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas

4. Referensi Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan KLB Penyakit Menular dan
Keracunan Pangan, Edisi Revisi Tahun 2013.
5. Standar Sarana dan a. Alat Tulis
Prasarana b. Laporan

6. Prosedur / Langkah a. Pengumpulan Data Diare :


1. Laporan rutin: laporan bulanan dan laporan mingguan (W2), yang diambil dari
- langkah
register harian penderita diare.
2. Laporan kejadian luar biasa (KLB) / Wabah, yang dilaporkan dalam periode 24
jam (W1) yang dilanjutkan dengan laporan khusus yang meliputi :
a. Kronologis terjadinya KLB
b. Cara penyebaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
c. Keadaan epidemiologis penderita
d. Hasil penyelidikan yang telah dilakukan
e. Hasil penanggulangan KLB dan RTL
3. Kriteria KLB Diare (Permenkes RI No. 1501/Menkes/Per/X/2010) :
a. Timbulnya suatu penyakit menular tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal 4
Permenkes Nomor 1501/Meneks/Per/X/2010 (konfirmasi kolera) yang
sebelumnya tidak ada atau tidak dkenal pada suatu daerah.
b. Peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama 3 (tiga) kurun waktu dalam
jam, hari atau minggu berturut-turut.
c. Peningkatan kejadian kesakitan dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan
periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari atau minggu.
d. Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan menunjukkan
kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan
dalam tahun sebelumnya.
e. Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 (satu) tahun
menunjjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata
jumlah kejadian kesakitan per bulanpada tahun sebelumnya.
f. Angka kematian kasus (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu) kurun waktu tertentu
menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan dengan angka kematian
kasus suatu penyakit periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.

b. Pengolahan, Analisis dan Interpretasi :


Data-data yang telah dikumpulkan diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel-
tabel atau grafik, kemudian dianalisis dan diinterpretasi.
c. Penyebarluasan Hasil Interpretasi :
Hasil analisis dan interpretasi data yang telah dikumpulkan, diumpan balikkan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan yaitu :kepada pihak kecamatan dan
desa.
7. Catatan:
8. Diagram Alir
a. Program Surveilance
9. Unit Terkait
b. Program P2M (diare)
c. Program Kesehatan Lingkungan

10. Rekaman Historis Perubahan


No Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan
PENYEHATAN TEMPAT PENGOLAHAN
MAKANAN (TPM)
No.Dokumen :5.035 /UKM-DT/PKM-TWH/II/2016
DAFTAR No.Revisi : 00
Tanggal Terbit : 02/02/2016
TILIK
Halaman : 1/1
UPT. dr.HENY ERLINA
PUSKESMAS 19770507 200501 2
TEWAH 013

No Kegiatan Ya Tidak Tidak Berlaku


Apakah petugas sanitarian melakukan pengumpulan
1
data TPM ?
Apakah tenaga sanitarian melakukan pengawasan
2
terhadap TPM?
Apakah tenaga sanitarian melakukan pembinaan
3
terhadap TPM yang diperiksa ?
Apakah tenaga sanitarian melaksanakan pencatatan dan
4
pelaporan ?
Apakah tenaga sanitarian melakukan pendataan TPM
5
yang ada di wilayah kerja ?
Apakah tenaga sanitarian menentukan lokasi TPM
6
yang akan diawasi/dibina ?
Apakah tenaga sanitarian melakukan inspeksi sanitasi
7
TPM dan lingkungan sekitarnya ?
Apakah tenaga sanitarian mencatat hasil inspeksi pada
8
form inspeksi ?
Apakah tenaga sanitarian menyampaikan hasil
9
inspeksi kepada pengelola TPM
(pembinaan/penyuluhan)?
Apakah tenaga sanitarian menyampaikan hasil kepada
10
pemilik SAB, jika nilai inspeksi tinggi, serta memberi
pengarahan/saran perbaikan kepada pemilik SAB ?
Apakah tenaga sanitarian mencatat hasil kegiatan ke
11
dalam buku register dan melaporkan hasil kegiatan
kepada kepala Puskesmas/Dinas Kesehatan ?

CR = %

Tewah, 2016
Pelaksana/Auditor

( )
Nomor : 5.035/UKM-SOP/PKM-TWH/II/2016
Nomor Revisi : 00
Berlaku Tanggal : 02 Februari 2016

UKM - KESLING
Standar Operasional Prosedur
Penyehatan Tempat Pengolahan
Makanan (TPM)
Nomor : 5.035/UKM-DT/PKM-TWH/II/2016
Nomor Revisi : 00
Berlaku Tanggal : 02 Februari 2016

UKM - KESLING
Daftar Tilik
Penyehatan Tempat Pengolahan
Makanan (TPM)