Anda di halaman 1dari 7

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

Nomor : /.......................PKWT/I/2019

Pada hari ini, ……… Tanggal …. Bulan ……. Tahun 2019 (Dua ribu sembilan belas) di …………………………...

Nama : ………………………………………………………………..

Jabatan : Direktur RS X LHOKSEUMAWE

Alamat : RS. X LHOKSEUMAWE, Jl. …………………………………………….,Lhokseumawe

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit X LHOKSEUMAWE, selanjutnya disebut : RUMAH SAKIT

Nama : ..........................

NIK : ............................

Jenis Kelamin : .......................................

Tempat & tgl Lahir : ..................................................

Alamat : ……………………………………………………….

Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri selanjutnya disebut : PEKERJA.

Dengan mengindahkan Undang – Undang dan Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku, Rumah
Sakit dan Pekerja (selanjutnya disebut kedua belah pihak) telah sepakat dan setuju untuk
mengikatkan diri dalam satu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dengan ketentuan dan syarat-syarat
sebagai berikut:

PASAL - 1

KLASIFIKASI HUBUNGAN KERJA

Klasifikasi PEKERJA adalah sebagai berikut:

1. Jabatan : Dokter Umum

2. Gaji Pokok : Rp.

3. Pajak atas pendapatan : .............................................................................

4. Lokasi Kerja : RS X LHOKSEUMAWE atau di tempat lain yang ditugaskan.


PASAL 2

URAIAN TUGAS ( REGULAR TASK)

Diberi wewenang dan ditugaskan untuk memberikan pelayanan, dengan tugas:

1. Memberikan pelayanan kesehatan umum pada sarana pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit X Lhokseumawe yang meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif untuk meningkatkan derajat kesehatan pekerja, keluarga dan masyarakat
serta membina kemandirian dalam bidang kesehatan.
2. Memelihara dan menjaga setiap peralatan kerja serta melaksanakan setiap petunjuk
pemeliharan peralatan yang telah di tetapkan.
3. Melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan umum sesuai dengan etika dan norma
serta ketentuan Undang - undang yang berlaku.
4. Melakukan pemeriksaan pada pasien untuk mendiagnosa penyakit pasien secara cepat
dan memberikan terapi secara cepat dan tepat.
5. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan
sakit.
6. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di
RS dan memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan.
7. Memberikan Intruksi dan mengawasi pelaksanaan penanganan pasien yang dilakukan
oleh perawat.
8. Product Knowledge (mengerti tentang obat-obatan yang tersedia di Rumah Sakit dan
ketentuan/program-program Rumah Sakit ).
9. Melakukan tugas-tugas lain sesuai kebutuhan Rumah Sakit.
10. Melapor kepada atasan apabila sesuatu tidak diketahui dan bersedia mematuhi serta
menjalani perintah atasan baik lisan maupun tulisan.
11. Pekerja wajib ikut serta mensukseskan Akreditasi RS X LHOKSEUMAWE.

PASAL 3

TUGAS DAN PENEMPATAN

1. Bersedia ditempatkan disemua Bagian/ Unit dalam lingkungan Rumah Sakit X


Lhokseumawe sesuai kebutuhan.
2. Pekerja mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Uraian Pekerjaan (Job
Description) dan atau sebagaimana yang ditugaskan oleh Pihak Rumah Sakit.
3. Bila dipandang perlu Pihak Rumah Sakit dapat memberikan tugas-tugas pekerjaan yang
lain diluar Job Description kepada Pekerja sesuai dengan kemampuan pekerja.

