Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PERCOBAAN

MEMBUAT BALON UDARA SEDERHANA

Dasar Teori

Balon udara adalah salah satu teknologi penerbangan pertama yang


memanfaatkan Hukum Archimedes, dimana hukum tersebut menyatakan bahwa ”Suatu
benda yang terendam sebagian atau seluruhnya dalam zat cair (fluida) mendapat gaya
ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair (fluida) yang dipindahkan oleh benda
itu”. Sebagaimana pada zat cair, pada udara juga terdapat gaya ke atas. Gaya ke atas
yang dialami benda sebanding dengan volume udara yang dipindahkan benda itu. Suatu
benda akan naik ke angkasa jika beratnya kurang dari gaya angkat udara. Balon udara
akan berhenti naik (melayang) jika gaya ke atas oleh udara sama dengan berat total
balon udara. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, penulis tertarik
untuk membahas ” PRINSIP KERJA BALON UDARA ” dan menjadi judul pada laporan
percobaan ini.

TujuanPercobaan

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja tekanan zat
gas pada pengoperasian balon udara secara sederhana.

Alat dan Bahan


Untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja tekanan zat gas pada pengoperasian balon
udara maka perlu dilakukan percobaan dengan membuat balon udara secara sederhana.
Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:
1. bambu
2. plastik kresek
3. kertas minyak
4. kawat berdiamater kecil
5. kain bekas
6. lem kertas
7. cutter
8. gunting
9. minyak sayur
10. kaleng bekas soft drink
11. korek api
12. double tip

Langkah Kerja
Berikut ini meruapakan langkah-langkah kegiatan untuk membuat balon udara secara
sederhana:
1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan balon udara
sederhana.
2. Buat kerangka bawah balon udara dari bilah bambu yang dipotong setipis
mungkin, kemudian pasang kawat membentuk + (plus) pada bambu.
3. Potong lembaran kresek dengan cutter/gunting menjadi bentuk segi empat.
Satukan ke empat potongan tersebut dengan menggunakan lem kertas.
4. Setelah itu, buatlah bagian tutupnya hingga semua tertutup. Seperti pada gambar.

5. Pasangkan potongan kaleng berisi minyak pada bagian kawat, ikat dengan kuat di
dasar balon udara.
6. Nyalakan kapas yang sudah dicelupkan minyak dengan korek api, tunggu sampai
balon udara mengembang.
7. Balon udara siap diterbangkan.
Hasil Pengamatan
- percobaan 1: balon udara tidak terbang, bagian bawah bambu yang terlilit kertas
kertas minyak terbakar
- percobaan 2 : (mengganti kertas minyak dengan plastik kresek), tetap juga tidak
dapat terbang karena bagian atas plastik yang terkena udara panas melepuh lebih
dulu sebelum balon dapat terbang.

Analisis Data
Balon udara dapat terangkat pada prinsipnya sangat sederhana, yaitu dengan cara
memanaskanudara di dalam balon agar lebih panas dari udara di bagian luarnya. Karena
kita tahu udara yang lebih panas akan lebih ringan karena massa jenis udara yang ada
didalam balon lebih ringan dari massa jenis udara di luar, sehingga balon dapat terbang.
Sesuai dengan prinsip Archimedes “ Gaya apung yang bekerja pada benda yang
dimasukkan dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkannya ”. Hal ini
sejalan dengan udara sebagai fluida dimana benda dapat terapung pada fluida, jika
massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis fluida tersebut. Semua partikel udara di
atmosfer ditarik oleh gaya gravitasi ke bawah. Namun tekanan di udara menciptakan
gaya ke atas yang bekerja berlawanan dengan gravitasi. Menurut Munson (2003:86)
”arah gaya apung yang merupakan gaya dari fluida terhadap benda berlawanan arah
terhadap yang ditunjukkan dalam diagram bebas ”. Kumpulan udara membangun
keseimbangan gaya gravitasi, dimana pada titik ini gravitasi tidak cukup kuat
untuk menarik ke bawah sejumlah besar partikel. Tingkat tekanan ini adalah tertinggi
pada permukaan bumi dimana udara pada tingkat ini dapat menahan beban di udara
diatasnya, jika lebih berat berarti lebih besar gaya gravitasi ke bawah. Tapi gaya
apung ini adalah lemah dibandingkan dengan gaya gravitasi, hanya sekuat berat udara
yang dipindahkan oleh suatu benda. Jelas, sebagian besar benda padat apa pun
akan menjadi lebih berat daripada udara yang dipindahkan, sehingga gaya apung
tidak bergerak sama sekali. Gaya apung hanya dapat memindahkan hal-hal yang
lebih ringan daripada udara di sekitarnya.
Gaya Apung Balon udara akan melayang diudara apabila besarnya gaya apung
sama dengan gaya berat balon udara tersebut. Secara sistematis dapat ditulis :
Fb =Wgas + WBeban
Fb =(mgas+mbeban) . g
ρudara . V . g = (ρgas .V+mbeban).g
ρudara . V = ρgas .V+mbeban

Balon akan naik jika udara di dalam balon dipanaskan dan menyebabkan massa
jenis balon udara lebih kecil daripada massa jenis udara disekitar balon, sehingga
menyebabkan balon tersebut terangkat. Secara sistematis dapat ditulis :
ρudara . V >ρgas .V+mbeban
Balon akan turun dengan mendinginkan udara di dalam balon membuat balon
bergerak turun. Hal ini dikarenakan balon lebih besar dari pada masa udara disekitar
balon tersebut (udara luar). Secara sistematis dapat ditulis:
ρudara . V <ρgas .V+mbeban

Namun pada pengamatan saya, balon udara yang sudah mengembang karena
berisi udara panas tetap tidak dapat terbang. Hal ini terjadi karena:

1. Diameter bagian bawah terlalu kecil sehingga saat parafin dinyalakan, sebelum
udara panas mengisi penuh balon udara, bagian bawah kertas minyak dan juga
bagian atas plastik kresek tersebut terbakar lebih dulu.
2. Ukuran parafin yang cukup besar, memberatkan balon udara.

Kesimpulan
- Balon udara dapat naik jika massa jenis udara di dalam balon lebih kecil daripada
massa jenis udara di sekitar luar balon.
- Perlu ketelitian dalam membuat balon udara tersebut agar dapat naik.
- Semakin tinggi suhu yang dipanaskan pada balon maka akan semakin rendah pula
tekanan udara yang ada pada balon udara dibanding dengan udara sekitar.
Semakin besar volume balon maka akan semakin lama pula waktu yang
dibutuhkan untuk terbang.

Referensi:

Munson, Bruce R., Dkk. 2003. Mekanika Fluida Edisi Kempat Jilid I. Jakarta : Erlangga
http://asepbadrudin.blogspot.com/2016/03/makalah-fisika-balon-udara.html. Diakses pada
5 Agustus 2019 : 16:24