Anda di halaman 1dari 153

Hukum Perkreditan

Aspek-Aspek Hukum Dalam Pemrosesan Kredit

Divisi Hukum 2017

This presentation has been prepared specifically for BNI. The content of this presentation may
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved not be used,duplicated or transmitted in any form without the written consent from BNI. All rights
reserved.

1
Divisi Hukum

Peran BNI Divisi Hukum

- Legal policy
- Legal advice
- Legal awareness

KPH KKH LRP


Pre Transaction Transaction - Legal advice
- Legal consultation
KSH
Well- - Legal assistance
Managed
Legal Risk

Post
Transaction

KGR LIT
- Legal Review
- Legal affair
- settlement/litigation

2
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

3
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Tujuan pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu :

Memahami dan mampu menjelaskan bentuk dan


legalitas usaha debitur

Mampu menjelaskan aspek legal permohonan


kredit dan analisa permohonan kredit

Mampu menjelaskan keterkaitan antara surat


keputusan kredit dan PK

Mampu menjelaskan bentuk dan legalitas jaminan


kredit dan penggunaanya dalam analisa kredit

4
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

5
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Jenis dan Legalitas Debitur

6
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Jenis Subjek Hukum / Debitur

Orang Pribadi

Pribadi PD, UD, Toko

- Perseroan Terbatas
Debitur - Koperasi
Badan Usaha

Badan
Hukum Yayasan
Non Badan Usaha

Badan - Persekutuan Perdata


- Firma
Badan Usaha
Non Badan Hukum
- CV
7
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Orang Pribadi / UD / PD / Toko

CAKAP

a. Dewasa menurut Kitab Undang-


undang Hukum Perdata adalah 21
(dua puluh satu) tahun atau telah
kawin Cfm. UU No. 1 tahun 1974.
b. Tidak berada di bawah pengampuan.

Harus memenuhi unsur


BERWENANG BERTINDAK

a. Untuk dan atas nama diri sendiri.


b. Persetujuan pasangan apabila telah
kawin / menikah dengan
memperhatikan perjanjian kawin (jika
ada).

8
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Perorangan, UD, PD, Toko
Orang Pribadi
1. Identitas diri yang masih berlaku KTP/SIM/Passport
2. Kartu Keluarga dan Akta Nikah
3. Perjanjian Perkawinan/Perjanjian Pra Nikah (bila ada)
4. NPWP
5. Persetujuan dari Suami/Isteri

UD, PD, Toko

1. Legalitas Orang Pribadi


2. Akta Pendirian (apabila ada)
3. SIUP, SITU, Izin Gangguan (HO), TDP, AMDAL, NPWP,
dan Izin-Izin terkait lainnya)
4. Surat Keterangan Domisili

“COPY” sesuai “ASLI”


9
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Legalitas Perorangan

10
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DARI
LEGALITAS PERORANGAN

11
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal yang harus diperhatikan dari Legalitas
perorangan

KTP/SIM/KK/Akta Nikah

Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. Nama, 1. mengetahui kecakapan pihak


2. Tempat Tanggal Lahir, melakukan perbuatan hukum,
3. usia, 2. Menilai aspek kewajaran dari setiap
4. Kesesuaian Foto, dokumen yang diberikan
5. NIK, 3. verifikasi antar dokumen legalitas,
6. domisili, 4. Verifikasi keaslian dokumen melalui
7. status perkawinan, Dukcapil.
8. tanda tangan,
9. tanggal jatuh tempo dokumen
identitas.

12
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal yang harus diperhatikan dari Legalitas
perorangan

Perjanjian Pra Nikah / Pemisahan Harta

Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

Ada atau tidaknya pengaturan: untuk mengetahui perlu/tidaknya


1. pemisahan harta, permintaan persetujuan suami/isteri
2. pemisahan hutang, dalam PK atau Perjanjian Pengikatan
3. dsb. Jaminan

13
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal yang harus diperhatikan dari Legalitas
perorangan

Izin-izin Terkait (Khusus PD,UD,Toko)


Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. Jenis usaha, 1. mengetahui kewenangan pihak


2. Domisili usaha, melakukan perbuatan hukum,
3. Lamanya kegiatan usaha, 2. Menilai aspek kewajaran dari
4. dsb. setiap dokumen yang diberikan
3. verifikasi antar dokumen
legalitas,
4. Verifikasi keberlakuan jangka
waktu izin-izin terkait
14
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Perseroan Terbatas (PT)

15
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Perseroan Terbatas
“Perseroan Terbatas adalah Badan Hukum yang merupakan
persekutuan modal, didirikan berdasarkan Perjanjian, melakukan
kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi
dalam saham yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam
undang-undang serta peraturan pelaksanaannya”
Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Proses Pembentukan PT :

Pembuatan Pengesahan Akta Pendirian ke Pengumuman dalam


Menteri Hukum dan HAM Tambahan Berita Negara RI
Akta Pendirian

Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan

Perseroan berstatus badan hukum Pengumuman dalam Tambahan


 Pendiri terdiri dari 2 orang/lebih
 Suami istri tanpa Perjanjian Kawin?
pada tanggal diterbitkannya Berita Negera RI dilakukan oleh
Keputusan Menkumham. Menkumham.

16
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Akta Pendirian Perseroan Terbatas

“Perseroan didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan akta


notaris (akta otentik) yang dibuat dalam bahasa Indonesia”
Pasal 7 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)

DIDIRIKAN OLEH 2 (DUA) ORANG ATAU LEBIH AKTA NOTARIS (AKTA OTENTIK)

1. Di dalam pendirian suatu PT, diperlukan suatu akta


1. Sifat utama dari suatu PT yang tersirat di otentik yang dibuat oleh seorang Notaris berdasarkan
dalam syarat ini adalah bahwa perseroan ketentuan peraturan perundang-undangan.
terbatas merupakan suatu perkumpulan atau
persekutuan yang tidak dapat digerakan 2. Akta pendirian yang dibuat Notaris tersebut bukan saja
ataupun didirikan oleh hanya satu orang saja sebagai syarat mutlak dalam pendirian perseroan
2. Oleh karena itu, calon pendiri harus mencari 1 terbatas melainkan pula sebagai suatu alat bukti
dibentuknya/didirikannya suatu perseroan terbatas
(satu) investor lain untuk menjadi pendiri lain
yang didasarkan oleh perjanjian yang sah dan
PT tersebut
berkekuatan hukum.

17
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Pengesahan Menteri Hukum dan HAM

“Perseroan memperoleh status badan hukum pada tanggal


diterbitkannya Keputusan Menteri mengenai pengesahan
badan hukum Perseroan”

Pasal 7 ayat (4) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)

“Menteri mengumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik


Indonesia akta pendirian Perseroan beserta Keputusan Menteri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4)”

Pasal 30 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)

Direksi mendaftarkan PT (beserta Akta Pendirian) tersebut dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran
Perusahaan dimana PT tersebut berdomisili untuk mendapatkan Tanda Daftar Perusahaan, dan mengumumkan
Akta Pendirian dalam Tambahan Berita Negara. Tambahan Berita Negara adalah koran atau media resmi yang
diterbitkan Pemerintah Indonesia untuk mengumumkan peraturan perundang-undangan dan pengumuman resmi
lainnya. Berita yang lebih rinci dapat diterbitkan Tambahan Berita Negara

18
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Perseroan Terbatas
1. Identitas diri Direksi dan Dewan Komisaris yang
masih berlaku (KTP/SIM/Passport)
2. Akta Pendirian berikut seluruh perubahan AD
3. Pengesahan sebagai Badan Hukum dari
MENKUMHAM
4. Pengumuman dalam Tambahan Berita Negara RI
5. Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Data Perseroan
6. SIUP/SIUJK (disesuaikan dengan bidang usaha)
7. TDP Badan Hukum
8. NPWP Perusahaan
9. Izin Gangguan (HO)
10. AMDAL (apabila diperlukan)
11. Persetujuan Dewan Komisaris (apabila
dipersyaratkan)
12. Persetujuan RUPS (untuk menjadikan jaminan
sebagian besar kekayaan Perseroan atau untuk
“Untuk setiap penerimaan dokumen kepentingan lain)
berupa Copy agar dipastikan telah 13. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
sesuai dengan dokumen Aslinya”
19
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Legalitas Perseroan Terbatas

“Untuk setiap penerimaan dokumen berupa Copy agar dipastikan


telah sesuai dengan dokumen Aslinya”

20
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal yang perlu diperhatikan jika Calon Debitur adalah
Perseroan Terbatas

Status Badan Hukum


Anggaran Dasar
didukung dengan dokumen berupa:
1. Akta Pendirian dan Agar dimintakan Akta Pendirian berikut seluruh
2. Keputusan Menteri Hukum dan HAM atas status perubahan-perubahan Anggaran Dasar dengan
badan hukum perseroan. memperhatikan antara lain

DALAM HAL PERSEROAN BELUM BERSTATUS


a. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
SEBAGAI BADAN HUKUM :
perseroan.
b. Jangka waktu berdirinya perseroan
 Perbuatan hukum atas nama perseroan hanya
c. Susunan pengurus perseroan.
boleh dilakukan oleh semua Direksi bersama-
d. Kewenangan Direksi dan pembatasannya.
sama dengan semua pendiri dan semua anggota
e. Masa jabatan Direksi dan anggota Dewan
Dewan Komisaris dan mereka semua bertanggung
Komisaris.
jawab secara renteng.
 Agar dimintakan dokumen-dokumen pengurusan
permohonan pengesahan sebagai badan hukum
dan agar dipantau progress pengurusannya.

