Anda di halaman 1dari 47

REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)

KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA


PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

1 PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang
di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan
kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya. Jumlah penduduk yang bertambah seiring
dengan perjalanan waktu menyebabkan terjadinya peningkatan akan kebutuhan ruang yang sesuai
dengan berbagai aktivitas yang dilakukannya. Sedangkan ruang, yang sesuai dengan spesifikasi
kebutuhan aktivitas manusia yang beragam, jumlahnya tetap. Keberadaan ruang yang terbatas dan
pemahaman masyarakat yang berkembang terhadap pentingnya penataan ruang menyebabkan
diperlukan penyelenggaraan penataan ruang yang transparan, efektif, dan partisipatif agar terwujud
ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Penataan ruang merupakan arahan pengalokasian ruang bagi masyarakat, yang terdiri dari
berbagai pemangku kepentingan, dalam melakukan aktivitasnya secara terintegrasi dan efisien
untuk mewujudkan pembangunan yang adil, sejahtera dan berkelanjutan. Penataan ruang
merupakan acuan pembangunan yang berorientasi pada keruangan, yang menjadi salah satu tolok
ukur kinerja pemerintah.
Penyelenggaraan Penataan Ruang, yang meliputi kegiatan Pengaturan, Pembinaan,
Pelaksanaan, dan Pengawasan Penataan Ruang, perlu dilakukan secara terkoordinasi, baik lintas
pemerintahan maupun lintas pemangku kepentingan. Pengaturan penataan ruang adalah upaya
pembentukan landasan hukum bagi pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam
penataan ruang. Pembinaan penataan ruang adalah upaya untuk meningkatkan kinerja penataan
ruang yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Pelaksanaan
penataan ruang adalah upaya pencapaian tujuan penataan ruang melalui pelaksanaan perencanaan
tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan tata ruang
merupakan suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi
penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. Pengawasan penataan ruang adalah upaya agar
penyelenggaraan penataan ruang dapat diwujudkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Rencana Tata Ruang Wilayah pada dasarnya merupakan kebijakan perencanaan
pembangunan daerah untuk digunakan sebagai pedoman dalam pemanfaatan dan pengendalian
ruang. Berbagai program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta maupun
masyarakat harus mengacu pada arahan pemanfaatan ruang, sehingga ruang yang terbatas dapat
dimanfaatkan secara optimum. Dalam kegiatan tersebut, berbagai sumber daya alam ditata dari segi
letak maupun luas, sebagai satu kesatuan dengan memperhatikan keseimbangan antara berbagai
pemanfaatan. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten ini menjadi pedoman bagi
Pemerintah Daerah untuk merumuskan kebijaksanaan pokok pelaksanaan dan sekaligus
pengendalian pembangunan dalam ruang wilayah kabupaten dengan jangka waktu perencanaan
adalah 10 (sepuluh) tahun dan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah dilakukan satu kali dalam
jangka waktu 5 tahun.
Sebagai salah satu bentuk kewajiban dan kewenangan pemerintah daerah dalam mengatur
ruangnya dan sejalan dengan amanat yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007
tentang Penataan Ruang, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kabupaten TTU melaksanakan
kegiatan Peninjauan Kembali Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU, yang
diarahkan untuk merumuskan kembali tujuan, kebijakan dan strategi, pola dan struktur ruang

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

wilayah, arahan pemanfaatan ruang serta ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang, yang menjadi
acuan spasial pembangunan dan pengembangan wilayahnya.
Penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU, dilatar belakangi oleh
adanya ketentuan dalam Undang - Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, sebagai
berikut:
1. Evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah dilakukan sekali dalam 5 (lima) tahun untuk melakukan
evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah yang memberikan dampak
kepada keruangan di daerah.
2. Apabila terjadi perubahan wilayah administrasi kabupaten yang dinyatakan di dalam Undang-
Undang, maka Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dapat dilakukan
lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.
3. Perubahan waktu perencanaaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dari 10 tahun menjadi
20 tahun.
4. Dalam proses legislasi Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, diperlukan
persetujuan di tingkat Menteri setelah mendapatkan rekomendasi Gubernur.
5. Penyesuaian Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten paling lambat 3 tahun terhitung
sejak diberlakukan Undang - Undang tentang Penataan Ruang.

