Anda di halaman 1dari 6

Dahlia, Siklon Tropis Ke Lima Yang Tumbuh Di Sekitar Wilayah Indonesia Refleksi 10 tahun Tropical Cyclone Warning Centre Jakarta

A.Fachri Radjab Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV, Makassar Koordinator TCWC Jakarta tahun 2008 – 2014

Dalam beberapa hari terakhir ini terjadi bencana banjir, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi dibeberapa lokasi di wilayah Indonesia, seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Bencana alam tersebut terjadi sebagai dampak dari kondisi cuaca ekstrim dalam bentuk hujan sangat lebat, angin kencang dan gelombang laut tinggi yang diakibatkan oleh aktifnya Siklon Tropis Cempaka dan Sikon Tropis Dahlia di Samudera Hindia sebelah selatan Indonesia.

Siklon tropis merupakan sebuah fenomena atmosfer yang terjadi diatas lautan yang hangat di wilayah tropis. Pada sebuah siklon tropis terdapat sirkulasi angin memutar yang bertiup sangat kencang dan terjadi pertumbuhan awan yang sangat massif. Siklon tropis pada awalnya merupakan sebuah pusat tekanan rendah (low pressure system) yang lama kelamaan menguat yang ditandai dengan sirkulasi angin memutar dan kecepatan angin yang makin meningkat. Sebuah pusat tekanan rendah dinyatakan tumbuh menjadi siklon tropis ketika kecepatan angin di sekitar pusat sirkulasi telah mencapai 35 knot atau 64 km/jam. Dampak yang dihasilkan oleh siklon tropis adalah angin kencang, curah hujan sangat lebat dan gelombang pasang (storm surge).

Sistem Peringatan Dini Siklon Tropis Global

Mengingat begitu besarnya dampak bencana alam yang dapat diakibatkan oleh siklon tropis, maka World Meteorological Organization (WMO) telah membuat sebuah mekanisme sistem peringatan dini siklon tropis global. Adapun tujuan utama dari sistem peringatan dini ini adalah untuk meminimalkan korban jiwa maupun harta yang dapat timbul sebagai akibat dari siklon tropis. Untuk melaksanakan fungsi peringatan dini siklon tropis tersebut, telah ditunjuk pusat-pusat peringatan dini siklon tropis pada 7 (tujuh) basin (daerah pertumbuhan) siklon tropis, yaitu :

No.

Daerah Pertumbuhan

Pusat Peringatan Dini

Keterangan

1.

Samudera Atlantik

RSMC Miami

RSMC : Regional Specialized Meteorological Centre

2.

Samudera Pasifik bagian timur

RSMC Honolulu

3.

Samudera Pasifik bagian barat

RSMC Tokyo

4.

Samudera Pasifik bagian selatan

RSMC Nadi

 

TCWC Brisbane

5.

Samudera Hindia bagian utara

RSMC New Delhi

6.

Samudera Hindia bagian barat daya

RSMC La Reunion

7.

Samudera Hindia bagian tenggara

TCWC Jakarta TCWC Port Moresby TCWC Perth TCWC Darwin

TCWC : Tropical Cyclone Warning Centre

Tabel 1. Daerah Pertumbuhan Siklon Tropis dan Pusat Peringatan Dini

Tugas dari pusat-pusat peringatan dini siklon tropis tersebut adalah melakukan pemantauan siklon tropis serta membuat dan mendiseminasikan peringatan dini siklon tropis. Informasi peringatan dini tersebut harus dibuat secara berkala dan disebarluaskan secara internasional. Selain itu, pusat-pusat peringatan dini siklon tropis juga memiliki wewenang untuk memberi nama siklon tropis apabila siklon tropis tersebut tumbuh diwilayah tanggung jawabnya. Setiap pusat peringatan dini siklon tropis telah memiliki daftar nama yang akan akan digunakan, dan secara berkala daftar nama tersebut akan diupdate pada saat pertemuan yang diselenggarakan oleh WMO.

diupdate pada saat pertemuan yang diselenggarakan oleh WMO. Gambar 1. Daerah pertumbuhan siklon tropis dan pusat

Gambar 1. Daerah pertumbuhan siklon tropis dan pusat peringatan dininya (Source : website Tropical Cyclone Program, WMO)

Siklon Tropis Di Indonesia

Salah satu daerah pertumbuhan siklon tropis yang berada dekat dengan wilayah Indonesia adalah Samudera Hindia bagian tenggara. Rata-rata pertumbuhan siklon tropis di wilayah ini hanya 7 (tujuh) kejadian per tahun atau sekitar 9% (sembilan persen) dari jumlah rata-rata kejadian siklon tropis diseluruh dunia.