21
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Koperasi

22
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Koperasi
“Koperasi adalah Badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan
atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para
anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi
aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya
sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi”
Undang-Undang No. 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian

JENIS KOPERASI

Koperasi Primer Koperasi Sekunder


koperasi yang didirikan oleh dan koperasi yang didirikan oleh dan
beranggotakan orang perorangan beranggotakan badan hukum koperasi

23
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Proses Pembentukan Koperasi

Pembuatan Pengumuman dalam


Akta Pendirian Pengesahan Pemerintah Tambahan Berita Negara RI

Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan

1. Koperasi Primer didirikan oleh paling Koperasi memperoleh pengesahan Akta Pendirian Koperasi harus
sedikit 20 (dua puluh) orang sebagai badan hukum oleh Menteri.
perseorangan dengan memisahkan diumumkan dalam Berita
sebagian kekayaan pendiri atau
Pengesahan Koperasi diberikan Negara Republik Indonesia
Anggota sebagai modal awal jangka waktu paling lambat 30 (tiga oleh Menteri.
Koperasi. puluh) hari terhitung sejak tanggal
2. Koperasi Sekunder didirikan oleh permohonan diterima.
paling sedikit 3 (tiga) Koperasi
Primer.
3. Akta Pendirian Koperasi dibuat
dalam bahasa Indonesia oleh Notaris
yang terdaftar pada Kementerian
yang menyelenggarakan urusan
Pemerintahan di bidang Koperasi.
24
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Koperasi
1. Identitas diri pengurus (yang berwenang
mewakili sesuai AD) yang masih berlaku
(KTP/SIM/
Passport)
2. Seluruh Akta Pendirian/AD berikut
perubahan yang terakhir
3. Pengesahan sebagai Badan Hukum dari
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah
4. TDP Koperasi
5. NPWP Koperasi
6. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
7. Pengumuman dalam Berita Negara RI
8. AMDAL (apabila diperlukan)
“Untuk setiap penerimaan dokumen
berupa Copy agar dipastikan telah 9. SIUP
sesuai dengan dokumen Aslinya”
25
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Legalitas Koperasi

“Untuk setiap penerimaan dokumen berupa Copy agar dipastikan


telah sesuai dengan dokumen Aslinya”
26
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal yang perlu diperhatikan jika Calon Debitur adalah
Koperasi

Status Badan Hukum


Anggaran Dasar
didukung dengan dokumen berupa Akta Pendirian,
Anggaran Dasar, Keputusan Menteri Koperasi atas Agar selalu dimintakan perubahan Anggaran Dasar
permohonan pengesahan, bukti pengumuman berupa yang terakhir dan dalam Anggaran Dasar tersebut
Berita Negara RI agar diperhatikan poin-poin sebagai berikut
DALAM HAL KOPERASI BELUM BERSTATUS SEBAGAI a. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha koperasi
BADAN HUKUM : b. Susunan pengurus dan pengawas koperasi : untuk
memastikan pihak-pihak yang berwenang
 Perbuatan hukum yang dilakukan oleh Anggota, Pengurus, dan/atau mewakili koperasi.
Pengawas sebelum Koperasi mendapat pengesahan menjadi badan c. Kewenangan pengurus, Pelanggaran terhadap
hukum dan perbuatan hukum tersebut diterima oleh Koperasi, kewenangan pengurus menyebabkan perbuatan
Koperasi berkewajiban mengambil alih serta mengukuhkan setiap
hukum yang dilakukan pengurus menjadi tidak
perbuatan hukum tersebut.
mengikat koperasi, pengurus bertanggung jawab
 Dalam hal perbuatan hukum tersebut tidak diterima, tidak diambil
alih, atau tidak dikukuhkan oleh Koperasi, masing-masing Anggota, secara pribadi.
Pengurus, dan/atau Pengawas bertanggung jawab secara pribadi d. Masa jabatan pengurus dan pengawas: untuk
atas setiap akibat hukum yang ditimbulkan. mengetahui apakah pengurus & pengawas masih
 Agar dimintakan dokumen-dokumen pengurusan permohonan berwenang untuk mewakili koperasi
pengesahan sebagai badan hukum dan agar dipantau progress
pengurusannya.

27
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Yayasan

28
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Yayasan

“Yayasan adalah suatu Badan Hukum yang terdiri atas kekayaan


yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan
tertentu di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan, yang
tidak mempunyai anggota”
Undang-Undang No. 16 tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 28
tahun 2004 tentang Yayasan

Proses Pembentukan Yayasan:

Pembuatan Pengesahan Akta Pendirian ke Pengumuman dalam


Menteri Hukum dan HAM Tambahan Berita Negara RI
Akta Pendirian
Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan

• Didirikan oleh 1 orang atau lebih ("orang" Pengesahan dari pemerintah tersebut • Pengumuman tersebut harus diajukan
ataupun “badan hukum”), harus diberikan paling lambat 30 hari permohonannya paling lambat 30 hari sejak
• dengan memisahkan sebagian harta sejak tanggal permohonan diterima akta pendirian disahkan.
kekayaan pendirinya sebagai kekayaan secara lengkap • Konsekwensi dari tidak dilakukannya
awal.
pengumuman ialah bahwa selama
pengumuman belum dilakukan, pengurus
yayasan bertanggungjawab secara tanggung
renteng atas seluruh kerugian yayasan
29
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Yayasan
1. Identitas diri pengurus (yang berwenang
mewakili sesuai AD) yang masih berlaku
(KTP/SIM/
Passport)
2. Seluruh Akta Pendirian/AD berikut
perubahan yang terakhir
3. Pengesahan sebagai Badan Hukum dari
MENKUMHAM (sekarang didelegasikan
ke Kepala Kanwil)
4. TDP
5. NPWP Yayasan
6. Izin Gangguan (HO)
7. Persetujuan Pembina Yayasan (apabila
“Untuk setiap penerimaan dokumen
diperlukan)
berupa Copy agar dipastikan telah 8. AMDAL (apabila diperlukan)
sesuai dengan dokumen Aslinya”
30
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Legalitas Yayasan

“Untuk setiap penerimaan dokumen berupa Copy agar dipastikan


telah sesuai dengan dokumen Aslinya”
31
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal yang perlu diperhatikan jika Calon Debitur adalah
Yayasan

Anggaran Dasar
Status Badan Hukum
Agar selalu dimintakan perubahan Anggaran Dasar yang
didukung dengan dokumen berupa Akta terakhir dan dalam Anggaran Dasar tersebut agar
Pendirian, Anggaran Dasar, Keputusan Menteri diperhatikan poin-poin sebagai berikut :
Hukum dan HAM atas permohonan
a. Maksud dan tujuan yayasan sebagai pelaksanaan prinsip KYC.
pengesahan, bukti pengumuman berupa Berita
b. Kegiatan usaha yayasan yayasan merupakan suatu organisasi
Negara RI nirlaba dan dapat melakukan usaha untuk menunjang
DALAM HAL YAYASAN BELUM BERSTATUS pencapaian maksud dantujuannya dengan cara mendirikan
badan usaha dan/atau ikut serta dalam suatu badan usaha.
SEBAGAI BADAN HUKUM :
c. Jangka waktu berdirinya yayasan
d. Susunan pengurus yayasan untuk memastikan pihak-pihak yang
 Perbuatan hukum yang dilakukan oleh pendiri berwenang mewakili yayasan.
dan atau pengurus sebelum yayasan memiliki e. Kewenangan Pengurus yang terbagi menjadi:
status badan hukum, menjadi tanggung jawab • Kewenangan Pengurus secara penuh.
pribadi pendiri dan atau para pengurus secara • Perlu mendapatkan persetujuan Pengawas.
renteng. • Perlu mendapatkan persetujuan Pembina
Pelanggaran terhadap kewenangan Pengurus menyebabkan
 Agar dimintakan dokumen-dokumen
perbuatan hukum yang dilakukan Pengurus menjadi tidak
pengurusan permohonan pengesahan sebagai mengikat yayasan, Pengurus bertanggung jawab secara pribadi.
badan hukum dan agar dipantau progress f. Masa jabatan Pengurus dan anggota Pengawas untuk
mengetahui apakah Pengurus dan Pengawas masih berwenang
untuk mewakili yayasan

32
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Firma

33
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Firma

“Firma adalah persekutuan yang didirikan oleh 2 (dua) orang /


lebih untuk menjalankan usaha dengan memakai satu nama
bersama”
Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-undang Hukum Dagang

Proses Pembentukan Firma:

Pembuatan Pengumuman dalam


Akta Pendirian Pendaftaran Akta Pendirian Tambahan Berita Negara RI

Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan

 Akta Notariil berbahasa Indonesia.  Pendaftaran ke Panitera  Pengumuman pendirian dalam Berita
 Kelengkapan dokumen berupa Pengadilan Negeri di daerah Negara RI melalui kantor percetakan
NPWP, Surat Keterangan Domisili, hukum firma itu berdomisili negara.
Surat Ijin Tempat Usaha, Surat Ijin
Usaha Perdagangan, Tanda Daftar
Perusahaan.
34
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Firma

1. Identitas diri seluruh pesero/firma yang


masih berlaku (KTP/SIM/Passport)
2. Akta Pendirian berikut seluruh
perubahan AD
3. Pendaftaran Akta Pendirian di Kantor
Kepaniteraan PN
4. Pengumuman dalam Berita Negara RI
5. Izin Gangguan (HO)
6. AMDAL (apabila diperlukan)
7. SIUP
8. TDP
9. Surat Keterangan Domisili

“Untuk setiap penerimaan dokumen


berupa Copy agar dipastikan telah
sesuai dengan dokumen Aslinya”
35
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal yang perlu diperhatikan jika Calon Debitur adalah
Firma

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Anggaran


Dasar Firma :

a. Identitas dan domisili para sekutu firma.


b. Maksud, tujuan dan kegiatan usaha firma.
c. Nama para sekutu yang berhak mewakili
firma dalam melakukan perbuatan hukum
dengan pihak lain.
d. Jangka waktu pendirian firma.
e. Para sekutu firma bertanggung jawab secara
Anggaran Dasar
renteng.
f. Pembubaran firma.

36
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Commanditaire Vennootschap (CV)

37
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Commanditaire Vennootschap (CV)

“CV adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih
untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang
berbeda-beda di antara anggotanya.”
Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-undang Hukum Dagang

Proses Pembentukan CV:

Pembuatan Pengumuman dalam


Akta Pendirian Pendaftaran Akta Pendirian Tambahan Berita Negara RI

Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan Yang harus diperhatikan

 Akta Notariil & berbahasa Indonesia.  Pendaftaran ke Panitera


 Pengumuman pendirian dalam
 sekutu aktif dan sekutu pasif Pengadilan Negeri di
Berita Negara RI melalui kantor
 Kelengkapan dokumen berupa NPWP, Surat daerah hukum CV itu
percetakan negara.
Keterangan Domisili, Surat Ijin Tempat berdomisili
Usaha, Surat Ijin Usaha Perdagangan, Tanda
Daftar Perusahaan.
38
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas CV

1. Identitas diri sekutu aktif sesuai AD


yang masih berlaku (KTP/SIM/ Passport)
2. Akta Pendirian berikut seluruh
perubahan AD
3. Pendaftaran Akta Pendirian di Kantor
Kepaniteraan PN
4. NPWP CV
5. Izin Gangguan (HO)
6. AMDAL (apabila diperlukan)
7. SIUP
8. TDP
9. Surat Keterangan Domisili
“Untuk setiap penerimaan dokumen
berupa Copy agar dipastikan telah
sesuai dengan dokumen Aslinya”
39
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas CV

“Untuk setiap penerimaan dokumen berupa Copy agar dipastikan


telah sesuai dengan dokumen Aslinya”
40
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal yang perlu diperhatikan jika Calon Debitur adalah CV

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam CV :

a. Memiliki 2 jenis sekutu :


 sekutu pasif : bertanggungjawab sebatas modal
yang disetor dan tidak ikut mengelola CV.
 sekutu aktif : berwenang untuk mengelola CV,
bertanggung jawab kepada pihak ketiga secara
pribadi sampai harta pribadi
b. Maksud, tujuan dan kegiatan usaha CV.
c. Nama para sekutu yang berhak mewakili CV dalam
ANGGARAN DASAR melakukan perbuatan hukum dengan pihak lain.
d. Jangka waktu pendirian CV.
e. Pembubaran CV.