II. Dasar Hukum


Dasar hukum pelaksanaan kegiatan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU,
adalah:
1. Undang- Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II Dalam
Wilayah Daerah - daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara timur
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 1655);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 2043);
3. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3888), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-
Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 67, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4401);
4. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4169);
5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4377);
6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4389);
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4421);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
9. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);
10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
11. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4725);
12. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4739);
13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
14. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5073);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan
Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4385);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4833);
19. Peraturan-Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4858);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
(Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 21 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5103)
21. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung;
22. Keputusan Presiden Nomor 62 tahun 2000 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang
Nasional;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang di Daerah;
24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peran serta
Masyarakat Dalam Proses Perencanaan Tata Ruang di Daerah;
25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan
Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Daerah;

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

26. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2009 tentang Pedoman Persetujuan
Substansi dalam Penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten / Kota beserta Rencana Rincinya;
27. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 Pedoman Koordinasi Penataan Ruang
Nasional;
28. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2010 – 2030

III. Maksud dan Tujuan


3.1.1 Maksud Penyusunan
Maksud dari kegiatan ini adalah merevisi Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
TTU Tahun 2008-2028 sehingga dapat dipakai sebagai acuan spasial dalam merumuskan program
pembangunan dan pengembangan wilayah bagi setiap stakeholders terkait sehingga dapat
mewujudkan pemanfaatan ruang wilayah yang serasi, seimbang dan selaras serta berkelanjutan
sekaligus memberikan arah pemanfaatan ruang bagi Kabupaten TTU untuk memanfaatkan ruang
secara optimal, berdayaguna dan berhasilguna bagi kelangsungan hidup manusia di dalamnya.

3.1.2 Tujuan Penyusunan


Menghasilkan revisi Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU yang sesuai
dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional serta amanat Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
sehingga dapat menjadi acuan dalam pembangunan daerah Kabupaten TTU selama 20 (dua puluh)
tahun kedepan.

IV. Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah:
1. Terwujudnya produk Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU yang sesuai dengan tuntutan
Undang – Undang No. 26 Tahun 2007;
2. Terwujudnya penyelenggaraan penataan ruang di wilayah Kabupaten TTU;
3. Terkendalinya pembangunan di wilayah Kabupaten TTU baik yang dilakukan oleh pemerintah
maupun oleh masyarakat;
4. Terciptanya keserasian antara kawasan lindung dan kawasan budidaya;
5. Tersusunnya rencana dan keterpaduan program-program pembangunan di wilayah Kabupaten
TTU;
6. Terdorongnya minat investasi masyarakat dan dunia usaha di wilayah Kabupaten TTU;
7. Terkoordinasinya pembangunan antar wilayah dan antar sektor pembangunan.

V. Ruang Lingkup Wilayah


Adapun lingkup wilayah dari kegiatan ini adalah wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara
dengan fokus pendataannya pada 24 (dua puluh empat) kecamatan yang ada di Kabupaten Timor
Tengah Utara.
1. Kecamatan Biboki Anleu
2. Kecamatan Biboki Feotleu
3. Kecamatan Biboki Moenleu
4. Kecamatan Biboki Selatan
5. Kecamatan Biboki Tan Pah
6. Kecamatan Biboki Utara

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

7. Kecamatan Bikomi Nilulat


8. Kecamatan Bikomi Selatan
9. Kecamatan Bikomi Tengah
10. Kecamatan Bikomi Utara
11. Kecamatan Insana
12. Kecamatan Insana Barat
13. Kecamatan Insana Fafinesu
14. Kecamatan Insana Tengah
15. Kecamatan Insana Utara
16. Kecamatan Kota Kefamenanu
17. Kecamatan Miomaffo Barat
18. Kecamatan Miomaffo Tengah
19. Kecamatan Miomaffo Timur
20. Kecamatan Musi
21. Kecamatan Mutis
22. Kecamatan Naibenu
23. Kecamatan Noemuti Timur
24. Kecamatan Noemuti
Untuk mengetahui lingkup wilayah kegiatan Revisi Penyusunan Peraturan Daerah Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dapat dilihat pada Gambar I (Peta
Orientasi) dan Gambar 2 (Peta Administrasi)

