Anda di halaman 1dari 5

1.

Sebutkan 3 teori yang ditulis Orem dalam bukunya yang kedua pada tahun
1985 !
2. Bagaimana keperawatan mandiri (self care) menurut Orem ?
3. Apa saja yang ditekankan Orem dalam teori self care secara umum ?
4. Kapan teori self care defisit dapat diterapkan ?
5. Bagaimana tujuan keperawatan keluarga menurut Orem ?
6. Bagaimana fokus model keperawatan Orem jika diterapkan dalam
keperawatan keluarga?
7. Berikan contoh implementasi dari keperawatan Orem!
8. Berikan tanggapan kalian mengenai macam-macam teori orem (2 saja)
9. Apa yang dimaksud theory system keperawatan
10. Apa saja hal yang ditekankan dalam system keperawatan?
11. Bagaimana operasional praktek keperawatan dalam keluarga dengan konsep
Self care dari Orem?
12. Bagaimana konsep self care Orem dapat digunakan sebagai pedoman dalam
praktik keperawatan?
13. Apakah hambatan yang mungkin terjadi dalam penerapan teori Orem di
bidang keperawatan?
14. Apakah kelebihan dan kekurangan dari penerapan teori Orem!
15. Apakah lima komponen dalam konsep diri menurut Orem?
16. Apa saja metode bantuan dalam keperawatan Orem?
17. Sebutkan konsep utama dalam keperawatan Orem
18. Kapan teori self care deficit diterapkan?
19. Sebutkan lima area keperawatan dalam teori Orem (1991)
20. Dimana letak perbedaan self care agency dengan self care deficite?
1. 1. Theory self care.
2. Theory self care deficit.
3. Theory system keperawatan.

2. “Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu


sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan,
kesehatan dan kesejahteraannya sesuai dengan keadaan, baik sehat maupun
sakit ” (Orem’s, 1980).

3. a. Pemeliharaan intake udara.


b. Pemeliharaan intake air.
c. Pemeliharaan intake makanan.
d. Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan
eksresi.
e. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.
f. Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi social.
g. Pencegahan resiko-resiko untuk hidup, fungsi usia dan kesehatan
manusia.
h. Peningkatan fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam
kelompok sosial sesuai dengan potensinya.

4. a. Anak belum dewasa.


b. Kebutuhan melebihi kemampuan perawatan.
c. Kemampuan sebanding dengan kebutuhan tetapi diprediksi untuk
masa yang akan datang, kemungkinan terjadi penurunan kemampuan
dan peningkatan kebutuhan.

5. 1. Menolong klien dalam hal keluarga untuk keperawatan mandiri


secara terapeutik.
2. Menolong klien bergerak ke arah tindakan tindakan asuhan
mandiri.
3. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota
keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten.

6. Fokus keperawatan Orem dapat dibagi menjadi 4 aspek, yaitu :


1. Aspek interpersonal : hubungan didalam keluarga.
2. Aspek sosial : hubungan keluarga dengan masyarakat
disekitarnya;
3. Aspek prosedural : melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga
mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi;
4. Aspek tehnis : mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik
dasar yang dilakukan di rumah, misalnya melakukan tindakan
kompres secara benar

7. a. Menjelaskan, memberikan dan melindungi pasien secara langsung


dalam bentuk keperawatan
b. mengkoordinasi dan mengintegrasi keperawatan dengan kehidupan
sehari-hari pasien atau keperawatan.

8. Tanggapan mengenai teori Orem:


 Teori Orem mengatakan jika kenyamanan dalam keperawatan
adalah segalanya
 Teori ini juga memandang kebutuhan manusia secara holistic
9. Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana perawatan
pasien terpenuhi oleh perawat atau secara mandiri.

10. hal-hal yang ditekankan yaitu memberikan identifikasi dalam system


keperawatannya seperti :
 Sistem bantuan secara penuh (Wholly compensatory system)
 System bantuan sebagian (Partially Compensatory system)
 System suportif dan edukatif.

11. langkah pertama dalam design nursing system untuk unit multi person
pelayanan harus ditentukan apakah : peran anggota, eksistensi, hubungan
perubahan, elemen-elemen dan system self care yang adekuat, dan
komunikasi anatara system individu dan aspek lain dalam kehidupan sehari-
hari dan integrasi struktur dan fungsi dalam unit.

12. konsep self care ini sebagai landasan bagi perawat dalam memandirikan
keluarga atau keluarga dalam posisi dependent, karena menurut Orem, self
care bukan proses intuisi, tetapi merupakan suatu perilaku yang dapat
dipelajjari melalui proses belajar.

13. belum adanya penerapan yang optimal tentang konsep self care, dimana
perawat sepertinya lebih senang memberikan bantuan kepada klien yang
seharusnya sudah mampu dilakukan secara mandiri baik oleh klien maupun
keluarganya. Contohnya : memandikan klien di tempat tidur, membantu
makan, membantu memenuhi kebutuhan ADL
14. (+) pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dilakukan dengan
efektif dan efisien karena terlebih dahulu melihat kemampuan self care yang
dimiliki oleh keluarga tersebut.
(-) perlu adanya pengetahuan dan teknologi keperawatan yang baik
dan terstandarisasi guna pelaksaan teori ini secara komprehensif dan holistik.

15. a. gambaran diri


b. ideal diri
c. harga diri
d. peran
e. indentitas

16. a. acting atau melakukan sesuatu


b. mengajarkan klien
c. mengarahkan klien
d. mensuport klien
e. menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan
berkembang

17. a. klien
b. sehat
c. lingkungan
d. keperawatan

18. a. anak belum dewasa


b. kebutuhan melebihi kemampuan keperawatan
c. kemampuan sebanding dengan kebutuhan tetapi diprediksi untuk
masa yang akan datang, kemungkinan terjadi penurunan kemampuan
dan peningkatan kebutuhan.

19. a. masuk kedalam dan memelihara hubungan antara perawat dengan


pasien dengan individu, keluarga, kelompok, samapi pasien dapat
melegitimasi rencana keperawatan.
b. menentukan kapan dan bagaimana pasien dapat dibantu melalui
keperawatan
c. bertanggungjawab atas permintaan pasien keinginan dan kebutuhan
untuk kontrak dan dibantu perawat.
d. menjelaskan, memberikan dan melindungi pasien secara langsung
dalam bentuk keperawatan.
Mengkoordinasi dan mengintegrasi keperawatan dengan kehidupan
sehari-hari pasien atau perawatan kesehatan lain jika dibutuhkan serta
pelayanan sosial dan adukasi yang dibutuhkan atau yang akan
diterima.

20. Self-care Agency, merupakan suatu kemampuan individu dalam


melakukan perawatan diri sendiri, yang dapat di pengaruhi oleh usia,
perkembangan, sosiokultural, kesehatan dan lain-lain.
Sedangkan self care deficite merupakan bagian penting dalam
perawatan secara umum dimana segala perencanaan keperawatan di
berikan pada saat perawatan yang di butuhkan oleh anak yang belum
dewasa, atau kebutuhan yang melebihi kemampuan serta adanya
perkiraan penurunan kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam
peningkatan self-care baik secara kualitas.