41
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DARI
LEGALITAS FIRMA DAN CV

42
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Firma dan CV

IDENTITAS PIHAK YANG BERWENANG MEWAKILI

Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. Nama, 1. mengetahui kecakapan pihak melakukan


2. Tempat Tanggal Lahir, perbuatan hukum,
2. memastikan pihak yang menandatangani
3. usia,
PK merupakan Pihak yg berwenang
4. Kesesuaian Foto, sesuai dengan AD Badan usaha,
5. NIK, 3. Menilai aspek kewajaran dari setiap
6. domisili, dokumen yang diberikan,
4. verifikasi antar dokumen legalitas,
7. tanda tangan,
5. Verifikasi keaslian dokumen melalui
Dukcapil

43
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Firma dan CV

AKTA PENDIRIAN /AD/ART


Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. Pihak yang berwenang mewakili, 1. Penentuan pihak yang berkomparan


2. organ Badan Usaha, dalam PK,
3. masa jabatan pengurus, 2. verifikasi dengan dokumen legalitas badan
4. kewenangan Organ Badan Usaha, usaha lainnya,
5. Kegiatan Usaha, 3. permintaan persetujuan organ badan
6. Pemberian persetujuan organ lainnya, usaha yang lainnya
7. Domisili Badan Usaha,
8. Jangka waktu berdirinya,
9. Domisili,
10. Mekanisme pengambilan keputusan,
11. Perubahan AD

44
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Firma dan CV

PENGESAHAN BADAN USAHA

Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. untuk mengetahui status badan


1. Tanggal pengesahan hukum dari badan usaha,
2. Nama Badan Usaha 2. untuk mengetahui batasan tanggung
jawab dari organ badan usaha.

45
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Firma dan CV

BERITA NEGARA/TAMBAHAN BERITA NEGARA

Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. mengetahui perubahan-perubahan
1. tanggal pengumuman, dalam AD Badan usaha,
2. Perubahan AD Badan Usaha 2. mengetahui eksistensi Badan Usaha

46
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Legalitas Firma dan CV

SIUP/NPWP/TDP/AMDAL/HO/SURAT KETERANGAN DOMISILI

Yang harus diperhatikan Tujuan Ketelitian

1. verifikasi nama penerima izin,


1. identitas Badan Usaha, 2. perpanjangan izin yang jatuh
2. jangka waktu berlakunya izin, tempo,
3. kegiatan Badan Usaha 3. kesesuaian kegiatan usaha

47
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

48
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
SURAT KEPUTUSAN KREDIT

49
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Surat Keputusan Kredit
SKK merupakan pemberitahuan adanya
fasilitas kredit ataupun adanya perubahan SKK bersifat tidak mengikat
syarat-syarat kredit.

Batas waktu debitur untuk Syarat-syarat selengkapnya dituangkan


menyelesaian administrasi kredit dan dalam PK/P3K yang ditandatangani
menandatangani PK/P3K bank dengan calon debitur/debitur

50
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Surat Keputusan Kredit

Fasilitas : Pendudukan : Perubahan :


Kredit Perjanjian Kredit (PK) Persetujuan Perubahan
Perjanjian Kredit (PPPK)

Letter of Credit (L/C) Perjanjian Pemberian Fasilitas Persetujuan Perubahan • Klausul SKK
Pembukaan Letter of Credit Perjanjian Pemberian
(PPLC) Fasilitas Pembukaan Letter of agar
Credit (PPPPLC/P4LC) menyesuaikan

SKK Surat Kredit


Berdokumen Dalam
Negeri (SKBDN)
Perjanjian Pemberian Fasilitas
Pembukaan Surat Kredit
Berdokumen Dalam Negeri
Persetujuan Perubahan
Perjanjian Pemberian
Fasilitas Pembukaan Surat
dengan NK3

• Tertuang
(PPSKBDN) Kredit Berdokumen Dalam
Negeri dalam PK
(PPPPSKBDN/P4SKBDN)
• Tidak
Garansi Bank (GB) Perjanjian Penerbitan Garansi Persetujuan Perubahan
Bank (PPGB) Perjanjian Penerbitan kontradiktif
Garansi Bank
(PPPPGB/P4GB)

Standby Letter of Perjanjian Penerbitan Standby Persetujuan Perubahan


Credit (SBLC) Letter of Credit (PPSBLC) Perjanjian Penerbitan
Standby Letter of Credit
(PPPPSBLC/P4SBLC)

51
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

52
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
PERJANJIAN KREDIT

53
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Perjanjian Kredit

1. Perjanjian Kredit (PK) adalah kesepakatan tertulis


antara bank selaku kreditur dan penerima kredit
selaku debitur yang memuat tentang hak dan
kewajiban para pihak dalam pemberian fasilitas
kredit.
2. PK harus dibuat secara tertulis dan
ditandatangani oleh para pihak.
3. PK dapat dibuat secara akta notariil atau dibawah
tangan.
4. PK dibuat dalam rangkap 2 (dua) atau lebih dan
bermaterai cukup.
5. Setiap lembar halaman PK harus diparaf oleh
bank dan debitur.

54
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Syarat Sahnya Perjanjian

55
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Syarat Sahnya Perjanjian
Pasal 1320 KUHPerdata

1. SEPAKAT KUSEKUENSI
JIKA TIDAK TERPENUHI

SYARAT SUBJEKTIF DAPAT DIBATALKAN


(VOIDABLE)
2. CAKAP

HAL KUSEKUENSI
3. TERTENTU JIKA TIDAK TERPENUHI
SYARAT OBJEKTIF
BATAL DEMI HUKUM
SEBAB YANG (NULL & VOID)
4. HALAL

56
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Dapat Dibatalkan (Voidable)
Terdapat unsur kehilafan (dwaling), paksaan (dwang), atau
SEPAKAT penipuan (bedrog) dari satu pihak terhadap pihak lainnya
secara bertimbal-balik
“Sepakat adalah kedua belah Pihak
yang membuat perjanjian setuju
mengenai hal-hal yang pokok dalam
- Penyalahgunaan posisi tawar ekonomi yang lebih tinggi
kontrak” - Penyalahgunaan kejiwaan antara atasan kepada bawahan

CAKAP Seseorang anak yang belum cukup umur melakukan suatu perbuatan
hukum tanpa sepengetahuan orangtua / walinya
(mutatis mutandis : seorang yang tidak berwenang mewakili PT
“Cakap adalah pihak yang melakukan suatu perbuatan hukum untuk dan atas nama PT)
melakukan kontrak haruslah
orang yang oleh hukum memang
berwenang membuat kontrak Setelah terjadi perbuatan hukum tersebut, si orang tua / walinya
tersebut dan sehat pikirannya.” bertanggung jawab terhadap perbuatan anaknya dan dapat mengajukan
pembatalan terhadap perjanjian jual beli tersebut karena alasan si anak
belum cukup umur, namun apabila si orangtua/wali tersebut ternyata
tidak melihat adanya kerugian dalam jual beli tersebut dan tidak
mengajukan pembatalan jual beli tersebut maka hal itupun
diperbolehkan.
57
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Batal Demi Hukum (Null & Void)

HAL
• Objeknya jelas, ukuran, bentuk, dll. Artinya tidak mengira-
TERTENTU ngira.
• Suatu hal tertentu merupakan pokok perjanjian, merupakan
“Hal Tertentu adalah objek yang prestasi yang harus dipenuhi dalam suatu perjanjian.
diperjanjikan. Objek tersebut • Prestasi itu harus tertentu atau sekurang-kurangnya dapat
harus hal atau barang yang jelas.”
ditentukan. Apa yang diperjanjikan harus cukup jelas
ditentukan jenisnya, jumlahnya boleh tidak disebutkan asal
dapat dihitung atau ditetapkan

SEBAB YANG • Perjanjian jual beli sesuatu yang dilarang oleh UU untuk
HALAL diperjualbelikan (contoh narkoba)
• Perjanjian jual beli pisau (barang legal) namun alasan
“Sebab yang halal adalah
perjanjian suatu kontrak haruslah dibelinya pisau tersebut adalah untuk membunuh seseorang
dibuat dengan maksud / alasan • Pembuatan APHT wajib Notariil (kewajiban UU) namun tidak
yang sesuai hukum yang berlaku
dan tidak bertentangan dengan
dilakukan, justru APHT dibuat dengan akta di bawah tangan.
ketentuan – ketentuan yang
berlaku.” maka demi hukum, perjanjian tersebut batal karena tidak
memenuhi syarat syahnya perjanjian

58
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Syarat Sahnya Perjanjian
Pasal 1320 KUHPerdata

SEPAKAT CAKAP HAL TERTENTU SEBAB YANG HALAL

Sebab yang halal adalah


Cakap adalah pihak
Sepakat adalah kedua Hal Tertentu adalah perjanjian suatu kontrak
yang melakukan kontrak
belah Pihak yang objek yang haruslah dibuat dengan
haruslah orang yang
membuat perjanjian diperjanjikan. Objek maksud / alasan yang
oleh hukum memang
setuju mengenai hal- tersebut harus hal sesuai hukum yang
berwenang membuat
hal yang pokok dalam atau barang yang jelas. berlaku dan tidak
kontrak tersebut dan
kontrak bertentangan dengan
sehat pikirannya.
ketentuan – ketentuan
yang berlaku.

Dapat dibatalkan artinya adalah salah satu


pihak dapat memintakan pembatalan itu. Batal demi hukum artinya adalah bahwa
Perjanjiannya sendiri tetap mengikat kedua dari semula perikatan tersebut dianggap
belah pihak, selama tidak dibatalkan (oleh tidak pernah ada atau tidak pernah
hakim) atas permintaan pihak yang berhak dilahirkan suatu perjanjian.
meminta pembatalan tadi.
59
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sistematika Perjanjian Kredit

1. JUDUL PK

2. KOMPARISI

3. PREMISSE

4. ISI PK

5. PENUTUP

60
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Judul
Menyebutkan :
• Jenis Fasilitas Kredit
• Nomor Perjanjian Kredit
• Tanggal dikeluarkan Perjanjian Kredit

Contoh :

PERJANJIAN KREDIT MODAL KERJA


Nomor : XX/PK-KMK/20XX Tanggal Hari/Bulan/Tahun

61
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Komparisi
1. Nama dan Identitas para pihak.