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

Gambar 1.1 Peta Orientasi

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

A. RUANG LINGKUP KEGIATAN


Secara substansial, ruang lingkup materi pekerjaan Peninjauan Kembali Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten TTU ini mencakup kegiatan evaluasi dan revisi.
A. Evaluasi
Proses pekerjaan Evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU dimulai dari:
1) Selama kurang lebih 3 (tiga) tahun terakhir apakah terjadi penyimpangan antara RTRW
Kabupaten TTU Tahun 2008-2028 dengan kondisi spasial wilayah Kabupaten TTU saat ini.
2) Seberapa besar tingkat penyimpangan dan kriteria penyimpangan yang terjadi.
3) Apabila tidak terjadi penyimpangan pada saat ini, masih perlu dikaji lagi apakah ada potensi-
potensi pengembangan di wilayah Kabupaten TTU yang mengarah adanya penyimpangan
tata ruang di masa yang akan datang.
4) Apabila terjadi penyimpangan, maka perlu diamati komponen apa (kualitas) yang
menimbulkan penyimpangan dan perlu diukur seberapa besar (kuantitas) penyimpangan
tersebut.
5) Perlu pula dikaji mengapa terjadi penyimpangan-penyimpangan tersebut, apakah karena
rencananya yang kurang luwes dan kurang lengkap sehingga kurang mampu mengantisipasi
perkembangan tata ruang yang ada ataukah karena memang pengembangan wilayah dan
kota yang terlalu progresif sehingga cenderung menyimpang dari rencana tata ruang yang
telah ditetapkan.

B. Revisi
Proses pekerjaan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU dimulai dari:
 Identifikasi pemerataan pembangunan wilayah kabupaten dan potensi pertumbuhan
ekonomi wilayah
Mengidentifikasikan berbagai potensi dan masalah pembangunan dalam Kabupaten TTU
serta mewujudkan keterpaduan, keseimbangan dan keserasian pembangunan antar sektor
dalam rangka penyusunan dan pengendalian program-program pembangunan wilayah
Kabupaten TTU dan pertumbuhan ekonomi serta keserasian aspirasi pembangunan wilayah
Kabupaten TTU dan potensi pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten TTU dengan melihat
gambaran sektor-sektor pendorong perkembangan ekonomi dan tingkat perkembangannya
yang dapat dilihat dari faktor sosial kependudukan, daya dukung fisik dan lingkungan
berupa :
a. Kondisi tata guna tanah (penggunaan tanah);
b. Kondisi bentang alam kawasan;
c. Lokasi geografis;
d. Sumber daya air;
e. Kondisi lingkungan yang tergambarkan dari kondisi topografi dan pola drainase;
f. Sensitivitas kawasan terhadap lingkungan, bencana alam dan kegempaan; Status dan
nilai tanah; Ijin lokasi, dll.

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

Daya dukung prasarana dan sarana, berupa:


a. Jenis infrastruktur perkotaan;
b. Jangkauan pelayanan;
c. Jumlah penduduk yang terlayani;
d. Kapasitas pelayanan.
Serta daya dukung ketenagakerjaan berupa:
a. Jenis pekerjaan;
b. Jumlah tenaga kerja;
c. Jumlah penduduk yang bekerja;
d. Kapasitas dalam kesempatan bekerja.
Serta dengan melihat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kegiatan usaha dan
perkembangan penggunaan tanah dan produktivitasnya dan lain-lain.
 Rencana kawasan pesisir Kabupaten TTU
Mengidentifikasi kawasan pesisir Kabupaten TTU, dengan melihat potensi dan masalah
yang ada, serta pemanfaatan ruang kawasan yang ideal.
 Rencana Prakiraan Kebutuhan dan Pengembangan Wilayah Kabupaten TTU
a. Perkiraan kebutuhan pengembangan kependudukan;
b. Perkiraan kebutuhan pengembangan ekonomi perkotaan;
c. Perkiraan kebutuhan fasilitas sosial dan ekonomi perkotaan;
d. Perkiraan kebutuhan pengembangan lahan perkotaan;
 kebutuhan ekstensifikasi;
 kebutuhan intensifikasi;
e. Perkiraan ketersediaan lahan bagi pengembangan.
f. Perkiraan kebutuhan prasarana dan sarana perkotaan.
 Rencana tata ruang kawasan perbatasan wilayah kabupaten
Mengidentifikasi persoalan dan potensi yang ada di perbatasan dengan menggali kondisi
sumber daya lokal.
 Rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten
Mengidentifikasi kondisi wilayah yang mempunyai nilai baik secara sosial ekonomi
maupun lingkungan.
 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Mengidentifikasi gambaran RPJM Daerah Kabupaten TTU dan RPJP Daerah Kabupaten TTU
dan dikaitkan dengan Renstra tiap-tiap sektor yang tertuang dalam SKPD Kabupaten.
 Produk Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten yang dihasilkan:
Produk yang dihasilkan dalam penyusunan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kabupaten TTU Tahun 2016-2036 minimal memuat sebagai berikut:
a. Hasil evaluasi terhadap produk RTRW Kabupaten TTU Tahun 2008-2028 sehingga
diketahui tingkat penyimpangannya dan sejauh mana peksanaannya yang dituangkan
dalam dokumen evaluasi

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

b. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU Tahun 2016-2036 dengan lingkup materi
sebagai berikut:
1) Tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten TTU yang berisi :
a. Visi dan Misi penataan ruang wilayah KabupatenTTU;
b. Kebijakan dan Strategi Penetapan Struktur Ruang Wilayah Kabupaten TTU;
c. Kebijakan dan Strategi Penetapan Pola Ruang Wilayah Kabupaten TTU;
d. Kebijakan dan Strategi Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten TTU;
e. Kebijakan dan Strategi Penetapan Fungsi Kawasan Pesisir Kabupaten TTU.
2) Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistem perkotaan di
wilayahnya yang terkait dengan kawasan perdesaan dan sistem jaringan prasarana
wilayah Kabupaten TTU yang berisi :
a Penetapan Kawasan Perkotaan dan Kawasan Pedesaan;
b Sistem Pedesaan;
c Sistem Perkotaan;
d Sistem Prasarana Wilayah.
3) Rencana pola ruang wilayah kabupaten yang meliputi kawasan lindung kabupaten
dan kawasan budidaya Kabupaten TTU yang berisi :
a. Pola Pemanfaatan Kawasan Lindung;
b. Pengembangan Kawasan Budidaya;
c. Pengelolaan Kawasan.
4) Penetapan kawasan strategis Kabupaten TTU yang berisi:
a. Penetapan Kawasan strategis (Nasional,Propinsi dan Kabupaten);
b. Peluang sebagai Kawasan strategis (Nasional,Propinsi dan Kabupaten).
5) Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten TTU yang berisi:
a. Perumusan Kebijakan strategis operasional rencana tata ruang wilayah dan
rencana tata ruang kawasan strategis;
b. Prioritas dan Tahapan Pembangunan (yang berisi indikasi program utama
jangka menengah periode 5 tahunan selama kurun waktu 20 tahun rencana)
6) Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten TTU yang berisi :
a. Ketentuan umum peraturan zonasi;
b. Ketentuan perizinan;
c. Ketentuan insentif dan disinsentif;
d. Arahan sanksi.
7) Hak, Kewajiban dan Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang,yang berisi :
a. Hak masyarakat;
b. Kewajiban masyarakat;
c. Peran serta masyarakat.
8) Kesimpulan.
9) Rancangan Perda RTRW Kabupaten TTU Tahun 2016-2036.

