Anda di halaman 1dari 16

MODUL I

PENGERTI DAN KRITERIA GAMIS

DISUSUN OLEH :
NAMA : EKO BUDIARTI
NO PESERATA: 19030769810372
BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI

Baju Gamis merupakan salah satu busana muslimah yang banyak digemari dan cukup laku
di pasaran. Tidak heran kalau banyak merek-merek pakaian muslim yang memproduksi baju
gamis sebagai salah satu varian produknya di samping jenis baju lain. Selain simple dipakai,
gamis juga cocok dipakai oleh tipe tubuh apapun baik tinggi maupun pendek, gemuk atau kurus
asalkan motif dan warnanya disesuaikan dengan karakter fisik pemakainya.

Wanita merupakan sosok yang paling peduli dengan penampilannya. Demi menunjang
penampilannya tersebut, mereka bahkan rela merogoh kocek yang dalam demi mendapatkan
penampilan yang mereka inginkan. Agar terlihat lebih modis dan trendi, mereka tak segan untuk
membeli pakaian yang sedang trend meskipun pakaian tersebut dibandrol dengan harga yang
cukup mahal.

Berbicara mengenai trend, ada berbagai jenis pakaian yang didesain dengan penampilan
yang berbeda dan terlihat luar biasa. Salah satu pakaian tersebut adalah baju gamis yang
dikhususkan untuk para wanita muslimah. Semakin banyak wanita yang memutuskan untuk
mengenakan hijab membuat para desainer pembuat pakaian memutuskan untuk merancang baju
gamis dengan berbagai model.

Macam-macam baju gamis yang dijual di pasaran bahkan dapat membuat seseorang
terlihat lebih anggun dan terlihat religi. Meskipun memiliki desain yang berbeda, pengguna baju
gamis tersebut harus pintar-pintar menentukan model baju gamis mana yang sesuai dengan
lingkungan yang ia hadiri.

Dari segi pola, desain gamis termasuk sederhana. Para pemakai tidak harus mencari atasan
dan bawahan lagi karena sudah merupakan kesatuan. Hanya saja, walaupun boleh dikatakan
sederhana, tetap harus diperhatikan sisi fashionnya. Hal inilah yang memunculkan kreatifitas para
desainer untuk membuat baju gamis modern dan terbaru untuk menjunjung penampilan
muslimah, sesuai dengan zaman.

B. Prasyarat
Peserta didik diharapkan sudah menguasai, ataupun pernah belajar pengelompokkan macam-
macam busana berdasarkan karakteristik suatu busana. Dan dapat menganalisis busana sesuai
dengan model.

C. Petunjuk Penggunaan Modul


Bagi peserta pelatihan:
1. Bacalah dengan seksama tujuan akhir dan tujuan antara untuk mengetahui apa yang akan
diperoleh setelah mempelajari materi ini.
2. Modul ini memuat informasi tentang apa yang harus peserta diklat lakukan untuk
mencapai tujuan antara pembelajaran.
3. Pelajari dengan seksama materi setiap kegiatan belajar, jika ada informasi yang kurang
jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari setiap materi pada kegiatan belajar,
sebaiknya berkonsultasi pada pengajar.
4. Kerjakan latihan serta tugas yang terdapat pada akhir kegiatan, diskusikan dengan teman
untuk mengetahui jawaban mana yang mengandung kemungkinan benar.
Bagi pengajar:
1. Baca, pelajari, kuasai, dan kembangkan dengan seksama materi setiap kegiatan
pembelajaran.
2. Gunakan model pembelajaran inovatif supaya peserta pelatihan tidak jenuh.
3. Gunakan media pembelajaran yang dapat menrangsang peserta pelatihan
berpartisipasi aktif dalam pelatihan.