PASAL 4

JANGKA WAKTU PERJANJIAN

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini berlaku 1 (satu) Tahun terhitung mulai tanggal 01 Januari 2019
sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

PASAL 5

WAKTU KERJA

1. Waktu kerja adalah 8 (delapan) jam sehari atau 40 ( empat puluh ) jam seminggu, sesuai
dengan jam kerja yang diberlakukan oleh Rumah Sakit sebagai berikut :

• Harian Senin s/d Kamis : 07.00 – 12.00

: 12.00 – 13.15 (Istirahat)

: 13.15 – 16.15

Jum’at : 07.00 – 11.45

: 11.45 – 14.00 (Istirahat)

: 14.00 – 17.15

• Shift Pagi : 07.00 - 15.00

Sore : 15.00 - 23.00

Malam : 23.00 - 07.00

2. Pekerja bersedia masuk kerja jika dibutuhkan di luar dari hari dan waktu yang ditetapkan
di atas.
3. Hari libur bagi pekerja Shift pada hari off nya.

PASAL 6

WAKTU KERJA LEMBUR

Atas kebutuhan Rumah Sakit X LHOKSEUMAWE pekerja bersedia kerja diluar waktu kerja normal
tersebut pada pasal 4 ayat 1, dan Rumah Sakit akan membayar setiap kelebihan jam kerja sesuai
aturan yang berlaku.

PASAL 7

PERJALANAN DINAS

Pekerja bersedia ditugaskan keluar kota atau daerah lain baik di dalam ataupun ke luar negeri untuk
keperluan dinas, mengenai akomodasi, transportasi, dan biaya perjalanan dinas lainnya sesuai
dengan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

PASAL 8

DISPENSASI MENINGGALKAN PEKERJAAN

Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan dengan dan atau tanpa upah sesuai dengan aturan yang
berlaku di Rumah Sakit.

PASAL 9

PEMUTUSAN ATAU PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA

1. Perjanjian Kerja ini berakhir apabila :


a. Berakhirnya Jangka Waktu Perjanjian Kerja.
b. Pekerja Meninggal Dunia.
c. Melakukan tindakan Pidana yang sudah diputuskan oleh Pengadilan.
d. Tindakan Amoral dan Asusila.
e. Pekerja tidak lagi memenuhi Standar Kerja yang ditentukan oleh Rumah Sakit X
Lhokseumawe (sesuai yang ditetapkan dalam peraturan perusahaan).
f. Mengundurkan diri.
2. Untuk poin c, d tidak dapat diberikan uang penghargaan.
3. Apabila diperlukan, perjanjian kerja ini dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah
pihak.
4. Pemutusan atau pengakhiran hubungan kerja :
a. Pemutusan hubungan kerja atas permintaan Pekerja sendiri sebelum perjanjian
kerja berakhir, wajib disampaikan ke Rumah Sakit paling lambat 1 ( satu ) bulan
sebelumnya.
b. Apabila terjadi PHK atas kehendak Rumah Sakit sebelum waktu berakhir dan
bukan karena kesalahan Pekerja, maka Rumah Sakit akan mengganti hak – hak
Pekerja sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang – Undangan yang
berlaku.
c. Apabila terjadi PHK atas kehendak Rumah sakit sebelum waktu berakhir karena
kesalahan pekerja, maka Rumah sakit tidak mengganti rugi sisa kontrak (sesuai
yang ditetapkan dalam peraturan perusahaan).
d. PHK atas permintaan sendiri tidak menimbulkan kewajiban bagi Rumah Sakit
untuk pembayaran uang penghargaan, tetapi kepada pekerja akan mengganti
rugi sisa kontrak sebesar upah pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Pada saat perjanjian kerja berakhir dan pekerja tidak bekerja lagi, maka akan diberikan
pembayaran berupa uang penghargaan atau yang lainnya sesuai dengan kebijakan yang
berlaku di rumah sakit X lhokseumawe.
6. Jika terjadi Force Majeure (kebakaran, gempa bumi, bencana alam huru hara ) atau
hilangnya hak pengelolaan terhadap aset maka berakhirlah kontrak PKWT tersebut,
maka rumah sakit tidak berkewajiban membayar ganti rugi sisa kontrak.