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

VI. Ruang Lingkup Kegiatan:


Ruang lingkup Konsultasi Publik ke I dalam proses penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kabupaten TTU dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2016, yang melibatkan
beberapa komponen sebagai berikut:
1) Bupati SKPD Kabupaten Timor Tengah Utara;
2) DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara;
3) Kepala SKPD Kabupaten Timor Tengah Utara terkait;
4) Camat seluruh Timor Tengah Utara;
5) Sekretaris Kecamatan Timor Tengah Utara;
6) Tokoh masyarakat seluruh Kabupaten Timor Tengah Utara;
7) Akademisi;
8) Pokja Penyusunan Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara;

VII. Waktu Pelaksananaan Kegiatan:


Waktu Pelaksaaan kegiatan Konsultasi Publik ke I dalam proses penyusunan Revisi Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten TTU dilakukan pada:
1. Hari : Jum’at
2. Tanggal : 2 Desember 2016
3. Tempat : RM Kota Sari Kota Kefamenanu
4. Waktu : Jam 09.00 – selesai
5. Peserta : Terlampir

VIII. Pelaksananaan Kegiatan:


Pelaksaaan kegiatan Konsultasi Publik ke I dalam proses penyusunan Revisi Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten TTU adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan.
2. Laporan Panitia Penyelenggara
3. Sambutan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara dalam Hal ini diwakili oleh
Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara dan Sekaligus membuka Kegiatan Seminar dan
Konsultasi Publik Laporan Akhir Penyusunan Revisi Perda RTRW Kabupaten Timor Tengah
utara Tahun 2008 – 2028.
4. Doa
5. Pengarahan dari Kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Timor Tengah Utara
6. Pengarahan dari PPK Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Provinsi NTT
7. Presentasi Hasil Perencanaan Oleh Konsultan PT Perencana Indah Engineering.
8. Diskusi dan Tanya Jawab
9. Kesimpulan
10. Doa dan Penutup

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN A

UNDANGAN

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN B

LAPORAN PENYELENGGARA

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN ”SEMINAR FAKTA DAN ANALISA SERTA FOCUS


GROUP DISCUSSION (FGD) REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KAB. TTU”
KEFAMENANU, 21 OKTOBER 2016

Yang terhormat;

1. Wakil Bupati Timor Tengah Utara;


2. Ketua Komisi C DPRD Kab. TTU;
3. Para pimpinan SKPD Terkait atau yang mewakili;
4. Para Camat se – Kab.TTU atau yang mewakili ;
5. Singkatnya hadirin peserta ”Seminar Laporan Fakta Dan Analisa Serta Focus Group
Discussion (FGD) Revisi Penyusunan Perda Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kab. TTU” yang saya hormati.

Salam Sejahtera bagi kita Semua!

Pertama-tama sebagai insan yang beriman patutlah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Kuasa, karena oleh berkat dan rahmat-Nya, pada hari ini kita boleh dipertemukan
kembali dalam kegiatan yaitu : ”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA FOCUS GROUP
DISCUSSION (FGD) REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA
TATA RUANG WILAYAH KAB. TTU”.
Kegiatan ini merupakan agenda penting Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara khususnya
program penataan ruang Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.

Bapak, Ibu yang saya hormati!

Kegiatan ”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)
REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG
WILAYAH KAB. TTU” dijadikan sebagai agenda penting karena kompleksitas penyelenggaraan
penataan ruang. Dalam pelaksanaan penataan ruang ada 3 tahapan penting yaitu perencanaan
(planning), implementasi (implementation) dan pengendalian (controlling).
Saat ini, hampir 100% Kabupaten/ Kota di provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan perda
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Namun, Rencana Tata Ruang Kawasan strategis Kabupaten
dan Rencana Detail Tata Ruang perkotaan kurang menjadi perhatian. Apalagi pemanfaatan ruang dan
pengendalian pemanfaatan ruang sebagai bentuk implementasi Rencana Tata Ruang belum menjadi
perhatian serius. Oleh karena itu, perkenankan kami menyampaikan beberapa hal yang menjadi
dasar sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan “SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA”