D. Tujuan akhir
Peserta didik setelah mempelajari modul ini:
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gamis dengan benar
2. Peserta didik dapat menjelaskan jenis dan kriteria gamis dengan benar
BAB II
MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Gamis
Berdasarkan etimologi kata gamis berasal dari bahasa Arab yaitu “qomish”, artinya
pakaian terusan dari bagian atas tubuh sampai pertengahan betis atau mata kaki. Namun, kata
qamish tersebut telah diserapkedalam bahasa indonesia menjadi gamis dan mengalami pergeseran
makna. Dalam KBBI, gamis bermakna kemeja, hal ini merujuk pada pakaian panjang ala pakistan
yaiyu baju kemeja yang panjangnya sampai ke paha atau lebih ke bawah sedikit. Sedangkan
pakaian yang dikatakan qamish sering disebut jubah.
Dari pengertian lain baju gamis adalah pakaian muslim wanita (muslimah) dengan model
baju menyatu antara atasan dan bawahan yang berbentuk lurus, panjang dan longgar untuk
menutupi seluruh badan mulai dari leher sampai ke mata kaki.
Pada kalangan Muslimah Indonesia, baju gamis sering diidentikkan dengan pakaian atau
baju kurung wanita, yang menutupi hampir seluruh bagian tubuh wanita, dari bagian pundak,
sampai ke bagian kaki, pakaian potongan tidak termasuk ke dalam baju gamis. Mungkin ada
definisi yang berbeda dengan kalimat tersebut, tetapi mungkin intinya tidak jauh berbeda.
Begitu sederhananya kata gamis, tetapi rupa dan modifikasinya sangat beragam, corak dan
motif sangat beragam, sangat beragam sekali. Sepertinya tanpa iklanpun baju gamis akan tetap
jaya dan terus berkembang, karena para wanita muslimah itu sendiri yang mengiklankannya. Dan
tentunya gamis sudah seharusnya digunakan, terutama untuk pakaian penutup aurat. Asal gamis
memang berasal dari timur tengah, tetapi sudah tidak aneh lagi jika digunakan di Indonesia,
bahkan sudah mendarah daging dengan masyarakat Indonesia, karena sudah hingga ke pedalaman
Indonesia.

B. Karakteristik Gamis
Ciri khas gamis adalah baju terusan yang ukurannya longgar, sehingga wanita berhijab tidak
khawatir dengan lekukan tubuh atau aurat. Sekarang gamis tersedia berbagai jenis atau
model, bahkan ada gamis yang di desain khusus untuk hijabers yang aktif dan dinamis yaitu
yang modelnya dipadukan dengan bawahan celana. Ketika memilih baju gamis hendaklah
memperhatikan beberapa hal dibawah ini:
1. Menutup Lekukan Tubuh Atau Aurat
Tips memilih gamis yang pertama adalah yang modelnya menutup aurat dengan baik. Jadi
pilih bahan gamis yang tebal dan hindari memilih yang bahannya tipis, transparan dan ketat.
Cermatlah memilih bahan gamis, tidak hanya modelnya saja karena fungsi gamis adalah
untuk menutupi lekukan tubuh atau aurat.
2. Pertimbangkan Segi Kenyamanan
Bahan pertimbangan yang tidak kalah penting adalah segi kenyamanan saat dipakai.
Kenyamanan merupakan faktor penting saat memilih busana model apapun. Pastikan
bahannya nyaman saat digunakan, sejuk, adem dan mampu menyerap keringat dengan baik.
3. Sesuaikan Modelnya Dengan Acara
Dengan banyaknya model gamis yang dijual di pasaran semakin memudahkan kita untuk
memilih. Namun bisa jadi malah membuat bingung, karena harus disesuaikan dengan acara
yang akan dihadiri.
Apabila gamis digunakan untuk acara pesta, pilih yang warnanya terang atau warna-warna
soft. Bisa pilih gamis yang memiliki aksen tambahan, seperti: brokat, renda, payet dsb agar
terlihat lebih mewah dan elegant.
1. Baju Gamis untuk pesta

Baju gamis yang dibuat dengan tambahan kain brokat. Hasilnya sangat
mengagumkan. Baju gamis pun jadi tampak lebih elegan dan bakal membuat
penampilanmu tambah menakjubkan. Baju gamis ini dapat digunakan untuk pergi ke
pesta.
2. Baju Gamis Casual