PASAL 10

JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN

1. Rumah Sakit mengikutsertakan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan.


2. Rumah Sakit berhak memotong sebesar 2% (dua persen) dari upah pokok pekerja dan
3,7% dari perusahaan setiap bulannya untuk iuran program JHT yang menjadi kewajiban
pekerja dan perusahaan.
3. Rumah Sakit berhak memotong sebesar 1% (satu persen) dari upah pokok pekerja dan
2% dari perusahaan setiap bulannya untuk iuran program Jaminan Iuran Pensiun
yang menjadi kewajiban pekerja dan perusahaan.
4. Rumah Sakit berhak memotong sebesar 1% (satu persen) dari upah pokok pekerja dan
4% (empat persen) dari perusahaan setiap bulannya untuk iuran program BPJS
Kesehatan yang menjadi kewajiban pekerja dan tanggungannya serta perusahaan.
PASAL 11

FASILITAS DAN BENEFIT

1. Fasilitas kesehatan untuk pekerja dan tanggungannya diberikan melalui program BPJS
Kesehatan.
2. Rumah Sakit memberi Tunjangan Hari Raya Keagamaan kepada pekerja sebesar 1 (satu)
bulan gaji pokok ditambah tunjangan jabatan bagi pekerja yang sudah bekerja selama 1
(satu) tahun atau lebih di Rumah Sakit, dan bagi pekerja yang masa kerjanya dibawah 1
(satu) tahun dan mencapai 3 (tiga) bulan akan dihitung secara prorata.
3. Cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja menjalankan masa kerja 12
(dua belas) bulan berturut-turut tanpa terputus.
4. Rumah Sakit memberi seragam kerja sebanyak 2 (dua) pasang per tahun.

PASAL 12

TATA TERTIB KERJA

1. Pekerja Wanita/Pria yang bersuami/istri yang keduanya bersetatus sebagai pekerja


Rumah Sakit X Lhokseumawe, kepada pekerja diberikan hak untuk memilih/menentukan
salah satu diantara kedua pekerja untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai
pekerja.
2. Pekerja wajib memakai pakaian dinas sesuai seragam masing-masing yang sudah
ditentukan.
3. Pekerja wajib mematuhi dan menaati tata tertib dan semua peraturan yang tercantum
pada peraturan perusahaan (PP) yang berlaku di Rumah Sakit.

PASAL 13

PELANGGARAN TATA TERTIB

1. Pekerja yang tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan kepada Atasan selama 3 (tiga) hari
dianggap mengundurkan diri
2. Pekerja yang melakukan pelanggaran, yang tidak sesuai dengan peraturan perusahaan
maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku di rumah sakit X lhokseumawe.
PASAL 14

PENUTUP

1. Jika terjadi perselisihan diantara kedua belah pihak, maka perselisihan tersebut akan
diselesaikan secara musyawarah, namun apabila secara musyawarah tidak diperoleh
kesepakatan, maka penyelesaiannya diteruskan melalui penyelesaian perselisihan
hubungan industrial.
2. Surat perjanjian ini berlaku setelah ditandatangani kedua belah pihak.
3. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) bermaterai cukup (Rp. 6000,-) dan mempunyai
kekuatan hukum yang sama, masing-masing merupakan asli, 1 (satu) dipegang oleh
Rumah Sakit dan yang lain dipegang oleh Pekerja untuk diketahui dan dilaksanakan.
4. Surat perjanjian kerja waktu tertentu ini dibuat, disetujui dan ditandatangani oleh kedua
belah pihak, dan dimengerti isi surat perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu ini,
tanpa paksaan dari pihak manapun.
5. Pekerja mengakui bahwa telah memahami dan mengerti sepenuhnya isi perjanjian ini
sebagai bukti Pekerja telah memberikan / membubuhkan tanda tangannya.
6. Surat Perjanjian ini berlaku sejak ditetapkan.

Lhokseumawe, 01 ..................... 2019


DIREKTUR
Pekerja RS X LHOKSEUMAWE,

dr. ................................ dr. .....................................

Demikian isi surat perjanjian ini dibuat, dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
perjanjian ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.