2. Kedudukan (legal standing) orang tersebut


melakukan tindakan hukum dalam PK yaitu:
a. Untuk diri sendiri
b. Dalam jabatannya mewakili Badan Hukum atau
bukan Badan Hukum

3. Dasar hukum yang memberikan kewenangan.

4. Persetujuan dari Pihak lain yang terkait.


Contoh: Istri atau Suami, Dewan Komisaris dalam PT

Risiko: PK dapat dibatalkan oleh pihak yang berkepentingan

62
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Komparisi

Untuk Perorangan
Untuk diri sendiri
........................, bertempat tinggal di ... Jalan ... nomor ..., dalam hal ini bertindak untuk dan atas
nama sendiri selanjutnya disebut sebagai : ........ (yang dalam melakukan perbuatan hukum
menandatangani Perjanjian Kredit ini telah mendapat persetujuan dari suami/isteri : …dst.)

PT dengan Persetujuan Dewan Komisaris yang ikut menandatangani PK


(1) ...... bertempat tinggal di ... jalan ... nomor ... dalam jabatannya sebagai ........
(2)...... bertempat tinggal di ... jalan ... nomor ... dalam jabatannya sebagai .........
(3)... dst.
Dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut diatas dari dan demikian untuk dan atas nama
serta sah mewakili Perseroan Terbatas “PT.......” berkedudukan di ... yaitu sesuai dengan ketentuan-
ketentuan pasal .. ayat ... dari Anggaran Dasarnya yang dimuat dalam akta tanggal ... nomor ...
yang dibuat oleh dan di hadapan .. notaris di ... dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara RI sesuai dengan ketentuan pasal ... ayat ... Anggaran Dasar tersebut telah mendapat
persetujuan dari ... bertempat tinggal di ... jalan ... nomor ... dalam jabatannya sebagai Komisaris
Perseroan Terbatas tersebut di atas dengan ikut membubuhkan tanda tangan pada Perjanjian .....

63
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Premisse

Adalah keterangan pendahuluan mengenai latar belakang diadakannya suatu


Perjanjian yang memuat :

1. Pertimbangan / latar belakang pemberian kredit


2. Penyebutan Surat Permohonan dan Surat keputusan kredit
3. Untuk kredit eksisting → sejarah pemberian kredit yang memuat Perjanjian

Kredit Induk dan Addendum terakhir dan Surat permohonan Debitur

Risiko:
- Tidak diketahui latar belakang dibuatnya PK.
- Tujuan dan klausul PK tidak sesuai kehendak Para Pihak

64
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Beberapa Penjelasan Isi PK
• Keseluruhan Klausul Tidak Saling Kontradiktif
• Sesuai dengan NK3 dan SKK
• Disesuaikan dengan kebutuhan

Istilah-istilah yg tidak jelas agar diberikan definisinya. DEFINISI


Cth: RC Terbatas, Aflopend, Clean Up System.
MAKSIMUM,
BENTUK & TUJUAN,
Disesuaikan dengan NK3 dan SKK. SIFAT KREDIT

PENARIKAN &
Syarat, cara penarikan dan pengembalian kredit PEMBAYARAN
disesuaikan dengan bentuk & sifat kredit. KEMBALI

Klausul mengenai kuasa agar dipastikan tercantum dalam KUASA BANK ATAS
PK dan tidak dihilangkan pada saat dilakukan addendum. REKENING DEBITUR

Diisi dengan jenis agunan sesuai dengan NK3 dan SKK,


AGUNAN
serta bentuk pengikatannya yang sesuai secara yuridis.
65
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Beberapa Penjelasan Isi PK

Pastikan klausul mengenai penutupan asuransi jiwa dan/atau


ASURANSI AGUNAN
asuransi kerugian telah tercantum sesuai NK3 dan SKK.

PERNYATAAN &
Disesuaikan dengan identitas Debitur. JAMINAN

Diisi dengan hal-hal yang menjamin kepentingan Bank.


AFFIRMATIVE –
Cth: Persetujuan tertulis Bank dalam hal terjadi perubahan NEGATIVE
pengurus dari Debitur. COVENANT

Penegasan mengenai pelanggaran yang dikategorikan sebagai WANPRESTASI


cidera janji

Cara penyelesaian perselisihan dengan mufakat oleh Para Pihak,


PENYELESAIAN
jika tidak mencapai mufakat maka penyelesaian perselisihan PERSELISIHAN
tersebut melaluii Pengadilan.

66
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Beberapa Penjelasan Isi PK
Penentuan sifat kredit commited / uncommited disesuaikan dengan COMMITED /
kebijakan perkreditan yang berlaku. UNCOMMITED

Pemilihan tempat kedudukan PN disesuaikan dengan domisili unit


DOMISILI HUKUM
kredit ybs.

pencantuman klausul tambahan selain yang termuat dalam format


TAMBAHAN
PK disesuaikan dengan ketentuan perkreditan yang berlaku.

Perubahan dan hal – hal lain yang belum diatur pada PK akan
ADDENEDUM
dibicarakan oleh Para Pihak lalu dibuatkan Addendum.

Jika ada perubahan peraturan perundang – undangan /kebijakan


pemerintah/keputusan hakim maka isi PK diubah dengan ketentuan KETERPISAHAN
yang sah.

Klausula – klausula tambahan yang telah disetujui oleh Para Pihak LAIN - LAIN
dan tidak melanggar ketentuan – ketentuan yang berlaku.

67
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Penutup

Penutup PK berisi :

1. Ketentuan Peralihan
2. Keterangan perjanjian dibuat rangkap 2 (dua) untuk keperluan pemberkasan
masing-masing pihak dalam kepentingan pembuktian
3. Pembubuhan tandatangan oleh Para Pihak di atas materai disertai dengan
pencantuman tanggal, bulan dan tahun penandatanganan

Risiko: untuk kepentingan pembuktian para pihak

68
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

69
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

70
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Jaminan Kredit
1. Jaminan diutamakan milik Calon Debitur.
2. Adanya persetujuan suami/isteri dalam
Perjanjian Pengikatan Agunan kecuali ada
Perjanjian Kawin.
3. Perjanjian Jaminan dibuat setelah adanya
Perjanjian Kredit (PK).
4. Bank harus menguasai seluruh dokumen
agunan (bukti kepemilikan, bukti perolehan
dan keterangan agunan, misalnya Faktur).
5. Jika pemilik agunan perorangan, dalam
Perjanjian Pembebanan Agunan harus
mencantumkan klausul sbb. :
“Pemilik agunan dengan ini menyatakan
membebaskan BNI dari segala
tuntutan/klaim ahli waris pemilik agunan
yang mungkin timbul di kemudian hari”.

71
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Contoh Jaminan Kredit
Rumah tinggal Mesin Produksi Kendaraan bermotor

BPKB

Invoice/Faktur
Sertifikat Hak Milik (SHM)
72
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Lembaga Jaminan Kredit

HAK TANGGUNGAN

KEPENTINGAN
INTERNASIONAL JAMINAN FIDUSIA

HAK JAMINAN ATAS


GADAI
RESI GUDANG

HIPOTIK KAPAL

73
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Pengikatan Jaminan Lainnya

CESSIE DENGAN HAK


RETROCESSIE

PERJANJIAN PENYERAHAN
JAMINAN & PEMBERIAN KUASA BORGTOCHT
(PPJPK)

PERJANJIAN PENGALIHAN HAK &


PEMBERIAN GANTI RUGI
(PPHPGR)

74
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hak Tanggungan

75
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Hak Tanggungan
“Hak Tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas
tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak
berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah
itu, untuk pelunasan hutang tertentu yang memberikan kedudukan
yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor
lain”
Pasal 1 angka 1 UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan

Hak Milik; Hak Guna Usaha; Hak Guna Bangunan; Hak Pakai atas tanah Negara;
OBJEK
dan Hak Milik atas Satuan Rumah Susun yang berdiri di atas tanah Hak Milik, Hak
Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai yang diberikan oleh Negara

CIRI 1. Preferen, memberikan kedudukan yang diutamakan atau mendahului kepada


pemegangnya
2. Selalu mengikuti jaminan hutang dalam tangan siapapun objek tersebut
berada
3. Memenuhi asas spesialitas dan publisitas
4. Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya
5. tidak dapat dibagi-bagi kecuali jika diperjanjikan dalam APHT
76
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prosedur Pembebanan Hak Tanggungan

Perjanjian Pokok (dhi. Perjanjian Kredit)


dapat berbentuk Akta Notarill atau
PERJANJIAN POKOK dibawah tangan

SKMHT dan/atau APHT dibuat di


Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
SKMHT
“Pada asasnya, pemberian HT wajib dilakukan sendiri
oleh si pemberi HT (yang berhak), namun apabila
benar-benar diperlukan dan tidak dapat hadir sendiri,
APHT hal itu dapat dikuasakan kepada pihak lain, kuasa
tersebut dinamakan SKMHT.”
APHT

Kantor Pertanahan / Badan Pertanahan Nasional


(BPN) membuat Sertifikat Hak Tanggungan yang
memiliki kekuatan eksekutorial
SERTIFIKAT HAK TANGGUNGAN
77
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prosedur Pembebanan Hak Tanggungan

1. Pemberian Hak Tanggungan didahului dengan janji untuk


memberikan Hak Tanggungan sebagai jaminan pelunasan
utang tertentu, yang dituangkan di dalam dan merupakan
bagian tak terpisahkan dari perjanjian utang-piutang yang
bersangkutan atau perjanjian lainnya yang menimbulkan
utang tersebut (Perjanjian Kredit).
2. Pemberian Hak Tanggungan dilakukan dengan
pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan oleh PPAT
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
3. Pemberian Hak Tanggungan wajib didaftarkan pada
kantor pertanahan, selambat-lambatnya tujuh hari kerja
setelah penandatanganan Akta Pemberian Hak
Tanggungan.
4. Sebagai tanda bukti adanya Hak Tanggungan, kantor
pertanahan menerbitkan sertifikat Hak Tanggungan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
78
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Hak Tanggungan

79
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Hak Tanggungan

Rumah tinggal Perkebunan Kelapa Sawit


Bukti kepemilikan : SHM / SHGB Bukti kepemilikan : SHGU

Mesin yang tertanam


Bukti kepemilikan : Faktur/invoice Pabrik di kawasan pelabuhan
Bukti kepemilikan : Hak Pakai

80
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Janji-janji Hak Tanggungan

81
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Akta Pemberian Hak Tanggungan

APHT

APHT wajib memuat antara lain:

1. Nama dan identitas pemberi & penerima HT


2. Domisili pihak-pihak
3. Penunjukan secara jelas utang yang dijamin
4. Nilai hak tanggungan
5. Uraian obyek hak tanggungan