Model baju gamis ini bagus dipakai ketika kita sedang bersantai. Atau boleh
juga dipakai untuk acara yang tidak formal. Desainnya yang casual membuat
penampilan kita jadi lebih santai dan tidak terlalu kaku.
3. Baju gamis untuk kerja

Banyak baju gamis yang bahannya bagus dan enak dipakai untuk bekerja. Dengan
begitu, saat di kantor pun kamu tetap bisa trendy dengan memakai model baju yang
menutup aurat ini.
4. Sesuaikan Dengan Bentuk Tubuh Dan Warna Kulit
Agar penampilan dibalut gamis lebih sempurna pilih yang warna dan modelnya sesuai
dengan bentuk tubuh dan juga warna kulit. Menggunakan gamis yang warnanya sesuai
dengan warna kulit bisa membuat penampilan serasi dan enak dipandang.
1. Bentuk tubuh kurus
Untuk memakai gamis, hendaknya menyesuaikan dengan bentuk tubuh. Bagi
yang bertubuh kurus bisa memilih gamis dengan jenis rok klok yakni rok yang
bagian bawahnya melebar. Rok model ini akan makin membuat tampilan
terkesan berisi.

Bagi yang gemar baju dengan motif, bisa juga menerapkan motif pada gamis.
Pilih saja baju gamis dengan motif pada permukaan kain supaya tubuh terlihat
lebih proporsional. Dan bisa juga memilih gamis dengan motif garis namun pilih
garis yang vertikal.

2. Bentuk tubuh gemuk

Pilih gamis yang memiliki potongan cenderung longgar. Hindari gamis yang
ukurannya terlalu fit karena bisa bikin penampilan kurang menarik. Kenakan
gamis dengan model minimalis dan warna tone gelap. Jika kurang suka warna
gelap, bisa juga pilih warna dengan tone lembut seperti warna pastel.
Jika menyukai gamis dengan motif maka juga boleh mengenakannya. Hanya
saja ingat untuk memilih motif kecil pada gamisnya ketimbang motif yang besar.
Motif yang kecil bisa bikin tampilan berkesan lebih kurus.

3. Tubuh kecil
Bentuk tubuh tiap orang memang tak selalu sama tetapi dalam hal memakai
pakaian pasti semua bentuk tubuh akan terlihat menarik asalkan tahu cara
menyiasatinya. Misalnya saja untuk tubuh yang kecil, jangan takut tenggelam
kala memakai gamis.

bisa pilih bahan brokat pada gamis kamu. Dengan demikian yang bertubuh
pendek dan mungil tetap bisa eksis dengan gamis. Bisa gunakan gamis yang
brokatnya memiliki desain tile berukuran kecil. Memakai gamis dengan aksen
brokat akan membuat tampilan lebih menarik.

Gambar bentuk tubuh kecil


4. Bentuk tubuh jam pasir

Beruntung ketikamemiliki tubuh jenis ini karena tak semua orang bisa
memilikinya. Gamis model apa saja pasti cocok dipakai dengan bentuk tubuh
jam pasir. Tampilan dijamin menarik dan pasti bikin semua mata tertuju.
Bisa pakai gamis bermotif dengan aksen pada bagian pinggang. Ini akan
membuat tampilan berkesan sempurna. Pilih gamis dengan cutting umbrella
untuk menyamarkan bagian paha hingga kaki supaya lebih maksimal
tampilannya. Untuk warnanya boleh pakai aneka gamis warna cerah. Bisa
juga pilih dengan yang ada aksen kerut di pingganggnya.

5. Bentuk tubuh lurus

Bagi yang memiliki tubuh lurus bisa juga memakai gamis agar tampil lebih
menarik. Memilih gamis dengan aksen pinggang agar terlihat lebih berbentuk.
Selain itu kenakan gamis dengan motif supaya tubuh berkesan lebih berisi.
Bisa juga pilih gamis yang memiliki cutting umbrella. Gamis ini akan mampu
mengurangi kesan lurus pada bagian paha. Boleh juga pilih gamis dengan
efek drappery. Untuk bahan gamisnya boleh pakai yang silk, ceruty, hingga
chiffon.

