Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM KOMUNIKASI
MODUL I : AMPLITUDE MODULATION (AM) &
FREQUENCY MODULATION (FM)

DISUSUN OLEH :
Andrey Samuel L. B. Siahaan
16101083
Partner:
1. Ervin Bahar Panunthun (14101009)
2. Bobby Bayu Setiawan (14101046)
3. Rizkya Reza Prakasa (16101033)
4. Anggoro Kusumo (16101084)
Tanggal Praktikum : 12 Maret 2019
Asisten Praktikum :
1. Muhammad Helmi Sukoco (16101065)
2. Rai Nur Esa (16101070)
Dosen Praktikum : Rahmat Widadi, S.Pd., M.Eng

LABORATORIUM SWITCHING DAN TRANSMISI


FAKULTAS TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
JL. D.I. PANJAITAN 128 PURWOKERTO
2019
Praktikum Sistem Komunikasi

MODUL I
AMPLITUDE MODULATION (AM) &
FREQUENCY MODULATION (FM)

I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Peserta dapat memahami prinsip kerja modulasi Amplitude Modulation
(AM).
2. Peserta dapat memahami prinsip kerja modulasi dari Frequency
Modulation (FM).

II. ALAT DAN BAHAN


1. Perangakat Scientech 2203 Frequency Modulation and Demodulation
Technique.
2. Perangkat Scientech 2201 DSB/SSB AM Transmiter.
3. Osciloscope dan Kabel Probe.

III. DASAR TEORI


A. Pengertian Modulasi Analog
Modulasi Analog yaitu suatu proses menumpangkan sinyal informasi ke
sinyal pembawa (carrier) dengan sedemikian rupa sehingga amplitudo
gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan sinyal
informasi. Pada jenis modulasi ini amplituda sinyal pembawa diubah-ubah
secara proporsional terhadap amplituda sesaat sinyal pemodulasi,
sedangkan frekuensinya tetap selama proses modulasi [1].

B. Blok Diagram Penerima AM

Gambar 1.3.1 Blok Diagram AM

IT Telkom Purwokerto 2 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

Fungsi Masing-masing Blok :


a. Antena : sebagai penangkap getaran/sinyal yang membawa dan
berisikan informasi yang dipancarkan oleh pemancar.
b. Penguat RF : berfungsi untuk menguatkan daya RF ( Radio Frequency/
Frekuensi tinggi) yang berisi informasi sebagai hasil modulasi
pemancar asal. Setelah diperkuat, geteran RF dicatukan ke mixer.
c. Mixer (pencampur) : berfungsi mencampurkan getaran/sinyal RF
dengan Frekuensi Osilator Lokal, sehingga diperoleh frekuensi
intermediet (IF/Intermediate Frequency).
d. Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF)
sebelum diteruskan ke blok detektor. IF merupakan hasil dari
pencampuran getaran/sinyal antara RF dengan Osilator Lokal.
e. Detektor : digunakan untuk mengubah frekuensi IF menjadi frekuensi
informasi. Degan cara ini, unit detektor memisahkan antara
getaran/sinyal pembawa RF dengan getaran informasi (Audio
Frequency/AF).
f. Penguat AF : digunakan untuk menyearahkan getaran/ sinyal AF serta
meningkatkan level sinyal audio dan kemudian diteruskan penguat AF
ke suatu pengeras suara.
g. Speaker (pengeras suara) digunakan untuk mengubah sinyal atau
getaran listrik berfrekuensi AF menjadi getaran suara yang dapat
didengar oleh telinga manusia [2].

C. Pengertian Modulasi Frekuensi


Modulasi Frekuensi yaitu suatu proses menumpangkan sinyal informasi
pada sinyal pembawa (carrier) sehingga frekuensi gelombang pembawa
(carrier) berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan)
gelombang sinyal informasi. Jadi sinyal informasi yang dimodulasikan
(ditumpangkan) pada gelombang pembawa menyebabkan perubahan
frekuensi gelombang pembawa sesuai dengan perubahan tegangan
(simpangan) sinyal informasi. Pada modulasi frekuensi sinyal informasi

IT Telkom Purwokerto 3 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

mengubah-ubah frekuensi gelombang pembawa, sedangkan amplitudanya


konstan selama proses modulasi [3].