82
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan
1. Wajib Dibuat Dengan Akta Notaris Atau PPAT
2. Persyaratan:
• tidak memuat kuasa lain, selain pembebanan Hak
Tanggungan
• tidak memuat kuasa substitusi
3. Mencantumkan Secara Jelas:
• Obyek Hak Tanggungan
• Jumlah Hutang
• Nama Dan Identitas Kreditor
• Nama Dan Identitas Debitor
4. Wajib Dibuat Langsung Oleh Pemilik Jaminan
SKMHT
5. Karakteristik SKMHT :
• Tidak dapat ditarik kembali
• Tidak dapat dihapus karena alasan apapun, kecuali:
 skmht sudah dilaksanakan; atau
CATATAN :  jangka waktunya habis
ketentuan-ketentuan di atas, tidak 6. Jangka waktu SKMHT :
berlaku dalam pembebanan hak • 1 (satu) bulan untuk tanah bersertifikat
tanggungan untuk kredit program • 3 (tiga) bulan untuk tanah belum bersertikat

83
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Peralihan dan Hapusnya Hak Tanggungan

PERALIHAN HAK TANGGUNGAN HAPUSNYA HAK TANGGUNGAN

1. Beralih Dengan Beralihnya Piutang Yang 1. Hutang Lunas


Dijamin 2. Dilepaskan (Dengan Pernyataan
2. Peralihan Piutang Terjadi Karena: Tertulis Dari Kreditor)
– CESSIE 3. Pembersihan (Penetapan Peringkat
– SUBROGASI Oleh Ketua Pengadilan Negeri Atas
– sebab-sebab lain, misalnya: Permohonan Pembeli)
pengambilalihan perusahaan 4. Hak Atas Tanahnya Hapus, Karena:
(akuisisi), penggabungan perusahaan
(merger) - Dilepaskan
3. Wajib Didaftarkan Oleh Kreditor Baru Ke - Jangka Waktu Habis
Kantor Pertanahan - Dicabut
4. pendaftaran peralihan didasarkan pada - Tanahnya Musnah
akta peralihan piutang (bukan akta
PPAT)

84
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
85
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Jaminan Fidusia
“Hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang
tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang
tidak dapat dibebani hak tanggungan yang tetap berada dalam
penguasaan pemberi fidusia sebagai agunan bagi pelunasan utang
tertentu yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada
penerima fidusia terhadap kreditor lain.”

Pasal 1 angka 1 dan angka 2 UU No. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia

OBJEK Benda berwujud maupun tidak berwujud yang terdaftar maupun tidak terdaftar
yang bergerak maupun tidak bergerak yang tidak dapat dibebani hak
tanggungan atau hipotik (Pasal 1 angka 4 UU Fidusia).

CIRI FIDUSIA 1. Memberikan hak preferen kepada pemegang jaminan, yaitu hak untuk
didahulukan dari kreditur lainya atas pelunasan hutangnya.
2. Tidak dapat di-fidusia ulang.
3. Selalu mengikuti kemana bendanya berada.
4. Asas spesialitas dan publisitas.

86
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Benda Yang Dapat Diikat Jaminan Fidusia

Kendaraan bermotor Mesin pabrik & peralatan Traktor pembajak sawah


Bukti kepemilikan : BPKB Bukti kepemilikan : Invoice/Faktur Bukti kepemilikan : invoice/
faktur/kuitansi.

Persediaan barang dagangan Kapal laut berukuran dibawah 20 m


Bukti kepemilikan : kuitansi (dilengkapi kartu stock) Bukti kepemilikan : grosse akte

87
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Benda Yang Dapat Diikat Jaminan Fidusia

UPDATE TERAKHIR

Objek : Satuan Rumah Susun


Bukti Kepemilikan : Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG)

88
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Satuan Rumah Susun Yang Diikat Fidusia
“Sertifikat kepemilikan bangunan gedung sarusun yang selanjutnya disebut
SKBG
SKBG Sarusun adalah tanda bukti kepemilikan atas sarusun di atas barang milik
negara/daerah berupa tanah wakaf dengan cara sewa.”
“SKBG Sarusun sebagaimana dimaksud dapat dijadikan jaminan utang dengan
dibebani fidusia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

• Pasal 1 butir 12 UU No. 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun


• Pasal 48 UU No. 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun

Rumah susun yang berdiri di atas tanah:


a. Hak Milik;
b. Hak Guna Bangunan;
c. Hak Pakai atas tanah negara; atau
HMSRS d. hak guna bangunan atau hak pakai di atas hak pengelolaan

Diikat dengan Jaminan Hak Tanggungan

RUMAH SUSUN
Namun, Rumah susun yang berdiri di atas:
barang milik negara/daerah berupa tanah wakaf dengan cara sewa

Diikat dengan Jaminan Fidusia


SKBG
89
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prosedur Pembebanan Fidusia

Perjanjian Pokok (dhi. Perjanjian Kredit)


dapat berbentuk Akta Notarill atau
dibawah tangan
PERJANJIAN POKOK

Akta Fidusia dibuat Notariil dan wajib


didaftarkan pada Kantor Pendaftaran
Fidusia di kanwil KEMENKUMHAM
AKTA FIDUSIA

Kantor Pendaftaran Fidusia menerbitkan


Sertifikat Jaminan Fidusia yang
mempunyai kekuatan eksekutorial.

SERTIFIKAT JAMINAN FIDUSIA


90
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prosedur Pembebanan Jaminan Fidusia
1. Membuat Perjanjian Pokok berupa Perjanjian Kredit;
2. Pembebanan benda dengan jaminan fidusia yang ditandai
dengan pembuatan Akta Jaminan Fidusia (AJF), yang
didalamnya memuat hari, tanggal, waktu pembuatan,
identitas para pihak, data perjanjian pokok fidusia, uraian
objek fidusia, nilai penjaminan serta nilai objek jaminan
fidusia;
3. Pendaftaran Akta Jaminan Fidusia (AJF) di kantor
pendaftaran fidusia, yang kemudian akan diterbitkan
Sertifikat Jaminan Fidusia kepada kreditur sebagai penerima
fidusia.

Pembebanan dengan Akta Notariil dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat :
1. Identitas pemberi dan penerima fidusia;
2. Data perjanjian pokok yang dijamin fidusia;
3. Uraian mengenai benda yang menjadi obyek jaminan fidusia.
4. Nilai penjaminan, dan
5. Nilai benda yang menjadi obyek jaminan fidusia.
91
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan
Dalam hal pendaftaran Akta Jaminan Fidusia baru dilakukan ketika
Debitur wanprestasi, hal ini sangat berisiko mengingat UU
Jaminan Fidusia melarang fidusia ulang atas barang yang sama,
dan apabila fidusia baru didaftarkan kemudian, ada kemungkinan
pendaftaran fidusia atas barang tersebut oleh Kreditur lain yang
dilakukan lebih dahulu sehingga dianggap sebagai Pemegang
Jaminan Fidusia yang sah.

“Perusahaan Pembiayaan wajib mendaftarkan


jaminan Fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia
paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung
sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen.”
Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.010/2012 Tentang
Pendaftaran Jaminan Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan Yang Melakukan
Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Dengan Pembebanan Jaminan
Fidusia

92
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan

Pemberi fidusia dilarang:


1. Melakukan fidusia ulang; dan
2. Mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan
kepada pihak lain objek jaminan fidusia (kecuali
benda persediaan) kecuali dengan persetujuan
tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia.

Hapusnya Jaminan fidusia karena:


1. Hapusnya utang yang dijamin.
2. Pelepasan hak atas jaminan fidusia oleh
penerima fidusia.
3. Musnahnya objek jaminan fidusia dengan
musnahnya benda yang menjadi obyek fidusia
tidak menghapuskan klaim asuransinya.

93
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Gadai

94
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Gadai
“Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang
bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau oleh seorang lain
atas namanya dan yang memberikan kekuasaan kepada si berpiutang itu untuk
mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang-orang
berpiutang lainnya; dengan kekecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan
biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu
digadaikan, biaya-biaya mana harus didahulukan.”

Pasal 1150 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

benda-benda apa saja yang dapat dijadikan jaminan hutang dengan dibebani
OBJEK
Hak Gadai (Benda bergerak berwujud dan Benda bergerak tidak berwujud )

1. Preferen, didahulukan terhadap pelunasannya dari hutang-hutang yang lain


CIRI GADAI 2. Accessoir (perjanjian yang bersifat tambahan dari adanya perjanjian pokok)
3. Kebendaan (hak gadai tetap mengikuti bendanya)
4. Tak dapat dibagi-bagi
5. Barang yang dijadikan jaminan gadai harus berada di tangan
pemegang/penerima gadai.

95
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Gadai

Deposito Emas 24 karat


Bukti kepemilikan : Bilyet Deposito Bukti kepemilikan :
Bukti pembelian & bukti keaslian emas

96
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Akta Gadai

1. Akta Gadai dapat dibuat di bawah tangan maupun


secara otentik
2. Memuat uraian secara jelas mengenai identifikasi
barang yang digadaikan yaitu mengenai :
• jumlah atau satuan,
• merek atau kapasitas atau tahun pembuatan,
• kualitas,
• jenis,
• ukuran,
• jumlah nilai atau harga,
• nomor dan tanggal bukti kepemilikan atau
kuitansi, dll.
3. Akta gadai tidak boleh dibuat mendahului
perjanjian pokok.

97
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hak dan kewajiban gadai

Hak Pemegang Gadai Kewajiban Pemegang Gadai

1. Menahan barang 1. Menjaga barang yang digadaikan


2. Mendapatkan pelunasan secara agar tidak hilang atau merosot
didahulukan. harganya
3. Mendapatkan penggantian biaya 2. Memberitahukan penjualan dan
yang telah dikeluarkan. perhitungannya kepada pemberi
4. Menjual dengan kekuasaan gadai
sendiri 3. Mengembalikan barang yang
digadaikan setelah hutang lunas

98
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Kebijakan hukum pengikatan gadai
1. Terhadap barang milik Pihak Ketiga, pemberian gadai
harus dilakukan sendiri oleh pemiliknya.
2. Dapat Dibuat di bawah tangan apabila Kebijakan
Perkreditan tidak mengharuskan Akta Notariil.
3. Gadai Terhadap Deposito Berjangka mencantumkan
Kuasa Mencairkan yang merupakan satu kesatuan
dalam Perjanjian Gadai.
4. Khusus untuk pemberian jaminan gadai saham perlu
juga dicantumkan syarat untuk mencatatkan
pemberian gadai tersebut di Daftar Pemegang Saham
perusahaan yang menerbitkan saham yang
digadaikan tersebut.

Hapusnya Gadai
1. Perikatan pokok hapus, atau berakhir.
2. Lepasnya barang yang digadaikan dari kekuasaan pemegang
gadai, kecuali hilang karena dicuri.