C. Macam-macam gamis
Indonesia memiliki penduduk Islam terbesar di dunia. Banyak muslimah di Indonesia sehingga
gamis merupakan salah satu produk fashion yang paling banyak dicari. Beragamnya gamis
menjadikan konsumen memiliki banyak variasi untuk dipilih. Mengapa gamis? Hal ini karena
gamis tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Macam-macam gamis di Indonesia, antara lain gamis
modern, gamis kebaya, gamis batik, abaya/kaftan, dan yang sedang tren saat ini adalah gamis
model cape, gamis dari katun jepang, dan gamis maxi.

Berikut akan kita bahas satu per satu model-model gamis yang terdapat di Indonesia.

1. Gamis Modern
Sebelumnya, gamis identik dengan tua, jadul, ketinggalan zaman, tidak modis, dan lain
sebagainya. Namun, sekarang gamis telah berevolusi menjadi sesuatu yang cantik, modis,
dan sangat bervariasi. Seiring dengan perkembangan fashion tanah air yang mulai
mengangkat tema hijab dan pakaian muslim, gamis pun menjadi pilihan busana yang tetap
modis, tetapi menutup aurat.
Gamis modern adalah gamis yang memiliki model, baik dari segi cutting maupun dari sisi
penyusunan motif, tidak terkesan tua atau jadul. Gamis modern dirancang agar wanita tetap
tampak cantik dan anggun, meskipun dengan tampilan serba tertutup sebab sudah fitrah
wanita untuk tampil cantik.

2. Gamis Modern Katun Jepang


Gamis tidak selalu kelihatan membosankan dan terkesan tua. Yang saat ini sedang tren
adalah gamis katun jepang. Motifnya yang lucu dan beraneka ragam merupakan salah satu
daya tarik gamis katun jepang sebab terkesan girly dan feminin. Selain itu, bahan yang
terbuat dari katun menjadikan gamis ini nyaman dikenakan di Indonesia dengan cuaca
yang cenderung panas. Gamis katun jepang pun memiliki banyak variasi model. Gamis
katun jepang dapat menjadi pilihan untuk gamis lebaran nanti.

3. Gamis Modern Model Cape


Salah satu model baju terbaru Lebaran yang sedang tren tahun 2015 ini adalah
model cape. Cape ini juga sudah banyak digunakan sebagai aksen pada gamis modern
untuk memberikan kesan yang unik, anggun, dan cantik.
4. Gamis Maxi
Model gamis cantik berikutnya adalah model gamis maxi. Model gamis ini memiliki rok
yang lebar sehingga memudahkan penggunanya untuk bergerak bebas. Model
gamis maxi juga menjadi salah satu tren gamis pada tahun 2015.

5. Gamis kebaya

Kebaya adalah pakaian nasional Republik Indonesia. Rasanya tak lengkap jika kita
melewatkan gamis yang satu ini. Ciri utama dari gamis kebaya adalah penggunann brokat
pada bahan gamis. Brokat ini dapat digunakan untuk seluruh gamis atau sebagai aksen
pelengkap.
6. Gamis Batik

Beberapa tahun yang lalu batik identik dengan jadul, orang tua, kuno, dan ketinggalan
zaman. Namun sekarang batik menjadi salah satu ikon kebanggaan Indonesia dan semua
kalangan kini begitu mencintai batik. Batik menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan dari
keseharian rakyat Indonesia. Hal ini berpengaruh pula pada tren fashion Indonesia yakni
gamis. Semakin banyak model gamis yang menggunakan batik sebagai bahannya. Selain
memperlihatkan kesan yang indonesia banget, detail batik Indonesia juga beraneka ragam
dan unik. Sehingga gamis batik dan gamis batik sarimbit cocok untuk dikenakan pada acara
spesial seperti kondangan, lebaran, pesta, dan sebagainya.