Indonesia merupakan wilayah yang secara teori tidak dapat dilintasi oleh siklon tropis, hal ini disebabkan oleh karakteristik fisis siklon tropis yang akan selalu bergerak menjauhi ekuator. Meskipun bukan merupakan daerah lintasan, namun bibit-bibit siklon tropis untuk basin Samudera Hindia bagian tenggara banyak yang berasal dari wilayah perairan di selatan Indonesia. Selain itu, walaupun siklon tropis bergerak menjauhi Indonesia namun dampak tidak langsung (remote impact) dari siklon tropis tetap terjadi di Indonesia. Dampak tidak langsung tersebut diantaranya adalah adanya daerah pertemuan angin yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dan dampak tidak langsung lainnya adalah angin yang bertiup kencang.

Hingga saat ini terdapat beberapa siklon tropis yang tumbuh disekitar wilayah Indonesia, diantaranya Siklon Tropis Vamei (26 – 31 Desember 2001), Siklon Tropis Inigo (30 Maret – 9 April 2003), Siklon Tropis Durga (22 – 24 April 2008), Siklon Tropis Kirrily (26 – 27 April 2009) hingga yang terkini Siklon Tropis Dahlia (29 November – 4 Desember 2017)

Sejarah Singkat TCWC Jakarta

Indonesia adalah anggota dari WMO Regional Association V Tropical Cyclone Committee (WMO RA V TCC) sejak pembentukannya pada tahun 1986. WMO RA V TCC merupakan sebuah unit kerja WMO yang bertugas dalam pengelolaan peringatan dini siklon tropis di wilayah Samudera Pasifik Selatan dan Samudera Hindia bagian tenggara.

Sejak menjadi anggota pada tahun 1986, Indonesia telah mendapat mandat untuk melakukan pemantauan siklon tropis serta pembuatan dan penyebarluasan peringatan dini siklon tropis untuk wilayah perairan antara 90 o – 125 o BT dan 0 – 10 o LS. Namun demikian dalam perjalanannya mandat tersebut belum dapat terlaksana secara optimal, sehingga pada pertemuan RA V TCC tahun 1998 diputuskan bahwa untuk sementara tanggung jawab peringatan dini siklon tropis tersebut akan diambil alih oleh Bureau of Meteorology, Australia, sampai suatu saat Indonesia dipandang siap untuk mengambil alih kembali tugas tersebut.

Pada pertemuan RA V TCC tahun 2006, Indonesia menyatakan siap untuk mengambil alih kembali tanggung jawab peringatan dini siklon tropis. Pada tahun 2007, BMKG membangun Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis Jakarta (TCWC Jakarta) dan diresmikan pada tanggal 28 Maret 2008. Pada pertemuan RA V TCC bulan April 2008, TCWC Jakarta dinyatakan resmi beroperasi dengan wilayah tanggung jawab di Samudera Hindia bagian tenggara, tepatnya pada 90 o – 125 o BT dan 0 – 10 o LS. Pada pertemuan ini juga diresmikan daftar nama siklon tropis yang akan digunakan jika tumbuh didalam wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta.

Kemudian pada pertemuan RA V TCC tahun 2010, Indonesia mengajukan permohonan perluasan wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dari semula batas timurnya adalah 125 o BT menjadi 141 o BT. Usulan ini disetujui oleh seluruh anggotan RA V TCC dengan sedikit pengaturan pada batas selatannya.

seluruh anggotan RA V TCC dengan sedikit pengaturan pada batas selatannya. Gambar 2. Wilayah Tanggung Jawab

Gambar 2. Wilayah Tanggung Jawab TCWC Jakarta

Sejak pertama beroperasi hingga saat ini terdapat 5 (lima) siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dan diberi nama oleh TCWC Jakarta, yaitu :

1. Siklon Tropis Durga, 22 – April 2008

2. Siklon Tropis Anggrek, 31 Oktober – 4 November 2010

3. Siklon Tropis Bakung, 10 - 13 Desember 2014

4. Siklon Tropis Cempaka, 28 – 29 November 2017

5. Siklon Tropis Dahlia, 29 November – 4 Desember 2017

Siklon Tropis Durga
Siklon Tropis Durga
Siklon Tropis Anggrek
Siklon Tropis Anggrek
Siklon Tropis Bakung
Siklon Tropis Bakung
Tropis Durga Siklon Tropis Anggrek Siklon Tropis Bakung Gambar 3. Peta Lintasan Siklon Tropis yang tumbuh

Gambar 3. Peta Lintasan Siklon Tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta

Tugas dan Fungsi TCWC Jakarta

Terdapat 2 (dua) hal penting yang melatar belakangi pembentukan TCWC Jakarta, yang pertama adalah kewajiban internasional yang diberikan oleh WMO, yaitu kewajiban untuk melakukan pemantauan siklon tropis serta pembuatan dan penyebarluasan peringatan dini siklon tropis. Sedangkan latar belakang kedua adalah kepentingan nasional, meskipun Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun dampak tidak langsung (remote impact) dari siklon-siklon yang tumbuh disekita Indonesia, baik di Samudera Hindia bagian tenggara maupun di Samudera Pasifik bagian barat turut berperan dalam mengendalikan sirkulasi atmosfer di wilayah Indonesia yang pada gilirannya dapat menyebabkan terjadinya kondisi cuaca ekstrim seperti hujan sangat lebat dan angin kencang.

