Anda di halaman 1dari 4

ASPEK SOSIAL BUDAYA YANG DIKAITKAN DENGAN BALITA

I. LATAR BELAKANG

Aspek sosial dan budaya sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia. Disadari atau tidak, faktor-
faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai
pantangan , hubungan sebab akibat antara makanan dan kondisi sehat sakit,kebiasaan dan ketidak
tahuan seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan balita.

Menjadi seorang bidan bukanlah hal yang mudah.Seorang bidan herus siap fisik maupun mental
,karena tugas seorang bidan sangatlah berat.Bidan yang siap mengabdi di pedesaan mempunyai
tantangan yang besar dalam mengubah pola kehidupan masyarakat yang mempunyai dampak
negatif terhadap kesehatan masyarakat.Tidak mudah mengubah pola pikir ataupun sosial budaya
masyarakat.

Untuk itu seorang bidan agar dapat melakukan pendekatan terhadap masyarakat perlu mempelajari
sosial buday amasyarakat tersebut, yang meliputi tingkat pengetahuan penduduk, adat istiadat,
struktur pemerintahan ,dan kebiasaan sehari-hari, pandangan norma dan nilai, agama, bahasa,
kesenian,dan hal-hal lain yang berkaitan dengan wilayah tersebut.

II. PEMBAHASAN

Aspek Sosial Budaya yang Berkaitan dengan Balita

Masa balita adalah masa dimana seorang anak membutuhkan perhatian dan kesehatan agar dapat
tumbuh dan berkembang secara optimal.Usia balita adalah mulai 13 sampai dengan 59
bulan.Dimana pada masa ini peran serta orang tua sangat penting untuk menjaga pola makan dan
kebutuhan balita itu sendiri.Gizi yang seimbang dan kasih sayang sangat penting dalam menjaga
pertumbuhan balita, terutama pada lingkungan keluarga dan sekitar balita itu sendiri.

Aspek sosial budaya merupakan sesuatu yang mendasar berkaitan dengan akal dan pemikiran
manusia dalam kehidupan sosial . Karena aspek sosial budaya inilah, berkembang yang namanya
mitos dan fakta yang ada dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan pada balita ini menyebabkan
banyaknya mitos mengenai balita.

Mitos – mitos yang lahir dimasyarakat ini kebenarannya kadang tidak masuk akal dan bahkan dapat
berbahaya bagi balita. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang merawat
balita. Mitos dan fakta ,dampak positif dan negatif yang berkembang sekitar perawatan balita, yaitu
sebagai berikut:

1) Mitos : makanan dan minuman manis membuat gigi berlubang.