D. Blok Diagram Penerima FM


1. Blok Diagram Penerima FM Mono

Gambar 1.3.2 Blok Diagram FM Mono

2. Blok Diagram Penerima FM Stereo

Gambar 1.3.3 Blok Diagram FM Stereo

Fungsi Masing-masing Blok :


a. Antena : berfungsi menangkap sinyal-sinyal bermodulasi yang bersal
dari antenna pemancar.

IT Telkom Purwokerto 4 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

b. Penguat RF : berfungsi unutk menguatkan sinyal yang ditangkap oleh


antena sebelum diteruskan ke blok Mixer (pencampur).
c. OSC (Osilator Lokal) : berfungsi unutk mebangkitkan getaran
frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi sinyal keluaran RF. Dimana
hasilnya akan diteruskan ke blok Mixer.
d. Mixer (pencampur) : Berperan untuk mencampurkan kedua frekuensi
yang berasal dari RF Amplifier dan Osilator Lokal. Hasil dari olahan
mixer adalah Intermediate Frequency (IF) dengan besar 10,7 MHz.
e. Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF)
sebelum diteruskan ke blok limiter.
f. Limiter (pembatas) : berfungsi unutk meredam amplitudo gelombang
yang sudah termodulasi (sinyal yang dikirim pemancar) agar terbentuk
sinyal FM murni (beramplitudo rata).
g. Detektor FM : digunakan untuk mendeteksi perubahan frekuensi
bermodulasi, menjadi sinyal informasi (Audio).
h. De-emphasis : berfungsi untuk menekan frekuensi audio yang besarnya
berlebihan (tinggi) yang dikirim oleh pemancar.
i. AFC (Automatic Frequency Control / Pengendali Frekuensi Otomatis)
: berfungsi unutk mengatur frekuensi osilator local secara otomatis agar
tetap stabil.
j. Dekoder Stereo : digunakan unutk memproses sinyal Stereo, sehingga
hasilnya diteruskan pada 2 buah penguat AF (FM Stereo).
k. Penguat Audio : digunakan untuk menyearahkan getaran/ sinyal AF
serta meningkatkan level sinyal audio dan kemudian diteruskan
penguat AF ke suatu pengeras suara.
l. Speaker (pengeras suara) digunakan untuk mengubah sinyal atau
getaran listrik berfrekuensi AF menjadi getaran suara yang dapat
didengar oleh telinga manusia [2]

IT Telkom Purwokerto 5 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 6 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 7 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 8 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 9 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 10 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 11 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 12 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 13 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