Sejak awal pembetukannya, TCWC Jakarta telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemantauan siklon tropis serta pembuatan dan penyebarluasan informasi peringatan dini siklon tropis baik untuk keperluan nasional maupun internasional. Informasi peringatan dini siklon tropis dari TCWC Jakarta dikeluarkan secara rutin dan berkala yang berisi informasi siklon tropis seperti posisi, kekuatan, arah dan kecepatan gerak serta dampak yang diakibatkan.

Selain itu, TCWC Jakarta juga memiliki tugas untuk melakukan koordinasi regional dengan pusat- pusat peringatan dini lain, utamanya dengan pusat peringatan dini negara tetangga, yaitu Australia, Prancis (La Reunion), Jepang dan Papua Nugini. Koordinasi dengan pusat peringatan dini negara tetangga sangat penting dilakukan terutama pada saat terjadi kondisi adanya penyerahan tanggung jawab peringatan dini karena posisi siklon tropis telah melewati garis batas wilayah tanggung jawab.

Penamaan Siklon Tropis

Pusat-pusat peringatan dini yang ada diseluruh dunia memiliki wewenang untuk memberikan nama pada siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawabnya. Pemberian nama ini ditujukan untuk memudahkan diseminasi peringatan dini siklon tropis, terutama ketika terjadi pertumbuhan lebih dari satu siklon pada area yang sama dan pada rentang waktu yang berdekatan.

Seperti halnya pusat peringatan dini siklon tropis lainnya, TCWC Jakarta juga memiliki wewenang untuk memberi nama jika siklon tropis tumbuh di wilayah tanggung jawabnya. Adapun 2 (dua) set nama siklon tropis untuk wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta yang telah disetujui WMO RA V TCC adalah :

List A

List B (Standby)

Anggrek

Anggur

Bakung

Belimbing

Cempaka

Duku

Dahlia

Jambu

Flamboyan

Lengkeng

Kenanga

Melati

Lili

Nangka

Mangga

Pisang

Seroja

Rambutan

Teratai

Sawo

Tabel 2. Daftar Nama Siklon Tropis TCWC Jakarta

List A merupakan daftar nama utama yang akan digunakan ketika ada pertumbuhan siklon tropis

di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta. Nama-nama tersebut akan digunakan secara berurutan

sesuai abjad, dan akan kembali lagi ke Anggrek ketika nama Teratai sudah digunakan. Sedangkan List B adalah daftar nama cadangan yang akan digunakan jika ada nama pada List A yang dinyatakan tidak boleh digunakan lagi. Keputusan sebuah nama tidak boleh digunakan lagi atau dihapus dari daftar, diambil pada pertemuan RA V TCC. Penghapusan nama ini dilakukan untuk siklon-siklon yang memberi dampak kerusakan dan menimbulkan korban baik jiwa maupun harta.

Penggunaan nama-nama bunga pada List A TCWC Jakarta adalah dengan harapan dapat membuat masyarakat tenang dan tidak panik menjadi panik ketika mendapat peringatan dini siklon tropis. Selain itu, sesuai dengan karateristik bunga yang memiliki aroma yang wangi, diharapkan kehadiran siklon tropis sudah dapat terdeteksi dari jauh, seperti halnya kita dapat mencium aroma bunga walau dari jauh.

Peluang dan Tantangan Pengembangan

Tumbuhnya Siklon Tropis Cempaka dan Siklon Tropis Dahlia dalam waktu yang hampir bersamaan dan dengan posisi yang begitu dekat dengan wilayah Indonesia makin memperkuat dugaan bahwa saat ini telah terjadi perubahan karakteristik pertumbuhan siklon tropis secara global. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi para peneliti dibidang atmosfer untuk lebih memahami perubahan pola pertumbuhan siklon tropis.

Di sisi lain, dampak bencana alam yang ditimbulkan oleh Siklon Tropis Cempaka dan Siklon Tropis

Dahlia juga menunjukkan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya aman dari ancaman bencana alam akibat siklon tropis. Sistem peringatan dini yang ada perlu terus dijaga kelangsungan operasinya dan dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam pengelolaan sistem peringatan dini siklon tropis adalah koordinasi dan kerjasama, baik dengan sesama instansi pemerintah, swasta, masyarakat dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah koordinasi dengan negara tetangga, mengingat siklon tropis adalah fineomena alam yang tidak mengenal batas wilayah negara. Dari sini dapat dikatakan bahwa mengelola peringatan dini siklon tropis tidak hanya dibutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga dibutuhkan kemampuan koordinasi, komunikasi dan diplomasi.