Anda di halaman 1dari 1

Tanggal S O A P

19/11/2015 Pasien datang KU : cukup, GCS 456 DDx: 1.MRS


2.Periksa swab faring dan tonsil
demam tinggi. Terus- TTV= 1. Tonsilofaringitis
3.IVFD RA : 24 tpm
menerus, menggigil RR: 20x, Nadi : 110x, T: 39,5oC akut 4.Terapi farmako
 Cefotaxim 3x650mg inj intravena
hingga mengigau. Pemeriksaan Fisik 2. Laryngitis akut
 Paracetamol 15mg/kgBB inj
Saat diperiksa Hidung: Sekret (+) 3. Scarlet fever
intravena
dirumah suhu 39oC. Mulut: Mukosa kering (+)  Pseudoefedrin HCl syr 3 x 1sdt / hari
Pasien juga Tenggorokan : faring hiperemi (+), 5.Observasi TTV dan KU
6.KIE: Diet lunak sedikit tapi sering,
mengeluh sulit tonsil T2/T2 (+), eksudat (-).
banyak minum air putih, memakai
menelan karena Pemeriksaan Penunjang
baju yang tipis atau longgar.
tenggorokannya Darah Lengkap: ↑ leukosit ,basofil,
sakit, sakit kepala monosit, dan ↓MPV dan limfosit
dan pilek bersamaan CRP meningkat
dengan demamnya. ASTO: Negatif
20/11/2015 Ibu Pasien KU: Cukup, GCS 456 WDx: 1.Observasi TTV dan KU
2.IVFD RA : 24 tpm
mengatakan anaknya TTV= Tonsilofaringitis akut
3.Terapi farmako :
masih panas, nyeri Nadi: 112x  Cefotaxim 3x650mg inj intravena
tenggorokan dan RR: 22x  Paracetamol 15mg/kgBB inj

pilek. T: 39oC intravena


 Pseudoefedrin HCl syr 3 x 1sdt / hari
Pemeriksaan Fisik 4.KIE: Diet lunak sedikit tapi sering,
Hidung: Sekret (+) banyak minum air putih, memakai
Tenggorokan : faring hiperemi (+), baju yang tipis atau longgar.
tonsil T2/T2 (+)
21/11/2015 Pasien masih demam, KU: Cukup, GCS 456 WDx: 1. Observasi TTV dan KU
2. Periksa DL
nyeri tenggorokan TTV= Tonsilofaringitis akut
3. Lanjutkan Terapi
dan susah makan Nadi: 112x, T:38oC, RR: 24x 4. KIE: Diet lunak sedikit tapi sering,
Pemeriksaan Fisik banyak minum air putih.
Hidung: Sekret (-)
Mulut: Mukosa kering (-)
Tenggorokan : faring hiperemi (+),
tonsil T2/T2 (+), eksudat (-).
22/11/2015 Demam dan nyeri KU: Cukup, GCS 456 WDx: 1.Observasi TTV dan KU
2.Lanjutkan terapi
tenggorokan TTV= Tonsilofaringitis
3.KIE: Diet lunak sedikit tapi sering,
o