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

I. LATAR BELAKANG

Adapun latar belakang pelaksanaan kegiatan ”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KAB. TTU”
ini ” Sebagai berikut:
1. Amanat UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana tugas dan wewenang
pemerintah dan Pemerintah Provinsi untuk melakukan pengaturan, pembinaan, pengawasan
dan pelaksanaan penataan ruang. Pembinaan penataan ruang pada pasal 13 UU tersebut
dilakukan melalui kegiatan: koordinasi, sosialisasi, pemberian bimbingan, supervisi
pelaksanaan, konsultasi, pendidikan dan latihan, penelitian dan pengembangan, pengembangan
system informasi dan komunikasi penataan ruang, penyebarluasan informasi, pengembangan
kesadaran dan tanggungjawab masyarakat dalam penataan ruang.
2. Hasil identifikasi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, melalui kegiatan pengambilan data
persiapan Review Perda RTRW Kabupaten Timor Tengah Utara TA.2015 bahwa secara umum
telah terjadi banyak penyimpangan pada pola penggunaan lahan dan perubahan
peruntukkannya.
Berdasarkan peranan tata ruang ini, maka perlu dirumuskan berbagai hal yang terkait dalam
bentuk pedoman penyusunan Revisi Perda Nomor 19 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dan Seminar Laporan fakta dan analisa serta focus
group discussion (FGD), yang akan kita ikuti hari ini.
II. DASAR PELAKSANAAN
Adapun dasar yang melandasi penyelenggaraan kegiatan ”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN
ANALISA SERTA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN
2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KAB. TTU” di Kefamenanu ini sebagai berikut:
a. Bahwa kegiatan seminar ini merupakan momentum yang bermanfaat dalam melakukan
penyusunan Revisi Perda Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Timor Tengah Utara.

III.MAKSUD DAN TUJUAN

”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) REVISI
PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KAB.
TTU” ini dimaksudkan untuk mengetahui cara dan hasil analisis yang dilakukan oleh konsultan
terkait penyusunan revisi perda Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupen Timor Tengah Utara.
Tujuannya adalah:
a) Untuk melakukan pengkajian, evaluasi dan penelitian terhadap Perda Nomor 19 Tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Timor tengah Utara dengan regulasi,
kebijakan pemerintah, kebijakan pemerintah daerah dan kondisi saat ini.
PEMBICARA/ PEMATERI

1. Pembicara/ Nara sumber


a. Konsultan PT. PERENCANA INDAH Enginnering ;
b. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kab. TTU.

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

IV. PESERTA

Peserta yang diundang dalam kegiatan ini terdiri atas:


1. Wakil Bupati TTU;
2. Ketua Komisi C;
3. Para Pimpinan SKPD Terkait ;
4. Para Camat, beserta Kasie PLH dan Kasubag PDE ;
5. Jumlah undangan seluruhnya sebanyak 150 orang
6. Jumlah Peserta yang hadir saat ini berjumlah 106 orang.

V. MATERI

Materi yang disajikan dalam kegiatan ini antara lain:


1. Revisi Penyusunan Perda Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Kab. TTU Tahun 2008 – 2028 Tahun Anggaran 2016.

VI. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)
REVISI PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG
WILAYAH KAB. TTU” ini diselenggarakan pada hari ini, Jumat 21 Oktober 2016 bertempat di
Restauran Litani - Kefamenanu.
VII. PENUTUP
Demikian beberapa hal yang kami laporkan pada kesempatan ini untuk menjadi perhatian kita
semua. Sebagai akhir laporan kami, dengan rendah hati kami mohon kesediaan yth. Bapak Wakil
Bupati Timor Tengah Utara untuk berkenan memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan
”SEMINAR LAPORAN FAKTA DAN ANALISA SERTA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) REVISI
PENYUSUNAN PERDA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KAB.
TTU” secara resmi.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Kefamenanu, 21 Oktober 2016