7. Gamis Abaya/Kaftan
Abaya adalah model gamis yang menjadi ngetren di Indonesia sejak dikenakan oleh
Syahrini sehingga orang-orang menyebutnya “baju Syahrini”. Sebenarnya Abaya
merupakan gaun jubah seperti yang dikenakan oleh wanita-wanita di beberapa negara Islam
Timur Tengah termasuk di Afrika Utara dan Semenanjung Arab. Gamis Abaya ini cocok
dikenakan pada acara-acara formal, seperti kondangan, pesta, lebaran, dan lain sebagainya.

D. Bahan untuk membuat busana gamis

1. Kain Balotelli
Kain balotelli adalah jenis kain yang tidak transparan. Kain ini mempunyai tekstur
mengkilat dan garis-garis. Selain itu, kain balotelli juga tidak panas apabila dipakai.
Sedangkan,serat kain balotelli memiliki tingkat kerapatan yang lumayan.

Kelebihan lain dari kain ini adalah tidak menerawang. Kain balotelli ini bersifat jatuh dan
lemas. Meskipun tebal, kain ini terbilang cukup ringan saat dipakai. Tak hanya itu, jika
anda termasuk orang yang malas menyetrika, tenang saja, kain balotelli ini cocok untuk
anda karena sifatnya yang tidak mudah kusut.
2. Kain crepe
Kain crepe adalah jenis kain yang berbahan stretch serta adem dan nyaman saat dipakai.
Ada berbagai macam jenis kain crepe yang ada di pasaran. Ada diamond crepe, bubble
crepe, moss crepe, Woll crepe, plisse crepe, moroccan crepe, crepe de chine, como crepe,
arabian crepe, crezia crepe, diamond crepe italiano, diamond crepe georgette, dan barbie
crepe ceruti. Semua kain crepe ini termasuk jenis kain untuk gamis. Mari kita bahas satu
per satu.
3. Kain Jersey
Kain jenis ini sangat udah kita temui di pasaran. Ada yang polos, ada pula yang bermotif.
Sifat dari kain ini adalah mudah melar alias elastis. Meski begitu, kain ini terbilang cukup
halus, tebal dan terakhir, tidak berbulu. Sebenarnya, kain ini tidak cocok digunakan untuk
gamis, kecuali apabila anda merangkapinya dengan yang lainnya, masih oke lah apabila
digunakan sebagai bahan dasar kain untuk gamis anda.
4. Kain Chiffon (Kain Sifon)
Kain jenis ini mempunya banyak motif dan warna. Karakteristiknya transparan dan halus.
Dan, kain ini bisa menyerap warna lain apabila dicuci. Oleh karena itu, harus dipisan
ketika dicuci. Sifatnya yang jatuh cocok dijadikan sebagai bahan dasar kain untuk gamis
anda, meskipun anda harus memadukannya dengan bahan lain agar tidak menerawang.

5. Kain Rayon
Kain ini memang mudah kusut meski agak licin dan bertekstur lembut dan halus. Sifatnya
jatuh dan menyerap keringat. Banyak motif pilihan yang bisa dipilih untuk kain jenis ini.
Memang sih lebih cocok digunakan untuk daster atau pakaian santai, akan tetapi, apabila
dipadukan dengan bahan lainnya, kain ini juga bisa dijadikan bahan dasar kain untuk
gamis anda kok.

6. Kain Katun Jepang


Beberapa tahun belakangan, katun jenis ini sangat laku di pasaran. Hampir tidak ada
perempuan yang tidak tahu kain jenis ini. Sebab, kain ini bisa dikreasikan menjadi banyak
hal. Menjadi sprei, gorden, bed cover, hingga baju dan gamis. Serat kain ini lembut dan
permukaannya halus. Selain itu, warna dari kain katun jeparang ini juga tidak mudah
luntur. DI samping motifnya yang unik, cantik dan beragam. Tidak cukup sampai di situ,
kain jenis ini juga menyerap kerinngat dan sangat nyaman dipakai. Oleh karena itu, kain
jenis ini juga cocok digunakan sebagai bahan dasar kain untuk gamis anda.