99
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hipotik Kapal

100
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Hipotik Kapal

“Hipotik adalah Suatu hak kebendaan atas benda-benda tak bergerak, untuk
mengambil penggantian daripadanya bagi pelunasan bagi suatu perikatan.”

Pasal 1162 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

OBJEK Kapal laut diatas 20 Tonase, Bukti kepemilikan : Grosse Akte

CIRI HIPOTIK 1. Preferen, didahulukan terhadap pelunasannya dari hutang-hutang yang lain
2. Melekat pada bendanya
3. Asas Publiciteit, asas yang mengharuskan bahwa hipotik itu harus
didaftarkan di dalam register umum
4. Asas Specialiteit, yaitu asas yang menghendaki bahwa hipotik hanya dapat
diadakan atas benda-benda yang ditunjuk secara khusus. Benda-benda tak
bergerak yang mana terikat sebagai tanggungan
5. Asas tak dapat dibagi-bagi, ini berarti bahwa hipotik itu membebani seluruh
objek/benda yang dihipotikkan dalam keseluruhannya atas setiap benda dan
atas setiap bagian dari benda-benda bergerak. Dengan dibayarnya sebagian
dari hutang tidak mengurangi/meniadakan sebagai dari benda yang menjadi
tanggunganJanji
101
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Hipotik

Kapal laut diatas 20 tonase

Dokumen kepemilikan :
1. Grosse akte pendaftaran kapal
2. Surat ukur kapal
3. Surat kebangsaan kapal

102
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prosedur Pembebanan Hipotik Kapal

Perjanjian Pokok (dhi. Perjanjian Kredit)


dapat berbentuk Akta Notarill atau
dibawah tangan
PERJANJIAN POKOK

Akta Hipotik dibuat Notariil dan wajib


didaftarkan pada Kantor Pendaftaran
Kapal (Syahbandar)
AKTA HIPOTIK

Syahbandar menerbitkan Grosse Akte


Hipotik Kapal yang mempunyai
kekuatan eksekutorial.

GROSSE AKTA HIPOTIK


103
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prosedur Pembebanan Hipotik Kapal

1. Pemilik kapal mengajukan permohonan kredit.


2. Bank mengadakan pengecekan terlebih dahulu ke
tempat dimana kapal didaftarkan.
3. Apabila telah mendapat kepastian kapal telah
didaftarkan maka pemohon kredit dan bank
membuat Perjanjian Kredit.
4. Sebelum melakukan pengikatan hipotik harus
mempunyai kelengkapan bukti berupa: surat ukur
kapal, grosse akta pendaftaran kapal dan surat
kebangsaan kapal.
5. Pemilik kapal dan bank menghadap penjabat
pendaftaran dan balik nama kapal untuk
pembuatan akta hipotik.
6. Setelah akta hipotik selesai dibuat dan
ditandatangani, hipotik kapal dicatatkan dalam
daftar induk pendaftaran kapal.
7. Grosse akta hipotik dan grosse pendaftaran kapal
diserahkan kepada bank.

104
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Syarat-Syarat Hipotik Kapal

Syarat-syarat yang harus dicantumkan dalam akta


Pemberian hipotik kapal antara lain janji dari
pemberi hipotik (debitur) kepada pemegang hipotik
(bank) :

1. Janji bahwa bank diberi kewenangan untuk


memerintahkan pelelangan kapal.
2. Janji bahwa kebebasan debitur untuk
menyewakan dibatasi.
3. Janji bahwa debitur tidak akan membersihkan
hipotik kapal apabila kapal akan dijual.
4. Janji bahwa debitur akan mengasuransikan
kapal.
5. Janji hipotik berlanjut (kredit hipotik).

105
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hak Jaminan Atas Resi Gudang

106
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Jaminan Resi Gudang

“Hak Jaminan Resi Gudang adalah hak yang dibebankan pada resi
gudang utk pelunasan utang yang memberikan kedudukan utk
diutamakan bagi penerima hak jaminan terhadap kreditor yang lain”

• UU No.9 Tahun 2006 tentang sistem resi gudang jo. UU No.9 Tahun 2011
• PP No.36 Tahun 2007 tentang sistem resi gudang jo. PP No.70 Tahun 2013

OBJEK dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang
diterbitkan oleh Pengelola Gudang yang telah memperoleh
persetujuan dari Badan Pengawas Sistem Resi Gudang

CIRI
1. Memberikan hak Preferen kepada pemegang jaminan (Hak
didahulukan dari kreditur lainnya atas pelunasan utang).
2. Setiap resi gudang hanya dapat dibebani satu jaminan utang
(tidak dapat dijaminkan ulang)

107
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Hak Jaminan Atas Resi Gudang

108
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Jenis dan Bentuk Resi Gudang
Jenis Resi Gudang:
1. Resi Gudang Atas Nama
Resi gudang yang mencantumkan nama Pihak yang berhak
menerima penyerahan barang pengalihannya harus dengan
akta otentik.
2. Resi Gudang Atas Perintah
Resi gudang yang mencantumkan perintah pihak yang
berhak menerima penyerahan barang pengalihannya dengan
endosemen dan penyerahan Resi Gudangnya.

Bentuk Resi Gudang:


1. Resi Gudang dengan Warkat
Surat berharga yang kepemilikannya berupa sertifikat baik
atas nama maupun atas perintah.
2. Resi Gudang tanpa Warkat (scripless)
Surat berharga yang kepemilikannya dicatat secara elektronis
dan bukti kepemilikan yang sah adalah pencatatan kepemilikan
secara elektronis.

109
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Akta Hak Jaminan Atas Resi Gudang

Akta perjanjian hak jaminan atas Resi Gudang


dapat dibuat secara notariil atau di bawah
tangan.

Di dalamnya sekurang-kurangnya harus memuat :


a. Identitas pemberi & penerima jaminan
b. Data perjanjian pokok yang dijamin
c. Spesifikasi resi gudang yang diagunkan
d. Nilai jaminan utang
e. Nilai barang berdasarkan harga pasar pada saat
barang dimasukkan ke dalam gudang

110
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Bank

Asli Resi Gudang harus diserahkan oleh pemberi jaminan


kepada Bank
Risiko :
Apabila tidak dipenuhi, dapat terjadi penyalahgunaan atas asli resi
gudang, misalnya : dialihkan atau dijaminkan.

Bank harus melakukan pemberitahuan mengenai adanya penjaminan


(dengan memuat perjanjian pokoknya) kepada Pusat Registrasi Resi
Gudang dan Pengelola Gudang.
Lebih lanjut penjaminan akan dicatat oleh Pusat Registrasi Resi
Gudang di dalam Buku Daftar Pembebanan Hak Jaminan atas Resi
Gudang dan diterbitkan konfirmasi pemberitahuan pembebanan hak
jaminan atas Resi Gudang.

Risiko :
Apabila pemberitahuan tidak dilakukan hak jaminan tidak preferen dan dapat
dijaminkan lagi.

111
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Bank

Resi Gudang yang dapat diterima sebagai jaminan adalah


Resi Gudang yang belum jatuh tempo

Risiko :
Apabila Bank menerima resi gudang yang telah jatuh tempo sebagai
jaminan kredit, maka Bank akan dirugikan kepentingannya karena Resi Gudang
tersebut tidak dapat diikat sebagai jaminan.

Penjaminan atas resi gudang secara hukum meliputi


pula hak atas klaim asuransinya.

Hapusnya Hak Jaminan Resi Gudang:


1. Hapusnya utang pokok yang dijamin.
2. Pelepasan hak jaminan oleh penerima hak jaminan.

112
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Kepentingan Internasional

113
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Kepentingan Internasional

“Kepentingan yang diperoleh kreditur yang timbul akibat antara


lain perjanjian pemberian hak jaminan kebendaan yang tunduk
pada Konvensi Tentang Kepentingan Intemasional Dalam
Peralatan Bergerak (Konvensi Cape Town) dan Protokol mengenai
masalah­masalah khusus pada peralatan udara (Protokol Konvensi
Cape Town)”
Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

OBJEK Pesawat Udara, Helikopter, Rangka Pesawat, dan Mesin Pesawat

CIRI 1. Preferen didahulukan terhadap pelunasannya dari hutang-


hutang yang lain
2. Accessoir (perjanjian yang bersifat tambahan dari adanya
perjanjian pokok)
3. Kebendaan melekat tetap mengikuti bendanya, pembebanan
jaminan tersebut dilakukan kepada nomor registrasi pesawat

114
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Jaminan Kepentingan Internasional

Bukti kepemilikan :
‘Bukti pembelian’ atau ’Sertifikat/Dokumen
Hibah’ atau bentuk lain yang dapat diterima
oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara

115
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Jaminan Kredit
Barang-barang yang dapat diikat sebagai jaminan kredit dengan Perjanjian Pemberian
Hak Jaminan Kebendaan (Security Agreement) adalah obyek pesawat udara, yaitu :

1. Pesawat terbang, yaitu mesin pesawat udara yang dipasang


pada rangka pesawat udara.

2. Rangka pesawat udara, yaitu rangka pesawat udara (selain


rangka pesawat udara yang digunakan untuk dinas kemiliteran,
beacukai, atau kepolisian) yang apabila dipasang mesin-mesin
pesawat udara yang sesuai pada rangka pesawat udara itu,
disertifikasi oleh lembaga penerbang yang berwenang untuk
mengangkut:
o paling sedikit 8 orang termasuk awak pesawat; atau
o barang-barang yang lebih dari 2.750 kg,
beserta seluruh perlengkapan, komponen, dan peralatan yang
terpasang dimasukkan atau terkait (selain mesin pesawat udara)
dan seluruh data buku petunjuk dan catatan yang berhubungan
dengan itu.

116
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Jaminan Kredit
3. Mesin pesawat udara, yaitu mesin pesawat udara
(selain mesin pesawat udara yang digunakan untuk
dinas kemiliteran, beacukai, atau kepolisian) yang
digerakkan tenaga propulsi jet atau turbin atau
teknologi piston dan :
o dalam hal mesin pesawat udara dengan propulsi
jet, mempunyai paling sedikit gaya dorong
sebesar 1.750 lbs atau yang setara; dan
o dalam hal mesin-mesin pesawat udara yang
diberi tenaga oleh turbin atau piston,
mempunyai paling sedikit 550 tenaga kuda yang
digunakan untuk lepas landas rata-rata atau
yang setara, beserta seluruh modul dan
periengkapan, komponen dan peralatan lain
yang terpasang, dimasukan atau terkait, dan
seluruh data, buku petunjuk dan catatan yang
berhubungan dengan itu.
117
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Objek Jaminan Kredit

4. Helikopter, yaitu helikopter tertentu (yang tidak


digunakan dalam dinas-dinas militer, beacukai,
atau kepolisian) yang disertifikasi oleh lembaga
penerbangan yang berwenang untuk mengangkut:
o paling sedikit 5 orang termasuk awak, atau
o barang yang lebih dan 450 kg,
beserta seluruh periengkapan, komponen, dan
peralatan yang terpasang, dimasukkan atau terkait
(termasuk rotor-rotor) dan seluruh data, buku
petunjuk, dan catatan yang berhubungan dengan
itu.