TTD
PANITIA PELAKSANA

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN C

MATERI PRESENTASI

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN D

DISKUSI DAN PERTANYAAN

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

1) Bapak Oktovianus Nule, Dinas Pertanian


 Terkait kawasan pengembangan pertanian apakah tidak sesuai dengan data
yang ada pada Dinas pertanian yaitu seluas 5.000 ha.
2) Bapak Yohanes Sanab, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
 Pada latar belakang poin inti mengenai dilakukannya revisi RTRW perlu
dimasukan.
 Persoalan mengenai produk KLHS kita dapat mengalami kesulitan dalam
menyandingkan konektivitas dengan RTRW.
 Perlu adanya batas yang jelas Perkotaan Kefamenanu yaitu mulai dari Oetalus
– sebagian Naiola.
 Agar diperhatikan nomenklatur pariwisata yang lebih cenderung ke sektor
industri dari pada sektor jasa.
 Agar diperhatikan kawasan perbatasan yang seolah-olah hanya berfokus pada
sosial dan ekonomi
 Mengenai kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan perlu
dipertimbangkan untuk tidak meliputi kawasan ilmu pengetahuan.
 Perlu diperhatikan penamaam Kawasan Tunbaba Raya
 Perlu ditambahkan wisata alam Manufoun Deretan Perbukitan
 Perlu diperhatikan nomenklatur baru wisata religi
 Perlu diperhatikan penamaan Taman Doa Bukit Neonbat
 Perlu diperhatikan geowisata yaitu wisata perbatasan Napan dan Wini
 Perlu diperhatikan Kawasan Perbatasan Negara termasuk Kec. Musi yaitu
Desa Batnes
 Perlu diperhatikan Kawasan Ekonomi Khusus yaitu di Wini
3) Bapak Theodorus Kolo, Kec. Bikomi Utara
 Analisa Sosial Budaya perlu diperhatikan juga agar Revisi RTRW yang dibuat
dapat sejalan dengan kearifan lokal masyarakat setempat.

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

4) Bapak Agusto Solokana, Kasat Pol PP


 Dokumen RTRW baru dibuat, tetapi pembangunan sudah berjalan, maka perlu
ada pengawalan dalam keberlanjutan dan secara terus menerus memberikan
saran dan masukan bagi Pemerintah Daerah.
 Mungkin dapat dipikirkan untuk melakukan diskusi terbatas terkait dengan
dinamika tata ruang dan pembangunan
5) Bapak Yosef D. Seke, KPPTSP
 Masukan dan saran harus cepat ditanggapi
 Bagaimana dengan GSB dan Advice Planning
 Bagaimana GS Pantai harus diperjelas
 Bagaimana GS Sungai harus diperjelas
 Bagaiman dengan izin pemanfaatan ruang
 Untuk air minum perlu dimasukan juga Sumber Air Mutis
6) Bapak Steven Neonbeni, Dinas Kehutanan
 Berkaitan dengan kawasan hutan mohon diperhatikan SK Menteri kehutanan
 Mohon dapat dilakukan rapat terbatas untuk menentukan kawasan hutan
sehingga jangan dianggap menjadi penghalang dalam penataan ruang
7) Pak Wens, Dinas PU Provinsi NTT, Satker Penataan Ruang
 Tujuan penataan ruangnya perlu dipkirkan lagi
 Struktur jaringan jalan menurut fungsinya perlu diperhatikan
 Rencana jaringan prasarana darat, laut dan udara
 Prasarana lainnya, jaringan listrik terkait SUTET harus dimasukan
 Terkait pola ruang totalnya perlu dicek lagi
 Merumuskan ketentuan dengan pengendalian disintensif dan insetif harus
lebih menggigit agar dapat diimplementasikan dengan dan benar.

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN E

MASUKAN PESERTA

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN F

KESIMPULAN SEMINAR DAN FGD

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

KESIMPULAN

1. Secara umum Dokumen Fakta Analisa Revisi Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten TTU
tahun 2008 – 20028 dapat diterima.
2. Beberapa hal perlu dipertimbangkan untuk penyusunan Laporan Akhir adalah :
a. Keberadaan tanah adat/ulayat di kawasan hutan
b. Peta Kawasan hutan di Kabupaten TTU perlu dikoordinasikan dengan BPKH wilayah 14
di Kota Kupang;
c. Perlu mempertimbangan hasil studi terdahulu sebagai pertimbangan penyusunan struktur
dan pola ruang Revisi RTRW , antara lain :
c. 1. KTM (Kota Terpadu Mandiri) di Kecamatan Biboki Anleu, Biboki Monleu, dan
Biboki Fotleu.
c. 2. Di Kota Wini adanya Kawasan Industri
c. 3. Kawasan Ekonomi Khusus.
3. Desa Oelolo di Kecamatan Mutis dimasukan sebagai desa di Kecamatan Pertabatasan
Negara.

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN G

DAFTAR PESERTA

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN F

DOKUMENTASI

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II


REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KONSULTASI PUBLIK KE-II