7. Kain Cotton Combed


Kain jenis ini adem saat dipakai dan dapat menyerap keringat dengan baik. Sebenarnya,
kain jenis ini lebih cocok apabila digunakan sebagai bahan dasar kaos. Akan tetapi, apa
salahnya apabila anda mencoba mengkreasikannya sebagai bahan dasar kain untuk gamis
anda bukan?

8. Kain Woll Peach (Wolfis)


Woll Peach atau juga wolfis juga merupakan kain yang selalu ramai di pasaran.
Warnyanya yang soft dan cerah yang disertai motif-motif cantik menjadikannya sebagai
primadona. Meski tebal, woll peach tetap ringan. Karena ketebalannya itulah kain ini
menjadi tidak menerawang. Selain itu, kain ini juga adem ketika dipakai dan tidak mudah
kusut. Di samping juga sangat gampang untuk disetrika karena tidak licin. Oleh karena itu,
kain jenis ini sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar kain untuk gamis anda.

9. Kain Ceruti
Kain ceruti tergolong kain yang lembut dan elastis, meskipun agak tipis. Sebagaimana
kain crepe kebanyakan, kain jenis ini juga memiliki tekstur seperti kulit jeruk. Bedanya,
ada bintik-bintik kecil yang wananya senada dengan warna kain. Kelebihannya, kain ini
jatuh saat dipakai dan mudah dibentuk. Oleh karena itu, kain jenis ini juga sangat cocok
dijadikan sebagai bahan dasar kain untuk gamis anda.
10. Kain Katun Ima
Kelebihan dari kain ini adalah bahannya yang halus dan tidak berbulu. Selain daya
serapnya terhadap keringat yang cukup tinggi, kain ini juga nyaman dipakai serta tahan
lama dan awet. Akan tetapi, sayangnya kain ini rawan terkena jamur dan mudah kusut.
Meski begitu, kain jenis ini masih cocok digunakan sebagai bahan dasar kain untuk gamis
anda.

11. Kain Maxmara


Kain maxmara merupakan salah satu kain yang digemari oleh para wanita dari berbagai
usia dan kalangan. Sebab, motifnya cantik-cantik dan unik-unik. Selain itu, ia juga sangat
halus dan lembut. Jatuh dan ringan saat dipakai serta tidak menerawang dan tidak mudah
kusut. Di samping juga mudah sekali dibentuk. Lengkap sudah keunggulan kain yang satu
ini. Jadi, kain jenis ini memang sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar kain untuk
gamis anda.

12. Kain Katun Linen


Memang sih, katun linen cenderung kaku. Namun, kain ini ringan dan halus kok. Selain
juga jatu saat dipakai. Kain ini memang tergolong kain yang tidak tebal karena bobotnya
yang terbilang ringan. Akan tetapi, banyak pilihan warna dan motif cantik-cantik untuk
kain yang bisa anda gunakan sebagai bahan dasar kain untuk gamis anda.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Untuk memilih model gamis sebaiknya disesuaikan model dan motifnya dengan tema
acara yang akan dihadiri. Sehingga hasilnya nanti tidak akan nampak berlebihan atau
yang biasa orang lain katakan dengan norak. Misalkan untuk model gamis pesta, maka
harus memperhatikan tema pesta tersebut apa, waktu dan tempat pelaksanaannya
kapan dan dimana, dan kemudian warna apa yang nantinya akan ditentukan. Selain itu
harus menyesuaikan dengan bentuk tubuh, warna kulit juga. Jadi dengan aspek-aspek
seperti itulah yang nantinya akan memunculkan ide atau gagasan untuk menciptakan
gamis yang sesuai

B. DAFTAR PUSTAKA

Perkembangan Busana dalam Buku Ernawati dkk jilid 1

GAMIS – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Karakteristik Bahan yang harus diketahui oleh Pebinis Grosir Gamis Spandek

Sejarah Gamis oleh sylva 21 Kompasiana. com