Khusus untuk mesin cadangan pesawat udara (spare engine) yang tidak menempel pada
rangka pesawat terbang, selain dapat dilakukan pengikatan dengan Security Agreement
berdasarkan Konvensi Cape Town dan Protokol Konvensi Cape Town, pengikatannya dapat
dilakukan dengan jaminan Fidusia berdasarkan hukum Indonesia.

118
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Perjanjian Pemberian Hak Jaminan Kebendaan (Security Agreement)

Pengikatan obyek pesawat udara dilakukan dengan


pembuatan Perjanjian Pemberian Hak Jaminan
Kebendaan (Security Agreement) dalam bentuk akta
otentik/notariil, yang paling sedikit memuat hal-hal
sebagai berikut:

a. Nomor dan tanggal Perjanjian Kredit yang menjadi


dasar pemberian kredit;
b. identitas para pihak;
c. identitas dari objek pesawat terbang atau
helikopter, serta
d. hak dan kewajiban para pihak;
e. nilai penjaminan;
f. nilai obyek yang dijaminkan.

119
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal Terkait Pengikatan Pesawat Udara

1. Debitur wajib memberikan Surat Irrevocable Deregistration and


Export Request Authorization (IDERA) atau Surat Kuasa Untuk
Memohon Penghapusan Pendaftaran dan Ekspor Yang Tidak Dapat
Dicabut Kembali.
2. IDERA wajib disetujui dan dicatat oleh Direktorat Kelaikan Udara dan
Pendaftaran Pesawat Udara (DKUPPU) pada Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara.
3. Kepentingan intemasional yang timbul atas pengikatan objek
pesawat udara berdasarkan perjanjian pemberian hak jaminan
kebendaan (Security Agreement) wajib didaftarkan di Kantor
Pendaftaran Intemasional. Selain itu, wajib pula dicatatkan di
(DKUPPU) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
4. Bank memiliki hak yang didahulukan (preferen) atas jaminan berupa
objek pesawat udara dengan didaftarkannya pengikatan objek
pesawat udara di Kantor Pendaftaran Internasional.

120
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Hal-hal Terkait Pengikatan Pesawat Udara

5. Hak preferen Bank atas jaminan berupa objek pesawat udara


dikecualikan terhadap tagihan-tagihan sebagai berikut:
a. hak karyawan perusahaan angkutan udara atas gaji yang belum
dibayar yang timbul sejak dinyatakan cidera janji menurut
perjanjian kredit yang jaminannya adalah objek pesawat udara
dimaksud;
b. hak dari otoritas di Indonesia terkait dengan pajak atau tagihan
lainnya yang belum dibayar yang timbul dari atau terkait dengan
penggunaan objek pesawat udara, dan timbul sejak dinyatakan
cidera janji menurut menurut perjanjian kredit yang jaminannya
adalah objek pesawat udara dimaksud;
c. hak lainnya dari pihak yang memperbaiki objek pesawat udara
yang berada dalam penguasaannya sepanjang perbaikan
tersebut mempunyai nilai tambah bagi objek pesawat udara
tersebut.

Setiap Divisi/Satuan/Unit agar memintakan advis hukum terlebih dahulu kepada Divisi Hukum,
cfm. SO HUK/3/1507 tanggal 1 November 2013

121
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Cessie Dengan Hak Retrocessie

122
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Cessie Dengan Hak Retrocessie

“Cessie adalah penyerahan akan piutang-piutang atas nama dan


kebendaan tak bertubuh lainnya yang dilakukan dengan membuat
akta otentik atau di bawah tangan”

Pasal 613 KUH Perdata

OBJEK Hak Tagih atas sejumlah utang yang dialihkan kepada pihak lain (Cessie)

CIRI Bagi si berutang, penyerahan tiada akibatnya, melainkan setelah


diberitahukan kepadanya, atau secara tertulis disetujui dan diakuinya

AKTA CESSIE Perjanjian cessie dapat dibuat dibawah tangan maupun dibuat secara
notariil. Bentuk dan rumusan cessie ditetapkan oleh bank

123
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Mekanisme cessie dengan retrocessie
A B
1.
A dan B Memiliki Hubungan
Utang-Piutang

Kreditur
(Sekaligus sebagai Debitur BNI)
Debitur (Si Berutang)

2. 3. A menyerahkan hak tagih


piutangnya atas B kepada BNI
Disaat yang sama, melalui mekanisme cessie
A adalah debitur dengan retrocessie sebagai
penerima fasilitas jaminan pelunasan kreditnya
kredit di BNI

4. Dengan adanya Cessie tersebut, BNI memegang


jaminan hak tagih piutang atas B.

BNI
124
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Cessie

SYARAT PIUTANG YANG DAPAT DITERIMA

• Benar-benar ada dan memang


merupakan hak penerima kredit
• Merupakan piutang yang mudah
ditagih
• Tidak dijaminkan kepada pihak lain
• Bebas dari sengketa dan segala
tuntutan apapun dari pihak lain.

125
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Cessie

PEMBERITAHUAN
Setelah perjanjian cessie ditandatangani, bank dengan diketahui oleh
penerima kredit segera mngirimkan surat pemberitahuan tentang
terjadinya cessie kepada yang berhutang berikut 1 tembusannya,
tembusan surat pemberitahuan harus ditandatangani oleh yang
berhutang dan harus dikembalikan kepada bank sehingga perjanjian
mengikat.

KONSEKUENSI RETROCESIE
Cessie dengan klausula retrocessie mempunyai konsekuensi hukum,
dalam hal kredit lunas, piutang telah dialihkan kepada bank akan
kembali lagi kepada penerima kredit (pemberi cessie).

126
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
BORGTOCHT

127
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi Borgtocht

“Adalah suatu Perjanjian dengan mana Pihak Ketiga (Penanggung),


guna kepentingan kreditur, mengikatkan diri untuk memenuhi
perikatan si berhutang, manakala si berhutang tidak memenuhi
kewajibannya ”
Pasal 1820 – 1950 KUH Perdata

OBJEK Segala Harta Kebendaan dari seorang Penanggung (Borght)


• Perorangan (PERSONAL GUARANTEE).
• Perusahaan Badan Hukum (COMPANY GUARANTEE

CIRI
1. Jaminan tambahan
2. Sifatnya moral obligation semata
3. Sulit dieksekusi

128
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Syarat Pemberi Borgtocht

SYARAT PEMBERI BORGHTOCHT

1. Kecakapan/kemampuan untuk
mengikatkan diri dalam suatu
perjanjian.
2. Mempunyai kekayaan yang cukup.
3. Berdiam di wilayah indonesia.
4. Mempunyai kepentingan langsung
atas usaha yang dibiayai bank
(kebijakan bank).
5. Menyerahkan lampiran daftar
kekayaan.

129
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Borgtocht
PENGIKATAN KLAUSULA YANG HARUS DIMUAT
DALAM PERJANJIAN BORGTOCHT
• Akta notariil, atau
• Akta dibawah tangan “Penanggung hutang melepaskan
segala hak baik hak utama
maupun hak dalam eksepsi dan
PERSETUJUAN PASANGAN hak istimewa.”
• Apabila tidak terdapat Perjanjian
Pemisahan Harta, maka setiap tindakan
hukum atas aset, termasuk personal EKSEKUSI
guarantee harus disertai dengan
• Mengajukan gugatan melalui PN
persetujuan pasangan.
• Mengajukan permohonan pailit
• Hal ini dikarenakan pemberian personal
terhadap diri penanggung hutang
guarantee merupakan tindakan hukum
yang terkait harta bersama yang harus
dilakukan dengan persetujuan pasangan
sebagaimana dipersyaratkan Pasal 36
ayat 1 UU Perkawinan.

130
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Perjanjian Penyerahan
Jaminan dan Pemberian Kuasa
(PPJPK)

131
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi PPJPK

“Adalah bentuk pengikatan jaminan yang merupakan kebijakan BNI,


untuk membebani tanah-tanah yang tidak atau belum dapat diikat
dengan Hak Tanggungan”

BP Hukum Perkreditan Pada PP Online IN/PP/001/HUK/04-Feb-2010

OBJEK tanah-tanah yang tidak atau belum dapat diikat dengan Hak Tanggungan

CIRI
PPJPK dapat dibuat secara di bawah tangan apabila kebijakan
perkreditan BNI tidak mengharuskan dibuat secara Notariil

ISI PPJPK 1. Penyerahan tanah sebagai jaminan kredit kepada BNI


2. Uraian lengkap tentang tanah yang diserahkan sebagai jaminan kredit
3. Kuasa untuk menjual tanah yang diserahkan apabila Penerima Kredit
tidak memenuhi kewajibannya kepada BNI seperti telah ditetapkan
dalam PK
132
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Perjanjian Pengalihan Hak dan Penerimaan Ganti
Rugi (PPHPGR)

133
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Definisi PPHPGR

“Adalah bentuk pengikatan atas barang jaminan kredit berupa hak


pemakaian atau hak lain yang sejenis atas bangunan yang dimiliki
atau dikelola oleh suatu badan/instansi yang tidak dapat diikat
dengan Hak Tanggungan atau Jaminan Fidusia”

OBJEK hak pemakaian atau hak lain yang sejenis atas bangunan

ISI PPHPGR 1. Penyerahan hak pemakaian atau hak lain yang sejenis atas
bangunan sebagai jaminan kredit kepada Bank
2. Uraian lengkap tentang bangunan yang diserahkan sebagai jaminan
kredit
3. Kewajiban pemegang hak untuk memperpanjang persetujuan/izin
tertulis atas penggunaan bangunan
4. Kuasa untuk mengalihkan hak pemakaian
5. Hak Bank untuk meminta ganti rugi atau mengganti jaminan lain