IT Telkom Purwokerto 14 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

V. ANALISA DAN PEMBAHASAN


Pada praktikum Sistem Komunikasi Modul 1 membahas tentang
“Amplitude Modulation (AM) dan Frequency Modulation (FM). Modulasi
amplitudo merupakan proses modulasi dimana amplituda sinyal carrier akan
berubah-ubah sesuai dengan sinyal informasi. Modulasi amplitudo terdapat
tiga jenis: AM DSB SC, AM SSB, AM DSB FC. Sedangkan Modulasi
Frekuensi adalah modulai analog dimana Frekuensi sinyal termodulasi berubah
sesuai dengan sinyal informasi.
Sebelum memulai praktikum ada beberapa alat dan bahan yang diperlukan
diantaranya : Perangkat Scientech 2201 DSB/SSB AM Transmiter sebagai
trainer untuk Modulasi AM, Perangkat Scientech 2203 Frequency Modulation
and Demodulation Technique sebagai trainer untuk Modulasi FM dan
Osciloscope serta kabel probe.
Selanjutnya praktikan melakukan pengujian. Pengujian pertama yang
dilakukan yaitu dengan menggunakan Modulasi FM. Pada pengujan pertama,
praktikan mencari nilai Fmax/Fmin dan Percentage Mod dari masing-masing
frekuensi dan amplitudo yang telah ditentukan. Adapun frekuensi dan
amplitudo tersebut yaitu : 300Hz, 0; 1350Hz, 5; 3000Hz, 10; Sehingga pada
pengujian kali ini praktikan melakukan 3 kali percobaan. Nilai Fmax/Fmin
didapatkan dengan cara mencari nilai Tmax/Tmin terlebih dahulu. Nilai Tmax
didapat dengan mengukur puncak sinyal pada simpangan yang rapat sedangkan
Tmin didapat dengan mengukur puncak snyal pada simpangan yang renggang.
Kemudian untuk nilai Percentage Mod didapatkan dengan cara mencari nilai
Defisiasi Frekuensi (Df) dan Indeks Modulasi (Mf) terlebih dahulu. Nilai
Defisiasi Frekuensi didapat dengan hasil pengurangan Fmax/Fmin dibagi
dengan 2. Kemudian untuk nilai Indeks Modulasi (Mf) didapat dengan
membagi hasil nilai Defisiasi Frekuensi dengan frekuensi yang dicari. Setelah
itu hasil nilai dari Indeks Modulasi (Mf) dikali dengan 100 sehingga didapatkan
nilai Percentage Mod.
Hasil dari pengukuran modulasi FM pengujian pertama yang didapatkan
pada frekuensi 3000Hz dan Amplitudo 10 yaitu : Nilai Fmax = 8,62 KHz dan
Nilai Fmin = 4,71 KHz, Percentage Mod = 65,1 %. Pada frekuensi 1350Hz dan

IT Telkom Purwokerto 15 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

Amplitudo 5 yaitu : Nilai Fmax = 2,63 KHz dan Nilai Fmin = 2,38 KHz,
Percentage Mod = 9,2 %. Pada frekuensi 300Hz dan Amplitudo 0 yaitu : Nilai
Fmax/Fmin = 0 KHz dan Percentage Mod = 0 % hal ini dikarenakan nilai dari
amplitudo = 0 sehingga tidak memliki nilai Tmax/Tmin dan juga Fmax/Fmin.
Dari hasil pengukuran yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa pada
Modulasi FM nilai dari frekuensi nya berpengaruh pada sinyal hasil modulasi
sehingga hasilnya berubah-ubah. Dan memiliki kualitas sinyal yang bagus
karena nilai dari Percentage Mod pengujian < 100% (m<1)
Setelah selesai melakukan pengujian pertama pada Modulasi FM,
kemudian praktikan melanjutkan pengujian kedua. Pengujian kedua dilakukan
dengan menggunakan Modulasi AM. Pada pengujan kedua, praktikan mencari
nilai Vmax/Vmin dan Percentage Mod dari masing-masing frekuensi dan
amplitudo yang telah ditentukan. Adapun frekuensi tersebut yaitu 300Hz,
1350, 3000Hz dan amplitudo tersebut yaitu : 1, 2 dan 1,5. Sehingga pada
pengujian kali ini praktikan melakukan 9 kali percobaan. Nilai Vmax/Vmin
didapatkan dengan cara menghitung jumlah kotak pada sinyal yang ada
ditampilan Osiloskop dikali dengan volts/div lalu dibagi dengan 2. Kemudian
untuk nilai Percentage Mod didapatkan dengan cara mencari nilai Indeks
Modulasi (Mf) terlebih dahulu. Nilai Indeks Modulasi (Mf) didapat dengan
membagi hasil pengurangan Vmax/Vmin dengan hasil penjumlahan
Vmax/Vmin. Setelah itu hasil nilai dari Indeks Modulasi (Mf) yang didapat,
dikali dengan 100 sehingga didapatkan nilai Percentage Mod.
Hasil dari pengukuran modulasi AM pengujian kedua yang didapatkan
pada frekuensi 3000Hz dan Amplitudo 1 yaitu : Nilai Vmax = 55mV dan Nilai
Vmin = 45mV, Percentage Mod = 10 %. Pada frekuensi 3000Hz dan
Amplitudo 1,5 yaitu : Nilai Vmax = 60mV dan Nilai Vmin = 40mV, Percentage
Mod = 20 %. Pada frekuensi 3000Hz dan Amplitudo 2 yaitu : Nilai Vmax =
65mV dan Nilai Vmin = 40mV, Percentage Mod = 23 %. Selanjutnya pada
frekuensi 1350Hz dan Amplitudo 1 yaitu : Nilai Vmax = 55mV dan Nilai Vmin
= 45mV, Percentage Mod = 10 %. Pada frekuensi 1350Hz dan Amplitudo 1,5
yaitu : Nilai Vmax = 60mV dan Nilai Vmin = 45mV, Percentage Mod = 14 %.
Pada frekuensi 1350Hz dan Amplitudo 2 yaitu : Nilai Vmax = 60mV dan Nilai