Fakta: bahwa gigi menjadi berlubang diakibatkan karena kuman, suasana asam dan
keduanya berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Bila makanan yang mengandung gula
menetap pada sela gigi, kuman akan mengubahnya menjadi asam. Kondisi asam disertai
bakteri yang juga menjadinaktif pada suasana asam, adalah penyebab utama gigi berlubang.
Hal-hal yang dapat menyebabkan gigi berlubang antara lain adalah minum susu dengan
botol sampai tertidur. Makanan manis tidak secara langsung menyebabkan gigi berlubang ,
tetapi memudahkan pertumbuhan kuman penyebab kerusakan gigi jika tidak rajin
membersihkan gigi dan mulut.
 Dampak positif : mencegah balita untuk sering makan permen atau coklat
membantu menjaga agar gigi lebih sehat. Apalagi dengan selalu menyikat gigi balita
setelah makan dan sebelum tidur.
 Dampak negatif : apabila balita tidak pernah makan dan minum manis sama sekali
dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi tubuhnya. Karena tubuhnya juga
memerlukan kalori untuk pertumbuhannya.
2) Mitos : baby walker membantu anak berlatih berjalan
Fakta : justru sebaliknya , baby walker dapat menghambat perkembangan motorik anak.
Anak tanpa baby walker dapat lebih bebas bergerak,berguling, duduk, dan berdiri serta
bermain di lantai yang merupakan dasar untuk brlajar berjalan. Penelitian pada saudara
kembar menunjukkan kembar yang memakai baby walker mengalami gangguan motorik
berjalan ketimbang saudaranya. Baby walker tidak lagi disarankan karena menjadi penyebab
utama kecelakaan pada bayi usia 5-15 bulan.
 Dampak positif : dapat memberikan pilihan untuk bermain bagi balita bila terdapat
penjagaan yang ketat dari orang tua atau pengasuhnya. Dan tidak digunakan
semata–mata untuk belajar berjalan bagi balita diatas usia 13 bulan.
 Dampak negatif : dapat menghambat perkembangan motorik anak. Sering terjadi
kecelakaan pada balita yang menggunakan baby walker bila lengah pengawasan
orang tua atau pengasuh balita.
3) Mitos : bawang yang dicampur minyak dikenal bisa menurunkan panas
Fakta : secara ilmiah benar karena bawang adalah tumbuhan yang mengeluarkan minyak
yang mudah menguap dan menyerap panas.
 Dampak positif : dapat membantu menurunkan panas pada balita disamping
pemberian obat dari dokter.
 Dampak negatif : tidak ada apabila dilakukan sesuai cara yang benar dan bawang
dicuci bersih.
4) Mitos : beri minum kopi agar anak tidak step
Fakta : pemberian kopi jelas berbahaya pada balita karena mengandung kafein yang akan
memacu denyut jantungnya bekerja lebih cepat.
 Dampak positif : tidak ada
 Dampak negatif : dapat menyebabkan denyut jantung bekerja lebih cepat dan dapat
mengakibatkan perut kembung dengan meningkatnya asam lambung.
5) Mitos : setiap anak yang mengalami diare, demam,dan rewel biasanya oleh orang tua sering
mengaitkannya dengan tumbuh kembang anak tersebut. Contohnya : tumbuh gigi, mulai
belajar berjalan, mulai belajar bicara.
 Dampak positif : tidak ada karena bila anak rewel berarti merasa tidak nyaman atau
sakit dan orang tua harus segera memeriksakan ke tenaga medis atau perlu
diberikan obat.
 Dampak negatif : apabila anak rewel dan dibiarkan saja akan mengakibatkan
semakin parahnya penyakit dan akan mengganggu tumbuh kembangnya.
6) Mitos : biasanya kepercayaan masyarakat terhadap anak , jika anak mengalami tumbuh gigi
terlebih dahulu maka kemungkinan untuk berjalannya lambat, begitu pula sebaliknya jika
anak berjalan terlebih dahulu maka kemungkinan untuk tumbuh gigi terlambat.
 Dampak positif : kepercayaan ini dapat berdampak positif apabila perkembangan
balita tidak berjalan bersamaan dengan perkembangan atau pertumbuhan yang
lainnya, maka orang tua tidak perlu khawatir karena tumbuh kembang balita
tersebut bertahap dan berbeda-beda setiap anak.
 Dampak negatif : kepercayaan ini dapat dipatahkan apabila tumbuh kembang anak
berjalan bersamaan.
7) Mitos : jika menjelang magrib anak kecil biasanya tidak diperbolehkan untuk keluar dari
rumah dan biasanya orang tua menakut-nakutinya akan dibawa genderuwo bila anak
berada diluar rumah .Hal ini bertujuan agar anak tetap berada didalam rumah.
 Dampak positif : hai ini bertujuan agar anak tidak terkena angin malam yang dapat
menyebabkan anak sakit.
 Dampak negatif : tidak ada
8) Mitos : jika rambut anak basah maka dapat masuk angin.
Fakta : kedinginan belum tentu mempengaruhi sistem kekebalan tubuh secara langsung
 Dampak positif : bila kondisi anak dalam keadaan kekebalan tubuhnya kurang maka
kedinginan dapat mengakibatkan flu dan kembung.
 Dampak negatif : tidak ada
9) Mitos : anak perlu makan ketika kedinginan dan meminum banyak air ketika demam.
Fakta : hal yang seharusnya dilakukan adalah menjaga keseimbangan komposisi tubuh.
Meskipun demikian anak tidak perlu mengkonsumsi minuman elektrolit bila tidak
mengalami dehidrasi ataupun diare.
 Dampak positif : makan dan minum sangat diperlukan pada saat anak mengalami
sakit.karena untuk mempertahankan daya tahan tubuhnya. Makan dan minum pada
saat kedinginan tetap dianjurkan asalkan tidak berlebihan.
 Dampak negatif : jika anak banyak cairan maka akan mudah terserang
penyakit,begitupun sebaliknya.

10) Mitos : anak tidak nafsu makan karena kurang vitamin


Fakta : mencekokkan vitamin dianggap bisa mengembalikan nafsu makan anak. Padahal
hilangnya nafsu makan anak disebabkan karena banyak hal, seperti karena sakit
tenggorokan, sariawan, gigi tumbuh, anak flu, atau terkena TBC.
 Dampak positif : boleh memberikan vitamin pada anak asal sesuai dengan
kebutuhan dan tidak tergantung pada vitamin tersebut.
 Dampak negatif : pemberian vitamin yang berlebihan justru bisa membuat anak
kehilangan nafsu makan. Terutama jika kelebihan vitamin C alia asam
karbonat,dapat menyebabkan perut perih apalagi jika anak makan tidak teratur,bisa
saja terjadi luka dilambung.

III. KESIMPULAN

Aspek sosial budaya merupakan sesuatu yang mendasar berkaitan dengan akal dan pemikiran
manusia dalam kehidupan sosial. Karena aspek soaial budaya inilah,berkembang yang namanya
mitos dan fakta yang ada didalam kehidupan bermasyarakat,yang berdampak negatif maupun
positif. Kebudayaan pada balita menyebabkan banyaknya mitos mengenai anak balita

Bidan sebagai salah seorang tenaga medis yang paling dekat dengan masyarakat,mempunyai peran
yang sangat penting dalam meningkatkan status kesehatan balita di lingkungan kerjanya.

Seorang bidan perlu mempelajari sosial budaya masyarakat tersebut. Melalui kegiatan kebudayaan
tradisional setempat bidan dapat berperan aktif untuk melakukan promosi kesehatan kepada
masyarakat dengan melakukan penyuluhan kesehatan.

Bidan harus selalu menjaga hubungan yang efektif dengan masyarakat dengan selalu mengadakan
komunikasi efektif.