134
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
URAIAN ISI PPHPGR
1. Penyerahan hak pemakaian atau hak lain yang sejenis atas bangunan sebagai
jaminan kredit kepada Bank
2. Uraian lengkap tentang bangunan yang diserahkan sebagai jaminan kredit, dhi.
meliputi uraian :
a) Dasar hukum penggunaan atas bangunan, mis: Perjanjian pemakaian Tempat
Usaha
b) Persetujuan/izin tertulis penggunaan bangunan dari badan/instansi yang
berwenang, mis: Sertifikat Hak Pemakaian Tempat Usaha
c) Gambar situasi/letak bangunan
3. Kewajiban pemegang hak untuk memperpanjang persetujuan/izin tertulis atas
penggunaan bangunan bangunan dengan cara memberikan kuasa kepada Bank
untuk memperpanjang persetujuan/izin tersebut.
4. Kuasa untuk mengalihkan hak pemakaian atau hak lain yang sejenis atas bangunan
tersebut pada siapapun juga dan kuasa untuk menerima ganti rugi apabila Penerima
Kredit tidak memenuhi kewajiban kepada Bank seperti telah ditetapkan dalam PK.
5. Hak Bank untuk meminta ganti rugi atau mengganti jaminan lain sebagai pengganti
jaminan bangunan tersebut apabila karena kesalahan Pemegang hak terjadi
pencabutan/penutupan atas bangunan oleh Instansi yang berwenang.
135
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
PPHPGR
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DAN DIPASTIKAN OLEH BANK
DALAM MENERIMA BANGUNAN SEBAGAI JAMINAN

1. Hak pemakaian atau hak lain yang sejenis atas diperoleh dengan alas hak yang sah.

1. Dalam perjanjian yang dibuat antara Pemberi dan Pemegang Hak tidak terdapat
larangan bagi Pemegang hak untuk menjaminkan dan/atau mengalihkan hak
pemakaian atau hak lain yang sejenis atas bangunan yang diperolehnya tsb kepada
pihak ketiga. Apabila di dalam perjanjian antara Pemberi dan Pemegang hak
ditetapkan bahwa untuk menjaminkan dan/atau mengalihkan hak pemakaian atau
hak lain yang sejenis tersebut, Pemegang hak harus mendapat persetujuan/izin dari
Pemberi hak, maka persetujuan/izin dari Pemberi hak harus dimintakan terlebih
dahulu.

2. Jangka waktu hak pemakaian atau hak lain yang sejenis atas bangunan lebih
panjang dari jangka waktu kredit.

136
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
PPHPGR
4. Bangunan yang akan diterima sebagai jaminan harus sudah mempunyai kelengkapan
bukti berupa :
a) Persetujuan/izin tertulis atas penggunaan bangunan yang dikeluarkan oleh
pemberi Hak yang berwenang
b) Surat referensi jaminan kredit dari Pemberi Hak
c) Surat pernyataan

5. Kelengkapan sebagaimana dimaksud pada poin 4 merupakan dokumen yang sah dan
asli berdasarkan verifikasi kepada Pemberi hak.

6. Luas dan letak bangunan tidak terdapat perbedaan ukuran antara yang tertera pada
bukti alas hak dengan fisik bangunan berdasarkan pemeriksaan ke lokasi dan
plotting.

7. Seluruh asli kelengkapan bukti sebagaimana dimaksud pada butir 4 telah dikuasai
oleh Bank.

137
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

138
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Cover Note Notaris

139
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Covernote notaris
“Covernote Notaris merupakan suatu keterangan atau pernyataan yang
dibuat oleh Notaris yang isinya dapat berupa keterangan atau pernyataan
yang dibuat sehubungan dengan adanya suatu peristiwa atau kejadian
maupun keterangan atau pernyataan lainnya”
Buku Penyuluhan Hukum IV (Bidang Aneka Ragam) Bab L Hal.L.54.02
No: HUK/3/0826 tgl.28-06-2010

SIFAT Covernote notaris bukanlah sebuah jaminan, sifatnya hanya berupa surat
pernyataan atas suatu pengurusan akta atau sertifikat.

FUNGSI • Pernyataan Notaris atas Pengurusan pendaftaran atas pengikatan


jaminan atau pengurusan perpanjangan sertifikat tanah disertai janji
penyelesaiannya.
• Pernyataan Notaris atas Pengecekan sertifikat tanah ke Kantor
Pertanahan.
• Pernyataan Notaris atas Pengurusan Anggaran Dasar.
• Dsb.

140
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Covernote notaris
KEKUATAN COVERNOTE
Covernote merupakan pernyataan sepihak yang
dibuat oleh Notaris, karenanya secara yuridis surat
dimaksud kurang melindungi kepentingan BNI
karena setiap saat dapat dibatalkan atau ditarik
kembali oleh pembuatnya.

Atas covernote Notaris yang memuat janji mengenai sesuatu hal yang tidak berada di
bawah kontrol/kendali Notaris agar tidak dipergunakan oleh Bank sebagai dasar
membuat suatu keputusan. (misalnya : penyelesaian penerbitan Sertifikat Hak
Tanggungan)

Dalam hal Covernote Notaris akan dipergunakan sebagai dasar


pengambilan keputusan agar memperhatikan hal sebagai berikut :
 Risiko dan Mitigasi
 Pertimbangan bisnis dalam rangka proses bisnis berdasarkan Undang
– Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

141
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Sub Modul

Jenis dan Legalitas Debitur

Surat Keputusan Kredit

Perjanjian Kredit

Bentuk dan Legalitas Jaminan Kredit

Cover Note Notaris

Prinsip Kehati-hatian

142
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prinsip kehati-hatian
dalam pemrosesan kredit

143
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Prinsip kehati-hatian dalam pemrosesan kredit

• Pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh


Pelanggaran undang-undang namun tidak memberikan efek yang
tidak berpengaruh secara langsung kepada orang lain

• Kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan


disebut dengan culpa
• “kesalahan pada umumnya”, tetapi dalam ilmu
Kelalaian pengetahuan hukum mempunyai arti teknis, yaitu suatu
macam kesalahan si pelaku yang tidak seberat seperti
kesengajaan, yaitu kurang berhati-hati sehingga akibat
yang tidak disengaja terjadi.

• kesengajaan diartikan sebagai : “menghendaki dan


mengetahui” (willens en wetens)
Kesengajaan • seseorang yang melakukan suatu tindakan dengan
sengaja, harus menghendaki serta menginsafi
tindakan tersebut dan/ atau akibatnya.

144
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Pelanggaran

“Pelanggaran adalah perbuatan yang hanya


dilarang oleh undang-undang atau ketentuan
namun tidak memberikan efek secara langsung
kepada orang lain”

Ketentuan mengenai sanksi yang Ketentuan mengenai sanksi


diberikan terhadap tiap administratif diatur dalam PP Code of
pelanggaran- Conduct Sub bab Pokok-Pokok Sanksi
yang dilakukan oleh Pegawai Administratif No. Instruksi
diatur dalam Pedoman IN/92/HCT/001 Tgl. Berlaku 16-03-2017
Perusahaan.

145
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Kelalaian
“kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan
disebut dengan culpa (kesalahan pada umumnya)”

Lalai berarti kurang hati-hati, tidak mengindahkan


(kewajiban, pekerjaan, dsb), lengah, sehingga kesalahan itu
bukan karena kebodohan melainkan karena kelalaian
semata-mata.

Dalam proses kredit, tahap verifikasi


dan monitoring perlu mendapat
Ketentuan dalam UU Perbankan
perhatian khusus. Apabila RM lalai
mengenai sanksi pidana dan sanksi
dalam melakukan proses tersebut,
administratif mengenai kelalaian diatur
dapat mengakibatkan kredit macet
dalam Pasal 48 UU Perbankan.
sehingga dapat menyebabkan
kerugian bagi BNI.

146
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Kesengajaan

“Kesengajan adalah dengan sadar berkehendak untuk


melakukan suatu kejahatan tertentu. Kehendak yang
dimaksud dapat ditujukan terhadap perbuatan yang
dilarang dan akibat yang dilarang.”

Ketentuan dalam UU Perbankan mengenai sanksi pidana dan sanksi


administratif mengenai kesengajaan diatur dalam Pasal 47 ayat (2),
Pasal 47A, Pasal 48, dan Pasal 49.

Dalam UU Tipikor diatur mengenai ketentuan pidana dan sanksi


administratif mengenai perbuatan setiap orang yang secara melawan
hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain
atau suatu korporasi yang dapat merugikan kerugian negara atau
perekonomian negara.
147
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Ketentuan Sanksi Administratif di BNI

148
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Akibat tidak menerapkan prinsip kehati-hatian
Debitur Macet

Pemberian Fasilitas Pinjaman

Pegawai Pemroses
dan Pejabat Pemutus
Debitur

BNI

Penyidik + penuntutan Temuan BPK


Tindak Pidana Korupsi Kerugian Negara Perampasan
harta

Sita + lelang

Pidana penjara
Pidana Tambahan tambahan
Pidana Pokok Uang Pengganti
Putusan Pengadilan
Penjara + denda Perkara Tindak Pidana Kerugian Negara
Korupsi

149
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Rangkuman Inti Pembelajaran

150
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Rangkuman Inti Pembelajaran

1. Secara umum, bentuk usaha debitur dapat dikelompokkan :


 Perorangan  orang pribadi, PD, UD, Toko
 Badan Usaha  Badan Hukum dan Non Badang Hukum
2. Surat Keputusan Kredit merupakan pemberitahuan adanya fasilitas kredit
ataupun adanya perubahan syarat-syarat kredit. Belum bersifat mengikat
3. Syarat syahnya suatu perjanjian adalah Sepakat, Cakap, Hal Tertentu, Sebab
yang Halal.
4. Perjanjian Kredit (PK) adalah kesepakatan tertulis antara bank selaku
kreditur dan penerima kredit selaku debitur yang memuat tentang hak dan
kewajiban para pihak dalam pemberian fasilitas kredit
5. Bentuk Pengikatan Jaminan Kredit  Hak Tanggungan, Fidusia, Gadai,
Hipotik, Resi Gudang, Cessie dengan hak retrocessie, Bortocht, PPJPK,
PPHPGR

151
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Rangkuman Inti Pembelajaran

6. Covernote Notaris merupakan suatu keterangan atau pernyataan yang dibuat


oleh Notaris yang isinya dapat berupa keterangan atau pernyataan yang
dibuat sehubungan dengan adanya suatu peristiwa atau kejadian maupun
keterangan atau pernyataan lainnya
7. Covernote merupakan pernyataan sepihak yang dibuat oleh Notaris,
karenanya secara yuridis surat dimaksud kurang melindungi kepentingan BNI
karena setiap saat dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh pembuatnya
8. Dalam memproses kredit wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, karena
kesalahan yang terjadi karena pelanggaran, kelalaian, atau kesengajaan
dapat terekspose risiko administratif dari BNI maupun risiko hukum yang
melibatkan pihak eksternal (Aparat Penegak Hukum).

152
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. All Rights Reserved
Thank You
BNI Divisi Hukum
Gedung BNI Kantor Pusat, Lantai 10
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1
Jakarta – 10220
(021) 572 8575

This presentation has been prepared specifically for BNI. The content of this presentation may not be
used,duplicated or transmitted in any form without the written consent from BNI. All rights reserved. 153