IT Telkom Purwokerto 16 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

Vmin = 40mV, Percentage Mod = 20 %. Kemudian pada frekuensi 300Hz dan


Amplitudo 1 yaitu : Nilai Vmax = 55mV dan Nilai Vmin = 55mV, Percentage
Mod = 0 %. Pada frekuensi 300Hz dan Amplitudo 1,5 yaitu : Nilai Vmax =
65mV dan Nilai Vmin = 40mV, Percentage Mod = 23 %. Pada frekuensi 300Hz
dan Amplitudo 2 yaitu : Nilai Vmax = 65mV dan Nilai Vmin = 40mV,
Percentage Mod = 23 %. Dari hasil pengukuran yang didapatkan maka dapat
disimpulkan bahwa pada Modulasi AM nilai dari amplitudo nya berpengaruh
pada sinyal hasil modulasi sehingga hasilnya berubah-ubah. Dan memiliki
kualitas sinyal yang bagus karena nilai dari Percentage Mod pengujian < 100%
(m<1)

IT Telkom Purwokerto 17 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

VI. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
1. Dalam proses pengiriman sinyal dari pengirim ke penerima dibutuhkan
sinyal carrier agar sinyal informasi yang telah dimodulasi dapat sampai
kepada penerima.
2. Nilai Indeks modulasi menunjukan kualitas modulasi. Nilai Indeks
modulasi yang baik yaitu m < 1. Jika m ≥ 1 maka memiliki nilai indeks
modulasi yang buruk.
3. Perhitungan nilai indeks modulasi didapat dari hasil nilai defisiasi
frekuensi dibagi dengan nilai frekuensi yang dicari dan nilai indeks
modulasi tidak memiliki satuan pengukuran.

B. Saran
1. Sebaiknya sebelum memulai praktikum agar membaca modul terlebih
dahulu sehingga dalam pelaksanaan praktikum dapat berjalan dengan
baik.
2. Sebaiknya jika ada yang kurang jelas mengenai praktikum agar dapat
menanyakan kepada asisten laboratorium jika terdapat kendala ketika
pelaksanaan praktiukum.
3. Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum, setiap kelompok yang
melakukan praktikum tidak berada dalam satu ruangan agar pada saat
penyampaian materi, tidak mengganggu konsentrasi kelompok lain.

IT Telkom Purwokerto 18 16101083 – Andrey Samuel Siahaan


Praktikum Sistem Komunikasi

DAFTAR PUSTAKA

[1] Anonymous, “Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation, FM),” 8 Januari


2019. [Online]. Available: http://elektronika-dasar.web.id/modulasi-
frekuensi-frequency-modulation-fm/. [Diakses 13 Maret 2019].
[2] Anonymous, “Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM),” 2
November 2018. [Online]. Available: http://elektronika-
dasar.web.id/modulasi-amplitudo-amplitude-modulation-am/. [Diakses 13
Maret 2019].
[3] R. Ahmad, “Modulasi Amplitudo dan Frekuensi,” 23 April 2018. [Online].
Available:
https://www.academia.edu/9610496/Modulasi_Amplitudo_dan_Frekuensi?au
to=download. [Diakses 13 Maret 2019].

IT Telkom Purwokerto 19 16101083 – Andrey Samuel Siahaan